-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

04/05/2026

Koramil 0821-20/Padang Terima Kunjungan Edukatif TK Dharma Wanita Barat


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Babinsa Mojo Koramil 0821-20/Padang Sertu Ahmad Supenil memberikan pengenalan Tugas Koramil kepada siswa Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita Desa Barat dalam rangka kunjungan di Markas Koramil 0821-20/Padang Kabupaten Lumajag Jawa Timur, pada Senin (4/5/2026)

Sebanyak 25 anak beserta pendampingnya disambut hangat oleh piket Koramil Sertu Ahmad Supenil. Kunjungan tersebut bertujuan memberikan wawasan sejak dini mengenai tugas dan tanggung jawab TNI serta menanamkan rasa cinta tanah air kepada anak-anak.

Dalam kesempatan itu, Sertu Ahmad Supenil yang menerima kunjungan saat itu, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut penting sebagai sarana edukasi generasi penerus, terutama bagi anak usia dini.

“Kegiatan ini untuk mengenalkan tentang tugas dan profesi sebagai TNI, dalam hal ini lingkungan satuan Koramil Tempursari, yang tidak lain untuk memberikan edukasi, yang nantinya diharapkan dapat memotivasi mereka dalam mengejar cita-cita menjadi TNI atau abdi negara di masa depan,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala sekolah TK Dharma Wanita Desa Barat, Sinta Jailani, S.Pd., menyampaikan ucapan terima kasih, atas sambutan hangat dari pihak Koramil Tempursari.

“Kunjungan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak untuk memahami profesi TNI sekaligus memperkaya pengalaman mereka. Semoga kunjungan ini menjadi momen yang tak terlupakan bagi mereka,” pungkasnya.

Kegiatan kunjungan diharapkan dapat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, khususnya dalam memberikan edukasi yang positif kepada anak usia dini. Dengan adanya kunjungan tersebut, sebagai wujud dalam memahami pentingnya peran TNI serta menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air sejak dini. (Pendim0821)

Putus Keterisolasian, Jembatan Perintis Garuda Buka Akses Ekonomi dan Pendidikan


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Di balik bentang alam pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Dusun Krajan, Desa Karang Anom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (4/5/2026), menghadirkan lebih dari sekadar infrastruktur. 

Ia menjadi simbol perubahan menghubungkan yang terpisah, membuka yang tertutup, dan menyalakan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan akses.

Selama bertahun-tahun, keterisolasian menjadi realitas yang membatasi ruang gerak warga. Jalan yang sulit dilalui bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga memperlambat perputaran ekonomi, membatasi akses pendidikan, hingga menyulitkan layanan kesehatan. Kini, melalui pembangunan jembatan tersebut, sekat-sekat geografis perlahan mulai runtuh.

Personel Babinsa Desa Karanganom Koramil 0821-17/Pasrujambe Sertu Bejo Utomo menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan mendasar masyarakat.

“Jembatan ini bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi juga penghubung peluang. Ketika akses terbuka, maka kesempatan untuk berkembang akan ikut terbuka,” ungkapnya.

Dalam perspektif yang lebih luas, Jembatan Perintis Garuda menjadi katalisator perubahan. Ia akan memangkas waktu tempuh, menekan biaya distribusi, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian dan produk lokal. Dari yang sebelumnya terbatas, kini berpotensi berkembang menuju ekonomi yang lebih produktif dan kompetitif.

"Namun lebih dari itu, jembatan ini juga membangun konektivitas sosial. Interaksi antar warga akan semakin intens, pertukaran ide semakin terbuka, dan kohesi sosial antarwilayah akan semakin kuat," pungkasnya.

Kehadiran TNI dalam pembangunan ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian tidak hanya dalam menjaga kedaulatan, tetapi juga dalam membangun kesejahteraan. Bersama pemerintah daerah, Dinas PUTR, dan Forkopimca Pasrujambe, pembangunan tersebut dilaksanakan secara kolaboratif demi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. (Pendim 0821)

Waspada Krisis Air Bersih, BPBD Petakan 7 Kecamatan di Lumajang Rawan Kekeringan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mulai memetakan wilayah rawan kekeringan menyusul ancaman musim kemarau panjang dan fenomena El Nino pada 2026. Sedikitnya ada tujuh kecamatan yang diperkirakan mengalami krisis air bersih.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi, mengatakan wilayah yang masuk kategori rawan kekeringan meliputi Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Senduro, Padang, dan Tempeh.

Menurutnya, sejumlah kawasan tersebut juga mengalami persoalan serupa pada musim kemarau tahun sebelumnya.

“Wilayah utara seperti Klakah, Ranuyoso, dan Kedungjajang hampir setiap musim kemarau mengalami krisis air bersih. Untuk Kecamatan Padang, titik rawannya ada di Desa Kedawung dan Bondang,” kata Yudhi, Senin (4/6/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi kekeringan mulai terasa sejak April 2026. Sementara puncak musim kering diprediksi terjadi pada Agustus hingga September mendatang.

Selain berdampak terhadap ketersediaan air bersih, kondisi cuaca ekstrem tahun ini juga disebut berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kawasan perbukitan dan hutan di Lumajang.

“BMKG memprediksi kemarau tahun ini cukup panjang. Selain kekeringan, potensi kebakaran hutan juga harus diwaspadai,” ujarnya.

Yudhi menyebut salah satu wilayah yang diperkirakan mengalami dampak paling parah berada di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso. Pasalnya, daerah tersebut minim sumber mata air sehingga warga kerap mengambil pasokan air dari wilayah perbatasan Kabupaten Probolinggo.

“Di Jenggrong itu memang tidak ada sumber air memadai. Selama ini warga memanfaatkan aliran mata air dari arah perbatasan Probolinggo,” jelasnya.

Mengantisipasi kondisi tersebut, BPBD Lumajang telah melakukan pendataan desa rawan kekeringan sekaligus menyiapkan langkah mitigasi, termasuk skema distribusi bantuan air bersih.

BPBD juga berencana menggandeng Perumdam atau PDAM untuk membantu penyaluran air bersih ke wilayah terdampak, sekaligus mencari sumber mata air alternatif yang lebih dekat dengan lokasi warga.

Menurut Yudhi, keterbatasan armada tangki air menjadi tantangan utama dalam proses distribusi bantuan saat musim kemarau berlangsung.

“Satu kendaraan tangki dalam sehari rata-rata hanya mampu melakukan sekitar enam kali pengiriman. Karena itu kami harus memetakan titik distribusi seefektif mungkin agar jangkauan pelayanan bisa lebih luas,” pungkasnya.

Wanita Pengantar Sayur di Lumajang Ditemukan Tewas, Motor Hilang Diduga Dibegal


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Seorang wanita bernama Anisa (46), warga Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, ditemukan meninggal dunia di tepi jalan Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Senin (4/5/2026) pagi. Korban diduga menjadi korban pembegalan karena sepeda motor miliknya hilang dari lokasi kejadian.

Korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 05.00 WIB dalam kondisi tergeletak miring di bawah pohon di pinggir jalan. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melaporkan kepada pihak kepolisian.

Petugas Polsek Jatiroto bersama tim Satreskrim Polres Lumajang kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kholfiah, ipar korban, mengatakan sebelum ditemukan meninggal dunia, Anisa sempat berpamitan untuk mengantar sayur ke Pasar Jatiroto usai melaksanakan salat subuh.

“Setelah salat subuh sekitar pukul 04.00 WIB, korban hendak mengantar sayur ke Pasar Jatiroto dengan mengendarai motor,” ujar Kholfiah saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, korban sehari-hari bekerja sebagai buruh tani tebu dan rutin mengantar sayuran ke pasar bersama anaknya.

“Biasanya korban sama anaknya mengantarkan sayur. Korban diduga dibegal, sebab motor miliknya tidak ada di lokasi kejadian,” katanya.

Ia menyebut lokasi penemuan korban berjarak sekitar dua kilometer dari rumah korban di Desa Sukosari.

Sementara itu, Kasubsi PIDM Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto membenarkan adanya penemuan mayat perempuan di wilayah Kecamatan Jatiroto tersebut.

“Sekitar pukul 05.00 WIB, Polsek Jatiroto menerima informasi ada seorang perempuan ditemukan tergeletak di tepi jalan tepatnya di Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto,” ujar Suprapto.

Saat ditemukan, korban diketahui sudah meninggal dunia dan mengalami luka di bagian kepala.

“Untuk terkait begal dan yang lain masih dalam pendalaman Satreskrim Polres Lumajang. Untuk motor korban ternyata di lokasi kejadian tidak ditemukan,” katanya.

Polisi kini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban sekaligus memburu pelaku apabila ditemukan unsur tindak kriminal.

Suprapto menambahkan, kepolisian akan meningkatkan patroli di sejumlah titik yang dianggap rawan tindak kejahatan.

“Upaya kita dari kepolisian otomatis akan lebih mengintensifkan patroli di wilayah rawan kriminalitas,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di jalur sepi, terutama pada dini hari atau pagi buta.

“Kalau bisa dalam perjalanan jangan sampai sendirian. Intinya jangan sampai posisi sendirian, karena di jalan tersebut memang rawan, penerangan jalan kurang, dan daerah tersebut banyak lahan kosong jauh dari permukiman warga,” pungkasnya.(Imam)

03/05/2026

TNI Hadir di Tengah Masyarakat, Babinsa Kebonsari Bantu Sarana Ibadah


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Wujud nyata kepedulian serta upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat terus dilakukan oleh aparat kewilayahan, Babinsa Kebonsari Koramil 0821-19/Sumbersuko Serda Agus Waskito yang turut membantu kegiatan pemasangan lantai masjid sekaligus memberikan sarana dukungan berupa Al-Qur’an di Masjid An-Najiyah, Dusun Curah Jero, Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan bersama warga setempat sebagai bentuk gotong royong dalam menyelesaikan pembangunan dan perbaikan sarana ibadah. 

Babinsa hadir langsung membantu proses pemasangan lantai masjid, mulai dari pengangkutan material hingga penataan keramik agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan hasilnya lebih rapi.

Saat dikonfirmasi Serda Agus Waskito mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial, sekaligus bentuk kepedulian terhadap fasilitas ibadah yang digunakan masyarakat.

“Kegiatan ini tidak hanya membantu percepatan pembangunan masjid, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dengan masyarakat. Masjid merupakan tempat ibadah yang harus kita jaga bersama, sehingga sudah sepatutnya kita saling membantu,” ujar dia.

Selain membantu pemasangan lantai masjid, Babinsa juga menyerahkan sarana dukungan berupa Al-Qur’an kepada pengurus Masjid An-Najiyah. Bantuan tersebut diharapkan dapat menambah fasilitas ibadah dan menunjang kegiatan keagamaan masyarakat, seperti tadarus, pengajian, serta pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid An-Najiyah, Muhammad Ismail, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Babinsa yang telah hadir membantu pembangunan masjid sekaligus memberikan dukungan Al-Qur’an.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Babinsa yang sudah ikut membantu pemasangan lantai masjid. Bantuan Al-Qur’an ini juga sangat bermanfaat bagi jamaah, terutama untuk kegiatan mengaji dan pembelajaran anak-anak di masjid,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi motivasi tersendiri bagi warga untuk terus menjaga semangat gotong royong serta mempererat kebersamaan dalam membangun sarana ibadah.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pembangunan Masjid An-Najiyah dapat segera rampung dan memberikan kenyamanan bagi jamaah dalam melaksanakan ibadah. Selain itu, sinergi antara Babinsa dan masyarakat di Desa Kebonsari semakin kuat, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan kondusif dalam kehidupan bermasyarakat. (Pendim0821)

Babinsa Pundungsari Dampingi Petani Olah Lahan Padi 1 Hektare di Tempursari


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Babinsa Pundungsari Koramil 0821-18/Tempursari Serka Fery Dian Prasetiyono melaksanakan kegiatan pendampingan pengolahan lahan padi di lahan sawah seluas 1 hektare milik warga bernama Jarwo, yang berada di Dusun Krajan, Desa Pundungsari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan dengan terjun langsung ke area persawahan bersama petani, mulai dari proses persiapan lahan hingga pengecekan kondisi tanah yang akan digunakan untuk masa tanam padi. Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan pengolahan lahan berjalan optimal agar hasil produksi pertanian dapat meningkat.

Serka Fery Dian Prasetiyono mengatakan bahwa pendampingan kepada petani merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam mendukung ketahanan pangan wilayah serta mendorong semangat petani agar tetap produktif dalam mengelola lahan pertanian.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI melalui Babinsa untuk membantu petani agar lebih semangat dan memastikan proses pengolahan lahan berjalan sesuai tahapan, sehingga dapat mendukung hasil panen yang maksimal,” ujar Serka Fery.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sari Tani I, Arifin, menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bentuk sinergi yang baik antara TNI dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pertanian sebagai sektor penting penopang ekonomi warga desa.

"Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan para petani di Desa Pundungsari semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta mampu menjaga stabilitas pangan di wilayah," pungkasnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus terjalin erat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, khususnya di bidang pertanian. (Pendim0821)

02/05/2026

Bersama Poktan Argorejo III, Babinsa Sukorejo Gencarkan Pembasmian Hama Tikus


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Upaya menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan hasil pertanian, Babinsa Sukorejo Koramil 0821-17/Pasrujambe, Serda Khamim Tohari Muslih, dengan turun langsung membantu petani melaksanakan pembasmian hama tikus di wilayah Desa Sukorejo, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan pembasmian hama tikus tersebut dilaksanakan bersama Kelompok Tani (Poktan) Argorejo III, bertempat di Dusun Karangtengah. Dalam pelaksanaannya, para petani melakukan pengendalian hama menggunakan racun blerang sebagai salah satu metode efektif untuk menekan populasi tikus yang selama ini menjadi ancaman serius bagi tanaman padi maupun palawija.

Dalam kesempatan itu, Serda Khamim mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pendampingan kepada petani, sekaligus wujud nyata dukungan TNI AD dalam program ketahanan pangan di wilayah.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar hama tikus tidak semakin meluas dan merusak tanaman petani. Harapannya hasil panen bisa meningkat dan petani tidak mengalami kerugian,” ujar Serda Khamim.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sukorejo, Muhammad Firman, yang memberikan arahan terkait tata cara penggunaan racun blerang secara aman dan tepat sasaran agar hasilnya maksimal namun tetap memperhatikan keselamatan lingkungan.

Muhammad Firman menjelaskan bahwa pengendalian hama tikus perlu dilakukan secara serentak dan berkelanjutan agar efektif. Selain penggunaan racun blerang, petani juga diimbau melakukan kebersihan lahan dan menutup lubang-lubang sarang tikus agar populasi hama dapat ditekan.

“Kalau dilakukan bersama-sama, hasilnya akan jauh lebih efektif. Tikus berkembang sangat cepat, jadi pengendalian harus dilakukan tepat waktu,” jelas dia.

Sementara itu, Ketua Poktan Argorejo III, Rebbak, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa dan PPL yang turut membantu petani di lapangan. Menurutnya, sinergi yang terjalin sangat membantu kelompok tani dalam menghadapi serangan hama tikus yang belakangan meningkat.

“Kami sangat terbantu dengan pendampingan Babinsa dan arahan dari PPL. Semoga dengan kegiatan ini lahan pertanian bisa lebih aman dan hasil panen ke depan lebih baik,” ungkap Rebbak.

Kegiatan pembasmian hama tikus berlangsung dengan penuh semangat gotong royong, diikuti oleh anggota kelompok tani yang secara bersama-sama menyusuri area persawahan dan memasang racun pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan tikus.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan serangan hama tikus dapat ditekan secara signifikan, sehingga tanaman petani tetap terjaga dan produktivitas pertanian di Desa Sukorejo semakin meningkat. 

Babinsa juga menegaskan akan terus mendukung para petani melalui pendampingan dan kerja sama dalam berbagai kegiatan pertanian demi mendukung kesejahteraan masyarakat. (Pendim0821)

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved