-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

20/03/2026

Babinsa Tekung Pastikan Malam Takbiran Berjalan Aman dan Khidmat


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Babinsa Mangunsari Koramil 0821-15/Tekung, Kopka Suwardi, melaksanakan kegiatan pengamanan malam takbiran yang berlangsung di Masjid Al-Hilal, Dusun Tegalsari RT 007 RW 002, Desa Mangunsari, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (20/3/2026).

Kegiatan pengamanan tersebut dilakukan guna memastikan pelaksanaan malam takbiran berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Malam takbiran yang diisi dengan gema takbir, tahlil, dan tahmid oleh masyarakat setempat berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan.

Kopka Suwardi mengatakan bahwa kehadirannya sebagai Babinsa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus upaya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan kegiatan keagamaan.

“Pengamanan ini kami lakukan agar masyarakat dapat melaksanakan malam takbiran dengan tenang dan khusyuk, serta untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ainul Yaqin selaku Ta’mir Masjid Al-Hilal menyampaikan bahwa malam takbiran merupakan tradisi yang sudah mengakar kuat di tengah masyarakat sebagai bentuk ungkapan rasa syukur setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

“Tradisi malam takbiran ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Melalui gema takbir, kita diajak untuk mengagungkan asma Allah sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan dan persatuan di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Selain melakukan pengamanan, Babinsa juga turut mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tetap menjaga ketertiban, tidak melakukan konvoi berlebihan, serta mengutamakan keselamatan selama merayakan malam takbiran.

Dengan adanya sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat, diharapkan suasana malam takbiran hingga Hari Raya Idul Fitri dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh kebahagiaan. (Pendim0821)

Jelang Lebaran, Babinsa Pronojiwo Bersama Warga Bangun Jalan Akses Makam


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Babinsa Oro Oro Ombo Koramil 0821-14/Pronojiwo, Yayat Sugiat, bersama warga melaksanakan kegiatan kerja bakti pengecoran jalan rabat beton di Dusun Suberbulus RT 003 RW 013, Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis (19/3/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan akses jalan menuju area pemakaman sekaligus sebagai jalur penghubung antar RW yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat. Pengecoran jalan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai elemen warga setempat.

Babinsa Oro Oro Ombo, Yayat Sugiat, mengatakan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial serta wujud nyata kedekatan TNI dengan masyarakat.

“Melalui kerja bakti ini, kami ingin membantu mempercepat pembangunan infrastruktur desa sekaligus mempererat kebersamaan antara Babinsa dan warga. Apalagi menjelang Idul Fitri, akses menuju makam sangat dibutuhkan masyarakat untuk berziarah,” ujarnya.

Sementara itu, Sholihin selaku Kasi Pembangunan Desa Oro Oro Ombo menyampaikan bahwa pembangunan jalan rabat beton tersebut bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya saat melakukan ziarah menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Pengecoran jalan ini kami lakukan agar masyarakat lebih nyaman saat berziarah ke makam keluarga menjelang Idul Fitri. Selain itu, jalan ini juga menjadi akses penting penghubung antar RW, sehingga diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sehari-hari,” pungkasnya.

Ia juga berharap, dengan adanya perbaikan jalan tersebut, mobilitas warga menjadi lebih mudah dan aman, terutama saat momentum menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.

Kegiatan kerja bakti tersebut menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kepedulian warga dalam membangun desa. Diharapkan, sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat dapat terus terjalin guna mendukung pembangunan serta menciptakan lingkungan yang nyaman dan harmonis. (Pendim0821)

19/03/2026

Babinsa Karanglo dan Warga Gotong Royong Bangun Drainase 700 Meter di Kunir


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan mencegah terjadinya genangan air saat musim hujan, Babinsa Karanglo Koramil 0821-13/Kunir, Koptu Dedi Susanto, melaksanakan kegiatan pendampingan pembangunan drainase sepanjang 700 meter di kanan kiri jalan Dusun Simberpudak RW 02, Desa Karanglo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis (19/3/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara aparat kewilayahan dengan pemerintah desa serta masyarakat setempat dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi warga. Pembangunan drainase ini diharapkan mampu memperlancar aliran air serta meminimalisir potensi banjir dan kerusakan jalan.

Dalam pelaksanaannya, Koptu Dedi Susanto turut aktif mendampingi dan berbaur bersama warga yang bergotong royong mengerjakan pembangunan drainase. Kehadirannya tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga memberikan motivasi agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami sebagai aparat teritorial dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui pembangunan sarana prasarana lingkungan,” ujar Koptu Dedi di sela kegiatan.

Sementara itu, Kepala Desa Karanglo, Abdul Rochim, menyampaikan apresiasi atas peran aktif Babinsa yang selalu hadir dan mendukung setiap kegiatan pembangunan di wilayahnya. Menurutnya, sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan yang dilakukan Babinsa. Kehadiran beliau mampu meningkatkan semangat gotong royong warga, sehingga pembangunan drainase ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan,” ungkapnya.

Dengan adanya pembangunan drainase tersebut, diharapkan lingkungan Dusun Simberpudak menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Selain itu, akses jalan yang berada di sekitar lokasi juga akan lebih terjaga dari kerusakan akibat genangan air, sehingga mendukung aktivitas warga sehari-hari. (Pendim0821)

Jelang Idul Fitri, Koramil Jatiroto dan Warga Gelar Khataman Al-Qur’an Penuh Khidmat


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, suasana religius dan penuh kebersamaan tampak di Musala Baitul Jannah, Dusun Persil Jatiroto RT 001 RW 002, Desa Jatiroto, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Pada Rabu malam (18/3/2026), warga bersama anggota Koramil 0821-12/Jatiroto melaksanakan kegiatan khataman Al-Qur’an sebagai bentuk peningkatan keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Koptu Moh. Alex Junaidi bersama masyarakat setempat dengan penuh khidmat. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan secara bergantian menciptakan suasana yang tenang dan menyejukkan hati, sekaligus menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Dalam kesempatan itu Koptu Moh. Alex Junaidi mengatakan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial, sekaligus wujud kedekatan TNI dengan warga sekitar.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu membangun kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan masyarakat. Kami berharap tradisi ini terus dilestarikan,” ungkap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Takmir Musala Baitul Jannah, Ustadz Widodo, menyampaikan bahwa kegiatan khataman Al-Qur’an merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan setiap menjelang Idul Fitri. 

Hal itu tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur karena telah menjalankan ibadah puasa, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kecintaan umat terhadap Al-Qur’an.

“Khataman ini menjadi pengingat bagi kita semua agar senantiasa membaca dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian tradisi menjelang Hari Raya Idul Fitri disamping itu khataman ini juga mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah warga,” ujar Ustadz Widodo.

Dengan terselenggaranya kegiatan khataman Al-Qur’an tersebut, diharapkan masyarakat dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan hati yang bersih, penuh kebahagiaan, serta semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. (Pendim0821)

Malam Takbiran 2026, Polres Lumajang Siapkan Penyekatan di Sejumlah Titik Strategis


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Polres Lumajang bersama tim gabungan dari TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan akan memberlakukan penyekatan di sejumlah titik strategis pada malam takbiran Idul Fitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menegaskan bahwa masyarakat yang hendak merayakan malam takbiran dengan cara konvoi kendaraan akan diputar balik di titik-titik penyekatan yang telah disiapkan.

“Untuk kegiatan takbiran, kami sarankan dilaksanakan di masjid atau lingkungan masing-masing. Jika ada masyarakat yang ingin menikmati suasana malam, kami akan lakukan penyekatan di beberapa titik untuk mencegah penumpukan massa di jalan raya,” ujar Alex di konfirmasi usia memantau pengamanan pawai ogoh-ogoh di Senduro.

Ia menjelaskan, sejumlah titik penyekatan akan difokuskan di jalur utama, di antaranya wilayah utara menuju Kota Lumajang yang akan disekat di Kecamatan Sukodono, jalur selatan di kawasan Gladak Abang, serta wilayah timur di Simpang Tiga JLT Tukum, Kecamatan Tekung. 

Selain itu, akses masuk ke pusat kota dan Alun-Alun Lumajang juga akan diberlakukan penyekatan.

Menurut Alex, pengamanan malam takbiran diawali dengan apel gabungan yang melibatkan seluruh unsur terkait. Setelah berbuka puasa, personel akan langsung menempati pos-pos yang telah ditentukan.

Dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Lumajang menyiapkan total 532 personel gabungan. Rinciannya, sebanyak 366 personel dari kepolisian dan 166 personel dari unsur TNI, pemerintah daerah, serta stakeholder terkait lainnya.

“Kami juga mendirikan satu pos pelayanan dan satu pos pengamanan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga akan melakukan patroli rutin di titik-titik rawan kemacetan, kecelakaan, serta potensi tindak kejahatan. Pengawasan juga diperketat di lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan, termasuk tempat wisata pasca Lebaran.

Alex turut mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan petasan atau kembang api yang berpotensi menimbulkan ledakan maupun kebakaran.

“Kembang api yang tidak menimbulkan ledakan masih bisa ditoleransi dengan pengawasan, namun yang berpotensi membahayakan kami larang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan warga yang akan mudik agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan rumah yang ditinggalkan. Masyarakat diminta berkoordinasi dengan aparat setempat maupun kepolisian untuk melakukan pemantauan bersama.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat dapat merayakan malam takbiran dan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkas Alex. (Imam)


Ribuan Warga Padati Pawai Ogoh-Ogoh di Senduro, Toleransi Terjalin di Tengah Ramadan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Raya Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (18/3/2026) malam. 

Mereka antusias menyaksikan pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Sebanyak 15 ogoh-ogoh atau patung raksasa yang melambangkan Bhuta Kala diarak dari depan Pura Mandara Giri Semeru, diiringi tabuhan musik tradisional dan tarian khas yang menggema sepanjang rute pawai. Suasana semakin semarak dengan sorak penonton yang memenuhi sisi jalan.

Prosesi pengerupukan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi ini berlangsung khidmat sekaligus meriah. Ogoh-ogoh diarak mengelilingi desa sebagai simbol menetralisir energi negatif sebelum memasuki hari penyepian.

Menariknya, tradisi ini tidak hanya menjadi milik umat Hindu, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat Muslim setempat. 

Mengingat pelaksanaannya bertepatan dengan bulan suci Ramadan, kegiatan pawai sengaja dimulai setelah salat tarawih sebagai bentuk toleransi antarumat beragama.

Salah satu warga Muslim, Lisa, mengaku terkesan dengan kemeriahan pawai tersebut. Ia bahkan baru pertama kali menyaksikan langsung tradisi ogoh-ogoh.

“Ini pertama kali saya lihat ogoh-ogoh, rasanya senang sekali. Yang nonton juga banyak, tidak hanya umat Hindu, tapi juga Muslim. Apalagi dilaksanakannya setelah salat tarawih,” ujarnya di lokasi.

Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kemenag Jawa Timur, Budiono, menjelaskan bahwa pengerupukan merupakan ritual sakral yang dilakukan sehari sebelum Nyepi. Dalam prosesi tersebut, ogoh-ogoh yang melambangkan Bhuta Kala atau energi negatif diarak keliling desa untuk dinetralisir.

“Ogoh-ogoh ini simbol energi negatif. Diarak keliling desa sebagai bentuk pembersihan, kemudian dimusnahkan agar tidak mengganggu pelaksanaan Catur Brata Penyepian,” kata Budiono.

Ia menambahkan, penyesuaian waktu pelaksanaan pawai menjadi bentuk nyata toleransi yang telah terjalin lama di Senduro. Dengan digelarnya pawai setelah tarawih, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat turut menyaksikan tanpa mengganggu ibadah masing-masing.

“Ini bentuk kebersamaan yang luar biasa. Tahun ini istimewa karena bertepatan dengan Ramadan dan juga mendekati Idul Fitri. Kami ingin semua umat bisa menjalankan ibadah dengan nyaman sekaligus menjaga kerukunan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, penyesuaian waktu pelaksanaan menjadi wujud nyata toleransi antarumat beragama di Senduro.

“Kegiatan ini kami mulai setelah tarawih agar tidak mengganggu ibadah umat Muslim. Justru dengan begitu, semua warga bisa ikut menyaksikan dan merasakan kebersamaan,” tambahnya.

Budiono juga menilai momen tahun ini sangat istimewa karena perayaan Nyepi berdekatan dengan bulan Ramadan hingga Idul Fitri.

“Ini momentum luar biasa. Umat Hindu akan melaksanakan Nyepi, sementara umat Muslim menjalankan ibadah puasa hingga Idul Fitri. Maka penting bagi kita semua untuk terus menjaga kerukunan dan saling menghormati,” katanya.

Ia menjelaskan, setelah pengerupukan, umat Hindu akan menjalani Catur Brata Penyepian selama 24 jam, yang meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menikmati hiburan).

Menurut Budiono, toleransi di Senduro tidak hanya terlihat saat perayaan, tetapi juga dalam proses pembuatan ogoh-ogoh. Warga Muslim kerap turut membantu sejak tahap perancangan hingga penyelesaian

Sementara itu, suasana toleransi di Senduro sudah menjadi tradisi yang terjaga. Tidak hanya dalam pelaksanaan pawai, proses pembuatan ogoh-ogoh pun kerap melibatkan warga lintas agama.

Keharmonisan ini menjadi contoh nyata kehidupan masyarakat yang rukun di tengah perbedaan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam keberagaman. (Imam)


.


18/03/2026

Babinsa Tempeh Lor Aktif Kawal Pelayanan Kesehatan Lansia di Posyandu Melati 1


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya para lanjut usia, Babinsa Tempeh Lor Koramil 0821-10/Tempeh Serda Budi Santoso melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan di Posyandu Lansia Melati 1 yang berlokasi di Dusun Bedok 1 RT 001 RW 005 Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (18/3/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 50 orang lansia yang antusias memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, pengecekan tekanan darah, serta konsultasi kesehatan guna memastikan kondisi para lansia tetap terpantau dengan baik.

Dalam kegiatan itu, Babinsa tidak hanya melakukan pendampingan, tetapi juga berinteraksi secara langsung dengan para lansia, memberikan semangat, serta membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan agar berjalan tertib dan nyaman.

Serda Budi Santoso mengatakan bahwa pendampingan posyandu lansia merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi para lansia yang membutuhkan perhatian lebih.

“Kehadiran kami di sini sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Kami ingin memastikan para lansia mendapatkan pelayanan yang baik sekaligus memberikan semangat agar tetap menjaga kesehatan,” ujar dia.

Sementara itu, Bidan Desa Tempeh Lor, Reni Puspita Sari, A.Md.Keb., menerangkan bahwa Posyandu Lansia merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan terpadu yang ditujukan untuk memantau dan meningkatkan derajat kesehatan para lanjut usia secara rutin dan berkelanjutan.

“Posyandu lansia ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara berkala, seperti pemeriksaan tekanan darah, pemantauan kondisi kesehatan, serta edukasi pola hidup sehat bagi para lansia. Dengan kegiatan ini, diharapkan kondisi kesehatan lansia dapat terkontrol dan kualitas hidup mereka tetap terjaga,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut sangat membantu dalam menciptakan suasana yang nyaman serta mendorong partisipasi masyarakat.

Dengan adanya pendampingan yang humanis dari Babinsa, diharapkan para lansia semakin termotivasi untuk rutin memeriksakan kesehatan, sehingga kualitas hidup mereka tetap terjaga dengan baik. (Pendim0821)

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved