-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

27/03/2026

Libur Lebaran 2026, TNI-Polri Bersama Stakeholder Amankan Pantai Watu Pecak


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri 2026, Babinsa Selok Awar-Awar Koramil 0821-08/Pasirian Sertu Joko Pramono bersama stakeholder melaksanakan kegiatan monitoring pengunjung di objek wisata Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (27/3/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi meningkatnya jumlah pengunjung di kawasan wisata pantai selama masa libur Lebaran. Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama petugas gabungan turut memantau situasi di lokasi serta memberikan imbauan kepada para pengunjung agar tetap menjaga keselamatan dan ketertiban selama berada di area wisata.

Adapun unsur yang terlibat dalam kegiatan pengamanan dan monitoring tersebut terdiri dari personel Koramil 0821-08/Pasirian, Polsek Pasirian, BNPB Lumajang, Satlinmas, serta anggota Pramuka yang bersinergi dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Sertu Joko Pramono mengatakan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan para pengunjung dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman, serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pada momen libur Lebaran, jumlah pengunjung biasanya meningkat cukup signifikan. Oleh karena itu, kami bersama stakeholder melakukan pemantauan secara intensif guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada para pengunjung agar selalu mematuhi aturan yang berlaku di kawasan wisata, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengutamakan keselamatan, terutama saat berada di area pantai.

Dengan adanya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya, diharapkan pengamanan di objek wisata Pantai Watu Pecak dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat menikmati liburan Hari Raya Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman. (Pendim0821)

Kodim 0821 Lumajang Lepas Enam Prajurit, Perkuat Regenerasi dan Profesionalisme TNI AD


Lumajang , (Onenewsjatim)
– Kodim 0821/Lumajang menggelar upacara pelepasan enam personel yang akan melanjutkan pengabdian di satuan baru, bertempat di halaman Makodim 0821/Lumajang, Jumat (27/3/2026).

Enam prajurit tersebut selanjutnya akan bertugas di sejumlah satuan tempur, yakni Yonif TP 931/KJ, Yonif TP 932/JH, Yonif TP 933/JM, serta Yonif TP 934/SBY Brigif TP 33/NS. Perpindahan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya pembinaan personel di lingkungan TNI Angkatan Darat.

Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., dalam amanatnya menegaskan bahwa rotasi dan mutasi merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan militer sebagai bagian dari pengembangan karier dan peningkatan kapasitas prajurit.

“Pindah satuan adalah hal yang biasa dalam kehidupan militer. Ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan personel TNI AD,” tegasnya.

Dandim juga berpesan agar para prajurit yang akan bertugas di satuan baru mampu segera beradaptasi serta menjaga nama baik satuan asal.

“Saya harap di satuan baru nanti kalian dapat segera menyesuaikan diri, menjunjung tinggi nama baik Kodim 0821/Lumajang, serta terus menunjukkan semangat, kedisiplinan, dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan keyakinannya bahwa pengalaman yang diperoleh selama bertugas di satuan teritorial akan menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan di satuan tempur.

“Saya yakin dan percaya, bekal pengalaman selama bertugas di satuan teritorial ini akan menjadi nilai tambah. Tunjukkan bahwa kalian adalah prajurit yang siap ditempatkan di mana pun dan dalam kondisi apa pun, demi menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI,” ujarnya.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga wujud penghargaan atas dedikasi para prajurit selama berdinas di Kodim 0821/Lumajang.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Kodim 0821/Lumajang dalam membentuk prajurit yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas di masa mendatang. (Pendim 0821).

LPG 3 Kg Langka di Lumajang, Warga Keliling Cari hingga Rela Beli Rp 30 Ribu


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi masih dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kondisi ini sudah dirasakan sejak beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah hingga saat ini.

Sulitnya mendapatkan gas melon tersebut membuat masyarakat kerepotan memenuhi kebutuhan memasak, terutama untuk persiapan lebaran ketupat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kelangkaan terjadi di beberapa kecamatan seperti Pasirian, Tempeh, Candipuro hingga Klakah. Warga bahkan harus berkeliling ke sejumlah tempat hingga ke kecamatan lain demi memperoleh satu tabung LPG 3 kg.

Tidak hanya langka, harga di tingkat pengecer juga mengalami lonjakan cukup tinggi. Dari yang biasanya sekitar Rp 20 ribu per tabung, kini naik menjadi Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu. Bahkan di beberapa lokasi, harga menyentuh angka Rp 50 ribu per tabung.

Suparto, warga Desa Bades, Kecamatan Pasirian, mengaku sudah kesulitan mendapatkan gas sejak sebelum Lebaran. Ia menyebut, meskipun harga melambung tinggi, warga tetap membeli karena kebutuhan mendesak.

“Sudah susah sejak sebelum Lebaran. Sekarang makin sulit. Kalau pun ada, harganya mahal, sampai Rp 50 ribu, tapi tetap dibeli karena untuk masak,” ujar Suparto saat ditemui, Jumat (27/3/2026).

Hal serupa disampaikan Ani, warga Desa Banjawaru, Kecamatan Lumajang. Ia mengatakan harus berkeliling ke beberapa toko sebelum akhirnya mendapatkan satu tabung gas.

“Biasanya mudah dan harganya sekitar Rp 20 ribu. Sekarang harus muter dulu, dan dapatnya Rp 25 ribu,” kata Ani.

Menurutnya, meski harga lebih tinggi dari biasanya, ia tidak memiliki pilihan lain selain tetap membeli demi kebutuhan sehari-hari. “Yang penting bisa masak,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang, , memastikan pasokan LPG 3 kg di wilayahnya sebenarnya dalam kondisi aman. Bahkan, menurutnya, distribusi dari pemerintah pusat mengalami penambahan.

“Pasokan elpiji sebenarnya normal, bahkan ada tambahan. Namun permintaan masyarakat meningkat tajam menjelang Lebaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lonjakan konsumsi terjadi karena banyak warga membeli lebih dari satu tabung untuk stok selama libur panjang.

“Biasanya beli satu tabung, sekarang bisa sampai empat atau lima tabung. Kekhawatiran kehabisan ini yang membuat distribusi jadi tidak merata,” jelasnya.

Di sisi lain, Kabag Log Polres Lumajang Kompol Eko Basuki menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pengawasan terhadap distribusi LPG 3 kg di lapangan.

“Kami sudah menginstruksikan jajaran untuk melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan agen serta pengecer. Masyarakat juga diimbau agar tidak melakukan pembelian berlebihan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil pengecekan di sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) menunjukkan stok LPG 3 kg masih tersedia.

Meski demikian, ketimpangan distribusi di tingkat bawah masih menjadi persoalan utama. Tingginya kebutuhan masyarakat menjelang dan setelah Lebaran disebut sebagai faktor utama yang memicu kelangkaan di lapangan.(Imam)

26/03/2026

Pemprov Jatim Terapkan WFH Setiap Rabu, Upaya Tekan Konsumsi BBM ASN


Surabaya , (Onenewsjatim) –
Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menetapkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Rabu. Kebijakan ini akan mulai diberlakukan dalam waktu dekat sebagai langkah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Gubernur Jawa Timur mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah melalui berbagai pertimbangan matang, termasuk pola mobilitas pegawai.

“Mulai minggu depan, WFH akan kita terapkan setiap hari Rabu,” ujar Khofifah, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, penentuan hari Rabu dipilih untuk menghindari potensi meningkatnya mobilitas masyarakat jika kebijakan diterapkan pada akhir pekan. Ia menilai, penerapan WFH di hari Jumat berisiko dimanfaatkan ASN untuk memperpanjang libur, yang justru bisa berdampak pada peningkatan konsumsi BBM.

“Kalau hari Jumat berpotensi menjadi long weekend, sehingga mobilitas untuk rekreasi atau pulang kampung bisa meningkat. Ini justru bertentangan dengan tujuan penghematan BBM,” jelasnya.

Khofifah mengungkapkan, kebijakan ini telah dikaji bersama Wakil Gubernur Jawa Timur . Berdasarkan perhitungan, rata-rata jarak tempuh ASN menuju kantor mencapai sekitar 28 kilometer pulang-pergi per hari. Dengan mengurangi satu hari perjalanan, diharapkan terjadi penghematan BBM yang cukup signifikan.

“Rata-rata perjalanan ASN sekitar 14 kilometer sekali jalan. Kalau dikalikan pulang-pergi, maka cukup besar konsumsi BBM yang bisa ditekan jika satu hari tidak masuk kantor,” terangnya.

Meski demikian, Khofifah menegaskan bahwa penerapan WFH tidak akan mengurangi kualitas pelayanan publik. Ia memastikan seluruh layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa kebijakan ini bukan Work From Anywhere (WFA), melainkan tetap bekerja dari rumah. Menurutnya, bekerja di rumah memungkinkan adanya pengawasan dari keluarga sehingga disiplin dan integritas ASN tetap terjaga.

“WFH berbeda dengan WFA. Kalau di rumah, ada kontrol dari keluarga sehingga tetap terpantau bahwa yang bersangkutan benar-benar bekerja,” ujarnya.

Untuk memastikan kedisiplinan pegawai, Pemprov Jatim melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) akan melakukan pengawasan terhadap kehadiran ASN, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya mampu menekan konsumsi BBM, tetapi juga tetap menjaga produktivitas ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.(Red)

Momentum Lebaran, Babinsa Ranuyoso Jalin Kedekatan dengan Tokoh Masyarakat


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dalam suasana Hari Raya Idul Fitri yang penuh kebersamaan, Babinsa Penawungan Koramil 0821-06/Ranuyoso Serma Achmad Minwar melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) melalui silaturahmi ke tokoh masyarakat di wilayah binaannya, pada Kamis (26/03/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengunjungi kediaman Kepala Dusun Abdul Halim yang berada di Dusun Curah Bindu RT 002 RW 002 Desa Penawungan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara Babinsa dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat.

Serma Achmad Minwar mengatakan bahwa momen Hari Raya Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk menjalin dan memperkuat silaturahmi, sekaligus meningkatkan komunikasi yang harmonis dengan masyarakat di wilayah binaan.

“Melalui kegiatan silaturahmi ini, kami ingin mempererat hubungan dengan tokoh masyarakat serta menjaga komunikasi yang baik, sehingga tercipta kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan,” kata dia.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Babinsa dan tokoh masyarakat sangat penting dalam mendukung terciptanya situasi wilayah yang aman dan kondusif.

Sementara itu, Abdul Halim selaku Kepala Dusun Curah Bindu menyambut baik kunjungan Babinsa yang datang bersilaturahmi dalam suasana Lebaran.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang selalu aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat. Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk mempererat hubungan dan menjaga kekompakan di lingkungan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, aman, dan penuh kebersamaan. (Pendim0821)

Perkuat Sinergi Pasca Lebaran, Kodim 0821 Lumajang Terima Kunjungan Kemenag


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Komando Distrik Militer (Kodim) 0821/Lumajang menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang dalam suasana pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kamis (26/3/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Markas Kodim 0821/Lumajang itu dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag Lumajang, Achmad Faisol Syaifullah, bersama rombongan, dan disambut oleh Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi.

Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, mengatakan bahwa momentum Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi lintas sektoral yang lebih solid.

“Silaturahmi ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat sinergi antara TNI dan Kementerian Agama dalam menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Anton dalam keterangannya.

Menurut dia, kolaborasi yang kuat antarinstansi sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkokoh persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang, Achmad Faisol Syaifullah, mengapresiasi sambutan hangat dari jajaran Kodim 0821. Ia menilai, hubungan yang harmonis antara TNI dan Kemenag menjadi salah satu kunci dalam menjaga kerukunan umat beragama.

“Kerja sama lintas sektor seperti ini sangat penting, terutama dalam merawat nilai-nilai keagamaan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat,” kata Faisol.

Ia berharap, sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan melalui berbagai program bersama yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Pertemuan ini juga menjadi simbol komitmen bersama antara TNI dan Kementerian Agama dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga keharmonisan sosial di Kabupaten Lumajang.

Kapolres Lumajang Turun Langsung Pastikan Keamanan Wisatawan di Pantai Watu Pecak


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar turun langsung meninjau sejumlah objek wisata pantai di wilayah Kabupaten Lumajang.

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Operasi Ketupat Semeru 2026, yang tidak hanya berfokus pada kelancaran arus mudik, tetapi juga pengamanan destinasi wisata yang dipadati pengunjung.

Didampingi Wakapolres Lumajang Kompol Suwarno serta Pejabat Utama (PJU) Polres Lumajang, Kapolres Lumajang mendatangi sejumlah titik wisata, salah satunya Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang 

Di lokasi itu AKBP Alex Sandy Siregar tampak menyapa langsung para wisatawan yang tengah menikmati libur bersama keluarga. 

Dengan pendekatan humanis, ia juga memberikan imbauan kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di area pantai.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat berwisata dengan aman, untuk itu kami minta pengunjung tetap waspada, perhatikan batas aman berenang, dan jangan sampai lepas pengawasan untuk putra-putrinya,” ujar AKBP Alex, Rabu (25/3/26).

Ia menegaskan, keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama dalam pengamanan libur Lebaran tahun ini. 

Personel kepolisian disiagakan di sejumlah titik rawan, terutama di bibir pantai, guna mengantisipasi kecelakaan laut.

“Fokus utama kami adalah keselamatan pengunjung. Personel kami siagakan di titik-titik rawan, khususnya di area pantai, untuk mengantisipasi potensi kecelakaan air akibat tingginya aktivitas masyarakat di laut,” tegasnya.

Selain itu, Kapolres Lumajang juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, pengelola wisata, dan tim penyelamat pantai dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Ia pun mengimbau kepada seluruh pengunjung agar selalu mematuhi aturan keselamatan serta memperhatikan arahan petugas di lapangan.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, kawasan Pantai Watu Pecak dipadati ribuan wisatawan yang memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk berwisata bersama keluarga. (*)

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved