-->

19/03/2026

Malam Takbiran 2026, Polres Lumajang Siapkan Penyekatan di Sejumlah Titik Strategis


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Polres Lumajang bersama tim gabungan dari TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan akan memberlakukan penyekatan di sejumlah titik strategis pada malam takbiran Idul Fitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menegaskan bahwa masyarakat yang hendak merayakan malam takbiran dengan cara konvoi kendaraan akan diputar balik di titik-titik penyekatan yang telah disiapkan.

“Untuk kegiatan takbiran, kami sarankan dilaksanakan di masjid atau lingkungan masing-masing. Jika ada masyarakat yang ingin menikmati suasana malam, kami akan lakukan penyekatan di beberapa titik untuk mencegah penumpukan massa di jalan raya,” ujar Alex di konfirmasi usia memantau pengamanan pawai ogoh-ogoh di Senduro.

Ia menjelaskan, sejumlah titik penyekatan akan difokuskan di jalur utama, di antaranya wilayah utara menuju Kota Lumajang yang akan disekat di Kecamatan Sukodono, jalur selatan di kawasan Gladak Abang, serta wilayah timur di Simpang Tiga JLT Tukum, Kecamatan Tekung. 

Selain itu, akses masuk ke pusat kota dan Alun-Alun Lumajang juga akan diberlakukan penyekatan.

Menurut Alex, pengamanan malam takbiran diawali dengan apel gabungan yang melibatkan seluruh unsur terkait. Setelah berbuka puasa, personel akan langsung menempati pos-pos yang telah ditentukan.

Dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Lumajang menyiapkan total 532 personel gabungan. Rinciannya, sebanyak 366 personel dari kepolisian dan 166 personel dari unsur TNI, pemerintah daerah, serta stakeholder terkait lainnya.

“Kami juga mendirikan satu pos pelayanan dan satu pos pengamanan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga akan melakukan patroli rutin di titik-titik rawan kemacetan, kecelakaan, serta potensi tindak kejahatan. Pengawasan juga diperketat di lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan, termasuk tempat wisata pasca Lebaran.

Alex turut mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan petasan atau kembang api yang berpotensi menimbulkan ledakan maupun kebakaran.

“Kembang api yang tidak menimbulkan ledakan masih bisa ditoleransi dengan pengawasan, namun yang berpotensi membahayakan kami larang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan warga yang akan mudik agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan rumah yang ditinggalkan. Masyarakat diminta berkoordinasi dengan aparat setempat maupun kepolisian untuk melakukan pemantauan bersama.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat dapat merayakan malam takbiran dan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkas Alex. (Imam)


Ribuan Warga Padati Pawai Ogoh-Ogoh di Senduro, Toleransi Terjalin di Tengah Ramadan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Raya Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (18/3/2026) malam. 

Mereka antusias menyaksikan pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Sebanyak 15 ogoh-ogoh atau patung raksasa yang melambangkan Bhuta Kala diarak dari depan Pura Mandara Giri Semeru, diiringi tabuhan musik tradisional dan tarian khas yang menggema sepanjang rute pawai. Suasana semakin semarak dengan sorak penonton yang memenuhi sisi jalan.

Prosesi pengerupukan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi ini berlangsung khidmat sekaligus meriah. Ogoh-ogoh diarak mengelilingi desa sebagai simbol menetralisir energi negatif sebelum memasuki hari penyepian.

Menariknya, tradisi ini tidak hanya menjadi milik umat Hindu, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat Muslim setempat. 

Mengingat pelaksanaannya bertepatan dengan bulan suci Ramadan, kegiatan pawai sengaja dimulai setelah salat tarawih sebagai bentuk toleransi antarumat beragama.

Salah satu warga Muslim, Lisa, mengaku terkesan dengan kemeriahan pawai tersebut. Ia bahkan baru pertama kali menyaksikan langsung tradisi ogoh-ogoh.

“Ini pertama kali saya lihat ogoh-ogoh, rasanya senang sekali. Yang nonton juga banyak, tidak hanya umat Hindu, tapi juga Muslim. Apalagi dilaksanakannya setelah salat tarawih,” ujarnya di lokasi.

Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kemenag Jawa Timur, Budiono, menjelaskan bahwa pengerupukan merupakan ritual sakral yang dilakukan sehari sebelum Nyepi. Dalam prosesi tersebut, ogoh-ogoh yang melambangkan Bhuta Kala atau energi negatif diarak keliling desa untuk dinetralisir.

“Ogoh-ogoh ini simbol energi negatif. Diarak keliling desa sebagai bentuk pembersihan, kemudian dimusnahkan agar tidak mengganggu pelaksanaan Catur Brata Penyepian,” kata Budiono.

Ia menambahkan, penyesuaian waktu pelaksanaan pawai menjadi bentuk nyata toleransi yang telah terjalin lama di Senduro. Dengan digelarnya pawai setelah tarawih, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat turut menyaksikan tanpa mengganggu ibadah masing-masing.

“Ini bentuk kebersamaan yang luar biasa. Tahun ini istimewa karena bertepatan dengan Ramadan dan juga mendekati Idul Fitri. Kami ingin semua umat bisa menjalankan ibadah dengan nyaman sekaligus menjaga kerukunan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, penyesuaian waktu pelaksanaan menjadi wujud nyata toleransi antarumat beragama di Senduro.

“Kegiatan ini kami mulai setelah tarawih agar tidak mengganggu ibadah umat Muslim. Justru dengan begitu, semua warga bisa ikut menyaksikan dan merasakan kebersamaan,” tambahnya.

Budiono juga menilai momen tahun ini sangat istimewa karena perayaan Nyepi berdekatan dengan bulan Ramadan hingga Idul Fitri.

“Ini momentum luar biasa. Umat Hindu akan melaksanakan Nyepi, sementara umat Muslim menjalankan ibadah puasa hingga Idul Fitri. Maka penting bagi kita semua untuk terus menjaga kerukunan dan saling menghormati,” katanya.

Ia menjelaskan, setelah pengerupukan, umat Hindu akan menjalani Catur Brata Penyepian selama 24 jam, yang meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menikmati hiburan).

Menurut Budiono, toleransi di Senduro tidak hanya terlihat saat perayaan, tetapi juga dalam proses pembuatan ogoh-ogoh. Warga Muslim kerap turut membantu sejak tahap perancangan hingga penyelesaian

Sementara itu, suasana toleransi di Senduro sudah menjadi tradisi yang terjaga. Tidak hanya dalam pelaksanaan pawai, proses pembuatan ogoh-ogoh pun kerap melibatkan warga lintas agama.

Keharmonisan ini menjadi contoh nyata kehidupan masyarakat yang rukun di tengah perbedaan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam keberagaman. (Imam)


.


18/03/2026

Pemudik Diimbau Waspada, Ini Titik Rawan Perlambatan di Jalur Lumajang


Lumajang (Onenewsjatim)
– Pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Lumajang diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah titik rawan perlambatan arus lalu lintas, terutama di jalur utara.

Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan potensi kemacetan diperkirakan tidak terlalu signifikan, namun perlambatan kendaraan kemungkinan terjadi di beberapa lokasi.

“Kalau kemacetan mungkin kecil, tapi potensi perlambatan ada, terutama di wilayah utara seperti Ranuyoso. Di sana ada dua pasar tumpah, yakni Pasar Ranuyoso dan Pasar Wates Wetan di perbatasan Lumajang–Probolinggo,” ujarnya.

Selain itu, perlambatan juga diprediksi terjadi di kawasan Klakah, khususnya di perlintasan kereta api. Aktivitas keluar-masuk kendaraan serta penutupan palang pintu saat kereta melintas menjadi salah satu pemicu antrean.

“Di Klakah juga berpotensi terjadi perlambatan, terutama di perlintasan kereta api. Untuk antisipasi, kami telah menempatkan pos pengamanan di Terminal Klakah,” tambahnya.

Menurut Suprapto, petugas kepolisian akan melakukan pengaturan arus lalu lintas di titik-titik tersebut apabila terjadi kepadatan kendaraan. Personel juga disiagakan untuk membantu mengurai antrean.

“Kalau memang terjadi kepadatan, anggota akan melakukan pengaturan. Di Ranuyoso juga dibackup personel Polsek, dan bila diperlukan bisa ditambah dari pos pengamanan,” jelasnya.

Polres Lumajang juga menyiapkan jalur alternatif bagi pemudik untuk menghindari kepadatan, khususnya dari arah utara.

“Dari arah perbatasan Probolinggo–Lumajang, pengendara bisa berbelok ke kanan. Jalur tersebut tembus ke selatan Polsek Ranuyoso hingga Kedungjajang,” terangnya.

Sementara itu, untuk menghindari perlambatan di Klakah, pengendara dapat mengambil jalur alternatif melalui kawasan Ranu.

“Dari simpang empat Alfamart Klakah, bisa belok kiri masuk jalur dalam area Ranu, nanti tembus ke simpang tiga pom bensin Klakah,” imbuhnya.

Tak hanya pengamanan arus mudik, kepolisian juga mengantisipasi potensi tindak kejahatan di rumah kosong yang ditinggal pemudik.

“Kami dari tim preventif akan patroli ke perumahan-perumahan yang ditinggal pemudik untuk menjaga keamanan,” tegas Suprapto.

Sementara itu, Kanit Turjagwali Satlantas Polres Lumajang, Ipda Aulia Dheta Astarika, menambahkan bahwa tim urai kemacetan telah disiagakan untuk merespons cepat jika terjadi kepadatan lalu lintas.

“Apabila terjadi kemacetan, tim urai akan bergerak cepat untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas,” katanya.

Ia menyebut, waktu rawan perlambatan umumnya terjadi pada pagi hari di kawasan Pasar Ranuyoso dan sore hari di wilayah Klakah.

“Pagi hari di Pasar Ranuyoso, sedangkan sore hari di Klakah, terutama saat aktivitas di stasiun dan perlintasan kereta api meningkat,” jelasnya.

Aulia memperkirakan durasi perlambatan di kedua titik tersebut bisa mencapai sekitar tiga jam, meski arus kendaraan tetap berjalan.

“Perkiraan sekitar tiga jam, baik pagi di Ranuyoso maupun sore di Klakah. Namun arus tetap bergerak, hanya saja melambat,” pungkasnya.(Imam)

465 Ribu Pekerja Lumajang Belum Tersentuh Jaminan Sosial Ketenagakerjaan


Lumajang, (DOC) -
Sebanyak 465.888 penduduk bekerja di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat belum terlindungi program jaminan sosial tenaga kerja dari . Angka ini menunjukkan masih rendahnya tingkat kepesertaan pekerja dalam program perlindungan ketenagakerjaan.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang hingga awal 2026, capaian kepesertaan baru mencapai 16,08 persen atau setara 89.266 orang dari total 555.154 penduduk bekerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang, , mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi data hingga Maret 2026.

“Sebanyak 89.266 atau 16,08 persen yang sudah terdaftar kepesertaan BPJS itu tersebar di seluruh Indonesia, namun KTP-nya Lumajang. Mereka ini bekerja di berbagai daerah,” ujar Delistyana, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, dari total peserta tersebut, hanya sekitar 50.098 pekerja yang benar-benar terdaftar dan bekerja di wilayah Lumajang. Sementara sisanya merupakan pekerja asal Lumajang yang bekerja di luar daerah.

Menurut Delistyana, pihaknya terus berupaya meningkatkan cakupan kepesertaan, terutama bagi pekerja yang berada di wilayah Lumajang.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang menargetkan peningkatan cakupan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) dari 16,08 persen menjadi 20 persen pada tahun 2026.

“Masih ada kekurangan sekitar 22.042 pekerja yang harus segera didaftarkan. Kami optimistis target tersebut bisa tercapai hingga akhir tahun,” pungkasnya.

17/03/2026

Mudik Lebaran 2026, Ratusan Warga Lumajang Berangkat Gratis ke Surabaya


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Ratusan warga Kabupaten Lumajang tampak antusias mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lumajang, Selasa (17/3/2026). 

Sebanyak 117 pemudik diberangkatkan menggunakan tiga armada bus dari Gedung Sudjono Lumajang menuju Surabaya.

Pantauan di lokasi, halaman Gedung Sudjono yang berada di Jalan Alun-alun Selatan, Kelurahan Ditrotrunan, Kecamatan Lumajang dipadati warga sejak pagi. 

Suasana penuh kegembiraan terlihat dari para peserta yang bersiap berangkat menuju kampung halaman.

Tiga bus tersebut secara resmi dilepas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang, Agus Triyono.

Salah satu peserta mudik gratis, Zian Fernanda, mengaku sangat senang bisa mengikuti program tersebut. Ia menyebut pengalaman ini menjadi momen berkesan, terlebih karena ini merupakan kali pertama dirinya mengikuti mudik gratis dari pemerintah.

“Saya baru pertama kali ikut mudik gratis dari Pemkab Lumajang. Senang banget, apalagi bisa bertemu keluarga dan naik bus gratis,” ujarnya.

Zian menambahkan, dirinya mengetahui informasi program tersebut dari temannya yang kemudian membantu proses pendaftaran. Ia berangkat menuju Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya di Gresik.

Sementara itu, Sekda Lumajang Agus Triyono menyampaikan bahwa program mudik gratis tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya tersedia satu armada bus, kini pemerintah menyediakan tiga armada.

“Hari ini kami memberangkatkan 117 orang dari total kuota 120 yang telah disiapkan pemerintah. Ini menunjukkan partisipasi masyarakat terus meningkat,” ungkapnya.

Ia berharap program mudik gratis ini dapat membantu masyarakat menjalani perjalanan dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus mengurangi kepadatan arus lalu lintas serta risiko kecelakaan di jalan raya.

“Semoga program ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung mudik yang aman dan tertib,” pungkasnya.

16/03/2026

Ramp Check Mudik Lebaran 2026, Dua Bus AKAP di Terminal Menak Koncar Lumajang Tak Laik Jalan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Menjelang arus mudik Lebaran 2026, petugas gabungan melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Menak Koncar, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Senin (16/3/2026).

Pemeriksaan dilakukan oleh Satlantas Polres Lumajang bersama UPT P3 LLAJ wilayah Jember-Lumajang dan tim penguji kendaraan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini bertujuan memastikan kendaraan angkutan penumpang yang akan digunakan selama arus mudik dalam kondisi aman dan layak jalan.

Selain pengecekan kondisi kendaraan, para sopir bus yang tiba di terminal juga diminta turun untuk menjalani pemeriksaan kesehatan serta tes urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lumajang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, mengatakan bahwa dari total bus yang diperiksa, terdapat dua unit yang dinyatakan tidak memenuhi standar keselamatan operasional.

“Dari 14 unit bus yang menjalani pemeriksaan ramp check, terdapat dua bus yang dinyatakan tidak laik jalan,” ujar Ipda Dendy Cucu di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan, dua bus tersebut masing-masing Bus Burobudur Indah dan Bus Ladju dengan trayek Jember–Surabaya.

Menurutnya, bus tersebut dinyatakan tidak laik jalan karena ditemukan sejumlah kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.

“Bus tidak laik jalan karena handrem tidak berfungsi dengan baik, lampu sein depan dan belakang tidak berfungsi normal, serta kaca depan mengalami kerusakan,” jelasnya.

Petugas kemudian meminta kepada pihak sopir maupun perusahaan otobus agar segera melakukan perbaikan di bengkel terdekat sebelum kendaraan kembali dioperasikan.

“Kami mengimbau agar segera dilakukan perbaikan. Ramp check ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia menjelang Operasi Ketupat untuk memastikan keselamatan penumpang,” tegas Ipda Dendy.

Sementara itu, hasil pemeriksaan kesehatan dan tes urine terhadap para awak bus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Seluruh sopir dan kru bus dinyatakan dalam kondisi sehat serta tidak terindikasi menggunakan narkoba.

“Sebanyak 14 sopir dan kru bus yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkoba,” tambahnya.

13/03/2026

Jelang Mudik Lebaran, Pemkab Lumajang Tambal Jalan Berlubang Secara Bertahap


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Menjelang arus mudik Lebaran, Pemerintah Kabupaten Lumajang melakukan upaya percepatan perbaikan infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan bahwa saat ini masih banyak ruas jalan berlubang yang dinilai membahayakan keselamatan pengendara. Oleh karena itu, pemerintah daerah telah menurunkan tim khusus untuk melakukan perbaikan sementara.

“Banyak ruas jalan di Lumajang yang rusak dan membahayakan pengendara,” ujar Indah Amperawati.

Ia menjelaskan, perbaikan jalan dilakukan secara bertahap. Untuk kerusakan ringan dengan tingkat lubang di bawah 30 persen, Pemkab Lumajang langsung menurunkan tim kapling atau tim “ngapling” untuk melakukan penambalan jalan.

“Yang pertama, kalau lubang-lubangnya di bawah 30 persen, itu kita segera turunkan tim kapling untuk melakukan penambalan,” jelasnya.

Menurutnya, tim kapling sebenarnya sudah mulai bekerja di beberapa titik. Namun, proses perbaikan masih menghadapi kendala pada ketersediaan bahan material.

“Jadi sebenarnya tim kapling juga sudah jalan, hanya saja sebagian bahan-bahannya masih dalam proses,” katanya.

Sementara itu, untuk perbaikan jalan dengan tingkat kerusakan yang lebih berat, pemerintah daerah masih menunggu proses lelang proyek yang saat ini sedang berlangsung.

“Kemudian untuk perbaikan jalan yang berat, ini masih dalam proses lelang,” tambahnya.

Indah Amperawati juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat kendala dalam pengadaan bahan aspal yang masih dalam tahap pemesanan, sehingga proses perbaikan belum dapat dilakukan secara maksimal.

“Kendalanya bahan-bahan aspal saat ini dalam proses pemesanan,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap proses perbaikan dapat segera selesai sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan, khususnya saat arus mudik Lebaran, dapat melintas dengan aman dan nyaman di wilayah Lumajang.(tim)

Amankan Lebaran 2026, Polres Lumajang Kerahkan 300 Personel dan Buka Layanan 110


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Resor Lumajang mengerahkan sebanyak 300 personel gabungan dalam rangka pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Semeru 2026.

Pengamanan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di Alun-Alun Lumajang, Kamis (12/3/2026).

Kapolres Lumajang, Alex Sandy Siregar, mengatakan Operasi Ketupat Semeru 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

“Untuk Operasi Ketupat Semeru di Lumajang, sebanyak 300 personel gabungan kami terjunkan guna mengamankan rangkaian kegiatan masyarakat selama Lebaran,” ujar Alex.

Ia menjelaskan, pengamanan akan difokuskan pada sejumlah titik yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat, seperti masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, objek wisata, hingga terminal.

Selain itu, Polres Lumajang juga menyiapkan dua pos pengamanan untuk mendukung kelancaran operasi, yakni Pos Pengamanan (Pos Pam) di Kecamatan Klakah serta Pos Pelayanan (Pos Yan) di kawasan Kota Lumajang.

Menurut Alex, pos pelayanan tidak hanya berfungsi sebagai titik pengamanan, tetapi juga sebagai pusat layanan informasi bagi masyarakat, khususnya terkait perkembangan situasi arus lalu lintas selama periode mudik.

“Pelayanan yang kami berikan tidak hanya pengamanan, tetapi juga informasi terkait situasi arus lalu lintas sehingga masyarakat dapat mengatur perjalanan dengan lebih baik,” jelasnya.

Di pos pelayanan tersebut juga disiagakan layanan kesehatan lengkap dengan ambulans yang siap beroperasi selama 24 jam untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.

Selain itu, Polres Lumajang juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang hendak mudik ke kampung halaman.

“Kami juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang akan mudik serta melakukan patroli ke rumah-rumah warga yang ditinggalkan agar tetap aman,” tambahnya.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.

Beberapa potensi gangguan yang diantisipasi di antaranya pencurian kendaraan bermotor, aksi premanisme, balap liar, hingga potensi konflik antar kelompok.

Selain aspek keamanan, pihaknya juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, mengingat adanya prediksi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Pulau Jawa selama periode mudik Lebaran.

Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bantuan, Alex mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan call center kepolisian di nomor 110.

“Jika pemudik mengalami kesulitan di perjalanan, cukup menghubungi layanan 110. Tim kami akan segera merespons dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Kapolres juga mengapresiasi sinergitas seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.

Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama perayaan Idul Fitri di Kabupaten Lumajang.

“Kami berharap seluruh rangkaian mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Lumajang dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif,” pungkasnya.(Imam)

12/03/2026

Mudik Lebaran Aman, Polres Lumajang Siapkan 300 Personel Gabungan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Resor Lumajang menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Apel dilaksanakan di Alun-Alun Lumajang, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin jajaran Polres Lumajang dan dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Bupati Lumajang Indah Amperawati, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, serta Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi.

Dalam operasi pengamanan tahun ini, ratusan personel gabungan diterjunkan untuk memastikan kelancaran dan keamanan masyarakat selama momentum mudik dan libur Lebaran. Personel tersebut terdiri dari unsur kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga berbagai instansi terkait.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan, dari unsur Polri sendiri pihaknya menyiapkan sekitar 200 personel. Namun dengan dukungan dari berbagai instansi, jumlah total personel yang terlibat diperkirakan mencapai lebih dari 300 orang.

“Dari Polri sendiri kita siapkan sekitar 200 personel. Namun kita juga dibantu oleh pemerintah daerah, TNI, serta stakeholder lainnya. Jadi totalnya bisa lebih dari 300 personel yang akan memberikan pelayanan kepada masyarakat selama Idul Fitri,” ujar Alex Sandy Siregar.

Ia menjelaskan bahwa operasi tersebut tidak hanya fokus pada pengamanan arus lalu lintas, tetapi juga memberikan berbagai pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ke Kabupaten Lumajang.

Salah satu pelayanan yang disiapkan yakni informasi perkembangan situasi lalu lintas secara berkala, sehingga masyarakat dapat menentukan jalur perjalanan yang lebih aman dan lancar.

“Pelayanan yang kita berikan bermacam-macam, khususnya terkait informasi perkembangan arus lalu lintas. Dengan informasi tersebut masyarakat bisa mengatur strategi perjalanan di jalur-jalur yang ada di Lumajang,” jelasnya.

Selain itu, Polres Lumajang juga menyiapkan pos pelayanan terpadu yang dilengkapi dengan fasilitas kesehatan. Sejumlah ambulans disiagakan selama 24 jam untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis selama perjalanan.

“Pelayanan kesehatan juga sudah kita siapkan bersama pemerintah daerah. Ambulans disiagakan 24 jam untuk membantu masyarakat apabila ada keluhan kesehatan selama perjalanan,” tambahnya.

Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang akan mudik, serta patroli di kawasan permukiman untuk mengantisipasi tindak kejahatan di rumah-rumah yang ditinggal pemiliknya.

Menurut Kapolres, masyarakat yang membutuhkan bantuan saat perjalanan mudik dapat langsung menghubungi layanan darurat 110 yang akan terhubung dengan petugas.

“Jika ada pemudik yang mengalami kesulitan di perjalanan, cukup menelpon 110. Nanti tim kami akan mempelajari situasi yang dialami pemudik tersebut dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan,” katanya.

Ia mencontohkan, apabila kendaraan mengalami kerusakan atau kehabisan bahan bakar, petugas akan mengerahkan tim bantuan yang telah disiapkan di sejumlah titik pelayanan.

Alex menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan mudik Lebaran tidak lepas dari kerja sama semua pihak, baik dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, maupun berbagai elemen masyarakat.

“Ini adalah bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, serta stakeholder lainnya. Kami ingin memastikan masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya.(Imam)

Stok Daging Jelang Idul Fitri 2026 di Lumajang Dipastikan Aman


Lumajang (Onenewsjatim) –
Ketersediaan daging sapi dan ayam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri 2026 di Kabupaten Lumajang dipastikan dalam kondisi aman. Meskipun terjadi peningkatan permintaan, stok daging masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, drh. Endra Novianto, mengatakan bahwa hingga saat ini pasokan daging di Lumajang tidak mengalami kekurangan.

“Untuk ketersediaan daging sapi maupun daging ayam di Kabupaten Lumajang saat ini masih aman. Bahkan sapi dari Lumajang banyak yang dijual ke luar daerah,” ujar Endra.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat Lumajang tetap menjadi prioritas sehingga stok daging untuk konsumsi lokal dipastikan tetap tersedia menjelang hari raya.

Endra menjelaskan, peningkatan permintaan daging biasanya mulai terjadi sekitar H-10 hingga H-7 sebelum Idul Fitri. Hal tersebut merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap tahun.

“Biasanya memang sudah mulai ada peningkatan permintaan sekitar H-10 sampai H-7. Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan insyaallah kebutuhan masyarakat Lumajang tetap aman,” katanya.

Ia menambahkan, pada momen hari raya Idul Fitri jumlah pemotongan hewan juga mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah pemotongan bisa meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat dibanding hari biasa.

“Pada saat Idul Fitri biasanya pemotongan hewan meningkat karena masyarakat membutuhkan daging untuk berbagai kegiatan seperti syukuran atau kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Selain memastikan ketersediaan stok, DKPP Lumajang juga fokus pada pengawasan keamanan pangan. Pemerintah menyiapkan sarana, prasarana, serta petugas di Rumah Potong Hewan (RPH) guna memastikan daging yang beredar aman dikonsumsi.

“Kami memastikan proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, baik sebelum pemotongan (ante mortem) maupun setelah pemotongan (post mortem), sehingga daging yang dihasilkan memenuhi standar ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal,” ujarnya.

Pengawasan juga dilakukan secara berkala di pasar maupun kios daging untuk mengantisipasi adanya daging yang tidak layak konsumsi, seperti daging busuk atau daging belonggongan.

“Selama ini dari hasil survei di lapangan, kami belum menemukan adanya daging yang mencurigakan,” tambah Endra.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak khawatir dalam membeli daging menjelang Lebaran. Masyarakat disarankan membeli daging di kios langganan atau di pasar tradisional yang terpercaya.

“Silakan masyarakat membeli daging di kios langganan, terutama yang ada di pasar tradisional. Pilih daging yang berkualitas karena daging yang dipotong di rumah potong hewan sudah melalui serangkaian pemeriksaan,” pungkasnya. (Imam)

Jelang Mudik Lebaran 2026, Pemkab Lumajang Batasi Operasional Truk Angkutan Barang


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama periode libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pembatasan tersebut rencananya berlaku mulai Jumat, 13 Maret hingga Minggu, 29 Maret 2026, dengan waktu pembatasan setiap hari pukul 12.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang, Rasmin, mengatakan pembatasan ini menyasar kendaraan angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih.

“Yang dibatasi itu mobil barang dengan tiga sumbu atau lebih, seperti kereta gandengan, kereta tempel, serta kendaraan yang mengangkut hasil tambang dan material bangunan,” kata Rasmin, Kamis (12/3/2026).

Menurut Rasmin, pembatasan tersebut akan diterapkan di sejumlah ruas jalan strategis di wilayah Lumajang, khususnya jalur nasional yang kerap menjadi lintasan kendaraan berat.

Beberapa ruas yang masuk dalam kebijakan pembatasan di antaranya Jalan Nasional Probolinggo–Lumajang hingga arah Jember, serta jalur penghubung Lumajang–Malang melalui Piket Nol atau jalur selatan.

“Jalur Probolinggo–Lumajang sampai arah Jember, kemudian jalur Piket Nol yang menghubungkan Lumajang–Malang juga termasuk dalam penerapan pembatasan,” ujarnya.

Meski demikian, tidak semua kendaraan angkutan barang dilarang melintas. Dishub Lumajang memberikan pengecualian bagi kendaraan yang mengangkut kebutuhan penting masyarakat.

Beberapa di antaranya seperti angkutan bahan bakar minyak (BBM), hewan ternak, bahan pokok, pakan ternak, pupuk, bantuan bencana alam, hantaran uang, serta armada mudik gratis.

Namun, kendaraan yang mendapat pengecualian tersebut tetap diwajibkan membawa surat muatan resmi dari pemilik barang yang menjelaskan jenis dan tujuan pengiriman.

Rasmin menjelaskan kebijakan pembatasan operasional ini merupakan langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kemacetan maupun penumpukan kendaraan selama puncak arus mudik dan arus balik Lebaran.

“Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan selama arus mudik maupun arus balik Lebaran,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima serta memantau perkembangan arus lalu lintas sebelum berangkat.

“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati di jalan, mengecek kondisi kendaraan sebelum bepergian, serta memantau informasi lalu lintas agar perjalanan tetap aman dan lancar,” pungkas Rasmin.

11/03/2026

55 Perlintasan Dijaga Petugas Ekstra, KAI Daop 9 Jember Antisipasi Arus Mudik


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember memperkuat pengamanan jalur kereta api, khususnya di sejumlah perlintasan sebidang yang dinilai rawan.

Penguatan pengamanan ini dilakukan dengan menambah personel Petugas Jaga Lintasan Ekstra (PJL Ekstra) di berbagai titik perlintasan yang belum dijaga secara permanen, termasuk di wilayah Kabupaten Lumajang.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran yang diprediksi mengalami peningkatan mobilitas masyarakat.

“Penambahan petugas di perlintasan tidak terjaga serta penguatan pengawasan jalur melalui penilik jalan ekstra merupakan langkah preventif yang kami lakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat selama masa Angkutan Lebaran,” ujar Cahyo.

Secara keseluruhan, KAI Daop 9 Jember menempatkan tambahan petugas pada 55 titik perlintasan sebidang yang belum dijaga secara permanen.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 107 Petugas Jaga Lintasan Ekstra (PJL Ekstra) diterjunkan untuk membantu mengatur lalu lintas sekaligus meningkatkan kewaspadaan di jalur kereta api.

Penempatan petugas tambahan tersebut tersebar di beberapa wilayah operasional Daop 9 Jember. Di wilayah Pasuruan terdapat 3 titik dengan 6 petugas, Probolinggo 7 titik dengan 14 petugas, Lumajang 5 titik dengan 9 petugas, Jember 28 titik dengan 56 petugas, serta Banyuwangi 12 titik dengan 22 petugas.

Di Kabupaten Lumajang sendiri, pengamanan diperkuat di lima titik perlintasan, yakni di jalur Malasan – Randuagung, Ranuyoso – Klakah, Klakah – Randuagung, serta Randuagung – Jatiroto.

Menurut Cahyo, distribusi personel tersebut disesuaikan dengan tingkat kepadatan jalur kereta api serta jumlah perlintasan di masing-masing wilayah operasional.

Selain memperkuat penjagaan di perlintasan sebidang, KAI Daop 9 Jember juga menambah petugas penilik jalan ekstra pada 19 petak jalur yang membentang dari wilayah Pasuruan hingga Ketapang, Banyuwangi.

Sebanyak 19 personel tambahan diterjunkan untuk melakukan pemantauan kondisi jalur secara lebih intensif. Langkah ini dilakukan guna memastikan prasarana perkeretaapian tetap dalam kondisi aman dilalui, terutama pada periode dengan frekuensi perjalanan kereta api yang meningkat selama masa Angkutan Lebaran.

KAI berharap langkah penguatan pengamanan ini dapat meminimalisir potensi gangguan perjalanan kereta api sekaligus meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap disiplin dan berhati-hati saat melintas di perlintasan sebidang dengan selalu mematuhi rambu lalu lintas serta mendahulukan perjalanan kereta api demi keselamatan bersama,” pungkas Cahyo

10/03/2026

Cerita Haru di Lumajang, Nenek Sebatang Kara Dapat Perhatian Polisi di Bulan Ramadhan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Raut wajah bahagia terpancar dari Sutiana (80), seorang nenek yang telah bertahun-tahun hidup sebatang kara di rumah sederhana di Dusun Sukardawung, Kecamatan Karangbendo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Selasa (10/3/2026).

Di usianya yang sudah lanjut, Sutiana harus menjalani kehidupan seorang diri tanpa pendamping keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, ia kerap mencari sayuran di area persawahan sekitar rumahnya ketika kondisi tubuhnya masih memungkinkan.

Namun pada hari itu, suasana haru sekaligus bahagia menyelimuti rumahnya saat jajaran Sat Binmas Polres Lumajang datang berkunjung untuk memberikan bantuan paket sembako.

Kedatangan rombongan yang dipimpin PS Kasat Binmas Polres Lumajang, Iptu Irdani Isma, disambut penuh haru oleh Sutiana. Dengan mata berkaca-kaca, ia berkali-kali mengucapkan rasa syukur dan terima kasih.

“Alhamdulillah, terima kasih, Bu Polwan,” ujar Sutiana dengan wajah penuh haru.

Ketua RW setempat, Mugri, menyampaikan bahwa Sutiana—yang akrab disapa Mbok Yun oleh warga sekitar—telah hidup sendiri selama belasan hingga puluhan tahun.

Menurutnya, meski memiliki lima orang anak, semuanya telah tinggal jauh dari Lumajang, di antaranya berada di Madura dan Surabaya.

“Sudah lama sekali beliau hidup sendiri di sini. Untuk makan sehari-hari biasanya mencari sendiri, kadang ke sawah mencari sayur. Kami warga sekitar juga kadang membantu sebisanya,” ujar Mugri.

Selain Sutiana, bantuan sembako juga diberikan kepada Yumon (80), seorang nenek lainnya yang tinggal di Jalan kyai Muksin GG Mantap Kelurahan Tompokersan Kecamatan Lumajang.

Saat menerima bantuan, wajah Yumon tampak sangat bahagia. Ia berkali-kali mengucapkan terima kasih dengan perasaan haru bercampur gembira.

Sementara itu, PS Kasat Binmas Polres Lumajang, Iptu Irdani Isma, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian sosial Polres Lumajang dalam rangka menyambut sekaligus mengisi bulan suci Ramadhan dengan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Kami dari Polres Lumajang berbagi sedikit rezeki untuk keluarga kita yang membutuhkan, khususnya para lansia yang hidup sebatang kara,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari para penerima.

“Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Nenek Sutiana dan Nenek Yumon, serta membawa berkah bagi kita semua di bulan Ramadhan ini,” pungkasnya. (Imam0


Jelang Idul Fitri dan Nyepi, 537 Warga Binaan Lapas Lumajang Diusulkan Dapat Remisi


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebanyak 537 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lumajang, Jawa Timur, diusulkan untuk mendapatkan remisi atau pengurangan masa pidana dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka.

Dari jumlah tersebut, 530 warga binaan diusulkan menerima remisi Idul Fitri, sementara 7 warga binaan lainnya diusulkan memperoleh remisi khusus Nyepi.

Kasubsi Registrasi Lapas Kelas IIB Lumajang, Endra Suwartono, mengatakan hingga 10 Maret 2026 jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Lumajang tercatat sebanyak 708 orang.

“Dari total tersebut, sebanyak 537 warga binaan diusulkan untuk menerima remisi pada perayaan Idul Fitri dan Nyepi tahun ini,” kata Endra, Selasa (10/3/2026).

Namun demikian, tidak semua warga binaan dapat diusulkan mendapatkan pengurangan masa pidana. Tercatat 58 warga binaan tidak memenuhi syarat untuk diusulkan remisi karena belum menjalani masa pidana minimal enam bulan serta memiliki catatan pelanggaran selama menjalani masa pembinaan.

Endra menjelaskan, terdapat beberapa kendala dalam proses pengusulan remisi, salah satunya warga binaan yang tergolong register F, yakni sedang menjalani hukuman disiplin di dalam lapas.

“Ada beberapa kendala seperti adanya WBP yang register F. Ada juga residivis yang masih memiliki pencabutan pembebasan bersyarat (PB). Selain itu ada warga binaan yang belum memenuhi syarat enam bulan berkelakuan baik, karena tergolong narapidana baru maupun masih menjalani pidana subsidair,” jelasnya.

Selain itu, terdapat 27 warga binaan yang telah menjalani Bimbingan Tahap III (BIII) sebagai bagian dari proses pembinaan di dalam lapas.

Menurut Endra, mayoritas warga binaan yang diusulkan mendapatkan remisi berasal dari perkara narkotika, disusul kasus kriminalitas lainnya.

“Perkara narkoba yang paling banyak, kemudian disusul kriminalitas lainnya,” ujarnya.

Untuk besaran remisi yang diusulkan, warga binaan penerima remisi Idul Fitri akan memperoleh pengurangan masa pidana 15 hari hingga dua bulan. Sementara bagi penerima remisi Nyepi, rata-rata akan mendapatkan pengurangan masa pidana sekitar satu bulan.

Dari total usulan tersebut, terdapat dua warga binaan yang berpotensi langsung bebas apabila remisi yang diusulkan telah disahkan.

Endra berharap pemberian remisi pada momentum hari besar keagamaan dapat menjadi motivasi bagi para warga binaan untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

“Kami berharap momentum Idul Fitri ini dapat menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat dengan menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.(Imam)

35 Truk Pasir Diperiksa Polisi di Lumajang, 17 Tak Layak Jalan dan 1 Sopir Positif Narkoba


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang melakukan ramp check terhadap truk pengangkut pasir di wilayah selatan Kabupaten Lumajang. Selain memeriksa kondisi kendaraan, polisi juga melakukan tes urine terhadap para sopir.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Check Point Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) Desa Madurejo, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Senin (9/3/2026).

Ramp check dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan kendaraan angkutan barang yang beroperasi di jalan raya dalam kondisi layak jalan sekaligus memastikan pengemudinya bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Yulian Putra Prasviawan melalui Kasubsi Pidm Sihumas Ipda Suprapto mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas menjelang arus mudik dan balik Lebaran.

“Ramp check ini kami lakukan untuk memastikan kendaraan yang beroperasi di jalan raya dalam kondisi layak jalan serta pengemudinya memenuhi persyaratan administrasi dan tidak terpengaruh narkoba,” kata Suprapto.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melakukan pengecekan kondisi teknis kendaraan yang meliputi sistem pengereman, kondisi ban, lampu penerangan, wiper hingga klakson.

Selain itu, petugas juga memeriksa kelengkapan administrasi kendaraan seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta kelayakan uji kendaraan atau KIR.

Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 35 kendaraan truk dilakukan ramp check. Hasilnya, petugas menemukan 17 kendaraan yang dinyatakan tidak layak uji karena masa berlaku KIR telah habis serta pengemudi yang menggunakan SIM tidak sesuai peruntukannya.

Tak hanya itu, petugas juga melakukan tes urine terhadap para sopir truk untuk memastikan tidak ada pengemudi yang mengonsumsi narkoba saat berkendara.

“Hasil tes urine menunjukkan satu sopir terindikasi positif mengandung zat amfetamin dan metamfetamin,” ujar Suprapto.

Sopir tersebut diketahui berinisial RY, warga Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian. Yang bersangkutan selanjutnya diserahkan ke Satresnarkoba Polres Lumajang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Selain penindakan, petugas juga memberikan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada para sopir truk yang melintas di lokasi pemeriksaan. Polisi juga menempelkan stiker imbauan keselamatan berkendara sebagai pengingat bagi para pengemudi agar selalu mematuhi aturan lalu lintas.

Suprapto menambahkan, sopir yang hasil tes urine-nya positif narkoba akan menjalani proses rehabilitasi.

“Karena yang bersangkutan merupakan pengguna, maka akan dilakukan rehabilitasi,” pungkasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran pengemudi untuk mematuhi aturan lalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

“Dengan kegiatan ini kami berharap dapat meminimalisir fatalitas korban kecelakaan serta mewujudkan kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Lumajang,” tutupnya.

08/03/2026

Polres Bondowoso Libatkan Tim Gegana Musnahkan 25 Kg Bubuk Mercon Ilegal


Bondowoso, (Onenewsjatim)
- Kepolisian Resor Bondowoso memusnahkan sebanyak 25 kilogram bubuk bahan pembuat petasan atau mercon ilegal hasil pengungkapan kasus selama Februari 2026. 

Pemusnahan dilakukan dengan melibatkan Tim Gegana Brimob Polda Jawa Timur untuk memastikan proses disposal berjalan aman.

Kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut dilaksanakan di Desa Kemuningan, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso, pada 3 Maret 2026, dan disaksikan oleh pihak Kejaksaan.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo mengatakan, pemusnahan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menindak tegas peredaran bahan peledak ilegal yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Menurutnya, ancaman dari petasan tidak hanya sekadar suara ledakan, tetapi juga dapat menimbulkan risiko luka berat hingga korban jiwa jika tidak digunakan secara benar.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga keselamatan masyarakat. Kami tidak akan memberi ruang bagi peredaran maupun produksi petasan ilegal di wilayah hukum Polres Bondowoso,” kata Aryo dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan jajaran Polres Bondowoso terhadap aktivitas peredaran bahan peledak ilegal yang ditemukan di sejumlah wilayah selama Februari 2026.

Pemusnahan dilakukan oleh Tim Gegana Brimob Polda Jawa Timur untuk memastikan bahan berbahaya tersebut tidak lagi berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat.

Aryo juga mengimbau masyarakat agar tidak memproduksi, menyimpan, maupun memperjualbelikan bahan petasan secara ilegal karena selain melanggar hukum, juga dapat mengancam keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Sementara itu, sebelumnya Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan bahwa penjualan bahan peledak ilegal termasuk dalam kategori tindak pidana.

Ia menyatakan kepolisian tidak akan mentolerir peredaran bahan peledak tanpa izin karena berpotensi menimbulkan bahaya serius bagi masyarakat.

“Peredaran bahan peledak ilegal merupakan pelanggaran hukum dan dapat membahayakan keselamatan banyak orang,” ujarnya.

Polisi pun mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya aktivitas produksi maupun peredaran petasan ilegal di lingkungan sekitar. (Imam)

07/03/2026

Isu Kelangkaan BBM Picu Antrean Panjang di SPBU Lumajang, Bupati Pastikan Stok Aman


Lumajang, (Onenewsjatim
) – Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2026).

Antrean tersebut diduga dipicu beredarnya isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikaitkan dengan konflik di kawasan Timur Tengah.

Salah satu antrean terlihat di SPBU Bagusari yang berada di Jalan Mahakam, Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang.

Sejak siang hari, kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular di jalur pengisian BBM jenis Pertalite dan Pertamax.

Banyak pengendara memilih mengisi bahan bakar lebih awal karena khawatir stok BBM akan menipis. Kondisi ini membuat antrean kendaraan memanjang hingga ke luar area SPBU.

Salah satu warga, Sumanjaya, mengaku harus mengantre sekitar 20 menit untuk bisa mengisi bahan bakar kendaraannya.

Menurutnya, antrean mulai ramai setelah beredar kabar di masyarakat terkait kemungkinan kelangkaan BBM.

“Antrean panjang ini setelah beredar kabar kelangkaan BBM akibat konflik yang terjadi di negara kawasan Timur Tengah,” ujar Sumanjaya.

Hal serupa disampaikan Ardi, warga lainnya yang juga mengantre untuk mengisi BBM. Ia mengaku sengaja membeli bahan bakar lebih cepat karena khawatir stok akan habis.

“Saya isi BBM karena takut nanti stok habis akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika,” katanya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan ketersediaan BBM di wilayah tersebut masih aman.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terkait stok BBM.

“Stok BBM sudah saya cek di Lumajang masih aman,” ujarnya.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena dapat memicu antrean panjang di SPBU.

Ia menegaskan bahwa distribusi BBM di Lumajang masih berjalan normal sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Stok BBM di Lumajang saya pastikan aman. Masyarakat tidak perlu panic buying, cukup membeli sesuai kebutuhan,” pungkasnya. (Imam)

05/03/2026

SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Limbah Diduga Cemari Sumur Bor Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten Lumajang menutup sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Oda Masa Depan Utama yang berlokasi di Kavling Zam Zam, Rowobujel, Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang. Penutupan dilakukan setelah banyaknya keluhan warga terkait limbah dapur yang mencemari lingkungan sekitar.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengatakan bahwa keluhan warga telah masuk melalui layanan pengaduan pemerintah daerah sekitar satu bulan lalu.

Menurutnya, warga mengeluhkan bau menyengat dari limbah serta persoalan sampah yang dihasilkan dari aktivitas dapur SPPG tersebut.

“Sekitar sebulan lalu ada keluhan yang masuk, warga menyampaikan bahwa airnya bau limbah. Limbahnya bau, kemudian juga soal sampah,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemkab Lumajang menurunkan tim satuan tugas untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa sistem pengolahan limbah dapur tidak sesuai dengan standar yang berlaku.

“Setelah dicek, memang ditemukan bahwa pengolahan limbah di dapur itu tidak sesuai standar. Kami sudah turunkan tim dan memberikan saran-saran perbaikan, tetapi tidak dilakukan dan warga masih mengeluh,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pembenahan sempat dilakukan oleh pengelola dapur, namun hasilnya tetap belum memenuhi standar teknis pengolahan limbah.

Secara teknis, limbah dari dapur SPPG tersebut diketahui masih memiliki kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) yang cukup tinggi. Kedua parameter tersebut merupakan indikator penting dalam mengukur tingkat pencemaran air akibat bahan organik.

BOD sendiri mengukur jumlah oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik dalam waktu lima hari, sementara COD mengukur total oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan organik maupun anorganik secara kimiawi dalam waktu sekitar dua hingga tiga jam. Kadar COD dan BOD yang tinggi menandakan tingkat pencemaran air yang berat.

Bunda Indah menegaskan, operasional SPPG akan dihentikan sementara mulai Senin, 9 Maret 2026, hingga pengelola memperbaiki instalasi pengolahan air limbah sesuai standar yang berlaku.

“Penutupan ini berlaku sampai instalasi air limbahnya diperbaiki sesuai standar,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Lumajang juga akan melaporkan kondisi tersebut kepada Badan Gizi Nasional sebagai pihak terkait dalam program tersebut.

Sementara itu, Ivi, salah satu warga Desa Labruk Lor yang rumahnya berada dekat lokasi dapur SPPG, mengaku terdampak langsung oleh limbah yang diduga meresap ke sumur bor miliknya.

Ia menyebut air sumurnya berubah warna dan mengeluarkan bau tidak sedap sejak dapur tersebut beroperasi.

“Limbahnya itu meresap ke sumur bor saya. Airnya jadi tercemar, baunya menyengat dan warnanya juga benar-benar hitam,” ungkapnya.

Menurut Ivi, sebelum adanya SPPG di belakang rumahnya, kualitas air sumur yang ia gunakan sehari-hari tidak pernah bermasalah sejak ia tinggal di lokasi tersebut pada 2016.

“Sejak saya tinggal di sini tahun 2016 tidak pernah ada masalah air. Tapi semenjak ada SPPG di belakang rumah saya, air saya tercemar,” katanya.

Ia juga mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pihak penanggung jawab SPPG, namun tidak mendapatkan respons yang memadai.

“Sudah lebih dari satu bulan kejadian ini berulang. Saya sudah mengeluhkan ke penanggung jawab SPPG, tapi tidak dihiraukan,” ujarnya.

Ivi berharap pemerintah daerah dapat membantu menyelesaikan persoalan tersebut, karena saat ini ia terpaksa meminta pasokan air dari rumah warga lain untuk kebutuhan sehari-hari.

“Saya minta tolong Bunda Indah, karena sudah sebulan lebih air di rumah saya tidak bisa digunakan,” pungkasnya

04/03/2026

Jelang Idul Fitri, Dinkes Lumajang Temukan Jajanan Tanpa Izin Edar dan Kedaluwarsa


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu toko penjual makanan ringan di wilayah Sukodono, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Rabu (4/3/2026).

Sidak yang dilakukan menjelang Hari Raya Idulfitri ini menyasar produk makanan dan minuman kemasan yang beredar di pasaran. Petugas memeriksa satu per satu kemasan jajanan yang dipajang di etalase hingga rak penyimpanan toko.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah produk makanan kemasan yang tidak dilengkapi izin edar resmi dari BPOM maupun keterangan PIRT. Selain itu, ada pula produk yang telah melewati masa kedaluwarsa.

Pelayan Kesehatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang, Dewi Anggun, mengatakan, sedikitnya terdapat 10 merek jajanan yang dinyatakan tidak layak edar.

“Ada beberapa barang yang memang tidak ada izin edarnya. Terus ada izin edarnya, tapi masa kedaluwarsanya sudah tidak berlaku,” ujar Dewi Anggun saat ditemui di lokasi sidak.

Produk yang ditemukan tanpa izin edar di antaranya permen berhadiah mainan. Sementara produk lain seperti biskuit dan aneka snack memang mencantumkan izin edar, namun masa berlakunya telah habis.

Menurut Dewi, barang-barang yang masih memungkinkan untuk dikembalikan akan direturn kepada distributor atau produsen untuk diganti dengan produk baru. Sedangkan produk yang tidak dapat direturn akan dimusnahkan agar tidak beredar kembali di masyarakat.

“Untuk yang tidak dapat direturn kita musnahkan agar tidak dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pengawasan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dua kali dalam setahun sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen, terutama pada momen Ramadan dan menjelang Idulfitri, di mana peredaran makanan dan minuman meningkat signifikan.

“Ini merupakan agenda rutin kami setiap tahun. Dalam setahun dua kali kami lakukan pengawasan. Di titik pertama ini kami menemukan sejumlah makanan yang tidak layak edar atau tidak ada izin edar dan juga kedaluwarsa,” jelasnya.

Dinkes Kabupaten Lumajang mengimbau para pelaku usaha agar lebih teliti dalam memastikan setiap produk yang dijual telah memiliki izin edar resmi serta belum melewati tanggal kedaluwarsa.

“Kami menghimbau para pelaku usaha untuk memastikan setiap produk yang dijual telah memiliki izin edar dan belum melewati tanggal kedaluwarsa, guna melindungi konsumen dari potensi risiko kesehatan,” tambahnya.

Dewi juga menegaskan bahwa produk makanan dan minuman yang telah memiliki izin edar dari BPOM atau PIRT pada prinsipnya telah melalui proses pengawasan dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

“Kalau memang tidak ada izin edarnya, berarti kita edukasi agar mengurus izin. Kalau memang sudah ada izin edarnya, berarti kan sudah terjamin keamanannya,” pungkas Dewi Anggun.

02/03/2026

Tekan Kenaikan Harga, Pasar Murah Ramadan Lumajang Disambut Antusias Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menggelar Pasar Murah Ramadan untuk menjaga daya beli masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. 

Kegiatan ini berlangsung mulai 2 hingga 7 Maret 2026 dan dipusatkan di Alun-Alun Lumajang.

Program yang digelar melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan tersebut disambut antusias warga. 

Sejak hari pertama, pasar murah ramai dikunjungi masyarakat yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Tak hanya pembeli yang merasakan manfaat, para pedagang pun mengaku diuntungkan. Salah satunya Iswantoro, pedagang sayuran yang menjual berbagai komoditas segar langsung dari petani di lereng Gunung Semeru.

“Sayurannya dari wilayah Tengger, langsung dari petani,” kata Iswantoro saat ditemui di lokasi, Senin (2/3/2026).

Ia menyebut, harga sayur yang ditawarkan bisa lebih rendah dibanding pasar umum karena tidak melalui perantara. Selisih harga mencapai Rp2.000 hingga Rp4.000 per jenis sayuran.

Menurut Iswantoro, tingginya minat warga tidak lepas dari kenaikan harga bahan pokok yang biasa terjadi menjelang dan selama Ramadan. Karena itu, ia tak ragu menurunkan harga demi menarik pembeli.

“Ini hari pertama saja sudah ramai. Tidak masalah banting harga, yang penting dagangan cepat habis,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, pasar murah merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau.

“Kegiatan ini memang kami gelar untuk membantu ibu-ibu rumah tangga agar bisa berbelanja kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan selama Ramadan,” kata perempuan yang akrab disapa Bunda Indah itu.

Ia mengakui, sejumlah komoditas seperti beras, telur, daging ayam, dan cabai mengalami kenaikan harga di awal Ramadan. Oleh sebab itu, pasar murah menjadi salah satu langkah untuk menekan gejolak harga.

Berbagai kebutuhan pokok tersedia di pasar murah tersebut, mulai dari sayuran segar hingga sembako seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan cabai. 

Harga yang ditawarkan pun relatif lebih rendah dibandingkan pasar umum.

Sebagai contoh, beras dijual seharga Rp55.000 per kilogram, telur ayam Rp29.000 per kilogram, gula pasir Rp15.500 per kilogram, serta minyak goreng Rp14.500 per liter.

Bunda Indah menjelaskan, harga murah tersebut dapat dicapai berkat kerja sama dengan berbagai asosiasi dan produsen yang menjual produk dengan harga pokok.

“Untuk gula langsung dari pabrik gula, beras dari penggilingan. Jadi dijual sesuai harga dasar,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memastikan ketersediaan bahan pokok di Lumajang hingga menjelang Idul Fitri masih dalam kondisi aman. Pemerintah daerah akan terus menggencarkan pasar murah untuk menjaga stabilitas harga.

“Stok aman. Yang perlu kita jaga sekarang adalah kestabilan harga, salah satunya lewat pasar murah ini,” pungkasnya. (Imam)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved