-->

17/09/2026

Truk Sembako Diduga Rem Blong Tabrak Hajatan di Gucialit, 1 Orang Meninggal


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Suasana hajatan pernikahan warga di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah sebuah truk bermuatan sembako menabrak sejumlah kendaraan dan benda di sekitar lokasi, Kamis (17/9/2026) sore.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Truk bernopol N 8187 YH itu diduga mengalami rem blong saat melaju dari arah barat menuju timur di jalan yang kondisi jalannya menurun.

Truk kemudian melaju tidak terkendali hingga menyerempet kendaraan yang berada di sekitar lokasi hajatan.

Berdasarkan keterangan di lapangan, kendaraan tersebut selanjutnya menabrak warung, mobil pikap, hingga sejumlah sepeda motor milik tamu undangan yang diparkir di pinggir jalan.

Sedikitnya enam sepeda motor yang terparkir di depan terop hajatan mengalami kerusakan. Truk baru berhenti setelah menabrak perangkat sound system yang berada di area hajatan.

Bagian depan truk terlihat ringsek akibat benturan. Sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan.

Bambang, anggota keluarga pemilik hajatan, mengatakan sebelum kecelakaan terjadi, truk melaju dengan kecepatan cukup tinggi dari arah barat.

Menurut dia, warga kemudian melihat truk tersebut oleng dan tidak terkendali sebelum akhirnya menabrak sejumlah benda dan kendaraan di sekitar lokasi hajatan.

"Kata orang-orang remnya blong. Setelah itu oleng, terus nabrak warung dan pikap yang parkir," kata Bambang saat ditemui di lokasi.

Truk kemudian menyerempet kendaraan lain yang berada di sekitar jalan sebelum menghantam sepeda motor milik tamu undangan yang diparkir di pinggir jalan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang AKP Bayu Pratama Sudirno membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

Bayu mengatakan, kecelakaan itu melibatkan satu truk dan sejumlah kendaraan lain. Berdasarkan pendataan awal, terdapat delapan kendaraan yang terlibat, terdiri dari truk, satu mobil pikap, dan sejumlah sepeda motor.

"Ini diduga rem blong. Berdasarkan keterangan saksi, truk melaju dari arah barat ke timur, kemudian menyerempet L300, menabrak warung, pikap, hingga enam sepeda motor. Truk baru berhenti setelah menabrak sound system," ujar Bayu.

Dalam kecelakaan tersebut, sebanyak delapan orang menjadi korban. Satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, sedangkan enam korban lainnya mengalami luka ringan.

Para korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis.

Bayu menegaskan, korban kecelakaan rata-rata merupakan tamu hajatan yang berada di sekitar lokasi. Korban meninggal dunia juga merupakan tamu yang datang ke acara pernikahan tersebut.

"Yang meninggal dunia ini yang ditabrak, tamu juga dari yang punya hajatan," katanya.

Menurut Bayu, polisi langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan kecelakaan. Petugas mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mendata korban dan kendaraan yang terlibat, serta mengamankan truk.

"Upaya dari kami, yang pertama melaksanakan olah TKP, datang ke tempat kejadian, mendata korban. Yang kedua, kami mengamankan truk yang terlibat kecelakaan," ujar Bayu.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan yang menjadi korban tabrakan tampak mengalami kerusakan. Sementara bagian depan truk mengalami ringsek setelah menghantam sound system di area hajatan.

Upacara 17-an Kodim 0821 Lumajang, Kasdim Tanuri Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kodim 0821/Lumajang menggelar Upacara Bendera 17-an di halaman Makodim 0821/Lumajang, Jalan Alun-alun Utara Nomor 09, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Kamis (17/9/2026).

Upacara tersebut diikuti prajurit TNI dan aparatur sipil negara (ASN) Kodim 0821/Lumajang. Kegiatan menjadi bagian dari pembinaan disiplin sekaligus penguatan kesiapan personel dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri membacakan amanat Pangdam V/Brawijaya.

Dalam amanat tersebut, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan PNS jajaran Kodam V/Brawijaya atas dedikasi dan loyalitas dalam menjalankan tugas, termasuk mendukung berbagai kegiatan kenegaraan di wilayah Jawa Timur.

Mayor Inf Tanuri mengatakan, Upacara Bendera 17-an tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan rutin atau seremonial.

Menurutnya, upacara menjadi momentum untuk memperkuat nasionalisme, disiplin, loyalitas dan tanggung jawab sebagai prajurit maupun ASN.

“Upacara ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa tugas sebagai prajurit dan ASN bukan hanya menjalankan rutinitas kedinasan, tetapi juga memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Tanuri.

Diminta Waspadai Potensi Bencana

Tanuri menuturkan, salah satu penekanan dalam amanat Pangdam adalah peningkatan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi wilayah dan potensi bencana.

Musim kemarau berkepanjangan dan fenomena El Nino berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, terganggunya produksi pertanian hingga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Selain itu, Jawa Timur juga memiliki potensi bencana hidrometeorologi maupun geologi, termasuk gempa bumi dan erupsi gunung api.

Karena itu, jajaran Kodam V/Brawijaya, termasuk Kodim 0821/Lumajang, diminta memperkuat kemampuan deteksi dini dan cegah dini.

Koordinasi dengan pemerintah daerah, Polri, BPBD serta unsur terkait juga perlu terus ditingkatkan.

“Karena itu, kesiapsiagaan, kedisiplinan dan kemampuan bekerja sama harus terus kita tingkatkan,” ujar Tanuri.

Menurutnya, pola deteksi dini, cegah dini, temu cepat dan lapor cepat menjadi bagian penting dalam menghadapi setiap perkembangan situasi di wilayah.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan ketika terjadi gangguan keamanan maupun bencana, sekaligus meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat.

Penekanan Akhir Tahun Anggaran

Selain kesiapsiagaan bencana, Pangdam V/Brawijaya juga memberikan sejumlah penekanan terkait pelaksanaan tugas menjelang akhir Tahun Anggaran 2026.

Satuan diminta meningkatkan tertib administrasi, transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program kerja serta penggunaan anggaran.

Kesiapan menghadapi Audit Kinerja Itjenad juga menjadi perhatian. Termasuk melakukan verifikasi penyaluran tunjangan kinerja, meningkatkan pengawasan penggunaan listrik dan air, serta memperhatikan kesehatan dan keselamatan personel.

Kesiapsiagaan satuan juga harus dijaga melalui apel pemeriksaan secara rutin.

Di bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, jajaran Kodam V/Brawijaya diminta mempercepat pelaksanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta mengoptimalkan program ketahanan pangan.

Termasuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Merah Putih dan melaksanakan TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 secara terpadu serta lintas sektoral.

Tanuri menegaskan, seluruh arahan tersebut harus menjadi pedoman bagi prajurit dan ASN Kodim 0821/Lumajang dalam menjalankan tugas.

“Prajurit dan ASN Kodim 0821 harus senantiasa siap, disiplin, peduli terhadap kondisi wilayah, serta mampu bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, setiap pelaksanaan tugas harus diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Orientasinya adalah bagaimana setiap tugas yang kita laksanakan memberikan manfaat nyata dan memperkuat kehadiran TNI di tengah rakyat,” pungkasnya. (Pendim 0821)

Karya Jurnalistik TMMD Kodim 0821 Lumajang Raih Juara III Nasional


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Karya jurnalistik yang mengangkat pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0821/Lumajang berhasil meraih Juara III tingkat nasional kategori media cetak.

Karya tersebut merupakan liputan wartawan Harian Bangsa, Dadang Dwi Tanto, mengenai pelaksanaan TMMD di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diterima Dadang Dwi Tanto bersama Komandan Kodim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., dalam Rapat Koordinasi TMMD ke-130 TA 2026 di Mabes AD, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Penghargaan diserahkan oleh Waaster Kasad Bidang Binter Brigjen TNI Boemi Ario Bimo, S.E.

Karya jurnalistik tersebut mengangkat sejumlah aktivitas selama pelaksanaan TMMD di Lumajang. Di antaranya pembangunan infrastruktur, keterlibatan masyarakat, hingga semangat gotong royong antara TNI dan warga.

Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara jajaran TNI dan insan pers yang terlibat dalam mengawal kegiatan TMMD.

“Alhamdulillah, Kodim 0821 Lumajang mendapatkan Juara III karya jurnalistik kategori media cetak. Ini bukan hasil kerja kami sendiri, tetapi juga berkat teman-teman wartawan yang bersama-sama berjuang dan mengawal kegiatan di lapangan,” kata Anton.

Menurut dia, keberadaan wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai informasi mengenai pelaksanaan TMMD kepada masyarakat.

Pemberitaan yang dihasilkan juga menjadi bagian dari dokumentasi kegiatan pembangunan serta interaksi antara prajurit TNI dan masyarakat selama program berlangsung.

Sementara itu, Dadang Dwi Tanto mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan tetap menjunjung tinggi integritas.

“Juara III ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya, menjaga integritas jurnalistik, dan menghadirkan informasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dadang.

Dadang juga menyampaikan terima kasih kepada TNI AD, Satgas TMMD, pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai pihak yang telah mendukung proses peliputan hingga karya tersebut berhasil meraih penghargaan tingkat nasional.

Ia berharap sinergi antara TNI, pers, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam mengawal berbagai program pembangunan dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi catatan bagi Kodim 0821/Lumajang dalam pelaksanaan TMMD ke-130 TA 2026, khususnya dalam membangun kolaborasi dengan media untuk menyampaikan berbagai kegiatan kepada publik.

(Pendim 0821)

Tertabrak KA Ijen Ekspres, Fortuner Terseret hingga Ringsek di Perlintasan Jember


Jember, (Onenewsjatim)
– Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan raya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 12.05 WIB.

Sebuah Toyota Fortuner tertabrak Kereta Api (KA) 239F Ijen Ekspres relasi Malang–Ketapang di petak jalan Tanggul (TGL)–Bangsalsari (BSS), tepatnya di Km 173+060.

Akibat kejadian tersebut, mobil Toyota Fortuner mengalami kerusakan parah. Pengemudinya, Yusril Nur Ibnu, warga Desa Mundurejo, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan kecelakaan bermula ketika mobil tersebut melaju dari arah selatan dan hendak melewati perlintasan sebidang.

“Pengendara diduga tidak menaati rambu lalu lintas dengan berhenti sejenak ketika hendak melalui perlintasan sebidang,” kata Cahyo.

Pada saat bersamaan, KA Ijen Ekspres melaju dari arah barat menuju timur. Masinis KA 239F sebelumnya telah memberikan semboyan 35 atau isyarat peringatan secara berulang kali.

Namun, karena jarak antara kereta dan kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindarkan.

Benturan keras menyebabkan mobil mengalami kerusakan parah dan terseret dari titik awal kejadian. Peristiwa tersebut juga sempat direkam oleh warga menggunakan kamera telepon seluler.

Setelah kejadian, KA Ijen Ekspres berhenti luar biasa untuk menjalani pemeriksaan sarana. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi lokomotif dan rangkaian kereta tetap aman.

“Pada pukul 12.19 WIB kereta dinyatakan aman dan kembali melanjutkan perjalanan dari lokasi kejadian. Seluruh petugas kereta api dan penumpang dalam kondisi selamat,” ujar Cahyo.

Cahyo menyebut insiden tersebut menyebabkan perjalanan KA Ijen Ekspres mengalami keterlambatan selama 46 menit. Selain itu, terdapat kerusakan pada bagian lampu kabut lokomotif.

Meski demikian, perjalanan kereta api di lintas tersebut kembali berjalan normal dan aman.

KAI Daop 9 Jember menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi perlintasan sebidang, terutama perlintasan yang tidak dijaga.

Cahyo mengatakan keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan sinergi antara masyarakat dan pemangku kepentingan terkait untuk memitigasi risiko kecelakaan.

“Kami mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak bersikap abai saat melintasi perlintasan sebidang. Selalu berhenti sejenak ketika hendak melewati perlintasan sebidang,” katanya.

Menurut dia, pengguna jalan tidak boleh mengambil risiko dengan menerobos atau mengabaikan keberadaan kereta api yang akan melintas.

“Jangan mempertaruhkan nyawa hanya karena terburu-buru. Kereta api tidak dapat berhenti mendadak dan memiliki jarak pengereman yang panjang. Disiplin dan kepatuhan pengguna jalan menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya kejadian serupa,” ujar Cahyo.

KAI Daop 9 Jember kembali mengingatkan masyarakat mengenai kewajiban pengguna jalan saat melintasi perlintasan sebidang.

Berdasarkan Pasal 124 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Ketentuan serupa juga ditegaskan dalam Pasal 114 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

KAI mengimbau pengendara untuk berhenti ketika akan melewati perlintasan, memastikan kondisi aman, serta tidak memaksakan diri melintas ketika kereta api sudah mendekat. (Imam) 

Pria di Tempursari Lumajang Dibacok Teman Pakai Celurit, Pelaku Kabur


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Seorang pria bernama Fendik (43), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, menjadi korban pembacokan menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Fendik dibacok oleh YKS (41), warga Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari. Keduanya diketahui merupakan teman sesama sopir truk pengangkut tebu.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban berada di sebuah warung kopi di wilayah Desa Tempursari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, kejadian bermula ketika YKS datang ke warung kopi tersebut dengan mengendarai sepeda motor bersama seorang temannya berinisial AR.

Sesampainya di lokasi, YKS melihat korban yang sedang berada di warung kopi.

"Setelah turun dari sepeda motor dan mengetahui ada korban, pelaku langsung mengambil sabit yang dibawanya di dalam jok sepeda motornya," kata Suprapto.

Tanpa banyak bicara, YKS kemudian membacok Fendik menggunakan celurit. Bacokan tersebut mengenai bagian kepala sebelah kiri, tepatnya di atas telinga.

"Pelaku langsung membacok korban sebanyak satu kali hingga mengenai kepala sebelah kiri di atas telinga," ujarnya.

Melihat kejadian tersebut, AR yang datang bersama YKS berusaha melerai. Upaya itu membuat aksi penganiayaan tidak berlanjut.

Setelah melakukan pembacokan, YKS langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Hingga kini, polisi masih melakukan upaya pencarian terhadap terduga pelaku.

Sementara itu, Kapolsek Tempursari Iptu Sukirno mengatakan, polisi belum mengetahui motif pembacokan tersebut.

Menurutnya, korban belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan di RSUD dr Haryoto Lumajang.

"Kita belum bisa menentukan motif, karena korban belum bisa dimintai keterangan. Sedangkan yang diduga pelaku juga melarikan diri," kata Sukirno.

Sukirno menambahkan, berdasarkan informasi awal, korban dan terduga pelaku merupakan teman baik. Keduanya sama-sama bekerja sebagai sopir truk pengangkut tebu.

"Informasi sementara, korban dan pelaku adalah teman baik. Mereka sama-sama sopir truk tebu," ujarnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab pembacokan serta keberadaan YKS.

16/09/2026

Babinsa Banyuputih Lor Cek Sumur Bor Program Kasad, Jaga Ketersediaan Air bagi Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya memastikan fasilitas air bersih dapat dimanfaatkan secara optimal terus dilakukan aparat kewilayahan. Babinsa Banyuputih Lor Koramil 0821-07/Randuagung Peltu Hadyadi melaksanakan monitoring pemanfaatan sumur bor Program Kasad di Dusun Pondok Telo RT 005 RW 004, Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (16/9/2026).

Monitoring tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengetahui kondisi serta pemanfaatan fasilitas sumur bor yang telah tersedia di wilayah. Keberadaan sumur bor menjadi salah satu sarana yang dapat mendukung kebutuhan air masyarakat, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, Peltu Hadyadi memantau kondisi sumur bor sekaligus melihat pemanfaatannya oleh masyarakat di sekitar lokasi. Monitoring secara berkala juga penting untuk mengetahui apabila terdapat kendala pada fasilitas sehingga dapat segera dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Peltu Hadyadi menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan untuk memastikan sumur bor dapat terus dimanfaatkan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Monitoring ini kami lakukan untuk melihat kondisi sumur bor sekaligus memastikan pemanfaatannya berjalan dengan baik. Kami berharap fasilitas ini dapat dijaga dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar dia.

Menurutnya, pemanfaatan fasilitas umum membutuhkan kepedulian bersama, sehingga masyarakat diharapkan turut menjaga kebersihan lingkungan sekitar serta menggunakan sarana tersebut secara tertib.

Keberadaan sumur bor Program Kasad di Dusun Pondok Telo diharapkan dapat mendukung ketersediaan air bagi masyarakat. Melalui monitoring yang dilakukan Babinsa, kondisi fasilitas dapat terus dipantau sehingga pemanfaatannya tetap berjalan sesuai kebutuhan warga.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Babinsa dalam menjalankan pembinaan wilayah melalui pemantauan berbagai fasilitas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. (Pendim0821)

Kodim 0821 Lumajang Ajak Warga Peduli Sampah, Bersihkan Pantai Bambang hingga Pasar Gedang


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026, Kodim 0821/Lumajang menggelar Gerakan Peduli Sampah secara serentak di sejumlah wilayah, Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan tidak hanya dilakukan di satu titik. termasuk kawasan wisata Pantai Bambang, Desa Bago, Kecamatan Pasirian, dan Area Pasar Gedang, Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Rabu (16/9/2026).

Gerakan tersebut menjadi bentuk nyata keterlibatan TNI bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan yang menjadi ruang aktivitas sehari-hari. Di Pantai Bambang, kegiatan dipimpin Kasdim 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri dan melibatkan sekitar 200 peserta. 

Sementara di Area Pasar Gedang, kegiatan diawali apel pembukaan sebelum peserta bergerak membersihkan sampah di lingkungan pasar.

Mayor Inf Tanuri menegaskan, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan keindahan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan, kenyamanan masyarakat dan keberlanjutan aktivitas ekonomi. Karena itu, kepedulian terhadap kebersihan perlu dibangun bersama, baik di kawasan wisata maupun pusat aktivitas masyarakat seperti pasar.

“Lingkungan yang bersih memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Di kawasan wisata, kebersihan akan membuat pengunjung merasa nyaman, sedangkan di pasar, lingkungan yang bersih akan mendukung kenyamanan pedagang dan pembeli serta membantu menjaga kesehatan masyarakat,” ujar Mayor Inf Tanuri.

Menurutnya, kegiatan bersih-bersih tersebut juga memiliki nilai edukasi. Kehadiran personel TNI bersama masyarakat di lapangan diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus mendorong perubahan kebiasaan, terutama dalam hal membuang dan mengelola sampah agar tidak mencemari lingkungan.

“Gerakan ini jangan dipandang hanya sebagai kegiatan membersihkan sampah. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran. Ketika masyarakat memiliki kepedulian dan kebiasaan menjaga kebersihan, manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang,” tegasnya.

Di Area Pasar Gedang, kegiatan pembersihan difokuskan pada sampah yang berada di lingkungan pasar. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan teritorial di wilayah, melalui pendekatan langsung dan kegiatan bersama yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sementara di Pantai Bambang, kegiatan diarahkan untuk menjaga kebersihan kawasan pesisir dari sampah yang berpotensi mengganggu kelestarian lingkungan. Kebersihan pantai diharapkan dapat terus dipertahankan sehingga kawasan wisata tetap nyaman sekaligus mendukung aktivitas masyarakat yang memperoleh manfaat dari keberadaan destinasi tersebut.

Mayor Inf Tanuri berharap Gerakan Peduli Sampah dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan konsistensi, bukan hanya dilakukan ketika ada kegiatan tertentu.

“Melalui momentum HUT ke-81 TNI, mari kita jadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai gerakan bersama. TNI akan terus hadir di tengah masyarakat, mengajak dan memberikan contoh, agar lingkungan tetap aman, sehat, resik dan indah serta manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Mayor Inf Tanuri. (Pendim 0821).

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved