Lumajang, (Onenewsjatim) – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum dapat memastikan luas kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Kaldera Tengger. Petugas masih memusatkan seluruh tenaga pada upaya pemadaman sebelum melakukan penghitungan luasan area yang terbakar.
"Kami masih melakukan proses penghitungan. Saat ini seluruh petugas fokus terlebih dahulu pada pemadaman. Data mengenai luas area terdampak akan kami sampaikan setelah proses tersebut selesai," kata Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Bambang Suryono, dalam keterangannya, Rabub (5/7/2026).
Bambang menjelaskan, kebakaran pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.06 WIB. Setelah menerima laporan, TNBTS langsung mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman bersama berbagai unsur yang terlibat.
Menurutnya, operasi pemadaman melibatkan petugas Balai Besar TNBTS, pemandu wisata, masyarakat Desa Ngadas dan Desa Ranupani, unsur TNI, serta berbagai pihak lainnya yang sejak awal bahu-membahu mengendalikan kobaran api.
Ia mengakui proses pemadaman menghadapi tantangan yang cukup berat karena titik api berada di lereng Kaldera Tengger yang memiliki medan curam dan sulit dijangkau.
"Kondisi medan sangat berat sehingga membutuhkan upaya maksimal. Karena itu kami mengutamakan keselamatan seluruh personel yang bertugas dalam proses pemadaman," ujarnya.
Bambang menegaskan, keselamatan petugas menjadi prioritas utama. Terlebih pada malam hari, proses pemadaman memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga seluruh personel diminta bekerja sesuai prosedur keselamatan.
"Prinsip kami bukan sekadar memadamkan api secepat mungkin, tetapi memastikan seluruh personel yang bertugas tetap aman. Karena kebakaran terjadi pada malam hari, kami harus sangat berhati-hati dalam melakukan upaya pemadaman," katanya.
Sebagai langkah antisipasi untuk melindungi keselamatan wisatawan dan masyarakat, TNBTS menutup sementara akses wisata menuju kawasan Gunung Bromo melalui pintu masuk Jemplang, Kabupaten Malang, sejak Senin (3/8/2026) pukul 22.00 WIB.
Sementara itu, wisatawan yang telah merencanakan kunjungan ke kawasan Gunung Bromo masih dapat mengakses kawasan wisata melalui pintu masuk Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, maupun pintu masuk Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo.
Ia juga mengimbau seluruh wisatawan, masyarakat, dan pelaku jasa wisata agar mematuhi pembatasan akses yang telah ditetapkan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Balai Besar TNBTS turut mendapat dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo dan BPBD Provinsi Jawa Timur yang mulai bergabung dalam operasi pemadaman.
Bambang berharap seluruh proses pemadaman dapat berjalan lancar dan seluruh personel dari berbagai unsur yang terlibat senantiasa diberikan keselamatan selama menjalankan tugas.
"Kami memohon dukungan seluruh masyarakat agar upaya pemadaman dapat segera membuahkan hasil. Semoga seluruh petugas diberikan keselamatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru," pungkasnya.


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram