 |
| Cak Takim saat usai promosikan lagu Sopir |
Lumajang, (Onenewsjatim)– Berawal dari kebiasaan bernyanyi dan mengarang lirik secara spontan, Muhammad Takwim (35) atau yang akrab disapa Cak Takim, akhirnya memperkenalkan karya musik perdananya.
Musisi asal Desa Denok, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang itu merilis single berjudul “Sopir” melalui kanal YouTube GSI Entertainment, Sabtu (29/8/2026).
Lagu tersebut mengangkat kehidupan para pengemudi yang sehari-hari menghabiskan waktu di jalan. Ceritanya dikemas dengan nuansa humor, mulai dari kebiasaan mampir di warung kopi hingga berbagai tingkah usil yang kerap terjadi selama perjalanan.
Dalam lagu itu, sosok sopir digambarkan tengah menjalankan pekerjaan mengantar muatan. Namun, perjalanan yang seharusnya langsung menuju tujuan justru kerap diselingi berhenti di sejumlah tempat.
Warung kopi menjadi salah satu tempat yang digambarkan sering menggoda sang sopir untuk berhenti. Dari sekadar menikmati kopi, bercanda dengan teman, hingga munculnya berbagai celetukan dan godaan, semuanya dirangkai menjadi cerita ringan yang menghibur.
Cak Takim mengatakan ide lagu tersebut tidak lahir dari pengalaman pribadinya sebagai sopir, melainkan dari pengamatan terhadap kehidupan teman-temannya.
“Memang kebiasaan nyanyi-nyanyi sambil ngarang, jadilah musik ini,” ujar Cak Takim.
Ia mengaku sering melihat kebiasaan rekan-rekannya yang bekerja sebagai sopir. Aktivitas mereka ketika berada di perjalanan, termasuk kebiasaan mampir ke warung kopi, kemudian menjadi bahan cerita yang dituangkan dalam lagu.
“Kalau pengalaman pribadi enggak ada. Cuma sering lihat teman kanan-kiri. Setiap hari kan mampir di warung kopi. Dari situ ada cerita seperti ini, akhirnya tercetus,” katanya.
Meski judul dan ceritanya sangat dekat dengan kehidupan pengemudi, Cak Takim tidak membatasi pendengar lagu tersebut hanya dari kalangan sopir.
Ia berharap single perdananya dapat diterima oleh masyarakat secara luas.
“Inginnya semua kalangan. Memang temanya tentang sopir, tetapi targetnya semua kalangan,” tuturnya.
Tak Sekadar Lagu Jenaka
Di balik cerita yang dibuat menghibur, Cak Takim menyisipkan pesan bagi para sopir agar tetap menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, bekerja di jalan tidak boleh dilakukan sembarangan. Pengemudi harus mampu menjaga perilaku serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.
“Pesannya, kehidupan sopir itu jangan sampai main-main. Harus lempeng, harus lurus, jangan main-main,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan rekan sesama sopir agar tidak mengutamakan kecepatan ketika bekerja.
Cak Takim meminta para pengemudi lebih berhati-hati dan tidak memaksakan diri saat berada di jalan.
“Untuk teman-teman sopir di jalan, hati-hati. Ojok ngebut-ngebut. Yang penting alon-alon, yang penting kelakuan, yang penting selamat,” ujarnya.
Meski kini mulai masuk ke dunia musik, Cak Takim memastikan dirinya tidak akan meninggalkan pekerjaan sebagai sopir.
Ia justru ingin tetap menjalani aktivitas tersebut karena kehidupan di jalan merupakan bagian dari kesehariannya.
“Insyaallah tetap di jalan, tiap hari nyopir. Insyaallah tetap seperti itu. Sesuai kehidupan sehari-hari begini, ya begini saja,” katanya.
Respons dari komunitas sopir terhadap karya tersebut, lanjut Cak Takim, cukup beragam. Ada yang memberikan dukungan dan merasa terhibur, namun ada pula yang merespons dengan candaan.
Bagi Cak Takim, beragam tanggapan tersebut bukan menjadi persoalan. Ia memilih membuktikan kemampuannya melalui karya.
“Ada yang senang, ada yang mendukung, ada juga yang bilang, ‘Ah kamu ini apa-apaan.’ Ya ada seperti itu. Kita buktikan melalui karya ini,” ungkapnya.
Cak Takim juga mengungkapkan bahwa perjalanannya hingga dapat menghasilkan karya musik tidak lepas dari dukungan orang-orang yang berada di belakangnya.
Ia menyebut Direktur Graha Suara Publishing (GSP) Yuski Hamdan sebagai salah satu sosok yang memberikan dukungan. Sementara perkenalannya dengan Yuski terjadi berkat bantuan Mas Beri.
“Saya di sini nomor satu berkat jasa Pak Yuski. Yang mempertemukan saya dengan Pak Yuski itu Mas Beri. Berkat kedua orang inilah saya bisa seperti saat ini,” ucapnya.
Promosi Diawali dari Jawa Timur
Sementara itu, Direktur GSI Entertainment Robi Satria mengatakan pihaknya tidak langsung membidik pasar nasional untuk karya perdana Cak Takim.
Promosi akan dimulai dari wilayah Jawa Timur sebagai langkah awal untuk memperkenalkan lagu “Sopir” kepada masyarakat.
“Untuk awal ini kita fokusnya justru di Jawa Timur dulu untuk mempromosikan karya pertama tulisan Cak Takim, lagu ‘Sopir’ ini,” jelas Robi.
Menurutnya, sejumlah strategi telah disiapkan untuk memperluas jangkauan lagu tersebut. GSI Entertainment akan menggandeng influencer dan media dalam kegiatan promosi.
Selain itu, masyarakat Lumajang dan komunitas sopir yang dekat dengan Cak Takim juga akan dilibatkan dalam upaya memperkenalkan karya tersebut.
“Kita sudah mempersiapkan kerja sama dengan banyak influencer dan media-media untuk mengangkat lagu ini. Kemudian kerja sama dengan masyarakat, khususnya di Lumajang, dan teman-teman Cak Takim di komunitas sopirnya,” ungkap Robi.
GSP Dorong Musisi Lokal Tembus Nasional
Dukungan terhadap Cak Takim juga menjadi bagian dari upaya memperluas ruang bagi musisi lokal Lumajang.
Direktur Graha Suara Publishing (GSP) Yuski Hamdan mengatakan masih banyak musisi daerah yang memiliki kemampuan dan karya, tetapi membutuhkan wadah untuk mengembangkan potensinya.
Karena itu, GSI dan GSP diharapkan dapat menjadi penghubung bagi para musisi muda Lumajang agar tidak hanya berkarya di daerah, tetapi memiliki kesempatan menjangkau industri musik yang lebih luas.
“GSI sama GSP ini akan menjadi jembatan untuk anak-anak muda, khususnya musisi Lumajang, biar karyanya itu bisa sampai nasional,” kata Yuski.
Ia menambahkan, dukungan terhadap para musisi dilakukan melalui wadah perusahaan yang memiliki legalitas. Dengan demikian, para pelaku musik lokal diharapkan memiliki ruang yang lebih profesional untuk mengembangkan dan mempromosikan karya mereka.
Kehadiran single “Sopir” menjadi langkah awal Cak Takim memperkenalkan sisi lain kehidupannya melalui musik. Berangkat dari cerita sederhana di jalan, lagu tersebut diharapkan mampu menghibur masyarakat sekaligus membawa pesan agar para pengemudi tetap mengutamakan tanggung jawab dan keselamatan. (imam)
FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram