-->

04/02/2026

Kepedulian TNI Terhadap Generasi Muda, Disiplin Pelajar Ditanamkan Lewat Pelatihan PBB


Lumajang, (Onenewsjatim
) – Kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap pembinaan generasi muda terus diwujudkan melalui kegiatan pembinaan teritorial di wilayah. 

Salah satunya dilakukan Babinsa Darungan Koramil 0821-11/Yosowilangun dengan menggelar pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) bagi pelajar SMA Al Ikhlas Al Muhdhlor, Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Babinsa Darungan Koramil 0821-11/Yosowilangun, Sertu Setiawan Herry Sutanto, yang mendampingi Bati Komsos Koramil 0821-11/Yosowilangun, Serma Tri Priyo Santoso, sebagai bagian dari program pembinaan teritorial melalui pendekatan komunikasi sosial di lingkungan pendidikan.

Sebanyak 60 siswa mengikuti pelatihan PBB yang bertujuan menanamkan nilai kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, serta membentuk karakter pelajar yang berjiwa nasionalis dan berwawasan kebangsaan sejak dini.

Dalam pelaksanaannya, para siswa mendapatkan materi dasar PBB mulai dari sikap sempurna, penghormatan, hadap kanan dan kiri, hingga gerakan berjalan dan berhenti yang benar. Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias dan bersemangat mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh anggota TNI.

Sertu Setiawan Herry Sutanto mengatakan, pelatihan PBB tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga membentuk mental dan karakter peserta didik.

“Melalui pelatihan PBB ini, kami berharap para siswa dapat memahami arti kedisiplinan, kekompakan, dan kepemimpinan. Nilai-nilai tersebut sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bati Komsos Koramil 0821-11/Yosowilangun, Serma Tri Priyo Santoso, menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam membina generasi muda melalui dunia pendidikan.

“Kami hadir untuk memberikan pembinaan dan motivasi positif agar generasi muda memiliki karakter yang kuat, cinta tanah air, serta menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan,” jelasnya.

Pihak SMA Al Ikhlas Al Muhdhlor menyambut baik kegiatan pelatihan tersebut dan berharap sinergi antara TNI dan lembaga pendidikan dapat terus berlanjut dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berdisiplin, berkarakter, dan berakhlak baik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab tidak hanya di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.(Pendim 0821)


Tangisan di Warung Dekat Jembatan, Bayi Dua Hari Ditemukan Warga Senduro


Lumajang (Onenewsjatim)
– Warga digemparkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki di sebuah warung dekat Jembatan Curah Kebo, Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (4/2/2026).

Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi selamat oleh warga yang melintas setelah mendengar suara tangisan. Penemuan itu kemudian segera dilaporkan ke Polsek Senduro.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi bayi tersebut ke Puskesmas Senduro untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasubsi PIDM Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, S.H., membenarkan adanya penemuan bayi tersebut.

“Alhamdulillah, kondisi bayi dalam keadaan sehat dan selamat. Saat ini masih dalam perawatan intensif pihak medis,” ujar Ipda Suprapto.

Ia menjelaskan, saat ditemukan bayi tampak terawat dengan baik. Bayi tersebut mengenakan setelan baju warna hijau, topi warna kuning, serta selimut warna biru.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bayi tersebut diperkirakan baru berusia dua hari, terlihat dari tali pusar yang masih menempel di tubuhnya. Saat ditemukan, bayi berada di atas meja kecil di warung milik Hadi Laksono.

Lebih lanjut, Suprapto mengungkapkan bahwa kedua orang tua bayi telah diamankan polisi setelah menyerahkan diri.

“Dua pelaku berinisial REN dan LI, pasangan suami istri warga Desa Argosari, Kecamatan Senduro, telah menyerahkan diri ke pihak kepolisian,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, motif kedua orang tua tega meninggalkan bayi tersebut diduga kuat karena faktor ekonomi.

“Yang berinisiatif membuang bayi adalah kedua orang tua kandungnya dengan motif karena faktor ekonomi,” pungkas Suprapto.

03/02/2026

Babinsa Madurejo Laksanakan Binter Wilayah melalui Kerja Bakti Pembersihan Jalan


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Upaya pembinaan teritorial (Binter) terus dilakukan Babinsa guna memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Seperti yang dilakukan Babinsa Madurejo Koramil 0821-08/Pasirian, Serma Rudi Yulia Febriyanto, yang bersama warga melaksanakan kerja bakti pembersihan rumput di sepanjang pinggir jalan Dusun Krajan RT 008 RW 003, Desa Madurejo, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan gotong royong tersebut difokuskan pada pembersihan rumput liar yang tumbuh di bahu jalan. Selain mengganggu estetika lingkungan, keberadaan rumput yang dibiarkan terlalu tinggi juga dinilai dapat membahayakan pengguna jalan dan menjadi sarang binatang liar.

Serma Rudi Yulia Febriyanto menyampaikan bahwa kerja bakti ini merupakan bagian dari metode Binter wilayah untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara Babinsa dan warga binaan. 

Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sebagai mitra dan penggerak kebersamaan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan desa. Kebersihan dan keamanan wilayah adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Sementara itu, menjelaskan bahwa pembersihan rumput liar di sepanjang pinggir jalan sangat diperlukan agar akses transportasi warga tetap aman dan lancar. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam merawat fasilitas umum.

“Kami berharap kesadaran menjaga kebersihan lingkungan ini tidak hanya muncul saat kerja bakti, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari warga. Dengan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata, kualitas hidup masyarakat desa akan semakin meningkat,” pungkas Rizky.

Melalui kegiatan Binter wilayah seperti kerja bakti pembersihan jalan, Babinsa Madurejo tidak hanya berperan menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam membangun kualitas hidup masyarakat desa yang bersih, sehat, dan harmonis. (Pendim0821)

Babinsa Tempursari Bersama Warga Kerja Bakti Bersihkan Jalan Desa Pasc longsor


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Semangat kebersamaan kembali bersama warga, Babinsa Tempursari Pos Koramil 0821-05/Kedungjajang, Kopda Miftakhul Rafiq Irjayanto melaksanakan kerja bakti membersihkan timbunan tanah longsor yang menutup akses jalan desa sepanjang kurang lebih 200 meter di Dusun Ketapang, Desa Tempursari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajangm Jawa Timur, pada Selasa (3/2/2026).

Longsoran tanah yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi sempat menghambat mobilitas warga, terutama aktivitas ekonomi dan akses menuju lahan pertanian. Tanpa menunggu lama, Babinsa bersama masyarakat turun langsung ke lokasi dengan peralatan seadanya, mulai dari cangkul, sekop, hingga angkong, membersihkan material tanah yang menutup badan jalan.

Saat dikonfirmasi, Babinsa Tempursari Kopda Miftakhul Rafiq Irjayanto mengatakan bahwa keterlibatannya dalam kerja bakti tersebut merupakan wujud nyata peran Babinsa untuk selalu hadir dan berbaur bersama masyarakat di wilayah binaan.

“Sebagai Babinsa, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami untuk selalu berada di tengah warga. Melalui kerja bakti seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa TNI dan rakyat tidak bisa dipisahkan. Saat warga mengalami kesulitan, kami harus hadir dan bekerja bersama untuk mencari solusi,” kata dia.

Kepala Desa Tempursari, Fitrianingsih, menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti pembersihan material longsor tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga dan memelihara akses jalan desa agar tetap dapat digunakan oleh masyarakat.

“Jalan ini merupakan akses vital bagi warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pertanian, maupun mobilitas sehari-hari. Karena itu, pemeliharaan dan penanganan cepat pascalongsor menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Danposramil 0821-05 Kedungjajang, Peltu Cahyo Purnomo Wicaksono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial (Binter) TNI AD di wilayah.

“Kerja bakti ini bukan sekadar membersihkan jalan, tetapi menjadi sarana Babinsa untuk terus berbaur dan mempererat hubungan dengan masyarakat. TNI harus selalu hadir dan menjadi solusi atas kesulitan rakyat,” tegasnya.

Melalui kerja sama dan kepedulian bersama, akses jalan yang sempat tertutup kini berangsur pulih dan dapat kembali dilalui. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI dan rakyat mampu mempercepat pemulihan wilayah serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan masyarakat. (Pendim0821)

Operasi Keselamatan Semeru 2026 Digelar, Polres Lumajang Utamakan Edukasi Lalu Lintas


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Polres Lumajang mulai melaksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2026 sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Operasi ini dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026, sebagai langkah persiapan menjelang bulan suci Ramadan.

KBO Satlantas Polres Lumajang Ipda Eko Budi Laksono, menjelaskan bahwa dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026, pihak kepolisian lebih mengedepankan pendekatan edukatif kepada masyarakat.

“Target pelaksanaan operasi ini terdiri dari 40 persen preemtif, 40 persen preventif, dan 20 persen penegakan hukum. Artinya, edukasi menjadi prioritas utama,” ujar Eko.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan pemahaman yang baik agar patuh terhadap aturan lalu lintas bukan karena adanya petugas, melainkan karena kesadaran diri sendiri.

“Masih banyak masyarakat yang tertib hanya ketika ada petugas. Saat tidak ada petugas, justru melanggar. Ini yang tidak baik dan harus kita ubah bersama,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Lumajang untuk mendukung dan menyukseskan Operasi Keselamatan Semeru 2026 demi terciptanya keamanan dan keselamatan berlalu lintas, terutama menjelang Ramadan.

“Mudah-mudahan saat bulan suci Ramadan nanti, masyarakat sudah tidak ada lagi yang melakukan pelanggaran-pelanggaran dan sudah patuh terhadap aturan yang berlaku, khususnya di jalan raya,” tambahnya.

Adapun sasaran utama operasi ini meliputi endaraan roda dua, roda empat, serta kendaraan over dimensi dan over loading (ODOL).

Eko menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan tugas. Oleh karena itu, keselamatan berlalu lintas harus dijadikan sebagai kebutuhan pokok,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar melalui operasi ini, masyarakat dapat beraktivitas dengan aman tanpa menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

“Setiap kecelakaan pasti didahului oleh pelanggaran. Pelanggaran itu biasanya disebabkan oleh ketidaksiapan kendaraan atau kelengkapan yang tidak sesuai,” jelasnya.

Terkait penindakan hukum, Eko menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan upaya terakhir.

“Penindakan hanya 20 persen. Kami lakukan bertahap, mulai dari edukasi, kemudian teguran, baik lisan maupun tertulis, baru penindakan hukum,” ujarnya.

Ia mencontohkan pelanggaran kasat mata seperti pengendara yang membawa helm namun diletakkan di jok, spion dilepas dan dimasukkan ke jok, atau pelat nomor yang hampir terlepas.

“Kami ingatkan, kami bantu pasangkan kembali. Kami buatkan surat teguran. Penindakan tidak serta-merta dilakukan,” pungkasnya.


Cegah Curanmor, Polsek Wonocolo Sediakan 100 Alarm Kendaraan Gratis untuk Warga


Surabaya, (Onenewsjatim)
– Upaya preventif untuk menekan angka pencurian kendaraan bermotor terus dilakukan jajaran Polrestabes Surabaya Polda Jawa Timur.

Kali ini, Polsek Wonocolo yang juga merupakan jajaran Polrestabes Surabaya menghadirkan layanan pemasangan alarm kendaraan bermotor secara gratis bagi masyarakat. 

Program ini disambut hangat warga yang sejak pagi mendatangi halaman Mapolsek Wonocolo, Jalan Margorejo Indah XIX Nomor 1 Surabaya, yang dimulai hari Senin (2/2/26).

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam hal ini Polrestabes Surabaya bersama Polsek jajarannya untuk memberikan rasa aman sekaligus pelayanan langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Kapolsek Wonocolo Surabaya, Kompol Haryoko Widhi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan pemasangan alarm kendaraan gratis ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari arahan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan. 

"Program tersebut difokuskan pada langkah pencegahan dini terhadap maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polsek Wonocolo," tutur Kompol Haryoko, pada Senin (02/02/2026).

Kapolsek Wonocolo menyebut “sedia payung sebelum hujan" menjadi landasan utama kegiatan ini. 

"Dengan memasang alarm pada kendaraan, masyarakat diharapkan memiliki perlindungan tambahan sehingga potensi terjadinya tindak kejahatan dapat diminimalkan sejak awal," ungkap Kompol Haryoko.

Mantan Kasi Humas Polrestabes Surabaya tersebut juga menyampaikan, dalam kegiatan ini, Polsek Wonocolo menyiapkan sebanyak 100 unit alarm yang dipasang langsung oleh petugas kepada kendaraan milik warga.

Selain memberikan layanan gratis, Polsek Wonocolo juga menghadirkan suasana keakraban sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat. 

Kompol Haryoko Widhi mengatakan bahwa sepuluh warga pertama yang mendaftar dan memasang alarm mendapatkan sajian buah durian secara gratis.

Langkah ini, menurutnya, bukan sekadar bentuk hiburan, tetapi juga sarana mempererat hubungan emosional antara Polri dengan masyarakat. 

Dengan pendekatan yang humanis dan penuh keakraban, diharapkan kepercayaan publik terhadap Polri semakin kuat, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga keamanan lingkungan.

Antusiasme warga terlihat dari jumlah pendaftar yang terus berdatangan, mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap keamanan kendaraan mereka.

Hingga siang hari, kegiatan pemasangan alarm kendaraan gratis di halaman Polsek Wonocolo masih berlangsung. (*)

02/02/2026

Dana Desa 2026 Dialihkan ke KDMP, Desa di Lumajang Terima Alokasi Lebih Kecil


Lumajang (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan kebijakan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 mengalami perubahan signifikan. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), sebagian besar alokasi Dana Desa tahun depan difokuskan untuk penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sehingga Dana Desa reguler yang diterima pemerintah desa mengalami penurunan

Kepala DPMD Lumajang, Bayu Ruswantoro, S.STP, menegaskan bahwa Dana Desa bukan tidak turun, melainkan terjadi perubahan pola pengalokasian anggaran sesuai kebijakan pemerintah pusat.

“Yang jelas Dana Desa itu bukan tidak turun, tetapi alokasinya sekarang lebih banyak difokuskan untuk KDMP,” ujar Bayu, Senin (2/2/2026).

Bayu menjelaskan, kebijakan tersebut selaras dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17, yang mengatur percepatan pembangunan melalui KDMP dengan nilai pembiayaan mencapai Rp3 miliar per desa, dicicil selama enam tahun menggunakan Dana Desa.

“Secara otomatis Dana Desa reguler berkurang minimal sekitar Rp500 juta. Mekanismenya seperti auto-debit, jadi dananya sudah terintersep dan tidak bisa digunakan untuk kebutuhan lain,” ujarnya.

Pada tahun 2025, rata-rata desa di Kabupaten Lumajang menerima Dana Desa sebesar Rp800 juta hingga lebih dari Rp1 miliar. Namun pada tahun anggaran 2026, jumlah tersebut diperkirakan menyusut menjadi Rp300 juta per desa.

“Sekarang yang kami lihat, Dana Desa reguler turun di kisaran Rp 300 juta. Hampir tidak ada desa yang menerima lebih dari Rp 400 juta,” jelas Bayu.

Dana tersebut, lanjut Bayu, masih dianggap sebagai Dana Desa reguler. Sementara itu, besaran Dana Desa khusus untuk KDMP hingga kini belum diterima pemerintah daerah, sehingga belum dapat dipastikan apakah nilainya akan sama atau berbeda antar desa.

“Kami belum tahu apakah dana KDMP itu hanya untuk cicilan pembangunan dan sarana prasarana Rp3 miliar selama enam tahun, atau ada peruntukan lain. Semua masih menunggu informasi resmi dari Kementerian Desa,” ungkapnya.

Secara total, pagu Dana Desa Kabupaten Lumajang tahun 2026 tercatat sebesar Rp70.130.956.000, jauh menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp200 miliar.

Dengan penurunan anggaran tersebut, Bayu mengakui bahwa pembangunan desa tidak bisa lagi dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau dibilang menghambat, ya tidak seperti tahun lalu. Tapi jelas mengurangi, karena anggarannya berkurang drastis dan sebagian besar dialokasikan untuk KDMP,” katanya.

Meski demikian, DPMD berharap program KDMP dapat berjalan optimal dan benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi desa.

“Harapan kami KDMP ini clear dan usahanya menguntungkan, minimal bisa memberikan kontribusi sekitar 20 persen ke desa. Alhamdulillah, selama ini sudah banyak usaha desa yang berhasil,” ujarnya.

Bayu juga menekankan pentingnya kemandirian desa dalam menghadapi perubahan kebijakan Dana Desa 2026, mengingat sekitar 30 persen alokasi dana ditentukan melalui formula tertentu.

“Desa harus mulai benar-benar mandiri. Jangan lagi terlalu bergantung pada dana transfer. Satu-satunya yang bisa menghasilkan pendapatan berkelanjutan adalah BUMDes atau usaha ekonomi desa lainnya, seperti pasar desa,” tegasnya.

Menurut Bayu, BUMDes sebagai badan usaha milik desa harus menjadi tulang punggung ekonomi desa ke depan.

“Desa harus mulai melihat dan memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes). Manfaatkan anggaran yang ada untuk menguatkan sumber pendapatan desa di luar dana transfer. Ini saatnya desa benar-benar mandiri,” pungkasnya.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved