-->

19/03/2026

Malam Takbiran 2026, Polres Lumajang Siapkan Penyekatan di Sejumlah Titik Strategis


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Polres Lumajang bersama tim gabungan dari TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan akan memberlakukan penyekatan di sejumlah titik strategis pada malam takbiran Idul Fitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menegaskan bahwa masyarakat yang hendak merayakan malam takbiran dengan cara konvoi kendaraan akan diputar balik di titik-titik penyekatan yang telah disiapkan.

“Untuk kegiatan takbiran, kami sarankan dilaksanakan di masjid atau lingkungan masing-masing. Jika ada masyarakat yang ingin menikmati suasana malam, kami akan lakukan penyekatan di beberapa titik untuk mencegah penumpukan massa di jalan raya,” ujar Alex di konfirmasi usia memantau pengamanan pawai ogoh-ogoh di Senduro.

Ia menjelaskan, sejumlah titik penyekatan akan difokuskan di jalur utama, di antaranya wilayah utara menuju Kota Lumajang yang akan disekat di Kecamatan Sukodono, jalur selatan di kawasan Gladak Abang, serta wilayah timur di Simpang Tiga JLT Tukum, Kecamatan Tekung. 

Selain itu, akses masuk ke pusat kota dan Alun-Alun Lumajang juga akan diberlakukan penyekatan.

Menurut Alex, pengamanan malam takbiran diawali dengan apel gabungan yang melibatkan seluruh unsur terkait. Setelah berbuka puasa, personel akan langsung menempati pos-pos yang telah ditentukan.

Dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Lumajang menyiapkan total 532 personel gabungan. Rinciannya, sebanyak 366 personel dari kepolisian dan 166 personel dari unsur TNI, pemerintah daerah, serta stakeholder terkait lainnya.

“Kami juga mendirikan satu pos pelayanan dan satu pos pengamanan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga akan melakukan patroli rutin di titik-titik rawan kemacetan, kecelakaan, serta potensi tindak kejahatan. Pengawasan juga diperketat di lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan, termasuk tempat wisata pasca Lebaran.

Alex turut mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan petasan atau kembang api yang berpotensi menimbulkan ledakan maupun kebakaran.

“Kembang api yang tidak menimbulkan ledakan masih bisa ditoleransi dengan pengawasan, namun yang berpotensi membahayakan kami larang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan warga yang akan mudik agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan rumah yang ditinggalkan. Masyarakat diminta berkoordinasi dengan aparat setempat maupun kepolisian untuk melakukan pemantauan bersama.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat dapat merayakan malam takbiran dan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkas Alex. (Imam)


Ribuan Warga Padati Pawai Ogoh-Ogoh di Senduro, Toleransi Terjalin di Tengah Ramadan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Raya Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (18/3/2026) malam. 

Mereka antusias menyaksikan pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Sebanyak 15 ogoh-ogoh atau patung raksasa yang melambangkan Bhuta Kala diarak dari depan Pura Mandara Giri Semeru, diiringi tabuhan musik tradisional dan tarian khas yang menggema sepanjang rute pawai. Suasana semakin semarak dengan sorak penonton yang memenuhi sisi jalan.

Prosesi pengerupukan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi ini berlangsung khidmat sekaligus meriah. Ogoh-ogoh diarak mengelilingi desa sebagai simbol menetralisir energi negatif sebelum memasuki hari penyepian.

Menariknya, tradisi ini tidak hanya menjadi milik umat Hindu, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat Muslim setempat. 

Mengingat pelaksanaannya bertepatan dengan bulan suci Ramadan, kegiatan pawai sengaja dimulai setelah salat tarawih sebagai bentuk toleransi antarumat beragama.

Salah satu warga Muslim, Lisa, mengaku terkesan dengan kemeriahan pawai tersebut. Ia bahkan baru pertama kali menyaksikan langsung tradisi ogoh-ogoh.

“Ini pertama kali saya lihat ogoh-ogoh, rasanya senang sekali. Yang nonton juga banyak, tidak hanya umat Hindu, tapi juga Muslim. Apalagi dilaksanakannya setelah salat tarawih,” ujarnya di lokasi.

Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kemenag Jawa Timur, Budiono, menjelaskan bahwa pengerupukan merupakan ritual sakral yang dilakukan sehari sebelum Nyepi. Dalam prosesi tersebut, ogoh-ogoh yang melambangkan Bhuta Kala atau energi negatif diarak keliling desa untuk dinetralisir.

“Ogoh-ogoh ini simbol energi negatif. Diarak keliling desa sebagai bentuk pembersihan, kemudian dimusnahkan agar tidak mengganggu pelaksanaan Catur Brata Penyepian,” kata Budiono.

Ia menambahkan, penyesuaian waktu pelaksanaan pawai menjadi bentuk nyata toleransi yang telah terjalin lama di Senduro. Dengan digelarnya pawai setelah tarawih, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat turut menyaksikan tanpa mengganggu ibadah masing-masing.

“Ini bentuk kebersamaan yang luar biasa. Tahun ini istimewa karena bertepatan dengan Ramadan dan juga mendekati Idul Fitri. Kami ingin semua umat bisa menjalankan ibadah dengan nyaman sekaligus menjaga kerukunan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, penyesuaian waktu pelaksanaan menjadi wujud nyata toleransi antarumat beragama di Senduro.

“Kegiatan ini kami mulai setelah tarawih agar tidak mengganggu ibadah umat Muslim. Justru dengan begitu, semua warga bisa ikut menyaksikan dan merasakan kebersamaan,” tambahnya.

Budiono juga menilai momen tahun ini sangat istimewa karena perayaan Nyepi berdekatan dengan bulan Ramadan hingga Idul Fitri.

“Ini momentum luar biasa. Umat Hindu akan melaksanakan Nyepi, sementara umat Muslim menjalankan ibadah puasa hingga Idul Fitri. Maka penting bagi kita semua untuk terus menjaga kerukunan dan saling menghormati,” katanya.

Ia menjelaskan, setelah pengerupukan, umat Hindu akan menjalani Catur Brata Penyepian selama 24 jam, yang meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menikmati hiburan).

Menurut Budiono, toleransi di Senduro tidak hanya terlihat saat perayaan, tetapi juga dalam proses pembuatan ogoh-ogoh. Warga Muslim kerap turut membantu sejak tahap perancangan hingga penyelesaian

Sementara itu, suasana toleransi di Senduro sudah menjadi tradisi yang terjaga. Tidak hanya dalam pelaksanaan pawai, proses pembuatan ogoh-ogoh pun kerap melibatkan warga lintas agama.

Keharmonisan ini menjadi contoh nyata kehidupan masyarakat yang rukun di tengah perbedaan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam keberagaman. (Imam)


.


18/03/2026

Pemudik Diimbau Waspada, Ini Titik Rawan Perlambatan di Jalur Lumajang


Lumajang (Onenewsjatim)
– Pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Lumajang diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah titik rawan perlambatan arus lalu lintas, terutama di jalur utara.

Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan potensi kemacetan diperkirakan tidak terlalu signifikan, namun perlambatan kendaraan kemungkinan terjadi di beberapa lokasi.

“Kalau kemacetan mungkin kecil, tapi potensi perlambatan ada, terutama di wilayah utara seperti Ranuyoso. Di sana ada dua pasar tumpah, yakni Pasar Ranuyoso dan Pasar Wates Wetan di perbatasan Lumajang–Probolinggo,” ujarnya.

Selain itu, perlambatan juga diprediksi terjadi di kawasan Klakah, khususnya di perlintasan kereta api. Aktivitas keluar-masuk kendaraan serta penutupan palang pintu saat kereta melintas menjadi salah satu pemicu antrean.

“Di Klakah juga berpotensi terjadi perlambatan, terutama di perlintasan kereta api. Untuk antisipasi, kami telah menempatkan pos pengamanan di Terminal Klakah,” tambahnya.

Menurut Suprapto, petugas kepolisian akan melakukan pengaturan arus lalu lintas di titik-titik tersebut apabila terjadi kepadatan kendaraan. Personel juga disiagakan untuk membantu mengurai antrean.

“Kalau memang terjadi kepadatan, anggota akan melakukan pengaturan. Di Ranuyoso juga dibackup personel Polsek, dan bila diperlukan bisa ditambah dari pos pengamanan,” jelasnya.

Polres Lumajang juga menyiapkan jalur alternatif bagi pemudik untuk menghindari kepadatan, khususnya dari arah utara.

“Dari arah perbatasan Probolinggo–Lumajang, pengendara bisa berbelok ke kanan. Jalur tersebut tembus ke selatan Polsek Ranuyoso hingga Kedungjajang,” terangnya.

Sementara itu, untuk menghindari perlambatan di Klakah, pengendara dapat mengambil jalur alternatif melalui kawasan Ranu.

“Dari simpang empat Alfamart Klakah, bisa belok kiri masuk jalur dalam area Ranu, nanti tembus ke simpang tiga pom bensin Klakah,” imbuhnya.

Tak hanya pengamanan arus mudik, kepolisian juga mengantisipasi potensi tindak kejahatan di rumah kosong yang ditinggal pemudik.

“Kami dari tim preventif akan patroli ke perumahan-perumahan yang ditinggal pemudik untuk menjaga keamanan,” tegas Suprapto.

Sementara itu, Kanit Turjagwali Satlantas Polres Lumajang, Ipda Aulia Dheta Astarika, menambahkan bahwa tim urai kemacetan telah disiagakan untuk merespons cepat jika terjadi kepadatan lalu lintas.

“Apabila terjadi kemacetan, tim urai akan bergerak cepat untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas,” katanya.

Ia menyebut, waktu rawan perlambatan umumnya terjadi pada pagi hari di kawasan Pasar Ranuyoso dan sore hari di wilayah Klakah.

“Pagi hari di Pasar Ranuyoso, sedangkan sore hari di Klakah, terutama saat aktivitas di stasiun dan perlintasan kereta api meningkat,” jelasnya.

Aulia memperkirakan durasi perlambatan di kedua titik tersebut bisa mencapai sekitar tiga jam, meski arus kendaraan tetap berjalan.

“Perkiraan sekitar tiga jam, baik pagi di Ranuyoso maupun sore di Klakah. Namun arus tetap bergerak, hanya saja melambat,” pungkasnya.(Imam)

465 Ribu Pekerja Lumajang Belum Tersentuh Jaminan Sosial Ketenagakerjaan


Lumajang, (DOC) -
Sebanyak 465.888 penduduk bekerja di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat belum terlindungi program jaminan sosial tenaga kerja dari . Angka ini menunjukkan masih rendahnya tingkat kepesertaan pekerja dalam program perlindungan ketenagakerjaan.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang hingga awal 2026, capaian kepesertaan baru mencapai 16,08 persen atau setara 89.266 orang dari total 555.154 penduduk bekerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang, , mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi data hingga Maret 2026.

“Sebanyak 89.266 atau 16,08 persen yang sudah terdaftar kepesertaan BPJS itu tersebar di seluruh Indonesia, namun KTP-nya Lumajang. Mereka ini bekerja di berbagai daerah,” ujar Delistyana, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, dari total peserta tersebut, hanya sekitar 50.098 pekerja yang benar-benar terdaftar dan bekerja di wilayah Lumajang. Sementara sisanya merupakan pekerja asal Lumajang yang bekerja di luar daerah.

Menurut Delistyana, pihaknya terus berupaya meningkatkan cakupan kepesertaan, terutama bagi pekerja yang berada di wilayah Lumajang.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang menargetkan peningkatan cakupan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) dari 16,08 persen menjadi 20 persen pada tahun 2026.

“Masih ada kekurangan sekitar 22.042 pekerja yang harus segera didaftarkan. Kami optimistis target tersebut bisa tercapai hingga akhir tahun,” pungkasnya.

17/03/2026

Upacara 17-an Kodim Lumajang, Dandim Ingatkan Loyalitas dan Kinerja Personel


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Komando Distrik Militer (Kodim) 0821/Lumajang melaksanakan Upacara Bendera 17-an yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., sebagai Inspektur Upacara di Lapangan Makodim 0821/Lumajang.Senin (17/3/2026)

Upacara yang diikuti oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodim 0821/Lumajang tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan serta wujud pembinaan kedisiplinan di lingkungan TNI AD.

Dalam amanatnya, Dandim menekankan pentingnya menjaga profesionalisme, loyalitas, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja serta menjaga citra positif TNI di tengah masyarakat.

“Upacara 17-an bukan hanya kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian kita sebagai prajurit dan aparatur negara dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan apel pemberangkatan cuti bagi prajurit dan PNS Kodim 0821/Lumajang. Pada kesempatan tersebut, Dandim secara simbolis juga menyerahkan bingkisan kepada personel yang akan melaksanakan cuti.

Pemberian bingkisan tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian satuan kepada prajurit dan PNS, khususnya menjelang momentum kebersamaan bersama keluarga. Dandim berharap para personel yang melaksanakan cuti dapat memanfaatkan waktu dengan baik serta tetap menjaga nama baik satuan selama berada di tengah masyarakat.

“Kami berharap seluruh anggota yang melaksanakan cuti dapat beristirahat dengan baik, menjaga faktor keamanan selama perjalanan, serta kembali ke satuan dengan kondisi sehat dan siap melanjutkan tugas,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud soliditas dan kebersamaan di lingkungan Kodim 0821/Lumajang dalam menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.(Pendim0821)

Mudik Lebaran 2026, Ratusan Warga Lumajang Berangkat Gratis ke Surabaya


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Ratusan warga Kabupaten Lumajang tampak antusias mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lumajang, Selasa (17/3/2026). 

Sebanyak 117 pemudik diberangkatkan menggunakan tiga armada bus dari Gedung Sudjono Lumajang menuju Surabaya.

Pantauan di lokasi, halaman Gedung Sudjono yang berada di Jalan Alun-alun Selatan, Kelurahan Ditrotrunan, Kecamatan Lumajang dipadati warga sejak pagi. 

Suasana penuh kegembiraan terlihat dari para peserta yang bersiap berangkat menuju kampung halaman.

Tiga bus tersebut secara resmi dilepas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang, Agus Triyono.

Salah satu peserta mudik gratis, Zian Fernanda, mengaku sangat senang bisa mengikuti program tersebut. Ia menyebut pengalaman ini menjadi momen berkesan, terlebih karena ini merupakan kali pertama dirinya mengikuti mudik gratis dari pemerintah.

“Saya baru pertama kali ikut mudik gratis dari Pemkab Lumajang. Senang banget, apalagi bisa bertemu keluarga dan naik bus gratis,” ujarnya.

Zian menambahkan, dirinya mengetahui informasi program tersebut dari temannya yang kemudian membantu proses pendaftaran. Ia berangkat menuju Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya di Gresik.

Sementara itu, Sekda Lumajang Agus Triyono menyampaikan bahwa program mudik gratis tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya tersedia satu armada bus, kini pemerintah menyediakan tiga armada.

“Hari ini kami memberangkatkan 117 orang dari total kuota 120 yang telah disiapkan pemerintah. Ini menunjukkan partisipasi masyarakat terus meningkat,” ungkapnya.

Ia berharap program mudik gratis ini dapat membantu masyarakat menjalani perjalanan dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus mengurangi kepadatan arus lalu lintas serta risiko kecelakaan di jalan raya.

“Semoga program ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung mudik yang aman dan tertib,” pungkasnya.

Ledakan di Masjid Raya Pesona Jember, Kapolda Jatim: Penyelidikan Masih Berjalan


Jember, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Daerah Jawa Timur terus melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa ledakan yang terjadi di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, menegaskan bahwa tim gabungan telah diterjunkan untuk mengungkap penyebab ledakan yang terjadi saat pelaksanaan salat tarawih tersebut.

“Sejak kejadian, anggota Polres Jember bersama tim dari Polda Jatim langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara,” ujar Nanang.

Tim gabungan yang dikerahkan terdiri dari Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS), Penjinak Bom (Jibom), Laboratorium Forensik (Labfor), serta tim investigasi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.

Peristiwa ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB saat jamaah tengah melaksanakan ibadah salat tarawih. Meski demikian, Kapolda memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab ledakan,” tegasnya.

Pihak kepolisian telah mengambil sejumlah langkah penanganan, mulai dari pengamanan dan sterilisasi lokasi, olah TKP, hingga pengumpulan barang bukti. Selain itu, pemeriksaan terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi juga terus dilakukan.

Nanang  juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menganalisis barang bukti yang ditemukan di lokasi, termasuk rekaman CCTV yang diharapkan dapat memberikan petunjuk penting dalam proses penyelidikan.

“Seluruh barang bukti saat ini masih dalam proses pemeriksaan di laboratorium forensik. Kami juga mengumpulkan rekaman CCTV untuk memperkuat proses investigasi,” jelasnya.

Terkait dugaan adanya cairan tertentu maupun sumber ledakan, Nanang menegaskan bahwa semuanya masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat disimpulkan.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Situasi sudah kami kendalikan dan kepolisian akan terus hadir untuk menjamin keamanan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nanang memastikan bahwa perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan secara berkala kepada publik.

“Kami masih terus bekerja mendalami peristiwa ini. Nanti setiap perkembangan akan kami sampaikan,” pungkasnya. (Imam)

Tim Jibom dan Labfor Polda Jatim Olah TKP Ledakan Masjid Raya Pesona Jember Saat Tarawih


Jember, (Onenewsjatim)
– Tim penjinak bom (Jibom) bersama Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Jawa Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait ledakan misterius yang terjadi di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, Senin (16/3/2026) malam.

Petugas melakukan pemeriksaan secara detail di titik yang diduga menjadi sumber ledakan, yakni di sekitar area tempat wudhu laki-laki. Sejumlah sudut lokasi diperiksa secara seksama, termasuk barang-barang yang berada di sekitar titik ledakan.

Selain itu, petugas juga memeriksa kerusakan yang ditimbulkan akibat ledakan, seperti plafon masjid yang jebol, rooster yang rusak, serta lemari yang berada di area sekitar lokasi kejadian.

Di depan masjid, sejumlah personel dari Korps Brimob Polri terlihat melakukan penjagaan ketat untuk mengamankan lokasi selama proses penyelidikan berlangsung.

Bahkan Kapolda Jatim Nanang Avianto turut memantau langsung proses olah TKP yang dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian.

Diketahui, ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB saat jamaah tengah melaksanakan shalat tarawih. Suara ledakan sempat membuat jamaah panik dan berhamburan keluar dari dalam masjid.

Meski demikian, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun ledakan menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian bangunan masjid, seperti atap dan plafon.

Kasat Reskrim Polres Jember, Angga Riatma, mengatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.

“Dugaan sementara kita belum bisa menyimpulkan karena masih awal. Saat ini kami masih melakukan olah TKP lanjutan,” ujar Angga.

Ia menjelaskan bahwa polisi telah melakukan sterilisasi lokasi dan memasang perimeter di sekitar area masjid untuk menjaga keamanan selama proses penyelidikan berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi karena kami sedang melakukan sterilisasi,” jelasnya.

Menurutnya, dari pengamatan awal di lokasi terdapat papan besi yang diduga berkaitan dengan sumber ledakan. Namun pihak kepolisian masih belum dapat memastikan penyebabnya karena proses analisa masih berlangsung.

“Untuk yang terlihat dari jauh tadi masih seperti ada papan besi yang mengalami ledakan, tetapi kami belum bisa melakukan analisa lebih lanjut,” tambahnya.

Untuk sementara waktu, aktivitas ibadah di Masjid Raya Pesona dihentikan demi menjaga keselamatan jamaah serta memudahkan proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

“Untuk sementara kegiatan di masjid kita hentikan dulu demi keselamatan bersama,” pungkasnya.(Imam)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved