-->

27/03/2026

LPG 3 Kg Langka di Lumajang, Warga Keliling Cari hingga Rela Beli Rp 30 Ribu


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi masih dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kondisi ini sudah dirasakan sejak beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah hingga saat ini.

Sulitnya mendapatkan gas melon tersebut membuat masyarakat kerepotan memenuhi kebutuhan memasak, terutama untuk persiapan lebaran ketupat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kelangkaan terjadi di beberapa kecamatan seperti Pasirian, Tempeh, Candipuro hingga Klakah. Warga bahkan harus berkeliling ke sejumlah tempat hingga ke kecamatan lain demi memperoleh satu tabung LPG 3 kg.

Tidak hanya langka, harga di tingkat pengecer juga mengalami lonjakan cukup tinggi. Dari yang biasanya sekitar Rp 20 ribu per tabung, kini naik menjadi Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu. Bahkan di beberapa lokasi, harga menyentuh angka Rp 50 ribu per tabung.

Suparto, warga Desa Bades, Kecamatan Pasirian, mengaku sudah kesulitan mendapatkan gas sejak sebelum Lebaran. Ia menyebut, meskipun harga melambung tinggi, warga tetap membeli karena kebutuhan mendesak.

“Sudah susah sejak sebelum Lebaran. Sekarang makin sulit. Kalau pun ada, harganya mahal, sampai Rp 50 ribu, tapi tetap dibeli karena untuk masak,” ujar Suparto saat ditemui, Jumat (27/3/2026).

Hal serupa disampaikan Ani, warga Desa Banjawaru, Kecamatan Lumajang. Ia mengatakan harus berkeliling ke beberapa toko sebelum akhirnya mendapatkan satu tabung gas.

“Biasanya mudah dan harganya sekitar Rp 20 ribu. Sekarang harus muter dulu, dan dapatnya Rp 25 ribu,” kata Ani.

Menurutnya, meski harga lebih tinggi dari biasanya, ia tidak memiliki pilihan lain selain tetap membeli demi kebutuhan sehari-hari. “Yang penting bisa masak,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang, , memastikan pasokan LPG 3 kg di wilayahnya sebenarnya dalam kondisi aman. Bahkan, menurutnya, distribusi dari pemerintah pusat mengalami penambahan.

“Pasokan elpiji sebenarnya normal, bahkan ada tambahan. Namun permintaan masyarakat meningkat tajam menjelang Lebaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lonjakan konsumsi terjadi karena banyak warga membeli lebih dari satu tabung untuk stok selama libur panjang.

“Biasanya beli satu tabung, sekarang bisa sampai empat atau lima tabung. Kekhawatiran kehabisan ini yang membuat distribusi jadi tidak merata,” jelasnya.

Di sisi lain, Kabag Log Polres Lumajang Kompol Eko Basuki menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pengawasan terhadap distribusi LPG 3 kg di lapangan.

“Kami sudah menginstruksikan jajaran untuk melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan agen serta pengecer. Masyarakat juga diimbau agar tidak melakukan pembelian berlebihan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil pengecekan di sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) menunjukkan stok LPG 3 kg masih tersedia.

Meski demikian, ketimpangan distribusi di tingkat bawah masih menjadi persoalan utama. Tingginya kebutuhan masyarakat menjelang dan setelah Lebaran disebut sebagai faktor utama yang memicu kelangkaan di lapangan.(Imam)

26/03/2026

Pemprov Jatim Terapkan WFH Setiap Rabu, Upaya Tekan Konsumsi BBM ASN


Surabaya , (Onenewsjatim) –
Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menetapkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Rabu. Kebijakan ini akan mulai diberlakukan dalam waktu dekat sebagai langkah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Gubernur Jawa Timur mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah melalui berbagai pertimbangan matang, termasuk pola mobilitas pegawai.

“Mulai minggu depan, WFH akan kita terapkan setiap hari Rabu,” ujar Khofifah, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, penentuan hari Rabu dipilih untuk menghindari potensi meningkatnya mobilitas masyarakat jika kebijakan diterapkan pada akhir pekan. Ia menilai, penerapan WFH di hari Jumat berisiko dimanfaatkan ASN untuk memperpanjang libur, yang justru bisa berdampak pada peningkatan konsumsi BBM.

“Kalau hari Jumat berpotensi menjadi long weekend, sehingga mobilitas untuk rekreasi atau pulang kampung bisa meningkat. Ini justru bertentangan dengan tujuan penghematan BBM,” jelasnya.

Khofifah mengungkapkan, kebijakan ini telah dikaji bersama Wakil Gubernur Jawa Timur . Berdasarkan perhitungan, rata-rata jarak tempuh ASN menuju kantor mencapai sekitar 28 kilometer pulang-pergi per hari. Dengan mengurangi satu hari perjalanan, diharapkan terjadi penghematan BBM yang cukup signifikan.

“Rata-rata perjalanan ASN sekitar 14 kilometer sekali jalan. Kalau dikalikan pulang-pergi, maka cukup besar konsumsi BBM yang bisa ditekan jika satu hari tidak masuk kantor,” terangnya.

Meski demikian, Khofifah menegaskan bahwa penerapan WFH tidak akan mengurangi kualitas pelayanan publik. Ia memastikan seluruh layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa kebijakan ini bukan Work From Anywhere (WFA), melainkan tetap bekerja dari rumah. Menurutnya, bekerja di rumah memungkinkan adanya pengawasan dari keluarga sehingga disiplin dan integritas ASN tetap terjaga.

“WFH berbeda dengan WFA. Kalau di rumah, ada kontrol dari keluarga sehingga tetap terpantau bahwa yang bersangkutan benar-benar bekerja,” ujarnya.

Untuk memastikan kedisiplinan pegawai, Pemprov Jatim melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) akan melakukan pengawasan terhadap kehadiran ASN, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya mampu menekan konsumsi BBM, tetapi juga tetap menjaga produktivitas ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.(Red)

Momentum Lebaran, Babinsa Ranuyoso Jalin Kedekatan dengan Tokoh Masyarakat


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dalam suasana Hari Raya Idul Fitri yang penuh kebersamaan, Babinsa Penawungan Koramil 0821-06/Ranuyoso Serma Achmad Minwar melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) melalui silaturahmi ke tokoh masyarakat di wilayah binaannya, pada Kamis (26/03/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengunjungi kediaman Kepala Dusun Abdul Halim yang berada di Dusun Curah Bindu RT 002 RW 002 Desa Penawungan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara Babinsa dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat.

Serma Achmad Minwar mengatakan bahwa momen Hari Raya Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk menjalin dan memperkuat silaturahmi, sekaligus meningkatkan komunikasi yang harmonis dengan masyarakat di wilayah binaan.

“Melalui kegiatan silaturahmi ini, kami ingin mempererat hubungan dengan tokoh masyarakat serta menjaga komunikasi yang baik, sehingga tercipta kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan,” kata dia.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Babinsa dan tokoh masyarakat sangat penting dalam mendukung terciptanya situasi wilayah yang aman dan kondusif.

Sementara itu, Abdul Halim selaku Kepala Dusun Curah Bindu menyambut baik kunjungan Babinsa yang datang bersilaturahmi dalam suasana Lebaran.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang selalu aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat. Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk mempererat hubungan dan menjaga kekompakan di lingkungan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, aman, dan penuh kebersamaan. (Pendim0821)

Perkuat Sinergi Pasca Lebaran, Kodim 0821 Lumajang Terima Kunjungan Kemenag


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Komando Distrik Militer (Kodim) 0821/Lumajang menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang dalam suasana pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kamis (26/3/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Markas Kodim 0821/Lumajang itu dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag Lumajang, Achmad Faisol Syaifullah, bersama rombongan, dan disambut oleh Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi.

Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, mengatakan bahwa momentum Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi lintas sektoral yang lebih solid.

“Silaturahmi ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat sinergi antara TNI dan Kementerian Agama dalam menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Anton dalam keterangannya.

Menurut dia, kolaborasi yang kuat antarinstansi sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkokoh persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang, Achmad Faisol Syaifullah, mengapresiasi sambutan hangat dari jajaran Kodim 0821. Ia menilai, hubungan yang harmonis antara TNI dan Kemenag menjadi salah satu kunci dalam menjaga kerukunan umat beragama.

“Kerja sama lintas sektor seperti ini sangat penting, terutama dalam merawat nilai-nilai keagamaan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat,” kata Faisol.

Ia berharap, sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan melalui berbagai program bersama yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Pertemuan ini juga menjadi simbol komitmen bersama antara TNI dan Kementerian Agama dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga keharmonisan sosial di Kabupaten Lumajang.

Kapolres Lumajang Turun Langsung Pastikan Keamanan Wisatawan di Pantai Watu Pecak


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar turun langsung meninjau sejumlah objek wisata pantai di wilayah Kabupaten Lumajang.

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Operasi Ketupat Semeru 2026, yang tidak hanya berfokus pada kelancaran arus mudik, tetapi juga pengamanan destinasi wisata yang dipadati pengunjung.

Didampingi Wakapolres Lumajang Kompol Suwarno serta Pejabat Utama (PJU) Polres Lumajang, Kapolres Lumajang mendatangi sejumlah titik wisata, salah satunya Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang 

Di lokasi itu AKBP Alex Sandy Siregar tampak menyapa langsung para wisatawan yang tengah menikmati libur bersama keluarga. 

Dengan pendekatan humanis, ia juga memberikan imbauan kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di area pantai.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat berwisata dengan aman, untuk itu kami minta pengunjung tetap waspada, perhatikan batas aman berenang, dan jangan sampai lepas pengawasan untuk putra-putrinya,” ujar AKBP Alex, Rabu (25/3/26).

Ia menegaskan, keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama dalam pengamanan libur Lebaran tahun ini. 

Personel kepolisian disiagakan di sejumlah titik rawan, terutama di bibir pantai, guna mengantisipasi kecelakaan laut.

“Fokus utama kami adalah keselamatan pengunjung. Personel kami siagakan di titik-titik rawan, khususnya di area pantai, untuk mengantisipasi potensi kecelakaan air akibat tingginya aktivitas masyarakat di laut,” tegasnya.

Selain itu, Kapolres Lumajang juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, pengelola wisata, dan tim penyelamat pantai dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Ia pun mengimbau kepada seluruh pengunjung agar selalu mematuhi aturan keselamatan serta memperhatikan arahan petugas di lapangan.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, kawasan Pantai Watu Pecak dipadati ribuan wisatawan yang memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk berwisata bersama keluarga. (*)

25/03/2026

TNI Hadir di Tengah Warga, Babinsa Dadapan Gotong Royong Pasang Tandon Air


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat kembali ditunjukkan aparat TNI di wilayah. Babinsa Desa Dadapan, Koramil 0821-04/Gucialit, Koptu Adrian Jaya Kasih Guntu turun langsung membantu warga memasang tandon air bersih di Dusun Karang Mulyo, Desa Dadapan, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (25/3/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekurangan air bersih yang kerap terjadi, terutama saat musim kemarau. Dalam prosesnya, Babinsa bersama warga bergotong royong mulai dari penyiapan lokasi hingga pemasangan instalasi tandon air.

Kebersamaan terlihat jelas dalam kegiatan tersebut. Warga dan Babinsa bekerja sama memastikan tandon dapat berfungsi dengan baik dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Koptu Adrian Jaya Kasih Guntu mengatakan, keterlibatan dirinya merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab Babinsa dalam membantu mengatasi kesulitan warga di wilayah binaan.

“Pemasangan tandon air ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih, terutama saat pasokan terbatas. Kami juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini dengan baik,” ujar Adrian.

Sementara itu, salah satu warga Dusun Karang Mulyo, Suyanto (45), mengaku terbantu dengan kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut, bantuan tenaga dan pendampingan yang diberikan sangat berarti bagi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Babinsa yang sudah ikut membantu. Ini sangat bermanfaat bagi kami, apalagi saat musim kemarau sering kesulitan air,” katanya.

Menurut Adrian, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Ia menilai, semangat gotong royong yang masih terjaga menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi serta semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan sejahtera.(Pendim 0821)

Momen Idul Fitri, Babinsa Kandangtepus Sambangi Tokoh Masyarakat


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Momentum Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan aparat kewilayahan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. Seperti yang dilakukan Babinsa Desa Kandangtepus, Koramil 0821-03/Senduro, Sertu Edi Kuswanto yang menggelar silaturahmi dengan tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengunjungi kediaman Haji Mugi di Dusun Wonorejo RT 002 RW 004, Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (25/3/2026).

Sertu Edi Kuswanto mengatakan, momen Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan emosional antara aparat teritorial dan masyarakat di wilayah binaan.

“Silaturahmi ini kami lakukan sebagai bentuk kedekatan dan kebersamaan dengan warga binaan, khususnya para tokoh masyarakat yang selama ini turut berperan dalam menjaga kerukunan serta kondusivitas wilayah,” ujar Edi kepada wartawan.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara Babinsa dan tokoh masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menciptakan situasi yang aman dan harmonis di lingkungan desa.

“Dengan komunikasi yang terjalin baik, setiap potensi permasalahan di wilayah bisa lebih cepat diantisipasi dan diselesaikan secara bersama-sama,” tambahnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Haji Mugi, menyambut positif kunjungan yang dilakukan Babinsa tersebut. Ia menilai kegiatan silaturahmi seperti ini penting untuk menjaga hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat.

“Silaturahmi seperti ini sangat baik untuk mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat. Kami berharap kebersamaan serta komunikasi yang sudah terjalin dengan baik ini dapat terus dipertahankan,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat semakin kuat, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang aman, rukun, dan penuh kebersamaan di wilayah Desa Kandangtepus.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved