-->

20/02/2026

Ngaji On The Road, Cara Kreatif Santri Lumajang Syiar Al-Qur’an di Bulan Ramadan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Tradisi unik dilakukan para santri Pondok Pesantren Bahrusyifa di dalam mengisi waktu menunggu berbuka puasa. 

Puluhan santri tampak khusyuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an di trotoar sekitar , dalam kegiatan yang dikenal dengan Ngaji On The Road.

Kegiatan ini menjadi pemandangan menyejukkan di tengah aktivitas masyarakat yang sedang ngabuburit. Para santri duduk beralaskan tikar, membaca Al-Qur’an dengan tertib meski berada di ruang publik yang ramai dilalui warga.

Salah satu santri, Alisyah, mengungkapkan bahwa kegiatan Ngaji On The Road telah menjadi rutinitas yang ia ikuti selama lima tahun terakhir setiap bulan suci Ramadan.

“Ngaji On The Road ini sudah berjalan sekitar lima tahun. Perasaannya sangat menyenangkan karena mengaji di tempat keramaian memberi suasana baru. Biasanya kami mengaji di asrama saja,” ujarnya.

Namun demikian, Alisyah mengakui terdapat tantangan tersendiri saat mengaji di ruang publik.

“Kesulitannya pasti ada, karena kita harus lebih fokus dibandingkan di asrama, sebab di sini banyak orang lalu lalang. Tapi justru di situlah latihannya,” tambahnya.

Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tetap kreatif dalam menyiarkan nilai-nilai kebaikan.

“Sebagai generasi muda, kita harus menyiarkan keberkahan dengan cara yang berbeda, tapi tetap sesuai syariat,” pesannya.

Sementara itu, Zian Fernanda, ustadzah Pondok Pesantren Bahrusyifa, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjadikan Al-Qur’an lebih dekat dengan masyarakat luas.

“Ngaji On The Road ini menjadi salah satu wadah Al-Qur’an. Alun-alun bukan hanya fasilitas umum, tetapi juga bisa digunakan untuk kegiatan Islami,” jelasnya.

Menurut Zian, kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum.

“Kami tidak hanya mengaji sendiri, tapi juga mengajak masyarakat Lumajang untuk ikut. Masyarakat bisa menyetorkan hafalan, mengikuti talaqqi, maupun belajar tahsin bersama,” katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrusyifa, Ahmad Fathillah, menambahkan bahwa kegiatan ini telah dilaksanakan secara konsisten sejak awal masa pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, Ngaji On The Road ini sudah istiqamah selama lima tahun. Awalnya terinspirasi dari arahan salah satu pembina yayasan yang saat itu juga Wakil Bupati Lumajang, , untuk menyiarkan Al-Qur’an,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa konsep Ngaji On The Road hadir sebagai alternatif positif kegiatan ngabuburit.

“Daripada hanya jalan-jalan atau menghabiskan waktu, ngabuburit bisa diisi dengan ngaji. Bukan hanya kami yang mengaji, tapi juga mengajak masyarakat sekitar untuk belajar memperbaiki bacaan Al-Qur’an,” jelasnya.

Materi yang diajarkan dalam kegiatan ini, lanjut Ahmad, meliputi tahsin, makharijul huruf, hingga menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Dimanapun kita berada, bukan hanya di masjid, kita tidak perlu malu untuk menyiarkan dan membaca Al-Qur’an,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan Ngaji On The Road yang digelar di jantung kota Lumajang ini dapat membawa kebaikan dan keberkahan bagi masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Lumajang yang ingin ngaji bareng atau belajar ngaji untuk datang bersama-sama ke depan pendopo. Semoga Al-Qur’an membawa keberkahan untuk Kota Lumajang,” pungkasnya.


Di Usia Senja dan Keterbatasan, Nenek Dapat Uluran Tangan Polisi


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Senyum bahagia akhirnya terukir di wajah Nenek Murtimah (80), warga Desa Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. 

Di usia senjanya yang penuh keterbatasan, nenek sebatang kara tersebut mendapat perhatian dan bantuan dari Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Lumajang.

Pada Jumat (20/2/2026) siang, personel Sat Binmas mendatangi langsung kediaman Nenek Murtimah untuk menyerahkan bantuan sosial berupa satu unit kasur baru, paket sembako, serta uang tunai. 

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat kurang mampu, khususnya di momentum Bulan Suci Ramadhan.

Selama ini, Nenek Murtimah diketahui tidur di atas kasur tipis yang langsung diletakkan di lantai semen tanpa alas. Kondisi kasur yang sudah usang dan tidak layak itu kerap membuatnya tidak nyaman saat beristirahat. 

Selain hidup seorang diri, Nenek Murtimah juga mengalami keterbatasan fisik berupa gangguan penglihatan dan pendengaran akibat kecelakaan yang pernah dialaminya di masa lalu.

Kegiatan bantuan sosial tersebut dipimpin langsung oleh PS Kasat Binmas Polres Lumajang, Iptu Irdani Isma. 

Iptu Irdani Isma mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial Polres Lumajang dalam rangka menyambut dan mengisi Bulan Suci Ramadhan.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Kami dari Polres Lumajang berbagi sedikit rezeki untuk keluarga kita yang membutuhkan. Kebetulan yang kita kunjungi adalah Murtimah yang hidup sebatang kara dengan berbagai keterbatasan,” ujar Iptu Irdani Isma.

Ia menjelaskan, selain tidak dapat melihat dengan baik dan mengalami gangguan pendengaran, Nenek Murtimah juga sangat bergantung pada bantuan para tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk makan dan perawatan ringan.

“Sehari-harinya beliau dibantu oleh tetangganya. Kondisi seperti ini tentu perlu perhatian bersama. Mudah-mudahan bantuan yang kami sampaikan ini bisa benar-benar diterima dan bermanfaat untuk beliau,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Polres Lumajang berharap dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga.

"Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban hidup Nenek Murtimah dan memberikan kenyamanan, khususnya dalam menjalani ibadah di bulan penuh berkah ini," pungkasnya 



17/02/2026

Jamaah Muhammadiyah Lumajang Mulai Salat Tarawih Perdana Ramadan 1447 H


Lumajang , (Onenewsjatim) -
Jemaah Muhammadiyah di Kabupaten mulai melaksanakan salat tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026) malam. 

Sejak menjelang waktu salat, jemaah tampak memadati masjid-masjid Muhammadiyah untuk menunaikan ibadah tarawih pertama tahun ini.

Pantauan di , salah satu masjid Muhammadiyah terbesar di wilayah tersebut, suasana sudah ramai sebelum pelaksanaan salat dimulai. 

Jemaah berdatangan dari berbagai wilayah di kawasan perkotaan Lumajang dan memenuhi area dalam masjid. Semarak menyambut bulan suci Ramadan pun terasa sejak awal pelaksanaan ibadah.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, dr. Halimi, membenarkan bahwa jemaah Muhammadiyah di Lumajang mulai melaksanakan salat tarawih pada malam tersebut.

Ia menjelaskan, pelaksanaan ibadah tarawih mengacu pada maklumat Pimpinan Pusat yang menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

“Benar, jamaah Muhammadiyah di Kabupaten Lumajang pada malam ini sudah mulai melaksanakan salat tarawih sebagai bagian dari rangkaian ibadah Ramadan tahun ini,” ujar Halimi kepada wartawan.

Menurutnya, momentum Ramadan tidak hanya menjadi sarana peningkatan ibadah secara personal, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

“Pada momen Ramadan ini, kami mengajak seluruh umat untuk mengedepankan sikap toleransi dan saling menghormati perbedaan, termasuk dalam penetapan awal puasa,” tambahnya.

Ia berharap, Ramadan 1447 Hijriah dapat menjadi sarana mempererat ukhuwah, baik di internal umat Islam maupun dalam kehidupan sosial yang lebih luas.

Pelaksanaan salat tarawih di Masjid Al-Huda berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Jamaah mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan khidmat, menandai dimulainya bulan suci yang telah lama dinantikan umat Muslim.

“Karena tidak hanya tahun ini, tahun-tahun sebelumnya juga sudah berlangsung di Indonesia, kadang ada perbedaan awal puasa dan itu terus berjalan. Yang terpenting adalah menjaga persatuan dan kedamaian,” pungkas Halimi. (Imam)


© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved