-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

02/09/2026

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Kaliwungu Bersama Petani Siapkan Lahan Tanam


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah binaan, Babinsa Kaliwungu Koramil 0821-10/Tempeh Sertu Abdul Haris melaksanakan pendampingan pengolahan lahan sawah milik Bapak Anwar, anggota Kelompok Tani (Poktan) Sumberjaya, di Dusun Karangrejo RT 002 RW 004, Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan pada lahan persawahan seluas kurang lebih 1,5 hektare. Dalam pendampingannya, Sertu Abdul Haris turut membantu petani dalam proses pengolahan lahan sebagai tahap awal sebelum memasuki masa tanam.

Pendampingan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Babinsa terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah petani diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus mempererat komunikasi dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat, khususnya para petani di wilayah binaan.

Sertu Abdul Haris menyampaikan bahwa pengolahan lahan menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan budidaya tanaman. Karena itu, proses tersebut perlu dilakukan secara baik agar kondisi tanah siap digunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada para petani. Kami ingin membantu dan memberikan motivasi agar setiap tahapan kegiatan pertanian dapat berjalan dengan baik, sehingga diharapkan hasil produksi nantinya juga dapat meningkat,” ujar dia.

Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pertanian tidak hanya sebatas membantu pekerjaan di lapangan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengetahui secara langsung berbagai kondisi dan kendala yang dihadapi petani.

Sementara itu, Ketua Poktan Sumberjaya, Jumiadi, menyampaikan bahwa pengolahan lahan merupakan tahapan penting yang harus dipersiapkan dengan baik sebelum memasuki masa tanam. Kondisi tanah yang diolah secara optimal diharapkan dapat mendukung pertumbuhan tanaman dan memberikan hasil produksi yang lebih baik.

“Pengolahan lahan ini kami lakukan untuk mempersiapkan kondisi tanah agar lebih siap untuk ditanami. Dengan lahan yang diolah dengan baik, diharapkan proses tanam nantinya dapat berjalan lancar dan tanaman bisa tumbuh secara maksimal,” pungkasnya.

Kegiatan pendampingan tersebut sekaligus mencerminkan sinergi antara Babinsa dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian. Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan produktivitas lahan pertanian di Desa Kaliwungu dapat terus ditingkatkan serta turut berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan di wilayah binaan. (Pendim0821)

Dandim Lumajang Tinjau Karhutla TNBTS Ranupani, Pastikan Kesiapan Penanganan di Lapangan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi terkini karhutla di Blok Landengan Dowo, yang berada di antara Pos 1 dan Pos 2 jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo.

Setibanya di Posko Penanganan Karhutla di Kantor TNBTS Resort Ranupani, Anton menerima laporan mengenai perkembangan kondisi kebakaran dari sejumlah unsur yang terlibat dalam penanganan.

Dalam kegiatan tersebut, Dandim didampingi Pjs. Danramil 0821/03 Senduro Kapten Czi Suharsono, Kapolsek Senduro AKP Wahono Puji S., S.H., Kepala TNBTS Resort Ranupani Rianto Arhie, Babinsa Ranupani Serda Zainal Arifin, Bhabinkamtibmas Aipda David, personel TNBTS serta BPBD Kabupaten Lumajang.

Cek peralatan pemadaman

Sebelum menuju lokasi, Anton terlebih dahulu mengecek kesiapan peralatan yang digunakan untuk penanganan karhutla.

Salah satunya peralatan pemadam api dan blower milik TNBTS yang digunakan untuk membantu menghalau asap di lokasi terdampak.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dalam kondisi siap digunakan apabila diperlukan dalam proses penanganan di lapangan.

Setelah itu, Anton bersama jajaran TNI, Polri, TNBTS dan BPBD bergerak menuju kawasan Landengan Dowo untuk memantau titik kepulan asap.

Rombongan kemudian tiba di Pos 1 jalur pendakian Ranu Kumbolo. Dari lokasi tersebut, mereka melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi kawasan dan kepulan asap yang masih terlihat.

Keselamatan personel jadi prioritas

Anton mengatakan, pemantauan langsung diperlukan untuk mengetahui perkembangan kondisi karhutla sekaligus menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan situasi di lapangan.

Menurut dia, penanganan karhutla di kawasan konservasi membutuhkan koordinasi lintas instansi, mengingat kondisi medan yang tidak mudah dijangkau.

"Kami bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan," kata Anton.

Ia menegaskan, keselamatan personel menjadi perhatian utama dalam setiap upaya penanganan karhutla.

"Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, sementara upaya penanganan dilakukan secara bersama-sama sesuai kondisi dan situasi di lokasi," ujarnya.

Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Kodim 0821/Lumajang terhadap upaya penanganan karhutla di kawasan TNBTS.

Koordinasi antara TNI, Polri, TNBTS dan BPBD terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan.




600 Hektare Hutan TNBTS Terbakar, Polisi: Belum Ditemukan Dugaan Pembakaran

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi saat di konfirmasi

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Resor (Polres) Lumajang masih menyelidiki penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Semeru, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut mulai terpantau pada Rabu (26/8/2026).

Titik awal kebakaran dilaporkan muncul di Blok Gunung Kembar, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro.

Hingga memasuki hari kedelapan, kebakaran telah menghanguskan sekitar 600 hektare kawasan hutan TNBTS di wilayah Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab munculnya api.

Penyelidikan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia atau terdapat unsur kesengajaan.

"Kami sudah melakukan beberapa tahapan penyelidikan untuk melihat apakah ada human error atau ada pelaku pembakaran," kata Riki di Mapolres Lumajang, Rabu (2/9/2026).

Menurut Riki, penyelidikan juga mendapat dukungan dari Polda Jawa Timur.

Namun, proses penyelidikan menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo yang memiliki medan cukup sulit dijangkau.

"Dari mulai pos 1, 2, 3, 4 dan 5 di jalur pendakian Ranu Kumbolo, kami hanya bisa memantau dari bawah," ujarnya.

Polres Lumajang sebelumnya juga sempat berupaya melakukan pendakian dengan melibatkan personel Satuan Samapta untuk melihat langsung kondisi di lokasi.

Namun, hingga saat ini petugas belum menemukan indikasi yang mengarah pada dugaan tindak pidana pembakaran hutan.

"Kami sempat juga melakukan pendakian bersama Samapta, tapi sampai saat ini belum ditemukan dugaan tindak pidana pembakaran," kata Riki.

Meski demikian, penyelidikan akan terus dilakukan. Setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan, polisi akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam di lokasi.

Riki mengatakan, pemeriksaan nantinya akan melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) bersama tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis).

"Biasanya nanti dilakukan Labfor bersama Inafis di titik yang diduga rawan adanya human error atau tindak pidana pembakaran. Tapi sampai saat ini masih belum, kami masih melakukan upaya pemadaman," jelasnya.

Api Mulai Mereda

Sementara itu, Riki menyebut kondisi kebakaran di wilayah Senduro mulai berangsur mereda.

Sejumlah titik api masih ditemukan, tetapi berdasarkan pemantauan petugas, pergerakan api cenderung mengarah ke wilayah Kabupaten Malang.

"Alhamdulillah masih aman. Memang ada beberapa titik api, tapi saya lihat mengarah ke Kabupaten Malang. Untuk wilayah Senduro sendiri perlahan-lahan api mulai padam. Mohon doanya," ungkapnya.

Untuk mendukung proses pemadaman dan penanganan karhutla, Polres Lumajang mengerahkan sekitar 50 personel.

Personel tersebut diperkuat anggota Polsek Senduro  bersama petugas gabungan untuk membantu upaya pemadaman, pemantauan, serta pengamanan kawasan terdampak.

Karhutla Semeru Berdampak pada Satwa Liar, TNBTS Temukan Kijang dan Teledu Mati


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berdampak terhadap satwa liar. 

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) menemukan dua satwa mati di kawasan terdampak kebakaran.

Kabag TU BB-TNBTS Bambang Suriyono mengatakan dua satwa yang ditemukan mati tersebut yakni kijang dan teledu. Keduanya ditemukan di sekitar Pos 2 dan kawasan Ranu Kumbolo.

"Di situ ada satwa yang mati satu jenis teledu satu ekor. Kemudian tengkorak satwa kijang, belum dipastikan apakah dampak kebakaran atau sudah lama mati," kata Bambang di Lumajang, Rabu (1/9/2026).

Untuk satwa kijang, petugas hanya menemukan bagian tengkorak atau kerangkanya. Karena itu, BB-TNBTS belum dapat memastikan apakah kematian kijang tersebut disebabkan langsung oleh kebakaran.

Sementara itu, petugas menemukan satu ekor teledu dalam kondisi mati di kawasan yang terdampak karhutla

Selain menemukan satwa mati, petugas juga mendapati jejak keberadaan macan tutul di kawasan terdampak kebakaran. Bambang menduga macan tutul tersebut masih hidup dan telah berpindah ke lokasi lain yang lebih aman.

"Ada juga jejak macan tutul yang ini kemungkinan masih hidup dan kemungkinan besar dia bermigrasi ke tempat lain yang lebih aman," ujarnya.

Karhutla Meluas di Lereng Semeru

Bambang mengatakan kebakaran saat ini meluas ke sejumlah titik di kawasan TNBTS. Beberapa di antaranya Pos 1, Pos 2, Watu Rejeng, Sentong, hingga Gunung Kepolo.

"Untuk titik kebakaran saat ini ada di Pos 1, Pos 2, Watu Rejeng, Sentong, Gunung Kepolo dan ada satu titik yang merembet ke Ngadas, Kabupaten Malang," kata Bambang.

Diketahui, Kebakaran hutan tersebut mulai terjadi sejak Rabu (26/8/2026). Titik api pertama kali diketahui muncul dari Blok Gunung Kembang, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Lokasi tersebut berada di jalur pendakian Gunung Semeru. Api kemudian dilaporkan masih membara di sejumlah kawasan, termasuk Blok Ayak-Ayak, Kalimati, Gunung Kolong hingga pertigaan Trisula di wilayah Kabupaten Malang.

Luas lahan hutan yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 600 hektare. 

Namun, angka tersebut masih fluktuatif dan diperkirakan dapat bertambah karena api hingga kini belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Narkoba di Lumajang Diedarkan via Online dan Sistem Ranjau, 29 Tersangka Ditangkap


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Peredaran narkoba di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilakukan dengan berbagai modus, mulai dari transaksi secara online, menggunakan jasa kurir hingga sistem ranjau. Modus tersebut terungkap dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026 yang digelar Polres Lumajang.

Selama operasi yang berlangsung selama 12 hari, mulai 12 hingga 23 Agustus 2026, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lumajang mengungkap 23 kasus dan menangkap 29 tersangka.

Dari 29 tersangka tersebut, sebanyak 28 orang merupakan laki-laki dan satu orang perempuan.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, pengungkapan kasus dilakukan di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Lumajang.

"Dari hasil Operasi Tumpas Narkoba 2026, Satresnarkoba Polres Lumajang berhasil mengungkap sebanyak 23 kasus di beberapa tempat kejadian perkara," kata Riki saat memberikan keterangan di Lumajang.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 172,62 gram sabu dan 4.505 butir pil obat keras berbahaya (okerbaya).

Selain itu, polisi juga mengamankan uang tunai Rp 29,8 juta, 27 unit telepon seluler, 11 sepeda motor milik pelaku, empat timbangan, serta empat alat hisap sabu.

Modus Online hingga Sistem Ranjau

Riki menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan dan pengintaian terhadap para pelaku maupun pengguna narkoba.

Petugas juga menggunakan metode counter delivery untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba.

"Satresnarkoba telah melakukan serangkaian penyelidikan, pengintaian berupa counter delivery terhadap para tersangka dan pengguna narkoba di Kabupaten Lumajang," ujar Riki.

Menurut Riki, para pelaku menggunakan sejumlah modus dalam menjalankan aksinya. Salah satunya dengan memanfaatkan transaksi secara online dan jasa kurir.

Selain itu, polisi menemukan modus sistem ranjau. Dalam modus ini, transaksi diawali dengan pembayaran melalui transfer dana.

Setelah pembayaran diterima, pelaku kemudian mengirimkan titik lokasi kepada pembeli. Barang narkoba selanjutnya ditinggalkan di lokasi yang telah ditentukan untuk diambil oleh pembeli.

"Modus operandinya bermacam-macam, baik penjualan secara online melalui kurir maupun melalui modus ranjau. Pelaku melakukan transaksi menggunakan transfer dana, kemudian memberikan titik lokasi dan meninggalkan barang untuk diambil pembeli," jelasnya.

Riki mengatakan, sebagian besar pelaku yang diamankan merupakan masyarakat Kabupaten Lumajang.

Dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai peredaran narkoba. Masyarakat dan rekan-rekan media juga diminta segera melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika.

"Masyarakat kami imbau untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam menekan angka peredaran narkotika. Apabila mendapatkan informasi peredaran narkoba, silakan informasikan ke Polres Lumajang atau melalui layanan 110," katanya.

21 Pengedar dan 8 Pengguna

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Lumajang Iptu Dwi Sugiyanto mengatakan, dari 29 tersangka yang ditangkap, sebanyak 21 orang merupakan pengedar dan delapan lainnya pengguna.

"Untuk yang terlibat dalam Operasi Tumpas Narkoba, kami menangkap 21 pengedar dan delapan pengguna," kata Dwi.

Menurut Dwi, rata-rata para tersangka masih berusia muda. Sebagian di antaranya sudah bekerja dan berkeluarga.

Dia mengatakan, modus transaksi yang digunakan para pelaku sebagian besar melalui sistem ranjau dan secara online.

Polisi juga mengungkap adanya seorang bandar yang beroperasi di wilayah Kalipepe, Kabupaten Lumajang.

"Sementara ini ada satu bandar yang kemarin di daerah Kalipepe," ujarnya.

Terhadap tersangka yang berperan sebagai pengedar, penyidik menerapkan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.

Sementara terhadap tersangka pengguna, polisi menerapkan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun. (Mam9



01/09/2026

Emak-emak Laporkan Dugaan Arisan Bodong di Lumajang, Kerugian Belasan Juta Rupiah


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Sejumlah perempuan mendatangi Mapolres Lumajang, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026). Mereka mengadukan dugaan penipuan berkedok arisan yang disebut menyebabkan sejumlah anggota mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.

Para korban tiba di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Lumajang sekitar pukul 14.30 WIB

Mereka mengaku mengikuti arisan yang dikoordinatori perempuan berinisial H, warga Kecamatan Kedungjajang, Lumajang.

Salah satu peserta, Indah, mengatakan arisan tersebut telah berjalan sejak 2020 dan diikuti sekitar 68 anggota. Setiap peserta diwajibkan membayar iuran Rp 200.000 setiap bulan.

Menurut Indah, arisan tersebut memiliki dua skema, yakni uang dan barang. Namun, selama sekitar empat bulan terakhir, pengundian disebut tidak lagi dilakukan.

Padahal, sejumlah nama peserta disebut telah keluar dalam undian dan seharusnya menerima uang arisan.

"Sudah sekitar empat bulan arisan tidak dikopyok. Terus banyak lot yang sudah keluar, tapi uangnya tidak dikasihkan," kata Indah saat ditemui di Mapolres Lumajang, Selasa.

Indah mengatakan pengundian terakhir dilakukan pada Mei 2026. Namun, uang arisan untuk sejumlah anggota yang namanya telah keluar dalam undian hingga kini belum diterima.

"Ada sembilan orang yang namanya keluar saat undian arisan, tetapi uang tersebut tidak diberikan oleh bandar arisan sampai sekarang," ujarnya.

Dia menyebut masih terdapat sekitar lima anggota yang belum mendapatkan haknya.

Kondisi tersebut membuat para peserta mencari keberadaan koordinator arisan. Mereka menduga koordinator tersebut telah meninggalkan rumah.

"Sementara yang masih ada di lot sekitar lima orang. Dugaan penipuan ini sudah gempar di kalangan anggota dan orangnya (koordinator arisan) lari dan hilang," kata Indah.

Setor Rp 200.000 per Bulan

Indah menjelaskan, setiap anggota membayar iuran Rp 200.000 setiap bulan. Besaran uang yang diterima peserta ketika mendapatkan giliran berbeda-beda, tergantung jenis arisan.

"Ada arisan barang, ada uang. Jadi setiap bulan bayar arisan Rp 200 ribu. Untuk mendapatkan arisan Rp 13,6 juta dan ada yang dapat Rp 15 juta," jelasnya.

Indah mengaku telah menyetorkan uang sekitar Rp 12,4 juta selama mengikuti arisan.

Namanya, kata dia, sudah keluar dalam undian. Namun, uang yang menjadi haknya belum diterima.

"Saya belum dapat, tapi nama saya sudah keluar (dalam undian), katanya sudah lama. Tapi saya tidak menerima uangnya sampai sekarang," katanya.

"Harusnya saya dapat Rp 13,6 juta. Tapi uang saya yang sudah masuk (di arisan) itu Rp 12,4 juta," imbuhnya.

Menurut Indah, arisan tersebut seharusnya telah berakhir pada Agustus 2026. Namun, hingga kini masih terdapat anggota yang mengaku belum menerima haknya.

Datangi Rumah Koordinator

Para peserta sebelumnya juga sempat mendatangi rumah koordinator arisan untuk meminta penjelasan.

Namun, mereka mengaku tidak menemukan koordinator tersebut di rumah.

Upaya komunikasi melalui aplikasi WhatsApp juga disebut tidak membuahkan hasil. Indah mengatakan koordinator justru merespons dengan kemarahan ketika dihubungi.

"Kalau di WA itu orangnya marah-marah, katanya tidak usah banyak bantah," ungkapnya.

Indah menyebut sekitar delapan korban datang ke Mapolres Lumajang untuk mengadukan persoalan tersebut.

Nilai kerugian yang dialami masing-masing peserta berbeda-beda.

Polisi Minta Bukti Dilengkapi

Kasubsi Humas Polres Lumajang IPDA Suprapto membenarkan adanya sejumlah peserta arisan yang datang ke SPKT untuk mengadukan dugaan penipuan.

Namun, polisi menyebut bukti yang dibawa para pelapor masih belum lengkap.

Karena itu, para korban diminta melengkapi dokumen dan bukti yang berkaitan dengan dugaan penipuan tersebut sebelum laporan diproses lebih lanjut.

"Kalau bukti-bukti itu sudah terkumpul, silakan kembali ke SPKT Polres Lumajang," kata IPDA Suprapto.


Karhutla TNBTS Mereda, Babinsa Argosari Pastikan Empat Titik Rawan Bebas Api



Lumajang, (Onenewsjatim)-paya pencegahan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan jajaran Kodim 0821/Lumajang. Babinsa Desa Argosari Koramil 0821/03 Senduro, Sertu Edi Kuswanto, melaksanakan pemantauan kondisi kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Resort Senduro, khususnya di wilayah Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Senin (31/8/2026).

Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan tidak adanya titik api maupun potensi munculnya kembali kebakaran di sejumlah lokasi yang sebelumnya menjadi perhatian. Adapun titik yang dipantau meliputi Blok Ledok Bedor, Pusung Jantur, Pusung Tengah, dan Pusung Dowo.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi seluruh titik tersebut terpantau aman. Tidak ditemukan adanya titik api aktif maupun kepulan asap, sementara api yang sebelumnya muncul di kawasan tersebut dipastikan telah padam.

Kegiatan pemantauan menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi Karhutla, khususnya pada musim kemarau ketika kondisi vegetasi yang mengering berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Kondisi medan pegunungan dan kawasan hutan yang luas juga menuntut adanya pengawasan secara berkelanjutan agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera diketahui dan ditangani.

Sertu Edi Kuswanto menyampaikan bahwa pemantauan akan terus dilakukan bersama unsur terkait sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran.

“Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman dan tidak ada lagi titik api. Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan, terutama di titik-titik yang memiliki potensi rawan kebakaran,” ujarnya.

Selain pemantauan, peran aktif seluruh pihak dan masyarakat sekitar kawasan hutan juga sangat diperlukan. Kesadaran untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan ekosistem.

Melalui pemantauan yang intensif dan sinergi seluruh unsur, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS Resort Senduro dapat terus ditekan. Kondisi titik-titik rawan yang saat ini telah padam menjadi perhatian bersama agar tidak kembali muncul akibat kondisi cuaca dan lingkungan yang masih kering. (Pendim 0821)

Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved