-->

14/09/2026

Tumpukan Limbah Kayu Terbakar di Lumajang, Rumah Warga Hanya Berjarak 100 Meter


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kebakaran melanda lahan penampungan limbah kayu seluas sekitar 1 hektare di Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Senin (7/9/2026).

Api membakar tumpukan limbah kayu yang berada di lokasi penampungan. Banyaknya material mudah terbakar membuat kobaran api sulit dipadamkan.

Dari pantauan di lokasi, asap tebal terlihat membubung dari area penampungan. Kobaran api juga beberapa kali membesar saat tertiup angin.

Lokasi kebakaran berada cukup dekat dengan permukiman warga. Jarak titik api dengan rumah penduduk diperkirakan hanya sekitar 100 meter.

Petugas pemadam kebakaran kemudian berupaya melakukan pembasahan sekaligus melokalisir kobaran api. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api merembet ke lahan pertanian dan permukiman warga.

Kabid Damkar Lumajang Mohammad Asro mengatakan, kondisi kebakaran sudah cukup besar ketika petugas tiba di lokasi.

"Melihat posisi seperti ini, kebakarannya sudah terlalu besar," kata Asro saat ditemui di lokasi kebakaran.

Menurut dia, prioritas petugas saat ini bukan hanya memadamkan api, tetapi juga mencegah kobaran api meluas ke area di sekitarnya.

"Kami mengantisipasi agar tidak merambat meluas kepada permukiman dan tidak merambat ke lahan pertanian yang lain," ujarnya.

Damkar Lumajang mengerahkan dua armada untuk menangani kebakaran tersebut. Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala.

Salah satunya adalah tumpukan limbah kayu yang cukup tebal. Material tersebut membuat api mudah kembali menyala meski telah dilakukan pembasahan.

"Namun demikian, sampah ini sudah terlalu tebal, limbah kayunya. Kami Damkar Lumajang mengerahkan dua armada. Tapi kesulitannya mungkin karena sudah terlalu luas penyebarannya. Terus ditambah angin," kata Asro.

Kondisi di lapangan juga diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang. Asap tebal membuat petugas kesulitan mendekati titik api secara langsung.

Karena itu, dua armada pemadam yang dikerahkan lebih banyak digunakan untuk melakukan pembasahan pada area sekitar lokasi kebakaran.

Salah satu area yang menjadi perhatian petugas adalah lahan tebu milik warga yang berada tepat di samping penampungan limbah kayu.

Pembasahan dilakukan untuk membuat area tersebut tetap basah sehingga api tidak mudah merambat apabila kobaran api terdorong angin.

Petugas juga melakukan penyekatan dan pelokalisiran api. Upaya ini menjadi langkah penting mengingat jarak lokasi kebakaran dengan permukiman warga hanya sekitar 100 meter.

Selain permukiman, terdapat pula lahan pertanian warga yang berada di sekitar lokasi penampungan.

Petugas masih disiagakan di lokasi untuk memantau perkembangan titik api dan memastikan kobaran tidak meluas.

Sementara itu, akses jalan yang menghubungkan Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, menuju Desa Bodang, Kecamatan Padang, juga ditutup sementara.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Petugas masih melakukan penanganan di lokasi.

11/09/2026

Kebakaran Kembali Melanda Kawasan Gunung Bromo, Petugas Berjibaku Padamkan Api


Probolinggo, (Onenewsjatim) 
– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kebakaran yang mulai terjadi sejak Kamis (10/9/2026) sore itu hingga Jumat (11/9/2026) masih dalam penanganan petugas gabungan. 

Informasi di lapangan menyebutkan, kobaran api di kawasan Blok Penggol, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, mulai meluas ke arah lembah Watangan atau yang dikenal masyarakat sebagai Bukit Teletubies.

Petugas gabungan dari TNBTS, BPBD, TNI-Polri dan relawan terus melakukan pemantauan sekaligus upaya pemadaman untuk mencegah api semakin meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarif mengatakan, proses pemadaman menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan dengan medan yang cukup ekstrem.

"Kebakaran terjadi di Blok Penggol, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura sejak Kamis sore hingga hari ini masih belum berhasil dipadamkan," kata Oemar Sjarif saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (11/9/2026).

Menurut Oemar, salah satu kendala utama petugas adalah kondisi tebing yang curam sehingga tidak seluruh titik api dapat dijangkau secara langsung.

Selain itu, angin kencang membuat api lebih cepat menjalar, terutama pada kawasan yang ditumbuhi ilalang dan vegetasi kering.

"Petugas gabungan mengalami kendala karena area yang terbakar berada di tebing yang curam sehingga sulit dijangkau. Angin yang cukup kencang juga menyebabkan titik api lebih cepat menjalar ke area lain," ujarnya.

Untuk mengantisipasi api semakin meluas, petugas melakukan penyekatan dengan membuat sekat bakar di sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi jalur penjalaran api.

Upaya tersebut dilakukan agar kobaran api tidak semakin mudah menjalar ke kawasan lain, terutama ke arah lembah.

"Petugas melakukan penyekatan. Namun angin cukup kencang sehingga memudahkan titik api menjalar ke ilalang kering. Penyekatan dilakukan agar api tidak menjalar ke tempat lain," jelasnya.

Oemar menambahkan, selain pemadaman secara manual, penanganan karhutla juga dilakukan dengan menggunakan helikopter water bombing milik BPBD Provinsi Jawa Timur.

Penggunaan helikopter menjadi salah satu opsi karena terdapat sejumlah titik api yang berada di tebing curam dan sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.

"Selain secara manual, upaya pemadaman juga dilakukan menggunakan helikopter atau water bombing dari BPBD Provinsi Jawa Timur," katanya.

Namun, upaya pemadaman dari udara juga tidak selalu berjalan optimal. Kondisi kabut yang turun di kawasan TNBTS menjadi salah satu kendala bagi helikopter untuk melakukan penyiraman dari udara.

Karena itu, petugas di lapangan masih terus menyesuaikan pola penanganan berdasarkan kondisi cuaca dan medan.

"Kabut terkadang menjadi kendala tersendiri bagi helikopter. Mudah-mudahan hari ini cuaca cerah sehingga pemadaman bisa lebih dioptimalkan, baik secara manual maupun melalui water bombing," tutur Oemar.

Sementara itu, petugas gabungan hingga Jumat masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api di kawasan Bukit Penggol.

Pergerakan api yang dilaporkan mengarah ke kawasan lembah Watangan atau Bukit Teletubies menjadi perhatian petugas. Kondisi angin yang berubah-ubah membuat penyekatan harus terus dilakukan untuk menghambat penjalaran api.

Oemar memastikan upaya penanganan masih terus dilakukan bersama seluruh unsur yang terlibat. Petugas tidak hanya berupaya memadamkan titik api, tetapi juga mencegah kobaran menjalar lebih luas.

"Yang menjadi kendala adalah ketinggian dan kemiringan tebing yang sulit didaki serta angin yang cukup kencang. Karena itu, saat ini kami melakukan penyekatan-penyekatan supaya api tidak menjalar ke bawah dan meluas," pungkasnya. (Nur) 

BPBD Lumajang Waspadai APG Semeru, 36 Juta Kubik Material Berpotensi Bergerak ke Timur


Lumajang, (Onenewsjatim
) - Tumpukan material vulkanik di kawasan puncak Gunung Semeru, Jawa Timur, diperkirakan mencapai sekitar 36 juta meter kubik. 

Material tersebut menjadi salah satu potensi bahaya yang terus dipantau karena dapat bergerak turun apabila terjadi aktivitas vulkanik maupun kondisi tertentu di kawasan puncak.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, S.Sos., mengatakan angka tersebut merupakan perkiraan material yang berpotensi mengalami pergerakan dari kawasan puncak Semeru.

"Kalau sekitar 36 juta kubik itu saja. Ini kira-kira bisa salah, bisa benar," kata Isnugroho.

Menurutnya, material yang berada di kawasan bukaan kawah Gunung Semeru berpotensi bergerak mengikuti kondisi lereng dan jalur aliran. Bukaan kawah yang berada di kawasan Jonggring Saloko diketahui mengarah ke tenggara.

Namun, BPBD Lumajang belum dapat memastikan secara keseluruhan volume material yang menumpuk di sepanjang lereng Semeru. Pemetaan secara lebih detail sebelumnya telah diminta kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tetapi terkendala kondisi cuaca.

"Itu yang ada, yang berpotensi untuk turun. Bukaan kawah mulai dari titik Kawah Jonggring Saloko itu mengarah ke tenggara," ujarnya.

"Kalau tumpukan material yang ada di lereng Semeru kita nggak bisa pastikan. Karena memang itu pernah saya request di PVMBG untuk dilakukan pemetaan drone, ternyata cuacanya berkabut, mendung," sambungnya.

Isnugroho menyebut endapan material vulkanik juga telah memenuhi sejumlah bagian jalur dari kawasan bukaan kawah. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya mitigasi apabila sewaktu-waktu terjadi aliran material dalam jumlah besar.

"Endapan itu sudah memenuhi dari bukaan kawah hingga kilometer 2.000. Itu sudah dipatahkan, sudah penuh," katanya. 

BPBD Lumajang telah melakukan mitigasi bersama sejumlah pihak untuk memetakan kemungkinan arah aliran material apabila terjadi banjir lahar maupun awan panas guguran (APG).

Untuk potensi banjir lahar, Isnugroho mengatakan jalur Curah Kobokan menjadi salah satu kawasan yang diprioritaskan. Infrastruktur pengendali aliran di kawasan tersebut juga terus diperkuat.

"Kalau terjadi banjir lahar, kemarin kita mitigasi bersama kawan-kawan di pos. Kemungkinan untuk lari ke Sumbersari atau ke Besuk Kembar, Pronojiwo itu kecil," jelasnya.

Menurutnya, perbaikan daerah aliran sungai di Curah Kobokan yang dilakukan melalui pembangunan sabuk dam membuat jalur tersebut dinilai lebih mampu menampung aliran material.

"Kemungkinannya cuma satu kalau terjadi lahar dingin turun, itu larinya ke DAS Curah Kobokan," imbuhnya.

Isnugroho menyebut kawasan Curah Kobokan saat ini memiliki kapasitas tampung material yang cukup besar. Bahkan, kedalaman kawasan aliran tersebut disebut mencapai sekitar 40 meter.

"Untuk di Curah Kobokan sangat-sangat menampung. Itu kedalamannya ada kalau 40 meter. Kalau aliran laharnya ke sana, material vulkaniknya bisa ditampung," katanya.

Waspadai Potensi APG Mengarah ke Timur

Sementara itu, skenario berbeda perlu diwaspadai apabila terjadi awan panas guguran dalam skala besar. Selain menuju DAS Curah Kobokan, material berpotensi bergerak ke arah timur apabila jalur aliran di kawasan bukaan kawah terbuka.

"Apabila terjadi APG, kemungkinan yang kedua selain DAS Kobokan, lari ke timur. Ke timur itu karena sudah ada endapan-endapan yang numpuk di bukaan kawah," terang Isnugroho.

Jika jalur tersebut terbuka, aliran material berpotensi mengarah ke kawasan Kebon Seket, Desa Sumbermujur, hingga Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

"Sehingga dimungkinkan kalau jalan itu terbuka, larinya Kebon Seket, Desa Sumbermujur, Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro. Nah, ini yang perlu kita waspadai," ujarnya.

Untuk memperkuat mitigasi, pembangunan tanggul di kawasan timur Gladak Perak juga terus dilakukan. Saat ini ketinggian tanggul disebut telah mencapai sekitar 10 meter.

"Yang ada di timur Gladak Perak itu tanggulnya juga sudah setinggi 10 meter sudah terbangun," kata Isnugroho.

Pembangunan tersebut ditargetkan selesai pada 2027 apabila tidak terdapat kendala maupun bencana alam yang menghambat pekerjaan.

"Nanti perkiraannya 2027 itu selesai apabila tidak ada kendala atau bencana alam. 2027 bisa selesai," tambahnya.

Di tengah potensi bahaya tersebut, BPBD Lumajang memastikan pemantauan aktivitas Gunung Semeru dilakukan secara berkelanjutan. Petugas disiagakan selama 24 jam dengan sistem pergantian.

"Jadi kami BPBD 1x24 jam pergantian memantau terus," tegas Isnugroho.

BPBD juga mengingatkan masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Semeru.

Sejumlah sistem peringatan dini juga telah disiapkan. Sirene berada di kawasan Curah Kobokan, Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, serta Bukit Padat, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Selain sirene, masyarakat di kawasan Supiturang dan Oro-Oro Ombo juga dapat memanfaatkan aplikasi peringatan dini yang tersedia untuk mendapatkan informasi terkait potensi bahaya.

Isnugroho meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama kabar mengenai erupsi Gunung Semeru yang beredar di media sosial.

Erupsi Semeru Terjadi Setiap Hari


BPBD Lumajang juga meluruskan pemahaman masyarakat mengenai istilah erupsi dan awan panas guguran. Menurut Isnugroho, erupsi tidak selalu berarti letusan besar.

"Erupsi itu setiap hari ada. Jadi erupsi itu apapun yang keluar dari perut gunung sampai ke bukaan kawah, baik itu letusan, embusan, guguran, lontaran material, lava pijar, itu dikatakan erupsi," jelasnya.

Sedangkan awan panas guguran atau APG merupakan salah satu bentuk erupsi dengan skala bahaya yang lebih besar karena membawa material panas yang bergerak menuruni lereng.

"APG salah satu bentuk erupsi. Hanya APG ini skalanya lebih besar karena ada awan panas guguran," ujarnya.

Ia juga menjelaskan istilah kegempaan yang kerap muncul dalam laporan aktivitas Gunung Semeru. Kegempaan berkaitan dengan aktivitas seismik di dalam gunung, termasuk gempa tektonik jauh, vulkanik dalam, hingga tremor.

"Kalau kegempaan itu menyangkut ukuran kekuatan seismik. Di dalamnya ada tektonik jauh, ada vulkanik dalam, ada tremor. Itu bahasa-bahasa kegempaan," pungkasnya.

09/09/2026

Patroli Skala Besar Polres Lumajang, 41 Motor Ditindak karena Knalpot Brong


Kanit Turjawali Satlantas Polres Lumajang Ipda Aulia Dheta Astarika

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Polres Lumajang mengamankan 60 sepeda motor dalam patroli skala besar untuk mengantisipasi aksi balap liar di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2026).

Dari 60 kendaraan yang diamankan, sebanyak 41 kendaraan ditindak karena ditemukan pelanggaran. Sebagian besar di antaranya menggunakan knalpot brong atau tidak sesuai spesifikasi teknis.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Lumajang Ipda Aulia Dheta Astarika mengatakan, tidak seluruh kendaraan yang diamankan kemudian ditindak.

Setelah dilakukan pemeriksaan, sejumlah kendaraan dilepas karena dinilai lengkap dan masih sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan.

"Yang kami amankan 60. Yang kami tindak 41. Sisanya kami lepas karena lengkap, kendaraannya sesuai spesifikasi, ada helmnya juga," kata Aulia.

Menurut Aulia, kendaraan yang ditindak akan menjalani proses sesuai ketentuan. Pemilik kendaraan diminta mengembalikan kondisi sepeda motor menjadi standar, termasuk mengganti knalpot brong dengan knalpot standar.

Selain itu, kendaraan yang tidak dilengkapi pelat nomor wajib dipasangi pelat. Pemilik juga harus melengkapi dokumen kendaraan seperti STNK dan BPKB.

"Untuk persidangan nanti, kendaraan dijadikan standar semua. Knalpot ditinggal. Apabila tidak ada pelat, dipasang pelat. BPKB dan STNK harus dilengkapi, nanti dilampirkan. Baru bisa tukar barang bukti," ujarnya.

Balap Liar Bergeser ke Dalam Kota

Patroli skala besar tersebut dilakukan salah satunya untuk merespons keluhan masyarakat terkait aksi balap liar yang belakangan mulai bergeser ke kawasan dalam kota Lumajang.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian polisi adalah lampu merah Perempatan ST di Jalan PB Sudirman. Di kawasan tersebut, polisi menemukan banyak anak muda yang berkumpul dan diduga melakukan aktivitas yang berkaitan dengan balap liar.

Aulia mengatakan, sebelumnya aksi balap liar lebih sering dilakukan di Jalan Slamet Riyadi atau kawasan Semar. Namun, belakangan aktivitas tersebut mulai berpindah ke sejumlah ruas jalan di tengah kota.

"Biasanya anak muda melakukan balap liar di Jalan Slamet Riyadi (Semar), sekarang pindah ke dalam kota," kata Aulia.

Polisi juga menerima sejumlah laporan masyarakat melalui layanan darurat 110 terkait aktivitas balap liar dan kerumunan anak muda di tengah kota.

Menurut Aulia, aksi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Para pelaku biasanya terlebih dahulu berkumpul dan melihat situasi sebelum memulai balapan.

"Biasanya mereka melihat situasi. Kalau tidak ada polisi, jalan langsung ditutup dari arah utara, baru mereka start. Banyak yang menonton dan berkumpul bersama," jelasnya.

Kondisi itu membuat polisi meningkatkan patroli untuk mencegah aksi balap liar sekaligus mengurangi penggunaan knalpot brong di kawasan perkotaan.

Pelaku Balap Liar Bisa Ditahan Tiga Bulan

Aulia menegaskan, polisi akan memberikan tindakan lebih tegas terhadap pengendara yang terbukti melakukan balap liar, terlebih jika dilakukan di kawasan tengah kota.

Kendaraan yang digunakan untuk aksi balap liar dapat diamankan dan ditahan selama tiga bulan sesuai proses penindakan yang dilakukan kepolisian.

"Kalau melakukan aksi balap liar, kendaraan sepeda motor diamankan dan ditahan selama tiga bulan. Apalagi balap liar di tengah kota, kita sanksi lebih daripada yang lain karena sangat rawan," ujarnya.

Ia menyebut waktu terjadinya aksi balap liar juga mulai berubah. Jika sebelumnya lebih sering terjadi setelah tengah malam, polisi kini menemukan aktivitas tersebut mulai muncul sekitar pukul 22.00 WIB.

"Kalau biasanya jam 12 malam ke atas, sekarang jam 10 malam sudah mulai. Satu atau dua kendaraan mulai start di tengah kota, apalagi dekat Polres," kata Aulia.

Orang Tua Wajib Dampingi Pengambilan Kendaraan

Aulia mengatakan, sebagian pengendara yang diamankan merupakan anak muda, termasuk pelajar.

Polisi memberikan kesempatan kepada pemilik kendaraan untuk melengkapi persyaratan sebelum kendaraan dapat diambil melalui mekanisme yang berlaku.

Kendaraan harus dikembalikan ke kondisi standar, sementara surat-surat kendaraan juga wajib dilengkapi.

"Karena kebanyakan anak sekolah, buat sekolah. Jadi kita persilakan dilengkapi, surat-surat lengkap, kendaraan distandarkan semua," katanya.

Dalam proses pengambilan kendaraan, orang tua juga diwajibkan hadir ke Polres Lumajang.

Polisi mengimbau para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Masyarakat juga diminta tidak ikut melakukan maupun menonton aksi balap liar karena berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

"Kalau ada balap liar, jangan sampai menonton maupun ikut. Karena itu rawan," pungkas Aulia (imam).

08/09/2026

Antrean BBM di Lumajang Meningkat, Pasokan dari Surabaya dan Malang Tetap Lancar


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih terjadi. 

Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya permintaan BBM setelah pasokan di sejumlah SPBU Kabupaten Jember mengalami gangguan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan ketersediaan stok BBM bagi wilayah Lumajang tidak dipengaruhi kemacetan jalur Ketapang, Banyuwangi.

Pasalnya, pasokan BBM untuk wilayah Lumajang dikirim langsung dari Surabaya dan Malang. Distribusi tersebut tidak melalui jalur Ketapang yang mengalami kemacetan.

"Kalau Lumajang memang tidak dikirim dari Ketapang tetapi dari Surabaya. Kecuali yang Pronojiwo itu dikirim dari Malang," kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Lumajang, Bonni Momenta, di Lumajang, Selasa (8/9/2026).

Bonni menjelaskan, gangguan distribusi menuju Jember membuat sejumlah SPBU di daerah tersebut mengalami kekosongan stok. Kondisi itu kemudian mendorong sebagian masyarakat Jember mencari BBM ke wilayah lain, termasuk Lumajang.

"Nah, pengiriman ke arah Jember itu mengalami gangguan, sehingga banyak SPBU mengalami kekosongan. Efek dari kosongnya Jember itu banyak masyarakat yang lari ke wilayah Lumajang bahkan di beberapa kota lain sekitar," ujarnya.

Stok BBM Lumajang masih ratusan kiloliter

Berdasarkan data per 7 September 2026, stok BBM di seluruh SPBU Lumajang masih mencapai ratusan kiloliter (KL).

Untuk BBM bersubsidi, stok Pertalite tercatat sebanyak 252 KL, sedangkan Biosolar mencapai 167 KL.

Sementara itu, stok BBM nonsubsidi terdiri dari Pertamax sebanyak 103 KL, Pertamax Turbo 38 KL, dan Pertamina Dex 27 KL.

Bonni mengatakan, stok tersebut masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Lumajang.

Ia memastikan pemerintah bersama Pertamina terus memantau kondisi stok dan perkembangan konsumsi BBM di lapangan.

"Mudah-mudahan cukup. Hal itu terus dipantau oleh Pertamina karena Pertamina sudah melihat fenomena itu dan nantinya akan dilakukan penambahan jika kurang stok untuk di Lumajang," ungkapnya.

Realisasi BBM bahkan melebihi kuota

Bonni menambahkan, kebutuhan BBM di Lumajang dalam beberapa waktu terakhir bahkan telah melampaui kuota yang ditetapkan.

Pada Agustus 2026, misalnya, realisasi penyaluran Pertalite di 19 SPBU Lumajang mencapai sekitar 7.900 KL. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kuota yang berada di kisaran 7.100 KL.

Hal serupa terjadi pada Biosolar. Dari kuota sekitar 5.022 KL, realisasinya mencapai sekitar 6.000 KL.

"Seperti Agustus kemarin itu kuota realisasinya melebihi kuota yang ditentukan. Untuk Pertalite itu 7.100 sekian kiloliter, realisasinya 7.900. Untuk Biosolar 5.022 kiloliter itu realisasinya malah sampai 6.000," jelas Bonni.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan, Pertamina juga menyiapkan tambahan pasokan. Bonni menyebut tambahan Biosolar mencapai sekitar 200 KL.

Sementara untuk BBM nonsubsidi, terdapat tambahan pasokan Pertamax dan jenis BBM lainnya sesuai kebutuhan di lapangan.

"Yang menjadi atensi itu Pertalite dan Biosolar. Iya, Biosolar itu yang menjadi atensi. Tapi tetap ada tambahan," katanya.

Bonni memastikan kondisi stok BBM di Lumajang terus dipantau. Jika terjadi peningkatan permintaan yang berpotensi mengurangi ketersediaan di SPBU, penambahan pasokan akan dilakukan.

Dengan demikian, antrean yang terjadi saat ini tidak serta-merta menunjukkan adanya kelangkaan BBM di Lumajang, melainkan salah satunya dipengaruhi peningkatan permintaan akibat pergeseran pembelian dari wilayah Jember.

BBM Langka di Lumajang, Sopir Truk dan Ojol Kehilangan Penghasilan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai memukul pendapatan harian sopir truk dan pengemudi ojek online (ojol).

Waktu kerja mereka tersita untuk mengantre BBM. Akibatnya, perjalanan mengangkut barang maupun menerima pesanan harus dikurangi, bahkan sebagian order terpaksa dibatalkan.

Kondisi itu dirasakan Sami’an, sopir truk pengangkut semen asal Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto, Lumajang.

Pada Selasa (8/9/2026), Sami’an mengaku sudah lebih dari satu jam mengantre solar di SPBU Sukodono, Lumajang. Ia mulai mengantre sekitar pukul 09.00 WIB, tetapi hingga pukul 10.10 WIB belum mendapat giliran mengisi BBM.

“Kami sopir kan borongan, biasanya dapat tiga kali angkut. Gara-gara antre cuma bisa sekali angkut,” ujar Sami’an saat ditemui di tengah antrean.

Menurut Sami’an, setiap satu kali pengiriman semen di wilayah Lumajang, ia memperoleh upah sekitar Rp 50.000.

Dengan waktu yang habis untuk mengantre BBM, dua rit pengiriman yang biasanya bisa dilakukan tidak dapat terlaksana.

“Biasanya kan Rp 50 ribu satu rit. Kalau dua rit yang tidak terkirim, berarti ada Rp 100 ribu yang hilang dalam sehari,” katanya.

Beli Solar Eceran Lebih Mahal

Sami’an mengatakan kondisi serupa juga terjadi sehari sebelumnya. Karena tidak memiliki cukup waktu untuk mengantre di SPBU, ia terpaksa membeli solar eceran.

Namun, harga solar eceran yang dibelinya jauh lebih mahal.

“Golek eceran, tidak nutut waktunya sampai beli eceran dengan harga Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu. Dapat lima liter cuma,” ujarnya.

Menurut dia, antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU di Lumajang sehingga aktivitas pengiriman semen ikut terganggu.

Ojol Batalkan Tiga Pesanan

Dampak kelangkaan BBM juga dirasakan pengemudi ojol, Holil, warga Desa Grati, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang.

Holil mengaku telah menghabiskan sekitar 30 menit untuk mengantre Pertalite di SPBU Sukodono pada Senin.

Saat itu, masih terdapat sekitar 10 kendaraan di depannya.

“Sudah tiga kali antre SPBU. Di Bago tadi saya cari tidak ada, sekarang SPBU ketiga. Pembatalan orderan sudah otomatis terjadi, ada mungkin tiga orderan terpaksa dibatalkan, lah wong antre BBM,” kata Holil.

Holil mengatakan kelangkaan Pertalite telah dirasakannya selama sekitar lima hari terakhir.

Antrean panjang di SPBU membuat waktu produktifnya sebagai pengemudi ojol berkurang.

“Ini saya sudah tiga puluh menit antre, sampai sekarang belum juga dapat. Otomatis tidak bisa kerja,” ucapnya.

Tak hanya SPBU, Holil juga kesulitan mendapatkan Pertalite di kios BBM eceran. Bahkan, beberapa kali ia tidak bisa bekerja karena tidak mendapatkan bahan bakar.

“Sempat kemarin cari Pertalite tidak ada barangnya di SPBU jadi tidak bisa kerja. Cari eceran juga tidak ada,” katanya.

Kemacetan Banyuwangi Ganggu Distribusi BBM

Antrean panjang BBM di Lumajang disebut berkaitan dengan terganggunya distribusi BBM dari Depo Tanjungwangi, Banyuwangi.

Kemacetan kendaraan hingga sekitar 12 kilometer terjadi di kawasan Ketapang, Banyuwangi, seiring revitalisasi kapasitas dermaga ASDP. Kondisi tersebut membuat truk pengangkut BBM dari Depo Tanjungwangi tidak dapat melakukan pengiriman ke sejumlah SPBU di Lumajang secara optimal.

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan telah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan BBM di wilayah terdampak.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya memahami adanya antrean di sejumlah SPBU di Jember, Lumajang dan wilayah sekitarnya.

“Pertamina terus memperkuat penyaluran dan mengatur prioritas pengiriman, khususnya untuk SPBU di pusat kota,” kata Ahad melalui keterangan tertulis.

Pertamina juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk mencegah panic buying. Masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan.

“Di saat yang sama, kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ahad mengatakan Pertamina telah memetakan kebutuhan BBM di setiap wilayah untuk menentukan prioritas pengiriman.

Penguatan pasokan dilakukan melalui optimalisasi dan alih pasokan agar distribusi dapat kembali berjalan lebih lancar.

“Pertamina merespons kebutuhan tersebut dengan memperkuat penyaluran. Pada 5 September 2026, realisasi supply Pertalite telah mencapai sekitar 110 persen yang menunjukkan bahwa proses build up stok di SPBU mulai berjalan,” kata Ahad.

Pertamina juga berkoordinasi dengan Integrated Terminal (IT) Tanjungwangi Banyuwangi agar pengiriman BBM ke Lumajang dapat dialihkan melalui IT Surabaya dan IT Malang.

Dengan skema tersebut, armada pengangkut BBM diharapkan dapat lebih difokuskan untuk memperkuat distribusi di wilayah Jember, Lumajang dan sekitarnya.

07/09/2026

Antrean Pertalite Terjadi di Sejumlah SPBU Lumajang, Ini Penjelasan Pertamina


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sejak pagi hari.

Pantauan di lapangan pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, antrean kendaraan terlihat di SPBU Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian. 

Mayoritas kendaraan yang mengantre merupakan sepeda motor yang hendak membeli Pertalite.

Panjangnya antrean bahkan membuat barisan kendaraan memanjang hingga ke ruas jalan raya di depan SPBU.

Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Desa Besuk, Kecamatan Tempeh. Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengantre untuk mendapatkan Pertalite dan Solar.

Antrean kendaraan roda dua terlihat cukup panjang. Sebagian pengendara memilih beralih membeli Pertamax setelah melihat antrean Pertalite yang mengular.

Situasi yang sama terjadi di SPBU Labruk Lor, Kecamatan Lumajang. Sejak pagi, masyarakat terlihat mulai berdatangan dan mengantre untuk mendapatkan Pertalite maupun Solar.

Salah seorang pengendara motor, Anto, mengaku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan Pertalite.

"Saya sudah antre sekitar setengah jam. Kemarin saya mau mengisi di sini, tetapi sempat kosong," kata Anto saat ditemui di SPBU Labruk Lor.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara memilih datang lebih pagi agar mendapatkan BBM.

Antrean kendaraan juga terlihat di SPBU Sukodono. Barisan kendaraan bahkan tampak memanjang hingga ke luar area SPBU.

Distribusi Terkendala Kemacetan di Ketapang

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan antrean yang terjadi di sejumlah SPBU Jember, Lumajang dan sekitarnya dipengaruhi kendala distribusi BBM.

Menurut Ahad, salah satu faktor utamanya adalah kemacetan panjang di wilayah Ketapang, Banyuwangi, yang berdampak terhadap waktu tempuh mobil tangki menuju SPBU.

"Kemacetan di jalur Ketapang, Banyuwangi mencapai sekitar 12 kilometer dan terjadi seiring dengan adanya kegiatan revitalisasi kapasitas dermaga ASDP," ujar Ahad.

Kondisi tersebut membuat pengiriman BBM ke wilayah Jember dan sekitarnya tidak berjalan optimal.

Di sisi lain, Pertamina mencatat adanya peningkatan konsumsi BBM jenis gasoline dibandingkan kondisi normal.

Peningkatan konsumsi tersebut, kata Ahad, salah satunya dipengaruhi kekhawatiran masyarakat sehingga terjadi pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.

"Di sisi lain, peningkatan konsumsi akibat kekhawatiran masyarakat atau panic buying turut memberikan tekanan terhadap ketersediaan BBM di SPBU. Konsumsi produk gasoline mengalami peningkatan dibanding kondisi normal," katanya.

Pertamina Perkuat Pasokan Pertalite

Untuk mengurai antrean, Pertamina mengaku terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait di wilayah Jember, Lumajang dan sekitarnya.

Koordinasi dilakukan untuk memetakan kebutuhan BBM di masing-masing wilayah, mengatur prioritas pengiriman, serta memperkuat pasokan Pertalite melalui optimalisasi dan alih suplai.

Pertamina juga memperkuat penyaluran BBM ke sejumlah SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan.

Pada 5 September 2026, realisasi pasokan Pertalite disebut telah mencapai sekitar 110 persen.

"Realisasi supply Pertalite telah mencapai sekitar 110 persen, yang menunjukkan bahwa proses build up stok di SPBU mulai berjalan," kata Ahad.

Menurut dia, Pertamina masih terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga ketersediaan BBM sekaligus mempercepat normalisasi kondisi di lapangan.

"Kami memahami adanya antrean yang terjadi di sejumlah SPBU Jember, Lumajang dan sekitarnya. Pertamina terus memperkuat penyaluran dan mengatur prioritas pengiriman, khususnya untuk SPBU di pusat kota," ujar Ahad.

Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar distribusi BBM dapat berjalan lebih optimal.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan untuk mencegah terjadinya peningkatan antrean akibat pembelian berlebihan.

"Di saat yang sama, kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan," pungkasnya.

05/09/2026

Cegah Karhutla dan Penyakit Masyarakat, Polres Probolinggo Rangkul Warga Tengger


Probolinggo, (Onenewsjatim)–
Polres Probolinggo Polda Jawa Timur memperkuat sinergi dengan masyarakat adat Tengger dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Langkah ini dilakukan melalui kegiatan silaturahmi dan sosialisasi yang digelar di Balai Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo dan dihadiri jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Probolinggo Polda Jatim sebagai wadah dialog interaktif pada Jumat, (4/9/2026).

Selain membahas kelestarian lingkungan Bromo, pertemuan tersebut juga mengulas antisipasi penyakit masyarakat seperti penyalahgunaan narkoba, judi online (judol), minuman beralkohol, hingga keamanan di kawasan wisata Gunung Bromo.

Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizki Siregar, melalui Kasat Intelkam AKP Hartanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat akar rumput.

“Melalui silaturahmi dan dialog ini, kami ingin membangun komunikasi yang semakin erat dengan masyarakat Tengger. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujar AKP Hartanto.

Mengingat Kecamatan Sukapura merupakan kawasan penyangga Gunung Bromo, ancaman kebakaran hutan menjadi perhatian khusus. 

Kapolsek Sukapura, Iptu D.J. Setyo, menegaskan pihaknya terus mengedepankan langkah preventif kepada warga setempat maupun wisatawan.

“Khusus terkait karhutla di kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya, kami mengedepankan pencegahan melalui edukasi dan imbauan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api. Jika melihat potensi kebakaran, kami meminta warga segera melapor ke petugas agar bisa ditangani sedini mungkin,” kata Iptu D.J. Setyo.

Selain isu lingkungan, ancaman narkoba dan judi online juga menjadi poin penting dalam sosialisasi tersebut. Kasat Resnarkoba Iptu Darmawan menekankan pentingnya benteng pertahanan dari tingkat keluarga dan desa.

“Pencegahan narkoba butuh peran bersama. Kami dari kepolisian siap berkolaborasi dalam edukasi, bahkan siap memfasilitasi pemeriksaan urine sebagai langkah deteksi dini di tingkat desa,” sebut Iptu Darmawan.

Di sisi penegakan hukum, Kasat Reskrim AKP I Made Kembar Mertadana memberikan apresiasi tinggi kepada warga Sukapura yang selama ini berhasil menjaga wilayahnya tetap kondusif. 

Terkait penyakit masyarakat seperti judi online dan miras, pihak Satreskrim tetap mengutamakan pembinaan dan edukasi hukum.

Sementara itu, Kasat Pam Obvit AKP Merdhania Pravita Shanty mengingatkan kembali bahwa Gunung Bromo memiliki nilai spiritual dan ekonomi yang tinggi bagi warga lokal, sehingga wajib dijaga bersama secara humanis.

“Bromo bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang hidup masyarakat Tengger. Mari kita sama-sama menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” pungkas AKP Vita. (*)

Retribusi Pemanfaatan Rumija Kabel Internet di Lumajang Tembus Rp57,1 Juta


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pemanfaatan ruang milik jalan (Rumija) untuk pemasangan jaringan kabel internet memberikan tambahan pendapatan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur.

Hingga Agustus 2026, Pemkab Lumajang telah mengantongi pendapatan sebesar Rp57.168.500 dari retribusi pemakaian Rumija untuk jaringan utilitas tersebut.

Pendapatan itu berasal dari 13 perusahaan penyedia jasa internet atau provider yang telah mengantongi izin pemanfaatan Rumija. Total jaringan kabel internet yang menggunakan aset jalan kabupaten mencapai sekitar 359,666 kilometer.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lumajang, Heri Kurniawan, mengatakan realisasi tersebut telah melewati target pendapatan yang ditetapkan untuk tahun ini.

Menurutnya, target retribusi pemanfaatan Rumija 2026 hanya sebesar Rp35,7 juta. Dengan demikian, realisasi hingga Agustus sudah berada jauh di atas proyeksi awal.

“Realisasi ini juga sudah melampaui capaian PAD retribusi pemakaian Rumija untuk jaringan utilitas yang sebelumnya sebesar Rp45.817.600,” kata Heri, Jumat (4/9/2026).

Heri menjelaskan, pungutan retribusi tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Lumajang Nomor 9 Tahun 2025 tentang retribusi pemakaian tanah untuk jaringan utilitas.

Untuk kabel internet dengan diameter 0 hingga 4 inci, provider dikenakan tarif Rp150 per meter setiap tahun. Dengan perhitungan tersebut, biaya yang harus dibayarkan mencapai Rp15.000 untuk setiap 100 meter jaringan per tahun.

Jaringan Bertambah, Retribusi Ikut Naik

Heri menyebut peningkatan penerimaan retribusi tidak terlepas dari semakin luasnya jaringan internet yang dibangun para provider.

Pertumbuhan pelanggan membuat perusahaan penyedia layanan internet terus melakukan ekspansi jaringan. Kondisi tersebut otomatis meningkatkan panjang kabel yang memanfaatkan Rumija milik Pemkab Lumajang.

“Ketika jaringan bertambah, otomatis retribusinya juga meningkat. Misalnya sebelumnya memasang 100 meter, kemudian tahun berikutnya bertambah menjadi 200 meter, maka kewajiban retribusinya ikut bertambah,” jelasnya.

Selain ekspansi jaringan, peningkatan PAD juga dipengaruhi oleh provider yang sebelumnya belum mengurus izin. Setelah mengajukan perizinan dan dinyatakan resmi, mereka kemudian memiliki kewajiban membayar retribusi atas pemanfaatan Rumija.

Kabel Berizin Akan Dipasangi Identitas

Untuk mempermudah pengawasan, Dinas PUTR Lumajang berencana memberikan identitas pada kabel jaringan milik provider yang telah memiliki izin.

Langkah tersebut dilakukan agar petugas dapat mengetahui jaringan yang resmi sekaligus mempermudah penanganan apabila ditemukan kabel yang mengganggu pengguna jalan.

Heri mencontohkan kabel yang menjuntai terlalu rendah atau menggantung di atas badan jalan. Kondisi seperti itu dinilai dapat membahayakan pengendara maupun masyarakat.

“Kalau ada kabel yang pemasangannya mengganggu jalan atau pengendara, termasuk kabel yang menggantung, kami akan berkoordinasi dengan provider untuk segera merapikannya,” ujarnya.

Kabel Ilegal Bakal Ditertibkan

Ke depan, Dinas PUTR Lumajang juga menyiapkan langkah penertiban terhadap jaringan kabel internet yang dipasang tanpa izin.

Penertiban rencananya melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD).

Heri mengatakan penertiban terhadap kabel internet yang tidak memiliki izin ditargetkan mulai dilakukan pada 2027.

“Termasuk kabel yang tidak resmi dan tidak berizin, mulai tahun 2027 akan kami tertibkan bersama instansi terkait,” pungkasnya. (Mam) 

Purnomo, Penjual Bakso yang Kaget Desilnya Naik Jadi 5 hingga PKH Terhenti


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Purnomo, warga Jalan Ciliwung, Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, kaget setelah mengetahui status desil kesejahteraannya dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) berubah dari desil 3 menjadi desil 5.

Perubahan tersebut berdampak pada bantuan sosial yang selama ini diterimanya. Purnomo mengaku sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026 tidak lagi menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Enggak ngerti saya mas, moro-moro desilku dadi lima (tiba-tiba desil saya jadi lima)," kata Purnomo kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).

Purnomo mengaku sebelumnya mendapatkan bantuan PKH yang diberikan setiap tiga bulan sekali. Namun, bantuan tersebut kini tidak lagi diterimanya.

"Dulu biasanya dapat bantuan PKH sekitar Rp 600 ribu. Tiga bulan sekali. Tapi sebelum Lebaran sudah tidak dapat sampai sekarang," ujarnya.

Menurut Purnomo, dirinya baru mengetahui status desilnya berubah setelah bantuan PKH tidak lagi diterima. Ia pun mengaku bingung karena kondisi ekonominya masih tergolong pas-pasan.

Sehari-hari Purnomo mengandalkan penghasilan dari berjualan bakso menggunakan gerobak. Pendapatannya tidak menentu, tergantung dari hasil penjualan setiap hari.

"Kalau habis jualan, paling tinggi laba Rp 100 ribu. Rata-rata ya sekitar Rp 50 ribu sehari," ungkapnya.

Kondisi tersebut semakin berat lantaran Purnomo belum memiliki rumah sendiri. Ia bersama keluarganya masih tinggal di rumah kontrakan dengan biaya sekitar Rp 2 juta per tahun.

"Saya belum punya rumah, masih ngontrak. Setahun Rp 2 juta. Bagian belakang rumah juga masih sesek bambu," tuturnya.

Purnomo juga masih harus memenuhi kebutuhan pendidikan dua anaknya. Salah satu anaknya sedang kuliah dan mendapatkan beasiswa, sedangkan anak lainnya mondok.

"Anak saya dua. Yang satu kuliah alhamdulillah dapat beasiswa, yang kecil mondok. Tapi yang kecil belum dapat bantuan," katanya.

Ia mengaku perubahan status desil tersebut membuat dirinya khawatir. Sebab, di tengah pendapatan yang tidak menentu, bantuan PKH sebelumnya cukup membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

"Dampaknya ya tidak dapat bantuan dari pemerintah," ucapnya.

Purnomo berharap data kondisi sosial ekonominya dapat kembali disesuaikan dengan keadaan sebenarnya. Ia mengaku belum mengajukan pemutakhiran data kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Lumajang.

"Saya tidak mengerti. Tiba-tiba desil saya menjadi lima, padahal dulunya ada bantuan," pungkasnya.

03/09/2026

Karhutla Kembali Terjadi di Lumajang, 3 Hektare Lahan di Gunung Fuji Terbakar


Lumajang, (DOC)-
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kali ini, api membakar kawasan hutan milik Perhutani di Blok Gunung Fuji, Petak 19D, Desa Papringan, Kecamatan Klakah.

Lokasi kebakaran tersebut berada tidak jauh dari jalur pendakian menuju puncak Gunung Lamongan. Api membakar ilalang dan tumbuhan liar dengan luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 3 hektare.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada Rabu (2/9/2026) malam.

"Kalau api pertama kali muncul menurut aplikasi Sipongi sekitar pukul 13.30 WIB, tapi laporan ke kami malam harinya sekitar jam 6," kata Yudi di Lumajang, Kamis (3/9/2026).

Yudi mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, vegetasi yang terbakar berupa ilalang dan tumbuhan liar. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare.

"Tanaman yang terbakar adalah ilalang dan tumbuhan liar seluas 3 hektare," ujarnya.

Meski kebakaran telah berhasil dipadamkan, petugas masih disiagakan di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

"Api sudah berhasil dipadamkan. Namun, tim tetap disiagakan di sekitar lokasi untuk melakukan pendinginan agar tidak muncul kebakaran lagi," jelasnya.

Yudi menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Kondisi di sekitar jalur pendakian Gunung Lamongan juga dipastikan aman.

Ia memastikan tidak ada pendaki yang terjebak maupun berada di puncak Gunung Lamongan saat kebakaran terjadi.

"Saat kebakaran tidak ada pendaki di puncak, jadi aman hanya kerugian materil saja," pungkasnya.

Berdasarkan perkiraan BPBD Lumajang, kerugian akibat kebakaran tersebut relatif kecil, yakni sekitar Rp 450 ribu.

Karhutla di kawasan Gunung Fuji ini menjadi perhatian petugas mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan hutan dan berdekatan dengan jalur pendakian Gunung Lamongan. Petugas tetap melakukan pemantauan dan pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. (mam)

31/08/2026

Kebakaran TNBTS Didalami, Ahli IPB Ambil Sampel Tanah dan Arang di Probolinggo



Probolinggo, (Onenewsjatim) - Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum Kehutanan) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mendalami peristiwa kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.

Untuk mengungkap kondisi kawasan dan dampak kebakaran terhadap tanah serta lingkungan, penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Gakkum Kehutanan menggandeng dua ahli dari IPB University. Pengambilan sampel dilakukan di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu (29/8/2026).

Dua ahli yang dilibatkan yakni Prof Dr Ir Bambang Hero Saharjo, M.Agr., ahli kebakaran hutan dan lahan, serta Prof Dr Ir Basuki Wasis, M.Si., ahli kerusakan tanah dan lingkungan.

Keduanya didampingi PPNS Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara bersama Polisi Kehutanan TNBTS saat mengambil sampel di lokasi terdampak kebakaran.

Pengambilan sampel dilakukan pada lima plot. Sampel yang diambil meliputi tanah komposit, tanah utuh, tumbuhan bawah yang tumbuh di atas tanah terbakar, hingga arang sisa kebakaran.

Pada salah satu plot, tim juga mengambil sampel tanah dari area yang tidak terbakar. Sampel tersebut digunakan sebagai kontrol atau pembanding.

Seluruh sampel selanjutnya akan menjalani pemeriksaan secara laboratoris untuk mengetahui kondisi serta dampak kebakaran terhadap tanah dan lingkungan.

Kepala Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Aswin Bangun, mengatakan keterlibatan ahli diperlukan untuk mendapatkan data yang dapat mendukung proses penyelidikan.

"Pengambilan sampel ini merupakan bagian dari proses penyelidikan. Penyidik mendampingi ahli dalam mengambil sampel tanah, tumbuhan, dan material sisa kebakaran dari beberapa titik di lokasi terdampak," ujar Aswin.

Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi bagian penting dalam proses penanganan perkara.

"Sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium untuk memperoleh data yang diperlukan dalam membuat terang peristiwa kebakaran. Hasil pemeriksaan akan menjadi bagian dari pembuktian untuk membuat terang perkara dan menentukan langkah hukum selanjutnya," sambungnya.

Dimulai Sejak Awal Agustus

Aswin menjelaskan, penanganan perkara kebakaran tersebut telah dimulai sejak 3 Agustus 2026. Saat itu, penyidik menerbitkan Surat Perintah Tugas Pengumpulan Bahan dan Keterangan.

Selanjutnya, pada 18 Agustus 2026, penyidik mengajukan penunjukan ahli kebakaran hutan dan kerusakan lingkungan. Penugasan ahli dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University kemudian ditindaklanjuti pada 19 Agustus 2026.

Pengambilan sampel oleh para ahli dilaksanakan pada 29 Agustus 2026.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan kebakaran di kawasan konservasi tidak hanya berdampak terhadap vegetasi. Menurutnya, kelestarian TNBTS berkaitan erat dengan kepentingan masyarakat dan aktivitas wisata.

"Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang penting. Dampak kebakaran tidak hanya menyangkut vegetasi yang terbakar, tetapi juga fungsi lingkungan, kehidupan masyarakat, dan aktivitas wisata yang bergantung pada kelestarian kawasan," kata Januanto.

Karena itu, dia menegaskan dampak dan kerugian akibat kebakaran perlu diketahui secara jelas melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Apabila terdapat perbuatan pidana, hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bagian dari proses penegakan hukum agar pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum," tegasnya.

Kegiatan pengambilan sampel tersebut disaksikan unsur Balai Besar TNBTS dan Polisi Kehutanan. Seluruh proses dituangkan dalam Berita Acara Pengambilan Sampel yang ditandatangani ahli, penyidik, serta saksi yang hadir.

Kementerian Kehutanan memastikan proses penyelidikan terus dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan. Hasil pemeriksaan ahli dan uji laboratorium akan menjadi bahan untuk mengetahui dampak kebakaran terhadap tanah dan lingkungan sekaligus menentukan langkah hukum selanjutnya.

30/08/2026

Musisi Lumajang Cak Takim Bawa Cerita Sopir ke Industri Musik Lewat Single Perdana

Cak Takim saat usai promosikan lagu Sopir

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Berawal dari kebiasaan bernyanyi dan mengarang lirik secara spontan, Muhammad Takwim (35) atau yang akrab disapa Cak Takim, akhirnya memperkenalkan karya musik perdananya.

Musisi asal Desa Denok, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang itu merilis single berjudul “Sopir” melalui kanal YouTube GSI Entertainment, Sabtu (29/8/2026).

Lagu tersebut mengangkat kehidupan para pengemudi yang sehari-hari menghabiskan waktu di jalan. Ceritanya dikemas dengan nuansa humor, mulai dari kebiasaan mampir di warung kopi hingga berbagai tingkah usil yang kerap terjadi selama perjalanan.

Dalam lagu itu, sosok sopir digambarkan tengah menjalankan pekerjaan mengantar muatan. Namun, perjalanan yang seharusnya langsung menuju tujuan justru kerap diselingi berhenti di sejumlah tempat.

Warung kopi menjadi salah satu tempat yang digambarkan sering menggoda sang sopir untuk berhenti. Dari sekadar menikmati kopi, bercanda dengan teman, hingga munculnya berbagai celetukan dan godaan, semuanya dirangkai menjadi cerita ringan yang menghibur.

Cak Takim mengatakan ide lagu tersebut tidak lahir dari pengalaman pribadinya sebagai sopir, melainkan dari pengamatan terhadap kehidupan teman-temannya.

“Memang kebiasaan nyanyi-nyanyi sambil ngarang, jadilah musik ini,” ujar Cak Takim.

Ia mengaku sering melihat kebiasaan rekan-rekannya yang bekerja sebagai sopir. Aktivitas mereka ketika berada di perjalanan, termasuk kebiasaan mampir ke warung kopi, kemudian menjadi bahan cerita yang dituangkan dalam lagu.

“Kalau pengalaman pribadi enggak ada. Cuma sering lihat teman kanan-kiri. Setiap hari kan mampir di warung kopi. Dari situ ada cerita seperti ini, akhirnya tercetus,” katanya.

Meski judul dan ceritanya sangat dekat dengan kehidupan pengemudi, Cak Takim tidak membatasi pendengar lagu tersebut hanya dari kalangan sopir.

Ia berharap single perdananya dapat diterima oleh masyarakat secara luas.

“Inginnya semua kalangan. Memang temanya tentang sopir, tetapi targetnya semua kalangan,” tuturnya.

Tak Sekadar Lagu Jenaka

Di balik cerita yang dibuat menghibur, Cak Takim menyisipkan pesan bagi para sopir agar tetap menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, bekerja di jalan tidak boleh dilakukan sembarangan. Pengemudi harus mampu menjaga perilaku serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

“Pesannya, kehidupan sopir itu jangan sampai main-main. Harus lempeng, harus lurus, jangan main-main,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan rekan sesama sopir agar tidak mengutamakan kecepatan ketika bekerja.

Cak Takim meminta para pengemudi lebih berhati-hati dan tidak memaksakan diri saat berada di jalan.

“Untuk teman-teman sopir di jalan, hati-hati. Ojok ngebut-ngebut. Yang penting alon-alon, yang penting kelakuan, yang penting selamat,” ujarnya.

Meski kini mulai masuk ke dunia musik, Cak Takim memastikan dirinya tidak akan meninggalkan pekerjaan sebagai sopir.

Ia justru ingin tetap menjalani aktivitas tersebut karena kehidupan di jalan merupakan bagian dari kesehariannya.

“Insyaallah tetap di jalan, tiap hari nyopir. Insyaallah tetap seperti itu. Sesuai kehidupan sehari-hari begini, ya begini saja,” katanya.

Respons dari komunitas sopir terhadap karya tersebut, lanjut Cak Takim, cukup beragam. Ada yang memberikan dukungan dan merasa terhibur, namun ada pula yang merespons dengan candaan.

Bagi Cak Takim, beragam tanggapan tersebut bukan menjadi persoalan. Ia memilih membuktikan kemampuannya melalui karya.

“Ada yang senang, ada yang mendukung, ada juga yang bilang, ‘Ah kamu ini apa-apaan.’ Ya ada seperti itu. Kita buktikan melalui karya ini,” ungkapnya.

Cak Takim juga mengungkapkan bahwa perjalanannya hingga dapat menghasilkan karya musik tidak lepas dari dukungan orang-orang yang berada di belakangnya.

Ia menyebut Direktur Graha Suara Publishing (GSP) Yuski Hamdan sebagai salah satu sosok yang memberikan dukungan. Sementara perkenalannya dengan Yuski terjadi berkat bantuan Mas Beri.

“Saya di sini nomor satu berkat jasa Pak Yuski. Yang mempertemukan saya dengan Pak Yuski itu Mas Beri. Berkat kedua orang inilah saya bisa seperti saat ini,” ucapnya.

Promosi Diawali dari Jawa Timur

Sementara itu, Direktur GSI Entertainment Robi Satria mengatakan pihaknya tidak langsung membidik pasar nasional untuk karya perdana Cak Takim.

Promosi akan dimulai dari wilayah Jawa Timur sebagai langkah awal untuk memperkenalkan lagu “Sopir” kepada masyarakat.

“Untuk awal ini kita fokusnya justru di Jawa Timur dulu untuk mempromosikan karya pertama tulisan Cak Takim, lagu ‘Sopir’ ini,” jelas Robi.

Menurutnya, sejumlah strategi telah disiapkan untuk memperluas jangkauan lagu tersebut. GSI Entertainment akan menggandeng influencer dan media dalam kegiatan promosi.

Selain itu, masyarakat Lumajang dan komunitas sopir yang dekat dengan Cak Takim juga akan dilibatkan dalam upaya memperkenalkan karya tersebut.

“Kita sudah mempersiapkan kerja sama dengan banyak influencer dan media-media untuk mengangkat lagu ini. Kemudian kerja sama dengan masyarakat, khususnya di Lumajang, dan teman-teman Cak Takim di komunitas sopirnya,” ungkap Robi.

GSP Dorong Musisi Lokal Tembus Nasional

Dukungan terhadap Cak Takim juga menjadi bagian dari upaya memperluas ruang bagi musisi lokal Lumajang.

Direktur Graha Suara Publishing (GSP) Yuski Hamdan mengatakan masih banyak musisi daerah yang memiliki kemampuan dan karya, tetapi membutuhkan wadah untuk mengembangkan potensinya.

Karena itu, GSI dan GSP diharapkan dapat menjadi penghubung bagi para musisi muda Lumajang agar tidak hanya berkarya di daerah, tetapi memiliki kesempatan menjangkau industri musik yang lebih luas.

“GSI sama GSP ini akan menjadi jembatan untuk anak-anak muda, khususnya musisi Lumajang, biar karyanya itu bisa sampai nasional,” kata Yuski.

Ia menambahkan, dukungan terhadap para musisi dilakukan melalui wadah perusahaan yang memiliki legalitas. Dengan demikian, para pelaku musik lokal diharapkan memiliki ruang yang lebih profesional untuk mengembangkan dan mempromosikan karya mereka.

Kehadiran single “Sopir” menjadi langkah awal Cak Takim memperkenalkan sisi lain kehidupannya melalui musik. Berangkat dari cerita sederhana di jalan, lagu tersebut diharapkan mampu menghibur masyarakat sekaligus membawa pesan agar para pengemudi tetap mengutamakan tanggung jawab dan keselamatan. (imam)

27/08/2026

Karhutla TNBTS Lumajang Meluas ke Sejumlah Titik, Api di Argosari Berhasil Dikendalikan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang, Kamis (27/8/2026).

Kebakaran terpantau di dua lokasi, yakni Blok Jantur dan Ledok Bedor, Desa Argosari, serta Blok Ranu Kembang, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan petugas gabungan telah diterjunkan untuk melakukan penanganan dan pemadaman di sejumlah titik.

"Tim gabungan terbagi menjadi dua tim. Pagi tadi sekitar pukul 08.20 WIB, tim berangkat menuju lokasi kebakaran di wilayah Desa Ranupani dan Desa Argosari," kata Yudi.

Tim yang menuju wilayah Argosari tiba di Blok Ledok Bedor sekitar pukul 09.30 WIB. Pemadaman kemudian dilakukan secara manual dengan dipimpin petugas TNBTS.

Sementara tim yang menuju Desa Ranupani tiba di Kantor Resort Ranupani sekitar pukul 10.00 WIB untuk melakukan koordinasi dan penanganan lebih lanjut.

Hingga pukul 12.30 WIB, api masih terlihat membara di kawasan Ledok Bedor dan Jantur. Petugas terus berupaya melakukan pemadaman secara manual.

"Medan yang terjal menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Kabut dan asap juga kerap turun di sekitar area yang terbakar," ujarnya.

Sekitar pukul 15.45 WIB, api di kawasan Ledok Bedor dan Jantur berhasil dikendalikan. Meski demikian, petugas masih menemukan sejumlah titik api dan kepulan asap yang belum sepenuhnya padam, terutama pada lokasi dengan medan yang sulit dijangkau.

Sementara di Blok Ranu Kembang, proses penanganan masih dilakukan dan luasan kawasan yang terbakar masih dalam asesmen pihak TNBTS.

"Untuk wilayah Argosari, sementara luasan yang terbakar kurang lebih 10 hektare. Sedangkan untuk Blok Ranu Kembang masih dalam asesmen TNBTS," jelas Yudi.

Material yang terbakar meliputi pohon stigi hutan, cemara gunung, ranting, rumput kering maupun basah, serta vegetasi hutan lainnya.

Yudi menambahkan, jarak titik api dari permukiman dan lahan pertanian warga diperkirakan sekitar lima kilometer. Kondisi tersebut membuat petugas tetap melakukan pemantauan untuk mencegah api meluas.

Di tengah penanganan karhutla, sebanyak 170 pendaki yang sebelumnya masih berada di kawasan Ranu Kumbolo berhasil dievakuasi. Sekitar pukul 14.30 WIB, seluruh pendaki tiba di Kantor Resort Ranupani dan selanjutnya didampingi porter serta guide menuju Malang.

Selain itu, petugas juga menemukan titik api baru di Petak Pangonan Cilik, Desa Pasrujambe. Titik tersebut kemudian ditangani personel TNBTS dan dilaporkan telah padam.

"Untuk titik api saat ini tinggal di atas Pos 4 pendakian Gunung Semeru. Penanganan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada api yang kembali membesar," ungkapnya.

Menurut Yudi, pemadaman di sejumlah titik yang berada di medan terjal membutuhkan metode khusus. Salah satunya melalui dukungan water bombing dengan sumber air dari Ranu Kumbolo.

"Diperlukan pemadaman dengan water bombing di area Petak Pangonan Cilik dan titik-titik terjal lainnya dengan mengambil air dari Ranu Kumbolo," katanya.

Petugas juga akan melanjutkan penanganan pada Jumat (28/8/2026). Personel yang diterjunkan ke lokasi disarankan menggunakan kendaraan motor trail untuk memudahkan mobilitas menuju area yang sulit dijangkau.

Yudi memastikan petugas gabungan bersama TNBTS akan terus melakukan pemantauan dan penanganan hingga seluruh titik api benar-benar dinyatakan padam.

25/08/2026

Antisipasi Lahar Semeru, Tanggul Curah Lengkong dan Dua Check Dam Supiturang Dibangun


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pemerintah terus memperkuat upaya mitigasi bencana di kawasan rawan erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur pengendali aliran material vulkanik di sejumlah titik rawan.

Pembangunan tersebut dilakukan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), berupa tanggul pengaman di kawasan Curah Lengkong serta dua unit check dam di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan keberadaan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana di kawasan sekitar Gunung Semeru.

“Pembangunan tanggul pengaman di Curah Lengkong serta dua unit check dam di Desa Supiturang telah berdiri,” kata Isnugroho, Senin (24/8/2026).

Menurut Isnugroho, langkah pemerintah pusat melalui BBWS tersebut menunjukkan komitmen memperkuat perlindungan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan rawan bencana.

“Pemerintah pusat melalui BBWS bergerak proaktif memperkuat infrastruktur mitigasi bencana di kawasan rawan letusan Gunung Semeru,” ujarnya.

Infrastruktur pengendali aliran tersebut diharapkan dapat membantu menahan dan memperlambat aliran material vulkanik dari kawasan hulu. Keberadaannya juga dinilai penting untuk mengantisipasi potensi lahar hujan, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan Gunung Semeru.

Isnugroho menjelaskan, pembangunan infrastruktur fisik merupakan salah satu bagian dari mitigasi bencana yang harus berjalan beriringan dengan kesiapsiagaan masyarakat dan pemantauan kondisi gunung api.

“Dengan adanya infrastruktur tersebut, aliran material vulkanik diharapkan dapat lebih terkendali sehingga potensi dampaknya terhadap kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat dapat ditekan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan infrastruktur mitigasi tidak hanya ditujukan untuk menghadapi potensi bencana dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari strategi membangun ketangguhan wilayah secara berkelanjutan.

Menurutnya, perlindungan masyarakat di kawasan rawan bencana membutuhkan sinergi antara pembangunan fisik, kesiapsiagaan warga, sistem peringatan dini, serta koordinasi lintas sektor.

“Mitigasi bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi dipersiapkan jauh sebelumnya melalui penguatan infrastruktur, kesiapsiagaan masyarakat, serta koordinasi lintas sektor,” tegas Isnugroho.

Dengan pembangunan tanggul dan check dam tersebut, pemerintah berharap risiko dampak aliran material vulkanik terhadap masyarakat dapat ditekan. Upaya tersebut sekaligus memperkuat kesiapan Kabupaten Lumajang dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Semeru.

“Dengan langkah mitigasi yang terintegrasi ini, Lumajang kini jauh lebih tangguh dalam menghadapi potensi amukan alam,” pungkasnya.

Libur Maulid Nabi, KAI Daop 9 Jember Catat 107.686 Penumpang


Jember, (Onenewsjatim)
– Mobilitas masyarakat menggunakan transportasi kereta api meningkat selama libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencatat sebanyak 107.686 penumpang telah menggunakan layanan kereta api selama lima hari, mulai Jumat (21/8/2026) hingga Selasa (25/8/2026).

Peningkatan aktivitas penumpang terlihat di sejumlah stasiun, terutama pada Selasa (25/8), yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pada hari tersebut, KAI Daop 9 Jember melayani sebanyak 21.106 penumpang. Jumlah itu masih berpotensi bertambah hingga seluruh perjalanan kereta api pada hari tersebut selesai beroperasi.

Tiga stasiun dengan aktivitas penumpang tertinggi pada Selasa (25/8) yakni Stasiun Jember dengan 6.194 penumpang, Stasiun Banyuwangi Kota sebanyak 3.502 penumpang, dan Stasiun Ketapang sebanyak 2.525 penumpang.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Maulid Nabi menunjukkan kereta api masih menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan.

“Selama periode libur Maulid Nabi Muhammad SAW, mobilitas masyarakat menggunakan kereta api cukup tinggi. Dari Jumat hingga Selasa, 21 sampai 25 Agustus 2026, kami melayani 107.686 penumpang,” kata Cahyo, Selasa (25/8/2026).

“Khusus pada Selasa (25/8), tercatat sebanyak 21.106 penumpang yang kami layani dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah hingga akhir operasional perjalanan kereta api hari ini,” imbuhnya.

Menurut Cahyo, tingginya jumlah penumpang tersebut tersebar pada berbagai layanan kereta api, baik kereta api pelayanan publik atau PSO maupun kereta api komersial.

Untuk layanan KA PSO, KA Probowangi menjadi salah satu kereta api yang banyak digunakan masyarakat dengan jumlah penumpang mencapai 5.551 orang selama periode tersebut.

Sementara pada layanan KA komersial, KA Sangkuriang tercatat melayani sebanyak 2.471 penumpang.

“Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki beragam pilihan perjalanan dengan kereta api sesuai kebutuhan dan tujuan masing-masing. Kami terus memastikan seluruh layanan berjalan dengan baik, sehingga pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan lancar,” jelas Cahyo.

Mengantisipasi tingginya mobilitas penumpang, KAI Daop 9 Jember juga menyiagakan petugas di berbagai titik pelayanan, khususnya di stasiun dengan volume penumpang tinggi.

Pengaturan arus pelanggan dilakukan untuk memastikan proses keberangkatan maupun kedatangan kereta api tetap berlangsung aman dan tertib.

KAI mengimbau calon penumpang memperhatikan jadwal keberangkatan dan datang lebih awal ke stasiun. Penumpang juga diminta memastikan tiket serta identitas yang digunakan telah sesuai.

Selain itu, pelanggan diimbau untuk selalu mengikuti arahan petugas selama berada di area stasiun maupun saat melakukan perjalanan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan selama libur Maulid Nabi kepada kereta api. Kami juga mengimbau pelanggan untuk selalu menjaga ketertiban dan keselamatan, serta mengikuti arahan petugas agar perjalanan bersama KAI tetap aman, nyaman, dan menyenangkan,” pungkas Cahyo.

L

24/08/2026

Karnaval Serentak di Lumajang 29 Agustus, Satlantas Siapkan Skema Buka-Tutup dan Jalur Alternatif


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akan menggelar karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang diperkirakan menarik perhatian ribuan masyarakat tersebut berpotensi berdampak terhadap arus lalu lintas. 

Satlantas Polres Lumajang pun menyiapkan sejumlah skema pengaturan dan rekayasa lalu lintas, terutama di lokasi karnaval yang menggunakan jalur nasional dan provinsi.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Lumajang, Ipda Suheri, mengatakan terdapat sejumlah titik yang perlu mendapat perhatian khusus karena rute karnaval melintasi jalan dengan tingkat mobilitas kendaraan cukup tinggi.

“Untuk karnaval yang menggunakan jalan nasional ada di Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, dan Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. Kami sudah menyiapkan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di lokasi tersebut,” kata Suheri, Senin (24/8/2026).

Di Desa Labruk Lor, menurut dia, arus lalu lintas tidak akan ditutup total. Petugas akan menerapkan sistem buka-tutup untuk memberikan kesempatan kepada peserta karnaval melintas sekaligus menjaga kendaraan masyarakat tetap dapat bergerak.

Peserta karnaval juga diminta tidak melakukan atraksi di badan jalan nasional. Atraksi akan dilakukan di halaman GM Plaza sehingga tidak mengganggu pengguna jalan.

“Peserta tidak boleh melakukan atraksi di jalan raya. Atraksinya dilakukan di halaman GM Plaza. Setelah itu peserta melanjutkan perjalanan sampai finis dan keluar kembali,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan di Labruk Lor, masyarakat juga dapat menggunakan sejumlah jalur alternatif, di antaranya melalui arah Mojosari, Serbet, maupun jalur Desa Grati menuju wilayah selatan.

Sementara di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Satlantas menyiapkan jalur alternatif melalui Desa Bagu menuju Pantai Bambang. Kendaraan dari arah tersebut dapat menuju Sepang, kemudian masuk ke Jalan Lintas Selatan (JLS) dan berbelok ke arah Jarit.

“Jalur alternatif di Jarit bisa dilalui kendaraan besar. Jadi kami lakukan pengalihan dan rekayasa lalu lintas di sana,” jelas Suheri.

Adapun karnaval di Desa Tukum, Kecamatan Tekung, yang menggunakan jalan provinsi, akan menerapkan pola serupa dengan Labruk Lor. Arus lalu lintas tetap dibuka dan diberlakukan buka-tutup ketika peserta melintas.

“Di Tukum tidak ada penutupan total. Jalan masih bisa digunakan untuk kendaraan roda dua maupun roda empat karena memang tidak ada jalur alternatif,” katanya.

Menurut Suheri, dampak terhadap lalu lintas di lokasi-lokasi tersebut lebih banyak bersifat lokal. Namun, petugas tetap disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat mengikuti arahan petugas. Untuk peserta, yang paling penting tidak melakukan atraksi di badan jalan karena jalan tetap harus digunakan bersama oleh masyarakat,” tegasnya

Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota

Karnaval di wilayah Kota Lumajang juga menjadi perhatian karena rute yang diterima sementara dari Dinas Perhubungan melintasi sejumlah ruas jalan utama.

Rute tersebut direncanakan dimulai dari Alun-Alun Lumajang, kemudian menuju BNI, Jalan Sutoyo, Jalan Diponegoro, Jalan Hariyono, Jalan KH Gozali, dan berakhir di kawasan Adipura.

Suheri mengatakan pihaknya masih menunggu pemberitahuan resmi mengenai kepastian rute tersebut. Meski demikian, skema pengaturan lalu lintas telah dipersiapkan apabila rute tersebut ditetapkan.

“Kalau jalurnya seperti itu, di Simpang Tiga Hotel Lumajang kendaraan dari arah utara akan diarahkan ke kanan. Kemudian di Simpang Empat Yos Sudarso akan diarahkan ke Jalan Panjaitan,” tuturnya.

Satlantas juga mengantisipasi peningkatan arus kendaraan dari luar Lumajang yang bertepatan dengan pelaksanaan sejumlah karnaval di wilayah Kabupaten Jember.

Karnaval di Jember dijadwalkan berlangsung di beberapa wilayah, antara lain Kecamatan Jombang, Ambulu, dan Wuluhan. Kondisi tersebut diperkirakan membuat jalur selatan mengalami peningkatan kepadatan.

Karena itu, kendaraan dari arah Surabaya yang menuju Lumajang akan diarahkan menggunakan jalur utara melalui Jatiroto. Pengaturan tersebut juga dikoordinasikan dengan jajaran Polres Jember.

“Untuk truk semen yang melintas dari arah selatan, kami bekerja sama dengan Polres Jember agar diarahkan melalui jalur utara, lewat Jatiroto. Kendaraan dari arah Surabaya menuju Lumajang juga diarahkan melalui Jatiroto,” kata Suheri.

Selain tiga lokasi tersebut, karnaval juga dijadwalkan berlangsung di sejumlah wilayah lain, yakni Lumajang Kota, Desa Purwosono Kecamatan Sumbersuko, Desa Senduro Kecamatan Senduro, Desa Gucialit Kecamatan Gucialit, serta Desa Sumberjo Kecamatan Sukodono. (Imam)





Gema Sholawat Iringi Pawai Maulid Ratusan Siswa SMP-SMA Ma’arif NU Al Ikhlas Al Muhdlor


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Ratusan siswa SMP dan SMA Ma’arif NU Al Ikhlas Al Muhdlor Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menggelar pawai dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (24/8/2026).

Pawai tersebut berlangsung semarak namun tetap khidmat. Para siswa berjalan bersama mengelilingi sejumlah ruas jalan di Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun.

Kegiatan dimulai dari halaman sekolah. Sepanjang perjalanan sekitar 3 kilometer, para siswa kompak melantunkan sholawat Nabi.

Lantunan sholawat menggema di sepanjang jalan, mengiringi barisan siswa yang berjalan dengan tertib. Mereka mengenakan busana muslim serta membawa berbagai atribut seperti bendera dan spanduk.

Pawai ini diikuti siswa dari jenjang SMP dan SMA Ma’arif NU Al Ikhlas Al Muhdlor. Selain menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi sekolah untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Kepala SMA Ma’arif NU Al Ikhlas Al Muhdlor, Asis Purwanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kecintaan para siswa kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah.

“Melalui pawai dan lantunan sholawat ini kami ingin menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah sejak dini,” ujar Asis Purwanto, Senin (24/8/2026).

Menurut dia, kegiatan keagamaan seperti pawai Maulid diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Maulid dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme juga terlihat dari masyarakat yang berada di sepanjang rute pawai. Sejumlah warga keluar rumah untuk menyaksikan rombongan siswa yang melintas.

Tidak sedikit warga yang turut melantunkan sholawat bersama para siswa. Suasana tersebut membuat kegiatan pawai semakin semarak dan menjadi bagian dari syiar Islam di lingkungan masyarakat.

Kepala SMP Ma’arif NU Al Ikhlas Al Muhdlor, Indah Agustin, berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun.

“Semoga anak-anak bisa meneladani sifat jujur, disiplin, dan kasih sayang beliau,” ujar Indah.

Ia berharap momentum Maulid Nabi dapat menjadi sarana penguatan karakter religius siswa. Dengan demikian, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan peringatan, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku para siswa sehari-hari.

15/08/2026

Nyadran Jadi Puncak Karo di Ranupani, Warga Tengger Berjalan Kaki 3 Kilometer


Lumajang, (Onenewsjatim) —
Ratusan warga Suku Tengger di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berjalan kaki sejauh sekitar tiga kilometer untuk mengikuti ritual Nyadran, Sabtu (15/8/2026). Ritual tersebut menjadi salah satu rangkaian utama sekaligus puncak perayaan Hari Raya Adat Karo 2026.

Warga berjalan beriringan dari rumah Romo Dukun menuju makam leluhur. Mereka membawa berbagai hidangan yang telah dipersiapkan untuk keperluan ritual adat.

Nyadran merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Suku Tengger untuk mengenang dan menghormati para leluhur. Dalam prosesi tersebut, warga juga memanjatkan doa sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas kehidupan dan hasil pertanian yang mereka peroleh.

Berjalan Bersama Membawa Hidangan

Suasana perayaan semakin terasa ketika warga mulai bergerak bersama menuju makam. Anak-anak hingga orang dewasa ikut dalam perjalanan tersebut dengan membawa makanan yang akan digunakan dalam prosesi Nyadran.

Sesampainya di makam, warga bergantian melakukan doa dan menaburkan bunga di makam para leluhur. Mereka juga membawa hidangan berupa nasi lengkap dengan lauk yang dibungkus menggunakan daun pisang.

Mamik Forinta, salah seorang warga Suku Tengger, mengatakan Nyadran merupakan bagian penting dalam rangkaian Hari Raya Adat Karo.

Menurut dia, prosesi tersebut menjadi momentum masyarakat untuk mengingat jasa para leluhur sekaligus mensyukuri kehidupan yang telah dijalani masyarakat Tengger.

“Ini kita menghormati dan mengingat perjuangan para leluhur. Juga bersyukur kita di sini bertani, menanam kentang, bawang, tanahnya subur,” kata Mamik di Desa Ranupani, Sabtu (15/8/2026).

Mamik menjelaskan, makanan yang dibawa warga dalam ritual tersebut dikenal dengan sebutan tamping. Hidangan itu berisi berbagai masakan yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat.

“Nama makanannya itu tamping, yang isinya berupa masakan sehari-hari,” ujarnya.

Setelah tiba di lokasi makam, warga tampak memenuhi area pemakaman. Mereka secara bergantian mendatangi makam leluhur untuk menaburkan bunga dan memanjatkan doa.

Tradisi tersebut tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa. Anak-anak juga turut dilibatkan dalam rangkaian Nyadran sebagai bagian dari upaya mengenalkan dan mempertahankan tradisi adat kepada generasi berikutnya.

Selain doa dan tabur bunga, masyarakat membawa makanan sebagai bentuk sedekah dalam rangkaian ritual. Hidangan tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari prosesi Nyadran.

Ketua Pelestari Adat Sampurno mengatakan tradisi Karo dan rangkaian ritual adat di dalamnya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Suku Tengger.

Menurut dia, perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan menjalankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sampurno menegaskan bahwa masyarakat tetap mengikuti ketentuan adat sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur. Namun, pelaksanaan adat tidak berarti mencampurkan keyakinan agama masing-masing warga.

“Pada intinya semua masyarakat itu walaupun agama berbeda-beda, harus mengikuti peraturan adat. Kalau agama itu keyakinan masing-masing. Kalau adat itu yang punya masyarakat. Jadi bersama dilaksanakan dan dijaga,” tutur Sampurno.

11/08/2026

Rehab Pasar Klojen Lumajang Habiskan Rp 288,9 Juta, Pedagang Tak Perlu Direlokasi


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melakukan rehabilitasi sejumlah fasilitas di Pasar Klojen, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Rehabilitasi pasar tersebut menelan anggaran sekitar Rp 288,9 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lumajang 2026.

Proyek yang melekat pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lumajang itu dilaksanakan melalui mekanisme pengadaan langsung (PL).

Kepala Diskopindag Kabupaten Lumajang, Muhammad Ridha, mengatakan rehabilitasi dilakukan pada sejumlah bagian fasilitas pasar yang dinilai membutuhkan penanganan dan berpengaruh terhadap kenyamanan aktivitas perdagangan.

"Pemeliharaan pasar itu, lokasi yang mengganggu transaksi dan kenyamanan, menjadi prioritas," kata Ridha, Senin (10/8/2026).

Rehabilitasi Atap hingga Drainase


Ridha menjelaskan, salah satu bagian yang direhabilitasi adalah atap sisi selatan Pasar Klojen dengan panjang sekitar 40 meter.

Selain atap, pekerjaan juga mencakup perbaikan drainase serta akses jalan di dalam kawasan pasar.

"Ada sekitar 40 meter atap yang kami rehab, kemudian drainase serta jalan di pasar juga kami perbaiki. Totalnya kisaran Rp 288 juta," ujarnya.

Menurut Ridha, rehabilitasi tersebut sebenarnya telah direncanakan pada tahun sebelumnya. Namun, keterbatasan anggaran membuat pelaksanaan pekerjaan baru dapat direalisasikan pada 2026.

Ia berharap perbaikan sejumlah fasilitas tersebut dapat menyelesaikan persoalan yang selama ini mengganggu aktivitas pedagang maupun masyarakat yang berbelanja di Pasar Klojen.

Ridha mengatakan proyek rehabilitasi tersebut tidak dilaksanakan melalui tender atau lelang karena menggunakan mekanisme pengadaan langsung.

Meski demikian, pihaknya memastikan pelaksana pekerjaan tetap dipilih dengan mempertimbangkan kemampuan serta pemenuhan persyaratan yang telah ditentukan.

"Minimal secara kriteria memenuhi syarat. Yang penting tiga pekerjaan tersebut dapat menyelesaikan masalah masyarakat, khususnya pedagang pasar," jelasnya.

Menurut dia, mekanisme tersebut bukan berarti proses penentuan pelaksana dilakukan tanpa pertimbangan.

Pemkab Lumajang tetap menginginkan pekerjaan rehabilitasi dapat dilaksanakan secara maksimal sehingga fasilitas pasar yang diperbaiki benar-benar memberikan manfaat bagi pedagang dan masyarakat.

Dalam pelaksanaan rehabilitasi, Diskopindag juga mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas perdagangan di Pasar Klojen.

Ridha memastikan pedagang tidak perlu direlokasi karena lokasi pekerjaan hanya berada di sebagian kawasan pasar dan pengerjaannya ditargetkan berlangsung dalam waktu relatif singkat.

"Ketika pengerjaan bagian atas atau atap pasar, paling kami cuma komunikasi sama pedagang. Pastinya mereka terganggu, tetapi tidak sampai relokasi," tuturnya.

Komunikasi dengan pedagang, kata Ridha, menjadi bagian penting agar proses pengerjaan tidak mengganggu aktivitas jual beli secara keseluruhan.

Pedagang tetap dapat menjalankan aktivitas usahanya sembari pekerjaan rehabilitasi dilakukan pada bagian pasar yang menjadi sasaran perbaikan.

Dengan rehabilitasi tersebut, Pemkab Lumajang berharap kondisi Pasar Klojen menjadi lebih nyaman dan aman bagi pedagang maupun masyarakat.

Perbaikan atap diharapkan mengatasi persoalan pada bagian bangunan, sedangkan pembenahan drainase dan akses jalan ditujukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendukung aktivitas perdagangan di dalam pasar.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved