-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

19/09/2026

Perkuat Akses Warga, Babinsa Burno Dampingi Pembangunan Jalan Rabat Beton


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya memperkuat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan terus dilakukan melalui sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan aparat kewilayahan. Salah satunya terlihat dalam pembangunan jalan dusun dengan konstruksi rabat beton menuju Lapangan Manunggal Jaya, Dusun Mlambing, Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Burno Koramil 0821-03/Senduro, Sertu Jumali, melaksanakan pendampingan pembangunan sebagai bagian dari upaya mengawal pelaksanaan program pemerintah desa agar berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pendampingan dilakukan dengan turut memantau proses pekerjaan di lapangan sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat yang terlibat. Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan menjadi bentuk kepedulian terhadap pembangunan wilayah serta mendorong semangat gotong royong masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Sertu Jumali menyampaikan bahwa pendampingan pembangunan merupakan bagian dari tugas kewilayahan Babinsa dalam mendukung program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

“Babinsa akan terus mendukung pembangunan di wilayah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Yang tidak kalah penting, semangat gotong royong dan kebersamaan tetap kita jaga dalam setiap proses pembangunan,” ujarnya.

Pembangunan jalan rabat beton tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas akses warga menuju Lapangan Manunggal Jaya sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Melalui pendampingan tersebut, pembangunan infrastruktur desa tidak hanya menjadi sebuah pekerjaan fisik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi, kepedulian, dan kebersamaan antara pemerintah desa, Babinsa, serta masyarakat. (Pendim0821)

Rumah Ibu Rokhmawati Direnovasi, Harapan Hunian Nyaman Mulai Tumbuh


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Harapan untuk memiliki rumah yang lebih layak dan nyaman kini mulai tumbuh dalam hati Ibu Rokhmawati. Rumahnya yang berada di Jalan Imam Bonjol Gang Wakaf RT 003 RW 005, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, tengah mendapatkan perhatian melalui program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Sabtu (19/9/2026).

Bagi Ibu Rokhmawati, renovasi tersebut bukan sekadar perubahan pada bangunan rumah. Di balik aktivitas pembangunan yang berlangsung, tersimpan harapan sederhana untuk dapat menempati hunian yang lebih aman, nyaman, dan layak bersama keluarga.

Setiap proses pembangunan yang dikerjakan menjadi pemandangan penuh makna. Material bangunan yang mulai tertata dan aktivitas para pekerja menjadi tanda bahwa harapan yang selama ini dinanti perlahan mulai diwujudkan.

Rumah bagi sebuah keluarga bukan hanya tempat berlindung dari panas dan hujan. Lebih dari itu, rumah menjadi tempat berkumpul, beristirahat, membangun kebersamaan, serta menyimpan berbagai cerita kehidupan.

Karena itu, hadirnya program renovasi Rutilahu memberikan arti tersendiri bagi Ibu Rokhmawati. Perubahan yang sedang berlangsung di rumahnya menjadi awal untuk menghadirkan suasana hunian yang lebih baik sekaligus meningkatkan rasa aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Di tengah proses renovasi, senyum dan harapan menjadi bagian dari cerita yang terus tumbuh. Ibu Rokhmawati kini tinggal menanti satu harapan sederhana: melihat rumahnya selesai direnovasi dan dapat kembali menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi keluarganya.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat bukan hanya menghadirkan perubahan secara fisik, tetapi juga mampu menumbuhkan harapan baru bagi keluarga yang selama ini menanti kehidupan yang lebih layak. (Pendim0821)

18/09/2026

Babinsa Jatisari Dampingi Pemdes Dalam Penyaluran Air Bersih Bantuan BBWS Brantas


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Sebagai upaya kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat, Babinsa Jatisari Pos Koramil 0821-05/Kedungjajang Serka Agus Wiranto turut melaksanakan pendampingan dan membantu proses penyaluran air bersih sebanyak 5000 liter bantuan dari BBWS Brantas Kab. Lumajang di Dusun Darungan 1 RT 002 RW 005 Desa Jatisari Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (18/9/2026).

Pendampingan dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan tertib dan dapat diterima oleh warga yang terdampak di Dusun Darungan 1 RT 002 RW 005 sebanyak 35 KK atau 65 jiwa.

Dalam kesempatan itu, Serka Agus Wiranto mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Desa dalam membantu masyarakat.

“Kegiatan ini, kami selaku Babinsa siap mendampingi setiap upaya yang dilakukan pemerintah desa dalam membantu masyarakat, termasuk dalam penyaluran bantuan air bersih ini,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Desa Jatisari Mistu, menyampaikan bahwa bantuan air bersih tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Desa terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan.

“Bantuan air bersih ini merupakan upaya Pemerintah Desa Kedawung untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang saat ini terdampak kekeringan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Desa akan terus memperhatikan kondisi masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan air bersih, serta berupaya memberikan bantuan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Melalui sinergi Pemerintah Desa dan Babinsa, bantuan air bersih diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menjadi langkah nyata dalam membantu warga RW 005 menghadapi dampak kekeringan. (Pendim0821)

Jembatan Perintis Garuda Merah Putih Hadirkan Keceriaan bagi Siswa SDN Karangsari 02


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Kebahagiaan sederhana terpancar dari wajah siswa-siswi SDN Karangsari 02 saat melintasi Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang berada di Dusun Sitinggil, Desa Kebonagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (18/9/2026).

Jembatan yang dibangun sebagai penghubung antarkawasan tersebut kini tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga menghadirkan pengalaman tersendiri bagi anak-anak sekolah yang melintasinya setiap hari.

Dengan penuh keceriaan, para siswa berjalan bersama sambil menikmati suasana di sekitar jembatan. Senyum dan canda mereka menjadi gambaran sederhana tentang hadirnya sebuah akses yang memberikan rasa aman, nyaman, sekaligus kemudahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Bagi para pelajar, keberadaan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih memiliki arti penting. Akses yang sebelumnya menjadi tantangan, kini dapat dilalui dengan lebih mudah sehingga perjalanan menuju sekolah maupun saat kembali ke rumah menjadi lebih lancar.

Jembatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk generasi muda. Di balik kokohnya konstruksi jembatan, tersimpan harapan agar anak-anak Lumajang dapat terus belajar, tumbuh, dan meraih cita-cita tanpa terhambat keterbatasan akses.

Keceriaan siswa-siswi SDN Karangsari 02 saat melintasi jembatan menjadi potret kecil dari manfaat besar sebuah pembangunan: ketika infrastruktur tidak hanya menghubungkan tempat, tetapi juga membuka jalan bagi harapan dan masa depan generasi penerus. (Pendim0821)

Korban Kecelakaan Truk Rem Blong di Gucialit Bertambah, Total 2 Orang Meninggal

Truk rem blong diamankan kantor Satlantas polres Lumajang

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Korban meninggal dunia dalam kecelakaan truk bermuatan sembako di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bertambah satu orang.

Dengan demikian, total korban meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi pada Kamis (17/9/2026) sore tersebut menjadi dua orang. Selain itu, sembilan orang mengalami luka-luka.

Kecelakaan terjadi ketika truk Mitsubishi bernomor polisi N-8187-YH yang membawa sembako melaju dari arah Gucialit menuju Padang. Saat melintasi jalan yang menurun, truk diduga mengalami rem blong sehingga tidak dapat dikendalikan.

Truk kemudian menabrak sejumlah kendaraan dan orang yang berada di sekitar lokasi hajatan pernikahan warga.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang Ipda Dendy Cucu Ardiana mengatakan, korban meninggal dunia pertama diketahui bernama Marni (46), warga Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Sementara korban kedua bernama Aulia Melinda Valentine (20), warga Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Aulia meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

"Korban kedua meninggal dunia atas nama Aulia Melinda Valentine (20), warga Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Korban meninggal di rumah sakit dr. Haryoto Lumajang," kata Dendy.

Menurut Dendy, sembilan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, pengemudi truk, Kasim (69), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, juga masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Dendy mengatakan, kondisi pengemudi belum memungkinkan untuk menjalani pemeriksaan secara mendalam. Saat kecelakaan terjadi, pengemudi juga sempat terjebak di dalam kendaraan.

"Untuk sopir juga masih dalam perawatan di rumah sakit umum karena mengalami sakit pada bagian perut. Posisi sopir juga sempat terjebak saat kejadian," ujarnya.

Diduga Rem Blong

Dendy menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal terhadap kernet dan sejumlah saksi di sekitar lokasi, tidak ditemukan adanya pengereman sebelum truk menabrak kendaraan di depannya.

"Dari pemeriksaan awal, baik dari kernet maupun saksi di sekitar TKP, dari atas itu tidak ada pengereman sama sekali. Jadi remnya blong," kata Dendy.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, truk tersebut awalnya melaju dari arah Gucialit menuju Padang. Saat berada di jalan menurun, kendaraan mengalami gangguan pada sistem pengereman.

Truk kemudian membentur sebuah pikap Suzuki Carry bernomor polisi L-8060-AA yang berjalan searah di depannya.

Pikap tersebut kemudian terdorong dan menabrak kerumunan orang yang berada di sekitar lokasi hajatan pernikahan.

Truk terus melaju ke arah timur dan kembali menabrak pikap Mitsubishi L300 bernomor polisi N-8157-YA yang sedang berhenti atau parkir di sisi utara jalan.

Setelah itu, truk menabrak lima sepeda motor yang berada di lokasi. Kendaraan tersebut masing-masing Honda Scoopy N-2092-YAG, Honda Scoopy N-6139-YBD, Honda Beat N-2515-YAD, Honda Vario N-4855-YBF, dan Honda Vario W-4126-BI.

Truk kemudian kembali menabrak perangkat sound system yang digunakan untuk acara pernikahan hingga akhirnya berhenti.

Polisi Masih Lakukan Penyidikan

Akibat kecelakaan tersebut, sedikitnya dua kendaraan roda empat dan lima kendaraan roda dua mengalami kerusakan.

Polisi masih melakukan penyidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut.

Dendy mengatakan, pemeriksaan terhadap pengemudi belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena yang bersangkutan masih dalam kondisi syok dan menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kami masih melakukan pemeriksaan mengingat jumlah korban cukup banyak, baik korban jiwa maupun kerugian material," ujarnya.

Petugas juga telah mendatangi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap pengemudi. Namun, pemeriksaan lebih detail masih menunggu kondisi pengemudi memungkinkan.

"Masih dalam proses penyidikan. Untuk pengemudi masih shock. Kemarin kami sudah melakukan kunjungan untuk pemeriksaan awal ke rumah sakit, tetapi masih belum bisa dimintai keterangan secara detail," kata Dendy.

17/09/2026

Truk Sembako Diduga Rem Blong Tabrak Hajatan di Gucialit, 1 Orang Meninggal


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Suasana hajatan pernikahan warga di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah sebuah truk bermuatan sembako menabrak sejumlah kendaraan dan benda di sekitar lokasi, Kamis (17/9/2026) sore.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Truk bernopol N 8187 YH itu diduga mengalami rem blong saat melaju dari arah barat menuju timur di jalan yang kondisi jalannya menurun.

Truk kemudian melaju tidak terkendali hingga menyerempet kendaraan yang berada di sekitar lokasi hajatan.

Berdasarkan keterangan di lapangan, kendaraan tersebut selanjutnya menabrak warung, mobil pikap, hingga sejumlah sepeda motor milik tamu undangan yang diparkir di pinggir jalan.

Sedikitnya enam sepeda motor yang terparkir di depan terop hajatan mengalami kerusakan. Truk baru berhenti setelah menabrak perangkat sound system yang berada di area hajatan.

Bagian depan truk terlihat ringsek akibat benturan. Sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan.

Bambang, anggota keluarga pemilik hajatan, mengatakan sebelum kecelakaan terjadi, truk melaju dengan kecepatan cukup tinggi dari arah barat.

Menurut dia, warga kemudian melihat truk tersebut oleng dan tidak terkendali sebelum akhirnya menabrak sejumlah benda dan kendaraan di sekitar lokasi hajatan.

"Kata orang-orang remnya blong. Setelah itu oleng, terus nabrak warung dan pikap yang parkir," kata Bambang saat ditemui di lokasi.

Truk kemudian menyerempet kendaraan lain yang berada di sekitar jalan sebelum menghantam sepeda motor milik tamu undangan yang diparkir di pinggir jalan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang AKP Bayu Pratama Sudirno membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

Bayu mengatakan, kecelakaan itu melibatkan satu truk dan sejumlah kendaraan lain. Berdasarkan pendataan awal, terdapat delapan kendaraan yang terlibat, terdiri dari truk, satu mobil pikap, dan sejumlah sepeda motor.

"Ini diduga rem blong. Berdasarkan keterangan saksi, truk melaju dari arah barat ke timur, kemudian menyerempet L300, menabrak warung, pikap, hingga enam sepeda motor. Truk baru berhenti setelah menabrak sound system," ujar Bayu.

Dalam kecelakaan tersebut, sebanyak delapan orang menjadi korban. Satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, sedangkan enam korban lainnya mengalami luka ringan.

Para korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis.

Bayu menegaskan, korban kecelakaan rata-rata merupakan tamu hajatan yang berada di sekitar lokasi. Korban meninggal dunia juga merupakan tamu yang datang ke acara pernikahan tersebut.

"Yang meninggal dunia ini yang ditabrak, tamu juga dari yang punya hajatan," katanya.

Menurut Bayu, polisi langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan kecelakaan. Petugas mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mendata korban dan kendaraan yang terlibat, serta mengamankan truk.

"Upaya dari kami, yang pertama melaksanakan olah TKP, datang ke tempat kejadian, mendata korban. Yang kedua, kami mengamankan truk yang terlibat kecelakaan," ujar Bayu.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan yang menjadi korban tabrakan tampak mengalami kerusakan. Sementara bagian depan truk mengalami ringsek setelah menghantam sound system di area hajatan.

Upacara 17-an Kodim 0821 Lumajang, Kasdim Tanuri Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kodim 0821/Lumajang menggelar Upacara Bendera 17-an di halaman Makodim 0821/Lumajang, Jalan Alun-alun Utara Nomor 09, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Kamis (17/9/2026).

Upacara tersebut diikuti prajurit TNI dan aparatur sipil negara (ASN) Kodim 0821/Lumajang. Kegiatan menjadi bagian dari pembinaan disiplin sekaligus penguatan kesiapan personel dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri membacakan amanat Pangdam V/Brawijaya.

Dalam amanat tersebut, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan PNS jajaran Kodam V/Brawijaya atas dedikasi dan loyalitas dalam menjalankan tugas, termasuk mendukung berbagai kegiatan kenegaraan di wilayah Jawa Timur.

Mayor Inf Tanuri mengatakan, Upacara Bendera 17-an tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan rutin atau seremonial.

Menurutnya, upacara menjadi momentum untuk memperkuat nasionalisme, disiplin, loyalitas dan tanggung jawab sebagai prajurit maupun ASN.

“Upacara ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa tugas sebagai prajurit dan ASN bukan hanya menjalankan rutinitas kedinasan, tetapi juga memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Tanuri.

Diminta Waspadai Potensi Bencana

Tanuri menuturkan, salah satu penekanan dalam amanat Pangdam adalah peningkatan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi wilayah dan potensi bencana.

Musim kemarau berkepanjangan dan fenomena El Nino berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, terganggunya produksi pertanian hingga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Selain itu, Jawa Timur juga memiliki potensi bencana hidrometeorologi maupun geologi, termasuk gempa bumi dan erupsi gunung api.

Karena itu, jajaran Kodam V/Brawijaya, termasuk Kodim 0821/Lumajang, diminta memperkuat kemampuan deteksi dini dan cegah dini.

Koordinasi dengan pemerintah daerah, Polri, BPBD serta unsur terkait juga perlu terus ditingkatkan.

“Karena itu, kesiapsiagaan, kedisiplinan dan kemampuan bekerja sama harus terus kita tingkatkan,” ujar Tanuri.

Menurutnya, pola deteksi dini, cegah dini, temu cepat dan lapor cepat menjadi bagian penting dalam menghadapi setiap perkembangan situasi di wilayah.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan ketika terjadi gangguan keamanan maupun bencana, sekaligus meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat.

Penekanan Akhir Tahun Anggaran

Selain kesiapsiagaan bencana, Pangdam V/Brawijaya juga memberikan sejumlah penekanan terkait pelaksanaan tugas menjelang akhir Tahun Anggaran 2026.

Satuan diminta meningkatkan tertib administrasi, transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program kerja serta penggunaan anggaran.

Kesiapan menghadapi Audit Kinerja Itjenad juga menjadi perhatian. Termasuk melakukan verifikasi penyaluran tunjangan kinerja, meningkatkan pengawasan penggunaan listrik dan air, serta memperhatikan kesehatan dan keselamatan personel.

Kesiapsiagaan satuan juga harus dijaga melalui apel pemeriksaan secara rutin.

Di bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, jajaran Kodam V/Brawijaya diminta mempercepat pelaksanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta mengoptimalkan program ketahanan pangan.

Termasuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Merah Putih dan melaksanakan TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 secara terpadu serta lintas sektoral.

Tanuri menegaskan, seluruh arahan tersebut harus menjadi pedoman bagi prajurit dan ASN Kodim 0821/Lumajang dalam menjalankan tugas.

“Prajurit dan ASN Kodim 0821 harus senantiasa siap, disiplin, peduli terhadap kondisi wilayah, serta mampu bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, setiap pelaksanaan tugas harus diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Orientasinya adalah bagaimana setiap tugas yang kita laksanakan memberikan manfaat nyata dan memperkuat kehadiran TNI di tengah rakyat,” pungkasnya. (Pendim 0821)

Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved