-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

11/05/2026

Peduli Warga, TNI dan Polkes Lumajang Gelar Bakti Sosial Kesehatan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus ditunjukkan oleh aparat kewilayahan bersama unsur kesehatan TNI. Babinsa Supiturang Koramil 0821-14/Pronojiwo, Sertu Sigit Andi Irawan, melaksanakan pendampingan kegiatan pelayanan kesehatan pengobatan massal yang digelar oleh Polkes 05.09.02 Lumajang, bertempat di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolkes 05.09.02 Lumajang Kapten CKM Muh. Gufron, serta dihadiri Kepala Desa Supiturang Nurul Yakin Pribadi. Pengobatan massal ini diikuti sekitar 100 warga yang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Babinsa Supiturang Sertu Sigit Andi Irawan mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk dukungan TNI dalam membantu program kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga di wilayah binaan.

“Kami hadir untuk membantu kelancaran kegiatan pelayanan kesehatan ini, sekaligus memastikan masyarakat merasa aman dan tertib saat mengikuti pemeriksaan. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan,” ujar dia.

Sementara itu, Kapolkes 05.09.02 Lumajang Kapten CKM Muh. Gufron menjelaskan bahwa pengobatan massal merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang bertujuan memberikan akses pemeriksaan serta pengobatan kepada masyarakat, terutama yang membutuhkan.

“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat. Selain pemeriksaan, kami juga memberikan obat sesuai keluhan dan kondisi pasien,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Supiturang Nurul Yakin Pribadi menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Polkes 05.09.02 Lumajang bersama Babinsa Koramil Pronojiwo. 

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena membantu masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan pengobatan massal ini. Antusias masyarakat sangat tinggi karena mereka merasa terbantu. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga Desa Supiturang,” ungkapnya.

Dengan adanya pelayanan kesehatan pengobatan massal tersebut, diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap kondisi kesehatan dan mampu melakukan langkah pencegahan sejak dini, sehingga dapat menekan risiko penyakit serta meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah Kecamatan Pronojiwo. (Pendim0821)

Babinsa dan Warga Kompak Bangun Jembatan Perintis Garuda di Kali Asem Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dalam rangka mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur desa, Personel Koramil 0821-17/Pasrujambe bersama warga melaksanakan kegiatan lanjutan penggalian crous beton bawah pada pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Kali Asem, Dusun Krajan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin dan didampingi langsung oleh Babinsa Karanganom Koramil 0821-17/Pasrujambe, Sertu Bejo Utomo, bersama masyarakat setempat yang turut berperan aktif dalam proses pembangunan jembatan.

Penggalian crous beton bawah merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan, karena berfungsi sebagai dasar atau pondasi awal yang akan menopang kekuatan konstruksi jembatan. 

Tahap ini dilakukan untuk memastikan struktur jembatan memiliki daya tahan kuat dan mampu menghadapi tekanan beban maupun kondisi alam seperti arus sungai saat musim penghujan.

Sertu Bejo Utomo saat ditemui di lokasi menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan pembangunan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pembangunan desa sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Penggalian ini merupakan langkah awal yang sangat penting sebelum masuk tahap pengecoran. Kita pastikan kedalaman dan ukuran sesuai agar pondasi jembatan benar-benar kuat dan aman,” ujar Sertu Bejo.

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda sangat dibutuhkan masyarakat, karena selama ini menjadi jalur utama penghubung antarwilayah yang mendukung aktivitas warga, baik untuk transportasi sehari-hari maupun pengangkutan hasil pertanian.

Kegiatan gotong royong tersebut berlangsung dengan penuh semangat. Warga bersama personel Koramil bahu-membahu melakukan penggalian di sekitar aliran Kali Asem dengan peralatan sederhana, namun tetap mengutamakan keselamatan kerja.

Melalui kegiatan penggalian crous beton bawah ini, diharapkan pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat berjalan lancar sesuai rencana, sehingga nantinya mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Karanganom dan sekitarnya dalam meningkatkan aksesibilitas serta menunjang pertumbuhan ekonomi desa. (Pendim0821)

Modus Segitiga Jual Beli Mobil Terbongkar, Sindikat Penipu Online Raup Miliaran Rupiah


Surabaya , (Onenewsjatim)
– Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur berhasil membongkar sindikat penipuan online dengan modus skema segitiga jual beli mobil lintas daerah.

Dalam pengungkapan tersebut, Polisi mengamankan 11 tersangka yang ditangkap di wilayah Kediri, Batam, dan Samarinda.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan ruang digital serta melindungi masyarakat dari berbagai bentuk kejahatan siber.

“Perkembangan teknologi digital saat ini turut memunculkan ancaman kejahatan siber dengan modus yang semakin kompleks, mulai dari phishing, manipulasi identitas digital, hingga berbagai bentuk penipuan online lainnya,” ujar Kombes Pol Abast saat konferensi pers di Gedung Mahameru Polda Jatim, Senin (11/5/2026).

Kombes Pol Abast juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli secara online, khususnya melalui media sosial maupun marketplace.

Sementara itu, Direktur Reserse Siber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, para pelaku diduga meraup keuntungan hingga miliaran rupiah setiap bulan dari aksi penipuan tersebut.

Kasus ini bermula pada Februari 2026 saat korban mencari mobil Toyota Innova melalui media sosial Facebook.

Korban kemudian berkomunikasi dengan pelaku dan sepakat membeli kendaraan dengan harga Rp315 juta.

“Korban selanjutnya mentransfer uang tahap pertama sebesar Rp220 juta setelah diyakinkan oleh pihak yang mengaku sebagai kerabat penjual,” terang Kombes Pol Bimo Ariyanto.

Namun setelah uang ditransfer, pelaku tidak dapat dihubungi dan korban akhirnya diblokir.

Dari hasil penyelidikan, penyidik menemukan bahwa sindikat tersebut diduga menggunakan skema segitiga untuk meyakinkan korban.

Pelaku memposting ulang iklan kendaraan dari marketplace ke platform lain, kemudian mempertemukan calon pembeli dengan penjual asli tanpa sepengetahuan kedua belah pihak.

Saat korban tertarik membeli kendaraan, komunikasi diarahkan melalui pesan pribadi dan pelaku memberikan rekening penampung untuk pembayaran transaksi.

“Untuk mendukung aksinya, para pelaku juga merekrut sejumlah warga untuk membuka rekening bank yang kemudian digunakan sebagai penampung uang hasil kejahatan,” jelas Kombes Pol Bimo.

Penyidik kemudian melakukan pengembangan dan mengamankan jaringan pengepul rekening di Kediri sebelum bergerak ke Batam dan Samarinda.

“Total terdapat 11 tersangka yang berhasil diamankan di tiga lokasi berbeda,” tambah Kombes Pol Bimo.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui salah satu tersangka berinisial AF yang diamankan di Samarinda diduga berperan sebagai perekrut sekaligus penghubung antar pelaku.

Selain itu, beberapa tersangka lainnya diduga bertugas mencairkan uang serta mengelola aliran dana hasil penipuan.

“Pelaku yang diamankan di Samarinda diketahui merupakan residivis kasus narkotika,” ungkap Kombes Pol Bimo.

Dalam pengungkapan tersebut, Polisi turut menyita dua unit mobil, satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja ZX250, 30 unit telepon genggam, rekening koran, serta sejumlah atribut perbankan yang diduga digunakan dalam tindak pidana tersebut.

Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, serta pasal penipuan dalam KUHP.

Saat ini penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk menelusuri kemungkinan adanya korban lain serta aliran dana hasil kejahatan yang diduga mencapai miliaran rupiah. (Red)

Kasus DBD di Lumajang Didominasi Usia Produktif, Satu Orang Meninggal


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang mencatat sebanyak 79 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama Januari hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, satu pasien dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, Marshall mengatakan, kasus DBD tertinggi terjadi pada Januari 2026 dengan total 34 kasus.

“Kasus DBD dari Januari sampai April 2026 total 79 kasus,” ujar Marshall melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, pada Februari jumlah kasus turun menjadi 13 kasus, kemudian kembali turun pada Maret sebanyak sembilan kasus. Namun pada April kasus kembali meningkat menjadi 23 orang.

“Januari 34 kasus, Februari 13 kasus, Maret sembilan kasus dan April 23 kasus,” katanya.

Marshall mengungkapkan, dari 23 kasus yang ditemukan pada April, satu pasien meninggal dunia akibat mengalami syok berat karena DBD.

“Jadi dari 23 kasus bulan April, satu di antaranya meninggal dunia. Benar, kondisinya sampai terjadi syok akibat DBD,” ungkapnya.

Menurutnya, penyakit DBD sulit diprediksi karena dapat berkembang cepat dan menyebabkan kondisi syok yang membahayakan nyawa pasien.

“Tergantung dari kondisi kekebalan pasien dan tingkat virulensi virus DBD-nya,” jelas Marshall.

Kasus DBD di Lumajang menyerang berbagai kelompok usia, mulai balita hingga dewasa. Rinciannya, usia 1-4 tahun satu kasus, usia 5-14 tahun enam kasus, usia 15-44 tahun sebanyak 11 kasus, dan usia di atas 44 tahun lima kasus.

Marshall mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam selama tiga hari atau muncul gejala berat seperti nyeri perut dan muntah.

“Atau belum tiga hari demam tapi disertai tambahan gejala yang berat seperti nyeri perut muntah, segera periksa ke fasyankes tanpa harus menunggu tiga hari,” bebernya.

Ia menambahkan, gejala DBD umumnya berupa demam yang disertai nyeri otot dan sendi, bahkan dapat memicu perdarahan ringan seperti mimisan dan gusi berdarah.

Sementara malaria memiliki pola demam periodik dan biasanya berkaitan dengan riwayat aktivitas di wilayah endemis malaria seperti Papua dan Kalimantan.

“Tergantung jenis malarianya. Dan malaria lebih mudah diketahui apabila pasien ada riwayat pernah berada atau bekerja di daerah endemis malaria,” pungkasnya. (Imam)

Jaringan Penipuan Online Lintas Negara Digerebek di Surabaya, 44 WNA dan WNI Ditangkap


Surabaya, (Onenewsjatim)
- Satreskrim Polrestabes Surabaya Polda Jawa Timur membongkar jaringan kejahatan lintas negara yang diduga menjalankan praktik penipuan online internasional atau online scamming. Dalam pengungkapan tersebut, aparat mengamankan total 44 orang dari berbagai negara.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari informasi yang diterima pihaknya dari Konsulat Jepang di Tokyo terkait dua warga negara Jepang yang dilaporkan hilang dan diduga disekap di Indonesia.

“Awalnya kami menerima informasi adanya dua warga negara Jepang yang dilaporkan hilang. Setelah dilakukan penelusuran, kasus ini berkembang dan mengarah pada jaringan penipuan internasional yang terorganisir,” ujar Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, Sabtu (9/5/2026).

Penyelidikan pertama dilakukan di sebuah rumah di kawasan Dharma Husada Permai, Surabaya. Dari lokasi tersebut, polisi menemukan dua warga Jepang yang diduga menjadi korban penyekapan.

Selain menyelamatkan korban, petugas juga menemukan berbagai barang bukti yang diduga digunakan untuk menjalankan aktivitas penipuan digital internasional. Barang bukti itu antara lain perangkat elektronik, dokumen operasional, hingga perlengkapan komunikasi.

“Dari lokasi awal, kami menemukan indikasi kuat bahwa tempat ini bukan sekadar lokasi penyekapan, tetapi juga menjadi pusat aktivitas penipuan digital yang terhubung dengan jaringan lintas negara,” kata Luthfi.

Dalam pengembangan kasus, polisi mendapati sejumlah warga negara asing lain berada di lokasi tersebut, di antaranya warga negara China dan Jepang, serta dua warga negara Indonesia yang kini turut diperiksa intensif.

Tim kemudian bergerak ke sejumlah lokasi lain di Surabaya, termasuk kawasan Embong Kenongo dan Dharma Permai. Namun, saat dilakukan penggerebekan, sebagian lokasi diketahui telah ditinggalkan para pelaku.

Meski demikian, petugas menemukan sedikitnya 24 koper di salah satu lokasi yang diduga menjadi tempat operasional jaringan tersebut.

“Temuan koper ini mengindikasikan adanya perpindahan penghuni maupun operator jaringan sebelum petugas tiba,” jelasnya.

Pengejaran berlanjut hingga ke Solo dan Bali. Dari hasil operasi gabungan itu, polisi berhasil mengamankan total 44 orang yang diduga terkait jaringan tersebut.

Mereka terdiri atas 30 warga negara China, tujuh warga negara Taiwan, empat warga negara Jepang, dan tiga warga negara Indonesia.

Menurut Luthfi, jaringan ini bekerja secara profesional dengan pola berpindah-pindah tempat dan memanfaatkan rumah kontrakan sebagai basis operasional.

“Mereka membangun sistem operasi yang tertutup dan berpindah lokasi untuk menghindari pelacakan aparat,” ujarnya.

Karena melibatkan lintas negara, Polrestabes Surabaya menggandeng sejumlah instansi dalam proses penyelidikan dan pendalaman kasus, di antaranya Divisi Hubungan Internasional Polri, Interpol, Imigrasi, Kejaksaan Negeri Surabaya, hingga Konsulat Jenderal Jepang.

Hingga kini, polisi masih mendalami peran masing-masing pelaku serta kemungkinan adanya korban lain dari jaringan penipuan internasional tersebut.(red)


10/05/2026

Polres Lumajang Ringkus Pelaku Curanmor yang Sembunyi di Rumah Istri di Jombang


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Tim Resmob Satreskrim Polres Lumajang berhasil membekuk komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang selama ini meresahkan masyarakat di Kabupaten Lumajang. Tiga pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut kini telah diamankan polisi.

Pelaku terakhir yang ditangkap yakni JW (31), warga Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Ia diringkus saat berada di rumah istrinya di Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kasubsi PIDM Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto mengatakan, penangkapan JW dilakukan setelah tim Resmob melakukan pengejaran hingga ke luar daerah.

“Pelaku ditangkap di Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, tepatnya di rumah istri dari terduga pelaku,” ujar Ipda Suprapto, Minggu (10/5/2026).

Menurut Suprapto, berdasarkan hasil penyelidikan, aksi pencurian kendaraan bermotor tersebut dilakukan oleh tiga orang pelaku yang memiliki peran masing-masing saat beraksi.

“Dari hasil penyelidikan terkait pencurian kendaraan sepeda motor, ada tiga pelaku. Dua pelaku sebelumnya sudah berhasil kami amankan,” katanya.

Sebelumnya, polisi lebih dulu menangkap AF (31), warga Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang, saat berada di rumah kos di Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko. Sementara pelaku lainnya, NM alias Bolu (36), warga Desa Pulo, Kecamatan Tempeh, ditangkap tim Resmob saat berada di wilayah Balung, Bali.

“Dua tersangka AF dan NM ini terlebih dahulu ditangkap polisi dan sudah ditahan di Polres Lumajang,” jelasnya.

Dalam menjalankan aksinya, ketiga pelaku disebut berboncengan menggunakan satu sepeda motor untuk mengincar kendaraan milik korban yang terparkir.

“Hasil pencurian sepeda motor kemudian dijual. Para pelaku mendapatkan bagian sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta,” ungkap Suprapto.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka JW mengakui terlibat dalam pencurian sepeda motor Honda Vario di kawasan Jalan Kapuas, dekat warung makan di Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, serta pencurian Honda Vario di wilayah Tukum Kidul, Kecamatan Tekung.

Kasus pencurian di Jalan Kapuas sebelumnya sempat menjadi perhatian warga karena aksi pelaku terekam kamera CCTV.

“Yang terekam CCTV itu berkaitan dengan pencurian di wilayah Jalan Kapuas, Kelurahan Jogoyudan,” katanya.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan dua unit sepeda motor Honda Vario milik korban sebagai barang bukti.

Saat ini ketiga tersangka telah diamankan di Mapolres Lumajang guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. (Imam)

Pemkab Lumajang Bangun Sistem Keamanan Terintegrasi, CCTV Dipasang di 825 Dusun


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten Lumajang mempercepat pemasangan kamera pengawas (CCTV) di seluruh dusun sebagai langkah memperkuat sistem keamanan lingkungan berbasis teknologi. Program tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat dengan dukungan percepatan pencairan dana dusun.

Kabupaten Lumajang sendiri memiliki 825 dusun yang tersebar di 198 desa dan 21 kecamatan. Untuk mendukung program itu, Pemkab Lumajang mengalokasikan dana dusun sebesar Rp 50 juta per dusun yang salah satunya diprioritaskan untuk penguatan keamanan lingkungan melalui pemasangan CCTV.

Bupati Lumajang, yang akrab disapa Bunda Indah menegaskan, percepatan pemasangan CCTV menjadi prioritas pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat hingga tingkat dusun.

“Saya minta minggu depan seluruh dusun sudah terpasang CCTV. Tadi juga saya perintahkan agar pencairan dana dusun dipercepat,” ujar Bunda Indah.

Menurutnya, keberadaan CCTV bukan sekadar fasilitas pengawasan, tetapi menjadi bagian dari sistem keamanan yang lebih preventif dan terintegrasi. Dengan pengawasan yang lebih luas, aparat keamanan diharapkan lebih mudah melakukan penelusuran apabila terjadi gangguan kamtibmas.

“Keamanan masyarakat harus dibangun dengan langkah yang nyata dan terukur. Kehadiran CCTV diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan membuat masyarakat merasa lebih terlindungi,” katanya.

Pemkab Lumajang juga memastikan akan memberikan pendampingan teknis apabila terdapat kendala di lapangan, termasuk terkait jaringan internet dan fasilitas penunjang lainnya agar sistem pengawasan dapat berjalan optimal.

“Apabila ada kendala terkait wifi maupun jaringan lainnya, pemerintah kabupaten akan melakukan pengawalan dan pendampingan agar pemasangan dapat berjalan optimal,” tambahnya.

Program pemasangan CCTV tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem keamanan daerah yang dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa hingga masyarakat.

Selain memperkuat pengawasan wilayah, langkah itu juga menunjukkan transformasi pendekatan keamanan yang mulai memadukan partisipasi masyarakat dengan dukungan teknologi.

Dengan pengawasan yang semakin terintegrasi hingga tingkat dusun, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap upaya pencegahan gangguan keamanan dapat dilakukan lebih cepat, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, nyaman dan kondusif bagi masyarakat.


Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved