-->

21/09/2026

Kecelakaan Truk di Hajatan Gucialit, Polisi Tunggu Pemeriksaan Sopir untuk Ungkap Penyebab


Lumajang, (Onenewsjatim) —
Unit Laka Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang masih mendalami kecelakaan truk yang menabrak warga dan sejumlah kendaraan saat acara hajatan pernikahan di Desa/Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Kamis (17/9/2026) sore. Truk bernomor polisi N 8187 YH yang dikemudikan Kasim (69), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman sebelum akhirnya melaju dan menabrak area tempat berlangsungnya hajatan.

Dalam peristiwa itu, sejumlah warga serta kendaraan yang berada di sekitar lokasi terdampak. 

Data kepolisian menunjukkan jumlah korban meninggal dunia kini mencapai dua orang. Sementara sembilan korban lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di RSUD dr Haryoto Lumajang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang Ipda Dendy Cucu Ardiana mengatakan, polisi masih melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan sekaligus mendalami kemungkinan adanya unsur pidana.

Menurut Dendy, penyidik saat ini masih meminta keterangan dari sejumlah saksi yang merupakan korban dalam kecelakaan tersebut.

"Untuk saat ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi korban," kata Dendy saat dikonfirmasi di Lumajang, Senin (21/9/2026).

Selain faktor teknis kendaraan, polisi juga mendalami kemungkinan adanya kelalaian manusia atau human error dalam kecelakaan tersebut.

Namun, pemeriksaan terhadap pengemudi belum dapat dilakukan. Kasim masih menjalani perawatan di RSUD dr Haryoto Lumajang sehingga belum memungkinkan untuk memberikan keterangan secara rinci kepada penyidik.

"Dugaan human error masih kami dalami dalam proses penyidikan. Pengemudi saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit dan kondisinya masih syok, sehingga belum bisa dimintai keterangan lebih detail," Pungkas Dendy. (Imam) 




18/09/2026

Korban Kecelakaan Truk Rem Blong di Gucialit Bertambah, Total 2 Orang Meninggal

Truk rem blong diamankan kantor Satlantas polres Lumajang

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Korban meninggal dunia dalam kecelakaan truk bermuatan sembako di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bertambah satu orang.

Dengan demikian, total korban meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi pada Kamis (17/9/2026) sore tersebut menjadi dua orang. Selain itu, sembilan orang mengalami luka-luka.

Kecelakaan terjadi ketika truk Mitsubishi bernomor polisi N-8187-YH yang membawa sembako melaju dari arah Gucialit menuju Padang. Saat melintasi jalan yang menurun, truk diduga mengalami rem blong sehingga tidak dapat dikendalikan.

Truk kemudian menabrak sejumlah kendaraan dan orang yang berada di sekitar lokasi hajatan pernikahan warga.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang Ipda Dendy Cucu Ardiana mengatakan, korban meninggal dunia pertama diketahui bernama Marni (46), warga Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Sementara korban kedua bernama Aulia Melinda Valentine (20), warga Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Aulia meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

"Korban kedua meninggal dunia atas nama Aulia Melinda Valentine (20), warga Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Korban meninggal di rumah sakit dr. Haryoto Lumajang," kata Dendy.

Menurut Dendy, sembilan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, pengemudi truk, Kasim (69), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, juga masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Dendy mengatakan, kondisi pengemudi belum memungkinkan untuk menjalani pemeriksaan secara mendalam. Saat kecelakaan terjadi, pengemudi juga sempat terjebak di dalam kendaraan.

"Untuk sopir juga masih dalam perawatan di rumah sakit umum karena mengalami sakit pada bagian perut. Posisi sopir juga sempat terjebak saat kejadian," ujarnya.

Diduga Rem Blong

Dendy menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal terhadap kernet dan sejumlah saksi di sekitar lokasi, tidak ditemukan adanya pengereman sebelum truk menabrak kendaraan di depannya.

"Dari pemeriksaan awal, baik dari kernet maupun saksi di sekitar TKP, dari atas itu tidak ada pengereman sama sekali. Jadi remnya blong," kata Dendy.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, truk tersebut awalnya melaju dari arah Gucialit menuju Padang. Saat berada di jalan menurun, kendaraan mengalami gangguan pada sistem pengereman.

Truk kemudian membentur sebuah pikap Suzuki Carry bernomor polisi L-8060-AA yang berjalan searah di depannya.

Pikap tersebut kemudian terdorong dan menabrak kerumunan orang yang berada di sekitar lokasi hajatan pernikahan.

Truk terus melaju ke arah timur dan kembali menabrak pikap Mitsubishi L300 bernomor polisi N-8157-YA yang sedang berhenti atau parkir di sisi utara jalan.

Setelah itu, truk menabrak lima sepeda motor yang berada di lokasi. Kendaraan tersebut masing-masing Honda Scoopy N-2092-YAG, Honda Scoopy N-6139-YBD, Honda Beat N-2515-YAD, Honda Vario N-4855-YBF, dan Honda Vario W-4126-BI.

Truk kemudian kembali menabrak perangkat sound system yang digunakan untuk acara pernikahan hingga akhirnya berhenti.

Polisi Masih Lakukan Penyidikan

Akibat kecelakaan tersebut, sedikitnya dua kendaraan roda empat dan lima kendaraan roda dua mengalami kerusakan.

Polisi masih melakukan penyidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut.

Dendy mengatakan, pemeriksaan terhadap pengemudi belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena yang bersangkutan masih dalam kondisi syok dan menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kami masih melakukan pemeriksaan mengingat jumlah korban cukup banyak, baik korban jiwa maupun kerugian material," ujarnya.

Petugas juga telah mendatangi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap pengemudi. Namun, pemeriksaan lebih detail masih menunggu kondisi pengemudi memungkinkan.

"Masih dalam proses penyidikan. Untuk pengemudi masih shock. Kemarin kami sudah melakukan kunjungan untuk pemeriksaan awal ke rumah sakit, tetapi masih belum bisa dimintai keterangan secara detail," kata Dendy.

17/09/2026

Truk Sembako Diduga Rem Blong Tabrak Hajatan di Gucialit, 1 Orang Meninggal


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Suasana hajatan pernikahan warga di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah sebuah truk bermuatan sembako menabrak sejumlah kendaraan dan benda di sekitar lokasi, Kamis (17/9/2026) sore.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Truk bernopol N 8187 YH itu diduga mengalami rem blong saat melaju dari arah barat menuju timur di jalan yang kondisi jalannya menurun.

Truk kemudian melaju tidak terkendali hingga menyerempet kendaraan yang berada di sekitar lokasi hajatan.

Berdasarkan keterangan di lapangan, kendaraan tersebut selanjutnya menabrak warung, mobil pikap, hingga sejumlah sepeda motor milik tamu undangan yang diparkir di pinggir jalan.

Sedikitnya enam sepeda motor yang terparkir di depan terop hajatan mengalami kerusakan. Truk baru berhenti setelah menabrak perangkat sound system yang berada di area hajatan.

Bagian depan truk terlihat ringsek akibat benturan. Sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan.

Bambang, anggota keluarga pemilik hajatan, mengatakan sebelum kecelakaan terjadi, truk melaju dengan kecepatan cukup tinggi dari arah barat.

Menurut dia, warga kemudian melihat truk tersebut oleng dan tidak terkendali sebelum akhirnya menabrak sejumlah benda dan kendaraan di sekitar lokasi hajatan.

"Kata orang-orang remnya blong. Setelah itu oleng, terus nabrak warung dan pikap yang parkir," kata Bambang saat ditemui di lokasi.

Truk kemudian menyerempet kendaraan lain yang berada di sekitar jalan sebelum menghantam sepeda motor milik tamu undangan yang diparkir di pinggir jalan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang AKP Bayu Pratama Sudirno membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

Bayu mengatakan, kecelakaan itu melibatkan satu truk dan sejumlah kendaraan lain. Berdasarkan pendataan awal, terdapat delapan kendaraan yang terlibat, terdiri dari truk, satu mobil pikap, dan sejumlah sepeda motor.

"Ini diduga rem blong. Berdasarkan keterangan saksi, truk melaju dari arah barat ke timur, kemudian menyerempet L300, menabrak warung, pikap, hingga enam sepeda motor. Truk baru berhenti setelah menabrak sound system," ujar Bayu.

Dalam kecelakaan tersebut, sebanyak delapan orang menjadi korban. Satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, sedangkan enam korban lainnya mengalami luka ringan.

Para korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis.

Bayu menegaskan, korban kecelakaan rata-rata merupakan tamu hajatan yang berada di sekitar lokasi. Korban meninggal dunia juga merupakan tamu yang datang ke acara pernikahan tersebut.

"Yang meninggal dunia ini yang ditabrak, tamu juga dari yang punya hajatan," katanya.

Menurut Bayu, polisi langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan kecelakaan. Petugas mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mendata korban dan kendaraan yang terlibat, serta mengamankan truk.

"Upaya dari kami, yang pertama melaksanakan olah TKP, datang ke tempat kejadian, mendata korban. Yang kedua, kami mengamankan truk yang terlibat kecelakaan," ujar Bayu.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan yang menjadi korban tabrakan tampak mengalami kerusakan. Sementara bagian depan truk mengalami ringsek setelah menghantam sound system di area hajatan.

Tertabrak KA Ijen Ekspres, Fortuner Terseret hingga Ringsek di Perlintasan Jember


Jember, (Onenewsjatim)
– Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan raya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 12.05 WIB.

Sebuah Toyota Fortuner tertabrak Kereta Api (KA) 239F Ijen Ekspres relasi Malang–Ketapang di petak jalan Tanggul (TGL)–Bangsalsari (BSS), tepatnya di Km 173+060.

Akibat kejadian tersebut, mobil Toyota Fortuner mengalami kerusakan parah. Pengemudinya, Yusril Nur Ibnu, warga Desa Mundurejo, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan kecelakaan bermula ketika mobil tersebut melaju dari arah selatan dan hendak melewati perlintasan sebidang.

“Pengendara diduga tidak menaati rambu lalu lintas dengan berhenti sejenak ketika hendak melalui perlintasan sebidang,” kata Cahyo.

Pada saat bersamaan, KA Ijen Ekspres melaju dari arah barat menuju timur. Masinis KA 239F sebelumnya telah memberikan semboyan 35 atau isyarat peringatan secara berulang kali.

Namun, karena jarak antara kereta dan kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindarkan.

Benturan keras menyebabkan mobil mengalami kerusakan parah dan terseret dari titik awal kejadian. Peristiwa tersebut juga sempat direkam oleh warga menggunakan kamera telepon seluler.

Setelah kejadian, KA Ijen Ekspres berhenti luar biasa untuk menjalani pemeriksaan sarana. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi lokomotif dan rangkaian kereta tetap aman.

“Pada pukul 12.19 WIB kereta dinyatakan aman dan kembali melanjutkan perjalanan dari lokasi kejadian. Seluruh petugas kereta api dan penumpang dalam kondisi selamat,” ujar Cahyo.

Cahyo menyebut insiden tersebut menyebabkan perjalanan KA Ijen Ekspres mengalami keterlambatan selama 46 menit. Selain itu, terdapat kerusakan pada bagian lampu kabut lokomotif.

Meski demikian, perjalanan kereta api di lintas tersebut kembali berjalan normal dan aman.

KAI Daop 9 Jember menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi perlintasan sebidang, terutama perlintasan yang tidak dijaga.

Cahyo mengatakan keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan sinergi antara masyarakat dan pemangku kepentingan terkait untuk memitigasi risiko kecelakaan.

“Kami mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak bersikap abai saat melintasi perlintasan sebidang. Selalu berhenti sejenak ketika hendak melewati perlintasan sebidang,” katanya.

Menurut dia, pengguna jalan tidak boleh mengambil risiko dengan menerobos atau mengabaikan keberadaan kereta api yang akan melintas.

“Jangan mempertaruhkan nyawa hanya karena terburu-buru. Kereta api tidak dapat berhenti mendadak dan memiliki jarak pengereman yang panjang. Disiplin dan kepatuhan pengguna jalan menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya kejadian serupa,” ujar Cahyo.

KAI Daop 9 Jember kembali mengingatkan masyarakat mengenai kewajiban pengguna jalan saat melintasi perlintasan sebidang.

Berdasarkan Pasal 124 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Ketentuan serupa juga ditegaskan dalam Pasal 114 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

KAI mengimbau pengendara untuk berhenti ketika akan melewati perlintasan, memastikan kondisi aman, serta tidak memaksakan diri melintas ketika kereta api sudah mendekat. (Imam) 

Pria di Tempursari Lumajang Dibacok Teman Pakai Celurit, Pelaku Kabur


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Seorang pria bernama Fendik (43), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, menjadi korban pembacokan menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Fendik dibacok oleh YKS (41), warga Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari. Keduanya diketahui merupakan teman sesama sopir truk pengangkut tebu.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban berada di sebuah warung kopi di wilayah Desa Tempursari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, kejadian bermula ketika YKS datang ke warung kopi tersebut dengan mengendarai sepeda motor bersama seorang temannya berinisial AR.

Sesampainya di lokasi, YKS melihat korban yang sedang berada di warung kopi.

"Setelah turun dari sepeda motor dan mengetahui ada korban, pelaku langsung mengambil sabit yang dibawanya di dalam jok sepeda motornya," kata Suprapto.

Tanpa banyak bicara, YKS kemudian membacok Fendik menggunakan celurit. Bacokan tersebut mengenai bagian kepala sebelah kiri, tepatnya di atas telinga.

"Pelaku langsung membacok korban sebanyak satu kali hingga mengenai kepala sebelah kiri di atas telinga," ujarnya.

Melihat kejadian tersebut, AR yang datang bersama YKS berusaha melerai. Upaya itu membuat aksi penganiayaan tidak berlanjut.

Setelah melakukan pembacokan, YKS langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Hingga kini, polisi masih melakukan upaya pencarian terhadap terduga pelaku.

Sementara itu, Kapolsek Tempursari Iptu Sukirno mengatakan, polisi belum mengetahui motif pembacokan tersebut.

Menurutnya, korban belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan di RSUD dr Haryoto Lumajang.

"Kita belum bisa menentukan motif, karena korban belum bisa dimintai keterangan. Sedangkan yang diduga pelaku juga melarikan diri," kata Sukirno.

Sukirno menambahkan, berdasarkan informasi awal, korban dan terduga pelaku merupakan teman baik. Keduanya sama-sama bekerja sebagai sopir truk pengangkut tebu.

"Informasi sementara, korban dan pelaku adalah teman baik. Mereka sama-sama sopir truk tebu," ujarnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab pembacokan serta keberadaan YKS.

14/09/2026

Tumpukan Limbah Kayu Terbakar di Lumajang, Rumah Warga Hanya Berjarak 100 Meter


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kebakaran melanda lahan penampungan limbah kayu seluas sekitar 1 hektare di Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Senin (7/9/2026).

Api membakar tumpukan limbah kayu yang berada di lokasi penampungan. Banyaknya material mudah terbakar membuat kobaran api sulit dipadamkan.

Dari pantauan di lokasi, asap tebal terlihat membubung dari area penampungan. Kobaran api juga beberapa kali membesar saat tertiup angin.

Lokasi kebakaran berada cukup dekat dengan permukiman warga. Jarak titik api dengan rumah penduduk diperkirakan hanya sekitar 100 meter.

Petugas pemadam kebakaran kemudian berupaya melakukan pembasahan sekaligus melokalisir kobaran api. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api merembet ke lahan pertanian dan permukiman warga.

Kabid Damkar Lumajang Mohammad Asro mengatakan, kondisi kebakaran sudah cukup besar ketika petugas tiba di lokasi.

"Melihat posisi seperti ini, kebakarannya sudah terlalu besar," kata Asro saat ditemui di lokasi kebakaran.

Menurut dia, prioritas petugas saat ini bukan hanya memadamkan api, tetapi juga mencegah kobaran api meluas ke area di sekitarnya.

"Kami mengantisipasi agar tidak merambat meluas kepada permukiman dan tidak merambat ke lahan pertanian yang lain," ujarnya.

Damkar Lumajang mengerahkan dua armada untuk menangani kebakaran tersebut. Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala.

Salah satunya adalah tumpukan limbah kayu yang cukup tebal. Material tersebut membuat api mudah kembali menyala meski telah dilakukan pembasahan.

"Namun demikian, sampah ini sudah terlalu tebal, limbah kayunya. Kami Damkar Lumajang mengerahkan dua armada. Tapi kesulitannya mungkin karena sudah terlalu luas penyebarannya. Terus ditambah angin," kata Asro.

Kondisi di lapangan juga diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang. Asap tebal membuat petugas kesulitan mendekati titik api secara langsung.

Karena itu, dua armada pemadam yang dikerahkan lebih banyak digunakan untuk melakukan pembasahan pada area sekitar lokasi kebakaran.

Salah satu area yang menjadi perhatian petugas adalah lahan tebu milik warga yang berada tepat di samping penampungan limbah kayu.

Pembasahan dilakukan untuk membuat area tersebut tetap basah sehingga api tidak mudah merambat apabila kobaran api terdorong angin.

Petugas juga melakukan penyekatan dan pelokalisiran api. Upaya ini menjadi langkah penting mengingat jarak lokasi kebakaran dengan permukiman warga hanya sekitar 100 meter.

Selain permukiman, terdapat pula lahan pertanian warga yang berada di sekitar lokasi penampungan.

Petugas masih disiagakan di lokasi untuk memantau perkembangan titik api dan memastikan kobaran tidak meluas.

Sementara itu, akses jalan yang menghubungkan Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, menuju Desa Bodang, Kecamatan Padang, juga ditutup sementara.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Petugas masih melakukan penanganan di lokasi.

Polda Jatim Siagakan Posko DVI di RS Bhayangkara, Antisipasi Perkembangan KM Virgo Transport 8


Surabaya, (Onenewsjatim)
– Polda Jawa Timur menyiagakan Posko Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara H. Samsoeri Mertojoso, Surabaya, untuk mendukung penanganan insiden hilang kontak KM Virgo Transport 8.

Posko tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan kesiapan personel apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam perkembangan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol dr Wahono Edi Prastowo mengatakan, sekitar 20 personel disiagakan di Posko DVI. Mereka terdiri dari tim DVI, tenaga medis, dan personel pendukung.

"Posko DVI kami siagakan sebagai bagian dari kesiapan penanganan terpadu. Personel dan sarana pendukung telah disiapkan sehingga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, tim dapat segera melaksanakan tugas sesuai prosedur," kata Wahono, Senin (14/9/2026).

Menurut dia, penyiagaan Posko DVI bukan berarti proses pencarian telah dihentikan atau sudah ada kepastian mengenai kondisi penumpang dan kru KM Virgo Transport 8.

Polda Jatim tetap menempatkan operasi pencarian dan pertolongan sebagai prioritas utama.

Terintegrasi dengan Posko Ante Mortem

Selain Posko DVI di RS Bhayangkara, Bidokkes Polda Jatim juga telah menyiapkan Posko Ante Mortem di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Posko tersebut menjadi tempat pendataan informasi dari keluarga penumpang yang diduga berada di dalam KM Virgo Transport 8.

Data yang dihimpun meliputi informasi identitas serta data pendukung lainnya. Seluruh informasi tersebut akan dikelola secara terkoordinasi untuk mendukung proses identifikasi apabila nantinya diperlukan.

"Data dari keluarga akan dihimpun secara terkoordinasi sebagai bagian dari kesiapan proses identifikasi. Namun, fokus utama saat ini tetap mendukung operasi pencarian dan pertolongan," ujar Wahono.

Koordinasi penanganan juga dilakukan dengan Polresta Sumenep. Kepolisian setempat telah menyiagakan tiga Posko Terpadu Tanggap Darurat, yakni di Mapolresta Sumenep, Pelabuhan Kalianget, dan Polsek Masalembu.

Posko tersebut disiapkan untuk mendukung operasi SAR, termasuk mengantisipasi kemungkinan lokasi penerimaan maupun evakuasi apabila terdapat perkembangan dalam proses pencarian.

Polda Jatim Minta Keluarga Percaya Informasi Resmi

Wahono menegaskan, penyiagaan Posko DVI merupakan bagian dari prosedur kesiapsiagaan dalam operasi kemanusiaan.

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh unsur yang terlibat dapat bergerak cepat apabila terjadi perkembangan situasi.

"Fokus utama saat ini tetap mendukung operasi pencarian dan pertolongan. Kami berharap seluruh penumpang dan kru KM Virgo Transport 8 dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat," katanya.

Di sisi lain, Polda Jatim memastikan koordinasi terus dilakukan bersama Basarnas, TNI, KSOP, pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, fasilitas kesehatan, serta instansi terkait lainnya.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya keluarga penumpang, agar mendapatkan informasi melalui sumber resmi.

Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait jumlah maupun kondisi penumpang dan kru KM Virgo Transport 8.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya informasi keliru yang dapat menimbulkan keresahan di tengah keluarga maupun masyarakat. (Imam) 

13/09/2026

Angin Kencang Bikin Api Karhutla Bromo Merembet ke Jemplang, 20 Hektare Terbakar


Malang, (Onenewsjatim)
— Polres Malang Polda Jatim mengerahkan personel padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang merembet hingga Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. 

Sebelumnya, titik api terpantau di Blok Watangan dan Blok Watu Gede, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. 

Hembusan angin kencang pada Sabtu (12/9/2026) sore memicu pergerakan api ke arah barat menuju kawasan hutan Pos Jemplang. Hingga pukul 20.00 WIB, kobaran api terpantau membesar di area perbukitan Pos Jemplang, tepatnya di depan pos atau sebelah selatan kawasan Bromo Hillside.

Kapolres Malang, AKBP Ruliyan Syauri melalui Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono menjelaskan bahwa pihaknya langsung menerjunkan personel untuk mempercepat penanganan darurat bersama unsur terkait.

"Polres Malang menurunkan personel untuk membantu penanganan di lapangan. Kami bersama petugas gabungan berupaya melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merembet semakin luas," ujar AKP Budiono, Minggu (13/9/2026).

Operasi pemadaman ini, truk tangki air milik Polres Malang Polda Jatim dikerahkan guna menjamin suplai kebutuhan air bagi petugas di titik pemadaman didukung oleh pengerahan armada kendaraan pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Malang, PT Pindad, PT Bentoel, serta berbagai instansi pendukung lainnya.

"Keterlibatan multisektor ini dinilai krusial mengingat tantangan medan perbukitan yang berat serta tiupan angin yang tidak stabil," kata AKP Budiono.

Menurut AKP Budiono, petugas tidak hanya fokus memadamkan api utama, tetapi juga melakukan pendinginan pada sisa bara agar tidak kembali berkobar.

Berdasarkan estimasi sementara, luas area hutan yang terdampak di sekitar Pos Jemplang mencapai kurang lebih 20 hektare. Vegetasi yang terbakar didominasi oleh cemara gunung, mentigen, akasia, serta semak belukar.

"Upaya pemadaman di lapangan dilakukan secara taktis menggunakan selang dari hydrant portabel, sprayer elektrik, penyiraman manual, hingga pemutusan jalur api menggunakan dahan pohon," tambah AKP Budiono.

Petugas juga memotong batang pohon yang masih membara untuk mengeliminasi potensi titik api susulan.

Sebagai langkah antisipasi dan keselamatan, akses jalur penghubung dari Desa Ngadas (Kabupaten Malang) menuju Desa Ranupane, Kecamatan Senduro (Kabupaten Lumajang), ditutup sementara bagi publik. Kebijakan ini diberlakukan untuk memprioritaskan mobilitas armada pemadam kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Kondisi angin masih cukup kencang, sehingga kewaspadaan bersama harus tetap dijaga," pungkas AKP Budiono. (*)

Polres Probolinggo Imbau Wisatawan Patuhi Penutupan Kawasan TNBTS Akibat Karhutla


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Polres Probolinggo memperketat pengamanan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan savana Blok Pengol, sekitar Bukit Teletubbies

Personel gabungan diterjunkan untuk melakukan patroli sekaligus memastikan penutupan akses wisata berjalan dengan baik. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah wisatawan maupun masyarakat memasuki kawasan yang masih berpotensi membahayakan.

Patroli difokuskan pada sejumlah jalur masuk strategis menuju kawasan Bromo, termasuk akses melalui Kabupaten Probolinggo di kawasan Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.

Petugas bersiaga untuk melakukan pemantauan dan mengantisipasi adanya pengunjung yang nekat menerobos masuk ke kawasan yang sedang ditutup.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, penutupan kawasan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengutamakan keselamatan masyarakat di tengah proses penanganan karhutla.

"Kami meminta kerja sama dari seluruh calon pengunjung dan pelaku jasa wisata untuk menghormati kebijakan penutupan temporer ini. Situasi di lokasi masih rawan dan prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat," ujar Rizki, Minggu (13/9/2026).

Menurut dia, kehadiran personel di lapangan tidak hanya untuk mengamankan akses menuju kawasan wisata, tetapi juga mendukung kelancaran proses pemadaman yang dilakukan tim gabungan.

Petugas juga memastikan jalur menuju lokasi kebakaran tidak terganggu oleh aktivitas masyarakat maupun wisatawan.

Selain melakukan patroli, polisi memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat dan para pelaku jasa wisata, termasuk penyedia jip dan jasa kuda.

Mereka diminta sementara waktu menunda aktivitas wisata sampai kondisi kawasan dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

"Jangan memaksakan diri untuk masuk ke kawasan yang sudah ditutup. Kami berharap seluruh pihak dapat memahami bahwa penutupan ini dilakukan demi keselamatan bersama," kata Rizki.

Penutupan akses wisata di kawasan TNBTS akan diberlakukan hingga situasi dinyatakan aman dan proses penanganan karhutla selesai.

Polres Probolinggo juga mengingatkan wisatawan yang telah membeli tiket secara daring agar mengikuti informasi resmi dari Balai Besar TNBTS terkait kebijakan penutupan dan penyesuaian jadwal kunjungan.

Wisatawan diminta tidak hanya mengandalkan informasi dari media sosial atau pihak lain yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari pengelola TNBTS dan mematuhi seluruh ketentuan yang diberlakukan selama penanganan karhutla," ujarnya.

Hingga Minggu (13/9/2026), personel gabungan masih melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah titik kawasan TNBTS untuk mencegah masyarakat memasuki zona terdampak sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Polisi juga mengajak masyarakat segera melapor apabila menemukan kepulan asap atau titik api baru agar dapat ditangani sedini mungkin.(mam) 

12/09/2026

Api Karhutla Bromo Merembet ke Jemplang, Wisata Ditutup dari 4 Akses


Probolinggo, (DOC) –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali meluas. Api membakar vegetasi kering di kawasan Savana Watangan atau yang dikenal sebagai Bukit Teletubbies.

Kondisi tersebut membuat aktivitas wisata Gunung Bromo ditutup total dari empat pintu masuk wilayah kabupaten. Penutupan dilakukan untuk memberikan ruang bagi petugas gabungan yang tengah berjibaku memadamkan kobaran api.

Video kebakaran yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api di kawasan Jemplang, yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan kebakaran pada Sabtu (12/9/2026) terpantau berada di dua titik.

"Kebakaran sore hari ini terpantau ada di dua titik. Yang pertama di Blok Penggol Gunung Kursi Probolinggo, satunya di Jemplang masuk Kabupaten Malang," kata Oemar.

Menurutnya, api di kawasan Watangan bahkan telah mengarah ke Jemplang. Sementara kebakaran di Blok Penggol Gunung Kursi mengarah ke bagian atas kawasan.

"Untuk saat ini sedang diupayakan pemadaman oleh teman-teman gabungan. Angin yang sangat kencang menyebabkan penyebaran api sangat cepat. Medannya juga sangat sulit untuk dilakukan pemadaman," ujarnya.

Petugas gabungan kini melakukan berbagai upaya untuk membatasi pergerakan api. Salah satunya dengan membuat penyekatan agar kobaran tidak semakin meluas.

"Upaya yang dapat kami lakukan adalah penyekatan-penyekatan dan juga pemadaman baruan yang memang bisa dijangkau," jelas Oemar.

Ia menyebut upaya pemadaman dari udara juga sempat dilakukan menggunakan water bombing. Namun, operasi tersebut terkendala kondisi kabut tebal yang mengganggu faktor keselamatan penerbangan.

"Tadi pada hari ini sudah dilakukan water bombing, namun memang kabut yang sangat tebal menjadi salah satu kendala faktor keamanan bagi helikopter itu sendiri sehingga tidak bisa dilakukan," katanya.

Kencangnya angin ditambah kondisi vegetasi yang kering membuat api dengan cepat menjalar. Padahal, kobaran api sebelumnya sempat berhasil dipadamkan pada Jumat malam.

Penutupan total kawasan wisata Bromo dilakukan untuk mendukung proses pemadaman. Selain menjaga keselamatan wisatawan, langkah tersebut juga memberikan ruang bagi petugas untuk bergerak membawa logistik dan peralatan pemadaman.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti luasan kawasan yang terbakar. Petugas gabungan masih berfokus melakukan pemadaman dan penyekatan agar api tidak menjalar ke kawasan maupun objek vital di sekitar TNBTS.

11/09/2026

Kebakaran Kembali Melanda Kawasan Gunung Bromo, Petugas Berjibaku Padamkan Api


Probolinggo, (Onenewsjatim) 
– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kebakaran yang mulai terjadi sejak Kamis (10/9/2026) sore itu hingga Jumat (11/9/2026) masih dalam penanganan petugas gabungan. 

Informasi di lapangan menyebutkan, kobaran api di kawasan Blok Penggol, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, mulai meluas ke arah lembah Watangan atau yang dikenal masyarakat sebagai Bukit Teletubies.

Petugas gabungan dari TNBTS, BPBD, TNI-Polri dan relawan terus melakukan pemantauan sekaligus upaya pemadaman untuk mencegah api semakin meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarif mengatakan, proses pemadaman menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan dengan medan yang cukup ekstrem.

"Kebakaran terjadi di Blok Penggol, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura sejak Kamis sore hingga hari ini masih belum berhasil dipadamkan," kata Oemar Sjarif saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (11/9/2026).

Menurut Oemar, salah satu kendala utama petugas adalah kondisi tebing yang curam sehingga tidak seluruh titik api dapat dijangkau secara langsung.

Selain itu, angin kencang membuat api lebih cepat menjalar, terutama pada kawasan yang ditumbuhi ilalang dan vegetasi kering.

"Petugas gabungan mengalami kendala karena area yang terbakar berada di tebing yang curam sehingga sulit dijangkau. Angin yang cukup kencang juga menyebabkan titik api lebih cepat menjalar ke area lain," ujarnya.

Untuk mengantisipasi api semakin meluas, petugas melakukan penyekatan dengan membuat sekat bakar di sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi jalur penjalaran api.

Upaya tersebut dilakukan agar kobaran api tidak semakin mudah menjalar ke kawasan lain, terutama ke arah lembah.

"Petugas melakukan penyekatan. Namun angin cukup kencang sehingga memudahkan titik api menjalar ke ilalang kering. Penyekatan dilakukan agar api tidak menjalar ke tempat lain," jelasnya.

Oemar menambahkan, selain pemadaman secara manual, penanganan karhutla juga dilakukan dengan menggunakan helikopter water bombing milik BPBD Provinsi Jawa Timur.

Penggunaan helikopter menjadi salah satu opsi karena terdapat sejumlah titik api yang berada di tebing curam dan sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.

"Selain secara manual, upaya pemadaman juga dilakukan menggunakan helikopter atau water bombing dari BPBD Provinsi Jawa Timur," katanya.

Namun, upaya pemadaman dari udara juga tidak selalu berjalan optimal. Kondisi kabut yang turun di kawasan TNBTS menjadi salah satu kendala bagi helikopter untuk melakukan penyiraman dari udara.

Karena itu, petugas di lapangan masih terus menyesuaikan pola penanganan berdasarkan kondisi cuaca dan medan.

"Kabut terkadang menjadi kendala tersendiri bagi helikopter. Mudah-mudahan hari ini cuaca cerah sehingga pemadaman bisa lebih dioptimalkan, baik secara manual maupun melalui water bombing," tutur Oemar.

Sementara itu, petugas gabungan hingga Jumat masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api di kawasan Bukit Penggol.

Pergerakan api yang dilaporkan mengarah ke kawasan lembah Watangan atau Bukit Teletubies menjadi perhatian petugas. Kondisi angin yang berubah-ubah membuat penyekatan harus terus dilakukan untuk menghambat penjalaran api.

Oemar memastikan upaya penanganan masih terus dilakukan bersama seluruh unsur yang terlibat. Petugas tidak hanya berupaya memadamkan titik api, tetapi juga mencegah kobaran menjalar lebih luas.

"Yang menjadi kendala adalah ketinggian dan kemiringan tebing yang sulit didaki serta angin yang cukup kencang. Karena itu, saat ini kami melakukan penyekatan-penyekatan supaya api tidak menjalar ke bawah dan meluas," pungkasnya. (Nur) 

Karhutla 72 Hektare di TN Meru Betiri Jember, Api Sempat Mendekati Permukiman Warga


Jember (Onenewsjatim)
– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di wilayah Desa Curahnongko dan Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Kebakaran yang berlangsung sejak Selasa (8/9/2026) itu membakar sekitar 72 hektare kawasan hutan dan lahan. Petugas gabungan masih melakukan penanganan di sejumlah titik yang belum sepenuhnya padam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo mengatakan, kebakaran awalnya terjadi di bagian barat kawasan hutan Desa Curahnongko.

"Api diduga berasal dari wilayah barat kawasan hutan dan lahan Desa Curahnongko, kemudian menjalar dan membakar dedaunan kering, ilalang dan tanaman rambat di kawasan hutan," kata Edy, Jumat (11/9/2026).

Menurut Edy, kondisi angin yang cukup kencang membuat api sulit dikendalikan. Petugas gabungan harus melakukan pemadaman secara manual karena kondisi medan di kawasan hutan menyulitkan proses penanganan.

"Luas lahan dan hutan yang terbakar mencapai 72 hektare. Faktor angin yang cukup kencang menjadi penyebab sulitnya api dipadamkan dengan peralatan manual yang dimiliki petugas gabungan," ujarnya.

Api Sempat Mendekati Permukiman

Kondisi karhutla sempat mengkhawatirkan warga pada Kamis (10/9/2026). Sekitar pukul 12.10 WIB, kobaran api diketahui telah mendekati permukiman warga Dusun Krajan, Desa Curahnongko.

Jarak api dengan permukiman diperkirakan hanya sekitar 100 meter.

Warga bersama petugas kemudian ikut berjibaku melakukan pemadaman secara manual untuk mencegah kobaran api semakin mendekati rumah penduduk.

"Faktor angin kencang membuat api semakin sulit dikendalikan. Bahkan titik api sudah mendekati permukiman warga dengan jarak sekitar 100 meter, sehingga warga agak panik dan ikut membantu petugas melakukan pemadaman secara manual," kata Edy.

Sekitar pukul 17.00 WIB, api yang berada di dekat permukiman berhasil dipadamkan.

Sekitar 30 menit kemudian, titik api kembali terlihat di kawasan hutan sebelah timur, tepatnya di wilayah Desa Andongrejo.

Edy mengatakan, petugas kemudian melanjutkan penanganan untuk mencegah api kembali meluas.

"Api sudah padam di wilayah barat kawasan hutan di Desa Curahnongko, sedangkan di wilayah timur kawasan hutan di Desa Andongrejo masih belum padam," jelasnya.

Asap Ganggu Warga

Selain ancaman kobaran api, asap karhutla juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Warga Dusun Krajan dilaporkan mengalami gangguan pernapasan dan mata terasa perih akibat paparan asap.

" Asap dari karhutla dikabarkan mengganggu pernapasan dan membuat mata perih warga Dusun Krajan, Desa Curahnongko. Sehingga petugas juga membagikan masker kepada warga," ujar Edy.

BPBD Jember mengerahkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kebakaran untuk membantu proses pemadaman.

Personel TRC BPBD juga berkoordinasi dengan Tim Meru Betiri Resort Andongrejo dalam melakukan penanganan secara manual.

"Petugas TRC BPBD membantu Tim Meru Betiri Resort Andongrejo melakukan pemadaman secara manual dan membagikan masker kepada warga Desa Curahnongko," katanya.

Untuk mendukung proses pemadaman di wilayah Desa Andongrejo, BPBD Jember juga mengirimkan personel TRC ke lokasi.

Selain itu, BPBD berkoordinasi dengan Damkar Pos Ambulu untuk memberikan dukungan air bagi petugas yang melakukan penanganan karhutla.

Edy mengatakan petugas gabungan masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api di kawasan TNMB.

Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan, arah angin dan potensi api kembali menjalar ke kawasan lain.

BPBD Jember juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta menggunakan masker ketika asap berada di sekitar permukiman dan segera melaporkan jika kembali melihat titik api.

Hingga Jumat (11/9/2026), penanganan masih difokuskan pada titik api di kawasan hutan sebelah timur Desa Andongrejo. Sementara kawasan barat Desa Curahnongko dilaporkan telah berhasil dipadamkan.(imam) 

10/09/2026

Rumah Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah di Lumajang Ludes Terbakar

Lumajang, (Onenewsjatim) – Rumah milik Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Yosowilangun, Abni Nur Susiowati (55), terbakar di Dusun Jombang, Desa Yosowilangun Lor, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Rabu (9/9/2026) malam.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.50 WIB. Api pertama kali diketahui anak korban yang melihat bagian plafon rumah dalam kondisi terbakar.

Anak korban kemudian membangunkan istri, anak, dan ibunya. Mereka langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut turut membantu mengeluarkan barang-barang berharga dari dalam rumah.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto membenarkan kejadian tersebut.

"Iya, yang terbakar rumah milik kepala sekolah SMP Muhammadiyah, Abni Nur Susiowati," kata Suprapto.

Dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 22.30 WIB. Petugas kemudian berjibaku memadamkan kobaran api.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.30 WIB.

"Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam setelah petugas pemadam tiba di lokasi," ujarnya.

Akibat kebakaran tersebut, rumah milik Abni mengalami kerusakan hingga 100 persen. Kerugian ditaksir mencapai Rp 150 juta.

Polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Dugaan awal berasal dari kabel di dekat sakelar yang bagian pelindungnya terkelupas.

"Kabel dekat skakel ada yang terkelupas dan belum sempat dibenahi," jelas Suprapto.

Merembet ke Rumah Tetangga

Kobaran api juga merembet ke rumah tetangga milik Sri Karyawati. Rumah tersebut ikut terbakar akibat peristiwa tersebut.

"Rumah terbakar sekitar 40 persen. Korban mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta," kata Suprapto.

Total kerugian akibat kebakaran dua rumah tersebut diperkirakan mencapai Rp 175 juta. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

07/09/2026

Dibegal Saat Dini Hari, Warga Probolinggo Terjatuh ke Jurang, Motor Dibawa Kabur


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Aksi pembegalan terjadi di Jalan Nasional, Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Seorang warga Kabupaten Probolinggo, Nur Ahmad (31), menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Sepeda motor Honda Vario miliknya dibawa kabur pelaku.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto membenarkan adanya laporan pencurian dengan kekerasan tersebut.

"Benar, telah terjadi pencurian dengan kekerasan terhadap korban Nur Ahmad sekitar pukul 04.00 WIB," kata Suprapto saat dikonfirmasi, Senin.

Menurut Suprapto, peristiwa itu terjadi di Jalan Nasional, tepatnya di sebelah utara Pasar Buah Ranuyoso.

Saat itu, korban dalam perjalanan dari arah Jember menuju Probolinggo dengan mengendarai sepeda motor.

Korban diketahui melaju beriringan dengan seorang temannya. Namun, posisi korban berada di belakang.

Ketika melintas di lokasi kejadian, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam tiba-tiba memepet kendaraan korban.

Salah satu pelaku kemudian mencabut kunci kontak sepeda motor korban hingga kendaraan tersebut berhenti.

Korban yang menyadari dirinya menjadi sasaran kejahatan sempat berteriak meminta bantuan kepada temannya yang berada di depan.

Korban juga berupaya melakukan perlawanan terhadap pelaku.

Namun, saat berusaha melawan, korban justru terjatuh ke dalam jurang atau curah yang berada di pinggir jalan.

Melihat kejadian tersebut, saksi yang berada di depan sempat hendak memberikan pertolongan kepada korban.

Akan tetapi, niat tersebut urung dilakukan setelah pelaku mengancam menggunakan senjata tajam jenis celurit.

"Korban sempat meminta bantuan kepada saksi. Namun, saksi tidak berani menolong karena diancam menggunakan celurit oleh pelaku," ujar Suprapto.

Setelah itu, kedua pelaku melarikan diri dengan membawa sepeda motor Honda Vario milik korban.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 24,5 juta.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas juga mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi serta sejumlah data yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan memburu para pelaku

"Anggota di lapangan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku," kata Suprapto.

Suprapto menegaskan, polisi akan menindak tegas pelaku kejahatan jalanan, terlebih aksi tersebut dilakukan dengan menggunakan senjata tajam.

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika berkendara, terutama pada waktu dan lokasi yang dianggap rawan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat berkendara, khususnya pada jam-jam rawan," pungkasnya. (Imam) 



Gara-gara Saluran Air, Lansia di Lumajang Dibacok Pakai Celurit hingga Tiga Kali


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Seorang lansia bernama Nisman (67), warga Dusun Mrutu, Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi korban pembacokan.

Nisman dibacok menggunakan senjata tajam jenis celurit atau arit oleh seorang pria berinisial MUR (65), warga Desa Dadapan, Kecamatan Padang, pada Minggu (6/9/2026) pagi.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius pada sejumlah bagian tubuh dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Korban mengalami luka sabetan senjata tajam jenis celurit, tepat di bagian pipi kanan, bahu kanan, dan kepala bagian belakang," kata Suprapto, Senin (7/9/2026).

Menurut Suprapto, peristiwa pembacokan itu terjadi di depan istri kedua korban.

Sebelum pembacokan terjadi, istri kedua korban, Bu Ni, terlibat cekcok dengan Parsi yang merupakan saudara pelaku.

Perselisihan tersebut diduga bermula dari persoalan saluran air yang bocor dan kemudian tertimbun tanah.

Akibat kondisi tersebut, air menggenangi jalan yang menjadi akses menuju rumah saudara istri kedua korban sehingga mengganggu aktivitas warga.

"Awalnya Bu Ni, istri kedua korban, cekcok dengan saudara Parsi, saudara dari pelaku. Persoalannya jalan menuju rumah saudara istri kedua korban tergenang air karena saluran air bocor dan tertimbun tanah," ujar Suprapto.

Cekcok tersebut kemudian mengundang perhatian warga. Saudara pelaku bersama sejumlah warga datang untuk mencoba menjelaskan dan menyelesaikan persoalan antara Bu Ni dan Parsi.

Namun, situasi berubah setelah korban datang ke lokasi.

Tanpa diduga, korban langsung diserang oleh MUR menggunakan senjata tajam.

Pelaku membacok korban sebanyak tiga kali. Sabetan celurit mengenai pundak sebelah kanan, pipi sebelah kanan, dan kepala bagian belakang.

Aksi tersebut sempat dilerai oleh dua warga yang berada di lokasi.

Saat warga berusaha menghentikan aksi pembacokan, pelaku kemudian memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melarikan diri.

"Korban dibacok sebanyak tiga kali menggunakan senjata tajam jenis arit atau celurit hingga mengenai pundak sebelah kanan, pipi sebelah kanan, dan kepala bagian belakang," jelasnya.

Korban yang mengalami luka serius selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sementara itu, polisi langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti rangkaian peristiwa serta motif pembacokan tersebut.

"Saat ini anggota Satreskrim bersama Polsek Kedungjajang sedang memburu pelaku yang kabur usai kejadian," pungkas Suprapto.


05/09/2026

Cegah Karhutla dan Penyakit Masyarakat, Polres Probolinggo Rangkul Warga Tengger


Probolinggo, (Onenewsjatim)–
Polres Probolinggo Polda Jawa Timur memperkuat sinergi dengan masyarakat adat Tengger dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Langkah ini dilakukan melalui kegiatan silaturahmi dan sosialisasi yang digelar di Balai Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo dan dihadiri jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Probolinggo Polda Jatim sebagai wadah dialog interaktif pada Jumat, (4/9/2026).

Selain membahas kelestarian lingkungan Bromo, pertemuan tersebut juga mengulas antisipasi penyakit masyarakat seperti penyalahgunaan narkoba, judi online (judol), minuman beralkohol, hingga keamanan di kawasan wisata Gunung Bromo.

Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizki Siregar, melalui Kasat Intelkam AKP Hartanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat akar rumput.

“Melalui silaturahmi dan dialog ini, kami ingin membangun komunikasi yang semakin erat dengan masyarakat Tengger. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujar AKP Hartanto.

Mengingat Kecamatan Sukapura merupakan kawasan penyangga Gunung Bromo, ancaman kebakaran hutan menjadi perhatian khusus. 

Kapolsek Sukapura, Iptu D.J. Setyo, menegaskan pihaknya terus mengedepankan langkah preventif kepada warga setempat maupun wisatawan.

“Khusus terkait karhutla di kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya, kami mengedepankan pencegahan melalui edukasi dan imbauan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api. Jika melihat potensi kebakaran, kami meminta warga segera melapor ke petugas agar bisa ditangani sedini mungkin,” kata Iptu D.J. Setyo.

Selain isu lingkungan, ancaman narkoba dan judi online juga menjadi poin penting dalam sosialisasi tersebut. Kasat Resnarkoba Iptu Darmawan menekankan pentingnya benteng pertahanan dari tingkat keluarga dan desa.

“Pencegahan narkoba butuh peran bersama. Kami dari kepolisian siap berkolaborasi dalam edukasi, bahkan siap memfasilitasi pemeriksaan urine sebagai langkah deteksi dini di tingkat desa,” sebut Iptu Darmawan.

Di sisi penegakan hukum, Kasat Reskrim AKP I Made Kembar Mertadana memberikan apresiasi tinggi kepada warga Sukapura yang selama ini berhasil menjaga wilayahnya tetap kondusif. 

Terkait penyakit masyarakat seperti judi online dan miras, pihak Satreskrim tetap mengutamakan pembinaan dan edukasi hukum.

Sementara itu, Kasat Pam Obvit AKP Merdhania Pravita Shanty mengingatkan kembali bahwa Gunung Bromo memiliki nilai spiritual dan ekonomi yang tinggi bagi warga lokal, sehingga wajib dijaga bersama secara humanis.

“Bromo bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang hidup masyarakat Tengger. Mari kita sama-sama menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” pungkas AKP Vita. (*)

03/09/2026

9 Hari Karhutla TNBTS, Luasan Area Terbakar Capai 3.072 Hektare


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di lereng Gunung Semeru hingga hari ke-9 masih terus ditangani. Data sementara BPBD Kabupaten Lumajang mencatat total luasan hutan dan lahan yang terbakar mencapai sekitar 3.072 hektare.

Kebakaran tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang. Pergerakan api juga meluas ke kawasan TNBTS yang berada di wilayah Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan luasan tersebut tersebar di sejumlah blok kawasan TNBTS.

"Luasan terbakar sampai saat ini sekitar 3.072 hektare," kata Yudi, Kamis (3/9/2026).

Yudi merinci, kebakaran di kawasan TNBTS wilayah Pasuruan yang meliputi Blok Dingklik, Pacis Bincil, Kedaluh, dan Penanjakan mencapai sekitar 211,24 hektare.

Sementara di wilayah Probolinggo, kebakaran terjadi di Blok Argowulan dengan luasan sekitar 86,23 hektare. Kemudian kebakaran di sekitar kawasan Jembatan Kaca tercatat sekitar 3,84 hektare.

"Begitu juga di Blok Bantengan, Watangan, Jantur serta B29 ada sekitar 881,78 hektare terbakar," ujarnya.

Untuk wilayah Kabupaten Lumajang, kebakaran terjadi di Blok Ledok Tirem, Ranupani, Kecamatan Senduro, dengan luas sekitar 1,84 hektare.

Sedangkan kawasan Ranu Kumbolo dan sekitarnya menjadi lokasi dengan luasan terbakar paling besar. BPBD Lumajang mencatat sekitar 1.887,07 hektare kawasan tersebut terdampak karhutla.

"Di Blok Ranu Kumbolo dan sekitarnya ada sekitar 1.887,07 hektare terbakar," beber Yudi.

Dengan demikian, total luasan karhutla yang terdata BPBD Lumajang di sejumlah blok kawasan TNBTS mencapai sekitar 3.072 hektare.

Water Bombing 21 Kali

Upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Pada Rabu (2/9), operasi water bombing dilakukan menggunakan helikopter milik BPBD Provinsi Jawa Timur.

Dalam operasi tersebut, helikopter dengan nomor PK-DAP melakukan pengeboman air sebanyak 21 kali. Total air yang dijatuhkan mencapai 21.000 liter dengan kapasitas angkut sekitar 1.000 liter dalam sekali operasi.

"Water bombing dilakukan sebanyak 21 kali (21.000 liter) menggunakan Helikopter PK-DAP kapasitas 1.000 liter dari BPBD Provinsi Jawa Timur," ungkap Yudi.

Selain melalui udara, pemadaman juga dilakukan secara manual oleh tim gabungan. Petugas melakukan pembasahan di sejumlah titik menggunakan peralatan seperti gepyok, jet shooter, dan blower.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran pemadaman manual berada di balik Bukit Landengan Dowo hingga kawasan sebelum Pos 1 jalur pendakian Ranu Kumbolo.

Namun, proses pemadaman tidak mudah. Sejumlah titik api hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Kondisi medan yang sulit, ditambah kabut tebal dan angin cukup kencang, turut menghambat pergerakan petugas maupun pelaksanaan water bombing.

"Lokasi titik api hanya dapat ditempuh dengan jalan kaki. Selain itu, kabut dan angin yang cukup kencang menghambat pergerakan tim, terutama pelaksanaan water bombing oleh helikopter," jelasnya.

Jalur Pendakian Jadi Perhatian

Memasuki hari ke-9 penanganan karhutla, tim gabungan masih berupaya melakukan pemadaman di sejumlah titik.

Yudi mengatakan, untuk jalur 1 pendakian Semeru, pemadaman dilakukan secara manual. Sementara jalur 2 dan kawasan Ayak-Ayak memiliki medan yang lebih sulit sehingga penanganannya membutuhkan dukungan pemadaman dari udara.

"Untuk kondisi hari ini, terutama di jalur 1 pendakian Semeru, itu memang sudah dilakukan secara manual. Untuk jalur 2 sama daerah Ayak-Ayak memang kondisinya atau medannya sulit untuk diakses secara manual," katanya.

Karena kondisi medan tersebut, pemadaman di jalur 2 dan kawasan Ayak-Ayak berpotensi kembali dibantu dengan operasi water bombing.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNBTS, masyarakat peduli api, TNI, dan Polri terus melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet dan menjalar ke titik lainnya.

"Teman-teman BPBD bersama TNBTS, masyarakat peduli api, TNI dan Polri berupaya secara maksimal untuk pemadaman, sekiranya tidak merembet ataupun menjalar ke titik-titik api yang lain," tutur Yudi.

BPBD Lumajang masih mewaspadai kemungkinan bertambahnya luasan area terbakar. Sebab, kondisi di lapangan masih dinamis dan sejumlah titik api berada di kawasan yang sulit dijangkau.

"Untuk luasnya, sementara ini tidak menutup kemungkinan akan bertambah seperti hari kemarin. Semoga tidak ada tambahan lagi di daerah ataupun perluasan hektare," pungkasnya.

Karhutla Kembali Terjadi di Lumajang, 3 Hektare Lahan di Gunung Fuji Terbakar


Lumajang, (DOC)-
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kali ini, api membakar kawasan hutan milik Perhutani di Blok Gunung Fuji, Petak 19D, Desa Papringan, Kecamatan Klakah.

Lokasi kebakaran tersebut berada tidak jauh dari jalur pendakian menuju puncak Gunung Lamongan. Api membakar ilalang dan tumbuhan liar dengan luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 3 hektare.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada Rabu (2/9/2026) malam.

"Kalau api pertama kali muncul menurut aplikasi Sipongi sekitar pukul 13.30 WIB, tapi laporan ke kami malam harinya sekitar jam 6," kata Yudi di Lumajang, Kamis (3/9/2026).

Yudi mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, vegetasi yang terbakar berupa ilalang dan tumbuhan liar. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare.

"Tanaman yang terbakar adalah ilalang dan tumbuhan liar seluas 3 hektare," ujarnya.

Meski kebakaran telah berhasil dipadamkan, petugas masih disiagakan di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

"Api sudah berhasil dipadamkan. Namun, tim tetap disiagakan di sekitar lokasi untuk melakukan pendinginan agar tidak muncul kebakaran lagi," jelasnya.

Yudi menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Kondisi di sekitar jalur pendakian Gunung Lamongan juga dipastikan aman.

Ia memastikan tidak ada pendaki yang terjebak maupun berada di puncak Gunung Lamongan saat kebakaran terjadi.

"Saat kebakaran tidak ada pendaki di puncak, jadi aman hanya kerugian materil saja," pungkasnya.

Berdasarkan perkiraan BPBD Lumajang, kerugian akibat kebakaran tersebut relatif kecil, yakni sekitar Rp 450 ribu.

Karhutla di kawasan Gunung Fuji ini menjadi perhatian petugas mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan hutan dan berdekatan dengan jalur pendakian Gunung Lamongan. Petugas tetap melakukan pemantauan dan pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. (mam)

02/09/2026

600 Hektare Hutan TNBTS Terbakar, Polisi: Belum Ditemukan Dugaan Pembakaran

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi saat di konfirmasi

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Resor (Polres) Lumajang masih menyelidiki penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Semeru, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut mulai terpantau pada Rabu (26/8/2026).

Titik awal kebakaran dilaporkan muncul di Blok Gunung Kembar, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro.

Hingga memasuki hari kedelapan, kebakaran telah menghanguskan sekitar 600 hektare kawasan hutan TNBTS di wilayah Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab munculnya api.

Penyelidikan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia atau terdapat unsur kesengajaan.

"Kami sudah melakukan beberapa tahapan penyelidikan untuk melihat apakah ada human error atau ada pelaku pembakaran," kata Riki di Mapolres Lumajang, Rabu (2/9/2026).

Menurut Riki, penyelidikan juga mendapat dukungan dari Polda Jawa Timur.

Namun, proses penyelidikan menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo yang memiliki medan cukup sulit dijangkau.

"Dari mulai pos 1, 2, 3, 4 dan 5 di jalur pendakian Ranu Kumbolo, kami hanya bisa memantau dari bawah," ujarnya.

Polres Lumajang sebelumnya juga sempat berupaya melakukan pendakian dengan melibatkan personel Satuan Samapta untuk melihat langsung kondisi di lokasi.

Namun, hingga saat ini petugas belum menemukan indikasi yang mengarah pada dugaan tindak pidana pembakaran hutan.

"Kami sempat juga melakukan pendakian bersama Samapta, tapi sampai saat ini belum ditemukan dugaan tindak pidana pembakaran," kata Riki.

Meski demikian, penyelidikan akan terus dilakukan. Setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan, polisi akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam di lokasi.

Riki mengatakan, pemeriksaan nantinya akan melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) bersama tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis).

"Biasanya nanti dilakukan Labfor bersama Inafis di titik yang diduga rawan adanya human error atau tindak pidana pembakaran. Tapi sampai saat ini masih belum, kami masih melakukan upaya pemadaman," jelasnya.

Api Mulai Mereda

Sementara itu, Riki menyebut kondisi kebakaran di wilayah Senduro mulai berangsur mereda.

Sejumlah titik api masih ditemukan, tetapi berdasarkan pemantauan petugas, pergerakan api cenderung mengarah ke wilayah Kabupaten Malang.

"Alhamdulillah masih aman. Memang ada beberapa titik api, tapi saya lihat mengarah ke Kabupaten Malang. Untuk wilayah Senduro sendiri perlahan-lahan api mulai padam. Mohon doanya," ungkapnya.

Untuk mendukung proses pemadaman dan penanganan karhutla, Polres Lumajang mengerahkan sekitar 50 personel.

Personel tersebut diperkuat anggota Polsek Senduro  bersama petugas gabungan untuk membantu upaya pemadaman, pemantauan, serta pengamanan kawasan terdampak.

Karhutla Semeru Berdampak pada Satwa Liar, TNBTS Temukan Kijang dan Teledu Mati


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berdampak terhadap satwa liar. 

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) menemukan dua satwa mati di kawasan terdampak kebakaran.

Kabag TU BB-TNBTS Bambang Suriyono mengatakan dua satwa yang ditemukan mati tersebut yakni kijang dan teledu. Keduanya ditemukan di sekitar Pos 2 dan kawasan Ranu Kumbolo.

"Di situ ada satwa yang mati satu jenis teledu satu ekor. Kemudian tengkorak satwa kijang, belum dipastikan apakah dampak kebakaran atau sudah lama mati," kata Bambang di Lumajang, Rabu (1/9/2026).

Untuk satwa kijang, petugas hanya menemukan bagian tengkorak atau kerangkanya. Karena itu, BB-TNBTS belum dapat memastikan apakah kematian kijang tersebut disebabkan langsung oleh kebakaran.

Sementara itu, petugas menemukan satu ekor teledu dalam kondisi mati di kawasan yang terdampak karhutla

Selain menemukan satwa mati, petugas juga mendapati jejak keberadaan macan tutul di kawasan terdampak kebakaran. Bambang menduga macan tutul tersebut masih hidup dan telah berpindah ke lokasi lain yang lebih aman.

"Ada juga jejak macan tutul yang ini kemungkinan masih hidup dan kemungkinan besar dia bermigrasi ke tempat lain yang lebih aman," ujarnya.

Karhutla Meluas di Lereng Semeru

Bambang mengatakan kebakaran saat ini meluas ke sejumlah titik di kawasan TNBTS. Beberapa di antaranya Pos 1, Pos 2, Watu Rejeng, Sentong, hingga Gunung Kepolo.

"Untuk titik kebakaran saat ini ada di Pos 1, Pos 2, Watu Rejeng, Sentong, Gunung Kepolo dan ada satu titik yang merembet ke Ngadas, Kabupaten Malang," kata Bambang.

Diketahui, Kebakaran hutan tersebut mulai terjadi sejak Rabu (26/8/2026). Titik api pertama kali diketahui muncul dari Blok Gunung Kembang, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Lokasi tersebut berada di jalur pendakian Gunung Semeru. Api kemudian dilaporkan masih membara di sejumlah kawasan, termasuk Blok Ayak-Ayak, Kalimati, Gunung Kolong hingga pertigaan Trisula di wilayah Kabupaten Malang.

Luas lahan hutan yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 600 hektare. 

Namun, angka tersebut masih fluktuatif dan diperkirakan dapat bertambah karena api hingga kini belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved