-->

30/03/2026

Akses ke Air Terjun Madakaripura Ditutup, Jembatan Ambruk Diterjang Hujan


Probolinggo, (Onenewsjatim) 
– Akses menuju ditutup sementara setelah sebuah jembatan di jalur wisata tersebut ambruk akibat hujan deras. Peristiwa terjadi di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kapolres Probolinggo, , mengatakan jembatan mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat dilalui baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki.

“Untuk sementara akses menuju Air Terjun Madakaripura kami tutup demi keselamatan masyarakat,” kata Latif kepada wartawan, Minggu (29/3/2026).

Menurut Latif, ambruknya jembatan diduga dipicu tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam. Debit air yang meningkat menyebabkan struktur jembatan tidak mampu menahan beban.

Polres Probolinggo telah memasang garis polisi (police line) dan rambu peringatan di sekitar lokasi untuk mencegah masyarakat mendekat. Petugas juga disiagakan guna melakukan pengawasan bersama instansi terkait.

Latif mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri melintas di area tersebut karena kondisi jembatan sangat membahayakan.

“Kami minta masyarakat untuk tidak mencoba melewati jalur ini. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah Probolinggo.

“Bagi masyarakat yang berada di daerah rawan, segera laporkan jika terjadi kondisi darurat kepada pihak berwenang,” imbuhnya.

Hingga saat ini, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Namun akses menuju kawasan wisata Air Terjun Madakaripura masih ditutup hingga ada perbaikan lebih lanjut dari pihak terkait. (Ton)

29/03/2026

Sidak Door to Door, LPG 3 Kg di Lumajang Kosong dan Dijual di Atas HET



Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Lumajang masih terjadi. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama jajaran Forkopimda turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara door to door, Minggu (29/3/2026).

Sidak dilakukan dengan mengendarai sepeda motor menyasar agen, pangkalan hingga pengecer di sejumlah titik. 

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kapolres Lumajang Alex Sandy Siregar, Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi dan ketua DPRD Lumajang Oktaviani

Dari hasil sidak di lapangan, rombongan menemukan banyak tabung gas elpiji 3 kg dalam kondisi kosong, baik di tingkat pangkalan maupun pengecer. Selain itu, stok yang tersedia juga mengalami penurunan dibanding hari biasanya.

“Biasanya kami dapat 100 tabung, sekarang hanya sekitar 80 tabung,” ujar salah satu pemilik pangkalan kepada Bupati Lumajang.

Tak hanya langka, Bunda Indah juga menemukan fakta adanya lonjakan harga yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Di tingkat pengecer, gas melon yang seharusnya disubsidi tersebut dijual seharga Rp 22.000.

Bahkan muncul laporan warga mengenai harga yang menembus Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per tabung.

"Saya bersama Forkopimda turun langsung untuk membuktikan apakah benar-benar langka. Hari ini beberapa toko dan pangkalan yang kami datangi memang stoknya habis," ujar Bunda Indah di sela-sela sidak.

Terkait laporan harga yang mencapai Rp 30.000, Bunda Indah menegaskan pentingnya kroscek lapangan agar tidak ada pihak yang merasa terzalimi. 

"Kita harus buktikan kebenaran itu di lapangan, jangan sampai ada yang mendolimi atau didolimi. Data-data sudah kami kantongi," tegasnya.

Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah mengatakan, sidak ini dilakukan untuk memastikan langsung kondisi di lapangan sekaligus menindaklanjuti keluhan masyarakat.

“Banyak informasi bahwa masyarakat kesulitan mendapatkan LPG. Tidak semua, tapi cukup banyak yang mengeluhkan hal tersebut. Maka kami bersama Forkopimda turun langsung untuk membuktikan kondisi sebenarnya,” ujar Bunda Indah.

Ia menegaskan, dari hasil pengecekan sementara memang ditemukan sejumlah pangkalan dan toko yang kehabisan stok. Namun demikian, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kelangkaan tersebut.

“Kami belum bisa menyimpulkan karena harus dilakukan cross-check antara pangkalan, agen, hingga SPBE. Apakah distribusinya yang bermasalah atau ada faktor lain,” jelasnya.

Menurutnya, secara data distribusi dari pusat tidak mengalami perubahan. Namun, peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran diduga menjadi salah satu faktor penyebab.

“Ada peningkatan kebutuhan karena aktivitas memasak meningkat, ditambah adanya panic buying dari masyarakat. Ini juga mempengaruhi ketersediaan di lapangan,” tambahnya.

Untuk mencari solusi, Pemkab Lumajang bersama Forkopimda akan menggelar rapat koordinasi dengan pihak SPBE, Hiswana Migas, agen dan pangkalan dalam waktu dekat.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyampaikan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menemukan adanya pelanggaran hukum secara langsung terkait distribusi LPG 3 kg.

“Sejauh ini kami belum menerima laporan resmi maupun menemukan bukti pelanggaran di lapangan. Namun pengawasan tetap kami lakukan bersama TNI dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Meski demikian, pihak kepolisian tidak akan segan melakukan penindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran, termasuk praktik penjualan di atas HET.

“Jika nanti ditemukan adanya unsur pidana atau pelanggaran aturan distribusi, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Alex menambahkan, pihaknya juga akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait perbedaan harga di lapangan serta dugaan penyimpangan distribusi.

“Ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami akan dalami apakah kenaikan harga ini murni karena kelangkaan atau ada oknum yang bermain,” pungkasnya.

28/03/2026

Petir Sambar Wisatawan di Pantai Bambang Lumajang, 1 Tewas dan 9 Luka-luka

 

Polisi melakukan olah TKP di pantai Bambang 

Lumajang, (Onenewsjatim) –
Libur Lebaran dan perayaan Hari Raya Ketupat di Kabupaten Lumajang diwarnai insiden tragis. Seorang wisatawan tewas tersambar petir di kawasan Pantai Bambang, Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Sabtu (28/3/2026) sore.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Alvin (23), warga Dusun Kebonarang, Desa Candipuro, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB saat hujan deras disertai petir mengguyur kawasan pesisir selatan Lumajang, tepatnya di dua lokasi wisata yakni Pantai Bambang dan Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar.

Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan total terdapat 10 korban dalam kejadian tersebut, dengan satu orang meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.

“Total korban sebanyak 10 orang, satu meninggal dunia dan lainnya mengalami luka-luka,” ujar Suprapto saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, di Pantai Bambang terdapat delapan korban, di mana satu orang meninggal dunia, satu korban dalam kondisi koma, dan enam lainnya mengalami luka ringan. 

Seluruh korban telah dievakuasi ke Puskesmas Pasirian dan RSUD Pasirian untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, di Pantai Watu Pecak terdapat dua korban yang mengalami luka ringan dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Pasirian.

Berdasarkan kronologi, insiden bermula saat delapan wisatawan di Pantai Bambang tengah menikmati liburan. Ketika hujan deras disertai petir turun, mereka berteduh di sebuah pondok terpal yang didirikan secara mandiri di sisi barat pantai.

“Tidak lama kemudian, petir menyambar tepat di sekitar tenda tersebut sehingga para korban mengalami luka dan sebagian tidak sadarkan diri,” jelas Suprapto.

Petugas keamanan bersama panitia setempat kemudian mengevakuasi para korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kejadian serupa juga terjadi di Pantai Watu Pecak. Dua korban yang merupakan kakek dan cucu dilaporkan sempat pingsan setelah petir menyambar di sekitar pondok tempat mereka berteduh.

“Keduanya mengalami luka ringan dan sempat merasakan panas pada bagian kaki, lalu segera dilarikan ke RSUD Pasirian,” tambahnya.

Diketahui, hujan deras disertai petir melanda kawasan tersebut sejak pukul 16.30 hingga 18.15 WIB. Saat kejadian, sebagian besar pengunjung sebenarnya telah beranjak pulang, namun beberapa di antaranya memilih berteduh karena hujan yang cukup deras.

Saat ini, para korban luka masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pasirian dan RSUD Pasirian.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat beraktivitas di area terbuka seperti pantai.. (imam)

Nekat Mandi di Laut, Pria 54 Tahun Tewas Tergulung Ombak di Paseban



Jember, (Onenewsjatim)
– Seorang wisatawan dilaporkan meninggal dunia setelah terseret ombak saat mandi di Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Sabtu (28/3/2026).

Korban diketahui bernama Giman (54), warga Desa Kraton, Kecamatan Kencong. Ia terseret gelombang laut selatan saat berenang di sekitar bibir pantai sekitar pukul 10.30 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban saat itu tengah berwisata bersama keluarganya. Namun, saat sedang mandi di tepi pantai, tiba-tiba datang ombak besar yang langsung menggulung tubuh korban hingga terseret ke tengah laut.

“Korban bersama keluarganya mandi di bibir pantai. Padahal sudah ada imbauan larangan untuk mandi di laut. Korban kemudian tergulung ombak besar, karena cuaca saat itu cukup ekstrem,” ujar Irul, warga Desa Paseban.

Irul menambahkan, korban sempat hilang dari pengawasan keluarga setelah terseret arus yang cukup kuat. Upaya penyelamatan pun langsung dilakukan oleh warga sekitar dan tim gabungan yang berada di lokasi.

Petugas gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, relawan, serta masyarakat setempat segera melakukan pencarian dengan menyisir area perairan. Setelah beberapa waktu, korban akhirnya ditemukan.

“Tim SAR dan warga lokal sempat berusaha menyelamatkan korban. Namun korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia,” imbuhnya.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi oleh petugas gabungan dan dibawa ke Puskesmas Cakru untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya wisatawan, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung ke kawasan wisata alam, terutama pantai selatan yang dikenal memiliki karakter ombak besar dan arus kuat.

Momentum libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang dimanfaatkan untuk berwisata diharapkan tetap diimbangi dengan kepatuhan terhadap imbauan keselamatan, termasuk larangan mandi di laut saat kondisi cuaca tidak bersahabat.

Kewaspadaan terhadap tinggi ombak, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan peringatan petugas menjadi faktor penting guna mencegah terjadinya insiden serupa.

Akses Wisata Madakaripura Lumpuh, Jembatan di Desa Negororejo Ambruk


Probolinggo, (Onenewsjatim)
– Akses jalan menuju objek wisata Air Terjun Madakaripura yang berada di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, terputus akibat jembatan ambruk diterjang hujan deras disertai petir, Sabtu (28/3/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Selain memutus jalur utama menuju lokasi wisata dan sejumlah desa di kawasan tersebut, kejadian ini juga mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utama runtuhnya jembatan.

“Kejadian sekitar pukul 02.00 WIB, terjadi hujan lebat disertai petir yang mengakibatkan jembatan ambruk di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang,” ujarnya.

Akibat kejadian itu, dua warga dilaporkan mengalami luka di bagian kepala serta lecet pada tangan dan kaki setelah terperosok saat melintas di lokasi kejadian.

“Kedua korban sudah langsung dibawa ke Puskesmas Lumbang untuk mendapatkan perawatan medis,” tambahnya.

Saat ini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Sementara itu, BPBD bersama instansi terkait dan pemerintah desa setempat terus melakukan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut.

Putusnya jembatan tersebut menyebabkan akses jalan tidak dapat dilalui baik kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga aktivitas masyarakat dan kunjungan wisata ke kawasan Air Terjun Madakaripura untuk sementara terganggu.


17/03/2026

Ledakan di Masjid Raya Pesona Jember, Kapolda Jatim: Penyelidikan Masih Berjalan


Jember, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Daerah Jawa Timur terus melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa ledakan yang terjadi di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, menegaskan bahwa tim gabungan telah diterjunkan untuk mengungkap penyebab ledakan yang terjadi saat pelaksanaan salat tarawih tersebut.

“Sejak kejadian, anggota Polres Jember bersama tim dari Polda Jatim langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara,” ujar Nanang.

Tim gabungan yang dikerahkan terdiri dari Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS), Penjinak Bom (Jibom), Laboratorium Forensik (Labfor), serta tim investigasi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.

Peristiwa ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB saat jamaah tengah melaksanakan ibadah salat tarawih. Meski demikian, Kapolda memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab ledakan,” tegasnya.

Pihak kepolisian telah mengambil sejumlah langkah penanganan, mulai dari pengamanan dan sterilisasi lokasi, olah TKP, hingga pengumpulan barang bukti. Selain itu, pemeriksaan terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi juga terus dilakukan.

Nanang  juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menganalisis barang bukti yang ditemukan di lokasi, termasuk rekaman CCTV yang diharapkan dapat memberikan petunjuk penting dalam proses penyelidikan.

“Seluruh barang bukti saat ini masih dalam proses pemeriksaan di laboratorium forensik. Kami juga mengumpulkan rekaman CCTV untuk memperkuat proses investigasi,” jelasnya.

Terkait dugaan adanya cairan tertentu maupun sumber ledakan, Nanang menegaskan bahwa semuanya masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat disimpulkan.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Situasi sudah kami kendalikan dan kepolisian akan terus hadir untuk menjamin keamanan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nanang memastikan bahwa perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan secara berkala kepada publik.

“Kami masih terus bekerja mendalami peristiwa ini. Nanti setiap perkembangan akan kami sampaikan,” pungkasnya. (Imam)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved