-->

14/09/2026

Nekat Jambret Sambil Todong Pistol Mainan, Pria di Lumajang Babak Belur Dihajar Massa

Nekat Jambret Sambil Todong Pistol Mainan, Pria di Lumajang Babak Belur Dihajar Massa

Foto ilustrasi AI

Lumajang, (Onenewsjatim)–
Seorang pria bernama Usman (34), warga Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, diduga menjadi pelaku perampasan di sebuah salon kecantikan di Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah.

Aksi tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2026) malam. Pelaku sempat dihakimi massa setelah korban berteriak meminta pertolongan.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, kejadian bermula saat pelaku datang ke salon dan mengincar barang berharga milik korban.

Saat melancarkan aksinya, pelaku mengancam korban menggunakan benda yang awalnya dikira sebagai senjata api.

"Jadi, pelaku ini mengincar barang berharga korban seperti satu buah HP dan uang yang ada di dalam tas. Nah, pelaku ini mengeluarkan senjata api yang ternyata mainan," ujar Suprapto di Mapolres Lumajang, Senin (14/9/2026).

Menurut Suprapto, korban yang panik karena merasa ditodong senjata api kemudian berteriak meminta pertolongan.

Teriakan korban membuat warga sekitar berdatangan dan berusaha menangkap pelaku yang hendak melarikan diri.

Warga yang berhasil menangkap pelaku kemudian melakukan aksi kekerasan hingga Usman mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.

Bahkan, sepeda motor yang diduga digunakan pelaku saat beraksi turut menjadi sasaran amarah warga. Kendaraan tersebut dirusak dan dibakar.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengamankan pelaku dari amukan massa. Usman kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Lumajang untuk mendapatkan perawatan medis.

"Beruntung, pelaku bisa diamankan dan diselamatkan dari amukan warga, dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan," kata Suprapto.

Polisi juga mengamankan sebuah pistol mainan yang diduga digunakan pelaku untuk menakut-nakuti korban saat melakukan aksinya.

Hingga kini, Usman masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Lumajang akibat luka yang dialaminya setelah dihakimi massa.

Kondisi tersebut membuat penyidik belum dapat meminta keterangan secara maksimal dari pelaku.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kasus tersebut, termasuk mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

"Untuk kondisi pelaku saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Saat ini pelaku diketahui satu. Nah, kemungkinan nanti kalau memang ada perkembangan kita sampaikan kembali," ungkap Suprapto.


Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved