-->

07/02/2026

Satgas Pangan Polres Lumajang Pastikan Stok Bapokting Aman Jelang Ramadhan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Satgas Pangan Polres Lumajang memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di wilayahnya dalam kondisi aman menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Kepastian itu diperoleh setelah dilakukan pengecekan langsung di Pasar Baru, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok serta stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat menjelang meningkatnya permintaan saat Ramadhan.

Pengecekan dilakukan oleh Satgas Pangan Polres Lumajang bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lumajang, serta Unit Pidana Tertentu (Pidter) Satreskrim Polres Lumajang. Kegiatan dipimpin Kanit Pidter Satreskrim Polres Lumajang, Ipda Firdaus Nugraha Wiratama.

Dari hasil pengecekan, stok bapokting di Pasar Baru Lumajang dinyatakan aman dan mencukupi. Harga sejumlah komoditas juga terpantau stabil, meski terdapat kenaikan pada beberapa jenis cabai.

Adapun harga bapokting yang terpantau antara lain cabai rawit merah Rp 70.000-80.000 per kilogram, cabai merah besar Rp 24.000-25.000 per kilogram, bawang putih Rp 32.000 per kilogram, bawang merah ukuran sedang Rp 29.000 per kilogram, dan bawang merah ukuran besar Rp 35.000 per kilogram.

Selain itu, jagung pipilan besar Rp 7.500 per kilogram, beras medium Rp 14.500 per kilogram, beras premium Rp 15.000 per kilogram, kedelai Rp 11.000 per kilogram, Minyakita Rp 16.000 per liter, gula pasir Rp 16.500 per kilogram, daging sapi Rp 115.000 per kilogram, serta telur ayam Rp 29.000 per kilogram.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Pras Adinata mengatakan, kenaikan harga cabai rawit merah dipengaruhi faktor cuaca dan kondisi alam.

"Dalam beberapa hari terakhir harga cabai mengalami kenaikan akibat curah hujan yang cukup tinggi, sehingga tanaman cabai mudah membusuk dan hasil panen kurang maksimal. Selain itu, dampak erupsi Gunung Semeru juga menyebabkan banyak tanaman cabai mengalami kerusakan," ujar Pras.

Meski demikian, pihaknya memastikan secara umum stok bapokting di Kabupaten Lumajang masih aman dan tidak ditemukan adanya kelangkaan.

"Satgas Pangan akan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga tetap terkendali, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang," pungkasnya. (Imam)

30/12/2025

Warga Lumajang Padati Gerai Ikan Murah Sambut Tahun Baru 2026


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, warga Kabupaten Lumajang berbondong-bondong mendatangi Gerai Ikan Murah yang digelar Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan bertajuk “Happy Ikan New Year” ini digelar selama dua hari, mulai 30 hingga 31 Desember 2025. 

Gerai tersebut menyediakan berbagai jenis ikan air tawar dan ikan laut dengan harga terjangkau, langsung dari pembudidaya dan nelayan lokal.

Selain penjualan ikan murah, acara juga dimeriahkan dengan hiburan musik serta kegiatan bakar ikan bersama yang digelar pada malam pergantian tahun.

Warga Lumajang tampak berbondong-bondong memadati gerai sejak pagi hari. Salah satu pengunjung, Faizal, warga Kelurahan Kepuharjo, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Ia sengaja datang untuk berbelanja kebutuhan malam perayaan tahun baru.

"Saya beli Gurami seharga Rp 37 ribu dan Nila Rp 30 ribu untuk persiapan bakar-bakar nanti malam. Harganya memang lebih miring dibanding di pasar umum saat ini," kata Faizal.

Ia pun berharap agar kegiatan serupa lebih sering diadakan oleh pemerintah daerah.

"Harapannya sering-sering diadakan pasar ikan murah seperti ini, supaya masyarakat semakin teredukasi tentang pentingnya makan ikan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, mengatakan kegiatan ini sengaja dikemas khusus menjelang tahun baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang identik dengan tradisi bakar ikan.

“Momentum tahun baru biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga dan teman. Fenomena tiap tahun selalu ada kegiatan bakar ikan, dan kami dari Dinas Perikanan memfasilitasi kebutuhan tersebut,” jelas Yuli.

Menurutnya, melalui gerai ikan murah ini, pihaknya memfasilitasi para petani ikan air tawar, pembudidaya, serta nelayan agar dapat menjual hasil tangkapannya secara langsung kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan ikan tersedia, harganya terjangkau, dan tidak melonjak seperti biasanya saat menjelang tahun baru,” tambahnya.

Yuli juga menyebutkan bahwa Lumajang memiliki potensi perikanan laut yang besar dengan panjang garis pantai mencapai 75 kilometer.

“Selain ikan air tawar seperti nila dan gurami, kami juga menyediakan ikan laut seperti kakap, tongkol, cumi, serta berbagai olahan seperti filet dan ikan asap,” ungkapnya.

Harga ikan yang dijual di Gerai Ikan Murah ini berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 34 ribu, lebih rendah dibanding harga pasaran menjelang akhir tahun. (Imam)


27/12/2025

BUMDes Bina Usaha Mandiri Desa Tukum Kembangkan Selada Hidroponik dan Ayam Petelur


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Usaha Mandiri Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, terus berinovasi dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah pedesaan.

Kali ini, BUMDes tersebut mengembangkan dua unit usaha baru, yakni pertanian selada hidroponik dan peternakan ayam petelur.

Pengembangan dua unit usaha tersebut ditandai dengan grand launching BUMDes Bina Usaha Mandiri yang digelar di Dusun Tukum Krajan RT 24 RW 08, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Sabtu (27/12/2025).

Direktur BUMDes Bina Usaha Mandiri, Rima Nur Widya Imelda, mengatakan bahwa pemilihan usaha selada hidroponik dan ayam petelur dilakukan berdasarkan pertimbangan potensi ekonomi dan keberlanjutan usaha.

“Pemilihan selada hidroponik bukan tanpa alasan. Saat ini selada memiliki nilai ekonomi yang cukup baik, ramah lingkungan, serta kebutuhan pangan masyarakat yang terus meningkat,” ujar Imelda.

Selain itu, lanjut Imelada, usaha peternakan ayam petelur juga dinilai memiliki prospek yang stabil dan berkelanjutan karena mampu memberikan perputaran ekonomi yang rutin bagi desa.

“Ayam petelur merupakan usaha yang relatif stabil dan berkelanjutan. Dengan hasil produksi yang rutin, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian desa,” tambahnya.

Imelda menegaskan, pengelolaan BUMDes Bina Usaha Mandiri akan dijalankan dengan prinsip kejujuran, keterbukaan, transparansi, serta penuh tanggung jawab.

“Kami berkomitmen menjalankan BUMDes ini secara jujur, terbuka, dan transparan agar benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi Desa Tukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tukum, Susanto, menyambut baik pengembangan unit usaha tersebut dan berharap BUMDes mampu menjadi penggerak utama ekonomi warga desa.

“Kami berharap BUMDes ini ke depan bisa terus berkembang dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Tukum,” ujar Susanto yang akrab disapa Cak Santo.

Ia juga mengungkapkan rencana jangka panjang pemerintah desa untuk mengembangkan potensi lain yang memiliki nilai ekonomis tinggi, salah satunya budidaya cacing.

“Ke depan kami memproyeksikan Desa Tukum menjadi penghasil cacing. Nilai ekonominya cukup tinggi. Bahkan saat ini Tukum sudah mulai dibidik menjadi desa cacing, atau istilah kerennya vermiculture,” ungkapnya.

Menurutnya, budidaya cacing sangat potensial untuk disandingkan dengan usaha selada hidroponik maupun peternakan ayam petelur.

“Selada ini sangat cocok dikombinasikan dengan budidaya cacing, termasuk juga dengan ayam petelur. Harapan kami, di tahun-tahun berikutnya unit usaha BUMDes bisa semakin bertambah dan semakin memperkuat ekonomi desa,” pungkasnya.

18/12/2025

Jelang Nataru 2026, Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Baru Lumajang Tembus Rp 80 Ribu per Kg


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), harga sejumlah bahan pokok di Pasar Baru Lumajang, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, mengalami kenaikan cukup signifikan, Kamis (18/12/2025).

Kenaikan harga paling terasa terjadi pada komoditas cabai. Salah seorang pedagang sembako di Pasar Baru Lumajang, Rohmah (50), mengatakan bahwa lonjakan harga cabai rawit merah sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.

“Saat ini harga cabai rawit merah mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Padahal harga normal biasanya di kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram,” ujar Rohmah.

Selain cabai rawit merah, cabai hijau besar juga mengalami kenaikan harga. Saat ini, cabai hijau besar dijual dengan harga sekitar Rp 35 ribu per kilogram, dari harga normal yang biasanya hanya Rp 20 ribu per kilogram.

“Harga cabai rawit hijau sekarang Rp 45 ribu per kilogram, padahal normalnya sekitar Rp 20 ribu. Sementara cabai besar merah kini dijual Rp 50 ribu per kilogram, dari harga normal Rp 30 ribu per kilogram,” jelasnya.

Tak hanya cabai, komoditas bawang merah juga mengalami kenaikan cukup tajam. Jika sebelumnya dijual dengan harga sekitar Rp 40 ribu per kilogram, kini bawang merah melonjak hingga Rp 60 ribu per kilogram.

Menurut Rohmah, kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor cuaca dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi, serta dampak erupsi Gunung Semeru.

“Cuaca hujan mempengaruhi hasil panen. Selain itu, dampak erupsi Semeru juga berpengaruh, terutama untuk cabai besar yang mayoritas pasokannya berasal dari lereng Gunung Semeru,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Era Fazira, mengaku terpaksa mengurangi jumlah belanjaannya akibat harga cabai yang semakin mahal.

“Saya beli cabai rawit dan cabai merah, sekarang harganya mahal sekali, Rp 80 ribu per kilogram,” kata Era.

Ia mengaku biasanya membeli cabai dalam jumlah lebih banyak, namun kali ini harus mengurangi pembelian.

“Karena harganya mahal, saya belinya sedikit saja, tidak seperti biasanya. Paling setengah dari jumlah biasa,” pungkasnya.

24/08/2025

Kisah Inspiratif Pemuda Desa Bedayu: Sukses Bisnis Madu Klanceng


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dari sekadar iseng membelah bambu di pekarangan rumah, Andri Fahruzi (22), pemuda asal Desa Bedayu, Kecamatan Senduro, Lumajang, berhasil menemukan jalan hidup baru. Penemuannya terhadap madu klanceng kini menjadi sumber penghasilan bernilai puluhan juta rupiah sekaligus menginspirasi anak muda di desanya.

Andri masih ingat betul momen awal pertemuannya dengan lebah klanceng. Saat itu ia melihat sekumpulan serangga kecil berterbangan di bambu, lalu memberanikan diri membuka batang tersebut.

“Awalnya saya cuma penasaran. Pas dibuka ternyata ada madu lumayan banyak. Saya peras pakai kain seadanya, lalu coba dijual. Eh, nggak nyangka malah laku keras,” kata Andri, Sabtu (23/8/2025).

Sejak saat itu, Andri mulai menekuni budidaya lebah klanceng secara serius. Ia menyadari bahwa madu ini bukan sekadar hasil alam biasa, melainkan peluang ekonomi yang menjanjikan.

“Kalau madu ini bisa bernilai rupiah, kenapa tidak dikembangkan lebih serius? Dari situlah saya belajar cara beternak, menjaga kualitas, sampai mencari pasar,” ungkapnya dengan mata berbinar.

Tak hanya mengejar keuntungan pribadi, Andri juga punya cita-cita besar. Ia ingin membuka pelatihan budidaya lebah klanceng di desanya agar masyarakat, khususnya anak muda, bisa ikut merasakan manfaat ekonomi.

“Harapan saya, usaha ini bukan hanya milik saya, tapi bisa jadi gerakan bersama. Anak muda jangan takut mencoba. Mulai saja dari apa yang ada di sekitar. Kalau saya bisa dari bambu di rumah, teman-teman lain juga pasti bisa,” tegasnya penuh semangat.

Menurutnya, potensi madu klanceng di Desa Bedayu sangat besar dan bisa menjadi komoditas unggulan Lumajang. Dengan pengelolaan yang baik, ia yakin madu klanceng dapat menjadi ikon daerah dan bersaing di pasar nasional.

“Lima sampai sepuluh tahun ke depan, saya ingin usaha ini semakin berkembang, dikenal luas, dan bisa jadi inspirasi buat generasi muda. Desa bukan hanya tempat lahir, tapi juga ladang masa depan kalau digarap sungguh-sungguh,” ujarnya.

Kisah Andri membuktikan bahwa inovasi dan keberanian memanfaatkan potensi lokal bisa mengubah hidup. Dari bambu sederhana di pekarangan rumah, lahirlah usaha madu klanceng yang manis, bukan hanya di lidah, tetapi juga untuk masa depan. (Imam)

18/08/2025

Polres Lumajang Gelar Pasar Murah, Warga Antusias Beli Beras dan Minyak Murah


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kepolisian Resor (Polres) Lumajang menggelar Gerakan Operasi Pasar Murah dan Pangan Murah di depan Mapolres Lumajang, Minggu (18/8/2025).

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polres Lumajang terhadap masyarakat, khususnya untuk membantu meringankan beban ekonomi di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Polres Lumajang bekerjasama dengan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Lumajang dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lumajang.

Ps. Kasat Binmas Polres Lumajang, Iptu Irdani Isma, mewakili Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan, dalam operasi pasar murah ini pihaknya menyiapkan beras SPHP Bulog sebanyak 15 ton dengan kemasan 5 kilogram. Masyarakat bisa membeli beras tersebut dengan harga Rp57.000 per karung atau Rp11.000 per kilogram.

“Gerakan Pangan Murah ini adalah bentuk kepedulian kepolisian untuk membantu masyarakat mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau,” ujar Irdani.

Selain beras, tersedia pula 240 liter minyak goreng dengan harga Rp15 ribu/liter serta 400 kilogram gula yang dijual Rp15.500/kg.

Menurut Irdani, kegiatan ini menyasar masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang sebelumnya telah diberi kupon oleh panitia. Dengan sistem tersebut, warga tinggal antre sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat meringankan beban warga serta menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Kabupaten Lumajang,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu warga, Siti Aminah (42) asal Kelurahan Tompokersan, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.

 “Alhamdulillah, saya bisa beli beras lebih murah daripada harga di pasar. Kalau di pasar harganya bisa mahal, jadi ini sangat membantu kami,” tuturnya.


Hal senada disampaikan oleh Supriyono (51), warga Desa Sumbersuko. Ia menilai operasi pasar murah ini seharusnya rutin digelar, terutama saat harga kebutuhan pokok melonjak.

 
“Terima kasih kepada Polres Lumajang dan Bulog. Semoga kegiatan seperti ini bisa sering diadakan, biar masyarakat kecil seperti kami tidak terlalu berat,” katanya.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved