-->

22/09/2026

Hendak Padamkan Kebakaran Sisa Panen Tebu, Petani di Lumajang Terbakar 90 Persen


Lumajang (Onenewsjatim) –
Seorang petani tebu di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami luka bakar hingga 90 persen setelah terjebak kobaran api di tengah lahan tebu, Selasa (22/9/2026).

Korban diketahui bernama Thohir (50), warga Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang. Ia terbakar saat berusaha memadamkan api yang merambat ke lahan tebu di sekitarnya.

Peristiwa tersebut bermula ketika Thohir membakar sisa daun tebu kering atau daduk di lahan miliknya yang baru selesai dipanen. Namun, api dengan cepat membesar dan merambat ke petak tanaman tebu milik warga lain.

Kasubsi PIDM Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, SH, mengatakan kobaran api semakin cepat meluas karena kondisi angin cukup kencang.

"Korban panik melihat api menjalar ke lahan tebu di kanan dan kirinya. Kemudian korban berusaha keras memadamkan api secara mandiri agar tidak semakin meluas," ujar Suprapto saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).

Korban kemudian masuk ke area yang terbakar dengan membawa alat seadanya. Namun, api yang semakin besar membuat korban kesulitan menyelamatkan diri.

"Karena kelelahan di lokasi kejadian, korban tidak mampu menyelamatkan diri hingga akhirnya terbakar. Korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya," katanya.

Nur Kholis, salah seorang saksi, mengatakan saat warga berusaha memadamkan api, korban ditemukan sudah tergeletak di tengah lahan.

"Jadi, waktu itu karena api membesar banyak yang mencoba mematikan api, tapi korban ini sudah terkapar waktu ditemukan," kata Kholis di lokasi kejadian.

Menurut Kholis, saat ditemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Pakaian yang dikenakannya juga hampir seluruhnya hangus terbakar.

"Ya sudah tidak sadar gitu dan tertelentang, sudah hangus semua badannya. Tapi, sudah dibawa ke rumah sakit," imbuhnya.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan Kepala Desa Krasak, Abdul Muin (37), ke Polsek Kedungjajang sekitar pukul 10.20 WIB.

Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Kedungjajang bersama masyarakat langsung mendatangi lokasi untuk membantu proses pemadaman dan evakuasi korban.

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Lumajang juga dikerahkan ke lokasi. Sebanyak dua armada damkar digunakan untuk memadamkan kobaran api sekaligus melakukan pembasahan di area yang terbakar agar api tidak kembali menjalar.

Korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis.

"Korban langsung dievakuasi dari lokasi kejadian dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis secara intensif di RSU Dr. Haryoto Lumajang," jelas Suprapto.

Suprapto mengatakan korban mengalami luka bakar sekitar 90 persen pada bagian tubuhnya.

"Kondisi korban masih dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar 90 persen di tubuh," ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga terjadi akibat kelalaian saat korban membakar sisa tanaman tebu setelah panen.

"Penyebab utama kebakaran karena kelalaian korban saat membakar daduk tebu usai panen," jelas Suprapto.

Selain menyebabkan korban mengalami luka bakar berat, kebakaran tersebut juga berdampak pada lahan tebu di sekitar lokasi. Petugas masih melakukan pendataan terkait luas dan kerugian material akibat kejadian tersebut.

"Sekitar 4 hektar lahan tebu yang terdampak," pungkasnya.

Polrestabes Surabaya Ungkap Sindikat Penukar Kartu ATM Lintas Daerah, 9 Tersangka Ditangkap


Surabaya, (Onenewsjatim)
— Tim gabungan Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Unit Reskrim Polsek Genteng menangkap sembilan orang yang diduga terlibat dalam sindikat penipuan dan pencurian dengan modus penukaran kartu ATM.

Sembilan tersangka tersebut ditangkap di dua hotel di kawasan Jalan Samudra, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya, pada Jumat (4/9/2026) dini hari.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengatakan, penangkapan dilakukan setelah polisi memetakan sejumlah orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) serta melakukan pendalaman terhadap jaringan tersebut.

"Tim bergerak setelah mendeteksi keberadaan para pelaku di dua hotel berbeda di Jalan Samudra. Dari dua lokasi tersebut, total sembilan orang berhasil kami amankan," kata Hadi kepada wartawan, Selasa (22/9/2026).

Kerugian Korban Capai Rp 116 Juta

Dari hasil pemeriksaan sementara, sindikat tersebut diduga telah beraksi di sejumlah lokasi di Surabaya. Total kerugian korban mencapai Rp 116 juta.

Aksi pertama terjadi di Hotel Inna Simpang pada 14 Januari 2026. Korbannya merupakan warga Kalimantan dengan kerugian sekitar Rp 40 juta.

Kemudian, pada 13 Mei 2026, aksi serupa terjadi di kawasan RRI Surabaya. Korban yang berasal dari Jakarta mengalami kerugian sekitar Rp 16 juta.

Sementara pada 26 Agustus 2026, komplotan tersebut kembali beraksi di Hotel Inna Simpang. Kali ini, korban asal Trenggalek mengalami kerugian sekitar Rp 60 juta.

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban maupun lokasi lain yang berkaitan dengan jaringan tersebut.

Pelaku Berbagi Peran

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku diduga memiliki peran masing-masing untuk meyakinkan korban.

Pelaku berinisial F disebut berpura-pura sebagai warga Kalimantan. Sementara E menyamar menggunakan nama "Andi" untuk mendekati dan menjerat korban sejak berada di Jakarta.

Pelaku lainnya, AA, mengaku sebagai warga negara Brunei Darussalam. Sedangkan I berperan sebagai sopir.

Modus tersebut digunakan untuk membangun kepercayaan korban sebelum kartu ATM milik korban ditukar.

"Polisi masih memburu satu pelaku lain berinisial R yang masuk dalam DPO," ujar Hadi.

Saat ini, sembilan tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik juga melakukan pendalaman terhadap sejumlah barang bukti, termasuk rekaman kamera CCTV, riwayat transaksi, serta komunikasi melalui telepon.

Para tersangka dijerat Pasal 476 dan/atau Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Motor Istri Dicuri, Suami Kejar Pelaku Pakai Avanza hingga Tewas di Jalan Ranuyoso


Lumajang, (DOC)
— Aksi pencurian sepeda motor di wilayah Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berujung maut.

Satu dari dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tewas setelah motor yang dikendarainya ditabrak mobil oleh suami korban saat berusaha melarikan diri.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Ranuyoso, Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.

Pelaku yang tewas diketahui bernama Zidan Bustomi (20), warga Desa Ranuwurung, Kecamatan Randuagung. Sementara rekannya, Dimas Septa Prasetya (26), warga Kecamatan Randuagung, mengalami luka parah.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, kejadian bermula ketika korban, Rohimmah (32), warga Desa Penawungan, Kecamatan Ranuyoso, hendak berangkat bekerja ke Kabupaten Probolinggo.

Namun, di tengah perjalanan, korban mengeluhkan sakit. Ia kemudian menghubungi suaminya, Holi.

"Suaminya kemudian meminta korban menunggu di sebuah warung. Sepeda motor milik korban rencananya akan dititipkan di warung tersebut," kata Suprapto.

Setelah tiba di lokasi, Holi justru mendapat informasi bahwa sepeda motor Honda Beat milik istrinya telah dibawa oleh dua orang.

Mendengar hal tersebut, Holi langsung melakukan pengejaran menggunakan mobil Toyota Avanza ke arah utara.

Saat pengejaran berlangsung, Holi melihat dua pelaku masing-masing mengendarai sepeda motor. Salah satu motor merupakan milik korban, sedangkan motor lainnya diduga digunakan sebagai sarana oleh pelaku.

Menurut Suprapto, Holi kemudian menabrakkan mobilnya ke arah kedua sepeda motor tersebut.

Akibat benturan, salah satu motor kehilangan kendali dan menabrak tiang listrik. Zidan terjatuh dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara itu, mobil yang dikendarai Holi kembali menabrak sepeda motor milik korban yang ditumpangi pelaku lainnya hingga terjatuh.

"Mobil Avanza kemudian oleng dan menabrak sebuah warung yang berada di sebelah barat jalan," ujar Suprapto.

Pelaku Sempat Acungkan Celurit

Dalam proses pengejaran, situasi sempat memanas. Salah satu pelaku disebut mengancam Holi dengan mengacungkan senjata tajam jenis celurit.

Namun, ancaman tersebut tidak menghentikan pengejaran.

Holi tetap mengejar hingga akhirnya menabrakkan mobilnya ke arah sepeda motor yang dikendarai kedua pelaku.

Akibat kejadian tersebut, Dimas mengalami sejumlah luka, di antaranya patah tulang lengan tangan kanan, patah kaki kanan, serta luka lecet pada wajah.

Dimas kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara Zidan dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya masih berada di kamar jenazah RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sejumlah barang bukti diamankan, di antaranya dua unit sepeda motor, satu unit mobil Toyota Avanza, sebilah celurit, serta kunci T yang diduga digunakan untuk melakukan aksi pencurian.

"Barang bukti sudah kami amankan dan saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut," kata Suprapto.

21/09/2026

Kepergok Tebang 4 Pohon di Hutan Produksi Lumajang, 2 Warga Diamankan


Lumajang, (Onenewsjatim) —
Dua pria warga Desa Papringan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, diamankan polisi dan petugas Perhutani setelah kedapatan memotong pohon di kawasan hutan produksi.

Keduanya diduga menebang empat pohon mahoni kaya menggunakan gergaji mesin atau chain saw.

Kedua pria tersebut masing-masing berinisial HH dan PRM. Mereka diamankan petugas gabungan Polhut dan Polsek Klakah saat melakukan patroli di kawasan Hutan Pertuni, Petak 20 I, Dusun Gunung Kenek, Desa Papringan, Kecamatan Klakah.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat patroli, petugas mendapati aktivitas warga di kawasan hutan produksi.

"Kemudian ditemukan dua orang laki-laki sedang memotong pohon jenis mahoni kaya dengan menggunakan chain saw," kata Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto, Senin (21/9/2026).

Petugas kemudian mengamankan kedua pria tersebut untuk dimintai keterangan. Saat diperiksa, keduanya tidak dapat menunjukkan izin pemotongan pohon dari pihak Perhutani.

"Karena tidak mampu menunjukkan izin pemotongan pohon dari pihak Perhutani, kedua orang tersebut diamankan oleh petugas gabungan Polhut dan Polsek Klakah," ujar Suprapto.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan empat pohon mahoni kaya telah dipotong. Pemotongan dilakukan menggunakan chain saw dan diduga tidak sesuai dengan perizinan yang berlaku.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi. Di antaranya satu unit chain saw warna biru, dua potongan kayu mahoni kaya, serta satu unit sepeda motor.

"Barang bukti yang diamankan di antaranya satu buah chain saw warna biru, dua buah potongan kayu mahoni kaya dan satu unit sepeda motor," imbuhnya.

Saat ini HH dan PRM masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami motif serta aktivitas pemotongan pohon di kawasan hutan produksi tersebut.

Atas dugaan perbuatannya, keduanya dijerat Pasal 82 ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Kecelakaan Truk di Hajatan Gucialit, Polisi Tunggu Pemeriksaan Sopir untuk Ungkap Penyebab


Lumajang, (Onenewsjatim) —
Unit Laka Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang masih mendalami kecelakaan truk yang menabrak warga dan sejumlah kendaraan saat acara hajatan pernikahan di Desa/Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Kamis (17/9/2026) sore. Truk bernomor polisi N 8187 YH yang dikemudikan Kasim (69), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman sebelum akhirnya melaju dan menabrak area tempat berlangsungnya hajatan.

Dalam peristiwa itu, sejumlah warga serta kendaraan yang berada di sekitar lokasi terdampak. 

Data kepolisian menunjukkan jumlah korban meninggal dunia kini mencapai dua orang. Sementara sembilan korban lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di RSUD dr Haryoto Lumajang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang Ipda Dendy Cucu Ardiana mengatakan, polisi masih melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan sekaligus mendalami kemungkinan adanya unsur pidana.

Menurut Dendy, penyidik saat ini masih meminta keterangan dari sejumlah saksi yang merupakan korban dalam kecelakaan tersebut.

"Untuk saat ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi korban," kata Dendy saat dikonfirmasi di Lumajang, Senin (21/9/2026).

Selain faktor teknis kendaraan, polisi juga mendalami kemungkinan adanya kelalaian manusia atau human error dalam kecelakaan tersebut.

Namun, pemeriksaan terhadap pengemudi belum dapat dilakukan. Kasim masih menjalani perawatan di RSUD dr Haryoto Lumajang sehingga belum memungkinkan untuk memberikan keterangan secara rinci kepada penyidik.

"Dugaan human error masih kami dalami dalam proses penyidikan. Pengemudi saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit dan kondisinya masih syok, sehingga belum bisa dimintai keterangan lebih detail," Pungkas Dendy. (Imam) 




18/09/2026

Korban Kecelakaan Truk Rem Blong di Gucialit Bertambah, Total 2 Orang Meninggal

Truk rem blong diamankan kantor Satlantas polres Lumajang

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Korban meninggal dunia dalam kecelakaan truk bermuatan sembako di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bertambah satu orang.

Dengan demikian, total korban meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi pada Kamis (17/9/2026) sore tersebut menjadi dua orang. Selain itu, sembilan orang mengalami luka-luka.

Kecelakaan terjadi ketika truk Mitsubishi bernomor polisi N-8187-YH yang membawa sembako melaju dari arah Gucialit menuju Padang. Saat melintasi jalan yang menurun, truk diduga mengalami rem blong sehingga tidak dapat dikendalikan.

Truk kemudian menabrak sejumlah kendaraan dan orang yang berada di sekitar lokasi hajatan pernikahan warga.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang Ipda Dendy Cucu Ardiana mengatakan, korban meninggal dunia pertama diketahui bernama Marni (46), warga Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Sementara korban kedua bernama Aulia Melinda Valentine (20), warga Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Aulia meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

"Korban kedua meninggal dunia atas nama Aulia Melinda Valentine (20), warga Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Korban meninggal di rumah sakit dr. Haryoto Lumajang," kata Dendy.

Menurut Dendy, sembilan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, pengemudi truk, Kasim (69), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, juga masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Dendy mengatakan, kondisi pengemudi belum memungkinkan untuk menjalani pemeriksaan secara mendalam. Saat kecelakaan terjadi, pengemudi juga sempat terjebak di dalam kendaraan.

"Untuk sopir juga masih dalam perawatan di rumah sakit umum karena mengalami sakit pada bagian perut. Posisi sopir juga sempat terjebak saat kejadian," ujarnya.

Diduga Rem Blong

Dendy menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal terhadap kernet dan sejumlah saksi di sekitar lokasi, tidak ditemukan adanya pengereman sebelum truk menabrak kendaraan di depannya.

"Dari pemeriksaan awal, baik dari kernet maupun saksi di sekitar TKP, dari atas itu tidak ada pengereman sama sekali. Jadi remnya blong," kata Dendy.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, truk tersebut awalnya melaju dari arah Gucialit menuju Padang. Saat berada di jalan menurun, kendaraan mengalami gangguan pada sistem pengereman.

Truk kemudian membentur sebuah pikap Suzuki Carry bernomor polisi L-8060-AA yang berjalan searah di depannya.

Pikap tersebut kemudian terdorong dan menabrak kerumunan orang yang berada di sekitar lokasi hajatan pernikahan.

Truk terus melaju ke arah timur dan kembali menabrak pikap Mitsubishi L300 bernomor polisi N-8157-YA yang sedang berhenti atau parkir di sisi utara jalan.

Setelah itu, truk menabrak lima sepeda motor yang berada di lokasi. Kendaraan tersebut masing-masing Honda Scoopy N-2092-YAG, Honda Scoopy N-6139-YBD, Honda Beat N-2515-YAD, Honda Vario N-4855-YBF, dan Honda Vario W-4126-BI.

Truk kemudian kembali menabrak perangkat sound system yang digunakan untuk acara pernikahan hingga akhirnya berhenti.

Polisi Masih Lakukan Penyidikan

Akibat kecelakaan tersebut, sedikitnya dua kendaraan roda empat dan lima kendaraan roda dua mengalami kerusakan.

Polisi masih melakukan penyidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut.

Dendy mengatakan, pemeriksaan terhadap pengemudi belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena yang bersangkutan masih dalam kondisi syok dan menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kami masih melakukan pemeriksaan mengingat jumlah korban cukup banyak, baik korban jiwa maupun kerugian material," ujarnya.

Petugas juga telah mendatangi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap pengemudi. Namun, pemeriksaan lebih detail masih menunggu kondisi pengemudi memungkinkan.

"Masih dalam proses penyidikan. Untuk pengemudi masih shock. Kemarin kami sudah melakukan kunjungan untuk pemeriksaan awal ke rumah sakit, tetapi masih belum bisa dimintai keterangan secara detail," kata Dendy.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved