-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

11/09/2026

BPBD Lumajang Waspadai APG Semeru, 36 Juta Kubik Material Berpotensi Bergerak ke Timur


Lumajang, (Onenewsjatim
) - Tumpukan material vulkanik di kawasan puncak Gunung Semeru, Jawa Timur, diperkirakan mencapai sekitar 36 juta meter kubik. 

Material tersebut menjadi salah satu potensi bahaya yang terus dipantau karena dapat bergerak turun apabila terjadi aktivitas vulkanik maupun kondisi tertentu di kawasan puncak.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, S.Sos., mengatakan angka tersebut merupakan perkiraan material yang berpotensi mengalami pergerakan dari kawasan puncak Semeru.

"Kalau sekitar 36 juta kubik itu saja. Ini kira-kira bisa salah, bisa benar," kata Isnugroho.

Menurutnya, material yang berada di kawasan bukaan kawah Gunung Semeru berpotensi bergerak mengikuti kondisi lereng dan jalur aliran. Bukaan kawah yang berada di kawasan Jonggring Saloko diketahui mengarah ke tenggara.

Namun, BPBD Lumajang belum dapat memastikan secara keseluruhan volume material yang menumpuk di sepanjang lereng Semeru. Pemetaan secara lebih detail sebelumnya telah diminta kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tetapi terkendala kondisi cuaca.

"Itu yang ada, yang berpotensi untuk turun. Bukaan kawah mulai dari titik Kawah Jonggring Saloko itu mengarah ke tenggara," ujarnya.

"Kalau tumpukan material yang ada di lereng Semeru kita nggak bisa pastikan. Karena memang itu pernah saya request di PVMBG untuk dilakukan pemetaan drone, ternyata cuacanya berkabut, mendung," sambungnya.

Isnugroho menyebut endapan material vulkanik juga telah memenuhi sejumlah bagian jalur dari kawasan bukaan kawah. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya mitigasi apabila sewaktu-waktu terjadi aliran material dalam jumlah besar.

"Endapan itu sudah memenuhi dari bukaan kawah hingga kilometer 2.000. Itu sudah dipatahkan, sudah penuh," katanya. 

BPBD Lumajang telah melakukan mitigasi bersama sejumlah pihak untuk memetakan kemungkinan arah aliran material apabila terjadi banjir lahar maupun awan panas guguran (APG).

Untuk potensi banjir lahar, Isnugroho mengatakan jalur Curah Kobokan menjadi salah satu kawasan yang diprioritaskan. Infrastruktur pengendali aliran di kawasan tersebut juga terus diperkuat.

"Kalau terjadi banjir lahar, kemarin kita mitigasi bersama kawan-kawan di pos. Kemungkinan untuk lari ke Sumbersari atau ke Besuk Kembar, Pronojiwo itu kecil," jelasnya.

Menurutnya, perbaikan daerah aliran sungai di Curah Kobokan yang dilakukan melalui pembangunan sabuk dam membuat jalur tersebut dinilai lebih mampu menampung aliran material.

"Kemungkinannya cuma satu kalau terjadi lahar dingin turun, itu larinya ke DAS Curah Kobokan," imbuhnya.

Isnugroho menyebut kawasan Curah Kobokan saat ini memiliki kapasitas tampung material yang cukup besar. Bahkan, kedalaman kawasan aliran tersebut disebut mencapai sekitar 40 meter.

"Untuk di Curah Kobokan sangat-sangat menampung. Itu kedalamannya ada kalau 40 meter. Kalau aliran laharnya ke sana, material vulkaniknya bisa ditampung," katanya.

Waspadai Potensi APG Mengarah ke Timur

Sementara itu, skenario berbeda perlu diwaspadai apabila terjadi awan panas guguran dalam skala besar. Selain menuju DAS Curah Kobokan, material berpotensi bergerak ke arah timur apabila jalur aliran di kawasan bukaan kawah terbuka.

"Apabila terjadi APG, kemungkinan yang kedua selain DAS Kobokan, lari ke timur. Ke timur itu karena sudah ada endapan-endapan yang numpuk di bukaan kawah," terang Isnugroho.

Jika jalur tersebut terbuka, aliran material berpotensi mengarah ke kawasan Kebon Seket, Desa Sumbermujur, hingga Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

"Sehingga dimungkinkan kalau jalan itu terbuka, larinya Kebon Seket, Desa Sumbermujur, Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro. Nah, ini yang perlu kita waspadai," ujarnya.

Untuk memperkuat mitigasi, pembangunan tanggul di kawasan timur Gladak Perak juga terus dilakukan. Saat ini ketinggian tanggul disebut telah mencapai sekitar 10 meter.

"Yang ada di timur Gladak Perak itu tanggulnya juga sudah setinggi 10 meter sudah terbangun," kata Isnugroho.

Pembangunan tersebut ditargetkan selesai pada 2027 apabila tidak terdapat kendala maupun bencana alam yang menghambat pekerjaan.

"Nanti perkiraannya 2027 itu selesai apabila tidak ada kendala atau bencana alam. 2027 bisa selesai," tambahnya.

Di tengah potensi bahaya tersebut, BPBD Lumajang memastikan pemantauan aktivitas Gunung Semeru dilakukan secara berkelanjutan. Petugas disiagakan selama 24 jam dengan sistem pergantian.

"Jadi kami BPBD 1x24 jam pergantian memantau terus," tegas Isnugroho.

BPBD juga mengingatkan masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Semeru.

Sejumlah sistem peringatan dini juga telah disiapkan. Sirene berada di kawasan Curah Kobokan, Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, serta Bukit Padat, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Selain sirene, masyarakat di kawasan Supiturang dan Oro-Oro Ombo juga dapat memanfaatkan aplikasi peringatan dini yang tersedia untuk mendapatkan informasi terkait potensi bahaya.

Isnugroho meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama kabar mengenai erupsi Gunung Semeru yang beredar di media sosial.

Erupsi Semeru Terjadi Setiap Hari


BPBD Lumajang juga meluruskan pemahaman masyarakat mengenai istilah erupsi dan awan panas guguran. Menurut Isnugroho, erupsi tidak selalu berarti letusan besar.

"Erupsi itu setiap hari ada. Jadi erupsi itu apapun yang keluar dari perut gunung sampai ke bukaan kawah, baik itu letusan, embusan, guguran, lontaran material, lava pijar, itu dikatakan erupsi," jelasnya.

Sedangkan awan panas guguran atau APG merupakan salah satu bentuk erupsi dengan skala bahaya yang lebih besar karena membawa material panas yang bergerak menuruni lereng.

"APG salah satu bentuk erupsi. Hanya APG ini skalanya lebih besar karena ada awan panas guguran," ujarnya.

Ia juga menjelaskan istilah kegempaan yang kerap muncul dalam laporan aktivitas Gunung Semeru. Kegempaan berkaitan dengan aktivitas seismik di dalam gunung, termasuk gempa tektonik jauh, vulkanik dalam, hingga tremor.

"Kalau kegempaan itu menyangkut ukuran kekuatan seismik. Di dalamnya ada tektonik jauh, ada vulkanik dalam, ada tremor. Itu bahasa-bahasa kegempaan," pungkasnya.

Gotong Royong Bersama Warga, Babinsa Bades Turun Langsung Bangun Musala Al Ikhlas


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong bersama masyarakat, Babinsa Bades Koramil 0821-08/Pasirian Sertu Muhamad Rochim turut terjun langsung dalam kerja bakti pembangunan Musala Al Ikhlas di Dusun Siluman RT 001 RW 004, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian Babinsa terhadap pembangunan sarana ibadah sekaligus bagian dari upaya menjalin kedekatan dengan masyarakat di wilayah binaannya. Bersama warga, Sertu Muhamad Rochim bahu-membahu mengerjakan pembangunan musala dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut tidak hanya membantu proses pembangunan secara fisik, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat gotong royong di tengah masyarakat. 

Melalui kerja bersama, pembangunan Musala Al Ikhlas diharapkan dapat berjalan dengan lancar sehingga nantinya mampu memberikan manfaat bagi warga sebagai tempat beribadah dan kegiatan keagamaan.

Babinsa Bades Sertu Muhamad Rochim menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam pembangunan musala merupakan bentuk kepedulian dan upaya untuk terus membangun komunikasi serta kebersamaan dengan masyarakat.

“Gotong royong seperti ini merupakan bagian dari kebersamaan antara Babinsa dan masyarakat. Selain membantu pembangunan sarana ibadah, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan serta menumbuhkan kepedulian warga terhadap pembangunan di lingkungannya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Siluman Muhammad Supriadi menyampaikan bahwa pembangunan Musala Al Ikhlas dapat terlaksana dengan adanya dukungan dan partisipasi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan warga secara bersama-sama menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan sarana ibadah yang dibutuhkan masyarakat.

“Pembangunan musala ini merupakan kepentingan bersama, sehingga partisipasi warga sangat kami harapkan. Dengan semangat gotong royong dan dukungan Babinsa, pekerjaan dapat dilakukan secara bersama-sama sehingga pembangunan bisa terus berjalan,” pungkasnya.

Ia menambahkan, kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan, tidak hanya dalam pembangunan musala, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan lainnya di lingkungan Dusun Siluman.

Melalui kegiatan kerja bakti tersebut, sinergi dan kebersamaan diharapkan semakin kuat. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga juga menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan fasilitas umum sekaligus memperkokoh kemanunggalan Babinsa dan warga binaan di lingkungan Dusun Siluman. (Pendim0821)

Dandim 0821 Lumajang Sambut Ketua PHDI, Bahas Kerukunan dan Kepedulian Sosial


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama dan kepedulian terhadap masyarakat terus dilakukan Kodim 0821/Lumajang.

Hal itu terlihat dalam pertemuan antara Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., dengan Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lumajang Teguh Widodo di Makodim 0821/Lumajang, Jumat (11/9/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan itu juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara TNI dan tokoh agama di Kabupaten Lumajang.

Sejumlah hal dibahas, terutama mengenai pentingnya menjaga persatuan, toleransi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi mengatakan, perbedaan agama tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk membangun kebersamaan.

Menurut dia, kerukunan antarumat beragama harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui kegiatan sosial, gotong royong dan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.

“Silaturahmi seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan kebersamaan. Perbedaan agama bukan menjadi penghalang untuk bersatu, tetapi justru menjadi kekuatan untuk bersama-sama memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Anton.

Ia menilai, hubungan yang baik antara TNI, tokoh agama dan masyarakat dapat menjadi modal penting dalam menjaga kondisi wilayah tetap aman dan kondusif.

Komunikasi lintas elemen juga dinilai penting untuk mencegah munculnya persoalan sosial yang berpotensi mengganggu kerukunan masyarakat.

“Sinergi antara TNI, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat sangat penting. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat bisa diantisipasi sejak dini,” ujarnya.

Dorong Kegiatan yang Menyentuh Masyarakat

Anton mengatakan, pihaknya tidak ingin silaturahmi lintas elemen berhenti pada komunikasi semata. Hubungan tersebut diharapkan dapat diterjemahkan dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan dapat menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan sekaligus membangun kepedulian di tengah masyarakat.

“Kami berharap hubungan baik antara Kodim 0821/Lumajang dengan PHDI terus terpelihara dan dapat diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan TNI bersama tokoh agama dan elemen masyarakat harus mampu memberikan rasa aman sekaligus manfaat nyata bagi warga.

“Kehadiran kita harus mampu memberikan rasa aman, kepedulian dan manfaat bagi warga,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Lumajang Teguh Widodo menyambut baik komunikasi dan sinergi yang dibangun bersama Kodim 0821/Lumajang.

Menurut Teguh, kerja sama lintas elemen diperlukan untuk menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat di Kabupaten Lumajang.

Ia menilai, kolaborasi antara aparat, tokoh agama dan masyarakat dapat menjadi kekuatan untuk mendorong berbagai kegiatan positif di lingkungan masing-masing.

Silaturahmi tersebut diharapkan tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga semakin memperkuat semangat toleransi, gotong royong dan kepedulian sosial di Kabupaten Lumajang.

Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antarelemen, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat dihadapi secara bersama-sama dan mengedepankan semangat persatuan.

Kodim 0821/Lumajang pun menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi dengan seluruh komponen masyarakat, termasuk tokoh agama, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis.

(Pendim 0821)

Kenalkan Rambu dan Pentingnya Helm, Satlantas Lumajang Edukasi Pelajar TK/SD


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Edukasi keselamatan berlalu lintas tidak harus menunggu seseorang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Kesadaran tertib lalu lintas justru perlu ditanamkan sejak usia dini.

Hal itu dilakukan Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Lumajang melalui program Polisi Sahabat Anak. Kali ini, sejumlah peserta didik TK/SD Alethea Lumajang mendapat edukasi keselamatan berlalu lintas saat berkunjung ke Kantor Satlantas Polres Lumajang, Jumat (11/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta didik diajak mengenal berbagai aturan dasar berlalu lintas dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak.

Anggota Unit Kamsel Satlantas Polres Lumajang, Aiptu Rima Mayangga Rivasari, menjadi salah satu petugas yang memberikan edukasi kepada para peserta didik.

Rima mengenalkan sejumlah rambu-rambu lalu lintas sekaligus menjelaskan makna dan fungsi rambu tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan ketika menjadi penumpang sepeda motor.

Salah satunya dengan menggunakan helm yang sesuai dan dipasang secara benar ketika dibonceng orangtua maupun orang dewasa.

“Edukasi tertib lalu lintas ini kami berikan sejak dini agar anak-anak memahami bahwa keselamatan merupakan hal yang paling utama saat berada di jalan,” kata Rima.

Menurutnya, anak-anak merupakan bagian penting dalam upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.

Meski belum diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor sendiri, mereka perlu mengetahui aturan dasar keselamatan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan ketika mereka menjadi pejalan kaki maupun penumpang kendaraan.

“Harapannya, anak-anak bisa memahami pentingnya menggunakan helm dengan baik dan benar serta mengenal rambu-rambu lalu lintas. Mereka juga bisa mengingatkan orangtuanya untuk selalu mengutamakan keselamatan,” ujarnya.

Dikenalkan Mekanisme Penerbitan SIM

Selain mengenalkan rambu lalu lintas dan keselamatan berkendara, petugas juga memberikan gambaran mengenai tata cara dan mekanisme penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Pengenalan tersebut dilakukan sebagai bagian dari edukasi agar anak-anak mengetahui bahwa setiap pengendara kendaraan bermotor harus memenuhi persyaratan dan memiliki kemampuan berkendara sebelum mendapatkan SIM.

Suasana edukasi dibuat interaktif sehingga peserta didik tidak hanya mendengarkan penjelasan petugas, tetapi juga diajak berkomunikasi mengenai berbagai situasi yang mereka temui di jalan.

Dalam kesempatan tersebut, Unit Kamsel Satlantas Polres Lumajang juga membagikan brosur imbauan tertib lalu lintas kepada kepala sekolah dan guru.

Brosur tersebut diharapkan dapat menjadi bahan edukasi lanjutan di lingkungan sekolah maupun disampaikan kembali kepada orangtua peserta didik.

Rima mengatakan, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, edukasi tidak hanya menyasar pengendara, tetapi juga lingkungan keluarga dan sekolah.

“Sekolah dan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan anak. Ketika sejak kecil sudah dibiasakan tertib dan mengutamakan keselamatan, diharapkan kebiasaan tersebut terbawa sampai mereka dewasa,” katanya.

Kegiatan Polisi Sahabat Anak ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Satlantas Polres Lumajang menekan angka pelanggaran lalu lintas dan meminimalkan fatalitas korban kecelakaan.

Edukasi secara berkelanjutan diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin dalam berlalu lintas.

Dengan meningkatnya pemahaman sejak usia dini, Satlantas Polres Lumajang berharap tercipta budaya keselamatan di jalan sekaligus mendukung terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif di Kabupaten Lumajang.

Bagi para peserta didik, kunjungan tersebut bukan sekadar mengenal tugas polisi. Mereka juga mendapat pelajaran penting bahwa tertib berlalu lintas merupakan bagian dari menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.

10/09/2026

Curanmor di Padang Lumajang Viral di Medsos, 2 Pelaku Ditangkap Jatanras Polda Jatim

Lumajang, (Onenewsjatim) – Kasus pencurian sepeda motor di Desa Padang, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang sempat viral di media sosial akhirnya terungkap. Dua orang yang diduga sebagai pelaku ditangkap tim Jatanras Polda Jatim bersama Polres Lumajang.

Kedua pelaku berinisial F dan P. Keduanya merupakan warga Kecamatan Ranuyoso. Mereka ditangkap polisi di wilayah Kecamatan Klakah.

Video penangkapan kedua pelaku kemudian beredar di media sosial pada Kamis (10/9/2026).

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto membenarkan penangkapan tersebut.

"Dua orang berhasil ditangkap. Berinisial F dan P, keduanya warga Kecamatan Ranuyoso," kata Suprapto, Kamis (10/9/2026).

Kasus ini bermula dari hilangnya sepeda motor milik Misnar (62), warga Desa Padang, Kecamatan Padang, pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 17.20 WIB.

Saat itu Misnar memarkir sepeda motornya di pinggir jalan raya Padang, dekat area persawahan. Kendaraan tersebut sudah dalam kondisi terkunci setang.

Korban kemudian meninggalkan sepeda motornya untuk mengairi sawah. Namun, sekitar 15 menit kemudian saat kembali ke lokasi, sepeda motor miliknya sudah raib.

Aksi pencurian tersebut terekam kamera CCTV di sekitar lokasi. Dalam rekaman terlihat dua orang mendatangi sepeda motor yang diparkir korban.

Keduanya kemudian mengambil sepeda motor tersebut dan langsung membawa kabur kendaraan dari lokasi.

Meski kendaraannya hilang, korban tidak langsung membuat laporan polisi. Korban baru melapor ke Polsek Padang beberapa hari kemudian.

"Setelah kejadian, korban tidak langsung melapor karena BPKB sepeda motor masih dijaminkan di BRI. Namun kejadian tersebut langsung dibagikan warga di media sosial," ujar Suprapto.

Informasi yang viral di media sosial itu kemudian ditindaklanjuti polisi. Atas perintah Kapolsek Padang, Kanit Reskrim melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan tim Resmob terkait kasus tersebut.

Pada Rabu (9/9/2026), anggota Jatanras Polda Jatim menghubungi Polsek Padang untuk menanyakan laporan terkait kasus pencurian tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Padang kemudian berkoordinasi dengan Kepala Desa Padang untuk menghadirkan korban. Setelah itu korban membuat laporan resmi di Polsek Padang.

Polsek Padang selanjutnya berkoordinasi dengan tim Jatanras Polda Jatim. Dari hasil penyelidikan, dua orang yang diduga sebagai pelaku berhasil diamankan di wilayah Klakah.

Sepeda motor milik korban juga berhasil diamankan dan saat ini menjadi barang bukti dalam perkara tersebut.

"Setelah korban membuat laporan, Polsek Padang berkoordinasi dengan Jatanras Polda Jatim. Dua pelaku berhasil diamankan berikut barang bukti sepeda motor," jelas Suprapto.

Kedua pelaku kini menjalani proses hukum. Mereka dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Perkuat Sinergi, TNI-Polri Gotong Royong Perbaiki Jalan Menuju SDN Ranuyoso 03

Lumajang, (Onenewsjatim)– Upaya memperkuat sinergi dan kebersamaan antara TNI dan Polri terus diwujudkan Koramil 0821-06/Ranuyoso bersama Polsek Ranuyoso melalui kegiatan perbaikan akses jalan menuju SD Negeri Ranuyoso 03 dan pemukiman warga di Dusun Krajan RT 002 RW 004, Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danramil 0821-06/Ranuyoso Kapten Arm Aji Joyo Kumoro bersama anggota serta Kapolsek Ranuyoso AKP Sajito, S.H., M.A. bersama anggota. Keduanya bahu-membahu melakukan perbaikan jalan yang selama ini menjadi akses penting bagi warga maupun para siswa menuju sekolah.

Menariknya, jalan yang diperbaiki tersebut merupakan akses yang berada di wilayah batas antara Koramil dan Polsek Ranuyoso. Kondisi tersebut justru menjadi momentum untuk memperkuat kekompakan dan menunjukkan bahwa batas wilayah bukan menjadi penghalang dalam membangun kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.

Saat dikonfirmasi Kapten Arm Aji Joyo Kumoro menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi TNI dan Polri dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Perbaikan jalan ini menjadi wujud kebersamaan Koramil dan Polsek Ranuyoso. Meskipun jalan ini berada di batas antara Koramil dan Polsek, kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas bersama. Kami ingin memastikan akses menuju sekolah dan pemukiman warga dapat digunakan dengan lebih baik dan aman,” ujar dia. 

Perbaikan jalan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi aktivitas sehari-hari warga, sekaligus mendukung kelancaran para siswa dan tenaga pendidik yang melintasi akses menuju SDN 03 Ranuyoso.

Senada dengan hal tersebut, AKP Sajito mengatakan bahwa kolaborasi TNI dan Polri di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian serta menciptakan lingkungan yang nyaman bagi warga.

“Sinergi seperti ini harus terus dipelihara. Ketika ada fasilitas umum yang perlu diperbaiki dan menyangkut kepentingan masyarakat, TNI dan Polri harus hadir bersama. Dengan bergotong royong, pekerjaan menjadi lebih ringan sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan itu juga menjadi gambaran nyata bahwa sinergi TNI-Polri tidak hanya diwujudkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan fasilitas yang digunakan masyarakat.

Melalui kebersamaan tersebut, Koramil 0821-06/Ranuyoso dan Polsek Ranuyoso menunjukkan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, membangun gotong royong, serta memperkuat kemanunggalan dan sinergi TNI-Polri dalam mendukung kepentingan warga. (Pendim0821)

Jaga Kebugaran dan Kekompakan, Persit KCK Kodim 0821 Gelar Senam Bersama

Lumajang, (Onenewsjatim)-Dalam upaya menjaga kebugaran tubuh sekaligus mempererat kebersamaan, Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXXV Kodim 0821/Lumajang melaksanakan kegiatan senam aerobik di halaman Makodim 0821/Lumajang, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Ketua Persit KCK Cabang XXXV Kodim 0821/Lumajang Ny. Anita Anton bersama anggota Persit. Senam aerobik dilaksanakan dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan, sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kesehatan serta menjaga stamina dalam mendukung aktivitas sehari-hari.

Ketua Persit KCK Cabang XXXV Kodim 0821/Lumajang Ny. Anita Anton menyampaikan bahwa kegiatan olahraga bersama merupakan bagian dari upaya membangun pola hidup sehat sekaligus memperkuat silaturahmi antaranggota Persit.

“Senam bersama ini bukan hanya untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kekompakan, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan di antara anggota Persit. Dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang positif, kita dapat menjalankan setiap aktivitas dengan lebih optimal,” ujar Ny. Anita Anton.

Kegiatan senam aerobik berlangsung dengan penuh antusias dan ditutup dengan suasana kebersamaan. Melalui kegiatan tersebut, Persit KCK Cabang XXXV Kodim 0821/Lumajang terus mendorong terciptanya keluarga yang sehat, harmonis, dan memiliki semangat kebersamaan yang kuat.(Pendim0821)

Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved