-->

17/03/2026

Ledakan di Masjid Raya Pesona Jember, Kapolda Jatim: Penyelidikan Masih Berjalan


Jember, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Daerah Jawa Timur terus melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa ledakan yang terjadi di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, menegaskan bahwa tim gabungan telah diterjunkan untuk mengungkap penyebab ledakan yang terjadi saat pelaksanaan salat tarawih tersebut.

“Sejak kejadian, anggota Polres Jember bersama tim dari Polda Jatim langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara,” ujar Nanang.

Tim gabungan yang dikerahkan terdiri dari Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS), Penjinak Bom (Jibom), Laboratorium Forensik (Labfor), serta tim investigasi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.

Peristiwa ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB saat jamaah tengah melaksanakan ibadah salat tarawih. Meski demikian, Kapolda memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab ledakan,” tegasnya.

Pihak kepolisian telah mengambil sejumlah langkah penanganan, mulai dari pengamanan dan sterilisasi lokasi, olah TKP, hingga pengumpulan barang bukti. Selain itu, pemeriksaan terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi juga terus dilakukan.

Nanang  juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menganalisis barang bukti yang ditemukan di lokasi, termasuk rekaman CCTV yang diharapkan dapat memberikan petunjuk penting dalam proses penyelidikan.

“Seluruh barang bukti saat ini masih dalam proses pemeriksaan di laboratorium forensik. Kami juga mengumpulkan rekaman CCTV untuk memperkuat proses investigasi,” jelasnya.

Terkait dugaan adanya cairan tertentu maupun sumber ledakan, Nanang menegaskan bahwa semuanya masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat disimpulkan.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Situasi sudah kami kendalikan dan kepolisian akan terus hadir untuk menjamin keamanan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nanang memastikan bahwa perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan secara berkala kepada publik.

“Kami masih terus bekerja mendalami peristiwa ini. Nanti setiap perkembangan akan kami sampaikan,” pungkasnya. (Imam)

Tim Jibom dan Labfor Polda Jatim Olah TKP Ledakan Masjid Raya Pesona Jember Saat Tarawih


Jember, (Onenewsjatim)
– Tim penjinak bom (Jibom) bersama Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Jawa Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait ledakan misterius yang terjadi di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, Senin (16/3/2026) malam.

Petugas melakukan pemeriksaan secara detail di titik yang diduga menjadi sumber ledakan, yakni di sekitar area tempat wudhu laki-laki. Sejumlah sudut lokasi diperiksa secara seksama, termasuk barang-barang yang berada di sekitar titik ledakan.

Selain itu, petugas juga memeriksa kerusakan yang ditimbulkan akibat ledakan, seperti plafon masjid yang jebol, rooster yang rusak, serta lemari yang berada di area sekitar lokasi kejadian.

Di depan masjid, sejumlah personel dari Korps Brimob Polri terlihat melakukan penjagaan ketat untuk mengamankan lokasi selama proses penyelidikan berlangsung.

Bahkan Kapolda Jatim Nanang Avianto turut memantau langsung proses olah TKP yang dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian.

Diketahui, ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB saat jamaah tengah melaksanakan shalat tarawih. Suara ledakan sempat membuat jamaah panik dan berhamburan keluar dari dalam masjid.

Meski demikian, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun ledakan menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian bangunan masjid, seperti atap dan plafon.

Kasat Reskrim Polres Jember, Angga Riatma, mengatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.

“Dugaan sementara kita belum bisa menyimpulkan karena masih awal. Saat ini kami masih melakukan olah TKP lanjutan,” ujar Angga.

Ia menjelaskan bahwa polisi telah melakukan sterilisasi lokasi dan memasang perimeter di sekitar area masjid untuk menjaga keamanan selama proses penyelidikan berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi karena kami sedang melakukan sterilisasi,” jelasnya.

Menurutnya, dari pengamatan awal di lokasi terdapat papan besi yang diduga berkaitan dengan sumber ledakan. Namun pihak kepolisian masih belum dapat memastikan penyebabnya karena proses analisa masih berlangsung.

“Untuk yang terlihat dari jauh tadi masih seperti ada papan besi yang mengalami ledakan, tetapi kami belum bisa melakukan analisa lebih lanjut,” tambahnya.

Untuk sementara waktu, aktivitas ibadah di Masjid Raya Pesona dihentikan demi menjaga keselamatan jamaah serta memudahkan proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

“Untuk sementara kegiatan di masjid kita hentikan dulu demi keselamatan bersama,” pungkasnya.(Imam)

Ledakan Misterius Saat Tarawih di Masjid Patrang Jember, Polisi Sterilisasi Lokasi


Jember, (Onenewsjatim) –
Sebuah ledakan misterius terjadi di sebuah masjid di kawasan Perumahan Pesona Regency, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Senin (16/3/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi saat jamaah sedang melaksanakan shalat tarawih.

Ledakan yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB itu membuat jamaah panik dan berhamburan keluar dari masjid. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian atap masjid serta merusak plafon dan etalase lemari buku di dalam area masjid.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sumber ledakan diduga berasal dari area dekat tempat wudhu laki-laki. Warga sekitar yang mendengar suara ledakan langsung berdatangan ke lokasi.

Kasat Reskrim Polres Jember, Angga Riatma, mengatakan pihak kepolisian segera melakukan sterilisasi lokasi kejadian untuk memastikan situasi tetap aman.

“Dugaan sementara kita belum bisa menyimpulkan karena masih awal. Saat ini kami masih melakukan olah TKP lanjutan,” ujar Angga.

Ia menjelaskan, polisi telah menetapkan perimeter di sekitar masjid dan mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan karena tim penjinak bom akan didatangkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi karena kami sedang melakukan sterilisasi. Besok siang kami juga akan berkoordinasi dengan tim Jibom untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut Angga, dari pengamatan awal di lokasi terlihat adanya papan besi yang diduga terkait dengan sumber ledakan. Namun pihak kepolisian masih belum dapat memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

“Untuk yang terlihat dari jauh tadi masih seperti ada papan besi yang mengalami ledakan, tetapi kami belum bisa melakukan analisa lebih lanjut,” tambahnya.

Meski demikian, Angga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun terdapat kerusakan pada bagian atap masjid dan beberapa fasilitas di sekitar area tempat wudhu.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Namun ada kerusakan pada bagian atap dan papan besi yang berada di area dekat tempat wudhu,” katanya.

Untuk sementara waktu, aktivitas ibadah di masjid tersebut dihentikan guna menjaga keselamatan jamaah dan memudahkan proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

“Untuk sementara kegiatan di masjid kita hentikan dulu demi keselamatan bersama,” pungkasnya.


16/03/2026

Ramp Check Mudik Lebaran 2026, Dua Bus AKAP di Terminal Menak Koncar Lumajang Tak Laik Jalan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Menjelang arus mudik Lebaran 2026, petugas gabungan melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Menak Koncar, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Senin (16/3/2026).

Pemeriksaan dilakukan oleh Satlantas Polres Lumajang bersama UPT P3 LLAJ wilayah Jember-Lumajang dan tim penguji kendaraan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini bertujuan memastikan kendaraan angkutan penumpang yang akan digunakan selama arus mudik dalam kondisi aman dan layak jalan.

Selain pengecekan kondisi kendaraan, para sopir bus yang tiba di terminal juga diminta turun untuk menjalani pemeriksaan kesehatan serta tes urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lumajang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, mengatakan bahwa dari total bus yang diperiksa, terdapat dua unit yang dinyatakan tidak memenuhi standar keselamatan operasional.

“Dari 14 unit bus yang menjalani pemeriksaan ramp check, terdapat dua bus yang dinyatakan tidak laik jalan,” ujar Ipda Dendy Cucu di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan, dua bus tersebut masing-masing Bus Burobudur Indah dan Bus Ladju dengan trayek Jember–Surabaya.

Menurutnya, bus tersebut dinyatakan tidak laik jalan karena ditemukan sejumlah kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.

“Bus tidak laik jalan karena handrem tidak berfungsi dengan baik, lampu sein depan dan belakang tidak berfungsi normal, serta kaca depan mengalami kerusakan,” jelasnya.

Petugas kemudian meminta kepada pihak sopir maupun perusahaan otobus agar segera melakukan perbaikan di bengkel terdekat sebelum kendaraan kembali dioperasikan.

“Kami mengimbau agar segera dilakukan perbaikan. Ramp check ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia menjelang Operasi Ketupat untuk memastikan keselamatan penumpang,” tegas Ipda Dendy.

Sementara itu, hasil pemeriksaan kesehatan dan tes urine terhadap para awak bus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Seluruh sopir dan kru bus dinyatakan dalam kondisi sehat serta tidak terindikasi menggunakan narkoba.

“Sebanyak 14 sopir dan kru bus yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkoba,” tambahnya.

15/03/2026

Diduga Rem Blong, Truk Box Tabrak Tiga Kendaraan di Klakah Lumajang, Satu Tewas

Unit Laka satlantas Polres Lumajang melakukan olah TKP

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Nasional Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Sabtu (20/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Sebuah truk box Toyota Dyna diduga mengalami rem blong hingga menabrak sepeda motor Yamaha NMax, pikap Isuzu Traga, dan minibus Isuzu Panther.

Akibat peristiwa tersebut, seorang perempuan bernama Nurul Laili (30), warga Desa Meninjo, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, meninggal dunia usai mengalami luka di kepala.

Korban sempat dilarikan ke RSUD dr Haryoto Lumajang, namun nyawanya tidak tertolong.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang Ipda Dendy Cucu mengatakan, kecelakaan bermula saat truk box Toyota Dyna bernomor polisi W 8987 UV yang dikemudikan Mashuri Anam (39), warga Pasuruan, melaju dari arah Probolinggo menuju Lumajang.

“Truk box berjalan dari arah utara atau Probolinggo menuju selatan atau Lumajang. Saat itu kendaraan mendahului kendaraan lain yang melaju searah di depannya,” ujar Ipda Dendy Cucu, Minggu (21/3/2026).

Saat berada di lokasi kejadian, truk box diduga kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan. Nahas, dari arah selatan ke utara melaju sepeda motor Yamaha NMax bernomor polisi L 5433 AW yang dikendarai Ahmad Safon (35), berboncengan dengan istrinya Nurul Laili (30) dan anak mereka Diana El Ramadhani (6).

Usai menghantam sepeda motor, truk box tersebut kembali menabrak pikap Isuzu Traga bernomor polisi N 9543 YI yang dikemudikan M Andi Wafa (27), warga Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, serta minibus Isuzu Panther bernomor polisi N 1207 MC Y yang dikemudikan Saiful Rizal, warga Probolinggo.

“Sepeda motor, pikap Isuzu Traga, dan minibus Isuzu Panther melaju dari arah selatan menuju utara,” kata Dendy.

Akibat kecelakaan itu, Ahmad Safon mengalami patah kaki, sedangkan putrinya Diana El Ramadhani juga mengalami patah kaki. Keduanya kini menjalani perawatan intensif di RSUD dr Haryoto Lumajang.

“Korban Ahmad Safon dan anaknya, Diana El Ramadhani, saat ini masih menjalani perawatan di RSUD dr Haryoto Lumajang,” ujarnya.

Sementara itu, petugas Satlantas Polres Lumajang telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan.

"Dugaan sementara, truk box mengalami gangguan pada sistem pengereman saat melaju di jalur nasional tersebut," Pungkasnya. (Imam)

14/03/2026

Polres Jember Segel SPBU di Sumbersari, Diduga Terlibat Transaksi Ilegal Solar Subsidi


Jember, (Onenewsjatim) –
Aparat Kepolisian Resor (Polres) Jember memasang garis polisi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.681.11 di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (14/3/2026). 

Penyegelan dilakukan menyusul dugaan adanya transaksi ilegal bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis bio solar.

Langkah penyegelan dilakukan setelah polisi menemukan indikasi penyimpangan dalam penyaluran solar bersubsidi di SPBU tersebut.

Wakil Kepala Polres Jember, Kompol Ferry Dharmawan mengatakan penyegelan dilakukan untuk mempermudah proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

“Untuk sementara SPBU ini kami segel guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara memang ditemukan sejumlah kejanggalan dalam penyaluran BBM subsidi jenis solar,” ujar Ferry saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti guna memastikan ada tidaknya pelanggaran dalam distribusi BBM bersubsidi tersebut.

Ferry menegaskan bahwa solar subsidi seharusnya disalurkan kepada masyarakat yang memang berhak menerima sesuai ketentuan yang berlaku.

“BBM subsidi harus sampai kepada masyarakat yang memang berhak menerimanya. Kami akan mengusut tuntas dugaan penyimpangan ini,” tegasnya.

Polres Jember juga memastikan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk jika ditemukan keterlibatan oknum aparat maupun instansi tertentu.

Sementara itu, anggota DPR RI Bambang Haryadi meminta agar operasional SPBU tersebut dihentikan sementara hingga proses penyelidikan selesai. Ia menilai dugaan penyalahgunaan BBM subsidi merupakan pelanggaran serius yang merugikan masyarakat.

“Ini tindakan yang sangat merugikan masyarakat. Kami meminta agar SPBU tersebut ditutup sementara dan kuota BBM-nya dialihkan ke SPBU lain di sekitarnya agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Bambang juga menyebut praktik penyelewengan BBM subsidi umumnya melibatkan beberapa pihak. Berdasarkan temuan awal, dugaan penyimpangan dapat melibatkan pemilik SPBU sebagai sumber distribusi, pihak yang diduga memberikan perlindungan, hingga penadah.

Selain itu, hasil pengecekan awal di lokasi juga menemukan adanya ketidaksesuaian pada administrasi serta sistem pengawasan, termasuk kamera pengawas (CCTV) yang tidak berfungsi.

Padahal, pembelian solar subsidi seharusnya menggunakan barcode serta dilengkapi surat rekomendasi sesuai aturan yang berlaku. 

Namun, diduga ada pihak yang memanfaatkan surat rekomendasi tersebut untuk membeli solar dalam jumlah tertentu di SPBU tersebut.

Hingga kini, Polres Jember masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan penyaluran BBM subsidi tersebut.

06/03/2026

Sumur Bor Warga Diduga Tercemar Limbah Dapur SPPG, Operasional Dihentikan Mulai Senin


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sejumlah warga di sekitar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Oda Masa Depan Utama yang berada di kawasan Kavling Zam Zam, Rowobujel, Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, mengeluhkan kondisi air sumur bor mereka yang diduga tercemar limbah.

Keluhan tersebut disampaikan warga setelah air sumur yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari berubah warna dan mengeluarkan bau tidak sedap sejak dapur SPPG beroperasi di belakang permukiman mereka.

Salah satu warga terdampak, Ivi, mengaku kondisi air sumurnya berubah drastis sejak fasilitas tersebut mulai beroperasi. Air yang sebelumnya jernih kini berubah menjadi hitam dan berbau menyengat sehingga tidak bisa digunakan lagi.

“Limbahnya itu meresap ke sumur bor saya. Airnya jadi tercemar, baunya menyengat dan warnanya juga benar-benar hitam,” ungkap Ivi.

Ia mengatakan, sejak menempati rumahnya pada tahun 2016, tidak pernah mengalami masalah dengan kualitas air sumur. Namun kondisi tersebut berubah setelah dapur SPPG berdiri dan mulai beroperasi di dekat rumahnya.

“Sejak saya tinggal di sini tahun 2016 tidak pernah ada masalah air. Tapi semenjak ada SPPG di belakang rumah saya, air saya tercemar,” katanya.

Menurut Ivi, persoalan tersebut sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Ia juga mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pihak penanggung jawab SPPG, namun hingga kini belum mendapatkan penanganan yang memadai.

“Sudah lebih dari satu bulan kejadian ini berulang. Saya sudah mengeluhkan ke penanggung jawab SPPG, tapi tidak dihiraukan,” ujarnya.

Akibat kondisi tersebut, Ivi terpaksa meminta bantuan air bersih dari tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun berharap pemerintah daerah dapat turun tangan membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

“Saya minta tolong Bunda Indah, karena sudah sebulan lebih air di rumah saya tidak bisa digunakan,” tuturnya.

Menanggapi keluhan warga, Bupati Lumajang Indah Amperawati langsung menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan di lokasi dapur SPPG tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa instalasi pengolahan limbah yang ada dinilai belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Bahkan perbaikan yang dilakukan sebelumnya dinilai masih belum sesuai standar.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa operasional dapur SPPG tersebut akan dihentikan sementara hingga pengelola memperbaiki sistem pengolahan limbahnya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ditutup saja SPPG ini, mulai hari Senin (9/3/2026) dilarang beroperasi dulu sampai diperbaiki sesuai standar,” tegas Indah. (Imam)

Kecelakaan Kereta dan Truk di Leces Probolinggo, Masinis Terjepit di Kabin Lokomotif


Probolinggo, (Onenewsjatim)
– Kecelakaan antara kereta api dan kendaraan truk gandeng terjadi di perlintasan sebidang Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jumat (6/3/2026) dini hari. 

Dalam insiden tersebut, truk bermuatan tepung tertabrak KA Blambangan Ekspres yang melintas dari arah Probolinggo menuju Ketapang.

Akibat kejadian tersebut, masinis dan asisten masinis mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira Zulkarnaen mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.40 WIB di perlintasan kereta api JPL 13 yang berada di simpang tiga Desa Jorongan.

“Truk gandeng bernopol P 8793 UG melintas dari arah timur ke barat. Saat bersamaan KA Blambangan Ekspres melaju dari arah berlawanan. Diduga pengemudi truk tidak mengetahui adanya kereta yang melintas sehingga terjadi tabrakan,” ujar Safiq.

Benturan keras tidak dapat dihindari. Bagian belakang truk tersambar lokomotif hingga kendaraan gandeng tersebut terbalik di sisi rel. Dampaknya, perjalanan KA Blambangan Ekspres sempat terhenti

Safiq menjelaskan, akibat kejadian itu masinis dan asisten masinis mengalami luka cukup serius. Bahkan masinis sempat terjepit di dalam kabin lokomotif sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga bersama petugas.

“Keduanya langsung dilarikan ke RSUD dr Mochammad Saleh Kota Probolinggo untuk mendapatkan penanganan medis,” katanya.

Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Dugaan sementara, palang pintu perlintasan tidak tertutup saat kereta melintas.

“Diduga palang pintu tidak tertutup sehingga di waktu bersamaan ada truk yang melintas. Pengemudi tidak melihat adanya kereta sehingga bagian belakang truk tertabrak,” tambahnya.

Dampak Operasional dan Evakuasi Penumpang

Sementara itu, Manager Hukum dan Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari kondektur KA 147 Blambangan Ekspres sekitar pukul 00.49 WIB terkait kejadian tersebut.

Menurut Cahyo, kereta yang melayani rute Pasar Senen–Ketapang itu mengalami Berhenti Luar Biasa (BLB) di kilometer 109+2 petak jalan Probolinggo–Leces setelah lokomotif tertemper truk di perlintasan sebidang JPL 13 yang merupakan perlintasan resmi terjaga di Km 109+860.

“Akibat kejadian tersebut, lokomotif CC 201 83 53 yang menarik KA Blambangan Ekspres mengalami kerusakan sehingga perjalanan kereta tidak dapat langsung dilanjutkan,” jelasnya.

Untuk menjaga keselamatan serta kelancaran operasional, rangkaian KA Blambangan Ekspres kemudian ditarik mundur menuju Stasiun Probolinggo menggunakan lokomotif penolong.

Cahyo memastikan seluruh penumpang dalam kondisi selamat. Untuk melanjutkan perjalanan menuju Ketapang, para penumpang kemudian dialihkan menggunakan KA Wijaya Kusuma yang melintas di jalur tersebut.

“Keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama KAI. Seluruh penumpang KA Blambangan Ekspres dalam kondisi aman dan perjalanan mereka tetap dilanjutkan menggunakan KA Wijaya Kusuma menuju Ketapang,” ujarnya.

Insiden ini juga menyebabkan sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember mengalami keterlambatan. Pihak KAI saat ini masih melakukan penanganan di lokasi guna mempercepat normalisasi jalur.

“Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, KAI juga menyiapkan service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan lebih dari 60 menit akibat kejadian ini,” pungkas Cahyo.

03/03/2026

Akses Pronojiwo–Tempursari Longsor, BPBD Lumajang Berlakukan Sistem Buka Tutup


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Akses jalan penghubung Pronojiwo–Tempursari di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terdampak longsor setelah diguyur hujan deras pada Minggu (1/3/2026) sore. 

Longsor tersebut mengikis sebagian badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas warga.

Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, tepatnya di Desa Pundungsari, perbatasan Desa Kaliwuling, Kecamatan Tempursari. Akibatnya, badan jalan ambles dan kini hanya dapat dilalui secara terbatas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terlihat sejak Sabtu (29/2/2026).

“Mulai Sabtu pekan lalu sudah ada retakan. Sebagai langkah antisipasi awal, perangkat desa bersama warga telah memasang pembatas di lokasi,” ujar Yudi saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).

Namun, hujan deras yang kembali mengguyur wilayah tersebut pada Minggu sore memperparah kondisi tanah hingga akhirnya longsor tidak dapat dihindari. 

Berdasarkan hasil asesmen sementara, longsor memiliki kedalaman sekitar 8 meter, dengan panjang 6 meter dan lebar sekitar 2 meter.

Hingga Selasa (3/3/2026), jalur Pronojiwo–Tempursari masih diberlakukan sistem buka tutup secara bergantian. Kendaraan roda empat masih dapat melintas, namun harus bergantian dan dengan kewaspadaan tinggi.

“Roda empat masih bisa dilalui secara bergantian. Namun jika longsor meluas, tidak menutup kemungkinan akses jalan Pronojiwo–Tempursari bisa terputus total,” tegas Yudi.

Dampak longsor ini sangat dirasakan warga, khususnya para petani di Kecamatan Tempursari. Kondisi jalan yang menyempit dan rawan membuat distribusi hasil pertanian ke luar wilayah kecamatan menjadi terhambat.

“Dampaknya sangat terasa bagi warga yang hendak mengangkut hasil pertanian keluar kecamatan,” tambahnya.

Selain menghambat mobilitas warga, BPBD juga mengingatkan adanya potensi longsor susulan apabila curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. 

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari melintas di lokasi rawan saat hujan deras.

Sebagai langkah penanganan darurat sementara, BPBD Kabupaten Lumajang telah melakukan pemasangan sekitar 500 karung pasir di area longsoran yang kemudian ditutup terpal untuk mencegah pergerakan tanah lebih lanjut.

“Penanganan darurat sementara dilakukan dengan pemasangan 500 sak, dan di atasnya diberi terpal,” pungkas Yudi.(Imam)

24/02/2026

Polisi Gendong Pelajar Seberangi Lahar Dingin Semeru di Sungai Regoyo


Lumajang
– Kepedulian aparat kepolisian kembali terlihat di tengah kondisi alam yang ekstrem. Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Candipuro turun langsung membantu para pelajar dan warga menyeberangi derasnya aliran lahar dingin Gunung Semeru di Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Selasa (24/2/2026) pagi.

Pantauan di lokasi, tiga anggota tampak bergantian menggendong siswa SD Negeri 03 Jugosari yang berasal dari Dusun Sumberlangsep.

Anak-anak tersebut harus melintasi Sungai Regoyo untuk menuju sekolah, sementara arus lahar dingin masih cukup deras akibat hujan di kawasan .

Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi pascakejadian seorang siswi yang terseret banjir lahar hujan Semeru saat hendak berangkat sekolah pada Senin (23/2/2026).

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius aparat kepolisian demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Tidak hanya membantu para pelajar, anggota polisi juga sigap menolong warga yang hendak beraktivitas melintasi .

Warga yang berjalan kaki dituntun satu per satu agar tetap seimbang saat menyeberang. Sementara itu, pengendara sepeda motor dibantu dengan cara didorong bersama-sama agar tidak tergelincir dan terseret arus lahar dingin.

Kasubsi PIDM Si Humas , Ipda Suprapto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

“Melihat kondisi arus Sungai Regoyo yang cukup deras dan berbahaya bagi anak-anak, anggota Polsek Candipuro langsung turun membantu. Alhamdulillah, anak-anak yang mau sekolah sudah bisa menyeberang dengan aman,” ujar Ipda Suprapto di lokasi.

Ia menambahkan, kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman serta membantu aktivitas warga yang terdampak bencana alam, terutama di wilayah rawan lahar dingin Gunung Semeru.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi. Keselamatan adalah yang utama,” pungkasnya.

Aksi Truk Oleng di Jalur Lumajang–Probolinggo Viral, Sopir Mengaku Demi Konten


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang mengamankan sebuah truk bernomor polisi N 8801 YF beserta sopirnya setelah melakukan aksi berbahaya berupa truk oleng di jalan raya Lumajang–Probolinggo. Aksi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Sopir truk diketahui bernama Andre Maulana (20), warga Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso. 

Andre mengakui bahwa aksi truk oleng tersebut sengaja dilakukan untuk keperluan konten media sosial.

“Aksi truk oleng itu saya lakukan mulai dari Jalan Raya Klakah sampai Malasan Probolinggo. Saya tahu itu sangat membahayakan, tapi waktu itu tujuannya buat konten,” ujar Andre Maulana kepada sejumlah awak media, Selasa (24/2/2026).

Andre juga mengaku tidak mengenal orang yang merekam aksinya dari kendaraan di belakang. Ia menyebut, setiap kali ada kode lampu flash dari belakang, dirinya langsung melakukan aksi oleng.

“Saya tidak tahu siapa yang memvideo. Kalau ada kode flash, ya langsung oleng,” ungkapnya.

Ia menambahkan, aksi tersebut sudah dilakukan sebanyak dua kali dan menyadari sepenuhnya perbuatannya sangat berisiko.

“Saya sudah melakukan oleng dua kali. Saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi,” terangnya.

Sementara itu, Kanit Turjagwali Satlantas Polres Lumajang, Ipda Aulia Dheta Astarika, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat disertai rekaman video yang viral.

“Setelah menerima laporan dan video dari masyarakat, kami langsung melakukan penelusuran dan mengamankan truk beserta sopirnya di rumah yang bersangkutan,” kata Dheta 

Dalam rekaman video tersebut, terlihat truk melakukan aksi oleng sambil mengangkut kayu dari wilayah Klakah hingga Malasan, Probolinggo.

“Dalam video, truk oleng sambil mengangkut muatan kayu, dan itu sangat membahayakan,” tegasnya.

Meski tidak dilakukan penahanan terhadap sopir, pihak kepolisian tetap memberikan tindakan tegas berupa tilang serta penahanan kendaraan selama satu bulan sebagai efek jera.

“Pengemudi kami tilang dan truk N 8801 YF kami tahan selama satu bulan. Ini sebagai pelajaran dan peringatan bagi sopir lain agar tidak melakukan hal serupa,” ujarnya.

Selain itu, Andre Maulana juga diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Polisi bahkan akan mengambil langkah lebih tegas jika pelanggaran tersebut terulang.

“Jika mengulangi lagi, SIM akan kami blacklist,” tegas Aulia.

Dari hasil pemeriksaan kelengkapan berkendara, diketahui bahwa sopir hanya memiliki SIM A, sementara STNK kendaraan dinyatakan hilang.

“STNK kendaraan hilang dan sopir hanya memiliki SIM A,” pungkasnya.



23/02/2026

Detik-detik Siswi SD di Lumajang Terseret Banjir Lahar Semeru Saat Bonceng Ayahnya


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Seorang siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jugosari 3, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terseret banjir lahar hujan saat hendak berangkat sekolah, Senin (23/2/2026) pagi.

Peristiwa itu terjadi saat korban bernama Vita berboncengan dengan ayahnya menggunakan sepeda motor dari rumahnya di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.

Keduanya harus menyeberangi aliran karena akses satu-satunya berupa jembatan limpas sudah terputus sejak diterjang banjir lahar hujan tahun lalu.

Namun nahas, ketika sepeda motor baru saja masuk ke aliran sungai, derasnya arus banjir lahar dingin langsung menyeret ayah dan anak tersebut sejauh lebih dari lima meter.

“Biasanya warga di sini turun dulu untuk cek kedalaman dan arus sungai. Tapi tadi bapaknya langsung nyelonong,” kata Abdul Rohim, warga Dusun Sumberlangsep, saat ditemui di lokasi kejadian.

Rohim mengatakan, derasnya arus sungai membuat keduanya sempat kesulitan menyelamatkan diri. Teriakan korban meminta tolong pun terdengar hingga mengundang perhatian warga sekitar.

“Baru ban depan motor nyentuh sungai, langsung terseret. Anaknya teriak minta tolong,” ujarnya.

Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan berhasil mengevakuasi keduanya ke tepi sungai. 

Akibat kejadian tersebut, Vita mengalami luka di bagian lutut akibat terbentur material batu sungai.

Seragam sekolah yang dikenakan korban juga basah kuyup. Kondisi itu membuatnya terpaksa membatalkan niat untuk bersekolah dan memilih kembali ke rumah.

“Pulang lagi, anaknya enggak jadi sekolah,” tutur Rohim.

Sementara itu, sepeda motor yang dikendarai ayah korban dilaporkan mogok setelah kemasukan air saat terseret banjir lahar.


21/02/2026

Polisi Bubarkan Balap Liar Jelang Berbuka Puasa di JLS Pasirian, 15 Motor Diamankan


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Aparat kepolisian membubarkan aksi balap liar yang meresahkan masyarakat menjelang waktu berbuka puasa di Jalan Lintas Selatan (JLS), tepatnya di wilayah Desa Bago dan Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Sabtu (20/2/2026) sore.

Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan sebanyak 15 unit sepeda motor yang digunakan oleh para pelaku balap liar. 

Operasi ini dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat yang merasa terganggu dan terancam keselamatannya akibat aktivitas balap liar di jalur tersebut.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kasubsi PIDM Si Humas Ipda Suprapto menegaskan bahwa balap liar, terlebih dilakukan saat ngabuburit, merupakan pelanggaran hukum yang sangat membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

“Balap liar ini tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga sangat berisiko menimbulkan kecelakaan fatal. Apalagi dilakukan menjelang berbuka puasa, ketika mobilitas masyarakat meningkat,” ujar  Suprapto saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, kendaraan yang diamankan mayoritas tidak sesuai spesifikasi teknis. Beberapa di antaranya menggunakan knalpot tidak standar (knalpot brong), tidak dilengkapi surat-surat kendaraan, serta telah dimodifikasi secara ilegal.

Menurut Suprapto, Jalan Lintas Selatan kerap dijadikan lokasi balap liar oleh sekelompok pemuda karena kondisi jalan yang lurus dan relatif sepi. Namun, kondisi tersebut justru meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas yang dapat berujung fatal.

“Penertiban ini merupakan langkah preventif sekaligus penegakan hukum. Kami berkomitmen menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama bulan Ramadan, khususnya di wilayah Kecamatan Pasirian,” tegasnya.

Selain melakukan penindakan, kepolisian juga mengimbau peran aktif orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada waktu menjelang berbuka puasa. 

Para pemuda juga diajak untuk mengisi waktu ngabuburit dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

“Ramadan seharusnya diisi dengan kegiatan yang bernilai ibadah dan sosial, bukan dengan aktivitas yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya 


18/02/2026

Ledakan Hebat di Situbondo, Satu Orang Tewas dan Enam Luka Bakar


Situbondo (Onenewsjatim)
– Suasana tenang di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, , mendadak berubah mencekam pada Rabu siang (18/2/2026). 

Sebuah ledakan keras mengguncang permukiman warga, diduga kuat berasal dari aktivitas pembuatan mercon atau bahan peledak sejenis.

Dentuman hebat tersebut terdengar hingga radius sekitar satu kilometer. Warga yang sedang beraktivitas di dalam rumah sontak berhamburan keluar setelah getaran kuat terasa di lingkungan mereka.

“Suaranya keras sekali, sampai jauh. Kami kaget dan langsung keluar rumah,” ujar Syamsul, salah satu warga sekitar, saat ditemui di lokasi kejadian.

Ledakan itu mengakibatkan seorang warga dilaporkan meninggal dunia di tempat. Korban diketahui bernama Supriyadi, yang ditemukan tertimbun reruntuhan bangunan akibat ledakan dan mengalami luka bakar berat di hampir seluruh tubuhnya.

Selain korban meninggal, sedikitnya enam orang lainnya mengalami luka bakar dan cedera serius. Para korban masing-masing berinisial SS (22), RK (25), AD (15), FI (20), dan FN (15). 

Seluruh korban luka segera dievakuasi oleh warga bersama petugas ke fasilitas kesehatan terdekat, sebagian di antaranya dirawat intensif di RSUD Asembagus.

Dampak ledakan juga merusak sedikitnya tujuh rumah warga. Satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara enam rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat tekanan ledakan.

Petugas kepolisian bersama tim gabungan dari instansi terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), evakuasi korban, serta mensterilkan area demi keamanan proses penyelidikan.

Hingga sore hari, aparat masih melakukan pendataan korban dan kerusakan bangunan, serta membersihkan sisa-sisa material ledakan secara bertahap untuk mencegah potensi bahaya lanjutan.

Pihak kepolisian menyatakan penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada bahan peledak rakitan berupa mercon, namun kepastian akan menunggu hasil analisis laboratorium forensik.

Aparat keamanan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menjauhi lokasi kejadian, serta mendukung proses penyelidikan. 

Warga juga diminta segera melapor kepada pihak berwenang apabila mengetahui aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penggunaan atau penyimpanan bahan peledak.


17/02/2026

Wanita Paruh Baya di Lumajang Tewas Tenggelam Saat Menyeberangi Sungai Kalibokong


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Seorang wanita paruh baya bernama Muatin (55), warga Dusun Ketindan RT 04 RW 01, Desa Tempursari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, ditemukan meninggal dunia setelah hanyut dan tenggelam di aliran , Selasa (17/2/2026) sore.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 20 kilometer dari lokasi awal kejadian, tepatnya di , Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang.

Petugas Pusdalops , Ayon, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

“Korban saat itu berboncengan dengan adiknya bernama Mastum menggunakan sepeda motor Honda Supra dari rumahnya di Desa Tempursari menuju Desa Bandaran. Ketika sampai di lokasi kejadian, keduanya nekat menyeberangi derasnya aliran Sungai Kalibokong,” ujar Ayon.

Saat menyeberang, lanjut Ayon, sepeda motor yang dikendarai korban terpeleset sehingga terjatuh dan terbawa arus sungai. Akibatnya, Muatin terlepas dari kendaraan dan hanyut terbawa arus deras.

“Sepeda motor terpeleset dan jatuh, kemudian korban Muatin terbawa arus sungai. Warga sekitar sempat melakukan pencarian awal sebelum melaporkan kejadian tersebut,” jelasnya.

BPBD Kabupaten Lumajang yang menerima laporan langsung bergerak melakukan asesmen dan pencarian bersama unsur terkait dan warga setempat.

“Sekitar pukul 18.05 WIB, korban berhasil ditemukan di Sungai Bondoyudo, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, dalam kondisi meninggal dunia,” tambah Ayon.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menggunakan mobil ambulans dan dibawa ke rumah duka di Dusun Ketindan, Desa Tempursari.

“Jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (Imam)

16/02/2026

Pulang dari BRIlink, Ibu di Lumajang Dibacok OTK di Jalan Persawahan Desa Boreng


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Seorang perempuan paruh baya berinisial M (50), warga Desa Boreng, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, menjadi korban dugaan penganiayaan oleh orang tidak dikenal (OTK), Senin (16/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban dalam perjalanan pulang usai mengambil uang tunai sebesar Rp 1,5 juta di BRIlink. Saat melintas di jalan desa area persawahan Desa Boreng, korban tiba-tiba dibacok pelaku dari arah belakang.

Kasubsi Pidm Si Humas , membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Benar telah terjadi dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan di wilayah Desa Boreng. Saat ini korban masih menjalani perawatan medis,” ujar Ipda Suprapto.

Ia menjelaskan, sekitar pukul 16.38 WIB korban berangkat dari rumahnya mengendarai sepeda motor Honda Vario nomor polisi W 3512 QY menuju BRIlink di Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono untuk mengambil uang sebesar Rp1.500.000.

Usai mengambil uang, korban sempat melanjutkan perjalanan ke Desa Blukon, Kecamatan Lumajang untuk membeli rokok. Setelah itu, korban kembali menuju rumahnya di Desa Boreng dengan melintasi jalan desa area persawahan dari arah timur ke barat.

“Korban berangkat sendirian menggunakan sepeda motor,” jelasnya.

Namun saat melintas di lokasi kejadian, pelaku yang belum diketahui identitasnya tiba-tiba datang dari arah belakang dan langsung membacok korban satu kali menggunakan senjata tajam yang mengenai bagian kepala. Akibatnya, korban terjatuh ke parit sawah.

Selain luka bacok di kepala, korban juga mengalami luka robek pada telapak tangan kiri akibat terjatuh dari sepeda motor. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri.

Korban yang dalam kondisi terluka sempat berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut segera memberikan bantuan dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Suprapto menegaskan, kejadian tersebut bukan merupakan aksi begal karena tidak ada barang milik korban yang hilang, termasuk uang tunai Rp 1,5 juta yang baru saja diambil dari BRIlink.

“Ini bukan begal. Tidak ada barang milik korban yang diambil oleh pelaku. Kasus ini murni dugaan penganiayaan,” tegasnya.

Saat ini, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap identitas dan motif pelaku.

“Kami sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

15/02/2026

Remaja 15 Tahun Tewas Tenggelam di Wisata Sumber Pakel Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Seorang remaja berusia 15 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di kawasan wisata Sumber Pakel, Desa Tanggung, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (15/2/2025) 

Korban diketahui bernama Ibnu Adam (15), warga Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Korban diduga tidak bisa berenang saat mandi di kolam pemandian tersebut.

Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Suprapto, membenarkan peristiwa tersebut.

“Benar, telah terjadi peristiwa seorang anak tenggelam di Wisata Sumber Pakel sekitar pukul 11.30 WIB. Korban bersama teman-temannya datang ke lokasi untuk mandi,” ujar Suprapto saat dikonfirmasi.

Awalnya korban datang ke pemandian bersama beberapa rekannya. Sesampainya di lokasi, korban bertemu dua temannya. Korban kemudian mandi di kolam sebelah barat bersama seorang temannya berinisial MR, disusul dua rekannya lainnya, RRF dan DF.

Sekitar setengah jam kemudian, RRF naik ke tepi kolam untuk merokok. Namun, kurang lebih lima menit setelah itu, MR dan DF berteriak memberitahukan bahwa korban tenggelam. RRF berusaha memberikan pertolongan, tetapi tidak berhasil mengangkat korban seorang diri.

“Saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar. Korban berhasil diangkat secara bPihakersama-sama dalam kondisi sudah lemas. Saat itu sempat diberikan pertolongan pertama sambil menunggu ambulans,” jelas Suprapto.

Korban selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan memastikan kondisi keamanan, terutama bagi anak-anak yang berenang. Jika tidak bisa berenang, sebaiknya menggunakan pelampung dan tetap dalam pengawasan,” pungkas Suprapto. (Imam)

13/02/2026

Banjir Rendam Delapan Kecamatan di Jember, 3.944 KK Terdampak


Jember (Onenewsjatim) –
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak Kamis (12/2) sore hingga Jumat dini hari menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan. Sedikitnya 17 desa di delapan kecamatan terdampak banjir dengan total 3.944 kepala keluarga (KK) menjadi korban.

Banjir terjadi setelah debit air di sejumlah sungai meningkat drastis akibat curah hujan tinggi.

Beberapa sungai yang meluap antara lain Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kaliklepuh, Kalijompo, Rembangan, Bedadung, Karangbayat, dan Sungai Gondangdia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edi Budi Susilo, mengatakan peningkatan debit air mulai terjadi pada Kamis sekitar pukul 18.00 WIB. Satu jam kemudian, air meluap ke permukiman warga dengan ketinggian bervariasi.

“Air mulai meluap ke rumah warga sekitar pukul 19.00 WIB dengan ketinggian antara 30 sentimeter hingga dua meter. Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi akses jalan, merobohkan jembatan, dan menyebabkan kemacetan lalu lintas,” ujarnya, Jumat.

Delapan kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, dan Balung.

Selain ribuan warga terdampak, banjir juga merusak sejumlah infrastruktur, termasuk tiga jembatan dan satu pondok pesantren.

Jembatan putus dilaporkan terjadi di Desa Suci, Kecamatan Panti, serta di kawasan perkebunan Kaputren, Kecamatan Sukorambi. Kerusakan tersebut menghambat akses transportasi warga di sejumlah wilayah.

Menurut Edi, banjir terparah terjadi di Kecamatan Rambipuji dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter. Kondisi itu memaksa ratusan warga mengungsi ke sejumlah titik yang dinilai aman.

“Total ada 299 warga yang mengungsi. Mereka tersebar di beberapa lokasi, seperti rumah warga, masjid, dan balai desa,” katanya.

Rincian lokasi pengungsian antara lain di rumah Ustaz Nurul di Dusun Krajan sebanyak 60 jiwa, rumah Umar di Garuda Kidul Pasar sebanyak 75 jiwa, Masjid Nurul Iman di Curah Ancar sebanyak 150 jiwa, serta Balai Desa Rambipuji sebanyak 14 jiwa.

Saat ini, BPBD Jember bersama tim gabungan masih melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak. Pembersihan material banjir dilakukan di Kampung Ledok, Jember Kidul, sementara proses evakuasi dan distribusi bantuan logistik difokuskan di Kecamatan Rambipuji dan Ajung.

“Kami terus melakukan evakuasi warga, pendistribusian logistik, serta pembersihan sisa banjir. Petugas juga masih melakukan pendataan untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi,” kata Edi.

12/02/2026

Protes Penanganan OTT Solar, Mahasiswa Tutup Mulut dengan Lakban di Depan Mapolres


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Lajang Study Gerakan dan Advokasi (LSGA) PMII Cabang Lumajang menggelar aksi bungkam di depan Mapolres Lumajang, Kamis (19/2/2026). 

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas penanganan kasus operasi tangkap tangan (OTT) dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi yang terjadi pada 3 November 2025 dan hingga kini belum menetapkan tersangka

Aksi berlangsung sekitar 30 menit. Para mahasiswa berdiri berjajar di depan gerbang Mapolres dengan mengenakan pakaian serba hitam. 

Mereka menutup mulut menggunakan lakban sebagai simbol kekecewaan terhadap proses hukum yang dinilai berjalan lambat.

Sejumlah poster turut dibentangkan dalam aksi tersebut. Di antaranya bertuliskan “Polda Bisa 4 Hari, Kenapa Polres Butuh 100 Hari?” dan “03 November 2025: Sudah 3 Bulan Lalu, Tapi Tersangka Masih Hantu”.

Koordinator aksi, Amar Kusairi, menegaskan bahwa aksi bungkam dipilih sebagai simbol atas sikap kepolisian yang dinilai tidak responsif terhadap upaya dialog yang telah dilakukan mahasiswa.

“Para mahasiswa melakukan aksi dengan menutup mulut dengan lakban. Hingga saat ini Polres Lumajang belum menetapkan satu tersangka,” tegas Amar.

Menurutnya, lambatnya penanganan perkara tersebut berbanding terbalik dengan kinerja Polda Jawa Timur dalam kasus serupa.

“Selama tiga bulan Polres Lumajang kesulitan mengungkap tersangka, sedangkan ketika Polda Jatim melakukan OTT pada 7 Februari kemarin, hanya butuh waktu empat hari,” ujarnya.

Amar juga mengungkapkan pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang dikirimkan Polres Lumajang pada 10 Februari lalu. Namun, ia menilai surat tersebut terlambat.

“Kami punya surat SP2HP yang dikirimkan tanggal 10 Februari. Menurut kami itu terlambat, padahal kami sudah melayangkan surat audiensi sebelumnya. Mengapa harus menunggu aksi dulu baru ada surat?” katanya.

Ia menambahkan, aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan karena surat audiensi yang diajukan tidak mendapat balasan.

“Kita tidak ujuk-ujuk aksi. Kami sudah melakukan upaya untuk membuka ruang dialog, tetapi tidak ada balasan. Maka kami bungkam sebagai simbol bahwa aspirasi kami juga dibungkam,” tegasnya.

Sementara itu, Kasubsi Pidm Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, S.H., menyatakan pihaknya telah menerima aspirasi yang disampaikan para mahasiswa.

“Kami sudah menerima aspirasi dari rekan-rekan mahasiswa. Untuk kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman. Nanti hasilnya seperti apa akan kami sampaikan,” pungkasnya. (Imam)

11/02/2026

Polda Jatim OTT Dugaan Penyelewengan BBM di SPBU Lumajang, DLH Jadi Saksi


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jawa Timur melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lumajang.

OTT tersebut terjadi pada Sabtu (7/2/2026) di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Lumajang.

Direktur Reskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Roy H.M. Sihombing, membenarkan adanya OTT dalam kasus tersebut.

“Iya benar, kalau terkait ini (OTT penyelewengan BBM) ada,” kata Roy melalui pesan WhatsApp, Rabu (11/2/2026).

Namun, ia belum membeberkan secara detail terkait modus maupun dugaan pelanggaran yang dilakukan. Roy hanya menyampaikan bahwa pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka.

“Tersangka satu orang, pemilik mobil Isuzu. Dari DLH masih berstatus saksi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tersangka bukan merupakan pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang.

“Bukan dari DLH. Tersangka pemilik mobil Isuzu. Selanjutnya koordinasi dengan penyidik saja,” tambahnya.

Oknum DLH Disebut Hanya Sopir, Bupati: Jika Bersalah Akan Diperiksa Internal

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengaku belum menerima laporan resmi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup terkait kasus tersebut.

“Saya belum memanggil kepala Dinas DLH, jadi belum mendapatkan laporan resmi,” ujarnya.

Menurutnya, Kepala DLH telah meminta izin untuk memenuhi panggilan dari Polda Jawa Timur, dan hal tersebut telah diizinkan oleh pihaknya.

“Kepala Dinas DLH minta izin dipanggil oleh Polda, saya mengizinkan untuk mengetahui secara jelas apa yang terjadi. Tapi secara teknis saya belum menerima laporan,” katanya.

Bupati juga menyebut bahwa oknum dari DLH yang disebut dalam kasus tersebut berperan sebagai sopir.

“Oknum DLH sebagai sopir. Tapi apa pun itu, kalau dia bersalah melakukan penyelewengan, secara internal akan saya lakukan pemeriksaan. Ini staf pemkab menjadi kewajiban saya dan inspektorat untuk melakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebelumnya pihaknya telah mengingatkan seluruh jajaran agar berhati-hati dan tidak melakukan penyelewengan sekecil apa pun.

“Saya juga pernah sampaikan agar berhati-hati untuk tidak melakukan penyelewengan sekecil apa pun,” pungkasnya.(Imam)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved