-->

30/07/2026

Inspiratif! Putri Petani di Lumajang Raih Beasiswa Kuliah Berkat Hafal 30 Juz Al-Qur'an


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Senyum bahagia terpancar dari wajah Sharifatul Ummah Kirdausi saat menerima beasiswa pendidikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang. 

Mahasiswi Universitas Jember (UNEJ) asal Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono itu menjadi salah satu penerima bantuan pendidikan yang diserahkan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, di Gedung Panti PKK Lumajang, Kamis (30/7/2026).

Sharifatul bukan penerima beasiswa biasa. Mahasiswi yang kini tengah menyusun skripsi tersebut merupakan seorang hafizah Al-Qur'an 30 juz. 

Prestasi akademik dan kemampuan menghafal Al-Qur'an menjadi salah satu syarat yang mengantarkannya memperoleh bantuan pendidikan dari Pemkab Lumajang.

Putri dari pasangan seorang petani dan ibu rumah tangga itu mengaku beasiswa yang diterimanya sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

"Alhamdulillah beasiswa ini bisa terus berlanjut karena saya memenuhi kriteria. Selama kuliah di Jember, orang tua saya sudah tidak perlu mengirim uang lagi. Semua kebutuhan utama sudah tercukupi dari beasiswa ini. Kalau ada kebutuhan mendesak saja, orang tua membantu sedikit-sedikit," ujar Sharifatul.

Ia menjelaskan, setiap semester menerima bantuan sebesar Rp7.200.000. Dana tersebut digunakan untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp2.500.000, sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama menjalani perkuliahan.

Saat ini Sharifatul memasuki semester akhir dan sedang menyusun skripsi sebagai tahap akhir sebelum menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Jember.

Menurutnya, kesempatan memperoleh beasiswa menjadi motivasi besar untuk terus mempertahankan prestasi akademik. Ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan agar semakin banyak mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu dapat mengenyam pendidikan tinggi.

"Semoga beasiswa ini tetap berlanjut untuk adik-adik berikutnya, terutama yang kurang mampu tetapi berprestasi. Mereka bisa kuliah di mana pun dan mengejar cita-citanya tanpa terbebani kondisi ekonomi orang tua," katanya.

Sharifatul menceritakan, dirinya memperoleh beasiswa setelah mengikuti seleksi kemampuan hafalan Al-Qur'an yang dilaksanakan oleh para kiai hafiz. Tes tersebut menjadi penentu kelayakan penerima beasiswa tanpa harus melalui proses pendaftaran khusus maupun survei ekonomi.

"Waktu itu kami dites langsung oleh para kiai yang juga hafiz Al-Qur'an. Kalau memenuhi kriteria dari hasil tes, langsung masuk sebagai penerima beasiswa," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan para penerima beasiswa yang hadir saat ini merupakan mahasiswa semester akhir yang hampir menyelesaikan masa studi selama empat tahun.

Menurutnya, mahasiswa penerima beasiswa seharusnya termotivasi untuk dapat menyelesaikan pendidikan lebih cepat.

"Mereka ini sudah hampir selesai kuliah selama empat tahun. Saya berharap ke depan semakin banyak mahasiswa yang mampu lulus dalam waktu 3,5 tahun. Itu harus menjadi penyemangat bagi anak-anak yang sedang kuliah sekarang," kata Indah.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu menilai peluang memperoleh beasiswa saat ini sangat terbuka lebar. Selain dari pemerintah daerah, pemerintah pusat maupun berbagai perusahaan juga menyediakan banyak program bantuan pendidikan.

"Modalnya hanya satu, belajar yang rajin, pintar, dan punya semangat. Sekarang banyak sekali peluang beasiswa, mulai dari Kartu Indonesia Pintar sampai beasiswa dari berbagai perusahaan," ujarnya.

Pada tahun ajaran baru ini, Pemkab Lumajang kembali membuka program beasiswa bagi mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu. Kuota yang disiapkan mencapai maksimal 100 mahasiswa.

Program tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri, khususnya Politeknik Negeri Malang (Polinema) Kampus Lumajang serta perguruan tinggi negeri bidang keperawatan di Kabupaten Lumajang.

"Kami memprioritaskan mahasiswa di kampus negeri, termasuk Polinema Kampus Lumajang dan perguruan tinggi negeri bidang keperawatan. Tetapi semuanya tetap melalui proses seleksi," jelasnya.

Untuk mahasiswa baru, Pemkab Lumajang mengalokasikan bantuan sebesar Rp6 juta setiap semester dengan masa pembiayaan maksimal delapan semester.

"Karena keterbatasan anggaran daerah, bantuan diberikan sebesar Rp6 juta per semester sampai maksimal delapan semester," tambah Indah.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lumajang, Indriono Krishna Murti, AP., mengatakan minat masyarakat terhadap program beasiswa daerah terus meningkat.

Pada periode seleksi tahun ini tercatat sebanyak 184 mahasiswa mendaftar. Setelah melalui proses verifikasi dan seleksi sesuai kuota yang tersedia, sebanyak 114 mahasiswa ditetapkan sebagai penerima bantuan.

"Jumlah pendaftar sebanyak 184 orang, sedangkan yang dapat menerima beasiswa pada periode ini sebanyak 114 mahasiswa," ujar Indriono.

Ia menegaskan, program tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkab Lumajang dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tidak terhambat masalah ekonomi.

"Program ini ditujukan untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat menyelesaikan pendidikan tinggi. Pembiayaan diberikan sesuai ketentuan program dengan masa bantuan maksimal delapan semester," pungkasnya.

Dua Armada Angkutan Pelajar Gratis Diluncurkan, Pemkab Lumajang Buka Rute Baru


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menambah dua armada angkutan pelajar gratis yang melayani rute Pasirian-Lumajang dan Tempeh-Lumajang. 

Penambahan layanan tersebut diharapkan mempermudah akses transportasi bagi pelajar sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan usia sekolah.

Peluncuran dua armada baru itu dilakukan di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang, Kamis (30/7/2026). 

Program ini juga menjadi upaya pemerintah daerah mengurangi beban biaya transportasi yang ditanggung orang tua serta mengurangi kemacetan akibat penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lumajang, Hari Susiati, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan angkutan pelajar menjadi dasar pemerintah menambah armada.

"Program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, khususnya para pelajar. Antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga ke depan kami berharap jumlah armada dapat terus bertambah," kata Susi

Menurut dia, dukungan terhadap sektor pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga penyediaan sarana penunjang, termasuk transportasi yang aman, nyaman, dan mudah dijangkau.

Pemerintah daerah, lanjut Susi akan terus berupaya memperluas layanan angkutan pelajar agar semakin banyak siswa yang memperoleh akses transportasi menuju sekolah tanpa terkendala biaya maupun keselamatan.

"Semoga ke depan kemampuan APBD memungkinkan untuk terus meningkatkan pelayanan ini sehingga semakin banyak pelajar yang bisa merasakan manfaatnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang, Rasmin, menjelaskan sebelum penambahan dua armada tersebut, Dishub telah mengoperasikan dua unit angkutan pelajar gratis yang melayani rute Rowokangkung-Lumajang. Rute itu dipilih karena belum tersedia layanan angkutan umum.

Menurut Rasmin, hasil survei yang dilakukan Dishub kepada pelajar dan orang tua menunjukkan kebutuhan terhadap transportasi sekolah yang aman dan gratis terus meningkat. Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada Bupati Lumajang dan mendapat persetujuan untuk menambah armada.

"Hasil survei menunjukkan antusiasme masyarakat sangat besar. Kondisi ini kemudian kami laporkan kepada Ibu Bupati dan Alhamdulillah langsung mendapat respons dengan penambahan dua armada baru," ujarnya.

Dengan tambahan tersebut, kini angkutan pelajar gratis di Kabupaten Lumajang melayani tiga koridor, yakni Rowokangkung-Lumajang, Pasirian-Lumajang, dan Tempeh-Lumajang.

Meski demikian, Rasmin mengakui kapasitas armada yang tersedia masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Pada salah satu rute, dari sekitar 80 pelajar yang mendaftar, baru sekitar 32 siswa yang dapat terlayani.

"Artinya kebutuhan masyarakat memang masih sangat tinggi. Kehadiran dua armada baru ini setidaknya dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus memberikan transportasi yang aman bagi para pelajar," katanya.

Dishub berharap program angkutan pelajar gratis dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh siswa sehingga berkontribusi menekan angka kecelakaan lalu lintas. Ke depan, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh tambahan armada agar jangkauan layanan semakin luas.

"Kami tidak berhenti sampai di sini. Kami terus berkomunikasi dengan kementerian agar ke depan bisa mendapatkan tambahan armada sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat terlayani," pungkas Rasmin.(fat) 



18/07/2026

Babinsa Selokgondang Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Siswa Baru SMK Ryo Yuwaraja


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis sejak dini, Babinsa Selokgondang Koramil 0821-02/Sukodono, Serka Cahyo Pranowo, memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Ryo Yuwaraja, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 23 siswa mengikuti penyampaian materi. Dalam kesempatan itu, Serka Cahyo Pranowo mengajak para pelajar untuk memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila, cinta tanah air, kedisiplinan, semangat persatuan, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.

Menurutnya, pembekalan Wawasan Kebangsaan pada masa MPLS menjadi langkah strategis dalam membangun karakter siswa agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki sikap disiplin, berintegritas, serta mampu menyaring berbagai pengaruh negatif yang dapat mengikis rasa nasionalisme.

"Melalui materi Wawasan Kebangsaan ini, kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air, semangat persatuan, dan kepedulian terhadap bangsa sejak para siswa mengawali jenjang pendidikan di sekolah ini. Dengan karakter yang kuat, mereka akan menjadi generasi yang mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Cahyo.

Suasana penyampaian materi berlangsung interaktif. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman, menghormati sesama, serta membangun sikap disiplin sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kepala SMK Ryo Yuwaraja, Masduki, S.Si, mengatakan bahwa pemberian materi Wawasan Kebangsaan oleh Babinsa menjadi bekal yang sangat berharga bagi siswa baru dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta rasa cinta tanah air sejak awal memasuki dunia pendidikan di tingkat menengah kejuruan.

"Melalui materi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh Babinsa, para siswa mendapatkan pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan negara. Kami meyakini pembekalan ini akan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik, sehingga mereka tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai wujud sinergi antara sekolah dan TNI dalam mencetak generasi muda yang berkarakter Pancasila dan berwawasan kebangsaan," pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Koramil turut andil dalam mendukung pembinaan karakter generasi muda melalui edukasi kebangsaan di lingkungan sekolah. Sinergi antara TNI dan dunia pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki semangat bela negara demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju. (Pendim0821)

22/05/2026

Komisi X DPR RI Dorong Guru Honorer Diprioritaskan dalam Rekrutmen CASN


Jakarta, (Onenewsjatim) –
Anggota H. Muhamad Nur Purnamasidi mendorong pemerintah agar memberikan prioritas kepada guru honorer atau non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) dalam skema rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) mendatang.

Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang membahas berbagai isu strategis di sektor pendidikan, termasuk pemerataan dan pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Menurut pria yang akrab disapa Bang Pur tersebut, kebijakan afirmatif perlu diterapkan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian panjang para guru honorer yang selama ini tetap menjalankan tugas mengajar di tengah keterbatasan status kepegawaian dan kesejahteraan.

“Dalam RDPU kemarin saya sampaikan, teman-teman guru non-ASN yang sudah memenuhi syarat S1/D4 harus diprioritaskan apabila nanti ada rekrutmen ASN berikutnya,” ujar Muhamad Nur Purnamasidi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (22/5/2026).

Ia menegaskan bahwa negara harus hadir memberikan kepastian karier bagi tenaga pendidik yang telah lama mengabdi di dunia pendidikan, khususnya mereka yang telah memenuhi kualifikasi akademik minimal sarjana (S1) atau diploma empat (D4).

Politisi Partai Golkar itu juga menilai, tanpa adanya keberpihakan kebijakan, guru honorer yang telah bertahun-tahun mengabdi berpotensi kalah bersaing dalam sistem seleksi terbuka CASN.

“Jangan sampai mereka yang sudah lama mengabdi justru kalah bersaing tanpa ada keberpihakan kebijakan dari pemerintah. Negara harus hadir memberikan kepastian dan penghargaan terhadap dedikasi para guru,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bang Pur menyoroti masih besarnya jumlah tenaga pendidik non-ASN di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan 

Menengah per 31 Desember 2024, jumlah guru non-ASN tercatat mencapai 237.196 orang yang tersebar di berbagai daerah.

Ia menilai keberadaan guru honorer selama ini menjadi tulang punggung proses belajar mengajar, terutama di daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik. Tanpa kontribusi mereka, proses pendidikan di banyak wilayah dinilai akan terganggu.

Selain itu, ia juga menyinggung kebutuhan regenerasi tenaga pendidik nasional. Mengacu pada siaran pers Badan Kepegawaian Negara, rekrutmen CASN formasi guru terakhir dilakukan pada tahun 2024.

Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menimbulkan tantangan baru dalam beberapa tahun ke depan seiring banyaknya guru yang memasuki masa purna tugas, sehingga kebutuhan tenaga pendidik baru akan semakin meningkat.

“Ke depan, pemerintah harus benar-benar menyiapkan skema rekrutmen yang adil sekaligus menjawab kebutuhan riil di lapangan, agar tidak terjadi kekosongan tenaga pendidik di sekolah-sekolah,” pungkasnya. (Imam)

23/04/2026

Kisah Semangat Siswa SDN Supiturang 2 Lumajang, Ujian TKA Digelar Bergantian


Lumajang (Onenewsjatim)
– Sebanyak 21 siswa kelas 6 SDN Supiturang 2, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer secara bergantian, Kamis (23/4/2026).

Ujian tersebut digelar dengan segala keterbatasan pasca sekolah mereka hancur akibat erupsi Gunung Semeru pada 2025 lalu.

Pelaksanaan TKA terpaksa dilakukan di Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula Raudlatul Ulum, Dusun Sumbersari, Desa Supiturang. 

Sementara itu, total 70 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 saat ini masih menumpang belajar di ruang kelas madrasah tersebut.

Guru SDN Supiturang 2, Hariono, mengatakan keterbatasan fasilitas menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer tersebut. Pasalnya, seluruh inventaris sekolah hilang saat diterjang erupsi Semeru pada 19 November 2025.

“Untuk TKA dari 21 siswa kami serba keterbatasan. Perangkat kami hilang saat erupsi tahun lalu,” ujar Hariono.

Ia menjelaskan, dari total 21 peserta TKA, terdiri dari 17 siswa perempuan dan 4 siswa laki-laki. Karena minimnya perangkat, pelaksanaan ujian harus dibagi menjadi empat gelombang dengan dua sesi.

“Pertimbangannya karena keterbatasan peralatan. Kami hanya memiliki beberapa komputer dan laptop, jadi harus dibagi dalam beberapa gelombang,” jelasnya.

Selain itu, faktor jaringan internet di wilayah tersebut juga menjadi pertimbangan. Pihak sekolah khawatir jika peserta terlalu banyak dalam satu sesi, koneksi tidak akan mampu menampung.

“Kami juga berada di daerah pinggiran. Kalau dipaksakan satu sesi banyak peserta, kami khawatir jaringan tidak kuat,” tambahnya.

Hariono mengungkapkan, saat ini pihak sekolah hanya memiliki empat perangkat yang digunakan untuk TKA. Tiga unit digunakan siswa, sementara satu unit lainnya berfungsi sebagai komputer proktor atau pengendali ujian.

Perangkat tersebut berasal dari bantuan pemerintah, pinjaman guru, serta upaya swadaya sekolah. Sebelumnya, seluruh peralatan seperti komputer, laptop, printer hingga perangkat pembelajaran lainnya hilang terbawa lahar dingin.

“Total ada empat perangkat yang kami pakai. Tiga untuk siswa, satu untuk proktor. Itu pun hasil bantuan dan pinjaman,” ungkapnya.

Meski dalam kondisi serba terbatas, para siswa tetap menunjukkan semangat mengikuti ujian. Pihak sekolah juga terus memberikan motivasi agar siswa tetap optimistis melanjutkan pendidikan.

“Kami selalu memberikan motivasi kepada anak-anak, bahwa meskipun berada di daerah bencana, pendidikan harus tetap berjalan seperti di sekolah lain,” kata Hariono.

Ia menambahkan, sebelum pelaksanaan TKA, para siswa juga telah diberikan latihan, baik terkait materi ujian maupun penggunaan perangkat komputer.

“Alhamdulillah anak-anak sudah ada persiapan. Meskipun terbatas, mereka tetap semangat mengikuti ujian,” pungkasnya.

18/04/2026

Ratusan Peserta Antusias Ikuti Jalan Sehat Dies Natalis ke-10 SMK WYSN Lumajang

Kasek SMK WYSN lakukan Pelepasan 10 balon udara 

Lumajang, (Onenewsjatim) –
Ratusan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangka Dies Natalis ke-10 SMK Wira Yudha Sakti Nusantara (WYSN) Lumajang yang digelar di Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono, Sabtu (18/4/2026).

Sejak pagi hari, halaman sekolah sudah dipadati peserta yang terdiri dari siswa SMK WYSN, calon siswa, orang tua, hingga masyarakat sekitar. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi sekolah yang ke-10 tahun.

Sebelum kegiatan dimulai, acara diawali dengan pelepasan 10 balon udara sebagai simbol peringatan satu dekade berdirinya SMK WYSN Lumajang.

Pelepasan dilakukan oleh Kepala Sekolah Dr. Sri Diana, S.Kep., Ners., MM, bersama jajaran pengawas, komite sekolah, wakil kepala sekolah, perwakilan yayasan, serta mendapat pengawalan dari Polisi Militer.

Jalan sehat mengusung tema “Menggapai Mimpi, Menggali Potensi, Berjuta Prestasi Menuju WYSN Gemilang.”

pelajar ikuti jalan sehat melintas di depan sekolah 

Rute yang ditempuh peserta dimulai dari halaman SMK WYSN, melintasi Jalan Raya Sukodono, kawasan Wonorejo Terpadu (WYSN), dan kembali finis di halaman sekolah.

Kepala Sekolah SMK WYSN, Dr. Sri Diana, S.Kep., Ners., MM,  menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang perayaan, tetapi juga sarana membangun kesehatan dan kebersamaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan, hidup sehat, serta memperkuat hubungan antara keluarga besar SMK WYSN dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan jalan sehat juga menjadi upaya memperkenalkan sekolah kepada masyarakat sekaligus memberikan gambaran kepada calon siswa mengenai lingkungan dan semangat pendidikan di SMK WYSN.

Menurutnya, kesehatan menjadi faktor penting dalam menunjang prestasi siswa. 

“Dengan jiwa yang sehat, akan lahir prestasi-prestasi yang hebat. Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk terus dilakukan,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, panitia juga melibatkan sekitar 120 calon siswa dari tingkat SMP yang telah mendaftar, sekitar 200 warga sekitar, serta orang tua siswa. Secara keseluruhan, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 700 orang.

Selain jalan sehat, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik untuk peserta, di antaranya dua ekor kambing, mesin cuci, kompor gas, hingga kulkas.

Dr. Sri Diana berharap, di usia ke-10 tahun ini, SMK WYSN semakin berkembang dan mampu mencetak lulusan yang unggul serta berdaya saing.

“Harapannya SMK WYSN semakin jaya dan mampu menyalurkan siswa-siswi yang kompeten,” pungkasnya. (Imam)

12/03/2026

Tiga Siswi SMK WYSN Lumajang Raih Juara 1 Jatim Lomba Video Edukasi Hari Gizi Nasional 2026

Tiga siswa SMK WYSN meraih juara 1 Lomba Video Edukasi Kreatif Hari Gizi Nasional Tahun 2026

Lumajang, (Onenewsjatim) – Prestasi membanggakan kembali diraih siswa SMK Wira Yudha Sakti Nusantara (WYSN) Kabupaten Lumajang. Tiga siswi kelas X Asisten Keperawatan 1 (AKP 1) berhasil meraih Juara 1 tingkat Provinsi Jawa Timur dalam ajang Lomba Video Edukasi Kreatif Hari Gizi Nasional Tahun 2026.

Ketiga siswi tersebut adalah Angel Amelia Dwi Aprillia, Putri Dwi Cahyani, dan Naura Prisya Ramadhani. Mereka berhasil mengungguli peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur melalui karya video edukatif yang mengangkat tema pentingnya pola makan bergizi seimbang.

Kompetisi tersebut digelar secara daring, dengan proses pengumpulan karya dimulai pada 29 Januari 2026 dan pengumuman pemenang dilakukan pada 3 Februari 2026.

Salah satu anggota tim, Angel Amelia Dwi Aprillia, mengaku bangga atas capaian yang diraih bersama rekan satu timnya. Ia mengatakan video yang mereka buat bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola makan sehat.

“Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga pola makan dan gizi seimbang. Kami bisa menang karena berusaha kompak. Walaupun proses pembuatan video dilakukan di sela-sela kegiatan sekolah, kami tetap berusaha menyeimbangkan antara belajar dan proses pengambilan video,” ujar Angel saat ditemui di sekolah.

Ia juga menambahkan bahwa sebelum membuat video, timnya terlebih dahulu mempelajari berbagai referensi agar materi yang disampaikan benar dan mudah dipahami masyarakat.

“Kami juga membaca berbagai artikel agar bisa menjelaskan dengan cara yang menarik sehingga masyarakat tertarik untuk menjaga pola makan yang sehat,” tambahnya.

 Bukan Sekadar Estetika, Tapi Konten Edukatif

Sementara itu, Guru SMK Wira Yudha Sakti Nusantara Lumajang, Nur Indah Agus Setiawati, menjelaskan bahwa lomba tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur dan seluruh proses penilaian dilakukan secara daring.

Menurutnya, aspek utama yang dinilai dalam lomba tersebut bukan hanya tampilan video, tetapi juga pesan edukasi yang disampaikan kepada masyarakat.

“Untuk kriteria penilaian itu dilihat dari cara penyampaian, pembuatan video, kreativitas siswa, dan yang paling penting adalah nilai edukasinya. Jadi kalau videonya hanya menarik tetapi tidak memberikan edukasi, itu tidak menjadi kriteria utama kemenangan,” jelas Nur Indah.


Ia mengatakan karya video yang dibuat oleh para siswa mengangkat tema “Isi Piringku”, yakni konsep gizi seimbang yang dianjurkan dalam pola makan sehari-hari.

“Dalam video tersebut dijelaskan bahwa dalam satu piring makanan harus memenuhi gizi seimbang, seperti karbohidrat, protein, serta serat dari sayur dan buah. Itu penting untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh dalam aktivitas sehari-hari,” katanya.

Menurut Nur Indah, video yang dibuat para siswi tersebut dinilai mampu menyampaikan pesan kesehatan secara sederhana namun menarik, sehingga dapat dipahami oleh masyarakat luas.

Tim SMK WYSN memilih tema "Isi Piringku" sebagai materi utama. Konsep ini menekankan pada komposisi gizi seimbang dalam satu porsi makan. 

"Anak-anak mengedukasi bahwa dalam satu piring harus ada karbohidrat, protein, dan serat untuk pemenuhan energi harian. Video tersebut diunggah di media sosial sekolah dan akun pribadi siswa sesuai arahan panitia," lanjutnya.

Pesan Kepala Sekolah: Prestasi Harus Bermanfaat

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Wira Yudha Sakti Nusantara, Dr. Sri Diana S.Kep., Ners., MM, mengatakan bahwa prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa tidak hanya mampu berkreasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat melalui karya yang edukatif.

“Menang atau tidaknya siswa dalam lomba ini bukan hanya soal kemampuan mengedit video atau membuat video yang menarik. Yang paling penting adalah bagaimana mereka bisa menyampaikan edukasi kepada masyarakat tentang pola hidup sehat,” ujar Sri Diana.

Ia berharap ilmu yang diperoleh para siswa melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada kompetisi saja, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya anak-anak ini benar-benar memahami apa itu pola hidup sehat dan bisa mengimplementasikannya, minimal dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, lingkungan sekitar, hingga masyarakat,” jelasnya.

Sri Diana menambahkan bahwa keberhasilan siswa dalam lomba ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendorong siswa agar tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Karena keberhasilan seseorang tidak hanya dilihat dari prestasinya saja, tetapi dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain. Jika berprestasi tetapi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, tentu itu menjadi kurang berarti,” pungkasnya. (Imam)

Siswa SMK WYSN Lumajang Bagikan 700 Takjil, Implementasikan Program “Ramadhan Pendidikan Berdampak”

Guru dan Siswa WYSN Usai bagikan takjil

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Suasana sore menjelang waktu berbuka puasa di kawasan Lampu Merah Adipura, Jalan Letjen S. Parman, Kabupaten Lumajang, tampak berbeda pada Kamis (12/3/2026). Puluhan siswa dari SMK Wira Yudha Sakti Nusantara turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas.

Kegiatan sosial yang mengusung tema “Ramadhan Pendidikan Berdampak” tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai karakter kepada para siswa di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Sebanyak 700 paket takjil gratis dibagikan kepada pengendara sepeda motor, pengemudi kendaraan, hingga masyarakat sekitar yang melintas di kawasan tersebut. Para siswa yang tergabung dalam organisasi OSIS bersama guru tampak antusias menyapa dan memberikan takjil kepada pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa.

Aksi berbagi ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Dalam waktu singkat, ratusan paket takjil yang dibagikan para siswa langsung habis diserbu pengendara yang melintas.

Kepala Sekolah SMK Wira Yudha Sakti Nusantara, Dr. Sri Diana S.Kep., Ners., MM, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Ramadhan Pendidikan Berdampak yang dicanangkan Kadis pendidikan Provinsi Jawa Timur 

warga antusias berebut takjil

Menurutnya, kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa.

“Di SMK Wira Yudha Sakti Nusantara, khususnya OSIS, seluruh warga sekolah terlibat dalam kegiatan pembagian takjil ini. Kurang lebih ada 700 takjil yang kami bagikan di kawasan Adipura karena lokasi tersebut merupakan pusat akses jalan yang ramai dilalui masyarakat,” ujar Sri Diana .

Ia menjelaskan, selain berbagi takjil, kegiatan juga dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh siswa, guru, staf sekolah, serta sejumlah tamu undangan.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki tujuan lebih besar, yakni menanamkan nilai-nilai karakter kepada para siswa agar memiliki kepribadian yang positif, religius, dan berprestasi.

“Buka puasa bersama ini bukan sekadar untuk berkumpul atau makan bersama, tetapi lebih kepada upaya mengimplementasikan program Ramadhan Pendidikan Berdampak. Harapannya, siswa-siswi kami memiliki karakter yang kuat, berakhlak baik, religius, sehat, dan berprestasi,” jelasnya.

Sri Diana menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga harus membentuk karakter siswa agar mampu menjadi generasi yang berakhlak mulia.

“Karena walaupun siswa itu pintar, tetapi kalau tidak memiliki karakter yang baik, maka tidak akan memberikan manfaat yang besar bagi dirinya maupun masyarakat. Melalui kegiatan ini kami berharap siswa semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pengguna jalan yang menerima takjil, Sofie, mengaku senang dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para siswa tersebut.

Menurutnya, aksi berbagi seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi para pengendara yang masih berada di jalan saat waktu berbuka puasa tiba.

“Alhamdulillah sangat membantu. Tadi kebetulan saya masih di perjalanan menjelang buka puasa, jadi bisa langsung berbuka dengan takjil yang diberikan adik-adik siswa. Kegiatannya sangat positif,” ujar Sofie.

Setelah kegiatan pembagian takjil selesai, seluruh siswa dan guru kembali ke lingkungan sekolah untuk melaksanakan buka puasa bersama. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan pun terasa hangat dalam kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan sosial di bulan Ramadan ini, SMK Wira Yudha Sakti Nusantara berharap para siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan karakter yang kuat sebagai generasi penerus bangsa. (Imam)

05/03/2026

Momentum Ramadan, Babinsa Sruni Isi Materi Wawasan Kebangsaan untuk 50 Siswa


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Semangat kebangsaan terus ditanamkan kepada generasi muda melalui kegiatan Pondok Ramadan di SDN Sruni 02. Babinsa Sruni Koramil 0821-05/Klakah, Serka Muhammad Nimin, melaksanakan kegiatan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada para siswa di Dusun Krajan RT 003 RW 002 Desa Sruni Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan yang diikuti kurang lebih 50 siswa tersebut berlangsung dengan penuh antusias. Di sela rangkaian Pondok Ramadan, para siswa mendapatkan materi tentang pentingnya cinta tanah air, semangat persatuan, serta nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam penyampaiannya, Serka Muhammad Nimin menekankan bahwa bulan Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga saat yang tepat untuk memperkuat karakter dan rasa nasionalisme.

“Melalui kegiatan Wasbang ini, kami ingin menanamkan kepada anak-anak sejak dini tentang pentingnya mencintai tanah air, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkapnya.

Materi yang disampaikan dikemas secara sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Dengan pendekatan yang komunikatif, para siswa terlihat aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti arahan yang diberikan.

Sementara itu, Pj. Kepala Sekolah SDN Sruni 02, Yayan Heri Prabowo, S.Pd., menyampaikan hal senada tentang pentingnya membangun keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadan. Ia menegaskan bahwa Pondok Ramadan menjadi sarana pembinaan karakter spiritual sekaligus pembentukan sikap disiplin dan tanggung jawab bagi para siswa.

“Di bulan penuh berkah ini, kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman dan takwa. Dengan dukungan Babinsa melalui pembekalan Wasbang, kami berharap terbentuk generasi yang religius sekaligus memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi,” tuturnya.

Kegiatan Pondok Ramadan yang dipadukan dengan pembekalan Wasbang tersebut menjadi bukti dalam membentuk generasi muda yang religius, berkarakter, serta memiliki jiwa nasionalisme yang kuat demi masa depan bangsa. (Pendim0821)

28/01/2026

TNI AD Dorong Pelajar Lumajang Siapkan Fisik dan Mental Sejak Dini


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Upaya menyiapkan generasi muda yang sehat, tangguh, dan berkarakter terus dilakukan TNI Angkatan Darat melalui pembinaan teritorial. 

Salah satunya ditunjukkan oleh Babinsa Purorejo Koramil 0821-18/Tempursari, Koptu Eko Azis, yang memberikan materi kebugaran jasmani sekaligus sosialisasi penerimaan prajurit TNI AD kepada pelajar SMA.

Kegiatan yang diikuti 25 siswa SMA Mataram Kecamatan Tempursari tersebut dilaksanakan di Alun-alun Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Rabu (28/1/2026).

Dalam penyampaiannya, Koptu Eko Azis tidak hanya memberikan latihan dasar kebugaran jasmani, tetapi juga menanamkan pemahaman pentingnya menjaga kesehatan fisik sejak usia sekolah sebagai modal utama meraih masa depan. 

Para siswa diajak menyadari bahwa disiplin, ketahanan fisik, dan mental yang kuat merupakan kunci keberhasilan, baik di dunia pendidikan maupun dalam menggapai cita-cita menjadi prajurit TNI.

“Fisik yang bagus tidak datang secara instan. Dibutuhkan latihan teratur, pola hidup sehat, serta disiplin sejak dini. Dengan tubuh yang bugar, siswa akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk saat mengikuti seleksi masuk TNI,” ujar Koptu Eko Azis di hadapan para siswa.

Selain praktik kebugaran jasmani, Babinsa juga memberikan sosialisasi terkait mekanisme, persyaratan, dan tahapan penerimaan prajurit TNI AD. 

Dalam kesempatan itu, ia meluruskan berbagai anggapan keliru yang kerap berkembang di masyarakat dengan menegaskan bahwa proses rekrutmen TNI dilakukan secara transparan, objektif, dan tanpa dipungut biaya.

Sementara itu, Kepala SMA Mataram Tempursari, Rina Azizah, S.Pd, menyampaikan bahwa generasi muda merupakan aset strategis bangsa yang harus dipersiapkan secara matang, baik dari sisi fisik, mental, maupun karakter.

“Anak-anak kami adalah generasi penerus bangsa yang kelak melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan. Karena itu, mereka perlu dibekali semangat juang, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan yang kuat sejak dini,” tegasnya.

Ia menambahkan, kehadiran Babinsa di lingkungan sekolah memberikan dampak positif bagi siswa, khususnya dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kesadaran akan pentingnya pengabdian kepada negara. Kegiatan tersebut juga dinilai mampu membuka wawasan siswa terkait pilihan masa depan yang positif dan bermartabat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar semakin termotivasi untuk menjalani pola hidup sehat, menjauhi perilaku negatif, serta memiliki orientasi masa depan yang jelas. Kehadiran TNI di dunia pendidikan pun diharapkan menjadi inspirasi dalam mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan cinta tanah air.(Pendim0821)

16/01/2026

Wali Murid Keluhkan Kebijakan Guru Agama di SMPN 5 Lumajang yang Menyuruh Siswa Mengulang Tugas

Foto ilustrasi menggunakan AI 

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Wali murid kelas 9C SMP Negeri 5 Lumajang, Sri Diana, menyampaikan keluhan terkait kebijakan salah satu guru agama yang memerintahkan seluruh siswa mengulang penulisan tugas satu bab penuh, meski tugas tersebut telah dikerjakan dan dikumpulkan sesuai waktu yang ditentukan.

Sri Diana menjelaskan, permasalahan bermula ketika siswa mendapat tugas mencatat materi satu bab dengan ketentuan menghabiskan sekitar tiga hingga empat lembar kertas double folio bolak-balik. Tugas tersebut dikerjakan selama satu minggu sesuai instruksi guru.

“Sebagai orang tua, saya tidak mempermasalahkan tugas mencatat satu bab. Itu bagian dari proses pembelajaran,” ujar Sri Diana.

Namun, saat tugas hendak dikumpulkan pada hari Senin, guru yang bersangkutan menolak menerima tugas tersebut dan meminta seluruh siswa kelas 9C menulis ulang dari awal. Alasan penolakan karena tugas tidak dilubangi (diplong) dan tidak dimasukkan ke dalam map.

Menurut Sri Diana, keputusan tersebut disayangkan karena guru belum membaca maupun mengoreksi isi tugas siswa.

“Anak-anak langsung disuruh mengulang, padahal tugas sudah dikerjakan selama seminggu penuh,” katanya.

Ia mempertanyakan kejelasan instruksi di awal pemberian tugas. Menurutnya, tidak logis jika seluruh siswa dalam satu kelas melakukan kesalahan yang sama apabila ketentuan melubangi kertas dan menggunakan map telah disampaikan sejak awal.

“Kalau memang dari awal diwajibkan diplong dan dimasukkan ke map, rasanya tidak mungkin satu kelas melakukan kesalahan yang sama,” ujarnya.

Sri Diana mengaku telah mengonfirmasi permasalahan tersebut kepada pihak kepala sekolah. Namun, ia mendapat penjelasan bahwa kebijakan mengulang tugas dianggap sebagai bagian dari tujuan pembelajaran dan disebut sebagai bentuk hukuman

“Prinsip Dalam pembelajaran Mendalam , tidak ada konsep hukuman. Prinsipnya adalah Berkesadaan , bermakna, dan menggembirakan, ” katanya.

Ia menilai pendekatan tersebut tidak sejalan dengan prinsip pembelajaran yang menekankan kesadaran, kebermaknaan, dan suasana belajar yang menyenangkan.

“Faktanya, anak-anak justru merasa stres, kelelahan, bahkan ada yang menangis,” ungkapnya.

Menurut Sri Diana, persoalan utama bukan pada tugas mencatat, melainkan pada keputusan untuk mengulang seluruh tugas tanpa koreksi terlebih dahulu. 

Ia menilai solusi bisa dilakukan dengan meminta siswa melengkapi administrasi tugas tanpa harus menulis ulang keseluruhan isi.

Sri Diana berharap pihak sekolah dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan agar tidak berdampak pada kondisi psikologis siswa.

“Jika terjadi miskomunikasi, seharusnya bisa diklarifikasi bersama, bukan langsung membebani siswa dengan tugas ulang,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Kepala SMP Negeri 5 Lumajang belum memberikan keterangan resmi saat dimintai konfirmasi.(Imam).

Editor: Ayu 


05/01/2026

Kasdim 0821/Lumajang Pimpin Pembekalan Wawasan Kebangsaan di Ponpes Miftahul Ulum Jatiroto


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada santri dan santriwati Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI AD dalam rangka menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta Tanah Air kepada generasi muda.

Dalam penyampaiannya, Mayor Inf Tanuri menekankan pentingnya menanamkan semangat nasionalisme, rasa senasib sepenanggungan, serta persatuan sebagai satu bangsa dan satu tanah air, khususnya di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Kita harus menanamkan nasionalisme dan rasa senasib sebangsa serta setanah air. Bangsa Indonesia ini berdiri karena persatuan, bukan karena perbedaan. Oleh karena itu, generasi muda harus menjadi penjaga persatuan bangsa,” tegas Kasdim.

Kasdim juga menyampaikan apresiasi kepada para santri yang menempuh pendidikan di pondok pesantren. Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda yang kuat, seimbang antara ilmu agama dan nilai kebangsaan.

“Kalian patut bersyukur bisa belajar di pesantren. Di sini kalian dididik agama secara maksimal, sehingga kualitas akhlaknya jauh lebih baik. Jika akhlak sudah baik, maka kecintaan kepada bangsa dan negara akan tumbuh dengan sendirinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mayor Inf Tanuri menjelaskan bahwa nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan. 

Santri diharapkan mampu menjadi generasi yang religius, berwawasan kebangsaan, serta mampu menangkal paham-paham yang dapat memecah persatuan bangsa.

Melalui pembekalan ini, diharapkan para santri dan santriwati Ponpes Miftahul Ulum dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, cinta Tanah Air, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.

Menutup kegiatan, Kasdim 0821/Lumajang kembali menegaskan harapannya kepada para santri.

“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa nasionalis. Dari pesantren inilah akan lahir generasi yang mampu menjaga keutuhan NKRI,” pungkas Mayor Inf Tanuri. (Pendim 0821).

02/01/2026

Kodim 0821/Lumajang Terima Kunjungan Edukatif SMAN 2 Taruna Bhayangkara


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kodim 0821/Lumajang menerima kunjungan edukatif dari SMAN 2 Taruna Bhayangkara Jawa Timur yang diikuti sebanyak 24 siswa, bertempat di Ruang Data Kodim 0821/Lumajang, Jumat (2/1/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, serta cinta Tanah Air.

Dalam kesempatan tersebut Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan sebagai materi utama, yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam pemaparannya, Kasdim 0821/Lumajang menegaskan bahwa tantangan bangsa ke depan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga ideologis, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, generasi muda harus dibekali pemahaman yang kuat tentang jati diri bangsa.

“Adik-adik adalah calon pemimpin masa depan. Wawasan kebangsaan harus tertanam kuat sejak dini agar mampu menghadapi berbagai tantangan global tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia,” tegas Kasdim.

Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat persatuan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

“Kedisiplinan dan rasa cinta Tanah Air tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan prestasi. Itulah modal utama untuk membangun bangsa yang kuat,” tambahnya.

Selain menerima materi, para siswa juga mendapatkan gambaran singkat tentang tugas pokok TNI AD, peran Kodim dalam pembinaan teritorial, serta kontribusi TNI dalam menjaga stabilitas keamanan dan membantu masyarakat, khususnya dalam penanggulangan bencana.

Sementara itu, Komite SMAN 2 Taruna Bhayangkara Jawa Timur Seksi Kesiswaan Dwi Astuti, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan pembekalan yang diberikan oleh Kodim 0821/Lumajang. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membentuk karakter siswa yang berjiwa nasionalis dan berintegritas.

Sebagai penutup, Kasdim 0821/Lumajang kembali menegaskan komitmen TNI dalam mendukung dunia pendidikan.

“Kodim 0821/Lumajang selalu terbuka untuk kegiatan edukatif. Kami berharap wawasan yang diperoleh hari ini menjadi bekal berharga bagi adik-adik untuk menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh, berkarakter, dan cinta Indonesia,” pungkasnya. (Pendim 0821).

16/12/2025

Belajar di Tenda Darurat Pascareupsi Semeru, Bang Pur Pastikan Hak Pendidikan Siswa Supiturang Tetap Terpenuhi


Lumajang (Onenewsjatim)
– Kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 2 Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, masih terus berlangsung meski sekolah mereka terdampak parah erupsi Gunung Semeru. Untuk sementara, proses pembelajaran harus dilaksanakan di tenda darurat, Selasa (2025).

Berdasarkan pantauan di lapangan, sebanyak 94 siswa mengikuti pelajaran di tenda putih yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kondisi belajar masih sangat terbatas, bahkan beberapa siswa terlihat tidak mengenakan sepatu lantaran basah terkena hujan.

Salah seorang siswa kelas V, Ilya, mengaku terpaksa tidak memakai sepatu karena kondisinya belum kering setelah kehujanan.

Diketahui, bangunan SDN 2 Supiturang mengalami kerusakan berat akibat erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada 19 November 2025. Akibatnya, seluruh aktivitas pendidikan dipindahkan ke sekolah darurat.

Menanggapi situasi tersebut, Anggota Komisi X DPR RI, H. Muhamad Nur Purnamasidi atau yang dikenal dengan sapaan Bang Pur, turun langsung meninjau kegiatan belajar siswa di tenda darurat Desa Supiturang.

Dalam kunjungannya, ia menyerahkan berbagai bantuan penunjang pendidikan, seperti rompi, tas sekolah, seragam, buku pegangan guru, serta bahan ajar.

Bang Pur menegaskan bahwa sektor pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama meskipun berada di wilayah yang terdampak bencana alam.

Menurutnya, penanganan pascabencana kerap hanya ramai di awal, namun berkurang perhatiannya dalam jangka panjang. Oleh karena itu, ia menilai pelayanan pendidikan tidak boleh mengalami penurunan sedikit pun.

“Ini menyangkut masa depan anak-anak. Pelayanan pendidikan harus tetap maksimal walaupun mereka berada di daerah terdampak bencana,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa dukungan anggaran dari pemerintah pusat sangat memungkinkan, termasuk pemanfaatan dana siap pakai atau dana Bendahara Umum Negara (BUN) yang dapat dicairkan sesuai kebijakan Presiden.

“Jangan sampai ada anak yang berhenti sekolah karena faktor ekonomi atau dampak bencana. Soal anggaran, negara sebenarnya siap,” ujarnya.

Selain itu, Bang Pur mendorong percepatan koordinasi lintas kementerian, mulai dari Komisi X DPR RI, Kemendikdasmen, hingga Kementerian Keuangan, agar penanganan pendidikan di wilayah terdampak segera masuk tahap pemulihan.

Ia juga menyinggung opsi regrouping sekolah dengan tetap memperhatikan aspek jarak, keamanan, serta kondisi psikologis peserta didik.

Sementara itu, Kasi Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Andri Wahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah provinsi maupun pusat terkait penanganan pendidikan pascabencana.

Ia menyebutkan, sejumlah tim dari kementerian telah turun langsung ke lokasi dan menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah, paket keluarga, serta tenda pembelajaran darurat.

Menurut Andri, pola pembelajaran di sekolah darurat lebih menitikberatkan pada pemulihan kondisi psikologis siswa. Porsi materi akademik sengaja dikurangi untuk memberi ruang pada trauma healing.

Hal senada disampaikan Kepala SDN 2 Supiturang, Ali Wafi. Ia mengungkapkan bahwa cuaca menjadi tantangan utama selama pelaksanaan sekolah darurat.

Saat hujan turun, air kerap masuk ke dalam tenda, dan banyak siswa pulang dalam kondisi basah sehingga sepatu mereka harus dijemur.

“Sekarang ada dua tenda, masing-masing digunakan untuk tiga kelas. Kami berharap ke depan anak-anak bisa segera belajar di tempat yang lebih aman dan layak,” katanya.

Ali Wafi menambahkan, meski pembelajaran tetap berjalan, materi akademik dikurangi hingga sekitar 75 persen, sementara fokus utama diarahkan pada pemulihan mental dan kenyamanan siswa pascabencana.

02/12/2025

TNI Dampingi Guru di Sekolah Darurat, Pastikan Hak Belajar Anak Korban Semeru Terpenuhi


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Komitmen menjaga keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak terdampak erupsi Gunung Semeru terus diwujudkan oleh jajaran TNI. Pada Selasa (2/12/2025), Serma Tri Priyo Santoso bersama personel lainnya turun langsung memberikan pendampingan kepada para guru yang mengajar murid-murid sekolah dasar di Sekolah Darurat.

Kegiatan ini digelar sebagai respons atas keterbatasan sarana belajar akibat kerusakan fasilitas pendidikan di wilayah terdampak. Melalui pendampingan tersebut, personel TNI membantu memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif meski dilakukan di tengah keterbatasan.

Serma Tri Priyo Santoso mengatakan bahwa kebutuhan akan pendidikan tidak boleh terputus meski dalam situasi darurat. 

“Anak-anak adalah generasi penerus. Tugas kami adalah memastikan mereka tetap bisa belajar dan mendapatkan perhatian yang layak, meskipun sedang menghadapi kondisi yang sulit,” ujarnya.

Selain membantu proses pengamanan dan penataan ruang belajar darurat, para personel juga turut memberikan motivasi kepada para murid agar tetap bersemangat mengikuti kegiatan sekolah. 

Guru-guru di sekolah darurat pun mengapresiasi kehadiran dan dukungan TNI yang dinilai sangat membantu menjaga kelangsungan proses pembelajaran.

Upaya pendampingan ini akan terus dilakukan selama fasilitas sekolah permanen masih dalam tahap pemulihan. Pemerintah dan berbagai pihak terkait juga tengah berupaya mempercepat pemulihan sarana pendidikan di wilayah terdampak bencana. (Pendim 0821).

12/11/2025

Terjaring Razia, Puluhan Pelajar di Lumajang Dapati Nongkrong Saat Jam Pelajaran


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Puluhan pelajar di Kabupaten Lumajang diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setelah kedapatan bolos sekolah dan nongkrong di sejumlah kafe saat jam pelajaran berlangsung.

Plt. Kasi Penyuluhan Bidang Gakda Satpol PP Lumajang, Chilmi, menyampaikan bahwa dalam dua hari pelaksanaan operasi penertiban pelajar, pihaknya berhasil mengamankan 21 siswa dari berbagai sekolah.

“Kemarin ada 9 anak dan hari ini kami amankan 12 anak. Ada yang bahkan membawa pakaian ganti dari rumah dan handphone,” ujar Chilmi, Rabu (12/11/2025).

Dijelaskannya, para pelajar tersebut ditemukan saat petugas Satpol PP melakukan patroli rutin di beberapa titi termasuk area kafe dan tempat nongkrong di wilayah  Kabupaten Lumajang.

“Mereka langsung kami amankan dan dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan serta pembinaan,” jelasnya.

Chilmi menambahkan, sebagian besar pelajar yang terjaring merupakan siswa tingkat SMA sederajat, sementara beberapa lainnya masih duduk di bangku SMP.

“Alasan mereka membolos beragam, mulai dari terlambat masuk sekolah hingga mengaku sedang mengerjakan tugas. Namun tetap saja, kegiatan tersebut dilakukan pada jam belajar, jadi tetap kami tindak,” katanya.

Satpol PP memberikan sanksi berupa pembinaan ringan dan memanggil pihak sekolah serta orang tua masing-masing pelajar untuk dilakukan pembinaan lanjutan.

“Setelah didata, pembinaan kami serahkan ke pihak sekolah dan orang tua agar ada pengawasan lebih lanjut,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Chilmi juga mengimbau para pelajar agar tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar yang telah diberikan oleh orang tua dan sekolah.

“Masa depan kalian ditentukan oleh usaha dan kedisiplinan kalian hari ini. Gunakan waktu sebaik mungkin untuk menuntut ilmu dan banggakan orang tua serta sekolah,” pesannya.

Selain menertibkan pelajar, Satpol PP Lumajang juga mengamankan empat anak punk asal Kabupaten Malang yang kedapatan berada di kawasan lampu merah Jalan Panjaitan.

“Empat anak punk yang kami amankan, salah satunya perempuan berusia 18 tahun. Mereka kami amankan setelah adanya pengaduan dari masyarakat,” pungkasnya.

20/10/2025

27 Tim Pelajar Adu Hebat di Turnamen Bola Voli Piala Kapolres Lumajang 2025



Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebanyak 27 tim pelajar SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Lumajang unjuk kemampuan dalam ajang bergengsi Turnamen Bola Voli Piala Kapolres Lumajang Tahun 2025 yang digelar di Lapangan SMA Negeri 3 Lumajang, Senin (20/10/2025).

Turnamen yang berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Oktober 2025, secara resmi dibuka oleh Ps. Kasat Binmas Polres Lumajang, Iptu Irdani Isma.

Dalam sambutannya, Iptu Irdani Isma menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, melainkan wadah pembinaan dan pengembangan bakat generasi muda di Kabupaten Lumajang.

 “Turnamen ini menjadi ajang pembinaan sekaligus wadah menyalurkan semangat dan bakat generasi muda di bidang olahraga, khususnya bola voli. Kami berharap dari sini lahir atlet-atlet berprestasi yang bisa membawa nama baik sekolah dan Kabupaten Lumajang,” ujar Irdani.

Suasana pembukaan berlangsung meriah. Warna-warni seragam dari masing-masing tim memenuhi lapangan SMA Negeri 3 Lumajang, mencerminkan antusiasme pelajar untuk berkompetisi secara sehat dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Lebih lanjut, Iptu Irdani Isma menjelaskan bahwa Piala Kapolres Lumajang Cup 2025 ini juga bertujuan mempererat persaudaraan antar pelajar serta menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan generasi muda.

“Melalui turnamen ini, kami ingin membangun semangat sportivitas dan persaudaraan antar pelajar. Semoga kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah positif bagi anak-anak kita untuk berkembang dan berprestasi,” tambahnya.

Irdani juga menekankan bahwa kegiatan olahraga seperti ini sejalan dengan upaya Polres Lumajang dalam menciptakan generasi muda yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia.

“Lebih dari sekadar perebutan trofi, ajang ini merupakan langkah nyata kepolisian dalam membina karakter bangsa. Kami ingin para pelajar menjadi generasi penerus yang kuat, bermental positif, dan ikut menjaga situasi Lumajang agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Turnamen yang diikuti 27 tim pelajar ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga bola voli di Lumajang sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan kepolisian dalam pembinaan generasi muda.

20/09/2025

Ny. Anita Kurnia Rahman: Pendidikan Anak Harus Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua


Lumajang, (Onenewsjatim) –
TK Kartika IV-70 Lumajang menggelar kegiatan Parenting dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2025 M dengan tema “Tauladan Nabi Muhammad SAW: Tumbuhkan Cinta pada Anak”, Sabtu (20/9/2025). 

Acara yang digelar di halaman sekolah ini diikuti guru, wali murid, serta peserta didik dengan penuh antusias.

Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator Kodim 0821 Cabang IV-70, Ny. Anita Kurnia Rahman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai momen mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai teladan beliau dalam kehidupan keluarga.

“Rasulullah adalah sosok panutan terbaik, penuh kasih sayang dan kelembutan dalam memperlakukan anak. Melalui kegiatan parenting ini, kami ingin mengajak para orang tua untuk menumbuhkan rasa cinta, perhatian, dan pendidikan penuh keteladanan kepada putra-putrinya,” ujar Ny. Anita.

Ia juga menegaskan pentingnya peran kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk karakter anak sejak dini. 

Menurutnya, pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan juga harus berkesinambungan di lingkungan keluarga.

Kegiatan ini diisi dengan tausiyah tentang keteladanan Rasulullah SAW, sesi diskusi parenting antara guru dan wali murid, serta penampilan anak-anak didik yang menampilkan nuansa religi. Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan terlihat sepanjang acara.

Melalui peringatan Maulid Nabi ini, TK Kartika IV-70 Lumajang berharap dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat hubungan harmonis antara guru, orang tua, dan peserta didik dalam mendidik generasi yang berakhlak mulia. (Imam)



09/09/2025

Simbol Kepedulian, Bupati Lumajang Beri Sepatu Baru untuk Siswa Kurang Mampu


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Senyum sumringah tampak terpancar dari wajah puluhan siswa di Kecamatan Pasrujambe, Lumajang, Selasa (9/9/2025) pagi. 

Mereka tampak antusias saat menerima sepatu sekolah baru yang langsung diserahkan oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, yang akrab disapa Bunda Indah, didampingi Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma.

Pembagian sepatu gratis itu dilakukan di tiga titik, yakni SD Negeri Pagowan 01, Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Desa Sukorejo, dan SMP Negeri Pasrujambe. 

Kehadiran rombongan Bupati dalam rangka kegiatan Setor Madu (Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu) Kecamatan Pasrujambe disambut hangat oleh guru dan siswa.

Di halaman SD Pagowan 01, suasana haru terasa ketika Bunda Indah menyalami satu per satu anak penerima bantuan. 

“Pendidikan adalah pintu masa depan. Kami ingin semua anak Lumajang melangkah ke sekolah dengan rasa percaya diri yang sama,” ucapnya lantang di hadapan para siswa.

Bunda Indah mengungkapkan, masih banyak anak di pelosok desa yang datang ke sekolah dengan sepatu usang, bahkan tanpa alas kaki. 

“Itu menyentuh hati. Maka pemerintah hadir bukan hanya untuk membantu fisik mereka, tapi juga memulihkan semangat dan rasa percaya diri,” imbuhnya.

Tak hanya sebatas berbagi perlengkapan sekolah, menurut Bunda Indah, program ini adalah simbol nyata kepedulian pemerintah terhadap masa depan generasi muda Lumajang. Ia menekankan bahwa kesehatan dan pendidikan merupakan satu kesatuan penting yang harus diperhatikan.

“Anak yang sehat akan lebih mudah menyerap pelajaran dan tumbuh menjadi pribadi yang produktif. Ini bukan hanya soal memberi bantuan, tapi membangun kepercayaan sekaligus memastikan pemerintah hadir di tengah rakyat,” jelasnya.

Para siswa pun terlihat gembira mencoba sepatu barunya. Beberapa bahkan langsung memakainya di tempat, sambil berlari kecil penuh keceriaan. 

Menutup kegiatannya, Bunda Indah berharap langkah sederhana ini mampu membawa dampak besar. 

“Kita ingin anak-anak Lumajang, dari kota sampai desa, punya pijakan kuat untuk meraih cita-cita mereka,” pungkasnya.

25/08/2025

Minimnya Koleksi Baru di Perpusda Lumajang, Disarpus Janji Tambah 9 Ribu Eksemplar Buku Tahun Ini


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Minimnya pengadaan koleksi buku baru di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Lumajang mendapat sorotan dari masyarakat. Banyak pengunjung, terutama kalangan pelajar dan mahasiswa, mengeluhkan koleksi yang sebagian besar masih berupa buku lama sehingga kurang diminati.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disarpus Lumajang, Indra Wibowo Leksana, S.Sos., M.M, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan literasi masyarakat, baik melalui koleksi fisik maupun digital.

“Untuk koleksi buku yang ada saat ini, jumlahnya sekitar 24 ribu judul dengan total eksemplar mencapai 70 hingga 80 ribu. Memang tidak semua judul bisa langsung kita hafal, tetapi jumlah itu cukup banyak,” ujar Indra saat ditemui wartawan.

Selain koleksi cetak, Perpusda Lumajang juga menyediakan layanan digital. Saat ini terdapat 350 judul e-book yang bisa diakses masyarakat, dengan total lebih dari seribu eksemplar. 

Tak hanya itu, Perpusda juga berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional melalui program POJADI (Pojok Baca Digital) yang ditempatkan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lumajang.

“Di POJADI ada sekitar 800 judul, yang jika dihitung bisa mencapai ribuan eksemplar. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan Perpustakaan Provinsi Jawa Timur dan Perpusnas yang menyediakan ribuan judul e-book. Bahkan di Perpusnas ada sekitar 73 ribu judul yang bisa diakses oleh masyarakat Lumajang,” jelasnya.

Indra menambahkan, layanan e-book ini dapat diakses dengan mudah, baik dari rumah maupun kantor, asalkan masyarakat sudah menjadi anggota perpustakaan. Sistem peminjaman juga sudah terintegrasi secara digital dengan batas waktu peminjaman selama dua minggu.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa koleksi buku cetak di Lumajang memang jarang mengalami pembaruan sejak pandemi Covid-19.

 “Sejak Covid-19, anggaran lebih banyak difokuskan pada sektor kesehatan sehingga pengadaan buku tidak menjadi prioritas utama. Baru tahun 2025 ini kami bisa kembali melakukan pengadaan koleksi baru,” ujarnya.

Disarpus memastikan pada tahun ini akan ada tambahan 119 judul baru atau sekitar 9 ribu eksemplar yang segera tersedia bagi masyarakat. 

“Insyaallah bulan depan buku-buku baru itu sudah bisa dinikmati. Untuk e-book pun akan kami perbarui agar lebih relevan dengan kebutuhan pembaca,” ungkapnya.

Terkait jenis buku yang paling diminati, Indra mengakui bahwa novel menjadi salah satu koleksi favorit pengunjung. Oleh karena itu, pihaknya berencana menampung aspirasi masyarakat agar pengadaan buku selanjutnya sesuai dengan kebutuhan pembaca.

“Banyak masukan dari masyarakat yang menginginkan novel terbaru. Kami terbuka, masyarakat bisa menyampaikan saran buku apa yang diinginkan. Data itu akan kami olah dan wujudkan dalam pengadaan berikutnya,” kata Indra.

Ia menegaskan, Disarpus berkomitmen untuk selalu mengembangkan layanan, baik koleksi manual maupun digital, agar kebutuhan literasi masyarakat Lumajang bisa terpenuhi. 

“Harapan kami, setiap tahun ada pembaruan koleksi, sehingga perpustakaan semakin menarik minat baca warga,” pungkasnya.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved