-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

17/10/2026

Polisi Masih Usut Karhutla Gunung Bromo yang Tewaskan 4 Orang, Belum Ada Tersangka


Probolinggo, (Onenewsjatim)
– Penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, masih terus bergulir.

Polres Probolinggo bersama Polda Jawa Timur hingga kini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengusut peristiwa yang merenggut empat korban jiwa dan menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka bakar tersebut. 

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizky Siregar menegaskan bahwa pihaknya belum menetapkan tersangka dalam insiden ini. 

Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi serta menelusuri penyebab pasti kebakaran guna memastikan ada atau tidaknya unsur pidana.

"Kami mohon waktu untuk melakukan penyelidikan sebaik-baiknya," kata Asmida saat memberikan keterangan kepada wartawan di Probolinggo, Sabtu (17/10/2026).

Asmida menyampaikan bahwa kepolisian memahami betul harapan pihak keluarga korban yang menginginkan kepastian dan kejelasan hukum atas musibah tersebut. 

Namun, ia menekankan pentingnya ketelitian dalam proses penegakan hukum agar perkara memiliki dasar yang kuat.

Oleh karena itu, polisi meminta keluarga korban dan masyarakat untuk memberikan waktu kepada penyidik dalam menuntaskan pengumpulan bukti serta fakta di lapangan.

Mengenai potensi penetapan tersangka, Asmida menyatakan pihaknya belum dapat memastikan siapa sosok yang harus bertanggung jawab secara hukum atas kebakaran tersebut.

"Kita lihat nanti seperti apa arahnya. Kita akan terus bekerja sama dengan pihak Polda Jatim," ujar Asmida. 

Menurut Asmida, koordinasi intensif dengan Polda Jawa Timur menjadi langkah penting dalam mendalami seluruh temuan di lokasi kejadian. 

Hasil pemeriksaan saksi dan bukti fisik nantinya akan menjadi pertimbangan utama untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Sementara itu, dua korban yang mengalami luka bakar parah saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Sedangkan empat korban meninggal dunia telah dievakuasi sebelumnya.

Hingga Sabtu (17/10/2026), kepolisian belum mengumumkan kesimpulan akhir terkait penyebab pasti karhutla di Bromo maupun status hukum para pihak yang terlibat. Penyelidikan bersama Polda Jatim dipastikan terus berjalan hingga fakta di balik tragedi tersebut terungkap sepenuhnya.

Dukung Infrastruktur Pertanian, Babinsa Karanganom dan Warga Gali Lubang Pondasi Irigasi


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya mendukung pembangunan infrastruktur pertanian terus dilakukan Babinsa Desa Karanganom Koramil 0821/17 Pasrujambe, Sertu Bejo Utomo, bersama warga melalui kegiatan Karya Bakti TNI berupa pembuatan lubang pondasi drainase sebagai bagian dari rencana pembangunan saluran irigasi di Dusun Tambak Rejo Wetan RT 004 RW 007, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (17/10/2026).

Karya bakti tersebut menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pembangunan saluran irigasi yang diharapkan dapat mendukung kelancaran pengelolaan air di wilayah setempat. Melalui pembuatan lubang pondasi, proses pembangunan dipersiapkan agar dapat berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Di sela kegiatan, Sertu Bejo Utomo menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam karya bakti merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan fasilitas yang bermanfaat bagi lingkungan dan aktivitas warga.

“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat sekaligus membantu mempersiapkan pembangunan saluran irigasi. Harapannya, pembangunan ini nantinya dapat memberikan manfaat bagi warga, terutama dalam mendukung kebutuhan pengelolaan air di lingkungan sekitar,” ujar Sertu Bejo Utomo.

Sementara itu, Kepala Dusun Tambak Rejo Wetan, Koko Joni Dimasnoto, menyampaikan bahwa keterlibatan warga dalam kerja bakti menjadi bentuk dukungan bersama terhadap rencana pembangunan saluran irigasi di wilayahnya.

“Dengan adanya kerja bakti ini, masyarakat dapat ikut berperan langsung dalam mempersiapkan pembangunan. Kami berharap saluran irigasi yang direncanakan dapat segera terealisasi dan nantinya memberikan manfaat bagi warga, sehingga kebutuhan pengairan dapat lebih terbantu,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut mencerminkan sinergi antara Babinsa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa melalui semangat gotong royong. Selain membantu persiapan pekerjaan fisik, kebersamaan juga memperkuat hubungan sosial serta menumbuhkan kepedulian warga terhadap pembangunan di lingkungannya.

Melalui karya bakti yang dilakukan secara bersama-sama, persiapan pembangunan saluran irigasi di Dusun Tambak Rejo Wetan diharapkan dapat berjalan dengan baik dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemanfaatan infrastruktur bagi masyarakat. (Pendim0821)

Progres Jembatan Garuda di Lumajang Baru 11,8 Persen, TNI dan Warga Perkuat Akses Antar-Desa


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Pembangunan Jembatan Garuda di Dusun Wonoasih, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus berjalan. Memasuki hari ke-14 pengerjaan, pembangunan jembatan yang dirancang menghubungkan Desa Wonokerto dengan Desa Kenongo itu telah mencapai progres 11,8 persen.

Jembatan beton sepanjang 12 meter dan lebar 4 meter tersebut diharapkan menjadi akses penting bagi masyarakat di kedua desa. Selain memperlancar mobilitas warga, keberadaan jembatan ini juga ditujukan untuk mendukung aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat.

Berdasarkan laporan pelaksanaan pembangunan pada Sabtu (17/10/2026), pekerjaan melibatkan delapan personel TNI, dua aparat desa, dan 20 warga setempat. Mereka bekerja bersama untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Pembangunan Jembatan Garuda dimulai pada 30 September 2026. Hingga hari ke-14, pengerjaan masih dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur di lapangan.

Keterlibatan warga dalam pembangunan tersebut menjadi bagian penting dari semangat gotong royong. Kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun wilayah.

Akses Antar-Desa Jadi Perhatian

Jembatan penghubung antara Desa Wonokerto dan Desa Kenongo ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk memperlancar pergerakan warga serta menunjang hubungan sosial dan ekonomi antardesa.

Selama pelaksanaan pembangunan, kondisi cuaca dilaporkan cerah sejak pagi hingga sore hari. Situasi di sekitar lokasi juga terpantau aman dan kondusif sehingga mendukung kegiatan pengerjaan.

Meski progres pembangunan baru mencapai 11,8 persen, pekerjaan akan terus dilanjutkan secara bertahap hingga jembatan dapat diselesaikan dan dimanfaatkan masyarakat.

Pembangunan ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara TNI, aparat desa, dan warga dalam mendukung pemerataan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Dengan terbangunnya Jembatan Garuda, masyarakat Desa Wonokerto dan Desa Kenongo diharapkan memiliki akses penghubung yang lebih memadai untuk menunjang mobilitas dan meningkatkan aktivitas perekonomian setempat.(Pendim 0821)

Razia Tempat Hiburan Malam di Situbondo, Polisi Temukan Dua Klip Diduga Sabu


Situbondo, (Onenewsjatim)—
Razia narkoba yang digelar Polres Situbondo di sebuah tempat hiburan malam di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, berujung pada penemuan dua klip plastik berisi kristal putih yang diduga sabu, Kamis (15/10/2026) malam.

Dalam operasi yang dimulai pukul 22.00 WIB itu, petugas turut mengamankan pipet kaca berisi sisa kristal yang diduga sabu, alat isap atau bong, telepon genggam, serta satu unit sepeda motor. Barang-barang tersebut ditemukan saat polisi menggeledah outlet milik seorang pria berinisial JP.

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie mengatakan, razia tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memperkuat pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

“Kami berkomitmen menindaklanjuti arahan Bapak Kapolri dengan memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah Situbondo,” ujar Bayu.

Polisi sita barang bukti, 14 orang jalani tes urine.

Dari lokasi, petugas menemukan dua klip plastik berisi kristal putih yang diduga sabu dengan berat masing-masing 0,26 gram dan 0,28 gram.

Selain menyita barang bukti, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap pemilik tempat hiburan, pemandu lagu, dan pengunjung. Tim Sidokkes Polres Situbondo kemudian melakukan tes urine secara acak terhadap 14 orang yang diperiksa.

Hasil pemeriksaan urine terhadap seluruh orang tersebut dinyatakan negatif. Meski demikian, polisi tetap menyita barang-barang yang ditemukan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Bayu menegaskan, setiap temuan dalam operasi tersebut akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Razia ini merupakan salah satu langkah nyata untuk mencegah penyalahgunaan narkotika sekaligus menindaklanjuti setiap temuan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” katanya.

Polisi kedepankan pencegahan

Selain melakukan pemeriksaan dan penggeledahan, Polres Situbondo juga memberikan edukasi kepada pengunjung tempat hiburan malam mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mencegah tempat hiburan malam menjadi lokasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

Polres Situbondo menyatakan akan terus memperkuat upaya pencegahan dan penindakan terhadap narkotika di wilayah hukumnya.

Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai penetapan tersangka maupun hasil pengembangan penyidikan atas temuan barang yang diduga sabu tersebut.

15 Orang Positif Narkoba, Polisi Bongkar Temuan Puluhan Alat Isap di Kampung Kunti


Surabaya, (Onenewsjatim) -
 Sebanyak 17 orang akan menjalani rehabilitasi medis dan sosial setelah diamankan dalam operasi pemberantasan peredaran narkoba di Kampung Kunti, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Surabaya. Langkah ini diambil setelah kepolisian melakukan pemeriksaan dan tes urine terhadap 19 orang yang diamankan dari kawasan tersebut.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan mengatakan, keputusan rehabilitasi dilakukan melalui proses asesmen sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, dua orang lainnya dipulangkan karena hasil tes urine negatif dan tidak ditemukan barang bukti pada mereka.

Penjelasan tersebut disampaikan Irwan dalam konferensi pers di Surabaya, Rabu (14/10/2026).

“Berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2010, sebanyak 17 orang akan dilakukan Tim Asesmen Terpadu (TAT) sesuai prosedur melalui BNNK Surabaya untuk menjalani rehabilitasi,” kata Irwan.

15 Orang Positif Narkoba

Dari hasil pemeriksaan terhadap 19 orang yang diamankan, sebanyak 15 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Adapun empat orang lainnya menunjukkan hasil tes urine negatif.

Namun, dua dari empat orang yang hasil tes urinenya negatif tersebut ditemukan menguasai sabu-sabu seberat 0,35 gram.

Sementara dua orang lainnya dipulangkan karena tidak ditemukan barang bukti dan hasil pemeriksaan urine mereka negatif.

“Dua orang lainnya dikembalikan kepada pihak keluarga karena hasil urine negatif dan tidak ditemukan barang bukti,” ujar Irwan.

Kepolisian menyatakan, penanganan terhadap warga yang diamankan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan temuan petugas di lapangan.

Polisi Sita Puluhan Paket Sabu dan Alat Isap

Dalam operasi di kawasan Kampung Kunti, petugas gabungan turut menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Barang bukti yang diamankan antara lain 52 poket kecil berisi sabu-sabu, 54 alat isap atau bong, tiga timbangan digital, 26 pipet kaca, dua brankas, satu kotak penyimpanan uang atau cash box, serta dua buku catatan transaksi.

Petugas juga menyita 11 unit telepon seluler, satu mesin pres, 29 skrop plastik, 56 klip plastik bekas pakai, 39 korek api gas, satu karung klip plastik kosong, dan delapan senjata tajam.

Temuan tersebut menjadi bagian dari pengembangan penyelidikan kepolisian untuk mengungkap lebih jauh dugaan jaringan peredaran narkoba di kawasan itu.

Irwan menegaskan, penindakan tersebut tidak akan berhenti pada pengamanan warga dan penyitaan barang bukti.

“Kami tidak berhenti sampai di sini dengan melakukan penindakan dan penegakan hukum saja. Kami berkomitmen akan tetap melakukan pengembangan sampai ke akar-akarnya terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba tersebut,” tutur Irwan.

Dua Pos Pengawasan Didirikan

Untuk mencegah aktivitas peredaran narkoba kembali marak, Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama instansi terkait mendirikan dua pos pengawasan di kawasan Kampung Kunti.

Menurut Irwan, pos tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi sekaligus tindak lanjut dari operasi penindakan. Keberadaan pos masih bersifat situasional, tetapi tidak menutup kemungkinan akan dipermanenkan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kami sudah mendirikan dua pos di lokasi sebagai antisipasi dan tindak lanjut ke depannya. Pos tersebut bersifat situasional dan tidak menutup kemungkinan akan dibuat secara permanen,” jelasnya.

Pos pengawasan itu akan dijaga secara bergiliran oleh personel Polres dan Polsek Pelabuhan Tanjung Perak, Brimob Polda Jawa Timur, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya.

Pengawasan juga melibatkan tokoh masyarakat dan pengurus RT/RW setempat untuk mendukung upaya menjaga keamanan lingkungan.

Selain penjagaan pos, patroli gabungan akan terus dilakukan dengan melibatkan Pemerintah Kota Surabaya dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya.

Upaya tersebut mencakup langkah preemtif, preventif, dan represif guna menekan penyalahgunaan serta memutus mata rantai peredaran narkoba.

Polisi berharap sinergi lintas instansi dan keterlibatan masyarakat dapat mendukung terwujudnya Kampung Bersinar atau Bersih dari Narkoba di kawasan Kampung Kunti.

18 Desa di Lumajang Dilanda Krisis Air Bersih, 19 Ribu Warga Terdampak


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Krisis air bersih akibat kemarau panjang kian membebani warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Di Desa Bedayu Talang, Kecamatan Senduro, warga bahkan harus bergerak cepat untuk mendapatkan air dari bantuan pemerintah yang datang ke kampung mereka, Sabtu (17/10/2026).

Begitu armada pengangkut air bersih tiba di lokasi penyaluran, puluhan warga langsung bergegas membawa wadah yang mereka miliki. 

Jeriken, ember, hingga galon digunakan untuk menampung air yang menjadi kebutuhan mendesak setelah sumber air di lingkungan mereka mengering.

Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar tambahan persediaan, melainkan penopang kebutuhan sehari-hari di tengah kemarau yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Rifha, salah seorang warga terdampak, mengatakan krisis air bersih mulai dirasakan sejak Juli 2026. Kondisi tersebut semakin sulit setelah saluran air tidak lagi mengalir dan cadangan air hujan yang sebelumnya ditampung warga habis.

“Bersyukur banget dapat bantuan. Biasanya kalau tidak ada air untuk mencuci baju, harus mencari air ke lokasi yang jauh. Sekarang tidak ada hujan sama sekali,” kata Rifha saat ditemui di rumahnya, Sabtu (17/10/2026).

Kesulitan serupa dialami Sulastri. Ia mengaku harus menghemat penggunaan air agar persediaan yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bantuan dari pemerintah pun menjadi salah satu sumber air yang sangat diharapkan warga.

Menurut Sulastri, sumber air yang biasa digunakan masyarakat sudah mengering. Dalam kondisi tersebut, air bantuan terutama dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

“Memang dari pet sudah tidak ada air, sudah kering. Bantuan ini hanya untuk air minum saja. Kalau tidak ada bantuan ini, ya mau ke mana,” ujarnya.

Krisis Air Bersih Meluas ke 18 Desa

Dampak kemarau di Kabupaten Lumajang tidak hanya dirasakan warga Desa Bedayu Talang. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, krisis air bersih telah meluas ke 18 desa yang tersebar di enam kecamatan.

Jumlah warga yang terdampak diperkirakan mencapai 19.000 jiwa. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah bersama sejumlah instansi dan relawan untuk terus menyalurkan bantuan air bersih ke kawasan yang mengalami kekurangan pasokan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara rutin untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Setiap hari, sekitar 210.000 liter air bersih disalurkan dengan dukungan armada dan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan krisis tersebut.

“Setiap hari kami mendistribusikan 210 ribu liter air dengan menggunakan tujuh armada berkapasitas 5.000 liter. Memang kondisi kekeringan di Lumajang ini sangat dramatis. Setiap tahun pasti terjadi,” ungkap Yudhi.

Gula 185 Ton dari Jember, Lumajang, dan Kediri Diduga Dialihkan, Polisi Tetapkan 11 Tersangka


Surabaya, (Onenewsjatim)
— Sebanyak 185 ton gula dari tiga pabrik gula di Jawa Timur diduga dialihkan dari tujuan pengiriman semestinya. Dalam perkara yang ditaksir merugikan perusahaan hingga Rp 3 miliar tersebut, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur menetapkan 11 orang sebagai tersangka.

Tiga pabrik gula yang terkait dalam perkara ini yakni Pabrik Gula (PG) Semboro di Kabupaten Jember, PG Jatiroto di Kabupaten Lumajang, dan PG Ngadirejo di Kabupaten Kediri. 

Gula yang seharusnya dikirim kepada penerima sesuai dokumen pengiriman diduga dialihkan ke sejumlah lokasi lain untuk kemudian dijual kembali.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, dugaan penipuan dan penggelapan tersebut terjadi dalam rentang 27 September hingga 2 Oktober 2026.

Hal itu disampaikan Abast saat konferensi pers bersama Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing di Mapolda Jatim, Jumat (16/10/2026).

“Modus yang kami dalami berkaitan dengan pengalihan pengiriman gula yang tidak sesuai dengan alamat tujuan sebagaimana tercantum dalam dokumen pengiriman atau delivery order,” kata Abast.

Menurut Abast, para tersangka diduga memanfaatkan proses pencarian armada angkutan dan komunikasi selama pengiriman untuk mengubah tujuan bongkar muatan.

Muatan yang semestinya diterima pihak sesuai dokumen pengiriman diduga justru dibawa ke lokasi lain. Polisi kemudian menyelidiki pihak-pihak yang terlibat dalam pengalihan hingga penjualan kembali gula tersebut.

Tiga perkara, total 185 ton gula

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing menjelaskan, penyidik mengungkap tiga rangkaian kejadian dengan total muatan gula yang diduga dialihkan mencapai 185 ton.

Perkara pertama berkaitan dengan pengiriman 110 ton gula dari PG Semboro, Jember, pada 27–28 September 2026. Muatan yang seharusnya dikirim sesuai tujuan semula diduga dialihkan ke sebuah gudang di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam perkara ini, penyidik menduga tersangka berinisial RK berperan mengendalikan proses pengalihan muatan. Polisi masih mendalami peran pihak lain yang berkaitan dengan pengiriman dan penjualan kembali gula tersebut.

Perkara kedua melibatkan 35 ton gula dari PG Jatiroto, Kabupaten Lumajang, pada 28 September 2026. Gula yang semestinya dikirim ke Bandung diduga dialihkan ke wilayah Candi, Kabupaten Sidoarjo.

Penyidik mendalami dugaan keterlibatan sejumlah tersangka dalam mengalihkan tujuan pengiriman, memindahkan muatan, hingga menjual kembali gula tersebut.

Sementara itu, perkara ketiga berkaitan dengan pengiriman 40 ton gula dari PG Ngadirejo, Kabupaten Kediri, pada 28 September hingga 2 Oktober 2026. Muatan yang seharusnya dikirim ke Sukabumi diduga dialihkan dan dipasarkan di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Dengan demikian, total muatan dari ketiga perkara tersebut mencapai 185 ton gula.

Polisi telusuri aliran dana dan komunikasi

Roy mengatakan, penyidikan belum berhenti pada penetapan 11 tersangka. Polisi masih menelusuri peran masing-masing tersangka, termasuk pihak yang diduga mengatur perubahan tujuan pengiriman serta pihak yang menerima dan menjual kembali gula.

“Penyidik masih mendalami bagaimana muatan yang semestinya sampai kepada penerima dapat dialihkan, siapa yang mengatur perubahan tujuan pengiriman, serta pihak-pihak yang menerima maupun menjual kembali muatan tersebut,” ujar Roy.

Selain memeriksa keterangan para pihak, penyidik menelusuri aliran dana dan komunikasi antarpihak untuk memperjelas rangkaian peristiwa serta konstruksi perkara.

Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya telepon seluler, uang yang diduga berkaitan dengan hasil tindak pidana, dan satu unit mobil pikap Daihatsu Gran Max yang diduga digunakan dalam rangkaian pendistribusian muatan.

Polda Jatim menyatakan penyidikan masih dikembangkan. Polisi juga membuka kemungkinan adanya tersangka dan barang bukti tambahan apabila ditemukan bukti yang mendukung.

Dijerat pasal penipuan dan penggelapan

Atas dugaan perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 492 KUHP tentang penipuan dan/atau Pasal 486 KUHP tentang penggelapan, sesuai peran serta konstruksi perbuatan masing-masing.

Roy menegaskan, penanganan perkara dilakukan secara profesional berdasarkan alat bukti yang diperoleh penyidik.

“Polda Jawa Timur akan menangani perkara ini secara profesional dan berdasarkan alat bukti. Penyidikan juga terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian perkara tersebut,” katanya.

Hingga kini, penyidik masih mendalami keterlibatan setiap tersangka serta alur distribusi dan penjualan gula yang diduga dialihkan tersebut.



Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved