Lumajang (Onenewsjatim) – Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, meninjau langsung kondisi para korban robohnya bangunan lapak Pasar Krai, Kecamatan Yosowilangun, yang tengah menjalani perawatan di RSUD dr. Haryoto Lumajang, Selasa (20/1/2026).
Dalam kunjungannya, Yudha memastikan kondisi kesehatan para korban dalam keadaan stabil dan terus mendapatkan penanganan medis yang optimal. Dari tiga pedagang yang menjadi korban, satu orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara dua lainnya telah diperbolehkan pulang.
“Saat ini satu korban masih dirawat di RSUD dr. Haryoto. Hasil pemeriksaan rontgen tidak menunjukkan adanya patah tulang maupun saraf terjepit, tinggal proses pemulihan saja,” ujar Yudha Adji Kusuma kepada awak media.
Korban yang masih dirawat diketahui bernama Hasan Safii (64), warga Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang. Sementara itu, istri Hasan, Islawati (50), yang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Yosowilangun, telah dipulangkan. Korban lainnya, Sajiono (47), warga Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, juga telah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan di Puskesmas Kunir.
“Total ada tiga korban yang mengalami luka akibat kejadian ini. Alhamdulillah kondisinya membaik dan dua korban sudah kembali ke rumah,” imbuhnya.
Selain memastikan kondisi korban, Wakil Bupati Lumajang juga menyampaikan langkah pemerintah daerah dalam menangani dampak pasca robohnya lapak Pasar Krai. Pemkab Lumajang memastikan akan melakukan relokasi sementara bagi para pedagang yang terdampak agar aktivitas jual beli tetap bisa berjalan.
“Nanti para pedagang akan kita relokasikan ke bangunan pasar di bagian tengah yang dibangun tahun 2019. Selama ini bangunan tersebut digunakan untuk pedagang sayur, namun aktivitasnya relatif sepi karena Pasar Krai merupakan pasar mingguan,” jelas Yudha.
Yudha juga mengungkapkan bahwa robohnya lapak pasar disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah tidak layak pakai. Bangunan tersebut bukan konstruksi permanen dan telah dimakan usia.
“Bangunan itu sebenarnya sudah tidak layak digunakan untuk berjualan. Tidak ada angin dan hujan saat kejadian, namun tiba-tiba bangunan roboh,” terangnya.
Beruntung, peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari ketika aktivitas pasar belum ramai, sehingga tidak ada korban dari kalangan pengunjung.
“Syukurnya masih pagi, pembeli belum banyak, jadi tidak ada korban dari masyarakat,” pungkas Yudha. (Imam)


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram