-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

27/09/2026

Keceriaan Siswa SDN Karangsari 02 Melintasi Jembatan Garuda Merah Putih


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang berada di Dusun Sitinggil, Desa Kebonagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kini tidak hanya menjadi penghubung antar wilayah, tetapi juga menjadi tempat favorit untuk menikmati suasana.

Keceriaan itu terlihat pada Minggu (27/9/2026), saat siswa-siswi SDN Karangsari 02 menikmati waktu bersama di kawasan Jembatan Merah Putih.

Suasana ceria dan penuh tawa terlihat jelas dari raut wajah para siswa. Dengan seragam sekolah dan tas di punggung, mereka tampak antusias dan bersemangat melintasi jembatan kebanggaan warga Desa Kebonagung tersebut.

Bagi anak-anak sekolah, keberadaan jembatan ini sangat membantu. Akses menuju sekolah yang sebelumnya sulit dan harus memutar jauh, kini menjadi lebih dekat, aman, dan nyaman untuk dilalui setiap hari.

"Senang sekali bisa lewat jembatan baru ini. Bagus dan kuat. Sekarang berangkat sekolah jadi lebih cepat dan tidak takut lagi," ujar salah satu siswi SDN Karangsari 02 dengan penuh semangat.

Para guru dan warga sekitar pun ikut merasa bahagia melihat keceriaan anak-anak. Jembatan Merah Putih diharapkan tidak hanya memperlancar akses pendidikan, tetapi juga menjadi simbol harapan baru dan semangat baru bagi generasi penerus di Desa Kebonagung.(Pendim0821)

Tingkatkan Akses Jalan, Babinsa Pundungsari Dampingi Warga Bangun Jalan Rabat Beton


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud nyata kepedulian TNI terhadap pembangunan di pedesaan kembali terlihat. Babinsa Pundungsari Koramil 0821-18/Tempursari, Serka Fery Dian Prasetyono, bersama warga Desa Pundungsari melaksanakan  pembangunan jalan rabat beton program desa di Dusun Sukosari RT 004 RW 004 Desa Pundungsari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (27/9/2026).

Pembangunan jalan rabat beton tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses transportasi masyarakat, terutama petani pisang, agar lebih mudah mengangkut hasil panen dari lahan pertanian ke permukiman dan pasar. Dengan adanya jalan rabat beton ini, diharapkan kegiatan ekonomi masyarakat dapat semakin lancar serta mendukung kesejahteraan warga desa.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Pundungsari Serka Fery Dian Prasetyono tampak terlibat langsung bersama warga mengaduk dan menghamparkan adonan semen sebagai bentuk dukungan moral dan fisik. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga menjadi pemicu semangat gotong royong yang merupakan nilai luhur budaya bangsa Indonesia.

“Pembangunan jalan rabat beton ini merupakan salah satu bentuk upaya kami bersama pemerintah desa untuk meningkatkan sarana dan prasarana penunjang kegiatan ekonomi warga, terutama para petani pisang. Semoga dengan adanya jalan ini, warga semakin terbantu dalam mengangkut hasil panen dan aktivitas sehari-hari,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Sukosari Suharno menyampaikan bahwa pembangunan jalan tersebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas petani pisang. Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya yang masih berupa tanah kerap menyulitkan pengangkutan hasil panen, terutama saat musim hujan.

“Dengan adanya jalan rabat beton ini, merupakan program pemerintah desa tahun 2026, kami berharap konektivitas antar dusun dan ke ladang pertanian akan semakin baik, sehingga perekonomian desa pun ikut meningkat,” pungkasnya.

Pembangunan jalan rabat beton tersebut tidak hanya menjadi wujud pembangunan fisik desa, tetapi juga menjadi simbol kekompakan antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun kesejahteraan bersama melalui semangat gotong royong. (Pendim0821)

26/09/2026

Puluhan Warga Ikuti Skrining Pendengaran di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Puluhan warga tampak antusias mengikuti pemeriksaan telinga dalam kegiatan bakti sosial layanan kesehatan berupa skrining pendengaran dan bersih-bersih telinga di Gedung PKK Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026) 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Milad Lazismu ke-24. Pelaksanaannya bekerja sama dengan Komite Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komda PGPK) Kabupaten Lumajang.

Sejak kegiatan berlangsung, warga secara bergantian mengikuti pemeriksaan kondisi telinga dan pendengaran. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan telinga.

Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, mengatakan kesehatan pendengaran merupakan bagian penting dari kualitas hidup yang perlu diperhatikan sejak dini.

Menurut Dewi, gangguan pendengaran tidak boleh dianggap sebagai persoalan sederhana. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat memengaruhi komunikasi, penerimaan informasi hingga interaksi seseorang dengan keluarga dan lingkungan.

“PKK tidak hanya berbicara tentang kegiatan organisasi. Lebih dari itu, PKK hadir dan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, saya berharap setiap anggota PKK bisa menjadi contoh, menjadi penggerak, sekaligus menyampaikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat,” ujar Dewi.

Dewi menjelaskan, kemampuan mendengar memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang mengalami gangguan pendengaran, komunikasi dengan keluarga maupun masyarakat dapat ikut terganggu.

Bahkan, gangguan pendengaran dapat menyebabkan seseorang mengalami kesalahpahaman saat berkomunikasi atau kesulitan menerima informasi.

“Menjaga kesehatan telinga sebenarnya juga merupakan bagian dari menjaga kualitas komunikasi dan hubungan kita dengan keluarga maupun masyarakat,” katanya.

Karena itu, Dewi mengajak masyarakat lebih memperhatikan kesehatan telinga dan tidak melakukan perawatan secara sembarangan.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak memiliki kebiasaan mengorek telinga menggunakan benda-benda yang berisiko melukai bagian dalam telinga.

Beberapa benda yang kerap digunakan secara sembarangan, seperti peniti, kunci motor hingga cotton bud, menurutnya perlu dihindari.

“Jangan mengorek telinga dengan benda-benda yang tidak semestinya, seperti peniti, kunci motor, ataupun menggunakan cotton bud secara sembarangan. Itu berbahaya. Jika ada keluhan, cukup lakukan pemeriksaan ke tenaga medis,” pesannya.

Dorong Kolaborasi untuk Edukasi Masyarakat

Selain memberikan layanan pemeriksaan, kegiatan tersebut dinilai menjadi contoh kolaborasi lintas organisasi dalam memberikan edukasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Dewi mengapresiasi Komda PGPK Kabupaten Lumajang dan Lazismu Lumajang yang telah berkolaborasi bersama TP PKK Kabupaten Lumajang dalam kegiatan tersebut.

“Saya melihat kegiatan bersih-bersih telinga dan screening pendengaran ini sebagai contoh sederhana, tetapi sangat berarti. Organisasi dan lembaga yang memiliki kepedulian yang sama dapat duduk bersama, berkolaborasi, dan menghadirkan manfaat secara langsung,” ungkapnya.

Menurut Dewi, kerja sama seperti ini perlu terus diperkuat. Terlebih, masih banyak persoalan kesehatan dan edukasi keluarga yang membutuhkan perhatian bersama.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

“Semoga kegiatan ini bukan menjadi kegiatan yang berhenti sampai hari ini saja. Mudah-mudahan ke depan kerja sama dan kolaborasi seperti ini dapat terus dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan lain yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” tuturnya. (mam

Sinergi Babinsa, Pemdes, dan Poktan Sumber Makmur Bersihkan Sungai Avur Dusun Bayur


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Sebagai upaya sinergi dan kebersamaan, Babinsa Sumbersari Koramil 0821-16/Rowokangkung Sertu Eko Sumarno bergotong-royong bersama warga dan kelompok tani Sumber Makmur melaksanakan kerja bakti pembersihan bantaran dan aliran sungai avur Dusun Bayur Desa Sumbersari Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan pembersihan saluran irigasi tersebut, dilaksanakan bersama kelompok tani Sumber Makmur dan warga Sumbersari melakukan pembersihan dan normalisasi pengerukan material lumpur dan sampah di bantaran sungai.

Dalam kesempatan itu, Sertu Eko Sumarno mengatakan, bahwa kegiatan pembersihan dan normalisasi tersebut, dengan mengangkat material lumpur dan sampah yang terbawa arus menghambat di saluran kurang lancar sungai avur.

“Kegiatan ini merupakan upaya warga dan Poktan Sumber Makmur, dengan bergotong-royong melakukan pembersihan dan normalisasi material lumpur di sepanjang bantaran sungai avur, agar aliran air sungai tersebut nantinya bisa menjadi lancar sebagai penunjang pengairan pertanian,” kata dia.

Diwaktu yang sama Ketua Poktan Sumber Makmur Luluk Hardianto mengatakan samping kegiatan tersebut merupakan upaya rutin  warga kelompok tani dalam mengantisipasi dampak yang menyebabkan pengairan di sawah kurang maksimal.

“Dengan kegiatan ini, sebagai upaya bersama, untuk tanggap langsung terhadap kondisi aliran sungai avur, dalam memberikan edukasi kepada warga sekitar untuk tidak membuang sampahnya di aliran sungai, agar aliran sungai tetap lancar,” pungkasnya. (Pendim0821)

Karhutla TNBTS Senduro Mulai Mereda, Sejumlah Blok Dipastikan Bebas Titik Api


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Perkembangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), wilayah Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, terus dipantau untuk memastikan kondisi terkini sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru.

Berdasarkan pemantauan pada Sabtu (26/9/2026) hingga pukul 17.00 WIB, sejumlah lokasi yang sebelumnya terdampak Karhutla, meliputi Blok Ledok Bedor, Pusung Jantur, Pusung Tengah, Pusung Dowo, Blok Tanggulasi, Blok Po'o, Metigirenteng dan Ebeng-Ebeng, sudah tidak terlihat adanya titik api maupun kepulan asap.

Pada pemantauan pukul 10.00 WIB, kondisi di Blok Ledok Bedor, Pusung Jantur, Pusung Tengah, Pusung Dowo, Blok Tanggulasi, Blok Po'o dan Ebeng-Ebeng terpantau tidak menunjukkan adanya titik api. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa api di sejumlah lokasi telah padam.

Pemantauan kembali dilakukan pada pukul 16.00 WIB. Babinsa Argosari Sertu Edi Kuswanto bersama enam personel TNBTS dan tiga personel Masyarakat Peduli Api (MPA) Argosari melaksanakan patroli dan penyisiran di sejumlah blok, di antaranya Pusung Jantur, Ledok Bedor, Pusung Tengah, Pusung Dowo, Blok Po'o dan Blok Tanggulasi.

Patroli tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat titik api baru maupun tanda-tanda kebakaran yang kembali muncul. Dari hasil penyisiran, kondisi di sejumlah blok tersebut masih terpantau aman dan tidak ditemukan titik api baru.

Sementara itu, di Blok Metigirenteng dan Blok Ebeng-Ebeng juga tidak lagi terlihat titik api maupun kepulan asap. Namun, kondisi berbeda masih terjadi di kawasan Blok Puncak B29 karena masih terdapat satu titik api yang terpantau menyala.

Dalam penanganan Karhutla tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun personel yang mengalami dampak langsung. Sementara untuk dampak material, berdasarkan pendataan sementara, kawasan hutan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare, terdiri dari sekitar 15 hektare di Blok Ledok Bedor dan 5 hektare di Blok Pusung Jantur.

Selain itu, luasan area yang terbakar di Blok Po'o diperkirakan sekitar 1,5 hektare, sedangkan di Blok Metigirenteng sekitar 3 hektare. Untuk Blok Pusung Tengah dan Pusung Dowo, luasan area terdampak masih belum dapat dipastikan karena kondisi medan yang sulit dijangkau.

Kegiatan pemantauan dan penyisiran akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar titik api yang telah padam tidak kembali muncul. Rencananya, pemantauan akan dilanjutkan pada Minggu (27/9/2026) mulai pukul 08.00 WIB dengan melakukan pengecekan ke lokasi terdekat serta melaksanakan upaya pemadaman apabila ditemukan kembali titik api.

Upaya patroli bersama tersebut menjadi bagian dari langkah pengawasan di kawasan hutan TNBTS, khususnya untuk memastikan kondisi pascakebakaran tetap terkendali dan mencegah meluasnya kembali kebakaran ke kawasan hutan lainnya. (Pendim0821)

Ratusan Ternak Meriahkan Kontes Lumajang 2026, Sapi Ekstrem dari Kediri hingga Malang


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Ratusan peternak antusias mengikuti Kontes dan Pameran Ternak Kabupaten Lumajang 2026 yang digelar di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT), Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung pada 26-27 September 2026 tersebut diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang.

Sebanyak 583 ternak mengikuti kontes yang terdiri dari tiga jenis, yakni sapi, kambing dan domba.

Kepala DKPP Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari mengatakan, jumlah peserta tersebut terdiri dari 115 sapi, 324 kambing dan 144 domba.

"Untuk kontes ini ada 583 peserta. Ada tiga jenis ternak, yakni sapi, kambing dan domba. Sapi 115 peserta, kambing 324 peserta dan domba 144 peserta," kata Retno, Sabtu (26/9/2026).

Menurut dia, setiap jenis ternak terbagi dalam sejumlah kelas. Penilaian dilakukan oleh juri berdasarkan indikator yang telah ditentukan.

Beberapa aspek yang dinilai antara lain berat badan, kesehatan serta postur atau bentuk tubuh ternak.

"Penilaiannya ada jurinya dan sudah ada indikator penilaiannya. Mulai dari berat badan, kemudian kesehatannya, kemudian juga postur atau bodinya. Jadi kuantitatif dan kualitatif," jelasnya.

Khusus untuk sapi, terdapat kelas ekstrem yang memiliki kriteria penilaian berbeda. Pada kelas tersebut, penilaian hanya didasarkan pada bobot atau berat badan sapi.

Retno menyebut, terdapat 14 ekor sapi yang mengikuti kelas ekstrem. Pesertanya tidak hanya berasal dari Lumajang, tetapi juga dari luar daerah, di antaranya Kediri dan Malang.

"Kalau sapi ekstrem hanya dinilai beratnya saja, jadi yang paling berat. Pesertanya dari luar kota juga. Dari Kediri, Malang dan Lumajang. Untuk sapi ekstrem ada 14 ekor," ujarnya.

Retno menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mencari ternak terbaik. Kontes juga menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada para peternak sekaligus mendorong semangat masyarakat untuk terus mengembangkan usaha peternakan.

Menurutnya, sektor peternakan sempat mengalami penurunan populasi setelah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Tujuannya pertama untuk mengapresiasi para peternak. Kemudian juga mendorong semangat para peternak dari Kabupaten Lumajang," katanya.

"Karena setelah PMK, populasi ternak sapi dan kambing memang menurun. Jadi kita mendorong agar semangat para peternak tetap berternak, bahkan mungkin meningkatkan jumlah ternaknya," lanjut Retno.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi peternakan Lumajang kepada masyarakat luas.

Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah kambing Senduro yang dikenal sebagai salah satu ternak khas dari Kabupaten Lumajang.

"Untuk mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa di Kabupaten Lumajang ini ada banyak potensi, khususnya yang khas itu kambing Senduro. Demikian juga untuk domba dan sapi, di Lumajang ini potensinya sangat bagus dan perlu dikembangkan," tuturnya.

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada kontes dan pameran ternak. DKPP Lumajang juga menggelar festival kuliner serta lomba olahan daging kambing dan domba.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), khususnya yang bergerak di bidang pengolahan produk berbahan dasar daging kambing dan domba.

Retno mengatakan, peningkatan produk olahan daging diharapkan ikut mendorong permintaan terhadap kambing dan domba yang diternakkan masyarakat.

"Festival kuliner ini tujuannya untuk mendorong UMKM di Kabupaten Lumajang, khususnya yang olahan daging kambing dan domba," katanya.

Menurut dia, semakin berkembang kuliner berbahan kambing dan domba, maka kebutuhan terhadap ternak tersebut juga berpotensi meningkat.

"Kalau kulinernya meningkat, kambing dan dombanya permintaannya juga meningkat," ujarnya.

Selain itu, lomba olahan daging juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

DKPP mendorong peserta tidak hanya mengikuti lomba untuk mendapatkan juara, tetapi juga mengembangkan keterampilan yang dimiliki menjadi usaha yang dapat memberikan nilai ekonomi.

"Kalau sudah menang, mungkin mereka nanti bisa buka usaha. Jadi tidak hanya dimakan sendiri untuk keluarga, tapi mendorong untuk itu," pungkas Retno.


25/09/2026

Babinsa Wonogriyo Hadir di Tengah Warga, Kawal Pembangunan Drainase untuk Pertanian


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah binaan, Babinsa Wonogriyo Koramil 0821-15/Tekung Serka Imamul Mutaqin bersama warga melaksanakan pendampingan sekaligus mengawal kegiatan pembangunan drainase sepanjang 100 meter di Dusun Trenggalek RT 008 RW 002, Desa Wonogriyo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (25/9/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan proses penggalian sebagai bagian dari tahapan pembangunan drainase. Babinsa Serka Imamul Mutaqin turut hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pendampingan serta membantu kelancaran kegiatan yang dilaksanakan secara gotong royong.

Dalam kesempatan itu, Imamul Mutaqin menyampaikan, bahwa kehadiran dirinya dalam kegiatan pembangunan desa merupakan bagian dari upaya untuk terus menjalin kedekatan dan kebersamaan dengan masyarakat. Selain mendukung kelancaran pekerjaan, pendampingan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong warga.

“Pembangunan drainase ini sangat penting bagi masyarakat karena berfungsi mengatur dan memperlancar aliran air di pengairan pertanian. Dengan saluran yang baik, diharapkan nantinya kebutuhan air bagi warga petani,” kata dia.

Pembangunan drainase sepanjang 100 meter tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi warga tani. Selain membantu memperlancar pembuangan air,

Kepala Dusun Trenggalek Samin menyampaikan bahwa pembangunan drainase sepanjang 100 meter tersebut sangat dibutuhkan masyarakat untuk mendukung sistem pengairan pertanian di wilayah dusun. Saat ini kegiatan masih dalam tahap penggalian sebagai bagian awal dari proses pembangunan.

“Pembangunan drainase ini memang sangat dibutuhkan, terutama untuk mengatur aliran air bagi para penduduk agar lebih terarah. Dengan adanya saluran yang dibangun dengan baik, kami berharap aliran air dapat berjalan lancar dan tidak mengganggu lahan milik warga tani lainnya,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Babinsa terus berupaya hadir dan berperan aktif dalam setiap kegiatan kewilayahan, termasuk mendukung pembangunan infrastruktur desa. Sinergi antara Babinsa, pemerintah desa, petugas pengairan, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan serta mendukung kesejahteraan di wilayah. (Pendim0821)

Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved