-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

19/10/2026

TNI dan Warga Kompak Bangun Jembatan Garuda Tahap VII di Wonokerto Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Pemandangan penuh kebersamaan terlihat di lokasi pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII di Dusun Wonoasih, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (19/10/2026).

Personel TNI bersama warga setempat bahu-membahu mempercepat pembangunan jembatan yang menjadi urat nadi konektivitas antar dusun tersebut. Pembangunan infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendukung kelancaran aktivitas dan perekonomian masyarakat.

Danramil 0821/04 Gucialit Kapten Czi Heri Cahyono mengatakan, kekompakan TNI dan warga menjadi modal utama dalam pembangunan ini. Tanpa adanya kebersamaan, pembangunan jembatan yang berada di medan cukup menantang tersebut akan sulit terselesaikan.

"Hari ini kita lanjutkan pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII. Alhamdulillah, kebersamaan TNI dan warga sangat luar biasa. Semua bekerja dengan ikhlas dan semangat gotong royong," ujar Kapten Czi Heri Cahyono.

Ia menjelaskan, Jembatan Garuda nantinya akan sangat membantu aktivitas warga, terutama petani dalam mengangkut hasil bumi serta anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

"Jembatan ini adalah harapan warga. Jika sudah jadi, akses akan jauh lebih aman dan lancar, tidak lagi khawatir saat musim hujan. Inilah wujud nyata TNI hadir untuk rakyat," tegasnya.

Sementara itu, salah satu warga Dusun Wonoasih mengaku senang dan berterima kasih atas bantuan TNI. Menurutnya, kehadiran TNI tidak hanya membantu tenaga, tetapi juga membangkitkan kembali semangat gotong royong yang mulai luntur.

Pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII terus dikebut dan ditargetkan segera rampung agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh seluruh warga Desa Wonokerto.(Pendim0821)

Dari Kerja Bakti untuk Desa, Babinsa Bodang Dukung Pembangunan Jalan Rabat Beton


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur desa ditunjukkan Babinsa Bodang Koramil 0821-20/Padang, Kopka Suparjo, dengan membantu warga melaksanakan kerja bakti pembangunan jalan rabat beton di Dusun Belimbing RT 004 RW 006, Desa Bodang, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan Babinsa dalam mendukung pembangunan di wilayah binaan sekaligus memperkuat semangat gotong royong masyarakat. Melalui kerja bersama, proses pembangunan jalan diharapkan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi kelancaran aktivitas warga sehari-hari.

Dalam kegiatan itu, Kopka Suparjo turut membantu warga di lokasi pembangunan, menyampaikan kehadirannya tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap pengerjaan infrastruktur desa, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui kebersamaan dalam kegiatan yang menyentuh kebutuhan lingkungan.

"Keikutsertaan kami dalam kerja bakti merupakan bagian dari tugas Babinsa untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi kesulitan warga, serta mendukung kegiatan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama," kata dia.

Menurutnya, semangat gotong royong perlu terus dipelihara karena menjadi kekuatan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan desa yang lebih baik. Sinergi antara warga, perangkat desa, dan Babinsa juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki serta kepedulian terhadap fasilitas umum yang dibangun.

Sementara itu, Kepala Dusun Belimbing, Munaji, menyampaikan bahwa pembangunan jalan rabat beton merupakan bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan akses masyarakat. Menurutnya, keterlibatan warga melalui kerja bakti menjadi modal penting agar pembangunan dapat terlaksana dengan semangat kebersamaan.

“Kerja bakti ini menjadi wujud kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan. Dengan saling membantu dan bergotong royong, kami berharap pembangunan jalan rabat beton ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, pembangunan jalan rabat beton di Dusun Belimbing diharapkan dapat mendukung mobilitas warga sekaligus memperkuat budaya gotong royong sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan pembangunan menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung kemajuan desa. (Pendim0821)

Antrean BBM Berdampak pada ASN, Pemkab Jember Terapkan WFH 16 dan 19 Oktober


Jember, (DOC) –
Antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berdampak pada kebijakan kerja aparatur sipil negara (ASN). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) selama dua hari, yakni Jumat (16/10/2026) dan Senin (19/10/2026).

Kebijakan tersebut diambil menyusul distribusi BBM di wilayah Jember yang belum kembali normal. Namun, penerapannya hanya berlaku bagi ASN yang bertugas di perangkat daerah yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan publik.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Jember, Achmad Imam Fauzi, mengatakan kebijakan itu merupakan langkah pemerintah daerah untuk menyikapi kondisi distribusi BBM yang masih terganggu.

"Dalam rangka menyikapi belum normalnya distribusi BBM di Jember maka kembali diterapkan WFH untuk ASN yang bekerja di perangkat daerah tidak bersentuhan langsung di pelayanan publik," kata Achmad Imam Fauzi, Senin (19/10/2026).

Ketentuan tersebut dituangkan dalam surat edaran tentang Transformasi Budaya Kerja ASN Pemerintah Kabupaten Jember yang ditandatangani oleh Pj Sekda Jember.

Meski demikian, Pemkab Jember tidak menerapkan WFH kepada seluruh pegawai. ASN yang bertugas pada unit kerja dengan fungsi pelayanan langsung kepada masyarakat tetap diwajibkan masuk kantor seperti biasa.

Unit kerja yang dikecualikan dari kebijakan tersebut meliputi satuan pendidikan di bawah naungan Pemkab Jember, layanan kedaruratan dan kesiapsiagaan bencana, serta layanan ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

Selain itu, pegawai pada layanan kebersihan dan persampahan, administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, perizinan dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), serta fasilitas kesehatan juga tetap menjalankan tugas di tempat kerja.

Layanan kesehatan yang dimaksud mencakup rumah sakit daerah, puskesmas, laboratorium kesehatan, dan unit kesehatan lainnya.

Kinerja ASN WFH Tetap Dipantau

Achmad Imam Fauzi menegaskan, penerapan WFH tidak boleh mengganggu jalannya pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat. Efektivitas, produktivitas, dan akuntabilitas kerja tetap menjadi perhatian selama kebijakan tersebut berlangsung.

Untuk memastikan tanggung jawab pegawai tetap berjalan, setiap atasan perangkat daerah diwajibkan memberikan penugasan sekaligus memantau kinerja ASN yang bekerja dari rumah.

Pemantauan dilakukan melalui laporan aktivitas harian pada aplikasi Prestasi. Atasan langsung juga bertanggung jawab mengevaluasi hasil pekerjaan pegawai selama menjalankan WFH.

ASN yang bekerja dari rumah wajib menyampaikan laporan kegiatan harian dan hasil pekerjaannya kepada atasan masing-masing. Mereka juga harus memastikan alat komunikasi tetap aktif agar dapat dihubungi sewaktu-waktu.

Selain itu, fitur layanan lokasi pada perangkat komunikasi diwajibkan tetap aktif untuk mendukung pemantauan keberadaan pegawai. ASN juga harus bersedia datang ke kantor apabila sewaktu-waktu dibutuhkan atau mendapat penugasan dari pimpinan.

Pemkab Jember turut menegaskan adanya konsekuensi bagi pegawai yang tidak mematuhi ketentuan tersebut.

ASN yang seharusnya bekerja dari rumah tetapi tidak berada di rumah, tidak melaporkan aktivitas kepada atasan, atau tidak menunjukkan kinerja sesuai tugasnya dapat dikenai sanksi berdasarkan peraturan yang berlaku.

Tragis! Pelajar di Lumajang Tewas Tenggelam Saat Memancing di Ranu Bedali

Foto ilustrasi

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Seorang pelajar bernama Rendy Adi Pratama meninggal dunia setelah tenggelam di Danau Ranu Bedali, Desa Ranubedali, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (19/10/2026).

Korban yang merupakan warga Dusun Kebonan, Desa Ranuyoso, itu dilaporkan tenggelam saat memancing bersama sejumlah temannya. Dugaan sementara, korban tidak bisa berenang ketika tercebur ke bagian danau yang cukup dalam.

Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar. Bahkan, proses evakuasi korban menggunakan rakit terekam dalam video amatir yang kemudian beredar di media sosial.

Sugito, salah seorang warga yang berada di lokasi, mengatakan kejadian itu berlangsung sebelum waktu salat Zuhur. Warga yang mengetahui insiden tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan.

“Ketika diangkat ke atas rakit, kondisi korban sudah sangat lemas. Mungkin terlalu lama tenggelam,” kata Sugito saat menceritakan kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika korban bersama teman-temannya menghabiskan waktu dengan memancing di kawasan danau. Namun, kegiatan tersebut berubah menjadi kepanikan setelah korban tiba-tiba tercebur ke dalam air.

Warga yang mengetahui kejadian itu bergegas menuju lokasi korban untuk melakukan penyelamatan. Pertolongan darurat sempat diberikan setelah korban berhasil diangkat ke atas rakit.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban. Pelajar itu dinyatakan meninggal dunia sebelum mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, Kapolsek Ranuyoso AKP Sajito belum memberikan keterangan terperinci mengenai kronologi kejadian maupun penyebab pasti korban terjatuh ke danau.

Saat dikonfirmasi, Sajito mengatakan anggotanya masih berada dalam suasana takziah sehingga belum memperoleh laporan lengkap mengenai peristiwa tersebut.

“Anggota masih takziah, jadi belum ada laporan. Saya masih zoom ini,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini ditulis, kronologi lengkap kejadian tersebut masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Antre Solar Berjam-jam, Sopir Truk Tebu Lumajang Kehilangan Pendapatan Rp 600 Ribu


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai berdampak pada aktivitas pengangkutan tebu. 

Sejumlah sopir truk terpaksa mengantre berjam-jam, bahkan berkeliling ke beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mendapatkan solar.

Antrean tersebut bahkan sempat meluber ke tepi jalan dan menyebabkan arus lalu lintas terganggu sekitar satu jam sebelumnya.

Ahmad, salah seorang sopir truk pengangkut tebu asal Desa Bodang, Kecamatan Padang, mengatakan antrean panjang untuk mendapatkan solar telah berlangsung selama dua hari terakhir.

Menurut dia, kondisi di SPBU Sukodono saat itu memang mulai membaik dibandingkan sebelumnya. Namun, antrean kendaraan masih cukup panjang dan waktu tunggu pengisian belum dapat dipastikan.

"Saya sudah antre lebih dari satu jam, tetapi truk baru masuk di pinggir halaman SPBU. Masih harus menunggu giliran untuk mengisi solar," kata Ahmad.

Ia mengaku telah mendatangi tujuh SPBU di sejumlah wilayah Lumajang, mulai dari Kecamatan Tempursari hingga Jatiroto. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena solar tidak tersedia di beberapa SPBU yang didatanginya.

SPBU Sukodono akhirnya menjadi lokasi ketujuh yang didatangi Ahmad sebelum mendapatkan kesempatan mengisi BBM bersubsidi tersebut.

"Antrean panjang seperti ini sudah terjadi selama dua hari. Di beberapa SPBU lain, stok solar tidak ada. Ini SPBU ketujuh yang saya datangi, jadi meskipun harus menunggu lama, tetap saya tunggu," ujarnya.

Kelangkaan solar tidak hanya menyita waktu para sopir, tetapi juga menghambat distribusi tebu menuju pabrik gula di Malang.

Ahmad menjelaskan, keterlambatan memperoleh bahan bakar membuat truk tidak bisa beroperasi sesuai jadwal. Akibatnya, pengiriman tebu yang biasanya dilakukan setiap hari menjadi tertunda.

Ia biasanya mengangkut satu rit tebu ke Malang dalam sehari. Namun, selama mengalami kesulitan mendapatkan solar, jadwal pengiriman menjadi berantakan.

"Biasanya sehari bisa satu rit. Kalau bisa mengisi solar sekitar pukul 12.00 WIB, pengiriman masih bisa dilakukan. Kalau antreannya sampai seperti ini, kemungkinan besok tidak bisa mengirim tebu," tuturnya.

Ahmad mengatakan, dalam tiga hari terakhir, truk yang dikemudikannya hanya mampu melakukan satu kali pengiriman. Padahal, dalam kondisi normal, ia dapat mengangkut tebu setiap hari.

Kondisi tersebut membuat pendapatannya sebagai sopir ikut berkurang. Ia menyebut ongkos yang diterimanya untuk satu kali pengiriman tebu mencapai Rp 300.000.

Karena dua rit pengiriman tidak terlaksana, Ahmad memperkirakan kehilangan pendapatan sekitar Rp 600.000.

"Karena kehilangan dua rit, pendapatan saya berkurang sekitar Rp 600.000," katanya.

Dampak keterlambatan pengiriman juga dirasakan pemilik usaha atau juragan tebu. Menurut Ahmad, nilai kerugian yang ditanggung pemilik usaha jauh lebih besar dibandingkan pendapatan sopir yang hilang.

Setiap satu rit pengiriman tebu ke Malang, nilai uang yang berkaitan dengan hasil pengiriman tersebut diperkirakan mencapai Rp 6 juta hingga Rp 7 juta.

Ketika pengiriman tertunda, tebu tidak segera masuk ke pabrik sehingga proses pembayaran kepada pemilik usaha ikut terhambat.

"Uangnya bisa sekitar Rp 6 juta sampai Rp 7 juta per rit. Itu untuk petani atau juragan tebu," Pungkas Ahmad. (mam) 


HUT Humas Polri ke-75, Polres Lumajang Bantu Warga Gucialit yang Terdampak Kekeringan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Polres Lumajang, Jawa Timur, menyalurkan bantuan 1.200 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Senin (19/10/2026).

Kegiatan sosial tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Humas Polri ke-75 tahun 2026. 

Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami kesulitan akibat musim kemarau.

Dalam kegiatan tersebut, personel Humas Polres Lumajang bersama Satuan Samapta membawa satu tandon berisi 1.200 liter air bersih menggunakan mobil patroli menuju lokasi penyaluran.

Setibanya di lokasi, petugas membantu mendistribusikan air kepada warga dengan menggunakan pipa untuk mengalirkan air ke ember dan jeriken yang telah disiapkan masyarakat.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi melalui Kasubsi PIDM Sihumas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, bantuan air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Penyaluran bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang kesulitan akibat musim kemarau,” kata Ipda Suprapto.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.

Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi kekeringan.

“Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat untuk mengurangi kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” ujarnya.

Penyaluran bantuan tersebut disambut antusias oleh warga Desa Gucialit. Sejumlah warga terlihat mendatangi lokasi dengan membawa ember dan jeriken untuk mendapatkan air bersih yang dibagikan petugas.

Bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, bantuan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih di tengah terbatasnya ketersediaan air.

Salah seorang warga setempat, Ismawati, mengaku senang dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan Polres Lumajang.

Ia menilai bantuan air bersih tersebut sangat berarti bagi warga yang sedang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Terima kasih atas kepedulian Polres Lumajang terhadap warga Desa Gucialit yang mengalami kekeringan,” ujar Ismawati. (Mam)

Tiga Bulan Krisis Air, Warga Gucialit Lumajang Andalkan Bantuan Tangki


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Warga Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berbondong-bondong mendatangi lokasi penyaluran bantuan air bersih dengan membawa jeriken dan galon. 

Bantuan tersebut menjadi andalan warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari di tengah krisis air bersih yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Pantauan d-onenews, di lokasi penyaluran, warga mengantre untuk mendapatkan air bersih yang dialirkan melalui pipa dari mobil polisi yang membawa tandon berkapasitas 1.200 liter. Air kemudian ditampung ke dalam jeriken dan galon milik warga untuk dibawa pulang.

Bantuan air bersih itu disambut antusias oleh warga. Pasalnya, pasokan yang datang hanya satu atau dua kali dalam sepekan, bahkan terkadang warga harus menunggu hampir satu minggu untuk mendapatkan bantuan.

Dalam waktu kurang dari satu jam, air bersih yang disalurkan pun habis.

Salah seorang warga Desa Gucialit, Isma, mengatakan, selama krisis air bersih, warga mengandalkan bantuan dari pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Bantuan dari kepolisian juga membantu warga memenuhi kebutuhan air di tengah musim kemarau.

“Untuk beberapa hari ini, bantuan air bersih datang seminggu dua kali atau seminggu sekali,” ujar Isma.

Menurut Isma, air bersih yang diperoleh dari bantuan digunakan untuk kebutuhan pokok, seperti minum, memasak, dan mencuci piring.

Sementara itu, untuk kebutuhan mandi dan mencuci pakaian, warga harus mencari sumber air lain karena persediaan air bersih di desa mereka terbatas.

Isma menuturkan, warga terkadang harus pergi ke wilayah lain untuk mendapatkan air. Salah satu lokasi yang dituju adalah Desa Pakel, yang masih memiliki sumber air mengalir.

Jarak dari Desa Gucialit ke Desa Pakel sekitar dua kilometer. Untuk mengambil air, Isma menggunakan sepeda motor dengan membawa tiga hingga empat jeriken dalam sekali perjalanan.

“Kalau tidak ada air bersih, kami mencari air ke Desa Pakel. Di sana masih ada air dari sumber yang mengalir,” kata Isma.

Tak hanya mengambil air dari desa tetangga, warga juga harus menempuh perjalanan sekitar lima kilometer untuk mandi dan mencuci pakaian.

Kondisi tersebut membuat warga harus mengeluarkan tenaga dan waktu lebih banyak demi memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Selain itu, ketika bantuan tidak kunjung datang, warga terpaksa membeli air bersih dari tangki air. Pengeluaran tambahan ini menjadi beban tersendiri bagi masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan pasokan air.

Meski demikian, Isma mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang disalurkan oleh Polres Lumajang.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih dari polisi,” tuturnya.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan, penyaluran bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.

Menurut dia, bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, terutama untuk keperluan sehari-hari.

“Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat untuk mengurangi kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” pungkasnya. (mam)


Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved