-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

11/08/2026

Rehab Pasar Klojen Lumajang Habiskan Rp 288,9 Juta, Pedagang Tak Perlu Direlokasi


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melakukan rehabilitasi sejumlah fasilitas di Pasar Klojen, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Rehabilitasi pasar tersebut menelan anggaran sekitar Rp 288,9 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lumajang 2026.

Proyek yang melekat pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lumajang itu dilaksanakan melalui mekanisme pengadaan langsung (PL).

Kepala Diskopindag Kabupaten Lumajang, Muhammad Ridha, mengatakan rehabilitasi dilakukan pada sejumlah bagian fasilitas pasar yang dinilai membutuhkan penanganan dan berpengaruh terhadap kenyamanan aktivitas perdagangan.

"Pemeliharaan pasar itu, lokasi yang mengganggu transaksi dan kenyamanan, menjadi prioritas," kata Ridha, Senin (10/8/2026).

Rehabilitasi Atap hingga Drainase


Ridha menjelaskan, salah satu bagian yang direhabilitasi adalah atap sisi selatan Pasar Klojen dengan panjang sekitar 40 meter.

Selain atap, pekerjaan juga mencakup perbaikan drainase serta akses jalan di dalam kawasan pasar.

"Ada sekitar 40 meter atap yang kami rehab, kemudian drainase serta jalan di pasar juga kami perbaiki. Totalnya kisaran Rp 288 juta," ujarnya.

Menurut Ridha, rehabilitasi tersebut sebenarnya telah direncanakan pada tahun sebelumnya. Namun, keterbatasan anggaran membuat pelaksanaan pekerjaan baru dapat direalisasikan pada 2026.

Ia berharap perbaikan sejumlah fasilitas tersebut dapat menyelesaikan persoalan yang selama ini mengganggu aktivitas pedagang maupun masyarakat yang berbelanja di Pasar Klojen.

Ridha mengatakan proyek rehabilitasi tersebut tidak dilaksanakan melalui tender atau lelang karena menggunakan mekanisme pengadaan langsung.

Meski demikian, pihaknya memastikan pelaksana pekerjaan tetap dipilih dengan mempertimbangkan kemampuan serta pemenuhan persyaratan yang telah ditentukan.

"Minimal secara kriteria memenuhi syarat. Yang penting tiga pekerjaan tersebut dapat menyelesaikan masalah masyarakat, khususnya pedagang pasar," jelasnya.

Menurut dia, mekanisme tersebut bukan berarti proses penentuan pelaksana dilakukan tanpa pertimbangan.

Pemkab Lumajang tetap menginginkan pekerjaan rehabilitasi dapat dilaksanakan secara maksimal sehingga fasilitas pasar yang diperbaiki benar-benar memberikan manfaat bagi pedagang dan masyarakat.

Dalam pelaksanaan rehabilitasi, Diskopindag juga mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas perdagangan di Pasar Klojen.

Ridha memastikan pedagang tidak perlu direlokasi karena lokasi pekerjaan hanya berada di sebagian kawasan pasar dan pengerjaannya ditargetkan berlangsung dalam waktu relatif singkat.

"Ketika pengerjaan bagian atas atau atap pasar, paling kami cuma komunikasi sama pedagang. Pastinya mereka terganggu, tetapi tidak sampai relokasi," tuturnya.

Komunikasi dengan pedagang, kata Ridha, menjadi bagian penting agar proses pengerjaan tidak mengganggu aktivitas jual beli secara keseluruhan.

Pedagang tetap dapat menjalankan aktivitas usahanya sembari pekerjaan rehabilitasi dilakukan pada bagian pasar yang menjadi sasaran perbaikan.

Dengan rehabilitasi tersebut, Pemkab Lumajang berharap kondisi Pasar Klojen menjadi lebih nyaman dan aman bagi pedagang maupun masyarakat.

Perbaikan atap diharapkan mengatasi persoalan pada bagian bangunan, sedangkan pembenahan drainase dan akses jalan ditujukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendukung aktivitas perdagangan di dalam pasar.

CCTV Dimatikan, Maling Bobol SMPN 2 Kunir Lumajang dan Bawa Kabur Elektronik


Lumajang, (Onenewsjatim) -
SMP Negeri 2 Kunir Lumajang, Desa Kabuaran, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dibobol maling. Sejumlah barang elektronik milik sekolah raib digondol pelaku.

Aksi pencurian tersebut diperkirakan terjadi pada Kamis (6/8/2026) dini hari, dalam rentang waktu sekitar pukul 21.00 WIB hingga 03.00 WIB.

Akibat kejadian itu, pihak sekolah diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp20 juta.

Kasubsi Pidm Sie Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto, SH, mengatakan aksi pencurian pertama kali diketahui oleh tukang kebun sekolah sekitar pukul 03.40 WIB.

"Tukang kebun mengetahui pencurian itu ketika hendak membersihkan ruang TU, setelah melihat bekas congkelan di bagian pintu," kata Suprapto, Senin (10/8/2026).

Menurut Suprapto, tukang kebun kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada penjaga malam. Keduanya lantas memeriksa kondisi sejumlah ruangan di sekolah.

Saat dilakukan pemeriksaan, kondisi ruang tata usaha (TU) sudah berantakan. Sejumlah barang elektronik yang sebelumnya berada di dalam ruangan juga telah hilang.

Pelaku Matikan CCTV

Suprapto menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga lebih dari satu orang. Mereka terlebih dahulu berupaya memutus sistem keamanan sekolah sebelum menggasak barang-barang berharga.

Pelaku mematikan perangkat CCTV dan router internet. Mereka juga memotong serta membawa perangkat Network Video Recorder (NVR) yang berfungsi menyimpan rekaman kamera pengawas.

"Modusnya, setelah berada di dalam, pelaku langsung mematikan CCTV serta router internet, kemudian memotong dan membawa perangkat NVR untuk menghilangkan jejak," ujarnya.

Setelah menguasai area sekolah, pelaku kemudian menyisir ruang guru dan menemukan kunci Laboratorium 1.

Kunci tersebut digunakan untuk membuka laboratorium. Pelaku kemudian mengambil sejumlah barang elektronik di dalam ruangan tersebut sebelum meninggalkan lokasi melalui pintu depan.

Adapun barang yang dilaporkan hilang di antaranya empat unit laptop merek HP, dua unit laptop merek Acer, satu unit amplifier sound system merek Crimson, serta satu unit kamera digital merek Canon.

Selain barang elektronik tersebut, perangkat CCTV dan NVR sekolah juga turut dibawa pelaku.

"Anggota langsung melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa gembok rusak, dusbook laptop HP, serta sisa unit sound system," jelas Suprapto.

Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.

Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kejadian dan mengumpulkan sejumlah barang bukti serta informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.

"Kasusnya sedang ditangani dan masih dalam proses penyelidikan," pungkasnya.

10/08/2026

Kapolres Lumajang Temui Bupati Bunda Indah, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H. melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Bupati Lumajang, Senin (10/8/2026) pagi. 

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergitas antara kepolisian dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

AKBP Riki Yariandi datang bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Lumajang. Kedatangan rombongan disambut Bupati Lumajang Indah Amperawati di ruang kerjanya.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum perkenalan AKBP Riki Yariandi sebagai Kapolres Lumajang yang baru. 

Selain mempererat silaturahmi, pertemuan membahas pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga kondusivitas wilayah.

"Kunjungan ini merupakan langkah awal kami untuk memperkuat tali silaturahmi dan koordinasi yang sudah terjalin sangat baik. Polres Lumajang siap mendukung penuh program-program pembangunan Pemerintah Kabupaten Lumajang, khususnya dalam hal menjaga stabilitas kamtibmas agar masyarakat senantiasa merasa aman dan nyaman," ujar AKBP Riki Yariandi.

Menurutnya, upaya menciptakan keamanan dan ketertiban tidak dapat dilakukan kepolisian seorang diri. Diperlukan komunikasi dan kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat.

"Kunci utama terciptanya keamanan dan ketertiban adalah komunikasi yang intensif. Kami di jajaran kepolisian tidak bisa bekerja sendiri, sehingga kolaborasi bersama Pemkab Lumajang serta seluruh elemen masyarakat menjadi prioritas utama kami dalam memetakan dan mengantisipasi potensi kerawanan sejak dini," katanya.

AKBP Riki Yariandi mengatakan, sinergitas antarlembaga diperlukan agar berbagai potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi lebih cepat. Koordinasi yang baik juga dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah.

Selain menjaga stabilitas kamtibmas, Kapolres menegaskan pihaknya akan mengedepankan pelayanan kepolisian yang responsif dan humanis kepada masyarakat.

"Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang responsif, transparan, dan humanis. Melalui keterpaduan antara langkah preventif dari kepolisian dan kebijakan Pemkab, kita yakin situasi di Kabupaten Lumajang akan selalu kondusif, damai, serta membawa kesejahteraan bagi masyarakat," tegasnya. (Imam) 



Karhutla Bromo Meluas ke B29 Lumajang, Vegetasi Terbakar, Wisatawan Tetap Berkunjung


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meluas hingga kawasan wisata Puncak B29 di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Rembetan api dari kawasan hutan Bromo mulai memasuki area Puncak B29 pada Sabtu (8/8/2026) malam.

Api sempat membakar sejumlah vegetasi yang berada di kawasan wisata yang dikenal sebagai "Negeri di Atas Awan" tersebut.

Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar di media sosial, kobaran api terlihat membakar vegetasi di sekitar kawasan Puncak B29.

Api kemudian berhasil dipadamkan di area tersebut.

Meski sempat terdampak kebakaran, kawasan wisata Puncak B29 masih dibuka untuk wisatawan pada Minggu (9/8/2026).

Salah seorang pengunjung asal Kota Malang, Elang Mulya Maulana, mengatakan aktivitas wisata di Puncak B29 masih berjalan.

Menurut dia, wisatawan masih diperbolehkan berkunjung meski kebakaran hutan di kawasan Bromo belum sepenuhnya tertangani.

"Masih dibuka untuk umum sih, tapi ya itu vegetasinya sudah habis terbakar," ujar Elang saat ditemui di Puncak B29 Lumajang, Minggu (9/8/2026).

Elang mengatakan, petugas gabungan dari sejumlah daerah masih melakukan upaya pemadaman kebakaran di kawasan TNBTS.

Petugas tersebut, kata dia, terlihat berasal dari wilayah Lumajang, Malang, hingga Probolinggo.

"Mungkin untuk wisata Bromo masih ditutup karena ada upaya pemadaman api. Tapi untuk B29 sampai hari ini terbuka untuk umum," katanya.

Sementara itu, wisatawan asal Surabaya, Samsul, menyayangkan terjadinya kebakaran hutan yang turut berdampak pada kawasan wisata B29.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat wisatawan tidak dapat menikmati pemandangan alam secara optimal.

"Ini cukup disayangkan dengan terjadinya bencana kebakaran ini. Banyak wisatawan yang tidak bisa menikmati keindahan alam secara optimal," ujar Samsul.

Pengelola Wisata B29 Lumajang, Slamet, membenarkan bahwa api sempat merembet hingga kawasan Puncak B29.

Namun, dia memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu aktivitas wisatawan secara signifikan.

Menurut Slamet, kebakaran di kawasan Bromo yang terjadi sejak 3 Agustus 2026 tidak berdampak langsung terhadap aktivitas wisata di Puncak B29.

Bahkan, setelah api merembet dan membakar sebagian vegetasi di sekitar kawasan view point, wisatawan masih dapat berkunjung.

"Ini memang sempat terjadi kebakaran untuk di kawasan Puncak B29. Tapi, untuk pengunjung normal-normal saja, soalnya tidak berbahaya," kata Slamet.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS masih menjadi perhatian petugas gabungan. Upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah api meluas ke wilayah lainnya.

Kondisi angin dan medan kawasan pegunungan menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan kebakaran. (Mam) 

Api Karhutla TNBTS Merembet ke B29, Vegetasi Wisata B29 Lumajang Ludes Terbakar


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meluas hingga kawasan wisata Puncak B29, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kebakaran menghanguskan sejumlah vegetasi di lereng B29, mulai dari rerumputan, pepohonan hingga tanaman bunga yang selama ini menjadi bagian dari pemandangan kawasan wisata tersebut.

Peristiwa itu membuat sebagian lereng B29 terlihat menghitam akibat terbakar. Asap sisa kebakaran juga masih menyelimuti kawasan wisata yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dengan julukan "negeri di atas awan" tersebut.

Warga sekitar B29, Iyok, mengatakan, kobaran api mulai terlihat merembet ke kawasan B29 pada Sabtu (8/8/2026) malam.

Menurut dia, api kemudian membakar vegetasi yang berada di lereng kawasan wisata tersebut.

"Untuk wilayah B29 sekarang apinya sudah padam. Pohon dan rumput yang menjadi bahan bakar juga sudah habis terbakar," kata Iyok saat ditemui di kawasan Puncak B29 Lumajang, Senin (10/8/2026).

Meski api di B29 telah padam, Iyok menyebut kobaran api masih terlihat merembet ke kawasan B30.

"Apinya masih merembet ke B30," ujarnya.

Api B29 Berhasil Dipadamkan

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Danial Rizza, membenarkan bahwa kebakaran telah menjalar ke kawasan Puncak B29.

Ia memastikan kobaran api yang berada di kawasan B29 telah berhasil dipadamkan melalui penanganan petugas gabungan.

"Api yang membakar kawasan Puncak B29 tadi malam sudah dipadamkan oleh petugas gabungan. Selanjutnya kami masih melakukan pemantauan terhadap titik api yang berpotensi merembet," ujar Danial.

Menurut Danial, petugas BPBD Lumajang tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.

Petugas TNBTS dan masyarakat peduli api (MPA) turut dilibatkan dalam upaya penanganan kebakaran tersebut.

Namun, persoalan belum sepenuhnya selesai. Sebab, titik api masih merembet menuju kawasan B30 yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Danial mengatakan petugas gabungan masih berupaya melakukan pemadaman di kawasan tersebut.

Penanganan kebakaran juga dilakukan dengan dukungan helikopter untuk melakukan water bombing atau penyiraman air dari udara ke titik-titik yang terbakar.

Hingga Senin (10/8/2026), petugas masih melakukan pemantauan dan penanganan terhadap titik api guna mencegah kebakaran kembali meluas ke kawasan lainnya.

Kondisi lereng B29 yang sebagian vegetasinya telah terbakar menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lumajang.

Warga Bantul Bawa Rp 1 Miliar untuk Investasi, Uangnya Dirampas Komplotan di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Niat seorang warga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk berinvestasi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berujung petaka. Uang tunai Rp 1 miliar yang dibawanya justru dirampas komplotan yang diduga menjalankan aksi pencurian dengan modus investasi fiktif.

Korban diketahui bernama Kun Subroto Wiyono (62), warga Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah di Desa Meleman, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Kamis (6/8/2026).

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan kasus tersebut bermula ketika korban berkomunikasi dengan seseorang mengenai rencana kerja sama investasi.

"Korban sebelumnya berkomunikasi dengan terlapor mengenai investasi. Kemudian disepakati pertemuan di Lumajang," kata Suprapto saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).

Korban bersama rekannya, Alfrets Mamesah, kemudian diajak bertemu dengan sejumlah orang yang mengaku sebagai pihak yang mengoordinasikan investasi.

Korban selanjutnya dibawa ke sebuah rumah yang telah disiapkan pelaku di Desa Meleman. Di lokasi tersebut, korban bertemu dengan seseorang yang disebut sebagai koordinator investasi.

Menurut Suprapto, korban sebelumnya telah menyiapkan uang tunai Rp 1 miliar. Uang tersebut dibawa menggunakan koper dan dibungkus dalam dua kantong plastik, masing-masing berisi Rp 500 juta.

Dalam pertemuan tersebut, korban ditawari kerja sama investasi untuk proyek pembangunan fasilitas infrastruktur pendidikan.

Pelaku kemudian menjanjikan keuntungan besar apabila korban menyerahkan modal Rp 1 miliar.

"Pelaku menjanjikan akan menambahkan modal sebesar Rp 5 miliar jika korban menyerahkan uang tunai Rp 1 miliar, dengan janji keuntungan mencapai 60 persen atau senilai Rp 4,8 miliar," jelasnya.

Uang Rp 1 Miliar Diperlihatkan, Langsung Dirampas

Setelah pembicaraan mengenai investasi, korban diminta menunjukkan uang yang dibawanya.

Begitu koper dibuka dan uang tunai Rp 1 miliar diperlihatkan, salah satu pelaku berinisial HAB langsung mengambil dua plastik berisi uang tersebut.

Pelaku kemudian melarikan diri melalui bagian belakang rumah.

"Begitu koper dibuka dan uang tunai Rp 1 miliar diperlihatkan, tersangka HAB langsung merampas dua plastik berisi uang tersebut dan kabur ke arah belakang rumah. Di saat bersamaan, pelaku lain yang berada di lokasi ikut melarikan diri lewat pintu depan," beber Suprapto.

Korban yang menyadari uangnya dibawa kabur kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lumajang.

Polisi langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap komplotan tersebut.

3 Pelaku Ditangkap di Hotel Pasuruan

Tim Resmob Satreskrim Polres Lumajang akhirnya berhasil menangkap tiga dari tujuh anggota komplotan tersebut.

Ketiganya ditangkap di sebuah hotel di Kabupaten Pasuruan pada Minggu (9/8/2026) malam.

Ketiga tersangka yang ditangkap merupakan warga Tanggul Wetan, Kabupaten Jember. Mereka yakni HAB (50), yang disebut sebagai otak sekaligus perencana aksi, MUS (56) sebagai penyedia kendaraan dan sopir, serta SAN (46) yang berperan mendampingi HAB.

"Tim Resmob berhasil melacak dan mengamankan tiga dari tujuh anggota komplotan saat bersembunyi di Pasuruan. Saat ini ketiga tersangka beserta barang bukti sudah diamankan di Polres Lumajang untuk proses hukum lebih lanjut," ujar Suprapto.

Suprapto menjelaskan, polisi melakukan penyelidikan intensif dengan menganalisis data digital, bukti tangkapan layar komunikasi, hingga memanfaatkan jaringan informan.

Petugas sempat melacak keberadaan para pelaku di Kabupaten Jombang sebelum akhirnya mendeteksi pergerakan mereka di Kabupaten Pasuruan.

Sekitar pukul 19.00 WIB, polisi kemudian menggerebek hotel tempat para pelaku bersembunyi. HAB diamankan di teras kamar.

Dari keterangan HAB, petugas kemudian menangkap MUS dan SAN yang bersembunyi di dalam kamar hotel yang sama.

Polisi Sita Uang Palsu hingga Mobil

Selain menangkap tiga tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

Di antaranya 70 bendel uang palsu pecahan Rp 100 ribu, beberapa lembar dolar replika berlapis warna emas, uang tunai sisa hasil kejahatan sebesar Rp 1,6 juta, empat unit telepon seluler, sejumlah kartu ATM, serta satu unit mobil Toyota Calya warna silver bernomor polisi P 1425 VS.

Keberadaan uang palsu tersebut kini juga masih didalami penyidik.

"Disinggung soal kepemilikan uang palsu, pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam. Dengan harapan bisa mengungkap jaringan lain maupun pelaku tambahan," kata Suprapto.

Polisi juga masih memburu empat anggota komplotan lainnya yang telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Keempatnya masing-masing berinisial SD, KK, AM, dan AH.

"Empat pelaku lain masih DPO dan dalam proses pengejaran anggota," tegasnya.

Penyidik juga masih mendalami apakah komplotan tersebut pernah melakukan aksi serupa di wilayah lain.

"Penyidik masih melakukan pendalaman, berapa kali komplotan ini beraksi dan bagaimana sepak terjangnya," imbuh Suprapto.

Atas perbuatannya, tiga tersangka yang telah ditangkap kini ditahan di Polres Lumajang dan dijerat Pasal 476 KUHP tentang pencurian. (Nur) 

Dari Gotong Royong untuk Pendidikan, Babinsa Ranulogong Bantu Pengecoran Kelas Lantai Dua


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Semangat gotong royong dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan terus diwujudkan melalui keterlibatan Babinsa bersama masyarakat. Babinsa Ranulogong Koramil 0821-07/Randuagung, Sertu Heru Dedianto, melaksanakan kerja bakti pengecoran pembangunan ruang kelas baru lantai dua di MI Miftahul, Dusun Tongmaling RT 004 RW 008, Desa Ranulogong, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Pembangunan ruang kelas baru diharapkan dapat memberikan fasilitas belajar yang lebih memadai sehingga mampu menunjang kenyamanan siswa dan kegiatan belajar mengajar.

Dalam pelaksanaannya, Sertu Heru Dedianto bersama masyarakat turut membantu proses pengecoran, mulai dari menyiapkan material, mengatur adukan hingga memastikan proses pengecoran berjalan secara tertib dan lancar.

Sertu Heru Dedianto mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kerja bakti merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan fasilitas pendidikan.

"Kerja bakti ini merupakan bentuk kebersamaan antara Babinsa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayah. Pendidikan merupakan bagian penting dalam membentuk generasi penerus, sehingga keberadaan sarana belajar yang memadai perlu didukung bersama. Dengan gotong royong, pekerjaan dapat dilakukan secara lebih ringan dan kebersamaan masyarakat semakin kuat," kata dia.

Sementara itu, Kepala MI Miftahul, Mohammada Hafid, S.Pd., mengatakan bahwa pembangunan ruang kelas baru lantai dua merupakan langkah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sarana pendidikan bagi para siswa.

"Pembangunan ruang kelas baru ini sangat dibutuhkan untuk mendukung proses belajar mengajar. Dengan adanya ruang tambahan, kegiatan pembelajaran dapat berlangsung lebih nyaman dan tertata. Kami berharap pembangunan ini dapat segera diselesaikan sehingga bisa dimanfaatkan oleh siswa dan memberikan manfaat dalam jangka panjang," pungkasnya. (Pendim0821)

Pemerintah

Iklan

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved