-->

26/07/2026

Bukan Sekadar Pamer Kostum, Menpar Sebut JFC Adalah Kekuatan 'Soft Power' Indonesia



Jember, (Onenewsjatim)
– Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang dinilai berhasil membuktikan bahwa kreativitas daerah mampu menjadi kekuatan untuk membangun identitas bangsa, menggerakkan perekonomian, sekaligus membawa nama Indonesia ke panggung dunia.

Apresiasi tersebut disampaikan Widiyanti saat menghadiri Grand Carnival JFC 2026 di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (26/7/2026).

Menurut Widiyanti, JFC bukan sekadar pertunjukan busana, tetapi menjadi simbol lahirnya ide besar yang mampu memperkenalkan budaya Indonesia melalui kreativitas.

"Hari ini kita tidak hanya berkumpul untuk menyaksikan sebuah karnaval. Kita merayakan sebuah gagasan besar bahwa kreativitas adalah kekuatan yang mampu membangun identitas, menggerakkan perekonomian, dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia," ujar Widiyanti.

Ia menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Jember, Yayasan Jember Fashion Carnaval, serta seluruh pihak yang telah menjaga keberlangsungan JFC selama lebih dari dua dekade.

Widiyanti menilai kesuksesan JFC membuktikan bahwa karya berkelas dunia tidak harus lahir dari kota-kota besar. Menurutnya, visi almarhum Dynand Fariz berhasil mengubah jalanan Jember menjadi panggung internasional yang memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.

Saat ini, JFC telah menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) dan beberapa kali masuk dalam daftar Top 10 KEN Kementerian Pariwisata. Bahkan pada 2017, Presiden Republik Indonesia menetapkan Jember sebagai Kota Karnaval Dunia.

Dalam sambutannya, Widiyanti mengatakan setiap kostum yang ditampilkan peserta JFC bukan hanya karya seni, melainkan representasi sejarah, budaya, dan identitas bangsa yang dikemas secara kreatif.

"Yang sedang melintas bukan hanya kostum-kostum yang memukau, tetapi kisah Indonesia. Ada jejak peradaban, kearifan lokal, warisan budaya, dan identitas bangsa yang diterjemahkan menjadi karya kreatif kelas dunia," katanya.

Ia juga menyoroti kiprah JFC yang telah tampil di berbagai ajang internasional, seperti di London, New York, Seoul, Seychelles, Prancis, hingga sejumlah agenda dunia, termasuk G20 Indonesia dan ASEAN Summit. Selain itu, karya JFC turut mengantarkan Indonesia meraih penghargaan Best National Costume dalam berbagai kompetisi kecantikan internasional.

Menurut Widiyanti, pencapaian tersebut menunjukkan kekuatan soft power Indonesia melalui budaya dan kreativitas yang mampu menarik perhatian masyarakat dunia.

Di sisi lain, JFC juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pada penyelenggaraan tahun 2025, JFC berhasil menarik lebih dari satu juta pengunjung selama tiga hari pelaksanaan, termasuk wisatawan mancanegara dari Jepang, Singapura, dan Australia.

"Dunia mungkin datang ke Jember untuk menyaksikan sebuah karnaval, tetapi mereka pulang dengan membawa cerita tentang Indonesia," ujar Widiyanti.

Menutup sambutannya, Menteri Pariwisata berharap JFC terus melahirkan karya-karya kreatif yang mampu menginspirasi daerah lain sekaligus memperkuat citra Indonesia di mata dunia.(mam) 




28/06/2026

Festival Segoro Topeng Kaliwungu 2026 di Lumajang Tampilkan 500 Penari, Wisatawan Asing Terpukau


Lumajang (Onenewsjatim)
– Festival Segoro Topeng Kaliwungu kembali memukau ribuan pengunjung di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Minggu (28/6/2026). 

Pagelaran budaya yang menjadi bagian dari agenda Karisma Event Nusantara (KEN) itu menghadirkan tarian kolosal yang dibawakan sekitar 500 penari.

Mengusung tema "Lamadjang: The Land of Glory", pertunjukan tersebut mengangkat kisah lahirnya Negeri Lamadjang melalui perpaduan seni tari, musik, dan budaya khas Lumajang. 

Hamparan pasir hitam Pantai Watu Pecak menjadi panggung megah bagi ratusan penari yang tampil serempak dengan penuh semangat dan penghayatan.

Ribuan masyarakat memadati bibir pantai sejak pagi untuk menyaksikan pertunjukan. 

Antusiasme tidak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara asal Spanyol, Prancis, China, hingga Slovakia yang turut menikmati kemeriahan festival.

Salah seorang wisatawan asal Slovakia, Mery, mengaku terkesan dengan pertunjukan yang disaksikannya.

"Saya senang bisa menyaksikan langsung, karena pertunjukan ini sangat luar biasa. Semua penari ciliknya saya suka," ujarnya.

Festival tersebut melibatkan sekitar 500 penari dari jenjang SD, SMP, hingga SMA di Kabupaten Lumajang. Mereka menampilkan Tari Topeng Kaliwungu secara kolosal sebagai bentuk pelestarian budaya daerah.

Salah satu peserta, Jingga, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari pertunjukan tersebut.

"Senang sekali bisa tampil di Segoro Topeng Kaliwungu. Persiapannya cukup matang karena saya memang sudah lama ikut menari. Bagi saya, tampil seperti ini sudah menjadi kebiasaan," katanya.

Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan Festival Segoro Topeng Kaliwungu menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Lumajang di tingkat nasional melalui Karisma Event Nusantara.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat menjadi tanggung jawab bagi Kabupaten Lumajang untuk menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya tak benda yang dimiliki.

"Kami diberikan kesempatan oleh kementerian untuk memperkenalkan kisah-kisah Indonesia melalui budaya. Ini merupakan warisan budaya tak benda yang harus kami jaga kelestariannya dan terus kami kembangkan sebagai bentuk komitmen kami sebagai daerah penyelenggara KEN," ujar Bunda Indah 

Ia menegaskan, pelestarian Tari Topeng Kaliwungu akan terus diperkuat melalui dunia pendidikan agar generasi muda semakin mengenal budaya daerahnya.

"Kami akan terus mengembangkan Topeng Kaliwungu melalui sekolah-sekolah. Hari ini kita melihat sendiri anak-anak kelas 2 dan kelas 3 SD sudah mampu menampilkan tarian dengan sangat baik sekaligus memahami sejarahnya. Ini menjadi kebanggaan bagi kami," tambahnya 

Bunda Indah juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan yang hadir, termasuk tamu dari berbagai daerah seperti Bali maupun wisatawan mancanegara.

"Festival Segoro Topeng Kaliwungu tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu memperkuat sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Lumajang," Pungkasnya 




27/06/2026

Jembatan Kaca Bromo Skybreak Resmi Beroperasi, Destinasi Baru Penyangga Wisata Bromo


Probolinggo (Onenewsjatim)
– Destinasi wisata baru di kawasan penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru resmi hadir. Jembatan Kaca Seruni Point yang diberi nama Bromo Skybreak, berlokasi di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, resmi dibuka untuk umum, Sabtu (27/6/2026).

Jembatan kaca sepanjang 130 meter dengan ketinggian sekitar 83 meter itu menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama Gunung Bromo dari sudut pandang yang lebih menantang.

Presiden Direktur The Lawu Group, Parmin Sastro, mengatakan kehadiran Bromo Skybreak diharapkan menjadi destinasi wisata baru yang mampu memperkuat kawasan penyangga wisata Bromo Tengger Semeru.

"Ini menjadi destinasi baru penyangga wisata besar Bromo Tengger Semeru. Wisata-wisata besar biasanya memiliki kawasan penyangga, sehingga ketika wisatawan datang ke Bromo, mereka memiliki alternatif destinasi lain yang dapat dikunjungi," ujar Parmin saat peresmian.

Menurutnya, konsep wisata yang diusung berbeda dengan objek wisata lain di sekitar Bromo. Melalui jembatan kaca tersebut, pengunjung dapat menikmati panorama pegunungan dari ketinggian sekaligus merasakan sensasi memacu adrenalin.

"Ini cara baru menikmati keindahan Bromo dari ketinggian. Konsepnya memang berbeda dan menjadi wisata khusus bagi pencinta adrenalin," katanya.

Parmin menyebut Bromo Skybreak menjadi salah satu jembatan kaca dengan tingkat tantangan tertinggi di Indonesia. Ia membandingkannya dengan Jembatan Kaca Kemuning di Jawa Tengah yang memiliki ketinggian sekitar 40 meter.

"Kalau di Kemuning tingginya sekitar 40 meter, sedangkan di sini mencapai sekitar 83 meter sehingga sensasi adrenalinnya tentu jauh berbeda," ujarnya.

Dari sisi konstruksi, Bromo Skybreak dibangun menggunakan material laminated glass, yakni perpaduan kaca tempered dengan lapisan SentryGlass Plus (SGP) yang memiliki kekuatan tinggi.

Secara teknis, jembatan mampu menopang beban hingga enam ton atau setara sekitar 60 orang. Namun, pengelola membatasi jumlah pengunjung yang berada di atas jembatan maksimal sekitar 40 orang dalam satu waktu sebagai langkah menjaga keamanan dan kenyamanan.

"Nanti sistemnya bergantian. Ketika ada lima orang keluar, baru kita izinkan lima orang berikutnya masuk. Jadi jumlah pengunjung di atas jembatan tetap terkontrol," jelasnya.

Sementara itu, harga tiket masuk Bromo Skybreak ditetapkan sebesar Rp55 ribu per orang. Menurut Parmin, tarif tersebut masih tergolong terjangkau dibandingkan wisata jembatan kaca di sejumlah daerah maupun luar negeri.

"Saat ini tiketnya Rp55 ribu. Kalau dibandingkan dengan Bali bisa mencapai Rp150 ribu, bahkan di China juga lebih mahal. Kami ingin tetap terjangkau bagi wisatawan lokal," pungkasnya.

14/04/2026

Proyek JLKT Sepanjang 13 Km Resmi Dimulai, Fokus pada Wisata Berkelanjutan di Bromo


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Gubernur Jawa Timur secara resmi melakukan groundbreaking penataan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di kawasan (TNBTS), Kabupaten , Senin (13/4/2026).

Proyek ini diyakini menjadi langkah strategis dalam mentransformasi tata kelola kawasan wisata Bromo agar lebih tertib, aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Khofifah mengatakan, JLKT akan menjadi jalur penghubung antarwilayah di sekitar kaldera Bromo sekaligus alternatif distribusi wisatawan, sehingga tidak terjadi penumpukan di satu titik.

“Dengan adanya jalur ini, tekanan terhadap lingkungan bisa dikurangi dan manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, pembangunan JLKT merupakan sinergi antara TNBTS dan Kementerian Kehutanan dalam mengharmonisasikan daya dukung lingkungan dengan kekuatan budaya lokal, khususnya masyarakat Suku Tengger.

“Kita harmonisasikan antara kekuatan alam dan adat budaya Suku Tengger. Ini penting agar pelestarian kawasan tetap terjaga,” imbuhnya.

Penataan JLKT mencakup pembangunan jalur sepanjang sekitar 13 kilometer dengan lebar 18 meter. Fasilitas pendukung juga disiapkan, mulai dari tiga titik rest area, empat kantong parkir, hingga 9.725 patok pembatas jalur.

Selain itu, terdapat 60 sumur resapan yang dibangun sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan.

“Jalur ini tidak kita aspal, karena kita ingin menjaga daya dukung alam. Tapi fasilitas seperti rest area dan rest room tetap kita siapkan untuk kenyamanan wisatawan,” jelas Khofifah.

Ia menambahkan, pemerintah juga menyiapkan sumber air untuk mendukung operasional fasilitas tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah juga meresmikan sarana prasarana air bersih di kawasan Bromo. Tangki berkapasitas 12.000 liter disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 11.000 liter per hari.

Pasokan air tersebut bersumber dari mata air Pusung Jantur dan Widodaren, yang akan melayani kawasan rest area Watu Gede dan Cemoro Lawang.

“Ini bagian dari upaya kita meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan,” katanya.

Khofifah menegaskan bahwa pembangunan di kawasan konservasi harus dilakukan secara bijak, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, penguatan budaya, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin membangun Bromo dengan cara yang benar. Alamnya lestari, budayanya kuat, dan masyarakatnya sejahtera,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kawasan Bromo merupakan ruang hidup bersama yang mencakup kepentingan konservasi, adat, ekonomi, dan tanggung jawab negara.

Sementara itu, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan menyatakan bahwa JLKT menjadi langkah penting dalam memperkuat daya dukung lingkungan sekaligus menjaga harmoni dengan budaya lokal.

“JLKT ini bagaimana kita membangun harmoni dengan kekuatan adat dan budaya. Kita juga menyiapkan titik-titik yang menjadi kekuatan spiritual masyarakat Tengger,” ujarnya.

Menurutnya, desain JLKT telah direncanakan secara terintegrasi, termasuk dengan pengembangan UMKM, jalur wisata, dan fasilitas pendukung lainnya.

“Ini komitmen bersama agar kawasan ini bisa berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai yang ada,” pungkasnya. (Imam)

19/01/2026

Pajak Wisata Tumpak Sewu Naik Jadi Rp150 Juta per Bulan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pendapatan pajak Wisata Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang mengalami peningkatan signifikan dari sekitar Rp100 juta menjadi Rp150 juta per bulan. 

Kenaikan tersebut menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam membenahi tata kelola pariwisata yang lebih tertib dan transparan.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, lonjakan pendapatan pajak tersebut merupakan hasil dari penataan sistem pengelolaan dan penguatan pengawasan di kawasan wisata unggulan tersebut.

“Potensi daerah jika dikelola dengan sistem yang jelas dan diawasi secara konsisten akan memberikan manfaat fiskal yang kembali kepada masyarakat,” kata Bnda Indah, Senin (19/1/2026)

Ia menjelaskan, peningkatan pajak hingga 50 persen ini turut memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperluas kemampuan fiskal daerah dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan.

Bupati juga menegaskan bahwa pengelolaan Wisata Tumpak Sewu diarahkan pada prinsip keberlanjutan dengan menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kepatuhan terhadap regulasi.

"Pajak yang meningkat menunjukkan adanya kepatuhan dan rasa keadilan dalam pengelolaan. Ini penting agar pariwisata tidak hanya ramai, tetapi juga tertib dan memberikan nilai tambah yang nyata bagi daerah,” tegasnya.

Optimalisasi pajak tersebut diharapkan menjadi model pengelolaan potensi wisata lainnya di Kabupaten Lumajang guna mendorong kemandirian fiskal daerah.(Imam)

27/10/2025

Tumpak Sewu Dilirik Investor Asing, Pemkab Lumajang Rencanakan Pembangunan Lift Wisata


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Pesona Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, terus menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara. 

Bahkan, keindahan air terjun yang dijuluki Niagara-nya Indonesia itu memicu rencana ambisius pembangunan lift wisata menuju dasar air terjun.

Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si, atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengungkapkan bahwa akses menuju dasar Tumpak Sewu saat ini masih tergolong ekstrem dan hanya bisa dijangkau oleh pengunjung dengan kondisi fisik tertentu.

“Banyak wisatawan asing yang mengeluhkan sulitnya akses menuju dasar air terjun. Karena itu, ada harapan agar disediakan fasilitas yang lebih memudahkan, salah satunya lift wisata,” ujar Bunda Indah.

Menurutnya, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Tumpak Sewu sangat tinggi, terutama di akhir pekan. Tercatat sekitar 400 hingga 500 wisatawan asing berkunjung setiap harinya. Dari jumlah tersebut, sekitar separuhnya berasal dari Tiongkok (China).

“Wisatawan asal Tiongkok ini sangat antusias. Mereka bahkan menyampaikan keinginan agar ada fasilitas yang bisa memanjakan mereka menuju dasar air terjun,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bunda Indah menyebut sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta membuka peluang kerja sama dengan investor asal Tiongkok yang tertarik membangun fasilitas tersebut.

“Saya sudah menyampaikan aspirasi para wisatawan China ini ke Kementerian Pariwisata. Saat ini kami juga sedang menunggu data dan proposal resmi dari pihak investor untuk dilakukan verifikasi oleh kementerian,” ungkapnya.

Namun demikian, Bunda Indah menegaskan bahwa pembangunan fasilitas modern di kawasan wisata harus tetap memperhatikan keseimbangan alam dan karakteristik wisata petualangan yang menjadi daya tarik Tumpak Sewu.

“Wisatawan Eropa justru berbeda pandangan. Mereka lebih menyukai wisata yang alami, tanpa banyak sentuhan teknologi. Jadi kami harus bisa menyesuaikan antara kenyamanan dan kelestarian alam,” jelasnya.

Selain rencana pembangunan lift wisata, investor asal Tiongkok juga dikabarkan berminat membangun hotel berbintang di kawasan Pronojiwo untuk menunjang kebutuhan wisatawan mancanegara yang datang ke Lumajang.

“Rencananya, investor hotel berbintang ini akan datang ke Pronojiwo sekitar bulan November hingga Desember mendatang untuk survei lokasi,” pungkas Bunda Indah. (Imam)


25/10/2025

Taman Bunga Destinasi Baru di Lereng Semeru Daya Tarik Wisata Pronojiwo


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pesona wisata di Kabupaten Lumajang kian berkembang dengan munculnya destinasi baru yang memadukan keindahan alam dan kreativitas masyarakat.

Terbaru, sebuah taman bunga warna-warni yang terletak di kawasan Kali Kebo, Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, resmi diperkenalkan kepada publik dengan nama “Puspa Adi Warna”, yang berarti taman bunga bermacam warna.

Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar yang meresmikan langsung taman bunga tersebut mengapresiasi semangat warga setempat dalam mengelola potensi alam menjadi destinasi wisata yang menarik.

“Taman bunga ini bukan hanya cantik, tetapi juga simbol semangat dan kreativitas warga Pronojiwo dalam mengelola kekayaan alam menjadi daya tarik wisata. Saya juga sudah menyarankan beberapa tambahan seperti lampu-lampu dan dekorasi agar spot selfienya semakin indah dengan latar Gunung Semeru,” ujar Bunda Indah.

Menurutnya, keberadaan taman bunga di lereng Semeru ini sangat cocok dijadikan sebagai tempat rekreasi keluarga.

“Cocok sekali untuk wisata keluarga. Selain udara yang sejuk, pemandangannya juga luar biasa,” imbuhnya.

Sementara itu, Ciko, selaku pengelola sekaligus pemilik taman bunga, mengungkapkan bahwa destinasi miliknya kini mulai dikenal hingga ke mancanegara.

“Sekarang sedang booming di media China, mereka menyebutnya ‘lautan bunga’, apalagi dengan view Gunung Semeru yang jadi latar belakangnya,” ujarnya.

Ciko menjelaskan, harga tiket masuk untuk wisatawan lokal dibanderol Rp10.000, sedangkan wisatawan asing dikenakan Rp20.000. 

Ke depan, pihaknya juga tengah mengembangkan kawasan sekitar taman bunga dengan konsep wisata terpadu yang memadukan spot sunrise, camping ground, dan glamping.

“Kami ingin membuat satu paket wisata lengkap mulai dari Taman Bunga, sunrise Pronojiwo, hingga area glamping dan campervan. Jadi wisatawan bisa bermalam di sini agar bisa menikmati keindahan matahari terbit yang menakjubkan,” ungkapnya.

Selain menjadi daya tarik wisata baru, keberadaan Taman Bunga Puspa Adi Warna juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lumajang.

“Alhamdulillah, taman bunga ini sudah terdaftar di BPRD. Harapannya bisa ikut menaikkan PAD dari sektor pariwisata di wilayah Pronojiwo,” pungkas Ciko.

Dengan konsep wisata alam yang menonjolkan keindahan panorama Gunung Semeru serta potensi sunrise dan sunset yang memukau, Taman Bunga Puspa Adi Warna diyakini akan menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Lumajang.


19/08/2025

150 Pemandu Wisata di Lumajang Resmi Bersertifikat, Pemkab Dorong Profesionalisme Pariwisata


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Pemerintah Kabupaten Lumajang mencatat kemajuan signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor pariwisata. 

Salah satu langkah strategis yang menonjol adalah program sertifikasi pemandu wisata, yang telah berhasil meluluskan sekitar 150 pemandu dengan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam satu tahun terakhir.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan wisata di berbagai destinasi unggulan di Lumajang.

"Ini capaian yang menggembirakan dan menunjukkan komitmen kuat kami dalam mencetak pemandu wisata profesional yang siap memberikan pelayanan terbaik," ujar Yuli.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar pemandu bersertifikat berasal dari kawasan Pronojiwo, salah satu destinasi wisata utama di Lumajang yang dikenal dengan keindahan alam dan tingginya arus kunjungan wisatawan.

"Guide yang bersertifikasi paling banyak berada di Pronojiwo, mengingat tingginya kunjungan wisatawan di sana dan pentingnya pelayanan profesional di kawasan tersebut,” tambahnya.

Yuli menjelaskan bahwa kesuksesan ini tak lepas dari berbagai program pelatihan dan pendampingan terstruktur yang dilakukan pemerintah daerah. Para pemandu wisata tidak hanya dilatih untuk memenuhi standar kompetensi, tetapi juga dibekali pemahaman tentang kearifan lokal dan karakteristik destinasi.

“Sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan bahwa pemandu wisata memiliki kemampuan komunikasi, pengetahuan budaya, dan keterampilan pelayanan yang memadai,” jelasnya.

Untuk mendukung keberlanjutan program ini, Pemkab Lumajang secara aktif terus menambah kuota sertifikasi setiap tahun. Upaya ini menyasar para pemandu yang berada di kawasan wisata baru maupun wilayah potensial yang sedang berkembang.

“Kami ingin memastikan seluruh wilayah wisata di Lumajang memiliki pemandu yang profesional dan terstandarisasi,” tegas Yuli.

Yuli Harismawati juga menekankan bahwa peningkatan jumlah pemandu wisata bersertifikat memberikan dampak nyata terhadap kepuasan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara yang menuntut standar pelayanan internasional.

“Kami percaya, pemandu wisata yang kompeten akan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan,” ujarnya.

Lebih dari itu, program ini juga mendorong pemberdayaan pemandu lokal agar semakin mandiri dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin membangun pemandu wisata yang tidak hanya mengenal destinasi, tapi juga mampu menjadi duta budaya yang mengangkat citra Lumajang,” tutupnya.

Dengan fokus pada peningkatan kapasitas SDM pariwisata, Pemerintah Kabupaten Lumajang optimistis bahwa sektor pariwisata akan berkembang secara berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat luas bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat.


© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved