-->

14/06/2026

Hadir untuk Warga, Babinsa Tempursari Dampingi Pembagian Bantuan Pangan kepada 1.008 KPM


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Dalam rangka memastikan pendistribusian bantuan pemerintah berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran, Babinsa Tempursari Koramil 0821-18/Tempursari, Peltu Dwi Hasim, melaksanakan pendampingan dan pengamanan pembagian Bantuan Pangan Alokasi Februari–Maret 2026 di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan TNI melalui aparat kewilayahan dalam membantu kelancaran program pemerintah untuk meringankan beban masyarakat serta menjaga stabilitas ketahanan pangan di tingkat desa.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Desa Tegalrejo tercatat sebanyak 1.008 keluarga penerima manfaat. Untuk alokasi bantuan pangan bulan Februari dan Maret 2026, total beras yang disalurkan mencapai 20.160 kilogram. Selain itu, masyarakat juga menerima tambahan bantuan berupa minyak goreng dengan total sebanyak 4.032 liter.

Di sela kegiatan, Peltu Dwi Hasim mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam proses pendistribusian bantuan bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kami melakukan pendampingan agar proses pembagian bantuan berjalan tertib serta benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Kehadiran Babinsa juga sebagai bentuk pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat sehingga pelaksanaan kegiatan berlangsung aman dan kondusif,” ujar dia.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah desa, petugas penyalur, dan aparat kewilayahan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program bantuan pangan yang digulirkan pemerintah.

Dari hasil pelaksanaan kegiatan, realisasi penyaluran bantuan pangan di Desa Tegalrejo tercatat telah mencapai 100 persen sesuai target yang ditetapkan. Seluruh proses berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya kendala maupun kejadian menonjol di lapangan.

Melalui pendampingan yang dilakukan Babinsa, diharapkan program bantuan pangan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan nasional. (Pendim0821)

Masuki Tahap Finishing, Jembatan Perintis Garuda di Pasrujambe Segera Rampung


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Semangat kebersamaan dan gotong royong terus ditunjukkan oleh personel Koramil 0821-17/Pasrujambe bersama masyarakat dalam proses pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berada di Kali Asem, Dusun Krajan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (14/6/2026).

Pada tahap pengerjaan kali ini, kegiatan difokuskan pada penyetelan akhir seling pagar serta pengecatan pagar jembatan sebagai bagian dari pekerjaan finishing sebelum jembatan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. 

Kegiatan tersebut melibatkan Bati Bakti TNI Koramil 0821-17/Pasrujambe Serma Yunus Ariyanto, Babinsa Karanganom Sertu Bejo Utomo, serta warga setempat yang secara sukarela bergotong royong menyelesaikan pekerjaan.

Serma Yunus Ariyanto mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar akses transportasi dan aktivitas ekonomi warga.

“Pekerjaan hari ini difokuskan pada penyetelan akhir seling pagar agar kokoh dan aman, sekaligus pengecatan pagar untuk memperindah tampilan jembatan serta melindungi material dari pengaruh cuaca. Kami berharap proses penyelesaian dapat berjalan lancar sehingga jembatan segera digunakan oleh masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Sertu Bejo Utomo menuturkan bahwa keterlibatan warga dalam setiap tahapan pembangunan menjadi bukti kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat Desa Karanganom. Menurutnya, kerja sama yang baik antara TNI dan warga menjadi faktor penting dalam percepatan penyelesaian pembangunan jembatan.

“Antusiasme warga sangat luar biasa. Mereka hadir dan bekerja bersama sejak awal pembangunan hingga tahap finishing seperti saat ini. Hal tersebut menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap fasilitas umum yang nantinya akan digunakan bersama,” ungkapnya.

Keberadaan Jembatan Perintis Garuda nantinya diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah di Desa Karanganom, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga saat melintasi kawasan Kali Asem. 

Dengan progres pekerjaan yang telah memasuki tahap akhir, masyarakat berharap jembatan tersebut segera selesai sepenuhnya dan dapat mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.

Melalui semangat gotong royong yang terus terpelihara, pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi simbol kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan infrastruktur yang bermanfaat bagi kemajuan desa serta kesejahteraan warga. (Pendim0821)

Bhabinkamtibmas Kunir Turun ke Sawah, Dampingi Petani Jagung Demi Ketahanan Pangan


Lumajang, (Onenewsjatim) - 
Peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan hingga tingkat desa. Salah satunya melalui kegiatan yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Sukosari, Polsek Kunir, Bripda M. Jurjis yang turun langsung meninjau lahan pertanian jagung milik warga di Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Sabtu (13/6/2026).

Di sela kegiatan sambang desa, Bripda Jurjis menyempatkan diri mengecek kondisi tanaman jagung milik Wijen Utomo yang saat ini menunjukkan pertumbuhan cukup baik dan berpotensi menghasilkan panen optimal.

Selain memantau perkembangan tanaman, Bripda Jurjis juga berdialog dengan petani terkait kondisi lahan, kebutuhan sarana produksi pertanian, hingga berbagai tantangan yang dihadapi selama masa budidaya.

Kapolsek Kunir Iptu Muljoko mengatakan keterlibatan anggota Bhabinkamtibmas dalam sektor pertanian merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

“Bhabinkamtibmas tidak hanya menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir mendukung program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga, termasuk di bidang pertanian,” kata Iptu Muljoko.

Menurutnya, pendampingan kepada petani dilakukan untuk memberikan motivasi sekaligus membangun komunikasi yang baik antara aparat dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan.

Ia menjelaskan, keberhasilan sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. Karena itu, Polsek Kunir terus mendorong personelnya untuk aktif mendampingi petani dan menyerap berbagai aspirasi maupun kendala yang dihadapi di lapangan.

“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap kehadiran anggota di tengah petani dapat memberikan semangat serta membantu memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan hasil pertanian,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bripda Jurjis juga mengajak petani untuk mempersiapkan pola tanam berkelanjutan dengan menanam padi setelah masa panen jagung berakhir.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus mendukung program swasembada pangan yang tengah digalakkan pemerintah.

Sementara itu, Wijen Utomo selaku pemilik lahan mengapresiasi perhatian yang diberikan pihak kepolisian terhadap sektor pertanian di wilayahnya.

“Kami merasa senang karena ada pendampingan dari Bhabinkamtibmas. Kehadiran beliau memberikan motivasi kepada kami untuk terus mengelola lahan dengan baik dan meningkatkan hasil panen,” ungkapnya.

Kegiatan pemantauan lahan pertanian tersebut berlangsung penuh keakraban. Melalui pendekatan humanis dan pendampingan langsung kepada petani, Polsek Kunir berharap produktivitas pertanian masyarakat terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan nasional.(Imam)

13/06/2026

Residivis Curanmor di Jember Ditangkap, Polisi Ungkap Aksi di 18 TKP


Jember, (Onenewsjatim)
– Jajaran Polres Jember Polda Jatim kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas tindak kriminalitas yang meresahkan masyarakat. 

Seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial H (29) warga Sumberbaru Jember diamankan Polisi setelah kembali terlibat aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan di 18 lokasi berbeda di wilayah hukum Polres Jember.

Sementara seorang rekannya saat ini masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dan terus dilakukan pengejaran oleh petugas.

Kapolres Jember AKBP Bobby A Condroputra dalam konferensi pers mengatakan, kasus ini terungkap berdasarkan laporan korban, NN (58), seorang guru warga Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. 

"Korban melaporkan kehilangan sepeda motor Honda Beat warna putih merah yang diparkir di depan rumah keluarganya di Lingkungan Winosari, Kelurahan Mangli pada Minggu dini hari, 31 Mei 2026," kata AKBP Bobby, Jumat (12/6/26).

Saat itu sepeda motor korban diparkir dalam kondisi terkunci setang. Namun ketika hendak digunakan pada pagi harinya, kendaraan tersebut telah raib dari tempat semula.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka H.

Ironisnya, H ditangkap Polisi saat akan melakukan percobaan pencurian kendaraan bermotor di kawasan Jalan Nusa Indah, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. 

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, petugas juga mengungkap bahwa hasil kejahatan tersebut dijual kepada seorang penadah berinisial AG yang kini juga berstatus DPO. 

"Saat dilakukan penggerebekan di rumah AG petugas menemukan salah satu barang bukti berupa sepeda motor Honda Beat seperti yang dilaporkan korban NN," kata AKBP Bobby.

Kapolres Jember menegaskan akan terus memburu para pelaku yang masih buron serta mengembangkan kasus untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan curanmor lainnya yang beroperasi di wilayah Kabupaten Jember.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 477 ayat (1) huruf e, f, dan g Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun. (*)

Polisi Lumajang Latihan Bongkar Pasang Senjata SS1-V1


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Suasana serius terlihat di lobi Mapolres Lumajang pada Jumat (12/6/2026). Sejumlah personel Sat Samapta Polres Lumajang tampak fokus mengikuti latihan bongkar pasang senjata api jenis SS1-V1 sebagai bagian dari persiapan menghadapi lomba tingkat Polda Jawa Timur dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.

Latihan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Lumajang AKP Agus Sugiharto didampingi Kanit Turjawali Ipda Wahib. 

Kegiatan diawali dengan apel dan arahan kepada seluruh peserta mengenai pentingnya penguasaan teknik bongkar pasang senjata sebagai salah satu kemampuan dasar yang wajib dimiliki anggota Polri.

Kasubsi Pidm si Humas Ipda Suprapto melalui AKP Agus Sugiharto menekankan bahwa latihan tidak hanya bertujuan mengejar prestasi dalam perlombaan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan profesionalisme personel dalam memahami fungsi dan mekanisme kerja senjata api yang digunakan saat bertugas.

Setelah menerima arahan para peserta mengikuti sesi drill yang dipandu instruktur Briptu Fariz. Pada tahap ini anggota diberikan penjelasan mengenai prosedur yang benar dalam membongkar dan memasang kembali komponen senjata SS1-V1.

Latihan berlangsung secara bertahap. Setiap anggota diminta mempraktikkan teknik yang telah diberikan secara berulang. Metode tersebut dilakukan untuk meningkatkan kecepatan sekaligus memastikan setiap tahapan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.

Para peserta terlihat saling mengamati dan mengevaluasi satu sama lain. Instruktur juga memberikan koreksi secara langsung apabila ditemukan kesalahan dalam proses bongkar pasang senjata. Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap personel memiliki pemahaman yang sama dan mampu menjalankan prosedur dengan tepat.

Memasuki sesi berikutnya suasana latihan menjadi lebih kompetitif. Seluruh anggota diberikan kesempatan untuk menguji kemampuan masing-masing melalui simulasi lomba. 


Dalam sesi ini peserta dituntut menunjukkan kecepatan dan ketepatan saat membongkar maupun memasang kembali senjata.

Waktu pengerjaan menjadi salah satu indikator penilaian. Namun ketepatan prosedur tetap menjadi aspek utama yang diperhatikan oleh tim penilai. Setiap kesalahan dalam tahapan pelaksanaan dapat memengaruhi hasil akhir peserta.

Kasat Samapta Polres Lumajang AKP Agus Sugiharto mengatakan latihan tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadapi lomba keterampilan yang akan digelar di tingkat Polda Jawa Timur dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.

"Latihan ini kami laksanakan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan anggota. Selain sebagai persiapan lomba kegiatan ini juga bertujuan memperkuat pemahaman personel terhadap penggunaan dan perawatan senjata dinas," kata Suprapto.

Menurutnya penguasaan teknik bongkar pasang senjata menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki setiap anggota Polri. Kemampuan tersebut tidak hanya berguna saat mengikuti perlombaan tetapi juga mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

"Ketepatan dan pemahaman terhadap setiap komponen senjata sangat penting. Karena itu latihan dilakukan secara berulang agar anggota semakin terampil dan percaya diri," ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung seluruh personel menunjukkan semangat yang tinggi. Mereka mengikuti setiap tahapan latihan dengan sungguh-sungguh. Tim instruktur melakukan evaluasi terhadap kecepatan pelaksanaan ketepatan prosedur serta pemahaman peserta mengenai fungsi setiap bagian senjata.

Dari hasil kompetisi internal yang digelar pada akhir kegiatan terpilih tiga anggota Sat Samapta dengan catatan waktu tercepat dan tingkat ketepatan terbaik. Ketiganya kemudian ditetapkan sebagai wakil Sat Samapta Polres Lumajang untuk mengikuti lomba tingkat Polda Jawa Timur.

Suprapto berharap para peserta yang terpilih mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama Polres Lumajang dalam ajang tersebut.

"Kami optimistis anggota yang terpilih dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya. Yang terpenting adalah menjaga disiplin latihan dan terus meningkatkan keterampilan sehingga siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi," katanya.

Latihan yang berlangsung hingga siang hari itu berjalan lancar dan penuh semangat. Kegiatan tersebut menjadi bukti komitmen Sat Samapta Polres Lumajang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menjaga profesionalisme personel dalam menjalankan tugas kepolisian.(Imam)

Babinsa Kedungrejo Kawal Pelayanan Kesehatan Balita Demi Cegah Penyakit Sejak Dini


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya meningkatkan kesehatan dan kualitas tumbuh kembang anak terus dilakukan melalui berbagai program pelayanan kesehatan di tingkat desa. Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Babinsa Kedungrejo Koramil 0821-16/Rowokangkung, Serka Riono Asnan, melaksanakan pendampingan kegiatan pelayanan kesehatan balita yang berlangsung di Balai Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan pelayanan kesehatan yang diikuti oleh 30 balita tersebut merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak secara aktif terhadap berbagai penyakit berbahaya. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu langkah strategis dalam menekan angka kesakitan dan kematian bayi melalui pemberian pelayanan kesehatan yang optimal sejak usia dini.

Dalam pelaksanaannya, pelayanan kesehatan didampingi oleh Bidan Desa Kedungrejo, Devi Andriani, S.ST., dan Retno Siswanti, Amd.Kep., yang memberikan berbagai layanan kesehatan kepada balita, mulai dari pemeriksaan kondisi kesehatan, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, hingga pemberian imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Serka Riono Asnan mengatakan bahwa kehadiran dirinya sebagai aparat kewilayahan merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Kami selalu siap mendukung setiap kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan balita. Dengan pendampingan ini diharapkan kegiatan dapat berjalan lancar dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya memantau kesehatan anak secara berkala,” ujarnya.

Sementara itu, Bidan Desa Devi Andriani menjelaskan bahwa imunisasi dan pemantauan kesehatan secara rutin sangat penting untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat membahayakan kesehatan anak.

"Partisipasi aktif para orang tua dalam membawa anak ke kegiatan pelayanan kesehatan menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang balita yang optimal," pungkasnya.

Melalui sinergi antara tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, dan masyarakat, diharapkan pelayanan kesehatan balita di Desa Kedungrejo dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kesehatan anak-anak dapat terjaga dengan baik sehingga tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas di masa mendatang. (Pendim0821)

Tahap Akhir Pembangunan, TNI dan Warga Pasang Pagar serta Cat Jembatan Perintis Garuda


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Proses pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berada di Kali Asem, Dusun Krajan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, terus menunjukkan perkembangan signifikan. 

Pada Sabtu (13/6/2026), personel Koramil 0821-17/Pasrujambe bersama masyarakat setempat kembali melaksanakan kegiatan gotong royong sebagai bagian dari tahapan penyelesaian pembangunan jembatan yang menjadi akses vital bagi warga.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Bati Bakti TNI Koramil 0821-17/Pasrujambe, Serma Yunus Ariyanto, bersama Babinsa Karanganom, Sertu Bejo Utomo. Pada tahap pengerjaan hari ini, fokus pekerjaan diarahkan pada pemasangan pagar pengaman serta pengecatan bagian konstruksi jembatan guna meningkatkan keamanan sekaligus memperindah tampilan bangunan.

Serma Yunus Ariyanto mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan hasil sinergi antara TNI dan masyarakat yang dilaksanakan secara bertahap melalui semangat gotong royong. Setelah sebelumnya dilakukan berbagai pekerjaan konstruksi utama, kini pembangunan memasuki tahapan penyempurnaan sebelum nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Pemasangan pagar ini sangat penting sebagai sarana pengaman bagi pengguna jembatan, sedangkan pengecatan dilakukan untuk melindungi material konstruksi sekaligus memperindah tampilan jembatan. Ini merupakan bagian dari tahapan akhir pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Sertu Bejo Utomo menuturkan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pendampingan dan dukungan terhadap upaya pembangunan infrastruktur desa yang dilakukan secara bersama-sama. Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi modal utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan.

“Gotong royong yang dilakukan hari ini menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pembangunan fasilitas umum. Dengan kebersamaan, pekerjaan yang cukup besar dapat diselesaikan secara lebih ringan dan cepat,” ungkapnya.

Partisipasi aktif warga terlihat sejak pagi hari. Mereka bahu-membahu membantu proses pemasangan pagar serta pengecatan jembatan agar hasil pekerjaan lebih maksimal. Kebersamaan tersebut mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat Desa Karanganom.

Melalui tahapan pengerjaan yang terus berjalan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda diharapkan segera rampung sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi antara TNI dan warga dalam kegiatan gotong royong tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur dapat terwujud dengan baik melalui kebersamaan dan kepedulian bersama terhadap kemajuan desa. (Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved