-->

12/03/2026

Tiga Siswi SMK WYSN Lumajang Raih Juara 1 Jatim Lomba Video Edukasi Hari Gizi Nasional 2026

Tiga Siswi SMK WYSN Lumajang Raih Juara 1 Jatim Lomba Video Edukasi Hari Gizi Nasional 2026

Tiga siswa SMK WYSN meraih juara 1 Lomba Video Edukasi Kreatif Hari Gizi Nasional Tahun 2026

Lumajang, (Onenewsjatim) – Prestasi membanggakan kembali diraih siswa SMK Wira Yudha Sakti Nusantara (WYSN) Kabupaten Lumajang. Tiga siswi kelas X Asisten Keperawatan 1 (AKP 1) berhasil meraih Juara 1 tingkat Provinsi Jawa Timur dalam ajang Lomba Video Edukasi Kreatif Hari Gizi Nasional Tahun 2026.

Ketiga siswi tersebut adalah Angel Amelia Dwi Aprillia, Putri Dwi Cahyani, dan Naura Prisya Ramadhani. Mereka berhasil mengungguli peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur melalui karya video edukatif yang mengangkat tema pentingnya pola makan bergizi seimbang.

Kompetisi tersebut digelar secara daring, dengan proses pengumpulan karya dimulai pada 29 Januari 2026 dan pengumuman pemenang dilakukan pada 3 Februari 2026.

Salah satu anggota tim, Angel Amelia Dwi Aprillia, mengaku bangga atas capaian yang diraih bersama rekan satu timnya. Ia mengatakan video yang mereka buat bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola makan sehat.

“Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga pola makan dan gizi seimbang. Kami bisa menang karena berusaha kompak. Walaupun proses pembuatan video dilakukan di sela-sela kegiatan sekolah, kami tetap berusaha menyeimbangkan antara belajar dan proses pengambilan video,” ujar Angel saat ditemui di sekolah.

Ia juga menambahkan bahwa sebelum membuat video, timnya terlebih dahulu mempelajari berbagai referensi agar materi yang disampaikan benar dan mudah dipahami masyarakat.

“Kami juga membaca berbagai artikel agar bisa menjelaskan dengan cara yang menarik sehingga masyarakat tertarik untuk menjaga pola makan yang sehat,” tambahnya.

 Bukan Sekadar Estetika, Tapi Konten Edukatif

Sementara itu, Guru SMK Wira Yudha Sakti Nusantara Lumajang, Nur Indah Agus Setiawati, menjelaskan bahwa lomba tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur dan seluruh proses penilaian dilakukan secara daring.

Menurutnya, aspek utama yang dinilai dalam lomba tersebut bukan hanya tampilan video, tetapi juga pesan edukasi yang disampaikan kepada masyarakat.

“Untuk kriteria penilaian itu dilihat dari cara penyampaian, pembuatan video, kreativitas siswa, dan yang paling penting adalah nilai edukasinya. Jadi kalau videonya hanya menarik tetapi tidak memberikan edukasi, itu tidak menjadi kriteria utama kemenangan,” jelas Nur Indah.


Ia mengatakan karya video yang dibuat oleh para siswa mengangkat tema “Isi Piringku”, yakni konsep gizi seimbang yang dianjurkan dalam pola makan sehari-hari.

“Dalam video tersebut dijelaskan bahwa dalam satu piring makanan harus memenuhi gizi seimbang, seperti karbohidrat, protein, serta serat dari sayur dan buah. Itu penting untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh dalam aktivitas sehari-hari,” katanya.

Menurut Nur Indah, video yang dibuat para siswi tersebut dinilai mampu menyampaikan pesan kesehatan secara sederhana namun menarik, sehingga dapat dipahami oleh masyarakat luas.

Tim SMK WYSN memilih tema "Isi Piringku" sebagai materi utama. Konsep ini menekankan pada komposisi gizi seimbang dalam satu porsi makan. 

"Anak-anak mengedukasi bahwa dalam satu piring harus ada karbohidrat, protein, dan serat untuk pemenuhan energi harian. Video tersebut diunggah di media sosial sekolah dan akun pribadi siswa sesuai arahan panitia," lanjutnya.

Pesan Kepala Sekolah: Prestasi Harus Bermanfaat

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Wira Yudha Sakti Nusantara, Dr. Sri Diana S.Kep., Ners., MM, mengatakan bahwa prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa tidak hanya mampu berkreasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat melalui karya yang edukatif.

“Menang atau tidaknya siswa dalam lomba ini bukan hanya soal kemampuan mengedit video atau membuat video yang menarik. Yang paling penting adalah bagaimana mereka bisa menyampaikan edukasi kepada masyarakat tentang pola hidup sehat,” ujar Sri Diana.

Ia berharap ilmu yang diperoleh para siswa melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada kompetisi saja, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya anak-anak ini benar-benar memahami apa itu pola hidup sehat dan bisa mengimplementasikannya, minimal dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, lingkungan sekitar, hingga masyarakat,” jelasnya.

Sri Diana menambahkan bahwa keberhasilan siswa dalam lomba ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendorong siswa agar tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Karena keberhasilan seseorang tidak hanya dilihat dari prestasinya saja, tetapi dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain. Jika berprestasi tetapi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, tentu itu menjadi kurang berarti,” pungkasnya. (Imam)

Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved