Berita

Bantuan Air Bersih Polwan Polda Jatim Ringankan Beban Warga Gucialit Lumajang

Onenewsjatim
Oleh Onenewsjatim
Bantuan Air Bersih Polwan Polda Jatim Ringankan Beban Warga Gucialit Lumajang


Lumajang (Onenewsjatim)
– Krisis air bersih yang melanda Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, selama beberapa bulan terakhir memaksa warga mencari sumber air hingga ke desa tetangga. 

Di tengah keterbatasan tersebut, bantuan distribusi air bersih dari Polwan Polda Jawa Timur menjadi tumpuan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pantauan di lapangan, warga tampak berbondong-bondong mendatangi lokasi pendistribusian air bersih. Mereka membawa jeriken, galon, hingga drum berukuran besar untuk menampung air yang dialirkan dari mobil tangki.

Bagi warga, kedatangan bantuan tersebut bukan sekadar tambahan persediaan air, melainkan juga membantu memenuhi kebutuhan dasar di tengah terbatasnya sumber air di lingkungan tempat tinggal mereka.

Bantuan air bersih dari Polda Jatim disalurkan secara bertahap ke empat dusun di Desa Gucialit, yakni Dusun Sidorukun, Sidodadi, Sidomakmur, dan Sidomulyo.

Dalam pelaksanaannya, distribusi dilakukan ke satu dusun setiap hari dengan mengerahkan dua mobil tangki air bersih. 

Penyaluran tersebut menjadi salah satu upaya membantu masyarakat yang selama berbulan-bulan menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepala Desa Gucialit, Sutam, menyampaikan apresiasi kepada Polwan Polda Jatim, atas kepedulian terhadap warga yang terdampak krisis air bersih.

“Atas nama Pemerintah Desa Gucialit bersama seluruh warga, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan suplai air bersih yang diberikan oleh Polwan Polda Jatim. Semoga bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena warga kami memang sangat membutuhkan air bersih,” kata Sutam.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut telah menjangkau titik keempat. Pemerintah desa berharap bantuan itu dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan air bersih selama sumber air di wilayah tersebut masih terbatas.

Warga Harus Menempuh Jarak Dua Kilometer untuk Mendapatkan Air

Meski bantuan telah disalurkan, persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan bagi warga Desa Gucialit. Mereka harus mengatur penggunaan air secara ketat karena bantuan tidak selalu datang setiap hari.

Isma, salah seorang warga setempat, mengatakan distribusi bantuan air bersih biasanya datang satu hingga dua kali dalam sepekan. Namun, dalam kondisi tertentu, bantuan hanya diterima sekali dalam seminggu.

Air yang diperoleh dari bantuan tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan penting, seperti minum, memasak, dan mencuci peralatan makan. Sementara untuk mandi dan mencuci pakaian, warga harus mencari sumber air alternatif.

Kondisi ini memaksa warga untuk pergi ke desa lain, salah satunya Desa Pakel yang berjarak sekitar dua kilometer, karena wilayah tersebut masih memiliki sumber air yang mengalir.

​"Kalau tidak ada air bersih, kami mencari air ke Desa Pakel. Di sana masih ada air dari sumber yang mengalir. Biasanya saya pergi ke sana menggunakan sepeda motor dengan membawa tiga hingga empat jeriken dalam sekali perjalanan," tutur Isma. (Mam) 

Komentar

Tinggalkan Komentar