-->

20/06/2026

Ratusan Warga Jember Gelar Aksi Damai, Dukung Program MBG dan Minta Evaluasi BGN


Jember, (Onenewsjatim) –
Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Jember, Sabtu (20/6/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyatakan dukungan terhadap program strategis pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Sekolah Rakyat.

Sebelum berorasi di depan gedung legislatif, peserta aksi melakukan long march dari kawasan double way Universitas Jember (Unej) menuju bundaran DPRD Jember. Setibanya di lokasi, massa membentangkan poster dan spanduk berisi dukungan terhadap program-program pemerintah yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.

Dari atas mobil komando, Koordinator Aksi FMJM, Agus Nur Yasin, menegaskan bahwa aksi yang digelar merupakan bentuk dukungan masyarakat terhadap keberlanjutan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

"Kami mendukung dan mengawal program strategis pemerintah, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Sekolah Rakyat," kata Agus saat menyampaikan orasi di depan DPRD Jember.

Meski memberikan dukungan terhadap program tersebut, massa juga meminta Presiden RI untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program MBG.

Menurut Agus, evaluasi diperlukan agar program yang menyasar peningkatan kualitas gizi masyarakat itu dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

"Kami mendesak kepada Bapak Presiden Republik Indonesia untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan tata kelola Badan Gizi Nasional. Kami juga meminta BGN memperbaiki sistem dan tata kelola yang bersih dan transparan serta melakukan evaluasi internal secara menyeluruh hingga ke level bawah," ujarnya.

Dalam pernyataannya, Agus menilai program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian desa. Program tersebut dinilai memberikan manfaat bagi petani, peternak, hingga pelaku usaha lokal yang menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan pangan.

"Perputaran ekonomi yang terjadi di pedesaan sangat besar. Dampaknya dirasakan petani padi, petani buah dan sayur, peternak telur, hingga pelaku usaha lokal desa yang terlibat dalam program MBG," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya siap menjadi bagian dari masyarakat yang mengawal pelaksanaan program-program strategis pemerintah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Kami siap menjadi garda terdepan dalam komitmen memutus rantai kemiskinan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mewujudkan Indonesia Emas 2045," ucap Agus.

Dalam aksi tersebut, FMJM juga menyampaikan delapan poin pernyataan sikap yang pada intinya berisi dukungan terhadap program MBG, KDMP, dan Sekolah Rakyat, sekaligus dorongan agar pemerintah melakukan perbaikan tata kelola pelaksanaannya.

Aspirasi massa kemudian diterima langsung oleh Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim. Di hadapan peserta aksi, ia menyampaikan bahwa seluruh tuntutan dan masukan yang disampaikan akan diteruskan kepada pemerintah pusat sesuai mekanisme yang berlaku.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Setelah penyampaian aspirasi dan dialog dengan perwakilan DPRD Jember, massa membubarkan diri secara damai.

Tertimbun Material Panas Semeru, Penambang Pasir di Lumajang Alami Luka Bakar 80 Persen


Lumajang , (Onenewsjatim) –
Aktivitas penambangan pasir di kawasan aliran lahar Gunung Semeru memakan korban. 

Seorang penambang pasir bernama Veri Irawan (33), warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, mengalami luka bakar serius setelah tertimbun material panas sisa awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di sekitar Jembatan Gladak Perak, Sabtu (20/6/2026) dini hari.

Korban diketahui berangkat menambang bersama belasan rekannya pada malam hari. Saat melakukan aktivitas penambangan manual di bawah kawasan Gladak Perak, tumpukan material pasir yang masih menyimpan suhu panas tinggi tiba-tiba longsor dan menimpa tubuh korban.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan peristiwa itu terjadi ketika korban sedang bekerja di area penambangan yang berada di jalur material vulkanik Semeru.

"Korban bersama sekitar 16 rekannya melakukan aktivitas penambangan pasir secara manual. Saat aktivitas berlangsung, tebing pasir di dekat lokasi korban bekerja tiba-tiba ambrol dan menimpa tubuhnya," kata Isnugroho.

Menurutnya, rekan-rekan korban segera melakukan pertolongan dan mengevakuasi Veri ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati yang bersama Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menjenguk korban di RSUD dr Haryoto Lumajang menyebut kondisi korban sangat memprihatinkan.

Awalnya, laporan yang diterimanya menyebut korban mengalami luka bakar sekitar 43 persen. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan tindakan operasi, luas luka bakar yang dialami korban ternyata mencapai sekitar 80 persen dari tubuhnya.

"Artinya hampir seluruh tubuhnya mengalami luka bakar. Penanganan terbaik sudah dilakukan oleh tim medis, termasuk pembersihan luka di ruang operasi. Sekarang yang harus dijaga adalah kondisi pasien agar tetap stabil dan tidak terjadi infeksi," ujar Indah.

Ia menegaskan, kejadian tersebut harus menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya para penambang yang beraktivitas di kawasan rawan bencana Gunung Semeru.

Pemerintah Kabupaten Lumajang, lanjutnya, telah berulang kali mengeluarkan surat edaran yang melarang aktivitas masyarakat di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam radius tertentu dari puncak Semeru, termasuk larangan beraktivitas di sempadan sungai yang berpotensi dilalui material panas maupun banjir lahar.

"Kami juga selalu mengingatkan agar tidak ada aktivitas penambangan setelah pukul 18.00 WIB. Namun masih ditemukan beberapa penambang yang bekerja pada malam hari. Padahal risiko di kawasan ini sangat tinggi karena masih banyak material vulkanik panas yang dapat terbawa hujan maupun mengalami longsoran," katanya.

Di sisi lain, Wakil Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang, dr Wawan Arwijanto, menjelaskan korban saat ini menjalani perawatan intensif karena mengalami luka bakar sangat luas dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

"Korban sudah mendapatkan penanganan awal, operasi pembersihan luka bakar, pemasangan akses cairan, serta tindakan untuk membantu pernapasan. Luka bakar yang dialami mencapai lebih dari 80 persen, sehingga kondisi pasien saat ini sangat kritis," ujar Wawan.

Menurut dia, risiko yang dihadapi korban tidak hanya pada kerusakan kulit, tetapi juga kemungkinan gangguan pada saluran pernapasan akibat menghirup udara panas, gangguan fungsi ginjal karena kehilangan cairan, serta infeksi.

"Kami akan memberikan penanganan maksimal. Mohon doa dari masyarakat agar kondisi pasien bisa bertahan dan membaik," katanya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan seluruh biaya perawatan korban ditanggung pemerintah melalui program bantuan kesehatan bagi korban bencana.

19/06/2026

Adu Banteng Dua Truk di Tikungan Rowokangkung Lumajang, Sopir Tronton Tewas


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Nogosari, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Insiden yang terjadi di jalan yang menikung  itu melibatkan dua kendaraan truk yang bertabrakan dari arah berlawanan. 

Akibat kecelakaan tersebut, satu orang sopir meninggal dunia, sementara dua orang lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal diketahui bernama Ferdian (25), warga Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. 

Saat kejadian, ia mengemudikan truk tronton Hino bernomor polisi S-8384-SE yang mengangkut batu bara.

Sementara kendaraan lainnya adalah truk Mitsubishi bernomor polisi G-8190-DC yang dikemudikan Bimo Saputro (24), warga Desa Subah, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Truk tersebut mengangkut muatan cabai merah, tomat, dan jeruk.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, menjelaskan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kecelakaan bermula saat truk Mitsubishi melaju dari arah selatan atau Jember menuju utara atau Lumajang.

"Truk Mitsubishi yang dikemudikan Bimo Saputro melaju dari arah Jember menuju Lumajang. Sesampainya di tikungan Letter S, kendaraan diduga berjalan terlalu ke kanan saat menikung sehingga menabrak bagian depan sebelah kanan truk tronton Hino yang datang dari arah berlawanan," kata Ipda Dendy Cucu, Jumat (19/6/2026).

Menurut Dendy, faktor utama penyebab kecelakaan diduga karena pengemudi truk Mitsubishi kurang waspada saat melintas di jalan menikung.

"Untuk penyebab kecelakaan, pengemudi truk Mitsubishi diduga kurang waspada saat melintas di jalan menikung sehingga masuk ke jalur lawan dan menabrak kendaraan yang datang dari arah berlawanan," ujarnya.

Benturan keras menyebabkan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah pada bagian depan. Sopir truk tronton sempat dievakuasi dari dalam kabin yang ringsek sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dialami di bagian kepala.

"Korban atas nama Ferdian mengalami luka di bagian kepala dan meninggal dunia di RSUD dr. Haryoto Lumajang," tutur Dendy.

Sementara itu, pengemudi truk Mitsubishi, Bimo Saputro, mengalami luka pada bagian kaki. Sedangkan penumpangnya, Ferry Aldiansyah (27), yang juga warga Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, mengalami luka di bagian kepala.

Kedua korban luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis. Sementara petugas Satlantas Polres Lumajang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut. (Imam)

Semeru Erupsi dan Luncurkan Awan Panas 4,5 Kilometer, BPBD: Permukiman Warga Aman


Lumajang, (Onenewsjatim) 
– Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan pada Jumat pagi (19/6/2026). Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami erupsi yang disertai awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur mencapai 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan.

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 07.21 WIB.

Kolom abu teramati membumbung sekitar 1.000 meter di atas puncak kawah dengan warna putih hingga kelabu pekat yang bergerak ke arah utara dan barat laut.

Selain lontaran material vulkanik, erupsi juga memicu awan panas guguran yang meluncur mengikuti alur Besuk Kobokan. Fenomena tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 5 menit 33 detik.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan bersama petugas Pos Pantau Gunung Semeru untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.

"Terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan. Namun berdasarkan laporan petugas pemantauan, luncuran awan panas sudah berhenti dan hingga saat ini kondisi di wilayah permukiman warga masih aman," kata Isnugroho.

Ia menegaskan, tidak ada laporan dampak langsung terhadap masyarakat akibat kejadian tersebut. Aktivitas warga di kawasan yang berada di luar zona bahaya masih berjalan normal seperti biasa.

"Kami memastikan kawasan permukiman yang terdekat dengan Gunung Semeru dalam kondisi aman. Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api," ujarnya.

Meski tidak menimbulkan dampak langsung, erupsi tersebut menambah volume material vulkanik yang tersimpan di lereng Semeru.

Kondisi itu menjadi perhatian serius BPBD mengingat curah hujan di kawasan puncak dan lereng gunung dalam beberapa waktu terakhir cukup tinggi.

Menurut Isnugroho, ancaman yang perlu diwaspadai saat ini bukan hanya erupsi, tetapi juga potensi banjir lahar hujan yang dapat membawa material pasir, batu, dan lumpur melalui sungai-sungai berhulu di Gunung Semeru.

"Setiap erupsi akan menambah material vulkanik di lereng. Jika turun hujan dengan intensitas tinggi, material tersebut bisa terbawa aliran lahar. Ini yang harus menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai berhulu ke Semeru," jelasnya.

BPBD Lumajang mengimbau warga tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta mematuhi rekomendasi PVMBG yang melarang aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Selain itu, warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang aliran Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hujan.

Saat ini tatus aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga).

Petugas gabungan terus melakukan pemantauan dan siap menyampaikan perkembangan terbaru kepada masyarakat apabila terjadi perubahan aktivitas vulkanik yang signifikan.(Imam)

18/06/2026

Demo di DPRD Lumajang, Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM Pertamax


Lumajang, (Onenewsjatim
)– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Lumajang Menggugat” di depan Kantor DPRD Lumajang, Jawa Timur, Kamis (18/6/2026). 

Massa aksi menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax serta mendesak evaluasi sejumlah kebijakan dan program pemerintah.

Aksi yang diikuti kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Lumajang berlangsung tertib. 

Massa membawa sebuah mobil pikap yang dilengkapi pengeras suara untuk menyampaikan orasi dan tuntutan.

Setibanya di depan gedung DPRD, para mahasiswa meminta pimpinan dewan menemui mereka secara langsung. 

Tak berselang lama, Ketua DPRD Lumajang, Oktafiyani, keluar dan berdialog dengan massa aksi di tepi jalan bersama para peserta demonstrasi.

Dalam pernyataannya, mahasiswa menilai kenaikan harga BBM non-subsidi berpotensi memperberat beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) PMII Lumajang, Saiful Hadi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap berbagai kebijakan yang dinilai berdampak langsung pada masyarakat.

“Kami mengawal aspirasi terkait kebijakan BBM, khususnya penolakan kenaikan harga BBM non-subsidi yang berpotensi berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat dan harga BBM subsidi,” ujar Saiful Hadi di sela aksi.

Selain isu BBM, massa juga mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut mereka, program yang semula diharapkan menjadi solusi peningkatan gizi masyarakat perlu diawasi secara ketat agar pelaksanaannya berjalan transparan dan bebas dari penyimpangan.

Mahasiswa juga meminta penegakan hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan penyalahgunaan program tersebut.

Tak hanya itu, mereka turut menyoroti pelaksanaan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Massa menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap tata kelola, pendanaan, transparansi, hingga efektivitas program bagi masyarakat desa.

Dalam tuntutannya, mahasiswa juga menyampaikan aspirasi terkait revisi Undang-Undang Polri dan evaluasi Undang-Undang TNI. Mereka menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara cermat guna menjaga supremasi sipil, profesionalitas institusi, serta semangat reformasi.

Di tingkat daerah, mahasiswa meminta percepatan pembangunan dan pemerataan infrastruktur di Kabupaten Lumajang agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menanggapi berbagai tuntutan tersebut, Ketua DPRD Lumajang, Oktafiyani, menyatakan pihaknya menghormati aksi yang dilakukan mahasiswa sebagai bagian dari proses demokrasi.

“Ini kan bentuk demokrasi. Jadi apabila ada isu-isu yang menurut masyarakat tidak benar, harus dievaluasi dan diawasi bersama,” kata Oktafiyani di hadapan peserta aksi.

Ia menilai mahasiswa dan DPRD memiliki tujuan yang sama dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan publik.

“Kita sambut dengan baik. Berarti mahasiswa dan aliansi memiliki respons yang sama dengan kami, yaitu sama-sama mengawasi kebijakan yang ada,” ujarnya.

Terkait tuntutan yang disampaikan, Oktafiyani menegaskan DPRD Lumajang akan menindaklanjutinya melalui mekanisme kelembagaan dengan mengirimkan rekomendasi kepada pemerintah pusat dan lembaga terkait.

“Tindak lanjutnya akan kami kirimkan dalam bentuk rekomendasi karena ini bukan kebijakan kami, melainkan kewenangan pemerintah pusat. Aspirasi dan tuntutan mahasiswa akan kami teruskan kepada DPR RI, kementerian terkait, serta lembaga yang berwenang,” katanya. (Imam)


15/06/2026

Pencurian Siang Bolong di Lumajang, Pelaku Gondol Emas Batangan 175 Gram dan Perhiasan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Aksi pencurian dengan sasaran perhiasan emas kembali terjadi di Kabupaten Lumajang. Kali ini, seorang pemilik salon bernama Lilik (70), warga Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, menjadi korban pencurian yang mengakibatkan kerugian mencapai sekitar Rp400 juta.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (13/6/2026) pagi di rumah korban yang berada di Jalan Prof. Moh. Yamin, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang. Ironisnya, aksi pencurian berlangsung saat aktivitas masyarakat di sekitar lokasi cukup ramai.

Aksi pelaku sempat terekam kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman tersebut terlihat seorang pria mengenakan topi hitam berjalan kaki menyeberang jalan, kemudian berhenti di sebuah gang sebelum akhirnya masuk ke rumah korban.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Menurutnya, kejadian berlangsung saat korban meninggalkan rumah untuk berbelanja.

"Untuk kejadian pencurian emas ini terjadi pada hari Sabtu (13/6/2026) pagi. Saat itu korban sedang keluar rumah untuk berbelanja sekitar 10 menit," ujar Ipda Suprapto, Minggu (15/6/2026).

Saat kembali ke rumah, korban mendapati sejumlah barang berharganya sudah hilang dari tempat penyimpanan.

"Setelah pulang, korban mengetahui barang-barang miliknya sudah tidak berada di tempat. Barang yang diambil berupa perhiasan emas sekitar 57 gram, emas batangan sekitar 175 gram, serta uang tunai kurang lebih Rp28 juta," jelasnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan jumlah pelaku yang terlibat dalam aksi pencurian tersebut. Dari rekaman CCTV yang telah diperiksa, sementara terlihat satu orang masuk ke dalam rumah korban.

"Untuk jumlah pelaku masih dalam pendalaman. Yang terlihat di CCTV masuk ke dalam rumah ada satu orang," kata Suprapto.

Ia menjelaskan, pelaku diduga memanfaatkan kondisi rumah yang sedang kosong saat korban keluar berbelanja.

"Modusnya, pelaku masuk ke rumah ketika korban tidak berada di dalam rumah," tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian total sekitar Rp400 juta.

Saat ini Satreskrim Polres Lumajang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

10/06/2026

Diduga Kelebihan Muatan, Kapal Pengangkut 14 Ton Sembako Terbalik di Probolinggo


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Kapal pengangkut sembako milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terbalik di perairan Probolinggo, Selasa (9/6/2026). Akibat insiden tersebut, sekitar 14 ton bahan pokok berupa beras dan minyak goreng yang diangkut kapal tumpah dan tenggelam ke laut.

Meski menyebabkan kerugian besar, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan laut tersebut. Seluruh awak kapal berhasil menyelamatkan diri sebelum kapal tenggelam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal bernama Bahari Makmur itu mengangkut sekitar 8 ton beras dan 6.000 liter minyak goreng atau setara 6 ton. Seluruh muatan yang dibawa dilaporkan hanyut dan tenggelam setelah kapal kehilangan keseimbangan dan terbalik.

Rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi kapal sesaat setelah kecelakaan terjadi. Karung beras dan sejumlah kemasan minyak goreng tampak mengapung serta berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Kasatpolairud Polres Probolinggo, AKP Wayan, mengatakan kapal yang dinakhodai Imam (36) itu berangkat dari Dermaga Utara Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, sekitar pukul 12.00 WIB.

"Sekitar pukul 13.00 WIB kapal melintasi perairan di sekitar Pulau Gili Ketapang. Diduga kapal dihantam gelombang cukup besar hingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik," kata AKP Wayan saat dikonfirmasi, Selasa.

Menurut dia, pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 14.15 WIB dari masyarakat dan nelayan yang berada di sekitar lokasi.

"Kami mendapatkan laporan bahwa ada kapal pengangkut sembako yang tenggelam di perairan Pulau Gili Ketapang. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung melakukan pengecekan dan pendataan di lokasi kejadian," ujarnya

Sebelum insiden terjadi, terdapat empat kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Tembaga menuju Pulau Gili Ketapang untuk mengangkut kebutuhan pokok masyarakat. Namun kapal Bahari Makmur yang berada di urutan terakhir mengalami kecelakaan sekitar dua mil laut dari dermaga.

Sementara itu, Kepala Seksi Humas KSOP Tanjung Tembaga, Hendra Yulispriyanto, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

"Kami masih melakukan pendalaman dan pengumpulan keterangan dari sejumlah pihak untuk mengetahui penyebab pasti insiden ini," kata Hendra.

Ia menambahkan, dugaan sementara mengarah pada faktor cuaca dan kondisi muatan kapal. Namun, seluruh aspek keselamatan pelayaran masih akan diperiksa lebih lanjut.

"Kami mengimbau seluruh pemilik maupun operator kapal agar selalu memperhatikan kapasitas muatan, kondisi kapal, serta cuaca sebelum berlayar demi mencegah kejadian serupa," ujarnya.

Informasi yang beredar menyebutkan kapal tersebut memiliki kapasitas sekitar 7 Gross Tonnage (GT), sedangkan muatan yang diangkut mencapai sekitar 14 ton. Dugaan kelebihan muatan pun menjadi salah satu faktor yang tengah diselidiki petugas.

Hingga saat ini petugas KSOP Tanjung Tembaga bersama aparat terkait masih melakukan pendataan kerugian serta penyelidikan lebih lanjut mengenai kecelakaan laut yang menyebabkan hilangnya belasan ton sembako tersebut.


08/06/2026

Kabur Setelah Tabrak Pedagang Sayur, Sopir Elf Mengaku Takut Dimassa


Lumajang (Onenewsjatim) –
Sopir minibus Isuzu Elf yang terlibat kecelakaan maut hingga menewaskan seorang pedagang sayur keliling (mlijo) di Jalan Raya Klettek, Dusun Kidul Sawah, Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, mengaku meninggalkan korban di tepi jalan dan melarikan diri karena takut menjadi sasaran amuk massa.

Keterangan tersebut disampaikan KBO Satlantas Polres Lumajang, Ipda Eko Budi Laksono, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Imam Safi'i pengemudi Elf yang kini telah mengamankan diri di Unit Gakkum Satlantas Polres Lumajang.

"Berdasarkan keterangan pengemudi, saat kejadian melihat situasi di wilayah Randuagung. Mungkin dalam pemikirannya takut dimassa sehingga pengemudi memilih melarikan diri," kata Ek saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).

Menurut Eko, setelah meninggalkan lokasi kejadian, pengemudi langsung pulang ke rumahnya di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. 

Setibanya di rumah, yang bersangkutan kemudian mendapat saran dari keluarganya untuk segera menyerahkan diri demi keamanan dan kelancaran proses hukum.

"Sampai di rumah di Jember dikasih tahu oleh saudara-saudaranya bahwa demi keamanannya lebih baik mengamankan diri ke kantor Unit Laka Lantas Satlantas Polres Lumajang," ujarnya.

Saat ini, lanjut Eko, pengemudi berada di Satlantas Polres Lumajang dan masih menjalani pemeriksaan. Penyidik juga terus melakukan pendalaman terkait kronologi kecelakaan maupun status pengemudi tersebut.

"Kasus kecelakaan ini masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman. Kami juga masih menunggu kondisi kedua belah pihak. Saat ini keluarga korban masih dalam suasana berduka," jelasnya.

Ia menambahkan, keluarga pengemudi juga telah beberapa kali mendatangi rumah duka untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban.

Sementara itu, terkait informasi yang beredar mengenai profesi pengemudi apakah merupakan sopir travel atau sopir biasa, pihak kepolisian menyebut hal tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

"Saat ini masih kami dalami, termasuk status pengemudinya," tegas Eko.

Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Klettek, Dusun Kidul Sawah, Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung, Sabtu (6/6/2026) dini hari. Korban diketahui bernama Khusnul Khotimah (43), warga Desa Tunjung yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang sayur keliling.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) beredar luas di media sosial. Dalam video itu terlihat sebuah minibus Isuzu Elf menyeret sepeda motor Honda Supra X milik korban yang saat itu membawa dagangan sayur.

Rekaman juga memperlihatkan pengemudi bersama beberapa penumpang turun dari kendaraan setelah berhenti. Mereka kemudian mengevakuasi korban beserta sepeda motornya ke tepi jalan sebelum meninggalkan lokasi kejadian.

Satlantas Polres Lumajang memastikan penanganan perkara masih terus berjalan guna mengungkap secara utuh kronologi kecelakaan serta menentukan unsur hukum dalam peristiwa yang merenggut nyawa pedagang sayur tersebut. (Imam)

07/06/2026

Sopir Elf Pelaku Kecelakaan yang Tewaskan Pedagang Sayur di Randuagung Menyerahkan Diri


Lumajang , (Onenewsjatim) –
Sopir minibus Isuzu Elf yang terlibat kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan seorang pedagang sayur keliling (mlijo) meninggal dunia di Jalan Raya Klettek, Dusun Kidul Sawah, Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

Kasus kecelakaan yang sempat viral di media sosial tersebut terjadi pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 03.55 WIB. Korban diketahui bernama Khusnul Khotimah (43), warga Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut terlihat sebuah mobil Elf menyeret sepeda motor Honda Supra X milik korban yang membawa dagangan sayur.

Setelah kendaraan berhenti, pengemudi dan beberapa penumpang terlihat turun dari kendaraan dan mengevakuasi korban beserta sepeda motornya ke tepi jalan sebelum meninggalkan lokasi kejadian.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, membenarkan bahwa pengemudi kendaraan beserta mobil Elf yang terlibat kecelakaan telah mendatangi kantor Satlantas Polres Lumajang untuk memberikan keterangan.

“Pengemudi dan kendaraan Elf sudah menyerahkan diri ke kantor Satlantas Polres Lumajang,” kata Ipda Dendy Cucu saat dikonfirmasi.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Supra X nomor polisi P 6033 TO yang dikendarai korban melaju dari arah timur menuju barat.

Saat melintas di jalan yang menikung ke kiri, korban diduga kurang memperhatikan kondisi jalan dan berjalan terlalu ke kanan.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju minibus Isuzu Elf nomor polisi M 7312 V yang dikemudikan Imam Safi'i, warga Kabupaten Jember. Benturan tidak dapat dihindari hingga bagian depan kendaraan mengenai obrok atau keranjang sayur yang dibawa korban.

“Dari hasil olah TKP dan keterangan sementara, sepeda motor berjalan terlalu ke kanan sehingga terjadi kecelakaan dengan kendaraan yang datang dari arah berlawanan,” jelas Dendy.

Akibat benturan tersebut, korban mengalami luka berat dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara kendaraan korban mengalami kerusakan cukup parah.



06/06/2026

Kecelakaan Maut di Randuagung, Pedagang Mlijo Meninggal Diduga Jadi Korban Tabrak Lari


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Klettek, Dusun Kidul Sawah, Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Sabtu (6/6/2026) dini hari. 

Seorang pedagang sayur keliling (mlijo) berinisial Husnul (43) tewas di lokasi kejadian setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil Elf.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.55 WIB tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) yang kini viral di media sosial. 

Dalam rekaman video tersebut, tampak sebuah mobil Elf menyeret sepeda motor Honda Supra X milik korban yang dilengkapi keranjang dagangan sejauh beberapa meter.

Mirisnya, setelah kendaraan berhenti, pengemudi dan penumpang mobil tersebut terlihat turun dan mengevakuasi korban serta sepeda motornya ke tepi jalan, sebelum akhirnya kabur meninggalkan lokasi kejadian.

Kanit Gakkum Unit Laka Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, mengonfirmasi insiden tersebut. Ia membenarkan bahwa korban meninggal dunia seketika di tempat kejadian perkara (TKP).

"Iya benar, korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Saat ini kasus tersebut sedang dalam penyelidikan intensif," ujar Ipda Dendy saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026).

Dendy mengakui adanya sedikit kendala dalam laporan awal ke Unit Laka Satlantas karena adanya jeda waktu pelaporan saat pergantian petugas piket. 

"Laporannya memang baru kami terima setelah petugas piket Unit Laka lepas dinas, sehingga penanganan awal sempat dilakukan oleh Polsek Randuagung," tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Randuagung, Iptu M. Dirga Pradhira Irianto Yasir, menjelaskan bahwa pihaknya tengah berupaya mengidentifikasi kendaraan yang terlibat karena minimnya saksi mata di lokasi saat kecelakaan terjadi.

"Kecelakaan melibatkan sepeda motor Supra X hitam dengan kendaraan jenis Elf. Saat ini statusnya tabrak lari karena tidak ada saksi yang melihat langsung di lokasi, namun kami sedang menganalisis bukti CCTV yang ada," jelas Iptu Dirga.

Lebih lanjut, Iptu Dirga menyebutkan bahwa korban merupakan warga Kecamatan Kecamatan Randuagung 

"Korban atas nama Husnul (43) warga Kecamatan Randuagung," tegasnya.

03/06/2026

Begal Bersenjata Sajam di Lumajang, Uang Rp25 Juta dan Laptop Milik Warga Jember Raib


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Aksi pencurian dengan kekerasan (begal) kembali terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Seorang pria asal Kabupaten Jember menjadi korban pembegalan saat melintas di jalur nasional Lumajang–Jember, Selasa (2/6/2026) malam.

Korban diketahui bernama Edi Santoso, warga Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.15 WIB di Dusun Pondorejo, Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan bahwa saat kejadian korban sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya menuju rumah.

"Korban melintas di Jalan Nasional Lumajang–Jember. Saat perjalanan, ada pengendara sepeda motor dari belakang yang menanyakan lokasi SPBU Sumberbaru," kata Suprapto, Rabu (3/6/2026).

Namun, sesaat setelah itu, korban justru menjadi sasaran aksi kejahatan. Dari arah belakang muncul sepeda motor Honda Vario yang ditumpangi dua orang tidak dikenal.

Menurut Suprapto, salah satu pelaku yang dibonceng langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam dan membacok bagian punggung kanan korban.

"Ada motor dari arah belakang korban kemudian menanyakan SPBU Sumberbaru itu di mana. Seketika dari arah belakang datang lagi motor berboncengan dua orang. Salah satu pelaku membacok punggung korban sebelah kanan," ujarnya.

Tak hanya itu, pelaku juga menendang sepeda motor korban hingga terjatuh ke badan jalan. Saat korban berusaha mempertahankan barang bawaannya, pelaku kembali menyerang dengan senjata tajam dan melukai lengan kiri korban.

Pelaku kemudian merampas tas punggung milik korban dan langsung melarikan diri.

Dalam tas tersebut terdapat uang tunai sekitar Rp25 juta, satu unit laptop, dua telepon genggam, serta dompet berisi dokumen pribadi milik korban.

"Pelaku mengambil tas milik korban dengan cara merampas paksa dan menggores lengan tangan kiri korban menggunakan senjata tajam, kemudian membawa kabur barang-barang tersebut," kata Suprapto.

Meski mengalami luka akibat serangan senjata tajam, korban selamat. Sementara sepeda motor yang dikendarainya tidak dibawa oleh pelaku.

Saat ini, Satreskrim Polres Lumajang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.

"Kami masih melakukan upaya penyelidikan. Mohon doanya semoga kasus ini segera terungkap," pungkas Suprapto.

02/06/2026

Korban Kedua Pantai Payangan Jember Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup


Jember, (Onenewsjatim) –
Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban kedua yang sebelumnya dilaporkan terseret arus di Pantai Seruni Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Senin (1/6/2026) malam.

Korban diketahui bernama Rifki (22), warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. 

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 21.35 WIB setelah sebelumnya tim SAR menerima informasi dari warga terkait adanya sesosok tubuh yang mengapung di sekitar perairan Pantai Payangan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan masyarakat dengan mengerahkan tim menuju lokasi penemuan.

“Sekitar pukul 21.00 WIB kami menerima informasi dari masyarakat terkait adanya tubuh korban yang terlihat mengapung di sekitar perairan Pantai Payangan. Tim SAR Gabungan kemudian bergerak cepat melakukan pengecekan dan evakuasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, korban ditemukan pada posisi radial 160,13 derajat dengan jarak kurang lebih 1,24 kilometer dari lokasi kejadian awal. 

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Ambulu untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Sebelumnya, korban pertama bernama Barokatul Hidayat (27), warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Dengan ditemukannya Rifki, seluruh korban dalam insiden terseret arus di Pantai Payangan telah ditemukan.

“Atas nama Basarnas, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Pada malam hari ini korban kedua atas nama Rifki berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan,” kata I Made Oka Astawa.

Ia menambahkan, operasi pencarian yang telah berlangsung selama tiga hari resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

“Dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR yang telah berlangsung selama tiga hari ditutup. Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi, kerja sama, dan dedikasi seluruh unsur SAR Gabungan serta masyarakat yang telah membantu selama pelaksanaan operasi,” pungkasnya. (Imam)

01/06/2026

Tim SAR Temukan Korban Terseret Arus di Pantai Seruni Payangan Jember


Jember (Onenewsjatim)
– Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu dari dua korban yang terseret arus di Pantai Seruni Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, pada hari ketiga pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan, Senin (1/6/2026).

Korban yang ditemukan diketahui bernama Barokatul Hidayat (27), warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 05.30 WIB.

Penemuan korban berawal dari laporan nelayan setempat yang melihat objek mencurigakan mengapung di sekitar perairan Payangan. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh Tim SAR Gabungan yang kemudian melakukan pengecekan dan proses evakuasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, S.H., M.Si., mengatakan korban berhasil ditemukan sekitar 1,21 kilometer dari lokasi kejadian ke arah 161 derajat.

"Pada hari ketiga operasi, satu korban atas nama Barokatul Hidayat berhasil ditemukan dan dievakuasi setelah adanya informasi dari nelayan setempat yang melihat objek mencurigakan di sekitar perairan Payangan," ujar I Made Oka Astawa.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulasaraan dan pemakaman.

I Made Oka Astawa juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Menurutnya, seluruh unsur SAR akan terus mengoptimalkan upaya pencarian terhadap satu korban lainnya yang hingga kini masih belum ditemukan.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini. Saat ini pencarian terhadap satu korban lainnya atas nama Rifki masih terus dilanjutkan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada," katanya.

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih melaksanakan pencarian terhadap korban kedua dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan personel yang bertugas di lapangan.

Operasi pencarian didukung berbagai peralatan, di antaranya perahu karet, perlengkapan water rescue, peralatan medis, alat komunikasi, serta armada pendukung lainnya untuk memperluas area pencarian.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi SAR gabungan meliputi Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Polsek Ambulu, Koramil Ambulu, Polairud Polres Jember, Pos TNI AL Puger, SAR Rimba Laut Payangan, Destana Panti, Baret Rescue, Siluman Rescue, Senkom Jember, serta masyarakat sekitar.


BPBD Lumajang Pasang 12 CCTV dan EWS di Kawasan Semeru, Perkuat Mitigasi Bencana


Lumajang (Onenewsjatim)
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang terus memperkuat sistem mitigasi bencana menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Semeru. 

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memasang kamera Closed Circuit Television (CCTV) dan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di sepanjang aliran lahar.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 12 titik kamera CCTV pemantau yang terpasang di area-area krusial.

"Jadi kondisi existing sekarang untuk mitigasi aktivitas Semeru kita punya, sudah kita pasang 12 CCTV pemantau," ujar Isnugroho

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan deteksi dini sekaligus mempercepat respons penanganan apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang saat ini masih berstatus Level III (Siaga).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan seluruh CCTV tersebut telah terpasang dan berfungsi untuk memantau aktivitas di kawasan rawan bencana Semeru secara real time.

“Untuk mitigasi aktivitas Semeru, saat ini kami sudah memasang 12 CCTV pemantau di sejumlah titik strategis yang berada di jalur aliran lahar maupun kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik,” kata Isnugroho.

Ia menjelaskan, CCTV tersebut dipasang di beberapa lokasi, di antaranya tiga unit di Batu Padat, satu unit di Piket Nol, satu unit di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), satu unit di Watu Kobong, satu unit di Pos Curah Kobokan, satu unit di Supiturang, satu unit di Antrukan, satu unit di titik penyeberangan Curah Kobokan, satu unit di Simbar, serta satu unit di DAS Kobokan.

Selain CCTV, BPBD juga telah memasang empat unit Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini di sejumlah lokasi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi, yakni di Batu Padat, Desa Supiturang, Pos Curah Kobokan dan Antrukan.

“EWS ini menjadi alat mitigasi penting untuk mendeteksi secara dini potensi bencana yang dipicu aktivitas Semeru sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari sistem peringatan kepada masyarakat, BPBD juga memasang empat titik sirene yang terhubung dengan mekanisme peringatan dini.

Menurut Isnugroho, masyarakat perlu memahami arti bunyi sirene yang dibunyikan petugas saat kondisi darurat.

“Kalau sirene berbunyi putus-putus, artinya masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan atau berada dalam kondisi siaga. Namun jika sirene berbunyi dengan durasi lebih panjang dan terus-menerus, warga harus segera melakukan evakuasi ke tempat yang aman,” jelasnya.

Berharap Prioritas dari BNPB

Sebagai langkah antisipasi yang lebih luas, BPBD Lumajang juga telah mengajukan permohonan bantuan alat mitigasi tambahan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk EWS untuk potensi tsunami. Namun, hingga saat ini pihak daerah masih menunggu tindak lanjut dari pusat.

"Kami berharap pihak BNPB bisa menjadikan Semeru prioritas utama dalam rangka mencegah terjadinya korban jiwa," tegasnya.

Terkait kondisi terkini Gunung Semeru, BPBD mencatat adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai. Status gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.

Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Warga juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.

Selain itu, masyarakat diminta menghindari area sempadan sungai yang berpotensi dilalui awan panas guguran maupun banjir lahar dengan jarak sekitar 500 meter dari tepi sungai.

Isnugroho menambahkan, pada Jumat lalu sempat terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai sekitar 2.500 meter. Meski hingga saat ini belum terjadi erupsi yang disertai awan panas guguran susulan, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Kami tetap siaga karena berdasarkan rekaman pemantauan selama 12 jam terakhir terdapat aktivitas tremor harmonik yang terdeteksi beberapa kali. Kondisi ini menjadi salah satu indikator yang terus kami pantau bersama perkembangan aktivitas Semeru,” pungkasnya.

26/05/2026

BMKG Catat Gempa 5,1 Magnitudo di Laut Selatan Jember, Getaran Terasa di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah tenggara Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (26/5/2026) siang. Getaran gempa turut dirasakan warga di Kabupaten Lumajang dan membuat sejumlah masyarakat panik hingga berhamburan keluar rumah.

Berdasarkan informasi resmi dari , gempa terjadi pada pukul 14.39 WIB. Episentrum berada di koordinat 9,01 Lintang Selatan dan 113,84 Bujur Timur atau sekitar 93 kilometer tenggara Jember dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG menyebut gempa berpusat di laut dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang, getaran gempa dirasakan cukup kuat selama beberapa detik. Warga yang sedang berada di dalam rumah, pertokoan hingga warung kopi spontan keluar untuk menyelamatkan diri.

Huda, salah seorang warga Lumajang, mengaku sempat terkejut ketika getaran terasa cukup kuat disertai suara dari bagian atap rumah yang terbuat dari seng.

“Terasa cukup kencang gempanya. Tadi juga ada suara nyaring seperti seng dihantam,” ujar Huda saat ditemui usai gempa.

Hal senada disampaikan Nawawi, warga lainnya. Ia mengaku sempat merasa pusing ketika berdiri dari tempat duduk untuk keluar rumah menyelamatkan diri.

“Awalnya terasa goyang pelan, terus orang-orang langsung bilang lindu. Lumayan lama tadi getarannya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Rehabilitasi , Yudhi Cahyono, memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.

“Memang tadi sempat terjadi gempa dan dirasakan di wilayah Lumajang. Namun sementara ini masih aman, belum ada laporan dampak kerusakan. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan apabila ada dampak agar segera melapor,” kata Yudhi.

Meski tidak menimbulkan kerusakan, gempa yang terjadi siang hari itu sempat membuat aktivitas warga terganggu. Sebagian masyarakat memilih berada di luar bangunan beberapa saat untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan. (Imam)

25/05/2026

Polisi Turunkan Tim TAA dan 3D Scanner, Ungkap Detik-Detik Kecelakaan Maut Rombongan Anggota DPR RI di Tol Paspro


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Garis-garis penanda olah tempat kejadian perkara masih terlihat membekas di ruas Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) KM 834 Jalur B, Desa Posangit Lor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Senin (25/5/2026).

Di titik inilah kecelakaan maut yang menimpa rombongan anggota DPR RI Fraksi PKB, Muhammad Hilman Mufidi atau Gus Hilman, merenggut dua nyawa staf pendampingnya.

Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur menurunkan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) guna melakukan olah TKP lanjutan dengan dukungan teknologi pemindai tiga dimensi atau 3D Scanner.

Proses investigasi dilakukan secara detail dan ilmiah untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tragis yang terjadi pada Sabtu (23/5/2026) sore itu.

Pantauan di lokasi, sejumlah petugas kepolisian tampak melakukan pengukuran jarak, memeriksa bekas gesekan ban di permukaan aspal, hingga memindai beberapa titik penting menggunakan perangkat digital berpresisi tinggi.

Arus lalu lintas arah barat bahkan sempat dihentikan sementara selama proses olah TKP berlangsung.

Sedikitnya enam titik utama dipindai oleh tim TAA, mulai dari lintasan awal Toyota Innova, titik benturan dengan dump truck, hingga posisi akhir kendaraan yang mengalami kerusakan parah di bagian depan.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Timur AKBP Septa Firmansyah mengatakan, olah TKP lanjutan dilakukan untuk memastikan penyebab kecelakaan secara objektif melalui analisa ilmiah berbasis digital.

“Kami hari ini melanjutkan olah TKP yang sebelumnya telah dilakukan Satlantas Polres Probolinggo Kota dengan menurunkan Tim TAA. Tujuannya untuk mengetahui kecepatan kendaraan Innova saat kecelakaan terjadi,” ujar AKBP Septa Firmansyah di lokasi kejadian, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya dilakukan di lokasi kecelakaan, namun juga terhadap dua kendaraan yang terlibat tabrakan.

Polisi melakukan pemindaian terhadap Toyota Innova dan dump truck di kawasan Rest Area serta Exit Tol Tongas untuk memperoleh data menyeluruh terkait konstruksi benturan.

“Seluruh data digital nantinya akan kami olah untuk merekonstruksi kronologi kecelakaan secara detail, termasuk posisi kendaraan dan detik-detik sebelum benturan terjadi,” katanya.

Dari hasil analisa awal di lapangan serta keterangan sejumlah saksi, penyidik menduga kecelakaan dipicu faktor kelalaian pengemudi atau human error. Sopir Toyota Innova diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk setelah kelelahan beraktivitas.

“Dugaan sementara, sopir Innova mengantuk karena kelelahan setelah beraktivitas. Namun seluruhnya masih menunggu hasil akhir analisa Tim TAA. Hasil olah TKP ini juga akan menjadi dasar dalam penetapan tersangka,” tegas AKBP Septa.

Kecelakaan maut tersebut terjadi pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 15.14 WIB. Toyota Innova bernopol N 1297 NB yang membawa rombongan Gus Hilman melaju dari arah timur menuju Surabaya sebelum menghantam bagian belakang dump truck yang melaju searah di depannya.

Mobil itu dikemudikan Mahrus Ali (36), warga Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Di dalam kendaraan turut berada anggota DPR RI Muhammad Hilman Mufidi (25) bersama dua staf pendampingnya, Alex Anwaruh (25) dan Adinda Najwa (26), warga Tangerang.

Benturan keras membuat bagian depan kendaraan ringsek parah. Dua staf pendamping, Alex Anwaruh dan Adinda Najwa, meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang diderita. Sementara Muhammad Hilman Mufidi dan sopir kendaraan selamat meski mengalami luka-luka.

Hingga kini, penyidik Ditlantas Polda Jawa Timur masih menunggu hasil akhir pengolahan data digital Tim TAA untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan sekaligus menentukan pihak yang bertanggung jawab dalam tragedi maut di Tol Paspro tersebut.

24/05/2026

Innova Rombongan Anggota DPR RI Gus Hilman Kecelakaan di Tol Probolinggo–Pasuruan


Probolinggo, (Onenewsjatim)– Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) KM 834 jalur B wilayah Desa Posangit Lor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Sabtu sore.

Mobil rombongan anggota Komisi X DPR RI, atau yang akrab disapa Gus Hilman, menabrak sebuah dump truk hingga mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Dua korban meninggal diketahui bernama Alex Anwaruh (25) dan Adinda Najwa (26) yang merupakan staf pendamping rombongan Gus Hilman.

Sementara Gus Hilman dan sopir kendaraan dilaporkan selamat meski mengalami luka dan langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Aipda Muhammad Taufik Rahadian, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Menurutnya, peristiwa terjadi saat kendaraan Toyota Innova bernomor polisi N-1297-NB melaju dari arah Probolinggo menuju Pasuruan.

“Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan Innova yang berada di lajur kanan diduga bergerak ke kiri dan menabrak bagian belakang kanan dump truk yang melaju searah di depannya,” ujar Aipda Taufik saat dikonfirmasi, Sabtu malam.

Ia menjelaskan, mobil Innova tersebut dikemudikan Mahrus Ali dengan membawa tiga penumpang, yakni Gus Hilman, Alex Anwaruh dan Adinda Najwa. Sedangkan dump truk bernomor polisi W-8439-UK dikemudikan Imam Subekti.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, polisi menduga sopir kurang konsentrasi atau mengantuk saat mengemudi sehingga kendaraan oleng ke kiri sebelum menghantam bak belakang dump truk.

“Akibat benturan keras itu, dua penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan dua korban lainnya mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke RS Ar Rozy Kota Probolinggo,” katanya.

Pantauan di lokasi menunjukkan bagian depan hingga sisi kiri kendaraan Innova mengalami kerusakan parah. Pecahan kaca dan serpihan bodi kendaraan sempat berserakan di jalur tol sebelum akhirnya dibersihkan petugas.

Sebelum kecelakaan terjadi, rombongan Gus Hilman diketahui menghadiri kegiatan seminar dan roadshow di lingkungan Universitas Nurul Jadid, Kabupaten Probolinggo.

Hingga kini, Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

22/05/2026

Istri Korban Ungkap Detik-detik Carok Maut di Klakah, Pelaku Sempat Minta Maaf


Lumajang, (DOC) –
Tangis duka masih menyelimuti keluarga Abdul Karim Marzuki (55), korban tewas dalam peristiwa carok berdarah di Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Kamis (21/5/2026).

Saniyeh (55), istri korban, mengaku masih teringat jelas detik-detik suaminya terkapar bersimbah darah usai duel bersenjata tajam dengan tetangganya, Wasil (44), di area kebun sengon desa setempat.

Dengan suara bergetar, Saniyeh menceritakan dirinya menyaksikan langsung suaminya kembali dibacok saat kondisi sudah terluka parah dan duduk di tanah.

“Saya lihat sendiri, terus adiknya (pelaku) datang nambahi bacok bagian pundak, ketika suami saya masih duduk,” ujar Saniyeh sambil menunjuk kedua pundaknya, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, pria yang diduga adik dari Wasil itu datang tiba-tiba dan langsung menyerang Abdul Karim yang saat itu sudah dalam kondisi lemah akibat luka sabetan celurit.

“Duduk sudah terluka, terus ditambahi lagi itu. Tapi nama adiknya saya tidak tahu, orangnya tinggi, kuning dan kurus,” katanya.

Saat kejadian berlangsung, Saniyeh mengaku tidak bisa langsung menolong suaminya karena sedang menggendong cucunya yang masih kecil.

“Saya sambil gendong putu saya, tidak bisa mendekat. Itu langsung lari dan membacok,” bebernya.

Di tengah situasi mencekam tersebut, Saniyeh sempat berteriak menggunakan bahasa Madura agar pertikaian dihentikan karena kedua pria itu sama-sama mengalami luka serius.

“La cong, padeh luka padeh sara,” teriaknya.

Kalimat itu berarti, “Jangan nak, sama-sama luka, sama-sama parah.”

Tidak hanya itu, Saniyeh juga mengungkapkan bahwa Wasil sempat meminta maaf kepadanya setelah duel berdarah tersebut terjadi. Saat itu, pelaku dalam kondisi terluka di bagian perut akibat sabetan celurit dari Abdul Karim.

“Saya lewat di sampingnya, terus tangan saya ditarik,” ujar Saniyeh mengenang momen tersebut.

Dalam kondisi terluka, Wasil beberapa kali menyampaikan permintaan maaf menggunakan bahasa Madura.

“Seporana engkok yu. Engkok seng salah. Tak rapa lah,” kata Saniyeh menirukan ucapan Wasil.

Kalimat itu berarti, “Mohon maaf mbak, saya yang salah.”

Namun saat itu, Saniyeh mengaku tidak mampu berkata banyak karena tidak menyangka pertengkaran tersebut berakhir tragis.

“Mon tak tahu, kejadiannya kedadeannah dekiyeh,” katanya.

Artinya, “Saya tidak tahu kenapa kejadiannya bisa seperti ini.”

Usai berbicara dengan pelaku, Saniyeh kemudian menghampiri suaminya yang saat itu sudah mengalami luka parah di bagian kepala dan tubuh.

Korban bahkan sempat menenangkan istrinya meski kondisinya kritis.

“Dineh saya tak rapa,” ucap Abdul Karim kepada istrinya.

Namun Saniyeh membalas dengan penuh kepanikan.

“Tak rapa gimana, mon mau matah,” katanya.

Yang berarti, “Tidak apa-apa bagaimana, wong mau meninggal.”

Setelah itu, Saniyeh berlari pulang untuk mengambil kain guna membalut luka suaminya. 

Namun saat kembali ke lokasi kejadian, Abdul Karim sudah dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

“Saya ke rumah ambil kain untuk bapak, setelah saya balik sudah tidak ada katanya,” ucapnya sambil menahan tangis.

Saniyeh mengatakan, suaminya mengalami luka bacok serius di bagian paha, wajah, dan belakang kepala. Sementara Wasil mengalami luka pada bagian perut dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Haryoto Lumajang usai menjalani operasi.

Akibat duel maut tersebut, Abdul Karim Marzuki dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Wasil masih dalam kondisi kritis. 

Polisi kini masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa carok berdarah yang menggegerkan warga Desa Sumberwringin itu.

Ratusan Kecelakaan di Lumajang Tak Pernah Berlanjut ke Pengadilan, Ini Penjelasan Kejari dan Polantas


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, penanganan kasus kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat tidak pernah berujung pada proses peradilan. 

Meskipun ratusan kejadian kecelakaan terjadi setiap tahunnya, seluruh perkara tersebut diselesaikan tanpa pelimpahan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang.

Kondisi ini dibenarkan oleh pihak Kejari Lumajang yang menyebutkan bahwa dalam dua tahun terakhir, tidak satu pun berkas perkara kecelakaan lalu lintas yang masuk untuk diproses lebih lanjut ke tahap penuntutan.

Kasi Intel Kejari Lumajang, Lukman Akbar Bastiar mengatakan bahwa sejak awal 2026 pihaknya telah menerima sebanyak 158 pelimpahan perkara pidana umum dari 23 jenis tindak pidana. 

Namun, dari seluruh berkas tersebut, tidak ada satu pun yang berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas.

“Untuk pelimpahan perkara kecelakaan tidak ada. Memang sejak tahun 2025 itu tidak pernah ada yang sampai dilimpahkan ke kami,” ujar Lukman, Jumat (22/5/2026).

Ia menegaskan bahwa pola penyelesaian kasus kecelakaan di lapangan cenderung tidak berlanjut ke proses hukum formal karena para pihak yang terlibat lebih memilih jalur kekeluargaan.

“Sejauh ini, kasus-kasus tersebut tidak sampai masuk tahap penuntutan karena sudah diselesaikan secara musyawarah,” tambahnya.

Data dari Unit Laka Satlantas Polres Lumajang mencatat, sepanjang tahun 2025 terjadi sebanyak 524 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa mencapai 107 orang. 

Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah kecelakaan telah mencapai 229 kasus dengan 46 korban meninggal dunia

Meski angka kecelakaan tergolong tinggi, seluruh penanganan kasus tersebut tidak ada yang berlanjut hingga meja hijau.

Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, menjelaskan bahwa tidak berlanjutnya perkara kecelakaan ke pengadilan disebabkan oleh karakteristik kasus kecelakaan yang kerap melibatkan unsur kelalaian dan dapat diselesaikan melalui kesepakatan para pihak.

“Jadi kecelakaan ini sifatnya fleksibel, terkadang tidak disengaja atau karena human error. Artinya, kalau memang kedua belah pihak mau diselesaikan secara kekeluargaan, tentu tidak mungkin kami lanjutkan perkaranya,” ungkap Dendy.

Ia menambahkan, penyelesaian secara kekeluargaan atau restorative justice kerap menjadi pilihan utama dalam kasus kecelakaan lalu lintas, terutama jika kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan damai, termasuk terkait santunan maupun ganti rugi.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan yang masih cukup tinggi di wilayah Lumajang.

“Kami tetap mengedepankan upaya pencegahan melalui edukasi dan penindakan di lapangan agar angka kecelakaan bisa ditekan,” pungkasnya. (Imam)


21/05/2026

Duel Carok Maut di Lumajang: Berawal dari Serempetan Motor, Satu Tewas dan Satu Luka Berat


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Duel carok berdarah terjadi di Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (21/5/2026) siang.

Insiden tersebut menewaskan Abdul Karim Marzuki (55), sementara lawannya, Wasil (44), mengalami luka berat di bagian perut dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Kedua pria tersebut diketahui masih bertetangga sekaligus memiliki hubungan kerabat keluarga.

Pantauan di lapangan, aparat kepolisian tampak berjaga di area rumah sakit tempat Wasil dirawat guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Peristiwa carok itu terjadi di area perkebunan sengon milik warga sekitar menjelang waktu dhuhur. Berdasarkan informasi yang dihimpun, duel maut tersebut dipicu cekcok saat keduanya berpapasan di jalan menggunakan sepeda motor.

Istri korban meninggal, Saniyeh, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, suaminya baru pulang mencari ramban untuk pakan ternak.

“Katanya sempat serempetan di jalan. Setelah itu suami saya pulang ke rumah, menaruh ramban lalu mengambil celurit,” ujar Saniyeh saat ditemui di kamar jenazah RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Menurutnya, dirinya sempat melarang sang suami pergi kembali karena mengetahui akan terjadi duel carok dengan Wasil.

“Suami saya sempat pamit mau carok. Sudah saya larang, tapi tetap pergi,” katanya dengan nada sedih.

Akibat duel tersebut, Abdul Karim mengalami luka bacok serius di bagian paha, wajah, dan kepala belakang hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan Wasil mengalami luka berat di bagian perut.

“Lawannya itu Wasil, masih tetangga dan juga saudara sepupu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Prass Ardinata membenarkan adanya peristiwa penganiayaan berat yang berujung maut tersebut.

Ia menjelaskan, kejadian berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB hingga 11.30 WIB di kawasan perkebunan sengon Desa Sumberwringin.

“Satu korban meninggal dunia di tempat, sedangkan satu lainnya mengalami luka berat,” kata AKP Prass Ardinata.

Menurutnya, awal mula kejadian dipicu perselisihan ketika korban dan pelaku berpapasan di jalan saat mengendarai sepeda motor.

“Korban yang saat ini luka berat sedang menuju kebunnya. Terjadi cekcok di jalan setelah serempetan kendaraan, kemudian korban yang meninggal dunia tidak terima,” jelasnya.

Setelah cekcok tersebut, Abdul Karim pulang ke rumah mengambil celurit lalu mendatangi kembali Wasil di area perkebunan sengon untuk menantang duel.

“Korban mendatangi pelaku dan menantang duel hingga akhirnya terjadi carok. Satu pihak meninggal dunia dan satu mengalami luka berat di bagian perut,” ungkap Prass.

Polisi juga mengungkap bahwa kedua pihak telah lama memiliki persoalan pribadi yang belum terselesaikan.

“Keduanya masih kategori kerabat. Informasi sementara memang ada konflik lama atau dendam lama,” tambahnya.

Selain itu, Polisi masih mendalami adanya dugaan keterlibatan lebih dari satu pelaku dalam kejadian tersebut. Informasi itu muncul setelah beredar kabar bahwa korban kemungkinan dibacok lebih dari satu orang.

“Itu masih kami dalami karena laporan baru kami terima. Nanti perkembangan hasil penyelidikan akan kami sampaikan kembali,” pungkasnya. (Imam)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved