Lumajang (Onenewsjatim) – Derasnya banjir lahar dingin Gunung Semeru kembali menerjang kawasan aliran Kali Glidik, Dusun Pasirejo, Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026).
Terjangan banjir yang membawa material vulkanik berupa pasir dan bebatuan tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur pengendali banjir.
Sekitar 600 unit bronjong yang disiapkan untuk memperkuat tebing sungai dilaporkan hanyut terseret arus.
Tak hanya itu, satu rumah warga yang berada tepat di tepi Daerah Aliran Sungai (DAS) Glidik juga roboh dan tersapu aliran lahar hingga rata dengan tanah.
Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena luapan sungai kini semakin mendekati kawasan permukiman.
Jarak aliran banjir dengan rumah warga yang masih berdiri diperkirakan hanya sekitar lima meter. Sementara itu, material banjir juga menutup badan jalan di sekitar lokasi.
Pengamat Operasi Pemeliharaan Sumber Daya Air UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Bondoyudo Baru, Reza Nurdiansyah, ST, mengatakan, pihaknya sebelumnya telah melakukan upaya penanganan pada bagian tanggul yang mengalami kondisi kritis.
Namun, pekerjaan tersebut belum selesai ketika banjir lahar kembali datang dengan membawa material dalam jumlah besar.
Menurut Reza, penanganan tanggul baru berjalan sekitar satu pekan. Bahkan, petugas telah merencanakan pemindahan pekerjaan ke bagian hilir sebelum banjir menerjang lokasi.
"Baru seminggu kita melakukan penanganan, terus pindah ke bawah, eh lahar dinginnya datang lebih dulu. Yang jebol sekitar 150 meter dan 50 meter," kata Reza saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan, getaran banjir lahar yang mengarah ke Kali Glidik tercatat mencapai 65 milimeter pada Senin pagi.
Karakter aliran kali ini berbeda dengan kejadian sehari sebelumnya yang mengarah ke kawasan Besuk Kobokan. Kali ini, aliran Kali Glidik mengalami pergeseran dan cenderung mengarah ke sisi kiri atau utara.
Perubahan arah aliran tersebut menyebabkan material bronjong yang sebelumnya telah disiapkan untuk memperkuat tanggul ikut terseret banjir.
"Bronjongnya hilang semua, terseret banjir lahar dingin yang melewati tanggul jebol itu. Untuk sementara belum ada penanganan lanjutan karena masih menunggu situasi aman," ujarnya.
Sementara itu, dampak banjir lahar juga mengakibatkan sebuah rumah warga di Dusun Pasirejo hancur setelah terus-menerus diterjang luapan sungai.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, membenarkan adanya laporan rumah warga yang hanyut akibat terjangan banjir lahar tersebut.
Menurut Yudi, informasi mengenai kerusakan rumah baru diterima melalui grup komunikasi kebencanaan Kabupaten Lumajang sekitar pukul 11.00 WIB.
Rumah yang posisinya berada di tepi sungai itu awalnya mengalami kerusakan pada bagian teras. Derasnya aliran air bercampur pasir dan bebatuan kemudian terus menggerus bagian pondasi hingga bangunan tidak mampu bertahan.
"Benar, tadi siang baru dilaporkan di grup," ujar Yudi.
Ia menambahkan, jebolnya tanggul penahan banjir sepanjang kurang lebih 200 meter diduga menjadi salah satu faktor yang memperbesar ancaman luapan air ke kawasan sekitar.
Selain rumah yang telah hanyut, sejumlah bangunan lain di sepanjang bantaran Kali Glidik juga berada dalam ancaman karena jaraknya berdekatan dengan aliran sungai.
Hingga Senin siang, petugas BPBD Kabupaten Lumajang bersama unsur terkait masih bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan situasi.
Tim gabungan juga melakukan pendataan terhadap kerusakan serta mengidentifikasi potensi bahaya apabila terjadi banjir lahar susulan.
"Petugas BPBD dan tim gabungan saat ini masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan ketat serta pendataan asesmen dampak kerusakan dan ancaman susulan," pungkasnya. (Imam)
Komentar
Tinggalkan Komentar