-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

31/08/2026

592 Hektare Kawasan TNBTS Terbakar, Titik Api Muncul di Pos 1 hingga Pos 4 Semeru


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus meluas.

Hingga Senin (31/8/2026), luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 592 hektare.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan titik api berada di sejumlah lokasi di jalur pendakian Gunung Semeru.

“Luasannya sebagaimana informasi dari TNBTS kurang lebih 592 hektare,” kata Isnugroho, Senin.

Api Berada di Jalur Pendakian

Menurut Isnugroho, titik api terpantau mulai dari Pos 1 hingga Pos 4 jalur pendakian Gunung Semeru.

Kondisi tersebut membuat api berpotensi bergerak ke arah Kalimati apabila tidak segera dilakukan upaya penyekatan.

“Pagi ini titik api berada di jalur pendakian mulai Pos 1 hingga Pos 4. Sangat dimungkinkan mengarah ke Kalimati,” ujarnya.

Petugas saat ini terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah kobaran api meluas hingga mendekati permukiman dan lahan pertanian milik warga.

Isnugroho menjelaskan, upaya pemadaman dari darat menghadapi kendala medan yang cukup berat. Selain kondisi kawasan yang curam, keterbatasan peralatan juga menjadi salah satu hambatan petugas.

“Sementara karena kondisi medan yang curam dan peralatan terbatas, pasukan darat tidak mampu melakukan pemadaman secara signifikan,” katanya.

BPBD Lumajang Bantu Penyekatan Api

BPBD Kabupaten Lumajang turut menerjunkan personel untuk membantu petugas TNBTS dalam penangani kebakaran.

Personel BPBD bersama petugas TNBTS melakukan pemantauan sekaligus upaya penyekatan agar api tidak semakin meluas.

“Kita menerjunkan personel untuk membantu melakukan upaya penyekatan api bersama petugas TNBTS,” kata Isnugroho.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) menyebut terdapat tiga titik api yang terpantau di kawasan jalur pendakian Gunung Semeru.

"Ketiga lokasi tersebut berada di Blok Cemorokandang, sekitar Pos 1 jalur pendakian, serta kawasan Gunung Kukusan," katanya

Petugas TNBTS bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan dan penanganan terhadap titik-titik api tersebut.  (Imam) 

Kebakaran TNBTS Didalami, Ahli IPB Ambil Sampel Tanah dan Arang di Probolinggo



Probolinggo, (Onenewsjatim) - Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum Kehutanan) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mendalami peristiwa kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.

Untuk mengungkap kondisi kawasan dan dampak kebakaran terhadap tanah serta lingkungan, penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Gakkum Kehutanan menggandeng dua ahli dari IPB University. Pengambilan sampel dilakukan di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu (29/8/2026).

Dua ahli yang dilibatkan yakni Prof Dr Ir Bambang Hero Saharjo, M.Agr., ahli kebakaran hutan dan lahan, serta Prof Dr Ir Basuki Wasis, M.Si., ahli kerusakan tanah dan lingkungan.

Keduanya didampingi PPNS Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara bersama Polisi Kehutanan TNBTS saat mengambil sampel di lokasi terdampak kebakaran.

Pengambilan sampel dilakukan pada lima plot. Sampel yang diambil meliputi tanah komposit, tanah utuh, tumbuhan bawah yang tumbuh di atas tanah terbakar, hingga arang sisa kebakaran.

Pada salah satu plot, tim juga mengambil sampel tanah dari area yang tidak terbakar. Sampel tersebut digunakan sebagai kontrol atau pembanding.

Seluruh sampel selanjutnya akan menjalani pemeriksaan secara laboratoris untuk mengetahui kondisi serta dampak kebakaran terhadap tanah dan lingkungan.

Kepala Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Aswin Bangun, mengatakan keterlibatan ahli diperlukan untuk mendapatkan data yang dapat mendukung proses penyelidikan.

"Pengambilan sampel ini merupakan bagian dari proses penyelidikan. Penyidik mendampingi ahli dalam mengambil sampel tanah, tumbuhan, dan material sisa kebakaran dari beberapa titik di lokasi terdampak," ujar Aswin.

Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi bagian penting dalam proses penanganan perkara.

"Sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium untuk memperoleh data yang diperlukan dalam membuat terang peristiwa kebakaran. Hasil pemeriksaan akan menjadi bagian dari pembuktian untuk membuat terang perkara dan menentukan langkah hukum selanjutnya," sambungnya.

Dimulai Sejak Awal Agustus

Aswin menjelaskan, penanganan perkara kebakaran tersebut telah dimulai sejak 3 Agustus 2026. Saat itu, penyidik menerbitkan Surat Perintah Tugas Pengumpulan Bahan dan Keterangan.

Selanjutnya, pada 18 Agustus 2026, penyidik mengajukan penunjukan ahli kebakaran hutan dan kerusakan lingkungan. Penugasan ahli dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University kemudian ditindaklanjuti pada 19 Agustus 2026.

Pengambilan sampel oleh para ahli dilaksanakan pada 29 Agustus 2026.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan kebakaran di kawasan konservasi tidak hanya berdampak terhadap vegetasi. Menurutnya, kelestarian TNBTS berkaitan erat dengan kepentingan masyarakat dan aktivitas wisata.

"Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang penting. Dampak kebakaran tidak hanya menyangkut vegetasi yang terbakar, tetapi juga fungsi lingkungan, kehidupan masyarakat, dan aktivitas wisata yang bergantung pada kelestarian kawasan," kata Januanto.

Karena itu, dia menegaskan dampak dan kerugian akibat kebakaran perlu diketahui secara jelas melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Apabila terdapat perbuatan pidana, hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bagian dari proses penegakan hukum agar pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum," tegasnya.

Kegiatan pengambilan sampel tersebut disaksikan unsur Balai Besar TNBTS dan Polisi Kehutanan. Seluruh proses dituangkan dalam Berita Acara Pengambilan Sampel yang ditandatangani ahli, penyidik, serta saksi yang hadir.

Kementerian Kehutanan memastikan proses penyelidikan terus dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan. Hasil pemeriksaan ahli dan uji laboratorium akan menjadi bahan untuk mengetahui dampak kebakaran terhadap tanah dan lingkungan sekaligus menentukan langkah hukum selanjutnya.

30/08/2026

555 Warga Tegalrandu Terima Bantuan Pangan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kawal Penyaluran


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebanyak 555 warga Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, menerima bantuan pangan berupa beras untuk alokasi Juli hingga September 2026.

Penyaluran bantuan pangan tersebut mendapat pendampingan dan pengawalan dari Babinsa Tegalrandu Koramil 0821-05/Klakah, Peltu Eko Budianto, bersama Bhabinkamtibmas, Sabtu (29/8/2026).

Pendampingan dilakukan untuk memastikan proses penyaluran berjalan aman, tertib, dan lancar serta bantuan diterima oleh masyarakat yang telah terdata sebagai penerima manfaat.

Kehadiran aparat kewilayahan juga menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif selama proses pembagian bantuan berlangsung.

Peltu Eko Budianto mengatakan, pendampingan dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap program bantuan pangan bagi masyarakat.

“Kami bersama Bhabinkamtibmas hadir untuk mendampingi dan mengawal proses penyaluran agar berjalan aman, tertib dan lancar. Kami berharap bantuan pangan ini benar-benar dapat dimanfaatkan oleh warga penerima untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Eko.

Menurut dia, pengawalan juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama mengikuti proses penyaluran.

Sinergi aparat dan pemerintah desa

Sementara itu, Kepala Desa Tegalrandu, Sadi, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Menurut Sadi, sinergi antara pemerintah desa dan aparat kewilayahan penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.

“Pengawalan bersama ini merupakan bentuk sinergitas dalam memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat. Dengan adanya pendampingan, proses penyaluran dapat berlangsung secara kondusif sehingga warga dapat menerima bantuan dengan nyaman,” ujar Sadi.

Ia berharap bantuan beras yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Melalui kegiatan pendampingan dan pengawalan ini, merupakan wujud dalam mendukung berbagai program sosial kemasyarakatan, khususnya program bantuan pangan yang ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Penyaluran bantuan pangan tersebut berlangsung dengan tertib dan mendapat antusiasme dari masyarakat penerima.

Bantuan beras itu diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memenuhi kebutuhan pangan warga penerima manfaat.(Pendim 0821)

Komsos Bersama Warga, Babinsa Jeruk Perkuat Kebersamaan di Wilayah Binaan


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Dalam rangka mempererat hubungan dan membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat di wilayah binaan, Babinsa Jeruk Koramil 0821-04/Gucialit Serka Bohari Rahman melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama warga binaan di rumah Bapak Hariadi, tokoh masyarakat Dusun Sidorejo RT 003 RW 001, Desa Jeruk, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan komsos tersebut menjadi salah satu upaya Babinsa dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat silaturahmi yang telah terjalin. Melalui suasana yang santai dan penuh kekeluargaan, Serka Bohari Rahman berdialog bersama Bapak Hariadi serta warga yang hadir untuk mengetahui kondisi dan perkembangan kehidupan masyarakat di wilayah binaannya.

Dalam kesempatan tersebut, Bohari juga mengajak warga untuk terus menjaga kebersamaan, kerukunan serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, komunikasi yang baik antara Babinsa dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan suasana wilayah yang aman, nyaman dan kondusif.

“Silaturahmi seperti ini penting untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Dengan komunikasi yang terjalin secara rutin, berbagai informasi maupun permasalahan di lingkungan dapat diketahui lebih awal sehingga dapat dicarikan solusi bersama,” ujar dia.

Sementara itu, Hariadi selaku tokoh masyarakat menyambut baik kegiatan yang dilakukan Babinsa. Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan kondisi lingkungan maupun kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap komunikasi dan kebersamaan antara Babinsa dengan warga dapat terus ditingkatkan, sehingga tercipta hubungan yang semakin erat serta mampu mendukung terciptanya lingkungan yang aman, guyub dan saling peduli.

Kegiatan komsos tersebut mencerminkan pentingnya sinergi dan kedekatan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat. Dengan terus membangun silaturahmi dan komunikasi, Babinsa diharapkan semakin memahami kondisi wilayah binaan sekaligus dapat mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan keharmonisan lingkungan. (Pendim0821)

Musisi Lumajang Cak Takim Bawa Cerita Sopir ke Industri Musik Lewat Single Perdana

Cak Takim saat usai promosikan lagu Sopir

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Berawal dari kebiasaan bernyanyi dan mengarang lirik secara spontan, Muhammad Takwim (35) atau yang akrab disapa Cak Takim, akhirnya memperkenalkan karya musik perdananya.

Musisi asal Desa Denok, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang itu merilis single berjudul “Sopir” melalui kanal YouTube GSI Entertainment, Sabtu (29/8/2026).

Lagu tersebut mengangkat kehidupan para pengemudi yang sehari-hari menghabiskan waktu di jalan. Ceritanya dikemas dengan nuansa humor, mulai dari kebiasaan mampir di warung kopi hingga berbagai tingkah usil yang kerap terjadi selama perjalanan.

Dalam lagu itu, sosok sopir digambarkan tengah menjalankan pekerjaan mengantar muatan. Namun, perjalanan yang seharusnya langsung menuju tujuan justru kerap diselingi berhenti di sejumlah tempat.

Warung kopi menjadi salah satu tempat yang digambarkan sering menggoda sang sopir untuk berhenti. Dari sekadar menikmati kopi, bercanda dengan teman, hingga munculnya berbagai celetukan dan godaan, semuanya dirangkai menjadi cerita ringan yang menghibur.

Cak Takim mengatakan ide lagu tersebut tidak lahir dari pengalaman pribadinya sebagai sopir, melainkan dari pengamatan terhadap kehidupan teman-temannya.

“Memang kebiasaan nyanyi-nyanyi sambil ngarang, jadilah musik ini,” ujar Cak Takim.

Ia mengaku sering melihat kebiasaan rekan-rekannya yang bekerja sebagai sopir. Aktivitas mereka ketika berada di perjalanan, termasuk kebiasaan mampir ke warung kopi, kemudian menjadi bahan cerita yang dituangkan dalam lagu.

“Kalau pengalaman pribadi enggak ada. Cuma sering lihat teman kanan-kiri. Setiap hari kan mampir di warung kopi. Dari situ ada cerita seperti ini, akhirnya tercetus,” katanya.

Meski judul dan ceritanya sangat dekat dengan kehidupan pengemudi, Cak Takim tidak membatasi pendengar lagu tersebut hanya dari kalangan sopir.

Ia berharap single perdananya dapat diterima oleh masyarakat secara luas.

“Inginnya semua kalangan. Memang temanya tentang sopir, tetapi targetnya semua kalangan,” tuturnya.

Tak Sekadar Lagu Jenaka

Di balik cerita yang dibuat menghibur, Cak Takim menyisipkan pesan bagi para sopir agar tetap menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, bekerja di jalan tidak boleh dilakukan sembarangan. Pengemudi harus mampu menjaga perilaku serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

“Pesannya, kehidupan sopir itu jangan sampai main-main. Harus lempeng, harus lurus, jangan main-main,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan rekan sesama sopir agar tidak mengutamakan kecepatan ketika bekerja.

Cak Takim meminta para pengemudi lebih berhati-hati dan tidak memaksakan diri saat berada di jalan.

“Untuk teman-teman sopir di jalan, hati-hati. Ojok ngebut-ngebut. Yang penting alon-alon, yang penting kelakuan, yang penting selamat,” ujarnya.

Meski kini mulai masuk ke dunia musik, Cak Takim memastikan dirinya tidak akan meninggalkan pekerjaan sebagai sopir.

Ia justru ingin tetap menjalani aktivitas tersebut karena kehidupan di jalan merupakan bagian dari kesehariannya.

“Insyaallah tetap di jalan, tiap hari nyopir. Insyaallah tetap seperti itu. Sesuai kehidupan sehari-hari begini, ya begini saja,” katanya.

Respons dari komunitas sopir terhadap karya tersebut, lanjut Cak Takim, cukup beragam. Ada yang memberikan dukungan dan merasa terhibur, namun ada pula yang merespons dengan candaan.

Bagi Cak Takim, beragam tanggapan tersebut bukan menjadi persoalan. Ia memilih membuktikan kemampuannya melalui karya.

“Ada yang senang, ada yang mendukung, ada juga yang bilang, ‘Ah kamu ini apa-apaan.’ Ya ada seperti itu. Kita buktikan melalui karya ini,” ungkapnya.

Cak Takim juga mengungkapkan bahwa perjalanannya hingga dapat menghasilkan karya musik tidak lepas dari dukungan orang-orang yang berada di belakangnya.

Ia menyebut Direktur Graha Suara Publishing (GSP) Yuski Hamdan sebagai salah satu sosok yang memberikan dukungan. Sementara perkenalannya dengan Yuski terjadi berkat bantuan Mas Beri.

“Saya di sini nomor satu berkat jasa Pak Yuski. Yang mempertemukan saya dengan Pak Yuski itu Mas Beri. Berkat kedua orang inilah saya bisa seperti saat ini,” ucapnya.

Promosi Diawali dari Jawa Timur

Sementara itu, Direktur GSI Entertainment Robi Satria mengatakan pihaknya tidak langsung membidik pasar nasional untuk karya perdana Cak Takim.

Promosi akan dimulai dari wilayah Jawa Timur sebagai langkah awal untuk memperkenalkan lagu “Sopir” kepada masyarakat.

“Untuk awal ini kita fokusnya justru di Jawa Timur dulu untuk mempromosikan karya pertama tulisan Cak Takim, lagu ‘Sopir’ ini,” jelas Robi.

Menurutnya, sejumlah strategi telah disiapkan untuk memperluas jangkauan lagu tersebut. GSI Entertainment akan menggandeng influencer dan media dalam kegiatan promosi.

Selain itu, masyarakat Lumajang dan komunitas sopir yang dekat dengan Cak Takim juga akan dilibatkan dalam upaya memperkenalkan karya tersebut.

“Kita sudah mempersiapkan kerja sama dengan banyak influencer dan media-media untuk mengangkat lagu ini. Kemudian kerja sama dengan masyarakat, khususnya di Lumajang, dan teman-teman Cak Takim di komunitas sopirnya,” ungkap Robi.

GSP Dorong Musisi Lokal Tembus Nasional

Dukungan terhadap Cak Takim juga menjadi bagian dari upaya memperluas ruang bagi musisi lokal Lumajang.

Direktur Graha Suara Publishing (GSP) Yuski Hamdan mengatakan masih banyak musisi daerah yang memiliki kemampuan dan karya, tetapi membutuhkan wadah untuk mengembangkan potensinya.

Karena itu, GSI dan GSP diharapkan dapat menjadi penghubung bagi para musisi muda Lumajang agar tidak hanya berkarya di daerah, tetapi memiliki kesempatan menjangkau industri musik yang lebih luas.

“GSI sama GSP ini akan menjadi jembatan untuk anak-anak muda, khususnya musisi Lumajang, biar karyanya itu bisa sampai nasional,” kata Yuski.

Ia menambahkan, dukungan terhadap para musisi dilakukan melalui wadah perusahaan yang memiliki legalitas. Dengan demikian, para pelaku musik lokal diharapkan memiliki ruang yang lebih profesional untuk mengembangkan dan mempromosikan karya mereka.

Kehadiran single “Sopir” menjadi langkah awal Cak Takim memperkenalkan sisi lain kehidupannya melalui musik. Berangkat dari cerita sederhana di jalan, lagu tersebut diharapkan mampu menghibur masyarakat sekaligus membawa pesan agar para pengemudi tetap mengutamakan tanggung jawab dan keselamatan. (imam)

29/08/2026

211 Buruh di Lumajang Terkena PHK, Penurunan Permintaan Pasar Jadi Pemicu


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) melanda sejumlah perusahaan sektor industri pengolahan kayu dan tembakau di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang mencatat sedikitnya 211 pekerja terkena PHK sepanjang 2026.

Kepala Disnaker Lumajang, Subchan, mengatakan PHK tersebut terjadi di tiga perusahaan. Rinciannya, PT MJI yang bergerak di bidang pengolahan kayu memberhentikan 198 pekerja.

"Di PT MJI ada 198 pekerja, terdiri dari 48 karyawan tetap dan 150 tenaga outsourcing. Kemudian PT IDS sebanyak 6 orang dan PT Putra Mojo 7 orang," kata Subchan.

Menurutnya, PHK terjadi karena perusahaan mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan. Kondisi tersebut dipengaruhi menurunnya permintaan pasar sehingga berdampak terhadap kemampuan perusahaan dalam menjalankan operasional.

"Sementara yang disampaikan perusahaan, permintaan mereka menurun," ujarnya.

Subchan menjelaskan, proses pemberhentian pekerja tidak dilakukan secara sekaligus. PHK dilakukan secara bertahap karena perusahaan masih memiliki kewajiban yang harus diselesaikan kepada pekerja.

"Bertahap, karena perusahaan harus menyiapkan hak dan kewajibannya. Masih ada kewajiban perusahaan dengan pekerjanya, jadi tidak langsung diselesaikan secara bersamaan," jelasnya.

Disnaker Lumajang, kata Subchan, terus melakukan pemantauan terhadap penyelesaian hak para pekerja yang terdampak PHK. Termasuk memastikan kewajiban perusahaan kepada pekerja tetap dipenuhi sesuai ketentuan ketenagakerjaan.

Namun, khusus pekerja outsourcing di PT MJI, Disnaker masih melakukan pendalaman terkait pihak yang memiliki kewajiban menyelesaikan hak pekerja.

"Sementara pekerja outsourcing urusannya dengan mitra MJI. Ini yang perlu kami luruskan dulu. Apakah memang kewajiban MJI dengan perusahaan outsourcing-nya sudah diselesaikan atau belum, atau perusahaan outsourcing dengan pekerjanya yang belum diselesaikan. Itu yang perlu kami gali," katanya.

Dia menegaskan Disnaker memiliki peran untuk menjembatani persoalan antara pekerja dan perusahaan sekaligus memastikan hak-hak pekerja tidak terabaikan.

"Disnaker bertugas menjembatani dan memastikan seluruh hak-hak karyawan tetap terpenuhi meskipun perusahaan sudah berhenti beroperasi," tegasnya.

Subchan menyebut pemberhentian pekerja di tiga perusahaan tersebut berlangsung secara bertahap. Langkah itu dilakukan menyesuaikan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada para pekerja.

Disnaker juga akan terus mengawal laporan mengenai sisa hak buruh yang belum terselesaikan. Perusahaan diminta segera menuntaskan kewajibannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan.

Terkait status perusahaan yang mengalami penghentian operasional, Subchan menegaskan bahwa penetapan suatu perusahaan dinyatakan pailit atau bangkrut bukan menjadi kewenangan Disnaker.

"Kalau soal pailit atau bangkrut itu ranah pengadilan. Kami di Disnaker fokus memastikan hak-hak pekerja tetap dipenuhi sesuai ketentuan," pungkasnya.

Yosowilangun Tampilkan Sang Nararya Kirana, Karnaval Budaya Lumajang Banjir Tepuk Tangan


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Ribuan warga memadati sepanjang jalur karnaval budaya di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Peserta nomor 4 dari Kecamatan Yosowilangun mencuri perhatian lewat penampilan bertajuk "Sang Nararya Kirana".

Gelaran Lumajang Carnival 2026 itu berlangsung di kawasan Kantor Bupati hingga Alun-Alun Lumajang, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan dibuka oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma.

Pantauan di lokasi, rombongan Kecamatan Yosowilangun tampil dengan busana bernuansa kuning keemasan. Sejumlah dekorasi dan properti berukuran besar turut mengiringi peserta saat bergerak menuju panggung utama.

Penampilan diawali dengan tarian kolosal. Para penari bergerak secara serempak mengikuti iringan musik tradisional yang menghidupkan suasana kisah kejayaan masa lalu di Bumi Lamajang.

Sosok Sang Nararya Kirana kemudian tampil melalui tarian tunggal. Dengan busana yang didominasi warna keemasan, penampilannya menjadi salah satu bagian yang paling menyita perhatian penonton.

Konsep yang dibawakan Yosowilangun mengangkat kisah tentang perjalanan awal peradaban dan pemerintahan di Bumi Lamajang. Nuansa kerajaan diperkuat dengan busana serta properti yang menggambarkan suasana penobatan seorang putra mahkota sebagaimana dikaitkan dengan Prasasti Mula Malurung.

Sorak dan tepuk tangan terdengar dari sisi jalan ketika rombongan memasuki area panggung utama. Sejumlah penonton bahkan terlihat mengabadikan penampilan tersebut menggunakan telepon seluler.

"Benar-benar luar biasa. Kostum dan dekorasinya sangat megah. Tariannya juga bagus sekali. Penampilannya paling mengesankan hari ini," kata Ratna, salah seorang penonton.

Tak hanya menampilkan sosok kerajaan, peserta Yosowilangun juga menghadirkan tarian para prajurit. Gerakan yang lebih dinamis menggambarkan semangat perjuangan dalam perjalanan Sang Nararya Kirana mendirikan pemerintahan di Lumajang.

Perpaduan musik, koreografi, busana, dan properti membuat pertunjukan tersebut menjadi tontonan yang menarik. Unsur tradisi dipadukan dengan kemasan pertunjukan modern tanpa menghilangkan cerita sejarah dan budaya yang diangkat.

Lumajang Carnival 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengenalkan potensi seni serta budaya Lumajang.

Melalui gelaran karnaval budaya ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong agar kekayaan budaya lokal terus dikenalkan kepada masyarakat luas sekaligus menjadi bagian dari promosi pariwisata daerah.

Penampilan Kecamatan Yosowilangun dengan tema "Sang Nararya Kirana" pun menjadi salah satu sajian yang berhasil menghidupkan suasana Lumajang Carnival 2026 di tengah antusiasme ribuan penonton. (Imam) 



Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved