-->

04/08/2026

Krisis Air Bersih Meluas, BPBD Lumajang Operasikan Empat Armada Tangki Setiap Hari


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Musim kemarau yang terus melanda Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai berdampak pada krisis air bersih di sejumlah kawasan.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menerjunkan empat armada tangki air bersih untuk melakukan pendistribusian secara rutin ke lokasi terdampak.

Layanan tanggap darurat ini difokuskan pada tiga kecamatan yang berada di wilayah utara Lumajang, yakni Kecamatan Ranuyoso, Kedungjajang, dan Gucialit.

Langkah cepat ini diambil menyusul keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang yang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan/Krisis Air Bersih serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026.

Masa berlaku status tanggap darurat tersebut ditetapkan selama 90 hari, terhitung sejak 10 Juli hingga 7 Oktober 2026.

Enam Desa Terdampak Krisis Air

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, menyampaikan bahwa penetapan status tanggap darurat menjadi landasan operasional pendistribusian air bersih ke masyarakat.

"SK Bupati sudah menetapkan status tanggap darurat mulai tanggal 10 Juli sampai 7 Oktober 2026, jadi berlaku selama tiga bulan," ujar Yudi saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

Yudi menjelaskan, pendistribusian air difokuskan berdasarkan laporan resmi dari pihak desa. Hingga saat ini, tercatat ada enam desa di tiga kecamatan yang mengalami kekeringan.

Di Kecamatan Ranuyoso, wilayah terdampak meliputi Desa Jenggrong dan Desa Meninjo. Sementara di Kecamatan Kedungjajang berada di Desa Jatisari dan Desa Umbul. Adapun di Kecamatan Gucialit mencakup Desa Pakel dan Desa Dadapan.

Intensifkan Penyaluran hingga 110 Titik

Untuk memenuhi kebutuhan ribuan warga, BPBD mengoperasikan empat unit mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Setiap armada dikerjakan secara intensif dari hari Senin hingga Sabtu.

"Dalam satu hari, armada tangki bisa melakukan pengiriman hingga enam kali rait. Jumlah pengiriman itu terbagi, misalnya satu desa mendapat dua sampai tiga kali pengiriman, sisanya disalurkan ke desa lain," terang Yudi.

Hingga akhir Juli 2026, penyaluran air bersih oleh BPBD Lumajang telah menjangkau sekitar 110 titik distribusi. Pihaknya memprediksi jumlah titik dropping air bersih akan terus bertambah seiring memuncaknya musim kemarau pada Agustus ini.

Bantuan Armada Tambahan dan Potensi Perpanjangan Status

Guna mengantisipasi perluasan wilayah terdampak, BPBD Lumajang mendapat dukungan armada tambahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas serta program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kami dibantu armada tangki dari BBWS Brantas yang disiagakan untuk wilayah Desa Jenggrong (Ranuyoso) dan Desa Jatisari (Kedungjajang). Sementara bantuan dari CSR Sapu Dam Curahkobokan dipfokuskan ke Desa Dadapan (Gucialit)," ungkapnya.

Yudi menambahkan, jika dampak kekeringan masih terus berlanjut hingga melewati batas waktu SK Bupati pada 7 Oktober 2026, Pemkab Lumajang siap memperpanjang masa tanggap darurat.

"Jika kemarau masih berkepanjangan pada September hingga Oktober mendatang, tidak menutup kemungkinan masa berlaku SK Bupati akan kami tambahkan," pungkasnya.


31/07/2026

AKBP Riki Yariandi Resmi Jabat Kapolres Lumajang, Ini Rekam Jejak dan Kariernya

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepemimpinan di Polres Lumajang resmi berganti. Tongkat komando yang sebelumnya dipegang AKBP Alex Sandy Siregar kini diserahterimakan kepada AKBP Riki Yariandi, seorang perwira menengah Polri yang memiliki pengalaman panjang di bidang reserse dan pengawasan internal.

Sementara itu, AKBP Alex Sandy Siregar mendapat promosi jabatan sebagai Wakapolresta Malang Kota setelah memimpin Polres Lumajang selama kurang lebih satu tahun.

AKBP Riki Yariandi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2006. Sebelum dipercaya memimpin Polres Lumajang, ia menjabat sebagai Kapolres Pekalongan Kota sejak 12 Maret 2025 atau sekitar satu tahun tiga bulan sebelum dimutasi ke Kabupaten Lumajang.

Perwira kelahiran Karawang, Jawa Barat, 6 Juni 1982 itu dikenal memiliki rekam jejak yang kuat di bidang penyidikan tindak pidana, khususnya tindak pidana khusus. Selain pengalaman operasional, ia juga aktif meningkatkan kompetensi melalui berbagai pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.

Pada 2008, Riki mengikuti Stability Police Unit Middle Management Course. Enam tahun kemudian, tepatnya pada 2014, ia terpilih mengikuti Program Bantuan Pemerintah Jepang untuk Reformasi Polri di bidang Community Policing (Polmas), sebuah program yang bertujuan memperkuat pendekatan kepolisian yang humanis dan berbasis kemitraan dengan masyarakat.

Di bidang akademik, AKBP Riki juga memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana (S-1) di Universitas Muhammadiyah Palu pada 2008, kemudian meraih gelar Magister dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2017.

Karier kepolisian AKBP Riki dimulai sebagai Perwira Pertama (Pama) di Polres Donggala, Polda Sulawesi Tengah pada 2007. Berbekal pengalaman tersebut, kariernya terus berkembang hingga dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis.

Di lingkungan Polda Metro Jaya, ia pernah menjabat sebagai Panit Subdit I Ditreskrimsus, Kanit 2 Bagwassidik Ditreskrimsus, hingga Penyidik Madya Ditreskrimsus yang diperbantukan sebagai Kasubdit I Fismondev.

Pada 2022, Riki dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Nusa Tenggara Timur. Setahun kemudian, ia menjalankan penugasan sebagai Perwira Menengah Ditreskrimsus Polda NTT di Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Kariernya kembali meningkat pada 2024 saat dipercaya mengemban amanah sebagai Auditor Kepolisian Muda Tingkat I di Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri. Pengalaman tersebut semakin memperkaya kompetensinya, baik di bidang penegakan hukum maupun pengawasan organisasi kepolisian.

Pada 2025, AKBP Riki dipercaya memimpin Polres Pekalongan Kota sebelum akhirnya mendapatkan amanah baru sebagai Kapolres Lumajang pada mutasi Polri tahun 2026.

Mengawali tugasnya di Kabupaten Lumajang, AKBP Riki Yariandi menyampaikan harapannya agar dapat menjalankan amanah dengan baik serta mendapat dukungan dari seluruh personel dan masyarakat.

"Selanjutnya mohon bimbingannya selalu. Semoga Allah memberi kekuatan, kesehatan, keselamatan dan perlindungan untuk kita semua," ujar AKBP Riki.

Sementara itu, AKBP Alex Sandy Siregar menyampaikan pesan perpisahan kepada seluruh jajaran dan masyarakat Lumajang. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjalankan tugas sebagai Kapolres.

"Saya atas nama pribadi dan kedinasan mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan, kekurangan, kekhilafan, dan hal-hal lainnya selama saya bertugas di Lumajang," ucap Alex. (Imam) 


23/07/2026

MBK Ventura Salurkan 13 Karpet Masjid di Lumajang, Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat

PT. Mitra Bisnis Keluarga Ventura Salurkan karpet ke takmir masjid dan Mushola

Lumajang (Onenewsjatim)
– PT Mitra Bisnis Keluarga (MBK) Ventura bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan sosial berupa penyaluran bantuan karpet masjid sekaligus edukasi literasi keuangan bagi masyarakat di Kecamatan Lumajang, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Lumajang tersebut menjadi bagian dari sinergi antara sektor jasa keuangan, pemerintah, dan lembaga sosial dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Bantuan disalurkan melalui pemanfaatan program zakat BAZNAS serta dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT MBK Ventura.

Acara dihadiri Sekretaris Kecamatan Lumajang Harminto, Kapolsek Lumajang Kota AKP Zainul Abidin, Danramil Lumajang Kota Kapten Inf Ahmad Ely Supriyadi, Assistant Regional Manager PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura Lia Laurita, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Lumajang, serta takmir masjid dan pengurus musala.

Dalam kegiatan tersebut, PT MBK Ventura menyerahkan sebanyak 13 karpet untuk masjid dan musala yang tersebar di 12 desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Lumajang.

Assistant Regional Manager PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura, Lia Laurita, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus upaya memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

"Hari ini kami menyalurkan bantuan berupa pengadaan karpet masjid kepada takmir masjid dan musala di wilayah Kecamatan Lumajang. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun sinergi yang lebih baik dengan pemerintah maupun masyarakat," ujar Lia.

Menurutnya, selain penyaluran bantuan sosial, MBK Ventura juga menghadirkan sosialisasi mengenai lembaga pembiayaan yang dikelolanya agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai layanan keuangan yang legal dan berada di bawah pengawasan OJK.

"Kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa MBK Ventura merupakan lembaga pembiayaan resmi yang diawasi oleh OJK. Selama ini masih ada anggapan yang menyamakan MBK dengan pinjaman online ilegal. Karena itu kami mengundang OJK untuk memberikan literasi keuangan agar masyarakat semakin memahami produk keuangan yang aman dan legal," jelasnya.

Lia menerangkan, MBK Ventura merupakan lembaga pembiayaan non-bank yang fokus memberikan akses permodalan kepada kelompok perempuan produktif melalui sistem pembiayaan kelompok.

Program tersebut, kata dia, diperuntukkan bagi perempuan yang memiliki atau ingin mengembangkan usaha di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pertanian hingga usaha mikro lainnya.

"Pembiayaan kami khusus untuk ibu-ibu dengan sistem kelompok minimal 15 orang. Dana yang diterima harus dimanfaatkan sendiri untuk usaha dan tidak boleh dialihkan kepada orang lain ataupun digunakan sebagai joki pinjaman," tegasnya.

Ia berharap kegiatan literasi keuangan yang dipadukan dengan aksi sosial tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Kami berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi mengenai layanan keuangan yang legal, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Di sisi lain, bantuan karpet ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam beribadah serta mempererat hubungan baik antara perusahaan dan lingkungan sekitar," katanya.

Lia menambahkan, MBK Ventura berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sehingga manfaatnya semakin luas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial maupun ekonomi masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Lumajang Harminto, mengapresiasi sinergi yang dibangun antara PT MBK Ventura, OJK, dan BAZNAS melalui kegiatan yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, bantuan yang diberikan kepada para takmir masjid merupakan bentuk kepedulian yang tepat sasaran sekaligus mendukung terciptanya lingkungan ibadah yang lebih nyaman.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada PT MBK Ventura, OJK, dan BAZNAS atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Kecamatan Lumajang. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi para takmir masjid dan musala serta menjadi wujud nyata sinergi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat," ujar Herminto.

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan berkomitmen untuk terus mendukung kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan dalam meningkatkan literasi keuangan serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Kami berharap kerja sama yang baik ini terus berlanjut. Semoga program-program seperti ini dapat semakin memperkuat upaya pengentasan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Kabupaten Lumajang," pungkasnya. (Fat) 

12/07/2026

Ikan Mabuk Bermunculan di Ranu Klakah Lumajang, Lapak Dadakan Ramai Diserbu Pembeli


Lumajang, (Onenewsjatim
) – Ratusan warga memadati kawasan Danau Ranu Klakah yang terletak di Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, pada Minggu (12/7/2026). 


Kedatangan warga secara berbondong-bondong ini bukan untuk berwisata, melainkan untuk berburu ikan yang mengapung di permukaan danau.


​Berbekal peralatan sederhana seperti tombak, jaring, dan jala, warga antusias menangkap ikan dari tepian hingga ke tengah danau. 


Fenomena yang kerap disebut 'ikan mabuk' ini diduga kuat dipicu oleh kombinasi suhu dingin ekstrem akibat perubahan cuaca, serta keluarnya kandungan belerang dari aktivitas Gunung Lemongan.


​Melimpahnya hasil tangkapan liar ini seketika dimanfaatkan warga untuk membuka lapak-lapak dadakan di bahu jalan tak jauh dari kawasan danau. Harga ikan pun mendadak turun drastis dan diserbu oleh pembeli.


Salah seorang pedagang ikan dadakan, Yulis, mengatakan harga ikan mengalami penurunan karena pasokan yang melimpah.


"Sekarang dijual Rp28 ribu per kilogram, sebelumnya sekitar Rp33 ribu per kilogram," ujar Yulis.


Ia menjelaskan, banyaknya ikan yang berhasil ditangkap warga membuat harga jual harus disesuaikan agar seluruh hasil tangkapan dapat segera terjual.


Sementara itu, salah seorang warga, Zuremi, mengatakan fenomena ikan mabuk bukanlah hal baru bagi masyarakat sekitar Ranu Klakah. Menurutnya, kejadian tersebut hampir selalu terjadi setiap tahun ketika memasuki puncak musim kemarau.


"Hampir tiap tahun. Kalau udaranya dingin, biasanya ikannya keluar," katanya.


Zuremi menambahkan, jenis ikan yang paling banyak muncul ke permukaan adalah ikan nila dan udang. Fenomena musiman ini menjadi berkah bagi warga karena dapat memperoleh ikan dengan mudah, sekaligus membeli ikan dengan harga lebih terjangkau.


Di sisi lain, kondisi tersebut justru membawa kerugian bagi para pembudidaya ikan keramba. Banyak petani memilih memanen ikan lebih awal untuk mengurangi risiko kematian ikan akibat perubahan kondisi air.


Salah seorang petani ikan keramba, Narwi, mengaku mengalami kerugian sekitar 15 persen akibat fenomena tersebut.


"Tadi subuh saya angkat, saya jual, alhamdulillah masih laku. Kerugiannya sekitar 15 persen," ungkapnya.


Menurut Narwi, panen lebih awal menjadi langkah terbaik untuk menyelamatkan sebagian besar ikan budidaya. Meski harga jual menurun, cara tersebut dinilai mampu menekan kerugian yang lebih besar. 


Biasanya, fenomena cuaca ekstrem yang mengakibatkan ikan mabuk ini akan berlangsung selama satu hingga dua minggu, sebelum akhirnya suhu dan kondisi air danau kembali normal. (Imam) 



Berkat Gotong Royong, Musala di Rowoasri Kini Menjadi Masjid Baitun Najah

Bupati Lumajang Resmikan Masjid Baitun Najah

Lumajang, (DOC)
- Berawal dari sebuah musala yang selama bertahun-tahun menjadi tempat beribadah warga, kini berdiri Masjid Baitun Najah. 

Masjid yang diberi nama Baitun Najah ini tepatnya berada di Dusun Rowoasri, Desa Rowokangkung, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.


Rumah ibadah yang baru saja rampung dibangun tersebut secara resmi diresmikan oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, pada Sabtu (11/7/2026). 


Rangkaian acara peresmian ini juga diwarnai dengan semangat kepedulian sosial melalui pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa.


Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat kebersamaan warga setempat. Menurutnya, keguyuban dan gotong royong seperti inilah yang menjadi pilar kekuatan penting dalam membangun daerah.


Tidak sekadar menjadi tempat ibadah ritual, perempuan yang akrab disapa Bunda Indah ini berharap masjid dapat mengambil peran lebih luas di tengah dinamika masyarakat.


"Saya ingin masjid ini tidak hanya digunakan untuk salat. Jadikan juga masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, tempat anak-anak muda belajar, berdiskusi, berkarya, dan melakukan kegiatan yang membawa manfaat bagi umat," ujar Bunda Indah.


Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan ucapan selamat kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat.


 "Selamat atas diresmikannya Masjid Baitun Najah. Semoga masjid ini menjadi sumber berkah, memberikan manfaat, dan semakin memakmurkan masyarakat di sekitarnya," tuturnya.


Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menuturkan bahwa perjalanan panjang berdirinya Masjid Baitun Najah adalah potret nyata dari kekuatan gotong royong. 


Sebelum berdiri megah seperti saat ini, bangunan tersebut merupakan musala sederhana yang menjadi pusat kegiatan spiritual warga.


"Alhamdulillah, berkat semangat para muzaki, panitia, dan seluruh masyarakat yang bergotong royong, kini musala tersebut berkembang menjadi sebuah masjid yang lebih representatif," kata pria yang akrab disapa Mas Yudha ini.


Wabup menaruh harapan besar agar keberadaan sarana prasarana yang lebih memadai ini bisa merangkul generasi penerus. 


"Mudah-mudahan masjid ini dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi para remaja, dan menjadi penyemangat generasi muda untuk semakin mencintai masjid serta meningkatkan ibadahnya," Pungkasnya

11/07/2026

BPBD Lumajang Petakan Enam Kecamatan Rawan Kekeringan Saat Musim Kemarau 2026


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memetakan enam kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.


Berdasarkan data BPBD Kabupaten Lumajang, enam kecamatan yang masuk kategori rawan kekeringan yakni Kecamatan Gucialit, Padang, Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, dan Senduro. 



Dari wilayah tersebut, terdapat 19 desa yang diperkirakan berpotensi mengalami kesulitan air bersih apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan pihaknya mengedepankan langkah mitigasi sejak dini untuk meminimalkan dampak bencana yang dapat terjadi selama musim kemarau.


"Kami tidak ingin bergerak ketika masyarakat sudah kekurangan air bersih atau saat kebakaran sudah meluas. Karena itu, mitigasi kami lakukan sejak awal agar ketika puncak musim kemarau datang, pemerintah dan masyarakat sudah sama-sama siap," ujar Isnugroho.


Menurutnya, Kecamatan Gucialit menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena dalam beberapa musim kemarau terakhir selalu menjadi daerah dengan kebutuhan distribusi air bersih atau dropping air paling tinggi.


Pembaruan data terus dilakukan agar bantuan yang diberikan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.


Selain Gucialit, Kecamatan Ranuyoso juga menjadi fokus penanganan BPBD. Berdasarkan catatan selama lima musim kemarau terakhir, kedua wilayah tersebut secara rutin mengalami kekurangan air bersih sehingga memerlukan suplai air menggunakan mobil tangki.

"Ada beberapa kecamatan yang selama ini selalu mengalami kekurangan air bersih. Ini kita mitigasi agar kebutuhan air masyarakat tetap tercukupi melalui tangki-tangki air yang kami miliki," katanya.


Tak hanya mengantisipasi kekeringan, BPBD juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran permukiman yang risikonya meningkat saat musim kemarau.



Sebagai bagian dari upaya pencegahan, BPBD melakukan verifikasi terhadap kondisi sumber air di sejumlah desa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan air dari berbagai sumber alternatif seperti Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), sumur bor, maupun mata air yang masih mampu memenuhi kebutuhan warga.



Isnugroho menegaskan keberhasilan penanganan bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat. Ia mengimbau warga segera melaporkan apabila menemukan potensi kekeringan maupun kebakaran kepada pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau langsung ke BPBD.



"Bencana akan lebih cepat tertangani apabila semua pihak bergerak bersama. Warga dapat melapor kepada kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun langsung kepada BPBD. Setelah laporan diterima, kami segera melakukan asesmen untuk menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan," pungkasnya.

07/07/2026

59 Destana Terbentuk di Lumajang, Desa Darungan Jadi Garda Terdepan Mitigasi Bencana


Lumajang, (DOC)– Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. Salah satunya melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.

Program tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana, terutama banjir akibat luapan sungai yang kerap terjadi saat musim penghujan. Selain itu, posisi Desa Darungan yang berjarak sekitar lima kilometer dari garis pantai juga menjadikannya memiliki potensi terdampak bencana tsunami.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Timur, Deni Kiki Melia Tamara, mengatakan pembentukan Destana bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengenali risiko bencana sejak dini dan mengetahui langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi.

"Tujuan dibentuknya Destana adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga mereka memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus mampu berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana di lingkungannya," ujar Deni, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, dalam proses pembentukan Destana, masyarakat juga dibekali berbagai kegiatan pendukung, mulai dari penyusunan jalur evakuasi, penentuan titik kumpul, hingga pendataan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas agar penanganan saat kondisi darurat dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Hingga saat ini, BPBD Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah daerah telah membentuk 59 Desa/Kelurahan Tangguh Bencana di Kabupaten Lumajang. Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan menghadapi ancaman bencana secara mandiri.

Sementara itu, Kepala Desa Darungan, Eko Nur Hadi, menyambut baik penetapan desanya sebagai Destana. Ia menilai program tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan bersama.

Menurut Eko, selama ini warga Desa Darungan sudah cukup akrab dengan ancaman banjir ketika debit sungai meningkat saat musim hujan. Dengan adanya pembinaan dari BPBD, masyarakat diharapkan lebih memahami langkah-langkah penyelamatan diri dan mampu bertindak cepat apabila terjadi kondisi darurat.

"Kami berharap pembentukan Desa Tangguh Bencana ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap mitigasi bencana dan selalu siap menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi," ungkap Eko.

30/06/2026

Desa Purwosono Beri Hadiah Umrah bagi Wajib Pajak, Kepatuhan PBB Tembus 98 Persen


Lumajang (Onenewsjatim) –
Pemerintah Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memiliki cara unik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Warga yang tertib melunasi pajak berkesempatan membawa pulang hadiah utama berupa paket umrah gratis.

Program tersebut merupakan bagian dari inovasi Purwosono Berbagi Bahagia (PBB) yang telah dijalankan sejak 2017.

Melalui program itu, Desa Purwosono berhasil mencatatkan prestasi melunasi target PBB lebih awal selama sembilan tahun berturut-turut.

Kepala Desa Purwosono, Hendrik Dwi Martono, mengatakan inovasi tersebut lahir dari keinginan pemerintah desa membangun budaya sadar pajak dengan pendekatan yang lebih menarik dan melibatkan masyarakat.

"PBB kami plesetkan menjadi Purwosono Berbagi Bahagia. Harapannya, warga tidak hanya tertib membayar pajak, tetapi juga merasakan manfaat dan kebahagiaan melalui berbagai hadiah yang kami siapkan," ujar Hendrik.

Menurutnya, tingkat realisasi pembayaran PBB di Desa Purwosono setiap tahun konsisten berada pada angka 95 hingga 98 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program yang dijalankan pemerintah desa bersama masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi kepada wajib pajak, Pemerintah Desa Purwosono kembali menggelar undian berhadiah yang akan dilaksanakan pada Jumat, 3 Juli 2026. Hadiah utamanya berupa satu paket umrah gratis khusus bagi warga Desa Purwosono yang telah melunasi kewajiban PBB.

Selain hadiah umrah, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik lainnya, seperti kambing, sepeda gunung, kulkas, televisi, hingga kipas angin. Hadiah-hadiah tersebut juga dapat diikuti oleh pemilik objek pajak dari luar Desa Purwosono.

"Hadiah umrah khusus untuk warga Purwosono, sedangkan hadiah lainnya terbuka bagi warga luar yang memiliki objek pajak di Desa Purwosono," jelas Hendrik.

Ia menerangkan, seluruh hadiah tersebut tidak berasal dari pungutan tambahan masyarakat. Pembiayaannya bersumber dari insentif Pemerintah Kabupaten Lumajang yang diberikan kepada desa karena berhasil melunasi PBB lebih awal, ditambah dukungan dari berbagai mitra.

Desa Purwosono tahun ini menerima insentif sekitar Rp59 juta, dengan pembagian 30 persen untuk jasa pungut dan 70 persen untuk mendukung operasional, termasuk penyediaan hadiah.

"Untuk hadiah kami menggunakan support system yang kami miliki dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk biro perjalanan untuk hadiah umrah," katanya.

Hendrik menegaskan, filosofi utama program tersebut adalah mengembalikan manfaat pajak kepada masyarakat sehingga mereka dapat merasakan secara langsung dampak dari kepatuhan membayar pajak.

"Prinsipnya, uang rakyat kami kembalikan lagi kepada masyarakat melalui program yang memberikan manfaat bersama," tegasnya.

Tak hanya meningkatkan kepatuhan pajak, program Purwosono Berbagi Bahagia juga memperkuat semangat gotong royong. 

Warga yang memiliki kemampuan ekonomi ikut membantu membayarkan PBB tetangganya yang mengalami kesulitan agar seluruh masyarakat dapat memenuhi kewajibannya tepat waktu.

Pemerintah desa juga memberdayakan warga sebagai petugas pemungut PBB dari rumah ke rumah. 

Setiap pembayaran yang berhasil dihimpun, petugas memperoleh insentif sebesar Rp3.000, sehingga program tersebut sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat.

"Prinsipnya, uang rakyat kita kembalikan lagi ke warga kami untuk meningkatkan kesejahteraan," pungkas Hendrik.

28/06/2026

Festival Segoro Topeng Kaliwungu 2026 di Lumajang Tampilkan 500 Penari, Wisatawan Asing Terpukau


Lumajang (Onenewsjatim)
– Festival Segoro Topeng Kaliwungu kembali memukau ribuan pengunjung di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Minggu (28/6/2026). 

Pagelaran budaya yang menjadi bagian dari agenda Karisma Event Nusantara (KEN) itu menghadirkan tarian kolosal yang dibawakan sekitar 500 penari.

Mengusung tema "Lamadjang: The Land of Glory", pertunjukan tersebut mengangkat kisah lahirnya Negeri Lamadjang melalui perpaduan seni tari, musik, dan budaya khas Lumajang. 

Hamparan pasir hitam Pantai Watu Pecak menjadi panggung megah bagi ratusan penari yang tampil serempak dengan penuh semangat dan penghayatan.

Ribuan masyarakat memadati bibir pantai sejak pagi untuk menyaksikan pertunjukan. 

Antusiasme tidak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara asal Spanyol, Prancis, China, hingga Slovakia yang turut menikmati kemeriahan festival.

Salah seorang wisatawan asal Slovakia, Mery, mengaku terkesan dengan pertunjukan yang disaksikannya.

"Saya senang bisa menyaksikan langsung, karena pertunjukan ini sangat luar biasa. Semua penari ciliknya saya suka," ujarnya.

Festival tersebut melibatkan sekitar 500 penari dari jenjang SD, SMP, hingga SMA di Kabupaten Lumajang. Mereka menampilkan Tari Topeng Kaliwungu secara kolosal sebagai bentuk pelestarian budaya daerah.

Salah satu peserta, Jingga, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari pertunjukan tersebut.

"Senang sekali bisa tampil di Segoro Topeng Kaliwungu. Persiapannya cukup matang karena saya memang sudah lama ikut menari. Bagi saya, tampil seperti ini sudah menjadi kebiasaan," katanya.

Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan Festival Segoro Topeng Kaliwungu menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Lumajang di tingkat nasional melalui Karisma Event Nusantara.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat menjadi tanggung jawab bagi Kabupaten Lumajang untuk menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya tak benda yang dimiliki.

"Kami diberikan kesempatan oleh kementerian untuk memperkenalkan kisah-kisah Indonesia melalui budaya. Ini merupakan warisan budaya tak benda yang harus kami jaga kelestariannya dan terus kami kembangkan sebagai bentuk komitmen kami sebagai daerah penyelenggara KEN," ujar Bunda Indah 

Ia menegaskan, pelestarian Tari Topeng Kaliwungu akan terus diperkuat melalui dunia pendidikan agar generasi muda semakin mengenal budaya daerahnya.

"Kami akan terus mengembangkan Topeng Kaliwungu melalui sekolah-sekolah. Hari ini kita melihat sendiri anak-anak kelas 2 dan kelas 3 SD sudah mampu menampilkan tarian dengan sangat baik sekaligus memahami sejarahnya. Ini menjadi kebanggaan bagi kami," tambahnya 

Bunda Indah juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan yang hadir, termasuk tamu dari berbagai daerah seperti Bali maupun wisatawan mancanegara.

"Festival Segoro Topeng Kaliwungu tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu memperkuat sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Lumajang," Pungkasnya 




26/06/2026

Tiga Jemaah Haji Lumajang Masih Dirawat di Madinah, Kepulangan Ditunda


Lumajang (Onenewsjatim) –
Proses kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Lumajang dari Arab Saudi belum sepenuhnya tuntas. Hingga Jumat (26/6/2026), tiga jemaah masih harus menjalani perawatan di Madinah karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan untuk mengikuti penerbangan ke Indonesia.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lumajang, Umar Hasan, mengatakan dua jemaah dari Kloter 99, yakni Badhowi dan Sumaris, masih berada di bawah penanganan tim medis akibat mengalami gejala hyponatremia atau kadar natrium dalam darah yang rendah.

"Keduanya masih dirawat di Madinah sehingga belum bisa bergabung dengan rombongan kepulangan kloter kami. Berdasarkan keterangan dokter, mereka diperkirakan membutuhkan perawatan satu hingga dua hari lagi sebelum dinyatakan layak terbang," ujar Umar Hasan.

Menurutnya, kedua jemaah tersebut termasuk kategori risiko tinggi ringan karena faktor usia yang sudah lanjut. Meski demikian, kondisi keduanya terus dipantau dan diharapkan segera pulih agar dapat dipulangkan bersama kloter berikutnya.

Sementara itu, dari Kloter 100 terdapat satu jemaah atas nama Mauhakam yang harus menjalani rawat inap setelah mengalami serangan stroke.

"Alhamdulillah kondisinya sudah stabil, meskipun masih menjalani perawatan dan belum dipindahkan dari ruang perawatan intensif. Untuk sementara beliau belum bisa dipastikan kapan akan dipulangkan," katanya.

Umar Hasan menambahkan, beberapa jemaah lain sempat mendapatkan perawatan medis, namun kini telah dinyatakan layak mengikuti penerbangan menuju Indonesia.

Salah satunya adalah Fadhol yang sebelumnya dirawat akibat gangguan jantung. Setelah kondisi kesehatannya membaik, ia diperbolehkan kembali ke hotel dan mengikuti jadwal kepulangan bersama rombongan.

Selain itu, Amsi dan Sugianto juga sempat menjalani observasi medis karena keluhan penyakit jantung, tekanan darah, dan gangguan lambung. Keduanya telah memperoleh izin dari dokter untuk kembali bersama kloter.

Untuk Kloter 98, Umar Hasan menjelaskan seorang jemaah bernama Narto memang baru keluar dari rumah sakit menjelang jadwal kepulangan. Meski dinyatakan layak terbang, pihaknya telah meminta keluarga menyiapkan ambulans saat penjemputan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebagai langkah antisipasi.

"Kondisinya memungkinkan untuk terbang, hanya saja kami meminta agar penjemputan menggunakan ambulans demi menjaga keselamatan dan kenyamanan beliau," jelasnya.

Ia juga menyebutkan hingga kini pihaknya masih menunggu laporan lengkap kondisi jemaah pada Kloter 101 yang menjadi rombongan terakhir asal Lumajang.

"Data kesehatan jemaah bersifat dinamis. Ada yang sebelumnya diperkirakan belum layak terbang, tetapi setelah pemeriksaan terakhir ternyata sudah bisa bergabung dengan rombongan," ungkap Umar Hasan.

Secara keseluruhan, sebanyak 1.256 jemaah haji asal Kabupaten Lumajang dijadwalkan kembali ke Indonesia pada musim haji tahun ini. Jumlah tersebut merupakan total jemaah yang pulang setelah dua jemaah sebelumnya wafat di Tanah Suci saat menjalankan rangkaian ibadah haji.

Antrean Panjang Bio Solar di Lumajang, Sopir Harus Berburu BBM hingga Puluhan Kilometer


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Antrean panjang kendaraan angkutan barang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sukodono, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jumat (26/6/2026). 

Puluhan truk pengangkut tebu, truk pasir hingga kendaraan trailer mengular sejak siang untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan memanjang hingga ke Jalan Soekarno-Hatta. 

Kondisi tersebut sempat memicu kepadatan arus lalu lintas karena kendaraan dari arah selatan harus menyeberang menuju SPBU. 

Sejumlah truk bahkan terpaksa berhenti di bahu jalan sambil menunggu giliran mengisi BBM.

Salah seorang sopir truk tebu, Riko, mengaku harus mengantre hampir dua jam untuk mendapatkan solar bersubsidi.

"Saya mulai antre sekitar pukul 12.30 WIB, baru bisa mengisi solar sekitar pukul 14.30 WIB," katanya.

Menurut Riko, pembelian solar di SPBU dibatasi maksimal Rp300 ribu untuk setiap kendaraan. Jumlah tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan perjalanan.

"Kalau isi Rp300 ribu tidak sampai penuh. Untuk perjalanan ke Banyuwangi tidak cukup, paling sampai Jember harus isi lagi. Kalau di Jember juga antre, ya tambah terlambat lagi," ujarnya.

Ia menjelaskan keterlambatan mendapatkan BBM berdampak langsung terhadap aktivitas distribusi tebu menuju sejumlah daerah, seperti Banyuwangi, Lamongan, Blitar, hingga Malang.

"Kalau antreannya lama seperti ini, otomatis pengiriman tebu juga ikut terlambat," imbuhnya.

Riko menambahkan, tidak setiap hari dirinya bisa mendapatkan solar dengan mudah karena harus bergantung pada kondisi antrean di SPBU.

"Kalau mau antre lama ya dapat. Tapi memang tidak setiap hari mudah mendapatkan solar," ucapnya.

Sementara itu, sopir truk pasir asal Kecamatan Pasirian, Wahyudi, mengaku terpaksa mencari solar hingga ke SPBU Sukodono setelah stok di SPBU Pasirian habis.

"Saya sampai di SPBU Pasirian sekitar pukul 12.00 WIB, tapi solar sudah habis. Akhirnya harus ke Sukodono," katanya.

Perjalanan dari Pasirian menuju Sukodono yang mencapai puluhan kilometer menambah biaya operasional dan waktu kerja.

Menurut Wahyudi, kesulitan mendapatkan solar sudah berlangsung selama dua hari terakhir sehingga aktivitas mengangkut pasir praktis terhenti.

"Sudah dua hari tidak bisa mengangkut pasir karena susah cari solar," ujarnya.

Akibat tidak bisa beroperasi, Wahyudi mengaku kehilangan pendapatan yang biasanya mencapai sekitar Rp200 ribu per hari.

"Kalau dua hari tidak jalan, berarti sekitar Rp400 ribu pendapatan hilang," ungkapnya.

25/06/2026

Pelemparan Batu Kembali Terjadi, Dua Kereta Penumpang Rusak Saat Melintas di Probolinggo


Lumajang , (Onenewsjatim) –
Aksi pelemparan batu terhadap kereta api kembali terjadi di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember. Dalam kurun waktu sepekan terakhir, dua kereta penumpang yang melintas di petak jalan antara Stasiun Leces dan Stasiun Probolinggo menjadi sasaran pelemparan oleh orang tak dikenal (OTK).

Peristiwa terbaru terjadi pada Minggu (21/6/2026), saat KA Logawa dan KA Ijen Ekspres melintas di jalur tersebut. Batu yang dilempar mengenai rangkaian kereta hingga menyebabkan kaca mengalami keretakan. 

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun penumpang yang mengalami luka dalam insiden tersebut.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengecam keras tindakan yang dinilai membahayakan keselamatan perjalanan kereta api tersebut.

"Kami mengutuk keras aksi pelemparan batu terhadap KA Logawa dan KA Ijen Ekspres yang terjadi baru-baru ini. Pelemparan terhadap kereta api yang sedang berjalan adalah tindakan yang sangat berbahaya. Dampaknya bisa fatal apabila batu menembus kaca dan melukai kru maupun penumpang di dalam kereta," ujar Cahyo.

Menurutnya, aksi pelemparan bukan sekadar kenakalan atau tindakan iseng semata. Perbuatan tersebut dapat mengancam keselamatan ratusan penumpang dan kru yang berada di dalam rangkaian kereta api.

Meski demikian, data yang dihimpun KAI Daop 9 Jember menunjukkan tren kasus pelemparan batu mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada tahun 2025 tercatat enam kasus, sementara hingga pertengahan tahun 2026 terdapat lima kasus.

Kasus pada tahun 2025 tersebar di Kecamatan Ledokombo dan Rambipuji, Kabupaten Jember, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, serta Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi.

Sementara itu, sepanjang tahun 2026, kejadian serupa tercatat terjadi di Kecamatan Bangsalsari dan Pakusari, Kabupaten Jember, Kecamatan Kedopok dan Wonoasih, Kota Probolinggo, dengan wilayah Wonoasih tercatat mengalami dua kali kejadian.

Sebagai upaya pencegahan, KAI Daop 9 Jember memperkuat sistem pengamanan dan pengawasan di sejumlah titik rawan. Salah satu langkah yang kini diterapkan adalah pemanfaatan teknologi drone untuk memantau jalur kereta api dari udara.

"Kami terus meningkatkan langkah preventif melalui patroli rutin di jalur kereta api, sosialisasi kepada masyarakat, hingga pemanfaatan drone untuk memantau area-area yang dianggap rawan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban," jelas Cahyo.

Selain patroli udara, KAI juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Sosialisasi dilakukan secara langsung kepada warga yang tinggal di sekitar jalur rel agar turut menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

KAI Daop 9 Jember juga melakukan pendekatan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda melalui program security awareness. Langkah ini dilakukan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa keamanan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama.

Cahyo menegaskan bahwa pelaku pelemparan batu dapat dijerat dengan sanksi pidana yang berat. Berdasarkan Pasal 194 ayat (1) KUHP, tindakan yang membahayakan keamanan umum dapat dikenakan ancaman pidana penjara hingga 15 tahun.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian juga melarang setiap orang melakukan tindakan yang dapat merusak maupun mengganggu sarana dan prasarana perkeretaapian.

"Kami mengajak seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar jalur kereta api, untuk meningkatkan kepedulian dan pengawasan lingkungan. Jangan sampai ada anak-anak ataupun oknum yang melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan perjalanan kereta api," tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas stasiun atau pihak kepolisian apabila melihat aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu operasional kereta api.

"Keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tanggung jawab KAI. Dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar perjalanan kereta api tetap aman, selamat, dan nyaman bagi seluruh pelanggan," pungkas Cahyo.

24/06/2026

Kerja Keras Tak Mengkhianati Hasil, Dewi Ratih Lolos Fakultas Kedokteran Unhan RI


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kebahagiaan menyelimuti keluarga besar Ipda Untoro, S.H. dan Aiptu Rima Mayangga Rivasari, S.H., M.H. Putri mereka, Dewi Ratih Kumala Tungga, berhasil menembus ketatnya seleksi Program Studi S1 Kedokteran Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), salah satu perguruan tinggi negeri yang dikenal memiliki standar akademik dan karakter yang tinggi.

Keberhasilan Dewi bukanlah capaian yang hadir dalam semalam. Di balik pengumuman kelulusan yang membanggakan itu, tersimpan perjalanan panjang penuh disiplin, pengorbanan, dan ketekunan yang dijalani selama menempuh pendidikan di SMAN 2 Taruna Bhayangkara Jawa Timur.

Dewi, yang merupakan Taruna Bhayangkara Angkatan V, dikenal aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun pembinaan karakter. Lingkungan pendidikan yang menekankan kedisiplinan dan kepemimpinan menjadi bekal penting dalam membentuk mental serta semangat juangnya menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi.

Bagi sang ayah, Ipda Untoro, keberhasilan putrinya merupakan anugerah yang patut disyukuri sekaligus buah dari kerja keras yang selama ini dilakukan Dewi dengan penuh kesungguhan.

"Alhamdulillah, kami sekeluarga sangat bersyukur atas pencapaian ini. Dewi telah berjuang dengan sungguh-sungguh, belajar dengan tekun, dan melewati berbagai tahapan seleksi yang tidak mudah. Sebagai orang tua, kami hanya berusaha memberikan dukungan, doa, dan motivasi agar ia tetap fokus mengejar cita-citanya," ujar Untoro saat ditemui, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal mengejar nilai akademik, melainkan juga membangun karakter yang kuat. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan semangat pantang menyerah selalu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami selalu mengajarkan bahwa keberhasilan harus dibangun dengan kerja keras dan integritas. Saya berharap Dewi dapat menjaga amanah ini, terus belajar dengan rendah hati, serta mengabdikan ilmu yang diperolehnya untuk masyarakat, bangsa, dan negara," katanya.

Perasaan haru juga dirasakan oleh sang ibu, Aiptu Rima Mayangga Rivasari. Sebagai sosok yang setiap hari mendampingi proses belajar putrinya, ia menjadi saksi bagaimana Dewi harus mengorbankan banyak waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

"Sebagai seorang ibu, saya melihat sendiri perjuangan Dewi setiap hari. Banyak waktu yang ia korbankan untuk belajar dan mempersiapkan diri. Alhamdulillah, semua usaha dan doa akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan," tutur Rima dengan mata berbinar.

Ia menilai, keberhasilan tersebut bukan semata tentang diterima di kampus impian, tetapi juga tentang proses pembentukan karakter yang telah ditempa selama bertahun-tahun.

"Kami selalu mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari prestasi akademik. Akhlak, kedisiplinan, kepedulian terhadap sesama, dan integritas jauh lebih penting. Semoga Dewi tetap rendah hati dan kelak menjadi dokter yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

Masuknya Dewi ke Program Studi S1 Kedokteran Universitas Pertahanan RI menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa dengan kerja keras, disiplin, serta dukungan keluarga yang kuat, generasi muda daerah mampu bersaing di tingkat nasional.

Kini, langkah baru telah menanti Dewi Ratih Kumala Tungga. Di kampus yang mengedepankan perpaduan antara keunggulan akademik, nasionalisme, dan pengabdian, ia akan memulai perjalanan panjang untuk mewujudkan cita-citanya sebagai dokter.

Harapan keluarga pun sederhana, agar ilmu yang diperoleh kelak tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi jalan pengabdian bagi bangsa dan masyarakat Indonesia.

Dapur MBG Tutup Selama Libur Sekolah, Relawan di Lumajang Kesulitan Ekonomi


Lumajang, (Onenewsjatim)-Penghentian sementara operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah membawa dampak langsung bagi para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. 

Tidak hanya kehilangan aktivitas harian, mereka juga harus menghadapi terhentinya sumber penghasilan yang selama ini membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Surat Edaran Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026 menghentikan sementara penyaluran program MBG mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai penyesuaian operasional selama masa libur sekolah.

Bagi sebagian relawan, keputusan itu berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi rumah tangga mereka.

Rita, salah seorang relawan SPPG di Lumajang, mengaku mulai merasakan kesulitan sejak dapur tidak lagi beroperasi. Selama ini, pendapatan yang diterimanya setiap dua minggu sekali menjadi salah satu sumber pemasukan rutin.

"Biasanya ada pemasukan tiap dua minggu sekali. Sekarang tidak ada karena memang tidak digaji saat tidak bekerja. Untung saya belum menikah, jadi kebutuhannya tidak terlalu banyak," kata Rita, Rabu (24/6/2026).

Meski baru beberapa hari tidak bekerja, Rita mengaku mulai khawatir dengan kondisi keuangan ke depan. Apalagi harga sejumlah kebutuhan pokok dinilai terus mengalami kenaikan.

Menurutnya, kondisi yang dialami rekan-rekannya bahkan lebih berat. Beberapa relawan yang menjadi tulang punggung keluarga terpaksa mencari pekerjaan lain demi tetap mendapatkan penghasilan.

"Ada relawan yang sampai mencari kerja sebagai asisten rumah tangga untuk menghidupi anak-anaknya karena dia seorang janda. Ada juga yang mencari pekerjaan sampingan dan berjualan," ujarnya.

Sebagian besar relawan lainnya, lanjut Rita, kembali menjalani aktivitas sebagai ibu rumah tangga selama dapur MBG tidak beroperasi. Namun hilangnya pemasukan tambahan tetap dirasakan karena sebelumnya pendapatan dari program tersebut dapat membantu kebutuhan keluarga.

Kendati demikian, Rita mengaku tidak memiliki pilihan selain menunggu operasional dapur kembali dibuka sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.

"Ya tetap saya menunggu dapur buka lagi," katanya.

Ia berharap pemerintah tidak hanya memperhatikan pengelola atau kepala SPPG, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan para relawan yang selama ini terlibat langsung dalam proses memasak hingga distribusi makanan.

"Kami juga bekerja, memasak, menyiapkan makanan, distribusi. Kami mengeluarkan tenaga. Harapannya kesejahteraan relawan juga diperhatikan," tuturnya.

Keluhan serupa disampaikan Budi (bukan nama sebenarnya), relawan SPPG lainnya di Lumajang. Ia mengaku penghentian sementara operasional dapur membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk kewajiban membayar cicilan.

"Kalau rumah tangga pasti ada kebutuhan sehari-hari dan bayar utang. Ya bingung juga kalau dapur tutup," kata Budi.

Menurutnya, penghasilan dari program MBG selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga. Karena itu, berhentinya aktivitas dapur membuat sejumlah relawan harus memutar otak mencari sumber pendapatan lain selama masa libur berlangsung.

Sementara itu, Mitra SPPG Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, Chiko, menyatakan pihaknya mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan oleh BGN. Menurutnya, penghentian sementara operasional dapur tidak memberikan dampak signifikan terhadap pengelolaan SPPG.

"Saya sebagai mitra yang baik manut BGN saja. Aktivitas dapur istirahat sementara sambil tetap dijaga agar aman," ujar Chiko melalui pesan singkat.

Meski demikian, ia mengakui para relawan untuk sementara waktu tidak menerima upah karena tidak ada kegiatan produksi maupun distribusi makanan.

"Upah dari BGN memang tidak ada selama libur. Kasihan juga," katanya.

Chiko menjelaskan, dari sekitar 50 relawan yang selama ini bertugas di SPPG Rogotrunan, sebagian besar diliburkan. Hanya sejumlah personel inti yang tetap menjalankan tugas piket.

"Yang tetap aktif hanya kepala dapur, akuntan, ahli gizi, dan petugas keamanan. Relawan lainnya libur," ujarnya.

Saat tim media mencoba menyambangi Dapur Pisang Agung di Jalan Kolonel Suwandi, pihak pengelola menolak memberikan keterangan dengan dalih prosedur administrasi.

"Ada surat tugasnya? Kalau ID Card media saja kami tidak berani. Mohon maaf," cetus salah satu petugas berseragam SPPG di lokasi.

21/06/2026

Ribuan Warga Meriahkan Gowes Sehat HUT Bhayangkara ke-80, TNI-Polri Perkuat Sinergi Bersama Masyarakat


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Ribuan masyarakat memadati kawasan Alun-Alun Utara Lumajang, Jawa Timur, Minggu (21/6/2026), untuk mengikuti kegiatan Gowes Sehat dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang diinisiasi Polres Lumajang tersebut menjadi ajang mempererat sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat dalam membangun budaya hidup sehat dan mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Sekitar 2.000 peserta dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung meriah tersebut. Selain komunitas pesepeda, peserta juga berasal dari unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.

Bupati Lumajang Indah Amperawati, Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandi Siregar, Sekretaris Daerah Agus Triyono, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat tampak hadir dalam kegiatan tersebut.

Rangkaian acara diawali registrasi peserta dan penampilan Tari Topeng Kaliwungu yang menampilkan kekayaan budaya lokal. Momentum peringatan HUT Bhayangkara juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandi Siregar mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, olahraga bersama tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah. Semoga kegiatan ini menjadi sarana memperkuat kebersamaan, menjaga kesehatan, sekaligus membangun semangat positif di tengah masyarakat," ujar Alex.

Sementara itu, Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi menegaskan bahwa Gowes Sehat merupakan wujud nyata sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.

"Kegiatan ini mencerminkan sinergitas yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. Melalui olahraga bersama, kita membangun semangat kebersamaan, memperkuat persatuan, sekaligus mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai fondasi dalam mewujudkan generasi yang produktif dan bebas dari pengaruh narkoba," kata Anton.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

"Kami berharap kegiatan seperti ini terus menjadi ruang positif yang mampu mempererat komunikasi, meningkatkan kepedulian sosial, dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. TNI akan selalu hadir mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat," tambahnya.

Usai pelepasan peserta, ribuan pesepeda menempuh rute yang telah disiapkan panitia dengan pengawalan aparat keamanan dan dukungan tenaga kesehatan di sejumlah titik. Selain berolahraga, peserta juga berkesempatan memperoleh berbagai hadiah doorprize, termasuk hadiah utama berupa sepeda motor.

Melalui kegiatan Gowes Sehat HUT Bhayangkara ke-80, semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan budaya hidup sehat diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat. Sinergi seluruh elemen bangsa dinilai menjadi modal penting dalam mewujudkan Kabupaten Lumajang yang aman, sehat, harmonis, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.


17/06/2026

7 Kecamatan di Lumajang Alami Pemadaman Listrik, PLN Lakukan Penguatan Sistem Kelistrikan


Lumajang (Onenewsjatim)
– Sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang mengalami pemadaman listrik sementara pada Rabu (17/6/2026) siang.

Pemadaman tersebut terjadi sebagai bagian dari pekerjaan penguatan sistem kelistrikan yang dilakukan oleh PLN guna meningkatkan keandalan pasokan listrik kepada pelanggan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, wilayah yang terdampak meliputi 7 Kecamatan diantaranya Kecamatan Kunir, Yosowilangun, Pasirian, Randuagung, Tempeh, Pronojiwo, dan Tempursari.

Drian Friska Nugraha, Manager PLN ULP Lumajang, menjelaskan bahwa penghentian sementara pasokan listrik dilakukan untuk mendukung proses pekerjaan pemeliharaan dan penguatan jaringan listrik.

"Terjadi pemadaman di beberapa titik di Kabupaten Lumajang dalam rangka meningkatkan keandalan sistem kelistrikan. Untuk menjaga kualitas layanan kepada pelanggan, PLN melaksanakan pekerjaan penguatan sistem kelistrikan," ujarnya.

Menurut Drian, pekerjaan tersebut diperkirakan berlangsung selama sekitar tiga jam. Selama proses pengerjaan, pasokan listrik di sejumlah lokasi terdampak harus dihentikan sementara demi keselamatan dan kelancaran pekerjaan di lapangan.

"Untuk mendukung pekerjaan tersebut, diperlukan penghentian sementara pasokan listrik secara terbatas di beberapa lokasi terdampak selama proses pekerjaan berlangsung," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya PLN untuk memastikan pasokan listrik yang lebih andal dan berkualitas bagi masyarakat dalam jangka panjang.

PLN, lanjut Drian, juga berkomitmen untuk terus memberikan informasi kepada pelanggan terkait perkembangan proses pemulihan jaringan hingga seluruh sistem kembali normal.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Perkembangan proses pemulihan akan terus kami informasikan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan," katanya.

Drian menambahkan, PLN terus berupaya memberikan layanan kelistrikan terbaik kepada masyarakat serta mengharapkan dukungan dan pengertian pelanggan selama proses pekerjaan berlangsung.

"Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan selama proses pekerjaan berlangsung. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website PLN maupun aplikasi PLN Mobile," pungkasnya.

16/06/2026

Ribuan Warga Berdesakan Rebut Gunungan Berkah pada Grebeg Satu Suro di Hutan Bambu Sumbermujur


Lumajang ,(Onenewsjatim)–
Ribuan warga memadati kawasan wisata Hutan Bambu, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, dalam perayaan tradisi Grebeg Satu Suro yang digelar untuk menyambut 1 Muharram 1447 Hijriah atau Satu Suro dalam penanggalan Jawa, Selasa (16/6/2026).

Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai daerah telah berkumpul di lokasi untuk menyaksikan rangkaian tradisi adat yang telah berlangsung turun-temurun selama puluhan tahun tersebut. 

Puncak acara ditandai dengan perebutan puluhan gunungan hasil bumi yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian yang melimpah.

Prosesi diawali dengan arak-arakan kepala lembu yang diusung berkeliling desa. Arak-arakan tersebut diiringi puluhan gunungan berisi berbagai hasil pertanian warga seperti kangkung, kol, wortel, kentang, buah-buahan, dan sayuran lainnya. 

Ratusan penari tradisional turut memeriahkan jalannya kirab budaya yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat dan wisatawan.

Setibanya di kawasan wisata Hutan Bambu, kepala lembu terlebih dahulu dibawa menuju punden untuk didoakan oleh tokoh adat dan masyarakat setempat. 

Setelah prosesi doa selesai, kepala lembu kemudian dikuburkan sebagai bagian dari tradisi Pendem Sirah Lembu yang menjadi warisan budaya masyarakat Desa Sumbermujur.

Suasana semakin meriah saat panitia mempersilakan warga berebut 27 gunungan hasil bumi yang telah disiapkan. Dalam hitungan menit, seluruh gunungan ludes diserbu masyarakat yang telah menunggu sejak pagi.

Di lapangan, antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Aksi saling dorong hingga lempar-lemparan buah dan sayuran sempat terjadi saat warga berusaha mendapatkan hasil bumi yang diyakini membawa keberkahan.

Salah satu warga, Nur Rahayu, mengaku senang dapat mengikuti tradisi tersebut dan berhasil membawa pulang sebagian hasil bumi dari gunungan.

"Acara ini cukup bagus, tadi waktu rebutan gunungan saya dapat sayuran. Rencananya mau saya masak di rumah," ujarnya.

Hal senada disampaikan Arini, warga lainnya yang datang bersama keluarganya. Ia mengaku rela berdesakan demi mendapatkan hasil bumi yang telah didoakan dalam prosesi adat tersebut.

"Senang, dapat kangkung, kol, wortel, sama kentang. Kan sudah didoain di sini tadi, katanya berkah kalau dimasak di rumah," katanya.

Pantauan di lokasi, banyak warga datang dengan membawa kantong kresek, karung hingga baskom untuk menampung hasil bumi yang berhasil mereka peroleh. 

Masyarakat meyakini hasil bumi yang telah diarak dan didoakan tersebut akan membawa keberkahan bagi keluarga apabila dibawa pulang dan dikonsumsi bersama.

Sementara itu, Kepala Desa Sumbermujur, Yayuk Sri Rahayu, mengatakan tradisi Grebeg Satu Suro merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas melimpahnya hasil pertanian serta ketersediaan sumber air yang menjadi penopang kehidupan warga.

"Tradisi ini rutin kami selenggarakan setiap tahun, harapannya agar Desa Sumbermujur menjadi desa yang aman, gemah ripah loh jinawi, debit airnya melimpah, dan tanahnya tetap subur," ujar Yayuk.

15/06/2026

Meriah! Gunungan 6.000 Tempe Wedok Jadi Rebutan Warga di Malam 1 Muharam


Lumajang (Onenewsjatim)
– Suasana malam peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah di Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, berlangsung meriah, Senin (15/6/2026). 

Ribuan warga memadati jalan desa untuk menyaksikan kirab gunungan tempe wedok, kuliner khas setempat yang menjadi ikon desa tersebut.

Sebanyak 6.000 potong tempe wedok disusun membentuk gunungan menyerupai tugu dan diarak keliling kampung dalam tradisi baru yang digagas warga RW 01 Labruk Kidul sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru Islam.

Kirab dimulai dari kawasan RW 01, melintasi jalan raya desa, sebelum kembali ke titik awal. 

Sepanjang perjalanan, ribuan warga tumpah ruah di tepi jalan untuk menyaksikan arak-arakan sekaligus menunggu prosesi grebeg tempe wedok yang menjadi puncak acara.

Gunungan tempe wedok dilepas langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati. Kehadiran orang nomor satu di Lumajang itu disambut antusias masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Setelah kirab selesai, gunungan tempe wedok langsung menjadi rebutan warga. Dalam hitungan menit, ribuan tempe yang disusun rapi tersebut habis dibagikan kepada masyarakat.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengaku bangga dengan keberadaan sentra perajin tempe wedok yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan Desa Labruk Kidul.

"Di sini memang tempatnya para pengrajin tempe. Tempenya asli dari kedelai dan rasanya sangat enak. Sampai ke mana-mana saya sering membawa tempe wedok ini, termasuk ke Surabaya dan beberapa daerah lainnya," kata Indah.

Menurutnya, tempe wedok memiliki ciri khas yang tidak dimiliki produk tempe lain. Selain ukurannya yang kecil, tempe tersebut dibungkus menggunakan pelepah pisang sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang khas.

"Tempe ini kecil, kemudian dibungkus dengan pelepah pisang. Karena dibungkus dan tertutup itulah masyarakat menyebutnya tempe wedok," ujarnya.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu juga mengapresiasi semangat para perajin yang selama ini mampu mengembangkan usaha secara mandiri tanpa banyak bergantung pada bantuan pemerintah.

Ia berharap tempe wedok dapat terus berkembang menjadi produk unggulan daerah sekaligus menjadi sumber penggerak ekonomi masyarakat.

"Saya ingin tempe ini semakin dikenal sebagai makanan sehat karena kandungan proteinnya tinggi. Bahkan tadi disampaikan bahwa produk ini sudah masuk ke dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini luar biasa. Artinya pertumbuhan ekonomi rakyat bisa didorong melalui program-program yang menyentuh langsung masyarakat," tuturnya.

Lebih lanjut, Pemkab Lumajang berencana menjadikan kirab tempe wedok sebagai agenda tahunan setiap peringatan 1 Muharam.

"Kami ingin ini menjadi event tahunan Kampung Tempe Wedok. Selain melestarikan tradisi, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi produk unggulan dan oleh-oleh khas Lumajang," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Labruk Kidul Agus Irianto mengatakan tradisi kirab tempe wedok lahir dari semangat gotong royong masyarakat dan para pelaku usaha yang selama ini mengembangkan usaha secara turun-temurun.

"Ini murni kerja mandiri warga. Sejak awal usaha tempe wedok berkembang sampai sekarang, para pengrajin tidak pernah mengeluh dan terus berusaha secara mandiri," kata Agus.

Menurutnya, 6.000 tempe wedok yang diarak merupakan hasil produksi bersama dari 18 kelompok masyarakat yang tergabung dalam kelompok pengrajin tempe di Desa Labruk Kidul.

"Tempe yang diarak malam ini berjumlah 6.000 buah. Semuanya dibuat bersama oleh 18 kelompok yang ada di desa," ujarnya.

Agus menjelaskan, salah satu keunikan tempe wedok terletak pada bahan pembungkusnya yang menggunakan pelepah pisang kutuk. Jenis pelepah tersebut dipercaya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas dan cita rasa tempe.


"Tempe wedok harus dibungkus menggunakan pelepah pisang kutuk. Kalau menggunakan jenis lain hasilnya tidak sama. Karena itu kami juga mendorong masyarakat untuk tetap menanam pohon pisang aga

r bahan bakunya tetap tersedia," Pungkasnya 

12/06/2026

Dampak Kenaikan Pertamax, SPBU di Lumajang Dipadati Pengguna Pertalite


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai berdampak pada pola konsumsi masyarakat di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) melaporkan antrean kendaraan untuk mengisi Pertalite meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Pantauan pada Jumat (12/6/2026) di SPBU Sukodono menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat yang hendak mengisi Pertalite memanjang hingga mendekati badan jalan. Kondisi tersebut berbeda dengan antrean di dispenser Pertamax yang terlihat lebih lengang.

Diketahui, harga Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Selisih harga yang cukup signifikan itu diduga mendorong sebagian konsumen mempertimbangkan kembali pilihan bahan bakar yang digunakan.

Pengawas SPBU Sukodono, Farid, mengatakan respons konsumen setelah kenaikan harga Pertamax cukup beragam. Sebagian pelanggan mengaku terkejut karena harus membayar lebih mahal dibandingkan biasanya.

"Respon konsumen macam-macam. Biasanya beli segini, kok sekarang totalnya lebih banyak. Ada yang kaget, ada juga yang biasa saja," ujar Farid.

Meski demikian, Farid menilai konsumsi Pertamax di SPBU tersebut belum mengalami penurunan signifikan. Menurutnya, sebagian besar pelanggan tetap melakukan pengisian seperti biasa.

"Kalau konsumennya masih tetap, cuma memang ada perubahan dibanding hari biasanya. Turunnya tidak banyak-banyak," katanya.

Namun, ia mengakui terdapat indikasi perpindahan sebagian pengguna Pertamax ke Pertalite. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah kendaraan yang mengantre untuk mendapatkan BBM subsidi tersebut.

"Dampaknya pasti ada. Sekarang yang mengisi Pertalite lebih banyak, antreannya juga lebih panjang," tambahnya.

Di sisi lain, tidak semua pengguna memilih beralih ke Pertalite. Rizal, salah seorang pengendara yang tetap menggunakan Pertamax, menilai kualitas bahan bakar harus disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan agar performa mesin tetap terjaga.

"Kalau saya tetap pakai Pertamax. Kalau turun ke Pertalite, khawatirnya dalam jangka panjang bisa berpengaruh ke mesin. Nanti biaya perbaikannya malah lebih mahal. Jadi menurut saya tergantung pertimbangan masing-masing," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Rio. Menurutnya, kenaikan harga Pertamax belum menjadi alasan utama untuk berpindah jenis BBM.

"Kenaikan harga Pertamax biasa saja. Tergantung situasi di SPBU. Kalau Pertalite ramai dan antre panjang, ya saya tetap isi Pertamax. Memang ada tambahan beban ekonomi, tapi dampaknya masih biasa," kata Rio.

Sementara itu, Rara, seorang mahasiswa pengguna Pertamax, mengaku mulai merasakan dampak kenaikan harga BBM terhadap pengeluaran hariannya. Biaya yang harus dikeluarkan untuk mengisi tangki kendaraan kini lebih besar dibanding sebelumnya.

"Sangat terasa di kantong. Biasanya isi penuh tidak sampai Rp50 ribu, sekarang hampir Rp50 ribu," tuturnya.

10/06/2026

Diduga Kelebihan Muatan, Kapal Pengangkut 14 Ton Sembako Terbalik di Probolinggo


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Kapal pengangkut sembako milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terbalik di perairan Probolinggo, Selasa (9/6/2026). Akibat insiden tersebut, sekitar 14 ton bahan pokok berupa beras dan minyak goreng yang diangkut kapal tumpah dan tenggelam ke laut.

Meski menyebabkan kerugian besar, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan laut tersebut. Seluruh awak kapal berhasil menyelamatkan diri sebelum kapal tenggelam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal bernama Bahari Makmur itu mengangkut sekitar 8 ton beras dan 6.000 liter minyak goreng atau setara 6 ton. Seluruh muatan yang dibawa dilaporkan hanyut dan tenggelam setelah kapal kehilangan keseimbangan dan terbalik.

Rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi kapal sesaat setelah kecelakaan terjadi. Karung beras dan sejumlah kemasan minyak goreng tampak mengapung serta berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Kasatpolairud Polres Probolinggo, AKP Wayan, mengatakan kapal yang dinakhodai Imam (36) itu berangkat dari Dermaga Utara Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, sekitar pukul 12.00 WIB.

"Sekitar pukul 13.00 WIB kapal melintasi perairan di sekitar Pulau Gili Ketapang. Diduga kapal dihantam gelombang cukup besar hingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik," kata AKP Wayan saat dikonfirmasi, Selasa.

Menurut dia, pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 14.15 WIB dari masyarakat dan nelayan yang berada di sekitar lokasi.

"Kami mendapatkan laporan bahwa ada kapal pengangkut sembako yang tenggelam di perairan Pulau Gili Ketapang. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung melakukan pengecekan dan pendataan di lokasi kejadian," ujarnya

Sebelum insiden terjadi, terdapat empat kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Tembaga menuju Pulau Gili Ketapang untuk mengangkut kebutuhan pokok masyarakat. Namun kapal Bahari Makmur yang berada di urutan terakhir mengalami kecelakaan sekitar dua mil laut dari dermaga.

Sementara itu, Kepala Seksi Humas KSOP Tanjung Tembaga, Hendra Yulispriyanto, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

"Kami masih melakukan pendalaman dan pengumpulan keterangan dari sejumlah pihak untuk mengetahui penyebab pasti insiden ini," kata Hendra.

Ia menambahkan, dugaan sementara mengarah pada faktor cuaca dan kondisi muatan kapal. Namun, seluruh aspek keselamatan pelayaran masih akan diperiksa lebih lanjut.

"Kami mengimbau seluruh pemilik maupun operator kapal agar selalu memperhatikan kapasitas muatan, kondisi kapal, serta cuaca sebelum berlayar demi mencegah kejadian serupa," ujarnya.

Informasi yang beredar menyebutkan kapal tersebut memiliki kapasitas sekitar 7 Gross Tonnage (GT), sedangkan muatan yang diangkut mencapai sekitar 14 ton. Dugaan kelebihan muatan pun menjadi salah satu faktor yang tengah diselidiki petugas.

Hingga saat ini petugas KSOP Tanjung Tembaga bersama aparat terkait masih melakukan pendataan kerugian serta penyelidikan lebih lanjut mengenai kecelakaan laut yang menyebabkan hilangnya belasan ton sembako tersebut.


© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved