-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

31/03/2026

Babinsa Nogosari Dampingi Posyandu, Perkuat Upaya Cegah Stunting di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya peningkatan kesehatan masyarakat terus dilakukan melalui sinergi lintas sektor di wilayah pedesaan. Babinsa Nogosari Koramil 0821-16/Rowokangkung, Sertu Agus Setiawan, yang melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan warga di Posyandu Gerbangmas Melati, Dusun Persil RT 003 RW 002, Desa Nogosari, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan Posyandu tersebut diikuti oleh 26 balita yang mendapatkan berbagai layanan kesehatan, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemberian vitamin, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.

Babinsa Nogosari Sertu Agus Setiawan menegaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan. Disamping itu juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan.

“Pendampingan kegiatan Posyandu ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan generasi penerus bangsa, khususnya dalam mencegah stunting sejak dini, kami mengajak seluruh orang tua untuk rutin membawa anaknya ke Posyandu, karena kesehatan anak adalah investasi masa depan. Dengan sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan kualitas kesehatan warga semakin meningkat,” jelas dia.

Sementara itu, Bidan Desa Nogosari, Fifin Priliantini, S.ST, yang bersama kader Posyandu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa Posyandu memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam mencegah stunting sejak dini.

“Melalui Posyandu, kami dapat memantau pertumbuhan balita secara rutin, sehingga apabila ditemukan adanya gangguan tumbuh kembang dapat segera ditangani. Selain itu, kami juga terus mengimbau kepada para orang tua agar memperhatikan pola makan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin memeriksakan kesehatan anak agar kondisi kesehatan warga, khususnya balita, tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.

Dengan adanya pendampingan dari Babinsa serta peran aktif tenaga kesehatan dan kader Posyandu, kegiatan pelayanan kesehatan di Desa Nogosari berjalan dengan lancar dan penuh antusias dari para orang tua balita. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. (Pendim0821)

Antisipasi Banjir Sekaligus Dongkrak Ekonomi, Babinsa Wonokerto Turun Langsung di Rowosumo


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan pengeringan rawa sekaligus panen raya ikan di Pemancingan Alam Rowosumo, Dusun Darungan, Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (31/3/2026).

Babinsa Wonokerto Koramil 0821-15/Tekung, Sertu Sirajudin, bersama warga turun langsung dalam proses pengeringan rawa yang menjadi salah satu upaya pengendalian banjir sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Sertu Sirajudin mengatakan, keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap aktivitas positif masyarakat di wilayah binaan.

“Kami selalu siap mendampingi dan membantu masyarakat dalam setiap kegiatan yang bermanfaat, baik di bidang lingkungan, pertanian, maupun sosial. Kebersamaan seperti ini penting untuk menjaga kekompakan dan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Sirajudin.

Kegiatan pengeringan rawa tersebut bukan tanpa alasan. Kepala UPT Pengairan, Rakim, menjelaskan bahwa pengeringan dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir saat musim penghujan.

“Ini merupakan agenda tahunan sebagai upaya mengendalikan tata air dan mengurangi risiko banjir. Selain itu, pengeringan juga membantu mengoptimalkan sistem irigasi bagi lahan pertanian di sekitar,” kata Rakim.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Pasalnya, warga dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memanen ikan yang ada di rawa secara gratis.

Sementara itu, Kepala Dusun Darungan, Timbul, menilai kegiatan tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi warga.

“Selain membantu pengelolaan lingkungan, panen ikan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Warga bisa memanfaatkan hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari maupun dijual,” ujarnya.

Antusiasme warga terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka bersama aparat bahu-membahu mengeringkan rawa dan memanen ikan dengan semangat gotong royong.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan bersama.

30/03/2026

Akses ke Air Terjun Madakaripura Ditutup, Jembatan Ambruk Diterjang Hujan


Probolinggo, (Onenewsjatim) 
– Akses menuju ditutup sementara setelah sebuah jembatan di jalur wisata tersebut ambruk akibat hujan deras. Peristiwa terjadi di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kapolres Probolinggo, , mengatakan jembatan mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat dilalui baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki.

“Untuk sementara akses menuju Air Terjun Madakaripura kami tutup demi keselamatan masyarakat,” kata Latif kepada wartawan, Minggu (29/3/2026).

Menurut Latif, ambruknya jembatan diduga dipicu tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam. Debit air yang meningkat menyebabkan struktur jembatan tidak mampu menahan beban.

Polres Probolinggo telah memasang garis polisi (police line) dan rambu peringatan di sekitar lokasi untuk mencegah masyarakat mendekat. Petugas juga disiagakan guna melakukan pengawasan bersama instansi terkait.

Latif mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri melintas di area tersebut karena kondisi jembatan sangat membahayakan.

“Kami minta masyarakat untuk tidak mencoba melewati jalur ini. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah Probolinggo.

“Bagi masyarakat yang berada di daerah rawan, segera laporkan jika terjadi kondisi darurat kepada pihak berwenang,” imbuhnya.

Hingga saat ini, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Namun akses menuju kawasan wisata Air Terjun Madakaripura masih ditutup hingga ada perbaikan lebih lanjut dari pihak terkait. (Ton)

Babinsa Karanglo Dampingi Pembangunan Drainase 750 Meter di Dusun Sumberkari


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan infrastruktur desa serta meningkatkan kualitas lingkungan masyarakat, Babinsa Desa Karanglo Koramil 0821-13/Kunir, Koptu Dedi Susanto, melaksanakan kegiatan pendampingan pembangunan drainase sepanjang 750 meter di Dusun Sumberkari RW 01, Desa Karanglo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (30/3/2026).

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk peran aktif Babinsa dalam mengawal pelaksanaan pembangunan desa agar berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Pembangunan drainase yang dikerjakan bertujuan untuk memperlancar aliran air, mencegah genangan saat musim hujan, serta mengurangi potensi banjir yang selama ini dikeluhkan warga, terutama di wilayah pemukiman yang berada di sekitar jalur aliran air.

Babinsa Karanglo Koptu Dedi Susanto mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan pembangunan desa merupakan bentuk komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah daerah serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Pendampingan ini kami lakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan perencanaan. Selain itu, kami juga ikut mendorong semangat gotong royong warga agar pembangunan ini dapat segera selesai dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karanglo, Abdul Rochim, menyampaikan bahwa pembangunan drainase sepanjang 750 meter ini merupakan salah satu prioritas desa untuk meningkatkan sarana pendukung lingkungan, khususnya dalam menjaga kebersihan serta mencegah kerusakan jalan akibat aliran air yang tidak tertata.

"Dengan adanya pendampingan dari Babinsa dan partisipasi masyarakat, pembangunan drainase di Dusun Sumberkari diharapkan dapat segera rampung serta menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan saluran air di wilayah," pungkasnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun desa yang terarah sehingga dapat meningkatkan masyarakat lebih nyaman. (Pendim0821)

Bangun Kedekatan dengan Ulama, Dandim 0821 Lumajang Kunjungi Ponpes Darunnajah


Lumajang , (Onenewsjatim)
- Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P. melaksanakan silaturahmi ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Darunnajah, KH. Labibul Wildan (Gus Wildan), yang berlokasi di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Senin (30/3/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Dandim sebagai pejabat baru untuk memperkenalkan diri sekaligus mempererat hubungan antara TNI dengan kalangan pondok pesantren serta masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim menyampaikan bahwa silaturahmi ini memiliki makna penting dalam membangun komunikasi yang harmonis dan saling mendukung.

“Kehadiran kami di sini selain untuk bersilaturahmi juga sebagai bentuk perkenalan diri. Harapannya, ke depan terjalin hubungan yang semakin erat antara Kodim 0821 dengan pondok pesantren dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, KH. Labibul Wildan menyambut baik kunjungan tersebut dan mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran Dandim beserta rombongan.

“Kami merasa terhormat atas kunjungan Bapak Dandim. Semoga ke depan dapat terjalin sinergi yang baik antara Kodim 0821 Lumajang dengan pondok pesantren, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan keamanan,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke kediaman KH. Khozin Barizi yang merupakan mertua Gus Wildan. Dalam kunjungan tersebut, Dandim kembali memperkenalkan diri serta menyampaikan maksud dan tujuan kehadirannya bersama rombongan.

Kegiatan silaturahmi berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan, mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sinergi antara TNI dan tokoh agama guna mendukung stabilitas serta kemajuan wilayah Kabupaten Lumajang. (Pendim 0821).

29/03/2026

Sidak Door to Door, LPG 3 Kg di Lumajang Kosong dan Dijual di Atas HET



Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Lumajang masih terjadi. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama jajaran Forkopimda turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara door to door, Minggu (29/3/2026).

Sidak dilakukan dengan mengendarai sepeda motor menyasar agen, pangkalan hingga pengecer di sejumlah titik. 

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kapolres Lumajang Alex Sandy Siregar, Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi dan ketua DPRD Lumajang Oktaviani

Dari hasil sidak di lapangan, rombongan menemukan banyak tabung gas elpiji 3 kg dalam kondisi kosong, baik di tingkat pangkalan maupun pengecer. Selain itu, stok yang tersedia juga mengalami penurunan dibanding hari biasanya.

“Biasanya kami dapat 100 tabung, sekarang hanya sekitar 80 tabung,” ujar salah satu pemilik pangkalan kepada Bupati Lumajang.

Tak hanya langka, Bunda Indah juga menemukan fakta adanya lonjakan harga yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Di tingkat pengecer, gas melon yang seharusnya disubsidi tersebut dijual seharga Rp 22.000.

Bahkan muncul laporan warga mengenai harga yang menembus Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per tabung.

"Saya bersama Forkopimda turun langsung untuk membuktikan apakah benar-benar langka. Hari ini beberapa toko dan pangkalan yang kami datangi memang stoknya habis," ujar Bunda Indah di sela-sela sidak.

Terkait laporan harga yang mencapai Rp 30.000, Bunda Indah menegaskan pentingnya kroscek lapangan agar tidak ada pihak yang merasa terzalimi. 

"Kita harus buktikan kebenaran itu di lapangan, jangan sampai ada yang mendolimi atau didolimi. Data-data sudah kami kantongi," tegasnya.

Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah mengatakan, sidak ini dilakukan untuk memastikan langsung kondisi di lapangan sekaligus menindaklanjuti keluhan masyarakat.

“Banyak informasi bahwa masyarakat kesulitan mendapatkan LPG. Tidak semua, tapi cukup banyak yang mengeluhkan hal tersebut. Maka kami bersama Forkopimda turun langsung untuk membuktikan kondisi sebenarnya,” ujar Bunda Indah.

Ia menegaskan, dari hasil pengecekan sementara memang ditemukan sejumlah pangkalan dan toko yang kehabisan stok. Namun demikian, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kelangkaan tersebut.

“Kami belum bisa menyimpulkan karena harus dilakukan cross-check antara pangkalan, agen, hingga SPBE. Apakah distribusinya yang bermasalah atau ada faktor lain,” jelasnya.

Menurutnya, secara data distribusi dari pusat tidak mengalami perubahan. Namun, peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran diduga menjadi salah satu faktor penyebab.

“Ada peningkatan kebutuhan karena aktivitas memasak meningkat, ditambah adanya panic buying dari masyarakat. Ini juga mempengaruhi ketersediaan di lapangan,” tambahnya.

Untuk mencari solusi, Pemkab Lumajang bersama Forkopimda akan menggelar rapat koordinasi dengan pihak SPBE, Hiswana Migas, agen dan pangkalan dalam waktu dekat.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyampaikan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menemukan adanya pelanggaran hukum secara langsung terkait distribusi LPG 3 kg.

“Sejauh ini kami belum menerima laporan resmi maupun menemukan bukti pelanggaran di lapangan. Namun pengawasan tetap kami lakukan bersama TNI dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Meski demikian, pihak kepolisian tidak akan segan melakukan penindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran, termasuk praktik penjualan di atas HET.

“Jika nanti ditemukan adanya unsur pidana atau pelanggaran aturan distribusi, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Alex menambahkan, pihaknya juga akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait perbedaan harga di lapangan serta dugaan penyimpangan distribusi.

“Ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami akan dalami apakah kenaikan harga ini murni karena kelangkaan atau ada oknum yang bermain,” pungkasnya.

Pastikan Stok dan Harga Stabil, Forkopimda Lumajang Sidak LPG 3 Kg di Sejumlah Titik


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Forkopimda Kabupaten Lumajang melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap distribusi dan harga LPG 3 kg (tabung melon) di wilayah Kecamatan Tempeh dan Pasirian, Minggu (29/3/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.20 WIB ini dilakukan sebagai respons atas isu kelangkaan LPG yang beredar di masyarakat.

Rombongan dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati Masdar, M.Si bersama Ketua DPRD Lumajang Hj. Oktafiyani, S.H., M.H, Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Sidak diawali dari Pendopo Arya Wiraraja menuju beberapa titik pengecekan, meliputi toko kelontong, pangkalan, hingga agen LPG di wilayah Tempeh dan Pasirian. 

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran antara lain toko Madura Mart di Desa Pulo, toko milik Bu Iing di Desa Gesang, Toko Maju Jaya di Umbulsari, toko Gemilang di Pasirian, hingga agen LPG PT Gas Selaras Jaya dan pangkalan milik Mujianto di Desa Condro.

Dari hasil pengecekan sementara, ditemukan bahwa distribusi LPG di sejumlah titik masih belum berjalan lancar. Selain itu, juga terindikasi adanya ketidaksesuaian harga di tingkat pengecer yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Dandim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P, dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan sidak ini merupakan bentuk komitmen Forkopimda dalam menjaga stabilitas kebutuhan energi masyarakat.

“Kami bersama Forkopimda turun langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi LPG berjalan lancar, stok tersedia, dan harga tetap sesuai ketentuan. Kami tidak ingin masyarakat dirugikan oleh praktik-praktik yang tidak sesuai aturan,” tegas Dandim.

Ia juga mengimbau kepada para pedagang dan pangkalan agar menjual LPG sesuai HET serta tidak melakukan penimbunan yang dapat memicu kelangkaan di masyarakat.

Sidak yang berakhir pukul 11.00 WIB tersebut menjadi langkah konkret pengawasan pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan LPG 3 kg, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah isu kelangkaan yang berkembang. (Pendim0821)

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved