-->

05/08/2026

Kasdim Lumajang Tegaskan Komitmen Dukung Kerukunan Umat Beragama di Pengukuhan FKUB dan LPTQ


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Komando Distrik Militer (Kodim) 0821/Lumajang menunjukkan dukungannya terhadap penguatan kerukunan umat beragama dan pembinaan kehidupan keagamaan dengan menghadiri kegiatan Pengukuhan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lumajang dan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Lumajang Periode 2026–2031, yang berlangsung di Gedung Panti PKK Kabupaten Lumajang, Rabu (5/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kasdim 0821/Lumajang Mayor Infanteri Tanuri hadir mewakili Komandan Kodim 0821/Lumajang.

Kasdim 0821/Lumajang Mayor Infanteri Tanuri menyampaikan bahwa pengukuhan pengurus FKUB dan LPTQ merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antarinstansi, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan serta meningkatkan nilai-nilai keagamaan di Kabupaten Lumajang.

"Kami mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus FKUB dan LPTQ Kabupaten Lumajang yang telah dikukuhkan. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta mampu memperkuat persatuan, menjaga toleransi antarumat beragama, dan meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan di Kabupaten Lumajang," ujar Mayor Infanteri Tanuri.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kodim 0821/Lumajang siap bersinergi dan mendukung berbagai program FKUB maupun LPTQ dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif, sehingga kehidupan masyarakat yang harmonis dapat terus terjaga.

Kegiatan pengukuhan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan kerukunan umat beragama dan penguatan pembinaan keagamaan di Kabupaten Lumajang.

Empat Pengedar Narkoba Dibekuk, Polisi Sita 22,76 Gram Sabu dan Pil Ekstasi di Surabaya


Surabaya, (Onenewsjatim) –
Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjungperak berhasil membongkar tiga jaringan peredaran narkotika yang beroperasi di sejumlah wilayah Kota Surabaya dalam kurun waktu dua pekan selama Juli 2026. 

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan empat tersangka yang diduga berperan sebagai pengedar sekaligus perantara transaksi narkoba.

Selain menangkap para pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa sabu seberat total 22,76 gram, dua butir pil ekstasi, timbangan digital, tas selempang, dompet, empat unit telepon genggam, serta sejumlah barang lain yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran narkotika.

Kasat Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjungperak, AKP Adik Putrawan, mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan penyelidikan terhadap jaringan pengedar yang beroperasi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjungperak.

"Empat tersangka yang kami amankan memiliki peran sebagai pengedar sekaligus perantara narkotika," ujar AKP Adik Putrawan, Rabu (5/8/2026).

Pengungkapan pertama dilakukan pada Rabu (1/7/2026). Polisi menangkap seorang pria berinisial YI (42) di kediamannya di kawasan Dinoyo Lor, Surabaya. Dari tangan tersangka, petugas menyita sabu seberat sekitar 3,26 gram.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, YI mengaku memperoleh sabu melalui sistem ranjau di kawasan Raya Darmo dari seorang bandar berinisial R yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Tersangka mengaku memperoleh sabu sistem ranjau di kawasan Raya Darmo dari seorang bandar berinisial R yang kini masuk Daftar Pencarian Orang," kata AKP Adik.

Polisi juga mengungkap bahwa YI telah menjalankan peran sebagai perantara jual beli sabu selama kurang lebih dua bulan.

Pengungkapan berikutnya dilakukan pada Kamis (16/7/2026) di kawasan Dukuh Setro, Surabaya. Dalam operasi tersebut, petugas menangkap dua tersangka, yakni ZAM (25) dan NAP (24).

Dari keduanya, polisi menyita 54 paket sabu dengan berat total 14,9 gram yang disimpan di dalam tas selempang beserta perlengkapan pengemasan.

Menurut AKP Adik, kedua tersangka memperoleh barang haram tersebut dari seorang bandar berinisial KLEWENG yang kini berstatus DPO.

"Kedua tersangka mengaku memperoleh sabu dari seorang bandar KLEWENG yang kini berstatus DPO," ujarnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan keduanya telah menjalankan bisnis peredaran sabu sejak Juli 2025.

"Selain memperoleh keuntungan sekitar Rp1,5 juta dari setiap putaran penjualan, mereka juga mendapatkan sabu untuk dikonsumsi secara gratis," ungkap AKP Adik.

Sementara itu, pengungkapan ketiga dilakukan di sebuah rumah kos di kawasan Kalibutuh, Surabaya. Polisi menangkap seorang pria berinisial MN (36).

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan tiga paket sabu dengan berat sekitar 4,60 gram serta dua butir pil ekstasi dengan berat bruto 1,01 gram.

"Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan tiga paket sabu dengan berat sekitar 4,60 gram serta dua butir pil ekstasi," kata AKP Adik.

Kepada penyidik, MN mengaku memperoleh sabu dan pil ekstasi dari seorang bandar berinisial J yang kini juga masuk dalam daftar buronan. Transaksi dilakukan menggunakan sistem ranjau di wilayah Ketapang, Sampang, Madura, serta kawasan Dukuh Kupang, Surabaya.

Saat ini keempat tersangka masih menjalani proses penyidikan di Polres Pelabuhan Tanjungperak. Polisi juga terus memburu para bandar yang telah ditetapkan sebagai DPO guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara sesuai ketentuan yang berlaku.


Tiga Tersangka Penyerobotan Ruko di Ngagel Ditahan, Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain


Surabaya, (Onenewsjatim)
– Polrestabes Surabaya menetapkan dan menahan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan penyerobotan rumah toko (ruko) di kawasan Jalan Krukah Utara, Kelurahan Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. 

Kasus yang sempat viral di media sosial itu kini masih terus dikembangkan karena diduga melibatkan pelaku lainnya.

Ketiga tersangka yang telah diamankan masing-masing berinisial AA (36), SL (46) warga Kabupaten Sampang, serta NH (45), warga Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Lutfi Sulistyawan, mengatakan penyidik telah melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka setelah mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi.

"Tiga orang sudah kita lakukan penahanan dan penyidik akan terus mengembangkan kasus ini karena diduga masih ada pelaku lain yang terlibat. Pengembangan dilakukan berdasarkan keterangan para saksi maupun hasil pemeriksaan rekaman CCTV," ujar Kombes Pol Lutfi Sulistyawan saat konferensi pers, Rabu (5/8/2026).

Peristiwa tersebut bermula ketika korban berinisial B.A.D.P. yang merupakan pemenang lelang resmi sebuah ruko hendak memasuki bangunan yang telah menjadi haknya. Namun, korban justru dihalangi oleh sekelompok orang yang mengaku berasal dari organisasi masyarakat BNPM.

Menurut Lutfi, korban memiliki dasar hukum yang sah atas kepemilikan ruko tersebut. Selain memenangkan proses lelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), status kepemilikan bangunan juga telah resmi beralih atas nama korban.

Karena itu, tindakan menghalangi pemilik sah untuk menguasai asetnya dinilai sebagai perbuatan melawan hukum yang kini diproses secara pidana.

Kapolrestabes menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi praktik premanisme maupun aksi pengerahan massa yang mengganggu hak masyarakat.

"Tidak ada aksi premanisme atau pengerahan massa dengan tujuan menghalang-halangi seseorang masuk ke rumah atau bangunan miliknya. Kami akan menindak tegas setiap laporan masyarakat yang berkaitan dengan tindakan seperti ini," tegas Lutfi.

Ia juga mengingatkan bahwa seluruh organisasi, termasuk organisasi kemasyarakatan, wajib mematuhi ketentuan hukum yang berlaku dan tidak boleh bertindak di luar kewenangannya.

Dalam penyidikan perkara ini, polisi telah menyita sejumlah barang bukti dari korban, antara lain fotokopi legalisir Surat Izin Pemakaian Tanah (SIPT) Jangka Menengah Pemerintah Kota Surabaya, gembok beserta anak kunci, telepon genggam, flashdisk, serta rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Sementara itu, dari tangan para tersangka, penyidik mengamankan beberapa barang bukti berupa satu unit iPhone, dua lembar surat kuasa, dua lembar surat tugas, sebuah printer, kipas angin, pompa air, serta dua banner bertuliskan BNPM DPD Surabaya.

Polrestabes Surabaya memastikan proses penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam dugaan penyerobotan tersebut.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 262 KUHP dan/atau Pasal 257 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun. (Red) 




Medan Curam Hambat Pemadaman Karhutla di Bromo, TNBTS Fokus Kendalikan Api



Lumajang, (Onenewsjatim)
– Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum dapat memastikan luas kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Kaldera Tengger. Petugas masih memusatkan seluruh tenaga pada upaya pemadaman sebelum melakukan penghitungan luasan area yang terbakar.

"Kami masih melakukan proses penghitungan. Saat ini seluruh petugas fokus terlebih dahulu pada pemadaman. Data mengenai luas area terdampak akan kami sampaikan setelah proses tersebut selesai," kata Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Bambang Suryono, dalam keterangannya, Rabub (5/7/2026).

Bambang menjelaskan, kebakaran pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.06 WIB. Setelah menerima laporan, TNBTS langsung mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman bersama berbagai unsur yang terlibat.

Menurutnya, operasi pemadaman melibatkan petugas Balai Besar TNBTS, pemandu wisata, masyarakat Desa Ngadas dan Desa Ranupani, unsur TNI, serta berbagai pihak lainnya yang sejak awal bahu-membahu mengendalikan kobaran api.

Ia mengakui proses pemadaman menghadapi tantangan yang cukup berat karena titik api berada di lereng Kaldera Tengger yang memiliki medan curam dan sulit dijangkau.

"Kondisi medan sangat berat sehingga membutuhkan upaya maksimal. Karena itu kami mengutamakan keselamatan seluruh personel yang bertugas dalam proses pemadaman," ujarnya.

Bambang menegaskan, keselamatan petugas menjadi prioritas utama. Terlebih pada malam hari, proses pemadaman memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga seluruh personel diminta bekerja sesuai prosedur keselamatan.

"Prinsip kami bukan sekadar memadamkan api secepat mungkin, tetapi memastikan seluruh personel yang bertugas tetap aman. Karena kebakaran terjadi pada malam hari, kami harus sangat berhati-hati dalam melakukan upaya pemadaman," katanya.

Sebagai langkah antisipasi untuk melindungi keselamatan wisatawan dan masyarakat, TNBTS menutup sementara akses wisata menuju kawasan Gunung Bromo melalui pintu masuk Jemplang, Kabupaten Malang, sejak Senin (3/8/2026) pukul 22.00 WIB.

Sementara itu, wisatawan yang telah merencanakan kunjungan ke kawasan Gunung Bromo masih dapat mengakses kawasan wisata melalui pintu masuk Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, maupun pintu masuk Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo.

Ia juga mengimbau seluruh wisatawan, masyarakat, dan pelaku jasa wisata agar mematuhi pembatasan akses yang telah ditetapkan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Balai Besar TNBTS turut mendapat dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo dan BPBD Provinsi Jawa Timur yang mulai bergabung dalam operasi pemadaman.

Bambang berharap seluruh proses pemadaman dapat berjalan lancar dan seluruh personel dari berbagai unsur yang terlibat senantiasa diberikan keselamatan selama menjalankan tugas.

"Kami memohon dukungan seluruh masyarakat agar upaya pemadaman dapat segera membuahkan hasil. Semoga seluruh petugas diberikan keselamatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru," pungkasnya.

04/08/2026

Karhutla Gunung Bromo Meluas hingga Probolinggo, Luas Lahan Terbakar Capai 7,9 Hektare


Probolinggo, (Onenewsjatim)
– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus meluas. Setelah sebelumnya melanda Blok Bantengan di wilayah Kabupaten Lumajang, kobaran api kini merembet hingga kawasan Watu Gede yang berada di wilayah administratif Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Hingga Selasa (4/8/2026), luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai sekitar 7,9 hektare. Tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah titik api yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan api hingga kini belum sepenuhnya berhasil dipadamkan karena masih terdapat bara yang berpotensi kembali membesar akibat embusan angin.

"Api masih menyala dan merembet ke arah timur. Luasan yang terbakar diperkirakan mencapai 7,9 hektare, namun kemungkinan bisa bertambah karena titik api belum padam 100 persen," kata Oemar.

Menurut dia, proses pemadaman melibatkan personel gabungan dari BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Provinsi Jawa Timur, Balai Besar TNBTS, Perhutani, TNI, Polri, Agen Penanggulangan Bencana Jawa Timur, serta para relawan.

Mereka memusatkan upaya pemadaman di jalur antara Blok Bantengan hingga Pusung Jantur yang menjadi salah satu lokasi penyebaran api menuju wilayah Probolinggo.

Namun, upaya pemadaman menghadapi berbagai kendala di lapangan. Medan pegunungan yang terjal, vegetasi kering, serta tiupan angin yang cukup kencang membuat api mudah merambat ke semak belukar di sekitarnya.

Petugas terpaksa menggunakan peralatan sederhana, seperti metode gepyok atau memukul kobaran api dengan ranting serta memanfaatkan backpack sprayer untuk menyemprotkan air di titik-titik yang masih memungkinkan dijangkau.

"Tim gabungan terus melakukan pemantauan, membuat sekat agar api tidak merembet, dan menyiapkan peralatan untuk melakukan upaya-upaya pencegahan kebakaran di kawasan TNBTS agar tidak semakin meluas," ujar Oemar.

Selain melakukan pemadaman langsung, tim juga membangun sekat bakar di sejumlah titik strategis untuk menghentikan laju kobaran api menuju kawasan yang masih aman. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca di kawasan Bromo masih didominasi musim kemarau yang menyebabkan vegetasi sangat mudah terbakar.

Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, titik api yang sempat mengarah ke wilayah Kabupaten Probolinggo dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, seluruh personel gabungan masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru akibat bara yang tertiup angin.

BPBD Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan TNBTS, seperti menyalakan api unggun atau membuang puntung rokok sembarangan.

Petugas juga terus melakukan pemantauan intensif hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman, mengingat potensi kebakaran susulan masih cukup tinggi selama musim kemarau berlangsung.

Bangun Drainase Irigasi Bersama Warga, Babinsa Dawuhan Wetan Dorong Produktivitas Pertanian


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali ditunjukkan Babinsa Dawuhan Wetan Koramil 0821-16/Rowokangkung, Sertu Anto Budi Hartotok, saat mendampingi kerja bakti pembangunan saluran drainase irigasi sawah bersama anggota Kelompok Tani (Poktan) Jaya Makmur di Dusun Klampokan, Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi antara Babinsa dan masyarakat dalam membangun infrastruktur pertanian yang bermanfaat bagi petani. Selain bertujuan memperlancar aliran air menuju areal persawahan, pembangunan drainase juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, nyaman, dan mendukung kelancaran aktivitas pertanian.

Di sela kegiatan, Sertu Anto Budi Hartotok mengatakan bahwa kerja bakti merupakan budaya yang harus terus dipelihara karena mampu mempererat hubungan antarwarga sekaligus mempercepat penyelesaian pembangunan yang menjadi kebutuhan bersama.

"Melalui kerja bakti seperti ini, kita tidak hanya membangun saluran irigasi, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan semangat saling membantu. Dengan kebersamaan, pekerjaan menjadi lebih ringan, sementara manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, khususnya para petani," ujar dia.

Ia menambahkan, keterlibatan Babinsa dalam setiap kegiatan masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk mendorong partisipasi warga dalam pembangunan serta menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Ketua Poktan Jaya Makmur, Jamali, menyampaikan bahwa pembangunan saluran drainase irigasi menjadi kebutuhan penting bagi para petani karena akan meningkatkan kelancaran pengairan lahan pertanian dan menunjang hasil produksi.

"Pembangunan drainase ini sangat kami butuhkan untuk mendukung sistem pengairan sawah agar lebih lancar. Dengan saluran yang baik, distribusi air akan lebih merata ke lahan pertanian sehingga tanaman dapat tumbuh lebih optimal. Kami bersyukur pembangunan ini dikerjakan secara gotong royong bersama Babinsa dan masyarakat, sehingga pekerjaan terasa lebih ringan dan kebersamaan warga semakin erat," ungkapnya.

Melalui semangat gotong royong yang terus terjaga, pembangunan drainase irigasi di Dusun Klampokan diharapkan segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi para petani. Sinergi antara Babinsa, kelompok tani, dan masyarakat menjadi bukti bahwa kebersamaan merupakan kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan sekaligus memperkokoh ketahanan pangan di wilayah. (Pendim0821)

Perkuat Ketahanan Pangan, Babinsa Karangbendo Dampingi Pembangunan Drainase Irigasi


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan sektor pertanian terus diwujudkan melalui pendampingan di wilayah binaan. Seperti yang dilakukan Babinsa Karangbendo Koramil 0821-15/Tekung, Sertu Suparli, yang melaksanakan pendampingan pembangunan drainase untuk saluran irigasi pertanian di Dusun Sekarwadung, Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur pendukung pertanian. Drainase yang dibangun diharapkan mampu memperlancar aliran air menuju areal persawahan sekaligus mengurangi potensi genangan yang dapat mengganggu produktivitas tanaman.

Di sela kegiatan, Sertu Suparli mengatakan bahwa pendampingan pembangunan drainase merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang bertujuan mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

"Kami hadir untuk memberikan pendampingan sekaligus memotivasi masyarakat agar tetap semangat bergotong royong dalam membangun fasilitas pertanian. Dengan drainase yang baik, aliran air akan lebih lancar sehingga kebutuhan pengairan lahan dapat terpenuhi secara optimal," ujar Sertu Suparli.

Sementara itu, Kepala UPT Pengairan, Rakim, menjelaskan bahwa pembangunan drainase tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas sistem irigasi pertanian di wilayah Karangbendo.

"Drainase ini menjadi bagian penting dari jaringan irigasi pertanian karena berfungsi mengatur dan memperlancar aliran air. Dengan saluran yang lebih baik, distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih optimal, risiko genangan dapat diminimalkan, dan kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi secara merata. Kami berharap pembangunan ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani," ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara Babinsa, UPT Pengairan, dan masyarakat, pembangunan drainase tersebut diharapkan dapat selesai sesuai rencana sehingga segera dimanfaatkan oleh para petani. Sinergi tersebut menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam memperkuat infrastruktur pertanian guna mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lumajang. (Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved