-->

03/08/2026

Polda Jatim Percepat Operasi Kemanusiaan, 30 Personel SAR Sisir Lokasi KMP Mutiara Sentosa II


Surabaya, (Onenewsjatim) –
Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bergerak cepat menangani insiden kecelakaan laut yang menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura. 

Sebanyak 30 personel Search and Rescue (SAR) Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) diterjunkan untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban.

Selain mengerahkan personel yang memiliki kemampuan khusus dalam operasi penyelamatan di laut, Polda Jatim juga menyiagakan berbagai alat material khusus (Almatsus) guna mendukung proses evakuasi di lokasi kejadian.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, mengatakan langkah tersebut dilakukan sesaat setelah pihaknya menerima laporan mengenai insiden yang melibatkan KMP Mutiara Sentosa II.

"Begitu menerima laporan, Polda Jatim langsung menginstruksikan tim SAR Ditpolairud menuju lokasi kejadian dengan membawa personel yang terlatih dalam operasi penyelamatan di perairan," kata Kombes Abast dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, Polda Jatim juga mengerahkan kapal patroli cepat serta berbagai perlengkapan penyelamatan untuk mempercepat penyisiran di sekitar lokasi kapal.

"Langkah taktis ini diambil guna memastikan seluruh penumpang dan kru kapal dapat diselamatkan dengan cepat dan aman dari lokasi kejadian," ujarnya.

Dalam operasi tersebut, Ditpolairud membawa sejumlah Almatsus, di antaranya perahu karet bermesin untuk menjangkau titik evakuasi yang sulit diakses, perlengkapan medis darurat, kantong jenazah, alat penerangan bawah air, perangkat deteksi sonar, hingga peralatan selam lengkap bagi personel yang melakukan pencarian di sekitar badan kapal.

Peralatan tersebut disiapkan untuk mendukung proses pencarian, terutama apabila kondisi cuaca maupun jarak pandang di bawah permukaan laut mengalami penurunan.

Kombes Abast menjelaskan, fokus utama tim SAR Ditpolairud saat ini adalah menyisir area sekitar lokasi tenggelamnya kapal, mengevakuasi korban yang ditemukan, serta menyelamatkan penumpang yang masih bertahan.

Seluruh korban yang berhasil dievakuasi selanjutnya akan dibawa ke posko kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis maupun proses identifikasi.

Dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan tersebut, Polda Jatim juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, mulai dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, KSOP, hingga otoritas pelabuhan agar proses pencarian berjalan efektif.

"Kami terus bersinergi dengan seluruh unsur yang terlibat agar proses pencarian dan evakuasi dapat berlangsung secara maksimal," tutur Abast.

Ia juga mengimbau keluarga penumpang agar tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi melalui posko resmi yang telah dibentuk pemerintah bersama tim gabungan.

"Saat ini kami fokus pada evakuasi korban. Kami mengimbau keluarga korban untuk tetap tenang dan memantau perkembangan informasi melalui posko resmi yang telah disediakan di pelabuhan terdekat," pungkasnya. (Red) 



Polda Jatim Kebut Identifikasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, Posko DVI Resmi Beroperasi


Surabaya, (Onenewsjatim) –
Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bergerak cepat menangani dampak kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Madura. 

Selain mengerahkan personel dalam proses evakuasi, Polda Jatim mendirikan Posko Disaster Victim Identification (DVI), Posko Antemortem (AM), Posko Postmortem (PM), serta Posko Informasi Terpadu untuk mempercepat penanganan korban dan memberikan kepastian informasi kepada keluarga.

Posko DVI didirikan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim di Rumah Sakit Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso, Surabaya. 

Posko ini menjadi pusat identifikasi korban meninggal melalui metode ilmiah dan forensik sesuai standar Disaster Victim Identification.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan, pendirian sejumlah posko tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memberikan pelayanan terpadu kepada korban maupun keluarga yang terdampak musibah.

"Penyediaan fasilitas penanggulangan bencana ini dibagi menjadi beberapa titik strategis guna memastikan seluruh penyintas dan korban mendapatkan penanganan yang terstruktur," ujar Kombes Abast di RS Bhayangkara Surabaya, Senin (3/8/2026).

Menurut Abast, Posko Antemortem berfungsi mengumpulkan data korban sebelum meninggal dunia, mulai dari pencocokan manifes kapal, riwayat medis, ciri-ciri fisik, pakaian terakhir yang dikenakan, hingga pengambilan sampel DNA dari keluarga inti.

Sementara itu, Posko Postmortem bertugas melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban yang telah dievakuasi. 

Tim dokter forensik akan mencocokkan seluruh data hasil pemeriksaan fisik dengan data yang dihimpun dari Posko Antemortem sehingga identitas korban dapat dipastikan secara akurat.

Sejak dioperasikan, tim dokter forensik dan personel DVI disiagakan selama proses evakuasi berlangsung. Setiap jenazah yang tiba akan melalui tahapan identifikasi sesuai prosedur agar hasilnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Polda Jatim juga mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam pelayaran KMP Mutiara Sentosa II untuk segera melapor ke Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya.

Keluarga diminta membawa dokumen pendukung, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), rekam medis gigi apabila tersedia, foto terakhir korban yang memperlihatkan susunan gigi, serta informasi mengenai ciri-ciri khusus seperti tato, bekas luka, tanda lahir, maupun pakaian terakhir yang dikenakan.

Selain proses identifikasi korban, Polda Jatim bersama instansi terkait juga mendirikan Posko Informasi Terpadu di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. 

Posko tersebut difokuskan untuk memberikan pelayanan kepada penumpang yang selamat melalui pemeriksaan kesehatan, pendampingan psikologis, pendataan ulang manifes, hingga fasilitasi pemulangan ke daerah asal.

"Posko terpadu ini untuk memfasilitasi pendataan ulang manifest, pemeriksaan kesehatan penumpang selamat, pemulangan, serta layanan darurat bagi keluarga korban," kata Abast.

Di sisi lain, Posko Utama Terpadu juga didirikan di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Posko ini menjadi pusat kendali operasi lapangan, koordinasi tim gabungan, sterilisasi area pelabuhan, sekaligus lokasi penyambutan awal korban yang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

Abast menegaskan, hingga saat ini Polda Jatim bersama tim gabungan masih memfokuskan seluruh sumber daya untuk proses evakuasi dan penanganan korban. Menurut dia, seluruh korban, baik yang selamat maupun meninggal dunia, berhak mendapatkan pelayanan kemanusiaan secara cepat, profesional, dan transparan.

"Kami saat ini fokus melakukan evakuasi korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia, agar seluruhnya mendapatkan penanganan kemanusiaan yang terbaik dan cepat," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Modus Jual Emas di Bawah Harga Pasar, Sindikat Penipuan Online Rugikan Korban Rp 3,7 Miliar


Surabaya, (Onenewsjatim
) – Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur membongkar sindikat penipuan online berkedok penjualan logam mulia dengan harga murah yang dijalankan dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). 

Dalam kasus ini, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka, terdiri dari empat warga binaan dan seorang perempuan yang berperan sebagai penampung sekaligus pengelola aliran dana hasil kejahatan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas kejahatan siber yang semakin berkembang dan memanfaatkan teknologi untuk merugikan masyarakat.

"Kasus ini menjadi perhatian kita bersama karena memanfaatkan teknologi untuk menipu masyarakat," ujar Kombes Jules Abraham Abast saat konferensi pers di Gedung Ditressiber Polda Jatim, Senin (3/8/2026).

Direktur Reserse Siber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto menjelaskan, para pelaku menjalankan aksi penipuan dari dalam lapas dengan memanfaatkan aplikasi digital untuk mencari dan memperdaya calon korban.

Menurutnya, empat warga binaan yang ditetapkan sebagai tersangka yakni IJS, warga binaan Lapas Nusakambangan yang merupakan pindahan dari Lapas Sumatera Utara, serta IR, MAH, dan SYR yang merupakan warga binaan Lapas Sumatera Utara. Sementara seorang tersangka lainnya adalah perempuan berinisial RML alias Beby.

"Kami telah mengamankan lima tersangka, terdiri dari empat warga binaan lapas dan satu orang wanita," kata Kombes Bimo Ariyanto.

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari laporan seorang korban yang menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal. Pelaku mengaku sebagai anak korban yang menggunakan nomor telepon baru.

Setelah korban percaya, pelaku menawarkan pembelian emas dengan harga promosi Rp2,35 juta per gram atau jauh lebih murah dibanding harga pasar saat itu yang berkisar Rp2,8 juta per gram.

Tergiur penawaran tersebut, korban kemudian membeli dua batang emas ukuran 100 gram dan satu batang emas ukuran 50 gram dengan total nilai transaksi mencapai Rp587,5 juta.

Dana tersebut kemudian ditransfer ke rekening Bank BRI atas nama tersangka RML.

Kecurigaan muncul ketika korban hendak kembali melakukan transaksi. Suami korban kemudian menghubungi anak mereka dan diketahui bahwa nomor WhatsApp yang menghubungi korban bukan milik anaknya.

"Karena tertarik dengan harga murah tersebut, korban membeli emas dengan total transaksi Rp587,5 juta," ujar Kombes Bimo.

Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa setiap tersangka memiliki peran berbeda.

IJS bersama MAH bertugas menyiapkan perangkat lunak (software) untuk menjalankan aksi penipuan. Setelah mendapatkan korban, IJS meminta bantuan SYR dan IR menyediakan rekening penampung yang digunakan menerima uang hasil kejahatan.

Sementara itu, RML berperan sebagai pemilik rekening sekaligus mengelola dan mendistribusikan dana kepada para pelaku lainnya.

"Peran saudari RML adalah sebagai pemilik rekening penampung hasil penipuan sekaligus mengelola dan mendistribusikan uang kepada para pelaku lainnya," jelas Kombes Bimo.

Dari pengungkapan tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa telepon seluler, rekening bank, mutasi rekening, kartu ATM, akun dompet digital, hingga sejumlah perhiasan yang diduga dibeli menggunakan hasil kejahatan.

Polda Jatim juga masih mengembangkan kasus tersebut karena diduga terdapat sedikitnya lima korban lain dengan modus serupa, baik di wilayah Jawa Timur maupun luar provinsi.

Total kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp3,7 miliar.

"Kami masih melakukan pendalaman terhadap korban-korban lain. Diperkirakan terdapat sedikitnya lima korban dengan modus yang sama, baik di Jawa Timur maupun di luar Jawa Timur, dengan total kerugian sementara mencapai sekitar Rp3,7 miliar," ungkap Kombes Bimo.

Ia mengimbau masyarakat yang pernah menjadi korban penipuan dengan modus serupa agar segera melapor ke Ditressiber Polda Jatim sehingga penyidik dapat melakukan pengembangan perkara sekaligus menelusuri aliran dana hasil kejahatan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024, serta ketentuan pidana dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

"Ancaman hukuman yang dikenakan berupa pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar," pungkas Kombes Pol Bimo Ariyanto.


Babinsa Jatimulyo Dampingi Pembangunan Drainase 759 Meter, Perkuat Infrastruktur Desa


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Pembangunan infrastruktur desa terus menjadi perhatian pemerintah bersama TNI. Di Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, pembangunan drainase sepanjang 759 meter mendapat pendampingan langsung dari Babinsa Jatimulyo Koramil 0821-13/Kunir, Serda Ary Agus Wulandono, Senin (3/8/2026).

Drainase yang dibangun di kanan dan kiri jalan Dusun Sumberwongso RT 001 RW 001 itu diharapkan mampu memperlancar aliran air, mengurangi potensi genangan saat musim hujan, sekaligus menjaga kualitas badan jalan agar lebih awet.

Pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD untuk memastikan program pembangunan berjalan sesuai perencanaan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Serda Ary Agus Wulandono mengatakan, kehadiran Babinsa tidak hanya untuk memantau jalannya pembangunan, tetapi juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar ikut menjaga hasil pembangunan yang telah dilaksanakan.

"Pendampingan ini merupakan bagian dari tugas kami sebagai aparat kewilayahan untuk mengawal setiap program pembangunan agar berjalan lancar, sesuai perencanaan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Drainase yang baik akan memperlancar aliran air sekaligus menjaga kondisi jalan agar lebih awet dan nyaman digunakan," ujar Ary.

Ia juga mengimbau masyarakat agar turut menjaga kebersihan saluran drainase dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, partisipasi warga menjadi faktor penting agar fungsi drainase dapat bertahan dalam jangka panjang.

"Fasilitas yang sudah dibangun harus dirawat bersama. Dengan begitu manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam waktu yang lama," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Jatimulyo, H. Rasad, menjelaskan bahwa pembangunan drainase menjadi salah satu program prioritas pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Menurut dia, keberadaan drainase yang memadai akan membantu mengatasi persoalan genangan air yang selama ini muncul saat curah hujan tinggi.

"Pembangunan drainase ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa untuk mewujudkan infrastruktur yang lebih baik, lebih tertata, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan saluran drainase yang memadai, aliran air akan lebih lancar sehingga dapat mengurangi genangan, menjaga ketahanan badan jalan, serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat," kata H. Rasad.

Ia mengapresiasi peran Babinsa yang terus mendampingi proses pembangunan sehingga pelaksanaan pekerjaan berjalan tertib dan sesuai rencana.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang terus mendampingi dan mengawal pelaksanaan pembangunan, sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan baik. Kami berharap pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan ini dapat meningkatkan kenyamanan, mendukung aktivitas ekonomi warga, dan membawa Desa Jatimulyo semakin maju serta sejahtera," tuturnya.

Kolaborasi antara pemerintah desa, Babinsa, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkualitas. Selain memperlancar sistem drainase, proyek tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan produktif.



Kasdim 0821 Lumajang Pimpin Upacara Pindah Satuan dan Pelepasan Prajurit MPP


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kodim 0821/Lumajang menggelar upacara pindah satuan dan pelepasan prajurit yang memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP) di halaman Makodim 0821/Lumajang. Upacara tersebut dipimpin oleh Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, selaku Inspektur Upacara. Senin (3/8/2026)

Upacara berlangsung dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan institusi terhadap dedikasi dan pengabdian prajurit yang telah memberikan kontribusi terbaik selama menjalankan tugas di lingkungan TNI Angkatan Darat.

Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan prosesi pindah satuan atas nama Serma Prasetiyono, serta pelepasan prajurit yang memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP), yakni Serma Juliyanto dan Serka Moh. Wahid.

Dalam amanatnya, Kasdim 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri menyampaikan bahwa perpindahan satuan maupun memasuki masa persiapan pensiun merupakan bagian dari dinamika pembinaan personel di lingkungan TNI AD. Menurutnya, setiap fase pengabdian memiliki nilai strategis dalam mendukung keberlangsungan organisasi.

"Upacara ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan kepada prajurit yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan loyalitasnya kepada bangsa dan negara melalui Kodim 0821/Lumajang. Kepada prajurit yang pindah satuan, jadikan pengalaman selama berdinas di Kodim 0821 sebagai bekal untuk terus berkarya di satuan yang baru. Sementara bagi anggota yang memasuki Masa Persiapan Pensiun, tetaplah menjadi teladan di tengah masyarakat serta terus menjaga nama baik TNI di mana pun berada," ujar Mayor Inf Tanuri.

Ia juga menegaskan bahwa semangat pengabdian tidak berhenti ketika seorang prajurit meninggalkan satuan ataupun memasuki masa pensiun. Nilai-nilai disiplin, loyalitas, dan jiwa korsa diharapkan tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Upacara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat, penyerahan cendera mata sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian para prajurit, serta sesi foto bersama. Momentum tersebut menjadi simbol eratnya ikatan kekeluargaan di lingkungan Kodim 0821/Lumajang sekaligus penegasan bahwa setiap perjalanan pengabdian prajurit akan selalu mendapat apresiasi dan penghormatan dari satuan.(Pendim0821)

Pacuan Bupati Cup Lumajang Diwarnai Insiden, Seorang Penonton Tertabrak Kuda


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Insiden tragis mewarnai gelaran kejuaraan pacuan kuda Bupati Cup 2026 yang berlangsung di Lapangan Dusun Krajan, Desa Babakan, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).

​Seorang penonton bernama Diban (65), warga desa setempat, terpental dan terinjak kuda setelah nekad menyeberang lintasan saat balapan sedang berlangsung.

​Salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, Sofyan, menceritakan bahwa insiden tersebut terjadi akibat padatnya penonton yang membludak hingga menerobos batas pengaman. Menurutnya, sistem pengaman di sekitar lintasan pacu terbilang minim.

​"Penontonnya banyak sekali, tapi sayang jalur pacunya cuma dikasih pembatas tali rafia. Meski ada pagar, penonton banyak yang berada di dalam pagar," ujar Sofyan saat ditemui di lokasi. 

​Kejadian bermula saat korban berniat menyeberang di lintasan pacu sisi dalam. Di saat yang bersamaan, rombongan kuda pacu yang baru dilepaskan dari garis start meluncur deras dari arah barat. 

Korban yang tak sempat menyelamatkan diri akhirnya dihantam kuda hingga terpental. 

​Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Hal senada disampaikan Camat Padang, Jamak Nurwanto. Berdasarkan laporan panitia, petugas sebenarnya sudah mengimbau penonton untuk minggir karena masih ada satu kuda yang harus menyelesaikan satu putaran.

"Informasi dari panitia, penonton sudah dihimbau untuk minggir karena ada satu kuda yang masih berpacu memenuhi satu putaran. Akan tetapi korban tetap tidak mau minggir," kata Jamak. 

Korban langsung ditangani Tim Medis Puskesmas Padang dan dilarikan ke rumah sakit umum. Petugas kesehatan menyebut Diban tidak mengalami patah tulang maupun pendarahan.

"Hasil pemeriksaan penanganan kesehatan hanya luka lecet saja, tidak mengalami sakit atau luka yang parah. Korban alami luka lecet pada dahi dan bibir atas dan sudah diberikan obat antibiotik dan anti nyeri," jelas petugas kesehatan Puskesmas Padang.

Jamak mengimbau warga lebih berhati-hati dan memperhatikan jumlah putaran kuda saat berpacu. 

"Ke depan dihimbau warga atau penonton untuk lebih berhati-hati dan bisa menghitung jumlah putaran kuda berpacu. Kami juga akan mengoptimalkan aparat keamanan dan panitia untuk mengedukasi dan mengatur penonton agar mematuhi aturan dan memahami bahaya pacuan kuda," pungkasnya.

02/08/2026

Sinergi Babinsa dan Petani Bangun Irigasi, Tingkatkan Pengairan dan Produktivitas Sawah


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dalam upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan, Babinsa Kebonsari Koramil 0821-11/Yosowilangun, Serka Sriyono, melaksanakan pendampingan kerja bakti pembangunan saluran irigasi jalur pertanian sepanjang 150 meter di Dusun Darungan RT 005 RW 014, Desa Kebonsari, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang melibatkan masyarakat setempat tersebut dilaksanakan secara gotong royong sebagai bentuk kepedulian bersama dalam membangun infrastruktur pertanian yang mampu menunjang kelancaran distribusi air ke lahan persawahan. Saluran irigasi yang dibangun diharapkan dapat mengoptimalkan pengairan sehingga kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi secara merata.

Di sela kegiatan, Serka Sriyono mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD dalam mendukung pembangunan di wilayah, khususnya sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat.

"Ketersediaan air menjadi faktor utama dalam keberhasilan pertanian. Melalui pendampingan kerja bakti ini, kami ingin memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus menjaga semangat gotong royong dalam membangun sarana irigasi yang nantinya akan memberikan manfaat bagi para petani," ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan saluran irigasi tidak hanya bertujuan memperlancar aliran air menuju lahan pertanian, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan melalui penyediaan infrastruktur yang memadai.

Melalui sinergi antara Babinsa dan masyarakat tani, pembangunan saluran irigasi sepanjang 150 meter tersebut diharapkan segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani. Dengan sistem pengairan yang lebih baik, produktivitas lahan pertanian di Desa Kebonsari diharapkan meningkat, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Wilayah. (Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved