-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

22/08/2026

Kapolres Lumajang Sambangi Tiga Tokoh Keagamaan, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi S.H., S.I.K., M.H. memperkuat komunikasi dengan tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan setelah resmi menjabat sebagai Kapolres Lumajang.

Pada Kamis (20/8/2026), Riki melakukan silaturahmi ke tiga tempat, yakni Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lumajang, Pondok Pesantren Miftahul Ulum di Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, serta Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang.

Rangkaian kunjungan tersebut dilakukan untuk membangun komunikasi sekaligus memperkuat sinergitas antara kepolisian dengan ulama, tokoh agama, dan organisasi keagamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Di Kantor PDM Lumajang, Riki disambut Ketua PDM Kabupaten Lumajang dr. Halimi Maksum, M.MRS., bersama jajaran pengurus.

Sementara di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kapolres bertemu langsung dengan pengasuh pesantren K.H. M. Husni Zuhri.

Adapun di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin, Riki bersilaturahmi dengan Ketua PCNU Kabupaten Lumajang Dr. KH. Muhammad Darwis, M.Pd.I., yang akrab disapa Gus Darwis.

Minta Doa Restu dan Dukungan

Riki mengatakan, silaturahmi tersebut merupakan langkah awal untuk memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat setelah dirinya dipercaya memimpin Polres Lumajang.

Menurut dia, keberadaan ulama, tokoh agama, pesantren, dan organisasi keagamaan mempunyai peran penting dalam membantu kepolisian menjaga kondusivitas wilayah.

"Saya sebagai Kapolres Lumajang yang baru tentunya ingin memperkenalkan diri sekaligus memohon doa restu, nasihat, dan dukungan dari para tokoh agama," kata Riki.

Ia menegaskan, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Kami tentu sangat membutuhkan dukungan dan peran serta seluruh elemen masyarakat. Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga kamtibmas," ujarnya.

Riki berharap komunikasi dengan para ulama dan organisasi keagamaan tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi dapat dilanjutkan melalui kerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di masyarakat.

"Kami berharap sinergitas ini terus terjalin dengan baik. Dibutuhkan peran seluruh elemen masyarakat, termasuk para ulama, tokoh agama, dan masyarakat," katanya.

Bahas Hoaks dan Intoleransi

Dalam pertemuan dengan PDM, PCNU, dan pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, sejumlah persoalan sosial turut menjadi bahan pembahasan.

Salah satunya mengenai penyebaran informasi palsu atau hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Riki mengatakan, perkembangan teknologi dan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan cepat. Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.

"Kita bersama-sama harus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Termasuk bagaimana kita bersama-sama menjaga toleransi dan kerukunan," jelasnya.

Selain hoaks, Riki juga menyoroti pentingnya mencegah berkembangnya paham intoleransi yang dapat mengganggu kerukunan masyarakat.

Menurutnya, tokoh agama memiliki posisi strategis karena pesan-pesan yang disampaikan melalui ulama dan tokoh agama dapat lebih mudah diterima masyarakat.

"Tokoh agama mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi yang baik agar bersama-sama menjaga Lumajang tetap aman dan kondusif," tutur Riki.

Pesantren Dinilai Punya Peran Strategis

Riki juga menilai pondok pesantren memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda.

Selain memberikan pendidikan agama, pesantren dinilai menjadi salah satu tempat untuk menanamkan nilai persatuan, toleransi, dan kecintaan terhadap bangsa.

"Kami berharap para ulama dan pesantren terus menjadi mitra strategis kepolisian. Pesan-pesan kamtibmas yang disampaikan oleh para kiai tentu sangat berarti bagi masyarakat," imbuhnya.

Saat berada di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Riki juga meminta doa restu kepada K.H. M. Husni Zuhri agar dirinya bersama seluruh jajaran Polres Lumajang diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas.

Sebagai Kapolres yang baru, kami mohon doa restu dan dukungan dari para kiai. Semoga kami bersama seluruh jajaran Polres Lumajang diberikan kelancaran dan kekuatan dalam menjalankan amanah menjaga keamanan masyarakat," katanya.

Riki kemudian mengajak para santri dan masyarakat untuk ikut menjaga kondusivitas serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Kami mengajak seluruh masyarakat, termasuk para santri, untuk ikut menjaga kondusivitas. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum tentu benar dan jangan mudah terprovokasi," ucapnya.

PDM, PCNU, dan Pesantren Siap Bersinergi

Kapolres silaturahmi dengan Ketua PDM Kabupaten Lumajang dr. Halimi Maksum

Ketua PDM Kabupaten Lumajang dr. Halimi Maksum, M.MRS., menyambut baik silaturahmi yang dilakukan Kapolres Lumajang.

Menurut Halimi, komunikasi antara kepolisian dan organisasi masyarakat menjadi langkah penting untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.

"Kami menyambut baik silaturahmi Kapolres Lumajang ke PDM. Ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergitas antara Muhammadiyah dengan Polres Lumajang," ujar Halimi.

Ia menegaskan, Muhammadiyah siap mendukung kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas Kabupaten Lumajang.

"Prinsipnya kami siap bersinergi dan mendukung kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusivitas Kabupaten Lumajang," imbuhnya.

Halimi juga menilai persoalan hoaks dan intoleransi perlu menjadi perhatian bersama agar perbedaan tidak berkembang menjadi sumber konflik.

Kapolres Lumajang silaturahmi K.H. M. Husni Zuhri

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum K.H. M. Husni Zuhri mengatakan, silaturahmi antara kepolisian dengan ulama merupakan langkah positif untuk mempererat hubungan dalam menjaga keamanan daerah.

"Kami menyambut baik kedatangan Bapak Kapolres Lumajang. Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk mempererat hubungan antara kepolisian dengan pesantren dan para ulama," ujar K.H. M. Husni Zuhri.

Ia menegaskan, pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut menjaga persatuan, kerukunan, dan kedamaian masyarakat.

"Kami dari pesantren tentu mendukung tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Para santri juga kami arahkan untuk ikut menjaga persatuan, kerukunan, dan kedamaian di masyarakat," katanya.

PCNU: Komunikasi Harus Terus Dibangun

Kapolres Lumajang silaturahmi Gus Darwis

Ketua PCNU Kabupaten Lumajang Dr. KH. Muhammad Darwis, M.Pd.I., atau Gus Darwis, juga menyambut baik kunjungan Kapolres Lumajang.

Menurut Gus Darwis, keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama sehingga komunikasi antara kepolisian, ulama, dan masyarakat perlu terus diperkuat.

"Kami menyambut baik kedatangan Bapak Kapolres Lumajang. Ini merupakan silaturahmi yang sangat baik untuk membangun komunikasi dan sinergitas antara kepolisian dengan ulama serta warga Nahdliyin," ujar Gus Darwis.

Ia memastikan PCNU Kabupaten Lumajang siap mendukung tugas kepolisian dalam menjaga kondusivitas wilayah.

"Kami tentu mendukung tugas-tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Lumajang. Ulama dan masyarakat harus ikut berperan menjaga persatuan serta memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat," katanya.

Gus Darwis berharap komunikasi antara ulama, aparat keamanan, dan masyarakat dapat dilakukan secara berkelanjutan.

"Kami berharap silaturahmi ini tidak berhenti di sini. Komunikasi dan sinergitas harus terus dibangun. Kalau ulama, umara, aparat keamanan, dan masyarakat bisa berjalan bersama, insyaallah Lumajang akan semakin kondusif," pungkasnya. (Imam) 



Babinsa Tempeh Tengah Dukung Pemantauan Tumbuh Kembang 54 Balita di Posyandu Melati


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak, Babinsa Tempeh Tengah Koramil 0821-10/Tempeh Serda Basuki melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan balita di Posyandu Melati, Dusun Krajan Timur RT 012 RW 004, Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan pelayanan Posyandu tersebut diikuti sekitar 54 balita. Dalam pelaksanaannya, Serda Basuki turut membantu dan mendampingi para kader serta tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada balita yang hadir bersama orang tua masing-masing.

Pendampingan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Babinsa terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam mendukung upaya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak usia dini. Kehadiran Babinsa juga diharapkan dapat mempererat sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat.

Disela kegiatan tersebut Serda Basuki menyampaikan bahwa kegiatan Posyandu memiliki peran penting dalam membantu orang tua memantau kondisi pertumbuhan dan kesehatan balita secara berkala.

“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan masyarakat. Melalui Posyandu, pertumbuhan dan perkembangan balita dapat dipantau secara rutin, sehingga apabila terdapat hal yang perlu mendapat perhatian dapat segera ditindaklanjuti,” ujar dia.

Sementara itu, Bidan Desa Jatisari Nariati, Amd.Keb., menjelaskan bahwa pelayanan Posyandu menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk mendapatkan pemantauan kesehatan balita secara berkala. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak, termasuk Babinsa, sangat membantu kelancaran kegiatan sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat untuk aktif memperhatikan kesehatan anak.

Ketua Gerbangmas Melati, Sunik Dwi Maria, juga mengapresiasi kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan Babinsa memberikan dukungan positif bagi kader dan orang tua dalam pelaksanaan pelayanan Posyandu.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Melalui pendampingan tersebut, Babinsa Tempeh Tengah terus berupaya hadir di tengah masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya generasi yang sehat melalui perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini. (Pendim0821)

Babinsa Jarit dan 32 Warga Gotong Royong Bersihkan DAM Sungai Kaliwungu


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan fungsi infrastruktur sumber daya air tetap optimal terus dilakukan Babinsa Jarit Koramil 0821-09/Candipuro Serka Wahyudi bersama masyarakat. 

Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti pembersihan DAM aliran Sungai Kaliwungu di Dusun Kebonsari RT 003 RW 002, Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan sebanyak 32 warga yang secara bersama-sama membersihkan berbagai material dan sampah yang berada di sekitar DAM serta aliran sungai. Dengan penuh semangat gotong royong, Babinsa dan warga bahu membahu memastikan kawasan DAM tetap bersih dan tidak terganggu oleh tumpukan material yang dapat menghambat aliran air.

Serka Wahyudi mengatakan, kerja bakti tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan serta upaya menjaga keberadaan DAM agar dapat berfungsi secara maksimal.

“Pembersihan DAM ini penting dilakukan secara rutin. Selain menjaga kelancaran aliran air, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian kita bersama terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan,” kata dia.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga infrastruktur sumber daya air. Dengan adanya kesadaran dan kebersamaan warga, berbagai potensi gangguan terhadap aliran sungai dapat diminimalkan sejak dini.

Sementara itu, Kepala Dusun Kebonsari, Totok Wardoyo, menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti tersebut sangat bermanfaat dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar DAM dan aliran Sungai Kaliwungu. Menurutnya, pembersihan secara bersama-sama dapat mencegah penumpukan sampah maupun material yang berpotensi mengganggu aliran air serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Babinsa dan warga yang bersama-sama membersihkan DAM. Dengan lingkungan yang bersih, aliran sungai dapat terjaga dan masyarakat juga menjadi lebih nyaman. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung terhadap kebersihan DAM Sungai Kaliwungu, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama merawat lingkungan dan menjaga fasilitas sumber daya air secara berkelanjutan.

Melalui semangat gotong royong yang terus dipelihara, Babinsa bersama masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi kekuatan bersama dalam menciptakan wilayah yang bersih, sehat, serta memiliki sistem pengairan yang tetap berfungsi dengan baik. (Pendim0821)

Alat Vital Dilukai Istri, Begini Kondisi Terkini Korban KDRT di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kondisi Ahmad Fauzi, warga Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga mengalami luka serius pada alat vital, berangsur membaik.

Ahmad Fauzi sebelumnya menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh istrinya, Ayu Amelia (25), pada Jumat (14/8/2026) pagi.

Saat kejadian, korban disebut tengah tertidur ketika mengalami luka akibat sabetan senjata tajam jenis celurit pada bagian alat vitalnya.

Akibat luka tersebut, korban harus mendapatkan penanganan medis di RSUD dr Haryoto Lumajang.

Kabid Pelayanan Medis RSUD dr Haryoto Lumajang, dr Yanna Susanti, mengatakan korban pertama kali diterima di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada 14 Agustus 2026.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tim medis segera melakukan tindakan operasi yang dikerjakan oleh dokter spesialis urologi.

"Pada tanggal 14 Agustus, dengan kondisi ada luka di alat vital, di Instalasi Gawat Darurat kami lakukan pemeriksaan dan segera pada saat itu juga kami lakukan operasi, dikerjakan oleh spesialis urologi," kata Yanna di Lumajang, Jumat (21/8/2026).

Setelah menjalani operasi, korban kemudian dipindahkan ke ruang perawatan untuk menjalani pemulihan.

Empat hari setelah kejadian, kondisi korban dinilai cukup membaik sehingga diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

"Setelah operasi, pasien masuk di ruang perawatan biasa. Empat hari kemudian, jadi tanggal 18 Agustus, pasien kami pulangkan untuk selanjutnya kontrol rawat jalan di Poli Urologi," ujarnya.

Meski telah diperbolehkan pulang, Yanna menegaskan kondisi korban belum dapat dinyatakan pulih sepenuhnya.

Korban masih harus menjalani kontrol dan evaluasi secara berkala di Poli Urologi RSUD dr Haryoto Lumajang.

Menurut Yanna, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengetahui perkembangan penyembuhan luka sekaligus memastikan fungsi organ yang terdampak dapat kembali secara optimal.

"Ya, tentunya kami semua berharap agar, baik itu fisik kondisi lukanya, apapun fungsi, fungsi berkemih, apapun fungsi reproduksinya, tetap kembali lagi dengan normal," katanya.

Ia menjelaskan, tim medis saat ini belum dapat memastikan apakah fungsi organ tersebut sudah kembali normal.

Pasalnya, korban masih berada dalam tahap pemulihan sehingga diperlukan evaluasi medis secara berkala.

"Jadi pasien memang masih perlu kami evaluasi dengan kontrol rutin secara berkala," tutur Yanna. (Imam) 

Guru PPPK Paruh Waktu Lumajang Soroti Tes CASN: Kasihan yang Sudah Lama Mengabdi


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sejumlah guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyambut baik rencana pengalihan status kepegawaian PPPK di daerah ke pemerintah pusat.

Kebijakan tersebut dinilai dapat memberikan kepastian mengenai status kepegawaian, termasuk payung hukum, gaji, serta peluang peningkatan kesejahteraan para guru.

Salah satu guru PPPK paruh waktu di Lumajang, Debi, yang mengajar di SD Kloposawit, Kecamatan Candipuro, mengatakan, pengalihan status ke pemerintah pusat diharapkan dapat menghilangkan perbedaan kesejahteraan antar daerah.

"Alhamdulillah, misalkan memang ditarik pemerintah pusat semua. Kemarin kan yang ikut daerah itu ada ketidaksamaan masing-masing daerah," kata Debi.

Menurut dia, selama masih berada di bawah pemerintah daerah, besaran gaji yang diterima PPPK paruh waktu dapat berbeda antara satu kabupaten dengan daerah lainnya.

"Kalau dibandingkan, gaji kita dengan gaji kabupaten lain itu kadang tidak sama. Kalau sekarang, alhamdulillah, berarti payung hukumnya sudah jelas, ikut pemerintah pusat," ujarnya.

Berharap Ada Peningkatan Gaji

Debi berharap pengalihan status tersebut tidak hanya mengubah nomenklatur kepegawaian, tetapi juga diikuti peningkatan kesejahteraan.

Ia, mengatakan, selama ini perubahan status dari tenaga sebelumnya menjadi PPPK paruh waktu belum serta-merta meningkatkan penghasilan yang diterimanya.

"Jujur, kemarin kan cuma ganti nama, gajinya tetap. Kalau misalnya ini ke pusat, setidaknya ada peningkatan," katanya.

Ia berharap ketika berada di bawah pemerintah pusat, aturan mengenai gaji dan hak-hak guru PPPK menjadi lebih jelas.

"Harapannya kalau dengan di pemerintah pusat, kalau bisa lebih baik dari yang di daerah. Kalau terkait gaji, kalau bisa ikut pusat, payung hukumnya juga jelas," tutur Debi.

Soroti Rencana Tes untuk Menjadi PPPK Penuh Waktu

Meski mendukung pengalihan status, Debi juga menyoroti rencana agar guru PPPK paruh waktu yang ingin menjadi PPPK penuh waktu tetap mengikuti seleksi CASN.

Menurut dia, mekanisme tersebut perlu mempertimbangkan masa pengabdian para guru yang selama bertahun-tahun telah menjalankan tugas di sekolah.

"Kalau harus melalui tes seleksi CASN, menurut saya tesnya lebih sebagai formalitas atau mengikuti alurnya saja, karena kami sudah pernah melalui proses sebelumnya," katanya.

Debi mengaku kurang sepakat apabila seluruh guru PPPK paruh waktu harus mengikuti tes dengan mekanisme yang sama tanpa mempertimbangkan masa kerja.

Menurut dia, guru yang telah lama mengabdi akan dirugikan apabila harus bersaing dengan peserta yang masa kerjanya jauh lebih singkat.

"Kalau semuanya dites secara rata, kasihan yang sudah lama mengabdi," ujarnya.

Ia bahkan menyinggung kondisi sejumlah guru yang sudah berusia lebih tua dan mengalami kendala ketika harus mengikuti ujian berbasis komputer.

"Saya lihat teman-teman yang tua-tua kasihan, tidak bisa menggunakan komputer. Kalau dites kemudian tidak lolos, kan kasihan," kata Debi.

Debi sendiri mengaku telah mengabdi sebagai guru selama 11 tahun. 

"Kalau saya sendiri alhamdulillah sudah 11 tahun menjadi guru," ujarnya.

Berharap Tak Sekadar Janji

Hal senada disampaikan guru PPPK paruh waktu lainnya di Lumajang, Verawati, yang mengajar di salah satu sekolah dasar di Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro.

Verawati menyambut baik apabila pemerintah pusat benar-benar mengambil alih status kepegawaian PPPK paruh waktu di daerah.

"Alhamdulillah kalau diambil alih pusat. Tapi harus benar-benar berubah status menjadi penuh waktu, kalau bisa langsung PNS," kata Verawati.

Menurut dia, pengalihan status tersebut harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan guru, bukan sekadar perubahan administrasi.

Verawati berharap kebijakan pemerintah tersebut tidak menjadi harapan palsu bagi para guru yang selama ini telah mengabdikan diri untuk dunia pendidikan.

"Jangan sampai ini hanya menjadi PHP (pemberi harapan palsu)," ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah memastikan pembayaran gaji dan tunjangan dilakukan secara tepat serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Gaji dan tunjangan harus tepat dan sesuai prosedur yang ada. Dan satu lagi, tidak di-PHP," Pungkas Verawati.

21/08/2026

Dari Sawah untuk Ketahanan Pangan, Babinsa Condro Dampingi Panen Padi Poktan Jaya Tani


Lumajang,.(Onenewsjatim)
– Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat pendampingan kepada petani di wilayah binaan, Babinsa Condro Koramil 0821-08/Pasirian, Sertu Dimas Ariyoso Utomo, melaksanakan pendampingan panen padi bersama Kelompok Tani (Poktan) Jaya Tani di Dusun Gentengan, Desa Condro, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan panen dilaksanakan di lahan pertanian seluas 3 hektare milik Siti Asia Rahayu. Dari lahan tersebut, petani berhasil memperoleh hasil panen sekitar 12 ton padi, menjadi salah satu gambaran produktivitas pertanian sekaligus potensi sektor pangan di wilayah Kecamatan Pasirian.

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Dimas Ariyoso Utomo turut mendampingi petani dalam proses panen dengan Combine Harvester  sekaligus melakukan komunikasi dengan kelompok tani mengenai kondisi tanaman dan hasil produksi. Pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

Babinsa menyampaikan bahwa pendampingan kepada petani akan terus dilakukan mulai dari proses pengolahan lahan, masa tanam, perawatan tanaman hingga panen. Kehadiran Babinsa diharapkan dapat membantu memperkuat koordinasi antara petani dengan pihak terkait serta mendorong semangat petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan kepada petani. Dengan turun langsung ke lapangan, kami dapat mengetahui kondisi pertanian sekaligus membantu mencarikan solusi apabila terdapat kendala yang dihadapi petani,” ujar dia.

Ketua Poktan Jaya Tani, Yakut, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan Babinsa. Menurutnya, kehadiran Babinsa memberikan motivasi bagi para petani untuk terus meningkatkan hasil produksi dan menjaga keberlanjutan usaha pertanian.

Sementara itu, PPL Arif Eko Lesmono turut memberikan pendampingan teknis kepada petani dalam mendukung pengelolaan pertanian agar hasil yang diperoleh dapat semakin optimal.

Hasil panen sebanyak 12 ton dari lahan seluas 3 hektare tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus mendukung ketersediaan pangan di wilayah. Sinergi antara Babinsa, kelompok tani, PPL dan pemilik lahan menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Melalui pendampingan Hanpangan secara konsisten, Babinsa jajaran Kodim 0821/Lumajang terus mendorong sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan di wilayah. (Pendim0821)

Persit KCK Kodim 0821 Lumajang Meriahkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Suasana meriah mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Makodim 0821/Lumajang, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti keluarga besar Kodim 0821/Lumajang, termasuk Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXXV. Beragam perlombaan khas perayaan 17 Agustus digelar untuk memeriahkan momentum kemerdekaan.

Ketua Persit KCK Cabang XXXV Dim 0821/Lumajang, Ny. Anita Anton Subhandi, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Keceriaan terlihat dari para peserta yang mengikuti setiap perlombaan. Tidak hanya menjadi ajang hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara anggota Persit, prajurit TNI, dan keluarga besar Kodim 0821/Lumajang.

Ny. Anita mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI memiliki makna lebih dari sekadar perlombaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan menumbuhkan semangat nasionalisme.

“Kegiatan seperti ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kekompakan dan kebersamaan keluarga besar Kodim 0821/Lumajang. Semangat kemerdekaan harus terus kita jaga dan kita isi dengan kegiatan positif,” ujar Ny. Anita.

Ia menambahkan, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan Kodim 0821/Lumajang.

Selain itu, keterlibatan Persit dalam berbagai kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan satuan sekaligus upaya menjaga semangat persatuan dan nasionalisme.

Peringatan kemerdekaan di Makodim 0821/Lumajang pun berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Semangat sportivitas dan kekompakan terlihat selama perlombaan berlangsung.

Melalui kegiatan tersebut, Persit KCK Cabang XXXV Dim 0821/Lumajang turut menunjukkan semangat mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, sekaligus memperkuat persaudaraan dan kebersamaan keluarga besar TNI AD. (Pendim 0821)


Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved