-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

28/08/2026

Kapolres Lumajang Ajak Media Perkuat Kolaborasi Jaga Kamtibmas


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Polres Lumajang terus memperkuat kemitraan dan komunikasi dengan media massa sebagai bagian dari upaya membangun keterbukaan informasi publik yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi saat kegiatan "Ngopdulk" (Ngopi Dulu) bersama wartawan Lumajang di salah satu kafe di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).

Riki mengatakan, media memiliki peran penting dalam mengawal situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Lumajang.

Menurut dia, kerja sama antara kepolisian dan media juga menjadi bagian penting dalam membangun serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

"Teman-teman media cukup berperan penting dalam mengawasi dan mengawal, khususnya situasi kamtibmas di Kabupaten Lumajang," kata Riki.

Ia menyebut indeks kepercayaan publik terhadap Polri saat ini berada di atas 70 persen. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kinerja kepolisian yang turut didukung pemberitaan media.

"Alhamdulillah indeks kepercayaan publiknya di atas 70 persen. Dengan kinerja dan pencapaian tugas yang didukung oleh rekan-rekan media, indeks kepercayaan publik dari tahun ke tahun semakin meningkat," ujarnya.

Riki menilai kontribusi media dalam menyampaikan informasi mengenai kinerja kepolisian kepada masyarakat sangat penting.

Dengan pemberitaan yang informatif dan bertanggung jawab, masyarakat dapat mengetahui berbagai upaya Polri dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan di tengah masyarakat.

"Ini merupakan kontribusi yang baik dari teman-teman media sehingga sampai saat ini Polri bisa hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa nyaman, aman dan kondusif," katanya.

Polri Tak Bisa Bekerja Sendiri

Dalam kesempatan tersebut, Riki juga meminta dukungan dan kerja sama wartawan dalam menyampaikan berbagai informasi mengenai kegiatan maupun kinerja kepolisian.

Ia menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Saya bukan Superman, kami tidak bisa bekerja sendiri. Saya selalu meng-endorse teman-teman, khususnya bidang humas, agar ketika ada berita-berita yang perlu diangkat untuk meningkatkan kepercayaan publik, kita berkolaborasi dengan rekan-rekan media," tutur Riki.

Menurut dia, keterbukaan komunikasi antara kepolisian dan media perlu terus dibangun. Wartawan juga dipersilakan menyampaikan informasi maupun melakukan konfirmasi terkait berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepolisian.

"Kami sangat terbuka, welcome. Jika ada hal-hal penting, kita sinergikan dan kolaborasikan berkaitan dengan pemberitaan-pemberitaan tentang kepolisian," ucapnya.

Media Sahabat Polri

Riki menegaskan bahwa hubungan antara Polri dan media merupakan kemitraan yang harus terus dijaga.

Ia bahkan menyebut wartawan dan media sebagai sahabat Polri dalam menjalankan tugas memberikan informasi kepada masyarakat.

"Saya selalu memberikan wejangan kepada teman-teman bahwa wartawan dan media adalah sahabat. Media adalah sahabat Polri sampai kapan pun," katanya.

Riki juga menilai kaderisasi di lingkungan kepolisian dan dunia jurnalistik perlu terus dilakukan agar kedua institusi dapat mengikuti perkembangan zaman, termasuk perubahan pola kejahatan dan dinamika sosial masyarakat.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan informasi turut memengaruhi pola kehidupan masyarakat sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam menjaga kamtibmas.

Karena itu, kepolisian perlu mengetahui berbagai tren yang berkembang di masyarakat agar dapat mengambil langkah pencegahan dan penanganan secara tepat.

"Kejahatan itu bagian dari kehidupan. Ketika ada kejahatan, Polri harus hadir dan harus tahu tren perkembangan saat ini, sehingga kita tahu hal-hal apa yang perlu kita tindak. Di sini rekan-rekan media juga dapat membantu," jelasnya.

Riki berharap sinergi antara Polres Lumajang dan media dapat terus diperkuat sehingga keduanya dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Insyaallah kita bisa bekerja sama dan beriringan untuk sama-sama memberikan kontribusi nyata kepada bangsa dan warga. Saya harapkan dengan kolaborasi dan sinergi ini kita bisa membangun Lumajang menjadi masyarakat yang beragam dan memberikan manfaat serta kehadiran Polri, khususnya Polres Lumajang," pungkasnya.

160 Hektare Terbakar, Karhutla Semeru Melanda 7 Titik di Kawasan TNBTS


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan jalur pendakian Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meluas hingga mencapai tujuh titik.

Hingga Jumat (28/8/2026), kebakaran tercatat terjadi di Blok Ledok Bedor Desa Argosari, Blok Jantur Desa Argosari, Blok Ranu Kembang Desa Ranupani, kawasan Ayak-ayak, Watu Rejeng, Ranu Kumbolo, hingga Puncak Trisula.

Luas kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 160 hektare.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, S.Sos., mengatakan petugas gabungan terus melakukan penanganan di sejumlah titik kebakaran.

"Petugas gabungan terus melakukan penyisiran dan pemantauan terhadap titik-titik api, termasuk di jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo," kata Isnugroho.

Menurut dia, kondisi medan menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Sejumlah lokasi yang terbakar berada di kawasan tebing dengan kemiringan yang sangat terjal sehingga menyulitkan petugas untuk menjangkau titik api secara langsung.

Selain pemadaman dari darat, upaya penanganan juga dilakukan menggunakan metode water bombing dengan bantuan helikopter.

Dua unit helikopter dioperasikan di wilayah TNBTS untuk mendukung proses pemadaman dari udara. Salah satunya Helikopter PK-DAP milik BPBD Provinsi Jawa Timur yang memiliki kapasitas membawa sekitar 1.000 liter air dalam sekali penerbangan.

Water bombing dilakukan di sejumlah lokasi, di antaranya Blok Ayak-ayak, Watu Rejeng, dan Ranupani.

Hingga Jumat pagi, helikopter PK-DAP telah melakukan 12 rit water bombing dengan total sekitar 12.000 liter air yang dijatuhkan ke sejumlah titik kebakaran.

Namun, operasi water bombing dihentikan sekitar pukul 11.00 WIB karena kondisi angin yang cukup kencang dan mengganggu penerbangan helikopter.

"Untuk sementara water bombing dihentikan karena kondisi angin cukup kencang. Helikopter PK-DAP kemudian kembali ke Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh," ujar Isnugroho.

Vegetasi Hutan Terbakar

Isnugroho mengatakan material yang terbakar berupa vegetasi hutan, mulai dari pohon stigi, cemara gunung, ranting, rumput kering maupun basah, hingga pepohonan lainnya.

Petugas gabungan masih melakukan penyisiran dan pemantauan untuk mengetahui perkembangan titik api serta mencegah kebakaran meluas.

Sementara itu, dari pemantauan di lapangan, asap masih terlihat di kawasan Ayak-ayak. Selain itu, terdapat titik api di kawasan Pangonan Cilik yang juga menjadi fokus penanganan.

Kobaran api juga sempat muncul di Blok Ranu Kembang yang berada di atas kawasan Ranu Kumbolo. Pergerakan api di wilayah tersebut masih dipantau oleh tim gabungan.

Isnugroho menegaskan penanganan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan petugas.

"Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan bersama tim di lapangan. Perkembangan titik api akan terus kami pantau agar tidak semakin meluas," katanya.

Hingga Jumat siang, petugas gabungan masih bersiaga di sejumlah lokasi untuk melakukan pemadaman dan pemantauan terhadap perkembangan karhutla di kawasan TNBTS.


Babinsa Ditotrunan Aktif Jalin Komsos, Perkuat Kedekatan TNI dengan Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat terus dilakukan Babinsa Koramil 0821-01/Lumajang. Salah satunya melalui kegiatan komunikasi sosial (Komsos) yang dilaksanakan Babinsa Ditotrunan, Koptu Aan Pidianto, di wilayah RT 002 RW 005, Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (27/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Koptu Aan Pidianto berinteraksi langsung dengan Ketua RT 002, Yoyon, serta warga setempat. Komsos menjadi sarana untuk menjalin komunikasi sekaligus menggali berbagai informasi terkait kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kedekatan dengan warga merupakan bagian penting dari tugas Babinsa. Dengan komunikasi yang terjalin secara rutin, berbagai perkembangan di wilayah dapat diketahui lebih cepat sehingga dapat dikoordinasikan dan ditindaklanjuti bersama sesuai kebutuhan.

“Komsos bukan hanya untuk mengetahui perkembangan wilayah, tetapi juga sebagai upaya membangun kedekatan, kepedulian dan kebersamaan antara Babinsa dengan masyarakat,” ujar Koptu Aan Pidianto.

Ia menambahkan, terciptanya lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Babinsa terus mendorong warga untuk menjaga komunikasi, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mengedepankan semangat gotong royong dalam menyelesaikan berbagai persoalan di wilayah.

Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen Babinsa untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat. Melalui Komsos yang dilakukan secara berkesinambungan, diharapkan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat serta mampu mendukung terciptanya ketahanan wilayah yang kokoh dari tingkat lingkungan. (Pendim0821)

Dandim Lumajang Sambangi PG Jatiroto, Perkuat Sinergi Dukung Ketahanan Pangan


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Komandan Kodim (Dandim) 0821/Lumajang Letkol Arh. Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P. melakukan silaturahmi ke Pabrik Gula (PG) Jatiroto, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TNI dan sektor industri dalam mendukung ketahanan pangan serta perekonomian daerah.

Dandim didampingi Danramil 0821-12/Jatiroto Kapten Inf Wahyutomo. Mereka disambut General Manager PG Jatiroto Fazar Lazuardi, Pakam Slamet, dan Asisten Manager Giling PG Jatiroto Ahmad Bustomi.

Silaturahmi berlangsung di PG Jatiroto, Jalan Ranu Pakis, Desa Kaliboto Lor, Kecamatan Jatiroto, Jumat (28/8/2026).

Anton mengatakan komunikasi dengan berbagai elemen di wilayah penting dilakukan untuk menjaga hubungan yang harmonis sekaligus mengetahui berbagai potensi dan persoalan yang berkembang di masyarakat.

"Sinergi dan komunikasi yang baik dengan seluruh elemen wilayah menjadi modal penting dalam menciptakan kondisi yang aman, kondusif, serta mendukung program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," kata Anton.

Dia menyebut PG Jatiroto memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pertanian dan perekonomian masyarakat Lumajang. Industri gula dinilai memiliki keterkaitan dengan aktivitas petani, tenaga kerja hingga perputaran ekonomi di wilayah sekitar.

"Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar berbagai potensi wilayah dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas," ujarnya.

Menurutnya, komunikasi yang terjalin antara Kodim 0821/Lumajang dan PG Jatiroto diharapkan tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Harapannya, hubungan yang sudah terjalin dapat semakin erat. Dengan komunikasi yang baik, setiap persoalan di wilayah dapat dikoordinasikan secara cepat dan dicarikan solusi bersama," tambahnya.

Kodim 0821/Lumajang juga terus mendorong terbangunnya kolaborasi dengan berbagai pihak di wilayah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat stabilitas sekaligus mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lumajang.

(dpe)

Karhutla Gunung Semeru: Helikopter Water Bombing Diterjunkan Jangkau Medan Sulit


Lumajang, (DOC) -
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih berlangsung. Upaya pemadaman dilakukan melalui darat dan udara untuk menjangkau titik api yang berada di kawasan sulit diakses.

Dua helikopter milik BPBD Jawa Timur dikerahkan untuk melakukan operasi water bombing pada Jumat (28/8/2026). Helikopter mengambil air dari Danau Ranupani, Kecamatan Senduro, untuk kemudian dijatuhkan ke lokasi kebakaran.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan operasi water bombing dilakukan untuk menyasar titik api yang cukup masif, terutama di Blok Ayak-Ayak dan Blok Bangunan Cilik, Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro.

"Hari ini sempat dilakukan pemadaman melalui udara. Water bombing dilakukan sampai lima kali," kata Yudi saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, setelah melakukan beberapa kali penerbangan, helikopter kembali ke Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Keputusan tersebut diambil karena kondisi angin di kawasan Gunung Semeru cukup kencang sehingga menyulitkan operasi pemadaman dari udara.

"Karena kondisi angin kencang, helikopter kembali ke Abdulrachman Saleh Malang," ujarnya.

Helikopter water bombing tersebut memiliki kapasitas sekitar 1.000 liter air dalam sekali angkut. Penggunaan helikopter dinilai penting untuk menjangkau wilayah yang sulit dicapai petugas melalui jalur darat.

Setelah operasi pemadaman udara dihentikan, petugas gabungan kembali melakukan pemadaman secara manual. Tim bergerak menuju kawasan Ranupani, termasuk jalur Blok Ayak-Ayak, Tanjakan Cinta dan Watu Renggang.

"Karena helikopter water bombing sudah kembali, proses pemadaman menggunakan manual. Akses ke sana memang sulit, harus berjalan kaki. Kalau memungkinkan, kami menggunakan kendaraan roda dua," jelas Yudi.

Saat ini, tim gabungan juga memfokuskan penanganan di sejumlah lokasi, termasuk kawasan Ranu Kembang dan Ledok Bedor. Namun, kondisi medan membuat pemadaman manual tidak bisa dilakukan di seluruh titik.

"Untuk Ranu Kembang memang tidak memungkinkan dilakukan secara manual karena aksesnya kurang memadai. Jadi fokus kami di Ledok Bedor," katanya.

Yudi menyebut medan yang curam menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Selain itu, ketersediaan air serta kondisi angin yang kencang juga menjadi tantangan bagi petugas.

"Kendalanya salah satunya persediaan air. Kemudian angin kencang juga menjadi kendala. Medannya juga agak curam sehingga memengaruhi proses pemadaman," ungkapnya.

Untuk mendukung operasi water bombing, pengambilan air dilakukan dari Danau Ranupani karena lokasinya merupakan sumber air terdekat dari kawasan kebakaran.

Meski kondisi Danau Ranupani mengalami pendangkalan, menurut Yudi, kapasitas sekitar 1.000 liter air dalam sekali pengambilan masih dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemadaman dari udara.

"Danau Ranupani memang terjadi pendangkalan. Tapi untuk bucket water bombing sekitar 1.000 liter, kemungkinan masih bisa memadai. Salah satunya karena lokasi pengambilan air yang paling dekat memang di Danau Ranupani," pungkasnya.

Kebakaran Hutan di Lereng Semeru Belum Padam, 167 Hektare Lahan Terbakar


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan jalur pendakian Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hingga Jumat (28/8/2026) masih belum sepenuhnya padam. 

Petugas gabungan masih berjibaku memadamkan kobaran api yang muncul di sejumlah blok kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Pantauan di lapangan, asap tebal masih membumbung dari kawasan Blok Ayak-ayak dan Pangonan Cilik di wilayah Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. Sejumlah titik api juga masih terlihat membara akibat kondisi angin yang cukup kencang.

Hembusan angin membuat api berpotensi bergerak dan meluas ke area hutan lainnya. Kondisi medan yang terjal juga menjadi salah satu kendala petugas dalam melakukan pemadaman secara langsung.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Bambang Suriyono, mengatakan saat ini terdapat dua titik kebakaran yang menjadi perhatian utama, yakni Ranu Kembang dan Pangonan Cilik.

"Sementara perhitungan luas area terbakar 167 hektare. Sedangkan di Ledok Bedor, Desa Argosari ada dua titik, untuk luasan belum kami update," ujar Bambang.

Menurut dia, petugas gabungan terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kobaran api. Metode yang digunakan antara lain membuat sekat bakar, melakukan pemadaman manual menggunakan gebyok, serta menyiram menggunakan air di lokasi yang memungkinkan dijangkau.

"Hari ini juga dilakukan water bombing helikopter bantuan dari Pemprov Jatim," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi PTN Wilayah III TNBTS, Agus Kusuma Negara, mengatakan kondisi medan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi petugas. Kawasan yang terbakar berada di lereng dengan kontur cukup terjal sehingga tidak semua titik dapat dijangkau dengan mudah.

"Saat ini seperti yang terlihat asap di wilayah Ayak-ayak. Secara landscape ada dua titik api, di Ayak-ayak dan Pangonan Cilik. Nah, dua itu yang menjadi titik pemadaman saat ini," ujar Agus.

Selain di Ayak-ayak dan Pangonan Cilik, kobaran api juga sempat muncul di Blok Ranu Kembang yang berada di atas kawasan Ranu Kumbolo. Pergerakan api di wilayah tersebut masih terus dipantau oleh tim gabungan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi, mengatakan material yang terbakar meliputi sejumlah vegetasi khas kawasan hutan pegunungan.

"Kerugian material, terbakarnya pohon stigi hutan, cemara gunung, rumput dan ranting serta pohon hutan lainnya," ungkap Yudhi.

Yudhi menambahkan, kebakaran yang terjadi di Blok Jantur dan Ledok Bedor, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, sebelumnya telah berhasil dikendalikan. Luas area yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di tiga titik kawasan TNBTS, yakni Blok Jantur dan Ledok Bedor di Desa Argosari serta Blok Ranu Agung di Desa Ranupani. Untuk Blok Ranu Agung, api dilaporkan telah padam.

Petugas gabungan hingga kini masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik untuk mencegah api kembali membesar. Kondisi angin yang kencang dan medan terjal membuat proses pemadaman membutuhkan kewaspadaan serta penanganan berkelanjutan.

27/08/2026

Karhutla TNBTS Lumajang Meluas ke Sejumlah Titik, Api di Argosari Berhasil Dikendalikan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang, Kamis (27/8/2026).

Kebakaran terpantau di dua lokasi, yakni Blok Jantur dan Ledok Bedor, Desa Argosari, serta Blok Ranu Kembang, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan petugas gabungan telah diterjunkan untuk melakukan penanganan dan pemadaman di sejumlah titik.

"Tim gabungan terbagi menjadi dua tim. Pagi tadi sekitar pukul 08.20 WIB, tim berangkat menuju lokasi kebakaran di wilayah Desa Ranupani dan Desa Argosari," kata Yudi.

Tim yang menuju wilayah Argosari tiba di Blok Ledok Bedor sekitar pukul 09.30 WIB. Pemadaman kemudian dilakukan secara manual dengan dipimpin petugas TNBTS.

Sementara tim yang menuju Desa Ranupani tiba di Kantor Resort Ranupani sekitar pukul 10.00 WIB untuk melakukan koordinasi dan penanganan lebih lanjut.

Hingga pukul 12.30 WIB, api masih terlihat membara di kawasan Ledok Bedor dan Jantur. Petugas terus berupaya melakukan pemadaman secara manual.

"Medan yang terjal menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Kabut dan asap juga kerap turun di sekitar area yang terbakar," ujarnya.

Sekitar pukul 15.45 WIB, api di kawasan Ledok Bedor dan Jantur berhasil dikendalikan. Meski demikian, petugas masih menemukan sejumlah titik api dan kepulan asap yang belum sepenuhnya padam, terutama pada lokasi dengan medan yang sulit dijangkau.

Sementara di Blok Ranu Kembang, proses penanganan masih dilakukan dan luasan kawasan yang terbakar masih dalam asesmen pihak TNBTS.

"Untuk wilayah Argosari, sementara luasan yang terbakar kurang lebih 10 hektare. Sedangkan untuk Blok Ranu Kembang masih dalam asesmen TNBTS," jelas Yudi.

Material yang terbakar meliputi pohon stigi hutan, cemara gunung, ranting, rumput kering maupun basah, serta vegetasi hutan lainnya.

Yudi menambahkan, jarak titik api dari permukiman dan lahan pertanian warga diperkirakan sekitar lima kilometer. Kondisi tersebut membuat petugas tetap melakukan pemantauan untuk mencegah api meluas.

Di tengah penanganan karhutla, sebanyak 170 pendaki yang sebelumnya masih berada di kawasan Ranu Kumbolo berhasil dievakuasi. Sekitar pukul 14.30 WIB, seluruh pendaki tiba di Kantor Resort Ranupani dan selanjutnya didampingi porter serta guide menuju Malang.

Selain itu, petugas juga menemukan titik api baru di Petak Pangonan Cilik, Desa Pasrujambe. Titik tersebut kemudian ditangani personel TNBTS dan dilaporkan telah padam.

"Untuk titik api saat ini tinggal di atas Pos 4 pendakian Gunung Semeru. Penanganan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada api yang kembali membesar," ungkapnya.

Menurut Yudi, pemadaman di sejumlah titik yang berada di medan terjal membutuhkan metode khusus. Salah satunya melalui dukungan water bombing dengan sumber air dari Ranu Kumbolo.

"Diperlukan pemadaman dengan water bombing di area Petak Pangonan Cilik dan titik-titik terjal lainnya dengan mengambil air dari Ranu Kumbolo," katanya.

Petugas juga akan melanjutkan penanganan pada Jumat (28/8/2026). Personel yang diterjunkan ke lokasi disarankan menggunakan kendaraan motor trail untuk memudahkan mobilitas menuju area yang sulit dijangkau.

Yudi memastikan petugas gabungan bersama TNBTS akan terus melakukan pemantauan dan penanganan hingga seluruh titik api benar-benar dinyatakan padam.

Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved