-->

02/04/2026

Pasca Lebaran, Sampah Menumpuk di Pantai Bambang Lumajang, TNI-Polri dan Warga Gelar Aksi Bersih


Lumajang (Onenewsjatim)
– Pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, kawasan Pantai Bambang di Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang dipenuhi sampah yang berserakan di sepanjang pesisir, Kamis (2/4/2026). 

Kondisi tersebut mendorong ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Lumajang, masyarakat, hingga komunitas lingkungan turun tangan melakukan aksi bersih-bersih.

Kegiatan kerja bakti ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Indonesia Asri, yang digelorakan pemerintah pusat sebagai upaya meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. 

Sejak pagi, para personil gabungan bahu-membahu memungut sampah, memasukkannya ke dalam kantong plastik, lalu diangkut menggunakan truk sampah.

Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan wisata.

“Ini memberikan contoh nyata bahwa lingkungan yang bersih, tempat wisata yang bersih, akan membawa kenyamanan dan semangat bagi masyarakat. Pasca Lebaran memang biasanya terjadi peningkatan sampah, ditambah curah hujan yang cukup tinggi,” ujarnya.

Yudha menegaskan pentingnya menjaga kebersihan di ruang publik dan destinasi wisata agar tetap nyaman dikunjungi. Menurutnya, kawasan pantai di Lumajang memiliki potensi wisata yang besar dan harus didukung dengan kondisi lingkungan yang bersih.

“Kita ingin menciptakan Lumajang yang bersih, terutama di tempat-tempat umum dan wisata. Karena lingkungan yang bersih akan berdampak besar terhadap kemajuan sektor pariwisata. Harapannya masyarakat bisa berkunjung dengan senang dan nyaman,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menegaskan bahwa keikutsertaan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah sekaligus wujud kepedulian terhadap lingkungan.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan wisata seperti Pantai Bambang,” kata Alex.

Ia menambahkan, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Dengan kebersamaan dan gotong royong seperti ini, kita harapkan lingkungan tetap terjaga. Ini tentu akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik wisata daerah,” ujarnya.

30/03/2026

Akses ke Air Terjun Madakaripura Ditutup, Jembatan Ambruk Diterjang Hujan


Probolinggo, (Onenewsjatim) 
– Akses menuju ditutup sementara setelah sebuah jembatan di jalur wisata tersebut ambruk akibat hujan deras. Peristiwa terjadi di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kapolres Probolinggo, , mengatakan jembatan mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat dilalui baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki.

“Untuk sementara akses menuju Air Terjun Madakaripura kami tutup demi keselamatan masyarakat,” kata Latif kepada wartawan, Minggu (29/3/2026).

Menurut Latif, ambruknya jembatan diduga dipicu tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam. Debit air yang meningkat menyebabkan struktur jembatan tidak mampu menahan beban.

Polres Probolinggo telah memasang garis polisi (police line) dan rambu peringatan di sekitar lokasi untuk mencegah masyarakat mendekat. Petugas juga disiagakan guna melakukan pengawasan bersama instansi terkait.

Latif mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri melintas di area tersebut karena kondisi jembatan sangat membahayakan.

“Kami minta masyarakat untuk tidak mencoba melewati jalur ini. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah Probolinggo.

“Bagi masyarakat yang berada di daerah rawan, segera laporkan jika terjadi kondisi darurat kepada pihak berwenang,” imbuhnya.

Hingga saat ini, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Namun akses menuju kawasan wisata Air Terjun Madakaripura masih ditutup hingga ada perbaikan lebih lanjut dari pihak terkait. (Ton)

27/03/2026

LPG 3 Kg Langka di Lumajang, Warga Keliling Cari hingga Rela Beli Rp 30 Ribu


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi masih dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kondisi ini sudah dirasakan sejak beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah hingga saat ini.

Sulitnya mendapatkan gas melon tersebut membuat masyarakat kerepotan memenuhi kebutuhan memasak, terutama untuk persiapan lebaran ketupat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kelangkaan terjadi di beberapa kecamatan seperti Pasirian, Tempeh, Candipuro hingga Klakah. Warga bahkan harus berkeliling ke sejumlah tempat hingga ke kecamatan lain demi memperoleh satu tabung LPG 3 kg.

Tidak hanya langka, harga di tingkat pengecer juga mengalami lonjakan cukup tinggi. Dari yang biasanya sekitar Rp 20 ribu per tabung, kini naik menjadi Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu. Bahkan di beberapa lokasi, harga menyentuh angka Rp 50 ribu per tabung.

Suparto, warga Desa Bades, Kecamatan Pasirian, mengaku sudah kesulitan mendapatkan gas sejak sebelum Lebaran. Ia menyebut, meskipun harga melambung tinggi, warga tetap membeli karena kebutuhan mendesak.

“Sudah susah sejak sebelum Lebaran. Sekarang makin sulit. Kalau pun ada, harganya mahal, sampai Rp 50 ribu, tapi tetap dibeli karena untuk masak,” ujar Suparto saat ditemui, Jumat (27/3/2026).

Hal serupa disampaikan Ani, warga Desa Banjawaru, Kecamatan Lumajang. Ia mengatakan harus berkeliling ke beberapa toko sebelum akhirnya mendapatkan satu tabung gas.

“Biasanya mudah dan harganya sekitar Rp 20 ribu. Sekarang harus muter dulu, dan dapatnya Rp 25 ribu,” kata Ani.

Menurutnya, meski harga lebih tinggi dari biasanya, ia tidak memiliki pilihan lain selain tetap membeli demi kebutuhan sehari-hari. “Yang penting bisa masak,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang, , memastikan pasokan LPG 3 kg di wilayahnya sebenarnya dalam kondisi aman. Bahkan, menurutnya, distribusi dari pemerintah pusat mengalami penambahan.

“Pasokan elpiji sebenarnya normal, bahkan ada tambahan. Namun permintaan masyarakat meningkat tajam menjelang Lebaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lonjakan konsumsi terjadi karena banyak warga membeli lebih dari satu tabung untuk stok selama libur panjang.

“Biasanya beli satu tabung, sekarang bisa sampai empat atau lima tabung. Kekhawatiran kehabisan ini yang membuat distribusi jadi tidak merata,” jelasnya.

Di sisi lain, Kabag Log Polres Lumajang Kompol Eko Basuki menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pengawasan terhadap distribusi LPG 3 kg di lapangan.

“Kami sudah menginstruksikan jajaran untuk melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan agen serta pengecer. Masyarakat juga diimbau agar tidak melakukan pembelian berlebihan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil pengecekan di sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) menunjukkan stok LPG 3 kg masih tersedia.

Meski demikian, ketimpangan distribusi di tingkat bawah masih menjadi persoalan utama. Tingginya kebutuhan masyarakat menjelang dan setelah Lebaran disebut sebagai faktor utama yang memicu kelangkaan di lapangan.(Imam)

26/03/2026

Kapolres Lumajang Turun Langsung Pastikan Keamanan Wisatawan di Pantai Watu Pecak


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar turun langsung meninjau sejumlah objek wisata pantai di wilayah Kabupaten Lumajang.

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Operasi Ketupat Semeru 2026, yang tidak hanya berfokus pada kelancaran arus mudik, tetapi juga pengamanan destinasi wisata yang dipadati pengunjung.

Didampingi Wakapolres Lumajang Kompol Suwarno serta Pejabat Utama (PJU) Polres Lumajang, Kapolres Lumajang mendatangi sejumlah titik wisata, salah satunya Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang 

Di lokasi itu AKBP Alex Sandy Siregar tampak menyapa langsung para wisatawan yang tengah menikmati libur bersama keluarga. 

Dengan pendekatan humanis, ia juga memberikan imbauan kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di area pantai.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat berwisata dengan aman, untuk itu kami minta pengunjung tetap waspada, perhatikan batas aman berenang, dan jangan sampai lepas pengawasan untuk putra-putrinya,” ujar AKBP Alex, Rabu (25/3/26).

Ia menegaskan, keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama dalam pengamanan libur Lebaran tahun ini. 

Personel kepolisian disiagakan di sejumlah titik rawan, terutama di bibir pantai, guna mengantisipasi kecelakaan laut.

“Fokus utama kami adalah keselamatan pengunjung. Personel kami siagakan di titik-titik rawan, khususnya di area pantai, untuk mengantisipasi potensi kecelakaan air akibat tingginya aktivitas masyarakat di laut,” tegasnya.

Selain itu, Kapolres Lumajang juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, pengelola wisata, dan tim penyelamat pantai dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Ia pun mengimbau kepada seluruh pengunjung agar selalu mematuhi aturan keselamatan serta memperhatikan arahan petugas di lapangan.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, kawasan Pantai Watu Pecak dipadati ribuan wisatawan yang memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk berwisata bersama keluarga. (*)

25/03/2026

Pasca Puncak Arus Balik, Ribuan Penumpang Masih Padati Kereta Api di Daop 9 Jember



Jember , (Onenewsjatim)
— Aktivitas masyarakat mulai kembali normal usai libur panjang Idulfitri 2026. Meski demikian, mobilitas penumpang kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember masih terpantau tinggi pada hari pertama masuk kerja.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, hingga hari ini sebanyak 11.828 penumpang diberangkatkan dari wilayah Daop 9 Jember, sementara jumlah penumpang yang tiba mencapai 11.385 orang.

Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian, terutama karena faktor ketepatan waktu, kenyamanan, dan keandalan layanan.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengungkapkan bahwa puncak arus balik Lebaran 2026 telah terjadi pada Rabu (24/3/2026), dengan jumlah penumpang mencapai 13.150 orang dalam sehari.

“Puncak arus balik telah terjadi pada 24 Maret 2026 dengan volume penumpang tertinggi selama masa Angkutan Lebaran tahun ini. Meski demikian, pada hari pertama masuk kerja, pergerakan penumpang masih cukup tinggi seiring kembalinya masyarakat ke rutinitas,” ujar Cahyo.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mempercayakan moda transportasi kereta api selama periode Angkutan Lebaran tahun ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan perjalanan mudiknya menggunakan kereta api. Dukungan dan kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” tambahnya.

Secara kumulatif, selama masa Angkutan Lebaran 2026, Daop 9 Jember telah melayani total 312.687 penumpang. Jumlah tersebut terdiri dari 151.852 penumpang berangkat dan 160.835 penumpang datang.

Capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap kereta api sebagai moda transportasi andalan, khususnya dalam mendukung mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.

Pihak KAI juga mengimbau pelanggan untuk memperhatikan jadwal keberangkatan, datang lebih awal ke stasiun, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku demi kelancaran perjalanan.

Ke depan, KAI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta memastikan perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan tepat waktu.

24/03/2026

Polres Lumajang Perketat Pengamanan Wisata Pantai Watu Pecak Saat Libur Lebaran


Lumajang, (Onenewsjatim) 
– Aparat gabungan memperketat pengamanan di kawasan wisata , Selasa (24/3/2026), seiring meningkatnya kunjungan wisatawan pada libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pengamanan dilakukan oleh bersama unsur TNI, Satgas Keamanan Desa (SKD) Selok Awar-Awar, serta anggota Pramuka. Personel disiagakan di sejumlah titik strategis, mulai dari pintu masuk hingga area bibir pantai untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan kecelakaan laut.

Kasubsi Pidm Si Humas Polres Lumajang, , mengatakan pengamanan ini merupakan bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat selama momentum libur Lebaran.

“Pengamanan ini kami lakukan untuk memastikan para pengunjung dapat berwisata dengan aman dan nyaman. Kami juga bersinergi dengan TNI, SKD, dan Pramuka untuk memperkuat pengawasan di lapangan,” ujar Suprapto saat dikonfirmasi di lokasi.

Petugas di lapangan juga aktif melakukan patroli dan memberikan imbauan kepada wisatawan, terutama terkait kondisi ombak di pantai selatan yang dikenal cukup besar dan berbahaya.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengunjung agar tidak mandi di laut karena ombak di Pantai Watu Pecak cukup besar dan berisiko. Keselamatan harus menjadi prioritas utama saat berwisata,” katanya.

Selain itu, pengunjung diminta untuk selalu mengawasi anak-anak serta menjaga barang bawaan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama berada di lokasi wisata.

Kapolres Lumajang, , melalui keterangan yang disampaikan jajarannya, menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga situasi tetap kondusif selama periode libur Lebaran.

Dengan adanya pengamanan terpadu ini, aparat berharap aktivitas wisata di Pantai Watu Pecak dapat berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.

Editor: Redaksi Nasional

Polisi Perketat Pengamanan Wisata Bromo Saat Libur Idul Fitri


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Guna memastikan keamanan dan keselamatan pengunjung, Polres Probolinggo melalui Polsek Sukapura melaksanakan patroli di kawasan wisata Gunung Bromo.

Kegiatan patroli yang dipimpin oleh Kapolsek Sukapura, AKP Ardhi Bita Kumala tersebut difokuskan di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo yang menjadi salah satu pintu utama akses wisatawan menuju kawasan Bromo.

Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bita Kumala memberikan imbauan kepada para wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi ekstrem. 

"Kami mengingatkan, pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur pegunungan yang rawan kabut tebal dan jalan licin,"ujar Kapolsek Sukapura, Selasa (24/3/26).

AKP Ardhi Bita Kumala menegaskan bahwa kegiatan patroli akan terus ditingkatkan sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan wisata.

Ia mengimbau para pengendara untuk selalu berhati-hati, menjaga kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik. 

"Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi layanan call center 110,” kata AKP Ardhi.

Sementara itu di lokasi terpisah, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menegaskan bahwa kehadiran Polri di kawasan wisata merupakan bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kehadiran kami di lapangan adalah untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, sehingga para wisatawan dapat menikmati kunjungan dengan nyaman dan selamat,” ucap AKBP Latif.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan layanan bebas pulsa melalui call center 110 apa bila memerlukan bantuan Polisi apabila terjadi situasi darurat di kawasan wisata.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah wisatawan yang menginap di hotel wilayah Sukapura tercatat sebanyak 634 orang. 

Sementara itu, kuota kunjungan wisata Gunung Bromo secara keseluruhan ditetapkan sebanyak 3.752 orang yang terbagi di tiga pintu masuk, yakni Cemoro Lawang (1.700 orang), Jemplang/Gubuk Klakah (1.000 orang), dan Wokokitri Tosari (1.052 orang).

Adapun jumlah pengunjung yang masuk melalui pintu Cemoro Lawang pada Minggu (22/3/2026) mulai pukul 00.00 hingga 18.00 WIB mencapai 1.720 orang, yang terdiri dari 1.647 wisatawan nusantara dan 73 wisatawan mancanegara. 

Kendaraan yang masuk didominasi roda empat sebanyak 448 unit, roda dua 117 unit, serta satu sepeda, dengan tambahan 112 pengunjung yang masuk dengan berjalan kaki. (Imam)

23/03/2026

Arus Balik Lebaran H+2, Penumpang Kereta di Daop 9 Jember Tembus 12 Ribu Lebih


Jember, (Onenewsjatim)
– Memasuki H+2 arus balik Lebaran 1447 Hijriah, mobilitas masyarakat pengguna transportasi kereta api di wilayah PT KAI Daop 9 Jember mengalami peningkatan signifikan. Pada Senin (23/3/2026), jumlah penumpang yang diberangkatkan tercatat mencapai 12.049 orang.

Lonjakan ini menjadi indikasi mulai padatnya arus balik setelah libur panjang Idulfitri. PT KAI Daop 9 Jember pun memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada Selasa (24/3/2026), seiring tingginya permintaan perjalanan masyarakat.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengungkapkan bahwa tren kenaikan jumlah penumpang pada masa Angkutan Lebaran tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Selama periode Angkutan Lebaran 2026, mulai 11 hingga 23 Maret, Daop 9 Jember telah melayani sebanyak 261.415 penumpang, baik yang naik maupun turun di seluruh stasiun wilayah kerja kami. Jumlah ini meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 247.345 penumpang,” ujar Cahyo dalam keterangannya.

Menurutnya, peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang dinilai aman, nyaman, dan tepat waktu, khususnya dalam mendukung mobilitas selama momen Lebaran.

Seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang, KAI Daop 9 Jember mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang. Penumpang diminta datang lebih awal ke stasiun guna menghindari antrean, serta memastikan tiket dan identitas sesuai dengan data perjalanan.

“Kami mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal, memperhatikan jadwal keberangkatan, serta menjaga barang bawaan selama berada di stasiun maupun dalam perjalanan,” kata Cahyo.

Selain itu, penumpang juga diingatkan untuk mematuhi seluruh aturan yang berlaku dan mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama.

PT KAI Daop 9 Jember menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, khususnya dalam menghadapi puncak arus balik Lebaran 2026 yang diperkirakan akan terus mengalami peningkatan dalam beberapa hari ke depan.

Kelangkaan LPG 3 Kg Dikeluhkan Warga, Bupati Lumajang Turun Tangan Sidak SPBE


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang dikeluhkan warga saat momen Hari Raya Idul Fitri 1447 H langsung direspons cepat oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), Senin (23/3/2026).

Sidak dilakukan di dua lokasi, yakni SPPBE Sentosa Gasindo Raya di Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono, serta PT Sinar Agung Putra Abadi di Jalan Lintas Timur (JLT), Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang.

Langkah ini diambil setelah banyak warga mengaku kesulitan mendapatkan gas melon selama perayaan Lebaran.

Dalam keterangannya, Bunda Indah memastikan bahwa pasokan elpiji 3 kg di Lumajang sebenarnya dalam kondisi aman dan bahkan mengalami penambahan dari pemerintah pusat.

“Pasokan elpiji 3 kilogram itu sebenarnya normal, bahkan dilebihi dari pusat. Saya sudah cek langsung bersama Polres dan Hiswana Migas, dan pasokan aman,” ujar Bunda Indah.

Ia menjelaskan, kelangkaan yang terjadi di masyarakat lebih disebabkan oleh meningkatnya permintaan secara drastis menjelang hari raya. Banyak warga membeli gas dalam jumlah lebih banyak dari biasanya karena khawatir kehabisan saat libur Lebaran.

“Biasanya satu tabung, jadi beli empat sampai lima tabung. Karena takut pengecer tutup atau tidak sempat beli saat hari raya. Ini yang menyebabkan warga lain yang hanya punya satu tabung jadi kesulitan,” jelasnya.

Bunda Indah juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan penimbunan. Ia menegaskan bahwa distribusi elpiji terus berjalan setiap hari.

“Hari ini saja sudah diberangkatkan sekitar 17 ribu tabung, sebelumnya 12 ribu tabung. Rata-rata distribusi harian mencapai 39 ribu hingga 40 ribu tabung. Jadi saya pastikan aman,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi penimbunan dan permainan harga, pihak kepolisian akan meningkatkan pengawasan hingga ke tingkat pengecer.

“Kapolres akan memerintahkan seluruh jajaran polsek untuk mengecek pengecer. Tidak boleh menimbun dan tidak boleh menaikkan harga,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Hiswana Migas, Joko Cahyono, juga memastikan bahwa tidak ada kendala dalam pasokan maupun kuota elpiji di Lumajang.

“Secara kondisi, pasokan maupun kuota tidak ada masalah, bahkan ada penambahan. Pada 15 Maret sudah ada tambahan, dan tanggal 19 hingga 22 Maret juga ada tambahan fakultatif,” ungkap Joko.

Ia menambahkan, pihaknya telah mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama Ramadan hingga Lebaran dengan menambah distribusi hingga total sekitar 39 ribu tabung per hari.

“Kami juga tetap buka sampai hari raya ketujuh, tidak ada penutupan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Joko turut mengimbau masyarakat agar membeli elpiji sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying.

“Kami harap masyarakat tidak panik. Belilah secukupnya, tidak perlu menimbun di rumah,” imbuhnya.

Di sisi lain, kelangkaan ini dirasakan langsung oleh warga. Ayu, warga Kecamatan Tempeh, mengaku harus berkeliling mencari elpiji karena sulit ditemukan di sejumlah toko.

“Ini tadi saya muter-muter cari gas, akhirnya dapat juga. Harganya sekitar Rp 20 ribu per tabung,” ujar Ayu.

Hal serupa disampaikan Ani, warga Desa Banjawaru, Kecamatan Lumajang. Ia bahkan harus membeli dengan harga lebih tinggi dari biasanya.

“Biasanya Rp 20 ribu, tapi tadi dapatnya Rp 23 ribu per tabung. Itu pun harus keliling dulu ke beberapa tempat,” katanya.

Meski harga lebih mahal, Ani mengaku terpaksa tetap membeli karena kebutuhan memasak.

“Ya mau tidak mau dibeli, yang penting bisa masak,” pungkasnya. (Imam)

19/03/2026

Malam Takbiran 2026, Polres Lumajang Siapkan Penyekatan di Sejumlah Titik Strategis


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Polres Lumajang bersama tim gabungan dari TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan akan memberlakukan penyekatan di sejumlah titik strategis pada malam takbiran Idul Fitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menegaskan bahwa masyarakat yang hendak merayakan malam takbiran dengan cara konvoi kendaraan akan diputar balik di titik-titik penyekatan yang telah disiapkan.

“Untuk kegiatan takbiran, kami sarankan dilaksanakan di masjid atau lingkungan masing-masing. Jika ada masyarakat yang ingin menikmati suasana malam, kami akan lakukan penyekatan di beberapa titik untuk mencegah penumpukan massa di jalan raya,” ujar Alex di konfirmasi usia memantau pengamanan pawai ogoh-ogoh di Senduro.

Ia menjelaskan, sejumlah titik penyekatan akan difokuskan di jalur utama, di antaranya wilayah utara menuju Kota Lumajang yang akan disekat di Kecamatan Sukodono, jalur selatan di kawasan Gladak Abang, serta wilayah timur di Simpang Tiga JLT Tukum, Kecamatan Tekung. 

Selain itu, akses masuk ke pusat kota dan Alun-Alun Lumajang juga akan diberlakukan penyekatan.

Menurut Alex, pengamanan malam takbiran diawali dengan apel gabungan yang melibatkan seluruh unsur terkait. Setelah berbuka puasa, personel akan langsung menempati pos-pos yang telah ditentukan.

Dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Lumajang menyiapkan total 532 personel gabungan. Rinciannya, sebanyak 366 personel dari kepolisian dan 166 personel dari unsur TNI, pemerintah daerah, serta stakeholder terkait lainnya.

“Kami juga mendirikan satu pos pelayanan dan satu pos pengamanan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga akan melakukan patroli rutin di titik-titik rawan kemacetan, kecelakaan, serta potensi tindak kejahatan. Pengawasan juga diperketat di lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan, termasuk tempat wisata pasca Lebaran.

Alex turut mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan petasan atau kembang api yang berpotensi menimbulkan ledakan maupun kebakaran.

“Kembang api yang tidak menimbulkan ledakan masih bisa ditoleransi dengan pengawasan, namun yang berpotensi membahayakan kami larang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan warga yang akan mudik agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan rumah yang ditinggalkan. Masyarakat diminta berkoordinasi dengan aparat setempat maupun kepolisian untuk melakukan pemantauan bersama.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat dapat merayakan malam takbiran dan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkas Alex. (Imam)


Ribuan Warga Padati Pawai Ogoh-Ogoh di Senduro, Toleransi Terjalin di Tengah Ramadan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Raya Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (18/3/2026) malam. 

Mereka antusias menyaksikan pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Sebanyak 15 ogoh-ogoh atau patung raksasa yang melambangkan Bhuta Kala diarak dari depan Pura Mandara Giri Semeru, diiringi tabuhan musik tradisional dan tarian khas yang menggema sepanjang rute pawai. Suasana semakin semarak dengan sorak penonton yang memenuhi sisi jalan.

Prosesi pengerupukan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi ini berlangsung khidmat sekaligus meriah. Ogoh-ogoh diarak mengelilingi desa sebagai simbol menetralisir energi negatif sebelum memasuki hari penyepian.

Menariknya, tradisi ini tidak hanya menjadi milik umat Hindu, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat Muslim setempat. 

Mengingat pelaksanaannya bertepatan dengan bulan suci Ramadan, kegiatan pawai sengaja dimulai setelah salat tarawih sebagai bentuk toleransi antarumat beragama.

Salah satu warga Muslim, Lisa, mengaku terkesan dengan kemeriahan pawai tersebut. Ia bahkan baru pertama kali menyaksikan langsung tradisi ogoh-ogoh.

“Ini pertama kali saya lihat ogoh-ogoh, rasanya senang sekali. Yang nonton juga banyak, tidak hanya umat Hindu, tapi juga Muslim. Apalagi dilaksanakannya setelah salat tarawih,” ujarnya di lokasi.

Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kemenag Jawa Timur, Budiono, menjelaskan bahwa pengerupukan merupakan ritual sakral yang dilakukan sehari sebelum Nyepi. Dalam prosesi tersebut, ogoh-ogoh yang melambangkan Bhuta Kala atau energi negatif diarak keliling desa untuk dinetralisir.

“Ogoh-ogoh ini simbol energi negatif. Diarak keliling desa sebagai bentuk pembersihan, kemudian dimusnahkan agar tidak mengganggu pelaksanaan Catur Brata Penyepian,” kata Budiono.

Ia menambahkan, penyesuaian waktu pelaksanaan pawai menjadi bentuk nyata toleransi yang telah terjalin lama di Senduro. Dengan digelarnya pawai setelah tarawih, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat turut menyaksikan tanpa mengganggu ibadah masing-masing.

“Ini bentuk kebersamaan yang luar biasa. Tahun ini istimewa karena bertepatan dengan Ramadan dan juga mendekati Idul Fitri. Kami ingin semua umat bisa menjalankan ibadah dengan nyaman sekaligus menjaga kerukunan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, penyesuaian waktu pelaksanaan menjadi wujud nyata toleransi antarumat beragama di Senduro.

“Kegiatan ini kami mulai setelah tarawih agar tidak mengganggu ibadah umat Muslim. Justru dengan begitu, semua warga bisa ikut menyaksikan dan merasakan kebersamaan,” tambahnya.

Budiono juga menilai momen tahun ini sangat istimewa karena perayaan Nyepi berdekatan dengan bulan Ramadan hingga Idul Fitri.

“Ini momentum luar biasa. Umat Hindu akan melaksanakan Nyepi, sementara umat Muslim menjalankan ibadah puasa hingga Idul Fitri. Maka penting bagi kita semua untuk terus menjaga kerukunan dan saling menghormati,” katanya.

Ia menjelaskan, setelah pengerupukan, umat Hindu akan menjalani Catur Brata Penyepian selama 24 jam, yang meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menikmati hiburan).

Menurut Budiono, toleransi di Senduro tidak hanya terlihat saat perayaan, tetapi juga dalam proses pembuatan ogoh-ogoh. Warga Muslim kerap turut membantu sejak tahap perancangan hingga penyelesaian

Sementara itu, suasana toleransi di Senduro sudah menjadi tradisi yang terjaga. Tidak hanya dalam pelaksanaan pawai, proses pembuatan ogoh-ogoh pun kerap melibatkan warga lintas agama.

Keharmonisan ini menjadi contoh nyata kehidupan masyarakat yang rukun di tengah perbedaan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam keberagaman. (Imam)


.


18/03/2026

Pemudik Diimbau Waspada, Ini Titik Rawan Perlambatan di Jalur Lumajang


Lumajang (Onenewsjatim)
– Pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Lumajang diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah titik rawan perlambatan arus lalu lintas, terutama di jalur utara.

Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan potensi kemacetan diperkirakan tidak terlalu signifikan, namun perlambatan kendaraan kemungkinan terjadi di beberapa lokasi.

“Kalau kemacetan mungkin kecil, tapi potensi perlambatan ada, terutama di wilayah utara seperti Ranuyoso. Di sana ada dua pasar tumpah, yakni Pasar Ranuyoso dan Pasar Wates Wetan di perbatasan Lumajang–Probolinggo,” ujarnya.

Selain itu, perlambatan juga diprediksi terjadi di kawasan Klakah, khususnya di perlintasan kereta api. Aktivitas keluar-masuk kendaraan serta penutupan palang pintu saat kereta melintas menjadi salah satu pemicu antrean.

“Di Klakah juga berpotensi terjadi perlambatan, terutama di perlintasan kereta api. Untuk antisipasi, kami telah menempatkan pos pengamanan di Terminal Klakah,” tambahnya.

Menurut Suprapto, petugas kepolisian akan melakukan pengaturan arus lalu lintas di titik-titik tersebut apabila terjadi kepadatan kendaraan. Personel juga disiagakan untuk membantu mengurai antrean.

“Kalau memang terjadi kepadatan, anggota akan melakukan pengaturan. Di Ranuyoso juga dibackup personel Polsek, dan bila diperlukan bisa ditambah dari pos pengamanan,” jelasnya.

Polres Lumajang juga menyiapkan jalur alternatif bagi pemudik untuk menghindari kepadatan, khususnya dari arah utara.

“Dari arah perbatasan Probolinggo–Lumajang, pengendara bisa berbelok ke kanan. Jalur tersebut tembus ke selatan Polsek Ranuyoso hingga Kedungjajang,” terangnya.

Sementara itu, untuk menghindari perlambatan di Klakah, pengendara dapat mengambil jalur alternatif melalui kawasan Ranu.

“Dari simpang empat Alfamart Klakah, bisa belok kiri masuk jalur dalam area Ranu, nanti tembus ke simpang tiga pom bensin Klakah,” imbuhnya.

Tak hanya pengamanan arus mudik, kepolisian juga mengantisipasi potensi tindak kejahatan di rumah kosong yang ditinggal pemudik.

“Kami dari tim preventif akan patroli ke perumahan-perumahan yang ditinggal pemudik untuk menjaga keamanan,” tegas Suprapto.

Sementara itu, Kanit Turjagwali Satlantas Polres Lumajang, Ipda Aulia Dheta Astarika, menambahkan bahwa tim urai kemacetan telah disiagakan untuk merespons cepat jika terjadi kepadatan lalu lintas.

“Apabila terjadi kemacetan, tim urai akan bergerak cepat untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas,” katanya.

Ia menyebut, waktu rawan perlambatan umumnya terjadi pada pagi hari di kawasan Pasar Ranuyoso dan sore hari di wilayah Klakah.

“Pagi hari di Pasar Ranuyoso, sedangkan sore hari di Klakah, terutama saat aktivitas di stasiun dan perlintasan kereta api meningkat,” jelasnya.

Aulia memperkirakan durasi perlambatan di kedua titik tersebut bisa mencapai sekitar tiga jam, meski arus kendaraan tetap berjalan.

“Perkiraan sekitar tiga jam, baik pagi di Ranuyoso maupun sore di Klakah. Namun arus tetap bergerak, hanya saja melambat,” pungkasnya.(Imam)

465 Ribu Pekerja Lumajang Belum Tersentuh Jaminan Sosial Ketenagakerjaan


Lumajang, (DOC) -
Sebanyak 465.888 penduduk bekerja di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat belum terlindungi program jaminan sosial tenaga kerja dari . Angka ini menunjukkan masih rendahnya tingkat kepesertaan pekerja dalam program perlindungan ketenagakerjaan.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang hingga awal 2026, capaian kepesertaan baru mencapai 16,08 persen atau setara 89.266 orang dari total 555.154 penduduk bekerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang, , mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi data hingga Maret 2026.

“Sebanyak 89.266 atau 16,08 persen yang sudah terdaftar kepesertaan BPJS itu tersebar di seluruh Indonesia, namun KTP-nya Lumajang. Mereka ini bekerja di berbagai daerah,” ujar Delistyana, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, dari total peserta tersebut, hanya sekitar 50.098 pekerja yang benar-benar terdaftar dan bekerja di wilayah Lumajang. Sementara sisanya merupakan pekerja asal Lumajang yang bekerja di luar daerah.

Menurut Delistyana, pihaknya terus berupaya meningkatkan cakupan kepesertaan, terutama bagi pekerja yang berada di wilayah Lumajang.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang menargetkan peningkatan cakupan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) dari 16,08 persen menjadi 20 persen pada tahun 2026.

“Masih ada kekurangan sekitar 22.042 pekerja yang harus segera didaftarkan. Kami optimistis target tersebut bisa tercapai hingga akhir tahun,” pungkasnya.

17/03/2026

Mudik Lebaran 2026, Ratusan Warga Lumajang Berangkat Gratis ke Surabaya


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Ratusan warga Kabupaten Lumajang tampak antusias mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lumajang, Selasa (17/3/2026). 

Sebanyak 117 pemudik diberangkatkan menggunakan tiga armada bus dari Gedung Sudjono Lumajang menuju Surabaya.

Pantauan di lokasi, halaman Gedung Sudjono yang berada di Jalan Alun-alun Selatan, Kelurahan Ditrotrunan, Kecamatan Lumajang dipadati warga sejak pagi. 

Suasana penuh kegembiraan terlihat dari para peserta yang bersiap berangkat menuju kampung halaman.

Tiga bus tersebut secara resmi dilepas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang, Agus Triyono.

Salah satu peserta mudik gratis, Zian Fernanda, mengaku sangat senang bisa mengikuti program tersebut. Ia menyebut pengalaman ini menjadi momen berkesan, terlebih karena ini merupakan kali pertama dirinya mengikuti mudik gratis dari pemerintah.

“Saya baru pertama kali ikut mudik gratis dari Pemkab Lumajang. Senang banget, apalagi bisa bertemu keluarga dan naik bus gratis,” ujarnya.

Zian menambahkan, dirinya mengetahui informasi program tersebut dari temannya yang kemudian membantu proses pendaftaran. Ia berangkat menuju Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya di Gresik.

Sementara itu, Sekda Lumajang Agus Triyono menyampaikan bahwa program mudik gratis tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya tersedia satu armada bus, kini pemerintah menyediakan tiga armada.

“Hari ini kami memberangkatkan 117 orang dari total kuota 120 yang telah disiapkan pemerintah. Ini menunjukkan partisipasi masyarakat terus meningkat,” ungkapnya.

Ia berharap program mudik gratis ini dapat membantu masyarakat menjalani perjalanan dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus mengurangi kepadatan arus lalu lintas serta risiko kecelakaan di jalan raya.

“Semoga program ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung mudik yang aman dan tertib,” pungkasnya.

16/03/2026

Ramp Check Mudik Lebaran 2026, Dua Bus AKAP di Terminal Menak Koncar Lumajang Tak Laik Jalan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Menjelang arus mudik Lebaran 2026, petugas gabungan melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Menak Koncar, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Senin (16/3/2026).

Pemeriksaan dilakukan oleh Satlantas Polres Lumajang bersama UPT P3 LLAJ wilayah Jember-Lumajang dan tim penguji kendaraan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini bertujuan memastikan kendaraan angkutan penumpang yang akan digunakan selama arus mudik dalam kondisi aman dan layak jalan.

Selain pengecekan kondisi kendaraan, para sopir bus yang tiba di terminal juga diminta turun untuk menjalani pemeriksaan kesehatan serta tes urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lumajang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, mengatakan bahwa dari total bus yang diperiksa, terdapat dua unit yang dinyatakan tidak memenuhi standar keselamatan operasional.

“Dari 14 unit bus yang menjalani pemeriksaan ramp check, terdapat dua bus yang dinyatakan tidak laik jalan,” ujar Ipda Dendy Cucu di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan, dua bus tersebut masing-masing Bus Burobudur Indah dan Bus Ladju dengan trayek Jember–Surabaya.

Menurutnya, bus tersebut dinyatakan tidak laik jalan karena ditemukan sejumlah kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.

“Bus tidak laik jalan karena handrem tidak berfungsi dengan baik, lampu sein depan dan belakang tidak berfungsi normal, serta kaca depan mengalami kerusakan,” jelasnya.

Petugas kemudian meminta kepada pihak sopir maupun perusahaan otobus agar segera melakukan perbaikan di bengkel terdekat sebelum kendaraan kembali dioperasikan.

“Kami mengimbau agar segera dilakukan perbaikan. Ramp check ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia menjelang Operasi Ketupat untuk memastikan keselamatan penumpang,” tegas Ipda Dendy.

Sementara itu, hasil pemeriksaan kesehatan dan tes urine terhadap para awak bus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Seluruh sopir dan kru bus dinyatakan dalam kondisi sehat serta tidak terindikasi menggunakan narkoba.

“Sebanyak 14 sopir dan kru bus yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkoba,” tambahnya.

13/03/2026

Jelang Mudik Lebaran, Pemkab Lumajang Tambal Jalan Berlubang Secara Bertahap


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Menjelang arus mudik Lebaran, Pemerintah Kabupaten Lumajang melakukan upaya percepatan perbaikan infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan bahwa saat ini masih banyak ruas jalan berlubang yang dinilai membahayakan keselamatan pengendara. Oleh karena itu, pemerintah daerah telah menurunkan tim khusus untuk melakukan perbaikan sementara.

“Banyak ruas jalan di Lumajang yang rusak dan membahayakan pengendara,” ujar Indah Amperawati.

Ia menjelaskan, perbaikan jalan dilakukan secara bertahap. Untuk kerusakan ringan dengan tingkat lubang di bawah 30 persen, Pemkab Lumajang langsung menurunkan tim kapling atau tim “ngapling” untuk melakukan penambalan jalan.

“Yang pertama, kalau lubang-lubangnya di bawah 30 persen, itu kita segera turunkan tim kapling untuk melakukan penambalan,” jelasnya.

Menurutnya, tim kapling sebenarnya sudah mulai bekerja di beberapa titik. Namun, proses perbaikan masih menghadapi kendala pada ketersediaan bahan material.

“Jadi sebenarnya tim kapling juga sudah jalan, hanya saja sebagian bahan-bahannya masih dalam proses,” katanya.

Sementara itu, untuk perbaikan jalan dengan tingkat kerusakan yang lebih berat, pemerintah daerah masih menunggu proses lelang proyek yang saat ini sedang berlangsung.

“Kemudian untuk perbaikan jalan yang berat, ini masih dalam proses lelang,” tambahnya.

Indah Amperawati juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat kendala dalam pengadaan bahan aspal yang masih dalam tahap pemesanan, sehingga proses perbaikan belum dapat dilakukan secara maksimal.

“Kendalanya bahan-bahan aspal saat ini dalam proses pemesanan,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap proses perbaikan dapat segera selesai sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan, khususnya saat arus mudik Lebaran, dapat melintas dengan aman dan nyaman di wilayah Lumajang.(tim)

Amankan Lebaran 2026, Polres Lumajang Kerahkan 300 Personel dan Buka Layanan 110


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Resor Lumajang mengerahkan sebanyak 300 personel gabungan dalam rangka pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Semeru 2026.

Pengamanan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di Alun-Alun Lumajang, Kamis (12/3/2026).

Kapolres Lumajang, Alex Sandy Siregar, mengatakan Operasi Ketupat Semeru 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

“Untuk Operasi Ketupat Semeru di Lumajang, sebanyak 300 personel gabungan kami terjunkan guna mengamankan rangkaian kegiatan masyarakat selama Lebaran,” ujar Alex.

Ia menjelaskan, pengamanan akan difokuskan pada sejumlah titik yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat, seperti masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, objek wisata, hingga terminal.

Selain itu, Polres Lumajang juga menyiapkan dua pos pengamanan untuk mendukung kelancaran operasi, yakni Pos Pengamanan (Pos Pam) di Kecamatan Klakah serta Pos Pelayanan (Pos Yan) di kawasan Kota Lumajang.

Menurut Alex, pos pelayanan tidak hanya berfungsi sebagai titik pengamanan, tetapi juga sebagai pusat layanan informasi bagi masyarakat, khususnya terkait perkembangan situasi arus lalu lintas selama periode mudik.

“Pelayanan yang kami berikan tidak hanya pengamanan, tetapi juga informasi terkait situasi arus lalu lintas sehingga masyarakat dapat mengatur perjalanan dengan lebih baik,” jelasnya.

Di pos pelayanan tersebut juga disiagakan layanan kesehatan lengkap dengan ambulans yang siap beroperasi selama 24 jam untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.

Selain itu, Polres Lumajang juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang hendak mudik ke kampung halaman.

“Kami juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang akan mudik serta melakukan patroli ke rumah-rumah warga yang ditinggalkan agar tetap aman,” tambahnya.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.

Beberapa potensi gangguan yang diantisipasi di antaranya pencurian kendaraan bermotor, aksi premanisme, balap liar, hingga potensi konflik antar kelompok.

Selain aspek keamanan, pihaknya juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, mengingat adanya prediksi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Pulau Jawa selama periode mudik Lebaran.

Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bantuan, Alex mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan call center kepolisian di nomor 110.

“Jika pemudik mengalami kesulitan di perjalanan, cukup menghubungi layanan 110. Tim kami akan segera merespons dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Kapolres juga mengapresiasi sinergitas seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.

Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama perayaan Idul Fitri di Kabupaten Lumajang.

“Kami berharap seluruh rangkaian mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Lumajang dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif,” pungkasnya.(Imam)

12/03/2026

Mudik Lebaran Aman, Polres Lumajang Siapkan 300 Personel Gabungan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Resor Lumajang menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Apel dilaksanakan di Alun-Alun Lumajang, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin jajaran Polres Lumajang dan dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Bupati Lumajang Indah Amperawati, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, serta Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi.

Dalam operasi pengamanan tahun ini, ratusan personel gabungan diterjunkan untuk memastikan kelancaran dan keamanan masyarakat selama momentum mudik dan libur Lebaran. Personel tersebut terdiri dari unsur kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga berbagai instansi terkait.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan, dari unsur Polri sendiri pihaknya menyiapkan sekitar 200 personel. Namun dengan dukungan dari berbagai instansi, jumlah total personel yang terlibat diperkirakan mencapai lebih dari 300 orang.

“Dari Polri sendiri kita siapkan sekitar 200 personel. Namun kita juga dibantu oleh pemerintah daerah, TNI, serta stakeholder lainnya. Jadi totalnya bisa lebih dari 300 personel yang akan memberikan pelayanan kepada masyarakat selama Idul Fitri,” ujar Alex Sandy Siregar.

Ia menjelaskan bahwa operasi tersebut tidak hanya fokus pada pengamanan arus lalu lintas, tetapi juga memberikan berbagai pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ke Kabupaten Lumajang.

Salah satu pelayanan yang disiapkan yakni informasi perkembangan situasi lalu lintas secara berkala, sehingga masyarakat dapat menentukan jalur perjalanan yang lebih aman dan lancar.

“Pelayanan yang kita berikan bermacam-macam, khususnya terkait informasi perkembangan arus lalu lintas. Dengan informasi tersebut masyarakat bisa mengatur strategi perjalanan di jalur-jalur yang ada di Lumajang,” jelasnya.

Selain itu, Polres Lumajang juga menyiapkan pos pelayanan terpadu yang dilengkapi dengan fasilitas kesehatan. Sejumlah ambulans disiagakan selama 24 jam untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis selama perjalanan.

“Pelayanan kesehatan juga sudah kita siapkan bersama pemerintah daerah. Ambulans disiagakan 24 jam untuk membantu masyarakat apabila ada keluhan kesehatan selama perjalanan,” tambahnya.

Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang akan mudik, serta patroli di kawasan permukiman untuk mengantisipasi tindak kejahatan di rumah-rumah yang ditinggal pemiliknya.

Menurut Kapolres, masyarakat yang membutuhkan bantuan saat perjalanan mudik dapat langsung menghubungi layanan darurat 110 yang akan terhubung dengan petugas.

“Jika ada pemudik yang mengalami kesulitan di perjalanan, cukup menelpon 110. Nanti tim kami akan mempelajari situasi yang dialami pemudik tersebut dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan,” katanya.

Ia mencontohkan, apabila kendaraan mengalami kerusakan atau kehabisan bahan bakar, petugas akan mengerahkan tim bantuan yang telah disiapkan di sejumlah titik pelayanan.

Alex menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan mudik Lebaran tidak lepas dari kerja sama semua pihak, baik dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, maupun berbagai elemen masyarakat.

“Ini adalah bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, serta stakeholder lainnya. Kami ingin memastikan masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya.(Imam)

Stok Daging Jelang Idul Fitri 2026 di Lumajang Dipastikan Aman


Lumajang (Onenewsjatim) –
Ketersediaan daging sapi dan ayam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri 2026 di Kabupaten Lumajang dipastikan dalam kondisi aman. Meskipun terjadi peningkatan permintaan, stok daging masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, drh. Endra Novianto, mengatakan bahwa hingga saat ini pasokan daging di Lumajang tidak mengalami kekurangan.

“Untuk ketersediaan daging sapi maupun daging ayam di Kabupaten Lumajang saat ini masih aman. Bahkan sapi dari Lumajang banyak yang dijual ke luar daerah,” ujar Endra.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat Lumajang tetap menjadi prioritas sehingga stok daging untuk konsumsi lokal dipastikan tetap tersedia menjelang hari raya.

Endra menjelaskan, peningkatan permintaan daging biasanya mulai terjadi sekitar H-10 hingga H-7 sebelum Idul Fitri. Hal tersebut merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap tahun.

“Biasanya memang sudah mulai ada peningkatan permintaan sekitar H-10 sampai H-7. Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan insyaallah kebutuhan masyarakat Lumajang tetap aman,” katanya.

Ia menambahkan, pada momen hari raya Idul Fitri jumlah pemotongan hewan juga mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah pemotongan bisa meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat dibanding hari biasa.

“Pada saat Idul Fitri biasanya pemotongan hewan meningkat karena masyarakat membutuhkan daging untuk berbagai kegiatan seperti syukuran atau kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Selain memastikan ketersediaan stok, DKPP Lumajang juga fokus pada pengawasan keamanan pangan. Pemerintah menyiapkan sarana, prasarana, serta petugas di Rumah Potong Hewan (RPH) guna memastikan daging yang beredar aman dikonsumsi.

“Kami memastikan proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, baik sebelum pemotongan (ante mortem) maupun setelah pemotongan (post mortem), sehingga daging yang dihasilkan memenuhi standar ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal,” ujarnya.

Pengawasan juga dilakukan secara berkala di pasar maupun kios daging untuk mengantisipasi adanya daging yang tidak layak konsumsi, seperti daging busuk atau daging belonggongan.

“Selama ini dari hasil survei di lapangan, kami belum menemukan adanya daging yang mencurigakan,” tambah Endra.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak khawatir dalam membeli daging menjelang Lebaran. Masyarakat disarankan membeli daging di kios langganan atau di pasar tradisional yang terpercaya.

“Silakan masyarakat membeli daging di kios langganan, terutama yang ada di pasar tradisional. Pilih daging yang berkualitas karena daging yang dipotong di rumah potong hewan sudah melalui serangkaian pemeriksaan,” pungkasnya. (Imam)

Jelang Mudik Lebaran 2026, Pemkab Lumajang Batasi Operasional Truk Angkutan Barang


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama periode libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pembatasan tersebut rencananya berlaku mulai Jumat, 13 Maret hingga Minggu, 29 Maret 2026, dengan waktu pembatasan setiap hari pukul 12.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang, Rasmin, mengatakan pembatasan ini menyasar kendaraan angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih.

“Yang dibatasi itu mobil barang dengan tiga sumbu atau lebih, seperti kereta gandengan, kereta tempel, serta kendaraan yang mengangkut hasil tambang dan material bangunan,” kata Rasmin, Kamis (12/3/2026).

Menurut Rasmin, pembatasan tersebut akan diterapkan di sejumlah ruas jalan strategis di wilayah Lumajang, khususnya jalur nasional yang kerap menjadi lintasan kendaraan berat.

Beberapa ruas yang masuk dalam kebijakan pembatasan di antaranya Jalan Nasional Probolinggo–Lumajang hingga arah Jember, serta jalur penghubung Lumajang–Malang melalui Piket Nol atau jalur selatan.

“Jalur Probolinggo–Lumajang sampai arah Jember, kemudian jalur Piket Nol yang menghubungkan Lumajang–Malang juga termasuk dalam penerapan pembatasan,” ujarnya.

Meski demikian, tidak semua kendaraan angkutan barang dilarang melintas. Dishub Lumajang memberikan pengecualian bagi kendaraan yang mengangkut kebutuhan penting masyarakat.

Beberapa di antaranya seperti angkutan bahan bakar minyak (BBM), hewan ternak, bahan pokok, pakan ternak, pupuk, bantuan bencana alam, hantaran uang, serta armada mudik gratis.

Namun, kendaraan yang mendapat pengecualian tersebut tetap diwajibkan membawa surat muatan resmi dari pemilik barang yang menjelaskan jenis dan tujuan pengiriman.

Rasmin menjelaskan kebijakan pembatasan operasional ini merupakan langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kemacetan maupun penumpukan kendaraan selama puncak arus mudik dan arus balik Lebaran.

“Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan selama arus mudik maupun arus balik Lebaran,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima serta memantau perkembangan arus lalu lintas sebelum berangkat.

“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati di jalan, mengecek kondisi kendaraan sebelum bepergian, serta memantau informasi lalu lintas agar perjalanan tetap aman dan lancar,” pungkas Rasmin.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved