-->

17/06/2026

7 Kecamatan di Lumajang Alami Pemadaman Listrik, PLN Lakukan Penguatan Sistem Kelistrikan


Lumajang (Onenewsjatim)
– Sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang mengalami pemadaman listrik sementara pada Rabu (17/6/2026) siang.

Pemadaman tersebut terjadi sebagai bagian dari pekerjaan penguatan sistem kelistrikan yang dilakukan oleh PLN guna meningkatkan keandalan pasokan listrik kepada pelanggan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, wilayah yang terdampak meliputi 7 Kecamatan diantaranya Kecamatan Kunir, Yosowilangun, Pasirian, Randuagung, Tempeh, Pronojiwo, dan Tempursari.

Drian Friska Nugraha, Manager PLN ULP Lumajang, menjelaskan bahwa penghentian sementara pasokan listrik dilakukan untuk mendukung proses pekerjaan pemeliharaan dan penguatan jaringan listrik.

"Terjadi pemadaman di beberapa titik di Kabupaten Lumajang dalam rangka meningkatkan keandalan sistem kelistrikan. Untuk menjaga kualitas layanan kepada pelanggan, PLN melaksanakan pekerjaan penguatan sistem kelistrikan," ujarnya.

Menurut Drian, pekerjaan tersebut diperkirakan berlangsung selama sekitar tiga jam. Selama proses pengerjaan, pasokan listrik di sejumlah lokasi terdampak harus dihentikan sementara demi keselamatan dan kelancaran pekerjaan di lapangan.

"Untuk mendukung pekerjaan tersebut, diperlukan penghentian sementara pasokan listrik secara terbatas di beberapa lokasi terdampak selama proses pekerjaan berlangsung," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya PLN untuk memastikan pasokan listrik yang lebih andal dan berkualitas bagi masyarakat dalam jangka panjang.

PLN, lanjut Drian, juga berkomitmen untuk terus memberikan informasi kepada pelanggan terkait perkembangan proses pemulihan jaringan hingga seluruh sistem kembali normal.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Perkembangan proses pemulihan akan terus kami informasikan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan," katanya.

Drian menambahkan, PLN terus berupaya memberikan layanan kelistrikan terbaik kepada masyarakat serta mengharapkan dukungan dan pengertian pelanggan selama proses pekerjaan berlangsung.

"Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan selama proses pekerjaan berlangsung. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website PLN maupun aplikasi PLN Mobile," pungkasnya.

16/06/2026

Ribuan Warga Berdesakan Rebut Gunungan Berkah pada Grebeg Satu Suro di Hutan Bambu Sumbermujur


Lumajang ,(Onenewsjatim)–
Ribuan warga memadati kawasan wisata Hutan Bambu, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, dalam perayaan tradisi Grebeg Satu Suro yang digelar untuk menyambut 1 Muharram 1447 Hijriah atau Satu Suro dalam penanggalan Jawa, Selasa (16/6/2026).

Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai daerah telah berkumpul di lokasi untuk menyaksikan rangkaian tradisi adat yang telah berlangsung turun-temurun selama puluhan tahun tersebut. 

Puncak acara ditandai dengan perebutan puluhan gunungan hasil bumi yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian yang melimpah.

Prosesi diawali dengan arak-arakan kepala lembu yang diusung berkeliling desa. Arak-arakan tersebut diiringi puluhan gunungan berisi berbagai hasil pertanian warga seperti kangkung, kol, wortel, kentang, buah-buahan, dan sayuran lainnya. 

Ratusan penari tradisional turut memeriahkan jalannya kirab budaya yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat dan wisatawan.

Setibanya di kawasan wisata Hutan Bambu, kepala lembu terlebih dahulu dibawa menuju punden untuk didoakan oleh tokoh adat dan masyarakat setempat. 

Setelah prosesi doa selesai, kepala lembu kemudian dikuburkan sebagai bagian dari tradisi Pendem Sirah Lembu yang menjadi warisan budaya masyarakat Desa Sumbermujur.

Suasana semakin meriah saat panitia mempersilakan warga berebut 27 gunungan hasil bumi yang telah disiapkan. Dalam hitungan menit, seluruh gunungan ludes diserbu masyarakat yang telah menunggu sejak pagi.

Di lapangan, antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Aksi saling dorong hingga lempar-lemparan buah dan sayuran sempat terjadi saat warga berusaha mendapatkan hasil bumi yang diyakini membawa keberkahan.

Salah satu warga, Nur Rahayu, mengaku senang dapat mengikuti tradisi tersebut dan berhasil membawa pulang sebagian hasil bumi dari gunungan.

"Acara ini cukup bagus, tadi waktu rebutan gunungan saya dapat sayuran. Rencananya mau saya masak di rumah," ujarnya.

Hal senada disampaikan Arini, warga lainnya yang datang bersama keluarganya. Ia mengaku rela berdesakan demi mendapatkan hasil bumi yang telah didoakan dalam prosesi adat tersebut.

"Senang, dapat kangkung, kol, wortel, sama kentang. Kan sudah didoain di sini tadi, katanya berkah kalau dimasak di rumah," katanya.

Pantauan di lokasi, banyak warga datang dengan membawa kantong kresek, karung hingga baskom untuk menampung hasil bumi yang berhasil mereka peroleh. 

Masyarakat meyakini hasil bumi yang telah diarak dan didoakan tersebut akan membawa keberkahan bagi keluarga apabila dibawa pulang dan dikonsumsi bersama.

Sementara itu, Kepala Desa Sumbermujur, Yayuk Sri Rahayu, mengatakan tradisi Grebeg Satu Suro merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas melimpahnya hasil pertanian serta ketersediaan sumber air yang menjadi penopang kehidupan warga.

"Tradisi ini rutin kami selenggarakan setiap tahun, harapannya agar Desa Sumbermujur menjadi desa yang aman, gemah ripah loh jinawi, debit airnya melimpah, dan tanahnya tetap subur," ujar Yayuk.

15/06/2026

Meriah! Gunungan 6.000 Tempe Wedok Jadi Rebutan Warga di Malam 1 Muharam


Lumajang (Onenewsjatim)
– Suasana malam peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah di Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, berlangsung meriah, Senin (15/6/2026). 

Ribuan warga memadati jalan desa untuk menyaksikan kirab gunungan tempe wedok, kuliner khas setempat yang menjadi ikon desa tersebut.

Sebanyak 6.000 potong tempe wedok disusun membentuk gunungan menyerupai tugu dan diarak keliling kampung dalam tradisi baru yang digagas warga RW 01 Labruk Kidul sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru Islam.

Kirab dimulai dari kawasan RW 01, melintasi jalan raya desa, sebelum kembali ke titik awal. 

Sepanjang perjalanan, ribuan warga tumpah ruah di tepi jalan untuk menyaksikan arak-arakan sekaligus menunggu prosesi grebeg tempe wedok yang menjadi puncak acara.

Gunungan tempe wedok dilepas langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati. Kehadiran orang nomor satu di Lumajang itu disambut antusias masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Setelah kirab selesai, gunungan tempe wedok langsung menjadi rebutan warga. Dalam hitungan menit, ribuan tempe yang disusun rapi tersebut habis dibagikan kepada masyarakat.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengaku bangga dengan keberadaan sentra perajin tempe wedok yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan Desa Labruk Kidul.

"Di sini memang tempatnya para pengrajin tempe. Tempenya asli dari kedelai dan rasanya sangat enak. Sampai ke mana-mana saya sering membawa tempe wedok ini, termasuk ke Surabaya dan beberapa daerah lainnya," kata Indah.

Menurutnya, tempe wedok memiliki ciri khas yang tidak dimiliki produk tempe lain. Selain ukurannya yang kecil, tempe tersebut dibungkus menggunakan pelepah pisang sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang khas.

"Tempe ini kecil, kemudian dibungkus dengan pelepah pisang. Karena dibungkus dan tertutup itulah masyarakat menyebutnya tempe wedok," ujarnya.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu juga mengapresiasi semangat para perajin yang selama ini mampu mengembangkan usaha secara mandiri tanpa banyak bergantung pada bantuan pemerintah.

Ia berharap tempe wedok dapat terus berkembang menjadi produk unggulan daerah sekaligus menjadi sumber penggerak ekonomi masyarakat.

"Saya ingin tempe ini semakin dikenal sebagai makanan sehat karena kandungan proteinnya tinggi. Bahkan tadi disampaikan bahwa produk ini sudah masuk ke dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini luar biasa. Artinya pertumbuhan ekonomi rakyat bisa didorong melalui program-program yang menyentuh langsung masyarakat," tuturnya.

Lebih lanjut, Pemkab Lumajang berencana menjadikan kirab tempe wedok sebagai agenda tahunan setiap peringatan 1 Muharam.

"Kami ingin ini menjadi event tahunan Kampung Tempe Wedok. Selain melestarikan tradisi, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi produk unggulan dan oleh-oleh khas Lumajang," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Labruk Kidul Agus Irianto mengatakan tradisi kirab tempe wedok lahir dari semangat gotong royong masyarakat dan para pelaku usaha yang selama ini mengembangkan usaha secara turun-temurun.

"Ini murni kerja mandiri warga. Sejak awal usaha tempe wedok berkembang sampai sekarang, para pengrajin tidak pernah mengeluh dan terus berusaha secara mandiri," kata Agus.

Menurutnya, 6.000 tempe wedok yang diarak merupakan hasil produksi bersama dari 18 kelompok masyarakat yang tergabung dalam kelompok pengrajin tempe di Desa Labruk Kidul.

"Tempe yang diarak malam ini berjumlah 6.000 buah. Semuanya dibuat bersama oleh 18 kelompok yang ada di desa," ujarnya.

Agus menjelaskan, salah satu keunikan tempe wedok terletak pada bahan pembungkusnya yang menggunakan pelepah pisang kutuk. Jenis pelepah tersebut dipercaya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas dan cita rasa tempe.


"Tempe wedok harus dibungkus menggunakan pelepah pisang kutuk. Kalau menggunakan jenis lain hasilnya tidak sama. Karena itu kami juga mendorong masyarakat untuk tetap menanam pohon pisang aga

r bahan bakunya tetap tersedia," Pungkasnya 

12/06/2026

Dampak Kenaikan Pertamax, SPBU di Lumajang Dipadati Pengguna Pertalite


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai berdampak pada pola konsumsi masyarakat di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) melaporkan antrean kendaraan untuk mengisi Pertalite meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Pantauan pada Jumat (12/6/2026) di SPBU Sukodono menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat yang hendak mengisi Pertalite memanjang hingga mendekati badan jalan. Kondisi tersebut berbeda dengan antrean di dispenser Pertamax yang terlihat lebih lengang.

Diketahui, harga Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Selisih harga yang cukup signifikan itu diduga mendorong sebagian konsumen mempertimbangkan kembali pilihan bahan bakar yang digunakan.

Pengawas SPBU Sukodono, Farid, mengatakan respons konsumen setelah kenaikan harga Pertamax cukup beragam. Sebagian pelanggan mengaku terkejut karena harus membayar lebih mahal dibandingkan biasanya.

"Respon konsumen macam-macam. Biasanya beli segini, kok sekarang totalnya lebih banyak. Ada yang kaget, ada juga yang biasa saja," ujar Farid.

Meski demikian, Farid menilai konsumsi Pertamax di SPBU tersebut belum mengalami penurunan signifikan. Menurutnya, sebagian besar pelanggan tetap melakukan pengisian seperti biasa.

"Kalau konsumennya masih tetap, cuma memang ada perubahan dibanding hari biasanya. Turunnya tidak banyak-banyak," katanya.

Namun, ia mengakui terdapat indikasi perpindahan sebagian pengguna Pertamax ke Pertalite. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah kendaraan yang mengantre untuk mendapatkan BBM subsidi tersebut.

"Dampaknya pasti ada. Sekarang yang mengisi Pertalite lebih banyak, antreannya juga lebih panjang," tambahnya.

Di sisi lain, tidak semua pengguna memilih beralih ke Pertalite. Rizal, salah seorang pengendara yang tetap menggunakan Pertamax, menilai kualitas bahan bakar harus disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan agar performa mesin tetap terjaga.

"Kalau saya tetap pakai Pertamax. Kalau turun ke Pertalite, khawatirnya dalam jangka panjang bisa berpengaruh ke mesin. Nanti biaya perbaikannya malah lebih mahal. Jadi menurut saya tergantung pertimbangan masing-masing," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Rio. Menurutnya, kenaikan harga Pertamax belum menjadi alasan utama untuk berpindah jenis BBM.

"Kenaikan harga Pertamax biasa saja. Tergantung situasi di SPBU. Kalau Pertalite ramai dan antre panjang, ya saya tetap isi Pertamax. Memang ada tambahan beban ekonomi, tapi dampaknya masih biasa," kata Rio.

Sementara itu, Rara, seorang mahasiswa pengguna Pertamax, mengaku mulai merasakan dampak kenaikan harga BBM terhadap pengeluaran hariannya. Biaya yang harus dikeluarkan untuk mengisi tangki kendaraan kini lebih besar dibanding sebelumnya.

"Sangat terasa di kantong. Biasanya isi penuh tidak sampai Rp50 ribu, sekarang hampir Rp50 ribu," tuturnya.

10/06/2026

Diduga Kelebihan Muatan, Kapal Pengangkut 14 Ton Sembako Terbalik di Probolinggo


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Kapal pengangkut sembako milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terbalik di perairan Probolinggo, Selasa (9/6/2026). Akibat insiden tersebut, sekitar 14 ton bahan pokok berupa beras dan minyak goreng yang diangkut kapal tumpah dan tenggelam ke laut.

Meski menyebabkan kerugian besar, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan laut tersebut. Seluruh awak kapal berhasil menyelamatkan diri sebelum kapal tenggelam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal bernama Bahari Makmur itu mengangkut sekitar 8 ton beras dan 6.000 liter minyak goreng atau setara 6 ton. Seluruh muatan yang dibawa dilaporkan hanyut dan tenggelam setelah kapal kehilangan keseimbangan dan terbalik.

Rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi kapal sesaat setelah kecelakaan terjadi. Karung beras dan sejumlah kemasan minyak goreng tampak mengapung serta berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Kasatpolairud Polres Probolinggo, AKP Wayan, mengatakan kapal yang dinakhodai Imam (36) itu berangkat dari Dermaga Utara Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, sekitar pukul 12.00 WIB.

"Sekitar pukul 13.00 WIB kapal melintasi perairan di sekitar Pulau Gili Ketapang. Diduga kapal dihantam gelombang cukup besar hingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik," kata AKP Wayan saat dikonfirmasi, Selasa.

Menurut dia, pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 14.15 WIB dari masyarakat dan nelayan yang berada di sekitar lokasi.

"Kami mendapatkan laporan bahwa ada kapal pengangkut sembako yang tenggelam di perairan Pulau Gili Ketapang. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung melakukan pengecekan dan pendataan di lokasi kejadian," ujarnya

Sebelum insiden terjadi, terdapat empat kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Tembaga menuju Pulau Gili Ketapang untuk mengangkut kebutuhan pokok masyarakat. Namun kapal Bahari Makmur yang berada di urutan terakhir mengalami kecelakaan sekitar dua mil laut dari dermaga.

Sementara itu, Kepala Seksi Humas KSOP Tanjung Tembaga, Hendra Yulispriyanto, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

"Kami masih melakukan pendalaman dan pengumpulan keterangan dari sejumlah pihak untuk mengetahui penyebab pasti insiden ini," kata Hendra.

Ia menambahkan, dugaan sementara mengarah pada faktor cuaca dan kondisi muatan kapal. Namun, seluruh aspek keselamatan pelayaran masih akan diperiksa lebih lanjut.

"Kami mengimbau seluruh pemilik maupun operator kapal agar selalu memperhatikan kapasitas muatan, kondisi kapal, serta cuaca sebelum berlayar demi mencegah kejadian serupa," ujarnya.

Informasi yang beredar menyebutkan kapal tersebut memiliki kapasitas sekitar 7 Gross Tonnage (GT), sedangkan muatan yang diangkut mencapai sekitar 14 ton. Dugaan kelebihan muatan pun menjadi salah satu faktor yang tengah diselidiki petugas.

Hingga saat ini petugas KSOP Tanjung Tembaga bersama aparat terkait masih melakukan pendataan kerugian serta penyelidikan lebih lanjut mengenai kecelakaan laut yang menyebabkan hilangnya belasan ton sembako tersebut.


Harga Pertamax Melonjak, Pengguna BBM Nonsubsidi di Lumajang Mengeluh


Lumajang , (DOC)
– Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026) menuai beragam tanggapan dari masyarakat di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Harga Pertamax yang sebelumnya Rp12.300 per liter kini naik menjadi Rp16.250 per liter.

Kenaikan tersebut membuat sejumlah konsumen mengaku terkejut karena dinilai terjadi secara mendadak.

Salah seorang warga Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, Shinta, mengaku baru mengetahui kenaikan harga Pertamax saat hendak mengisi bahan bakar di SPBU Bagusari, Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang.

"Lho, naik ya? Saya baru tahu Pertamax naik. Setahu saya masih Rp12.300 per liter," kata Shinta usai mengisi BBM, Rabu (10/5/2026).

Pengendara sepeda motor Honda Beat itu mengaku keberatan dengan kenaikan harga tersebut karena berdampak langsung terhadap pengeluaran hariannya.

"Sebelumnya kalau isi penuh sekitar Rp37.000, sekarang kemungkinan menjadi sekitar Rp45.000. Kondisi sekarang mencari uang juga tidak mudah, jadi cukup terasa bagi kami," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Abdul Rofik, warga Kecamatan Kunir. Ia mengaku terkejut karena kenaikan harga diberlakukan secara tiba-tiba pada dini hari.

"Sebagai masyarakat tentu cukup kaget karena kenaikan ini dilakukan mendadak. Kami baru mengetahui saat hendak mengisi BBM," kata Rofik.

Pria yang berprofesi sebagai guru itu mengatakan biaya transportasi hariannya meningkat cukup signifikan. Ia setiap hari melakukan perjalanan dari rumahnya menuju tempat mengajar di wilayah Kencong, Kabupaten Jember.

"Sebelumnya motor saya kalau diisi penuh Pertamax sekitar Rp65.000, sekarang menjadi sekitar Rp95.000. Jelas ada penambahan biaya yang harus kami keluarkan," ujarnya.

Menurut Rofik, satu tangki penuh biasanya dapat digunakan untuk mobilitas selama empat hingga lima hari perjalanan pulang-pergi.

"Kenaikan ini tentu berdampak pada pengeluaran rutin masyarakat yang menggunakan Pertamax untuk aktivitas kerja sehari-hari," tambahnya.

Sementara itu, Pengawas SPBU Bagusari, Yudha, mengatakan hingga saat ini belum terlihat dampak signifikan terhadap pelayanan maupun jumlah konsumen sejak harga baru diberlakukan.

"Kalau ditanya dampaknya, sejauh ini belum terlihat karena kebijakan ini baru berjalan hari ini. Belum ada perubahan yang signifikan," kata Yudha.

Ia juga menyebut belum menerima keluhan ataupun protes langsung dari konsumen terkait kenaikan harga tersebut.

"Kami sudah melakukan sosialisasi mengenai perubahan harga Pertamax. Sampai saat ini belum ada konsumen yang menyampaikan protes secara langsung," ujarnya.

Terkait kondisi di lapangan, Yudha menjelaskan antrean kendaraan di SPBU masih didominasi oleh pengguna BBM subsidi maupun penugasan seperti Pertalite dan Solar.

"Untuk antrean kendaraan saat ini masih didominasi konsumen Solar dan Pertalite," katanya. (Imam)

07/06/2026

16 Desa di Lumajang Masih Dipimpin Pj Kades, Pilkades Mulai Digelar 2027


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Sebanyak 16 desa di Kabupaten Lumajang hingga kini masih dipimpin oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa sebagai konsekuensi dari kekosongan jabatan kepala desa definitif. 

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemasdes) terus mempersiapkan skema pengisian jabatan secara demokratis melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Kepala Bidang Bina Pemerintah Desa Dispemasdes Lumajang, Ricky Dharma Putra, mengatakan dari 16 desa yang saat ini dipimpin Pj Kades, dua desa akan lebih dahulu melaksanakan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) pada tahun 2027.

“Insya Allah tahun depan dari 16 desa tersebut ada dua desa yang akan melaksanakan Pilkades PAW, yakni Desa Jokarto Kecamatan Tempeh dan Desa Yosowilangun Kidul Kecamatan Yosowilangun,” kata Ricky saat dikonfirmasi 

Menurutnya, tahapan Pilkades PAW direncanakan mulai berjalan pada Januari 2027. Sementara Pilkades serentak untuk desa-desa lainnya dijadwalkan mulai memasuki tahapan pada Juni 2027.

“Untuk PAW sendiri proses tahapannya kami usahakan mulai Januari. Sedangkan Pilkades serentak tahapannya mulai Juni 2027,” ujarnya.

Ricky menjelaskan, kekosongan jabatan kepala desa di sejumlah wilayah dipicu oleh berbagai faktor. Namun dalam beberapa tahun terakhir, penyebab yang paling dominan adalah meninggalnya kepala desa definitif sebelum masa jabatannya berakhir.

“Macam-macam penyebabnya. Terakhir memang cukup banyak yang meninggal dunia. Selain itu ada juga yang karena kasus hukum,” ungkapnya.

Untuk menjaga keberlangsungan pelayanan publik dan roda pemerintahan desa, pemerintah daerah kemudian menunjuk aparatur sipil negara (ASN) sebagai Penjabat Kepala Desa hingga terpilih kepala desa definitif.

Daftar Lengkap 16 Desa yang Dipimpin Pj Kades di Lumajang

Berdasarkan data resmi yang dihimpun dari Dispemasdes Kabupaten Lumajang, berikut adalah sebaran 16 desa yang saat ini masih dinakhodai oleh Penjabat (Pj) Kades:

1. Desa Pundungsari (Kecamatan Tempursari)

2. Desa Bago (Kecamatan Pasirian)

3. Desa Nguter (Kecamatan Pasirian)

4. Desa Krai (Kecamatan Yosowilangun)

5. Desa Yosowilangun Kidul (Kecamatan Yosowilangun) – Persiapan Pilkades PAW

6. Desa Sumberanyar (Kecamatan Rowokangkung)

7. Desa Ranupani (Kecamatan Senduro)

8. Desa Ranupakis (Kecamatan Klakah)

9. Desa Wates Kulon (Kecamatan Ranuyoso)

10. Desa Mojosari (Kecamatan Sumbersuko)

11. Desa Argosari (Kecamatan Senduro)

12. Desa Jokarto (Kecamatan Tempeh) – Persiapan Pilkades PAW

13. Desa Banyuputih Lor (Kecamatan Randuagung)

14. Desa Sawaran Kulon (Kecamatan Kedungjajang)

15. Desa Dawuhan Wetan (Kecamatan Rowokangkung)

16. Desa Boreng (Kecamatan Lumajang. (Imam)

06/06/2026

Ketua POOL Ajak Ojek Pangkalan Lumajang Ikut Program BPJS Ketenagakerjaan Gratis


Lumajang, (Onenewsjatim) – Ketua Paguyuban Ojek Online Lumajang (POOL), Yony Febrianto, S.Sos., mengajak para pengemudi ojek pangkalan untuk bersatu dan memanfaatkan program bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Sosialisasi tersebut dilakukan langsung di Terminal Minak Koncar Lumajang, Sabtu (6/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Yony tidak hanya memberikan penjelasan mengenai manfaat program, tetapi juga membantu proses pendaftaran para pengemudi agar dapat segera memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurut Yony, program bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para pekerja sektor informal yang setiap hari menghadapi berbagai risiko di jalan.

"Kami ingin memastikan seluruh pengemudi, baik ojek online, ojek lokal maupun ojek pangkalan, mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh perlindungan kerja. Karena itu kami turun langsung untuk memberikan sosialisasi sekaligus membantu proses pendaftarannya," kata Yony.

Ia menegaskan bahwa seluruh komunitas pengemudi di Lumajang harus mengedepankan kebersamaan dan solidaritas. Perbedaan status sebagai ojek online maupun ojek pangkalan tidak boleh menjadi penghalang untuk saling mendukung.

"Ojek online, ojek lokal, dan ojek pangkalan harus bersatu, saling mendukung dan bekerja sama. Tidak boleh ada yang merasa paling unggul atau saling menjatuhkan. Semua harus rukun dan kompak, saling membantu sesama pejuang jalanan dan pejuang keluarga. Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah," ujarnya.

Yony menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sangat penting bagi para pengemudi yang setiap hari bekerja di jalan raya. Dengan adanya jaminan sosial, para pengemudi memiliki perlindungan apabila mengalami kecelakaan kerja maupun risiko lainnya saat menjalankan aktivitas mencari nafkah.

Sementara itu, salah seorang pengemudi ojek pangkalan, Suhar atau yang akrab disapa Buyar, mengaku senang dengan adanya program tersebut. Ia menyatakan kesediaannya untuk mengikuti program bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan yang difasilitasi pemerintah daerah.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ketua POOL yang sudah datang langsung memberikan penjelasan. Bahkan beliau juga membantu mengisi pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan sehingga kami lebih mudah untuk mengikuti program ini," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Mu'arif. Ia mengaku merasa diperhatikan oleh pemerintah melalui program perlindungan sosial bagi para pengemudi.

"Saya senang sekali karena merasa diperhatikan oleh pemerintah. Program ini sangat bermanfaat sebagai perlindungan dalam bekerja, sehingga kami bisa lebih tenang saat mencari nafkah untuk keluarga," katanya.

Program bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojek merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk memperluas cakupan perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal. Melalui kolaborasi dengan komunitas pengemudi, diharapkan semakin banyak pekerja transportasi yang mendapatkan jaminan keselamatan kerja dan perlindungan sosial yang memadai.

Dengan adanya sosialisasi yang dilakukan POOL, para pengemudi ojek pangkalan diharapkan semakin memahami pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan serta dapat memanfaatkan program bantuan yang telah disediakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan rasa aman dalam bekerja.(Imam)

05/06/2026

Driver Ojek Online dan Lokal Jadi Prioritas Program BPJS Ketenagakerjaan Gratis di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperluas perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal. 

Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bersama BPJS Ketenagakerjaan, puluhan pengemudi ojek online dan ojek lokal mengikuti sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan di Pujasera Candu, Lumajang, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para pengemudi yang tergabung dalam berbagai komunitas ojek di Kabupaten Lumajang. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait manfaat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sekaligus rencana pemberian bantuan iuran kepesertaan yang dibiayai pemerintah daerah.

Perwakilan Disnaker Kabupaten Lumajang, Catur, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi masyarakat yang memiliki risiko tinggi dalam bekerja.

"Para pengendara yang tergabung dalam berbagai komunitas ojol datang untuk mengikuti sosialisasi program jaminan sosial. Rencana bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan wujud hadirnya pemerintah dalam memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi masyarakat, khususnya profesi yang rentan terhadap risiko kerja," ujarnya.

Menurutnya, pembiayaan program tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dialokasikan pemerintah. Pada tahap awal, driver ojek menjadi kelompok prioritas penerima bantuan.

"Untuk saat ini yang menjadi prioritas adalah driver ojek, baik online maupun lokal. Ke depan kuota juga akan diberikan kepada profesi lain yang memiliki risiko kerja tinggi seperti nelayan dan pekerja informal lainnya," katanya.

Ia menjelaskan, bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan itu akan diberikan secara gratis selama empat bulan, yakni mulai September hingga Desember 2026. Karena itu, para pengemudi yang belum terdaftar diharapkan segera mendaftarkan diri agar dapat memperoleh manfaat program tersebut.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lumajang, Delistyana Diah Vianty, menyatakan pihaknya siap mendukung dan melaksanakan program pemerintah tersebut secara optimal.

Menurut Delistyana, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting bagi pengemudi ojek yang setiap hari menghadapi berbagai risiko saat bekerja di jalan raya.

"Kami sangat mendukung program ini dan berharap seluruh pengemudi ojek yang belum terdaftar dapat segera mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Program ini memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi selama menjalankan aktivitas pekerjaan," ujarnya.

Ia menambahkan, manfaat BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya dirasakan peserta, tetapi juga memberikan kepastian perlindungan bagi keluarga apabila terjadi risiko yang tidak diinginkan.

Pada kesempatan yang sama, Pegawai Bagian Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Bagus Purnomo Aji, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon penerima bantuan iuran.

"Syarat utama untuk mengikuti program bantuan iuran ini adalah memiliki KTP Kabupaten Lumajang dan berusia di bawah 65 tahun. Proses pendaftarannya juga sangat mudah karena dapat dilakukan secara online melalui barcode dan tautan yang telah disediakan," jelasnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Ketua Paguyuban Ojek Online Lumajang (POOL), Yony Febrianto. Ia mengapresiasi langkah Disnaker dan BPJS Ketenagakerjaan yang dinilai memberikan perhatian nyata terhadap kesejahteraan para pengemudi ojek.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Disnaker dan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang yang telah menunjukkan keseriusan dalam memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi para driver ojek, baik online maupun lokal," katanya.

Yony menegaskan bahwa POOL siap menjadi jembatan antara pemerintah dan komunitas ojek dalam menyosialisasikan berbagai program yang berpihak kepada pekerja sektor informal.

"POOL akan membantu menyampaikan informasi ini kepada seluruh pengemudi, termasuk ojek pangkalan, agar semakin banyak yang bisa menerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Harapan kami tidak ada perbedaan antara ojek online maupun ojek lokal. Semua bisa bersatu, rukun, dan bekerja dengan aman demi memenuhi kebutuhan keluarga," ujarnya.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap semakin banyak pekerja sektor informal yang memperoleh perlindungan jaminan sosial, sehingga risiko kecelakaan kerja maupun risiko sosial lainnya dapat diminimalkan dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.


03/06/2026

Usai Yadnya Kasada, Polres Probolinggo Gelar Bakti Bersih di Kawasan Gunung Bromo


Probolinggo , (Onenewsjatim)–
Sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendukung kebersihan kawasan wisata nasional, Polres Probolinggo Polda Jatim menggelar kegiatan bakti bersih di kawasan Gunung Bromo, Selasa (2/6/2026).

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengatakan Bakti Bersih memiliki nilai penting karena dilaksanakan usai kegiatan Yadnya Kasada, tradisi sakral masyarakat Suku Tengger yang setiap tahunnya menarik ribuan warga maupun wisatawan dari berbagai daerah. 

Setelah rangkaian upacara adat berlangsung, aktivitas masyarakat dan pengunjung berpotensi meninggalkan sampah di sejumlah titik kawasan wisata.

"Kita perlukan upaya bersama untuk menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan," ujar AKBP Latif.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan bakti bersih di kawasan Gunung Bromo merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap pelestarian lingkungan sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

“Bakti bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kebersihan dan kelestarian Gunung Bromo, terlebih dilaksanakan setelah perayaan Yadnya Kasada yang melibatkan banyak masyarakat dan wisatawan,” ujar  AKBP Latif.

Menurutnya, menjaga kebersihan kawasan Bromo merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

AKBP Latif berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. 

"Gunung Bromo merupakan warisan alam dan budaya yang harus kita jaga bersama agar tetap bersih dan lestari,” tambah AKBP Latif.

Lebih lanjut, Kapolres Probolinggo menegaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

“Kami ingin terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, termasuk aksi kepedulian terhadap lingkungan seperti bakti bersih di kawasan Gunung Bromo ini,” tegasnya.

Kegiatan bakti bersih tersebut melibatkan personel Polres Probolinggo Polda Jatim bersama berbagai unsur terkait, termasuk masyarakat setempat. 

Para petugas menyisir sejumlah titik di kawasan Gunung Bromo untuk mengumpulkan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan demi menciptakan kawasan wisata yang nyaman, bersih, dan lestari.

Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan kelestarian kawasan Gunung Bromo dapat terus terjaga sehingga tetap menjadi destinasi wisata unggulan. (*)

02/06/2026

Ketahanan Pangan di Lapas Lumajang, Warga Binaan Kelola Ayam Petelur dan Lele


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Di balik dinding pembatas yang dingin dan protokol ketat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lumajang, Jawa Timur, sebuah transformasi sosial tengah berlangsung. 

Sebanyak 50 warga binaan asimilasi kini memiliki kesibukan baru yang jauh dari kesan monoton: mereka menjadi garda depan dalam program ketahanan pangan mandiri.

Lahan seluas 250 meter persegi di area lapas telah disulap menjadi pusat produktivitas. 

Mulai dari budidaya ikan lele, peternakan ayam petelur, hingga ladang sayur-mayur menjadi "ruang kelas" bagi para narapidana untuk belajar tentang ketekunan dan kemandirian.

Kepala Lapas Kelas IIB Lumajang, Agus Salim mengatakan saat ini sekitar 50 warga binaan asimilasi dilibatkan dalam berbagai sektor ketahanan pangan setelah memenuhi syarat dan mengikuti proses pembinaan.

“Mereka kami libatkan langsung sesuai bidangnya masing-masing. Ada yang menangani peternakan ayam petelur, budidaya ikan lele, hingga perkebunan sayuran. Harapannya ketika kembali ke masyarakat mereka sudah memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk bekerja maupun berwirausaha,” kata Agus Salim, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, pembinaan berbasis kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam sistem pemasyarakatan modern. 

Warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali kemampuan yang dapat membantu mereka membangun kehidupan baru setelah bebas.

Saat ini, peternakan ayam petelur yang dikelola Lapas Lumajang memiliki sekitar 100 ekor ayam produktif. Dari jumlah tersebut dihasilkan rata-rata sekitar 5 kilogram telur per hari atau setara dengan 100 butir telur.

“Produksi telur saat ini masih kami manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Lumajang. Dalam satu minggu hasilnya bisa mencapai sekitar 45 kilogram,” jelas Agus.

Selain peternakan ayam, sektor perikanan juga menjadi andalan. Setiap siklus budidaya diawali dengan penebaran sekitar 13 ribu bibit lele yang dirawat bersama oleh petugas dan warga binaan hingga masa panen.

Sementara itu, lahan perkebunan dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayuran seperti kangkung dan bayam yang hasilnya turut mendukung kebutuhan konsumsi warga binaan.

Agus menilai program tersebut memberikan manfaat ganda. Di satu sisi membantu mewujudkan ketahanan pangan di lingkungan lapas, sementara di sisi lain menjadi media pembelajaran yang memberikan pengalaman kerja nyata bagi warga binaan.

“Yang paling penting bukan hanya hasil panennya, tetapi ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan selama mengikuti kegiatan ini. Itu yang nantinya menjadi bekal saat mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Meski berjalan di lahan yang relatif terbatas, Lapas Lumajang berupaya terus mengembangkan program tersebut. Agus berharap ke depan tersedia lahan yang lebih luas sehingga berbagai kegiatan produktif dapat diperluas dan menjangkau lebih banyak warga binaan.

“Kalau memiliki lahan yang lebih memadai, program ketahanan pangan bisa berkembang lebih besar. Selain meningkatkan produksi, tentu juga membuka kesempatan lebih banyak bagi warga binaan untuk mengikuti program kemandirian,” ungkapnya. (Imam)

28/05/2026

FIFGROUP Lumajang Tebar Kurban Idul Adha 1447 H, Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Kepuharjo

Penyerahan kambing kurban panitia kurban 

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan PT Federal International Finance (FIFGROUP) bersama PT Astra Multi Finance dan PT Sharia Multifinance Astra untuk kembali menebar kepedulian sosial kepada masyarakat melalui program “FIFGROUP Peduli Tebar Kurban Nusantara”.

Di Kabupaten Lumajang, FIFGROUP Cabang Lumajang melaksanakan seremoni penyaluran hewan kurban di Masjid Darul Falah, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang, Senin (25/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, satu ekor kambing kurban diserahkan langsung oleh Kepala Cabang FIFGROUP Lumajang, Moch Viros Putra Jaya, kepada Panitia Kurban Masjid Darul Falah, Buyung Isnaini Hasan.

Selanjutnya, pada Rabu (27/5/2026), usai pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah, hewan kurban tersebut disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat sekitar, khususnya warga yang membutuhkan di wilayah Kepuharjo dan sekitarnya.

Kepala Cabang FIFGROUP Lumajang, Moch Viros Putra Jaya, mengatakan program penyaluran hewan kurban menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Tahun ini FIFGROUP Cabang Lumajang menyalurkan satu ekor kambing kurban. Hewan kurban tersebut kami serahkan langsung kepada panitia kurban Masjid Darul Falah untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Viros.



Menurutnya, program kurban tahunan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kepedulian sosial perusahaan yang sejalan dengan misi FIFGROUP dalam membawa kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

“FIFGROUP dengan misinya membawa kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat tentu terus berupaya hadir di tengah seluruh lapisan masyarakat. Penyaluran hewan kurban ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan dan manfaat bagi masyarakat di sekitar lingkungan kantor FIFGROUP,” katanya.

Ia berharap, momentum Idul Adha dapat mempererat nilai kebersamaan, solidaritas sosial, dan semangat berbagi kepada sesama.

“Semoga melalui kegiatan ini dapat membawa kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat dan memberikan kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha,” tambahnya.

Sementara itu, Panitia Kurban Masjid Darul Falah, Buyung Isnaini Hasan, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan hewan kurban yang diberikan FIFGROUP kepada masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas hewan kurban dari FIFGROUP. Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga kurang mampu di wilayah Kepuharjo Lumajang,” ungkap Buyung.

Ia berharap kepedulian sosial yang dilakukan FIFGROUP dapat terus berlanjut dan memberikan keberkahan bagi perusahaan.

“Semoga apa yang diberikan FIFGROUP menjadi amal ibadah dan perusahaan senantiasa diberikan keberkahan serta kesuksesan. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan ini. Aamiin,” tuturnya.

Melalui program “FIFGROUP Peduli Tebar Kurban Nusantara”, FIFGROUP yang merupakan bagian dari Astra Financial dan anak perusahaan Astra kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kontribusi sosial kepada masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Secara nasional, pada Idul Adha 1447 H/2026 M, FIFGROUP menyalurkan sebanyak 502 hewan kurban yang terdiri dari empat ekor sapi dan 498 ekor kambing dengan total nilai mencapai sekitar Rp2 miliar. Seluruh pendanaan program tersebut berasal dari Dana Sosial Syariah FIFGROUP.

Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata sekaligus menebarkan semangat berbagi dan kepedulian sosial, terutama bagi masyarakat di wilayah ring satu lingkungan operasional perusahaan. (Imam)

27/05/2026

Unik dan Langka, Kambing Kurban di Lumajang Dihias Bunga hingga Kostum Tari Sebelum Disembelih




Lumajang, (Onenewsjatim) - Suara takbir menggema di jalan kampung Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Rabu (27/5/2026).

Di tengah iring-iringan warga, sejumlah kambing kurban tampil mencuri perhatian. Hewan-hewan itu dirias dengan kostum warna-warni ala karnaval lengkap dengan untaian bunga sebelum akhirnya disembelih untuk kurban Idul Adha 1447 Hijriah.

Tradisi unik tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar. Anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias mengikuti arak-arakan kambing kurban yang berjalan mengelilingi kampung sembari diiringi lantunan takbir.

Kambing-kambing yang akan dikurbankan tampak mengenakan kain hias berwarna mencolok.

Beberapa dihiasi bunga dan ornamen menyerupai kostum tari tradisional. Warga menyebut tradisi itu sudah dilakukan secara turun-temurun sejak lama di lingkungan Desa Labruk Kidul.

Salah seorang warga yang berkurban, Ribut Santoso, mengatakan tradisi merias dan mengarak hewan kurban sengaja kembali dihidupkan agar tidak hilang ditelan zaman.

“Ini merupakan bagian tradisi yang ada di lingkungan kami. Jadi saya ingin menghidupkan kembali tradisi yang dulunya hampir punah ini,” kata Ribut kepada wartawan di sela kegiatan.

Menurutnya, tradisi tersebut dulunya dilakukan secara sederhana. Hewan kurban hanya dihiasi gantungan ketupat dan bunga sebelum diarak keliling kampung.

Namun kini, warga mencoba memberikan sentuhan modern agar suasana Idul Adha lebih meriah tanpa meninggalkan ciri khas tradisi lama.

“Kalau dulu kambing yang mau dikurbankan biasanya dikalungi ketupat dan bunga. Sekarang saya tambahkan hiasan seperti baju tari supaya lebih meriah,” ujarnya.

Meski diberi sentuhan modern, warga tetap mempertahankan simbol-simbol tradisional seperti kain kafan dan untaian bunga yang dianggap memiliki makna penghormatan terhadap hewan kurban.

Ribut menuturkan, tradisi tersebut bukan sekadar hiburan warga. Baginya, merias dan mengarak hewan kurban juga menjadi bentuk penghormatan sebelum hewan disembelih.

“Biar kambingnya tidak stres dan lebih tenang sebelum dikurbankan. Ini juga bentuk rasa syukur kami di Hari Raya Idul Adha,” ungkapnya.

Prosesi arak-arakan berlangsung meriah. Warga berjalan bersama menyusuri jalan desa sambil melantunkan takbir. Sejumlah warga juga tampak mengabadikan momen unik tersebut menggunakan ponsel.

Setelah selesai diarak keliling kampung, kambing-kambing kurban kemudian dibawa ke lokasi penyembelihan. Daging kurban selanjutnya dibagikan kepada warga sekitar.(Red)

26/05/2026

Jelang Idul Adha, Pertamina Gelontor 60.480 Tabung LPG 3 Kilogram untuk Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pertamina Patra Niaga menggelontor sebanyak 60.480 tabung LPG 3 kilogram atau elpiji melon tambahan untuk Kabupaten Lumajang. 

Tambahan pasokan tersebut disiapkan guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat selama libur panjang dan perayaan hari raya kurban.

Jumlah tambahan LPG tersebut setara 181 metrik ton atau mencapai 150 persen dari rata-rata kebutuhan harian masyarakat Lumajang yang berada di angka 40.296 tabung atau sekitar 121 metrik ton per hari.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga Ahad Rahedi, mengatakan, Pertamina memastikan stok BBM dan LPG dalam kondisi aman selama momentum libur panjang keagamaan. Seluruh infrastruktur distribusi energi juga telah disiagakan untuk menjaga kelancaran pasokan di lapangan.

“Momen libur panjang ini, produk LPG menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat. Guna menghadapi lonjakan permintaan, kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran di luar penyaluran reguler untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat,” ujar Ahad, Selasa (26/5/2026).

Selain di Kabupaten Lumajang, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan penyaluran fakultatif hingga 99 persen dari rata-rata penyaluran harian untuk wilayah Jawa Timur dengan total mencapai 1,5 juta tabung LPG 3 kilogram.

Menurut Ahad, tambahan pasokan tersebut diharapkan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama libur panjang dan Idul Adha, khususnya untuk aktivitas memasak dan kegiatan hajatan warga.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama LPG. Jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Lumajang, Aksanul Inam menyampaikan bahwa tambahan pasokan dari Pertamina sangat membantu dalam menjaga stabilitas kebutuhan LPG masyarakat selama perayaan Idul Adha.

“Karena pada saat Idul Adha, kebutuhan warga akan tabung cukup tinggi, sebab mereka memasak daging kurban dalam jumlah besar,” katanya.

Ia menjelaskan, peningkatan kebutuhan LPG subsidi juga dipicu banyaknya kegiatan hajatan masyarakat yang biasa digelar saat momentum Idul Adha.

“Seperti mantu, selamatan hajian dan semacamnya. Otomatis kebutuhan tabung sangat tinggi,” ujar Aksanul.

Meski demikian, pihaknya memastikan hingga saat ini kondisi pasokan LPG 3 kilogram di Kabupaten Lumajang masih aman dan belum terjadi kelangkaan di tingkat masyarakat.

“Kami bersama Pertamina juga akan melakukan mitigasi dan pengawasan distribusi LPG di Lumajang supaya tidak ada penyimpangan,” pungkasnya. (Imam)

24/05/2026

Pelantikan MADAS Lumajang, Bunda Indah Tekankan Peran Sosial dan Pembinaan Generasi Muda


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Bupati Lumajang menegaskan harapannya agar organisasi masyarakat Madura Asli Sederah (MADAS) mampu mengambil peran aktif dalam kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga pembinaan generasi muda di Kabupaten Lumajang.

Hal itu disampaikan Bupati yang akrab disapa Bunda Indah saat menghadiri pelantikan pengurus MADAS DPC Lumajang periode 2026–2028 di Minggu (24/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Indah juga menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan MADAS sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami sangat welcome dan siap untuk bekerja sama dengan MADAS. Saya yakin MADAS mampu membuat Kabupaten Lumajang ini kondusif, serta menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi warga Lumajang,” ujar Bunda Indah di hadapan jajaran pengurus dan anggota MADAS.

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Karena itu, ia berharap kepengurusan baru MADAS dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang mengapresiasi pelantikan pengurus MADAS mulai tingkat DPC hingga PAC se-Kabupaten Lumajang yang digelar di pendopo pemerintah daerah. Ia menilai langkah tersebut menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dan elemen masyarakat.

“Mudah-mudahan semua saudara-saudara MADAS di Lumajang bisa membantu pemerintah untuk menciptakan kondusivitas yang aman,” kata Yudha Adji Kusuma.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPC MADAS Lumajang terlantik, menegaskan komitmennya untuk menjaga hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

Ia juga mengingatkan seluruh anggota agar menjaga nama baik organisasi serta menjunjung tinggi etika dan hukum yang berlaku.

“Saya berpesan agar semua anggota menjaga nama baik organisasi, menjaga kekompakan, serta menjunjung tinggi adat, etika, dan hukum yang berlaku di tengah masyarakat,” tegas Sunadi.

Sebagai bentuk komitmen nyata organisasi kepada masyarakat, MADAS Lumajang langsung meluncurkan program layanan ambulans gratis yang disiagakan selama 24 jam. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kemanusiaan secara cepat dan mudah.

“Sudah kami sediakan layanan ambulans gratis yang siaga selama 24 jam untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan launching sejumlah unit ambulans gratis milik MADAS Lumajang yang akan dioperasikan untuk pelayanan sosial di berbagai wilayah Kabupaten Lumajang.(Imam,)

21/05/2026

Kartu Pajak Dihapus, BPRD Lumajang Terapkan Sistem QR Code untuk Pajak Pasir


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Badan Pengelola Retribusi Daerah (BPRD) Kabupaten Lumajang mulai melakukan pembenahan sistem pembayaran pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) atau pajak pasir dengan mengembangkan layanan digital berbasis QR Code dan teknologi geofencing. 

Dalam sistem baru tersebut, penggunaan kartu pajak pasir akan dihapus dan diganti dengan sistem rekening digital terintegrasi aplikasi EMBLB.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Operasional BPRD Lumajang, Dwi Adi Harnowo mengatakan, perubahan sistem dilakukan untuk meningkatkan pengawasan sekaligus meminimalisir potensi kebocoran pendapatan daerah dari sektor pertambangan pasir.

“Perbedaan paling mencolok antara sistem lama dengan yang sekarang adalah kami meniadakan kartu pajak pasir. Kartu akan dihilangkan seluruhnya,” ujar Dwi Adi Harnowo, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, seluruh transaksi pembayaran pajak nantinya dilakukan langsung di mulut tambang melalui sistem digital. Setiap penambang akan memiliki satu rekening khusus yang terintegrasi dengan aplikasi EMBLB

“Setiap penambang nanti memiliki rekening sendiri. Mekanismenya seperti top up saldo. Ketika satu truk keluar, saldo otomatis terpotong satu kali sesuai kewajiban pajaknya,” jelasnya.

Dwi menerangkan, apabila saldo dalam rekening tidak mencukupi, maka penambang tidak dapat melakukan pembayaran pajak maupun pengeluaran material tambang.

Dalam sistem tersebut, setiap transaksi akan menghasilkan QR Code yang hanya dapat digunakan satu kali. QR Code itu menjadi alat validasi bagi petugas di lapangan saat melakukan pemeriksaan kendaraan pengangkut material tambang.

“QR Code ini hanya bisa dipakai satu kali dan tidak bisa digunakan ulang. Setelah truk keluar dan diverifikasi petugas melalui proses scan, maka QR Code otomatis tidak berlaku lagi,” katanya.

Ia menilai sistem baru ini juga memberi kemudahan bagi penambang karena proses pengisian saldo dapat dilakukan kapan saja tanpa harus mengikuti jam operasional kantor maupun perbankan.

“Selama ini top up kartu harus mengikuti jam layanan BPRD dan Bank Jatim. Dengan sistem rekening, penambang bisa top up kapan saja dan di mana saja,” imbuhnya.

Meski dilakukan pengembangan fitur, aplikasi yang digunakan tetap menggunakan aplikasi EMBLB yang sebelumnya sudah berjalan.

“Aplikasinya tetap sama, hanya kami sempurnakan fiturnya untuk meningkatkan layanan dan pengawasan,” ujarnya.

Selain meningkatkan pelayanan, digitalisasi pembayaran pajak pasir juga diharapkan mampu menekan praktik tambang ilegal serta potensi penyalahgunaan kartu pajak yang selama ini dinilai rawan diperjualbelikan.

“Kalau masih memakai kartu, ada potensi kartu diperjualbelikan. Dengan sistem rekening dan debit digital, itu bisa diminimalisir,” tegasnya.

Untuk memperkuat pengawasan, BPRD Lumajang juga menerapkan teknologi geofencing yang membatasi proses debit saldo hanya dapat dilakukan di area tambang sesuai titik koordinat yang telah ditentukan.

“Penambang hanya bisa melakukan debit saldo pada radius tertentu yang sudah kami tentukan, misalnya dalam radius satu kilometer dari titik tambang. Kalau sudah keluar area itu, debit tidak bisa dilakukan,” terang Dwi.

Sementara untuk proses pengisian saldo atau top up tetap dapat dilakukan tanpa batas lokasi maupun waktu.

“Kalau top up bebas, bisa kapan saja dan di mana saja. Yang dibatasi hanya proses debitnya,” tambahnya.

BPRD juga telah menyiapkan solusi terkait kendala jaringan internet di sejumlah wilayah tambang, khususnya di kawasan Pronojiwo, dengan menempatkan checker pada titik tertentu yang memiliki akses sinyal lebih baik.

“Untuk wilayah yang sinyal internetnya sulit seperti Pronojiwo, checkernya akan kami tarik ke titik yang sudah disepakati karena memang hanya ada satu jalur keluar. Jadi itu sudah tersolusikan,” pungkasnya.

20/05/2026

80 Persen Terpasang, Bupati Lumajang Optimistis CCTV dan PJU Tuntas Pertengahan Juni


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke lapangan untuk mengecek progres pemasangan kamera pengawas (CCTV) dan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Selasa malam (19/5/2026).

Menariknya, pemantauan ini dilakukan dengan cara berkeliling menyusuri jalanan desa menggunakan sepeda motor. 

Dalam patroli malam tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, dan Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Anton Subhandi. 

Rombongan sempat berhenti di beberapa balai desa untuk memastikan proyek pengamanan lingkungan ini berjalan sesuai target.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pengerjaan proyek strategis ini belum sepenuhnya tuntas. 

Masih ditemukan beberapa desa yang belum memasang CCTV maupun lampu PJU, terutama di titik-titik yang dinilai rawan kriminalitas

Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengatakan, secara umum progres pemasangan di wilayah Kecamatan Sukodono sudah mencapai sekitar 80 persen dan sisanya masih dalam tahap penyelesaian.

“Situasinya pemasangan CCTV dan PJU di Kecamatan Sukodono kira-kira 80 persen sudah terpasang, sisanya masih dalam proses penyelesaian,” ujar Indah Amperawati saat meninjau lokasi.

Menurutnya, keterlambatan pemasangan terjadi karena seluruh dusun melakukan pengerjaan secara bersamaan sehingga ketersediaan tenaga teknisi terbatas.

“Karena pemasangan dilakukan serentak, teknisinya harus antre. SDM-nya memang tidak mencukupi jika semua dusun dikerjakan bersamaan. Selain itu, bahan-bahan sempat mengalami kekurangan, terutama tiang PJU sehingga harus mendatangkan dari kabupaten sebelah,” jelasnya.

Meski demikian, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu mengapresiasi gerak cepat desa-desa dalam mendukung program keamanan lingkungan tersebut.

“Ini indikator bahwa semua dusun memang sudah bergerak memasang CCTV dan PJU. Tadi kita lihat jalan-jalan desa sudah terang dan mudah-mudahan ini menjadi semangat kita bersama untuk menjaga keamanan di masing-masing dusun, desa, kecamatan hingga kabupaten,” katanya.

Ia menargetkan seluruh pemasangan CCTV dan PJU dapat rampung pada pertengahan Juni 2026.

“Saya kasih waktu sampai pertengahan Juni semuanya harus tuntas,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang atas langkah konkret dalam memperkuat keamanan lingkungan melalui pemasangan CCTV dan penerangan jalan.

“Kami dari Polres Lumajang mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang yang telah mengambil langkah berupa pemasangan CCTV dan penerangan jalan sebagai upaya pencegahan gangguan kamtibmas,” ujar Alex.

Menurutnya, keberadaan CCTV tidak hanya berfungsi sebagai langkah pencegahan kejahatan, tetapi juga akan membantu aparat penegak hukum dalam proses pengungkapan kasus kriminal.

“CCTV yang terpasang secara masif di seluruh desa dan dusun ini nantinya akan sangat membantu kepolisian dalam mengungkap pelaku-pelaku kejahatan apabila aksinya terekam kamera pengawas,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, perangkat desa, serta Linmas untuk aktif menjaga keamanan lingkungan secara mandiri dengan pendampingan aparat TNI dan Polri.

“Semua masyarakat harus bersatu dan menyatakan perang terhadap gangguan kamtibmas, terutama pencurian kendaraan bermotor maupun pencurian dengan kekerasan,” tandasnya.

Diketahui, program pemasangan CCTV dan PJU di Kabupaten Lumajang dilakukan di 825 dusun dengan anggaran sebesar Rp50 juta per dusun. Kamera pengawas dipasang di sejumlah titik rawan guna meningkatkan keamanan dan pengawasan lingkungan masyarakat.

19/05/2026

Pemkab Lumajang Anggarkan Rp1,1 Miliar untuk Tambah 250 Titik PJU Baru


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Pemerintah Kabupaten Lumajang mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 miliar dari APBD 2026 untuk pengadaan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah wilayah.

Melalui program tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang menargetkan pemasangan PJU baru di sekitar 250 titik yang diprioritaskan pada kawasan minim penerangan dan rawan gangguan keamanan.

Kepala Dinas Perhubungan Lumajang, Rasmin, mengatakan beberapa lokasi yang menjadi prioritas di antaranya kawasan Curahmayit, Kecamatan Randuagung, hingga Jalan Srikaya yang selama ini masih gelap pada malam hari.

“Daerah-daerah yang tingkat penerangannya masih kurang dan dinilai rawan akan menjadi prioritas pemasangan lampu jalan,” ujar Rasmin, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, proses pemasangan PJU tahun ini dinilai lebih efisien karena tidak seluruh titik membutuhkan pembangunan tiang baru. Dishub memanfaatkan tiang milik PLN dengan penambahan perlengkapan pendukung setelah sebelumnya berkoordinasi dengan pihak perusahaan listrik negara tersebut.

“Jadi tidak semuanya membangun tiang baru. Ada beberapa titik yang cukup memanfaatkan tiang PLN sehingga biaya bisa lebih hemat,” katanya.

Selain pembangunan baru, Dishub Lumajang juga berencana melakukan perbaikan dan pemeliharaan lampu jalan di ruas jalan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang berada di wilayah Lumajang, khususnya jalur Klakah hingga perbatasan Jember.

Menurut Rasmin, terdapat sekitar 250 titik PJU di jalur provinsi yang kondisinya sudah lama tidak berfungsi optimal. Namun pelaksanaan perbaikan tersebut tetap menunggu persetujuan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

“Kalau waktunya memungkinkan tahun ini, kami juga akan membantu penanganan lampu jalan di jalur provinsi,” ungkapnya.

Rasmin menambahkan, pengadaan PJU dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya jumlah pemasangan baru hanya belasan titik, kini jumlahnya mencapai ratusan titik setiap tahun.

Meski demikian, kebutuhan lampu penerangan jalan di Kabupaten Lumajang masih cukup besar. Berdasarkan perhitungan Dishub, masih diperlukan sekitar 19 ribu titik PJU tambahan di ruas jalan milik pemerintah daerah.

“Perhitungannya berdasarkan panjang ruas jalan dengan jarak antar titik sekitar 50 meter. Satu titik PJU standar biayanya kurang lebih Rp13 juta,” pungkasnya.

16/05/2026

Pemkab Lumajang Antar 31 Bus Jetbus untuk Antar 1.258 Calon Jemaah Haji ke Surabaya


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten Lumajang menyiapkan 31 armada bus pariwisata untuk mengantar 1.258 calon jemaah haji menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada musim haji tahun 2026.

Selain armada transportasi, Pemkab Lumajang juga menyiapkan konsumsi bagi para jemaah selama perjalanan menuju embarkasi haji.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Lumajang, Muhammad Imron Rosyadi mengatakan, seluruh bus yang disiapkan merupakan armada terbaik demi memberikan kenyamanan bagi para calon jemaah haji.

“Untuk persiapan pemberangkatan ini dari Pemda yang pertama kaitannya dengan akomodasi. Bus yang kita siapkan adalah bus yang terbaik,” kata Imron Rosyadi.

Ia menjelaskan, seluruh calon jemaah haji akan mendapatkan fasilitas transportasi dan konsumsi selama perjalanan menuju Asrama Haji Surabaya.

“Untuk semua jemaah sebanyak 1.258 orang, selain bus juga ada konsumsi yang menyertai. Jadi untuk makan malam kita siapkan, termasuk sarapan pagi,” ujarnya.

Menurutnya, total 31 armada tersebut dibagi dalam empat kelompok terbang (kloter). Kloter 98 disiapkan enam bus, kloter 99 sebanyak sembilan bus, kloter 100 sebanyak sembilan bus, dan kloter 101 sebanyak tujuh bus.

“Total ada 31 bus untuk pemberangkatan, dan untuk penjemputan juga disiapkan 31 bus. Semuanya insya Allah menggunakan jetbus dengan kualitas yang bagus,” jelasnya.

Imron menuturkan, makan malam sengaja disiapkan Pemkab Lumajang karena jadwal kedatangan jemaah di Asrama Haji diperkirakan melewati batas layanan konsumsi.

“Untuk makan malam kita siapkan nasi kotak, karena di Asrama Haji layanan makan malam hanya sampai pukul 19.00 WIB, sementara kemungkinan jemaah diterima sekitar pukul 20.00 WIB,” terangnya.

Tak hanya itu, Pemkab Lumajang juga memberikan perhatian khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia) dengan menyiapkan ambulans dan tenaga medis selama proses pemberangkatan.

“Kami juga diiringi ambulans dari Dinas Kesehatan beserta tenaga medisnya. Sewaktu-waktu jika ada persoalan medis di perjalanan, mereka yang akan menangani,” ungkapnya.

Selain pengawalan medis selama perjalanan, tim kesehatan juga disiagakan di Pendopo Aryawiraraja Lumajang untuk mengantisipasi kondisi darurat sebelum keberangkatan.

“Jemaah kita banyak yang lansia. Jadi ketika ada persoalan medis, baik di pendopo maupun di perjalanan, semuanya sudah disiapkan penanganannya,” pungkasnya.

Kloter 98 dan 99 Diberangkatkan, Total 1.258 Jamaah Haji Lumajang Siap ke Tanah Suci


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Suasana haru menyelimuti Pendopo Aryawiraraja Kabupaten Lumajang, Sabtu (16/5/2026), saat ratusan calon jamaah haji (CJH) dilepas menuju Asrama Haji Surabaya sebelum bertolak ke Tanah Suci.

Tangis keluarga pecah saat satu per satu bus yang membawa para jamaah mulai meninggalkan area pendopo.

Sebanyak 603 jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 98 dan Kloter 99 diberangkatkan menggunakan 15 armada bus. 

Para keluarga tampak memadati kawasan Alun-alun Lumajang untuk memberikan doa dan salam perpisahan kepada anggota keluarga mereka yang akan menunaikan ibadah haji.

Isak tangis tak terbendung ketika para jamaah melambaikan tangan dari dalam bus. Sebagian keluarga bahkan tetap bertahan di sepanjang jalan alun-alun demi melihat rombongan berangkat menuju Surabaya.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengatakan pemberangkatan jamaah haji tahun ini dilakukan secara bertahap dan seluruh persiapan telah dimatangkan bersama Kementerian Agama Kabupaten Lumajang.

“Hari ini kami bersama Kementerian Agama Kabupaten Lumajang memberangkatkan Kloter 98 dan Kloter 99 dengan kurang lebih 15 unit bus menuju Surabaya,” ujar Bunda Indah usai pelepasan jamaah.

Ia menambahkan, pemberangkatan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Minggu dini hari.

“Insya Allah pemberangkatan kedua akan dilaksanakan besok dini hari pukul 02.00 WIB,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut juga menitipkan doa kepada para jamaah agar mendoakan masyarakat Lumajang tetap aman dan sejahtera.

“Saya tadi sudah menitipkan doa untuk para jamaah agar mendoakan masyarakat Lumajang senantiasa berada dalam lindungan Allah, Lumajang semakin aman, nyaman, dan ekonomi rakyat semakin baik serta sejahtera,” ungkapnya.

Ia juga berharap seluruh jamaah haji asal Lumajang diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Kami mendoakan seluruh jamaah haji Kabupaten Lumajang yang jumlahnya 1.258 orang diberikan kesehatan, kekuatan, kesabaran, dan menjadi haji yang mabrur,” imbuhnya.

Sementara itu ,Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lumajang, Umar Hasan, menjelaskan total jamaah haji asal Lumajang tahun ini mencapai 1.258 orang yang terbagi dalam empat kelompok terbang.

“Untuk Kloter 98 berjumlah 229 jamaah, Kloter 99 sebanyak 374 jamaah, Kloter 100 sebanyak 370 jamaah, dan Kloter 101 sebanyak 281 jamaah,” jelas Umar Hasan.

Selain itu, terdapat dua jamaah tambahan yang masuk dalam Kloter 97 sebagai jamaah cadangan pengganti.

“Ada dua orang yang kita ikutkan di Kloter 97 karena cadangan naik menggantikan enam jamaah yang tunda berangkat. Lima karena sakit dan satu menunggu mahrom,” terangnya.

Menurut Umar Hasan, secara umum seluruh proses persiapan pemberangkatan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Seluruh dokumen perjalanan termasuk visa jamaah dipastikan telah selesai.

“Alhamdulillah semua kendala sudah kita atasi, termasuk visa sudah selesai 100 persen,” katanya.

Terkait kondisi kesehatan jamaah, pihaknya memastikan seluruh jamaah yang diberangkatkan telah melalui pemeriksaan kesehatan. Beberapa jamaah dengan kondisi tertentu tetap diberangkatkan dengan pendampingan khusus.

“Ada yang membutuhkan pendampingan, baik pendampingan orang, alat maupun obat. Tapi secara umum seluruh jamaah siap diberangkatkan,” pungkasnya. (Imam)


© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved