-->

14/09/2026

Tumpukan Limbah Kayu Terbakar di Lumajang, Rumah Warga Hanya Berjarak 100 Meter


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kebakaran melanda lahan penampungan limbah kayu seluas sekitar 1 hektare di Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Senin (7/9/2026).

Api membakar tumpukan limbah kayu yang berada di lokasi penampungan. Banyaknya material mudah terbakar membuat kobaran api sulit dipadamkan.

Dari pantauan di lokasi, asap tebal terlihat membubung dari area penampungan. Kobaran api juga beberapa kali membesar saat tertiup angin.

Lokasi kebakaran berada cukup dekat dengan permukiman warga. Jarak titik api dengan rumah penduduk diperkirakan hanya sekitar 100 meter.

Petugas pemadam kebakaran kemudian berupaya melakukan pembasahan sekaligus melokalisir kobaran api. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api merembet ke lahan pertanian dan permukiman warga.

Kabid Damkar Lumajang Mohammad Asro mengatakan, kondisi kebakaran sudah cukup besar ketika petugas tiba di lokasi.

"Melihat posisi seperti ini, kebakarannya sudah terlalu besar," kata Asro saat ditemui di lokasi kebakaran.

Menurut dia, prioritas petugas saat ini bukan hanya memadamkan api, tetapi juga mencegah kobaran api meluas ke area di sekitarnya.

"Kami mengantisipasi agar tidak merambat meluas kepada permukiman dan tidak merambat ke lahan pertanian yang lain," ujarnya.

Damkar Lumajang mengerahkan dua armada untuk menangani kebakaran tersebut. Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala.

Salah satunya adalah tumpukan limbah kayu yang cukup tebal. Material tersebut membuat api mudah kembali menyala meski telah dilakukan pembasahan.

"Namun demikian, sampah ini sudah terlalu tebal, limbah kayunya. Kami Damkar Lumajang mengerahkan dua armada. Tapi kesulitannya mungkin karena sudah terlalu luas penyebarannya. Terus ditambah angin," kata Asro.

Kondisi di lapangan juga diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang. Asap tebal membuat petugas kesulitan mendekati titik api secara langsung.

Karena itu, dua armada pemadam yang dikerahkan lebih banyak digunakan untuk melakukan pembasahan pada area sekitar lokasi kebakaran.

Salah satu area yang menjadi perhatian petugas adalah lahan tebu milik warga yang berada tepat di samping penampungan limbah kayu.

Pembasahan dilakukan untuk membuat area tersebut tetap basah sehingga api tidak mudah merambat apabila kobaran api terdorong angin.

Petugas juga melakukan penyekatan dan pelokalisiran api. Upaya ini menjadi langkah penting mengingat jarak lokasi kebakaran dengan permukiman warga hanya sekitar 100 meter.

Selain permukiman, terdapat pula lahan pertanian warga yang berada di sekitar lokasi penampungan.

Petugas masih disiagakan di lokasi untuk memantau perkembangan titik api dan memastikan kobaran tidak meluas.

Sementara itu, akses jalan yang menghubungkan Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, menuju Desa Bodang, Kecamatan Padang, juga ditutup sementara.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Petugas masih melakukan penanganan di lokasi.

08/09/2026

Mahasiswa KKN Universitas Lumajang Sulap Sampah Jadi Pakan Ikan hingga Pupuk


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Tumpukan sampah yang selama ini identik dengan bau dan limbah justru disulap mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lumajang menjadi sesuatu yang bernilai.

Melalui program KKN di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, mahasiswa mengembangkan pengelolaan sampah berbasis pemanfaatan kembali. 

Sampah yang sebelumnya dibuang diolah menjadi barang bernilai guna hingga dimanfaatkan untuk budidaya maggot.

Sampah organik dari sisa makanan menjadi pakan bagi maggot Black Soldier Fly (BSF). Maggot yang dihasilkan kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif ikan.

Tak berhenti di situ, sisa budidaya maggot atau kasgot juga dimanfaatkan sebagai bahan organik untuk tanaman.

Ketua KKN Desa Purwosono, Ahmad Rofi, mengatakan program tersebut dirancang untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa sampah memiliki potensi apabila dikelola dengan cara yang tepat.

"Kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang. Kalau dikelola dengan baik, sampah bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan bahkan memiliki nilai ekonomi," kata Ahmad Rofi.

Menurut Ahmad, konsep tersebut dibuat dengan menghubungkan beberapa kegiatan sekaligus, mulai dari pengelolaan sampah organik, budidaya maggot, pemanfaatan kasgot, hingga budidaya ikan.

Dengan pola tersebut, sampah organik tidak langsung berakhir sebagai limbah, tetapi dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan produk lain.

"Jadi ada siklusnya. Sampah organik dimanfaatkan untuk maggot, maggot bisa menjadi pakan ikan, sedangkan kasgotnya bisa dimanfaatkan untuk tanaman," ujarnya.

Dorong masyarakat memilah sampah

Ahmad berharap inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN tersebut tidak berhenti selama program pengabdian berlangsung.

Ia ingin masyarakat dapat melanjutkan pengelolaan sampah secara mandiri setelah mahasiswa KKN meninggalkan Desa Purwosono.

"Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mau mulai memilah sampah dari rumah. Kami berharap konsep ini bisa terus dikembangkan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang," tutur Ahmad.

Selain mengurangi sampah yang dibuang ke lingkungan, pemanfaatan tersebut dinilai membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Mahasiswa KKN juga mengajak masyarakat melihat sampah dari perspektif berbeda. Sampah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat menjadi bahan baku yang menghasilkan manfaat apabila dipilah dan diolah dengan tepat.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Lumajang dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di tingkat desa. (Imam) 



24/08/2026

Polres Lumajang Edukasi Pelajar soal Bahaya AI dan Tertib Lalu Lintas di Dua Sekolah


Lumajang, (Onenewsjatim)– Polres Lumajang, Jawa Timur, memperluas edukasi literasi digital kepada kalangan pelajar melalui program PAHAM AI (Pencegahan, Kesadaran, dan Akses Aman terhadap Kecerdasan Buatan).

Edukasi tersebut digelar Satuan Binmas (Satbinmas) bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang di SMKN Rowokangkung dan SMAN Jatiroto, Senin (24/8/2026).

Kegiatan diikuti para siswa dan guru. Materi yang disampaikan tidak hanya mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tetapi juga menyangkut ancaman kejahatan siber serta keselamatan berlalu lintas.

Dalam sosialisasi tersebut, personel Satbinmas mengingatkan pelajar agar menggunakan teknologi AI secara bijak dan bertanggung jawab.

Pelajar juga diberikan pemahaman mengenai bahaya penyebaran informasi palsu atau hoaks, manipulasi konten digital seperti deepfake, hingga pentingnya menjaga keamanan data pribadi.

Sementara itu, personel Satlantas memberikan edukasi mengenai pentingnya tertib berlalu lintas, khususnya bagi pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, edukasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan pelajar menghadapi perkembangan teknologi sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai keselamatan di jalan raya.

"Perkembangan teknologi kecerdasan buatan tidak hanya dirasakan di pusat kota, tetapi juga hingga ke wilayah kecamatan. Oleh karena itu, Polres Lumajang berkomitmen menyasar sekolah-sekolah seperti SMKN Rowokangkung dan SMAN Jatiroto," kata Suprapto.

Menurut dia, pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara aman penting diberikan kepada pelajar. Sebab, perkembangan AI juga diikuti dengan munculnya berbagai potensi penyalahgunaan di ruang digital.

"Para pelajar diharapkan memiliki kewaspadaan digital yang setara dan tidak mudah terjerat dampak negatif AI," ujarnya.

Pelajar Diminta Bijak Bermedia Sosial

Suprapto menambahkan, pelajar merupakan kelompok yang cukup aktif menggunakan teknologi dan media sosial. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

Selain persoalan ruang digital, polisi juga menaruh perhatian terhadap keselamatan pelajar saat berkendara.

"Para siswa di SMKN Rowokangkung dan SMAN Jatiroto ini adalah calon pemimpin masa depan. Melalui edukasi PAHAM AI yang dipadukan dengan sosialisasi tertib lalu lintas, kami berharap lahir generasi cerdas digital yang tidak hanya kritis dalam menyaring informasi, tetapi juga disiplin dan mengutamakan keselamatan saat berkendara," katanya.

Ia berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Polres Lumajang juga mengapresiasi pihak sekolah yang mendukung kegiatan tersebut. Edukasi serupa, kata Suprapto, akan terus dilakukan di sejumlah lembaga pendidikan lainnya di Kabupaten Lumajang.

"Sinergi yang baik antara Polres Lumajang dan pihak sekolah menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. Kami akan terus hadir secara konsisten di lembaga-lembaga pendidikan lainnya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, bijak bermedia sosial, dan tertib berlalu lintas," pungkasnya. 

Gema Sholawat Iringi Pawai Maulid Ratusan Siswa SMP-SMA Ma’arif NU Al Ikhlas Al Muhdlor


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Ratusan siswa SMP dan SMA Ma’arif NU Al Ikhlas Al Muhdlor Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menggelar pawai dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (24/8/2026).

Pawai tersebut berlangsung semarak namun tetap khidmat. Para siswa berjalan bersama mengelilingi sejumlah ruas jalan di Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun.

Kegiatan dimulai dari halaman sekolah. Sepanjang perjalanan sekitar 3 kilometer, para siswa kompak melantunkan sholawat Nabi.

Lantunan sholawat menggema di sepanjang jalan, mengiringi barisan siswa yang berjalan dengan tertib. Mereka mengenakan busana muslim serta membawa berbagai atribut seperti bendera dan spanduk.

Pawai ini diikuti siswa dari jenjang SMP dan SMA Ma’arif NU Al Ikhlas Al Muhdlor. Selain menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi sekolah untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Kepala SMA Ma’arif NU Al Ikhlas Al Muhdlor, Asis Purwanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kecintaan para siswa kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah.

“Melalui pawai dan lantunan sholawat ini kami ingin menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah sejak dini,” ujar Asis Purwanto, Senin (24/8/2026).

Menurut dia, kegiatan keagamaan seperti pawai Maulid diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Maulid dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme juga terlihat dari masyarakat yang berada di sepanjang rute pawai. Sejumlah warga keluar rumah untuk menyaksikan rombongan siswa yang melintas.

Tidak sedikit warga yang turut melantunkan sholawat bersama para siswa. Suasana tersebut membuat kegiatan pawai semakin semarak dan menjadi bagian dari syiar Islam di lingkungan masyarakat.

Kepala SMP Ma’arif NU Al Ikhlas Al Muhdlor, Indah Agustin, berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun.

“Semoga anak-anak bisa meneladani sifat jujur, disiplin, dan kasih sayang beliau,” ujar Indah.

Ia berharap momentum Maulid Nabi dapat menjadi sarana penguatan karakter religius siswa. Dengan demikian, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan peringatan, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku para siswa sehari-hari.

22/08/2026

Guru PPPK Paruh Waktu Lumajang Soroti Tes CASN: Kasihan yang Sudah Lama Mengabdi


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sejumlah guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyambut baik rencana pengalihan status kepegawaian PPPK di daerah ke pemerintah pusat.

Kebijakan tersebut dinilai dapat memberikan kepastian mengenai status kepegawaian, termasuk payung hukum, gaji, serta peluang peningkatan kesejahteraan para guru.

Salah satu guru PPPK paruh waktu di Lumajang, Debi, yang mengajar di SD Kloposawit, Kecamatan Candipuro, mengatakan, pengalihan status ke pemerintah pusat diharapkan dapat menghilangkan perbedaan kesejahteraan antar daerah.

"Alhamdulillah, misalkan memang ditarik pemerintah pusat semua. Kemarin kan yang ikut daerah itu ada ketidaksamaan masing-masing daerah," kata Debi.

Menurut dia, selama masih berada di bawah pemerintah daerah, besaran gaji yang diterima PPPK paruh waktu dapat berbeda antara satu kabupaten dengan daerah lainnya.

"Kalau dibandingkan, gaji kita dengan gaji kabupaten lain itu kadang tidak sama. Kalau sekarang, alhamdulillah, berarti payung hukumnya sudah jelas, ikut pemerintah pusat," ujarnya.

Berharap Ada Peningkatan Gaji

Debi berharap pengalihan status tersebut tidak hanya mengubah nomenklatur kepegawaian, tetapi juga diikuti peningkatan kesejahteraan.

Ia, mengatakan, selama ini perubahan status dari tenaga sebelumnya menjadi PPPK paruh waktu belum serta-merta meningkatkan penghasilan yang diterimanya.

"Jujur, kemarin kan cuma ganti nama, gajinya tetap. Kalau misalnya ini ke pusat, setidaknya ada peningkatan," katanya.

Ia berharap ketika berada di bawah pemerintah pusat, aturan mengenai gaji dan hak-hak guru PPPK menjadi lebih jelas.

"Harapannya kalau dengan di pemerintah pusat, kalau bisa lebih baik dari yang di daerah. Kalau terkait gaji, kalau bisa ikut pusat, payung hukumnya juga jelas," tutur Debi.

Soroti Rencana Tes untuk Menjadi PPPK Penuh Waktu

Meski mendukung pengalihan status, Debi juga menyoroti rencana agar guru PPPK paruh waktu yang ingin menjadi PPPK penuh waktu tetap mengikuti seleksi CASN.

Menurut dia, mekanisme tersebut perlu mempertimbangkan masa pengabdian para guru yang selama bertahun-tahun telah menjalankan tugas di sekolah.

"Kalau harus melalui tes seleksi CASN, menurut saya tesnya lebih sebagai formalitas atau mengikuti alurnya saja, karena kami sudah pernah melalui proses sebelumnya," katanya.

Debi mengaku kurang sepakat apabila seluruh guru PPPK paruh waktu harus mengikuti tes dengan mekanisme yang sama tanpa mempertimbangkan masa kerja.

Menurut dia, guru yang telah lama mengabdi akan dirugikan apabila harus bersaing dengan peserta yang masa kerjanya jauh lebih singkat.

"Kalau semuanya dites secara rata, kasihan yang sudah lama mengabdi," ujarnya.

Ia bahkan menyinggung kondisi sejumlah guru yang sudah berusia lebih tua dan mengalami kendala ketika harus mengikuti ujian berbasis komputer.

"Saya lihat teman-teman yang tua-tua kasihan, tidak bisa menggunakan komputer. Kalau dites kemudian tidak lolos, kan kasihan," kata Debi.

Debi sendiri mengaku telah mengabdi sebagai guru selama 11 tahun. 

"Kalau saya sendiri alhamdulillah sudah 11 tahun menjadi guru," ujarnya.

Berharap Tak Sekadar Janji

Hal senada disampaikan guru PPPK paruh waktu lainnya di Lumajang, Verawati, yang mengajar di salah satu sekolah dasar di Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro.

Verawati menyambut baik apabila pemerintah pusat benar-benar mengambil alih status kepegawaian PPPK paruh waktu di daerah.

"Alhamdulillah kalau diambil alih pusat. Tapi harus benar-benar berubah status menjadi penuh waktu, kalau bisa langsung PNS," kata Verawati.

Menurut dia, pengalihan status tersebut harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan guru, bukan sekadar perubahan administrasi.

Verawati berharap kebijakan pemerintah tersebut tidak menjadi harapan palsu bagi para guru yang selama ini telah mengabdikan diri untuk dunia pendidikan.

"Jangan sampai ini hanya menjadi PHP (pemberi harapan palsu)," ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah memastikan pembayaran gaji dan tunjangan dilakukan secara tepat serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Gaji dan tunjangan harus tepat dan sesuai prosedur yang ada. Dan satu lagi, tidak di-PHP," Pungkas Verawati.

19/08/2026

Polinema Gandeng Disnaker dan BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Pemahaman K3 Perusahaan di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Politeknik Negeri Malang (Polinema) melalui program pengabdian kepada masyarakat menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lumajang serta BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan pemahaman perusahaan terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Pemahaman K3 dan BPJS Ketenagakerjaan melalui Media Edukasi Mandiri Perusahaan di Kabupaten Lumajang” itu digelar di Kampus Politeknik Negeri Malang PSDKU Kabupaten Lumajang, Jalan Lintas Timur, Kabupaten Lumajang.

Sekitar 20 peserta yang merupakan perwakilan sejumlah perusahaan di Kabupaten Lumajang mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya penerapan K3 di lingkungan kerja serta perlindungan pekerja melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Subechan, S.E., M.M. dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lumajang, Sugeng Widodo, S.T. selaku Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur, serta Bagus Purnomo Aji, S.Ap. dari BPJS Ketenagakerjaan.

Materi yang disampaikan tidak hanya menekankan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi ketenagakerjaan. Peserta juga didorong untuk membangun budaya keselamatan kerja secara berkelanjutan.

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan yakni media edukasi mandiri perusahaan. Media tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan meningkatkan kesadaran pekerja mengenai pentingnya K3 sekaligus memahami hak dan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan.

Salah satu peserta, Fildza dari PT Duta Max Nuri Lumajang, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi perusahaan.

“Acara ini sangat bermanfaat dan dapat berguna untuk meningkatkan kesadaran K3 di perusahaan,” ujar Fildza.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi Polinema. Melalui kegiatan ini, pengetahuan dan keahlian akademik diterapkan secara langsung untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia industri.

Tim pengabdian Politeknik Negeri Malang terdiri atas Dyah Ayu Rachmawati Cupasindy, Alvionitha Sari A., Rizky Putri Ramadhani, Farida Ulfa, Irhami, dan Helik Susilo.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan dunia usaha. Tujuannya, menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat sekaligus memberikan perlindungan sosial yang optimal bagi pekerja.

Melalui kegiatan tersebut, Polinema menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia industri dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membangun budaya keselamatan kerja di Kabupaten Lumajang. 

Penulis: Imam F. 

Editor : Nur Rahayu

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved