-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

23/09/2026

Inovasi Pupuk dari Limbah Rumah Tangga Antar Dua Pelajar SMAN 1 Lumajang Raih Medali di Malaysia


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Dua siswa SMA Negeri 1 Lumajang, Jawa Timur, menorehkan prestasi dalam ajang 3rd International Student Symposium (ISS) yang digelar di Malaysia.

Keduanya adalah Aisyah Putri Syahrani dan Muhammad Ilham Dwipangga. Siswa kelas X tersebut berhasil meraih juara 3 atau Bronze Medal sekaligus penghargaan Favorite Poster melalui karya ilmiah mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan pembuatan pupuk organik.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bersama Universiti Putra Malaysia (UPM). Presentasi karya dilakukan di UPM CEM, Serdang, Selangor, Malaysia.

Karya yang dibawa Aisyah dan Ilham berangkat dari persoalan yang mereka temui di lingkungan sekitar, khususnya mengenai kebutuhan pupuk bagi tanaman dan keterbatasan ketersediaan bahan pupuk di pasaran.

Aisyah Putri Syahrani mengatakan, gagasan penelitian tersebut muncul setelah melihat keresahan petani di Lumajang yang membutuhkan pupuk untuk menunjang tanaman mereka.

"Awalnya kami melihat keresahan petani di Lumajang yang membutuhkan pupuk. Di sisi lain, ketersediaan pupuk di toko juga semakin terbatas. Dari situ kami mencoba mencari alternatif dengan memanfaatkan bahan-bahan alami," ujar Aisyah, Rabu (23/9/2026).

Menurut Aisyah, inovasi tersebut tidak menggunakan kotoran hewan sebagai bahan utama. Mereka justru memanfaatkan berbagai limbah yang mudah ditemukan dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari.

Beberapa di antaranya berupa sisa makanan, sayuran, hingga air bekas cucian beras yang selama ini sering langsung dibuang.

"Bahan yang kami gunakan mudah ditemukan karena berasal dari limbah rumah tangga. Sisa makanan, sayuran dan air cucian beras juga bisa dimanfaatkan daripada hanya dibuang," katanya.

Dalam proses penelitian, sekam padi dan bonggol jagung terlebih dahulu diolah hingga menjadi arang. Bahan tersebut kemudian dicampurkan dengan cairan hasil pengolahan limbah rumah tangga.

Aisyah menjelaskan, cairan tersebut dikembangkan melalui proses fermentasi dengan memanfaatkan air gula. Selanjutnya, bahan yang telah tercampur difermentasi dalam wadah tertutup.

"Jadi sekam padi dan bonggol jagung kami bakar terlebih dahulu sampai menjadi arang. Setelah itu dicampur dengan cairan yang kami kembangkan dari limbah rumah tangga dan kemudian difermentasi," jelasnya.

Proses fermentasi menjadi salah satu tahapan yang membutuhkan waktu cukup lama. Menurut Aisyah, bahan tersebut harus dibiarkan selama sekitar satu bulan sebelum dapat digunakan.

Ia mengatakan, penelitian itu juga dilatarbelakangi pertimbangan biaya. Bahan tertentu yang digunakan dalam pengembangan penelitian dinilai cukup mahal apabila harus dibeli, sehingga mereka mencoba menghasilkan sendiri dengan memanfaatkan limbah yang tersedia di sekitar.

"Kalau bahan tersebut harus membeli harganya cukup mahal. Karena itu kami mencoba mengembangkan sendiri dengan memanfaatkan limbah rumah tangga," ujarnya.

Setelah melalui proses fermentasi, sekam padi dan bonggol jagung yang telah menjadi arang tersebut kemudian dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membantu menyuburkan tanaman.

Hasil penelitian itu selanjutnya dipresentasikan dalam kompetisi di Malaysia. Aisyah mengaku bersyukur karena karya yang mereka kembangkan bersama Ilham berhasil mendapatkan Bronze Medal dan Favorite Poster.

"Alhamdulillah hasil penelitian kami bisa mendapatkan juara tiga. Proses yang paling lama memang fermentasinya karena membutuhkan waktu sekitar satu bulan," kata Aisyah.

Bagi Aisyah, keikutsertaan dalam kompetisi internasional tersebut bukan hanya soal penghargaan. Kesempatan mengikuti kegiatan di luar negeri juga memberinya pengalaman baru dan memperluas wawasan.

Ia dapat bertemu dengan peserta dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia yang mengikuti kompetisi tersebut.

"Saya bangga bisa mengikuti lomba di kampus luar negeri. Banyak pengetahuan baru yang saya dapat karena bisa bertemu dan berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah," ungkapnya.

Dalam ajang tersebut, Aisyah dan Ilham juga berkesempatan bertemu peserta dari sejumlah institusi pendidikan, antara lain President University, Universitas Syiah Kuala, Universitas Teuku Umar, Universitas Gorontalo, SMA Negeri 5 Surabaya, SMA Garuda Cendekia dan MAN 2 Kota Batam.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting bagi kedua pelajar SMA Negeri 1 Lumajang untuk terus mengembangkan kemampuan riset dan inovasi, khususnya dalam memanfaatkan bahan yang ada di lingkungan sekitar menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Bromo Dibuka Lagi, AKP Merdhania Pravita Shanty Ingatkan Wisatawan Waspadai Karhutla


Probolinggo, (Onenewsjatim)—
Kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk wisatawan setelah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengeluarkan surat edaran terkait pembukaan kawasan wisata.

Pembukaan kembali kawasan tersebut mendapat perhatian dari Polres Probolinggo, Polda Jawa Timur. Polisi meningkatkan patroli di kawasan wisata melalui Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pam Obvit).

Patroli dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memberikan rasa aman kepada wisatawan yang mulai kembali mengunjungi kawasan Gunung Bromo.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar melalui Kasat Pam Obvit AKP Merdhania Pravita Shanty mengatakan, patroli merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan di kawasan wisata.

"Patroli ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan yang mulai memadati kawasan Bromo," kata AKP Vita di Bromo, Selasa (22/9/2026).

Menurut dia, wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Bromo juga diminta memprioritaskan keselamatan serta mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan pengelola kawasan konservasi.

"Kami mengimbau seluruh wisatawan agar senantiasa mengutamakan keselamatan diri dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola," ujarnya.

Cegah kebakaran hutan dan lahan

Selain menjaga keamanan wisatawan, Polres Probolinggo memberikan perhatian khusus terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu mengingat kondisi vegetasi di kawasan Bromo yang rentan terhadap kebakaran, terutama ketika terdapat sumber api yang tidak terkendali.

AKP Vita mengingatkan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama berada di kawasan Bromo.

"Jangan menyalakan api unggun, membuang puntung rokok sembarangan, atau melakukan aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran," tegasnya.

Ia mengajak seluruh wisatawan ikut menjaga kelestarian kawasan Gunung Bromo dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak lingkungan.

"Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan sekaligus kelestarian alam Gunung Bromo," katanya.

Selain ancaman karhutla, wisatawan juga diminta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Pengunjung juga diimbau untuk terus memperbarui informasi mengenai kondisi cuaca lokal sebelum maupun selama melakukan aktivitas wisata di kawasan Bromo.

"Komitmen kami adalah memastikan wisatawan dapat menikmati keindahan panorama Bromo dengan aman, tertib dan nyaman. Menjaga keselamatan serta kelestarian ekosistem ini merupakan tanggung jawab kita bersama," pungkas AKP Vita. (Imam) 



Dari Posyandu untuk Generasi Sehat, Babinsa Yosowilangun Kidul Berikan Pendampingan


Lumajang,.(Onenewsjatim)-
Upaya mendukung kesehatan masyarakat terus dilakukan Babinsa melalui kehadiran di tengah kegiatan pelayanan kesehatan. Babinsa Yosowilangun Kidul Koramil 0821-11/Yosowilangun, Serda Agus Efendi, melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan balita di Posyandu Semangka, Dusun Krajan RT 006 RW 002, Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 30 balita. Pendampingan dilakukan sebagai bentuk kepedulian Babinsa terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak di wilayah binaan, sekaligus mendukung kelancaran pelayanan Posyandu bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Serda Agus Efendi menyampaikan dirinya turut membantu menciptakan suasana yang tertib dan nyaman selama pelayanan berlangsung.

Kehadiran Babinsa juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara aparat kewilayahan, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat, serta Posyandu memiliki peran penting sebagai sarana pelayanan kesehatan dasar sekaligus tempat pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala.

“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan masyarakat, khususnya balita. Kami berharap kegiatan Posyandu dapat terus berjalan rutin sehingga kesehatan dan tumbuh kembang anak dapat terpantau dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendorong kesadaran masyarakat agar semakin aktif memanfaatkan pelayanan Posyandu. 

Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkala dan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan kebutuhan kesehatan balita di wilayah Desa Yosowilangun Kidul dapat terus mendapatkan perhatian.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan Posyandu menjadi wujud nyata bahwa tugas kewilayahan tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga hadir untuk mendukung berbagai upaya peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. (Pendim0821)

154 Prajurit Arhanud TNI AD Ikuti Tradisi Pembaretan di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Sebanyak 154 prajurit Korps Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD mengikuti tradisi pembaretan di Lapangan Tembak AWR, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Rabu (23/9/2026).

Para peserta terdiri atas perwira, bintara, dan tamtama yang tengah menjalani pendidikan dan pembentukan sebagai prajurit Korps Arhanud TNI AD. Tradisi pembaretan menjadi salah satu tahapan penting dalam membentuk jati diri serta kesiapan prajurit sebelum menjalankan tugas.

Upacara tradisi pembaretan tersebut dipimpin Wakil Komandan Pusat Kesenjataan Arhanud, Brigjen TNI I Made Kusuma Dhyana Graha, S.I.P., selaku inspektur upacara.

Komandan Kodim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran dan unsur terkait.

Tradisi pembaretan tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian pendidikan, tetapi juga menjadi momentum bagi para prajurit untuk memperkuat disiplin, jiwa korsa, profesionalisme, dan semangat pengabdian.

Melalui tradisi tersebut, para prajurit diharapkan semakin siap mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari Korps Arhanud TNI AD dalam mendukung pertahanan udara serta menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kehadiran Dandim 0821/Lumajang dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan satuan kewilayahan terhadap pembinaan prajurit sekaligus memperkuat sinergi antara Kodim 0821/Lumajang dan Korps Arhanud TNI AD di wilayah Kabupaten Lumajang.(Pendim 0821)

22/09/2026

Syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Lumajang Tekankan Pelayanan Humanis


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang menggelar syukuran dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di Aula Tathya Dharaka Polres Lumajang, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolres Lumajang Kompol Suwarno dan dihadiri sejumlah pejabat utama (PJU) Polres Lumajang, Kasat Lantas Polres Lumajang, serta perwakilan dari sejumlah instansi terkait.

Di antaranya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang, Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Satpol PP Kabupaten Lumajang, Jasa Raharja Lumajang, perwakilan pengemudi ojek online (ojol), serta anggota Satlantas Polres Lumajang.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Pratama Sudirno dalam sambutannya menekankan pentingnya meningkatkan profesionalisme dan dedikasi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Bayu, peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara menjadi momentum untuk memperkuat komitmen jajaran Satlantas dalam memberikan pelayanan yang profesional sekaligus membangun hubungan yang humanis dengan masyarakat.

"Semangat Polantas Presisi harus diwujudkan melalui peningkatan profesionalisme, dedikasi, serta pelayanan yang humanis kepada masyarakat," ujar Bayu.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kabupaten Lumajang.

"Kami terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat dan stakeholder terkait. Kolaborasi ini penting untuk bersama-sama mewujudkan lalu lintas yang aman dan tertib," katanya. 

Dalam kegiatan tersebut, Satlantas Polres Lumajang juga menyerahkan bantuan sosial (bansos) kepada perwakilan pengemudi ojek online di Kabupaten Lumajang.

Penyerahan bansos tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial sekaligus bentuk kepedulian jajaran Satlantas terhadap masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dalam memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71.

Potongan tumpeng diserahkan kepada perwakilan pengemudi ojol yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Melalui momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres Lumajang berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat sinergi dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan keamanan dan ketertiban berlalu lintas di Kabupaten Lumajang.

Hendak Padamkan Kebakaran Sisa Panen Tebu, Petani di Lumajang Terbakar 90 Persen


Lumajang (Onenewsjatim) –
Seorang petani tebu di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami luka bakar hingga 90 persen setelah terjebak kobaran api di tengah lahan tebu, Selasa (22/9/2026).

Korban diketahui bernama Thohir (50), warga Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang. Ia terbakar saat berusaha memadamkan api yang merambat ke lahan tebu di sekitarnya.

Peristiwa tersebut bermula ketika Thohir membakar sisa daun tebu kering atau daduk di lahan miliknya yang baru selesai dipanen. Namun, api dengan cepat membesar dan merambat ke petak tanaman tebu milik warga lain.

Kasubsi PIDM Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, SH, mengatakan kobaran api semakin cepat meluas karena kondisi angin cukup kencang.

"Korban panik melihat api menjalar ke lahan tebu di kanan dan kirinya. Kemudian korban berusaha keras memadamkan api secara mandiri agar tidak semakin meluas," ujar Suprapto saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).

Korban kemudian masuk ke area yang terbakar dengan membawa alat seadanya. Namun, api yang semakin besar membuat korban kesulitan menyelamatkan diri.

"Karena kelelahan di lokasi kejadian, korban tidak mampu menyelamatkan diri hingga akhirnya terbakar. Korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya," katanya.

Nur Kholis, salah seorang saksi, mengatakan saat warga berusaha memadamkan api, korban ditemukan sudah tergeletak di tengah lahan.

"Jadi, waktu itu karena api membesar banyak yang mencoba mematikan api, tapi korban ini sudah terkapar waktu ditemukan," kata Kholis di lokasi kejadian.

Menurut Kholis, saat ditemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Pakaian yang dikenakannya juga hampir seluruhnya hangus terbakar.

"Ya sudah tidak sadar gitu dan tertelentang, sudah hangus semua badannya. Tapi, sudah dibawa ke rumah sakit," imbuhnya.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan Kepala Desa Krasak, Abdul Muin (37), ke Polsek Kedungjajang sekitar pukul 10.20 WIB.

Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Kedungjajang bersama masyarakat langsung mendatangi lokasi untuk membantu proses pemadaman dan evakuasi korban.

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Lumajang juga dikerahkan ke lokasi. Sebanyak dua armada damkar digunakan untuk memadamkan kobaran api sekaligus melakukan pembasahan di area yang terbakar agar api tidak kembali menjalar.

Korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis.

"Korban langsung dievakuasi dari lokasi kejadian dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis secara intensif di RSU Dr. Haryoto Lumajang," jelas Suprapto.

Suprapto mengatakan korban mengalami luka bakar sekitar 90 persen pada bagian tubuhnya.

"Kondisi korban masih dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar 90 persen di tubuh," ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga terjadi akibat kelalaian saat korban membakar sisa tanaman tebu setelah panen.

"Penyebab utama kebakaran karena kelalaian korban saat membakar daduk tebu usai panen," jelas Suprapto.

Selain menyebabkan korban mengalami luka bakar berat, kebakaran tersebut juga berdampak pada lahan tebu di sekitar lokasi. Petugas masih melakukan pendataan terkait luas dan kerugian material akibat kejadian tersebut.

"Sekitar 4 hektar lahan tebu yang terdampak," pungkasnya.

Babinsa Gondoruso Dampingi Posyandu Mawar, Kesehatan 25 Balita Terpantau


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dalam upaya mendukung pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap tumbuh kembang anak, Babinsa Gondoruso Koramil 0821-08/Pasirian, Sertu Firdaus Dhardiansyah, melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan di Posyandu Mawar, Dusun Danurojo RT 003 RW 004, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Babinsa terhadap pelayanan kesehatan dasar di wilayah binaan. Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan Posyandu juga menjadi bentuk dukungan terhadap kader dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi balita.

Pelayanan Posyandu yang dilaksanakan bersama Bidan Desa Gondoruso, Iin Liansasi, Amd.Keb., tersebut diikuti sebanyak 25 balita. Berbagai pelayanan dilakukan untuk membantu memantau kondisi kesehatan dan pertumbuhan balita secara berkala.

Sertu Firdaus Dhardiansyah menyampaikan bahwa pendampingan Posyandu merupakan salah satu bentuk kepedulian Babinsa terhadap kesehatan masyarakat di wilayah binaannya. Menurutnya, pemantauan kesehatan balita secara rutin penting dilakukan sebagai langkah awal dalam mengetahui perkembangan anak.

“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan masyarakat, khususnya balita. Dengan adanya pelayanan Posyandu secara rutin, kondisi pertumbuhan dan kesehatan anak dapat terus dipantau sehingga apabila ditemukan hal-hal yang perlu mendapat perhatian, dapat segera ditindaklanjuti,” ujar dia.

Sementara itu, Bidan Desa Gondoruso, Iin Liansasi, Amd.Keb., menjelaskan bahwa kegiatan Posyandu memiliki manfaat penting dalam membantu orang tua memantau perkembangan kesehatan anak. Pelayanan secara berkala juga menjadi sarana edukasi bagi orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan pemenuhan kebutuhan anak.

“Posyandu menjadi sarana untuk memantau pertumbuhan dan kesehatan balita secara rutin. Melalui kegiatan ini, orang tua juga mendapatkan informasi dan pendampingan mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta tumbuh kembang anak,” ungkapnya.

Melalui pendampingan tersebut, Babinsa berharap pelayanan Posyandu di wilayah Desa Gondoruso dapat terus berjalan secara rutin dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Sinergi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, Babinsa, serta masyarakat diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang semakin peduli terhadap kesehatan dan tumbuh kembang generasi sejak usia dini. (Pendim0821)

Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved