-->

03/02/2026

Cegah Curanmor, Polsek Wonocolo Sediakan 100 Alarm Kendaraan Gratis untuk Warga


Surabaya, (Onenewsjatim)
– Upaya preventif untuk menekan angka pencurian kendaraan bermotor terus dilakukan jajaran Polrestabes Surabaya Polda Jawa Timur.

Kali ini, Polsek Wonocolo yang juga merupakan jajaran Polrestabes Surabaya menghadirkan layanan pemasangan alarm kendaraan bermotor secara gratis bagi masyarakat. 

Program ini disambut hangat warga yang sejak pagi mendatangi halaman Mapolsek Wonocolo, Jalan Margorejo Indah XIX Nomor 1 Surabaya, yang dimulai hari Senin (2/2/26).

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam hal ini Polrestabes Surabaya bersama Polsek jajarannya untuk memberikan rasa aman sekaligus pelayanan langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Kapolsek Wonocolo Surabaya, Kompol Haryoko Widhi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan pemasangan alarm kendaraan gratis ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari arahan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan. 

"Program tersebut difokuskan pada langkah pencegahan dini terhadap maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polsek Wonocolo," tutur Kompol Haryoko, pada Senin (02/02/2026).

Kapolsek Wonocolo menyebut “sedia payung sebelum hujan" menjadi landasan utama kegiatan ini. 

"Dengan memasang alarm pada kendaraan, masyarakat diharapkan memiliki perlindungan tambahan sehingga potensi terjadinya tindak kejahatan dapat diminimalkan sejak awal," ungkap Kompol Haryoko.

Mantan Kasi Humas Polrestabes Surabaya tersebut juga menyampaikan, dalam kegiatan ini, Polsek Wonocolo menyiapkan sebanyak 100 unit alarm yang dipasang langsung oleh petugas kepada kendaraan milik warga.

Selain memberikan layanan gratis, Polsek Wonocolo juga menghadirkan suasana keakraban sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat. 

Kompol Haryoko Widhi mengatakan bahwa sepuluh warga pertama yang mendaftar dan memasang alarm mendapatkan sajian buah durian secara gratis.

Langkah ini, menurutnya, bukan sekadar bentuk hiburan, tetapi juga sarana mempererat hubungan emosional antara Polri dengan masyarakat. 

Dengan pendekatan yang humanis dan penuh keakraban, diharapkan kepercayaan publik terhadap Polri semakin kuat, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga keamanan lingkungan.

Antusiasme warga terlihat dari jumlah pendaftar yang terus berdatangan, mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap keamanan kendaraan mereka.

Hingga siang hari, kegiatan pemasangan alarm kendaraan gratis di halaman Polsek Wonocolo masih berlangsung. (*)

02/02/2026

Dana Desa 2026 Dialihkan ke KDMP, Desa di Lumajang Terima Alokasi Lebih Kecil


Lumajang (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan kebijakan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 mengalami perubahan signifikan. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), sebagian besar alokasi Dana Desa tahun depan difokuskan untuk penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sehingga Dana Desa reguler yang diterima pemerintah desa mengalami penurunan

Kepala DPMD Lumajang, Bayu Ruswantoro, S.STP, menegaskan bahwa Dana Desa bukan tidak turun, melainkan terjadi perubahan pola pengalokasian anggaran sesuai kebijakan pemerintah pusat.

“Yang jelas Dana Desa itu bukan tidak turun, tetapi alokasinya sekarang lebih banyak difokuskan untuk KDMP,” ujar Bayu, Senin (2/2/2026).

Bayu menjelaskan, kebijakan tersebut selaras dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17, yang mengatur percepatan pembangunan melalui KDMP dengan nilai pembiayaan mencapai Rp3 miliar per desa, dicicil selama enam tahun menggunakan Dana Desa.

“Secara otomatis Dana Desa reguler berkurang minimal sekitar Rp500 juta. Mekanismenya seperti auto-debit, jadi dananya sudah terintersep dan tidak bisa digunakan untuk kebutuhan lain,” ujarnya.

Pada tahun 2025, rata-rata desa di Kabupaten Lumajang menerima Dana Desa sebesar Rp800 juta hingga lebih dari Rp1 miliar. Namun pada tahun anggaran 2026, jumlah tersebut diperkirakan menyusut menjadi Rp300 juta per desa.

“Sekarang yang kami lihat, Dana Desa reguler turun di kisaran Rp 300 juta. Hampir tidak ada desa yang menerima lebih dari Rp 400 juta,” jelas Bayu.

Dana tersebut, lanjut Bayu, masih dianggap sebagai Dana Desa reguler. Sementara itu, besaran Dana Desa khusus untuk KDMP hingga kini belum diterima pemerintah daerah, sehingga belum dapat dipastikan apakah nilainya akan sama atau berbeda antar desa.

“Kami belum tahu apakah dana KDMP itu hanya untuk cicilan pembangunan dan sarana prasarana Rp3 miliar selama enam tahun, atau ada peruntukan lain. Semua masih menunggu informasi resmi dari Kementerian Desa,” ungkapnya.

Secara total, pagu Dana Desa Kabupaten Lumajang tahun 2026 tercatat sebesar Rp70.130.956.000, jauh menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp200 miliar.

Dengan penurunan anggaran tersebut, Bayu mengakui bahwa pembangunan desa tidak bisa lagi dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau dibilang menghambat, ya tidak seperti tahun lalu. Tapi jelas mengurangi, karena anggarannya berkurang drastis dan sebagian besar dialokasikan untuk KDMP,” katanya.

Meski demikian, DPMD berharap program KDMP dapat berjalan optimal dan benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi desa.

“Harapan kami KDMP ini clear dan usahanya menguntungkan, minimal bisa memberikan kontribusi sekitar 20 persen ke desa. Alhamdulillah, selama ini sudah banyak usaha desa yang berhasil,” ujarnya.

Bayu juga menekankan pentingnya kemandirian desa dalam menghadapi perubahan kebijakan Dana Desa 2026, mengingat sekitar 30 persen alokasi dana ditentukan melalui formula tertentu.

“Desa harus mulai benar-benar mandiri. Jangan lagi terlalu bergantung pada dana transfer. Satu-satunya yang bisa menghasilkan pendapatan berkelanjutan adalah BUMDes atau usaha ekonomi desa lainnya, seperti pasar desa,” tegasnya.

Menurut Bayu, BUMDes sebagai badan usaha milik desa harus menjadi tulang punggung ekonomi desa ke depan.

“Desa harus mulai melihat dan memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes). Manfaatkan anggaran yang ada untuk menguatkan sumber pendapatan desa di luar dana transfer. Ini saatnya desa benar-benar mandiri,” pungkasnya.

Koramil 0821-06/Ranuyoso Dukung Pembangunan Infrastruktur Jalan Desa Sumberpetung


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Semangat gotong royong kembali terlihat di tengah masyarakat. Babinsa Sumberpetung Koramil 0821-06/Ranuyoso, Kopka Baron Adi Saputro, melaksanakan pendampingan kegiatan kerja bakti pengecoran jalan rabat beton sepanjang 250 meter di Dusun Krajan RT 006 RW 001, Desa Sumberpetung, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (2/2/2026).

Kegiatan pengecoran jalan tersebut melibatkan partisipasi aktif warga setempat bersama perangkat desa sebagai upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan lingkungan. Jalan rabat beton yang dilaksanakan diharapkan dapat memperlancar akses transportasi warga, khususnya dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas harian masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kopka Baron Adi Saputro menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan kerja bakti merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk dukungan nyata TNI terhadap pembangunan di wilayah binaan. Melalui kebersamaan di lapangan, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara TNI dan masyarakat.

“Pendampingan ini tidak hanya membantu secara tenaga, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam membangun desa,” ujar Kopka Baron di sela kegiatan.

Kepala Dusun Krajan, Bebun Hariyanto, menjelaskan bahwa pembangunan jalan rabat beton tersebut merupakan bagian dari program berkelanjutan Pemerintah Desa Sumberpetung dalam meningkatkan kualitas infrastruktur desa. Menurutnya, ke depan pihak desa akan terus memprioritaskan pembangunan dan perbaikan sarana jalan lingkungan guna menunjang kelancaran aktivitas warga serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur desa akan terus kami lakukan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran desa. Harapannya, seluruh akses jalan di wilayah Dusun Krajan dan desa secara umum dapat semakin layak, aman, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Melalui kegiatan kerja bakti pengecoran jalan rabat beton, menjadikan infrastruktur desa semakin memadai serta mampu mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat Desa Sumberpetung. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung pembangunan desa dan memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat. (Pendim0821)

Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kodim 0821/Lumajang Siap Jaga Keselamatan Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kasdim 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri menghadiri kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang dilaksanakan di halaman Mapolres Lumajang, Senin (2/2/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.”

Apel gelar pasukan tersebut merupakan bentuk kesiapan lintas sektor dalam rangka menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), khususnya menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Kehadiran Kasdim 0821/Lumajang dalam apel tersebut mencerminkan komitmen TNI AD, khususnya Kodim 0821/Lumajang, dalam mendukung penuh upaya Polri bersama instansi terkait untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas yang aman dan tertib.

Mayor Inf Tanuri menegaskan bahwa sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci utama dalam mewujudkan keamanan dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kabupaten Lumajang.

“Operasi Keselamatan ini bukan semata penegakan hukum, namun juga langkah preventif dan edukatif untuk membangun budaya tertib berlalu lintas. Kodim 0821/Lumajang siap mendukung pelaksanaan operasi ini demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Melalui apel gelar pasukan ini, diharapkan seluruh personel yang terlibat dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, serta mampu bertindak secara humanis, profesional, dan persuasif dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penguatan soliditas dan kesiapsiagaan aparat dalam memberikan rasa aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat Lumajang, terutama menjelang agenda besar nasional Operasi Ketupat Semeru 2026. (Pendim 0821).

Rumah Warga di Lumajang Ludes Terbakar Saat Ganti Oli Mobil


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebuah rumah milik Abdul Rohim di Jalan Dieng, Dusun Krajan RT 10 RW 03, Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ludes terbakar pada Senin (2/2/2026) siang.

Kebakaran tersebut mengakibatkan satu unit mobil Suzuki Katana, satu sepeda motor Honda Scoopy, serta seluruh isi rumah dan bengkel milik korban hangus dilalap api.

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban tengah mengganti oli mobil di depan rumahnya. Dugaan sementara, api berasal dari kolong mobil yang sedang dilakukan penggantian oli.

Salah satu warga setempat, Ading Sidiqo, mengatakan saat kejadian korban sempat meninggalkan mobilnya untuk menambal ban.

“Waktu itu Pak Rohim ganti oli sambil nambal ban. Mobilnya ditinggal sebentar, tiba-tiba muncul percikan api dari kolong mobil,” ujarnya di lokasi kejadian.

Menurut Ading, api dengan cepat membesar karena di sekitar lokasi terdapat botol-botol bensin yang dijual korban.

“Api dari bawah kolong mobil langsung menyambar botol bensin yang dijual korban, jadi apinya cepat besar sampai menyambar rumah,” tambahnya.

Melihat api yang terus membesar, warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Bahkan, air sungai di belakang rumah korban digunakan untuk membantu pemadaman.

“Warga pakai ember dari sungai belakang rumah, tapi apinya sudah terlalu besar,” jelas Ading.

Tak berselang lama, dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Lumajang tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan pemadaman serta membasahi rumah warga sekitar untuk mencegah api merembet.

Koordinator Lapangan Damkar Lumajang, Zaenuri, membenarkan bahwa sumber api diduga berasal dari kolong mobil saat korban mengganti oli.

“Dugaan sementara, api muncul dari bawah mobil ketika pemiliknya sedang mengganti oli. Api kemudian membesar karena adanya bahan mudah terbakar di sekitar lokasi,” kata Zaenuri.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian. Namun, satu unit rumah beserta satu mobil dan satu sepeda motor milik korban tidak dapat diselamatkan dan hangus terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, pihak Polres Lumajang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. (Imam)


01/02/2026

Wujud Kemanunggalan TNI–Rakyat, Babinsa Gucialit Turut Kerja Bakti Pembangunan Masjid


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali terlihat di wilayah Kecamatan Gucialit. Babinsa Desa Sombo Koramil 0821-04/Gucialit, Serda Sutawi, turun langsung membantu warga melaksanakan kerja bakti pemasangan tenda sebagai tempat penyimpanan material pembangunan Masjid Assomadiyah di Dusun Argodadi RT 004 RW 002, Desa Sombo, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (2/2/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan pembangunan masjid agar material bangunan terlindungi dari cuaca sekaligus tertata dengan rapi. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah warga mendapat sambutan hangat dan menambah semangat gotong royong masyarakat.

Serda Sutawi menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial. Menurutnya, membantu pembangunan sarana ibadah adalah bentuk dukungan TNI terhadap kebutuhan spiritual masyarakat sekaligus mempererat hubungan silaturahmi.

“Kami hadir untuk membantu dan mendukung setiap kegiatan positif masyarakat. Pembangunan masjid ini adalah kepentingan bersama, sehingga sudah menjadi kewajiban kami untuk ikut bergotong royong,” ujar Serda Sutawi di sela kegiatan.

Sementara itu, Kepala Dusun Argodadi, Herman, menjelaskan bahwa pemasangan tenda material merupakan tahap awal dari rangkaian pembangunan Masjid Assomadiyah yang direncanakan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat setempat.

“Pemasangan tenda ini adalah langkah awal sebelum pembangunan fisik dimulai. Tenda digunakan untuk menampung material agar aman dan tertata, sehingga proses pembangunan masjid ke depan bisa berjalan lancar dan tertib,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat terus terjaga, sekaligus mempercepat proses pembangunan Masjid Assomadiyah agar dapat segera dimanfaatkan oleh warga untuk kegiatan ibadah dan sosial keagamaan. (Pendim0821)

Peduli Generasi Sehat, Babinsa Koramil Klakah Aktif Dampingi Pelayanan Posyandu


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Komitmen TNI AD dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terus diwujudkan melalui peran aktif Babinsa di wilayah binaan. Seperti yang dilakukan Babinsa Desa Papringan Koramil 0821-05/Klakah, Sertu Muhtaryono, yang melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan di Posyandu Markisa, Dusun Ranulading, Desa Papringan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (1/2/2026).

Kegiatan Posyandu tersebut menjadi sarana penting dalam pemantauan tumbuh kembang balita serta upaya pencegahan dini terhadap gangguan kesehatan warga. 

Dalam kesempatan itu, Sertu Muhtaryono menjelaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pendampingan kegiatan Posyandu merupakan bentuk nyata dukungan TNI AD terhadap upaya peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah binaan.

“Sebagai Babinsa, kami hadir untuk mendukung dan memastikan kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat berjalan lancar. Posyandu memiliki peran strategis dalam memantau secara langsung warga,” jelas dia.

Bidan Desa Papringan, Eka Risanti, A.md.Keb., dalam kesempatan tersebut juga memberikan edukasi kepada para orang terkait pentingnya menjaga kesehatan. Ia menjelaskan bahwa perlunya pemantauan warga secara rutin di Posyandu.

“Posyandu memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting karena di sini warga dapat dipantau secara berkala. Dengan rutin datang ke Posyandu, gangguan pertumbuhan bisa terdeteksi lebih awal sehingga penanganannya dapat dilakukan sedini mungkin,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan kegiatan Posyandu dapat terus berjalan secara berkelanjutan serta mampu meningkatkan derajat kesehatan warga, khususnya di wilayah pedesaan. Pendampingan Babinsa di Posyandu Markisa menjadi cerminan nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan di bidang kesehatan. (Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved