-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

02/10/2026

Kawal Program Desa, Babinsa Selok Anyar Bantu Pengerjaan Jalan Rabat Beton


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya mengawal pelaksanaan program pembangunan desa terus dilakukan Babinsa Selok Anyar Koramil 0821-08/Pasirian Sertu Aris Setyardi bersama rekannya dengan terjun langsung membantu Pemdes dan warga dalam pengerjaan jalan rabat beton sepanjang 150 meter di Dusun Tempuran RT 003 RW 004, Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (2/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Aris Setyardi bersama rekannya turut membantu para pekerja dalam proses pengerjaan rabat beton. Keterlibatan Babinsa menjadi bagian dari upaya pendampingan sekaligus memastikan pelaksanaan program pembangunan desa dapat berjalan dengan baik melalui sinergi antara pemerintah desa, masyarakat dan aparat kewilayahan.

Pembangunan jalan rabat beton tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi aktivitas sehari-hari masyarakat Dusun Tempuran, khususnya dalam mendukung kelancaran akses warga maupun kegiatan perekonomian di wilayah setempat.

Sertu Aris Setyardi menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam pelaksanaan pembangunan desa merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan. 

Menurutnya, keterlibatan secara langsung juga menjadi sarana untuk mempererat komunikasi serta mendorong semangat gotong royong antara masyarakat dan pemerintah desa.

“Kami berupaya hadir dan membantu setiap pelaksanaan program desa yang menyentuh kepentingan masyarakat. Dengan kebersamaan dan gotong royong, pekerjaan dapat dilaksanakan secara lebih maksimal sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Tempuran Qomaruddin Hamdi menyampaikan bahwa pembangunan jalan rabat beton tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kondisi akses lingkungan bagi masyarakat. Dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk Babinsa, turut membantu kelancaran proses pengerjaan di lapangan.

Melalui pendampingan tersebut, Babinsa Selok Anyar tidak hanya membantu pekerjaan fisik, tetapi juga turut mengawal program pembangunan desa agar berjalan secara sinergis dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Pendim0821)

Komsos Babinsa Ranuwurung, Bantu Warga Sekaligus Pererat Silaturahmi


Lumajang, (onenewsjatim)-
Upaya membangun kedekatan dengan masyarakat terus dilakukan Babinsa Ranuwurung Koramil 0821-07/Randuagung Sertu Eli Sudrajad melalui kegiatan komunikasi sosial (Komsos) yang diwujudkan dengan membantu secara langsung pembangunan dapur milik warga di Dusun Glabak RT 012 RW 002 Desa Ranuwurung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (2/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Eli Sudrajad turut membantu Aripin, warga setempat, dalam proses pembangunan dapur rumahnya. Keterlibatan Babinsa tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi warga, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan membangun komunikasi yang semakin dekat antara TNI dengan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Babinsa berupaya hadir di tengah masyarakat sekaligus mendorong semangat gotong royong dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan yang membutuhkan kebersamaan. Kehadiran Babinsa diharapkan dapat memberikan motivasi kepada warga untuk terus menjaga budaya saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat.

Sertu Eli Sudrajad menyampaikan bahwa kegiatan Komsos merupakan bagian dari upaya Babinsa untuk mengetahui secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah binaannya. 

Menurutnya, membantu pekerjaan warga merupakan salah satu cara sederhana untuk mempererat hubungan sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan.

“Kami berupaya selalu hadir di tengah masyarakat, termasuk membantu pekerjaan warga yang membutuhkan tenaga. Selain meringankan pekerjaan, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan,” ujar dia.

Sementara itu, keterlibatan Babinsa dalam pembangunan dapur tersebut turut memberikan dorongan bagi warga untuk bersama-sama menyelesaikan pekerjaan secara gotong royong. Dengan komunikasi yang terjalin secara langsung, berbagai persoalan maupun kebutuhan masyarakat dapat diketahui dan dikoordinasikan dengan lebih baik.

Kegiatan Komsos tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Babinsa dalam kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kepedulian, kebersamaan dan semangat gotong royong di wilayah binaan. (Pendim0821)

Nenek 79 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Bondoyudo Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Seorang nenek bernama Asni (79), warga Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang, yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Bondoyudo, akhirnya ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan.

Korban ditemukan pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 10.56 WIB. Jasad Asni ditemukan mengapung di aliran Sungai Bondoyudo, sekitar 1,9 kilometer dari lokasi awal kejadian.

"Koran ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 10.56 WIB. Korban ditemukan mengapung dengan jarak sekitar 1,9 kilometer dari lokasi kejadian," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan ke RSUD dr. Haryoto Lumajang. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

Asni diketahui merupakan warga Dusun Kebonsari RT 07 RW 05, Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun.

Sebelum korban ditemukan, tim SAR gabungan memulai pencarian pada pukul 07.00 WIB dengan membagi personel menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU).

SRU I melakukan pencarian secara visual di atas permukaan air menggunakan rubber boat Basarnas dengan panjang lintasan sekitar 5 kilometer.

Sementara SRU II melakukan penyisiran sepanjang 2,5 kilometer menggunakan perahu rafting dan rubber boat milik BPBD. Sedangkan SRU III melakukan pencarian secara visual di sepanjang aliran sungai.

"Setelah korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi ke RS dr. Haryoto untuk diserahterimakan kepada pihak keluarga, maka operasi SAR kami usulkan untuk ditutup," ujar Oka.

Ia mengatakan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian selanjutnya dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Oka juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah membantu proses pencarian dan pertolongan hingga korban berhasil ditemukan.

Operasi SAR tersebut melibatkan Tim Rescue Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Lumajang, TNI, Polri, perangkat desa, Bankom 737 Yosowilangun, ORARI, MDMC, komunitas rescue, serta masyarakat sekitar.

Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan puluhan personel dengan dukungan sejumlah peralatan, di antaranya rescue car, rubber boat, peralatan water rescue, peralatan medis, dan alat komunikasi.

Pemkab Lumajang Kejar Perbaikan Jalan Tempeh-Gesang-Tumpeng, Anggaran Rp18 Miliar Diusulkan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengusulkan anggaran Rp18 miliar kepada pemerintah pusat untuk penanganan dua ruas jalan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Tempeh hingga Kecamatan Candipuro.

Usulan tersebut diajukan melalui program Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lumajang, Heri Kurniawan mengatakan, terdapat dua ruas jalan yang diusulkan untuk mendapatkan penanganan.

Ruas pertama yakni jalan Tempeh-Gesang, Kecamatan Tempeh, dengan panjang sekitar 5,25 kilometer. Sementara ruas kedua berada di Ruas Jalan Gesang - Tumpeng sepanjang sekitar 1 kilometer.

"Keseluruhan anggaran yang kami usulkan untuk dua ruas tersebut sekitar Rp18 miliar," kata Heri.

Menurut Heri, proses pengadaan untuk pekerjaan tersebut saat ini masih berlangsung. Pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari balai besar jalan nasional terkait kepastian kontrak pekerjaan.

"Informasi kemarin masih proses pengadaan. Untuk kapan kontraknya kami masih belum dikonfirmasi teman-teman di balai besar jalan nasional," ujarnya.

Heri berharap proses pengadaan berjalan lancar sehingga pekerjaan fisik dapat segera direalisasikan.

Jika terealisasi, penanganan tersebut diharapkan dapat memperbaiki akses jalan dari Tempeh menuju Pasrujambe yang selama ini menjadi salah satu jalur penting masyarakat.

"Mudah-mudahan nanti lancar dan segera terealisasi. Paling tidak jalan dari Tempeh menuju Pasrujambe itu sudah tertangani separuh," katanya.

Ditargetkan Berlanjut 2027

Heri menjelaskan, pembangunan ruas jalan tersebut akan dilakukan melalui anggaran pemerintah pusat untuk Infrastruktur Jalan Daerah dan ditangani melalui PPK 1.3.

Pola penanganannya, kata dia, serupa dengan pembangunan ruas Tempeh menuju Kunir yang telah dilakukan di tahun sebelumnya.

Sementara ruas lanjutan dari Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, menuju Kecamatan Pasrujambe belum masuk dalam pekerjaan tahun ini.

Meski demikian, ruas tersebut telah menjadi salah satu prioritas Pemkab Lumajang untuk diusulkan kembali pada 2027.

"Untuk Desa Tumpeng Kecamatan Candipuro ke Desa Pasrujambe, tahun ini memang masih belum. Tapi sudah menjadi prioritas kami dan kami ditugaskan untuk bisa dilakukan di tahun 2027," tutur Heri.

Pemkab Lumajang berharap penanganan bertahap tersebut dapat mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur jalan sekaligus memperlancar konektivitas antarwilayah, khususnya jalur Tempeh, Candipuro dan Pasrujambe.

01/10/2026

Nyelam di Kedalaman 40 Meter, Pria 58 Tahun Hilang di Bangkai Kapal Probolinggo


Probolinggo, (Onenewsjatim)
– Seorang penyelam, Ismail (58), warga Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, hilang saat menyelam di bangkai kapal KM Bahagia di Perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Ismail dilaporkan hilang saat melakukan penyelaman pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 10.03 WIB. Saat kejadian, korban berada di kedalaman sekitar 40 meter untuk pekerjaan pengangkatan kapal karam tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, S.H., M.Si., mengatakan korban awalnya menyelam bersama saksi bernama Muhari.

Keduanya telah menyepakati kode komunikasi menggunakan selang penyelaman. Namun, setelah hampir 30 menit tidak terlihat adanya pergerakan pada selang tersebut.

"Saksi kemudian berinisiatif menarik selang secara perlahan, tetapi korban tidak muncul ke permukaan," kata I Made Oka Astawa dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).

Pihak keluarga bersama nelayan sekitar kemudian melakukan pencarian awal di sekitar lokasi kejadian. Upaya tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 13.00 WIB, namun korban belum ditemukan.

Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan melalui Pos TNI AL Paiton kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi untuk mendapatkan bantuan operasi SAR.

"Kami menerima laporan adanya satu orang penyelam yang hilang saat melakukan penyelaman di bangkai kapal di Perairan Kalibuntu," ujarnya.

Setelah menerima laporan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi mengerahkan tujuh personel Tim Rescue menuju lokasi kejadian pada pukul 16.05 WIB.

Tim membawa sejumlah peralatan untuk mendukung operasi pencarian, di antaranya Rescue Car Type II, rubber boat dan motor tempel, peralatan water rescue, peralatan selam, peralatan medis, serta perangkat komunikasi.

Tim diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 20.10 WIB. Setibanya di lokasi, petugas akan berkoordinasi dengan unsur SAR yang telah berada di lapangan.

"Tim akan berkoordinasi dengan unsur SAR setempat dan melaksanakan pencarian sesuai kondisi serta situasi di lapangan," jelasnya.

Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, yakni Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Pos TNI AL Paiton, Pos TNI AL Mayangan, Satpol Air Probolinggo, BPBD Kabupaten Probolinggo, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Panjarakan, keluarga korban, serta nelayan sekitar.

Pencarian akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi perairan dan kedalaman lokasi korban terakhir diketahui melakukan penyelaman.

Hingga laporan ini dibuat, Ismail masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan bersiap melanjutkan pencarian dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Bantuan Irigasi Rp8,6 Miliar di Lumajang Diusut Kejaksaan, Pompa Diduga Tak Sesuai Spesifikasi


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang tengah menyidik dugaan tindak pidana korupsi dalam program bantuan irigasi dan perpompaan dari pemerintah pusat untuk sektor pertanian tahun anggaran 2024.

Nilai anggaran bantuan yang bersumber dari APBN tersebut mencapai Rp 8.685.600.000. Program bantuan tersebut dikoordinasikan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang.

Kasi Intel Kejari Lumajang Lukman Akbar Bastiar mengatakan perkara tersebut kini telah masuk tahap penyidikan dan ditangani oleh Seksi Pidana Khusus (Pidsus).

"Pidsus sedang menangani perkara penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada bantuan irigasi dan perpompaan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lumajang. Anggaran dari APBN," kata Lukman.

Lukman menjelaskan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dalam proses penyidikan. Kejari Lumajang juga telah menerima permohonan terkait penghitungan potensi kerugian keuangan negara.

"Untuk penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi sudah kita periksa. Kita kemarin terakhir ada permohonan kerugian keuangan negara. Kita sudah terima," ujarnya.

Saat ini, penyidik masih memperkuat alat bukti untuk menentukan pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

"Ini masih memperkuat alat-alat bukti, siapa yang perlu disiapkan. Ini masih menuju penetapan tersangka sambil menguatkan alat bukti dulu," terang Lukman.

Dia mengatakan, setelah penetapan tersangka dilakukan, proses selanjutnya adalah pengiriman berkas perkara.

"Prosesnya penetapan tersangka dulu, kemudian pengiriman berkas perkara," katanya.

Lukman menyebut salah satu dugaan penyimpangan yang sedang didalami berkaitan dengan pengadaan pompa dalam program bantuan irigasi dan perpompaan. Penyidik menduga terdapat pompa yang disalurkan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

"Modusnya ini ada bantuan irigasi perpompaan, antara lain ada pengadaan pompa-pompa yang tidak sesuai spesifikasi," ungkapnya.

Menurut Lukman, dugaan ketidaksesuaian tersebut berkaitan dengan bantuan yang diterima oleh kelompok penerima manfaat.

"Jadi bantuannya ini tidak sesuai spesifikasi, yang disalurkan ke penerima manfaat," ujarnya.

Kejari Lumajang belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Besaran potensi kerugian negara juga masih dalam proses penguatan alat bukti dan penghitungan.

"Nanti kalau ada penetapan tersangka kita umumkan secara global, termasuk potensi kerugian negara berapa," pungkas Lukman. (Mam) 

Dandim 0821 Pimpin Korps Kenaikan Pangkat, 58 Personel Terima Amanah Baru


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan tanda kepangkatan, tetapi merupakan bentuk penghargaan sekaligus amanah untuk meningkatkan kualitas pengabdian. 

Hal tersebut tercermin dalam Upacara Korps Kenaikan Pangkat Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodim 0821/Lumajang periode 1 Oktober 2026 yang dipimpin langsung Komandan Kodim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., di Lapangan Makodim 0821/Lumajang, Kamis (1/10/2026).

Sebanyak 58 personel Kodim 0821/Lumajang menerima kenaikan pangkat pada periode ini, terdiri dari 46 Bintara, 6 Tamtama dan 6 PNS. Kenaikan pangkat tersebut menjadi momentum penting bagi para personel untuk meningkatkan motivasi, dedikasi serta kualitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sesuai bidang masing-masing.

Dalam amanatnya, Dandim 0821/Lumajang menekankan bahwa pangkat yang disandang merupakan kepercayaan dan tanggung jawab yang harus dijawab melalui peningkatan semangat pengabdian, disiplin dan rasa tanggung jawab.

“Kepada seluruh prajurit yang naik pangkat pada periode ini, agar lebih meningkatkan semangat pengabdian, disiplin, dan rasa tanggung jawab. Pangkat baru hendaknya menjadi pemicu untuk lebih profesional, lebih dewasa dalam bersikap, serta mampu menjadi teladan di lingkungan tugas maupun keluarga,” tegasnya.

Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semakin tinggi pangkat dan tanggung jawab yang diberikan, semakin besar pula tuntutan untuk memberikan pengabdian terbaik. Kodim 0821/Lumajang terus mendorong seluruh personelnya untuk menjaga profesionalisme, soliditas dan kedisiplinan, serta senantiasa hadir memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.(Pendim 0821)

Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved