-->

18/09/2026

Korban Kecelakaan Truk Rem Blong di Gucialit Bertambah, Total 2 Orang Meninggal

Truk rem blong diamankan kantor Satlantas polres Lumajang

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Korban meninggal dunia dalam kecelakaan truk bermuatan sembako di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bertambah satu orang.

Dengan demikian, total korban meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi pada Kamis (17/9/2026) sore tersebut menjadi dua orang. Selain itu, sembilan orang mengalami luka-luka.

Kecelakaan terjadi ketika truk Mitsubishi bernomor polisi N-8187-YH yang membawa sembako melaju dari arah Gucialit menuju Padang. Saat melintasi jalan yang menurun, truk diduga mengalami rem blong sehingga tidak dapat dikendalikan.

Truk kemudian menabrak sejumlah kendaraan dan orang yang berada di sekitar lokasi hajatan pernikahan warga.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang Ipda Dendy Cucu Ardiana mengatakan, korban meninggal dunia pertama diketahui bernama Marni (46), warga Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Sementara korban kedua bernama Aulia Melinda Valentine (20), warga Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Aulia meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

"Korban kedua meninggal dunia atas nama Aulia Melinda Valentine (20), warga Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Korban meninggal di rumah sakit dr. Haryoto Lumajang," kata Dendy.

Menurut Dendy, sembilan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, pengemudi truk, Kasim (69), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, juga masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Dendy mengatakan, kondisi pengemudi belum memungkinkan untuk menjalani pemeriksaan secara mendalam. Saat kecelakaan terjadi, pengemudi juga sempat terjebak di dalam kendaraan.

"Untuk sopir juga masih dalam perawatan di rumah sakit umum karena mengalami sakit pada bagian perut. Posisi sopir juga sempat terjebak saat kejadian," ujarnya.

Diduga Rem Blong

Dendy menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal terhadap kernet dan sejumlah saksi di sekitar lokasi, tidak ditemukan adanya pengereman sebelum truk menabrak kendaraan di depannya.

"Dari pemeriksaan awal, baik dari kernet maupun saksi di sekitar TKP, dari atas itu tidak ada pengereman sama sekali. Jadi remnya blong," kata Dendy.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, truk tersebut awalnya melaju dari arah Gucialit menuju Padang. Saat berada di jalan menurun, kendaraan mengalami gangguan pada sistem pengereman.

Truk kemudian membentur sebuah pikap Suzuki Carry bernomor polisi L-8060-AA yang berjalan searah di depannya.

Pikap tersebut kemudian terdorong dan menabrak kerumunan orang yang berada di sekitar lokasi hajatan pernikahan.

Truk terus melaju ke arah timur dan kembali menabrak pikap Mitsubishi L300 bernomor polisi N-8157-YA yang sedang berhenti atau parkir di sisi utara jalan.

Setelah itu, truk menabrak lima sepeda motor yang berada di lokasi. Kendaraan tersebut masing-masing Honda Scoopy N-2092-YAG, Honda Scoopy N-6139-YBD, Honda Beat N-2515-YAD, Honda Vario N-4855-YBF, dan Honda Vario W-4126-BI.

Truk kemudian kembali menabrak perangkat sound system yang digunakan untuk acara pernikahan hingga akhirnya berhenti.

Polisi Masih Lakukan Penyidikan

Akibat kecelakaan tersebut, sedikitnya dua kendaraan roda empat dan lima kendaraan roda dua mengalami kerusakan.

Polisi masih melakukan penyidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut.

Dendy mengatakan, pemeriksaan terhadap pengemudi belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena yang bersangkutan masih dalam kondisi syok dan menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kami masih melakukan pemeriksaan mengingat jumlah korban cukup banyak, baik korban jiwa maupun kerugian material," ujarnya.

Petugas juga telah mendatangi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap pengemudi. Namun, pemeriksaan lebih detail masih menunggu kondisi pengemudi memungkinkan.

"Masih dalam proses penyidikan. Untuk pengemudi masih shock. Kemarin kami sudah melakukan kunjungan untuk pemeriksaan awal ke rumah sakit, tetapi masih belum bisa dimintai keterangan secara detail," kata Dendy.

17/09/2026

Truk Sembako Diduga Rem Blong Tabrak Hajatan di Gucialit, 1 Orang Meninggal


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Suasana hajatan pernikahan warga di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah sebuah truk bermuatan sembako menabrak sejumlah kendaraan dan benda di sekitar lokasi, Kamis (17/9/2026) sore.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Truk bernopol N 8187 YH itu diduga mengalami rem blong saat melaju dari arah barat menuju timur di jalan yang kondisi jalannya menurun.

Truk kemudian melaju tidak terkendali hingga menyerempet kendaraan yang berada di sekitar lokasi hajatan.

Berdasarkan keterangan di lapangan, kendaraan tersebut selanjutnya menabrak warung, mobil pikap, hingga sejumlah sepeda motor milik tamu undangan yang diparkir di pinggir jalan.

Sedikitnya enam sepeda motor yang terparkir di depan terop hajatan mengalami kerusakan. Truk baru berhenti setelah menabrak perangkat sound system yang berada di area hajatan.

Bagian depan truk terlihat ringsek akibat benturan. Sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan.

Bambang, anggota keluarga pemilik hajatan, mengatakan sebelum kecelakaan terjadi, truk melaju dengan kecepatan cukup tinggi dari arah barat.

Menurut dia, warga kemudian melihat truk tersebut oleng dan tidak terkendali sebelum akhirnya menabrak sejumlah benda dan kendaraan di sekitar lokasi hajatan.

"Kata orang-orang remnya blong. Setelah itu oleng, terus nabrak warung dan pikap yang parkir," kata Bambang saat ditemui di lokasi.

Truk kemudian menyerempet kendaraan lain yang berada di sekitar jalan sebelum menghantam sepeda motor milik tamu undangan yang diparkir di pinggir jalan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang AKP Bayu Pratama Sudirno membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

Bayu mengatakan, kecelakaan itu melibatkan satu truk dan sejumlah kendaraan lain. Berdasarkan pendataan awal, terdapat delapan kendaraan yang terlibat, terdiri dari truk, satu mobil pikap, dan sejumlah sepeda motor.

"Ini diduga rem blong. Berdasarkan keterangan saksi, truk melaju dari arah barat ke timur, kemudian menyerempet L300, menabrak warung, pikap, hingga enam sepeda motor. Truk baru berhenti setelah menabrak sound system," ujar Bayu.

Dalam kecelakaan tersebut, sebanyak delapan orang menjadi korban. Satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, sedangkan enam korban lainnya mengalami luka ringan.

Para korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis.

Bayu menegaskan, korban kecelakaan rata-rata merupakan tamu hajatan yang berada di sekitar lokasi. Korban meninggal dunia juga merupakan tamu yang datang ke acara pernikahan tersebut.

"Yang meninggal dunia ini yang ditabrak, tamu juga dari yang punya hajatan," katanya.

Menurut Bayu, polisi langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan kecelakaan. Petugas mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mendata korban dan kendaraan yang terlibat, serta mengamankan truk.

"Upaya dari kami, yang pertama melaksanakan olah TKP, datang ke tempat kejadian, mendata korban. Yang kedua, kami mengamankan truk yang terlibat kecelakaan," ujar Bayu.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan yang menjadi korban tabrakan tampak mengalami kerusakan. Sementara bagian depan truk mengalami ringsek setelah menghantam sound system di area hajatan.

Tertabrak KA Ijen Ekspres, Fortuner Terseret hingga Ringsek di Perlintasan Jember


Jember, (Onenewsjatim)
– Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan raya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 12.05 WIB.

Sebuah Toyota Fortuner tertabrak Kereta Api (KA) 239F Ijen Ekspres relasi Malang–Ketapang di petak jalan Tanggul (TGL)–Bangsalsari (BSS), tepatnya di Km 173+060.

Akibat kejadian tersebut, mobil Toyota Fortuner mengalami kerusakan parah. Pengemudinya, Yusril Nur Ibnu, warga Desa Mundurejo, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan kecelakaan bermula ketika mobil tersebut melaju dari arah selatan dan hendak melewati perlintasan sebidang.

“Pengendara diduga tidak menaati rambu lalu lintas dengan berhenti sejenak ketika hendak melalui perlintasan sebidang,” kata Cahyo.

Pada saat bersamaan, KA Ijen Ekspres melaju dari arah barat menuju timur. Masinis KA 239F sebelumnya telah memberikan semboyan 35 atau isyarat peringatan secara berulang kali.

Namun, karena jarak antara kereta dan kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindarkan.

Benturan keras menyebabkan mobil mengalami kerusakan parah dan terseret dari titik awal kejadian. Peristiwa tersebut juga sempat direkam oleh warga menggunakan kamera telepon seluler.

Setelah kejadian, KA Ijen Ekspres berhenti luar biasa untuk menjalani pemeriksaan sarana. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi lokomotif dan rangkaian kereta tetap aman.

“Pada pukul 12.19 WIB kereta dinyatakan aman dan kembali melanjutkan perjalanan dari lokasi kejadian. Seluruh petugas kereta api dan penumpang dalam kondisi selamat,” ujar Cahyo.

Cahyo menyebut insiden tersebut menyebabkan perjalanan KA Ijen Ekspres mengalami keterlambatan selama 46 menit. Selain itu, terdapat kerusakan pada bagian lampu kabut lokomotif.

Meski demikian, perjalanan kereta api di lintas tersebut kembali berjalan normal dan aman.

KAI Daop 9 Jember menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi perlintasan sebidang, terutama perlintasan yang tidak dijaga.

Cahyo mengatakan keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan sinergi antara masyarakat dan pemangku kepentingan terkait untuk memitigasi risiko kecelakaan.

“Kami mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak bersikap abai saat melintasi perlintasan sebidang. Selalu berhenti sejenak ketika hendak melewati perlintasan sebidang,” katanya.

Menurut dia, pengguna jalan tidak boleh mengambil risiko dengan menerobos atau mengabaikan keberadaan kereta api yang akan melintas.

“Jangan mempertaruhkan nyawa hanya karena terburu-buru. Kereta api tidak dapat berhenti mendadak dan memiliki jarak pengereman yang panjang. Disiplin dan kepatuhan pengguna jalan menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya kejadian serupa,” ujar Cahyo.

KAI Daop 9 Jember kembali mengingatkan masyarakat mengenai kewajiban pengguna jalan saat melintasi perlintasan sebidang.

Berdasarkan Pasal 124 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Ketentuan serupa juga ditegaskan dalam Pasal 114 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

KAI mengimbau pengendara untuk berhenti ketika akan melewati perlintasan, memastikan kondisi aman, serta tidak memaksakan diri melintas ketika kereta api sudah mendekat. (Imam) 

Pria di Tempursari Lumajang Dibacok Teman Pakai Celurit, Pelaku Kabur


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Seorang pria bernama Fendik (43), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, menjadi korban pembacokan menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Fendik dibacok oleh YKS (41), warga Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari. Keduanya diketahui merupakan teman sesama sopir truk pengangkut tebu.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban berada di sebuah warung kopi di wilayah Desa Tempursari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, kejadian bermula ketika YKS datang ke warung kopi tersebut dengan mengendarai sepeda motor bersama seorang temannya berinisial AR.

Sesampainya di lokasi, YKS melihat korban yang sedang berada di warung kopi.

"Setelah turun dari sepeda motor dan mengetahui ada korban, pelaku langsung mengambil sabit yang dibawanya di dalam jok sepeda motornya," kata Suprapto.

Tanpa banyak bicara, YKS kemudian membacok Fendik menggunakan celurit. Bacokan tersebut mengenai bagian kepala sebelah kiri, tepatnya di atas telinga.

"Pelaku langsung membacok korban sebanyak satu kali hingga mengenai kepala sebelah kiri di atas telinga," ujarnya.

Melihat kejadian tersebut, AR yang datang bersama YKS berusaha melerai. Upaya itu membuat aksi penganiayaan tidak berlanjut.

Setelah melakukan pembacokan, YKS langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Hingga kini, polisi masih melakukan upaya pencarian terhadap terduga pelaku.

Sementara itu, Kapolsek Tempursari Iptu Sukirno mengatakan, polisi belum mengetahui motif pembacokan tersebut.

Menurutnya, korban belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan di RSUD dr Haryoto Lumajang.

"Kita belum bisa menentukan motif, karena korban belum bisa dimintai keterangan. Sedangkan yang diduga pelaku juga melarikan diri," kata Sukirno.

Sukirno menambahkan, berdasarkan informasi awal, korban dan terduga pelaku merupakan teman baik. Keduanya sama-sama bekerja sebagai sopir truk pengangkut tebu.

"Informasi sementara, korban dan pelaku adalah teman baik. Mereka sama-sama sopir truk tebu," ujarnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab pembacokan serta keberadaan YKS.

16/09/2026

Pemkab Lumajang Buka Seleksi Terbuka 4 Jabatan Kepala OPD yang Masih Kosong


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, segera membuka seleksi terbuka untuk mengisi empat jabatan pimpinan tinggi pratama yang saat ini masih kosong.

Empat jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Pariwisata, Inspektur, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, proses seleksi akan dilakukan secara terbuka dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Hal itu disampaikan Indah setelah menghadiri acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas dan fungsional di Lobby Pemkab Lumajang, Rabu (16/9/2026).

“Segera kami buka seleksi terbuka untuk empat jabatan, yaitu Kepala Dinas Pariwisata, Inspektorat, BPKD dan Satpol PP,” kata Indah.

Menurut dia, pengisian jabatan tersebut diperlukan untuk memperkuat pelaksanaan tugas pemerintahan di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Setiap OPD memiliki tugas dan tantangan yang berbeda. Karena itu, pimpinan yang ditempatkan di masing-masing perangkat daerah harus memiliki kompetensi serta kemampuan untuk mengelola organisasi.

Indah berharap pejabat yang nantinya lolos seleksi tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga mempunyai pengalaman dan kemampuan manajerial yang sesuai dengan kebutuhan OPD.

“Harapannya tentu yang terpilih memiliki kompetensi dan bisa membawa organisasi bekerja lebih baik. Masing-masing OPD mempunyai tugas dan tantangan yang berbeda,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seleksi terbuka juga menjadi kesempatan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang memenuhi persyaratan untuk berkompetisi secara profesional.

Pemkab Lumajang, kata Indah, akan menjalankan seluruh tahapan seleksi berdasarkan aturan yang berlaku.

“Seleksinya dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan. ASN yang memenuhi persyaratan kami berikan kesempatan untuk mengikuti proses tersebut secara profesional,” katanya.

Pengisian empat jabatan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarperangkat daerah. Selain itu, keberadaan pejabat definitif di masing-masing OPD diharapkan dapat mendukung percepatan program pemerintah daerah.

Indah menekankan, pejabat yang nantinya terpilih harus mampu membangun kerja sama di lingkungan organisasi sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

“Yang paling penting bagaimana pejabat yang terpilih nantinya dapat bekerja dengan baik, membangun koordinasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Lumajang,” pungkasnya (Imam) 

Polres Gresik Sita 10,8 Kg Ganja yang Disembunyikan di Vespa, Hendak Dikirim ke Sulawesi Tengah


Gresik, (Onenewsjatim)–
Satresnarkoba Polres Gresik, Polda Jawa Timur, menggagalkan pengiriman narkotika jenis ganja seberat 10,858 kilogram yang disembunyikan di dalam komponen sepeda motor Piaggio Vespa.

Ganja tersebut ditemukan di sebuah gudang ekspedisi di Jalan Raya Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Wakapolres Gresik Kompol Rizki Santoso mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan karyawan ekspedisi yang mencurigai sebuah paket sepeda motor.

Laporan itu disampaikan melalui layanan Call Center 110 pada Rabu (9/9/2026).

"Berawal dari kecurigaan karyawan terhadap paket motor yang akan dikirim, lalu dilaporkan melalui Call Center 110 yang segera kami tindaklanjuti," kata Rizki saat memberikan keterangan, Rabu (16/9/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan pemeriksaan terhadap sepeda motor yang akan dikirim melalui jasa ekspedisi.

Saat dibongkar, petugas menemukan puluhan kantong plastik berisi batang, daun, dan biji tanaman kering yang diduga merupakan ganja.

Total terdapat 30 kantong plastik dengan berat bruto sekitar 10,858 kilogram.

"Barang bukti tersebut kini kami amankan, yaitu sebanyak 30 kantong plastik berisi tanaman kering diduga ganja dengan berat total bruto sekitar 10,858 kilogram," ujar Rizki.

Selain ganja, polisi juga mengamankan satu unit Piaggio Vespa warna cokelat tanpa nomor polisi.

Kasatresnarkoba Polres Gresik AKP Ahmad Yani menjelaskan, pelaku menggunakan sepeda motor tersebut untuk menyamarkan narkotika agar tidak mudah diketahui saat dikirim melalui ekspedisi.

Ganja disembunyikan di dalam tangki bahan bakar minyak (BBM) dan bagasi bagian depan Vespa.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sepeda motor yang berisi ganja tersebut rencananya dikirim ke Provinsi Sulawesi Tengah.

Polisi telah mengantongi identitas orang yang diduga sebagai pengirim. Saat ini, yang bersangkutan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Penyidik Satresnarkoba Polres Gresik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan melengkapi proses penyidikan.

Sementara itu, barang bukti tanaman kering tersebut dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur untuk memastikan kandungan narkotikanya.

"Barang bukti tanaman kering kami kirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur guna memastikan kandungannya," kata Ahmad Yani.

Apabila hasil pemeriksaan laboratorium memastikan barang tersebut merupakan ganja, penyidik akan menerapkan pasal sesuai ketentuan Undang-Undang Narkotika.

Pelaku terancam dijerat Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Dengan jumlah barang bukti yang mencapai lebih dari 1 kilogram, pelaku dapat terancam pidana berat sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Polres Gresik mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha jasa ekspedisi dan logistik, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penyalahgunaan layanan pengiriman untuk mengedarkan narkotika.

Polisi juga mengingatkan agar setiap paket yang dinilai mencurigakan segera dilaporkan kepada aparat kepolisian melalui layanan yang tersedia.

Dugaan Korupsi PPKT Senduro Lumajang, Jaksa Periksa 94 Penerima Manfaat


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang masih melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi Program Pengentasan Pemukiman Kumuh Terpadu (PPKT) di Desa/Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Program tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang tahun anggaran 2025.

Dalam proses penyidikan, jaksa telah memeriksa hampir 100 orang saksi. Sebagian besar saksi merupakan masyarakat yang tercatat sebagai penerima manfaat program tersebut.

Kasi Intel Kejari Lumajang Lukman Akbar Bastiar mengatakan, sedikitnya 94 penerima manfaat telah dimintai keterangan oleh penyidik.

"Penerima manfaat saja ada 94, kurang lebih hampir 100 orang saksi," kata Lukman kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).

Lukman menjelaskan, pemeriksaan terhadap banyak penerima manfaat dilakukan karena penyidik mendalami dugaan penyalahgunaan dalam pelaksanaan program.

Menurutnya, PPKT tersebut dilaksanakan dengan skema swakelola yang seharusnya melibatkan masyarakat sebagai pelaksana. Namun, berdasarkan hasil penyidikan sementara, pekerjaan diduga tidak sepenuhnya dikerjakan oleh masyarakat penerima manfaat.

"Itu kan swakelola yang diberikan negara kepada masyarakat langsung. Namun swakelola ini dikelola bukan masyarakat langsung. Ada pihak-pihak yang terlibat dan nanti akan kami umumkan saat jumpa pers," ujarnya.

Penyidik juga menemukan dugaan ketidaksesuaian antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan apa yang diterima masyarakat penerima manfaat.

"RAB yang ada tidak sesuai dengan apa yang diterima oleh masyarakat. Intinya ada di situ. Jadi apa yang seharusnya diterima ternyata tidak sepenuhnya diterima oleh masyarakat," jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus penyidikan karena diduga terdapat penyalahgunaan dana yang bersumber dari negara.

"Modusnya, dugaannya memang ada penyalahgunaan dana yang diberikan oleh negara kepada masyarakat langsung. Namun swakelola ini ternyata dikelola bukan oleh masyarakat langsung," ungkap Lukman.

Terkait kerugian negara, Kejari Lumajang telah menerima hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari Inspektorat Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Lukman mengatakan hasil perhitungan tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari proses penyidikan sebelum penetapan tersangka.

"Tim penyidik akan melakukan ekspose internal, selanjutnya kami akan ekspose di Kejaksaan Tinggi. Setelah hasil ekspose Kejaksaan Tinggi keluar, baru kami akan lakukan penetapan tersangka," pungkasnya.

Kenang Jasa Pahlawan, Satlantas Polres Lumajang Ziarah ke TMP Kusuma Bangsa



Lumajang, (Onenewsjatim)
– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang melaksanakan ziarah makam pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang, Rabu (16/9/2026) sore.

Kegiatan bertajuk Polantas Ziarah tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. Ziarah menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian bagi anggota kepolisian.

Kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan. Selanjutnya, peserta ziarah melaksanakan upacara dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Pratama Sudirno mengatakan, kegiatan ziarah tidak hanya menjadi agenda seremonial dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara.

Menurut dia, momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh personel Satlantas untuk meneruskan semangat perjuangan para pahlawan melalui pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Ziarah ini menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan. Semangat pengabdian mereka menjadi teladan bagi kami dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri,” kata Bayu.

Ia menambahkan, peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di bidang lalu lintas.

“Semangat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 kami jadikan motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan, menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Lumajang,” ujarnya.

Bayu berharap, semangat penghormatan kepada para pahlawan tidak berhenti dalam kegiatan ziarah. Nilai-nilai perjuangan tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat.

“Harapannya seluruh personel semakin meningkatkan dedikasi dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas, sehingga keberadaan Polantas benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan ziarah berlangsung dengan khidmat dan diikuti personel Satlantas Polres Lumajang. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di Kabupaten Lumajang.

14/09/2026

Tumpukan Limbah Kayu Terbakar di Lumajang, Rumah Warga Hanya Berjarak 100 Meter


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kebakaran melanda lahan penampungan limbah kayu seluas sekitar 1 hektare di Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Senin (7/9/2026).

Api membakar tumpukan limbah kayu yang berada di lokasi penampungan. Banyaknya material mudah terbakar membuat kobaran api sulit dipadamkan.

Dari pantauan di lokasi, asap tebal terlihat membubung dari area penampungan. Kobaran api juga beberapa kali membesar saat tertiup angin.

Lokasi kebakaran berada cukup dekat dengan permukiman warga. Jarak titik api dengan rumah penduduk diperkirakan hanya sekitar 100 meter.

Petugas pemadam kebakaran kemudian berupaya melakukan pembasahan sekaligus melokalisir kobaran api. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api merembet ke lahan pertanian dan permukiman warga.

Kabid Damkar Lumajang Mohammad Asro mengatakan, kondisi kebakaran sudah cukup besar ketika petugas tiba di lokasi.

"Melihat posisi seperti ini, kebakarannya sudah terlalu besar," kata Asro saat ditemui di lokasi kebakaran.

Menurut dia, prioritas petugas saat ini bukan hanya memadamkan api, tetapi juga mencegah kobaran api meluas ke area di sekitarnya.

"Kami mengantisipasi agar tidak merambat meluas kepada permukiman dan tidak merambat ke lahan pertanian yang lain," ujarnya.

Damkar Lumajang mengerahkan dua armada untuk menangani kebakaran tersebut. Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala.

Salah satunya adalah tumpukan limbah kayu yang cukup tebal. Material tersebut membuat api mudah kembali menyala meski telah dilakukan pembasahan.

"Namun demikian, sampah ini sudah terlalu tebal, limbah kayunya. Kami Damkar Lumajang mengerahkan dua armada. Tapi kesulitannya mungkin karena sudah terlalu luas penyebarannya. Terus ditambah angin," kata Asro.

Kondisi di lapangan juga diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang. Asap tebal membuat petugas kesulitan mendekati titik api secara langsung.

Karena itu, dua armada pemadam yang dikerahkan lebih banyak digunakan untuk melakukan pembasahan pada area sekitar lokasi kebakaran.

Salah satu area yang menjadi perhatian petugas adalah lahan tebu milik warga yang berada tepat di samping penampungan limbah kayu.

Pembasahan dilakukan untuk membuat area tersebut tetap basah sehingga api tidak mudah merambat apabila kobaran api terdorong angin.

Petugas juga melakukan penyekatan dan pelokalisiran api. Upaya ini menjadi langkah penting mengingat jarak lokasi kebakaran dengan permukiman warga hanya sekitar 100 meter.

Selain permukiman, terdapat pula lahan pertanian warga yang berada di sekitar lokasi penampungan.

Petugas masih disiagakan di lokasi untuk memantau perkembangan titik api dan memastikan kobaran tidak meluas.

Sementara itu, akses jalan yang menghubungkan Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, menuju Desa Bodang, Kecamatan Padang, juga ditutup sementara.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Petugas masih melakukan penanganan di lokasi.

HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara, Satlantas Lumajang Bagikan Sembako untuk 50 Pengemudi Ojol


Kasat lantas berikan paket sembako ke ojol

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada 50 pengemudi ojek online (ojol), Senin (14/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Satlantas Polres Lumajang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara.

Bantuan sembako diberikan kepada para pengemudi ojol yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari aktivitas di jalan.

Para penerima bantuan menyambut baik kegiatan tersebut. Bantuan dinilai cukup membantu meringankan kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah tuntutan ekonomi keluarga.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Pratama Sudirno mengatakan, penyaluran bansos merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat dalam momentum peringatan HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara.

"Tujuan pelaksanaan bantuan sosial kepada pengemudi ojek online dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 sebagai wujud kepedulian sosial Polri untuk meringankan beban ekonomi masyarakat," kata Bayu.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan. Satlantas Polres Lumajang juga ingin memperkuat hubungan dengan komunitas pengemudi ojol yang selama ini menjadi bagian dari mitra kepolisian.

Bayu mengatakan, komunikasi dan sinergi dengan para pengemudi ojol penting untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas.

"Selain itu, kegiatan ini untuk mempererat kemitraan dan sinergi antara Polantas dengan komunitas pengemudi ojol dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas atau kamseltibcarlantas," ujarnya.

Dia menambahkan, pengemudi ojol merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi di jalan raya. Karena itu, keberadaan mereka juga dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan tertib.

"Melalui bansos ini kami ingin memperkuat semangat kebersamaan dan rasa kekeluargaan antara Polri dengan rekan-rekan Paguyuban Ojol Lumajang," kata Bayu.

Ketua Paguyuban Ojol: Bantuan Sangat Berarti

Ketua Paguyuban Ojek Online Lumajang (POOL) Yoni Febrianto mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Satlantas Polres Lumajang kepada para pengemudi ojol.

Menurut Yoni, bantuan sembako tersebut memiliki manfaat langsung bagi para pengemudi karena dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

"Alhamdulillah, adanya bansos ini mengurangi beban ekonomi kami. Terima kasih kepada Satlantas Polres Lumajang yang telah membantu," ujar Yoni.

Dia berharap perhatian dan komunikasi antara kepolisian dengan komunitas ojol dapat terus terjalin. Menurutnya, hubungan yang baik antara kedua pihak juga penting untuk mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di jalan.

Yoni juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran lalu lintas Polri atas kepedulian yang diberikan kepada komunitas pengemudi ojol.

"Semoga ke depannya Korlantas semakin cemerlang dan lebih baik lagi," katanya.

Peringatan HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara tersebut menjadi momentum bagi Satlantas Polres Lumajang untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat, sekaligus membangun sinergi dengan komunitas pengemudi ojol dalam mewujudkan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan.(imam) 

Polda Jatim Siagakan Posko DVI di RS Bhayangkara, Antisipasi Perkembangan KM Virgo Transport 8


Surabaya, (Onenewsjatim)
– Polda Jawa Timur menyiagakan Posko Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara H. Samsoeri Mertojoso, Surabaya, untuk mendukung penanganan insiden hilang kontak KM Virgo Transport 8.

Posko tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan kesiapan personel apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam perkembangan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol dr Wahono Edi Prastowo mengatakan, sekitar 20 personel disiagakan di Posko DVI. Mereka terdiri dari tim DVI, tenaga medis, dan personel pendukung.

"Posko DVI kami siagakan sebagai bagian dari kesiapan penanganan terpadu. Personel dan sarana pendukung telah disiapkan sehingga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, tim dapat segera melaksanakan tugas sesuai prosedur," kata Wahono, Senin (14/9/2026).

Menurut dia, penyiagaan Posko DVI bukan berarti proses pencarian telah dihentikan atau sudah ada kepastian mengenai kondisi penumpang dan kru KM Virgo Transport 8.

Polda Jatim tetap menempatkan operasi pencarian dan pertolongan sebagai prioritas utama.

Terintegrasi dengan Posko Ante Mortem

Selain Posko DVI di RS Bhayangkara, Bidokkes Polda Jatim juga telah menyiapkan Posko Ante Mortem di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Posko tersebut menjadi tempat pendataan informasi dari keluarga penumpang yang diduga berada di dalam KM Virgo Transport 8.

Data yang dihimpun meliputi informasi identitas serta data pendukung lainnya. Seluruh informasi tersebut akan dikelola secara terkoordinasi untuk mendukung proses identifikasi apabila nantinya diperlukan.

"Data dari keluarga akan dihimpun secara terkoordinasi sebagai bagian dari kesiapan proses identifikasi. Namun, fokus utama saat ini tetap mendukung operasi pencarian dan pertolongan," ujar Wahono.

Koordinasi penanganan juga dilakukan dengan Polresta Sumenep. Kepolisian setempat telah menyiagakan tiga Posko Terpadu Tanggap Darurat, yakni di Mapolresta Sumenep, Pelabuhan Kalianget, dan Polsek Masalembu.

Posko tersebut disiapkan untuk mendukung operasi SAR, termasuk mengantisipasi kemungkinan lokasi penerimaan maupun evakuasi apabila terdapat perkembangan dalam proses pencarian.

Polda Jatim Minta Keluarga Percaya Informasi Resmi

Wahono menegaskan, penyiagaan Posko DVI merupakan bagian dari prosedur kesiapsiagaan dalam operasi kemanusiaan.

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh unsur yang terlibat dapat bergerak cepat apabila terjadi perkembangan situasi.

"Fokus utama saat ini tetap mendukung operasi pencarian dan pertolongan. Kami berharap seluruh penumpang dan kru KM Virgo Transport 8 dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat," katanya.

Di sisi lain, Polda Jatim memastikan koordinasi terus dilakukan bersama Basarnas, TNI, KSOP, pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, fasilitas kesehatan, serta instansi terkait lainnya.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya keluarga penumpang, agar mendapatkan informasi melalui sumber resmi.

Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait jumlah maupun kondisi penumpang dan kru KM Virgo Transport 8.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya informasi keliru yang dapat menimbulkan keresahan di tengah keluarga maupun masyarakat. (Imam) 

Motor Pelaku Jambret Salon Lumajang Dibakar Massa, Polisi Temukan Sabu dan Pil


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kasus dugaan penjambretan di sebuah salon perawatan rambut di Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengungkap fakta lain.

Polisi menemukan narkotika jenis sabu dan sejumlah pil yang diduga obat keras berbahaya (okerbaya) dari sepeda motor yang digunakan terduga pelaku berinisial USM.

Sepeda motor tersebut sebelumnya menjadi sasaran amukan warga hingga dibakar setelah USM berhasil ditangkap massa usai diduga melakukan aksi perampasan di salon tersebut.

Kepala Desa Tegalrandu, Sadi, mengatakan temuan barang tersebut diketahui ketika kendaraan pelaku diperiksa warga bersama petugas kepolisian di sekitar lokasi kejadian.

Menurut dia, warga yang mengejar pelaku kemudian memeriksa sepeda motor yang ditinggalkan setelah pelaku berhasil diamankan.

"Setelah sepeda motornya dibongkar dan diperiksa bersama petugas, ditemukan alat yang diduga digunakan untuk mengonsumsi sabu. Ada botol, selang kecil dan korek," kata Sadi saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026).

Sadi menjelaskan, dugaan penjambretan itu terjadi ketika USM masuk ke salon dan mengancam korban menggunakan senjata yang belakangan diduga merupakan pistol mainan.

Pelaku kemudian mengambil barang milik korban sebelum berusaha meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.

Namun, upaya pelarian tersebut gagal. Pemilik salon disebut mengejar pelaku sambil berteriak meminta pertolongan.

Teriakan itu membuat warga sekitar ikut melakukan pengejaran hingga pelaku berhasil dihentikan tidak jauh dari lokasi salon.

Warga yang emosi kemudian menghakimi pelaku. Akibat kejadian tersebut, USM mengalami sejumlah luka sebelum akhirnya diamankan dan dievakuasi oleh anggota kepolisian untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Muhammad Ari Nuzul Aulia, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., membenarkan adanya barang bukti yang ditemukan dari kendaraan yang digunakan pelaku.

"Benar ada temuan sabu dan pil yang dibawa pelaku. Saat ini pelaku masih menjalani perawatan medis akibat luka-luka setelah diamankan warga," ujar Ari Nuzul.

Polisi, lanjut dia, masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian tersebut sekaligus mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Penyidik juga masih memeriksa sejumlah barang bukti yang ditemukan dari kendaraan pelaku.

"Dari hasil pengecekan, pelaku bukan residivis," kata Ari Nuzul.

Nekat Jambret Sambil Todong Pistol Mainan, Pria di Lumajang Babak Belur Dihajar Massa

Foto ilustrasi AI

Lumajang, (Onenewsjatim)–
Seorang pria bernama Usman (34), warga Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, diduga menjadi pelaku perampasan di sebuah salon kecantikan di Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah.

Aksi tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2026) malam. Pelaku sempat dihakimi massa setelah korban berteriak meminta pertolongan.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, kejadian bermula saat pelaku datang ke salon dan mengincar barang berharga milik korban.

Saat melancarkan aksinya, pelaku mengancam korban menggunakan benda yang awalnya dikira sebagai senjata api.

"Jadi, pelaku ini mengincar barang berharga korban seperti satu buah HP dan uang yang ada di dalam tas. Nah, pelaku ini mengeluarkan senjata api yang ternyata mainan," ujar Suprapto di Mapolres Lumajang, Senin (14/9/2026).

Menurut Suprapto, korban yang panik karena merasa ditodong senjata api kemudian berteriak meminta pertolongan.

Teriakan korban membuat warga sekitar berdatangan dan berusaha menangkap pelaku yang hendak melarikan diri.

Warga yang berhasil menangkap pelaku kemudian melakukan aksi kekerasan hingga Usman mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.

Bahkan, sepeda motor yang diduga digunakan pelaku saat beraksi turut menjadi sasaran amarah warga. Kendaraan tersebut dirusak dan dibakar.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengamankan pelaku dari amukan massa. Usman kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Lumajang untuk mendapatkan perawatan medis.

"Beruntung, pelaku bisa diamankan dan diselamatkan dari amukan warga, dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan," kata Suprapto.

Polisi juga mengamankan sebuah pistol mainan yang diduga digunakan pelaku untuk menakut-nakuti korban saat melakukan aksinya.

Hingga kini, Usman masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Lumajang akibat luka yang dialaminya setelah dihakimi massa.

Kondisi tersebut membuat penyidik belum dapat meminta keterangan secara maksimal dari pelaku.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kasus tersebut, termasuk mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

"Untuk kondisi pelaku saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Saat ini pelaku diketahui satu. Nah, kemungkinan nanti kalau memang ada perkembangan kita sampaikan kembali," ungkap Suprapto.


13/09/2026

Emak-emak Asal Lumajang Bobol Rumah Kosong di Batu, Uang dan Perhiasan Rp70 Juta Raib


Batu (Onenewsjatim)-
Satreskrim Polres Batu Polda Jawa Timur mengungkap kasus pembobolan rumah kosong yang dilakukan lintas wilayah. Polisi menangkap seorang perempuan berinisial WLS (39), warga asal Kabupaten Lumajang, yang diduga menjadi pelaku.

WLS diamankan setelah polisi mengusut kasus pencurian di sebuah rumah milik warga berinisial AS di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Dalam aksinya, tersangka diduga sengaja datang dari Lumajang menggunakan sepeda motor seorang diri. Untuk mengelabui petugas, kendaraan yang digunakan dilengkapi pelat nomor palsu.

Tersangka kemudian mencari rumah yang ditinggal pemiliknya. Setelah memastikan kondisi sekitar sepi, WLS masuk ke rumah dengan cara merusak pintu.

Kasatreskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin mengatakan, tersangka memanfaatkan benda yang ditemukan di sekitar lokasi untuk membobol pintu rumah korban.

"Modusnya keliling mencari sasaran rumah kosong. Begitu situasi sepi, pelaku merusak pintu menggunakan gunting rumput yang ditemukan di sekitar lokasi," kata Zaenal, Sabtu (12/9/2026).

Dari rumah tersebut, tersangka membawa kabur uang tunai dan sejumlah perhiasan. Total kerugian korban diperkirakan mencapai Rp70 juta.

Kasus tersebut kemudian ditangani Satreskrim Polres Batu. Polisi melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman kamera CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Dari rekaman CCTV itu, polisi mendapatkan petunjuk mengenai ciri-ciri dan kendaraan yang digunakan pelaku. Petugas kemudian melakukan penelusuran hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi dan menangkap WLS.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya gunting rumput yang diduga digunakan untuk merusak pintu, tang, pelat nomor palsu, serta pakaian yang dikenakan tersangka saat menjalankan aksinya.

Dari hasil pemeriksaan, polisi juga mengetahui bahwa barang-barang berharga hasil pencurian telah dijual oleh tersangka. Uang hasil penjualan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan membayar utang.

Penyidikan kemudian dikembangkan untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan tersangka dalam kasus serupa di wilayah lain.

Hasil pengembangan sementara menunjukkan WLS diduga telah melakukan pembobolan di tiga rumah lainnya di Kabupaten Malang.

Tiga lokasi tersebut berada di wilayah Kecamatan Ngantang dan Kecamatan Kasembon.

"Proses penyelidikan masih terus kita kembangkan untuk mengungkap kemungkinan TKP lainnya," ujar Zaenal.

Saat ini WLS telah ditahan di Mapolres Batu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (Fat) 

Polres Probolinggo Imbau Wisatawan Patuhi Penutupan Kawasan TNBTS Akibat Karhutla


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Polres Probolinggo memperketat pengamanan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan savana Blok Pengol, sekitar Bukit Teletubbies

Personel gabungan diterjunkan untuk melakukan patroli sekaligus memastikan penutupan akses wisata berjalan dengan baik. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah wisatawan maupun masyarakat memasuki kawasan yang masih berpotensi membahayakan.

Patroli difokuskan pada sejumlah jalur masuk strategis menuju kawasan Bromo, termasuk akses melalui Kabupaten Probolinggo di kawasan Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.

Petugas bersiaga untuk melakukan pemantauan dan mengantisipasi adanya pengunjung yang nekat menerobos masuk ke kawasan yang sedang ditutup.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, penutupan kawasan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengutamakan keselamatan masyarakat di tengah proses penanganan karhutla.

"Kami meminta kerja sama dari seluruh calon pengunjung dan pelaku jasa wisata untuk menghormati kebijakan penutupan temporer ini. Situasi di lokasi masih rawan dan prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat," ujar Rizki, Minggu (13/9/2026).

Menurut dia, kehadiran personel di lapangan tidak hanya untuk mengamankan akses menuju kawasan wisata, tetapi juga mendukung kelancaran proses pemadaman yang dilakukan tim gabungan.

Petugas juga memastikan jalur menuju lokasi kebakaran tidak terganggu oleh aktivitas masyarakat maupun wisatawan.

Selain melakukan patroli, polisi memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat dan para pelaku jasa wisata, termasuk penyedia jip dan jasa kuda.

Mereka diminta sementara waktu menunda aktivitas wisata sampai kondisi kawasan dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

"Jangan memaksakan diri untuk masuk ke kawasan yang sudah ditutup. Kami berharap seluruh pihak dapat memahami bahwa penutupan ini dilakukan demi keselamatan bersama," kata Rizki.

Penutupan akses wisata di kawasan TNBTS akan diberlakukan hingga situasi dinyatakan aman dan proses penanganan karhutla selesai.

Polres Probolinggo juga mengingatkan wisatawan yang telah membeli tiket secara daring agar mengikuti informasi resmi dari Balai Besar TNBTS terkait kebijakan penutupan dan penyesuaian jadwal kunjungan.

Wisatawan diminta tidak hanya mengandalkan informasi dari media sosial atau pihak lain yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari pengelola TNBTS dan mematuhi seluruh ketentuan yang diberlakukan selama penanganan karhutla," ujarnya.

Hingga Minggu (13/9/2026), personel gabungan masih melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah titik kawasan TNBTS untuk mencegah masyarakat memasuki zona terdampak sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Polisi juga mengajak masyarakat segera melapor apabila menemukan kepulan asap atau titik api baru agar dapat ditangani sedini mungkin.(mam) 

12/09/2026

Api Karhutla Bromo Merembet ke Jemplang, Wisata Ditutup dari 4 Akses


Probolinggo, (DOC) –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali meluas. Api membakar vegetasi kering di kawasan Savana Watangan atau yang dikenal sebagai Bukit Teletubbies.

Kondisi tersebut membuat aktivitas wisata Gunung Bromo ditutup total dari empat pintu masuk wilayah kabupaten. Penutupan dilakukan untuk memberikan ruang bagi petugas gabungan yang tengah berjibaku memadamkan kobaran api.

Video kebakaran yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api di kawasan Jemplang, yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan kebakaran pada Sabtu (12/9/2026) terpantau berada di dua titik.

"Kebakaran sore hari ini terpantau ada di dua titik. Yang pertama di Blok Penggol Gunung Kursi Probolinggo, satunya di Jemplang masuk Kabupaten Malang," kata Oemar.

Menurutnya, api di kawasan Watangan bahkan telah mengarah ke Jemplang. Sementara kebakaran di Blok Penggol Gunung Kursi mengarah ke bagian atas kawasan.

"Untuk saat ini sedang diupayakan pemadaman oleh teman-teman gabungan. Angin yang sangat kencang menyebabkan penyebaran api sangat cepat. Medannya juga sangat sulit untuk dilakukan pemadaman," ujarnya.

Petugas gabungan kini melakukan berbagai upaya untuk membatasi pergerakan api. Salah satunya dengan membuat penyekatan agar kobaran tidak semakin meluas.

"Upaya yang dapat kami lakukan adalah penyekatan-penyekatan dan juga pemadaman baruan yang memang bisa dijangkau," jelas Oemar.

Ia menyebut upaya pemadaman dari udara juga sempat dilakukan menggunakan water bombing. Namun, operasi tersebut terkendala kondisi kabut tebal yang mengganggu faktor keselamatan penerbangan.

"Tadi pada hari ini sudah dilakukan water bombing, namun memang kabut yang sangat tebal menjadi salah satu kendala faktor keamanan bagi helikopter itu sendiri sehingga tidak bisa dilakukan," katanya.

Kencangnya angin ditambah kondisi vegetasi yang kering membuat api dengan cepat menjalar. Padahal, kobaran api sebelumnya sempat berhasil dipadamkan pada Jumat malam.

Penutupan total kawasan wisata Bromo dilakukan untuk mendukung proses pemadaman. Selain menjaga keselamatan wisatawan, langkah tersebut juga memberikan ruang bagi petugas untuk bergerak membawa logistik dan peralatan pemadaman.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti luasan kawasan yang terbakar. Petugas gabungan masih berfokus melakukan pemadaman dan penyekatan agar api tidak menjalar ke kawasan maupun objek vital di sekitar TNBTS.

Api Membakar Savana Blok Pengol Bromo, Polres Probolinggo Bergerak Padamkan Karhutla


Probolinggo, (Onenewsjatim)-
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kali ini, kebakaran terjadi di kawasan savana Blok Pengol yang berada di sekitar Bukit Teletubbies. Titik api mulai terlihat sejak Kamis (10/9/2026) sore.

Polres Probolinggo Polda Jawa Timur langsung menerjunkan personel gabungan untuk membantu proses pemadaman dan mencegah api meluas ke kawasan hutan di sekitarnya.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan respons cepat serta kerja sama lintas instansi.

“Kami akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder dalam penanganan karhutla. Bersama-sama kita lakukan upaya pemadaman dan pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas,” kata Rizki, Sabtu (12/9/2026).

Selain mengerahkan personel, Polres Probolinggo juga menggunakan armada yang telah dimodifikasi menjadi kendaraan tangki air.

Kendaraan tersebut memiliki kapasitas sekitar 1.000 liter dan digunakan untuk mendukung pasokan air bagi petugas pemadam, terutama di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan biasa.

Armada tersebut bergerak menuju titik-titik yang membutuhkan suplai air. Kondisi medan yang berada di kawasan perbukitan dan savana menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman.

Petugas juga harus menghadapi vegetasi yang relatif kering serta embusan angin yang berpotensi membuat api lebih cepat menjalar.

Personel gabungan dari kepolisian bersama instansi terkait dan relawan terus melakukan pemadaman, penyisiran, serta pemantauan di sekitar lokasi kebakaran.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api baru yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Di sisi lain, kepolisian juga meningkatkan patroli di kawasan wisata sekitar Gunung Bromo. Pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi aktivitas masyarakat maupun wisatawan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Polres Probolinggo mengimbau wisatawan dan pelaku wisata mematuhi ketentuan pembatasan akses yang diberlakukan selama proses penanganan karhutla.

Masyarakat juga diminta tidak memaksakan diri memasuki kawasan terdampak sebelum dinyatakan aman dan dibuka kembali oleh otoritas berwenang.

Rizki mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kawasan TNBTS dan segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau titik api.

“Peran aktif masyarakat sangat penting. Mari bersama-sama menjaga kawasan TNBTS dan segera melaporkan apabila menemukan titik api, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” ujarnya.

Hingga Sabtu (12/9/2026), personel gabungan masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik untuk mencegah api kembali muncul dan meluas ke kawasan hutan.

11/09/2026

Kebakaran Kembali Melanda Kawasan Gunung Bromo, Petugas Berjibaku Padamkan Api


Probolinggo, (Onenewsjatim) 
– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kebakaran yang mulai terjadi sejak Kamis (10/9/2026) sore itu hingga Jumat (11/9/2026) masih dalam penanganan petugas gabungan. 

Informasi di lapangan menyebutkan, kobaran api di kawasan Blok Penggol, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, mulai meluas ke arah lembah Watangan atau yang dikenal masyarakat sebagai Bukit Teletubies.

Petugas gabungan dari TNBTS, BPBD, TNI-Polri dan relawan terus melakukan pemantauan sekaligus upaya pemadaman untuk mencegah api semakin meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarif mengatakan, proses pemadaman menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan dengan medan yang cukup ekstrem.

"Kebakaran terjadi di Blok Penggol, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura sejak Kamis sore hingga hari ini masih belum berhasil dipadamkan," kata Oemar Sjarif saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (11/9/2026).

Menurut Oemar, salah satu kendala utama petugas adalah kondisi tebing yang curam sehingga tidak seluruh titik api dapat dijangkau secara langsung.

Selain itu, angin kencang membuat api lebih cepat menjalar, terutama pada kawasan yang ditumbuhi ilalang dan vegetasi kering.

"Petugas gabungan mengalami kendala karena area yang terbakar berada di tebing yang curam sehingga sulit dijangkau. Angin yang cukup kencang juga menyebabkan titik api lebih cepat menjalar ke area lain," ujarnya.

Untuk mengantisipasi api semakin meluas, petugas melakukan penyekatan dengan membuat sekat bakar di sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi jalur penjalaran api.

Upaya tersebut dilakukan agar kobaran api tidak semakin mudah menjalar ke kawasan lain, terutama ke arah lembah.

"Petugas melakukan penyekatan. Namun angin cukup kencang sehingga memudahkan titik api menjalar ke ilalang kering. Penyekatan dilakukan agar api tidak menjalar ke tempat lain," jelasnya.

Oemar menambahkan, selain pemadaman secara manual, penanganan karhutla juga dilakukan dengan menggunakan helikopter water bombing milik BPBD Provinsi Jawa Timur.

Penggunaan helikopter menjadi salah satu opsi karena terdapat sejumlah titik api yang berada di tebing curam dan sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.

"Selain secara manual, upaya pemadaman juga dilakukan menggunakan helikopter atau water bombing dari BPBD Provinsi Jawa Timur," katanya.

Namun, upaya pemadaman dari udara juga tidak selalu berjalan optimal. Kondisi kabut yang turun di kawasan TNBTS menjadi salah satu kendala bagi helikopter untuk melakukan penyiraman dari udara.

Karena itu, petugas di lapangan masih terus menyesuaikan pola penanganan berdasarkan kondisi cuaca dan medan.

"Kabut terkadang menjadi kendala tersendiri bagi helikopter. Mudah-mudahan hari ini cuaca cerah sehingga pemadaman bisa lebih dioptimalkan, baik secara manual maupun melalui water bombing," tutur Oemar.

Sementara itu, petugas gabungan hingga Jumat masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api di kawasan Bukit Penggol.

Pergerakan api yang dilaporkan mengarah ke kawasan lembah Watangan atau Bukit Teletubies menjadi perhatian petugas. Kondisi angin yang berubah-ubah membuat penyekatan harus terus dilakukan untuk menghambat penjalaran api.

Oemar memastikan upaya penanganan masih terus dilakukan bersama seluruh unsur yang terlibat. Petugas tidak hanya berupaya memadamkan titik api, tetapi juga mencegah kobaran menjalar lebih luas.

"Yang menjadi kendala adalah ketinggian dan kemiringan tebing yang sulit didaki serta angin yang cukup kencang. Karena itu, saat ini kami melakukan penyekatan-penyekatan supaya api tidak menjalar ke bawah dan meluas," pungkasnya. (Nur) 

Karhutla 72 Hektare di TN Meru Betiri Jember, Api Sempat Mendekati Permukiman Warga


Jember (Onenewsjatim)
– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di wilayah Desa Curahnongko dan Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Kebakaran yang berlangsung sejak Selasa (8/9/2026) itu membakar sekitar 72 hektare kawasan hutan dan lahan. Petugas gabungan masih melakukan penanganan di sejumlah titik yang belum sepenuhnya padam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo mengatakan, kebakaran awalnya terjadi di bagian barat kawasan hutan Desa Curahnongko.

"Api diduga berasal dari wilayah barat kawasan hutan dan lahan Desa Curahnongko, kemudian menjalar dan membakar dedaunan kering, ilalang dan tanaman rambat di kawasan hutan," kata Edy, Jumat (11/9/2026).

Menurut Edy, kondisi angin yang cukup kencang membuat api sulit dikendalikan. Petugas gabungan harus melakukan pemadaman secara manual karena kondisi medan di kawasan hutan menyulitkan proses penanganan.

"Luas lahan dan hutan yang terbakar mencapai 72 hektare. Faktor angin yang cukup kencang menjadi penyebab sulitnya api dipadamkan dengan peralatan manual yang dimiliki petugas gabungan," ujarnya.

Api Sempat Mendekati Permukiman

Kondisi karhutla sempat mengkhawatirkan warga pada Kamis (10/9/2026). Sekitar pukul 12.10 WIB, kobaran api diketahui telah mendekati permukiman warga Dusun Krajan, Desa Curahnongko.

Jarak api dengan permukiman diperkirakan hanya sekitar 100 meter.

Warga bersama petugas kemudian ikut berjibaku melakukan pemadaman secara manual untuk mencegah kobaran api semakin mendekati rumah penduduk.

"Faktor angin kencang membuat api semakin sulit dikendalikan. Bahkan titik api sudah mendekati permukiman warga dengan jarak sekitar 100 meter, sehingga warga agak panik dan ikut membantu petugas melakukan pemadaman secara manual," kata Edy.

Sekitar pukul 17.00 WIB, api yang berada di dekat permukiman berhasil dipadamkan.

Sekitar 30 menit kemudian, titik api kembali terlihat di kawasan hutan sebelah timur, tepatnya di wilayah Desa Andongrejo.

Edy mengatakan, petugas kemudian melanjutkan penanganan untuk mencegah api kembali meluas.

"Api sudah padam di wilayah barat kawasan hutan di Desa Curahnongko, sedangkan di wilayah timur kawasan hutan di Desa Andongrejo masih belum padam," jelasnya.

Asap Ganggu Warga

Selain ancaman kobaran api, asap karhutla juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Warga Dusun Krajan dilaporkan mengalami gangguan pernapasan dan mata terasa perih akibat paparan asap.

" Asap dari karhutla dikabarkan mengganggu pernapasan dan membuat mata perih warga Dusun Krajan, Desa Curahnongko. Sehingga petugas juga membagikan masker kepada warga," ujar Edy.

BPBD Jember mengerahkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kebakaran untuk membantu proses pemadaman.

Personel TRC BPBD juga berkoordinasi dengan Tim Meru Betiri Resort Andongrejo dalam melakukan penanganan secara manual.

"Petugas TRC BPBD membantu Tim Meru Betiri Resort Andongrejo melakukan pemadaman secara manual dan membagikan masker kepada warga Desa Curahnongko," katanya.

Untuk mendukung proses pemadaman di wilayah Desa Andongrejo, BPBD Jember juga mengirimkan personel TRC ke lokasi.

Selain itu, BPBD berkoordinasi dengan Damkar Pos Ambulu untuk memberikan dukungan air bagi petugas yang melakukan penanganan karhutla.

Edy mengatakan petugas gabungan masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api di kawasan TNMB.

Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan, arah angin dan potensi api kembali menjalar ke kawasan lain.

BPBD Jember juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta menggunakan masker ketika asap berada di sekitar permukiman dan segera melaporkan jika kembali melihat titik api.

Hingga Jumat (11/9/2026), penanganan masih difokuskan pada titik api di kawasan hutan sebelah timur Desa Andongrejo. Sementara kawasan barat Desa Curahnongko dilaporkan telah berhasil dipadamkan.(imam) 

BPBD Lumajang Waspadai APG Semeru, 36 Juta Kubik Material Berpotensi Bergerak ke Timur


Lumajang, (Onenewsjatim
) - Tumpukan material vulkanik di kawasan puncak Gunung Semeru, Jawa Timur, diperkirakan mencapai sekitar 36 juta meter kubik. 

Material tersebut menjadi salah satu potensi bahaya yang terus dipantau karena dapat bergerak turun apabila terjadi aktivitas vulkanik maupun kondisi tertentu di kawasan puncak.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, S.Sos., mengatakan angka tersebut merupakan perkiraan material yang berpotensi mengalami pergerakan dari kawasan puncak Semeru.

"Kalau sekitar 36 juta kubik itu saja. Ini kira-kira bisa salah, bisa benar," kata Isnugroho.

Menurutnya, material yang berada di kawasan bukaan kawah Gunung Semeru berpotensi bergerak mengikuti kondisi lereng dan jalur aliran. Bukaan kawah yang berada di kawasan Jonggring Saloko diketahui mengarah ke tenggara.

Namun, BPBD Lumajang belum dapat memastikan secara keseluruhan volume material yang menumpuk di sepanjang lereng Semeru. Pemetaan secara lebih detail sebelumnya telah diminta kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tetapi terkendala kondisi cuaca.

"Itu yang ada, yang berpotensi untuk turun. Bukaan kawah mulai dari titik Kawah Jonggring Saloko itu mengarah ke tenggara," ujarnya.

"Kalau tumpukan material yang ada di lereng Semeru kita nggak bisa pastikan. Karena memang itu pernah saya request di PVMBG untuk dilakukan pemetaan drone, ternyata cuacanya berkabut, mendung," sambungnya.

Isnugroho menyebut endapan material vulkanik juga telah memenuhi sejumlah bagian jalur dari kawasan bukaan kawah. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya mitigasi apabila sewaktu-waktu terjadi aliran material dalam jumlah besar.

"Endapan itu sudah memenuhi dari bukaan kawah hingga kilometer 2.000. Itu sudah dipatahkan, sudah penuh," katanya. 

BPBD Lumajang telah melakukan mitigasi bersama sejumlah pihak untuk memetakan kemungkinan arah aliran material apabila terjadi banjir lahar maupun awan panas guguran (APG).

Untuk potensi banjir lahar, Isnugroho mengatakan jalur Curah Kobokan menjadi salah satu kawasan yang diprioritaskan. Infrastruktur pengendali aliran di kawasan tersebut juga terus diperkuat.

"Kalau terjadi banjir lahar, kemarin kita mitigasi bersama kawan-kawan di pos. Kemungkinan untuk lari ke Sumbersari atau ke Besuk Kembar, Pronojiwo itu kecil," jelasnya.

Menurutnya, perbaikan daerah aliran sungai di Curah Kobokan yang dilakukan melalui pembangunan sabuk dam membuat jalur tersebut dinilai lebih mampu menampung aliran material.

"Kemungkinannya cuma satu kalau terjadi lahar dingin turun, itu larinya ke DAS Curah Kobokan," imbuhnya.

Isnugroho menyebut kawasan Curah Kobokan saat ini memiliki kapasitas tampung material yang cukup besar. Bahkan, kedalaman kawasan aliran tersebut disebut mencapai sekitar 40 meter.

"Untuk di Curah Kobokan sangat-sangat menampung. Itu kedalamannya ada kalau 40 meter. Kalau aliran laharnya ke sana, material vulkaniknya bisa ditampung," katanya.

Waspadai Potensi APG Mengarah ke Timur

Sementara itu, skenario berbeda perlu diwaspadai apabila terjadi awan panas guguran dalam skala besar. Selain menuju DAS Curah Kobokan, material berpotensi bergerak ke arah timur apabila jalur aliran di kawasan bukaan kawah terbuka.

"Apabila terjadi APG, kemungkinan yang kedua selain DAS Kobokan, lari ke timur. Ke timur itu karena sudah ada endapan-endapan yang numpuk di bukaan kawah," terang Isnugroho.

Jika jalur tersebut terbuka, aliran material berpotensi mengarah ke kawasan Kebon Seket, Desa Sumbermujur, hingga Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

"Sehingga dimungkinkan kalau jalan itu terbuka, larinya Kebon Seket, Desa Sumbermujur, Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro. Nah, ini yang perlu kita waspadai," ujarnya.

Untuk memperkuat mitigasi, pembangunan tanggul di kawasan timur Gladak Perak juga terus dilakukan. Saat ini ketinggian tanggul disebut telah mencapai sekitar 10 meter.

"Yang ada di timur Gladak Perak itu tanggulnya juga sudah setinggi 10 meter sudah terbangun," kata Isnugroho.

Pembangunan tersebut ditargetkan selesai pada 2027 apabila tidak terdapat kendala maupun bencana alam yang menghambat pekerjaan.

"Nanti perkiraannya 2027 itu selesai apabila tidak ada kendala atau bencana alam. 2027 bisa selesai," tambahnya.

Di tengah potensi bahaya tersebut, BPBD Lumajang memastikan pemantauan aktivitas Gunung Semeru dilakukan secara berkelanjutan. Petugas disiagakan selama 24 jam dengan sistem pergantian.

"Jadi kami BPBD 1x24 jam pergantian memantau terus," tegas Isnugroho.

BPBD juga mengingatkan masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Semeru.

Sejumlah sistem peringatan dini juga telah disiapkan. Sirene berada di kawasan Curah Kobokan, Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, serta Bukit Padat, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Selain sirene, masyarakat di kawasan Supiturang dan Oro-Oro Ombo juga dapat memanfaatkan aplikasi peringatan dini yang tersedia untuk mendapatkan informasi terkait potensi bahaya.

Isnugroho meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama kabar mengenai erupsi Gunung Semeru yang beredar di media sosial.

Erupsi Semeru Terjadi Setiap Hari


BPBD Lumajang juga meluruskan pemahaman masyarakat mengenai istilah erupsi dan awan panas guguran. Menurut Isnugroho, erupsi tidak selalu berarti letusan besar.

"Erupsi itu setiap hari ada. Jadi erupsi itu apapun yang keluar dari perut gunung sampai ke bukaan kawah, baik itu letusan, embusan, guguran, lontaran material, lava pijar, itu dikatakan erupsi," jelasnya.

Sedangkan awan panas guguran atau APG merupakan salah satu bentuk erupsi dengan skala bahaya yang lebih besar karena membawa material panas yang bergerak menuruni lereng.

"APG salah satu bentuk erupsi. Hanya APG ini skalanya lebih besar karena ada awan panas guguran," ujarnya.

Ia juga menjelaskan istilah kegempaan yang kerap muncul dalam laporan aktivitas Gunung Semeru. Kegempaan berkaitan dengan aktivitas seismik di dalam gunung, termasuk gempa tektonik jauh, vulkanik dalam, hingga tremor.

"Kalau kegempaan itu menyangkut ukuran kekuatan seismik. Di dalamnya ada tektonik jauh, ada vulkanik dalam, ada tremor. Itu bahasa-bahasa kegempaan," pungkasnya.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved