-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

29/09/2026

Gotong Royong, Babinsa Kebonagung Bantu Perbaiki Atap Rumah Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui aksi nyata di wilayah binaan. Kali ini, Babinsa Kebonagung Koramil 0821-02/Sukodono, Sertu Hery Wahyudi, turun langsung membantu renovasi atap rumah milik Budiono, warga Dusun Sitinggil RT 02 RW 02, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (29/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Hery Wahyudi turut membantu proses perehapan rumah, khususnya pada bagian atap yang membutuhkan perbaikan agar hunian menjadi lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat sekaligus upaya mempererat hubungan antara TNI dan warga melalui semangat gotong royong.

Dalam kesempatan itu, Sertu Hery Wahyudi menyampaikan bahwa membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan merupakan bagian dari pengabdian Babinsa di wilayah binaan.

“Sebagai Babinsa, kami berupaya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan membantu mengatasi kesulitan warga. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong agar setiap persoalan dapat dihadapi bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kebersamaan antara TNI dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam membangun lingkungan yang harmonis, peduli, dan saling mendukung.

Bagi Budiono, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian yang memberikan semangat dalam memperbaiki kondisi tempat tinggalnya. Dukungan Babinsa diharapkan dapat membantu proses renovasi rumah sehingga keluarga dapat menempati hunian yang lebih aman dan nyaman.

Melalui kegiatan tersebut, Babinsa Kebonagung kembali menunjukkan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat tidak hanya terjalin melalui tugas kewilayahan, tetapi juga melalui kepedulian nyata terhadap kebutuhan masyarakat.

Semangat gotong royong yang tumbuh di tengah warga menjadi fondasi penting dalam memperkuat solidaritas sosial dan mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. (Pendim0821)

Kekeringan Melanda, Kodim 0821/Lumajang Distribusikan Air Bersih ke Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Kodim 0821/Lumajang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan melalui kegiatan droping air bersih bagi warga di Dusun Kulaong, Curah, Desa Bencee, Kabupaten Lumajang, Selasa (29/09/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan.

Pelda Herianto menyampaikan bahwa pendistribusian air bersih merupakan upaya Kodim 0821/Lumajang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Droping air bersih ini merupakan bentuk kepedulian Kodim 0821/Lumajang kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan warga, terutama untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Pelda Herianto.

Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam bidang pertahanan, tetapi juga membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi warga di wilayah binaan.

Warga menyambut baik bantuan air bersih tersebut. Bantuan ini dinilai sangat membantu masyarakat, mengingat keterbatasan sumber air yang dirasakan warga akibat kondisi kekeringan.

Kodim 0821/Lumajang berharap kegiatan sosial seperti droping air bersih dapat terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan, sekaligus memperkuat kepedulian dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat. (pendim 0821)

Kapolda Jatim Pimpin Sertijab, Enam Kapolres Berganti Jabatan


Surabaya, (DOC) –
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto memimpin serah terima jabatan (sertijab) sejumlah Kapolres jajaran Polda Jatim. Upacara berlangsung di Gedung Patuh Mapolda Jatim, Selasa (29/9/2026).

Selain sejumlah Kapolres, sertijab juga dilakukan terhadap Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Jatim.

Upacara dihadiri Pejabat Utama Polda Jatim dan para Kapolres jajaran. Pergantian jabatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolri tertanggal 30 Agustus 2026.

Dalam amanatnya, Nanang menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi dan kontribusi selama menjalankan tugas di Jawa Timur.

Kepada pejabat baru, Nanang meminta agar segera beradaptasi dengan lingkungan tugas masing-masing.

"Segera menyesuaikan diri, melanjutkan program yang sudah ada, serta menghadirkan terobosan-terobosan positif dalam pelaksanaan tugas," kata Nanang.

Dia juga meminta para pejabat baru menjalankan amanah secara profesional, loyal dan berintegritas.

Adapun sejumlah Kapolres yang berganti jabatan yakni Kapolres Mojokerto, Kapolres Magetan, Kapolres Jombang, Kapolres Pasuruan dan Kapolres Ponorogo.

AKBP Andi Yudha Pranata meninggalkan jabatan Kapolres Mojokerto untuk menduduki jabatan sebagai Kasubbagkompeten Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri. Posisi Kapolres Mojokerto selanjutnya ditempati AKBP Raden Erik Bangun Prakasa yang sebelumnya menjabat Kapolres Magetan.

Posisi Kapolres Magetan selanjutnya dijabat AKBP Bagas Sancoyoning Aji yang sebelumnya menjabat Koorspripim Polda Jatim.

Sementara Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mendapat jabatan baru sebagai Kasubbaglekdikbangum Baglekdik Rodalpers SSDM Polri. Jabatan Kapolres Jombang selanjutnya diemban AKBP Yanto Mulyanto yang sebelumnya menjabat Kasubditregident Ditlantas Polda Jatim.

Untuk jabatan Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono mendapat penugasan baru sebagai Kasubbagmonev Bagyanduan Divpropam Polri. Jabatan Kapolres Pasuruan selanjutnya diemban AKBP Irawan Setyono.

Sedangkan Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mendapat jabatan baru sebagai Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri. Posisi tersebut selanjutnya dijabat AKBP Damus Asa yang sebelumnya menjabat Kapolres Gunung Kidul Polda DIY.

Selain pergantian Kapolres, jabatan Kabid TIK Polda Jatim juga berganti. Kombes Pol Agusman Gurning mendapat jabatan baru sebagai Psikolog Kepolisian Madya Tk. I SSDM Polri.

Jabatan Kabid TIK Polda Jatim selanjutnya diemban Kombes Pol Yulia Agustin Selfa Triana yang sebelumnya menjabat Karorena Polda Kalbar.

Nanang berharap pergantian jabatan tersebut dapat memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Saya yakin pejabat yang dilantik hari ini dapat menjalankan tugas secara profesional, loyal, dan berintegritas," ujarnya.

Pergantian jabatan di lingkungan Polri merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk penyegaran, pengembangan karier personel dan pemenuhan kebutuhan organisasi.

Gunung Semeru Kembali Erupsi, 23 Letusan Tercatat dalam Enam Jam


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Aktivitas erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih tinggi. Dalam kurun waktu enam jam pada Selasa (29/9/2026), gunung api tersebut tercatat mengalami 23 kali erupsi.

Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas Gunung Semeru terpantau sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

Dari sejumlah aktivitas tersebut, sebanyak 10 kali letusan disertai keluarnya kolom asap berwarna putih hingga kelabu dengan ketebalan cukup tinggi. Kolom asap teramati mencapai sekitar 500 hingga 1.000 meter dari atas puncak dan bergerak ke arah timur.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, Mukdas Sofian, mengatakan letusan yang teramati memiliki amplitudo antara 15 hingga 22 milimeter dengan durasi sekitar 54 sampai 144 detik.

Selain letusan, petugas juga mencatat lima kali hembusan. Aktivitas tersebut memiliki amplitudo 4 hingga 6 milimeter dengan durasi 43 sampai 80 detik.

"Untuk aktivitas hembusan tercatat lima kali dengan amplitudo 4-6 milimeter dan durasi 43-80 detik," kata Mukdas dalam keterangan tertulis.

Saat ini Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. PVMBG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Masyarakat yang berada di luar radius tersebut juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga sekitar 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut masih berpotensi terkena lontaran batu pijar.

PVMBG juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya awan panas, guguran lava, maupun lahar di sepanjang lembah sungai yang berhulu di puncak Semeru.

Beberapa jalur yang perlu mendapat perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat. Ancaman lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.

Hujan Abu Sampai Permukiman

Aktivitas erupsi Semeru juga dirasakan warga di sejumlah wilayah Lumajang. Asmadi, warga Desa/Kecamatan Senduro, mengaku hujan abu tipis mulai terjadi di sekitar rumahnya dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, abu vulkanik juga terlihat menempel pada kendaraan. Suara dentuman dari arah Semeru pun beberapa kali terdengar.

"Sejak Jumat kemarin di rumah sudah ada hujan abu. Kaca mobil juga tiba-tiba kotor saat lewat. Suara dentuman Semeru juga sering terdengar. Tadi malam seperti suara geluduk, tetapi suaranya cukup jelas," ujar Asmadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan sebaran abu vulkanik dipengaruhi arah angin yang bergerak ke timur.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di sisi timur lereng Semeru berpotensi mengalami hujan abu. Bahkan, menurut Isnugroho, sebaran abu pada hari sebelumnya telah mencapai kawasan perkotaan Lumajang.

"Karena letusannya berlangsung terus-menerus dan kolom abunya sekitar 300 sampai 800 meter. Kemarin abu bahkan sudah sampai wilayah kota," katanya.

BPBD Lumajang mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik.

Warga yang berkendara juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi jalan ketika terjadi hujan abu.

"Kalau beraktivitas di luar, paling tidak gunakan masker sebagai pelindung," pungkas Isnugroho.

Polisi Sahabat Anak, Satlantas Lumajang Ajarkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini


Lumajang, (Onenewsjatim) -
 Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Lumajang memberikan edukasi tertib berlalu lintas kepada siswa kelas 1 SDN Citrodiwangsan 1 Lumajang, Jawa Timur, Selasa (29/9/2026) pagi.

Kegiatan yang digelar di ruang kelas itu merupakan bagian dari program Polisi Sahabat Anak dan edukasi keselamatan berkendara sejak dini.

Anggota Unit Kamsel Satlantas Polres Lumajang, Aiptu Rima Mayangga Rivasari, menyampaikan materi keselamatan berlalu lintas dengan metode yang mudah dipahami anak-anak.

Para siswa diperkenalkan dengan rambu lalu lintas berdasarkan bentuk dan fungsinya, yakni rambu larangan, perintah, peringatan, dan petunjuk. Mereka juga mendapat penjelasan mengenai fungsi lampu pengatur lalu lintas atau traffic light.

"Anak-anak kami kenalkan sejak dini mengenai rambu-rambu lalu lintas dan traffic light. Harapannya, mereka memahami fungsi masing-masing dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," kata Rima.

Polisi juga menjelaskan pentingnya menggunakan helm berstandar SNI saat mengendarai sepeda motor, termasuk untuk perjalanan jarak dekat. Selain itu, siswa diberi pemahaman mengenai posisi duduk yang aman saat dibonceng.

Menurut Rima, pembiasaan keselamatan berlalu lintas perlu dilakukan sejak sekolah dasar. Anak-anak diharapkan tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu mengingatkan orang tua saat berkendara.

"Keselamatan itu harus dibiasakan sejak dini. Kami juga mengajak anak-anak untuk mengingatkan orang tuanya agar selalu memakai helm dan mematuhi aturan lalu lintas," ujarnya.

Diajarkan Cara Menyeberang Jalan

Peserta didik juga mendapat edukasi mengenai cara menyeberang jalan dengan aman. Polisi mengenalkan penggunaan fasilitas penyeberangan, seperti zebra cross, serta rumus 4T sebagai panduan sebelum menyeberang.

Rumus 4T terdiri atas tunggu sebentar, tengok kanan, tengok kiri, dan tengok kanan lagi sebelum memastikan kondisi jalan aman.

"Anak-anak kami ajarkan untuk tidak terburu-buru ketika menyeberang. Mereka harus menunggu, melihat kondisi kanan dan kiri jalan, kemudian memastikan kembali sebelum berjalan," kata Rima.

Kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa antusias mengikuti materi dan menjawab pertanyaan dari petugas.

Kasat Lantas: Keselamatan Harus Ditanamkan Sejak Anak-anak

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Pratama Sudirno mengatakan, edukasi tertib lalu lintas kepada anak-anak merupakan bagian dari upaya membangun budaya keselamatan sejak dini.

Menurutnya, anak-anak perlu memahami keselamatan di jalan karena mereka juga merupakan pengguna jalan, baik sebagai pejalan kaki maupun penumpang kendaraan.

"Kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Edukasi seperti ini penting agar mereka mengenal aturan sejak usia dini," kata Bayu.

Ia berharap pengetahuan tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berangkat dan pulang sekolah, menyeberang jalan, serta menjadi penumpang sepeda motor bersama orang tua.

"Harapan kami, anak-anak tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga menjadi pengingat bagi keluarga. Misalnya, mengingatkan orang tua untuk memakai helm dan mematuhi aturan lalu lintas," ujarnya.

Bayu menambahkan, Satlantas Polres Lumajang akan terus menggelar edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelajar.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas dan menekan potensi kecelakaan di Kabupaten Lumajang.

Warga Keluhkan Jalan Rusak Belasan Tahun di Lumajang, Spanduk “Aspal Bukan Janji” Terpasang


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kerusakan jalan penghubung Kecamatan Tempeh menuju Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dikeluhkan warga.

Salah satu titik kerusakan berada di Dusun Kaliputih, Desa Nguter, Kecamatan Pasirian. Kondisi jalan di lokasi tersebut disebut mengalami kerusakan parah dan telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Sebagai bentuk protes, warga memasang spanduk di sekitar ruas jalan tersebut. Spanduk itu bertuliskan, “Aspal Bukan Janji, Kami Butuh Bukti.”

Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jalan yang menjadi salah satu akses penghubung masyarakat dari wilayah Tempeh menuju Pasrujambe.

“Iya, spanduk dipasang dari beberapa waktu lalu. Sudah lama rusaknya jalan itu, hampir belasan tahun kondisinya kayak begitu. Makanya spanduk itu dipasang biar ada perhatian dari pemerintah daerah,” kata warga, Bambang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lumajang, Endah Mardiana, mengatakan pemerintah telah menyiapkan penanganan sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut.

Salah satu ruas yang telah mendapat kepastian penanganan adalah jalan Tempeh-Gesang sepanjang 5,2 kilometer.

Menurut Endah, ruas tersebut telah diusulkan kepada pemerintah pusat dan mendapat dukungan melalui program Infrastruktur Jalan Daerah (IJD).

Pekerjaan peningkatan jalan itu direncanakan mulai dilaksanakan pada November 2026.

“Tempeh-Gesang itu 5,2 kilometer ini sudah masuk di usulan kementerian dan sudah juga sampai terakhir kemarin tersampaikan bahwa kita akan mendapatkan peningkatan jalan di ruas jalan tersebut,” ujar Endah.

Penanganan jalan, kata dia, dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan anggaran pemerintah.

Selain Tempeh-Gesang, Pemkab Lumajang juga mengarahkan penanganan pada ruas Gesang-Tumpeng.

Ruas Gesang-Tumpeng memiliki panjang sekitar 6 kilometer. Dari total panjang tersebut, sekitar 4 kilometer mengalami kerusakan berat.

Namun, perbaikan tidak dapat dilakukan sekaligus. Pada tahap awal, pemerintah akan menangani sekitar 1 kilometer ruas jalan.

“Gesang-Tumpeng total 6 kilometer, untuk yang rusak berat itu 4 kilometer, tapi kita akan selesaikan dulu sekitar 1 kilometer dan ini akan dilanjutkan pada 2027,” jelas Endah.

Selain dua ruas tersebut, jalan Tumpeng-Pasru yang mengalami kerusakan berat juga masuk dalam rencana penanganan pemerintah.

Endah menjelaskan, pola perbaikan secara bertahap dilakukan karena pemerintah harus menyesuaikan kemampuan fiskal daerah dengan kebijakan efisiensi anggaran.

Pemerintah Kabupaten Lumajang menargetkan penanganan sejumlah ruas jalan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Geger! Lansia 72 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Hutan Sumber Probolinggo


Probolinggo, (Onenewsjatim)
– Warga Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan seorang laki-laki lanjut usia yang meninggal dunia di kawasan hutan, Senin (28/9/2026).

Korban diketahui berinisial N (72). Saat ditemukan, korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan terdapat sejumlah luka pada bagian tubuhnya.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 13.00 WIB. Sebelumnya, korban diketahui berangkat ke kawasan hutan untuk mencari rumput.

Namun, hingga siang hari korban tidak kunjung kembali ke rumah. Kondisi tersebut membuat keluarga khawatir dan kemudian mengajak warga untuk melakukan pencarian ke lokasi yang diduga menjadi tempat terakhir korban berada.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan di dalam kawasan hutan dalam kondisi meninggal dunia. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan itu, anggota Polsek Sumber bersama Pamapta dan Tim Satreskrim Polres Probolinggo langsung mendatangi lokasi kejadian.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengamankan beberapa barang yang ditemukan di sekitar lokasi dan diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Plt. Kasihumas Polres Probolinggo Ipda Widy Purwa Apriantoro membenarkan adanya penanganan kasus penemuan mayat tersebut.

“Petugas bergerak cepat setelah menerima laporan dengan mendatangi TKP, melakukan pemeriksaan awal di lokasi, meminta keterangan saksi-saksi, serta mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut,” ujar Ipda Widy.

Menurutnya, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti rangkaian kejadian hingga korban ditemukan meninggal dunia.

“Keterangan para saksi dan barang yang ditemukan di lokasi terus didalami untuk mengungkap secara terang peristiwa tersebut,” jelasnya.

Ipda Widy menegaskan, petugas masih mendalami berbagai informasi dan temuan di lokasi kejadian. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan yang diperlukan dalam proses penyelidikan.

“Penyelidikan masih berlangsung. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah proses pendalaman menghasilkan informasi yang dapat disampaikan kepada publik,” pungkasnya.

Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved