-->

26/07/2026

Bukan Sekadar Pamer Kostum, Menpar Sebut JFC Adalah Kekuatan 'Soft Power' Indonesia



Jember, (Onenewsjatim)
– Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang dinilai berhasil membuktikan bahwa kreativitas daerah mampu menjadi kekuatan untuk membangun identitas bangsa, menggerakkan perekonomian, sekaligus membawa nama Indonesia ke panggung dunia.

Apresiasi tersebut disampaikan Widiyanti saat menghadiri Grand Carnival JFC 2026 di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (26/7/2026).

Menurut Widiyanti, JFC bukan sekadar pertunjukan busana, tetapi menjadi simbol lahirnya ide besar yang mampu memperkenalkan budaya Indonesia melalui kreativitas.

"Hari ini kita tidak hanya berkumpul untuk menyaksikan sebuah karnaval. Kita merayakan sebuah gagasan besar bahwa kreativitas adalah kekuatan yang mampu membangun identitas, menggerakkan perekonomian, dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia," ujar Widiyanti.

Ia menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Jember, Yayasan Jember Fashion Carnaval, serta seluruh pihak yang telah menjaga keberlangsungan JFC selama lebih dari dua dekade.

Widiyanti menilai kesuksesan JFC membuktikan bahwa karya berkelas dunia tidak harus lahir dari kota-kota besar. Menurutnya, visi almarhum Dynand Fariz berhasil mengubah jalanan Jember menjadi panggung internasional yang memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.

Saat ini, JFC telah menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) dan beberapa kali masuk dalam daftar Top 10 KEN Kementerian Pariwisata. Bahkan pada 2017, Presiden Republik Indonesia menetapkan Jember sebagai Kota Karnaval Dunia.

Dalam sambutannya, Widiyanti mengatakan setiap kostum yang ditampilkan peserta JFC bukan hanya karya seni, melainkan representasi sejarah, budaya, dan identitas bangsa yang dikemas secara kreatif.

"Yang sedang melintas bukan hanya kostum-kostum yang memukau, tetapi kisah Indonesia. Ada jejak peradaban, kearifan lokal, warisan budaya, dan identitas bangsa yang diterjemahkan menjadi karya kreatif kelas dunia," katanya.

Ia juga menyoroti kiprah JFC yang telah tampil di berbagai ajang internasional, seperti di London, New York, Seoul, Seychelles, Prancis, hingga sejumlah agenda dunia, termasuk G20 Indonesia dan ASEAN Summit. Selain itu, karya JFC turut mengantarkan Indonesia meraih penghargaan Best National Costume dalam berbagai kompetisi kecantikan internasional.

Menurut Widiyanti, pencapaian tersebut menunjukkan kekuatan soft power Indonesia melalui budaya dan kreativitas yang mampu menarik perhatian masyarakat dunia.

Di sisi lain, JFC juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pada penyelenggaraan tahun 2025, JFC berhasil menarik lebih dari satu juta pengunjung selama tiga hari pelaksanaan, termasuk wisatawan mancanegara dari Jepang, Singapura, dan Australia.

"Dunia mungkin datang ke Jember untuk menyaksikan sebuah karnaval, tetapi mereka pulang dengan membawa cerita tentang Indonesia," ujar Widiyanti.

Menutup sambutannya, Menteri Pariwisata berharap JFC terus melahirkan karya-karya kreatif yang mampu menginspirasi daerah lain sekaligus memperkuat citra Indonesia di mata dunia.(mam) 




28/06/2026

Festival Segoro Topeng Kaliwungu 2026 di Lumajang Tampilkan 500 Penari, Wisatawan Asing Terpukau


Lumajang (Onenewsjatim)
– Festival Segoro Topeng Kaliwungu kembali memukau ribuan pengunjung di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Minggu (28/6/2026). 

Pagelaran budaya yang menjadi bagian dari agenda Karisma Event Nusantara (KEN) itu menghadirkan tarian kolosal yang dibawakan sekitar 500 penari.

Mengusung tema "Lamadjang: The Land of Glory", pertunjukan tersebut mengangkat kisah lahirnya Negeri Lamadjang melalui perpaduan seni tari, musik, dan budaya khas Lumajang. 

Hamparan pasir hitam Pantai Watu Pecak menjadi panggung megah bagi ratusan penari yang tampil serempak dengan penuh semangat dan penghayatan.

Ribuan masyarakat memadati bibir pantai sejak pagi untuk menyaksikan pertunjukan. 

Antusiasme tidak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara asal Spanyol, Prancis, China, hingga Slovakia yang turut menikmati kemeriahan festival.

Salah seorang wisatawan asal Slovakia, Mery, mengaku terkesan dengan pertunjukan yang disaksikannya.

"Saya senang bisa menyaksikan langsung, karena pertunjukan ini sangat luar biasa. Semua penari ciliknya saya suka," ujarnya.

Festival tersebut melibatkan sekitar 500 penari dari jenjang SD, SMP, hingga SMA di Kabupaten Lumajang. Mereka menampilkan Tari Topeng Kaliwungu secara kolosal sebagai bentuk pelestarian budaya daerah.

Salah satu peserta, Jingga, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari pertunjukan tersebut.

"Senang sekali bisa tampil di Segoro Topeng Kaliwungu. Persiapannya cukup matang karena saya memang sudah lama ikut menari. Bagi saya, tampil seperti ini sudah menjadi kebiasaan," katanya.

Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan Festival Segoro Topeng Kaliwungu menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Lumajang di tingkat nasional melalui Karisma Event Nusantara.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat menjadi tanggung jawab bagi Kabupaten Lumajang untuk menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya tak benda yang dimiliki.

"Kami diberikan kesempatan oleh kementerian untuk memperkenalkan kisah-kisah Indonesia melalui budaya. Ini merupakan warisan budaya tak benda yang harus kami jaga kelestariannya dan terus kami kembangkan sebagai bentuk komitmen kami sebagai daerah penyelenggara KEN," ujar Bunda Indah 

Ia menegaskan, pelestarian Tari Topeng Kaliwungu akan terus diperkuat melalui dunia pendidikan agar generasi muda semakin mengenal budaya daerahnya.

"Kami akan terus mengembangkan Topeng Kaliwungu melalui sekolah-sekolah. Hari ini kita melihat sendiri anak-anak kelas 2 dan kelas 3 SD sudah mampu menampilkan tarian dengan sangat baik sekaligus memahami sejarahnya. Ini menjadi kebanggaan bagi kami," tambahnya 

Bunda Indah juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan yang hadir, termasuk tamu dari berbagai daerah seperti Bali maupun wisatawan mancanegara.

"Festival Segoro Topeng Kaliwungu tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu memperkuat sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Lumajang," Pungkasnya 




27/06/2026

Jembatan Kaca Bromo Skybreak Resmi Beroperasi, Destinasi Baru Penyangga Wisata Bromo


Probolinggo (Onenewsjatim)
– Destinasi wisata baru di kawasan penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru resmi hadir. Jembatan Kaca Seruni Point yang diberi nama Bromo Skybreak, berlokasi di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, resmi dibuka untuk umum, Sabtu (27/6/2026).

Jembatan kaca sepanjang 130 meter dengan ketinggian sekitar 83 meter itu menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama Gunung Bromo dari sudut pandang yang lebih menantang.

Presiden Direktur The Lawu Group, Parmin Sastro, mengatakan kehadiran Bromo Skybreak diharapkan menjadi destinasi wisata baru yang mampu memperkuat kawasan penyangga wisata Bromo Tengger Semeru.

"Ini menjadi destinasi baru penyangga wisata besar Bromo Tengger Semeru. Wisata-wisata besar biasanya memiliki kawasan penyangga, sehingga ketika wisatawan datang ke Bromo, mereka memiliki alternatif destinasi lain yang dapat dikunjungi," ujar Parmin saat peresmian.

Menurutnya, konsep wisata yang diusung berbeda dengan objek wisata lain di sekitar Bromo. Melalui jembatan kaca tersebut, pengunjung dapat menikmati panorama pegunungan dari ketinggian sekaligus merasakan sensasi memacu adrenalin.

"Ini cara baru menikmati keindahan Bromo dari ketinggian. Konsepnya memang berbeda dan menjadi wisata khusus bagi pencinta adrenalin," katanya.

Parmin menyebut Bromo Skybreak menjadi salah satu jembatan kaca dengan tingkat tantangan tertinggi di Indonesia. Ia membandingkannya dengan Jembatan Kaca Kemuning di Jawa Tengah yang memiliki ketinggian sekitar 40 meter.

"Kalau di Kemuning tingginya sekitar 40 meter, sedangkan di sini mencapai sekitar 83 meter sehingga sensasi adrenalinnya tentu jauh berbeda," ujarnya.

Dari sisi konstruksi, Bromo Skybreak dibangun menggunakan material laminated glass, yakni perpaduan kaca tempered dengan lapisan SentryGlass Plus (SGP) yang memiliki kekuatan tinggi.

Secara teknis, jembatan mampu menopang beban hingga enam ton atau setara sekitar 60 orang. Namun, pengelola membatasi jumlah pengunjung yang berada di atas jembatan maksimal sekitar 40 orang dalam satu waktu sebagai langkah menjaga keamanan dan kenyamanan.

"Nanti sistemnya bergantian. Ketika ada lima orang keluar, baru kita izinkan lima orang berikutnya masuk. Jadi jumlah pengunjung di atas jembatan tetap terkontrol," jelasnya.

Sementara itu, harga tiket masuk Bromo Skybreak ditetapkan sebesar Rp55 ribu per orang. Menurut Parmin, tarif tersebut masih tergolong terjangkau dibandingkan wisata jembatan kaca di sejumlah daerah maupun luar negeri.

"Saat ini tiketnya Rp55 ribu. Kalau dibandingkan dengan Bali bisa mencapai Rp150 ribu, bahkan di China juga lebih mahal. Kami ingin tetap terjangkau bagi wisatawan lokal," pungkasnya.

14/04/2026

Proyek JLKT Sepanjang 13 Km Resmi Dimulai, Fokus pada Wisata Berkelanjutan di Bromo


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Gubernur Jawa Timur secara resmi melakukan groundbreaking penataan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di kawasan (TNBTS), Kabupaten , Senin (13/4/2026).

Proyek ini diyakini menjadi langkah strategis dalam mentransformasi tata kelola kawasan wisata Bromo agar lebih tertib, aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Khofifah mengatakan, JLKT akan menjadi jalur penghubung antarwilayah di sekitar kaldera Bromo sekaligus alternatif distribusi wisatawan, sehingga tidak terjadi penumpukan di satu titik.

“Dengan adanya jalur ini, tekanan terhadap lingkungan bisa dikurangi dan manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, pembangunan JLKT merupakan sinergi antara TNBTS dan Kementerian Kehutanan dalam mengharmonisasikan daya dukung lingkungan dengan kekuatan budaya lokal, khususnya masyarakat Suku Tengger.

“Kita harmonisasikan antara kekuatan alam dan adat budaya Suku Tengger. Ini penting agar pelestarian kawasan tetap terjaga,” imbuhnya.

Penataan JLKT mencakup pembangunan jalur sepanjang sekitar 13 kilometer dengan lebar 18 meter. Fasilitas pendukung juga disiapkan, mulai dari tiga titik rest area, empat kantong parkir, hingga 9.725 patok pembatas jalur.

Selain itu, terdapat 60 sumur resapan yang dibangun sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan.

“Jalur ini tidak kita aspal, karena kita ingin menjaga daya dukung alam. Tapi fasilitas seperti rest area dan rest room tetap kita siapkan untuk kenyamanan wisatawan,” jelas Khofifah.

Ia menambahkan, pemerintah juga menyiapkan sumber air untuk mendukung operasional fasilitas tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah juga meresmikan sarana prasarana air bersih di kawasan Bromo. Tangki berkapasitas 12.000 liter disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 11.000 liter per hari.

Pasokan air tersebut bersumber dari mata air Pusung Jantur dan Widodaren, yang akan melayani kawasan rest area Watu Gede dan Cemoro Lawang.

“Ini bagian dari upaya kita meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan,” katanya.

Khofifah menegaskan bahwa pembangunan di kawasan konservasi harus dilakukan secara bijak, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, penguatan budaya, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin membangun Bromo dengan cara yang benar. Alamnya lestari, budayanya kuat, dan masyarakatnya sejahtera,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kawasan Bromo merupakan ruang hidup bersama yang mencakup kepentingan konservasi, adat, ekonomi, dan tanggung jawab negara.

Sementara itu, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan menyatakan bahwa JLKT menjadi langkah penting dalam memperkuat daya dukung lingkungan sekaligus menjaga harmoni dengan budaya lokal.

“JLKT ini bagaimana kita membangun harmoni dengan kekuatan adat dan budaya. Kita juga menyiapkan titik-titik yang menjadi kekuatan spiritual masyarakat Tengger,” ujarnya.

Menurutnya, desain JLKT telah direncanakan secara terintegrasi, termasuk dengan pengembangan UMKM, jalur wisata, dan fasilitas pendukung lainnya.

“Ini komitmen bersama agar kawasan ini bisa berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai yang ada,” pungkasnya. (Imam)

19/01/2026

Pajak Wisata Tumpak Sewu Naik Jadi Rp150 Juta per Bulan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pendapatan pajak Wisata Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang mengalami peningkatan signifikan dari sekitar Rp100 juta menjadi Rp150 juta per bulan. 

Kenaikan tersebut menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam membenahi tata kelola pariwisata yang lebih tertib dan transparan.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, lonjakan pendapatan pajak tersebut merupakan hasil dari penataan sistem pengelolaan dan penguatan pengawasan di kawasan wisata unggulan tersebut.

“Potensi daerah jika dikelola dengan sistem yang jelas dan diawasi secara konsisten akan memberikan manfaat fiskal yang kembali kepada masyarakat,” kata Bnda Indah, Senin (19/1/2026)

Ia menjelaskan, peningkatan pajak hingga 50 persen ini turut memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperluas kemampuan fiskal daerah dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan.

Bupati juga menegaskan bahwa pengelolaan Wisata Tumpak Sewu diarahkan pada prinsip keberlanjutan dengan menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kepatuhan terhadap regulasi.

"Pajak yang meningkat menunjukkan adanya kepatuhan dan rasa keadilan dalam pengelolaan. Ini penting agar pariwisata tidak hanya ramai, tetapi juga tertib dan memberikan nilai tambah yang nyata bagi daerah,” tegasnya.

Optimalisasi pajak tersebut diharapkan menjadi model pengelolaan potensi wisata lainnya di Kabupaten Lumajang guna mendorong kemandirian fiskal daerah.(Imam)

27/10/2025

Tumpak Sewu Dilirik Investor Asing, Pemkab Lumajang Rencanakan Pembangunan Lift Wisata


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Pesona Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, terus menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara. 

Bahkan, keindahan air terjun yang dijuluki Niagara-nya Indonesia itu memicu rencana ambisius pembangunan lift wisata menuju dasar air terjun.

Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si, atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengungkapkan bahwa akses menuju dasar Tumpak Sewu saat ini masih tergolong ekstrem dan hanya bisa dijangkau oleh pengunjung dengan kondisi fisik tertentu.

“Banyak wisatawan asing yang mengeluhkan sulitnya akses menuju dasar air terjun. Karena itu, ada harapan agar disediakan fasilitas yang lebih memudahkan, salah satunya lift wisata,” ujar Bunda Indah.

Menurutnya, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Tumpak Sewu sangat tinggi, terutama di akhir pekan. Tercatat sekitar 400 hingga 500 wisatawan asing berkunjung setiap harinya. Dari jumlah tersebut, sekitar separuhnya berasal dari Tiongkok (China).

“Wisatawan asal Tiongkok ini sangat antusias. Mereka bahkan menyampaikan keinginan agar ada fasilitas yang bisa memanjakan mereka menuju dasar air terjun,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bunda Indah menyebut sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta membuka peluang kerja sama dengan investor asal Tiongkok yang tertarik membangun fasilitas tersebut.

“Saya sudah menyampaikan aspirasi para wisatawan China ini ke Kementerian Pariwisata. Saat ini kami juga sedang menunggu data dan proposal resmi dari pihak investor untuk dilakukan verifikasi oleh kementerian,” ungkapnya.

Namun demikian, Bunda Indah menegaskan bahwa pembangunan fasilitas modern di kawasan wisata harus tetap memperhatikan keseimbangan alam dan karakteristik wisata petualangan yang menjadi daya tarik Tumpak Sewu.

“Wisatawan Eropa justru berbeda pandangan. Mereka lebih menyukai wisata yang alami, tanpa banyak sentuhan teknologi. Jadi kami harus bisa menyesuaikan antara kenyamanan dan kelestarian alam,” jelasnya.

Selain rencana pembangunan lift wisata, investor asal Tiongkok juga dikabarkan berminat membangun hotel berbintang di kawasan Pronojiwo untuk menunjang kebutuhan wisatawan mancanegara yang datang ke Lumajang.

“Rencananya, investor hotel berbintang ini akan datang ke Pronojiwo sekitar bulan November hingga Desember mendatang untuk survei lokasi,” pungkas Bunda Indah. (Imam)


25/10/2025

Taman Bunga Destinasi Baru di Lereng Semeru Daya Tarik Wisata Pronojiwo


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pesona wisata di Kabupaten Lumajang kian berkembang dengan munculnya destinasi baru yang memadukan keindahan alam dan kreativitas masyarakat.

Terbaru, sebuah taman bunga warna-warni yang terletak di kawasan Kali Kebo, Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, resmi diperkenalkan kepada publik dengan nama “Puspa Adi Warna”, yang berarti taman bunga bermacam warna.

Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar yang meresmikan langsung taman bunga tersebut mengapresiasi semangat warga setempat dalam mengelola potensi alam menjadi destinasi wisata yang menarik.

“Taman bunga ini bukan hanya cantik, tetapi juga simbol semangat dan kreativitas warga Pronojiwo dalam mengelola kekayaan alam menjadi daya tarik wisata. Saya juga sudah menyarankan beberapa tambahan seperti lampu-lampu dan dekorasi agar spot selfienya semakin indah dengan latar Gunung Semeru,” ujar Bunda Indah.

Menurutnya, keberadaan taman bunga di lereng Semeru ini sangat cocok dijadikan sebagai tempat rekreasi keluarga.

“Cocok sekali untuk wisata keluarga. Selain udara yang sejuk, pemandangannya juga luar biasa,” imbuhnya.

Sementara itu, Ciko, selaku pengelola sekaligus pemilik taman bunga, mengungkapkan bahwa destinasi miliknya kini mulai dikenal hingga ke mancanegara.

“Sekarang sedang booming di media China, mereka menyebutnya ‘lautan bunga’, apalagi dengan view Gunung Semeru yang jadi latar belakangnya,” ujarnya.

Ciko menjelaskan, harga tiket masuk untuk wisatawan lokal dibanderol Rp10.000, sedangkan wisatawan asing dikenakan Rp20.000. 

Ke depan, pihaknya juga tengah mengembangkan kawasan sekitar taman bunga dengan konsep wisata terpadu yang memadukan spot sunrise, camping ground, dan glamping.

“Kami ingin membuat satu paket wisata lengkap mulai dari Taman Bunga, sunrise Pronojiwo, hingga area glamping dan campervan. Jadi wisatawan bisa bermalam di sini agar bisa menikmati keindahan matahari terbit yang menakjubkan,” ungkapnya.

Selain menjadi daya tarik wisata baru, keberadaan Taman Bunga Puspa Adi Warna juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lumajang.

“Alhamdulillah, taman bunga ini sudah terdaftar di BPRD. Harapannya bisa ikut menaikkan PAD dari sektor pariwisata di wilayah Pronojiwo,” pungkas Ciko.

Dengan konsep wisata alam yang menonjolkan keindahan panorama Gunung Semeru serta potensi sunrise dan sunset yang memukau, Taman Bunga Puspa Adi Warna diyakini akan menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Lumajang.


19/08/2025

150 Pemandu Wisata di Lumajang Resmi Bersertifikat, Pemkab Dorong Profesionalisme Pariwisata


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Pemerintah Kabupaten Lumajang mencatat kemajuan signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor pariwisata. 

Salah satu langkah strategis yang menonjol adalah program sertifikasi pemandu wisata, yang telah berhasil meluluskan sekitar 150 pemandu dengan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam satu tahun terakhir.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan wisata di berbagai destinasi unggulan di Lumajang.

"Ini capaian yang menggembirakan dan menunjukkan komitmen kuat kami dalam mencetak pemandu wisata profesional yang siap memberikan pelayanan terbaik," ujar Yuli.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar pemandu bersertifikat berasal dari kawasan Pronojiwo, salah satu destinasi wisata utama di Lumajang yang dikenal dengan keindahan alam dan tingginya arus kunjungan wisatawan.

"Guide yang bersertifikasi paling banyak berada di Pronojiwo, mengingat tingginya kunjungan wisatawan di sana dan pentingnya pelayanan profesional di kawasan tersebut,” tambahnya.

Yuli menjelaskan bahwa kesuksesan ini tak lepas dari berbagai program pelatihan dan pendampingan terstruktur yang dilakukan pemerintah daerah. Para pemandu wisata tidak hanya dilatih untuk memenuhi standar kompetensi, tetapi juga dibekali pemahaman tentang kearifan lokal dan karakteristik destinasi.

“Sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan bahwa pemandu wisata memiliki kemampuan komunikasi, pengetahuan budaya, dan keterampilan pelayanan yang memadai,” jelasnya.

Untuk mendukung keberlanjutan program ini, Pemkab Lumajang secara aktif terus menambah kuota sertifikasi setiap tahun. Upaya ini menyasar para pemandu yang berada di kawasan wisata baru maupun wilayah potensial yang sedang berkembang.

“Kami ingin memastikan seluruh wilayah wisata di Lumajang memiliki pemandu yang profesional dan terstandarisasi,” tegas Yuli.

Yuli Harismawati juga menekankan bahwa peningkatan jumlah pemandu wisata bersertifikat memberikan dampak nyata terhadap kepuasan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara yang menuntut standar pelayanan internasional.

“Kami percaya, pemandu wisata yang kompeten akan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan,” ujarnya.

Lebih dari itu, program ini juga mendorong pemberdayaan pemandu lokal agar semakin mandiri dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin membangun pemandu wisata yang tidak hanya mengenal destinasi, tapi juga mampu menjadi duta budaya yang mengangkat citra Lumajang,” tutupnya.

Dengan fokus pada peningkatan kapasitas SDM pariwisata, Pemerintah Kabupaten Lumajang optimistis bahwa sektor pariwisata akan berkembang secara berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat luas bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat.


09/08/2025

Keindahan Alam Lumajang Jadi Latar Film Horor "Lastri Kembang Desa", Dibintangi Deretan Aktor Ternama



Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kabupaten Lumajang kembali menjadi sorotan nasional dengan hadirnya produksi film berjudul Lastri Kembang Desa, karya sutradara Hendry Tivo yang juga merupakan putra daerah. 

Syuting film ini dilakukan di berbagai lokasi ikonik Lumajang selama 15 hari, terhitung sejak Sabtu, 26 Juli hingga Minggu, 10 Agustus 2025.

Diproduksi bersama Abelle Pictures, film ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris papan atas seperti Gary Ishak, Hana Saraswati, Deby Sahertian, Audy Bella, Dodit Mulyanto, Ingrid Widjanarko, Ecy Mlano, dan Ratu Meta.

Syuting dilakukan di sejumlah lokasi yang memiliki nilai estetika dan budaya tinggi, seperti Ranu Bedali, Pabrik Gula Djatiroto, hingga rumah-rumah warga di Kelurahan Jogoyudan. 

Lokasi lain yang menjadi latar film ini antara lain Pesona Cottage Desa Lempeni, Jembatan Lempeni, Kali Mujur Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Perempatan ST Kota Lumajang, Makam Kebonagung, Kampung Kebonagung Kecamatan Sukodono, Café Telang Kelurahan Jogotrunan, serta rumah Pak Ngateman dan Pak Agung yang berada di Kecamatan Tempeh.

Sutradara Hendry Tivo mengatakan bahwa ide membawa cerita ini ke tanah kelahirannya sudah lama ia impikan. 

Menurutnya, Lumajang memiliki kekayaan budaya dan alam yang luar biasa yang layak untuk diperkenalkan ke masyarakat luas melalui film.

“Lumajang itu kaya potensi, dari budaya, manusia, sampai alamnya. Film ini jadi bentuk cinta saya pada tanah kelahiran,” ujar Hendry saat ditemui di lokasi syuting, Sabtu (9/8/2025).

Lastri Kembang Desa bercerita tentang arwah seorang gadis desa bernama Lastri yang mencari tahu siapa pelaku pemerkosaan terhadap dirinya. 

Dengan pendekatan drama misteri, film ini tidak hanya menyajikan ketegangan cerita, tetapi juga menampilkan keindahan dan kearifan lokal Lumajang.

“Alasan syuting di Lumajang, saya sebagai putra daerah yang lahir dan besar di sini mempunyai keinginan besar agar Lumajang bisa lebih dikenal. Karena Lumajang punya potensi besar, terutama di sektor pariwisata,” lanjutnya.

Hendry berharap kehadiran film ini bisa memberikan lebih dari sekadar hiburan. Ia ingin film ini menjadi sarana untuk memperkuat branding Lumajang sebagai daerah yang punya pesona visual dan nilai budaya yang kuat di mata publik.

“Kami ingin masyarakat Indonesia tahu bahwa Lumajang punya keindahan yang belum banyak dieksplorasi. Lewat film ini, saya ingin mengajak penonton mengenal Lumajang lebih dalam,” pungkas Hendry.

28/07/2025

Wabup Lumajang Resmikan Agrowisata Bukit Cenggolo, Dorong Setiap Desa Miliki Destinasi Wisata Unggulan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, secara resmi melauching destinasi wisata baru Agrowisata Bukit Cenggolo yang berlokasi di Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Senin (28/7/2025). 

Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pariwisata desa berbasis potensi lokal.

Yudha menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Desa Wonokerto yang telah mampu memanfaatkan tanah kas desa menjadi kawasan wisata produktif.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Desa Wonokerto yang sudah mengambil potensi alam yang indah sekali. Ini tanah kas desa dan diperuntukkan untuk wisata desa Bukit Cenggolo,” ujar Yudha.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong setiap desa untuk mengembangkan sektor wisata sebagai bagian dari strategi pemerataan ekonomi daerah.

“Kami sudah mengimbau di masing-masing desa untuk mempunyai satu desa satu wisata agar supaya perekonomian yang ada di Kabupaten Lumajang ini bisa terus berkelanjutan lebih baik lagi,” tambahnya.

Menurut Yudha, Agrowisata Bukit Cenggolo memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, termasuk rencana pembangunan fasilitas glamping (glamour camping) dengan panorama kota Lumajang yang memikat, terutama di malam hari.

“Support dari Pemerintah Kabupaten Lumajang ke wisata Cenggolo ini, ke depan kita ingin punya glamping yang bisa menikmati view kota Lumajang dari sini. Ini kalau malam luar biasa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wonokerto, H. Tupin, mengungkapkan bahwa pengembangan kawasan Bukit Cenggolo juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional dan prioritas daerah.

“Motivasi kami adalah mendukung astacita Bapak Presiden Republik Indonesia terkait dengan ketahanan pangan dan juga mendukung program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Lumajang tentang satu desa satu wisata,” ungkap Tupin.

Agrowisata Bukit Cenggolo sendiri memiliki berbagai fasilitas seperti kolam pemancingan air tawar, kafe Bukit Cenggolo, wahana permainan anak, hingga spot city lake view yang menyajikan pemandangan lampu kota Lumajang di malam hari.

Dalam hal pengelolaan, wisata ini dijalankan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wonokerto melalui unit usaha pariwisata yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Harapan kami ke depan, ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lumajang terkait master plan secara utuh sehingga pengembangan jangka panjang dapat terlaksana dengan baik,” H. Tupin.

Dengan kehadiran Agrowisata Bukit Cenggolo, diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah, sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lumajang melalui sektor pariwisata. (Imam)

30/06/2025

Wamenparekraf Kunjungi Tumpak Sewu, Pastikan Tidak Ada Lagi Pungli


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Ni Luh Putu Elva Puspa Dewi, melakukan kunjungan kerja ke Air Terjun Tumpak Sewu yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, pada Minggu (29/6/2025). 

Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan bahwa praktik pungutan liar (pungli) yang sempat ramai dikeluhkan wisatawan kini telah diberantas.

“Saya pastikan tidak ada lagi pungli. Semuanya sudah satu pintu, dan ini sudah sangat baik,” ujar Ni Luh kepada awak media di Pantai Selatan.

Ni Luh menjelaskan bahwa awal tahun lalu, dirinya menerima banyak laporan melalui pesan langsung (DM) Instagram mengenai praktik pungli di Tumpak Sewu. Menindaklanjuti arahan langsung dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pihaknya segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Deputi terkait untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Waktu itu saya langsung minta Pak Deputi berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Syukurlah, sudah ada kesepakatan antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, sehingga sekarang tidak ada lagi pungutan berkali-kali. Tiket masuk hanya dibayar sekali, melalui satu pintu saja, baik dari arah Lumajang maupun Malang,” tegasnya.

Selain soal pungli, Wamenparekraf juga mengapresiasi sistem keamanan dan keselamatan yang kini diterapkan di Tumpak Sewu. Ia menyebut keberadaan ruang pemantauan (war room) dengan sistem CCTV yang memantau setiap sudut destinasi sebagai langkah maju dalam pengelolaan wisata alam.

“Saya sangat senang karena mereka punya sistem pemantauan yang baik. Ada CCTV yang bisa memantau hingga ke bawah air terjun. Ini penting untuk memastikan tidak ada pungli, dan juga untuk keselamatan pengunjung jika debit air sedang tinggi,” ujarnya.

Elva juga menekankan pentingnya perhatian terhadap aspek keamanan, kenyamanan, dan keselamatan di setiap destinasi wisata, terlebih selama masa liburan sekolah. 

Ia menyebut bahwa Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengeluarkan surat edaran yang meminta pemerintah daerah serta pengelola destinasi untuk memastikan standar keamanan diterapkan secara menyeluruh.

“Kami ingin hal-hal baik seperti ini diterapkan juga di destinasi wisata lainnya, baik alam maupun buatan. Ini adalah tanggung jawab bersama agar wisatawan bisa berwisata dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (Imam)

02/05/2025

Daop 9 Jember: Menjelajah Surga Wisata Eksotis di Ujung Timur Jawa dengan Kereta Api


Jember, (Onenewsjatim) –
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi 9 (Daop 9) Jember menghadirkan layanan transportasi yang tak hanya efisien, namun juga menyuguhkan pesona alam luar biasa di kawasan timur Jawa. 

Membentang dari Stasiun Pasuruan hingga Ketapang, Banyuwangi, jalur ini menjadi akses vital yang menghubungkan lima kabupaten/kota di wilayah yang dikenal sebagai "Tapal Kuda", yaitu Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

Setiap harinya, Daop 9 mengoperasikan 24 perjalanan kereta api dengan rute lokal maupun antarkota, menghadirkan kemudahan mobilitas sekaligus mempromosikan potensi wisata daerah. Jalur ini tak hanya menjadi sarana transportasi, melainkan juga jendela panorama alam yang membentang dari gunung hingga pesisir.

"Daop 9 memainkan peran strategis dalam mendukung konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta pariwisata lokal," ujar Cahyo Widiantoro, Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember. 

Ia menambahkan, perjalanan kereta di wilayah ini menawarkan kenyamanan sekaligus pengalaman visual yang mengesankan.

Pemandangan sepanjang lintasan dihiasi oleh lanskap alam menawan seperti Gunung Semeru, Arjuno, hingga Ijen. Hamparan sawah hijau, aliran sungai, dan perbukitan turut mempercantik jalur rel yang dilalui.

Setiap daerah yang dilewati memiliki destinasi unggulan tersendiri, seperti:

Pasuruan: Taman Safari Prigen dan jalur ke Gunung Bromo melalui Tosari.

Probolinggo: Air Terjun Madakaripura dan akses utama ke Bromo.

Lumajang: Tumpak Sewu dan Ranu Kumbolo, favorit para pendaki Semeru.

Jember: Pantai Papuma dan Jember Fashion Carnaval yang bertaraf internasional.

Banyuwangi: Kawah Ijen dengan fenomena api biru, Pantai Pulau Merah, serta Taman Nasional Baluran.

Penumpang bisa menikmati keindahan ini melalui berbagai layanan kereta yang melewati wilayah Daop 9, antara lain:

KA Mutiara Timur (Ketapang – Surabaya Pasarturi)

KA Blambangan Ekspres (Ketapang – Pasarsenen)

KA Pandalungan (Jember – Gambir)

KA Ijen Ekspres (Ketapang – Malang)

KA Wijayakusuma (Ketapang – Cilacap)

KA Ranggajati (Jember – Cirebon)

KA Logawa (Ketapang – Purwokerto)

KA Probowangi (Ketapang – Surabaya Gubeng)

KA Tawang Alun (Ketapang – Malang via Jember)

KA Sritanjung (Ketapang – Lempuyangan)

Ragam pilihan ini memungkinkan wisatawan dari berbagai penjuru, mulai dari Jakarta hingga Yogyakarta dan Cilacap, menjelajahi kekayaan alam dan budaya di ujung timur Jawa dengan mudah dan terjangkau.

Tak hanya meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas, kehadiran Daop 9 juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pelaku UMKM, penyedia jasa wisata, serta sektor kuliner dan transportasi lokal turut merasakan dampak positifnya.

“Kereta api bukan sekadar sarana angkut, tapi juga penghubung budaya, pemantik geliat pariwisata, serta penggerak ekonomi kerakyatan,” tutur Cahyo.

PT KAI Daop 9 Jember berkomitmen terus meningkatkan mutu pelayanan serta menjalin sinergi dengan sektor pariwisata dan pemerintah daerah. 

Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, kawasan Tapal Kuda siap menyambut lebih banyak wisatawan dan memperluas peluang ekonomi di wilayah timur Pulau Jawa. (Imam)

23/03/2025

Masjid Baitur Rohman Lumajang, Saksi Bisu Penyebaran Islam dengan Arsitektur Khas


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Jejak perkembangan Islam di Nusantara dapat ditelusuri melalui sebuah masjid bersejarah di Lumajang, Jawa Timur. Masjid Baitur Rohman, yang terletak di Dusun Munder, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, menjadi bukti bisu perjalanan dakwah Islam di wilayah tersebut.

Masjid yang diperkirakan berdiri sejak tahun 1911 ini, menampilkan arsitektur unik yang didominasi oleh penggunaan kayu, memberikan kesan kuno dan otentik. 

Salah satu ciri khasnya adalah sembilan kubah berbentuk pot bunga yang dihiasi dengan besi menjulang ke langit, melambangkan Wali Songo, para penyebar agama Islam di Jawa.

Selain itu, masjid ini memiliki enam pintu berukuran sama di bagian depan dan ruang imam, yang diyakini menggambarkan rukun iman. 

Di bagian depan masjid, terdapat kentongan raksasa dari kayu, warisan dari para pendiri masjid. Keunikan lainnya adalah banyaknya kusen pintu di dalam masjid, menciptakan kesan labirin yang menarik.

Menurut sejarah, masjid ini awalnya dibangun oleh Kyai Usman, seorang tokoh penyebar Islam di Lumajang, sebagai tempat berdakwah kepada masyarakat setempat pada masa penjajahan Belanda. Seiring bertambahnya jumlah murid, masjid ini direnovasi pada tahun 1923-1933 oleh Kyai Suhaemi.

Menariknya, sejak renovasi terakhir pada tahun 1933, masjid ini belum pernah mengalami renovasi lagi. 

Pengurus masjid menyatakan bahwa struktur bangunan dan bahan yang digunakan sangat kokoh, sehingga masjid ini tetap berdiri kokoh hingga saat ini.

"Kami ingin menjaga nilai historis dan religius yang terkandung dalam bangunan masjid ini," ujar Yoyon Sudarmanto, Seksi Humas Masjid Baitur Rohman.

Saat ini, masjid ini masih aktif digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan, seperti salat berjamaah, majelis taklim, pembacaan selawat rutin, dan tadarus selama bulan Ramadan. 

Di bagian belakang masjid, terdapat makam para pendiri masjid, termasuk Kyai Usman, Kyai Suhaemi, dan Kyai Sujak, serta keluarga mereka. (Imam)

15/03/2025

Tarif Baru Tumpak Sewu: Wisatawan Lokal & Mancanegara Bayar Rp 100 Ribu


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Kabar terbaru bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan Air Terjun Tumpak Sewu di Lumajang, Jawa Timur. Mulai Jumat, 14 Maret 2025, tarif tiket masuk ke destinasi wisata alam ini mengalami perubahan

Perubahan ini terjadi setelah adanya penggabungan tiket antara Tumpak Sewu dan Grojogan Sewu, menyusul konflik antara pengelola kedua objek wisata tersebut beberapa waktu lalu.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengungkapkan bahwa harga tiket untuk pengunjung domestik kini ditetapkan sebesar Rp 100.000, sebuah lonjakan signifikan dibandingkan tarif sebelumnya yang hanya Rp 10.000.

Sementara itu, tarif bagi wisatawan mancanegara tetap tidak berubah, yakni Rp 100.000 per orang. 

"Tarifnya tetap sama, baik untuk wisatawan lokal maupun internasional," kata Indah.

Ia juga menambahkan bahwa harga tiket tersebut sudah mencakup biaya parkir untuk setiap pengunjung. 

"Seharusnya tetap termasuk biaya parkir," lanjutnya.

Terkait pengaturan loket setelah penerapan kebijakan satu tiket untuk Tumpak Sewu, Indah menegaskan bahwa pihak pemerintah daerah tidak akan campur tangan. 

"Kami tidak ikut campur dalam penempatan loket, itu sepenuhnya urusan pengelola wisata Tumpak Sewu," jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lumajang terpaksa menutup akses ke kawasan wisata Grojogan Sewu pada Minggu, 9 Maret 2025, akibat terjadinya sengketa antara oknum pengelola. Akibatnya, nama Grojogan Sewu kini telah resmi dihapus, dan seluruh fokus kini beralih sepenuhnya pada nama Tumpak Sewu.(Imam)

10/03/2025

Bupati Lumajang Usulkan Raperda Tata Kelola Wisata, Grojogan Sewu Ditutup Sementara


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Lumajang mengalami peningkatan yang signifikan. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengungkapkan bahwa terjadi lonjakan sebesar 180 persen dalam kunjungan wisatawan. Namun, di balik pertumbuhan yang pesat ini, terdapat tantangan yang perlu segera diatasi.

Usai rapat paripurna di kantor DPRD Lumajang, Senin (10/3/2025), Bupati yang akrab disapa Bunda Indah ini menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan segera mengajukan rancangan peraturan daerah (raperda) terkait tata kelola destinasi wisata.

"Setelah saya evaluasi dan cek kembali, ternyata kita tidak memiliki peraturan daerah yang mengatur tata kelola destinasi wisata di Kabupaten Lumajang," ujar Bunda Indah.

Bunda Indah menjelaskan bahwa setelah melakukan evaluasi, pihaknya menyadari bahwa Kabupaten Lumajang belum memiliki Perda yang mengatur tentang pengelolaan destinasi wisata. 

“Setelah saya evaluasi, saya cek kembali, ternyata kita belum memiliki peraturan daerah yang mengatur tata kelola destinasi wisata di Kabupaten Lumajang. Apakah itu destinasi wisata yang asetnya Pemda maupun yang di luar Pemda, itu harus kita atur,” ujar Bunda Indah.

Ia juga menambahkan bahwa pengaturan destinasi wisata ini sangat penting karena merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah.

"Ini wilayah Kabupaten Lumajang, dan tentu pemerintah daerah harus menjadi pihak yang bertanggung jawab untuk mengatur dan meregulasi semua aspek pemerintahan, penyelenggaraan pemerintahan, dan kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bunda Indah mengungkapkan tekadnya untuk segera mengajukan rancangan Perda mengenai tata kelola destinasi wisata tersebut. Ia berharap langkah ini dapat membantu pengelolaan sektor pariwisata yang lebih terstruktur dan bermanfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Selain itu, Bunda Indah juga mengumumkan langkah penutupan sementara destinasi wisata Grojogan Sewu sebagai upaya menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat. Langkah ini diambil setelah adanya diskusi dengan pihak terkait, termasuk Kapolres, Dandim, dan Kajari, yang juga telah diberitahu mengenai keputusan tersebut. 

“Penutupan sementara Grojogan Sewu ini saya ambil untuk menjaga ketentraman dan ketertiban umum. Kami sudah berdiskusi dengan Kapolres, Dandim, dan Kajari mengenai hal ini,” jelasnya.

Namun, destinasi wisata Tumpaksewu akan tetap dibuka dengan pendampingan dari pemerintah daerah untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung. 

“Grojogan Sewu kita tutup sementara, dan Tumpaksewu kita buka dengan pendampingan dari pemerintah daerah,” pungkas Bunda Indah

09/03/2025

Grojogan Sewu Lumajang Ditutup Sementara: Ini Alasan Pemkab dan Status Tumpak Sewu


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Pemerintah Kabupaten Lumajang secara resmi menutup sementara objek wisata Grojogan Sewu yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Keputusan tersebut dituangkan dalam surat bernomor 500.13/50/427.12/2025 yang ditandatangani oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, pada Minggu (9/3/2025). Surat itu ditujukan kepada pengelola wisata Grojogan Sewu serta Tumpak Sewu.

Dalam surat tersebut, terdapat dua poin utama yang disampaikan. Pertama, pemerintah daerah menginstruksikan penutupan sementara wisata Grojogan Sewu yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Kami meminta agar wisata Grojogan Sewu yang saat ini dikelola segera ditutup sementara," demikian isi surat yang ditandatangani oleh Bupati Indah Amperawati.

Selain itu, dalam poin kedua, pengelolaan destinasi wisata Tumpak Sewu yang selama ini ditangani oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), untuk sementara waktu akan berada di bawah pendampingan pemerintah daerah.

"Untuk pengelolaan wisata Tumpak Sewu, sementara ini akan didampingi langsung oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang," lanjut isi surat tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, membenarkan kebijakan ini. Menurutnya, penutupan Grojogan Sewu dilakukan karena adanya kendala dalam pengelolaan dan sumber daya manusia (SDM) di lokasi tersebut.

"Saat ini Grojogan Sewu sedang dalam tahap penataan terkait SDM dan sistem pengelolaannya. Sementara itu, Tumpak Sewu tetap beroperasi dengan pendampingan dari pemerintah daerah," jelas Yuli.

Sebagai informasi, Grojogan Sewu dan Tumpak Sewu merupakan destinasi wisata yang berada di kawasan Sungai Glidik, yang menjadi batas alami antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. 

Perbedaannya terletak pada pengelolaan, di mana Grojogan Sewu berada di bawah BUMDes, sementara Tumpak Sewu dikelola oleh Pokdarwis. (Imam)

29/01/2025

Polres Probolinggo Tingkatkan Pengamanan di Bromo saat Libur Panjang


Probolinggo, (Onenewsjatim)
- Libur panjang memperingati Isra Miraj dan Tahun Baru Imlek banyak dimanfaatkan wisatawan untuk liburan ke Gunung Bromo. 

Sebelumnya wisata Gunung Bromo ditutup hingga Selasa (28/1/2025) dikarenakan terdapat acara masyarakat suku Tengger yakni Penutupan Wulan Kapitu. 

Pasca kembali dibuka pada Rabu dini hari, Polres Probolinggo Polda Jatim menyiagakan anggota Satlantas, Satpamobvit dan anggota Polsek dengan dibantu pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. 

Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana melalui Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bita Kumala mengatakan penyiagaan anggota di pintu masuk cemoro lawang untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas saat wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk wisatawan. 

"Hari ini Rabu tanggal 29 Januari 2025 sekitar pukul 00.10 Wib, anggota Polres Probolinggo melaksanakan pengamanan di pintu masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru," kata Kapolsek Sukapura. 

Lebih lanjut Kapolsek Sukapura memastikan bahwa situasi Gunung Bromo, saat kunjungan wisawatan selama libur panjang tetap kondusif. 

Kapolsek Sukapura juga menegaskan,setiap akhir pekan dan libur panjang, petugas kepolisian dari Polres Probolinggo Polda Jatim selalu siaga untuk mengamankan wisata Gunung Bromo.

"Apabila terdapat gangguan segera melaporkan kepada petugas yang berada di lokasi," ucap Kapolsek Sukapura. (Imam)

05/01/2025

Niagara-nya Indonesia, Tumpak Sewu Tawarkan Pesona Alam yang Mengagumkan


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Siapa yang tak terpukau dengan keindahan alam Indonesia? Salah satu destinasi yang wajib Anda kunjungi adalah Air Terjun Tumpak Sewu. Dikenal sebagai "Niagara-nya Indonesia", air terjun ini menawarkan pemandangan spektakuler yang tak akan Anda lupakan.

Dengan ketinggian sekitar 120 meter dan aliran air yang deras membentang hingga 180 derajat, Tumpak Sewu menghadirkan panorama alam yang sangat memukau. 

Suara gemuruh air yang jatuh menghantam bebatuan, semilir angin sejuk yang membawa aroma alam, serta keindahan pelangi yang kerap muncul di balik butiran air, menciptakan harmoni alam yang sempurna. 

Banyak wisatawan yang terpesona dengan keindahan Tumpak Sewu. Dimas dan Dwi, dua pengunjung asal Sidoarjo, mengungkapkan kekaguman mereka saat pertama kali mengunjungi tempat ini. 

"Perjalanan yang cukup menantang terbayar lunas begitu melihat langsung keindahan Tumpak Sewu," ujar Dimas.

Ia mengaku sangat terkesan dengan keindahan Tumpak Sewu. 

"Ini pengalaman yang tak terlupakan," ujar Dimas. Mereka berdua berharap fasilitas di kawasan wisata ini dapat terus ditingkatkan, misalnya dengan adanya wahana flying fox.

Sekarang, wisatawan bisa menikmati keindahan alam Tumpak Sewu dengan harga terjangkau, yaitu 10 ribu per wahana/wisata. Wisatawan lokal hanya perlu membayar 10 ribu untuk mengakses Grojogan Sewu dan Goa Tetes, sementara wisatawan mancanegara membayar 100 ribu untuk mengakses ketiga destinasi wisata tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, memastikan tidak akan ada lagi pungutan liar. 

"Kami ingin memberikan kenyamanan bagi para wisatawan," ujarnya. (Imam)

24/12/2024

Gunung Semeru Kembali Dibuka, Pendakian Dibatasi Sampai Ranu Kumbolo


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Setelah penantian panjang, para pendaki akhirnya bisa kembali menaklukkan Gunung Semeru. Jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa ini resmi dibuka kembali pada Senin (23/12/2024).

Namun, terdapat beberapa pembatasan yang perlu diperhatikan. Pendakian hanya diperbolehkan sampai Ranu Kumbolo mengingat aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang masih fluktuatif. 

Keputusan ini diambil setelah berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, secara langsung membuka kembali jalur pendakian ini. Ia juga telah melakukan pengecekan jalur mulai dari Ranupani sampai Ranu Kumbolo dan memastikan kondisi jalur pendakian dalam keadaan baik. 

Meski begitu, para pendaki tetap diimbau untuk berhati-hati karena masih terdapat beberapa bagian jalur yang perlu perbaikan.

Raja Juli mengatakan, sepanjang jalan menuju Ranu Kumbolo masih banyak semak belukar karena sudah bertahun-tahun tidak dilintasi.

"Selain itu masih ada tebing-tebing yang terkikis air hujan. Tapi secara umum perjalanan baik dan bisa dipakai oleh para pendaki," kata Raja Juli di Ranupani, Senin (23/12/2024). 

Dibukanya ini, setelah ada keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang masih fluktuatif.

Raja Juli Antoni, menjelaskan bahwa pembatasan ini bertujuan untuk menghindari potensi bahaya yang dapat mengancam para pendaki. Zona berbahaya berada di sekitar Kali Mati, yang merupakan radius 3,5 kilometer dari puncak Mahameru. Sehingga pendakain di batasi hanya sampai Ranu Kumbolo.

"Kami sudah koordinasi dengan PVMBG, rekomendasinya 3,5 kilometer dari mahameru atau persisnya di Kali Mati, jadi kami berkebijakan pendakian hanya sampai Ranu Kumbolo," jelasnya.

Raja Yuli menuturkan, untuk mengantisipasi pendaki yang nakal akan menempatkan petugas untuk berjaga di Ranu Kumbolo agar untuk mengawasi agar tidak ada pendaki yang melanggar dengan naik ke Kalimati.

"Kami menghimbau kepada para pendaki untuk tertib, yang terpenting adalah kesadaran kita, mari kita nikmati keindahan Semeru dengan riang gembira," pungkasnya.

Syarat pendakian, para calon pendaki juga diminta menunjukkan surat keterangan sehar dari rumah sakit, Puskesmas, dokter, atau perawat yang tersertifikasi.

Para pendaki juga diwajibkan untuk menggunakan jasa pendamping yang tergabung dalam kelompok pendamping pendakian Gunung Semeru.

"Persyaratannya wajib dipenuhi seperti surat sehat, wajib pakai pendamping yang sudah kami sediakan, dan pendakian hanya boleh sampai Ranu Kumbolo," jelas Yuli.

Jumlah pendaki yang diperbolehkan naik setiap harinya dibatasi sebanyak 200 orang. Nantinya, calon pendaki bisa memesan tiket via online melalui situs wisata pendakian Gunung Semeru. (Imam) 


19/12/2024

Viral Pungli Berlapis di Tumpak Sewu Lumajang, Wisatawan Merasa Diperas


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Keindahan Air Terjun Tumpak Sewu kembali menjadi sorotan, namun kali ini bukan karena pesonanya yang memukau, melainkan karena dugaan praktik pungutan liar yang meresahkan wisatawan. 

Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan seorang pengunjung yang dipaksa membayar tiket masuk sebanyak tiga kali saat mengunjungi destinasi wisata tersebut.

Dalam video tersebut, sang wisatawan mengungkapkan kekecewaannya karena harus merogoh kocek lebih dalam hanya untuk menikmati keindahan alam. 

“Saya datang berdua, tapi harus bayar tiga tiket. Bayar di awal, bayar lagi di tengah, dan bayar lagi di dekat air terjun. Ini sangat merugikan,” keluhnya.

Perekam video juga memperlihatkan saat seorang pria sedang berdebat dengan pengelola wisata. Pria itu protes lantaran wisatawan dipaksa membayar sebanyak tiga kali.

Praktik pungli berlapis ini tentu saja mengundang kecaman dari berbagai pihak. 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, mengakui adanya permasalahan tersebut dan berjanji akan segera mengambil tindakan. 

“Kami akan mengumpulkan semua pihak terkait untuk membahas masalah ini dan mencari solusi terbaik,” tegasnya.

Yuli menjelaskan bahwa seharusnya wisatawan hanya perlu membayar tiket masuk sekali di gerbang utama Desa Sidomulyo. Pihaknya juga tengah berupaya untuk menerapkan sistem tiket elektronik (e-ticketing) bersama dengan Kabupaten Malang agar lebih transparan dan efisien.

Selain itu, Yuli juga menyoroti masalah penarikan tiket oleh masyarakat di area sungai yang berada di wilayah Kabupaten Malang. 

"Penarikan tiket di area sungai oleh masyarakat Kabupaten Malang tidak dibenarkan dan sudah ada peringatan dari PU SDA Provinsi Jawa Timur," ungkapnya

Kasus pungli di Tumpak Sewu ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk lebih serius dalam mengawasi pengelolaan destinasi wisata. Praktik pungli tidak hanya merugikan wisatawan, tetapi juga merusak citra pariwisata daerah.(Imam)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved