-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

01/07/2026

Kakak Korban Ceritakan Kronologi Dugaan Penganiayaan Siswa SMP di Lumajang hingga Meninggal


Lumajang (Onenewsjatim)
– Ahmad Dani, kakak kandung IL, siswa SMP yang diduga menjadi korban perundungan disertai penganiayaan hingga meninggal dunia, membeberkan kronologi kejadian yang menimpa adiknya.

Keterangan tersebut disampaikan saat ditemui awak media di kediamannya di Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Rabu (1/7/2026)

Dani menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada 18 Mei 2026, bertepatan dengan pelaksanaan ujian sekolah. Saat jam istirahat, adiknya berada seorang diri di dalam kelas ketika dua teman sekolahnya berinisial S dan A mendatanginya.

Menurut Dani, kedua siswa tersebut mempersoalkan adanya sampah yang berada di bawah meja atau loker korban. Mereka menganggap sampah tersebut milik IL dan meminta korban membersihkannya.

"Adik saya waktu itu di kelas sendirian. Dua pelaku mendatangi adik saya, menegur soal sampah di bawah meja. Karena adik saya merasa bukan dia yang membuang sampah, dia menolak membersihkannya. Setelah itu, adik saya langsung dipukuli di dalam kelas," ujar Dani.

Beberapa waktu setelah kejadian, korban sempat menghubungi kakaknya melalui aplikasi WhatsApp. Saat itu Dani sedang berada di Jakarta sehingga tidak dapat langsung mendampingi adiknya.

"Sebelum meninggal, adik saya sempat WhatsApp ke saya. Dia bilang badannya sakit, bahkan sempat menulis kalau rasanya seperti hampir mati. Waktu itu saya sedang di Jakarta, jadi tidak bisa langsung pulang," katanya.

Dani mengungkapkan, seusai kejadian tidak terlihat adanya luka luar pada tubuh adiknya. Korban juga tidak mengeluhkan sakit yang serius sehingga hanya menjalani pengobatan jalan.

"Kalau luka luar tidak terlihat. Awalnya juga adik saya tidak mengeluh sakit yang berat, jadi hanya berobat jalan," tuturnya.

Sekitar sepekan kemudian, kondisi korban mulai menurun. Namun, karena memiliki sifat pendiam dan tidak ingin membebani orang tua, korban tidak pernah menceritakan dugaan penganiayaan yang dialaminya.

"Seminggu setelah kejadian, adik saya hanya mengeluh sariawan yang parah. Dia tidak pernah cerita ke orang tua maupun ke saya kalau kepalanya pernah dipukul atau mengalami benturan," jelas Dani.

Pihak keluarga baru mengetahui adanya luka serius setelah kondisi korban memburuk dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan medis, korban diduga mengalami pendarahan hebat di bagian belakang kepala.

"Kami baru mengetahui ada pendarahan hebat di kepala bagian belakang setelah kondisinya menurun drastis dan dibawa ke rumah sakit. Sayangnya nyawa adik saya tidak tertolong dan meninggal dunia pada 24 Juni 2026," ungkapnya.

Atas peristiwa tersebut, keluarga berharap proses hukum berjalan secara adil meski para terduga pelaku masih berstatus anak di bawah umur.

"Kami berharap kedua pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Mereka melakukan perbuatan itu dengan kesadaran, padahal persoalannya sangat sepele. Seharusnya bisa diselesaikan dengan baik-baik atau cukup meminta adik saya membersihkan sampah tanpa harus melakukan kekerasan," tegas Dani.

Kepala SMP PGRI Sukodono Ungkap Kronologi Dugaan Bullying Siswa hingga Meninggal

Kepala Sekolah SMP PGRI Sukodono Yunita Wahyuningsih 

Lumajang (Onenewsjatim)
– Fakta baru terungkap dalam kasus dugaan perundungan disertai penganiayaan yang menimpa seorang siswa SMP di Kabupaten Lumajang hingga meninggal dunia.

Pihak sekolah menyatakan, persoalan antara korban dan dua siswa yang diduga melakukan pemukulan sempat diselesaikan melalui mediasi dan berakhir dengan kesepakatan damai.

Kepala SMP PGRI Sukodono, Yunita Wahyuningsih, menjelaskan insiden tersebut terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, saat jam istirahat di tengah pelaksanaan ujian akhir kelas IX.

Menurutnya, peristiwa bermula dari persoalan sepele terkait sampah yang berada di bawah kursi korban berinisial IL, warga Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang. Dua siswa berinisial D dan A menuduh korban sebagai pihak yang membuang sampah dan memintanya membersihkannya.

"Korban menolak karena merasa tidak melakukannya. Tidak lama kemudian korban datang ke kantor sekolah sekitar pukul 09.30 WIB dan melaporkan telah dipukul oleh dua temannya saat jam istirahat," ujar Yunita saat dikonfirmasi.

Mendapat laporan tersebut, pihak sekolah langsung memanggil kedua siswa yang dilaporkan untuk dimintai klarifikasi.

"Dari hasil keterangan yang kami peroleh, persoalan memang berawal dari tuduhan membuang sampah. Saat itu kami langsung memberikan pembinaan dan menegaskan bahwa kekerasan tidak boleh terjadi dalam kondisi apa pun," katanya.

Mediasi Libatkan Orang Tua

Sehari setelah kejadian, sekolah mengundang orang tua korban dan orang tua salah satu siswa yang terlibat untuk menyelesaikan persoalan secara musyawarah.

Dalam mediasi tersebut, keluarga korban menyampaikan bahwa IL telah menjalani pemeriksaan di puskesmas dengan biaya sekitar Rp60 ribu. Biaya tersebut kemudian diganti oleh pihak keluarga salah satu siswa.

"Setelah itu kedua belah pihak menyatakan berdamai dan sepakat tidak memperpanjang persoalan," jelas Yunita.

Usai mediasi, korban tetap mengikuti seluruh rangkaian ujian hingga selesai dan bahkan masih sempat hadir ke sekolah pada 13 Juni 2026 untuk mengikuti kegiatan tasyakuran serta pengambilan Surat Keterangan Lulus (SKL).

"Korban datang bersama teman-temannya. Hanya saja saat makan bersama dia tidak ikut makan karena mengaku sedang sariawan," imbuhnya.

Kondisi Korban Memburuk

Yunita mengaku baru mengetahui kondisi korban memburuk beberapa hari kemudian setelah menerima kabar dari kakak korban pada 23 Juni 2026.

"Saya langsung meminta wakil kepala sekolah menjenguk korban di rumah sakit dan mendampingi keluarga. Kami juga berusaha menghubungi keluarga para siswa yang terlibat agar ikut menjenguk," tuturnya.

Menurut Yunita, pada saat itu pihak sekolah belum memperoleh informasi medis yang memastikan penyebab kondisi korban.

"Dokter masih melakukan pemeriksaan. Kami belum mengetahui hasil pemeriksaan maupun hasil rontgen sehingga belum bisa menyimpulkan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan kejadian sebelumnya," ujarnya.

Biaya Pengobatan Jadi Kendala

Selama menjalani perawatan di RSUD dr Haryoto Lumajang, biaya pengobatan korban disebut telah mencapai lebih dari Rp2 juta.

Yunita mengungkapkan sempat muncul pembahasan mengenai tanggung jawab biaya pengobatan. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, keluarga salah satu siswa belum bersedia menandatangani dokumen administrasi rumah sakit.

"Informasi yang saya terima, keluarga D masih menunggu kepala desa sehingga belum menandatangani administrasi. Akhirnya saya yang diminta membantu menandatangani administrasi rumah sakit," ungkapnya.

Ia juga menyebut korban sempat disarankan menjalani perawatan lanjutan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap di Malang atau Surabaya karena membutuhkan penanganan khusus.

"Informasi yang kami terima, estimasi biaya pengobatan lanjutan cukup besar sehingga menjadi kendala bagi keluarga," katanya.

Percantik Lapangan dan Halaman KDKMP, Babinsa Karanganyar Bangkitkan Budaya Gotong Royong


Lumajang, (Onenewsjatim)– Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan terus ditunjukkan Babinsa Karanganyar Koramil 0821-11/Yosowilangun, Sertu Taufiq Abdul Lukito, melalui kegiatan kerja bakti bersama warga membersihkan lapangan dan halaman KDKMP di Dusun Karangsari RT 002 RW 001, Desa Karanganyar, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat. Dengan membawa peralatan kebersihan, Babinsa bersama warga bahu-membahu membersihkan rumput liar, mengumpulkan sampah, serta merapikan area lapangan dan halaman agar siap dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat.

Sertu Taufiq Abdul Lukito mengatakan bahwa kerja bakti merupakan salah satu bentuk kepedulian bersama dalam menjaga fasilitas umum agar tetap bersih dan layak digunakan.

"Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menumbuhkan kembali budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Selain menciptakan lingkungan yang bersih, kebersamaan antara TNI dan warga juga semakin erat sehingga terbangun rasa saling peduli dalam menjaga lingkungan," ujar dia.

Ditempat berbeda Danramil 0821-11/Yosowilangun Kapten Inf Jasmadi menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pembinaan wilayah, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan. 

“Melalui kegiatan kerja bakti seperti ini, diharapkan terbangun lingkungan yang sehat, nyaman, serta semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat, Disamping itu dengan kehadiran Babinsa sebagai pembinaan teritorial didesa untuk membantu pemerintah desa dan masyarakat di wilayah,” pungkasnya.

Kerja bakti tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan kekompakan. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai wujud kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga. (Pendim0821)

Hari Bhayangkara ke-80, Dandim Lumajang: Soliditas TNI-Polri Kunci Stabilitas Daerah


Lumajang, (Onenewsjatim)- Bertempat di Lapangan Alun-Alun Kabupaten Lumajang, telah dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dengan tema “Polri Untuk Masyarakat” yang diselenggarakan oleh Polres Lumajang, Selasa (1/7/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri Forkopimda Kabupaten Lumajang, jajaran TNI-Polri, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap pengabdian Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandi Siregar, S.I.K., S.H., M.H., selaku inspektur upacara membacakan amanat Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Dalam amanat tersebut, Presiden Republik Indonesia memberikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, mendukung program strategis pemerintah, serta menghadapi tantangan kejahatan modern yang berkembang seiring kemajuan teknologi dan dinamika geopolitik dunia.

Menanggapi hal tersebut, Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menyampaikan apresiasi atas pengabdian Polri yang selama ini terus bersinergi bersama TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Kabupaten Lumajang.

“Atas nama keluarga besar Kodim 0821/Lumajang, kami mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Polri, khususnya Polres Lumajang. Semoga Polri semakin profesional, modern, dan semakin dicintai masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dandim, sinergitas antara TNI dan Polri menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah, terutama menghadapi berbagai tantangan sosial, perkembangan teknologi, hingga dinamika global yang terus berkembang.

“Soliditas TNI-Polri harus terus diperkuat demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat. Dengan kebersamaan dan kolaborasi yang baik, stabilitas wilayah akan tetap terjaga sehingga pembangunan daerah dapat berjalan optimal,” tambahnya.

Ia juga berharap momentum Hari Bhayangkara ke-80 dapat semakin mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat dalam mewujudkan situasi wilayah yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Lumajang. (Pendim 0821).

Kapolres Lumajang: HUT Bhayangkara ke-80 Jadi Momentum Tingkatkan Profesionalisme Polri


Lumajang , (Onenewsjatim)
– Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menegaskan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh personel Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan AKBP Alex Sandy Siregar usai memimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Alun-Alun Lumajang, Rabu (1/7/2026), bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang.

Menurutnya, pesan utama yang disampaikan Presiden Republik Indonesia dalam amanat upacara menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme Polri agar benar-benar hadir dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Harapannya sama seperti yang disampaikan Bapak Presiden dalam amanat tadi, yang pada intinya bermuara pada peningkatan profesionalisme. Polri harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," ujar AKBP Alex Sandy Siregar.

Ia mengatakan tantangan tugas kepolisian ke depan semakin kompleks sehingga seluruh anggota Polri dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan situasi, baik di tingkat nasional maupun global.

"Tugas-tugas kepolisian ke depan harus diimbangi dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan situasi. Perkembangan politik global juga memberikan pengaruh, sehingga kita tidak boleh hanya bersikap reaktif, tetapi harus proaktif dan adaptif," katanya.

Kapolres menambahkan, langkah tersebut penting agar masyarakat dapat memperoleh perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang semakin optimal.

"Kami ingin masyarakat benar-benar terlindungi dengan baik dan mendapatkan pelayanan yang maksimal," imbuhnya.

AKBP Alex juga mengungkapkan rasa syukur atas tingginya kepercayaan masyarakat kepada Polri. Namun, menurutnya kepercayaan tersebut harus dijawab dengan peningkatan tanggung jawab dan kinerja yang lebih baik.

"Kami bersyukur atas kepercayaan masyarakat kepada Polri. Namun kepercayaan itu harus diiringi dengan peningkatan tanggung jawab. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan," ujarnya.

Ia menegaskan seluruh jajaran Polres Lumajang terus didorong untuk bergerak cepat dalam menjawab harapan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian yang profesional.

"Tidak ada lagi yang berjalan, semua harus berlari. Kita harus bergerak cepat menjawab seluruh harapan masyarakat terhadap profesionalisme Polri," tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Polres Lumajang telah mengambil berbagai langkah percepatan dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Saat ini kami sudah melakukan langkah-langkah cepat dalam melaksanakan tugas kepolisian, khususnya pelayanan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, sejalan dengan semangat dan slogan kami, For the Future," pungkas AKBP Alex Sandy Siregar.

Becak Milik Kakek 71 Tahun Raib, Kambing Bunting Tetangga Ikut Hilang di Lumajang


Lumajang (Onenewsjatim)
– Aksi pencurian yang menyasar becak kayuh dan seekor kambing bunting terjadi di Dusun Krajan, Desa Banjarwaru, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. 

Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya kini beredar untuk membantu mengungkap pelaku.

Dalam rekaman CCTV, tampak seorang pria berjalan kaki sambil membawa karung pada dini hari. Sesampainya di rumah milik Supeno (71), pelaku masuk ke area garasi, kemudian menarik mundur becak kayuh milik korban hingga ke jalan desa. Setelah berhasil mengeluarkannya, pelaku mengayuh becak tersebut meninggalkan lokasi dengan tenang.

Supeno mengatakan, dirinya baru menyadari becaknya hilang saat bangun pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Padahal beberapa jam sebelumnya, sekitar pukul 02.00 WIB, becak itu masih berada di tempat biasa.

"Jam dua dini hari becaknya masih ada. Setelah saya masuk rumah untuk tidur, pagi sekitar jam lima saya keluar, becaknya sudah hilang," ujar Supeno, Rabu (1/7/2026).

Ia mengaku baru menyadari bahwa malam itu dirinya lupa mengunci becak, sehingga diduga memudahkan pelaku menjalankan aksinya.

"Biasanya selalu saya kunci. Tapi malam itu saya lupa. Mungkin karena itu pelaku mudah membawanya," katanya.

Bagi Supeno, becak tersebut bukan sekadar alat transportasi, melainkan sumber mata pencaharian yang telah menemaninya sejak puluhan tahun lalu.

"Sudah saya pakai sejak sebelum menikah sampai sekarang. Sekarang becaknya hilang, saya tidak bisa narik lagi," ungkapnya.

Tak hanya becak, warga lain bernama Rohani juga kehilangan seekor kambing betina yang sedang bunting. Ia mengetahui ternaknya hilang ketika hendak memberi pakan sekitar pukul 06.00 WIB.

"Saat mau memberi makan, kambing sudah tidak ada. Anehnya pintu kandang masih dalam keadaan terkunci," tutur Rohani.

Setelah memeriksa rekaman CCTV bersama perangkat desa, Rohani menduga kambing miliknya diangkut menggunakan becak yang dicuri dari rumah Supeno.

Menurut Rohani, kambing tersebut sebelumnya sempat ditawar hingga Rp3 juta, namun tidak dijual karena sedang bunting.

Sementara itu, Kepala Desa Banjarwaru, Samsul Arifin, mengatakan pihak desa sengaja menyebarluaskan rekaman CCTV agar masyarakat dapat membantu mengenali pelaku.

"Untuk sementara belum ada laporan resmi ke kepolisian. Keinginan korban sederhana, becak dan kambingnya bisa kembali. Karena itu rekaman CCTV kami sebarkan, siapa tahu ada warga yang mengenali pelaku sehingga bisa ditindaklanjuti atau dimediasi," jelas Samsul.

Pemerintah desa juga mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan dengan mengunci kendaraan maupun kandang ternak, terutama pada malam hari, guna mengantisipasi aksi pencurian serupa.


30/06/2026

Desa Purwosono Beri Hadiah Umrah bagi Wajib Pajak, Kepatuhan PBB Tembus 98 Persen


Lumajang (Onenewsjatim) –
Pemerintah Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memiliki cara unik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Warga yang tertib melunasi pajak berkesempatan membawa pulang hadiah utama berupa paket umrah gratis.

Program tersebut merupakan bagian dari inovasi Purwosono Berbagi Bahagia (PBB) yang telah dijalankan sejak 2017.

Melalui program itu, Desa Purwosono berhasil mencatatkan prestasi melunasi target PBB lebih awal selama sembilan tahun berturut-turut.

Kepala Desa Purwosono, Hendrik Dwi Martono, mengatakan inovasi tersebut lahir dari keinginan pemerintah desa membangun budaya sadar pajak dengan pendekatan yang lebih menarik dan melibatkan masyarakat.

"PBB kami plesetkan menjadi Purwosono Berbagi Bahagia. Harapannya, warga tidak hanya tertib membayar pajak, tetapi juga merasakan manfaat dan kebahagiaan melalui berbagai hadiah yang kami siapkan," ujar Hendrik.

Menurutnya, tingkat realisasi pembayaran PBB di Desa Purwosono setiap tahun konsisten berada pada angka 95 hingga 98 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program yang dijalankan pemerintah desa bersama masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi kepada wajib pajak, Pemerintah Desa Purwosono kembali menggelar undian berhadiah yang akan dilaksanakan pada Jumat, 3 Juli 2026. Hadiah utamanya berupa satu paket umrah gratis khusus bagi warga Desa Purwosono yang telah melunasi kewajiban PBB.

Selain hadiah umrah, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik lainnya, seperti kambing, sepeda gunung, kulkas, televisi, hingga kipas angin. Hadiah-hadiah tersebut juga dapat diikuti oleh pemilik objek pajak dari luar Desa Purwosono.

"Hadiah umrah khusus untuk warga Purwosono, sedangkan hadiah lainnya terbuka bagi warga luar yang memiliki objek pajak di Desa Purwosono," jelas Hendrik.

Ia menerangkan, seluruh hadiah tersebut tidak berasal dari pungutan tambahan masyarakat. Pembiayaannya bersumber dari insentif Pemerintah Kabupaten Lumajang yang diberikan kepada desa karena berhasil melunasi PBB lebih awal, ditambah dukungan dari berbagai mitra.

Desa Purwosono tahun ini menerima insentif sekitar Rp59 juta, dengan pembagian 30 persen untuk jasa pungut dan 70 persen untuk mendukung operasional, termasuk penyediaan hadiah.

"Untuk hadiah kami menggunakan support system yang kami miliki dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk biro perjalanan untuk hadiah umrah," katanya.

Hendrik menegaskan, filosofi utama program tersebut adalah mengembalikan manfaat pajak kepada masyarakat sehingga mereka dapat merasakan secara langsung dampak dari kepatuhan membayar pajak.

"Prinsipnya, uang rakyat kami kembalikan lagi kepada masyarakat melalui program yang memberikan manfaat bersama," tegasnya.

Tak hanya meningkatkan kepatuhan pajak, program Purwosono Berbagi Bahagia juga memperkuat semangat gotong royong. 

Warga yang memiliki kemampuan ekonomi ikut membantu membayarkan PBB tetangganya yang mengalami kesulitan agar seluruh masyarakat dapat memenuhi kewajibannya tepat waktu.

Pemerintah desa juga memberdayakan warga sebagai petugas pemungut PBB dari rumah ke rumah. 

Setiap pembayaran yang berhasil dihimpun, petugas memperoleh insentif sebesar Rp3.000, sehingga program tersebut sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat.

"Prinsipnya, uang rakyat kita kembalikan lagi ke warga kami untuk meningkatkan kesejahteraan," pungkas Hendrik.

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved