-->

01/03/2026

Balap Lari Jelang Sahur, Cara Positif Pemuda Lumajang Hindari Balap Liar dan Perang Sarung

Balap Lari Jelang Sahur, Cara Positif Pemuda Lumajang Hindari Balap Liar dan Perang Sarung


Lumajang (Onenewsjatim)
– Cara unik dilakukan sekelompok pemuda di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, untuk mengisi waktu menjelang sahur selama Ramadan. Alih-alih terlibat balap liar atau perang sahur yang berisiko tinggi, mereka memilih menggelar balap lari di jalanan yang sepi.

Aksi tersebut berlangsung di Jalan Abu Bakar, Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang, pada Minggu (1/3/2026) dini hari. 

Sejumlah remaja dan pemuda tampak beradu kecepatan di lintasan sekitar 100 meter, bahkan tanpa menggunakan alas kaki. Sorak sorai penonton terdengar setiap kali aba-aba “go” dikumandangkan.

Salah satu penggagas kegiatan, , mengatakan balap lari itu muncul secara spontan melihat banyak anak muda yang masih berkeliaran menjelang sahur.

“Sekarang banyak anak muda yang cenderung main games atau perang sarung saat puasa. Dari situ muncul ide membuat kegiatan yang lebih positif dan tetap aktif secara fisik,” ujarnya.

Menurut Arif, balap lari menjadi alternatif yang bermanfaat karena mengandung unsur olahraga dan kebersamaan. Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak bermuatan taruhan atau hadiah apa pun.

“Ini bukan ajang judi atau lomba berhadiah. Murni untuk silaturahmi, seru-seruan, sekaligus olahraga. Lari juga menyehatkan tubuh dibandingkan begadang hanya main gim,” katanya.

Meski demikian, kegiatan tersebut sempat mendapat perhatian aparat kepolisian yang melakukan patroli rutin. Petugas kemudian memberikan imbauan agar kegiatan serupa ke depan dilakukan dengan prosedur yang benar dan berizin.

Kasubsi PIDM Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto, membenarkan adanya tren baru balap lari yang dilakukan malam hingga menjelang sahur selama Ramadan.

“Kami sudah melaksanakan patroli, pendekatan, dan memberikan imbauan kepada para pemuda yang melakukan balap lari. Pada prinsipnya, kami tidak melarang kegiatan olahraga,” kata Suprapto.

Namun, ia menekankan pentingnya aspek keselamatan dan ketertiban umum. Pasalnya, kegiatan tersebut dilakukan di jalan raya yang masih dilalui kendaraan.

“Kalau dilakukan tanpa izin, itu berbahaya bagi pelari sendiri dan juga mengganggu pengguna jalan lain. Jalan raya bukan arena khusus olahraga,” ujarnya.

Suprapto menegaskan, pihak kepolisian justru siap mendukung jika kegiatan balap lari tersebut diajukan secara resmi.

“Kami wadahi dan support kalau memang itu kegiatan olahraga. Silakan ajukan izin secara resmi agar bisa dilaksanakan secara prosedural, aman, dan tidak membahayakan,” pungkasnya. (Imam).


Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved