-->

06/05/2026

Dalam 4 Hari, Tiga Warga Jadi Korban Begal di Lumajang, Satu Meninggal Dunia


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Aksi pencurian dengan kekerasan atau begal di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir kian meresahkan warga. Dalam kurun waktu 96 jam atau empat hari, sedikitnya tiga orang menjadi korban kejahatan jalanan tersebut. Bahkan, satu korban dilaporkan tewas.

Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (2/5/2026) malam di Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto. Korban bernama Meta Anugerah Ayu, warga Kabupaten Jember, saat itu berhenti di pinggir jalan untuk mengenakan mantel karena hujan.

Tak lama kemudian, dua orang pelaku datang sambil mengacungkan senjata tajam jenis celurit dan merampas sepeda motor milik korban.

Aksi serupa kembali terjadi di lokasi yang sama pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Korban kali ini adalah Anisa, seorang penjual sayur asal Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto.

Saat itu, korban tengah dalam perjalanan menuju pasar untuk berjualan. Namun nahas, ia ditemukan warga dalam kondisi tidak bernyawa di tepi Jalan Nasional Jember-Lumajang, dengan luka bacok di bagian kepala. Sepeda motor korban juga hilang dari lokasi.

Rentetan aksi begal berlanjut di lokasi berbeda. Kali ini terjadi di kawasan Jembatan Grobokan, Kecamatan Kedungjajang. Korban bernama Saiful, warga Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh.

Saat dalam perjalanan menuju Probolinggo, korban dipepet empat orang pelaku yang juga membawa senjata tajam jenis celurit. Pelaku sempat menyabetkan senjata ke arah korban, namun berhasil dihindari.

Meski selamat dari luka, korban harus kehilangan sepeda motor dan tas selempangnya yang dibawa kabur pelaku.

Menanggapi maraknya aksi begal tersebut, Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto menyatakan pihak kepolisian akan meningkatkan intensitas patroli, khususnya di wilayah yang rawan kejahatan.

“Upaya kami sebagai pihak keamanan, tentu akan lebih mengintensifkan patroli di wilayah-wilayah rawan,” kata Suprapto di Mapolres Lumajang, Rabu (6/5/2026).

Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat melintas di jalur-jalur sepi, terutama pada malam hingga dini hari.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang melintas di area rawan, sebisa mungkin tidak sendirian. Jika memungkinkan, lakukan perjalanan secara berkelompok,” ujarnya.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap para pelaku di balik rangkaian aksi begal tersebut, termasuk mendalami kemungkinan keterkaitan antar kejadian.

Maraknya kasus ini pun menjadi perhatian serius aparat, mengingat eskalasi kekerasan yang terjadi dalam waktu singkat dan memakan korban jiwa.

04/05/2026

Wanita Pengantar Sayur di Lumajang Ditemukan Tewas, Motor Hilang Diduga Dibegal


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Seorang wanita bernama Anisa (46), warga Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, ditemukan meninggal dunia di tepi jalan Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Senin (4/5/2026) pagi. Korban diduga menjadi korban pembegalan karena sepeda motor miliknya hilang dari lokasi kejadian.

Korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 05.00 WIB dalam kondisi tergeletak miring di bawah pohon di pinggir jalan. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melaporkan kepada pihak kepolisian.

Petugas Polsek Jatiroto bersama tim Satreskrim Polres Lumajang kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kholfiah, ipar korban, mengatakan sebelum ditemukan meninggal dunia, Anisa sempat berpamitan untuk mengantar sayur ke Pasar Jatiroto usai melaksanakan salat subuh.

“Setelah salat subuh sekitar pukul 04.00 WIB, korban hendak mengantar sayur ke Pasar Jatiroto dengan mengendarai motor,” ujar Kholfiah saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, korban sehari-hari bekerja sebagai buruh tani tebu dan rutin mengantar sayuran ke pasar bersama anaknya.

“Biasanya korban sama anaknya mengantarkan sayur. Korban diduga dibegal, sebab motor miliknya tidak ada di lokasi kejadian,” katanya.

Ia menyebut lokasi penemuan korban berjarak sekitar dua kilometer dari rumah korban di Desa Sukosari.

Sementara itu, Kasubsi PIDM Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto membenarkan adanya penemuan mayat perempuan di wilayah Kecamatan Jatiroto tersebut.

“Sekitar pukul 05.00 WIB, Polsek Jatiroto menerima informasi ada seorang perempuan ditemukan tergeletak di tepi jalan tepatnya di Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto,” ujar Suprapto.

Saat ditemukan, korban diketahui sudah meninggal dunia dan mengalami luka di bagian kepala.

“Untuk terkait begal dan yang lain masih dalam pendalaman Satreskrim Polres Lumajang. Untuk motor korban ternyata di lokasi kejadian tidak ditemukan,” katanya.

Polisi kini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban sekaligus memburu pelaku apabila ditemukan unsur tindak kriminal.

Suprapto menambahkan, kepolisian akan meningkatkan patroli di sejumlah titik yang dianggap rawan tindak kejahatan.

“Upaya kita dari kepolisian otomatis akan lebih mengintensifkan patroli di wilayah rawan kriminalitas,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di jalur sepi, terutama pada dini hari atau pagi buta.

“Kalau bisa dalam perjalanan jangan sampai sendirian. Intinya jangan sampai posisi sendirian, karena di jalan tersebut memang rawan, penerangan jalan kurang, dan daerah tersebut banyak lahan kosong jauh dari permukiman warga,” pungkasnya.(Imam)

30/04/2026

79 Tersangka Diciduk, Polda Jatim Bongkar Puluhan Kasus Penyelewengan BBM Subsidi


Surabaya, (Onenewsjatim)
- Polda Jawa Timur (Jatim) melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) bersama Polres yang ada di jajaran Polda Jatim berhasil mengungkap 66 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi selama periode Januari hingga April 2026. 

Dari pengungkapan tersebut, Polisi menetapkan sebanyak 79 orang sebagai tersangka dan diamankan untuk proses hukum.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mengawal distribusi energi bersubsidi agar tepat sasaran.

“Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kepentingan masyarakat luas serta keberlangsungan kebijakan subsidi energi dari negara," kata Kombes Pol Abast, Kamis (30/4/26).

Ia menegaskan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, subsidi harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan tidak boleh disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.

Kombes Abast menambahkan bahwa Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga menegaskan komitmen Polri dalam mengawal distribusi energi bersubsidi agar tepat guna dan tidak diselewengkan.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim, dari perspektif ekonomi, penyalahgunaan subsidi dapat menimbulkan distorsi distribusi dan merugikan masyarakat. Sementara dari perspektif sosial, hal ini dapat memicu ketidakadilan serta menurunkan kepercayaan publik. 

"Oleh karena itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk transparansi dan edukasi publik,”terang Kombes Abast.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Pol Roy H.M. Sihombing, menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan hasil Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang dilakukan secara intensif oleh jajaran Polda Jatim.

“Selama kurun waktu Januari hingga April 2026, Ditreskrimsus Polda Jatim dan Polres jajaran berhasil mengungkap 66 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi yang tertuang dalam 66 laporan Polisi,” ungkapnya. 

Tidak hanya mengamankan 79 tersangka, dari hasil pengungkapan tersebut Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 8.904 liter BBM jenis pertalite, 17.580 liter solar, serta 410 tabung LPG yang terdiri dari 227 tabung LPG 3 kilogram, 20 tabung LPG 5 kilogram, dan 171 tabung LPG 12 kilogram. 

Selain itu, turut diamankan 47 unit kendaraan roda empat dan enam serta tiga unit kendaraan roda dua yang digunakan dalam tindak pidana. 

“Perbuatan para pelaku ini mengakibatkan potensi kerugian negara kurang lebih sebesar Rp7.526.090.224,” tegasnya. 

Kombes Pol Roy menambahkan, dalam pengungkapan tersebut pihaknya menemukan sejumlah modus operandi yang dilakukan para pelaku, diantaranya pengisian BBM menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi, pembelian berulang di SPBU untuk kemudian ditimbun, penggunaan beberapa barcode, hingga praktik pemindahan LPG 3 kilogram ke tabung ukuran lebih besar.

“Ada juga keterlibatan oknum petugas SPBU yang memberikan barcode kepada pelaku untuk pengisian BBM bersubsidi yang kemudian diperjualbelikan kembali guna mendapatkan keuntungan,” ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.

Polda Jatim memastikan akan menindak tegas seluruh pelaku tanpa pandang bulu serta menelusuri aliran dana hasil kejahatan tersebut.

“Kami pastikan tidak ada toleransi bagi siapapun yang terlibat. Kami juga menelusuri aliran dana dan menerapkan tindak pidana pencucian uang. Apabila ditemukan keterlibatan pejabat, maka akan dilimpahkan ke penyidik tindak pidana korupsi,” tegas Kombes Pol Roy.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawasi distribusi BBM dan LPG bersubsidi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi melalui kantor polisi terdekat atau call center 110,” pungkasnya. (*)

Oknum PNS DLH Tersandung Narkoba, Bunda Indah Langsung Ambil Langkah Keras


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Buntut penangkapan seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang akrab disapa Bunda Indah, langsung mengambil langkah tegas.

Didampingi Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, Bunda Indah mengumpulkan seluruh pegawai DLH di halaman kantor setempat, Kamis (30/4/2026), untuk memberikan arahan sekaligus peringatan keras terkait penyalahgunaan narkoba di kalangan aparatur sipil negara.

Dalam sambutannya, Bunda Indah menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba. Ia meminta Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) segera memproses oknum yang terbukti melanggar.

“Saya tidak main-main soal narkoba. No compromise, tidak kompromi. Saya minta Inspektorat dan BKD segera memproses PNS yang terlibat narkoba,” tegasnya.

Menurutnya, ASN yang menggunakan narkoba tidak akan mampu menjalankan tugas pelayanan publik dengan baik. Ia juga menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat merusak kesehatan, khususnya sistem saraf.

“Kalau ada aparatur sipil negara yang pakai narkoba, saya pastikan dia tidak akan bisa melayani masyarakat,” imbuhnya.

Bunda Indah juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat terjadi kasus serupa di lingkungan Dinas Pendidikan. Meski demikian, ia menyebut pelaku bukan ASN, melainkan pekerja yang sedang berada di lokasi.

Sebagai langkah konkret, Bunda Indah langsung memerintahkan tes urine kepada seluruh pegawai DLH tanpa terkecuali. Ia bahkan menginstruksikan agar pegawai yang tidak hadir tetap diperiksa dengan mendatangi rumah masing-masing.

“Saya kumpulkan panjenengan untuk pagi ini dites urin semua, tanpa terkecuali. Kalau hari ini ada yang tidak masuk, kasih alamatnya rumahnya, biar didatangi,” ujarnya.

Ia juga memperingatkan agar tidak ada praktik kecurangan dalam pelaksanaan tes, termasuk upaya tukar sampel urine atau perlindungan terhadap pelaku.

“Siapa yang melindungi? Siapa yang dilindungi? Siapa yang berbuat curang? Saya kasih sanksi seberat-beratnya, termasuk petugas dari rumah sakit umum dan dinas kesehatan,” tegasnya.

Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Lumajang mengamankan seorang oknum PNS DLH berinisial HP (44), warga Kelurahan Jogoyudan, pada Selasa (28/4/2026) malam. Penangkapan dilakukan di depan sebuah minimarket di kawasan Jalan Jenderal Sutoyo, Lumajang.


.

Usai Oknum PNS Ditangkap, 364 Pegawai DLH Lumajang Dites Urine


Lumajang (Onenewsjatim)
– Pasca tertangkapnya seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam kasus narkoba, Bupati Lumajang langsung mengambil langkah tegas dengan menggelar tes urine mendadak kepada seluruh pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kamis (30/4/2026).

Pantauan di lapangan, ratusan pegawai DLH baik PNS maupun tenaga kontrak tampak berbaris di halaman kantor DLH Lumajang sejak pagi hari. 

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada aparatur yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah, didampingi Wakil Bupati .

Dalam keterangannya kepada awak media, Bunda Indah menegaskan bahwa seluruh pegawai tanpa terkecuali wajib mengikuti tes urine dengan metode pemeriksaan lengkap.

“Saya minta dites dengan reagen yang lengkap. Jadi satu orang satu pemeriksaan. Hari ini sekitar 364 pegawai yang kita lakukan tes,” ujar Bunda Indah di lokasi.

Ia mengaku prihatin atas adanya aparatur pemerintah yang terjerat kasus narkoba. Menurutnya, hal tersebut mencederai kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.

Bunda Indah menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap ASN yang terbukti terlibat, baik sebagai pengguna maupun pengedar.

“Saya tidak akan kompromi soal narkoba untuk aparatur sipil negara. Kalau dia P3K dan terbukti pemakai, apalagi pengedar, akan saya keluarkan surat pemberhentian,” tegasnya.

Langkah tes urine ini, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya bersih-bersih internal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Ke depan, pemeriksaan serupa akan dilakukan secara berkala di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

“Pertama saya bersihkan di tubuh aparatur sipil negara dulu, baru kemudian di sektor-sektor lainnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Lumajang mengamankan seorang oknum PNS DLH berinisial HP (44), warga Kelurahan Jogoyudan, pada Selasa (28/4/2026) malam. 

Penangkapan dilakukan di depan sebuah minimarket di kawasan Jalan Jenderal Sutoyo, Lumajang.

28/04/2026

Diduga Sopir Mengantuk, Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Lumajang


Lumajang (Onenewsjatim)
– Kecelakaan beruntun melibatkan dua truk dan satu sepeda motor terjadi di Jalan Nasional Lumajang–Jember, tepatnya di Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (27/4/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Peristiwa tersebut melibatkan truk box Hino nomor polisi W 9274 PB, truk colt diesel nomor polisi P 9645 UE, serta sepeda motor Honda Vario nomor polisi P 5251 NC.

Akibat kecelakaan ini, dua orang mengalami luka berat. Sopir truk colt diesel, Ahmad Faruk (38), mengalami luka di bagian kepala dan menjalani perawatan di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Sementara kernetnya, Farhan Ega Pratama (17), mengalami luka pada kaki kiri dan dirawat di RS Jatiroto.

Selain itu, dua korban lainnya mengalami luka ringan, yakni sopir truk box Jumadi (53), warga Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, dan Ahmad Supriyadi (33), warga Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember.

Sopir truk box, Jumadi, mengungkapkan bahwa saat kejadian dirinya tengah melaju dari arah Probolinggo menuju Jember dengan kecepatan sedang dan kondisi jalan relatif sepi.

“Jalannya lurus dan sepi, tiba-tiba dari arah berlawanan ada truk colt diesel dengan jarak sekitar lima meter mendadak oleng ke kanan. Kemungkinan sopirnya mengantuk,” ujar Jumadi di lokasi kejadian.

Menurutnya, benturan tidak dapat dihindari karena jarak yang terlalu dekat. Setelah tabrakan terjadi, sepeda motor yang berada di belakang truk colt diesel juga ikut menabrak bagian belakang kendaraan tersebut.

“Di belakangnya ada motor, tidak sempat menghindar dan akhirnya menabrak,” tambahnya.

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat truk colt diesel melaju dari arah Jember menuju Lumajang dan tiba-tiba oleng ke kanan.

“Diduga pengemudi truk dari arah timur mengantuk sehingga kendaraan selip ke kanan dan menabrak truk box dari arah berlawanan. Kemudian dari arah yang sama, sepeda motor tidak dapat menguasai laju kendaraannya dan menabrak bagian belakang truk colt diesel,” jelas Ipda Dendy.

Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di jalur nasional Lumajang–Jember sempat mengalami kemacetan hingga kurang lebih dua kilometer. 

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka-tutup untuk mengurai kepadatan kendaraan.

27/04/2026

Pemuda Sumbersuko Jadi Korban Begal di JLS Lumajang, Dikeroyok dan Dibuang ke Sungai

polisi melakukan olah tkp di Jembatan JLS

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Aksi kejahatan jalanan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang. Seorang pemuda bernama Mochammad Taufik Hidayat (22), warga Kecamatan Sumbersuko, menjadi korban pembegalan di kawasan Jembatan Jalan Lintas Selatan (JLS), Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Minggu (26/4/2026) dini hari.

Dalam peristiwa tersebut, korban kehilangan satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi B 3945 CLE serta sebuah telepon genggam miliknya yang dibawa kabur oleh pelaku.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban mengunjungi rumah pacarnya sekitar pukul 19.30 WIB. Keduanya kemudian pergi ke pasar malam di Lapangan Kunir.

“Sekitar pukul 23.00 WIB, korban diminta mengantarkan pacarnya ke rumah temannya di Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh,” ujar Suprapto saat dikonfirmasi, Senin (27/4/2026).

Setelah tiba di lokasi tujuan, korban justru diminta pulang dengan diantar oleh tiga orang laki-laki yang merupakan teman dari pacarnya. Hal itu dilakukan karena korban mengaku tidak mengetahui arah perjalanan pulang.

Namun di tengah perjalanan, korban diarahkan melewati jalur sepi di Jalan Lintas Selatan (JLS). Saat melintas di kawasan tersebut, sepeda motor korban kehabisan bahan bakar. Salah satu pelaku sempat membantu mendorong kendaraan hingga mencapai jembatan di Desa Wotgalih.

“Sesampainya di atas jembatan, para pelaku tiba-tiba menghentikan laju dan langsung melakukan aksi kekerasan terhadap korban,” jelas Suprapto.

Korban dikeroyok oleh ketiga pelaku dengan pukulan tangan yang mengenai bagian kepala hingga menyebabkan luka dan pendarahan. Tidak hanya itu, salah satu pelaku juga sempat mengancam korban menggunakan senjata tajam jenis pisau.

Beruntung, korban berhasil menghindari sabetan senjata tajam tersebut sehingga tidak mengalami luka akibat benda tajam. Namun aksi kekerasan tidak berhenti di situ.

“Korban kemudian didorong ke arah sungai. Sempat berpegangan pada pagar jembatan, tetapi akhirnya ditendang hingga terjatuh ke Sungai Bondoyudo,” ungkapnya.

Dalam kondisi terluka, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi sungai sebelah timur, kemudian naik kembali ke atas jembatan. Saat itulah korban menyadari bahwa sepeda motor dan telepon genggamnya telah hilang dibawa kabur oleh para pelaku.

Dari hasil keterangan awal, sebelum kejadian korban sempat diajak mengonsumsi minuman keras oleh teman perempuan di Desa Pandanarum.

Saat ini, kasus tersebut telah dilaporkan ke Mapolsek Yosowilangun dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

“Motif para pelaku masih dalam penyelidikan dan pendalaman. Kami juga tengah melakukan upaya identifikasi dan pengejaran terhadap para pelaku,” tegas Suprapto.

26/04/2026

Pasutri Tewas Terlindas Bus Usai Tabrak Truk Parkir di Simpang Tiga Tukum Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
-  Kecelakaan lalu lintas maut merenggut nyawa pasangan suami istri di simpang tiga Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Minggu (26/4/2026). 

Keduanya tewas di lokasi usai sepeda motor yang ditumpangi terlibat insiden dengan bus antarkota dalam provinsi.

Korban diketahui bernama Kurnia Prasetyo (43) bersama istrinya (40), warga Desa Rowokangkung, Kecamatan Rowokangkung, Lumajang. 

Saat kejadian, keduanya berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha Xeon bernomor polisi P 3055 ZB dari arah Jember menuju Lumajang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, menjelaskan kecelakaan bermula saat korban berupaya mendahului sebuah bus bernomor polisi L 7184 UB yang dikemudikan Agus Sucahyo. 

Namun nahas, saat menyalip, motor korban justru menabrak bagian belakang truk tronton milik M. Agus Feriyanto yang tengah terparkir di bahu jalan.

“Setelah menabrak belakang truk, sepeda motor korban terjatuh ke arah kanan dan kemudian terlindas bus yang hendak didahului dari sisi kiri,” ujar Dendy saat dikonfirmasi.

Benturan keras membuat kedua korban mengalami luka fatal. Kurnia Prasetyo mengalami luka berat di bagian kepala, sementara istrinya mengalami luka di kepala serta patah tulang pada lengan kanan. Keduanya dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban. 

Sementara itu, sepeda motor korban mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian setir akibat menghantam truk tronton.

Dari hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga terjadi akibat kelalaian pengendara sepeda motor saat mendahului kendaraan lain tidak sesuai prosedur keselamatan.

“Penyebab kecelakaan karena pengendara kurang waspada dan tidak hati-hati saat mendahului dari sebelah kiri, sehingga menabrak kendaraan di depannya dan mengakibatkan kecelakaan,” jelasnya.(Imam)



25/04/2026

Begal Siang Hari di Perbatasan Lumajang–Probolinggo, Kurir Jadi Korban

Polisi melakukan olah TKP 

Lumajang, (Onenewsjatim) –
Aksi pembegalan menimpa seorang kurir paket di Kabupaten Lumajang. Korban bernama Lukman Hakim (24), warga Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, kehilangan sepeda motor miliknya saat menjalankan tugas pengantaran paket di wilayah Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso, Jumat (24/4/2026).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di Jalan Raya Ranuyoso, tepatnya di simpang empat selatan perbatasan Lumajang–Probolinggo.

Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban berangkat dari kantor sekitar pukul 09.00 WIB untuk mengantarkan paket ke wilayah Desa Wates Wetan.

“Korban sudah mengantarkan paket di wilayah timur simpang empat perbatasan, kemudian kembali ke arah barat untuk mengirim paket ke pelanggan lain di Dusun Krajan,” ujar Suprapto saat dikonfirmasi.

Saat melintas kembali di lokasi kejadian, korban tiba-tiba dipepet oleh dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam dari arah Desa Wates Kulon.

Menurut keterangan, pelaku menyenggol box paket milik korban hingga membuatnya berhenti.

“Setelah korban berhenti, salah satu pelaku turun dan berbicara dengan nada keras menggunakan Bahasa Madura, sambil memegang sesuatu di bagian pinggang yang diduga senjata tajam,” jelasnya.

Pelaku sempat menanyakan asal korban dengan ucapan, “kakeh oreng dimah?” yang berarti “kamu orang mana?”.

Merasa terancam, korban panik dan memilih melarikan diri meninggalkan sepeda motor Honda Beat warna putih miliknya di lokasi.

“Karena takut, korban meninggalkan kendaraan. Sepeda motor tersebut kemudian dibawa kabur pelaku ke arah utara menuju wilayah Probolinggo,” tambah Suprapto.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp20 juta.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku. Minimnya rekaman CCTV di lokasi menjadi kendala dalam proses pengungkapan kasus.

“Kami masih mendalami kasus ini. Polsek Ranuyoso bersama tim Resmob Polres Lumajang akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku,” tegasnya. (Imam)

19/04/2026

Rem Blong Diduga Picu Kecelakaan Beruntun di Jalur Lumajang–Probolinggo, 4 Orang Tewas


Lumajang (Onenewsjatim)
– Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di jalur utama penghubung –, tepatnya di Dusun Krajan, Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Insiden tersebut melibatkan lima kendaraan dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia.

Peristiwa nahas itu diduga dipicu oleh sebuah truk trailer bernomor polisi B 2965 UEJ yang mengalami gagal fungsi pengereman saat melaju dari arah selatan ke utara.

Kendaraan berat tersebut dikemudikan oleh (46), warga Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Menurut keterangan awal, truk kehilangan kendali beberapa meter sebelum lokasi kejadian. Kondisi jalan yang menurun tajam memperparah situasi hingga laju kendaraan tidak dapat dikendalikan.

Di saat bersamaan, sejumlah kendaraan tengah berhenti di lokasi karena menunggu perlintasan kereta api.

Truk trailer tersebut kemudian menghantam kendaraan-kendaraan di depannya, memicu tabrakan beruntun yang tidak terhindarkan.

Akibat benturan keras, empat penumpang mobil sedan Toyota Vios Limo dengan nomor polisi AG 1644 EG meninggal dunia di lokasi.

Mereka diketahui merupakan satu keluarga asal Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, yakni Sutrisno (60), Sri Budiyatni (60), Devica Friskiara (29), serta seorang balita, Giovano Malik Ibrahim (3).

Selain korban meninggal, seorang pengemudi pikap bernama (33), warga Desa Kaliwingi, Kecamatan Rambipujo, Kabupaten Jember, mengalami luka-luka setelah kendaraannya turut terdampak dalam insiden tersebut.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu cukup lama. Petugas harus bekerja ekstra karena para korban terjepit di dalam kendaraan yang ringsek.

Dibutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk mengevakuasi seluruh korban dari lokasi kejadian sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat.

Dalam keterangannya, sopir truk, Cecep Adi Sucipto, mengaku telah berupaya menghindari dampak yang lebih fatal.

“Saat rem tidak berfungsi, saya mencoba mengarahkan kendaraan ke kanan dan sempat mengenai pikap sebelum akhirnya menabrak sedan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa truk yang dikemudikannya tengah mengangkut muatan triplek dari Lumajang dengan tujuan Surabaya.

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, , menyampaikan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan truk trailer yang menabrak sejumlah kendaraan yang sedang berhenti.

“Data sementara mencatat lima korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka. Untuk penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Usai proses evakuasi, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi seluruh kendaraan yang terlibat guna mengurai kemacetan di jalur tersebut.

Kades Pakel Dibacok, Pilih Memaafkan; Polisi Siapkan Restorative Justice

polisi melakukan olah TKP di rumah kades Pakel

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepala Desa (Kades) Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh belasan orang tak dikenal. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian kepala dan bahu kanan akibat sabetan senjata tajam. Sempat menjalani perawatan di rumah sakit, kondisi Sampurno kini berangsur pulih.

Saat ditemui di kediamannya, Sampurno tampak tegar meski masih dalam masa pemulihan. Ia juga menerima sejumlah warga yang datang menjenguk dan memberikan dukungan moril.

Kepada wartawan, Sampurno menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya. Ia menyebut, peristiwa bermula dari persoalan pribadi terkait rencana peminjaman uang kepada seseorang bernama Dani.

“Awalnya saya mengajak istri dan cucu ke rumah Dani untuk pinjam uang karena dia bilang ada dana. Saya sudah bawa lima sertifikat dan buah durian sebagai buah tangan. Tapi sampai di sana, dia bilang sakit dan tidak mau menemui. Saya merasa malu dan disepelekan,” ungkapnya.

Ketegangan berlanjut ketika keduanya kembali bertemu dalam sebuah pengajian di wilayah Kecamatan Ranuyoso pada 14 April 2026. Dalam pertemuan itu, Sampurno mengaku sempat menegur Dani.

“Saya marahi, karena menurut saya tidak baik meremehkan orang kecil. Saya hanya mengingatkan,” katanya.

Namun, teguran tersebut diduga memicu kemarahan pihak lain. Sampurno menyebut, seorang yang disebut sebagai pengusaha tebu tidak terima, hingga akhirnya diduga menyuruh sejumlah orang untuk melakukan penyerangan.

“Saya dengar tidak terima, lalu menyuruh sekitar 15 orang untuk membunuh saya,” ujarnya.

Ia juga mengingat saat rombongan pelaku datang ke rumahnya menggunakan dua mobil dan langsung melakukan penyerangan dengan membawa senjata tajam.

“Mereka datang bawa senjata tajam, langsung menyerang. Saya berusaha menyelamatkan diri, tapi tetap kena bacok,” tambahnya.

Menepis Isu "Sakti" dan Memilih Memaafkan

Meski mengalami luka, Sampurno mengaku bersyukur masih diberikan keselamatan. Ia juga menepis anggapan yang menyebut dirinya memiliki kesaktian.

“Saya bukan orang sakti, saya manusia biasa. Saya yakin Allah menolong orang yang jujur,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sampurno menyatakan dirinya memilih untuk tidak menyimpan dendam dan ingin menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.

“Saya ingin menyelesaikan secara kekeluargaan. Seorang muslim harus bisa memaafkan,” ucapnya.

Ia juga mengajak semua pihak menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran agar konflik tidak berujung pada kekerasan.

“Kalau ada salah paham, sebaiknya dibicarakan baik-baik. Tidak perlu sampai melukai. Kasihan keluarga,” imbuhnya.

Sampurno bahkan menyampaikan permohonan maaf apabila dirinya juga memiliki kesalahan, serta menegaskan tidak akan menyimpan dendam terhadap para pelaku.

“Saya tidak akan dendam. Saya memaafkan. Semoga ke depan semua bisa menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Respon Polres Lumajang: Restorative Justice Terbuka

Sementara itu, Kapolres Lumajang, , menyatakan bahwa pihaknya membuka ruang penyelesaian melalui mekanisme restorative justice.

“Memang terkonfirmasi korban ingin menyelesaikan masalah secara kekeluargaan,” ujarnya

Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur, sembari memberi kesempatan apabila kedua belah pihak sepakat menempuh jalur damai.

“Kami membuka pintu untuk upaya penyelesaian hukum di luar peradilan sesuai prosedur yang ada,” tegasnya.(Imam)


18/04/2026

Viral Isu Pungli, Kuasa Hukum CV Coban Sewu Waterfall Angkat Bicara


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Tudingan praktik pungutan liar (pungli) dalam pengelolaan wisata Coban Sewu kembali menuai polemik. Kuasa hukum CV Coban Sewu Waterfall, Fathul Qorib, membantah tegas narasi yang beredar dan menyebut pemberitaan tersebut telah merugikan kliennya.

Dalam keterangannya, Fathul menilai informasi yang berkembang di publik tidak sesuai dengan fakta hukum dan cenderung prematur. 

Ia menegaskan, tidak ada unsur pidana dalam peristiwa pengamanan empat staf CV Coban Sewu Waterfall yang terjadi pada 14 April 2026 lalu.

“Fakta hukumnya jelas, seluruh staf kami dipulangkan tanpa syarat. Itu menunjukkan tidak ada unsur pidana dalam peristiwa tersebut,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pemberitaan yang menyebut keempat staf tersebut melakukan pungli dan pemerasan. 

Menurutnya, tudingan itu tidak benar karena para staf bertindak dalam kapasitas resmi di bawah naungan CV Coban Sewu Waterfall sebagai pengelola.

Fathul menjelaskan, CV Coban Sewu Waterfall merupakan pihak ketiga yang mendapat hak pengelolaan dari BUMDes di wilayah Malang berdasarkan perjanjian kerja sama tertanggal 31 Desember 2025. 

Dalam perjanjian tersebut telah diatur secara rinci mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak, termasuk sistem pembagian hasil serta mekanisme penarikan tiket masuk.

“Semua sudah diatur jelas dalam perjanjian kerja sama, termasuk ketentuan tiket. Jadi apa yang dilakukan staf kami merupakan bagian dari tugas resmi dan bukan tindakan ilegal,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengantongi dokumen pendukung berupa surat persetujuan dari Pemerintah Desa Sidorenggo, serta surat kuasa dari Direktur BUMDes kepada CV Coban Sewu Waterfall untuk mengelola objek wisata tersebut.

Dengan dasar hukum tersebut, Fathul menegaskan bahwa aktivitas penjualan tiket yang dilakukan para staf pada 13 April 2026 merupakan tindakan yang sah secara hukum.

“Secara yuridis, tindakan itu legal karena dilakukan dalam kerangka kerja sama yang sah dan dilengkapi dokumen resmi,” imbuhnya.

Polemik ini juga berkaitan dengan batas wilayah administratif antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Fathul menyebut, sekitar 80 persen kawasan Coban Sewu berada di wilayah Malang, sementara Lumajang hanya memiliki akses masuk dari sisi timur.

“Secara geografis dan administratif, kawasan utama Coban Sewu berada di Kabupaten Malang. Maka setiap pengunjung yang masuk melalui wilayah tersebut wajib mengikuti aturan yang ditetapkan pengelola,” jelasnya.

Ia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat dan menghentikan stigma negatif terhadap kliennya.

“Kami meminta semua pihak untuk melihat persoalan ini secara objektif dan berdasarkan fakta hukum, bukan asumsi yang justru merugikan pihak tertentu,” pungkasnya. (Imam)


17/04/2026

Pejalan Kaki Tertemper KA Ranggajati di Jalur Tanggul–Jatiroto, Masinis Sempat Bunyi Klakson


Jember, (Onenewsjatim) –
Insiden kecelakaan kembali terjadi di jalur kereta api, tepatnya di antara Stasiun Tanggul dan Stasiun Jatiroto, wilayah Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Lumajang, Jumat (17/4/2026) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.24 WIB saat rangkaian Kereta Api Ranggajati melintas di lokasi kejadian. Berdasarkan laporan awal, seorang pejalan kaki berada di jalur rel sehingga mengakibatkan kecelakaan atau temperan.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa informasi insiden diterima dari masinis KA Ranggajati melalui Pusat Pengendali Operasi (Pusdal) Daop 9 Jember.

“Kami menerima laporan dari masinis bahwa terdapat seorang pejalan kaki yang menemper rangkaian kereta api saat melintas di lokasi kejadian,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum kejadian, masinis telah berupaya memberikan peringatan dengan membunyikan semboyan 35 atau klakson lokomotif secara berulang. Namun, karena jarak yang sudah terlalu dekat, kecelakaan tidak dapat dihindari.

“Masinis sudah berkali-kali membunyikan klakson sebagai peringatan, namun karena posisi korban sangat dekat dengan kereta, insiden tetap terjadi,” jelasnya.

Pasca kejadian, tim keamanan dari Polsuska Daop 9 Jember bersama petugas keamanan Stasiun Jatiroto langsung menuju lokasi guna mengamankan area dari kerumunan warga. 

Pihak PT KAI juga berkoordinasi dengan Polsek Sumberbaru untuk proses evakuasi korban

Cahyo menambahkan, kereta api memiliki karakteristik khusus yang tidak memungkinkan untuk berhenti secara mendadak. 

Hal ini disebabkan oleh faktor kecepatan, berat rangkaian, serta kondisi lintasan yang membutuhkan jarak pengereman cukup panjang.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel kereta api, tidak berjalan di atas rel, serta selalu memastikan kondisi aman sebelum melintasi perlintasan sebidang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi rambu dan sinyal yang ada demi keselamatan bersama. (Imam)

16/04/2026

Nyalip Motor, Pelajar di Lumajang Tewas Tertabrak Pikap


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Kamis (16/4/2026) pagi. 

Seorang pelajar berinisial VAP (15) meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan beruntun yang melibatkan dua sepeda motor dan satu kendaraan pikap.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Korban merupakan warga Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, mengatakan kecelakaan bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi N-6613-UT melaju dari arah selatan ke utara.

“Korban mendahului sepeda motor Honda Beat yang berjalan searah di depannya. Namun saat menyalip, diduga mengambil haluan terlalu ke kanan sehingga terjadi benturan,” ujar Dendy saat dikonfirmasi.

Sepeda motor yang didahului diketahui dikendarai Titis Septiana (23), warga Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro. Akibat benturan tersebut, kedua pengendara terjatuh ke badan jalan.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju kendaraan pikap Mitsubishi bernomor polisi N-9529-YE yang dikemudikan Aang (37), warga Kecamatan Sukodono. Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan tak terhindarkan.

“Setelah terjatuh, sepeda motor korban tertabrak kendaraan pikap yang datang dari arah berlawanan,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, VAP mengalami luka berat di bagian kepala dan sempat dilarikan ke RSUD dr. Haryoto Lumajang. Namun nyawanya tidak tertolong.

“Korban meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit,” ungkap Dendy.

Sementara itu, pengendara Honda Beat, Titis Septiana, mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menduga kecelakaan dipicu kurangnya kewaspadaan korban saat mendahului kendaraan lain.

“Diduga pengendara Honda Scoopy kurang waspada saat mendahului, sehingga terjadi benturan dengan kendaraan yang didahului dan juga kendaraan dari arah berlawanan,” pungkasnya. (Imam)


15/04/2026

Kronologi Pembacokan Kades di Lumajang, Pelaku Datang Naik Mobil dan Motor


Lumajang (Onenewsjatim)
– Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sampurno (45), menjadi korban pembacokan oleh sekelompok orang tak dikenal, Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi di rumah korban saat Sampurno tengah menerima tamu di ruang tamu. 

Situasi yang semula terlihat biasa mendadak berubah mencekam ketika rombongan pelaku datang menggunakan dua unit mobil dan sepeda motor.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Adinata, mengungkapkan bahwa korban awalnya tidak menaruh curiga terhadap kedatangan rombongan tersebut.

“Korban mengira puluhan orang yang datang ke rumahnya hendak bertamu seperti biasa,” ujar AKP Pras saat dikonfirmasi.

Namun, setelah turun dari kendaraan, para pelaku justru terlibat cekcok dengan korban yang kemudian berujung pada aksi penganiayaan.

Dalam kejadian itu, salah satu pelaku menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis celurit. Akibatnya, Sampurno mengalami luka bacok serius di bagian kepala dan punggung sebelah kanan.

“Korban mengalami luka bacok pada bagian kepala dan punggung samping kanan,” jelasnya.

Polisi menduga jumlah pelaku lebih dari 15 orang. Mereka datang secara berkelompok dan langsung melancarkan serangan sebelum melarikan diri.

“Pelaku lebih dari 10 orang, datang menggunakan dua mobil dan beberapa sepeda motor,” tambah AKP Pras.

Hingga saat ini, motif di balik aksi pembacokan tersebut masih dalam tahap penyelidikan. 

Polisi juga belum mengamankan barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku karena langsung dibawa kabur saat kejadian.

“Barang bukti sajam belum ada, karena langsung dibawa pelaku. Saat ini tim masih melakukan pencarian dan pengejaran terhadap para pelaku,” tegasnya.

Sementara itu, kondisi korban dilaporkan sudah mulai membaik setelah mendapatkan perawatan medis. Korban juga telah bisa diajak berkomunikasi dengan baik. (Imam)



14/04/2026

Pengendara Motor Tewas Tabrak Pohon di Rowokangkung, Diduga Mengantuk


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Desa Sumbersari, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.

Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian usai menabrak pohon di bahu jalan.

Korban diketahui bernama Muhammad Dika Febrianto (19), warga Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro dengan nomor polisi N 6877 ZV dari arah timur menuju barat.

Saat melintas di jalan yang menikung ke kiri, korban diduga kurang waspada hingga akhirnya menabrak pohon yang berada di bahu jalan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, menyampaikan bahwa kecelakaan tersebut diduga dipicu kondisi korban yang mengantuk saat berkendara.

“Diduga pengendara mengantuk saat melintas di jalan menikung ke kiri, sehingga kehilangan kendali dan menabrak pohon di bahu jalan,” ujarnya.

Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami luka berat dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP serta mengevakuasi korban. Sementara kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan sebagai barang bukti.

13/04/2026

Difabel 21 Tahun di Lumajang Diperkosa Tetangga, Kini Hamil 3,5 Bulan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan difabel kembali terjadi. Seorang perempuan berusia 21 tahun di Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, diduga menjadi korban pemerkosaan oleh tetangganya sendiri hingga hamil.

Pelaku diketahui berinisial A (70), seorang pria lanjut usia yang diduga melakukan aksi bejat tersebut di rumah korban saat kondisi sepi.

Kuasa hukum korban, Hisbullah Huda, mengungkapkan bahwa peristiwa kekerasan seksual itu terjadi lebih dari satu kali.

“Pelaku melakukan perbuatan tersebut sebanyak dua kali. Pada kejadian pertama, korban sempat diikat dan dibekap mulutnya,” ujar Hisbullah saat ditemui di Mapolres Lumajang, Senin (13/4/2026).

Korban diketahui merupakan penyandang disabilitas sejak kecil. Ia menderita epilepsi yang menyebabkan keterbatasan dalam berjalan maupun berkomunikasi.

Kasus ini terungkap setelah keluarga korban curiga dengan perubahan kondisi fisik korban yang sering mengalami mual dan muntah.

“Saat ditanya keluarga, kemudian diperiksa oleh bidan desa menggunakan test pack dan hasilnya positif hamil,” jelas Hisbullah.

Hasil tersebut kemudian diperkuat melalui pemeriksaan medis oleh dokter yang menyatakan korban tengah mengandung janin dengan usia sekitar 14 minggu atau 3,5 bulan.

Sejak diketahui hamil, kondisi kesehatan korban disebut terus menurun. Ia mengalami kesulitan makan dan minum, serta semakin lemah secara fisik.

“Sekarang kondisinya semakin kurus dan kesulitan berjalan. Setiap makan dan minum langsung muntah,” tambahnya.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, saat ibu korban sedang keluar rumah untuk mencari kayu bakar. Korban diketahui hanya tinggal berdua bersama ibunya yang juga memiliki riwayat penyakit epilepsi.

Pihak keluarga telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian dan berharap pelaku segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Keluarga korban menuntut keadilan agar pelaku segera ditindak tegas,” tegas Hisbullah.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian setempat.

11/04/2026

Bunda Indah Tutup Pangkalan LPG, Stok Capai 1.000 Tabung Picu Kelangkaan


Lumajang (Onenewsjatim)
– Bupati Lumajang Indah Amperawati, yang akrab disapa Bunda Indah, bersama jajaran Pertamina Patra Niaga resmi menutup operasional salah satu pangkalan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Sabtu (11/4/2026).

Penutupan dilakukan setelah tim gabungan menemukan sekitar 1.000 tabung LPG bersubsidi di pangkalan tersebut, jauh melebihi kuota yang telah ditetapkan.

Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penyebab kelangkaan gas melon yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang.

“Hari ini secara resmi kami bersama Pertamina melakukan pemutusan hubungan usaha terhadap pangkalan di Desa Jarit. Bukti PHU juga sudah ditempel di lokasi,” tegas Bunda Indah.

Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan, setiap pangkalan hanya diperbolehkan memiliki sekitar 100 tabung untuk distribusi dan 100 tabung untuk stok. Namun, fakta di lapangan menunjukkan jumlah yang ditemukan mencapai sepuluh kali lipat dari batas tersebut.

“Seharusnya maksimal 100 tabung untuk distribusi dan 100 untuk stok. Tapi ketika tim kami datang, jumlahnya hampir seribu. Ini jelas pelanggaran serius,” ujarnya.

Menurut Bunda Indah, langkah tegas ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi bersama Forkopimda, agen, dan pangkalan LPG beberapa hari sebelumnya.

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah menerima banyak aduan masyarakat terkait kelangkaan dan lonjakan harga LPG 3 kilogram.

Ia mengungkapkan, harga LPG bersubsidi di lapangan bahkan mencapai Rp24 ribu hingga Rp35 ribu per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp18 ribu.

“Ini sudah sangat di luar nalar. LPG 3 kilo ini diperuntukkan bagi masyarakat kecil. Kalau harganya melambung seperti ini, jelas sangat memberatkan,” katanya.

Bunda Indah juga menyoroti adanya praktik ilegal berupa pemindahan isi LPG 3 kilogram ke tabung 12 kilogram yang dilakukan oleh oknum agen maupun pangkalan. Praktik tersebut dinilai merugikan masyarakat dan memperparah kelangkaan.

“Pengisian gas 12 kilo dari tabung subsidi harus dihentikan mulai hari ini. Saya sudah sampaikan ke Pak Kapolres untuk diusut tuntas. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan ragu menindak tegas pihak-pihak yang terbukti merugikan masyarakat.

“Siapa pun yang menyakiti hati rakyat, saya tidak akan segan berada di garda terdepan untuk menindak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bunda Indah meminta Pertamina untuk segera membuka peluang pendirian pangkalan baru guna mengantisipasi dampak penutupan terhadap distribusi LPG di masyarakat.

“Kalau penutupan ini berpotensi menimbulkan kesulitan bagi warga, saya minta Pertamina segera memproses izin pangkalan baru. Jika perlu surat dari bupati, saya siap keluarkan,” katanya.

Ia juga kembali menegaskan bahwa HET LPG 3 kilogram tetap Rp18 ribu di tingkat pangkalan, dan distribusi harus tepat sasaran.

“Pangkalan adalah ujung distribusi langsung ke masyarakat. Jangan disalahgunakan. Ini menyangkut kebutuhan dasar rakyat kecil,” pungkasnya.

09/04/2026

Bupati Lumajang Geram LPG 3 Kg Langka, Instruksikan Razia dan Penindakan Tegas


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Indah Amperawati menunjukkan sikap tegas menyikapi kelangkaan elpiji 3 kilogram yang terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang.

Meski telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) hingga dua kali, yakni ke SPBE serta agen, pangkalan, dan pengecer, ketersediaan LPG subsidi tersebut masih terbatas dan harganya melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Diketahui, HET LPG 3 kilogram di Lumajang sebesar Rp 18.000 per tabung. Namun di lapangan, harga jual kerap melebihi ketentuan tersebut.

Menanggapi kondisi itu, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut menginstruksikan seluruh jajarannya untuk melakukan razia terhadap agen dan pangkalan LPG 3 kg yang diduga melakukan pelanggaran distribusi.

Instruksi tegas itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forkopimda dan Hiswana Migas di Aula Mahameru Kantor Pemkab Lumajang, Kamis (9/4/2026).

“Saya tegaskan, kelangkaan ini hari ini harus terurai. Tidak boleh lagi langka dan tidak boleh ada penjualan LPG melon di atas HET yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Bupati Lumajang juga menyerahkan sejumlah bukti berupa foto dan video kepada pihak kepolisian untuk segera ditindaklanjuti.

“Hari ini juga secara resmi saya, atas nama pemerintah, menyerahkan bukti-bukti foto dan video kepada Kapolres untuk dilakukan penindakan kepada pihak-pihak yang memiliki fungsi pendistribusian dan perdagangan LPG namun melanggar aturan,” ujarnya.

Selain kepada aparat kepolisian, bukti-bukti tersebut juga akan diserahkan kepada pihak Pertamina agar dapat segera dilakukan penutupan terhadap pihak yang terbukti melanggar.

“Saya juga akan serahkan kepada SDM Pertamina untuk segera ditutup hari ini,” imbuhnya.

Bunda Indah menegaskan, pemerintah daerah tidak akan berhenti sampai di situ. Pihaknya akan terus melakukan penelusuran terhadap pelaku lain yang melakukan pelanggaran serupa.

“Bagi yang belum terdata, saya atau staf akan mendatangi langsung. Hentikan mulai sekarang, karena Kapolres tidak akan tinggal diam dan akan terus mencari bukti-bukti lainnya,” pungkasnya.



08/04/2026

Remaja Asal Sukodono Ditemukan Meninggal di Sungai Bondoyudo Setelah 4 Hari Hilang


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun asal Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, ditemukan tewas setelah dilaporkan hilang selama empat hari. Korban diketahui bernama Muhammad Haikal.

Jenazah korban ditemukan mengapung di Sungai Bondoyudo, tepatnya di Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung, pada Rabu (8/4/2026).

Kapolsek Sukodono AKP Ernowo menjelaskan, korban sebelumnya berpamitan kepada orang tuanya untuk mandi di sungai pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

“Korban berpamitan untuk mandi di sungai, namun tidak kunjung kembali ke rumah hingga tiga hari. Ibunya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukodono,” ujar AKP Ernowo.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian bersama BPBD Lumajang langsung melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai di lokasi awal korban diduga hanyut, yakni Sungai Menjangan di Desa Dawuhan Lor.

“Kami bersama BPBD melakukan penyisiran mulai dari Sungai Menjangan hingga ke Sungai Biting di Desa Kuterenon, Kecamatan Sukodono,” jelasnya.

Di tengah proses pencarian, polisi menerima informasi dari Bhabinkamtibmas Polsek Randuagung terkait penemuan sesosok jenazah di Sungai Bondoyudo.

“Mendapat informasi tersebut, kami langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi. Setelah dicek, benar bahwa jenazah tersebut adalah Muhammad Haikal,” ungkap AKP Ernowo.

Identitas korban dipastikan oleh pihak keluarga berdasarkan ciri-ciri fisik, seperti bentuk jidat, rambut, dan janggut.

Dari hasil pemeriksaan luar, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tidak ditemukan tanda penganiayaan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi,” tambahnya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk penanganan lebih lanjut. Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu keputusan keluarga terkait rencana autopsi.

“Kami masih menunggu keputusan keluarga apakah akan dilakukan autopsi atau tidak,” pungkas AKP Ernowo.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved