Gresik, (Onenewsjatim) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik berhasil membongkar aksi kekerasan brutal yang dilakukan sekelompok gangster dalam satu malam di dua lokasi berbeda.
Dari pengungkapan tersebut, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka, sementara lima pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Aksi kekerasan yang disertai pembacokan dan perampasan ini terjadi di wilayah Kecamatan Dukun dan Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, dan menyebabkan sejumlah korban mengalami luka serius serta kerugian materiil.
Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas peran aktif, doa, dan dukungan yang diberikan sehingga kasus tersebut dapat diungkap dalam waktu singkat.
Peristiwa bermula pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Sekitar 20 orang yang mengendarai 12 sepeda motor melakukan konvoi di Jalan Raya Lowayu, Kecamatan Dukun.
Rombongan tersebut membawa senjata tajam berupa celurit berukuran sekitar satu meter yang diseret di aspal untuk menebar intimidasi.
Korban pertama, Eka Adi Pradana (22), yang sedang berboncengan sepeda motor, dikejar dan ditabrak dari belakang hingga terjatuh.
Setelah itu, sekitar 10 orang pelaku langsung mengeroyok korban. Salah satu pelaku berinisial IPN yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) membacok korban sebanyak dua kali di bagian pinggang kiri.
Tak berhenti di lokasi pertama, rombongan pelaku kembali bergerak ke Kecamatan Panceng.
Sekitar pukul 01.43 WIB, mereka menyerang korban lain, Ahmad Zaki Syariffudin, yang saat itu hendak masuk ke sebuah warung nasi goreng di Dusun Sono, Desa Ketanen. Korban dikeroyok, dipaksa melepas pakaian, serta kehilangan sejumlah barang berharga.
Dalam rangkaian aksi tersebut, para pelaku juga merampas ponsel milik korban dan beberapa saksi di sekitar lokasi kejadian. Total kerugian akibat aksi brutal ini ditaksir mencapai Rp10 juta.
Tim Resmob Satreskrim Polres Gresik kemudian melakukan pengejaran intensif lintas wilayah hingga berhasil menangkap tiga tersangka.
Kapolres menyebutkan, salah satu tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur karena melakukan perlawanan saat hendak diamankan.
Tiga tersangka yang berhasil diamankan masing-masing berinisial MS (18), warga Kecamatan Sidayu, ditangkap di rumahnya pada hari kejadian. Kemudian MYS alias Somad (26), warga Kecamatan Kebomas, ditangkap di wilayah Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (7/1/2026).
Sementara tersangka MK (21), warga Kecamatan Sidayu, diamankan pada Kamis (8/1/2026) dini hari saat bersembunyi di area persawahan Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.
Selain itu, polisi masih memburu lima pelaku lain yang telah ditetapkan sebagai DPO, yakni AZN, AZ, PSH, IPN selaku eksekutor pembacokan, dan DVD.
Hasil penyidikan mengungkap bahwa motif para pelaku adalah melakukan aksi sweeping atau pembersihan wilayah. Mereka bergerak dari wilayah Sidayu menuju Kecamatan Dukun dengan alasan merasa tersinggung dan diejek oleh korban.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda CRF warna hitam bernomor polisi S-3711-ABG, empat unit ponsel dari berbagai merek, serta pakaian yang digunakan para pelaku saat beraksi.
Sementara itu, lima anak di bawah umur yang turut berada dalam rombongan konvoi tidak ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berstatus saksi dan diberikan sanksi pembinaan berupa wajib lapor serta kegiatan kerja bakti setiap hari Sabtu selama dua pekan.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal berlapis sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, yakni Pasal 262 tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara, serta Pasal 479 tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman pidana hingga 9 tahun penjara.
Kapolres Gresik juga mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam kelompok-kelompok yang mengatasnamakan perguruan pencak silat namun berujung pada tindakan kriminal.
“Mari kita jaga bersama Kabupaten Gresik agar tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya. (Red)


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram