-->

22/05/2026

Lapak Kambing Kurban di Lumajang Sepi Jelang Idul Adha, Pedagang Gigit Jari

Lapak Kambing Kurban di Lumajang Sepi Jelang Idul Adha, Pedagang Gigit Jari


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Menjelang Hari Raya Idul Adha yang diperkirakan jatuh pada Rabu (27/5/2026), para pedagang hewan kurban di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengeluhkan lesunya penjualan. 

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana permintaan sudah melonjak jauh hari sebelum hari raya, tahun ini lapak pedagang justru sepi pembeli.

Para pedagang menilai lesunya penjualan dipengaruhi menurunnya daya beli masyarakat akibat kondisi ekonomi yang belum stabil.

Salah satu pedagang kambing di Jalan Soekarno Hatta, Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Eko, mengatakan penjualan kambing tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan.

“Sekarang daya beli masyarakat mulai berkurang. Mungkin karena kondisi perekonomian saat ini. Penjualannya turun sekitar 15 sampai 50 persen dibanding tahun lalu,” kata Eko, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, harga kambing kurban tahun ini juga mengalami penurunan. Jika pada Idul Adha tahun lalu harga kambing bisa mencapai Rp4,5 juta per ekor, kini harga tertinggi sulit menyentuh angka tersebut.

“Sekarang harga kambing berkisar Rp3 juta sampai Rp3,5 juta. Tahun lalu masih bisa sampai Rp4,5 juta,” ujarnya.

Ia menambahkan, stok kambing di pasaran saat ini cukup melimpah, namun tidak diimbangi peningkatan pembeli.

“Kambingnya banyak, barangnya banyak, tapi pembeli menurun,” imbuhnya.

Keluhan serupa juga diutarakan oleh Seneli, penjual kambing di Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang. Ia mengaku sangat terpukul karena belum ada satu pun kambingnya yang laku meski sudah membuka lapak selama berhari-hari.

"Menjelang Idul Adha sekarang ini harganya menurun, penjualannya bisa menurun sampai 50 persen. Sudah lima hari jualan, masih belum ada satu pun yang keluar (terjual)," papar Seneli.

Seneli menduga kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu penyebab lesunya pasar hewan kurban tahun ini. Selain itu, maraknya penjualan secara online juga dinilai memengaruhi pedagang kecil.

“Barangkali karena ekonomi sekarang sedang sulit. Ditambah sekarang banyak jualan online,” katanya.

Saat ini, harga kambing yang dijualnya berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor. Bahkan ia mengaku harus menurunkan harga hingga Rp2,8 juta termasuk biaya pengiriman agar menarik minat pembeli.

“Kalau tahun lalu, lima hari menjelang Idul Adha bisa terjual sampai 15 ekor. Sekarang stok 30 ekor masih belum ada yang beli,” katanya.

Pada tahun sebelumnya, lanjut Seneli, harga kambing ukuran sedang bisa mencapai Rp3,3 juta hingga Rp3,5 juta per ekor dan stok 60 hingga 70 ekor kambing miliknya habis terjual.

“Kalau tahun lalu stok saya sampai 70 ekor habis terjual. Sekarang stok 30 ekor saja masih belum ada yang beli,” pungkasnya. (Imam)

Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved