Lumajang (Onenewsjatim) – Pemerintah Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memiliki cara unik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Warga yang tertib melunasi pajak berkesempatan membawa pulang hadiah utama berupa paket umrah gratis.
Program tersebut merupakan bagian dari inovasi Purwosono Berbagi Bahagia (PBB) yang telah dijalankan sejak 2017.
Melalui program itu, Desa Purwosono berhasil mencatatkan prestasi melunasi target PBB lebih awal selama sembilan tahun berturut-turut.
Kepala Desa Purwosono, Hendrik Dwi Martono, mengatakan inovasi tersebut lahir dari keinginan pemerintah desa membangun budaya sadar pajak dengan pendekatan yang lebih menarik dan melibatkan masyarakat.
"PBB kami plesetkan menjadi Purwosono Berbagi Bahagia. Harapannya, warga tidak hanya tertib membayar pajak, tetapi juga merasakan manfaat dan kebahagiaan melalui berbagai hadiah yang kami siapkan," ujar Hendrik.
Menurutnya, tingkat realisasi pembayaran PBB di Desa Purwosono setiap tahun konsisten berada pada angka 95 hingga 98 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program yang dijalankan pemerintah desa bersama masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi kepada wajib pajak, Pemerintah Desa Purwosono kembali menggelar undian berhadiah yang akan dilaksanakan pada Jumat, 3 Juli 2026. Hadiah utamanya berupa satu paket umrah gratis khusus bagi warga Desa Purwosono yang telah melunasi kewajiban PBB.
Selain hadiah umrah, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik lainnya, seperti kambing, sepeda gunung, kulkas, televisi, hingga kipas angin. Hadiah-hadiah tersebut juga dapat diikuti oleh pemilik objek pajak dari luar Desa Purwosono.
"Hadiah umrah khusus untuk warga Purwosono, sedangkan hadiah lainnya terbuka bagi warga luar yang memiliki objek pajak di Desa Purwosono," jelas Hendrik.
Ia menerangkan, seluruh hadiah tersebut tidak berasal dari pungutan tambahan masyarakat. Pembiayaannya bersumber dari insentif Pemerintah Kabupaten Lumajang yang diberikan kepada desa karena berhasil melunasi PBB lebih awal, ditambah dukungan dari berbagai mitra.
Desa Purwosono tahun ini menerima insentif sekitar Rp59 juta, dengan pembagian 30 persen untuk jasa pungut dan 70 persen untuk mendukung operasional, termasuk penyediaan hadiah.
"Untuk hadiah kami menggunakan support system yang kami miliki dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk biro perjalanan untuk hadiah umrah," katanya.
Hendrik menegaskan, filosofi utama program tersebut adalah mengembalikan manfaat pajak kepada masyarakat sehingga mereka dapat merasakan secara langsung dampak dari kepatuhan membayar pajak.
"Prinsipnya, uang rakyat kami kembalikan lagi kepada masyarakat melalui program yang memberikan manfaat bersama," tegasnya.
Tak hanya meningkatkan kepatuhan pajak, program Purwosono Berbagi Bahagia juga memperkuat semangat gotong royong.
Warga yang memiliki kemampuan ekonomi ikut membantu membayarkan PBB tetangganya yang mengalami kesulitan agar seluruh masyarakat dapat memenuhi kewajibannya tepat waktu.
Pemerintah desa juga memberdayakan warga sebagai petugas pemungut PBB dari rumah ke rumah.
Setiap pembayaran yang berhasil dihimpun, petugas memperoleh insentif sebesar Rp3.000, sehingga program tersebut sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat.
"Prinsipnya, uang rakyat kita kembalikan lagi ke warga kami untuk meningkatkan kesejahteraan," pungkas Hendrik.









FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram