-->

08/08/2026

Tolak Diajak Rujuk, Perempuan di Lumajang Ditusuk Suami di Depan Anak


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Seorang perempuan berinisial PW (25), warga Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya sendiri, Sukriyadi (27).

Ironisnya, aksi kekerasan tersebut terjadi di hadapan anak mereka yang masih berusia 7 tahun.

Peristiwa itu terjadi saat proses perceraian pasangan tersebut masih bergulir di Pengadilan Agama (PA) Lumajang.

Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (5/8/2026), ketika korban dalam perjalanan pulang ke rumah orang tuanya setelah menjemput anaknya dari sekolah.

“Korban menjemput anaknya yang berusia 7 tahun dan bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) menggunakan sepeda listrik. Setelah itu korban bersama anaknya pulang ke rumah orang tuanya di Dusun Bubur, RT 30 RW 008, Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono,” kata Suprapto, Sabtu (8/8/2026).

Dalam perjalanan, korban tiba-tiba dihadang oleh suaminya yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna merah.

Menurut Suprapto, keduanya kemudian terlibat perdebatan di pinggir jalan. Diduga karena emosi, pelaku kemudian menyerang korban menggunakan senjata tajam.

“Terjadi debat dan cekcok di pinggir jalan. Kemudian terlapor emosi dan menusuk perut istrinya menggunakan pisau tepat di depan anak mereka,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, pelaku juga melukai bagian leher kanan korban hingga korban terjatuh dari sepeda listrik yang dikendarainya.

“Lalu terlapor menggorok leher sebelah kanan pelapor hingga pelapor terjatuh dari sepeda motor listrik,” ungkap Suprapto.

Usai melakukan aksinya, pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian dengan mengendarai sepeda motornya ke arah selatan.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Polres Lumajang juga telah mengamankan sejumlah barang bukti terkait kasus tersebut.

“Barang bukti yang telah diamankan di antaranya satu lembar surat visum korban serta sebilah senjata tajam jenis pisau,” kata Suprapto.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga aksi kekerasan tersebut dipicu persoalan rumah tangga. Pelaku diduga mengajak korban untuk kembali rujuk, namun ajakan tersebut ditolak.

“Motifnya karena korban diajak balikan tidak mau. Kabarnya, perceraian mereka sudah disidangkan di pengadilan, cuma belum dibacakan vonis,” pungkasnya.

Bangun Karakter Siswa, Babinsa Kutorenon Berikan Pelatihan PBB di SDN Kutorenon 3


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya membentuk karakter disiplin dan menumbuhkan semangat kebersamaan sejak usia dini terus dilakukan Babinsa Kutorenon Koramil 0821-02/Sukodono. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada siswa SDN Kutorenon 3, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Serma Dhuri Ari Siswanto mengatakan, pelatihan PBB tidak hanya bertujuan mengajarkan teknik baris-berbaris, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi para siswa. 

Melalui latihan yang dilakukan secara rutin dan terarah, siswa diharapkan mampu menerapkan nilai disiplin, tanggung jawab, kekompakan, serta kepatuhan terhadap aturan dalam kehidupan sehari-hari.

"PBB merupakan salah satu sarana untuk melatih kedisiplinan dan kekompakan siswa. Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak dapat belajar menghargai waktu, menaati aturan, bertanggung jawab terhadap tugas, serta mampu bekerja sama dengan teman-temannya," ujar dia.

Menurutnya, usia sekolah dasar merupakan masa yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai positif. Karena itu, Babinsa berupaya hadir memberikan pembinaan yang bersifat edukatif dan menyenangkan sehingga materi yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh para siswa.

Sementara itu, Kepala SDN Kutorenon 3, Dra. Mimin Praptiwahyuningsih, menyambut baik kegiatan pelatihan PBB yang diberikan Babinsa. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif bagi siswa karena mereka mendapatkan pembelajaran langsung mengenai kedisiplinan dan kekompakan.

"Kami sangat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang telah memberikan pelatihan PBB kepada siswa. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dalam mendukung pembentukan karakter anak, terutama dalam hal disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan," ungkapnya.

Ia berharap sinergi antara pihak sekolah dengan Babinsa dapat terus terjalin melalui berbagai kegiatan pembinaan lainnya yang dapat mendukung perkembangan karakter dan wawasan para siswa.

Kegiatan pelatihan PBB tersebut berlangsung dengan penuh semangat. Para siswa mengikuti setiap gerakan yang dicontohkan dengan antusias, sementara Babinsa memberikan koreksi dan arahan agar setiap gerakan dapat dilakukan dengan benar dan seragam.

Melalui kegiatan tersebut, Babinsa Kutorenon turut berperan dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter disiplin, percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu menjaga kekompakan dalam kehidupan bermasyarakat. (Pendim0821)

Karhutla di Gunung Jantur TNBTS Lumajang Dipadamkan Babinsa dan Tim Gabungan


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Gunung Jantur, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026).

Kebakaran tersebut ditangani secara bersama oleh Babinsa Argosari Koramil 0821-03/Senduro, Forkopimcam Senduro, dan relawan.

Babinsa Argosari Sertu Edi Kuswanto turut terjun langsung mendampingi tim gabungan dalam upaya memadamkan api.

Sekitar 15 orang dari unsur gabungan dilibatkan dalam proses pemadaman di kawasan pegunungan tersebut.

Padamkan titik api

Setibanya di lokasi, personel gabungan langsung bergerak menuju sejumlah titik yang masih ditemukan api.

Mereka melakukan pemadaman secara bersama-sama untuk mencegah api menjalar dan meluas ke area hutan lainnya.

"Kami bersama Forkopimcam dan relawan bergerak cepat untuk melakukan pemadaman secara bersama-sama. Penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak agar api tidak semakin meluas dan dapat segera dikendalikan," kata Sertu Edi Kuswanto.

Menurut Edi, kondisi medan di kawasan Gunung Jantur menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman.

Selain berada di wilayah pegunungan, kawasan tersebut memiliki vegetasi yang cukup rapat sehingga personel harus meningkatkan kewaspadaan selama berada di lokasi.

Meski demikian, tim gabungan tetap melakukan pemadaman dengan mengutamakan kekompakan dan keselamatan personel.

Cegah api meluas

Edi mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah binaannya.

"Kegiatan pemadaman ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian kawasan TNBTS. Dengan bergerak cepat dan bersinergi, tim gabungan berupaya mencegah api meluas serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan," ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan tindakan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga kesiapsiagaan dan kepedulian seluruh pihak untuk mencegah munculnya titik api baru.

Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan diimbau ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran.

"Kami berharap kesiapsiagaan dan sinergi seperti ini terus dilakukan. Kawasan hutan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga agar tetap lestari," pungkasnya.

Penanganan karhutla di kawasan TNBTS tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara aparat kewilayahan, pemerintah kecamatan dan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran. (Pendim 0821)


Hemat Rp464 Juta Sebulan, Pemkab Lumajang Pertahankan WFH ASN Setiap Jumat


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memastikan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) tetap dilanjutkan.

Kebijakan bekerja dari rumah tersebut diberlakukan satu hari dalam sepekan, yakni setiap Jumat. Namun, penerapannya tidak berlaku bagi perangkat daerah yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Bupati Lumajang mengatakan, kelanjutan WFH tersebut sejalan dengan arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang memperpanjang kebijakan hingga September 2026.

Menurut Indah, selain mengikuti kebijakan pemerintah pusat, penerapan WFH memberikan dampak positif terhadap efisiensi anggaran pemerintah daerah.

Ia menyebut, Pemkab Lumajang mampu menghemat biaya operasional hingga sekitar Rp 464 juta per bulan selama kebijakan tersebut diterapkan.

"Kita akan melanjutkan kebijakan WFH setiap Jumat, selain karena arahan Kemendagri, kebijakan ini juga membuat penghematan anggaran yang signifikan," kata Indah melalui sambungan telepon, Kamis (6/8/2026).

Biaya operasional kantor ikut ditekan

Indah menjelaskan, penghematan tersebut berasal dari sejumlah komponen belanja operasional yang ikut berkurang ketika sebagian ASN bekerja dari rumah.

Di antaranya penggunaan listrik dan air, perjalanan dinas, hingga belanja lembur yang dibayarkan kepada pegawai.

Dengan demikian, menurut dia, WFH tidak semata-mata berkaitan dengan pola kerja ASN, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah melakukan efisiensi penggunaan anggaran.

"Penghematannya dari listrik, air, perjalanan dinas sampai belanja lembur," ujarnya.

Meski menerapkan WFH satu hari dalam sepekan, Indah memastikan kebijakan tersebut tidak berdampak terhadap kinerja ASN di lingkungan Pemkab Lumajang.

Ia mengatakan, sejauh ini tidak ditemukan penurunan performa pegawai selama WFH diterapkan.

ASN tetap dituntut bekerja maksimal

Bupati perempuan tersebut tetap meminta seluruh ASN menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal, meskipun sebagian pekerjaan dilakukan dari rumah.

Menurut Indah, fleksibilitas pola kerja tidak boleh menjadi alasan bagi ASN untuk mengurangi kualitas maupun produktivitas dalam menjalankan pelayanan pemerintahan.

"Penurunan performa pegawai ASN tidak ada, selama ini tidak ada kendala, mereka bekerja dengan baik tapi tetap perlu untuk lebih ditingkatkan," katanya.

Indah menegaskan, WFH hanya ditujukan bagi organisasi perangkat daerah (OPD) yang pekerjaannya tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat.

Sementara OPD yang memiliki fungsi pelayanan publik tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.

Disdukcapil, sekolah dan puskesmas tidak WFH

Sejumlah layanan yang dikecualikan dari kebijakan WFH antara lain Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), sekolah, serta fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas.

Pertimbangannya, keberadaan petugas pada sektor tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

"Untuk yang sifatnya pelayanan seperti capil, sekolah, puskesmas, tidak ada WFH. Kalau itu urusannya administrasi kantor bisa WFH," pungkas Indah.

Cegah Kecelakaan, Satlantas Polres Lumajang Periksa Kelaikan Bus di Terminal Menak Koncar


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang menggelar pemeriksaan kelaikan kendaraan ramp check terhadap armada bus angkutan umum di Terminal Menak Koncar, Desa Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (7/8/2026).

Langkah tersebut diambil sebagai upaya preventif untuk memastikan seluruh kendaraan angkutan penumpang memenuhi standar keselamatan teknis sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Dalam pelaksanaannya, personel Unit Kamsel Satlantas Polres Lumajang berkolaborasi dengan UPT P3 LLAJ Jember-Lumajang serta Tim Penguji Kendaraan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang.

Satu per satu armada bus yang masuk dan beroperasi di area terminal dihentikan oleh petugas untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh, baik dari aspek teknis maupun kelengkapan administrasi.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Yulian Putra Prasviawan mengatakan, pemeriksaan kelaikan ini berfokus pada komponen vital kendaraan yang berkaitan langsung dengan keselamatan berkendara.

"Ramp check kami laksanakan untuk memastikan bus yang beroperasi dalam kondisi laik jalan sehingga dapat memberikan jaminan keselamatan bagi pengemudi maupun penumpang. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya menciptakan Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif," ujar Yulian saat dikonfirmasi, Jumat.

Pemeriksaan Komponen Vital dan Kelengkapan Dokumen

Di lokasi kegiatan, petugas gabungan memeriksa berbagai komponen teknis kendaraan, mulai dari efektivitas sistem pengereman, kelaikan ban, fungsi lampu penerangan, kondisi wiper  hingga kejelasan klakson.

Selain pengecekan fisik kendaraan, petugas juga memeriksa kelengkapan administrasi para sopir dan kendaraan, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), izin trayek, dan bukti lulus uji berkala (KIR).

Usai pemeriksaan teknis selesai, personel di lapangan turut membagikan brosur imbauan keselamatan lalu lintas kepada para pengemudi dan awak bus.

AKP Yulian pun meminta para pengusaha jasa angkutan maupun sopir bus untuk tidak mengabaikan perawatan rutin armada demi keselamatan bersama.

"Kami berharap seluruh operator angkutan umum selalu memperhatikan kondisi armadanya. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar," tegasnya. (Mam) 

07/08/2026

Karhutla TNBTS Meluas, Api Masuk Blok Jantur Dekati Kawasan Wisata B29 Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) masih terus meluas. 

Titik api kini dilaporkan telah memasuki Blok Jantur yang mengarah ke kawasan wisata B29 di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang memastikan kobaran api masih berada di wilayah perbatasan dan belum mengancam permukiman warga.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan hingga Jumat (7/8/2026), jarak titik api menuju wilayah permukiman di Kabupaten Lumajang masih sekitar empat kilometer.

"Titik api per hari ini masih terlihat di perbatasan memasuki Blok Jantur dan masih sekitar empat kilometer untuk sampai ke wilayah Lumajang," kata Isnugroho, Jumat.

Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, BPBD Lumajang telah mengerahkan satu regu Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi guna melakukan pemantauan sekaligus mendukung upaya pengendalian api.

Selain melakukan monitoring, petugas gabungan juga membuat sekat bakar di wilayah perbatasan sebagai langkah mencegah api merembet ke kawasan wisata B29, lahan pertanian, maupun permukiman warga.

"Di wilayah perbatasan kami membuat sekat bakar agar api tidak menjalar ke lahan pertanian dan permukiman warga. Semoga hari ini penanganan oleh tim gabungan dapat membuahkan hasil," ujar Isnugroho.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, luas area hutan yang terbakar di kawasan TNBTS diperkirakan telah mencapai sekitar 125 hektare. Hingga kini, kebakaran masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Lumajang, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Probolinggo, Balai Besar TNBTS, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Ngadas. 

Petugas memanfaatkan pembuatan sekat bakar dan pemadaman langsung di titik-titik api sebagai strategi untuk menahan laju kebakaran agar tidak meluas ke wilayah yang lebih berisiko.

BPBD Lumajang juga terus memantau perkembangan kebakaran dan mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan hutan dan jalur menuju B29, untuk tetap waspada serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api baru.

"Petugas terus bersiaga dan berupaya melokalisasi titik api agar tidak makin meluas mendekati destinasi wisata Puncak B29 dan wilayah permukiman terdekat," Pungkasnya

Kebakaran TNBTS Capai 127 Hektare, Api Merambah Tiga Kabupaten


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Hingga Kamis (7/8/2026), luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 127 hektare dan telah meliputi tiga kabupaten, yakni Probolinggo, Malang, dan Lumajang.

Kobaran api yang semula terpantau dari kawasan Blok Bantengan, Kabupaten Lumajang, kini terus merambat ke arah Kabupaten Probolinggo. 

Bahkan, titik api juga dilaporkan bergerak menuju kawasan Jemplang di Kabupaten Malang serta mendekati kawasan wisata B-29 di Kabupaten Lumajang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan kondisi di lapangan masih cukup dinamis. Angin yang bertiup kencang membuat api dengan cepat menjalar ke kawasan sabana dan lereng-lereng perbukitan.

"Informasi tadi malam luas yang terbakar sekitar 127 hektare. Kalau hari ini kemungkinan bertambah karena api masih terus bergerak. Saat ini kebakaran sudah meliputi tiga kabupaten," kata Oemar, Kamis.

Menurutnya, proses pemadaman masih dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD kabupaten, BPBD Provinsi Jawa Timur, Balai Besar TNBTS, BNPB, TNI, Polri, serta berbagai unsur relawan.

Di darat, petugas melakukan pemadaman secara manual menggunakan alat pemukul api atau gebyok. Selain itu, BPBD Jawa Timur juga mengerahkan drone penyemprot untuk membantu menjangkau titik-titik api yang sulit diakses.

"Kami memadamkan menggunakan gebyok dan drone bantuan dari BPBD Jawa Timur. Kami juga dibantu mobil pemadam kebakaran milik TNBTS serta truk tangki air dari BPBD Jawa Timur," ujarnya.

Oemar menambahkan, operasi pemadaman akan semakin diperkuat dengan dukungan jalur udara. BNPB bersama BPBD Provinsi Jawa Timur dijadwalkan mengerahkan helikopter untuk melakukan water bombing guna mempercepat pengendalian api di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Insya Allah hari ini ada helikopter water bombing dari BNPB dan BPBD Provinsi. Sementara di bawah tetap dilakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan yang ada serta dukungan mobil damkar dan tangki air," katanya.

Meski upaya pemadaman terus dilakukan, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih belum dapat dipastikan. Oemar menegaskan, penyelidikan mengenai asal mula munculnya api masih menunggu hasil kajian dari pihak berwenang.

"Secara resmi kami belum mengetahui penyebab kebakaran ini. Bisa saja dipengaruhi cuaca ekstrem, tetapi untuk penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan," ucapnya.

Petugas gabungan hingga kini masih bersiaga di sejumlah titik untuk mencegah api meluas ke kawasan konservasi maupun wilayah yang berdekatan dengan destinasi wisata di sekitar TNBTS. (Mam) 

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved