Lumajang, (Onenewsjatim)– Sebuah video menampilkan celoteh seorang perempuan paruh baya asal Kabupaten Lumajang mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Perempuan bernama Gimah itu terekam menyampaikan permintaan jenaka kepada anggota TNI agar “memindahkan” Gunung Semeru demi keselamatan warga.
Hingga Senin (12/1), video yang diunggah akun TikTok @tni_in_action tersebut telah menembus 1,7 juta penayangan. Dalam video itu, Gimah mencurahkan keluh kesahnya menghadapi erupsi yang terjadi berulang kali dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam video tersebut, Gimah mengungkapkan kegelisahannya karena harus berhadapan dengan ancaman erupsi Gunung Semeru yang kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Coba dipindah sama bapak itu gunung, dipindahkan ke mana gitu, biar saya aman. Masak empat tahun sekali erupsi,” ucap Gimah dalam video yang beredar.
Seorang pria yang berada di lokasi turut menimpali dengan bercanda, bahwa sempat ada rencana menutup kawah Semeru menggunakan semen, namun urung dilakukan karena lubangnya terlalu besar.
"Kemarin sudah bawah semen sebenarnya mau di tutup, tapi lubangnya besarnya, jadi tidak di tutup ibu" tawa pria dalam video
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, sambil bercanda menanyakan apakah Gunung Semeru bisa ditutup.
“Coba tanya Bu Indah, bisa apa tidak gunungnya ditutup. Kalau semen dari seluruh Indonesia dibawa ke sini, mungkin masih tidak cukup separuhnya untuk menutup lubang itu,” katanya sambil tertawa.
Meski disampaikan dengan gaya humor, Gimah mengaku pengalaman menghadapi bencana erupsi merupakan peristiwa yang membekas dalam ingatannya. Ia menceritakan detik-detik saat lahar dan abu vulkanik menerjang wilayah tempat tinggalnya.
“Awalnya saya kira lahar biasa, jadi tidak langsung pergi. Tapi lama-lama makin besar. Waktu ke Supiturang, debunya tebal dan panas. Saya tinggal di sana,” kenangnya saat diwawancarai.
Gimah sehari-hari tinggal bersama suaminya di Dusun Gemukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Wilayah tersebut termasuk kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu, 19 November 2025.
Ia bersyukur rumahnya tidak mengalami kerusakan berat. Namun, bagian depan rumah sempat terdampak material erupsi.
“Alhamdulillah rumah aman, cuma bagian depan yang rusak. Kejadiannya cepat, cuaca mendung dan hujan, jadi benar-benar tidak menyangka,” tuturnya.
Sementara itu, upaya mitigasi bencana terus dilakukan oleh aparat TNI di kawasan terdampak. Personel Korem 083/Baladhika Jaya sebelumnya telah melaksanakan kegiatan revitalisasi di jalur aliran lahar Gunung Semeru, khususnya di Desa Supiturang.
Personel Penerangan Korem 083/Baladhika Jaya, Peltu Suwandi, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pembangunan tanggul sebagai langkah antisipasi apabila terjadi erupsi susulan.
“Kami berada di lokasi aliran erupsi Semeru. Alat berat yang ada di belakang kami digunakan untuk membuat tanggul. Harapannya, jika terjadi erupsi lanjutan, material tidak meluber ke permukiman warga Desa Supiturang,” jelas Peltu Suwandi.
Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu masyarakat mengurangi risiko bencana, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan erupsi Gunung Semeru. (Imam)


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram