-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

15/10/2026

Enam Petugas Terjebak Karhutla di Bromo, Tiga Dikabarkan Meninggal


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Tiga petugas dilaporkan meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026).

Informasi tersebut disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief. Namun, hingga keterangannya disampaikan, jumlah korban meninggal dunia masih dalam proses konfirmasi.

Oemar mengatakan, pihaknya menerima laporan dari Camat Sukapura, Nur Rachmad Sholeh, mengenai enam petugas yang terjebak saat melakukan pemadaman kebakaran di kawasan tebing Gunung Bromo, wilayah Kecamatan Sukapura.

Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, tiga dari enam petugas tersebut dikabarkan meninggal dunia. Sementara itu, tiga petugas lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

"Informasinya tiga orang meninggal dunia, tetapi saya belum bisa memastikan karena sedang dalam perjalanan menuju lokasi. Yang sudah dipastikan meninggal adalah petugas TNBTS atas nama Sukaris," kata Oemar saat dihubungi melalui telepon.

Korban yang telah teridentifikasi bernama Sukaris. Ia merupakan Operator Layanan Operasional pada Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Adapun identitas dua korban meninggal lainnya masih dalam pendataan.

Tiga Korban Luka Dirujuk ke Rumah Sakit

Oemar menjelaskan, tiga petugas yang mengalami luka-luka telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Sukapura. Selanjutnya, mereka dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas untuk memperoleh perawatan lebih lanjut.

Salah satu korban dilaporkan mengalami luka bakar serius dengan tingkat luka mencapai lebih dari 50 persen. Kondisi tersebut membuat korban direncanakan dirujuk ke rumah sakit di Surabaya untuk mendapatkan penanganan intensif.

"Satu korban luka dikabarkan mengalami luka bakar serius dengan persentase lebih dari 50 persen, sehingga akan dirujuk ke Surabaya," ujarnya.

Hingga saat ini, informasi mengenai penyebab pasti para petugas terjebak di lokasi kebakaran serta kronologi lengkap kejadian tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Karhutla Berulang di Kawasan Bromo

Oemar menyebutkan, kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru telah terjadi beberapa kali. Petugas pun dikerahkan secara bergantian untuk melakukan upaya pemadaman.

Menurut dia, api yang sebelumnya berhasil dipadamkan terkadang kembali muncul beberapa hari kemudian di titik berbeda. Kondisi tersebut membuat upaya penanganan karhutla harus terus dilakukan.

Petugas di lapangan berjibaku untuk mengendalikan api agar kebakaran tidak meluas ke kawasan lainnya.

Oemar juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau ekstrem dan angin yang cukup kencang.

Ia berharap masyarakat turut menjaga kawasan hutan dengan menghindari tindakan yang dapat menimbulkan sumber api, sehingga risiko kebakaran dapat ditekan.

Teror Pinjol Fiktif di Gresik Terbongkar, Polisi Buru Dalang Sindikat hingga Lampung

 

Polres Gresik Tangkap 


Gresik, (Onenewsjatim)
– Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik, Jawa Timur, menangkap seorang pria berinisial S (29), yang diduga terlibat dalam sindikat pemerasan berkedok penagihan pinjaman online (pinjol) fiktif.

Tersangka yang bekerja sebagai penagih utang atau debt collector itu ditangkap di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Ia diduga memeras seorang perempuan berinisial BPS, warga Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, dengan cara mengancam menyebarkan foto korban yang telah dimanipulasi menjadi konten bermuatan pornografi.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan korban yang merasa terancam setelah menerima pesan penagihan utang yang tidak pernah dimilikinya.

"Begitu ada laporan dari warga, langsung kami tindak lanjuti. Tersangka kami tangkap di daerah Lampung. Kami tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan digital yang merugikan masyarakat," kata Ramadhan di Mapolres Gresik, Rabu (14/10/2026).

Korban Ditagih Utang Rp 2,9 Juta

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo menjelaskan, korban awalnya menerima serangkaian pesan melalui aplikasi WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal.

Pesan tersebut berisi tagihan pinjaman sebesar Rp 2,9 juta dari aplikasi bernama Dana Dompet. Padahal, korban mengaku tidak pernah mengajukan pinjaman melalui aplikasi tersebut.

Pelaku kemudian mendesak korban agar segera membayar tagihan dengan memberikan tenggat waktu hanya 10 menit.

Ketika korban menolak mentransfer uang untuk ketiga kalinya, pelaku diduga meningkatkan tekanan dengan mengancam menyebarkan foto hasil manipulasi.

"Pelaku mengedit foto KTP dan wajah korban, lalu menggabungkannya dengan konten bermuatan pornografi. Pelaku juga membuat selebaran palsu seolah-olah korban masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian, kemudian mengancam akan menyebarkannya," ujar Prasetyo.

Merasa terancam dan khawatir foto tersebut disebarluaskan, korban akhirnya melaporkan kejadian itu kepada polisi.

Petugas Satreskrim Polres Gresik kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil melacak keberadaan tersangka di Lampung.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita dua unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk menjalankan aksi pemerasan. Uang milik korban yang sempat diperas juga berhasil diselamatkan dan dikembalikan secara utuh.

Diduga Bagian dari Sindikat Terorganisir

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, tersangka diduga merupakan bagian dari sindikat yang memiliki pembagian tugas, mulai dari pemberi perintah, penagih, hingga pelaksana pemerasan.

Polisi menduga data pribadi korban diperoleh dari sebuah situs berbahasa Mandarin yang menampung data nasabah pinjaman online ilegal.

Kepada penyidik, tersangka mengaku telah menjalankan aksinya sejak Desember 2025. Ia mengaku menargetkan sedikitnya lima orang setiap hari.

Dari aktivitas tersebut, tersangka disebut memperoleh penghasilan sekitar Rp 30 juta hingga Rp 60 juta per bulan.

Meski demikian, polisi masih mendalami keterangan tersangka untuk mengungkap keseluruhan jaringan, termasuk jumlah korban dan aliran uang yang diperoleh dari praktik tersebut.

Polisi juga memburu seorang pria berinisial AG yang telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) dan diduga memiliki peran dalam sindikat tersebut.

Terancam Hukuman Enam Tahun Penjara

Atas dugaan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 45 ayat (10) juncto Pasal 27B ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sebagaimana disebutkan dalam keterangan kepolisian.

Tersangka terancam hukuman pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda maksimal kategori V.

Polres Gresik mengimbau masyarakat agar tidak mudah memenuhi permintaan transfer uang dari pihak yang tidak dikenal, terutama jika disertai ancaman atau penagihan pinjaman yang tidak pernah diajukan.

Masyarakat yang mengalami dugaan pemerasan digital diharapkan segera melapor kepada kepolisian dan menyimpan bukti komunikasi untuk membantu proses penyelidikan.

Masuki Hari ke-12, Pembangunan Jembatan Garuda di Wonokerto Libatkan TNI dan Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Semangat gotong royong terus ditunjukkan personel TNI bersama aparat desa dan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan Jembatan Garuda di Dusun Wonoasih, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026).

Memasuki hari ke-12 pengerjaan, pembangunan jembatan beton tersebut menjadi salah satu upaya mendukung peningkatan konektivitas antarwilayah, khususnya sebagai akses penghubung antara Desa Wonokerto dan Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit.

Jembatan yang direncanakan memiliki panjang 12 meter, lebar 4 meter, dan kedalaman 5 meter itu diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam menunjang mobilitas warga serta mempermudah akses untuk berbagai keperluan sehari-hari.

Dalam pelaksanaan pembangunan, sebanyak 8 personel TNI, 2 aparat desa, dan 20 warga terlibat dalam kegiatan tersebut. Kebersamaan yang terjalin di lokasi pekerjaan mencerminkan kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

Keterlibatan warga tidak hanya menjadi bagian dari proses pembangunan secara fisik, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong sebagai budaya yang terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat. 

Melalui kerja sama tersebut, pembangunan jembatan diharapkan dapat berjalan secara bertahap sesuai dengan tahapan pekerjaan yang telah direncanakan.

Pembangunan Jembatan Garuda yang dimulai pada 30 September 2026 ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang mampu menunjang kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan. Kehadiran akses penghubung yang memadai diharapkan dapat memperlancar hubungan antardesa sekaligus mendukung kegiatan sosial dan perekonomian warga.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar lokasi pembangunan dilaporkan aman dan kondusif. Kondisi cuaca serta perkembangan terbaru pekerjaan menjadi faktor yang terus diperhatikan guna mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan.

Melalui pembangunan Jembatan Garuda di Desa Wonokerto, TNI bersama masyarakat terus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun wilayah. Sebab, jembatan bukan sekadar penghubung dua desa, melainkan juga simbol harapan, kepedulian, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mewujudkan akses yang lebih baik bagi masyarakat(Pendim0821)

Babinsa Perkuat Kekompakan Warga, Jaga Keamanan Lingkungan Melalui Ronda Malam


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Membangun lingkungan yang aman dan nyaman tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan kepedulian serta kekompakan seluruh masyarakat. Babinsa Kaliboto Kidul Koramil 0821-12/Jatiroto, Serka Rusmanto, melalui kegiatan sambang pos keamanan lingkungan (pos kamling) dan ronda malam di Dusun Ranupakis RT 001 RW 015, Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026). 

Dalam kesempatan itu, Serka Rusmanto menyampaikan bahwa kegiatan sambang pos kamling merupakan salah satu upaya untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Melalui kegiatan ronda malam, kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta melaksanakan ronda secara rutin dan bergiliran. Keamanan dan ketertiban akan lebih mudah terwujud apabila seluruh warga memiliki kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Ia berharap, melalui kebersamaan dan komunikasi yang baik antara Babinsa dan masyarakat, situasi keamanan di wilayah Desa Kaliboto Kidul, khususnya Dusun Ranupakis, senantiasa terjaga aman, tertib, dan kondusif.

Melalui kegiatan sambang tersebut, Babinsa mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap situasi di sekitarnya. Keberadaan pos kamling diharapkan tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta memperkuat rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.

Menurutnya, kekompakan warga merupakan salah satu kunci terciptanya situasi yang aman dan kondusif. Dengan melaksanakan ronda malam secara bergiliran, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan sekaligus menumbuhkan budaya gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, kegiatan ronda malam di Dusun Ranupakis diharapkan terus berjalan secara rutin. Sebab, lingkungan yang aman berawal dari warga yang peduli, masyarakat yang kompak, serta semangat gotong royong yang senantiasa terpelihara.(Pendim0821)

Evaluasi MBG di Lumajang: Distribusi Lancar, Sekolah Minta Variasi Menu Ditingkatkan


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Tarbiyatul Mubtadiin, Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mendapat sejumlah catatan dari pihak sekolah dan siswa.

Evaluasi terutama menyangkut variasi menu, cara pengolahan makanan, hingga cita rasa nasi yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan selera anak-anak.

Kepala Tata Usaha (TU) MIS Tarbiyatul Mubtadiin, Siti Mufarida, mengatakan, penyaluran MBG di sekolahnya selama ini berjalan sesuai jadwal dan prosedur yang berlaku.

Makanan biasanya tiba sekitar pukul 07.00 WIB. Waktu pengiriman juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, terutama ketika ada kegiatan di luar lingkungan madrasah.

"Kalau untuk pelaksanaannya sudah sesuai SOP dari SPPG. Datang pagi dan tidak terlambat. Bahkan, kalau sekolah ada kegiatan di luar, pengirimannya bisa disesuaikan dengan permintaan," kata Siti Mufarida.

Meski pelaksanaan distribusi dinilai berjalan baik, perempuan yang akrab disapa Farid itu menilai variasi menu masih perlu mendapat perhatian.

Menurut dia, menu yang disajikan selama ini cenderung berulang, terutama olahan ayam dan telur. Sementara itu, menu ikan maupun sumber protein lainnya dinilai masih jarang disajikan.

Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat siswa bosan dan kurang tertarik menghabiskan makanan yang diberikan.

"Selama ini menunya ayam, telur, kemudian ayam dan telur lagi. Daging atau ikan jarang. Pengolahan ayam juga kurang bervariasi, biasanya hanya digoreng atau dibumbui kecap," ujarnya.

Farid berharap penyedia makanan dapat mengembangkan variasi menu, baik dari segi bahan maupun cara pengolahan. Dengan demikian, makanan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menarik bagi anak-anak.

Menu Porsi Kecil Perlu Disesuaikan

MIS Tarbiyatul Mubtadiin memiliki sekitar 250 siswa. Seluruh siswa tersebut mendapatkan jatah MBG dengan pembagian porsi besar dan porsi kecil sesuai kelompok penerima.

Dalam setiap penyaluran, jumlah ompreng yang diterima sekolah mencapai lebih dari 200 buah.

Farid mengatakan, evaluasi juga diperlukan untuk menu bagi siswa yang mendapatkan porsi kecil. Menurut dia, makanan untuk anak-anak usia lebih muda sebaiknya mempertimbangkan kemampuan dan selera mereka.

Ia mencontohkan menu telur balado dan tahu balado yang kurang diminati sebagian siswa kelas bawah karena cita rasanya cenderung pedas.

"Anak-anak kelas bawah banyak yang kurang suka makanan yang berbau cabai. Jadi, menu untuk porsi kecil perlu disesuaikan dengan usia mereka," jelasnya.

Selain lauk, variasi sayuran juga menjadi perhatian. Farid berharap penyedia makanan dapat menghadirkan olahan sayur yang lebih beragam sehingga siswa tertarik untuk menyantapnya.

Baginya, kesesuaian menu dengan selera anak merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam evaluasi program MBG di sekolah.

Siswa Keluhkan Rasa Makanan dan Tekstur Nasi

Keluhan serupa disampaikan Amabel Sakhi Sonia, siswa kelas VI MIS Tarbiyatul Mubtadiin. Ia mengaku tidak selalu cocok dengan makanan yang diterimanya melalui program MBG.

Menurut Amabel, cita rasa makanan yang disajikan terkadang terasa hambar. Ia menyebut beberapa menu, termasuk ikan patin, lele, dan telur puyuh, belum selalu sesuai dengan seleranya.

"Kadang menunya enak, kadang tidak enak. Ikan patin, lele, sama telur puyuh terkadang tidak ada rasanya," kata Amabel.

Selain lauk, Amabel juga menyoroti tekstur nasi yang dinilainya terkadang terlalu keras. Kondisi tersebut membuat nasi terasa kurang nyaman saat dikunyah dan ditelan.

Ia berharap kualitas makanan yang disajikan dapat diperbaiki sehingga lebih sesuai dengan selera siswa.

"Harapannya MBG lebih enak dan menunya cocok dengan lidah anak-anak. Nas inya juga semoga lebih pulen, karena kadang terasa keras dan ada bagian yang menggumpal," tuturnya.

Media ini berupaya meminta konfirmasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Oda Masa Dipan Utama di Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, yang memasok makanan untuk sekolah tersebut.

Namun, petugas yang ditemui di lokasi belum bersedia memberikan keterangan karena kepala dapur tidak berada di tempat.

"Enggak usah, nunggu kepala dapurnya saja," Pungkasnya petugas tersebut.

Ombak Besar Terbalikkan Perahu Nelayan di Lumajang, 2 Selamat, 1 Hilang


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebuah perahu nelayan asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, terbalik setelah dihantam ombak besar di perairan selatan Kabupaten Lumajang, Kamis (15/10/2026) dini hari.

Dari tiga anak buah kapal (ABK), dua orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan satu lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa, S.H., M.Si., menjelaskan, perahu tersebut berangkat dari Plawangan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB untuk mencari ikan di perairan Jaten, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Namun, saat hendak kembali setelah menebar jaring, perahu itu dihantam ombak besar hingga terbalik.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis sekitar pukul 00.30 WIB. Ketiga nelayan yang berada di atas perahu terjatuh ke laut dan terseret arus ke arah selatan menara pantau TNI AU di kawasan AWR Desa Pandanwangi.

Dua nelayan, yakni Achmad Zaenal Abidin (23) dan Rahul Panji Darmawan (19), berhasil menyelamatkan diri sekitar pukul 01.00 WIB. Keduanya kemudian menuju markas TNI AU di kawasan AWR Pandanwangi.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, keduanya dibawa ke Puskesmas Kunir untuk menjalani pemeriksaan medis.

Sementara itu, satu nelayan lainnya bernama Rizky Andi Dhermawan (33), warga Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, belum ditemukan.

Tim SAR Dikerahkan

Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim rescue Pos SAR Jember diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada Kamis pukul 10.13 WIB untuk melakukan operasi pencarian.

Tim yang terdiri dari lima personel itu membawa satu unit rescue car tipe 2, perahu karet atau rubber boat, serta motor tempel. Petugas juga dilengkapi peralatan penyelamatan di air, perlengkapan medis, dan perangkat komunikasi.

Operasi pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, tinggi gelombang, serta arus laut di sekitar lokasi kejadian.

BPBD Lumajang Lakukan Pencarian

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan, petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu nelayan yang hilang.

Penyisiran difokuskan di perairan Pandanwangi, tempat korban diduga terseret arus setelah perahu yang ditumpanginya terbalik.

"Monitoring dan pencarian masih dilakukan mengingat satu korban masih belum ditemukan. Kita menyisir perairan Pandanwangi," ungkap Isnugroho.

Hingga berita ini ditulis, satu nelayan masih belum ditemukan. Petugas gabungan terus melakukan upaya pencarian dengan memperhatikan kondisi perairan demi keselamatan personel yang terlibat dalam operasi SAR.

14/10/2026

Cegah Peredaran Narkoba, Polresta Tuban Razia 3 Tempat Hiburan Malam, 52 Orang Tes Urine


Tuban, Onenewsjatim)–
Polresta Tuban bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban dan sejumlah instansi terkait menggelar razia di tiga tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (13/10/2026) malam.

Dalam operasi yang berlangsung hingga Rabu (14/10/2026) dini hari tersebut, petugas melakukan pemeriksaan tes urine terhadap 52 pengunjung. Hasilnya, seluruh sampel yang diperiksa menunjukkan hasil negatif narkotika.

Kegiatan yang dimulai pukul 22.00 WIB hingga 01.00 WIB itu dipimpin Wakapolresta Tuban AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom. Operasi menyasar tiga tempat hiburan malam di sepanjang jalur Pantura Tuban-Semarang.

Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para pengunjung mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan sekaligus menciptakan lingkungan tempat hiburan malam yang aman dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Wakapolresta Tuban AKBP Windy Syafutra mengatakan, operasi gabungan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan, tetapi juga mengedepankan langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat.

"Kami juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di tempat-tempat hiburan malam agar tidak menyalahgunakan narkoba," ujar Windy.

Menurut dia, kegiatan yang melibatkan lintas instansi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabupaten Tuban.

Operasi itu juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program kerja Kapolri bertajuk Polisi Bersama Masyarakat.

Pemetaan Lokasi Rawan Narkoba

Windy menjelaskan, pemilihan tempat hiburan malam sebagai sasaran operasi merupakan bagian dari langkah pencegahan sekaligus pemetaan awal terhadap potensi penyalahgunaan narkotika.

Kepolisian akan terus memantau perkembangan informasi dan indikasi yang ditemukan di lapangan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

"Kami masih melakukan pemetaan awal terhadap lokasi-lokasi yang menjadi sasaran kegiatan. Ke depan, kami akan melihat perkembangan informasi dan indikasi yang ada di lapangan untuk menentukan langkah berikutnya," katanya.

Ia menegaskan, upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika tidak hanya menyasar tempat hiburan malam.

Penegakan hukum juga dilakukan berdasarkan informasi masyarakat dan hasil penyelidikan di berbagai lokasi, termasuk kawasan permukiman maupun tempat lain yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika.

Dengan demikian, kegiatan pemeriksaan dan pemantauan akan terus disesuaikan dengan informasi serta temuan yang diperoleh petugas.

Masyarakat Diminta Aktif Melapor

Selain peredaran narkotika, Polresta Tuban juga menegaskan komitmennya dalam menangani peredaran obat keras berbahaya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Windy mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran obat-obatan terlarang. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana narkotika atau peredaran obat keras berbahaya.

Ia turut mengajak insan pers dan masyarakat untuk berkolaborasi memberikan informasi yang dapat ditindaklanjuti oleh kepolisian.

"Apabila rekan-rekan media maupun masyarakat memiliki informasi mengenai dugaan peredaran narkotika atau obat keras berbahaya, silakan berkoordinasi dengan Satresnarkoba agar informasi tersebut dapat didalami dan diverifikasi," pungkasnya.

Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved