-->

12/02/2026

Protes Penanganan OTT Solar, Mahasiswa Tutup Mulut dengan Lakban di Depan Mapolres


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Lajang Study Gerakan dan Advokasi (LSGA) PMII Cabang Lumajang menggelar aksi bungkam di depan Mapolres Lumajang, Kamis (19/2/2026). 

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas penanganan kasus operasi tangkap tangan (OTT) dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi yang terjadi pada 3 November 2025 dan hingga kini belum menetapkan tersangka

Aksi berlangsung sekitar 30 menit. Para mahasiswa berdiri berjajar di depan gerbang Mapolres dengan mengenakan pakaian serba hitam. 

Mereka menutup mulut menggunakan lakban sebagai simbol kekecewaan terhadap proses hukum yang dinilai berjalan lambat.

Sejumlah poster turut dibentangkan dalam aksi tersebut. Di antaranya bertuliskan “Polda Bisa 4 Hari, Kenapa Polres Butuh 100 Hari?” dan “03 November 2025: Sudah 3 Bulan Lalu, Tapi Tersangka Masih Hantu”.

Koordinator aksi, Amar Kusairi, menegaskan bahwa aksi bungkam dipilih sebagai simbol atas sikap kepolisian yang dinilai tidak responsif terhadap upaya dialog yang telah dilakukan mahasiswa.

“Para mahasiswa melakukan aksi dengan menutup mulut dengan lakban. Hingga saat ini Polres Lumajang belum menetapkan satu tersangka,” tegas Amar.

Menurutnya, lambatnya penanganan perkara tersebut berbanding terbalik dengan kinerja Polda Jawa Timur dalam kasus serupa.

“Selama tiga bulan Polres Lumajang kesulitan mengungkap tersangka, sedangkan ketika Polda Jatim melakukan OTT pada 7 Februari kemarin, hanya butuh waktu empat hari,” ujarnya.

Amar juga mengungkapkan pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang dikirimkan Polres Lumajang pada 10 Februari lalu. Namun, ia menilai surat tersebut terlambat.

“Kami punya surat SP2HP yang dikirimkan tanggal 10 Februari. Menurut kami itu terlambat, padahal kami sudah melayangkan surat audiensi sebelumnya. Mengapa harus menunggu aksi dulu baru ada surat?” katanya.

Ia menambahkan, aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan karena surat audiensi yang diajukan tidak mendapat balasan.

“Kita tidak ujuk-ujuk aksi. Kami sudah melakukan upaya untuk membuka ruang dialog, tetapi tidak ada balasan. Maka kami bungkam sebagai simbol bahwa aspirasi kami juga dibungkam,” tegasnya.

Sementara itu, Kasubsi Pidm Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, S.H., menyatakan pihaknya telah menerima aspirasi yang disampaikan para mahasiswa.

“Kami sudah menerima aspirasi dari rekan-rekan mahasiswa. Untuk kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman. Nanti hasilnya seperti apa akan kami sampaikan,” pungkasnya. (Imam)

11/02/2026

Polda Jatim OTT Dugaan Penyelewengan BBM di SPBU Lumajang, DLH Jadi Saksi


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jawa Timur melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lumajang.

OTT tersebut terjadi pada Sabtu (7/2/2026) di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Lumajang.

Direktur Reskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Roy H.M. Sihombing, membenarkan adanya OTT dalam kasus tersebut.

“Iya benar, kalau terkait ini (OTT penyelewengan BBM) ada,” kata Roy melalui pesan WhatsApp, Rabu (11/2/2026).

Namun, ia belum membeberkan secara detail terkait modus maupun dugaan pelanggaran yang dilakukan. Roy hanya menyampaikan bahwa pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka.

“Tersangka satu orang, pemilik mobil Isuzu. Dari DLH masih berstatus saksi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tersangka bukan merupakan pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang.

“Bukan dari DLH. Tersangka pemilik mobil Isuzu. Selanjutnya koordinasi dengan penyidik saja,” tambahnya.

Oknum DLH Disebut Hanya Sopir, Bupati: Jika Bersalah Akan Diperiksa Internal

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengaku belum menerima laporan resmi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup terkait kasus tersebut.

“Saya belum memanggil kepala Dinas DLH, jadi belum mendapatkan laporan resmi,” ujarnya.

Menurutnya, Kepala DLH telah meminta izin untuk memenuhi panggilan dari Polda Jawa Timur, dan hal tersebut telah diizinkan oleh pihaknya.

“Kepala Dinas DLH minta izin dipanggil oleh Polda, saya mengizinkan untuk mengetahui secara jelas apa yang terjadi. Tapi secara teknis saya belum menerima laporan,” katanya.

Bupati juga menyebut bahwa oknum dari DLH yang disebut dalam kasus tersebut berperan sebagai sopir.

“Oknum DLH sebagai sopir. Tapi apa pun itu, kalau dia bersalah melakukan penyelewengan, secara internal akan saya lakukan pemeriksaan. Ini staf pemkab menjadi kewajiban saya dan inspektorat untuk melakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebelumnya pihaknya telah mengingatkan seluruh jajaran agar berhati-hati dan tidak melakukan penyelewengan sekecil apa pun.

“Saya juga pernah sampaikan agar berhati-hati untuk tidak melakukan penyelewengan sekecil apa pun,” pungkasnya.(Imam)

07/02/2026

Siswi Korban Dugaan Peluru Nyasar di Lumajang Akan Jalani Visum


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Lumajang berinisial NS (13), warga Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, akan menjalani visum usai diduga menjadi korban peluru nyasar.

Korban saat ini menjalani perawatan pasca operasi di RSUD dr. Haryoto Lumajang dan kondisinya dilaporkan terus membaik. Operasi dilakukan pada Rabu (4/2/2026) malam untuk mengeluarkan benda asing yang tertancap di paha kiri korban.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban tengah berada di koridor lantai dua sekolah bersama teman-temannya ketika jam istirahat. Tiba-tiba, korban merasakan nyeri hebat di paha kiri bagian dalam yang disertai keluarnya darah.

Plt. Wakil Direktur RSUD dr. Haryoto Lumajang, dr. Yana Susantri, membenarkan bahwa pihak rumah sakit telah menerima surat resmi permintaan visum et repertum dari kepolisian.

“Kami kemarin sudah menerima surat permintaan visum dari kepolisian dan akan kami proses lebih lanjut,” kata dr. Yana, Kamis (5/2/2026).

Namun demikian, pihak rumah sakit belum dapat memastikan waktu pelaksanaan visum maupun hasilnya. Menurut dr. Yana, sebelum dilakukan visum, pihaknya tidak berani menyimpulkan bahwa benda asing tersebut merupakan peluru.

“Ada benda asing yang tertancap di paha kiri korban dan sudah berhasil kami keluarkan. Tapi untuk memastikan itu peluru atau bukan, itu ranah visum dan penyidik,” tegasnya.

Ia menjelaskan, luka yang dialami korban relatif kecil dengan ukuran sekitar satu sentimeter. Luka berada di bagian paha kiri atas lutut bagian depan.

“Posisi lukanya di sisi dalam paha, sementara benda asingnya teraba di sisi luar paha,” jelas dr. Yana.

Berdasarkan hasil pemeriksaan radiologi menggunakan X-ray, diketahui bahwa benda asing tersebut berada di atas tulang dan tidak menyebabkan kerusakan serius.

“Dari hasil pemeriksaan tidak mengenai tulang. Alhamdulillah aman dan selama perawatan pasien tetap dalam kondisi sadar,” tambahnya.

Saat ini, kondisi korban terus menunjukkan perkembangan positif. Nyeri yang dirasakan mulai berkurang dan korban sudah bisa beraktivitas secara mandiri.

“Kondisi terkini pasien dalam kondisi baik, nyeri sudah jauh berkurang dan sudah mulai bisa duduk serta beraktivitas mandiri,” ujar dr. Yana.

Sementara itu, Kasubsi PIDM Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan bahwa hingga saat ini hasil visum korban masih belum keluar.

“Hasil visum belum keluar, masih dalam proses di RSUD dr. Haryoto Lumajang,” pungkasnya

Mendahului dari Kiri Berujung Maut, Pemotor Tewas Terlindas Truk


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Nasional, Desa Besuk, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) malam. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terlindas truk tronton.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 18.45 WIB dan melibatkan sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi W-6921-NDY dan sebuah truk tronton Hino bernomor polisi H-9161-MG.

Korban diketahui bernama Sosor Manik (60), warga Desa Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Korban meninggal dunia di tempat kejadian akibat luka parah yang dialaminya.

“Kecelakaan mengakibatkan pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian dan langsung dievakuasi ke rumah sakit,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, saat dikonfirmasi.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Vario yang dikendarai korban melaju dari arah selatan, yakni Pasirian menuju arah utara atau Lumajang.

Saat tiba di lokasi kejadian, korban berusaha mendahului kendaraan truk tronton Hino yang dikemudikan oleh Muchamad Sholeh (48), warga Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, yang berjalan searah di depannya.

“Sepeda motor mendahului truk dari sisi kiri. Namun saat mendahului, pengendara kehilangan keseimbangan, terpeleset, dan jatuh ke kolong truk,” jelas Dendy.

Akibat kejadian tersebut, korban terjatuh tepat di bawah kendaraan truk dan kemudian terlindas roda belakang sebelah kiri truk tronton, sehingga menyebabkan korban meninggal dunia di tempat.

“Dugaan sementara, pengendara sepeda motor kurang waspada saat mendahului kendaraan truk tronton,” tambahnya.

Petugas Satlantas Polres Lumajang yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta mengatur arus lalu lintas.

"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, khususnya saat hendak mendahului kendaraan besar, serta selalu memperhatikan kondisi jalan dan situasi lalu lintas demi keselamatan bersama," pungkasnya.



05/02/2026

Siswi MTsN 1 Lumajang Korban Peluru Nyasar Jalani Operasi, Kondisinya Kian Membaik


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kondisi siswi kelas VIII MTs Negeri 1 Lumajang yang diduga menjadi korban peluru nyasar dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif pasca menjalani tindakan operasi di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Korban berinisial NS (13), warga Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, telah menjalani prosedur operasi pada Rabu (4/2/2026) malam

Plt. Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Haryoto Lumajang, Yanna Susanti, menyampaikan bahwa tindakan operasi terhadap korban dimulai sekitar pukul 18.40 WIB dan berlangsung tanpa kendala berarti.

“Proses operasinya berjalan lancar. Kondisi pasien stabil dan secara umum cukup baik setelah operasi,” ujar Yanna saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, luka yang dialami korban akibat benda asing tersebut relatif kecil, dengan ukuran sekitar satu sentimeter. Luka berada di bagian paha kiri, tepatnya di atas lutut bagian depan.

“Posisi lukanya di sisi dalam paha, sementara benda asingnya teraba di bagian luar paha,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan radiologi menggunakan X-ray, diketahui bahwa luka tersebut berada di atas tulang dan tidak menimbulkan kerusakan serius pada jaringan penting.

“Dari hasil pemeriksaan, tidak mengenai tulang. Alhamdulillah semuanya aman dan selama perawatan pasien tetap dalam kondisi sadar,” tambah Yanna.

Saat pertama kali datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), korban masih mampu berjalan meski dalam kondisi tertatih. Petugas medis kemudian segera melakukan observasi dan pemeriksaan lanjutan sebelum memutuskan tindakan operasi.

Pihak rumah sakit menyatakan, apabila tidak terjadi infeksi dan kondisi korban terus stabil, maka pasien direncanakan diperbolehkan pulang dalam waktu dekat.

“Kemungkinan besok sudah bisa pulang,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, NS diduga menjadi korban peluru nyasar saat berada di lingkungan sekolah. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, saat korban sedang berada di koridor lantai dua sekolahnya pada jam istirahat.

Saat itu, korban tengah berkumpul bersama teman-temannya di area asrama sekolah. Tiba-tiba, ia merasakan nyeri hebat di bagian paha kiri tanpa mengetahui penyebabnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, ditemukan adanya proyektil yang bersarang di paha korban.

Hingga kini, pihak Kepolisian masih melakukan pendalaman terkait asal-usul proyektil tersebut. (Imam).

04/02/2026

Pelajar MTsN 1 Lumajang Tertembak Peluru Nyasar Saat Jam Istirahat


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lumajang berinisial NS menjadi korban peluru nyasar saat berada di lingkungan sekolah, Rabu (4/2/2025).

Remaja asal Dusun Krajan II, Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang itu mengalami luka tembak di bagian paha kiri dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Kapolsek Lumajang Kota Iptu Edy Kuswanto membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kejadian terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, saat jam istirahat sekolah.

“Peristiwa terjadi saat jam istirahat. Korban bersama tiga temannya sedang berada di koridor gedung lantai dua asrama sekolah,” ujar Edi Rabu (4/2/2025).

Menurut keterangan polisi, saat itu korban tiba-tiba mendengar suara letusan seperti senapan dari arah yang belum diketahui asalnya. Tidak lama kemudian, korban merasakan sakit hebat di bagian paha.

“Korban langsung merasa kesakitan di paha kiri dan mengeluarkan darah,” jelasnya.

Usai kejadian, korban segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya proyektil peluru yang masih tertanam di paha korban.

“Saat kami mendatangi IGD, memang benar terdapat luka yang diduga akibat tembakan di paha kiri korban. Rencananya korban akan menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru tersebut,” tambah Edy.

Hingga kini, Polres Lumajang masih melakukan penyelidikan guna mengungkap asal peluru nyasar tersebut, termasuk jenis senjata yang digunakan.

“Kami masih mendalami kasus ini untuk mengetahui dari mana asal peluru dan jenis senjatanya,” pungkas Iptu Edy Kuswanto.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved