-->

21/03/2026

Forkopimda Lumajang Shalat Idul Fitri 1447 H, Teguhkan Persatuan dan Kebersamaan Umat


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, Sabtu (21/3/2026). Kegiatan ini diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang bersama ratusan masyarakat.

Momentum hari kemenangan tersebut menjadi simbol kuat persatuan umat. Unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat tampak menyatu dalam satu saf, meneguhkan nilai kebersamaan usai menjalankan ibadah Ramadan selama satu bulan penuh.

Komandan Kodim 0821/Lumajang, , yang turut hadir dalam pelaksanaan Shalat Id, menegaskan pentingnya Idul Fitri sebagai momentum mempererat persatuan dan meningkatkan kepedulian sosial.

“Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk kembali kepada fitrah, mempererat silaturahmi, serta memperkuat persatuan dan kepedulian antar sesama,” ujar Anton dalam keterangannya.

Ia juga menambahkan, situasi aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Lumajang merupakan hasil sinergi seluruh elemen, baik aparat keamanan maupun partisipasi aktif masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Forkopimda Lumajang menyampaikan bahwa stabilitas wilayah selama Ramadan hingga Idul Fitri menjadi bukti kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketertiban dan keamanan daerah.

Pelaksanaan Shalat Id berlangsung tertib, aman, dan lancar. Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi saling bersalam-salaman antara Forkopimda dan masyarakat sebagai bentuk nyata kebersamaan dan keharmonisan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan halal bihalal di lingkungan Kodim 0821/Lumajang. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan kekeluargaan, meningkatkan soliditas internal, serta memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Momentum Idul Fitri diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga penguat nilai-nilai persaudaraan, sinergi, dan persatuan, baik di lingkungan TNI maupun dalam kehidupan masyarakat Lumajang secara luas.




Forkopimda Lumajang Patroli Malam Takbir, Pastikan Idul Fitri 1447 H Aman dan Kondusif


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar patroli terpadu pada malam takbir Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026) malam. Kegiatan ini dilakukan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Patroli dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama unsur TNI-Polri dan instansi terkait, dengan menyisir sejumlah titik strategis di wilayah Kecamatan Lumajang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merayakan malam kemenangan setelah menjalankan ibadah Ramadan.

Rangkaian patroli dilanjutkan dengan kunjungan ke Pos Polisi Pasar Baru Lumajang yang berada di Jalan Panglima Besar Sudirman, Kelurahan Tompokersan. Di lokasi tersebut, rombongan Forkopimda mengikuti video conference bersama Kapolri terkait kesiapan pengamanan malam takbiran dan pelaksanaan Salat Idul Fitri dalam rangka Operasi Ketupat 2026.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah selama momentum Idul Fitri.

“Patroli ini bukan sekadar simbol kehadiran pemerintah, tetapi bentuk nyata komitmen kami untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh khidmat,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, menyatakan bahwa pihak TNI siap mendukung penuh pengamanan bersama Polri dan seluruh elemen terkait.

“Pengamanan malam takbir hingga pelaksanaan Salat Idul Fitri adalah tanggung jawab bersama. Kami memastikan seluruh jajaran siap bersinergi demi menjaga stabilitas wilayah,” tegasnya.

Ia menambahkan, kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa tenang serta mencegah potensi gangguan keamanan selama perayaan berlangsung.

Patroli terpadu ini juga menjadi bagian dari strategi preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, termasuk kemacetan, konvoi berlebihan, serta gangguan ketertiban umum lainnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Forkopimda Lumajang menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 1447 H dengan penuh rasa aman dan khusyuk.

Editor : Imam

Sumber Berita: Pendim 0821

19/03/2026

Malam Takbiran 2026, Polres Lumajang Siapkan Penyekatan di Sejumlah Titik Strategis


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Polres Lumajang bersama tim gabungan dari TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan akan memberlakukan penyekatan di sejumlah titik strategis pada malam takbiran Idul Fitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menegaskan bahwa masyarakat yang hendak merayakan malam takbiran dengan cara konvoi kendaraan akan diputar balik di titik-titik penyekatan yang telah disiapkan.

“Untuk kegiatan takbiran, kami sarankan dilaksanakan di masjid atau lingkungan masing-masing. Jika ada masyarakat yang ingin menikmati suasana malam, kami akan lakukan penyekatan di beberapa titik untuk mencegah penumpukan massa di jalan raya,” ujar Alex di konfirmasi usia memantau pengamanan pawai ogoh-ogoh di Senduro.

Ia menjelaskan, sejumlah titik penyekatan akan difokuskan di jalur utama, di antaranya wilayah utara menuju Kota Lumajang yang akan disekat di Kecamatan Sukodono, jalur selatan di kawasan Gladak Abang, serta wilayah timur di Simpang Tiga JLT Tukum, Kecamatan Tekung. 

Selain itu, akses masuk ke pusat kota dan Alun-Alun Lumajang juga akan diberlakukan penyekatan.

Menurut Alex, pengamanan malam takbiran diawali dengan apel gabungan yang melibatkan seluruh unsur terkait. Setelah berbuka puasa, personel akan langsung menempati pos-pos yang telah ditentukan.

Dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Lumajang menyiapkan total 532 personel gabungan. Rinciannya, sebanyak 366 personel dari kepolisian dan 166 personel dari unsur TNI, pemerintah daerah, serta stakeholder terkait lainnya.

“Kami juga mendirikan satu pos pelayanan dan satu pos pengamanan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga akan melakukan patroli rutin di titik-titik rawan kemacetan, kecelakaan, serta potensi tindak kejahatan. Pengawasan juga diperketat di lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan, termasuk tempat wisata pasca Lebaran.

Alex turut mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan petasan atau kembang api yang berpotensi menimbulkan ledakan maupun kebakaran.

“Kembang api yang tidak menimbulkan ledakan masih bisa ditoleransi dengan pengawasan, namun yang berpotensi membahayakan kami larang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan warga yang akan mudik agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan rumah yang ditinggalkan. Masyarakat diminta berkoordinasi dengan aparat setempat maupun kepolisian untuk melakukan pemantauan bersama.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat dapat merayakan malam takbiran dan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkas Alex. (Imam)


Ribuan Warga Padati Pawai Ogoh-Ogoh di Senduro, Toleransi Terjalin di Tengah Ramadan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Raya Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (18/3/2026) malam. 

Mereka antusias menyaksikan pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Sebanyak 15 ogoh-ogoh atau patung raksasa yang melambangkan Bhuta Kala diarak dari depan Pura Mandara Giri Semeru, diiringi tabuhan musik tradisional dan tarian khas yang menggema sepanjang rute pawai. Suasana semakin semarak dengan sorak penonton yang memenuhi sisi jalan.

Prosesi pengerupukan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi ini berlangsung khidmat sekaligus meriah. Ogoh-ogoh diarak mengelilingi desa sebagai simbol menetralisir energi negatif sebelum memasuki hari penyepian.

Menariknya, tradisi ini tidak hanya menjadi milik umat Hindu, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat Muslim setempat. 

Mengingat pelaksanaannya bertepatan dengan bulan suci Ramadan, kegiatan pawai sengaja dimulai setelah salat tarawih sebagai bentuk toleransi antarumat beragama.

Salah satu warga Muslim, Lisa, mengaku terkesan dengan kemeriahan pawai tersebut. Ia bahkan baru pertama kali menyaksikan langsung tradisi ogoh-ogoh.

“Ini pertama kali saya lihat ogoh-ogoh, rasanya senang sekali. Yang nonton juga banyak, tidak hanya umat Hindu, tapi juga Muslim. Apalagi dilaksanakannya setelah salat tarawih,” ujarnya di lokasi.

Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kemenag Jawa Timur, Budiono, menjelaskan bahwa pengerupukan merupakan ritual sakral yang dilakukan sehari sebelum Nyepi. Dalam prosesi tersebut, ogoh-ogoh yang melambangkan Bhuta Kala atau energi negatif diarak keliling desa untuk dinetralisir.

“Ogoh-ogoh ini simbol energi negatif. Diarak keliling desa sebagai bentuk pembersihan, kemudian dimusnahkan agar tidak mengganggu pelaksanaan Catur Brata Penyepian,” kata Budiono.

Ia menambahkan, penyesuaian waktu pelaksanaan pawai menjadi bentuk nyata toleransi yang telah terjalin lama di Senduro. Dengan digelarnya pawai setelah tarawih, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat turut menyaksikan tanpa mengganggu ibadah masing-masing.

“Ini bentuk kebersamaan yang luar biasa. Tahun ini istimewa karena bertepatan dengan Ramadan dan juga mendekati Idul Fitri. Kami ingin semua umat bisa menjalankan ibadah dengan nyaman sekaligus menjaga kerukunan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, penyesuaian waktu pelaksanaan menjadi wujud nyata toleransi antarumat beragama di Senduro.

“Kegiatan ini kami mulai setelah tarawih agar tidak mengganggu ibadah umat Muslim. Justru dengan begitu, semua warga bisa ikut menyaksikan dan merasakan kebersamaan,” tambahnya.

Budiono juga menilai momen tahun ini sangat istimewa karena perayaan Nyepi berdekatan dengan bulan Ramadan hingga Idul Fitri.

“Ini momentum luar biasa. Umat Hindu akan melaksanakan Nyepi, sementara umat Muslim menjalankan ibadah puasa hingga Idul Fitri. Maka penting bagi kita semua untuk terus menjaga kerukunan dan saling menghormati,” katanya.

Ia menjelaskan, setelah pengerupukan, umat Hindu akan menjalani Catur Brata Penyepian selama 24 jam, yang meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menikmati hiburan).

Menurut Budiono, toleransi di Senduro tidak hanya terlihat saat perayaan, tetapi juga dalam proses pembuatan ogoh-ogoh. Warga Muslim kerap turut membantu sejak tahap perancangan hingga penyelesaian

Sementara itu, suasana toleransi di Senduro sudah menjadi tradisi yang terjaga. Tidak hanya dalam pelaksanaan pawai, proses pembuatan ogoh-ogoh pun kerap melibatkan warga lintas agama.

Keharmonisan ini menjadi contoh nyata kehidupan masyarakat yang rukun di tengah perbedaan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam keberagaman. (Imam)


.


18/03/2026

Pemudik Diimbau Waspada, Ini Titik Rawan Perlambatan di Jalur Lumajang


Lumajang (Onenewsjatim)
– Pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Lumajang diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah titik rawan perlambatan arus lalu lintas, terutama di jalur utara.

Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan potensi kemacetan diperkirakan tidak terlalu signifikan, namun perlambatan kendaraan kemungkinan terjadi di beberapa lokasi.

“Kalau kemacetan mungkin kecil, tapi potensi perlambatan ada, terutama di wilayah utara seperti Ranuyoso. Di sana ada dua pasar tumpah, yakni Pasar Ranuyoso dan Pasar Wates Wetan di perbatasan Lumajang–Probolinggo,” ujarnya.

Selain itu, perlambatan juga diprediksi terjadi di kawasan Klakah, khususnya di perlintasan kereta api. Aktivitas keluar-masuk kendaraan serta penutupan palang pintu saat kereta melintas menjadi salah satu pemicu antrean.

“Di Klakah juga berpotensi terjadi perlambatan, terutama di perlintasan kereta api. Untuk antisipasi, kami telah menempatkan pos pengamanan di Terminal Klakah,” tambahnya.

Menurut Suprapto, petugas kepolisian akan melakukan pengaturan arus lalu lintas di titik-titik tersebut apabila terjadi kepadatan kendaraan. Personel juga disiagakan untuk membantu mengurai antrean.

“Kalau memang terjadi kepadatan, anggota akan melakukan pengaturan. Di Ranuyoso juga dibackup personel Polsek, dan bila diperlukan bisa ditambah dari pos pengamanan,” jelasnya.

Polres Lumajang juga menyiapkan jalur alternatif bagi pemudik untuk menghindari kepadatan, khususnya dari arah utara.

“Dari arah perbatasan Probolinggo–Lumajang, pengendara bisa berbelok ke kanan. Jalur tersebut tembus ke selatan Polsek Ranuyoso hingga Kedungjajang,” terangnya.

Sementara itu, untuk menghindari perlambatan di Klakah, pengendara dapat mengambil jalur alternatif melalui kawasan Ranu.

“Dari simpang empat Alfamart Klakah, bisa belok kiri masuk jalur dalam area Ranu, nanti tembus ke simpang tiga pom bensin Klakah,” imbuhnya.

Tak hanya pengamanan arus mudik, kepolisian juga mengantisipasi potensi tindak kejahatan di rumah kosong yang ditinggal pemudik.

“Kami dari tim preventif akan patroli ke perumahan-perumahan yang ditinggal pemudik untuk menjaga keamanan,” tegas Suprapto.

Sementara itu, Kanit Turjagwali Satlantas Polres Lumajang, Ipda Aulia Dheta Astarika, menambahkan bahwa tim urai kemacetan telah disiagakan untuk merespons cepat jika terjadi kepadatan lalu lintas.

“Apabila terjadi kemacetan, tim urai akan bergerak cepat untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas,” katanya.

Ia menyebut, waktu rawan perlambatan umumnya terjadi pada pagi hari di kawasan Pasar Ranuyoso dan sore hari di wilayah Klakah.

“Pagi hari di Pasar Ranuyoso, sedangkan sore hari di Klakah, terutama saat aktivitas di stasiun dan perlintasan kereta api meningkat,” jelasnya.

Aulia memperkirakan durasi perlambatan di kedua titik tersebut bisa mencapai sekitar tiga jam, meski arus kendaraan tetap berjalan.

“Perkiraan sekitar tiga jam, baik pagi di Ranuyoso maupun sore di Klakah. Namun arus tetap bergerak, hanya saja melambat,” pungkasnya.(Imam)

465 Ribu Pekerja Lumajang Belum Tersentuh Jaminan Sosial Ketenagakerjaan


Lumajang, (DOC) -
Sebanyak 465.888 penduduk bekerja di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat belum terlindungi program jaminan sosial tenaga kerja dari . Angka ini menunjukkan masih rendahnya tingkat kepesertaan pekerja dalam program perlindungan ketenagakerjaan.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang hingga awal 2026, capaian kepesertaan baru mencapai 16,08 persen atau setara 89.266 orang dari total 555.154 penduduk bekerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang, , mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi data hingga Maret 2026.

“Sebanyak 89.266 atau 16,08 persen yang sudah terdaftar kepesertaan BPJS itu tersebar di seluruh Indonesia, namun KTP-nya Lumajang. Mereka ini bekerja di berbagai daerah,” ujar Delistyana, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, dari total peserta tersebut, hanya sekitar 50.098 pekerja yang benar-benar terdaftar dan bekerja di wilayah Lumajang. Sementara sisanya merupakan pekerja asal Lumajang yang bekerja di luar daerah.

Menurut Delistyana, pihaknya terus berupaya meningkatkan cakupan kepesertaan, terutama bagi pekerja yang berada di wilayah Lumajang.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang menargetkan peningkatan cakupan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) dari 16,08 persen menjadi 20 persen pada tahun 2026.

“Masih ada kekurangan sekitar 22.042 pekerja yang harus segera didaftarkan. Kami optimistis target tersebut bisa tercapai hingga akhir tahun,” pungkasnya.

17/03/2026

Upacara 17-an Kodim Lumajang, Dandim Ingatkan Loyalitas dan Kinerja Personel


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Komando Distrik Militer (Kodim) 0821/Lumajang melaksanakan Upacara Bendera 17-an yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., sebagai Inspektur Upacara di Lapangan Makodim 0821/Lumajang.Senin (17/3/2026)

Upacara yang diikuti oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodim 0821/Lumajang tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan serta wujud pembinaan kedisiplinan di lingkungan TNI AD.

Dalam amanatnya, Dandim menekankan pentingnya menjaga profesionalisme, loyalitas, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja serta menjaga citra positif TNI di tengah masyarakat.

“Upacara 17-an bukan hanya kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian kita sebagai prajurit dan aparatur negara dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan apel pemberangkatan cuti bagi prajurit dan PNS Kodim 0821/Lumajang. Pada kesempatan tersebut, Dandim secara simbolis juga menyerahkan bingkisan kepada personel yang akan melaksanakan cuti.

Pemberian bingkisan tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian satuan kepada prajurit dan PNS, khususnya menjelang momentum kebersamaan bersama keluarga. Dandim berharap para personel yang melaksanakan cuti dapat memanfaatkan waktu dengan baik serta tetap menjaga nama baik satuan selama berada di tengah masyarakat.

“Kami berharap seluruh anggota yang melaksanakan cuti dapat beristirahat dengan baik, menjaga faktor keamanan selama perjalanan, serta kembali ke satuan dengan kondisi sehat dan siap melanjutkan tugas,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud soliditas dan kebersamaan di lingkungan Kodim 0821/Lumajang dalam menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.(Pendim0821)

Mudik Lebaran 2026, Ratusan Warga Lumajang Berangkat Gratis ke Surabaya


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Ratusan warga Kabupaten Lumajang tampak antusias mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lumajang, Selasa (17/3/2026). 

Sebanyak 117 pemudik diberangkatkan menggunakan tiga armada bus dari Gedung Sudjono Lumajang menuju Surabaya.

Pantauan di lokasi, halaman Gedung Sudjono yang berada di Jalan Alun-alun Selatan, Kelurahan Ditrotrunan, Kecamatan Lumajang dipadati warga sejak pagi. 

Suasana penuh kegembiraan terlihat dari para peserta yang bersiap berangkat menuju kampung halaman.

Tiga bus tersebut secara resmi dilepas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang, Agus Triyono.

Salah satu peserta mudik gratis, Zian Fernanda, mengaku sangat senang bisa mengikuti program tersebut. Ia menyebut pengalaman ini menjadi momen berkesan, terlebih karena ini merupakan kali pertama dirinya mengikuti mudik gratis dari pemerintah.

“Saya baru pertama kali ikut mudik gratis dari Pemkab Lumajang. Senang banget, apalagi bisa bertemu keluarga dan naik bus gratis,” ujarnya.

Zian menambahkan, dirinya mengetahui informasi program tersebut dari temannya yang kemudian membantu proses pendaftaran. Ia berangkat menuju Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya di Gresik.

Sementara itu, Sekda Lumajang Agus Triyono menyampaikan bahwa program mudik gratis tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya tersedia satu armada bus, kini pemerintah menyediakan tiga armada.

“Hari ini kami memberangkatkan 117 orang dari total kuota 120 yang telah disiapkan pemerintah. Ini menunjukkan partisipasi masyarakat terus meningkat,” ungkapnya.

Ia berharap program mudik gratis ini dapat membantu masyarakat menjalani perjalanan dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus mengurangi kepadatan arus lalu lintas serta risiko kecelakaan di jalan raya.

“Semoga program ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung mudik yang aman dan tertib,” pungkasnya.

Ledakan di Masjid Raya Pesona Jember, Kapolda Jatim: Penyelidikan Masih Berjalan


Jember, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Daerah Jawa Timur terus melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa ledakan yang terjadi di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, menegaskan bahwa tim gabungan telah diterjunkan untuk mengungkap penyebab ledakan yang terjadi saat pelaksanaan salat tarawih tersebut.

“Sejak kejadian, anggota Polres Jember bersama tim dari Polda Jatim langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara,” ujar Nanang.

Tim gabungan yang dikerahkan terdiri dari Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS), Penjinak Bom (Jibom), Laboratorium Forensik (Labfor), serta tim investigasi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.

Peristiwa ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB saat jamaah tengah melaksanakan ibadah salat tarawih. Meski demikian, Kapolda memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab ledakan,” tegasnya.

Pihak kepolisian telah mengambil sejumlah langkah penanganan, mulai dari pengamanan dan sterilisasi lokasi, olah TKP, hingga pengumpulan barang bukti. Selain itu, pemeriksaan terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi juga terus dilakukan.

Nanang  juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menganalisis barang bukti yang ditemukan di lokasi, termasuk rekaman CCTV yang diharapkan dapat memberikan petunjuk penting dalam proses penyelidikan.

“Seluruh barang bukti saat ini masih dalam proses pemeriksaan di laboratorium forensik. Kami juga mengumpulkan rekaman CCTV untuk memperkuat proses investigasi,” jelasnya.

Terkait dugaan adanya cairan tertentu maupun sumber ledakan, Nanang menegaskan bahwa semuanya masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat disimpulkan.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Situasi sudah kami kendalikan dan kepolisian akan terus hadir untuk menjamin keamanan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nanang memastikan bahwa perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan secara berkala kepada publik.

“Kami masih terus bekerja mendalami peristiwa ini. Nanti setiap perkembangan akan kami sampaikan,” pungkasnya. (Imam)

Tim Jibom dan Labfor Polda Jatim Olah TKP Ledakan Masjid Raya Pesona Jember Saat Tarawih


Jember, (Onenewsjatim)
– Tim penjinak bom (Jibom) bersama Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Jawa Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait ledakan misterius yang terjadi di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, Senin (16/3/2026) malam.

Petugas melakukan pemeriksaan secara detail di titik yang diduga menjadi sumber ledakan, yakni di sekitar area tempat wudhu laki-laki. Sejumlah sudut lokasi diperiksa secara seksama, termasuk barang-barang yang berada di sekitar titik ledakan.

Selain itu, petugas juga memeriksa kerusakan yang ditimbulkan akibat ledakan, seperti plafon masjid yang jebol, rooster yang rusak, serta lemari yang berada di area sekitar lokasi kejadian.

Di depan masjid, sejumlah personel dari Korps Brimob Polri terlihat melakukan penjagaan ketat untuk mengamankan lokasi selama proses penyelidikan berlangsung.

Bahkan Kapolda Jatim Nanang Avianto turut memantau langsung proses olah TKP yang dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian.

Diketahui, ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB saat jamaah tengah melaksanakan shalat tarawih. Suara ledakan sempat membuat jamaah panik dan berhamburan keluar dari dalam masjid.

Meski demikian, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun ledakan menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian bangunan masjid, seperti atap dan plafon.

Kasat Reskrim Polres Jember, Angga Riatma, mengatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.

“Dugaan sementara kita belum bisa menyimpulkan karena masih awal. Saat ini kami masih melakukan olah TKP lanjutan,” ujar Angga.

Ia menjelaskan bahwa polisi telah melakukan sterilisasi lokasi dan memasang perimeter di sekitar area masjid untuk menjaga keamanan selama proses penyelidikan berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi karena kami sedang melakukan sterilisasi,” jelasnya.

Menurutnya, dari pengamatan awal di lokasi terdapat papan besi yang diduga berkaitan dengan sumber ledakan. Namun pihak kepolisian masih belum dapat memastikan penyebabnya karena proses analisa masih berlangsung.

“Untuk yang terlihat dari jauh tadi masih seperti ada papan besi yang mengalami ledakan, tetapi kami belum bisa melakukan analisa lebih lanjut,” tambahnya.

Untuk sementara waktu, aktivitas ibadah di Masjid Raya Pesona dihentikan demi menjaga keselamatan jamaah serta memudahkan proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

“Untuk sementara kegiatan di masjid kita hentikan dulu demi keselamatan bersama,” pungkasnya.(Imam)

Ledakan Misterius Saat Tarawih di Masjid Patrang Jember, Polisi Sterilisasi Lokasi


Jember, (Onenewsjatim) –
Sebuah ledakan misterius terjadi di sebuah masjid di kawasan Perumahan Pesona Regency, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Senin (16/3/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi saat jamaah sedang melaksanakan shalat tarawih.

Ledakan yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB itu membuat jamaah panik dan berhamburan keluar dari masjid. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian atap masjid serta merusak plafon dan etalase lemari buku di dalam area masjid.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sumber ledakan diduga berasal dari area dekat tempat wudhu laki-laki. Warga sekitar yang mendengar suara ledakan langsung berdatangan ke lokasi.

Kasat Reskrim Polres Jember, Angga Riatma, mengatakan pihak kepolisian segera melakukan sterilisasi lokasi kejadian untuk memastikan situasi tetap aman.

“Dugaan sementara kita belum bisa menyimpulkan karena masih awal. Saat ini kami masih melakukan olah TKP lanjutan,” ujar Angga.

Ia menjelaskan, polisi telah menetapkan perimeter di sekitar masjid dan mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan karena tim penjinak bom akan didatangkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi karena kami sedang melakukan sterilisasi. Besok siang kami juga akan berkoordinasi dengan tim Jibom untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut Angga, dari pengamatan awal di lokasi terlihat adanya papan besi yang diduga terkait dengan sumber ledakan. Namun pihak kepolisian masih belum dapat memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

“Untuk yang terlihat dari jauh tadi masih seperti ada papan besi yang mengalami ledakan, tetapi kami belum bisa melakukan analisa lebih lanjut,” tambahnya.

Meski demikian, Angga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun terdapat kerusakan pada bagian atap masjid dan beberapa fasilitas di sekitar area tempat wudhu.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Namun ada kerusakan pada bagian atap dan papan besi yang berada di area dekat tempat wudhu,” katanya.

Untuk sementara waktu, aktivitas ibadah di masjid tersebut dihentikan guna menjaga keselamatan jamaah dan memudahkan proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

“Untuk sementara kegiatan di masjid kita hentikan dulu demi keselamatan bersama,” pungkasnya.


16/03/2026

Ramp Check Mudik Lebaran 2026, Dua Bus AKAP di Terminal Menak Koncar Lumajang Tak Laik Jalan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Menjelang arus mudik Lebaran 2026, petugas gabungan melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Menak Koncar, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Senin (16/3/2026).

Pemeriksaan dilakukan oleh Satlantas Polres Lumajang bersama UPT P3 LLAJ wilayah Jember-Lumajang dan tim penguji kendaraan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini bertujuan memastikan kendaraan angkutan penumpang yang akan digunakan selama arus mudik dalam kondisi aman dan layak jalan.

Selain pengecekan kondisi kendaraan, para sopir bus yang tiba di terminal juga diminta turun untuk menjalani pemeriksaan kesehatan serta tes urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lumajang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, mengatakan bahwa dari total bus yang diperiksa, terdapat dua unit yang dinyatakan tidak memenuhi standar keselamatan operasional.

“Dari 14 unit bus yang menjalani pemeriksaan ramp check, terdapat dua bus yang dinyatakan tidak laik jalan,” ujar Ipda Dendy Cucu di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan, dua bus tersebut masing-masing Bus Burobudur Indah dan Bus Ladju dengan trayek Jember–Surabaya.

Menurutnya, bus tersebut dinyatakan tidak laik jalan karena ditemukan sejumlah kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.

“Bus tidak laik jalan karena handrem tidak berfungsi dengan baik, lampu sein depan dan belakang tidak berfungsi normal, serta kaca depan mengalami kerusakan,” jelasnya.

Petugas kemudian meminta kepada pihak sopir maupun perusahaan otobus agar segera melakukan perbaikan di bengkel terdekat sebelum kendaraan kembali dioperasikan.

“Kami mengimbau agar segera dilakukan perbaikan. Ramp check ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia menjelang Operasi Ketupat untuk memastikan keselamatan penumpang,” tegas Ipda Dendy.

Sementara itu, hasil pemeriksaan kesehatan dan tes urine terhadap para awak bus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Seluruh sopir dan kru bus dinyatakan dalam kondisi sehat serta tidak terindikasi menggunakan narkoba.

“Sebanyak 14 sopir dan kru bus yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkoba,” tambahnya.

Kapolda Jatim Tinjau Pos Terpadu Tanjung Perak hingga Pos Pam Pasar Turi


Surabaya, (Onenewsjatim)
– Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto didampingi para pejabat utama Polda Jatim melakukan pengecekan langsung sejumlah pos Operasi Ketupat Semeru 2026 di Kota Surabaya,Senin (16/3/26).

Adapun tiga lokasi yang menjadi titik pengecekan yakni Pos Terpadu di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Pos Pengamanan (Pospam) di Stasiun Pasar Turi, serta Pos Pam di Kebun Binatang Surabaya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Selain itu Kapolda Jatim bersama rombongan juga memantau situasi arus mudik yang mulai meningkat di beberapa titik transportasi pada masa mudik lebaran 1447 H/2026.

“Pada kesempatan ini saya bersama pejabat utama melihat lokasi-lokasi kegiatan arus mudik yang sudah mulai dilaksanakan oleh seluruh masyarakat, baik yang datang dari Jakarta maupun dari luar pulau,” kata Irjen Nanang.

Ia menjelaskan, sebelumnya pemantauan juga telah dilakukan di stasiun kereta api Gubeng bersama Kapolri, dan pada hari ini dilanjutkan di Stasiun Pasar Turi serta Pelabuhan Tanjung Perak untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal.

Menurutnya, seluruh personel pengamanan yang telah tergelar di berbagai titik dapat memberikan rasa aman serta pelayanan terbaik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Kapolda Jatim juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik, baik menggunakan moda transportasi darat, laut, maupun udara.

“Harapan kami, silakan seluruh masyarakat melaksanakan mudik dengan baik dan tetap saling menjaga, karena keselamatan adalah yang utama. Tujuan mudik adalah untuk bersilaturahmi dengan keluarga,” tuturnya.

Irjen Pol Nanang juga menyampaikan akan melakukan pengecekan di sejumlah wilayah lain, termasuk di Banyuwangi, mengingat adanya potensi peningkatan aktivitas penyeberangan yang bertepatan dengan momentum Hari Raya Nyepi di Bali.

"Pengaturan arus penyeberangan akan diprioritaskan agar tidak terjadi kepadatan, sekaligus tetap menghormati pelaksanaan ibadah Hari Raya Nyepi di Pulau Bali," ucap Irjen Nanang.

Dengan berbagai langkah pengamanan yang bersinergi dengan lintas sektoral tersebut, diharapkan pelaksanaan arus mudik hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga terwujud Mudik Aman Keluarga Bahagia.(*)

Tinjau Terminal Purabaya, Kapolri Ingatkan Sopir Bus Utamakan Keselamatan Pemudik


Surabaya, (Onenewsjatim)
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Terminal Purabaya Bungurasih, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (15/3/2026) terkait pengamanan dan pelayanan masyarakat dalam rangka arus mudik Lebaran 2026.

Dalam tinjauan ini, Kapolri mengatakan mulai ada peningkatan jumlah penumpang untuk melaksanakan mudik. Ia pun memprediksi akan terus terjadi penambahan hingga puncaknya tanggal 17-20 Maret mendatang.

"Tadi kami berinteraksi baik dengan masyarakat yang akan menggunakan kendaraan bus untuk mudik, apakah di sekitar kota, namun juga tadi kami tanya ada juga yang melaksanakan mudik nasional karena memang pelayanan di Purabaya ini melayani antar kota antar provinsi dan juga antar pulau, sampai dengan Bali," kata Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menuturkan, dalam pelayanan mudik di Terminal Purabaya dilakukan pemeriksaan ramp check bus dan tes urine para sopir. Hal ini menurutnya sangat penting dilakukan agar keselamatan penumpang terjaga.

"Karena kami selalu berpesan bahwa tolong untuk mudik kali ini bagaimana caranya agar kita bisa menurunkan angka kecelakaan. Karena harapan kita tentunya pemudik bisa sampai di rumah masing-masing, bertemu keluarga, berbagi kebahagiaan, itu harapan kami," uacpnya.

Untuk itu, ia meminta seluruh anggota yang bertugas untuk memberikan pelayanan terbaik. Selain itu, ia juga meminta yang terkait dengan keselamatan penumpang, termasuk keluhan-keluhan yang selama ini mungkin terjadi untuk direspons cepat.

"Hal ini dilakukan agar betul-betul bisa memberikan layanan sesuai dengan apa yang menjadi harapan masyarakat," katanya.

Menurutnya, sinergitas seluruh lintas sektoral menjadi sangat penting untuk pelayanan mudik secara maksimal. Ia pun menitipkan pesan untuk para sopir agar berhati-hati dan menjaga keselamatan para penumpang yang akan pulang ke kampung halaman.

"Hati-hati di jalan, kalau capek istirahat. Yang jauh, saya minta untuk disiapkan juga ada supir cadangan ya, sehingga kemudian kita menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan di tengah jalan," ujarnya.

Stok Darah O di Lumajang Menipis Jelang Idulfitri, PMI Ajak Warga Segera Donor


Lumajang (Onenewsjatim)
– Persediaan darah golongan O di Kabupaten Lumajang dilaporkan menipis menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Saat ini stok darah O di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lumajang hanya tersisa sekitar 52 kantong, jauh di bawah standar stok aman yang seharusnya mencapai 100 hingga 120 kantong.

Kabag Humas dan Pelayanan PMI Lumajang, Trio Abdul Wahab, mengatakan penurunan stok tersebut dipicu meningkatnya kebutuhan darah dari sejumlah rumah sakit dalam beberapa waktu terakhir.

“Untuk stok saat ini, golongan darah A ada 80 kantong, golongan B 120 kantong, golongan AB 40 kantong, sedangkan golongan darah O tinggal 52 kantong. Padahal standar stok aman untuk golongan darah O minimal sekitar 100 kantong,” ujarnya.

Menurut Trio, PMI Lumajang sebenarnya telah mengantisipasi kebutuhan darah menjelang Lebaran sejak sebelum memasuki bulan Ramadan. Namun lonjakan permintaan dari rumah sakit membuat stok darah O mengalami penurunan cukup signifikan.

“Memang ada peningkatan kebutuhan dari rumah sakit, khususnya untuk golongan darah O. Di sisi lain, kebutuhan darah yang paling banyak memang golongan O, meskipun jumlah pendonornya juga paling banyak,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi mengganggu pelayanan pasien di rumah sakit apabila stok darah tidak segera ditambah.

“Kalau kita tidak terus mengupayakan penambahan stok, tentu akan sangat mengganggu pelayanan. Karena ketika ada pasien yang membutuhkan, darahnya tidak tersedia,” katanya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, PMI Lumajang melakukan berbagai langkah, salah satunya dengan memanfaatkan database pendonor melalui sistem SIM Donor yang dimiliki PMI.

Melalui sistem tersebut, PMI secara otomatis mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada para pendonor yang sudah waktunya kembali mendonorkan darahnya, terutama bagi pendonor dengan golongan darah O.

“Kami memiliki database pendonor di seluruh Lumajang. Dari sistem itu secara otomatis akan mengirimkan informasi melalui WhatsApp bahwa stok darah O dalam kondisi kritis, sehingga kami mengimbau pendonor yang sudah waktunya donor untuk segera melakukan donor darah,” jelas Trio.

Selain itu, PMI Lumajang juga menambah pelayanan dan fasilitas bagi para pendonor selama Ramadan sebagai bentuk apresiasi.

“Untuk edisi Ramadan, kami menambah servis donor serta souvenir bagi pendonor. Biasanya pendonor mendapatkan susu, biskuit, roti, dan air mineral. Pada Ramadan ini ada tambahan sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor,” ujarnya.

PMI juga menyiapkan kegiatan donor darah melalui mobil unit di sejumlah titik keramaian, seperti masjid, kecamatan, maupun lokasi kegiatan masyarakat.

“Kami juga menambah kegiatan mobil unit donor darah di masjid, kecamatan, atau tempat keramaian. Biasanya kegiatan ini dilakukan setelah salat tarawih atau setelah buka puasa,” tambahnya.

PMI Lumajang berharap masyarakat, khususnya yang memiliki golongan darah O, dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah agar kebutuhan darah bagi pasien di rumah sakit tetap terpenuhi selama Ramadan hingga Idulfitri.(Fat)

15/03/2026

Diduga Rem Blong, Truk Box Tabrak Tiga Kendaraan di Klakah Lumajang, Satu Tewas

Unit Laka satlantas Polres Lumajang melakukan olah TKP

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Nasional Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Sabtu (20/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Sebuah truk box Toyota Dyna diduga mengalami rem blong hingga menabrak sepeda motor Yamaha NMax, pikap Isuzu Traga, dan minibus Isuzu Panther.

Akibat peristiwa tersebut, seorang perempuan bernama Nurul Laili (30), warga Desa Meninjo, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, meninggal dunia usai mengalami luka di kepala.

Korban sempat dilarikan ke RSUD dr Haryoto Lumajang, namun nyawanya tidak tertolong.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang Ipda Dendy Cucu mengatakan, kecelakaan bermula saat truk box Toyota Dyna bernomor polisi W 8987 UV yang dikemudikan Mashuri Anam (39), warga Pasuruan, melaju dari arah Probolinggo menuju Lumajang.

“Truk box berjalan dari arah utara atau Probolinggo menuju selatan atau Lumajang. Saat itu kendaraan mendahului kendaraan lain yang melaju searah di depannya,” ujar Ipda Dendy Cucu, Minggu (21/3/2026).

Saat berada di lokasi kejadian, truk box diduga kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan. Nahas, dari arah selatan ke utara melaju sepeda motor Yamaha NMax bernomor polisi L 5433 AW yang dikendarai Ahmad Safon (35), berboncengan dengan istrinya Nurul Laili (30) dan anak mereka Diana El Ramadhani (6).

Usai menghantam sepeda motor, truk box tersebut kembali menabrak pikap Isuzu Traga bernomor polisi N 9543 YI yang dikemudikan M Andi Wafa (27), warga Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, serta minibus Isuzu Panther bernomor polisi N 1207 MC Y yang dikemudikan Saiful Rizal, warga Probolinggo.

“Sepeda motor, pikap Isuzu Traga, dan minibus Isuzu Panther melaju dari arah selatan menuju utara,” kata Dendy.

Akibat kecelakaan itu, Ahmad Safon mengalami patah kaki, sedangkan putrinya Diana El Ramadhani juga mengalami patah kaki. Keduanya kini menjalani perawatan intensif di RSUD dr Haryoto Lumajang.

“Korban Ahmad Safon dan anaknya, Diana El Ramadhani, saat ini masih menjalani perawatan di RSUD dr Haryoto Lumajang,” ujarnya.

Sementara itu, petugas Satlantas Polres Lumajang telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan.

"Dugaan sementara, truk box mengalami gangguan pada sistem pengereman saat melaju di jalur nasional tersebut," Pungkasnya. (Imam)

11 Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Probolinggo Ditutup Sementara, Belum Kantongi Izin Higiene


Probolinggo , (Onenewsjatim) –
Sebanyak 11 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Probolinggo untuk sementara waktu dihentikan operasionalnya. 

Penutupan dilakukan karena dapur tersebut belum memiliki Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yang menjadi salah satu persyaratan utama dalam operasional layanan penyedia makanan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, membenarkan adanya penghentian sementara operasional dapur MBG tersebut. Ia menjelaskan bahwa keputusan itu merupakan kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Penutupan sementara dilakukan karena SPPG yang bersangkutan belum memiliki SLHS,” kata Ugas Irwanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (14/3/2026).

Menurut Ugas, dirinya belum dapat merinci seluruh lokasi dapur yang terdampak penutupan. Hal itu karena surat pemberitahuan yang diterima pemerintah daerah memuat data dalam jumlah besar yang mencakup seluruh wilayah Jawa Timur.

“Surat yang kami terima bersamaan dengan data 1.512 SPPG di Jawa Timur, sehingga saya tidak hafal secara detail lokasi yang ditutup,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyebut beberapa dapur yang dihentikan sementara berada di wilayah Kecamatan Paiton, Kraksaan, dan Sumberasih. Sementara lokasi lainnya masih perlu ditelusuri kembali.

Penghentian operasional ini berpotensi memengaruhi penyaluran makanan bergizi bagi para siswa di sejumlah sekolah yang selama ini dilayani oleh dapur MBG tersebut. 

Kendati demikian, pemerintah daerah memastikan kebijakan tersebut bersifat sementara hingga seluruh persyaratan administratif dan standar kesehatan terpenuhi.

“Jika syaratnya sudah dipenuhi, maka penutupan sementara itu akan dicabut dan dapur bisa kembali beroperasi,” tegasnya.

Saat dihubungi lebih lanjut, Ugas menyampaikan bahwa dirinya sedang memimpin rapat koordinasi guna memastikan keberlanjutan program MBG tetap berjalan sesuai dengan tujuan awal, yakni meningkatkan pemenuhan gizi bagi para pelajar.

“Saat ini kami sedang rapat koordinasi untuk memastikan program MBG tetap berjalan sesuai tujuan awalnya,” pungkasnya.(Fat)

14/03/2026

Satlantas Polres Lumajang dan FIF Group Bagikan 50 Paket Buka Puasa, Sekaligus Sosialisasi Mudik Aman


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang bersama FIF Group Lumajang menggelar kegiatan berbagi paket buka puasa dan takjil kepada para jamaah Masjid Nurul Falah, Jalan PB Sudirman, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Sabtu (14/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 paket buka puasa dan takjil dibagikan kepada jamaah sebagai bentuk kepedulian dan upaya menebar kebahagiaan di Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kegiatan ini dihadiri oleh KBO Satlantas Polres Lumajang Ipda Eko Budi Laksono bersama anggota Satlantas Polres Lumajang, perwakilan FIF Group Lumajang Riski, Takmir Masjid Nurul Falah serta para jamaah yang mengikuti kegiatan berbuka puasa bersama.

Selain berbagi makanan untuk berbuka puasa, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memberikan sosialisasi dan imbauan keselamatan kepada masyarakat menjelang arus mudik Lebaran.

KBO Satlantas Polres Lumajang Ipda Eko Budi Laksono mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil dan paket buka puasa ini merupakan bentuk sinergi antara kepolisian dan pihak swasta dalam mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat di bulan suci Ramadhan ini. Selain itu, kami juga menyampaikan imbauan kepada para jamaah agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan, khususnya menjelang mudik Lebaran 1447 Hijriah,” ujar Ipda Eko Budi Laksono.

Ia menambahkan, masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik diharapkan mempersiapkan diri dengan baik, mulai dari memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan, menjaga kesehatan tubuh, hingga mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan.

“Keselamatan adalah yang utama. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, tidak memaksakan diri saat lelah dan selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas agar perjalanan mudik berjalan aman dan lancar,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan FIF Group Lumajang, Rizki, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bagian dari kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat, khususnya di momentum Ramadhan.

Menurutnya, FIF Group merasa senang dapat berkolaborasi dengan Satlantas Polres Lumajang dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan Satlantas Polres Lumajang dalam kegiatan berbagi ini. Semoga bantuan sederhana ini dapat memberikan kebahagiaan bagi para jamaah yang menjalankan ibadah puasa,” kata Riski.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Yulian Putra Prasviawan mengatakan bahwa kegiatan sosial seperti ini menjadi salah satu upaya kepolisian untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas.

Ia juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran agar selalu memperhatikan faktor keselamatan dan mematuhi peraturan lalu lintas demi terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman.

“Melalui kegiatan seperti ini kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan mudik yang aman dan selamat. Patuhi aturan lalu lintas, jaga kondisi fisik, dan manfaatkan pos pelayanan yang telah disiapkan selama Operasi Ketupat Semeru 2026,” pungkasnya.(Imam)

Layani Pemudik Lebaran, Polda Jatim Siapkan 238 Pos Operasi Ketupat Semeru 2026


Surabaya , (Onenewsjatim)
– Dalam rangka mewujudkan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, Polda Jawa Timur mendirikan 238 pos pengamanan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.

Sebanyak 238 pos tersebut terdiri dari 172 Pos Pengamanan (Pospam), 45 Pos Pelayanan (Posyan), dan 21 Pos Terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis di seluruh wilayah Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast saat melakukan pengecekan Pos Terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (13/3/2026).

Kombes Pol Abast menjelaskan, Pos Pengamanan (Pospam) didirikan di lokasi yang memiliki potensi kerawanan gangguan keamanan maupun kepadatan lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Sementara Pos Pelayanan (Posyan) didirikan di lokasi dengan mobilitas masyarakat tinggi seperti area wisata, pelabuhan, terminal, bandara, rest area, dan pusat keramaian lainnya.

“Bersinergi dengan lintas sektor, petugas akan memberikan berbagai layanan kepada masyarakat, mulai dari pelayanan kepolisian hingga layanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Kombes Abast.

Sedangkan Pos Terpadu didirikan di pusat kota atau titik keramaian yang dinilai strategis untuk memudahkan koordinasi dan pengendalian personel selama pelaksanaan operasi.

Kabid Humas Polda Jatim menegaskan bahwa keberadaan Pospam, Posyan, dan Pos Terpadu tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran.

Ia juga menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 merupakan agenda nasional yang harus dipastikan berjalan aman, sebagaimana penekanan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

“Tahun ini terdapat beberapa momentum keagamaan yang berlangsung bersamaan, yaitu bulan Ramadan, perayaan Idulfitri, serta Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka bagi umat Hindu,” jelas Kombes Abast.

“Oleh karena itu Polri bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan yang humanis serta penegakan hukum yang berkeadilan,” tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pos-pos pengamanan dan pelayanan yang telah disediakan apabila membutuhkan bantuan.

“Jika masyarakat mengetahui atau mengalami tindak kejahatan maupun membutuhkan bantuan kepolisian, silakan segera menghubungi call center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis. Petugas kami siap menindaklanjuti laporan masyarakat,” pungkasnya.

Polres Jember Segel SPBU di Sumbersari, Diduga Terlibat Transaksi Ilegal Solar Subsidi


Jember, (Onenewsjatim) –
Aparat Kepolisian Resor (Polres) Jember memasang garis polisi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.681.11 di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (14/3/2026). 

Penyegelan dilakukan menyusul dugaan adanya transaksi ilegal bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis bio solar.

Langkah penyegelan dilakukan setelah polisi menemukan indikasi penyimpangan dalam penyaluran solar bersubsidi di SPBU tersebut.

Wakil Kepala Polres Jember, Kompol Ferry Dharmawan mengatakan penyegelan dilakukan untuk mempermudah proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

“Untuk sementara SPBU ini kami segel guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara memang ditemukan sejumlah kejanggalan dalam penyaluran BBM subsidi jenis solar,” ujar Ferry saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti guna memastikan ada tidaknya pelanggaran dalam distribusi BBM bersubsidi tersebut.

Ferry menegaskan bahwa solar subsidi seharusnya disalurkan kepada masyarakat yang memang berhak menerima sesuai ketentuan yang berlaku.

“BBM subsidi harus sampai kepada masyarakat yang memang berhak menerimanya. Kami akan mengusut tuntas dugaan penyimpangan ini,” tegasnya.

Polres Jember juga memastikan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk jika ditemukan keterlibatan oknum aparat maupun instansi tertentu.

Sementara itu, anggota DPR RI Bambang Haryadi meminta agar operasional SPBU tersebut dihentikan sementara hingga proses penyelidikan selesai. Ia menilai dugaan penyalahgunaan BBM subsidi merupakan pelanggaran serius yang merugikan masyarakat.

“Ini tindakan yang sangat merugikan masyarakat. Kami meminta agar SPBU tersebut ditutup sementara dan kuota BBM-nya dialihkan ke SPBU lain di sekitarnya agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Bambang juga menyebut praktik penyelewengan BBM subsidi umumnya melibatkan beberapa pihak. Berdasarkan temuan awal, dugaan penyimpangan dapat melibatkan pemilik SPBU sebagai sumber distribusi, pihak yang diduga memberikan perlindungan, hingga penadah.

Selain itu, hasil pengecekan awal di lokasi juga menemukan adanya ketidaksesuaian pada administrasi serta sistem pengawasan, termasuk kamera pengawas (CCTV) yang tidak berfungsi.

Padahal, pembelian solar subsidi seharusnya menggunakan barcode serta dilengkapi surat rekomendasi sesuai aturan yang berlaku. 

Namun, diduga ada pihak yang memanfaatkan surat rekomendasi tersebut untuk membeli solar dalam jumlah tertentu di SPBU tersebut.

Hingga kini, Polres Jember masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan penyaluran BBM subsidi tersebut.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved