-->

28/01/2026

TNI AD Dorong Pelajar Lumajang Siapkan Fisik dan Mental Sejak Dini


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Upaya menyiapkan generasi muda yang sehat, tangguh, dan berkarakter terus dilakukan TNI Angkatan Darat melalui pembinaan teritorial. 

Salah satunya ditunjukkan oleh Babinsa Purorejo Koramil 0821-18/Tempursari, Koptu Eko Azis, yang memberikan materi kebugaran jasmani sekaligus sosialisasi penerimaan prajurit TNI AD kepada pelajar SMA.

Kegiatan yang diikuti 25 siswa SMA Mataram Kecamatan Tempursari tersebut dilaksanakan di Alun-alun Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Rabu (28/1/2026).

Dalam penyampaiannya, Koptu Eko Azis tidak hanya memberikan latihan dasar kebugaran jasmani, tetapi juga menanamkan pemahaman pentingnya menjaga kesehatan fisik sejak usia sekolah sebagai modal utama meraih masa depan. 

Para siswa diajak menyadari bahwa disiplin, ketahanan fisik, dan mental yang kuat merupakan kunci keberhasilan, baik di dunia pendidikan maupun dalam menggapai cita-cita menjadi prajurit TNI.

“Fisik yang bagus tidak datang secara instan. Dibutuhkan latihan teratur, pola hidup sehat, serta disiplin sejak dini. Dengan tubuh yang bugar, siswa akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk saat mengikuti seleksi masuk TNI,” ujar Koptu Eko Azis di hadapan para siswa.

Selain praktik kebugaran jasmani, Babinsa juga memberikan sosialisasi terkait mekanisme, persyaratan, dan tahapan penerimaan prajurit TNI AD. 

Dalam kesempatan itu, ia meluruskan berbagai anggapan keliru yang kerap berkembang di masyarakat dengan menegaskan bahwa proses rekrutmen TNI dilakukan secara transparan, objektif, dan tanpa dipungut biaya.

Sementara itu, Kepala SMA Mataram Tempursari, Rina Azizah, S.Pd, menyampaikan bahwa generasi muda merupakan aset strategis bangsa yang harus dipersiapkan secara matang, baik dari sisi fisik, mental, maupun karakter.

“Anak-anak kami adalah generasi penerus bangsa yang kelak melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan. Karena itu, mereka perlu dibekali semangat juang, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan yang kuat sejak dini,” tegasnya.

Ia menambahkan, kehadiran Babinsa di lingkungan sekolah memberikan dampak positif bagi siswa, khususnya dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kesadaran akan pentingnya pengabdian kepada negara. Kegiatan tersebut juga dinilai mampu membuka wawasan siswa terkait pilihan masa depan yang positif dan bermartabat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar semakin termotivasi untuk menjalani pola hidup sehat, menjauhi perilaku negatif, serta memiliki orientasi masa depan yang jelas. Kehadiran TNI di dunia pendidikan pun diharapkan menjadi inspirasi dalam mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan cinta tanah air.(Pendim0821)

16/01/2026

Wali Murid Keluhkan Kebijakan Guru Agama di SMPN 5 Lumajang yang Menyuruh Siswa Mengulang Tugas

Foto ilustrasi menggunakan AI 

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Wali murid kelas 9C SMP Negeri 5 Lumajang, Sri Diana, menyampaikan keluhan terkait kebijakan salah satu guru agama yang memerintahkan seluruh siswa mengulang penulisan tugas satu bab penuh, meski tugas tersebut telah dikerjakan dan dikumpulkan sesuai waktu yang ditentukan.

Sri Diana menjelaskan, permasalahan bermula ketika siswa mendapat tugas mencatat materi satu bab dengan ketentuan menghabiskan sekitar tiga hingga empat lembar kertas double folio bolak-balik. Tugas tersebut dikerjakan selama satu minggu sesuai instruksi guru.

“Sebagai orang tua, saya tidak mempermasalahkan tugas mencatat satu bab. Itu bagian dari proses pembelajaran,” ujar Sri Diana.

Namun, saat tugas hendak dikumpulkan pada hari Senin, guru yang bersangkutan menolak menerima tugas tersebut dan meminta seluruh siswa kelas 9C menulis ulang dari awal. Alasan penolakan karena tugas tidak dilubangi (diplong) dan tidak dimasukkan ke dalam map.

Menurut Sri Diana, keputusan tersebut disayangkan karena guru belum membaca maupun mengoreksi isi tugas siswa.

“Anak-anak langsung disuruh mengulang, padahal tugas sudah dikerjakan selama seminggu penuh,” katanya.

Ia mempertanyakan kejelasan instruksi di awal pemberian tugas. Menurutnya, tidak logis jika seluruh siswa dalam satu kelas melakukan kesalahan yang sama apabila ketentuan melubangi kertas dan menggunakan map telah disampaikan sejak awal.

“Kalau memang dari awal diwajibkan diplong dan dimasukkan ke map, rasanya tidak mungkin satu kelas melakukan kesalahan yang sama,” ujarnya.

Sri Diana mengaku telah mengonfirmasi permasalahan tersebut kepada pihak kepala sekolah. Namun, ia mendapat penjelasan bahwa kebijakan mengulang tugas dianggap sebagai bagian dari tujuan pembelajaran dan disebut sebagai bentuk hukuman

“Prinsip Dalam pembelajaran Mendalam , tidak ada konsep hukuman. Prinsipnya adalah Berkesadaan , bermakna, dan menggembirakan, ” katanya.

Ia menilai pendekatan tersebut tidak sejalan dengan prinsip pembelajaran yang menekankan kesadaran, kebermaknaan, dan suasana belajar yang menyenangkan.

“Faktanya, anak-anak justru merasa stres, kelelahan, bahkan ada yang menangis,” ungkapnya.

Menurut Sri Diana, persoalan utama bukan pada tugas mencatat, melainkan pada keputusan untuk mengulang seluruh tugas tanpa koreksi terlebih dahulu. 

Ia menilai solusi bisa dilakukan dengan meminta siswa melengkapi administrasi tugas tanpa harus menulis ulang keseluruhan isi.

Sri Diana berharap pihak sekolah dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan agar tidak berdampak pada kondisi psikologis siswa.

“Jika terjadi miskomunikasi, seharusnya bisa diklarifikasi bersama, bukan langsung membebani siswa dengan tugas ulang,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Kepala SMP Negeri 5 Lumajang belum memberikan keterangan resmi saat dimintai konfirmasi.(Imam).

Editor: Ayu 


05/01/2026

Kasdim 0821/Lumajang Pimpin Pembekalan Wawasan Kebangsaan di Ponpes Miftahul Ulum Jatiroto


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada santri dan santriwati Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI AD dalam rangka menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta Tanah Air kepada generasi muda.

Dalam penyampaiannya, Mayor Inf Tanuri menekankan pentingnya menanamkan semangat nasionalisme, rasa senasib sepenanggungan, serta persatuan sebagai satu bangsa dan satu tanah air, khususnya di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Kita harus menanamkan nasionalisme dan rasa senasib sebangsa serta setanah air. Bangsa Indonesia ini berdiri karena persatuan, bukan karena perbedaan. Oleh karena itu, generasi muda harus menjadi penjaga persatuan bangsa,” tegas Kasdim.

Kasdim juga menyampaikan apresiasi kepada para santri yang menempuh pendidikan di pondok pesantren. Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda yang kuat, seimbang antara ilmu agama dan nilai kebangsaan.

“Kalian patut bersyukur bisa belajar di pesantren. Di sini kalian dididik agama secara maksimal, sehingga kualitas akhlaknya jauh lebih baik. Jika akhlak sudah baik, maka kecintaan kepada bangsa dan negara akan tumbuh dengan sendirinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mayor Inf Tanuri menjelaskan bahwa nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan. 

Santri diharapkan mampu menjadi generasi yang religius, berwawasan kebangsaan, serta mampu menangkal paham-paham yang dapat memecah persatuan bangsa.

Melalui pembekalan ini, diharapkan para santri dan santriwati Ponpes Miftahul Ulum dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, cinta Tanah Air, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.

Menutup kegiatan, Kasdim 0821/Lumajang kembali menegaskan harapannya kepada para santri.

“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa nasionalis. Dari pesantren inilah akan lahir generasi yang mampu menjaga keutuhan NKRI,” pungkas Mayor Inf Tanuri. (Pendim 0821).

02/01/2026

Kodim 0821/Lumajang Terima Kunjungan Edukatif SMAN 2 Taruna Bhayangkara


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kodim 0821/Lumajang menerima kunjungan edukatif dari SMAN 2 Taruna Bhayangkara Jawa Timur yang diikuti sebanyak 24 siswa, bertempat di Ruang Data Kodim 0821/Lumajang, Jumat (2/1/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, serta cinta Tanah Air.

Dalam kesempatan tersebut Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan sebagai materi utama, yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam pemaparannya, Kasdim 0821/Lumajang menegaskan bahwa tantangan bangsa ke depan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga ideologis, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, generasi muda harus dibekali pemahaman yang kuat tentang jati diri bangsa.

“Adik-adik adalah calon pemimpin masa depan. Wawasan kebangsaan harus tertanam kuat sejak dini agar mampu menghadapi berbagai tantangan global tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia,” tegas Kasdim.

Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat persatuan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

“Kedisiplinan dan rasa cinta Tanah Air tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan prestasi. Itulah modal utama untuk membangun bangsa yang kuat,” tambahnya.

Selain menerima materi, para siswa juga mendapatkan gambaran singkat tentang tugas pokok TNI AD, peran Kodim dalam pembinaan teritorial, serta kontribusi TNI dalam menjaga stabilitas keamanan dan membantu masyarakat, khususnya dalam penanggulangan bencana.

Sementara itu, Komite SMAN 2 Taruna Bhayangkara Jawa Timur Seksi Kesiswaan Dwi Astuti, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan pembekalan yang diberikan oleh Kodim 0821/Lumajang. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membentuk karakter siswa yang berjiwa nasionalis dan berintegritas.

Sebagai penutup, Kasdim 0821/Lumajang kembali menegaskan komitmen TNI dalam mendukung dunia pendidikan.

“Kodim 0821/Lumajang selalu terbuka untuk kegiatan edukatif. Kami berharap wawasan yang diperoleh hari ini menjadi bekal berharga bagi adik-adik untuk menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh, berkarakter, dan cinta Indonesia,” pungkasnya. (Pendim 0821).

16/12/2025

Belajar di Tenda Darurat Pascareupsi Semeru, Bang Pur Pastikan Hak Pendidikan Siswa Supiturang Tetap Terpenuhi


Lumajang (Onenewsjatim)
– Kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 2 Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, masih terus berlangsung meski sekolah mereka terdampak parah erupsi Gunung Semeru. Untuk sementara, proses pembelajaran harus dilaksanakan di tenda darurat, Selasa (2025).

Berdasarkan pantauan di lapangan, sebanyak 94 siswa mengikuti pelajaran di tenda putih yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kondisi belajar masih sangat terbatas, bahkan beberapa siswa terlihat tidak mengenakan sepatu lantaran basah terkena hujan.

Salah seorang siswa kelas V, Ilya, mengaku terpaksa tidak memakai sepatu karena kondisinya belum kering setelah kehujanan.

Diketahui, bangunan SDN 2 Supiturang mengalami kerusakan berat akibat erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada 19 November 2025. Akibatnya, seluruh aktivitas pendidikan dipindahkan ke sekolah darurat.

Menanggapi situasi tersebut, Anggota Komisi X DPR RI, H. Muhamad Nur Purnamasidi atau yang dikenal dengan sapaan Bang Pur, turun langsung meninjau kegiatan belajar siswa di tenda darurat Desa Supiturang.

Dalam kunjungannya, ia menyerahkan berbagai bantuan penunjang pendidikan, seperti rompi, tas sekolah, seragam, buku pegangan guru, serta bahan ajar.

Bang Pur menegaskan bahwa sektor pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama meskipun berada di wilayah yang terdampak bencana alam.

Menurutnya, penanganan pascabencana kerap hanya ramai di awal, namun berkurang perhatiannya dalam jangka panjang. Oleh karena itu, ia menilai pelayanan pendidikan tidak boleh mengalami penurunan sedikit pun.

“Ini menyangkut masa depan anak-anak. Pelayanan pendidikan harus tetap maksimal walaupun mereka berada di daerah terdampak bencana,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa dukungan anggaran dari pemerintah pusat sangat memungkinkan, termasuk pemanfaatan dana siap pakai atau dana Bendahara Umum Negara (BUN) yang dapat dicairkan sesuai kebijakan Presiden.

“Jangan sampai ada anak yang berhenti sekolah karena faktor ekonomi atau dampak bencana. Soal anggaran, negara sebenarnya siap,” ujarnya.

Selain itu, Bang Pur mendorong percepatan koordinasi lintas kementerian, mulai dari Komisi X DPR RI, Kemendikdasmen, hingga Kementerian Keuangan, agar penanganan pendidikan di wilayah terdampak segera masuk tahap pemulihan.

Ia juga menyinggung opsi regrouping sekolah dengan tetap memperhatikan aspek jarak, keamanan, serta kondisi psikologis peserta didik.

Sementara itu, Kasi Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Andri Wahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah provinsi maupun pusat terkait penanganan pendidikan pascabencana.

Ia menyebutkan, sejumlah tim dari kementerian telah turun langsung ke lokasi dan menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah, paket keluarga, serta tenda pembelajaran darurat.

Menurut Andri, pola pembelajaran di sekolah darurat lebih menitikberatkan pada pemulihan kondisi psikologis siswa. Porsi materi akademik sengaja dikurangi untuk memberi ruang pada trauma healing.

Hal senada disampaikan Kepala SDN 2 Supiturang, Ali Wafi. Ia mengungkapkan bahwa cuaca menjadi tantangan utama selama pelaksanaan sekolah darurat.

Saat hujan turun, air kerap masuk ke dalam tenda, dan banyak siswa pulang dalam kondisi basah sehingga sepatu mereka harus dijemur.

“Sekarang ada dua tenda, masing-masing digunakan untuk tiga kelas. Kami berharap ke depan anak-anak bisa segera belajar di tempat yang lebih aman dan layak,” katanya.

Ali Wafi menambahkan, meski pembelajaran tetap berjalan, materi akademik dikurangi hingga sekitar 75 persen, sementara fokus utama diarahkan pada pemulihan mental dan kenyamanan siswa pascabencana.

02/12/2025

TNI Dampingi Guru di Sekolah Darurat, Pastikan Hak Belajar Anak Korban Semeru Terpenuhi


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Komitmen menjaga keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak terdampak erupsi Gunung Semeru terus diwujudkan oleh jajaran TNI. Pada Selasa (2/12/2025), Serma Tri Priyo Santoso bersama personel lainnya turun langsung memberikan pendampingan kepada para guru yang mengajar murid-murid sekolah dasar di Sekolah Darurat.

Kegiatan ini digelar sebagai respons atas keterbatasan sarana belajar akibat kerusakan fasilitas pendidikan di wilayah terdampak. Melalui pendampingan tersebut, personel TNI membantu memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif meski dilakukan di tengah keterbatasan.

Serma Tri Priyo Santoso mengatakan bahwa kebutuhan akan pendidikan tidak boleh terputus meski dalam situasi darurat. 

“Anak-anak adalah generasi penerus. Tugas kami adalah memastikan mereka tetap bisa belajar dan mendapatkan perhatian yang layak, meskipun sedang menghadapi kondisi yang sulit,” ujarnya.

Selain membantu proses pengamanan dan penataan ruang belajar darurat, para personel juga turut memberikan motivasi kepada para murid agar tetap bersemangat mengikuti kegiatan sekolah. 

Guru-guru di sekolah darurat pun mengapresiasi kehadiran dan dukungan TNI yang dinilai sangat membantu menjaga kelangsungan proses pembelajaran.

Upaya pendampingan ini akan terus dilakukan selama fasilitas sekolah permanen masih dalam tahap pemulihan. Pemerintah dan berbagai pihak terkait juga tengah berupaya mempercepat pemulihan sarana pendidikan di wilayah terdampak bencana. (Pendim 0821).

12/11/2025

Terjaring Razia, Puluhan Pelajar di Lumajang Dapati Nongkrong Saat Jam Pelajaran


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Puluhan pelajar di Kabupaten Lumajang diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setelah kedapatan bolos sekolah dan nongkrong di sejumlah kafe saat jam pelajaran berlangsung.

Plt. Kasi Penyuluhan Bidang Gakda Satpol PP Lumajang, Chilmi, menyampaikan bahwa dalam dua hari pelaksanaan operasi penertiban pelajar, pihaknya berhasil mengamankan 21 siswa dari berbagai sekolah.

“Kemarin ada 9 anak dan hari ini kami amankan 12 anak. Ada yang bahkan membawa pakaian ganti dari rumah dan handphone,” ujar Chilmi, Rabu (12/11/2025).

Dijelaskannya, para pelajar tersebut ditemukan saat petugas Satpol PP melakukan patroli rutin di beberapa titi termasuk area kafe dan tempat nongkrong di wilayah  Kabupaten Lumajang.

“Mereka langsung kami amankan dan dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan serta pembinaan,” jelasnya.

Chilmi menambahkan, sebagian besar pelajar yang terjaring merupakan siswa tingkat SMA sederajat, sementara beberapa lainnya masih duduk di bangku SMP.

“Alasan mereka membolos beragam, mulai dari terlambat masuk sekolah hingga mengaku sedang mengerjakan tugas. Namun tetap saja, kegiatan tersebut dilakukan pada jam belajar, jadi tetap kami tindak,” katanya.

Satpol PP memberikan sanksi berupa pembinaan ringan dan memanggil pihak sekolah serta orang tua masing-masing pelajar untuk dilakukan pembinaan lanjutan.

“Setelah didata, pembinaan kami serahkan ke pihak sekolah dan orang tua agar ada pengawasan lebih lanjut,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Chilmi juga mengimbau para pelajar agar tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar yang telah diberikan oleh orang tua dan sekolah.

“Masa depan kalian ditentukan oleh usaha dan kedisiplinan kalian hari ini. Gunakan waktu sebaik mungkin untuk menuntut ilmu dan banggakan orang tua serta sekolah,” pesannya.

Selain menertibkan pelajar, Satpol PP Lumajang juga mengamankan empat anak punk asal Kabupaten Malang yang kedapatan berada di kawasan lampu merah Jalan Panjaitan.

“Empat anak punk yang kami amankan, salah satunya perempuan berusia 18 tahun. Mereka kami amankan setelah adanya pengaduan dari masyarakat,” pungkasnya.

20/10/2025

27 Tim Pelajar Adu Hebat di Turnamen Bola Voli Piala Kapolres Lumajang 2025



Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebanyak 27 tim pelajar SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Lumajang unjuk kemampuan dalam ajang bergengsi Turnamen Bola Voli Piala Kapolres Lumajang Tahun 2025 yang digelar di Lapangan SMA Negeri 3 Lumajang, Senin (20/10/2025).

Turnamen yang berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Oktober 2025, secara resmi dibuka oleh Ps. Kasat Binmas Polres Lumajang, Iptu Irdani Isma.

Dalam sambutannya, Iptu Irdani Isma menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, melainkan wadah pembinaan dan pengembangan bakat generasi muda di Kabupaten Lumajang.

 “Turnamen ini menjadi ajang pembinaan sekaligus wadah menyalurkan semangat dan bakat generasi muda di bidang olahraga, khususnya bola voli. Kami berharap dari sini lahir atlet-atlet berprestasi yang bisa membawa nama baik sekolah dan Kabupaten Lumajang,” ujar Irdani.

Suasana pembukaan berlangsung meriah. Warna-warni seragam dari masing-masing tim memenuhi lapangan SMA Negeri 3 Lumajang, mencerminkan antusiasme pelajar untuk berkompetisi secara sehat dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Lebih lanjut, Iptu Irdani Isma menjelaskan bahwa Piala Kapolres Lumajang Cup 2025 ini juga bertujuan mempererat persaudaraan antar pelajar serta menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan generasi muda.

“Melalui turnamen ini, kami ingin membangun semangat sportivitas dan persaudaraan antar pelajar. Semoga kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah positif bagi anak-anak kita untuk berkembang dan berprestasi,” tambahnya.

Irdani juga menekankan bahwa kegiatan olahraga seperti ini sejalan dengan upaya Polres Lumajang dalam menciptakan generasi muda yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia.

“Lebih dari sekadar perebutan trofi, ajang ini merupakan langkah nyata kepolisian dalam membina karakter bangsa. Kami ingin para pelajar menjadi generasi penerus yang kuat, bermental positif, dan ikut menjaga situasi Lumajang agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Turnamen yang diikuti 27 tim pelajar ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga bola voli di Lumajang sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan kepolisian dalam pembinaan generasi muda.

20/09/2025

Ny. Anita Kurnia Rahman: Pendidikan Anak Harus Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua


Lumajang, (Onenewsjatim) –
TK Kartika IV-70 Lumajang menggelar kegiatan Parenting dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2025 M dengan tema “Tauladan Nabi Muhammad SAW: Tumbuhkan Cinta pada Anak”, Sabtu (20/9/2025). 

Acara yang digelar di halaman sekolah ini diikuti guru, wali murid, serta peserta didik dengan penuh antusias.

Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator Kodim 0821 Cabang IV-70, Ny. Anita Kurnia Rahman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai momen mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai teladan beliau dalam kehidupan keluarga.

“Rasulullah adalah sosok panutan terbaik, penuh kasih sayang dan kelembutan dalam memperlakukan anak. Melalui kegiatan parenting ini, kami ingin mengajak para orang tua untuk menumbuhkan rasa cinta, perhatian, dan pendidikan penuh keteladanan kepada putra-putrinya,” ujar Ny. Anita.

Ia juga menegaskan pentingnya peran kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk karakter anak sejak dini. 

Menurutnya, pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan juga harus berkesinambungan di lingkungan keluarga.

Kegiatan ini diisi dengan tausiyah tentang keteladanan Rasulullah SAW, sesi diskusi parenting antara guru dan wali murid, serta penampilan anak-anak didik yang menampilkan nuansa religi. Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan terlihat sepanjang acara.

Melalui peringatan Maulid Nabi ini, TK Kartika IV-70 Lumajang berharap dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat hubungan harmonis antara guru, orang tua, dan peserta didik dalam mendidik generasi yang berakhlak mulia. (Imam)



09/09/2025

Simbol Kepedulian, Bupati Lumajang Beri Sepatu Baru untuk Siswa Kurang Mampu


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Senyum sumringah tampak terpancar dari wajah puluhan siswa di Kecamatan Pasrujambe, Lumajang, Selasa (9/9/2025) pagi. 

Mereka tampak antusias saat menerima sepatu sekolah baru yang langsung diserahkan oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, yang akrab disapa Bunda Indah, didampingi Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma.

Pembagian sepatu gratis itu dilakukan di tiga titik, yakni SD Negeri Pagowan 01, Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Desa Sukorejo, dan SMP Negeri Pasrujambe. 

Kehadiran rombongan Bupati dalam rangka kegiatan Setor Madu (Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu) Kecamatan Pasrujambe disambut hangat oleh guru dan siswa.

Di halaman SD Pagowan 01, suasana haru terasa ketika Bunda Indah menyalami satu per satu anak penerima bantuan. 

“Pendidikan adalah pintu masa depan. Kami ingin semua anak Lumajang melangkah ke sekolah dengan rasa percaya diri yang sama,” ucapnya lantang di hadapan para siswa.

Bunda Indah mengungkapkan, masih banyak anak di pelosok desa yang datang ke sekolah dengan sepatu usang, bahkan tanpa alas kaki. 

“Itu menyentuh hati. Maka pemerintah hadir bukan hanya untuk membantu fisik mereka, tapi juga memulihkan semangat dan rasa percaya diri,” imbuhnya.

Tak hanya sebatas berbagi perlengkapan sekolah, menurut Bunda Indah, program ini adalah simbol nyata kepedulian pemerintah terhadap masa depan generasi muda Lumajang. Ia menekankan bahwa kesehatan dan pendidikan merupakan satu kesatuan penting yang harus diperhatikan.

“Anak yang sehat akan lebih mudah menyerap pelajaran dan tumbuh menjadi pribadi yang produktif. Ini bukan hanya soal memberi bantuan, tapi membangun kepercayaan sekaligus memastikan pemerintah hadir di tengah rakyat,” jelasnya.

Para siswa pun terlihat gembira mencoba sepatu barunya. Beberapa bahkan langsung memakainya di tempat, sambil berlari kecil penuh keceriaan. 

Menutup kegiatannya, Bunda Indah berharap langkah sederhana ini mampu membawa dampak besar. 

“Kita ingin anak-anak Lumajang, dari kota sampai desa, punya pijakan kuat untuk meraih cita-cita mereka,” pungkasnya.

25/08/2025

Minimnya Koleksi Baru di Perpusda Lumajang, Disarpus Janji Tambah 9 Ribu Eksemplar Buku Tahun Ini


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Minimnya pengadaan koleksi buku baru di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Lumajang mendapat sorotan dari masyarakat. Banyak pengunjung, terutama kalangan pelajar dan mahasiswa, mengeluhkan koleksi yang sebagian besar masih berupa buku lama sehingga kurang diminati.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disarpus Lumajang, Indra Wibowo Leksana, S.Sos., M.M, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan literasi masyarakat, baik melalui koleksi fisik maupun digital.

“Untuk koleksi buku yang ada saat ini, jumlahnya sekitar 24 ribu judul dengan total eksemplar mencapai 70 hingga 80 ribu. Memang tidak semua judul bisa langsung kita hafal, tetapi jumlah itu cukup banyak,” ujar Indra saat ditemui wartawan.

Selain koleksi cetak, Perpusda Lumajang juga menyediakan layanan digital. Saat ini terdapat 350 judul e-book yang bisa diakses masyarakat, dengan total lebih dari seribu eksemplar. 

Tak hanya itu, Perpusda juga berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional melalui program POJADI (Pojok Baca Digital) yang ditempatkan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lumajang.

“Di POJADI ada sekitar 800 judul, yang jika dihitung bisa mencapai ribuan eksemplar. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan Perpustakaan Provinsi Jawa Timur dan Perpusnas yang menyediakan ribuan judul e-book. Bahkan di Perpusnas ada sekitar 73 ribu judul yang bisa diakses oleh masyarakat Lumajang,” jelasnya.

Indra menambahkan, layanan e-book ini dapat diakses dengan mudah, baik dari rumah maupun kantor, asalkan masyarakat sudah menjadi anggota perpustakaan. Sistem peminjaman juga sudah terintegrasi secara digital dengan batas waktu peminjaman selama dua minggu.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa koleksi buku cetak di Lumajang memang jarang mengalami pembaruan sejak pandemi Covid-19.

 “Sejak Covid-19, anggaran lebih banyak difokuskan pada sektor kesehatan sehingga pengadaan buku tidak menjadi prioritas utama. Baru tahun 2025 ini kami bisa kembali melakukan pengadaan koleksi baru,” ujarnya.

Disarpus memastikan pada tahun ini akan ada tambahan 119 judul baru atau sekitar 9 ribu eksemplar yang segera tersedia bagi masyarakat. 

“Insyaallah bulan depan buku-buku baru itu sudah bisa dinikmati. Untuk e-book pun akan kami perbarui agar lebih relevan dengan kebutuhan pembaca,” ungkapnya.

Terkait jenis buku yang paling diminati, Indra mengakui bahwa novel menjadi salah satu koleksi favorit pengunjung. Oleh karena itu, pihaknya berencana menampung aspirasi masyarakat agar pengadaan buku selanjutnya sesuai dengan kebutuhan pembaca.

“Banyak masukan dari masyarakat yang menginginkan novel terbaru. Kami terbuka, masyarakat bisa menyampaikan saran buku apa yang diinginkan. Data itu akan kami olah dan wujudkan dalam pengadaan berikutnya,” kata Indra.

Ia menegaskan, Disarpus berkomitmen untuk selalu mengembangkan layanan, baik koleksi manual maupun digital, agar kebutuhan literasi masyarakat Lumajang bisa terpenuhi. 

“Harapan kami, setiap tahun ada pembaruan koleksi, sehingga perpustakaan semakin menarik minat baca warga,” pungkasnya.

SPPG Pasrujambe Lumajang Sediakan 2.000 Porsi Makanan Bergizi di Hari Pertama


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan di Kabupaten Lumajang. Peresmian ini ditandai dengan dibukanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, bertempat di Dusun Tambah Rejo, Desa Karang Anom, Kecamatan Pasrujambe, Senin (25/8/2025).

Pada peluncuran perdana, SPPG Pasrujambe sudah mampu menyediakan 2.128 porsi makanan bergizi bagi siswa dari 12 lembaga pendidikan. 

Setiap menu disiapkan lengkap, mulai dari lauk telur atau ayam sebagai sumber protein, sayur dan buah untuk serat, nasi atau mie sebagai karbohidrat, hingga susu kemasan sebagai tambahan gizi.

Bunda Indah menegaskan, jumlah porsi MBG akan terus bertambah seiring dengan kesiapan produksi di SPPG.

“Produksinya hari ini ada 2.000 porsi, besok akan bertambah jadi 3.000 sekian dan akan terus berkembang sampai maksimal kapasitasnya,” terang Bunda Indah.

Menurutnya, penerima manfaat MBG di Lumajang dibagi dalam dua kelompok. Pertama, siswa mulai dari jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/MA sederajat dengan total 3.749 orang. Kedua, kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dengan jumlah 251 orang.

Bunda Indah juga menjelaskan, setiap menu telah ditakar sesuai kebutuhan kelompok penerima.

"Kalau anak-anak takarannya berbeda dengan orang dewasa. Untuk anak-anak misalnya beras 100 gram, orang dewasa 175 gram, balita 100 gram. Termasuk menu untuk ibu hamil dan anak-anak sekolah, semuanya sudah disesuaikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bunda Indah menyebut, biaya penyediaan satu porsi MBG hanya Rp10.000 di luar wadah makanan. Dengan nominal tersebut, menu yang disajikan dinilai sangat layak dan bergizi.

“Ini Rp10 ribu untuk makanannya, tidak termasuk tempat. Tapi itu sangat cukup dan sangat layak, karena bahan baku semua dari Lumajang,” ungkapnya.

Peluncuran program ini mendapat sambutan positif dari para siswa dan orang tua yang hadir. Program MBG diharapkan mampu memperkuat pemenuhan gizi masyarakat Lumajang, terutama generasi muda, sehingga tumbuh lebih sehat, cerdas, dan produktif. (Imam)


19/08/2025

Serda Mista Kusnadi Bekali 68 Siswa Randuagung dengan Bela Negara dan Edukasi Anti Narkoba


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Dalam rangka menumbuhkan semangat cinta tanah air sekaligus mencegah pengaruh negatif narkoba di kalangan pelajar, Babinsa Randuagung Koramil 0821-07/Randuagung, Serda Mista Kusnadi, memberikan materi wawasan kebangsaan dan bela negara kepada siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darussalam Randuagung, Desa Randuagung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa (19/8/2025).

Dalam materinya, Serda Mista Kusnadi menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sejak dini. Ia juga mengajak para pelajar untuk memahami nilai-nilai Pancasila, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara melalui sikap disiplin, rajin belajar, dan semangat gotong royong.

“Generasi muda adalah aset bangsa. Dengan memahami wawasan kebangsaan, diharapkan mereka memiliki karakter kuat, berkepribadian luhur, serta mampu menjadi benteng dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkap dia.

Kegiatan yang diikuti oleh 68 siswa tersebut berlangsung dengan penuh antusiasme. Selain membekali tentang bela negara, Babinsa Randuagung juga memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. 

Menurutnya, narkoba merupakan ancaman nyata yang dapat merusak masa depan generasi penerus. Karena itu, para pelajar diminta untuk berani berkata tidak terhadap narkoba dan menjauhi pergaulan negatif yang dapat menjerumuskan.

Sementara itu Kepala MTs Darussalam Randuagung, Misradji, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepedulian TNI dalam memberikan pembinaan kepada anak didiknya. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam membentuk karakter siswa agar lebih disiplin, berwawasan kebangsaan, sekaligus memiliki pemahaman tentang bahaya narkoba.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para pelajar mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dan terhindar dari bahaya narkoba," pungkasnya. (Pendim0821)

12/08/2025

Pengunjung Keluhkan Koleksi Buku Perpustakaan Lumajang Tak Pernah Diperbarui Sejak Pandemi


Lumajang, (DOC)
– Minimnya pengadaan koleksi buku baru di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Lumajang menuai keluhan dari para pengunjung. Sebagian besar koleksi yang tersedia merupakan buku-buku keluaran lama, sehingga kurang diminati, terutama oleh kalangan pelajar dan mahasiswa.

Seorang pengunjung, Aril (20), mengaku koleksi buku di perpustakaan terkesan usang dan tidak mengikuti perkembangan tren bacaan.

“Anak-anak seusia saya ini mencari buku keluaran terbaru. Kalau bukunya keluaran lama, minat baca jadi berkurang karena tidak menarik untuk dibaca,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pengunjung lainnya, Shabila Fandyta. Ia menilai, sejak pandemi Covid-19, tidak ada pembaruan koleksi buku di perpustakaan.

“Saya sempat tanya ke petugas soal buku yang terbit tahun 2017. Katanya memang sejak Covid tidak ada pembaruan. Koleksi seperti novel White Wedding pun masih dari tahun itu,” ungkapnya.

Shabila yang gemar membaca buku mengaku lebih memilih membeli buku sendiri atau mengakses bacaan melalui aplikasi digital.

“Kalau koleksi di perpustakaan diperbarui, informasi yang didapat juga lebih relevan. Sekarang kan sudah banyak tren buku baru,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Literasi Majang Buku, Rizka Ayu Kartini (27), menuturkan bahwa keluhan serupa juga disampaikan oleh anggota komunitasnya. Banyak pembaca memilih membeli buku sendiri atau beralih ke aplikasi digital karena koleksi di perpustakaan dianggap kurang mengikuti tren.

"Kalau anak-anak sekarang kan baca buku yang lagi tren di Instagram atau TikTok. Koleksi di perpustakaan menurut mereka kurang kekinian, makanya lebih memilih beli buku sendiri atau baca lewat aplikasi seperti iPusnas," jelasnya.

Rizka menyebut, tren bacaan saat ini antara lain novel karya Leila S. Chudori, Ziggy, dan Tere Liye , novel terjemahan, serta buku-buku pengembangan diri dan psikologi. Namun, koleksi semacam itu jarang ditemui di perpustakaan daerah.

"Padahal sekarang buku itu mudah diakses, apalagi kalau ada promo di toko online. Kalau koleksi perpustakaan bisa mengikuti tren, saya yakin minat baca masyarakat, terutama anak muda, akan meningkat," tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan dan Pelayanan Perpustakaan Disarpus Lumajang, Supiyati, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia mengakui pengadaan buku baru sempat terhenti selama empat tahun akibat keterbatasan anggaran dan pandemi Covid-19.

“Memang sejak Covid-19 tidak ada pengadaan. Tahun ini, alhamdulillah kami sudah mendapatkan anggaran sekitar Rp 945 juta untuk pengadaan 190 judul buku,” terangnya.

Supiyati menambahkan, proses pengadaan sudah melalui mekanisme mini kompetisi dan pemenang penyedia buku telah ditetapkan.

“Penyedia memenuhi syarat, mulai dari SBN, spesifikasi buku, dukungan penerbit, hingga pelabelan. Insya Allah sebelum 30 September 2025 semua buku sudah kami terima dan siap dilayankan,” pungkasnya.

04/08/2025

Dorong Literasi Desa, Rumah Baca Jendela Dunia Hibahkan 421 Buku untuk Mahasiswa KKN ITB Widya Gama Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Komitmen untuk memperkuat gerakan literasi di pedesaan terus digelorakan. Rumah Baca Jendela Dunia memberikan hibah sebanyak 421 buku kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Widya Gama Lumajang yang tengah bertugas di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Penyerahan buku secara simbolis dilaksanakan pada Minggu, 3 Agustus 2025, bertempat di Perumahan Grand Zam-Zam Azura, Kecamatan Sukodono, Lumajang. Ketua Rumah Baca Jendela Dunia, Anis Zahro, secara langsung menyerahkan paket buku kepada perwakilan mahasiswa KKN.

Buku-buku yang dihibahkan terdiri dari beragam kategori, mulai dari novel, buku anak-anak, majalah, hingga buku pelajaran yang relevan untuk berbagai jenjang pendidikan.

Ketua KKN Desa Penanggal, Ananda Kenyo, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dari Rumah Baca Jendela Dunia.

“Alhamdulillah, kami mendapat hibah buku yang sangat banyak, jumlahnya mencapai lebih dari 400. Ini sangat bermanfaat dan akan kami gunakan semaksimal mungkin untuk mendorong gerakan literasi di Desa Penanggal,” ujar Ananda.

Ia menambahkan, buku-buku tersebut akan dimanfaatkan untuk mendirikan pojok baca di Dusun Kalipoh, serta disalurkan ke taman baca masyarakat yang telah ada di Desa Penanggal.

Sementara itu, Ketua Rumah Baca Jendela Dunia, Anis Zahro, menjelaskan bahwa hibah ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya membaca di tengah masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang akses terhadap buku masih terbatas.

“Melalui hibah buku ini, kami berharap dapat meningkatkan minat baca, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja desa. Sesuai slogan kami, buku adalah jendela dunia. Semoga buku-buku ini bisa membuka cakrawala berpikir dan menambah pengetahuan masyarakat,” ungkap Anis.

Program hibah ini diharapkan menjadi langkah awal untuk kolaborasi lebih luas antara komunitas literasi dan kalangan akademik dalam membangun desa yang cerdas dan berpengetahuan. (Tim).


31/07/2025

Babinsa Banyuputih Kidul Dampingi Lomba Kreatif Anak, Semarakkan HUT RI ke-80 di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Dalam rangka meningkatkan kreativitas dan membangun rasa percaya diri generasi muda, Babinsa Banyuputih Kidul Koramil 0821-12/Jatiroto, Serda Yudik, turut mendampingi pelaksanaan lomba melukis dan membaca puisi yang diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) se-Desa Banyuputih Kidul Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis (31/7/2025).

Kegiatan itu merupakan bagian dari program pembinaan generasi muda sekaligus memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang tinggal beberapa minggu lagi. 

Sebanyak 50 siswa turut ambil bagian dalam perlombaan yang terbagi dalam dua kategori, yaitu lomba melukis dan lomba membaca puisi bertema nasionalisme dan cinta tanah air.

Disela kegiatannya Babinsa Serda Yudik mengatakan bahwa keterlibatan dirinya dalam kegiatan ini merupakan wujud dukungan TNI terhadap dunia pendidikan serta pembinaan karakter anak-anak sejak usia dini. 

Menurutnya, kegiatan itu sangat positif dalam menumbuhkan semangat berkarya, serta mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat.

"Kami hadir untuk memberi semangat kepada para peserta, sekaligus mendukung upaya sekolah dan pemerintah desa dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui seni. Anak-anak adalah aset masa depan bangsa, dan perlu diberikan ruang untuk mengekspresikan diri secara positif," ujar dia.

Wakil Kepala Sekolah, Nurhayati, S.Pd., menyampaikan bahwa tujuan utama dari lomba tersebut adalah untuk menggali potensi seni dan literasi siswa, serta menumbuhkan rasa percaya diri mereka dalam tampil di depan umum. Ia berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

“Kami sangat bangga melihat semangat anak-anak yang tampil hari ini. Mereka tidak hanya menunjukkan bakat, tetapi juga keberanian dan semangat juang yang luar biasa,” tutur Nurhayati.

Kegiatan lomba berlangsung meriah dengan penuh antusiasme dari para peserta dan orang tua yang turut hadir menyaksikan. Panitia pelaksana juga menyiapkan hadiah dan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan prestasi para peserta. (Pendim0821)

17/07/2025

Pameran Buku Murah di Lumajang Diserbu Pelajar, Hadirkan Buku Mulai Rp10 Ribu


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Hari pertama pelaksanaan Pameran Buku Murah di kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Lumajang, Kamis (17/7/2025), langsung dipadati oleh mahasiswa dan pelajar dari berbagai sekolah.

Pameran yang berlangsung selama 18 hari hingga 3 Agustus 2025 ini digelar atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Disarpus dengan Gramedia Jember. Bertempat di Jalan Alun-Alun Barat Lumajang, kegiatan ini dibuka mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB setiap harinya.

Mengusung tema “Tumbuhkan Minat Baca dan Kreativitas melalui Literasi bersama Gramedia”, pameran ini menghadirkan beragam buku bacaan berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp10.000.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lumajang, Indra Indra Wibowo Leksana, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempermudah akses masyarakat terhadap sumber bacaan, khususnya bagi pelajar.

“Ini adalah pameran buku hasil kolaborasi antara Disarpus dengan Gramedia Jember untuk menghadirkan buku-buku murah dan berkualitas. Murah bukan berarti murahan, tapi mutunya tetap unggul,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga budaya membaca buku fisik di tengah era digitalisasi yang serba instan.

“Sekarang semua memang bisa dicari lewat Google, tapi buku manual punya kelebihan tersendiri. Ada ruh-nya, ada hubungan emosional yang terbentuk. Buku bisa diberi coretan, dilipat, dikasih tanda—ini merangsang daya ingat dan kreativitas,” terangnya.

Lebih lanjut, Indra mengingatkan bahwa buku cetak memiliki keabsahan lebih tinggi sebagai referensi ilmiah.

“Buku fisik jelas penulis, penerbit, kata pengantar, dan daftar isi-nya. Sementara dari internet, banyak informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara akademik,” ujarnya.

Ia berharap, pameran ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan indeks literasi masyarakat Lumajang.

“Harapannya, kegiatan ini bisa meningkatkan minat baca dan memperkuat budaya literasi, terutama di kalangan pelajar,” pungkas Indra.

Sementara itu, Hafid Rosidi, Supervisor Gramedia Jember, menuturkan bahwa Gramedia tak hanya membawa koleksi buku murah, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan literasi yang interaktif dan edukatif.

“Kita tidak hanya menjual buku dengan harga terjangkau, tapi juga menggelar berbagai event literasi seperti wisata literasi, lomba mewarnai, hingga game edukatif. Semua kegiatan ini gratis, hadiahnya pun disediakan oleh Gramedia,” jelas Hafid.

Untuk menyukseskan program tersebut, pihaknya juga menjalin sinergi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah di Lumajang.

“Setiap hari kita jadwalkan kunjungan dari berbagai sekolah ke pameran ini. Di sana siswa bisa mengikuti kegiatan seperti mendongeng, motivasi, serta interaksi yang mendukung pembelajaran di luar kelas,” katanya.

Hafid menambahkan bahwa seluruh kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Gramedia terhadap upaya peningkatan literasi nasional, khususnya di wilayah tapal kuda Jawa Timur. (Imam)



16/06/2025

Tagana Masuk Sekolah: Wujud Edukasi Mitigasi Bencana Sejak Dini di Lumajang



Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebagai bentuk edukasi kebencanaan sejak dini, Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lumajang terus menggencarkan program Tagana Masuk Sekolah. Kegiatan ini menyasar para pelajar tingkat SMP guna membekali mereka dengan pemahaman dan keterampilan dasar dalam menghadapi potensi bencana.

Program terbaru dilaksanakan di SMP Negeri Candipuro, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, pada Sabtu (14/6/2025).

Puluhan siswa mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Mereka dikenalkan pada berbagai jenis bencana alam yang rawan terjadi di Indonesia, seperti gempa bumi, hingga banjir.

Tidak hanya teori, para siswa juga diajak untuk mengikuti praktik langsung seperti simulasi evakuasi gempa, jalur evakuasi aman, hingga pertolongan pertama pada korban bencana.

Diky Andrianto, Staf Dinas Sosial sekaligus Petugas Posko Tagana Kabupaten Lumajang, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Sosial Republik Indonesia yang bertujuan membentuk generasi muda yang tangguh dan sadar bencana.

“Melalui program ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kesiapsiagaan adalah kunci utama untuk meminimalkan risiko saat bencana terjadi. Siswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik langsung agar benar-benar siap jika terjadi situasi darurat,” ujar Diky.


Lebih lanjut, Diky menjelaskan bahwa pengetahuan dan pelatihan kebencanaan penting diberikan sejak dini agar siswa memiliki daya tanggap yang cepat dan mampu membantu diri sendiri maupun orang lain dalam kondisi darurat.

“Dengan bekal ini, kami berharap para siswa bisa menjadi agen kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing, dan tentu saja, mampu menekan dampak yang ditimbulkan saat terjadi bencana,” tambahnya.


Dalam kegiatan ini, siswa tampak aktif mengikuti berbagai sesi praktik. Mereka diberi kesempatan mencoba langsung simulasi gempa, belajar berlindung yang benar.

“Seru banget! Jadi tahu kalau gempa harus cepat berlindung di bawah meja, terus ada simulasi evakuasi. Semoga tidak pernah terjadi, tapi sekarang kami sudah tahu apa yang harus dilakukan,” ungkap salah satu siswa SMPN Candipuro.


Kegiatan Tagana Masuk Sekolah ini akan terus berlanjut di beberapa sekolah lainnya. Jadwal selanjutnya adalah pada 16 Juni 2025 di Ponpes Darul Muhajirin Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, dan 19 Juni 2025 di SMP Negeri Tempeh. (Imam)

31/05/2025

Bupati Lumajang: Pendidikan SD-SMP Akan Digratiskan, Tunggu Arahan Presiden


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, menyatakan kesiapan daerahnya untuk menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Langkah ini menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan pemerintah menjamin pendidikan dasar sembilan tahun, baik di sekolah negeri maupun swasta, tanpa biaya.

Putusan MK Nomor 3/PUU-XXII/2024 terkait uji materi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) telah menegaskan bahwa pendidikan dasar, yang mencakup SD/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan SMP/Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau yang sederajat, harus digratiskan.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Indah menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang masih menantikan petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat mengenai implementasi amanat konstitusi ini. 

"Kami menunggu instruksi presiden. Jika instruksinya memang harus gratis, tentu daerah akan menggratiskan," ujar Indah pada Sabtu (31/5/2025).

Meskipun demikian, Indah mengakui belum mengetahui detail kebutuhan anggaran daerah untuk membiayai program pendidikan gratis ini. 

Kendati demikian, ia berharap kebijakan ini akan mendorong lebih banyak orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka tanpa khawatir masalah biaya.

"Tentunya ini akan meningkatkan minat para orang tua untuk menyekolahkan anaknya, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan finansial," tutupnya. (Imam)

19/05/2025

Sasar Generasi Muda, Satlantas Polres Lumajang Aktifkan Coaching Clinic Road Safety di Pondok Pesantren


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Dalam upaya menumbuhkan kesadaran berkendara yang aman dan beretika di kalangan santri, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang menggelar kegiatan Coaching Clinic Road Safety di sejumlah pondok pesantren yang ada di wilayah hukumnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Korlantas Mabes Polri serta tindak lanjut arahan Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur.

Tujuannya tak lain adalah memberikan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas serta membekali para santri dengan pemahaman mendalam tentang etika dan tata tertib berkendara.

KBO Satlantas Polres Lumajang, Ipda Suheri menyampaikan bahwa pelatihan ini menyasar pondok pesantren karena selama ini masih banyak ditemukan pelanggaran lalu lintas di kalangan santri, seperti tidak memakai helm, menerobos lampu merah, penggunaan knalpot brong, hingga kendaraan tanpa kelengkapan standar seperti spion dan plat nomor.

"Budaya di pondok pesantren itu biasanya tidak pakai helm, hanya pakai kopiah atau baji. Padahal, helm adalah perlindungan dasar yang sangat penting. Jika terjadi kecelakaan, dampak dari tidak memakai helm bisa fatal, mulai dari cedera berat hingga meninggal dunia," jelas Ipda Suheri.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sebagian besar kecelakaan lalu lintas diawali oleh pelanggaran.
"Di Lumajang, angka kecelakaan cukup tinggi dan didominasi oleh usia produktif seperti pelajar SMP dan SMA. Maka dari itu, kesadaran berlalu lintas harus ditanamkan sejak dini," imbuhnya.


Dalam kegiatan Coaching Clinic ini, para santri mendapatkan materi teori keselamatan berkendara, seperti pentingnya penggunaan helm, etika berkendara, penggunaan lampu sein saat berbelok, dan teknik pengereman yang benar.

Selain itu, juga dilakukan pengenalan uji praktik SIM dengan membawa alat praktik langsung ke pondok pesantren.

"Kita bawa tim praktik SIM lengkap dengan sepeda motor dan pengujinya. Ini untuk mengenalkan lebih awal bagaimana proses ujian praktik SIM, sekaligus memberi kesempatan kepada para santri untuk mencoba langsung," kata Ipda Suheri.

Hingga saat ini, kegiatan telah dilaksanakan di tiga pondok pesantren, yaitu Pondok Al-Fauzan di Labruk Lor, Roudlotul Ma'rifat di Desa Boreng, dan Pondok An-Nur di Tempeh.

"Ke depannya, program ini akan digelar rutin dua kali dalam seminggu di pondok-pondok pesantren lain yang ada di wilayah hukum Polres Lumajang," jelasnya.

Satlantas Polres Lumajang berharap kegiatan ini dapat membuka hati dan menumbuhkan kesadaran santri akan pentingnya tertib berlalu lintas.

"Karena kalau tidak sadar, kita semua sudah tahu aturan, tapi kenapa masih banyak yang melanggar? Jawabannya adalah karena kurangnya kesadaran," tutup Ipda Suheri. (Imam)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved