-->

07/02/2026

Siswi Korban Dugaan Peluru Nyasar di Lumajang Akan Jalani Visum


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Lumajang berinisial NS (13), warga Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, akan menjalani visum usai diduga menjadi korban peluru nyasar.

Korban saat ini menjalani perawatan pasca operasi di RSUD dr. Haryoto Lumajang dan kondisinya dilaporkan terus membaik. Operasi dilakukan pada Rabu (4/2/2026) malam untuk mengeluarkan benda asing yang tertancap di paha kiri korban.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban tengah berada di koridor lantai dua sekolah bersama teman-temannya ketika jam istirahat. Tiba-tiba, korban merasakan nyeri hebat di paha kiri bagian dalam yang disertai keluarnya darah.

Plt. Wakil Direktur RSUD dr. Haryoto Lumajang, dr. Yana Susantri, membenarkan bahwa pihak rumah sakit telah menerima surat resmi permintaan visum et repertum dari kepolisian.

“Kami kemarin sudah menerima surat permintaan visum dari kepolisian dan akan kami proses lebih lanjut,” kata dr. Yana, Kamis (5/2/2026).

Namun demikian, pihak rumah sakit belum dapat memastikan waktu pelaksanaan visum maupun hasilnya. Menurut dr. Yana, sebelum dilakukan visum, pihaknya tidak berani menyimpulkan bahwa benda asing tersebut merupakan peluru.

“Ada benda asing yang tertancap di paha kiri korban dan sudah berhasil kami keluarkan. Tapi untuk memastikan itu peluru atau bukan, itu ranah visum dan penyidik,” tegasnya.

Ia menjelaskan, luka yang dialami korban relatif kecil dengan ukuran sekitar satu sentimeter. Luka berada di bagian paha kiri atas lutut bagian depan.

“Posisi lukanya di sisi dalam paha, sementara benda asingnya teraba di sisi luar paha,” jelas dr. Yana.

Berdasarkan hasil pemeriksaan radiologi menggunakan X-ray, diketahui bahwa benda asing tersebut berada di atas tulang dan tidak menyebabkan kerusakan serius.

“Dari hasil pemeriksaan tidak mengenai tulang. Alhamdulillah aman dan selama perawatan pasien tetap dalam kondisi sadar,” tambahnya.

Saat ini, kondisi korban terus menunjukkan perkembangan positif. Nyeri yang dirasakan mulai berkurang dan korban sudah bisa beraktivitas secara mandiri.

“Kondisi terkini pasien dalam kondisi baik, nyeri sudah jauh berkurang dan sudah mulai bisa duduk serta beraktivitas mandiri,” ujar dr. Yana.

Sementara itu, Kasubsi PIDM Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan bahwa hingga saat ini hasil visum korban masih belum keluar.

“Hasil visum belum keluar, masih dalam proses di RSUD dr. Haryoto Lumajang,” pungkasnya

Mendahului dari Kiri Berujung Maut, Pemotor Tewas Terlindas Truk


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Nasional, Desa Besuk, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) malam. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terlindas truk tronton.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 18.45 WIB dan melibatkan sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi W-6921-NDY dan sebuah truk tronton Hino bernomor polisi H-9161-MG.

Korban diketahui bernama Sosor Manik (60), warga Desa Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Korban meninggal dunia di tempat kejadian akibat luka parah yang dialaminya.

“Kecelakaan mengakibatkan pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian dan langsung dievakuasi ke rumah sakit,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, saat dikonfirmasi.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Vario yang dikendarai korban melaju dari arah selatan, yakni Pasirian menuju arah utara atau Lumajang.

Saat tiba di lokasi kejadian, korban berusaha mendahului kendaraan truk tronton Hino yang dikemudikan oleh Muchamad Sholeh (48), warga Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, yang berjalan searah di depannya.

“Sepeda motor mendahului truk dari sisi kiri. Namun saat mendahului, pengendara kehilangan keseimbangan, terpeleset, dan jatuh ke kolong truk,” jelas Dendy.

Akibat kejadian tersebut, korban terjatuh tepat di bawah kendaraan truk dan kemudian terlindas roda belakang sebelah kiri truk tronton, sehingga menyebabkan korban meninggal dunia di tempat.

“Dugaan sementara, pengendara sepeda motor kurang waspada saat mendahului kendaraan truk tronton,” tambahnya.

Petugas Satlantas Polres Lumajang yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta mengatur arus lalu lintas.

"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, khususnya saat hendak mendahului kendaraan besar, serta selalu memperhatikan kondisi jalan dan situasi lalu lintas demi keselamatan bersama," pungkasnya.



06/02/2026

PUTR Lumajang Fokus Bangun Infrastruktur Jalan, 88 Paket Pekerjaan Digarap Sepanjang 2025

Sekdin PUPR Lumajang Rudy Purbo Wahyono

Lumajang (Onenewsjatim)
– Pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi perhatian utama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lumajang sepanjang tahun 2025. Tercatat, terdapat 88 paket pekerjaan yang dilaksanakan, mencakup peningkatan jalan, pemeliharaan jembatan, pembangunan talut, hingga drainase di berbagai wilayah.

Sekretaris Dinas PUTR Kabupaten Lumajang, Rudy Purbo Wahyono, menyampaikan bahwa dari total 88 paket pekerjaan tersebut, 27 paket dilaksanakan melalui mekanisme tender, sementara 61 paket lainnya melalui pengadaan langsung.

“Paket-paket itu tidak hanya pekerjaan jalan, tapi juga pemeliharaan jembatan, talut, dan pembangunan drainase,” ujar Rudy.

Meski fokus pada pembangunan infrastruktur, Rudy mengakui bahwa realisasi anggaran Dinas PUTR tahun 2025 belum optimal. Dari total anggaran sebesar Rp122 miliar, serapan anggaran hanya mencapai 66,59 persen.

Ia menjelaskan, pada awal 2025 anggaran murni PUTR hanya sebesar Rp80 miliar, kemudian mengalami penambahan dalam APBD Perubahan sehingga total anggaran meningkat signifikan. Namun, pelaksanaan kegiatan terkendala waktu akibat terbitnya Surat Edaran terkait EBITR 122 di awal tahun.

“Akibat surat edaran tersebut, banyak kegiatan baru bisa berjalan setelah APBD Perubahan, efektifnya setelah bulan September. Waktu pelaksanaan yang sangat mepet membuat tidak semua pekerjaan bisa direalisasikan,” jelasnya.

Dalam kondisi tersebut, Dinas PUTR melakukan skala prioritas dengan mengutamakan pekerjaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sementara kegiatan yang dinilai tidak berdampak langsung terpaksa ditinggalkan.

“Kami fokuskan pada pekerjaan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Untuk pekerjaan yang dampaknya tidak langsung, kami tinggalkan,” kata Rudy.

Selain faktor waktu, proyek-proyek dengan nilai anggaran besar juga tidak dilaksanakan karena dinilai berisiko tinggi jika dikerjakan menjelang akhir tahun anggaran.

“Pekerjaan bernilai besar butuh waktu cukup panjang. Kalau dipaksakan di akhir tahun, risikonya terlalu besar,” imbuhnya.

Faktor lain yang memengaruhi serapan anggaran adalah terbitnya Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 16 Tahun 2025 pada sekitar Maret 2025. Aturan tersebut mengharuskan penyesuaian tenaga kontrak yang tidak terdata di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Total ada 78 tenaga kontrak yang terpaksa dirumahkan karena regulasi tersebut. Ini juga berdampak pada pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran,” ungkapnya.

Terkait pembangunan jalan, Rudy menyebut dari 88 paket pekerjaan, terdapat 49 paket peningkatan jalan yang dilaksanakan sepanjang 2025, baik melalui tender maupun pengadaan langsung.

“Namun satu paket tidak selalu satu ruas utuh. Kadang satu ruas panjangnya 5 sampai 6 kilometer, yang dikerjakan hanya 2 atau 2,5 kilometer,” jelasnya.

Hingga akhir 2025, kondisi kemantapan jalan Kabupaten Lumajang tercatat mencapai 76,13 persen, atau sepanjang 830,06 kilometer dari total 496 ruas jalan kabupaten yang menjadi kewenangan daerah.

“Kemantapan jalan ini merupakan akumulasi dari kondisi jalan sesuai umur teknisnya, bukan semata hasil pekerjaan tahun 2025 saja,” pungkas Rudy. (Imam)

Dukung Arahan Presiden, TNI-Polri dan Pemda Gelar Karya Bakti di Pantai Watu Pecak


Lumajang (Onenewsjatim)
– Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 terkait Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah), TNI-Polri bersama Pemerintah Daerah, masyarakat, dan pelajar menggelar aksi kerja bakti massal di kawasan wisata Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jumat pagi (6/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kolaboratif lintas sektor dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki potensi besar di bidang pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, menegaskan bahwa persoalan sampah di kawasan pantai tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat secara berkelanjutan.

“Lingkungan yang bersih berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat. Selain itu, kebersihan pantai juga menjadi modal penting untuk mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Mayor Tanuri di sela kegiatan.

Ia menambahkan, kawasan wisata yang terjaga kebersihannya akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir, mulai dari jasa wisata, usaha kuliner, hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

“Dengan menjaga lingkungan, masyarakat sebenarnya sedang berinvestasi untuk masa depan sosial dan ekonomi mereka sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Kasubsi PIDM Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, S.H., menyampaikan bahwa karya bakti tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan implementasi konkret kebijakan pemerintah pusat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa kebersihan adalah tanggung jawab kolektif. Lingkungan yang bersih merupakan cerminan etika bangsa yang maju,” tegas Ipda Suprapto.

Melalui kegiatan karya bakti terpadu ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai secara konsisten, bukan hanya pada momen tertentu. Sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar pembangunan lingkungan, kesehatan, dan ekonomi dapat berjalan beriringan dan berkelanjutan.(Imam0

Sinergi Babinsa, Dinas Pengairan, dan Warga Bersihkan Sungai Repeh di Tekung


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan kebersihan sungai, Babinsa Tekung Koramil 0821-15/Tekung. Babinsa Tekung, Serda Aris Purwanto, bersama Dinas Pengairan Kecamatan Tekung dan warga melaksanakan kegiatan kerja bakti rutin pembersihan Sungai Repeh yang berlokasi di Dusun Magersari, Desa Tekung, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026).

Kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan aliran sungai dari sampah, endapan lumpur, sampah dan ranting pohon yang berpotensi menghambat aliran air, terutama saat intensitas hujan tinggi. 

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi penggerak sekaligus motivator agar warga terus memiliki kesadaran menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

saat dikonfirmasi Serda Aris Purwanto menyampaikan bahwa kerja bakti ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial Babinsa dalam mendukung upaya pemerintah daerah menjaga fungsi sungai tetap optimal.

“Kerja bakti ini tidak hanya untuk membersihkan sungai, tetapi juga mempererat kebersamaan dan menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan demi keselamatan bersama,” ujar dia.

Sementara itu. Kepala Dinas Pengairan Kecamatan Tekung, Rakim, menerangkan bahwa kegiatan kerja bakti pembersihan sungai merupakan agenda rutin yang terus dilaksanakan sebagai langkah preventif menjaga fungsi aliran sungai. 

Menurutnya, kebersihan sungai harus dijaga secara berkelanjutan agar tidak terjadi pendangkalan maupun penyumbatan yang dapat memicu banjir.

“Pembersihan sungai ini kami lakukan secara rutin dengan melibatkan Babinsa dan masyarakat setempat. Dengan kerja sama seperti ini, kondisi sungai tetap terjaga, aliran air lancar, dan risiko banjir dapat diminimalkan,” jelas Rakim.

Ditempat yang sama Kepala Dusun Magersari, Waqik, dalam keterangannya menghimbau seluruh masyarakat agar terus menjaga kebersihan Sungai Repeh sebagai tanggung jawab bersama. Ia menegaskan bahwa sungai memiliki peran penting bagi kehidupan warga, sehingga kebersihannya harus dirawat secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan kerja bakti ini, kami mengajak seluruh warga Dusun Magersari untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai dan ikut menjaga kebersihannya. Sungai yang bersih akan memberikan manfaat besar, baik untuk pertanian maupun untuk mencegah terjadinya banjir,” ujar Waqik.

Dengan kerja bakti yang dilakukan, berharap kesadaran masyarakat dapat terus meningkat, tidak hanya saat kegiatan kerja bakti berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kepedulian bersama, lingkungan yang bersih dan sehat dapat terwujud serta memberikan kenyamanan bagi seluruh warga. (Pendim0821)

Karya Bhakti Kodim 0821 Lumajang Bersihkan Pantai Watu Pecak, Dukung Gerakan ASRI Presiden


Lumajang, (Onenewsjatim) 
– Forkopimda Kabupaten Lumajang bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menggelar kegiatan Karya Bhakti terpadu pembersihan sampah laut di kawasan wisata Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Presiden Republik Indonesia, Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Karya Bhakti yang dipimpin Kasdim 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri tersebut melibatkan sekitar 750 peserta dari berbagai unsur, mulai personel TNI-Polri, ASN pemerintah daerah, hingga elemen masyarakat setempat.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergitas lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan kawasan wisata. Selain bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan, Karya Bhakti ini juga memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Mayor Inf Tanuri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembersihan sampah di Pantai Watu Pecak. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

“Ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang menjadi aset wisata dan kebanggaan Kabupaten Lumajang,” ujar Mayor Inf Tanuri.

Menurutnya, kegiatan Karya Bhakti tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap alam. 

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi contoh dan memotivasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami mengajak seluruh peserta melaksanakan kegiatan dengan penuh tanggung jawab serta tetap mengutamakan faktor keamanan. Semoga apa yang kita lakukan hari ini memberi manfaat bagi lingkungan dan generasi mendatang,” imbuhnya.

Pembersihan difokuskan di sepanjang garis pantai Pantai Watu Pecak, sekaligus disertai edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan laut dan pesisir. 

"Diharapkan, kawasan wisata Pantai Watu Pecak semakin bersih, nyaman, dan menarik bagi wisatawan, serta menjadi contoh kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup," pungkasnya (Pendim 0821)


05/02/2026

Babinsa, Polsek, dan Pemdes Sukorejo Gotong Royong Bersihkan Sungai Gogosan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud nyata sinergitas Tiga Pilar bersama warga, Babinsa Sukorejo Koramil 0821-13/Kunir Serma Juni Riwayanto bersama Polsek Kunir dan Pemerintah Desa Sukorejo melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan aliran Sungai Gogosan sepanjang kurang lebih 700 meter, yang berlokasi di Dusun Gogosan RW 002, Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis (5/2/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Sukorejo Aipda Ahmad Jainuri, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Fokus utama kegiatan adalah membersihkan sampah dan material yang menghambat aliran sungai, guna mencegah terjadinya banjir serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Babinsa Sukorejo Serma Juni Riwayanto menyampaikan bahwa kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus sarana mempererat kemanunggalan TNI, Polri, dan rakyat.

“Melalui kegiatan gotong royong seperti ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya aliran sungai yang sangat vital bagi kehidupan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukorejo Sismi Wahidah mengapresiasi peran aktif Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang selalu hadir dan mendukung setiap kegiatan kemasyarakatan di wilayahnya.

“Kami sangat berterima kasih atas sinergi Tiga Pilar. Kerja bakti ini tidak hanya membersihkan sungai, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian warga terhadap lingkungan,” tutur Sismi Wahidah.

Hal senada disampaikan Bhabinkamtibmas Desa Sukorejo Aipda Ahmad Jainuri yang menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan nyaman.

“Dengan kebersamaan TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat, permasalahan lingkungan dapat diatasi secara gotong royong,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan aliran Sungai Gogosan kembali bersih dan lancar serta mampu mengurangi potensi banjir saat musim hujan, sekaligus menjadi contoh positif bagi desa lain dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. (Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved