Iklan

Iklan

,

Iklan

Download our application

KKN Perdana Unair di Lumajang, Bupati Lepas 190 Mahasiswa ke Lima Kecamatan

, Juli 13, 2026 WIB Last Updated 2026-07-13T11:25:18Z


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Sebanyak 190 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya resmi diterjunkan untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. 


Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati di Pendopo Aryawiraraja, Senin (13/7/2026).


Mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas itu akan menjalankan KKN di 10 desa yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Pronojiwo, Tempursari, Pasrujambe, Pasirian, dan Candipuro.


Adapun desa yang menjadi lokasi KKN meliputi Desa Supiturang, Oro-oro Ombo, dan Sumberurip di Kecamatan Pronojiwo:  Desa Bulurejo dan Tempurejo di Kecamatan Tempursari Desa Pasrujambe di Kecamatan Pasrujambe, 


Di Kecamatan Pasirian yakni Desa Bades dan Gondoruso di Kecamatan Pasirian, serta Kecamatan Candipuro di Desa Kloposawit dan Sumbermujur. 


Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, kehadiran mahasiswa Unair diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan sesuai disiplin ilmu yang dimiliki.


Menurutnya, mahasiswa tidak hanya akan mengembangkan potensi desa, tetapi juga membantu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


Dari berbagai bidang ilmu dan berbagai masalah, apakah itu potensi atau permasalahan yang ada di masyarakat, semuanya akan menjadi fokus kegiatan karena ini merupakan berbagai disiplin ilmu," ujar Indah.


Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat pembangunan desa melalui inovasi, edukasi, dan pendampingan yang berkelanjutan.


Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Lumajang, Hairil Diani, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pemetaan lokasi KKN dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan potensi pengembangan wilayah.


Menurut Hairil, seluruh mahasiswa ditempatkan di desa-desa yang dinilai kondusif sekaligus memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan bersama masyarakat.


"Untuk di daerah utara masih belum. Sementara ini kita tempatkan di wilayah selatan yang memiliki potensi wisata tinggi dan kondisinya aman," kata Hairil.


Ia menambahkan, langkah tersebut dilakukan agar mahasiswa dapat menjalankan program pengabdian kepada masyarakat secara optimal tanpa mengabaikan faktor keselamatan.


Di sisi lain, Koordinator Pembina Lapangan KKN Unair, Dr. Reny I'tishom, mengungkapkan bahwa tahun ini menjadi kali pertama Unair mengirimkan peserta KKN reguler dalam jumlah besar ke Kabupaten Lumajang.


Sebelumnya, kata dia, Unair hanya pernah melaksanakan KKN tematik di wilayah tersebut.


"Kami memilih Lumajang karena belum pernah mengadakan KKN reguler di sini. Tahun ini kami membawa sekitar 190 mahasiswa dari seluruh fakultas," ujar Reny.


Ia juga menyebut dukungan para alumni Unair yang berada di Lumajang menjadi salah satu faktor yang mendorong pelaksanaan KKN di daerah tersebut.


Menurut Reny, program KKN yang dijalankan mengusung pendekatan Sustainable Development Goals (SDGs) dengan lima fokus utama, yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.


Seluruh kegiatan dirancang berbasis edukasi sehingga masyarakat dapat melanjutkan program secara mandiri setelah masa KKN berakhir.


"KKN kami bukan berorientasi pada pembangunan fisik. Mahasiswa lebih banyak memberikan edukasi kepada masyarakat agar manfaatnya berkelanjutan," katanya.


Ia mencontohkan, pada sektor kesehatan mahasiswa akan memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting, kesehatan reproduksi, hingga perilaku hidup bersih dan sehat. 


Sementara di bidang pendidikan, mahasiswa akan mendampingi anak-anak dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas proses belajar.


Reny menegaskan pihaknya tidak khawatir menempatkan mahasiswa di Lumajang karena sejak awal telah menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang serta melakukan survei lapangan sebelum penempatan peserta.


"Kami tidak khawatir karena sudah berkomunikasi jauh-jauh hari dengan pemerintah daerah dan meminta agar mahasiswa ditempatkan di lokasi yang aman. Meski demikian, kami tetap mengingatkan mahasiswa untuk selalu waspada dan menjaga diri selama menjalankan KKN," ujarnya. (Imam) 


Terbaru Lainnya

Berita Pilihan
Daerah