-->

20/05/2026

Peringati Harkitnas 2026, Dandim Lumajang Ikuti Ziarah Nasional di TMP Kusuma Bangsa


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026, Komandan Kodim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menghadiri kegiatan Upacara Ziarah Rombongan yang digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa Lumajang, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh rasa hormat sebagai bentuk penghargaan kepada jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Upacara ziarah diikuti oleh jajaran Forkopimda Lumajang, TNI-Polri, instansi pemerintah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga di tugu TMP, hingga tabur bunga di pusara para pejuang bangsa.

Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi menyampaikan bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bagi seluruh generasi bangsa untuk terus menumbuhkan semangat persatuan, patriotisme, dan pengabdian kepada negara.

“Semangat kebangkitan nasional yang diwariskan para pendahulu bangsa harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui ziarah ini, kita tidak hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk melanjutkan perjuangan dalam mengisi pembangunan bangsa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai perjuangan para pahlawan menjadi inspirasi bagi seluruh aparat dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, sekaligus memperkuat semangat gotong royong demi mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat.

Peringatan Harkitnas ke-118 tahun ini menjadi momentum refleksi nasional untuk memperkuat persatuan dan kesadaran kolektif seluruh komponen bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(Pendim0821)

Terekam CCTV, Komplotan Pembobol Kotak Amal Masjid di Pacitan Ditangkap Polisi


Pacitan , (Onenewsjatim)
— Polres Pacitan berhasil mengungkap pencurian kotak amal dan perangkat masjid lintas kecamatan.

Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar  menyebut kasus tersebut berhasil diungkap melalui pengembangan penyelidikan dan rekaman CCTV.

"Kami amankan Tiga tersangka yang diduga komplotan pencurian masjid dan beraksi di tujuh lokasi berbeda di Pacitan," kata AKBP Ayub, Rabu (20/5/26).

Dari Tiga pelaku yang diamankan, terdiri atas Dua orang dewasa asal Blitar dan satu pelaku anak berusia 16 tahun.

Pengungkapan kasus bermula dari laporan hilangnya mixer pengeras suara di Masjid Al-Falah, Dusun Gawang, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Sabtu (16/5/2026).

Peristiwa itu diketahui saat Sahwan, takmir masjid, hendak mengumandangkan azan Dhuhur sekitar pukul 11.30 WIB. 

Namun pengeras suara mendadak tidak menyala. Setelah dicek, mixer di ruang penyimpanan telah hilang.

Dari hasil penyelidikan, Polisi menangkap IM dan MR, keduanya warga Kabupaten Blitar. 

"Satu pelaku lain berinisial OKT, masih berusia 16 tahun,"terang AKBP Ayub.

Ketiga pelaku diketahui datang dari Blitar menggunakan mobil sewaan dengan membawa alat seperti tang dan obeng untuk membobol sasaran. 

"Target pelaku adalah Masjid di tepi jalan dengan kondisi sepi," tambah AKBP Ayub.

Selain mengambil kotak amal dan perangkat pengeras suara, para pelaku juga merusak CCTV di salah satu masjid di Desa Arjowinangun untuk menghilangkan jejak.

Dari pemeriksaan, komplotan tersebut mengakui telah beraksi di Tujuh lokasi, yakni Masjid Nurul Huda di Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo; Masjid Ar-Rahman di Kecamatan Tulakan; Masjid Al-Falah di Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung; Masjid Al-Ikhlas di Desa Ketepung; Masjid Nurul Huda di Desa Arjowinangun; Masjid Padjaran; serta Masjid Jami’ Al Hidayah di Kecamatan Arjosari.

Motif pencurian disebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Polisi juga menemukan uang hasil penjualan barang curian mencapai Rp.8 juta.

Dua tersangka dewasa dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf g juncto Pasal 126 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pencurian bersama-sama dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. 

Sementara pelaku anak diproses sesuai sistem peradilan pidana anak. (*)

80 Persen Terpasang, Bupati Lumajang Optimistis CCTV dan PJU Tuntas Pertengahan Juni


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke lapangan untuk mengecek progres pemasangan kamera pengawas (CCTV) dan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Selasa malam (19/5/2026).

Menariknya, pemantauan ini dilakukan dengan cara berkeliling menyusuri jalanan desa menggunakan sepeda motor. 

Dalam patroli malam tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, dan Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Anton Subhandi. 

Rombongan sempat berhenti di beberapa balai desa untuk memastikan proyek pengamanan lingkungan ini berjalan sesuai target.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pengerjaan proyek strategis ini belum sepenuhnya tuntas. 

Masih ditemukan beberapa desa yang belum memasang CCTV maupun lampu PJU, terutama di titik-titik yang dinilai rawan kriminalitas

Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengatakan, secara umum progres pemasangan di wilayah Kecamatan Sukodono sudah mencapai sekitar 80 persen dan sisanya masih dalam tahap penyelesaian.

“Situasinya pemasangan CCTV dan PJU di Kecamatan Sukodono kira-kira 80 persen sudah terpasang, sisanya masih dalam proses penyelesaian,” ujar Indah Amperawati saat meninjau lokasi.

Menurutnya, keterlambatan pemasangan terjadi karena seluruh dusun melakukan pengerjaan secara bersamaan sehingga ketersediaan tenaga teknisi terbatas.

“Karena pemasangan dilakukan serentak, teknisinya harus antre. SDM-nya memang tidak mencukupi jika semua dusun dikerjakan bersamaan. Selain itu, bahan-bahan sempat mengalami kekurangan, terutama tiang PJU sehingga harus mendatangkan dari kabupaten sebelah,” jelasnya.

Meski demikian, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu mengapresiasi gerak cepat desa-desa dalam mendukung program keamanan lingkungan tersebut.

“Ini indikator bahwa semua dusun memang sudah bergerak memasang CCTV dan PJU. Tadi kita lihat jalan-jalan desa sudah terang dan mudah-mudahan ini menjadi semangat kita bersama untuk menjaga keamanan di masing-masing dusun, desa, kecamatan hingga kabupaten,” katanya.

Ia menargetkan seluruh pemasangan CCTV dan PJU dapat rampung pada pertengahan Juni 2026.

“Saya kasih waktu sampai pertengahan Juni semuanya harus tuntas,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang atas langkah konkret dalam memperkuat keamanan lingkungan melalui pemasangan CCTV dan penerangan jalan.

“Kami dari Polres Lumajang mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang yang telah mengambil langkah berupa pemasangan CCTV dan penerangan jalan sebagai upaya pencegahan gangguan kamtibmas,” ujar Alex.

Menurutnya, keberadaan CCTV tidak hanya berfungsi sebagai langkah pencegahan kejahatan, tetapi juga akan membantu aparat penegak hukum dalam proses pengungkapan kasus kriminal.

“CCTV yang terpasang secara masif di seluruh desa dan dusun ini nantinya akan sangat membantu kepolisian dalam mengungkap pelaku-pelaku kejahatan apabila aksinya terekam kamera pengawas,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, perangkat desa, serta Linmas untuk aktif menjaga keamanan lingkungan secara mandiri dengan pendampingan aparat TNI dan Polri.

“Semua masyarakat harus bersatu dan menyatakan perang terhadap gangguan kamtibmas, terutama pencurian kendaraan bermotor maupun pencurian dengan kekerasan,” tandasnya.

Diketahui, program pemasangan CCTV dan PJU di Kabupaten Lumajang dilakukan di 825 dusun dengan anggaran sebesar Rp50 juta per dusun. Kamera pengawas dipasang di sejumlah titik rawan guna meningkatkan keamanan dan pengawasan lingkungan masyarakat.

19/05/2026

Bupati Lumajang Tinjau Banjir Sukodono, Normalisasi Sungai Dimulai Juni


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pasca banjir akibat luapan Sungai Curah Menjangan, Bupati Lumajang meninjau langsung lokasi terdampak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Senin (18/5/2026).

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut melihat kondisi permukiman warga serta titik sungai yang mengalami pendangkalan akibat material sedimen dari kawasan hulu Gunung Semeru.

Banjir terjadi setelah debit air Sungai Curah Menjangan meningkat tajam akibat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Senduro, Gucialit, dan Pasrujambe. 

Air kiriman dari kawasan pegunungan membawa material lumpur dan batu yang memicu meluapnya aliran sungai ke permukiman warga.

“Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan bahwa aliran sungai dari kawasan hulu harus ditata secara menyeluruh. Penanganan sungai tidak cukup hanya setelah banjir, tetapi harus dipersiapkan agar daya tampung aliran tetap terjaga,” ujar Bunda Indah saat meninjau lokasi.

Dalam kunjungan tersebut, Bunda Indah didampingi Kepala UPT PUSDA Provinsi Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan langkah penanganan berupa normalisasi sungai dan pemasangan bronjong di sejumlah titik rawan mulai awal Juni mendatang.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat sistem pengendalian air di kawasan lereng Semeru agar lebih adaptif terhadap perubahan cuaca ekstrem.

“Awal Juni akan dilakukan pemasangan bronjong dan normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan. Harapannya aliran air kembali lancar dan masyarakat merasa lebih aman,” katanya.

Bunda Indah menjelaskan, wilayah Lumajang yang berada di hilir aliran sungai dari Semeru memiliki kerentanan tinggi terhadap banjir kiriman. Curah hujan di kawasan pegunungan dapat berdampak langsung pada wilayah dataran rendah meskipun daerah tersebut tidak diguyur hujan.

Karena itu, penataan kawasan lereng Semeru harus dilakukan secara terintegrasi dengan memperhatikan keseimbangan antara wilayah hulu, aliran sungai, dan kawasan permukiman di hilir.

“Penguatan struktur sungai, pemetaan titik rawan, serta pengawasan kawasan bantaran menjadi langkah penting untuk mitigasi bencana ke depan,” tegasnya.

Selain fokus pada penanganan sungai, pemerintah daerah juga akan melakukan pembenahan jalan yang terdampak banjir secara bertahap melalui kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi.

Bunda Indah berharap, penanganan Sungai Curah Menjangan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek pasca banjir, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan wilayah lereng Semeru terhadap ancaman bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

Pemkab Lumajang Anggarkan Rp1,1 Miliar untuk Tambah 250 Titik PJU Baru


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Pemerintah Kabupaten Lumajang mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 miliar dari APBD 2026 untuk pengadaan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah wilayah.

Melalui program tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang menargetkan pemasangan PJU baru di sekitar 250 titik yang diprioritaskan pada kawasan minim penerangan dan rawan gangguan keamanan.

Kepala Dinas Perhubungan Lumajang, Rasmin, mengatakan beberapa lokasi yang menjadi prioritas di antaranya kawasan Curahmayit, Kecamatan Randuagung, hingga Jalan Srikaya yang selama ini masih gelap pada malam hari.

“Daerah-daerah yang tingkat penerangannya masih kurang dan dinilai rawan akan menjadi prioritas pemasangan lampu jalan,” ujar Rasmin, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, proses pemasangan PJU tahun ini dinilai lebih efisien karena tidak seluruh titik membutuhkan pembangunan tiang baru. Dishub memanfaatkan tiang milik PLN dengan penambahan perlengkapan pendukung setelah sebelumnya berkoordinasi dengan pihak perusahaan listrik negara tersebut.

“Jadi tidak semuanya membangun tiang baru. Ada beberapa titik yang cukup memanfaatkan tiang PLN sehingga biaya bisa lebih hemat,” katanya.

Selain pembangunan baru, Dishub Lumajang juga berencana melakukan perbaikan dan pemeliharaan lampu jalan di ruas jalan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang berada di wilayah Lumajang, khususnya jalur Klakah hingga perbatasan Jember.

Menurut Rasmin, terdapat sekitar 250 titik PJU di jalur provinsi yang kondisinya sudah lama tidak berfungsi optimal. Namun pelaksanaan perbaikan tersebut tetap menunggu persetujuan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

“Kalau waktunya memungkinkan tahun ini, kami juga akan membantu penanganan lampu jalan di jalur provinsi,” ungkapnya.

Rasmin menambahkan, pengadaan PJU dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya jumlah pemasangan baru hanya belasan titik, kini jumlahnya mencapai ratusan titik setiap tahun.

Meski demikian, kebutuhan lampu penerangan jalan di Kabupaten Lumajang masih cukup besar. Berdasarkan perhitungan Dishub, masih diperlukan sekitar 19 ribu titik PJU tambahan di ruas jalan milik pemerintah daerah.

“Perhitungannya berdasarkan panjang ruas jalan dengan jarak antar titik sekitar 50 meter. Satu titik PJU standar biayanya kurang lebih Rp13 juta,” pungkasnya.

Semangat Gotong Royong, Babinsa Kloposawit Bantu Perbaikan Jalan Dusun Selorejo


Lumajang , (Onenewsjatim)
– Semangat gotong royong terus ditunjukkan Babinsa Kloposawit Koramil 0821-09/Candipuro Serda Moch. Dedik Indra Irawan bersama warga dalam kegiatan kerja bakti perbaikan jalan di Dusun Selorejo RT 003 RW 004 Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan akses jalan desa agar lebih aman dan nyaman dilalui masyarakat. Dalam kerja bakti itu, perbaikan dilakukan pada jalan sepanjang 725 meter yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas warga sehari-hari.

Dengan penuh semangat, Babinsa bersama masyarakat bahu-membahu memperbaiki bagian jalan yang rusak guna mendukung kelancaran mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun aktivitas sosial lainnya.

Serda Moch. Dedik Indra Irawan mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kerja bakti merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan sarana umum di wilayah binaan.

“Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam menjaga serta memperbaiki fasilitas umum demi kepentingan bersama. Dengan gotong royong, pekerjaan menjadi lebih ringan dan cepat selesai,” ujar dia.

Dirinya juga mengajak warga untuk terus menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan dalam membangun lingkungan desa agar semakin maju dan nyaman.

Sementara itu, Kepala Dusun Selorejo, Sucipto, mengatakan bahwa perbaikan infrastruktur jalan sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari serta meningkatkan kenyamanan warga dalam beraktivitas.

“Perbaikan fasilitas umum seperti jalan desa ini sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi akses utama warga dalam kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun sosial. Kami bersyukur adanya semangat gotong royong warga bersama Babinsa sehingga perbaikan jalan dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

Ia juga berharap budaya kebersamaan dan kepedulian terhadap fasilitas umum terus terjaga agar pembangunan di lingkungan desa dapat berjalan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kondisi jalan desa menjadi lebih baik sehingga mampu menunjang aktivitas masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah Dusun Selorejo. (Pendim0821)

Bangun Hubungan Harmonis, Babinsa Bades Aktif Sambangi Warga Desa


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kedekatan antara aparat teritorial dengan masyarakat terus dibangun melalui komunikasi sosial (Komsos) yang rutin dilaksanakan di wilayah binaan. Seperti yang dilakukan Babinsa Bades Koramil 0821-08/Pasirian Sertu Muhammad Rochim saat melaksanakan kegiatan Komsos bersama warga di Dusun Purut RT 005 RW 005 Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dalam suasana penuh keakraban, Sertu Muhammad Rochim berbaur bersama warga sambil berdiskusi mengenai kondisi lingkungan, keamanan wilayah, hingga berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, komunikasi sosial memiliki peran penting dalam menjaga hubungan harmonis antara Babinsa dan masyarakat, sehingga setiap perkembangan situasi di wilayah dapat diketahui dengan cepat dan diselesaikan secara bersama-sama.

“Melalui Komsos, kami ingin selalu dekat dengan masyarakat agar tercipta hubungan yang baik, saling peduli, dan saling membantu dalam menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan,” ujar Sertu Muhammad Rochim.

Ia juga mengajak warga untuk terus menjaga semangat gotong royong, mempererat persatuan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar demi terciptanya suasana desa yang aman dan nyaman.

Sementara itu, warga setempat mengaku senang dengan kehadiran Babinsa yang dinilai aktif dan selalu hadir di tengah masyarakat. Kedekatan tersebut membuat warga merasa lebih nyaman dalam menyampaikan berbagai aspirasi maupun kondisi yang ada di lingkungan mereka.

Kegiatan Komsos seperti ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat sekaligus menjadi wadah dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan penuh kebersamaan di wilayah binaan. (Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved