-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

04/04/2026

Babinsa Bondoyudo Pantau Harga Sembako, Jalin Komsos Humanis dengan Pedagang


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Dalam rangka menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mempererat hubungan dengan pelaku usaha di wilayah binaan, Babinsa Bondoyudo Koramil 0821-02/Sukodono Serda Mukhammad Yani melaksanakan kegiatan Komsos humanis di toko sembako milik Rumi yang berada di Dusun Krajan Baru RT 005 RW 002 Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (4/4/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian aparat teritorial dalam memantau kondisi ekonomi masyarakat, khususnya terkait perkembangan harga bahan pokok yang menjadi kebutuhan utama warga sehari-hari. Selain itu, Komsos juga menjadi sarana untuk menjalin hubungan baik dan membangun komunikasi yang harmonis antara Babinsa dengan para pedagang.

Dalam kunjungannya, Serda Mukhammad Yani berdialog langsung dengan pemilik toko sembako, Rumi, guna mengetahui perkembangan harga serta ketersediaan stok barang. Ia menanyakan beberapa komoditas penting seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan kebutuhan dapur lainnya yang kerap mengalami fluktuasi harga, terutama pasca momen Hari Raya.

“Pemantauan harga sembako ini penting dilakukan agar kami bisa mengetahui kondisi di lapangan. Selain itu, komunikasi dengan pedagang juga membantu kita memahami kendala yang mereka hadapi, baik terkait pasokan maupun harga dari distributor,” ujar Serda Mukhammad Yani.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga keamanan wilayah, namun juga turut berperan aktif dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat melalui pemantauan kondisi sosial dan ekonomi secara langsung.

Sementara itu, Rumi selaku pemilik toko sembako menyambut baik kunjungan Babinsa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi yang terjalin dengan aparat kewilayahan memberikan rasa aman serta menjadi bentuk perhatian terhadap keberlangsungan usaha kecil di desa.

Melalui kegiatan Komsos humanis tersebut, Babinsa berharap dapat terus membangun kedekatan dengan masyarakat, termasuk para pelaku usaha, sehingga tercipta suasana wilayah yang kondusif serta terjalin sinergi dalam menjaga kestabilan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok bagi warga Desa Bondoyudo. (Pendim0821)

Peduli Infrastruktur Desa, Babinsa Turun Tangan Perbaiki Jalan di Senduro


Lumajang , (Onenewsjatim)
- Wujud kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur desa sekaligus memperkuat budaya gotong royong, Babinsa Bedayutalang Koramil 0821-03/Senduro Sertu Aryono turut membantu warga melaksanakan kerja bakti pengecoran jalan rusak di Dusun Duren RT 007 RW 005 Desa Bedayutalang, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (4/4/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut dilakukan sebagai upaya perbaikan akses jalan lingkungan yang selama ini mengalami kerusakan dan dinilai mengganggu aktivitas warga, terutama saat musim hujan. Jalan yang rusak tidak hanya menyulitkan mobilitas masyarakat, namun juga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Di kesempatan itu, Sertu Aryono mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, pembangunan desa akan berjalan lebih cepat apabila dilakukan secara bersama-sama dengan semangat kebersamaan.

“Kerja bakti ini menjadi bentuk kepedulian kita terhadap fasilitas umum. Selain membantu memperbaiki jalan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara Babinsa dan masyarakat,” ujar dia.

Ia menambahkan bahwa perawatan dan perbaikan jalan desa sangat penting untuk mendukung kelancaran aktivitas warga, baik untuk kepentingan ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan sosial lainnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bedayutalang Hermansyah menyampaikan bahwa kerja bakti pengecoran jalan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Desa dalam menjaga dan merawat fasilitas umum agar tetap layak digunakan masyarakat.

“Kami dari pemerintah desa terus berupaya merawat fasilitas umum, terutama jalan lingkungan yang menjadi akses utama warga. Perawatan ini tidak hanya dilakukan melalui program pembangunan desa, tetapi juga dengan mengajak masyarakat bergotong royong agar rasa memiliki terhadap fasilitas desa semakin kuat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan akses jalan di Dusun Duren semakin layak dan aman dilalui, serta mampu meningkatkan kenyamanan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain itu, kegiatan kerja bakti juga menjadi sarana memperkuat persatuan dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat Desa Bedayutalang. (Pendim0821)

Miris! Anak TK di Lumajang Dianiaya Ayah Tiri, Pelaku Ditangkap

pelaku saat diamankan polisi dan warga

Lumajang (Onenewsjatim)
– Seorang pria berinisial MU diamankan aparat kepolisian setelah diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak tirinya yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK).

Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di rumah pelaku yang berada di Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.

Informasi yang dihimpun, kasus ini terungkap setelah adanya laporan masyarakat terkait dugaan penganiayaan terhadap anak.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas dari Polres Lumajang langsung mendatangi lokasi dan mengamankan terduga pelaku di kediamannya.

Kasubsi Pidm Si Humas Polres Lumajang, Suprapto, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan, kejadian bermula saat pelaku mencari korban yang diketahui tidak berada di rumah.

“Korban saat itu berada di rumah tetangga. Kemudian disuruh pulang, namun sesampainya di rumah korban justru dimarahi oleh pelaku,” ujar Suprapto.

Tak hanya itu, pelaku diduga melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap korban. Korban disebut didorong hingga terluka, kemudian diseret ke kamar mandi dan disiram air.

“Bahkan jari tangan korban sempat dimasukkan ke dalam mulut korban. Selain itu, korban juga dipukul menggunakan cambuk yang mengenai punggung hingga mengalami memar,” jelasnya.

Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lumajang. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mendalami motif pelaku melakukan tindakan kekerasan terhadap anak tirinya tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman terkait motif pelaku,” pungkasnya.(Imam)


03/04/2026

Dua Tiang Listrik Roboh Diterjang Angin, Sejumlah Wilayah Lumajang Padam


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Lumajang pada Jumat (3/4/2026) sore menyebabkan dua tiang listrik roboh di dua titik berbeda. Akibatnya, sejumlah wilayah mengalami pemadaman listrik.

Dua tiang listrik tersebut dilaporkan roboh di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, serta Desa Banjarwaru, Kecamatan Lumajang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut.

Manager PLN ULP Lumajang, Drian Friska Nugraha, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian. Tim PLN segera melakukan investigasi guna memastikan kebutuhan material yang diperlukan untuk perbaikan.

“Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, kami langsung mengirim material yang dibutuhkan, termasuk tiang dan perlengkapan konstruksi pendukung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini proses perbaikan difokuskan pada pendirian kembali dua tiang listrik yang roboh serta penggantian material yang rusak. Untuk mempercepat penanganan, PLN mendatangkan peralatan dan tiang pengganti dari Kabupaten Jember.

“Peralatan pengganti dan tiang baru kami datangkan dari Jember. Ada sekitar 10 tim yang kami kerahkan di lapangan,” katanya.

Drian menambahkan, pihaknya menargetkan proses perbaikan dapat selesai sebelum subuh agar aliran listrik segera kembali normal. Namun demikian, PLN tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap tahapan pekerjaan.

Pemadaman listrik sendiri berdampak pada sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Ranuyoso, Tempursari, Sumbermujur, Kloposawit, Penanggal, Candipuro, Srebet, Purwosono, hingga Pasirian.

Menurut Drian, pada awal kejadian, aliran listrik sebenarnya belum langsung padam meski tiang telah roboh. Namun, PLN sengaja melakukan pemadaman untuk menghindari potensi bahaya bagi masyarakat.

“Pemadaman dilakukan sebagai langkah pengamanan. Setelah itu kami melakukan manuver beban untuk mempersempit wilayah terdampak,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, terdapat empat penyulang listrik yang terdampak dari robohnya tiang tersebut. Tiga penyulang menyuplai wilayah Tempeh, sementara satu lainnya mengaliri kawasan Senduro.

Dalam proses perbaikan, PLN menghadapi kendala karena lokasi tiang yang roboh berada di dekat permukiman warga. Hal ini membuat penggunaan alat berat harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Lokasi cukup padat karena berada di sekitar rumah warga, sehingga pengerjaan harus ekstra hati-hati. Namun sejauh ini proses masih berjalan aman,” katanya.

Lebih lanjut, material dari tiang yang roboh yang masih layak pakai telah diamankan dan akan digunakan kembali pada konstruksi baru.

PLN memastikan terus berupaya mempercepat proses normalisasi listrik di wilayah terdampak. Dengan material yang telah tersedia, pekerjaan kini difokuskan pada pemasangan dan penguatan jaringan agar pasokan listrik dapat kembali stabil.

“Kami optimistis penormalan bisa selesai sebelum subuh. Saat ini seluruh tim masih bekerja di lapangan,” pungkas Drian. ((Imam)

Mulai April 2026, ASN Pemkab Lumajang Kerja dari Rumah Tiap Jumat


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berencana menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat mulai April 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya efisiensi energi, khususnya dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan penggunaan listrik di lingkungan perkantoran.

Menurut Agus, kebijakan ini juga selaras dengan arahan pemerintah pusat. 

“Ibu Bupati Lumajang menetapkan WFH setiap hari Jumat, menyesuaikan dengan edaran dari Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya saat ditemui awak media.

Ia menambahkan, penerapan WFH di Lumajang memiliki perbedaan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang lebih dulu memberlakukan sistem serupa setiap hari Rabu.

Namun demikian, tidak seluruh pegawai akan menjalankan WFH. Kebijakan ini hanya diperuntukkan bagi ASN yang bertugas di bidang administrasi. 

Sementara itu, pegawai yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik tetap diwajibkan bekerja di kantor guna memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

“Pelayanan publik tidak boleh terganggu, sehingga petugas di lini tersebut tetap masuk seperti biasa,” tegasnya.

Saat ini, Pemkab Lumajang masih melakukan pemetaan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) yang dapat menerapkan WFH secara penuh, sebagian, maupun yang tidak memungkinkan sama sekali.

Lebih lanjut, Agus mengungkapkan bahwa ASN yang menjalankan WFH tetap diwajibkan memenuhi ketentuan presensi. Absensi dilakukan dua kali, yakni saat masuk dan pulang kerja pada pukul 15.30 WIB.

“Presensi dilakukan dari rumah masing-masing dengan sistem yang mengharuskan pegawai menampilkan wajah serta titik koordinat lokasi,” jelasnya.

Dengan penerapan kebijakan ini, diharapkan pengeluaran energi dapat ditekan tanpa mengurangi produktivitas kerja ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang. (Imam)



Babinsa dan Bhabinkamtibmas Tempursari Ajak RT/RW Perkuat Kewaspadaan Lingkungan


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Aparat kewilayahan di Desa Tempursari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. 

Hal itu diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi kamtibmas yang melibatkan para Ketua RT dan RW di Balai Desa Tempursari, Kamis (3/4/2026).

Babinsa Tempursari Pos Koramil 0821/05 Kedungjajang, Serma Muhamad Soli, mengatakan bahwa peran RT dan RW sangat strategis sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat komunikasi dan koordinasi agar potensi gangguan bisa dicegah sejak dini,” ujar Soli.

Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali budaya gotong royong serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. Selain itu, ia juga mendorong optimalisasi sistem keamanan lingkungan seperti ronda malam dan pelaporan cepat apabila ditemukan hal mencurigakan.

Senada dengan itu, Bhabinkamtibmas Tempursari, Aiptu Totok Yusmanto, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar atau hoaks, yang berpotensi memicu konflik sosial.

“Peran RT dan RW sangat penting dalam menjaga stabilitas desa. Dengan komunikasi yang baik, potensi konflik, kenakalan remaja, hingga tindak kriminalitas bisa diminimalkan,” kata Totok.

Sementara itu, Kepala Desa Tempursari, Fitrianingsih, mengapresiasi keterlibatan aktif Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam mendampingi pemerintah desa menjaga kondusivitas wilayah.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat. Kami berharap RT dan RW dapat menjadi penggerak di lingkungannya serta menjadi jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah,” ujarnya.

Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin solid antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga Desa Tempursari tetap aman, tertib, dan harmonis, sehingga aktivitas warga dapat berjalan dengan lancar.

Editor: Imam Fatoni 

Penulis: Pendim 0821 Lumajang


Pererat Sinergitas Pasca Lebaran, Babinsa Hadiri Halal Bihalal Stakeholder Jogoyudan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Upaya memperkuat sinergi antar unsur pemerintahan dan aparat kewilayahan terus dilakukan pasca perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. 

Salah satunya melalui kegiatan Halal Bihalal yang digelar di Balai Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Kamis (2/4/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri Babinsa Jogoyudan Koramil 0821-01/Lumajang, Serda Moh. Mu’ali, bersama Lurah Jogoyudan Yuniar Ken Sari, S.STP., M.A.P., perangkat kelurahan, serta berbagai stakeholder setempat.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Serda Moh. Mu’ali menegaskan bahwa momentum Halal Bihalal tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, melainkan sarana strategis untuk mempererat komunikasi dan koordinasi lintas sektor.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat sinergitas dan soliditas antar unsur di wilayah. Dengan komunikasi yang baik, setiap persoalan dapat diselesaikan secara bersama-sama dan penuh kekeluargaan,” ujar Mu’ali.

Ia juga menambahkan, kebersamaan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung kelancaran pembangunan di tingkat kelurahan.

Sementara itu, Lurah Jogoyudan, Yuniar Ken Sari, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Babinsa dan seluruh stakeholder yang dinilai menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kebersamaan di wilayahnya.

“Kolaborasi yang baik antara pemerintah kelurahan, aparat kewilayahan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif,” ungkapnya.

Menurut Yuniar, kegiatan seperti Halal Bihalal juga menjadi ruang efektif untuk memperkuat hubungan emosional sekaligus menyatukan visi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, ditandai dengan saling bersalaman serta ramah tamah antar peserta. Diharapkan, melalui kegiatan tersebut, hubungan kerja yang telah terjalin dapat semakin solid dan berkelanjutan.


Editor: Imam 

Penulis : Pendim 0821 Lumajang 


Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved