-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

14/03/2026

Satlantas Polres Lumajang dan FIF Group Bagikan 50 Paket Buka Puasa, Sekaligus Sosialisasi Mudik Aman


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang bersama FIF Group Lumajang menggelar kegiatan berbagi paket buka puasa dan takjil kepada para jamaah Masjid Nurul Falah, Jalan PB Sudirman, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Sabtu (14/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 paket buka puasa dan takjil dibagikan kepada jamaah sebagai bentuk kepedulian dan upaya menebar kebahagiaan di Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kegiatan ini dihadiri oleh KBO Satlantas Polres Lumajang Ipda Eko Budi Laksono bersama anggota Satlantas Polres Lumajang, perwakilan FIF Group Lumajang Riski, Takmir Masjid Nurul Falah serta para jamaah yang mengikuti kegiatan berbuka puasa bersama.

Selain berbagi makanan untuk berbuka puasa, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memberikan sosialisasi dan imbauan keselamatan kepada masyarakat menjelang arus mudik Lebaran.

KBO Satlantas Polres Lumajang Ipda Eko Budi Laksono mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil dan paket buka puasa ini merupakan bentuk sinergi antara kepolisian dan pihak swasta dalam mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat di bulan suci Ramadhan ini. Selain itu, kami juga menyampaikan imbauan kepada para jamaah agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan, khususnya menjelang mudik Lebaran 1447 Hijriah,” ujar Ipda Eko Budi Laksono.

Ia menambahkan, masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik diharapkan mempersiapkan diri dengan baik, mulai dari memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan, menjaga kesehatan tubuh, hingga mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan.

“Keselamatan adalah yang utama. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, tidak memaksakan diri saat lelah dan selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas agar perjalanan mudik berjalan aman dan lancar,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan FIF Group Lumajang, Rizki, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bagian dari kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat, khususnya di momentum Ramadhan.

Menurutnya, FIF Group merasa senang dapat berkolaborasi dengan Satlantas Polres Lumajang dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan Satlantas Polres Lumajang dalam kegiatan berbagi ini. Semoga bantuan sederhana ini dapat memberikan kebahagiaan bagi para jamaah yang menjalankan ibadah puasa,” kata Riski.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Yulian Putra Prasviawan mengatakan bahwa kegiatan sosial seperti ini menjadi salah satu upaya kepolisian untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas.

Ia juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran agar selalu memperhatikan faktor keselamatan dan mematuhi peraturan lalu lintas demi terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman.

“Melalui kegiatan seperti ini kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan mudik yang aman dan selamat. Patuhi aturan lalu lintas, jaga kondisi fisik, dan manfaatkan pos pelayanan yang telah disiapkan selama Operasi Ketupat Semeru 2026,” pungkasnya.(Imam)

Layani Pemudik Lebaran, Polda Jatim Siapkan 238 Pos Operasi Ketupat Semeru 2026


Surabaya , (Onenewsjatim)
– Dalam rangka mewujudkan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, Polda Jawa Timur mendirikan 238 pos pengamanan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.

Sebanyak 238 pos tersebut terdiri dari 172 Pos Pengamanan (Pospam), 45 Pos Pelayanan (Posyan), dan 21 Pos Terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis di seluruh wilayah Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast saat melakukan pengecekan Pos Terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (13/3/2026).

Kombes Pol Abast menjelaskan, Pos Pengamanan (Pospam) didirikan di lokasi yang memiliki potensi kerawanan gangguan keamanan maupun kepadatan lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Sementara Pos Pelayanan (Posyan) didirikan di lokasi dengan mobilitas masyarakat tinggi seperti area wisata, pelabuhan, terminal, bandara, rest area, dan pusat keramaian lainnya.

“Bersinergi dengan lintas sektor, petugas akan memberikan berbagai layanan kepada masyarakat, mulai dari pelayanan kepolisian hingga layanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Kombes Abast.

Sedangkan Pos Terpadu didirikan di pusat kota atau titik keramaian yang dinilai strategis untuk memudahkan koordinasi dan pengendalian personel selama pelaksanaan operasi.

Kabid Humas Polda Jatim menegaskan bahwa keberadaan Pospam, Posyan, dan Pos Terpadu tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran.

Ia juga menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 merupakan agenda nasional yang harus dipastikan berjalan aman, sebagaimana penekanan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

“Tahun ini terdapat beberapa momentum keagamaan yang berlangsung bersamaan, yaitu bulan Ramadan, perayaan Idulfitri, serta Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka bagi umat Hindu,” jelas Kombes Abast.

“Oleh karena itu Polri bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan yang humanis serta penegakan hukum yang berkeadilan,” tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pos-pos pengamanan dan pelayanan yang telah disediakan apabila membutuhkan bantuan.

“Jika masyarakat mengetahui atau mengalami tindak kejahatan maupun membutuhkan bantuan kepolisian, silakan segera menghubungi call center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis. Petugas kami siap menindaklanjuti laporan masyarakat,” pungkasnya.

Perkuat Ukhuwah Ramadan, Forkopimcam Senduro Gelar Dzuhur Keliling di Masjid Al-Hikmah


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Dalam rangka mengisi kegiatan Bulan Suci Ramadan 1447 H Tahun 2026, jajaran Forkopimcam Senduro melaksanakan Safari Ramadan melalui kegiatan Dzuhur Keliling (Dzurling) yang digelar di Masjid Al-Hikmah Dusun Duren RT 001 RW 003 Desa Bedayutalang Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut menjadi momentum kebersamaan antara unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi muda dalam mempererat tali silaturahmi di bulan suci yang penuh berkah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Dzuhur berjamaah yang diikuti seluruh jamaah dengan khusyuk dan penuh kekhidmatan. Suasana religius terasa begitu kuat, mencerminkan semangat kebersamaan dan kekompakan antar unsur Forkopimcam dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Camat Senduro Sarjito Wibowo S, Stp. menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadan dan Dzuhur Keliling merupakan sarana efektif untuk memperkuat sinergitas antara pemerintah kecamatan, TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, komunikasi dan koordinasi dapat terjalin lebih baik dalam rangka mendukung pembangunan serta menjaga kondusivitas wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Danramil Senduro Kapten Inf Bambang Mulud Diarso, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Safari Ramadan dan kegiatan Dzuhur Keliling sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa momen Ramadan merupakan waktu yang sangat tepat untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperdalam keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Melalui kegiatan itu, dirinya akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas pembinaan teritorial (Binter), tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

“Kegiatan Safari Ramadan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi sarana memperkuat silaturahmi, komunikasi, dan sinergi antara TNI, pemerintah kecamatan, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat. Kami dari Koramil Senduro siap mendukung setiap kegiatan positif yang membawa manfaat bagi warga,” pungkasnya.

Dengan adanya Safari Ramadan dan Dzuhur Keliling, diharapkan sinergi antara unsur pemerintahan, TNI-Polri, tokoh agama, serta masyarakat semakin solid dalam membangun kehidupan sosial yang religius, harmonis, dan penuh kebersamaan di wilayah Kecamatan Senduro.

Melalui momentum Ramadan 1447 H, Forkopimcam Senduro berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi terciptanya wilayah di bulan Ramadan yang aman, tertib, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat. (Pendim0821)

Babinsa Uranggantung Dampingi Posyandu Bougenville, 30 Balita Dapat Layanan Kesehatan


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Babinsa Uranggantung Koramil 0821-02/Sukodono, Serda Sul'aidi, melaksanakan kegiatan pendampingan pelayanan kesehatan masyarakat melalui Posyandu Bougenville yang berlangsung di Dusun Krajan 2 RT 008 RW 003 Desa Uranggantung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan Babinsa terhadap program kesehatan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak di wilayah binaan. Dalam kegiatan tersebut, Serda Sul'aidi turut membantu kelancaran pelaksanaan Posyandu bersama tenaga kesehatan dan kader Posyandu setempat.

Pelayanan kesehatan di Posyandu Bougenville dengan memberikan berbagai layanan kesehatan bagi balita, di antaranya penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemberian vitamin, serta pemantauan tumbuh kembang anak.

Pada kegiatan tersebut tercatat sebanyak 30 balita hadir untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara rutin. Kehadiran para orang tua yang membawa anak-anak mereka ke Posyandu menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan kesehatan sejak usia dini.

Di sela kegiatan, Serda Sul'aidi mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.

“Melalui kegiatan Posyandu ini diharapkan kesehatan balita dapat terpantau dengan baik, sehingga dapat mencegah terjadinya masalah gizi maupun penyakit pada anak sejak dini. Kami sebagai Babinsa akan terus mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bidan Desa Uranggantung, Siti Nur Farida, Amd.Keb., menyampaikan bahwa peran orang tua sangat penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan Posyandu. 

Menurutnya, kehadiran orang tua secara rutin membawa balitanya ke Posyandu menjadi langkah awal dalam memastikan tumbuh kembang anak tetap terpantau.

“Orang tua memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan anak, salah satunya dengan rutin datang ke Posyandu. Dari sini kita bisa memantau pertumbuhan, memberikan imunisasi, vitamin, serta edukasi tentang pola asuh dan gizi anak agar tumbuh sehat dan optimal,” jelasnya.

Ia juga berharap para orang tua semakin aktif mengikuti kegiatan Posyandu, sehingga berbagai upaya pencegahan masalah kesehatan pada balita dapat dilakukan sejak dini demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. (Pendim0821)

Polres Jember Segel SPBU di Sumbersari, Diduga Terlibat Transaksi Ilegal Solar Subsidi


Jember, (Onenewsjatim) –
Aparat Kepolisian Resor (Polres) Jember memasang garis polisi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.681.11 di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (14/3/2026). 

Penyegelan dilakukan menyusul dugaan adanya transaksi ilegal bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis bio solar.

Langkah penyegelan dilakukan setelah polisi menemukan indikasi penyimpangan dalam penyaluran solar bersubsidi di SPBU tersebut.

Wakil Kepala Polres Jember, Kompol Ferry Dharmawan mengatakan penyegelan dilakukan untuk mempermudah proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

“Untuk sementara SPBU ini kami segel guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara memang ditemukan sejumlah kejanggalan dalam penyaluran BBM subsidi jenis solar,” ujar Ferry saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti guna memastikan ada tidaknya pelanggaran dalam distribusi BBM bersubsidi tersebut.

Ferry menegaskan bahwa solar subsidi seharusnya disalurkan kepada masyarakat yang memang berhak menerima sesuai ketentuan yang berlaku.

“BBM subsidi harus sampai kepada masyarakat yang memang berhak menerimanya. Kami akan mengusut tuntas dugaan penyimpangan ini,” tegasnya.

Polres Jember juga memastikan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk jika ditemukan keterlibatan oknum aparat maupun instansi tertentu.

Sementara itu, anggota DPR RI Bambang Haryadi meminta agar operasional SPBU tersebut dihentikan sementara hingga proses penyelidikan selesai. Ia menilai dugaan penyalahgunaan BBM subsidi merupakan pelanggaran serius yang merugikan masyarakat.

“Ini tindakan yang sangat merugikan masyarakat. Kami meminta agar SPBU tersebut ditutup sementara dan kuota BBM-nya dialihkan ke SPBU lain di sekitarnya agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Bambang juga menyebut praktik penyelewengan BBM subsidi umumnya melibatkan beberapa pihak. Berdasarkan temuan awal, dugaan penyimpangan dapat melibatkan pemilik SPBU sebagai sumber distribusi, pihak yang diduga memberikan perlindungan, hingga penadah.

Selain itu, hasil pengecekan awal di lokasi juga menemukan adanya ketidaksesuaian pada administrasi serta sistem pengawasan, termasuk kamera pengawas (CCTV) yang tidak berfungsi.

Padahal, pembelian solar subsidi seharusnya menggunakan barcode serta dilengkapi surat rekomendasi sesuai aturan yang berlaku. 

Namun, diduga ada pihak yang memanfaatkan surat rekomendasi tersebut untuk membeli solar dalam jumlah tertentu di SPBU tersebut.

Hingga kini, Polres Jember masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan penyaluran BBM subsidi tersebut.

13/03/2026

Jelang Mudik Lebaran, Pemkab Lumajang Tambal Jalan Berlubang Secara Bertahap


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Menjelang arus mudik Lebaran, Pemerintah Kabupaten Lumajang melakukan upaya percepatan perbaikan infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan bahwa saat ini masih banyak ruas jalan berlubang yang dinilai membahayakan keselamatan pengendara. Oleh karena itu, pemerintah daerah telah menurunkan tim khusus untuk melakukan perbaikan sementara.

“Banyak ruas jalan di Lumajang yang rusak dan membahayakan pengendara,” ujar Indah Amperawati.

Ia menjelaskan, perbaikan jalan dilakukan secara bertahap. Untuk kerusakan ringan dengan tingkat lubang di bawah 30 persen, Pemkab Lumajang langsung menurunkan tim kapling atau tim “ngapling” untuk melakukan penambalan jalan.

“Yang pertama, kalau lubang-lubangnya di bawah 30 persen, itu kita segera turunkan tim kapling untuk melakukan penambalan,” jelasnya.

Menurutnya, tim kapling sebenarnya sudah mulai bekerja di beberapa titik. Namun, proses perbaikan masih menghadapi kendala pada ketersediaan bahan material.

“Jadi sebenarnya tim kapling juga sudah jalan, hanya saja sebagian bahan-bahannya masih dalam proses,” katanya.

Sementara itu, untuk perbaikan jalan dengan tingkat kerusakan yang lebih berat, pemerintah daerah masih menunggu proses lelang proyek yang saat ini sedang berlangsung.

“Kemudian untuk perbaikan jalan yang berat, ini masih dalam proses lelang,” tambahnya.

Indah Amperawati juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat kendala dalam pengadaan bahan aspal yang masih dalam tahap pemesanan, sehingga proses perbaikan belum dapat dilakukan secara maksimal.

“Kendalanya bahan-bahan aspal saat ini dalam proses pemesanan,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap proses perbaikan dapat segera selesai sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan, khususnya saat arus mudik Lebaran, dapat melintas dengan aman dan nyaman di wilayah Lumajang.(tim)

Empat Tahun Beroperasi, Praktik Suntik LPG Ilegal di Tulungagung Akhirnya Terbongkar


Tulungagung, (Onenewsjatim)
– Polres Tulungagung Polda Jatim berhasil mengungkap tindak pidana penyuntikan gas LPG subsidi 3 kilogram (gas melon) yang diduga menjadi penyebab kelangkaan gas di sejumlah wilayah Kabupaten Tulungagung beberapa waktu lalu.

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Tulungagung AKBP Dr. Ihram Kustarto kepada awak media usai kegiatan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Kamis (12/03/2026).

Kapolres Tulungagung menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang beredar di media sosial maupun pemberitaan media nasional terkait kelangkaan LPG 3 kilogram di wilayah Tulungagung.

“Berawal dari informasi di media sosial maupun media nasional terkait kelangkaan LPG 3 kg di wilayah Tulungagung, kemudian kami melakukan pengecekan langsung ke lapangan,” ujar AKBP Dr. Ihram Kustarto.

Hasil pengecekan menunjukkan adanya kelangkaan LPG 3 kilogram di beberapa wilayah, di antaranya Kecamatan Ngunut, Rejotangan, dan Ngantru, yang kemudian merembet ke kecamatan lain di Kabupaten Tulungagung.

Menindaklanjuti temuan tersebut, jajaran Polres Tulungagung Polda Jatim melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengungkap praktik penyuntikan LPG subsidi 3 kilogram ke tabung LPG non-subsidi ukuran 12 kilogram.

Dari hasil pengungkapan tersebut, Polisi menetapkan Dua orang tersangka yakni HR (40) warga Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar dan IM (47) warga Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.

Tersangka HR  berperan sebagai pelaku penyuntikan gas dan IM berperan sebagai penadah hasil penyuntikan gas LPG.

“Motif para pelaku adalah untuk mencari keuntungan pribadi dengan membeli LPG 3 kg subsidi, kemudian disuntikkan ke dalam tabung LPG 12 kg untuk dijual kembali,” jelas AKBP Dr. Ihram Kustarto.

Kapolres Tulungagung juga menjelaskan bahwa praktik tersebut berawal dari pelanggaran administrasi terkait aturan rayonisasi distribusi LPG, di mana tabung LPG dari daerah lain juga ikut dibeli dan digunakan oleh para pelaku.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti di 300 tabung gas LPG, 4 alat suntik, satu unit kendaraan roda empat, alat penyuntik gas, potongan paralon, timbangan, serta berbagai peralatan lain yang digunakan untuk melakukan praktik ilegal tersebut.

HM melakukan praktek suntik LPD dirumahnya dan dari pengakuannya sudah berjalan 4 tahun menjual hasil suntik gas tersebut kepada IM (sebagai penadah) dengan meraup keuntungan total keduanya kurang lebih per tabung Rp 100.000 hingga Rp 150.000.

Barang bukti sementara yang diamankan sejumlah kurang lebih 1300 tabung terdiri tabung gas lpg 3kg dan 12 kg yang berasal dari Ngantru, Ngunut dan Rejotangan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Pasal 40 Angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara atau denda paling banyak Rp10 miliar. (*)

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved