-->

02/02/2026

Rumah Warga di Lumajang Ludes Terbakar Saat Ganti Oli Mobil


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebuah rumah milik Abdul Rohim di Jalan Dieng, Dusun Krajan RT 10 RW 03, Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ludes terbakar pada Senin (2/2/2026) siang.

Kebakaran tersebut mengakibatkan satu unit mobil Suzuki Katana, satu sepeda motor Honda Scoopy, serta seluruh isi rumah dan bengkel milik korban hangus dilalap api.

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban tengah mengganti oli mobil di depan rumahnya. Dugaan sementara, api berasal dari kolong mobil yang sedang dilakukan penggantian oli.

Salah satu warga setempat, Ading Sidiqo, mengatakan saat kejadian korban sempat meninggalkan mobilnya untuk menambal ban.

“Waktu itu Pak Rohim ganti oli sambil nambal ban. Mobilnya ditinggal sebentar, tiba-tiba muncul percikan api dari kolong mobil,” ujarnya di lokasi kejadian.

Menurut Ading, api dengan cepat membesar karena di sekitar lokasi terdapat botol-botol bensin yang dijual korban.

“Api dari bawah kolong mobil langsung menyambar botol bensin yang dijual korban, jadi apinya cepat besar sampai menyambar rumah,” tambahnya.

Melihat api yang terus membesar, warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Bahkan, air sungai di belakang rumah korban digunakan untuk membantu pemadaman.

“Warga pakai ember dari sungai belakang rumah, tapi apinya sudah terlalu besar,” jelas Ading.

Tak berselang lama, dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Lumajang tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan pemadaman serta membasahi rumah warga sekitar untuk mencegah api merembet.

Koordinator Lapangan Damkar Lumajang, Zaenuri, membenarkan bahwa sumber api diduga berasal dari kolong mobil saat korban mengganti oli.

“Dugaan sementara, api muncul dari bawah mobil ketika pemiliknya sedang mengganti oli. Api kemudian membesar karena adanya bahan mudah terbakar di sekitar lokasi,” kata Zaenuri.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian. Namun, satu unit rumah beserta satu mobil dan satu sepeda motor milik korban tidak dapat diselamatkan dan hangus terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, pihak Polres Lumajang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. (Imam)


31/01/2026

Banjir Lahar Dingin Semeru Putus Jalan Pasirian–Tempursari, Tiga Dusun Terisolasi


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Banjir lahar dingin Gunung Semeru kembali menerjang Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (31/1/2026)

Akibatnya, jalan penghubung antara Kecamatan Pasirian dan Tempursari putus total dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Putusnya jalan tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga. Sejumlah warga yang hendak bekerja maupun anak-anak yang akan berangkat ke sekolah terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh, bahkan harus melintasi aliran sungai yang masih cukup deras.

Salah satu warga Desa Gondoruso, Sutris, mengatakan jalan sepanjang sekitar 20 meter ambrol akibat terjangan lahar dingin yang terjadi sejak Jumat (30/1/2026) malam hingga Sabtu dini hari.

“Banjir tadi malam besar, tanah di bawah jalan terkikis, akhirnya jalan ambrol dan tidak bisa dilewati,” ujar Sutris 

Hal senada disampaikan Bambang, warga lainnya. Menurutnya, kerusakan jalan sangat menyulitkan warga, terutama anak-anak yang harus tetap bersekolah.

“Anak-anak kesulitan berangkat sekolah. Mau lewat jalur pantai Bambang mutarnya jauh, jadi sebagian orang tua terpaksa mengantar anak lewat aliran lahar yang dangkal,” katanya.

Selain jalan putus, banjir lahar juga menyebabkan tanggul penahan sungai di Desa Gondoruso jebol. Dampaknya, sedikitnya tiga dusun di wilayah tersebut terisolasi.

Kalaksa BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, S.Sos., menjelaskan kerusakan cukup parah akibat derasnya aliran lahar hujan Gunung Semeru.

“Jalan yang rusak dan terputus sekitar 30 meter. Selain itu, tanggul sungai terkikis sepanjang 100 meter dan yang jebol sekitar 30 meter. Bahkan lahan pertanian warga seluas kurang lebih 30 hektare ikut terdampak,” jelas Isnugroho.

Ia menambahkan, tanggul yang jebol tersebut merupakan bangunan baru. Akibat kejadian ini, sebanyak tiga dusun di Desa Gondoruso terisolasi dengan jumlah sekitar 350 kepala keluarga.

“BPBD Lumajang sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan PU SDA Provinsi Jawa Timur. Kemarin BBWS dan PU SDA Provinsi sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan,” pungkasnya. (Imam)



28/01/2026

SD Negeri Kaliboto Kidul 04 Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp 41 Juta


Lumajang, (Onenewsjatim) –
SD Negeri Kaliboto Kidul 04 yang berada di Dusun Umbulsari, Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi sasaran aksi pencurian, Senin (26/1/2026).

Sejumlah barang elektronik bernilai tinggi raib digondol pelaku. Di antaranya satu unit TV LED merek Hisense ukuran 75 inci, satu unit laptop merek Samsung, satu unit kamera CCTV tipe Ezviz, serta satu unit wireless headset microphone.

Aksi pencurian tersebut pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, penjaga mendapati kondisi ruang guru sudah dalam keadaan berantakan dan sejumlah barang tidak berada di tempatnya

Mengetahui kejadian tersebut, pihak sekolah langsung melaporkan ke Polsek Jatiroto untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Kasubsi PIDM Si Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan adanya peristiwa pencurian tersebut. Ia mengatakan, setelah menerima laporan, petugas kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Dari hasil sementara olah TKP, pelaku diduga terlebih dahulu mematikan saklar induk lampu. Selanjutnya masuk ke ruang guru dengan cara mencongkel daun pintu jendela dan pintu utama,” jelas Ipda Suprapto, Selasa (27/1/2026).

Ia menambahkan, setelah berhasil masuk, pelaku mengambil sejumlah barang elektronik, kemudian mengacak-acak almari buku. 

Pelaku juga mencongkel jendela ruang kepala sekolah dan mengambil dus (doos) TV sebelum keluar melalui jalur yang sama saat masuk

“Total kerugian ditaksir mencapai Rp 41.575.000. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa dus TV LED dan mikrofon yang ditinggalkan pelaku di lokasi,” tambahnya.

Saat ini, kasus pencurian tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh aparat kepolisian guna mengungkap pelaku yang terlibat.

“Masih kami selidiki lebih lanjut,” pungkas Ipda Suprapto. (Imam)

27/01/2026

Gelombang Tinggi Terjang Pantai Dampar, 15 Warung dan 4 Perahu Nelayan Rusak


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dampak gelombang tinggi di wilayah Pantai Selatan Kabupaten Lumajang terus meluas. 

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 15 warung milik warga mengalami kerusakan akibat terjangan ombak besar di kawasan Pantai Dampar, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, menyampaikan bahwa sebelumnya, pada Kamis (22/1/2026), gelombang tinggi juga telah merusak delapan warung makan di lokasi yang sama. 

Selain itu, empat perahu nelayan di Kecamatan Tempursari dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat hantaman ombak.

“Dampak kerusakan akibat ombak tinggi sudah terjadi di dua kecamatan, yakni Pasirian dan Tempursari. Di Pantai Dampar sendiri sekitar 15 warung rusak karena berdiri di tepi pantai yang memang rawan terkena terjangan ombak dari Laut Selatan,” ujar Isnugroho, Jumat (26/1/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi gelombang tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga 31 Januari 2026. 

Ketinggian gelombang diperkirakan berkisar antara 1 hingga 4 meter, bahkan berpotensi lebih tinggi menjelang fase bulan purnama.

“Tinggi gelombang kisarannya 1 sampai 4 meter. Namun kita harus waspada karena menjelang bulan purnama biasanya ombak akan jauh lebih besar,” jelasnya.

BPBD Lumajang pun mengimbau masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di pesisir Pantai Dampar, agar tidak lagi mendirikan warung di area tepi pantai yang rawan terdampak gelombang tinggi. Warga diminta untuk bergeser ke lokasi yang lebih aman.

“Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di pesisir Pantai Dampar agar tidak membangun warung di tepi pantai. Kalau bisa bergeser mencari lokasi yang lebih aman, karena masih ada lahan kosong yang bisa dimanfaatkan,” tegas Isnugroho.

Menurutnya, fenomena gelombang tinggi di wilayah selatan Lumajang merupakan siklus alam yang kerap terjadi, terutama saat memasuki pertengahan bulan Jawa dan menjelang bulan purnama. 

Warga setempat sebenarnya telah mengenal pola tersebut dan biasanya menghindari aktivitas berisiko pada waktu-waktu tertentu.

“Setiap malam tanggal 15 Jawa atau menjelang bulan purnama biasanya memang terjadi gelombang tinggi. Warga sebenarnya sudah memahami kebiasaan alam ini dan biasanya menghindar,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Isnugroho menjelaskan bahwa gelombang tinggi dipicu oleh adanya siklon tropis di Samudra Hindia yang diperkuat dengan pengaruh fase bulan purnama, sehingga meningkatkan potensi kenaikan air laut. 

"Kondisi ini paling sering terjadi pada sore hingga dini hari, saat air laut mencapai titik pasang tertinggi," pungkasnya. (Imam)

24/01/2026

Kecelakaan Maut di Tol Pasuruan–Probolinggo, Seorang Kernet Tewas


Probolinggo, (Onenewsjatim)
– Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di ruas Jalan Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro), Sabtu (24/1/2026) pagi.

Insiden tabrak belakang antar dua truk bermuatan tersebut mengakibatkan seorang kernet meninggal dunia di lokasi kejadian.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 06.15 WIB di KM 831 Tol Paspro, tepatnya di wilayah Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kecelakaan diduga kuat dipicu sopir yang mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat mengemudi.

Berdasarkan informasi di lapangan, truk bermuatan beras bernomor polisi K 9664 ES melaju dari arah barat ke timur. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Amrullohi Lutfi (21) dengan kernet Rico Prasetyo (20). Keduanya merupakan warga Desa Pohmulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.

Setibanya di lokasi kejadian, truk bermuatan beras tersebut menabrak bagian belakang truk bernomor polisi EA 8428 SC yang bermuatan batu bata ringan. Truk tersebut dikemudikan oleh Juwardin (27), warga Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, yang melaju searah di depannya.

Akibat benturan keras, bagian depan truk bermuatan beras mengalami ringsek parah, sementara truk bermuatan batu bata ringan hanya mengalami kerusakan ringan di bagian belakang.

Sopir dan kernet truk bermuatan beras mengalami luka berat dan segera dievakuasi ke RSUD Ar-Rozy, Kabupaten Probolinggo. Namun, nyawa kernet Rico Prasetyo tidak dapat diselamatkan akibat luka serius yang dideritanya.

Anggota Unit PJR 4 Polda Jawa Timur bersama Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengatur arus lalu lintas, serta mengevakuasi kedua kendaraan agar tidak terjadi kemacetan panjang.

Aipda Andhi Apriansyah, anggota PJR 4 Polda Jawa Timur, mengatakan kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat pengemudi truk bermuatan beras kehilangan konsentrasi karena kelelahan.

“Diduga pengemudi mengalami microsleep sehingga menabrak kendaraan di depannya yang berjalan searah,” jelas Aipda Andhi Apriansyah.

Ia pun mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan berat, untuk selalu memperhatikan kondisi fisik sebelum berkendara.

“Apabila merasa lelah atau mengantuk, segera manfaatkan rest area terdekat. Jangan memaksakan diri karena dapat berakibat fatal,” tegasnya.

Hingga saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (Imam)

23/01/2026

Mobil Kades Tabrak Pengendara Motor di Alun-Alun Lumajang, Satu Orang Tewas


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Alun-alun Lumajang, tepatnya di simpang tiga dekat Bank BNI Lumajang, Kelurahan Rogotrunan, Kabupaten Lumajang, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kecelakaan melibatkan mobil Mitsubishi Xpander bernomor polisi W 1308 RC yang diketahui milik seorang kepala desa di Kecamatan Tekung dengan sepeda motor Honda Beat warna hitam bernomor polisi N-6563-DB.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, mengatakan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, kecelakaan terjadi akibat tabrakan dari belakang.

“Mobil Mitsubishi Xpander yang dikemudikan sopir Kepala Desa Klampokarum, melaju dari arah barat ke timur. Saat hendak berbelok ke kanan di lokasi kejadian, kendaraan tersebut menabrak bagian belakang sepeda motor Honda Beat yang melaju searah di depannya,” ujar Ipda Dendy Cucu saat dikonfirmasi.

Akibat benturan keras tersebut, sepeda motor terpental hingga menabrak tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berada di sekitar lokasi.

“Dugaan sementara, pengemudi mobil dalam kondisi mengantuk sehingga kurang konsentrasi saat mengemudi,” tambahnya.

Dalam kejadian itu, pengendara sepeda motor bernama Sri Kurniawati (28), warga Desa Dorogowok, Kecamatan Kunir, meninggal dunia di tempat kejadian. Korban mengalami luka berat, di antaranya luka di bagian kepala belakang, luka sobek di bagian samping kelamin, serta diduga mengalami patah tulang.

Sementara itu, penumpang sepeda motor, Ita Purnamasari (31), juga warga Desa Dorogowok, mengalami luka patah tulang pada lengan kiri serta diduga mengalami cedera di bagian dada. Korban luka langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Ipda Dendy Cucu menegaskan, pihaknya telah mengamankan kendaraan yang terlibat serta memintai keterangan sejumlah saksi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan ini. Kami juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit sebelum berkendara,” pungkasnya. (Imam)

Diterjang Ombak Besar, Tujuh Warung Warga Pantai Dampar Lumajang Rusak


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebanyak tujuh warung milik warga di kawasan Pantai Dampar, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, rusak akibat diterjang ombak besar. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (22/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, menjelaskan bahwa kejadian bermula pada Rabu malam (21/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, saat angin kencang melanda wilayah pesisir Pantai Dampar.

“Sekitar pukul 00.00 WIB, air laut disertai gelombang tinggi mulai naik ke daratan dan masuk ke beberapa warung milik warga,” ujar Yudi ketika dikonfirmasi via telepon Jumat (23/1/2026).

Melihat kondisi tersebut, warga pemilik warung langsung bergotong royong mengamankan barang dagangan serta peralatan warung untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.

Namun, pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, gelombang pasang air laut semakin membesar hingga merusak bangunan warung warga yang mayoritas terbuat dari kayu dan bambu.

“Sebanyak tujuh warung milik warga mengalami kerusakan akibat diterjang ombak besar,” jelasnya.

Setelah kondisi mulai berangsur surut, petugas gabungan bersama warga melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing warung yang rusak, mengevakuasi barang-barang yang masih bisa digunakan, serta memperbaiki warung yang mengalami kerusakan ringan.

Sementara itu, salah seorang nelayan setempat, Sumali, mengatakan bahwa gelombang tinggi di Pantai Dampar telah terjadi selama dua hari terakhir.

“Ketinggian ombak bisa mencapai sekitar 2,3 meter. Ombak besar ini sudah dua hari, dan semalam mencapai sekitar 2,3 meter,” kata Sumali. (Imam)


21/01/2026

Polemik Tiket Tumpak Sewu–Coban Sewu Memanas, Pengelola Tumpak Sewu Ngadu ke Ditreskrimsus Polda Jatim


Lumajang (Onenewsjatim)
– Polemik penarikan tiket wisata Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang dan Coban Sewu di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali memanas. 

Pengelola Air Terjun Tumpak Sewu, Kecamatan Pronojiwo, mengadu ke Polda Jawa Timur atas rencana penarikan tiket yang akan dilakukan oleh pengelola Coban Sewu.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Galih Permadi, membenarkan bahwa pengelola Tumpak Sewu telah mendatangi Polda Jatim untuk menyampaikan pengaduan tersebut.

“Pengelola Tumpak Sewu Pronojiwo hari ini mendatangi Polda Jawa Timur untuk mengadu terhadap pengelola Coban Sewu yang berencana melakukan penarikan tiket di area dasar sungai,” ujar Galih, Selasa (20/1/2026).

Menurut Galih, langkah tersebut diambil karena pengelola Tumpak Sewu menilai pihak Coban Sewu telah melanggar perjanjian bersama terkait mekanisme penarikan tiket wisata. 

Dalam kesepakatan tersebut secara tegas disebutkan bahwa penarikan tiket di area dasar sungai atau aliran Kali Glidik tidak diperbolehkan.

“Pengelola Tumpak Sewu menilai pihak Coban Sewu sudah tidak mematuhi perjanjian yang telah disepakati bersama. Dalam kesepakatan itu sudah jelas bahwa penarikan tiket di dasar sungai tidak diperbolehkan,” jelasnya.

Polemik kembali mencuat setelah beredarnya surat pemberitahuan dari pengelola Coban Sewu yang menyebutkan rencana penarikan tiket bagi wisatawan yang masuk ke kawasan Coban Sewu, baik melalui akses langsung maupun sistem online.

Selain menempuh jalur hukum, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga akan melakukan koordinasi lintas daerah guna mencari penyelesaian atas persoalan tersebut.

“Hari ini pemerintah sudah menyiapkan regulasi. Besok Dinas Pariwisata Kabupaten Malang akan datang ke Lumajang. Kami akan melakukan pembahasan, saling memberikan penjelasan, serta bertukar informasi terkait polemik penarikan tiket ini,” imbuh Galih.

Sementara itu, Indra Hosy Efendhy, S.H., M.H., selaku konsultan hukum wisata Air Terjun Tumpak Sewu, mengatakan pihaknya telah mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur untuk menyampaikan adanya rencana penarikan tiket di dasar sungai oleh pengelola Coban Sewu.

"Kedatangan kami ke Polda Jatim memberitahukan ada rencana penarikan tiket di dasar sungai. Karena belum terjadi tindak pidana, kami sifatnya memberitahu sekaligus meminta perlindungan hukum bagi pihak Tumpak Sewu Lumajang," tegas Hosy.

20/01/2026

Polemik Tiket Tumpak Sewu–Coban Sewu Memanas, Pengelola Tumpak Sewu Lapor ke Polda Jatim


Lumajang (Onenewsjatim)
– Polemik penarikan tiket wisata Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang dan Coban Sewu di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali memanas. Pengelola Air Terjun Tumpak Sewu dilaporkan telah membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Galih Permadi, mengatakan bahwa pengelola Air Terjun Tumpak Sewu, Kecamatan Pronojiwo, telah membuat laporan resmi ke Polda Jawa Timur terhadap pengelola Air Terjun Coban Sewu, Kabupaten Malang.

“Pengelola Tumpak Sewu Pronojiwo hari ini melaporkan pengelola Coban Sewu Malang ke Polda Jawa Timur,” ujar Galih, Selasa (20/1/2026).

Menurut Galih, laporan tersebut dilayangkan lantaran pengelola Tumpak Sewu menilai pihak Coban Sewu telah melanggar perjanjian bersama terkait mekanisme penarikan tiket wisata, khususnya larangan penarikan tiket di area dasar sungai.

“Pengelola Tumpak Sewu menilai pihak Coban Sewu sudah tidak mematuhi perjanjian yang telah disepakati bersama. Dalam kesepakatan itu sudah jelas bahwa penarikan tiket di dasar sungai atau aliran Kali Glidik tidak diperbolehkan,” jelasnya.

Polemik ini kembali mencuat setelah beredarnya surat pemberitahuan penarikan tiket yang dikeluarkan oleh pengelola Coban Sewu. Surat tersebut menyebutkan rencana penarikan tiket bagi wisatawan yang masuk ke kawasan Coban Sewu, baik secara langsung maupun melalui sistem online.

Selain menempuh jalur hukum, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga akan melakukan langkah koordinasi lintas daerah untuk mencari penyelesaian persoalan tersebut.

“Dari pemerintah sendiri kami sudah menyiapkan regulasi. Besok Dinas Pariwisata Kabupaten Malang akan datang ke Lumajang. Kami akan melakukan pembahasan, saling memberikan penjelasan, dan bertukar informasi terkait polemik penarikan tiket ini,” pungkas Galih.

Polemik Tiket Tumpak Sewu–Coban Sewu Memanas, Pengelola Diduga Abaikan Kesepakatan Pemprov Jatim


Lumajang (Onenewsjatim)
– Polemik penarikan tiket wisata Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang dan Coban Sewu di Kabupaten Malang kembali memanas.

Perselisihan ini mencuat lantaran diduga salah satu pihak pengelola mengabaikan kesepakatan bersama yang sebelumnya difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Air Terjun Tumpak Sewu dan Coban Sewu diketahui merupakan satu objek wisata alam yang sama, berada di aliran Sungai Glidik yang menjadi batas administratif Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Galih Permadi, menegaskan bahwa kesepakatan resmi terkait mekanisme penarikan tiket telah ditandatangani pada Februari 2025 lalu.

“Kesepakatan itu ditandatangani oleh dua bupati dan disaksikan langsung oleh Polda Jawa Timur, Satpol PP, Polres, serta kedua pihak pengelola. Dalam berita acara tersebut sudah sangat jelas bahwa penarikan tiket hanya boleh dilakukan satu kali, yaitu di bagian atas,” ujar Galih, Selasa (20/1/2026).

Menurut Galih, polemik kembali mencuat setelah beredarnya surat dari pihak pengelola Coban Sewu yang menyebutkan rencana penarikan tiket langsung maupun secara daring di wilayah bawah, tepatnya di aliran Kali Glidik.

“Awalnya itu hanya surat internal dan tidak pernah dikirimkan ke kami. Namun surat tersebut justru beredar luas dan viral. Isinya menyatakan akan ada penarikan tiket di bawah. Ini jelas bertentangan dengan kesepakatan Februari 2025,” tegasnya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang bersama pihak terkait turun langsung ke lokasi untuk melakukan klarifikasi dan upaya mediasi. Namun hingga kini belum ditemukan titik temu.

“Kami datang dengan itikad baik untuk mediasi dan menjelaskan bahwa penarikan tiket di bawah tidak diperbolehkan. Namun pihak pengelola Coban Sewu belum bisa diajak bekerja sama,” ungkap Galih.

Dari surat yang dikeluarkan CV. Coban Sewu menyebut, pihaknya akan menarik tiket secara langsung maupun online kepada wisatawan yang masuk ke wilayahnya, baik melalui Malang ataupun dari Lumajang dengan besaran tarif 50 ribu per orang untuk wisatawan asing dan 20 ribu untuk warga lokal.

Ia menjelaskan, tarif resmi yang saat ini berlaku di kawasan Tumpak Sewu bagian atas adalah Rp20.000 untuk wisatawan domestik dan Rp100.000 untuk wisatawan mancanegara.

“Dalam berita acara juga sudah ditegaskan bahwa di aliran Kali Glidik tidak boleh ada aktivitas penarikan tiket, karena itu merupakan wilayah pengairan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” jelasnya.

Galih menambahkan, aparat penegak hukum (APH) yang berada di lokasi menyarankan agar persoalan tersebut diselesaikan melalui mediasi lintas kabupaten dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kejadian hari ini akan kami laporkan ke pemerintah provinsi sebagai pemangku wilayah. Apabila ke depan tetap dilakukan penarikan tiket di wilayah bawah, pengelola Tumpak Sewu siap menempuh jalur hukum,” katanya.

Selain opsi hukum, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga menyiapkan langkah koordinasi lintas daerah untuk mencari solusi bersama.

“Besok Dinas Pariwisata Kabupaten Malang dijadwalkan datang ke Lumajang. Kami akan melakukan pembahasan, saling memberikan penjelasan, dan bertukar informasi agar polemik ini bisa segera diselesaikan,” pungkas Galih. (imam)


Tiga Pedagang Luka, Wabup Lumajang Tinjau Kondisi Korban Pasar Krai di RSUD dr. Haryoto


Lumajang (Onenewsjatim) –
Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, meninjau langsung kondisi para korban robohnya bangunan lapak Pasar Krai, Kecamatan Yosowilangun, yang tengah menjalani perawatan di RSUD dr. Haryoto Lumajang, Selasa (20/1/2026).

Dalam kunjungannya, Yudha memastikan kondisi kesehatan para korban dalam keadaan stabil dan terus mendapatkan penanganan medis yang optimal. Dari tiga pedagang yang menjadi korban, satu orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara dua lainnya telah diperbolehkan pulang.

“Saat ini satu korban masih dirawat di RSUD dr. Haryoto. Hasil pemeriksaan rontgen tidak menunjukkan adanya patah tulang maupun saraf terjepit, tinggal proses pemulihan saja,” ujar Yudha Adji Kusuma kepada awak media.

Korban yang masih dirawat diketahui bernama Hasan Safii (64), warga Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang. Sementara itu, istri Hasan, Islawati (50), yang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Yosowilangun, telah dipulangkan. Korban lainnya, Sajiono (47), warga Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, juga telah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan di Puskesmas Kunir.

“Total ada tiga korban yang mengalami luka akibat kejadian ini. Alhamdulillah kondisinya membaik dan dua korban sudah kembali ke rumah,” imbuhnya.

Selain memastikan kondisi korban, Wakil Bupati Lumajang juga menyampaikan langkah pemerintah daerah dalam menangani dampak pasca robohnya lapak Pasar Krai. Pemkab Lumajang memastikan akan melakukan relokasi sementara bagi para pedagang yang terdampak agar aktivitas jual beli tetap bisa berjalan.

“Nanti para pedagang akan kita relokasikan ke bangunan pasar di bagian tengah yang dibangun tahun 2019. Selama ini bangunan tersebut digunakan untuk pedagang sayur, namun aktivitasnya relatif sepi karena Pasar Krai merupakan pasar mingguan,” jelas Yudha.

Yudha juga mengungkapkan bahwa robohnya lapak pasar disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah tidak layak pakai. Bangunan tersebut bukan konstruksi permanen dan telah dimakan usia.

“Bangunan itu sebenarnya sudah tidak layak digunakan untuk berjualan. Tidak ada angin dan hujan saat kejadian, namun tiba-tiba bangunan roboh,” terangnya.

Beruntung, peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari ketika aktivitas pasar belum ramai, sehingga tidak ada korban dari kalangan pengunjung.

“Syukurnya masih pagi, pembeli belum banyak, jadi tidak ada korban dari masyarakat,” pungkas Yudha. (Imam)

Bangunan Lapak Pasar Krai Roboh Mendadak, Empat Pedagang Terluka


Lumajang (Onenewsjatim)
– Sebuah bangunan lapak di Pasar Krai, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, tiba-tiba roboh pada Selasa (20/2026) pagi. Insiden tersebut menyebabkan empat orang pedagang yang sedang beraktivitas mengalami luka-luka.

Peristiwa ambruknya lapak terjadi tanpa adanya hujan deras maupun angin kencang. Dugaan awal, keruntuhan bangunan dipicu oleh kondisi konstruksi yang sudah tua dan mengalami pelapukan.

Salah seorang pedagang, Khoirul Anam, mengungkapkan bahwa kejadian itu berlangsung sangat cepat dan tanpa tanda-tanda sebelumnya.

“Saat itu aktivitas jual beli sedang berjalan. Tiba-tiba terdengar suara kayu retak, tidak lama kemudian bangunan langsung runtuh. Kondisinya memang sudah lama dan lapuk,” tuturnya.

Kapolsek Yosowilangun, Iptu Rusdiq Sudarmanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.15 WIB di area lapak bagian barat pasar.

“Para pedagang mendengar suara seperti kayu patah, lalu bangunan lapak langsung ambruk,” jelasnya.

Ia menambahkan, lapak yang roboh memiliki ukuran kurang lebih 3 x 10 meter. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, kerusakan struktur bangunan akibat usia menjadi penyebab utama kejadian tersebut.

“Bangunan sudah cukup lama berdiri dan kondisi kayu penyangga terlihat rapuh,” tambah Rusdiq.

Usai kejadian, warga bersama para pedagang secara gotong royong membersihkan puing-puing bangunan agar aktivitas pasar bisa kembali berjalan normal.

Dalam insiden tersebut, Sajiono (47), pedagang pakaian asal Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, serta Hasan Safii (64), warga Desa Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Kunir.

Sementara itu, Islawati (50), pedagang pakaian asal Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, mengalami luka-luka dan dilarikan ke Puskesmas Yosowilangun. Satu pedagang lainnya dilaporkan hanya mengalami luka ringan.

“Total korban ada empat orang. Tiga di antaranya mengalami luka di bagian punggung dan leher, sedangkan satu korban mengalami cedera ringan,” pungkas Kapolsek.

19/01/2026

Viral di TikTok, Kabar Helikopter Jatuh di Lumajang Dipastikan Hoaks


Lumajang (Onenewsjatim)
– Sebuah unggahan video di media sosial TikTok yang menyebutkan adanya helikopter jatuh saat kunjungan bencana Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang dipastikan tidak benar alias hoaks.

Informasi tersebut viral setelah diunggah oleh akun TikTok @liamin1605, dengan jumlah penayangan mencapai lebih dari 630 ribu kali. 

Dalam unggahannya, pemilik akun menarasikan sebuah helikopter yang ditumpangi Sahroni disebut jatuh saat melakukan kunjungan ke lokasi bencana Gunung Semeru di Lumajang.

Unggahan yang tidak disertai keterangan waktu, lokasi, maupun sumber resmi tersebut memicu kebingungan di kalangan warganet. Beragam komentar pun bermunculan, mulai dari yang mempertanyakan kebenaran informasi hingga warganet yang menyebutkan bahwa video helikopter jatuh tersebut sebenarnya terjadi di luar negeri, tepatnya di India.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar.

“Kami pastikan tidak ada kejadian helikopter jatuh di Kabupaten Lumajang, khususnya yang dikaitkan dengan kunjungan penanganan bencana Gunung Semeru,” kata Mustaqim saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).

Mustaqim juga memastikan bahwa hingga saat ini pihaknya tidak pernah menerima laporan resmi terkait adanya insiden kecelakaan helikopter di wilayah Kabupaten Lumajang.

Menurutnya, setiap aktivitas kunjungan ke kawasan terdampak bencana selalu dilakukan dengan prosedur pengamanan yang ketat, sehingga isu tersebut tidak memiliki dasar yang jelas.

Sehubungan dengan maraknya informasi menyesatkan di media sosial, Mustaqim mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap unggahan yang tidak disertai data dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Komentar atau unggahan di media sosial bukan sumber informasi resmi. Jika ragu, sebaiknya masyarakat mengecek terlebih dahulu melalui kanal resmi pemerintah atau media yang terpercaya,” tegasnya.

Diskominfo Lumajang terus mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial serta tidak turut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

18/01/2026

Rumah Warga di Tekung Lumajang Rusak Diduga Akibat Ledakan Bondet


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Rumah milik warga di Dusun Karangpanas, Desa Wonosari, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, diduga menjadi sasaran pelemparan bondet atau bom ikan oleh orang tidak dikenal, Minggu (18/1/2026) dini hari.

Akibat kejadian tersebut, dinding rumah berlubang dan kaca jendela pecah. Rumah yang mengalami kerusakan diketahui milik Mistari (52).

Kasubsi PIDM Si Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, saat korban sedang berada di dalam rumah.

“Benar, kejadian sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu korban sedang tidur di dalam rumah, kemudian mendengar suara ledakan keras dari arah selatan rumah,” ujar Untoro.

Setelah mendengar ledakan, korban kemudian memeriksa kondisi rumah dan mendapati kaca jendela samping pecah serta terdapat lubang di dinding rumah yang diduga akibat ledakan bondet.

Menindaklanjuti kejadian itu, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.

“Saat ini masih kami dalami. Kami sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya kerusakan pada dinding rumah dan kaca jendela,” jelasnya.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku dan motif pelemparan bondet tersebut.

“Untuk motif dan pelaku masih dalam proses penyelidikan,” pungkas Untoro.

17/01/2026

Angin Puting Beliung Terjang Leces Probolinggo, Empat Rumah Warga Rusak


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang melanda Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jumat (16/1/2026) sore. 

Fenomena tersebut diduga merupakan angin puting beliung yang mengakibatkan pohon mangga berukuran besar tumbang dan merusak sejumlah rumah warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.58 WIB. Lokasi terdampak berada di Dusun Kolla, Desa Leces, serta Dusun Klampokan, Desa Sumber Kedawung.

“Sejak pukul 13.21 WIB wilayah Leces diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Kemudian sekitar pukul 15.30 WIB muncul angin kencang yang berputar secara tiba-tiba dan menyebabkan pohon tumbang,” ujar Oemar, Jumat (16/1/2026).

Menurutnya, pohon mangga yang telah berusia tua roboh dan menimpa bangunan warga, bahkan sempat menutup akses jalan di dua desa tersebut. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu sebelum akhirnya dilakukan penanganan darurat.

Kesaksian warga setempat juga menguatkan dugaan terjadinya angin puting beliung. Salah seorang warga Desa Sumber Kedawung, Dea Kunni Gustin Handayani, menyampaikan bahwa angin datang secara mendadak dengan kekuatan cukup besar.

“Anginnya berputar dan datang tiba-tiba. Hujannya tidak lama, tapi anginnya sangat kencang sampai merusak beberapa rumah,” tuturnya.

Berdasarkan pendataan sementara BPBD Kabupaten Probolinggo, tercatat empat rumah warga mengalami kerusakan ringan akibat tertimpa pohon. 

Rumah milik Rasad dan Moch Toha Yasin mengalami kerusakan di bagian teras dan dapur. Sementara rumah Misri rusak pada bagian teras, dan rumah Imbron mengalami kerusakan di ruang tamu.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang.

“Penanganan dilakukan bersama unsur terkait, mulai dari BPBD, Dinas Perhubungan, aparat kepolisian, pemerintah desa, hingga dibantu masyarakat setempat,” jelas Oemar.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah permukiman yang terdapat pohon-pohon besar dan tua yang rawan tumbang. (Imam)

15/01/2026

Awan Panas Semeru Capai 5 Kilometer, Ini Penjelasan BPBD Lumajang


Lumajang, (DOC)
– Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Dalam kurun waktu sepekan, tercatat tiga kali kejadian awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur mencapai lima kilometer dari puncak kawah.

Awan panas pertama terjadi pada Jumat (9/1/2026) dengan jarak luncur awal sekitar 4 kilometer, kemudian disusul kejadian berikutnya yang mencapai 5 kilometer. Selanjutnya, awan panas kembali meluncur pada Minggu (11/1/2026) malam sekitar pukul 22.27 WIB, juga dengan jarak luncur hingga 5 kilometer.

Kejadian terbaru berlangsung pada Rabu (14/1/2026), bahkan terjadi dua kali letusan dalam satu hari. Letusan pertama tercatat pukul 11.15 WIB dengan jarak luncur awan panas mencapai 5 kilometer dan amplitudo sekitar 20 milimeter. Letusan kedua terjadi pada pukul 16.29 WIB, disertai angin kencang yang membawa abu vulkanik hingga wilayah Kota Lumajang dan Kecamatan Tekung.

Kalaksa BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan bahwa sejak kejadian pertama, pihaknya langsung melakukan siaga dan penempatan personel di titik-titik rawan.

“Petugas kami tempatkan di wilayah Supiturang, sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga Gondoruso. Tujuannya agar jika terjadi awan panas susulan, mitigasi bisa dilakukan dengan cepat,” ujar Isnugroho.

Ia menjelaskan, meskipun aktivitas sempat terhenti di beberapa waktu, kondisi cuaca yang mendung di lereng Semeru membuat BPBD tetap melakukan pemantauan intensif hingga malam hari.

Menurut Isnugroho, BPBD Lumajang tetap berpedoman pada rekomendasi PVMBG melalui PGA Gunung Sawur, dengan mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah, serta tidak melakukan aktivitas di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer, termasuk sempadan sungai sejauh 500 meter.

“Kami memahami masih ada aktivitas penambangan di daerah aliran sungai. Namun kami terus mengingatkan agar mereka waspada dan segera melakukan evakuasi mandiri ketika ada peringatan,” tegasnya.

Isnugroho juga mengingatkan potensi bahaya lahar dingin, mengingat material vulkanik hasil beberapa kali APG telah menumpuk di wilayah hulu.

“Material sudah menutup jalur hingga kilometer lima. Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, sangat berpotensi terjadi longsoran lahar dingin, terutama di Besuk Kobokan, Gladak Perak, Sumber Langsep hingga Gondoruso,” jelasnya.

Terkait penyebab aktivitas vulkanik, Isnugroho menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan, getaran vulkanik dalam dengan amplitudo mendekati 0,9 berpotensi memicu letusan. Penumpukan material vulkanik di puncak, ditambah faktor hujan, juga memperbesar tekanan dari bawah.

Ia menegaskan bahwa karakter Gunung Semeru yang sering mengalami letusan kecil justru menjadi tanda pelepasan energi.

“Kalau Semeru sama sekali tidak meletus, justru itu yang berbahaya. Letusan kecil ini seperti proses pernapasan gunung,” katanya.

Selain itu, arah angin saat ini dominan bergerak ke Timur Laut, sehingga wilayah seperti Pasrujambe, Pak Trubus, Kalimujur, Lempeni hingga Kaliasem tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap sebaran abu vulkanik.

Isnugroho mengakui, BPBD Lumajang masih mengalami keterbatasan sarana pemantauan, khususnya CCTV dan Early Warning System (EWS) di wilayah rawan.

“Kami telah mengajukan bantuan ke BNPB sebanyak 15 unit CCTV dan EWS. Harapannya bisa dipasang di wilayah rawan hingga kawasan Pantai Selatan, agar peringatan dini bisa cepat diterima masyarakat,” pungkasnya. (Red)

14/01/2026

DPRD Lumajang Temukan Dua Buldoser dan Delapan Truk Sampah Rusak di TPA Lempeni


Lumajang, (Onenewsjatim)–
DPRD Kabupaten Lumajang mengambil langkah cepat menyikapi kondisi sarana pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lempeni, Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh. 

Dalam monitoring lapangan, DPRD menemukan sejumlah alat operasional dalam kondisi rusak dan tidak layak pakai.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang, Deddy Firmansyah, mengatakan pihaknya turun langsung ke lokasi TPA Lempeni untuk memastikan kondisi riil fasilitas pengelolaan sampah. Dari hasil pengecekan, ditemukan dua unit alat berat jenis buldoser mengalami kerusakan.

“Buldoser memiliki fungsi utama untuk meratakan tumpukan sampah. Ketika alat ini tidak berfungsi, proses pengelolaan sampah di TPA jelas tidak berjalan optimal,” ujar Deddy saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2025).

Tak hanya alat berat, Komisi B DPRD Lumajang juga mendapati armada dump truk pengangkut sampah dalam kondisi memprihatinkan. 

Berdasarkan data di lapangan, tujuh unit dump truk mengalami kerusakan ringan, sementara satu unit mengalami kerusakan berat.

Menurut Deddy, kondisi sarana yang rusak tersebut berpotensi menghambat efektivitas pengelolaan sampah dan berdampak langsung terhadap kebersihan lingkungan di Kabupaten Lumajang. Karena itu, ia menilai persoalan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah bersama Dinas Lingkungan Hidup perlu memberi perhatian lebih terhadap persoalan persampahan, terutama melalui dukungan anggaran untuk perbaikan maupun penambahan sarana dan prasarana,” tegasnya.

Deddy mengungkapkan, hingga saat ini Komisi B DPRD Lumajang belum menerima usulan dari DLH terkait peremajaan kendaraan operasional sampah. Di sisi lain, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam pengadaan alat baru.

“Dengan kondisi APBD yang terbatas dan adanya pemotongan dana transfer, pengadaan alat operasional baru dari daerah cukup berat. Karena itu kami mendorong DLH untuk mengajukan bantuan ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait,” jelas politisi Fraksi Gerindra tersebut.

Ia menambahkan, DPRD Lumajang juga berencana menyampaikan kondisi pengelolaan sampah di daerah saat melakukan kunjungan ke pemerintah pusat, dengan harapan pengadaan alat operasional dapat memperoleh dukungan dari pusat.

Lebih lanjut, Deddy menekankan bahwa pengawasan pengelolaan sampah tidak boleh hanya terfokus di wilayah perkotaan. Menurutnya, layanan persampahan harus menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Lumajang.

“Pengelolaan sampah harus menyentuh 198 desa, 7 kelurahan, dan 21 kecamatan. Ini penting demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan secara menyeluruh,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan terkait kondisi kerusakan alat operasional pengelolaan sampah di TPA Lempeni. (Ed)


12/01/2026

Viral di TikTok, Warga Lumajang Minta “Pindahkan” Gunung Semeru


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebuah video menampilkan celoteh seorang perempuan paruh baya asal Kabupaten Lumajang mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Perempuan bernama Gimah itu terekam menyampaikan permintaan jenaka kepada anggota TNI agar “memindahkan” Gunung Semeru demi keselamatan warga.

Hingga Senin (12/1), video yang diunggah akun TikTok @tni_in_action tersebut telah menembus 1,7 juta penayangan. Dalam video itu, Gimah mencurahkan keluh kesahnya menghadapi erupsi yang terjadi berulang kali dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam video tersebut, Gimah mengungkapkan kegelisahannya karena harus berhadapan dengan ancaman erupsi Gunung Semeru yang kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

“Coba dipindah sama bapak itu gunung, dipindahkan ke mana gitu, biar saya aman. Masak empat tahun sekali erupsi,” ucap Gimah dalam video yang beredar.

Seorang pria yang berada di lokasi turut menimpali dengan bercanda, bahwa sempat ada rencana menutup kawah Semeru menggunakan semen, namun urung dilakukan karena lubangnya terlalu besar.

"Kemarin sudah bawah semen sebenarnya mau di tutup, tapi lubangnya besarnya, jadi tidak di tutup ibu" tawa pria dalam video 

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, sambil bercanda menanyakan apakah Gunung Semeru bisa ditutup.

“Coba tanya Bu Indah, bisa apa tidak gunungnya ditutup. Kalau semen dari seluruh Indonesia dibawa ke sini, mungkin masih tidak cukup separuhnya untuk menutup lubang itu,” katanya sambil tertawa.

Meski disampaikan dengan gaya humor, Gimah mengaku pengalaman menghadapi bencana erupsi merupakan peristiwa yang membekas dalam ingatannya. Ia menceritakan detik-detik saat lahar dan abu vulkanik menerjang wilayah tempat tinggalnya.

“Awalnya saya kira lahar biasa, jadi tidak langsung pergi. Tapi lama-lama makin besar. Waktu ke Supiturang, debunya tebal dan panas. Saya tinggal di sana,” kenangnya saat diwawancarai.

Gimah sehari-hari tinggal bersama suaminya di Dusun Gemukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Wilayah tersebut termasuk kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu, 19 November 2025.

Ia bersyukur rumahnya tidak mengalami kerusakan berat. Namun, bagian depan rumah sempat terdampak material erupsi.

“Alhamdulillah rumah aman, cuma bagian depan yang rusak. Kejadiannya cepat, cuaca mendung dan hujan, jadi benar-benar tidak menyangka,” tuturnya.

Sementara itu, upaya mitigasi bencana terus dilakukan oleh aparat TNI di kawasan terdampak. Personel Korem 083/Baladhika Jaya sebelumnya telah melaksanakan kegiatan revitalisasi di jalur aliran lahar Gunung Semeru, khususnya di Desa Supiturang.

Personel Penerangan Korem 083/Baladhika Jaya, Peltu Suwandi, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pembangunan tanggul sebagai langkah antisipasi apabila terjadi erupsi susulan.

“Kami berada di lokasi aliran erupsi Semeru. Alat berat yang ada di belakang kami digunakan untuk membuat tanggul. Harapannya, jika terjadi erupsi lanjutan, material tidak meluber ke permukiman warga Desa Supiturang,” jelas Peltu Suwandi.

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu masyarakat mengurangi risiko bencana, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan erupsi Gunung Semeru. (Imam)


08/01/2026

Nenek di Lumajang Dijambret Saat Jaga Toko, Kalung Emas Raib

Foto lokasi kejadian penjambretan 

Lumajang, (Onenewsjatim) –
Seorang nenek berusia 60 tahun bernama Ngatiyem, warga Desa Condro, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, menjadi korban penjambretan saat menjaga toko baju miliknya, Kamis (8/1/2025) siang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, ketika korban sedang berada di dalam toko sambil menjaga cucunya yang masih balita. 

Tiba-tiba, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor berhenti di depan toko dengan mengenakan masker.

“Pelaku datang dari arah Pasirian lalu berhenti di depan toko saya,” ujar Ngatiyem saat ditemui usai kejadian.

Ngatiyem menuturkan, salah satu pelaku kemudian mencoba masuk ke dalam toko dengan menggeser pintu kaca. Baru saja pintu terbuka, pelaku langsung menarik paksa kalung emas yang dikenakan korban.

“Pelaku langsung masuk dan menarik kalung emas saya seberat sekitar 7 gram, lalu kabur ke arah Lumajang,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian berupa satu buah kalung emas . 

Sementara itu, Kapolsek Pasirian Iptu Loni Roi Madhona membenarkan adanya peristiwa penjambretan tersebut. Ia menyebutkan, aksi pelaku sempat terekam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Benar, kejadian terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Dari hasil rekaman CCTV, ciri-ciri pelaku sudah kami kantongi dan saat ini kami berkoordinasi dengan Resmob Satreskrim Polres Lumajang untuk melakukan pengejaran,” kata Loni.

Meski hingga kini korban belum membuat laporan resmi ke kepolisian, pihak Polsek Pasirian tetap melakukan penyelidikan secara proaktif.

“Korban memang belum melapor secara resmi, namun kami tetap melakukan penyelidikan agar kasus ini segera terungkap dan pelaku bisa diamankan,” pungkasnya.(Imam)


07/01/2026

Diduga Alami Tekanan Psikologis, Pelajar SMA di Probolinggo Ditemukan Meninggal


Probolinggo, (Onenewsjatim)
– Seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Kota Probolinggo ditemukan meninggal dunia di rumahnya yang berada di Gang Pendekar, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Senin (7/1/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban diketahui berinisial AFA (16), siswa kelas X. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, korban diduga mengakhiri hidupnya akibat tekanan psikologis yang dialami dalam beberapa waktu terakhir.

Warga sekitar menyebutkan, sebelum peristiwa tersebut korban menunjukkan perubahan sikap yang cukup mencolok. Korban terlihat lebih pendiam dan enggan berangkat ke sekolah seperti biasanya. 

Bahkan, korban sempat mengungkapkan perasaan tertekannya kepada sang kakak.

“Beberapa hari sebelum kejadian, korban memang tampak murung dan sering menyendiri. Ia juga sempat bercerita kepada keluarganya bahwa sedang merasa tertekan,” ujar Maya, salah seorang warga setempat.

Dugaan sementara, kondisi psikologis korban dipengaruhi oleh lingkungan sekolah. Kepada keluarganya, korban mengaku merasa tidak nyaman dan terasing karena merasa diabaikan oleh teman-temannya.

Mendapatkan laporan dari masyarakat, petugas kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo guna dilakukan pemeriksaan medis.

Kasat Reserse Kriminal Polres Probolinggo Kota, AKP Zaenal Arifin, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) melalui tim Inafis.

“Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Indikasi sementara mengarah pada dugaan bunuh diri,” jelas AKP Zaenal Arifin.

Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berlanjut. 

Sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga dan lingkungan sekitar, akan dimintai keterangan guna memastikan latar belakang serta penyebab pasti kejadian tersebut.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved