-->

21/06/2026

Ribuan Warga Meriahkan Gowes Sehat HUT Bhayangkara ke-80, TNI-Polri Perkuat Sinergi Bersama Masyarakat


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Ribuan masyarakat memadati kawasan Alun-Alun Utara Lumajang, Jawa Timur, Minggu (21/6/2026), untuk mengikuti kegiatan Gowes Sehat dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang diinisiasi Polres Lumajang tersebut menjadi ajang mempererat sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat dalam membangun budaya hidup sehat dan mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Sekitar 2.000 peserta dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung meriah tersebut. Selain komunitas pesepeda, peserta juga berasal dari unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.

Bupati Lumajang Indah Amperawati, Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandi Siregar, Sekretaris Daerah Agus Triyono, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat tampak hadir dalam kegiatan tersebut.

Rangkaian acara diawali registrasi peserta dan penampilan Tari Topeng Kaliwungu yang menampilkan kekayaan budaya lokal. Momentum peringatan HUT Bhayangkara juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandi Siregar mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, olahraga bersama tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah. Semoga kegiatan ini menjadi sarana memperkuat kebersamaan, menjaga kesehatan, sekaligus membangun semangat positif di tengah masyarakat," ujar Alex.

Sementara itu, Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi menegaskan bahwa Gowes Sehat merupakan wujud nyata sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.

"Kegiatan ini mencerminkan sinergitas yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. Melalui olahraga bersama, kita membangun semangat kebersamaan, memperkuat persatuan, sekaligus mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai fondasi dalam mewujudkan generasi yang produktif dan bebas dari pengaruh narkoba," kata Anton.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

"Kami berharap kegiatan seperti ini terus menjadi ruang positif yang mampu mempererat komunikasi, meningkatkan kepedulian sosial, dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. TNI akan selalu hadir mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat," tambahnya.

Usai pelepasan peserta, ribuan pesepeda menempuh rute yang telah disiapkan panitia dengan pengawalan aparat keamanan dan dukungan tenaga kesehatan di sejumlah titik. Selain berolahraga, peserta juga berkesempatan memperoleh berbagai hadiah doorprize, termasuk hadiah utama berupa sepeda motor.

Melalui kegiatan Gowes Sehat HUT Bhayangkara ke-80, semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan budaya hidup sehat diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat. Sinergi seluruh elemen bangsa dinilai menjadi modal penting dalam mewujudkan Kabupaten Lumajang yang aman, sehat, harmonis, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.


17/06/2026

7 Kecamatan di Lumajang Alami Pemadaman Listrik, PLN Lakukan Penguatan Sistem Kelistrikan


Lumajang (Onenewsjatim)
– Sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang mengalami pemadaman listrik sementara pada Rabu (17/6/2026) siang.

Pemadaman tersebut terjadi sebagai bagian dari pekerjaan penguatan sistem kelistrikan yang dilakukan oleh PLN guna meningkatkan keandalan pasokan listrik kepada pelanggan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, wilayah yang terdampak meliputi 7 Kecamatan diantaranya Kecamatan Kunir, Yosowilangun, Pasirian, Randuagung, Tempeh, Pronojiwo, dan Tempursari.

Drian Friska Nugraha, Manager PLN ULP Lumajang, menjelaskan bahwa penghentian sementara pasokan listrik dilakukan untuk mendukung proses pekerjaan pemeliharaan dan penguatan jaringan listrik.

"Terjadi pemadaman di beberapa titik di Kabupaten Lumajang dalam rangka meningkatkan keandalan sistem kelistrikan. Untuk menjaga kualitas layanan kepada pelanggan, PLN melaksanakan pekerjaan penguatan sistem kelistrikan," ujarnya.

Menurut Drian, pekerjaan tersebut diperkirakan berlangsung selama sekitar tiga jam. Selama proses pengerjaan, pasokan listrik di sejumlah lokasi terdampak harus dihentikan sementara demi keselamatan dan kelancaran pekerjaan di lapangan.

"Untuk mendukung pekerjaan tersebut, diperlukan penghentian sementara pasokan listrik secara terbatas di beberapa lokasi terdampak selama proses pekerjaan berlangsung," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya PLN untuk memastikan pasokan listrik yang lebih andal dan berkualitas bagi masyarakat dalam jangka panjang.

PLN, lanjut Drian, juga berkomitmen untuk terus memberikan informasi kepada pelanggan terkait perkembangan proses pemulihan jaringan hingga seluruh sistem kembali normal.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Perkembangan proses pemulihan akan terus kami informasikan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan," katanya.

Drian menambahkan, PLN terus berupaya memberikan layanan kelistrikan terbaik kepada masyarakat serta mengharapkan dukungan dan pengertian pelanggan selama proses pekerjaan berlangsung.

"Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan selama proses pekerjaan berlangsung. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website PLN maupun aplikasi PLN Mobile," pungkasnya.

16/06/2026

Ribuan Warga Berdesakan Rebut Gunungan Berkah pada Grebeg Satu Suro di Hutan Bambu Sumbermujur


Lumajang ,(Onenewsjatim)–
Ribuan warga memadati kawasan wisata Hutan Bambu, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, dalam perayaan tradisi Grebeg Satu Suro yang digelar untuk menyambut 1 Muharram 1447 Hijriah atau Satu Suro dalam penanggalan Jawa, Selasa (16/6/2026).

Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai daerah telah berkumpul di lokasi untuk menyaksikan rangkaian tradisi adat yang telah berlangsung turun-temurun selama puluhan tahun tersebut. 

Puncak acara ditandai dengan perebutan puluhan gunungan hasil bumi yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian yang melimpah.

Prosesi diawali dengan arak-arakan kepala lembu yang diusung berkeliling desa. Arak-arakan tersebut diiringi puluhan gunungan berisi berbagai hasil pertanian warga seperti kangkung, kol, wortel, kentang, buah-buahan, dan sayuran lainnya. 

Ratusan penari tradisional turut memeriahkan jalannya kirab budaya yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat dan wisatawan.

Setibanya di kawasan wisata Hutan Bambu, kepala lembu terlebih dahulu dibawa menuju punden untuk didoakan oleh tokoh adat dan masyarakat setempat. 

Setelah prosesi doa selesai, kepala lembu kemudian dikuburkan sebagai bagian dari tradisi Pendem Sirah Lembu yang menjadi warisan budaya masyarakat Desa Sumbermujur.

Suasana semakin meriah saat panitia mempersilakan warga berebut 27 gunungan hasil bumi yang telah disiapkan. Dalam hitungan menit, seluruh gunungan ludes diserbu masyarakat yang telah menunggu sejak pagi.

Di lapangan, antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Aksi saling dorong hingga lempar-lemparan buah dan sayuran sempat terjadi saat warga berusaha mendapatkan hasil bumi yang diyakini membawa keberkahan.

Salah satu warga, Nur Rahayu, mengaku senang dapat mengikuti tradisi tersebut dan berhasil membawa pulang sebagian hasil bumi dari gunungan.

"Acara ini cukup bagus, tadi waktu rebutan gunungan saya dapat sayuran. Rencananya mau saya masak di rumah," ujarnya.

Hal senada disampaikan Arini, warga lainnya yang datang bersama keluarganya. Ia mengaku rela berdesakan demi mendapatkan hasil bumi yang telah didoakan dalam prosesi adat tersebut.

"Senang, dapat kangkung, kol, wortel, sama kentang. Kan sudah didoain di sini tadi, katanya berkah kalau dimasak di rumah," katanya.

Pantauan di lokasi, banyak warga datang dengan membawa kantong kresek, karung hingga baskom untuk menampung hasil bumi yang berhasil mereka peroleh. 

Masyarakat meyakini hasil bumi yang telah diarak dan didoakan tersebut akan membawa keberkahan bagi keluarga apabila dibawa pulang dan dikonsumsi bersama.

Sementara itu, Kepala Desa Sumbermujur, Yayuk Sri Rahayu, mengatakan tradisi Grebeg Satu Suro merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas melimpahnya hasil pertanian serta ketersediaan sumber air yang menjadi penopang kehidupan warga.

"Tradisi ini rutin kami selenggarakan setiap tahun, harapannya agar Desa Sumbermujur menjadi desa yang aman, gemah ripah loh jinawi, debit airnya melimpah, dan tanahnya tetap subur," ujar Yayuk.

15/06/2026

Meriah! Gunungan 6.000 Tempe Wedok Jadi Rebutan Warga di Malam 1 Muharam


Lumajang (Onenewsjatim)
– Suasana malam peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah di Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, berlangsung meriah, Senin (15/6/2026). 

Ribuan warga memadati jalan desa untuk menyaksikan kirab gunungan tempe wedok, kuliner khas setempat yang menjadi ikon desa tersebut.

Sebanyak 6.000 potong tempe wedok disusun membentuk gunungan menyerupai tugu dan diarak keliling kampung dalam tradisi baru yang digagas warga RW 01 Labruk Kidul sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru Islam.

Kirab dimulai dari kawasan RW 01, melintasi jalan raya desa, sebelum kembali ke titik awal. 

Sepanjang perjalanan, ribuan warga tumpah ruah di tepi jalan untuk menyaksikan arak-arakan sekaligus menunggu prosesi grebeg tempe wedok yang menjadi puncak acara.

Gunungan tempe wedok dilepas langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati. Kehadiran orang nomor satu di Lumajang itu disambut antusias masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Setelah kirab selesai, gunungan tempe wedok langsung menjadi rebutan warga. Dalam hitungan menit, ribuan tempe yang disusun rapi tersebut habis dibagikan kepada masyarakat.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengaku bangga dengan keberadaan sentra perajin tempe wedok yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan Desa Labruk Kidul.

"Di sini memang tempatnya para pengrajin tempe. Tempenya asli dari kedelai dan rasanya sangat enak. Sampai ke mana-mana saya sering membawa tempe wedok ini, termasuk ke Surabaya dan beberapa daerah lainnya," kata Indah.

Menurutnya, tempe wedok memiliki ciri khas yang tidak dimiliki produk tempe lain. Selain ukurannya yang kecil, tempe tersebut dibungkus menggunakan pelepah pisang sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang khas.

"Tempe ini kecil, kemudian dibungkus dengan pelepah pisang. Karena dibungkus dan tertutup itulah masyarakat menyebutnya tempe wedok," ujarnya.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu juga mengapresiasi semangat para perajin yang selama ini mampu mengembangkan usaha secara mandiri tanpa banyak bergantung pada bantuan pemerintah.

Ia berharap tempe wedok dapat terus berkembang menjadi produk unggulan daerah sekaligus menjadi sumber penggerak ekonomi masyarakat.

"Saya ingin tempe ini semakin dikenal sebagai makanan sehat karena kandungan proteinnya tinggi. Bahkan tadi disampaikan bahwa produk ini sudah masuk ke dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini luar biasa. Artinya pertumbuhan ekonomi rakyat bisa didorong melalui program-program yang menyentuh langsung masyarakat," tuturnya.

Lebih lanjut, Pemkab Lumajang berencana menjadikan kirab tempe wedok sebagai agenda tahunan setiap peringatan 1 Muharam.

"Kami ingin ini menjadi event tahunan Kampung Tempe Wedok. Selain melestarikan tradisi, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi produk unggulan dan oleh-oleh khas Lumajang," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Labruk Kidul Agus Irianto mengatakan tradisi kirab tempe wedok lahir dari semangat gotong royong masyarakat dan para pelaku usaha yang selama ini mengembangkan usaha secara turun-temurun.

"Ini murni kerja mandiri warga. Sejak awal usaha tempe wedok berkembang sampai sekarang, para pengrajin tidak pernah mengeluh dan terus berusaha secara mandiri," kata Agus.

Menurutnya, 6.000 tempe wedok yang diarak merupakan hasil produksi bersama dari 18 kelompok masyarakat yang tergabung dalam kelompok pengrajin tempe di Desa Labruk Kidul.

"Tempe yang diarak malam ini berjumlah 6.000 buah. Semuanya dibuat bersama oleh 18 kelompok yang ada di desa," ujarnya.

Agus menjelaskan, salah satu keunikan tempe wedok terletak pada bahan pembungkusnya yang menggunakan pelepah pisang kutuk. Jenis pelepah tersebut dipercaya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas dan cita rasa tempe.


"Tempe wedok harus dibungkus menggunakan pelepah pisang kutuk. Kalau menggunakan jenis lain hasilnya tidak sama. Karena itu kami juga mendorong masyarakat untuk tetap menanam pohon pisang aga

r bahan bakunya tetap tersedia," Pungkasnya 

12/06/2026

Dampak Kenaikan Pertamax, SPBU di Lumajang Dipadati Pengguna Pertalite


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai berdampak pada pola konsumsi masyarakat di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) melaporkan antrean kendaraan untuk mengisi Pertalite meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Pantauan pada Jumat (12/6/2026) di SPBU Sukodono menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat yang hendak mengisi Pertalite memanjang hingga mendekati badan jalan. Kondisi tersebut berbeda dengan antrean di dispenser Pertamax yang terlihat lebih lengang.

Diketahui, harga Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Selisih harga yang cukup signifikan itu diduga mendorong sebagian konsumen mempertimbangkan kembali pilihan bahan bakar yang digunakan.

Pengawas SPBU Sukodono, Farid, mengatakan respons konsumen setelah kenaikan harga Pertamax cukup beragam. Sebagian pelanggan mengaku terkejut karena harus membayar lebih mahal dibandingkan biasanya.

"Respon konsumen macam-macam. Biasanya beli segini, kok sekarang totalnya lebih banyak. Ada yang kaget, ada juga yang biasa saja," ujar Farid.

Meski demikian, Farid menilai konsumsi Pertamax di SPBU tersebut belum mengalami penurunan signifikan. Menurutnya, sebagian besar pelanggan tetap melakukan pengisian seperti biasa.

"Kalau konsumennya masih tetap, cuma memang ada perubahan dibanding hari biasanya. Turunnya tidak banyak-banyak," katanya.

Namun, ia mengakui terdapat indikasi perpindahan sebagian pengguna Pertamax ke Pertalite. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah kendaraan yang mengantre untuk mendapatkan BBM subsidi tersebut.

"Dampaknya pasti ada. Sekarang yang mengisi Pertalite lebih banyak, antreannya juga lebih panjang," tambahnya.

Di sisi lain, tidak semua pengguna memilih beralih ke Pertalite. Rizal, salah seorang pengendara yang tetap menggunakan Pertamax, menilai kualitas bahan bakar harus disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan agar performa mesin tetap terjaga.

"Kalau saya tetap pakai Pertamax. Kalau turun ke Pertalite, khawatirnya dalam jangka panjang bisa berpengaruh ke mesin. Nanti biaya perbaikannya malah lebih mahal. Jadi menurut saya tergantung pertimbangan masing-masing," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Rio. Menurutnya, kenaikan harga Pertamax belum menjadi alasan utama untuk berpindah jenis BBM.

"Kenaikan harga Pertamax biasa saja. Tergantung situasi di SPBU. Kalau Pertalite ramai dan antre panjang, ya saya tetap isi Pertamax. Memang ada tambahan beban ekonomi, tapi dampaknya masih biasa," kata Rio.

Sementara itu, Rara, seorang mahasiswa pengguna Pertamax, mengaku mulai merasakan dampak kenaikan harga BBM terhadap pengeluaran hariannya. Biaya yang harus dikeluarkan untuk mengisi tangki kendaraan kini lebih besar dibanding sebelumnya.

"Sangat terasa di kantong. Biasanya isi penuh tidak sampai Rp50 ribu, sekarang hampir Rp50 ribu," tuturnya.

10/06/2026

Diduga Kelebihan Muatan, Kapal Pengangkut 14 Ton Sembako Terbalik di Probolinggo


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Kapal pengangkut sembako milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terbalik di perairan Probolinggo, Selasa (9/6/2026). Akibat insiden tersebut, sekitar 14 ton bahan pokok berupa beras dan minyak goreng yang diangkut kapal tumpah dan tenggelam ke laut.

Meski menyebabkan kerugian besar, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan laut tersebut. Seluruh awak kapal berhasil menyelamatkan diri sebelum kapal tenggelam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal bernama Bahari Makmur itu mengangkut sekitar 8 ton beras dan 6.000 liter minyak goreng atau setara 6 ton. Seluruh muatan yang dibawa dilaporkan hanyut dan tenggelam setelah kapal kehilangan keseimbangan dan terbalik.

Rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi kapal sesaat setelah kecelakaan terjadi. Karung beras dan sejumlah kemasan minyak goreng tampak mengapung serta berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Kasatpolairud Polres Probolinggo, AKP Wayan, mengatakan kapal yang dinakhodai Imam (36) itu berangkat dari Dermaga Utara Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, sekitar pukul 12.00 WIB.

"Sekitar pukul 13.00 WIB kapal melintasi perairan di sekitar Pulau Gili Ketapang. Diduga kapal dihantam gelombang cukup besar hingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik," kata AKP Wayan saat dikonfirmasi, Selasa.

Menurut dia, pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 14.15 WIB dari masyarakat dan nelayan yang berada di sekitar lokasi.

"Kami mendapatkan laporan bahwa ada kapal pengangkut sembako yang tenggelam di perairan Pulau Gili Ketapang. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung melakukan pengecekan dan pendataan di lokasi kejadian," ujarnya

Sebelum insiden terjadi, terdapat empat kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Tembaga menuju Pulau Gili Ketapang untuk mengangkut kebutuhan pokok masyarakat. Namun kapal Bahari Makmur yang berada di urutan terakhir mengalami kecelakaan sekitar dua mil laut dari dermaga.

Sementara itu, Kepala Seksi Humas KSOP Tanjung Tembaga, Hendra Yulispriyanto, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

"Kami masih melakukan pendalaman dan pengumpulan keterangan dari sejumlah pihak untuk mengetahui penyebab pasti insiden ini," kata Hendra.

Ia menambahkan, dugaan sementara mengarah pada faktor cuaca dan kondisi muatan kapal. Namun, seluruh aspek keselamatan pelayaran masih akan diperiksa lebih lanjut.

"Kami mengimbau seluruh pemilik maupun operator kapal agar selalu memperhatikan kapasitas muatan, kondisi kapal, serta cuaca sebelum berlayar demi mencegah kejadian serupa," ujarnya.

Informasi yang beredar menyebutkan kapal tersebut memiliki kapasitas sekitar 7 Gross Tonnage (GT), sedangkan muatan yang diangkut mencapai sekitar 14 ton. Dugaan kelebihan muatan pun menjadi salah satu faktor yang tengah diselidiki petugas.

Hingga saat ini petugas KSOP Tanjung Tembaga bersama aparat terkait masih melakukan pendataan kerugian serta penyelidikan lebih lanjut mengenai kecelakaan laut yang menyebabkan hilangnya belasan ton sembako tersebut.


Harga Pertamax Melonjak, Pengguna BBM Nonsubsidi di Lumajang Mengeluh


Lumajang , (DOC)
– Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026) menuai beragam tanggapan dari masyarakat di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Harga Pertamax yang sebelumnya Rp12.300 per liter kini naik menjadi Rp16.250 per liter.

Kenaikan tersebut membuat sejumlah konsumen mengaku terkejut karena dinilai terjadi secara mendadak.

Salah seorang warga Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, Shinta, mengaku baru mengetahui kenaikan harga Pertamax saat hendak mengisi bahan bakar di SPBU Bagusari, Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang.

"Lho, naik ya? Saya baru tahu Pertamax naik. Setahu saya masih Rp12.300 per liter," kata Shinta usai mengisi BBM, Rabu (10/5/2026).

Pengendara sepeda motor Honda Beat itu mengaku keberatan dengan kenaikan harga tersebut karena berdampak langsung terhadap pengeluaran hariannya.

"Sebelumnya kalau isi penuh sekitar Rp37.000, sekarang kemungkinan menjadi sekitar Rp45.000. Kondisi sekarang mencari uang juga tidak mudah, jadi cukup terasa bagi kami," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Abdul Rofik, warga Kecamatan Kunir. Ia mengaku terkejut karena kenaikan harga diberlakukan secara tiba-tiba pada dini hari.

"Sebagai masyarakat tentu cukup kaget karena kenaikan ini dilakukan mendadak. Kami baru mengetahui saat hendak mengisi BBM," kata Rofik.

Pria yang berprofesi sebagai guru itu mengatakan biaya transportasi hariannya meningkat cukup signifikan. Ia setiap hari melakukan perjalanan dari rumahnya menuju tempat mengajar di wilayah Kencong, Kabupaten Jember.

"Sebelumnya motor saya kalau diisi penuh Pertamax sekitar Rp65.000, sekarang menjadi sekitar Rp95.000. Jelas ada penambahan biaya yang harus kami keluarkan," ujarnya.

Menurut Rofik, satu tangki penuh biasanya dapat digunakan untuk mobilitas selama empat hingga lima hari perjalanan pulang-pergi.

"Kenaikan ini tentu berdampak pada pengeluaran rutin masyarakat yang menggunakan Pertamax untuk aktivitas kerja sehari-hari," tambahnya.

Sementara itu, Pengawas SPBU Bagusari, Yudha, mengatakan hingga saat ini belum terlihat dampak signifikan terhadap pelayanan maupun jumlah konsumen sejak harga baru diberlakukan.

"Kalau ditanya dampaknya, sejauh ini belum terlihat karena kebijakan ini baru berjalan hari ini. Belum ada perubahan yang signifikan," kata Yudha.

Ia juga menyebut belum menerima keluhan ataupun protes langsung dari konsumen terkait kenaikan harga tersebut.

"Kami sudah melakukan sosialisasi mengenai perubahan harga Pertamax. Sampai saat ini belum ada konsumen yang menyampaikan protes secara langsung," ujarnya.

Terkait kondisi di lapangan, Yudha menjelaskan antrean kendaraan di SPBU masih didominasi oleh pengguna BBM subsidi maupun penugasan seperti Pertalite dan Solar.

"Untuk antrean kendaraan saat ini masih didominasi konsumen Solar dan Pertalite," katanya. (Imam)

07/06/2026

16 Desa di Lumajang Masih Dipimpin Pj Kades, Pilkades Mulai Digelar 2027


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Sebanyak 16 desa di Kabupaten Lumajang hingga kini masih dipimpin oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa sebagai konsekuensi dari kekosongan jabatan kepala desa definitif. 

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemasdes) terus mempersiapkan skema pengisian jabatan secara demokratis melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Kepala Bidang Bina Pemerintah Desa Dispemasdes Lumajang, Ricky Dharma Putra, mengatakan dari 16 desa yang saat ini dipimpin Pj Kades, dua desa akan lebih dahulu melaksanakan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) pada tahun 2027.

“Insya Allah tahun depan dari 16 desa tersebut ada dua desa yang akan melaksanakan Pilkades PAW, yakni Desa Jokarto Kecamatan Tempeh dan Desa Yosowilangun Kidul Kecamatan Yosowilangun,” kata Ricky saat dikonfirmasi 

Menurutnya, tahapan Pilkades PAW direncanakan mulai berjalan pada Januari 2027. Sementara Pilkades serentak untuk desa-desa lainnya dijadwalkan mulai memasuki tahapan pada Juni 2027.

“Untuk PAW sendiri proses tahapannya kami usahakan mulai Januari. Sedangkan Pilkades serentak tahapannya mulai Juni 2027,” ujarnya.

Ricky menjelaskan, kekosongan jabatan kepala desa di sejumlah wilayah dipicu oleh berbagai faktor. Namun dalam beberapa tahun terakhir, penyebab yang paling dominan adalah meninggalnya kepala desa definitif sebelum masa jabatannya berakhir.

“Macam-macam penyebabnya. Terakhir memang cukup banyak yang meninggal dunia. Selain itu ada juga yang karena kasus hukum,” ungkapnya.

Untuk menjaga keberlangsungan pelayanan publik dan roda pemerintahan desa, pemerintah daerah kemudian menunjuk aparatur sipil negara (ASN) sebagai Penjabat Kepala Desa hingga terpilih kepala desa definitif.

Daftar Lengkap 16 Desa yang Dipimpin Pj Kades di Lumajang

Berdasarkan data resmi yang dihimpun dari Dispemasdes Kabupaten Lumajang, berikut adalah sebaran 16 desa yang saat ini masih dinakhodai oleh Penjabat (Pj) Kades:

1. Desa Pundungsari (Kecamatan Tempursari)

2. Desa Bago (Kecamatan Pasirian)

3. Desa Nguter (Kecamatan Pasirian)

4. Desa Krai (Kecamatan Yosowilangun)

5. Desa Yosowilangun Kidul (Kecamatan Yosowilangun) – Persiapan Pilkades PAW

6. Desa Sumberanyar (Kecamatan Rowokangkung)

7. Desa Ranupani (Kecamatan Senduro)

8. Desa Ranupakis (Kecamatan Klakah)

9. Desa Wates Kulon (Kecamatan Ranuyoso)

10. Desa Mojosari (Kecamatan Sumbersuko)

11. Desa Argosari (Kecamatan Senduro)

12. Desa Jokarto (Kecamatan Tempeh) – Persiapan Pilkades PAW

13. Desa Banyuputih Lor (Kecamatan Randuagung)

14. Desa Sawaran Kulon (Kecamatan Kedungjajang)

15. Desa Dawuhan Wetan (Kecamatan Rowokangkung)

16. Desa Boreng (Kecamatan Lumajang. (Imam)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved