-->

18/04/2026

Ratusan Peserta Antusias Ikuti Jalan Sehat Dies Natalis ke-10 SMK WYSN Lumajang

Kasek SMK WYSN lakukan Pelepasan 10 balon udara 

Lumajang, (Onenewsjatim) –
Ratusan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangka Dies Natalis ke-10 SMK Wira Yudha Sakti Nusantara (WYSN) Lumajang yang digelar di Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono, Sabtu (18/4/2026).

Sejak pagi hari, halaman sekolah sudah dipadati peserta yang terdiri dari siswa SMK WYSN, calon siswa, orang tua, hingga masyarakat sekitar. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi sekolah yang ke-10 tahun.

Sebelum kegiatan dimulai, acara diawali dengan pelepasan 10 balon udara sebagai simbol peringatan satu dekade berdirinya SMK WYSN Lumajang.

Pelepasan dilakukan oleh Kepala Sekolah Dr. Sri Diana, S.Kep., Ners., MM, bersama jajaran pengawas, komite sekolah, wakil kepala sekolah, perwakilan yayasan, serta mendapat pengawalan dari Polisi Militer.

Jalan sehat mengusung tema “Menggapai Mimpi, Menggali Potensi, Berjuta Prestasi Menuju WYSN Gemilang.”

pelajar ikuti jalan sehat melintas di depan sekolah 

Rute yang ditempuh peserta dimulai dari halaman SMK WYSN, melintasi Jalan Raya Sukodono, kawasan Wonorejo Terpadu (WYSN), dan kembali finis di halaman sekolah.

Kepala Sekolah SMK WYSN, Dr. Sri Diana, S.Kep., Ners., MM,  menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang perayaan, tetapi juga sarana membangun kesehatan dan kebersamaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan, hidup sehat, serta memperkuat hubungan antara keluarga besar SMK WYSN dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan jalan sehat juga menjadi upaya memperkenalkan sekolah kepada masyarakat sekaligus memberikan gambaran kepada calon siswa mengenai lingkungan dan semangat pendidikan di SMK WYSN.

Menurutnya, kesehatan menjadi faktor penting dalam menunjang prestasi siswa. 

“Dengan jiwa yang sehat, akan lahir prestasi-prestasi yang hebat. Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk terus dilakukan,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, panitia juga melibatkan sekitar 120 calon siswa dari tingkat SMP yang telah mendaftar, sekitar 200 warga sekitar, serta orang tua siswa. Secara keseluruhan, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 700 orang.

Selain jalan sehat, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik untuk peserta, di antaranya dua ekor kambing, mesin cuci, kompor gas, hingga kulkas.

Dr. Sri Diana berharap, di usia ke-10 tahun ini, SMK WYSN semakin berkembang dan mampu mencetak lulusan yang unggul serta berdaya saing.

“Harapannya SMK WYSN semakin jaya dan mampu menyalurkan siswa-siswi yang kompeten,” pungkasnya. (Imam)

12/03/2026

Tiga Siswi SMK WYSN Lumajang Raih Juara 1 Jatim Lomba Video Edukasi Hari Gizi Nasional 2026

Tiga siswa SMK WYSN meraih juara 1 Lomba Video Edukasi Kreatif Hari Gizi Nasional Tahun 2026

Lumajang, (Onenewsjatim) – Prestasi membanggakan kembali diraih siswa SMK Wira Yudha Sakti Nusantara (WYSN) Kabupaten Lumajang. Tiga siswi kelas X Asisten Keperawatan 1 (AKP 1) berhasil meraih Juara 1 tingkat Provinsi Jawa Timur dalam ajang Lomba Video Edukasi Kreatif Hari Gizi Nasional Tahun 2026.

Ketiga siswi tersebut adalah Angel Amelia Dwi Aprillia, Putri Dwi Cahyani, dan Naura Prisya Ramadhani. Mereka berhasil mengungguli peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur melalui karya video edukatif yang mengangkat tema pentingnya pola makan bergizi seimbang.

Kompetisi tersebut digelar secara daring, dengan proses pengumpulan karya dimulai pada 29 Januari 2026 dan pengumuman pemenang dilakukan pada 3 Februari 2026.

Salah satu anggota tim, Angel Amelia Dwi Aprillia, mengaku bangga atas capaian yang diraih bersama rekan satu timnya. Ia mengatakan video yang mereka buat bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola makan sehat.

“Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga pola makan dan gizi seimbang. Kami bisa menang karena berusaha kompak. Walaupun proses pembuatan video dilakukan di sela-sela kegiatan sekolah, kami tetap berusaha menyeimbangkan antara belajar dan proses pengambilan video,” ujar Angel saat ditemui di sekolah.

Ia juga menambahkan bahwa sebelum membuat video, timnya terlebih dahulu mempelajari berbagai referensi agar materi yang disampaikan benar dan mudah dipahami masyarakat.

“Kami juga membaca berbagai artikel agar bisa menjelaskan dengan cara yang menarik sehingga masyarakat tertarik untuk menjaga pola makan yang sehat,” tambahnya.

 Bukan Sekadar Estetika, Tapi Konten Edukatif

Sementara itu, Guru SMK Wira Yudha Sakti Nusantara Lumajang, Nur Indah Agus Setiawati, menjelaskan bahwa lomba tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur dan seluruh proses penilaian dilakukan secara daring.

Menurutnya, aspek utama yang dinilai dalam lomba tersebut bukan hanya tampilan video, tetapi juga pesan edukasi yang disampaikan kepada masyarakat.

“Untuk kriteria penilaian itu dilihat dari cara penyampaian, pembuatan video, kreativitas siswa, dan yang paling penting adalah nilai edukasinya. Jadi kalau videonya hanya menarik tetapi tidak memberikan edukasi, itu tidak menjadi kriteria utama kemenangan,” jelas Nur Indah.


Ia mengatakan karya video yang dibuat oleh para siswa mengangkat tema “Isi Piringku”, yakni konsep gizi seimbang yang dianjurkan dalam pola makan sehari-hari.

“Dalam video tersebut dijelaskan bahwa dalam satu piring makanan harus memenuhi gizi seimbang, seperti karbohidrat, protein, serta serat dari sayur dan buah. Itu penting untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh dalam aktivitas sehari-hari,” katanya.

Menurut Nur Indah, video yang dibuat para siswi tersebut dinilai mampu menyampaikan pesan kesehatan secara sederhana namun menarik, sehingga dapat dipahami oleh masyarakat luas.

Tim SMK WYSN memilih tema "Isi Piringku" sebagai materi utama. Konsep ini menekankan pada komposisi gizi seimbang dalam satu porsi makan. 

"Anak-anak mengedukasi bahwa dalam satu piring harus ada karbohidrat, protein, dan serat untuk pemenuhan energi harian. Video tersebut diunggah di media sosial sekolah dan akun pribadi siswa sesuai arahan panitia," lanjutnya.

Pesan Kepala Sekolah: Prestasi Harus Bermanfaat

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Wira Yudha Sakti Nusantara, Dr. Sri Diana S.Kep., Ners., MM, mengatakan bahwa prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa tidak hanya mampu berkreasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat melalui karya yang edukatif.

“Menang atau tidaknya siswa dalam lomba ini bukan hanya soal kemampuan mengedit video atau membuat video yang menarik. Yang paling penting adalah bagaimana mereka bisa menyampaikan edukasi kepada masyarakat tentang pola hidup sehat,” ujar Sri Diana.

Ia berharap ilmu yang diperoleh para siswa melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada kompetisi saja, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya anak-anak ini benar-benar memahami apa itu pola hidup sehat dan bisa mengimplementasikannya, minimal dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, lingkungan sekitar, hingga masyarakat,” jelasnya.

Sri Diana menambahkan bahwa keberhasilan siswa dalam lomba ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendorong siswa agar tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Karena keberhasilan seseorang tidak hanya dilihat dari prestasinya saja, tetapi dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain. Jika berprestasi tetapi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, tentu itu menjadi kurang berarti,” pungkasnya. (Imam)

Siswa SMK WYSN Lumajang Bagikan 700 Takjil, Implementasikan Program “Ramadhan Pendidikan Berdampak”

Guru dan Siswa WYSN Usai bagikan takjil

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Suasana sore menjelang waktu berbuka puasa di kawasan Lampu Merah Adipura, Jalan Letjen S. Parman, Kabupaten Lumajang, tampak berbeda pada Kamis (12/3/2026). Puluhan siswa dari SMK Wira Yudha Sakti Nusantara turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas.

Kegiatan sosial yang mengusung tema “Ramadhan Pendidikan Berdampak” tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai karakter kepada para siswa di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Sebanyak 700 paket takjil gratis dibagikan kepada pengendara sepeda motor, pengemudi kendaraan, hingga masyarakat sekitar yang melintas di kawasan tersebut. Para siswa yang tergabung dalam organisasi OSIS bersama guru tampak antusias menyapa dan memberikan takjil kepada pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa.

Aksi berbagi ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Dalam waktu singkat, ratusan paket takjil yang dibagikan para siswa langsung habis diserbu pengendara yang melintas.

Kepala Sekolah SMK Wira Yudha Sakti Nusantara, Dr. Sri Diana S.Kep., Ners., MM, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Ramadhan Pendidikan Berdampak yang dicanangkan Kadis pendidikan Provinsi Jawa Timur 

warga antusias berebut takjil

Menurutnya, kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa.

“Di SMK Wira Yudha Sakti Nusantara, khususnya OSIS, seluruh warga sekolah terlibat dalam kegiatan pembagian takjil ini. Kurang lebih ada 700 takjil yang kami bagikan di kawasan Adipura karena lokasi tersebut merupakan pusat akses jalan yang ramai dilalui masyarakat,” ujar Sri Diana .

Ia menjelaskan, selain berbagi takjil, kegiatan juga dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh siswa, guru, staf sekolah, serta sejumlah tamu undangan.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki tujuan lebih besar, yakni menanamkan nilai-nilai karakter kepada para siswa agar memiliki kepribadian yang positif, religius, dan berprestasi.

“Buka puasa bersama ini bukan sekadar untuk berkumpul atau makan bersama, tetapi lebih kepada upaya mengimplementasikan program Ramadhan Pendidikan Berdampak. Harapannya, siswa-siswi kami memiliki karakter yang kuat, berakhlak baik, religius, sehat, dan berprestasi,” jelasnya.

Sri Diana menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga harus membentuk karakter siswa agar mampu menjadi generasi yang berakhlak mulia.

“Karena walaupun siswa itu pintar, tetapi kalau tidak memiliki karakter yang baik, maka tidak akan memberikan manfaat yang besar bagi dirinya maupun masyarakat. Melalui kegiatan ini kami berharap siswa semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pengguna jalan yang menerima takjil, Sofie, mengaku senang dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para siswa tersebut.

Menurutnya, aksi berbagi seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi para pengendara yang masih berada di jalan saat waktu berbuka puasa tiba.

“Alhamdulillah sangat membantu. Tadi kebetulan saya masih di perjalanan menjelang buka puasa, jadi bisa langsung berbuka dengan takjil yang diberikan adik-adik siswa. Kegiatannya sangat positif,” ujar Sofie.

Setelah kegiatan pembagian takjil selesai, seluruh siswa dan guru kembali ke lingkungan sekolah untuk melaksanakan buka puasa bersama. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan pun terasa hangat dalam kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan sosial di bulan Ramadan ini, SMK Wira Yudha Sakti Nusantara berharap para siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan karakter yang kuat sebagai generasi penerus bangsa. (Imam)

05/03/2026

Momentum Ramadan, Babinsa Sruni Isi Materi Wawasan Kebangsaan untuk 50 Siswa


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Semangat kebangsaan terus ditanamkan kepada generasi muda melalui kegiatan Pondok Ramadan di SDN Sruni 02. Babinsa Sruni Koramil 0821-05/Klakah, Serka Muhammad Nimin, melaksanakan kegiatan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada para siswa di Dusun Krajan RT 003 RW 002 Desa Sruni Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan yang diikuti kurang lebih 50 siswa tersebut berlangsung dengan penuh antusias. Di sela rangkaian Pondok Ramadan, para siswa mendapatkan materi tentang pentingnya cinta tanah air, semangat persatuan, serta nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam penyampaiannya, Serka Muhammad Nimin menekankan bahwa bulan Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga saat yang tepat untuk memperkuat karakter dan rasa nasionalisme.

“Melalui kegiatan Wasbang ini, kami ingin menanamkan kepada anak-anak sejak dini tentang pentingnya mencintai tanah air, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkapnya.

Materi yang disampaikan dikemas secara sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Dengan pendekatan yang komunikatif, para siswa terlihat aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti arahan yang diberikan.

Sementara itu, Pj. Kepala Sekolah SDN Sruni 02, Yayan Heri Prabowo, S.Pd., menyampaikan hal senada tentang pentingnya membangun keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadan. Ia menegaskan bahwa Pondok Ramadan menjadi sarana pembinaan karakter spiritual sekaligus pembentukan sikap disiplin dan tanggung jawab bagi para siswa.

“Di bulan penuh berkah ini, kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman dan takwa. Dengan dukungan Babinsa melalui pembekalan Wasbang, kami berharap terbentuk generasi yang religius sekaligus memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi,” tuturnya.

Kegiatan Pondok Ramadan yang dipadukan dengan pembekalan Wasbang tersebut menjadi bukti dalam membentuk generasi muda yang religius, berkarakter, serta memiliki jiwa nasionalisme yang kuat demi masa depan bangsa. (Pendim0821)

28/01/2026

TNI AD Dorong Pelajar Lumajang Siapkan Fisik dan Mental Sejak Dini


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Upaya menyiapkan generasi muda yang sehat, tangguh, dan berkarakter terus dilakukan TNI Angkatan Darat melalui pembinaan teritorial. 

Salah satunya ditunjukkan oleh Babinsa Purorejo Koramil 0821-18/Tempursari, Koptu Eko Azis, yang memberikan materi kebugaran jasmani sekaligus sosialisasi penerimaan prajurit TNI AD kepada pelajar SMA.

Kegiatan yang diikuti 25 siswa SMA Mataram Kecamatan Tempursari tersebut dilaksanakan di Alun-alun Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Rabu (28/1/2026).

Dalam penyampaiannya, Koptu Eko Azis tidak hanya memberikan latihan dasar kebugaran jasmani, tetapi juga menanamkan pemahaman pentingnya menjaga kesehatan fisik sejak usia sekolah sebagai modal utama meraih masa depan. 

Para siswa diajak menyadari bahwa disiplin, ketahanan fisik, dan mental yang kuat merupakan kunci keberhasilan, baik di dunia pendidikan maupun dalam menggapai cita-cita menjadi prajurit TNI.

“Fisik yang bagus tidak datang secara instan. Dibutuhkan latihan teratur, pola hidup sehat, serta disiplin sejak dini. Dengan tubuh yang bugar, siswa akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk saat mengikuti seleksi masuk TNI,” ujar Koptu Eko Azis di hadapan para siswa.

Selain praktik kebugaran jasmani, Babinsa juga memberikan sosialisasi terkait mekanisme, persyaratan, dan tahapan penerimaan prajurit TNI AD. 

Dalam kesempatan itu, ia meluruskan berbagai anggapan keliru yang kerap berkembang di masyarakat dengan menegaskan bahwa proses rekrutmen TNI dilakukan secara transparan, objektif, dan tanpa dipungut biaya.

Sementara itu, Kepala SMA Mataram Tempursari, Rina Azizah, S.Pd, menyampaikan bahwa generasi muda merupakan aset strategis bangsa yang harus dipersiapkan secara matang, baik dari sisi fisik, mental, maupun karakter.

“Anak-anak kami adalah generasi penerus bangsa yang kelak melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan. Karena itu, mereka perlu dibekali semangat juang, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan yang kuat sejak dini,” tegasnya.

Ia menambahkan, kehadiran Babinsa di lingkungan sekolah memberikan dampak positif bagi siswa, khususnya dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kesadaran akan pentingnya pengabdian kepada negara. Kegiatan tersebut juga dinilai mampu membuka wawasan siswa terkait pilihan masa depan yang positif dan bermartabat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar semakin termotivasi untuk menjalani pola hidup sehat, menjauhi perilaku negatif, serta memiliki orientasi masa depan yang jelas. Kehadiran TNI di dunia pendidikan pun diharapkan menjadi inspirasi dalam mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan cinta tanah air.(Pendim0821)

16/01/2026

Wali Murid Keluhkan Kebijakan Guru Agama di SMPN 5 Lumajang yang Menyuruh Siswa Mengulang Tugas

Foto ilustrasi menggunakan AI 

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Wali murid kelas 9C SMP Negeri 5 Lumajang, Sri Diana, menyampaikan keluhan terkait kebijakan salah satu guru agama yang memerintahkan seluruh siswa mengulang penulisan tugas satu bab penuh, meski tugas tersebut telah dikerjakan dan dikumpulkan sesuai waktu yang ditentukan.

Sri Diana menjelaskan, permasalahan bermula ketika siswa mendapat tugas mencatat materi satu bab dengan ketentuan menghabiskan sekitar tiga hingga empat lembar kertas double folio bolak-balik. Tugas tersebut dikerjakan selama satu minggu sesuai instruksi guru.

“Sebagai orang tua, saya tidak mempermasalahkan tugas mencatat satu bab. Itu bagian dari proses pembelajaran,” ujar Sri Diana.

Namun, saat tugas hendak dikumpulkan pada hari Senin, guru yang bersangkutan menolak menerima tugas tersebut dan meminta seluruh siswa kelas 9C menulis ulang dari awal. Alasan penolakan karena tugas tidak dilubangi (diplong) dan tidak dimasukkan ke dalam map.

Menurut Sri Diana, keputusan tersebut disayangkan karena guru belum membaca maupun mengoreksi isi tugas siswa.

“Anak-anak langsung disuruh mengulang, padahal tugas sudah dikerjakan selama seminggu penuh,” katanya.

Ia mempertanyakan kejelasan instruksi di awal pemberian tugas. Menurutnya, tidak logis jika seluruh siswa dalam satu kelas melakukan kesalahan yang sama apabila ketentuan melubangi kertas dan menggunakan map telah disampaikan sejak awal.

“Kalau memang dari awal diwajibkan diplong dan dimasukkan ke map, rasanya tidak mungkin satu kelas melakukan kesalahan yang sama,” ujarnya.

Sri Diana mengaku telah mengonfirmasi permasalahan tersebut kepada pihak kepala sekolah. Namun, ia mendapat penjelasan bahwa kebijakan mengulang tugas dianggap sebagai bagian dari tujuan pembelajaran dan disebut sebagai bentuk hukuman

“Prinsip Dalam pembelajaran Mendalam , tidak ada konsep hukuman. Prinsipnya adalah Berkesadaan , bermakna, dan menggembirakan, ” katanya.

Ia menilai pendekatan tersebut tidak sejalan dengan prinsip pembelajaran yang menekankan kesadaran, kebermaknaan, dan suasana belajar yang menyenangkan.

“Faktanya, anak-anak justru merasa stres, kelelahan, bahkan ada yang menangis,” ungkapnya.

Menurut Sri Diana, persoalan utama bukan pada tugas mencatat, melainkan pada keputusan untuk mengulang seluruh tugas tanpa koreksi terlebih dahulu. 

Ia menilai solusi bisa dilakukan dengan meminta siswa melengkapi administrasi tugas tanpa harus menulis ulang keseluruhan isi.

Sri Diana berharap pihak sekolah dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan agar tidak berdampak pada kondisi psikologis siswa.

“Jika terjadi miskomunikasi, seharusnya bisa diklarifikasi bersama, bukan langsung membebani siswa dengan tugas ulang,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Kepala SMP Negeri 5 Lumajang belum memberikan keterangan resmi saat dimintai konfirmasi.(Imam).

Editor: Ayu 


© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved