-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

29/03/2026

Sidak Door to Door, LPG 3 Kg di Lumajang Kosong dan Dijual di Atas HET



Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Lumajang masih terjadi. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama jajaran Forkopimda turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara door to door, Minggu (29/3/2026).

Sidak dilakukan dengan mengendarai sepeda motor menyasar agen, pangkalan hingga pengecer di sejumlah titik. 

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kapolres Lumajang Alex Sandy Siregar, Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi dan ketua DPRD Lumajang Oktaviani

Dari hasil sidak di lapangan, rombongan menemukan banyak tabung gas elpiji 3 kg dalam kondisi kosong, baik di tingkat pangkalan maupun pengecer. Selain itu, stok yang tersedia juga mengalami penurunan dibanding hari biasanya.

“Biasanya kami dapat 100 tabung, sekarang hanya sekitar 80 tabung,” ujar salah satu pemilik pangkalan kepada Bupati Lumajang.

Tak hanya langka, Bunda Indah juga menemukan fakta adanya lonjakan harga yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Di tingkat pengecer, gas melon yang seharusnya disubsidi tersebut dijual seharga Rp 22.000.

Bahkan muncul laporan warga mengenai harga yang menembus Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per tabung.

"Saya bersama Forkopimda turun langsung untuk membuktikan apakah benar-benar langka. Hari ini beberapa toko dan pangkalan yang kami datangi memang stoknya habis," ujar Bunda Indah di sela-sela sidak.

Terkait laporan harga yang mencapai Rp 30.000, Bunda Indah menegaskan pentingnya kroscek lapangan agar tidak ada pihak yang merasa terzalimi. 

"Kita harus buktikan kebenaran itu di lapangan, jangan sampai ada yang mendolimi atau didolimi. Data-data sudah kami kantongi," tegasnya.

Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah mengatakan, sidak ini dilakukan untuk memastikan langsung kondisi di lapangan sekaligus menindaklanjuti keluhan masyarakat.

“Banyak informasi bahwa masyarakat kesulitan mendapatkan LPG. Tidak semua, tapi cukup banyak yang mengeluhkan hal tersebut. Maka kami bersama Forkopimda turun langsung untuk membuktikan kondisi sebenarnya,” ujar Bunda Indah.

Ia menegaskan, dari hasil pengecekan sementara memang ditemukan sejumlah pangkalan dan toko yang kehabisan stok. Namun demikian, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kelangkaan tersebut.

“Kami belum bisa menyimpulkan karena harus dilakukan cross-check antara pangkalan, agen, hingga SPBE. Apakah distribusinya yang bermasalah atau ada faktor lain,” jelasnya.

Menurutnya, secara data distribusi dari pusat tidak mengalami perubahan. Namun, peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran diduga menjadi salah satu faktor penyebab.

“Ada peningkatan kebutuhan karena aktivitas memasak meningkat, ditambah adanya panic buying dari masyarakat. Ini juga mempengaruhi ketersediaan di lapangan,” tambahnya.

Untuk mencari solusi, Pemkab Lumajang bersama Forkopimda akan menggelar rapat koordinasi dengan pihak SPBE, Hiswana Migas, agen dan pangkalan dalam waktu dekat.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyampaikan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menemukan adanya pelanggaran hukum secara langsung terkait distribusi LPG 3 kg.

“Sejauh ini kami belum menerima laporan resmi maupun menemukan bukti pelanggaran di lapangan. Namun pengawasan tetap kami lakukan bersama TNI dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Meski demikian, pihak kepolisian tidak akan segan melakukan penindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran, termasuk praktik penjualan di atas HET.

“Jika nanti ditemukan adanya unsur pidana atau pelanggaran aturan distribusi, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Alex menambahkan, pihaknya juga akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait perbedaan harga di lapangan serta dugaan penyimpangan distribusi.

“Ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami akan dalami apakah kenaikan harga ini murni karena kelangkaan atau ada oknum yang bermain,” pungkasnya.

Pastikan Stok dan Harga Stabil, Forkopimda Lumajang Sidak LPG 3 Kg di Sejumlah Titik


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Forkopimda Kabupaten Lumajang melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap distribusi dan harga LPG 3 kg (tabung melon) di wilayah Kecamatan Tempeh dan Pasirian, Minggu (29/3/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.20 WIB ini dilakukan sebagai respons atas isu kelangkaan LPG yang beredar di masyarakat.

Rombongan dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati Masdar, M.Si bersama Ketua DPRD Lumajang Hj. Oktafiyani, S.H., M.H, Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Sidak diawali dari Pendopo Arya Wiraraja menuju beberapa titik pengecekan, meliputi toko kelontong, pangkalan, hingga agen LPG di wilayah Tempeh dan Pasirian. 

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran antara lain toko Madura Mart di Desa Pulo, toko milik Bu Iing di Desa Gesang, Toko Maju Jaya di Umbulsari, toko Gemilang di Pasirian, hingga agen LPG PT Gas Selaras Jaya dan pangkalan milik Mujianto di Desa Condro.

Dari hasil pengecekan sementara, ditemukan bahwa distribusi LPG di sejumlah titik masih belum berjalan lancar. Selain itu, juga terindikasi adanya ketidaksesuaian harga di tingkat pengecer yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Dandim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P, dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan sidak ini merupakan bentuk komitmen Forkopimda dalam menjaga stabilitas kebutuhan energi masyarakat.

“Kami bersama Forkopimda turun langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi LPG berjalan lancar, stok tersedia, dan harga tetap sesuai ketentuan. Kami tidak ingin masyarakat dirugikan oleh praktik-praktik yang tidak sesuai aturan,” tegas Dandim.

Ia juga mengimbau kepada para pedagang dan pangkalan agar menjual LPG sesuai HET serta tidak melakukan penimbunan yang dapat memicu kelangkaan di masyarakat.

Sidak yang berakhir pukul 11.00 WIB tersebut menjadi langkah konkret pengawasan pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan LPG 3 kg, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah isu kelangkaan yang berkembang. (Pendim0821)

Sinergi TNI-Polri dan Relawan, Keamanan Pantai Mbah Drajit Tetap Kondusif Pasca Lebaran



Lumajang, (Onenewsjatim) -
Dalam rangka memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Babinsa Wotgalih Koramil 0821-11/Yosowilangun, Peltu Guntur Purwanto, bersama stakeholder melaksanakan pendampingan kegiatan monitoring pengunjung wisata pantai di kawasan Wisata Pantai Mbah Drajit, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (27/3/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang serta unsur gabungan lainnya, sebagai bentuk sinergitas lintas sektor dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat usai libur panjang Lebaran.

Adapun personel yang terlibat di lokasi antara lain BPBD Kabupaten Lumajang, Koramil 0821/11 Yosowilangun, Polsek Yosowilangun, PSC 119 Puskesmas Yosowilangun, Pemerintah Desa Wotgalih, SAR lokal Pantai Mbah Drajit, Bankom 737 Yosowilangun, Pramuka Saka Bhayangkara Polsek Yosowilangun, Pramuka Saka Bhakti Husada Puskesmas Yosowilangun, serta SKD Wotgalih.

Babinsa Wotgalih, Peltu Guntur Purwanto, di sela kegiatan menyampaikan bahwa kehadiran aparat bersama tim gabungan bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada para pengunjung sekaligus mengantisipasi potensi kerawanan di kawasan wisata pantai.

“Pasca libur Lebaran, intensitas kunjungan masyarakat ke objek wisata pantai masih cukup tinggi. Oleh karena itu, kami bersama tim gabungan terus melaksanakan pemantauan guna memastikan situasi tetap aman, serta memberikan imbauan kepada pengunjung agar selalu berhati-hati, khususnya saat beraktivitas di area pantai,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi yang solid antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur relawan menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana yang kondusif.

Dengan adanya kegiatan monitoring ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keselamatan diri dan lingkungan selama berada di kawasan wisata pantai. (Pendim0821)

28/03/2026

Petir Sambar Wisatawan di Pantai Bambang Lumajang, 1 Tewas dan 9 Luka-luka

 

Polisi melakukan olah TKP di pantai Bambang 

Lumajang, (Onenewsjatim) –
Libur Lebaran dan perayaan Hari Raya Ketupat di Kabupaten Lumajang diwarnai insiden tragis. Seorang wisatawan tewas tersambar petir di kawasan Pantai Bambang, Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Sabtu (28/3/2026) sore.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Alvin (23), warga Dusun Kebonarang, Desa Candipuro, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB saat hujan deras disertai petir mengguyur kawasan pesisir selatan Lumajang, tepatnya di dua lokasi wisata yakni Pantai Bambang dan Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar.

Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan total terdapat 10 korban dalam kejadian tersebut, dengan satu orang meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.

“Total korban sebanyak 10 orang, satu meninggal dunia dan lainnya mengalami luka-luka,” ujar Suprapto saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, di Pantai Bambang terdapat delapan korban, di mana satu orang meninggal dunia, satu korban dalam kondisi koma, dan enam lainnya mengalami luka ringan. 

Seluruh korban telah dievakuasi ke Puskesmas Pasirian dan RSUD Pasirian untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, di Pantai Watu Pecak terdapat dua korban yang mengalami luka ringan dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Pasirian.

Berdasarkan kronologi, insiden bermula saat delapan wisatawan di Pantai Bambang tengah menikmati liburan. Ketika hujan deras disertai petir turun, mereka berteduh di sebuah pondok terpal yang didirikan secara mandiri di sisi barat pantai.

“Tidak lama kemudian, petir menyambar tepat di sekitar tenda tersebut sehingga para korban mengalami luka dan sebagian tidak sadarkan diri,” jelas Suprapto.

Petugas keamanan bersama panitia setempat kemudian mengevakuasi para korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kejadian serupa juga terjadi di Pantai Watu Pecak. Dua korban yang merupakan kakek dan cucu dilaporkan sempat pingsan setelah petir menyambar di sekitar pondok tempat mereka berteduh.

“Keduanya mengalami luka ringan dan sempat merasakan panas pada bagian kaki, lalu segera dilarikan ke RSUD Pasirian,” tambahnya.

Diketahui, hujan deras disertai petir melanda kawasan tersebut sejak pukul 16.30 hingga 18.15 WIB. Saat kejadian, sebagian besar pengunjung sebenarnya telah beranjak pulang, namun beberapa di antaranya memilih berteduh karena hujan yang cukup deras.

Saat ini, para korban luka masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pasirian dan RSUD Pasirian.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat beraktivitas di area terbuka seperti pantai.. (imam)

Pasca Lebaran, TNI-Polri dan Forkopimcam Candipuro Intensifkan Patroli Wilayah


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat pasca Hari Raya Idul Fitri, Koramil 0821-09/Candipuro bersama Forkopimcam Candipuro melaksanakan kegiatan patroli wilayah di Desa Tambahrejo, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat malam (27/3/2026).

Patroli gabungan tersebut melibatkan Danramil 0821-09/Candipuro Kapten Inf Sumarno bersama anggota, Kapolsek Candipuro AKP Lugito, S.H. bersama anggota, serta Camat Candipuro Shela Fajri, S.STP., M.M yang turut didampingi Kepala Desa Tambahrejo dan personel Linmas.

Kegiatan patroli dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat setelah meningkatnya aktivitas warga pasca lebaran.

Camat Candipuro Shela Fajri, S.STP., M.M mengatakan bahwa kegiatan patroli bersama merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam menjaga ketertiban masyarakat, sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, dan segera melaporkan apabila ada hal-hal yang mencurigakan demi terciptanya keamanan bersama,” katanya.

Danramil 0821-09/Candipuro Kapten Inf Sumarno menyampaikan bahwa patroli bersama tersebut merupakan bentuk sinergitas TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan dalam menjaga stabilitas wilayah.

“Patroli ini kami lakukan untuk memastikan situasi di wilayah tetap aman dan kondusif pasca lebaran. Kehadiran aparat gabungan juga sebagai upaya mencegah terjadinya gangguan keamanan, sekaligus memberikan rasa tenang kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Candipuro AKP Lugito, S.H. menegaskan bahwa patroli dilakukan dengan menyasar titik-titik rawan, lokasi keramaian, serta jalur yang sering dilalui masyarakat pada malam hari.

“Kami berkomitmen menjaga keamanan wilayah, terutama setelah lebaran biasanya aktivitas masyarakat meningkat. Patroli ini juga sebagai bentuk pelayanan kepada warga agar tetap merasa aman dalam beraktivitas,” ungkapnya.

Patroli gabungan Forkopimcam Candipuro tersebut disambut positif oleh warga Desa Tambahrejo. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan situasi wilayah Kecamatan Candipuro tetap aman, tertib, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas pasca lebaran dengan nyaman dan damai. (Pendim0821)

Puncak Lebaran Ketupat, Forkopimda Lumajang Siagakan Pengamanan di Pantai Selatan


Lumajang, (Onenewsjatim) 
– Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang meningkatkan pemantauan di sejumlah destinasi wisata pantai selatan pada puncak perayaan Hari Raya Ketupat 1447 Hijriah, Sabtu (28/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat yang memadati kawasan pesisir dalam tradisi tahunan tersebut.

Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., mengatakan bahwa tradisi mandi di laut selatan telah menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat yang sarat makna spiritual.

“Tradisi ini sudah mengakar kuat di tengah masyarakat sebagai simbol penyucian diri. Karena itu, kehadiran Forkopimda bertujuan memastikan kegiatan tetap berjalan aman tanpa mengurangi nilai budaya yang ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan, momentum H+7 Idul Fitri atau yang dikenal sebagai Lebaran Ketupat, yang berlangsung pada 27 hingga 29 Maret 2026, diperkirakan menjadi puncak kunjungan wisatawan ke kawasan pantai selatan Lumajang.

Sejumlah titik wisata menjadi fokus pengamanan, di antaranya Pantai Bambang, Pantai Watu Pecak, dan Pantai Mbah Drajit. Di lokasi-lokasi tersebut, aparat gabungan dari TNI, Polri, BPBD, relawan, serta instansi terkait disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan laut.

“Pengamanan dilakukan secara terpadu, terutama untuk mencegah insiden seperti wisatawan terseret arus atau tenggelam. Petugas di lapangan juga terus memberikan imbauan agar pengunjung tidak berenang di zona berbahaya,” tambahnya.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif di tengah tingginya aktivitas masyarakat di kawasan wisata.

Dengan pengawasan yang diperketat dan langkah antisipatif yang dilakukan, Forkopimda berharap perayaan Lebaran Ketupat di Lumajang dapat berlangsung aman, tertib, dan tetap menjaga kelestarian tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. (Pendim 0821)

Nekat Mandi di Laut, Pria 54 Tahun Tewas Tergulung Ombak di Paseban



Jember, (Onenewsjatim)
– Seorang wisatawan dilaporkan meninggal dunia setelah terseret ombak saat mandi di Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Sabtu (28/3/2026).

Korban diketahui bernama Giman (54), warga Desa Kraton, Kecamatan Kencong. Ia terseret gelombang laut selatan saat berenang di sekitar bibir pantai sekitar pukul 10.30 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban saat itu tengah berwisata bersama keluarganya. Namun, saat sedang mandi di tepi pantai, tiba-tiba datang ombak besar yang langsung menggulung tubuh korban hingga terseret ke tengah laut.

“Korban bersama keluarganya mandi di bibir pantai. Padahal sudah ada imbauan larangan untuk mandi di laut. Korban kemudian tergulung ombak besar, karena cuaca saat itu cukup ekstrem,” ujar Irul, warga Desa Paseban.

Irul menambahkan, korban sempat hilang dari pengawasan keluarga setelah terseret arus yang cukup kuat. Upaya penyelamatan pun langsung dilakukan oleh warga sekitar dan tim gabungan yang berada di lokasi.

Petugas gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, relawan, serta masyarakat setempat segera melakukan pencarian dengan menyisir area perairan. Setelah beberapa waktu, korban akhirnya ditemukan.

“Tim SAR dan warga lokal sempat berusaha menyelamatkan korban. Namun korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia,” imbuhnya.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi oleh petugas gabungan dan dibawa ke Puskesmas Cakru untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya wisatawan, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung ke kawasan wisata alam, terutama pantai selatan yang dikenal memiliki karakter ombak besar dan arus kuat.

Momentum libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang dimanfaatkan untuk berwisata diharapkan tetap diimbangi dengan kepatuhan terhadap imbauan keselamatan, termasuk larangan mandi di laut saat kondisi cuaca tidak bersahabat.

Kewaspadaan terhadap tinggi ombak, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan peringatan petugas menjadi faktor penting guna mencegah terjadinya insiden serupa.

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved