Surabaya, (Onenewsjatim) – Kepolisian Daerah Jawa Timur memastikan proses identifikasi korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, terus berjalan maksimal.
Hingga Senin (6/10/2025), tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim telah berhasil mengidentifikasi 17 korban dari total 59 kantong jenazah yang diterima di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan bahwa seluruh proses identifikasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan empati.
“Pertama-tama, izinkan kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo,” ungkap Kombes Pol Abast di Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya.
Ia menjelaskan, tim identifikasi melibatkan banyak pihak, antara lain Biddokkes Polda Jatim, Pusdokkes Polri, RS Bhayangkara Surabaya, Inafis, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, serta para ahli dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).
“Kegiatan ini melibatkan banyak unsur dan para ahli yang bekerja selama 24 jam penuh dengan semangat kemanusiaan. Kami ingin seluruh jenazah dapat dikenali dan diserahkan kepada keluarganya secepat mungkin,” jelasnya.
Menurut Abast, proses identifikasi dilakukan di dua lokasi, yakni posko antemortem di Ponpes Al Khoziny Buduran dan posko postmortem di RS Bhayangkara Surabaya.
“Kami berterima kasih kepada keluarga korban, relawan, dan seluruh tim yang bekerja dengan sabar dan empati. Semoga kerja keras ini menjadi bentuk tanggung jawab dan solidaritas kita dalam menjaga nilai kemanusiaan di tengah duka yang mendalam,” tutupnya.
Kantong Jenazah Capai 59, Sebagian Tubuh Tidak Utuh
Sementara itu, Kabid DVI Pusdokkes Mabes Polri, Kombes Pol Wahyu Hidayati, menjelaskan bahwa beberapa kantong jenazah tidak berisi tubuh yang utuh.
“Dari hasil rekonsiliasi, ditemukan bahwa ada tubuh yang terpisah antara badan dan kaki. Setelah dicocokkan dengan data keluarga, dua kantong tersebut dipastikan merupakan bagian dari satu orang,” jelas Kombes Pol Wahyu.
Ia menegaskan bahwa total keseluruhan kantong jenazah yang diterima tim DVI berjumlah 59 kantong.
“Dari lokasi Sidoarjo, kami menerima lima kantong, dan dari RS Bhayangkara Surabaya ada 54 kantong. Sebelumnya sempat ada perbedaan perhitungan karena satu korban memiliki dua nomor kantong. Kini kami pastikan total tetap 59,” tegasnya.
Wahyu menambahkan, proses identifikasi masih terus berlanjut dengan mencocokkan data antemortem (data sebelum kematian) dan postmortem (data setelah kematian) untuk memastikan identitas korban secara ilmiah dan akurat.
Tim DVI Terus Lakukan Pendalaman
Dari hasil identifikasi sementara, seluruh korban yang telah teridentifikasi merupakan santri Ponpes Al Khoziny. Tim DVI terus melakukan pendalaman terhadap sisa kantong jenazah yang belum teridentifikasi dengan berbagai metode ilmiah, termasuk pemeriksaan sidik jari, gigi, DNA, serta properti pribadi.
Polda Jatim memastikan seluruh proses berjalan secara profesional dan transparan agar para keluarga korban mendapatkan kepastian identitas anggota keluarganya. (Red)


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram