-->

04/08/2026

Krisis Air Bersih Meluas, BPBD Lumajang Operasikan Empat Armada Tangki Setiap Hari


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Musim kemarau yang terus melanda Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai berdampak pada krisis air bersih di sejumlah kawasan.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menerjunkan empat armada tangki air bersih untuk melakukan pendistribusian secara rutin ke lokasi terdampak.

Layanan tanggap darurat ini difokuskan pada tiga kecamatan yang berada di wilayah utara Lumajang, yakni Kecamatan Ranuyoso, Kedungjajang, dan Gucialit.

Langkah cepat ini diambil menyusul keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang yang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan/Krisis Air Bersih serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026.

Masa berlaku status tanggap darurat tersebut ditetapkan selama 90 hari, terhitung sejak 10 Juli hingga 7 Oktober 2026.

Enam Desa Terdampak Krisis Air

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, menyampaikan bahwa penetapan status tanggap darurat menjadi landasan operasional pendistribusian air bersih ke masyarakat.

"SK Bupati sudah menetapkan status tanggap darurat mulai tanggal 10 Juli sampai 7 Oktober 2026, jadi berlaku selama tiga bulan," ujar Yudi saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

Yudi menjelaskan, pendistribusian air difokuskan berdasarkan laporan resmi dari pihak desa. Hingga saat ini, tercatat ada enam desa di tiga kecamatan yang mengalami kekeringan.

Di Kecamatan Ranuyoso, wilayah terdampak meliputi Desa Jenggrong dan Desa Meninjo. Sementara di Kecamatan Kedungjajang berada di Desa Jatisari dan Desa Umbul. Adapun di Kecamatan Gucialit mencakup Desa Pakel dan Desa Dadapan.

Intensifkan Penyaluran hingga 110 Titik

Untuk memenuhi kebutuhan ribuan warga, BPBD mengoperasikan empat unit mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Setiap armada dikerjakan secara intensif dari hari Senin hingga Sabtu.

"Dalam satu hari, armada tangki bisa melakukan pengiriman hingga enam kali rait. Jumlah pengiriman itu terbagi, misalnya satu desa mendapat dua sampai tiga kali pengiriman, sisanya disalurkan ke desa lain," terang Yudi.

Hingga akhir Juli 2026, penyaluran air bersih oleh BPBD Lumajang telah menjangkau sekitar 110 titik distribusi. Pihaknya memprediksi jumlah titik dropping air bersih akan terus bertambah seiring memuncaknya musim kemarau pada Agustus ini.

Bantuan Armada Tambahan dan Potensi Perpanjangan Status

Guna mengantisipasi perluasan wilayah terdampak, BPBD Lumajang mendapat dukungan armada tambahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas serta program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kami dibantu armada tangki dari BBWS Brantas yang disiagakan untuk wilayah Desa Jenggrong (Ranuyoso) dan Desa Jatisari (Kedungjajang). Sementara bantuan dari CSR Sapu Dam Curahkobokan dipfokuskan ke Desa Dadapan (Gucialit)," ungkapnya.

Yudi menambahkan, jika dampak kekeringan masih terus berlanjut hingga melewati batas waktu SK Bupati pada 7 Oktober 2026, Pemkab Lumajang siap memperpanjang masa tanggap darurat.

"Jika kemarau masih berkepanjangan pada September hingga Oktober mendatang, tidak menutup kemungkinan masa berlaku SK Bupati akan kami tambahkan," pungkasnya.


31/07/2026

AKBP Riki Yariandi Resmi Jabat Kapolres Lumajang, Ini Rekam Jejak dan Kariernya

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepemimpinan di Polres Lumajang resmi berganti. Tongkat komando yang sebelumnya dipegang AKBP Alex Sandy Siregar kini diserahterimakan kepada AKBP Riki Yariandi, seorang perwira menengah Polri yang memiliki pengalaman panjang di bidang reserse dan pengawasan internal.

Sementara itu, AKBP Alex Sandy Siregar mendapat promosi jabatan sebagai Wakapolresta Malang Kota setelah memimpin Polres Lumajang selama kurang lebih satu tahun.

AKBP Riki Yariandi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2006. Sebelum dipercaya memimpin Polres Lumajang, ia menjabat sebagai Kapolres Pekalongan Kota sejak 12 Maret 2025 atau sekitar satu tahun tiga bulan sebelum dimutasi ke Kabupaten Lumajang.

Perwira kelahiran Karawang, Jawa Barat, 6 Juni 1982 itu dikenal memiliki rekam jejak yang kuat di bidang penyidikan tindak pidana, khususnya tindak pidana khusus. Selain pengalaman operasional, ia juga aktif meningkatkan kompetensi melalui berbagai pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.

Pada 2008, Riki mengikuti Stability Police Unit Middle Management Course. Enam tahun kemudian, tepatnya pada 2014, ia terpilih mengikuti Program Bantuan Pemerintah Jepang untuk Reformasi Polri di bidang Community Policing (Polmas), sebuah program yang bertujuan memperkuat pendekatan kepolisian yang humanis dan berbasis kemitraan dengan masyarakat.

Di bidang akademik, AKBP Riki juga memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana (S-1) di Universitas Muhammadiyah Palu pada 2008, kemudian meraih gelar Magister dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2017.

Karier kepolisian AKBP Riki dimulai sebagai Perwira Pertama (Pama) di Polres Donggala, Polda Sulawesi Tengah pada 2007. Berbekal pengalaman tersebut, kariernya terus berkembang hingga dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis.

Di lingkungan Polda Metro Jaya, ia pernah menjabat sebagai Panit Subdit I Ditreskrimsus, Kanit 2 Bagwassidik Ditreskrimsus, hingga Penyidik Madya Ditreskrimsus yang diperbantukan sebagai Kasubdit I Fismondev.

Pada 2022, Riki dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Nusa Tenggara Timur. Setahun kemudian, ia menjalankan penugasan sebagai Perwira Menengah Ditreskrimsus Polda NTT di Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Kariernya kembali meningkat pada 2024 saat dipercaya mengemban amanah sebagai Auditor Kepolisian Muda Tingkat I di Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri. Pengalaman tersebut semakin memperkaya kompetensinya, baik di bidang penegakan hukum maupun pengawasan organisasi kepolisian.

Pada 2025, AKBP Riki dipercaya memimpin Polres Pekalongan Kota sebelum akhirnya mendapatkan amanah baru sebagai Kapolres Lumajang pada mutasi Polri tahun 2026.

Mengawali tugasnya di Kabupaten Lumajang, AKBP Riki Yariandi menyampaikan harapannya agar dapat menjalankan amanah dengan baik serta mendapat dukungan dari seluruh personel dan masyarakat.

"Selanjutnya mohon bimbingannya selalu. Semoga Allah memberi kekuatan, kesehatan, keselamatan dan perlindungan untuk kita semua," ujar AKBP Riki.

Sementara itu, AKBP Alex Sandy Siregar menyampaikan pesan perpisahan kepada seluruh jajaran dan masyarakat Lumajang. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjalankan tugas sebagai Kapolres.

"Saya atas nama pribadi dan kedinasan mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan, kekurangan, kekhilafan, dan hal-hal lainnya selama saya bertugas di Lumajang," ucap Alex. (Imam) 


23/07/2026

MBK Ventura Salurkan 13 Karpet Masjid di Lumajang, Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat

PT. Mitra Bisnis Keluarga Ventura Salurkan karpet ke takmir masjid dan Mushola

Lumajang (Onenewsjatim)
– PT Mitra Bisnis Keluarga (MBK) Ventura bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan sosial berupa penyaluran bantuan karpet masjid sekaligus edukasi literasi keuangan bagi masyarakat di Kecamatan Lumajang, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Lumajang tersebut menjadi bagian dari sinergi antara sektor jasa keuangan, pemerintah, dan lembaga sosial dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Bantuan disalurkan melalui pemanfaatan program zakat BAZNAS serta dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT MBK Ventura.

Acara dihadiri Sekretaris Kecamatan Lumajang Harminto, Kapolsek Lumajang Kota AKP Zainul Abidin, Danramil Lumajang Kota Kapten Inf Ahmad Ely Supriyadi, Assistant Regional Manager PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura Lia Laurita, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Lumajang, serta takmir masjid dan pengurus musala.

Dalam kegiatan tersebut, PT MBK Ventura menyerahkan sebanyak 13 karpet untuk masjid dan musala yang tersebar di 12 desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Lumajang.

Assistant Regional Manager PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura, Lia Laurita, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus upaya memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

"Hari ini kami menyalurkan bantuan berupa pengadaan karpet masjid kepada takmir masjid dan musala di wilayah Kecamatan Lumajang. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun sinergi yang lebih baik dengan pemerintah maupun masyarakat," ujar Lia.

Menurutnya, selain penyaluran bantuan sosial, MBK Ventura juga menghadirkan sosialisasi mengenai lembaga pembiayaan yang dikelolanya agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai layanan keuangan yang legal dan berada di bawah pengawasan OJK.

"Kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa MBK Ventura merupakan lembaga pembiayaan resmi yang diawasi oleh OJK. Selama ini masih ada anggapan yang menyamakan MBK dengan pinjaman online ilegal. Karena itu kami mengundang OJK untuk memberikan literasi keuangan agar masyarakat semakin memahami produk keuangan yang aman dan legal," jelasnya.

Lia menerangkan, MBK Ventura merupakan lembaga pembiayaan non-bank yang fokus memberikan akses permodalan kepada kelompok perempuan produktif melalui sistem pembiayaan kelompok.

Program tersebut, kata dia, diperuntukkan bagi perempuan yang memiliki atau ingin mengembangkan usaha di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pertanian hingga usaha mikro lainnya.

"Pembiayaan kami khusus untuk ibu-ibu dengan sistem kelompok minimal 15 orang. Dana yang diterima harus dimanfaatkan sendiri untuk usaha dan tidak boleh dialihkan kepada orang lain ataupun digunakan sebagai joki pinjaman," tegasnya.

Ia berharap kegiatan literasi keuangan yang dipadukan dengan aksi sosial tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Kami berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi mengenai layanan keuangan yang legal, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Di sisi lain, bantuan karpet ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam beribadah serta mempererat hubungan baik antara perusahaan dan lingkungan sekitar," katanya.

Lia menambahkan, MBK Ventura berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sehingga manfaatnya semakin luas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial maupun ekonomi masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Lumajang Harminto, mengapresiasi sinergi yang dibangun antara PT MBK Ventura, OJK, dan BAZNAS melalui kegiatan yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, bantuan yang diberikan kepada para takmir masjid merupakan bentuk kepedulian yang tepat sasaran sekaligus mendukung terciptanya lingkungan ibadah yang lebih nyaman.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada PT MBK Ventura, OJK, dan BAZNAS atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Kecamatan Lumajang. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi para takmir masjid dan musala serta menjadi wujud nyata sinergi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat," ujar Herminto.

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan berkomitmen untuk terus mendukung kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan dalam meningkatkan literasi keuangan serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Kami berharap kerja sama yang baik ini terus berlanjut. Semoga program-program seperti ini dapat semakin memperkuat upaya pengentasan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Kabupaten Lumajang," pungkasnya. (Fat) 

12/07/2026

Ikan Mabuk Bermunculan di Ranu Klakah Lumajang, Lapak Dadakan Ramai Diserbu Pembeli


Lumajang, (Onenewsjatim
) – Ratusan warga memadati kawasan Danau Ranu Klakah yang terletak di Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, pada Minggu (12/7/2026). 


Kedatangan warga secara berbondong-bondong ini bukan untuk berwisata, melainkan untuk berburu ikan yang mengapung di permukaan danau.


​Berbekal peralatan sederhana seperti tombak, jaring, dan jala, warga antusias menangkap ikan dari tepian hingga ke tengah danau. 


Fenomena yang kerap disebut 'ikan mabuk' ini diduga kuat dipicu oleh kombinasi suhu dingin ekstrem akibat perubahan cuaca, serta keluarnya kandungan belerang dari aktivitas Gunung Lemongan.


​Melimpahnya hasil tangkapan liar ini seketika dimanfaatkan warga untuk membuka lapak-lapak dadakan di bahu jalan tak jauh dari kawasan danau. Harga ikan pun mendadak turun drastis dan diserbu oleh pembeli.


Salah seorang pedagang ikan dadakan, Yulis, mengatakan harga ikan mengalami penurunan karena pasokan yang melimpah.


"Sekarang dijual Rp28 ribu per kilogram, sebelumnya sekitar Rp33 ribu per kilogram," ujar Yulis.


Ia menjelaskan, banyaknya ikan yang berhasil ditangkap warga membuat harga jual harus disesuaikan agar seluruh hasil tangkapan dapat segera terjual.


Sementara itu, salah seorang warga, Zuremi, mengatakan fenomena ikan mabuk bukanlah hal baru bagi masyarakat sekitar Ranu Klakah. Menurutnya, kejadian tersebut hampir selalu terjadi setiap tahun ketika memasuki puncak musim kemarau.


"Hampir tiap tahun. Kalau udaranya dingin, biasanya ikannya keluar," katanya.


Zuremi menambahkan, jenis ikan yang paling banyak muncul ke permukaan adalah ikan nila dan udang. Fenomena musiman ini menjadi berkah bagi warga karena dapat memperoleh ikan dengan mudah, sekaligus membeli ikan dengan harga lebih terjangkau.


Di sisi lain, kondisi tersebut justru membawa kerugian bagi para pembudidaya ikan keramba. Banyak petani memilih memanen ikan lebih awal untuk mengurangi risiko kematian ikan akibat perubahan kondisi air.


Salah seorang petani ikan keramba, Narwi, mengaku mengalami kerugian sekitar 15 persen akibat fenomena tersebut.


"Tadi subuh saya angkat, saya jual, alhamdulillah masih laku. Kerugiannya sekitar 15 persen," ungkapnya.


Menurut Narwi, panen lebih awal menjadi langkah terbaik untuk menyelamatkan sebagian besar ikan budidaya. Meski harga jual menurun, cara tersebut dinilai mampu menekan kerugian yang lebih besar. 


Biasanya, fenomena cuaca ekstrem yang mengakibatkan ikan mabuk ini akan berlangsung selama satu hingga dua minggu, sebelum akhirnya suhu dan kondisi air danau kembali normal. (Imam) 



Berkat Gotong Royong, Musala di Rowoasri Kini Menjadi Masjid Baitun Najah

Bupati Lumajang Resmikan Masjid Baitun Najah

Lumajang, (DOC)
- Berawal dari sebuah musala yang selama bertahun-tahun menjadi tempat beribadah warga, kini berdiri Masjid Baitun Najah. 

Masjid yang diberi nama Baitun Najah ini tepatnya berada di Dusun Rowoasri, Desa Rowokangkung, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.


Rumah ibadah yang baru saja rampung dibangun tersebut secara resmi diresmikan oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, pada Sabtu (11/7/2026). 


Rangkaian acara peresmian ini juga diwarnai dengan semangat kepedulian sosial melalui pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa.


Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat kebersamaan warga setempat. Menurutnya, keguyuban dan gotong royong seperti inilah yang menjadi pilar kekuatan penting dalam membangun daerah.


Tidak sekadar menjadi tempat ibadah ritual, perempuan yang akrab disapa Bunda Indah ini berharap masjid dapat mengambil peran lebih luas di tengah dinamika masyarakat.


"Saya ingin masjid ini tidak hanya digunakan untuk salat. Jadikan juga masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, tempat anak-anak muda belajar, berdiskusi, berkarya, dan melakukan kegiatan yang membawa manfaat bagi umat," ujar Bunda Indah.


Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan ucapan selamat kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat.


 "Selamat atas diresmikannya Masjid Baitun Najah. Semoga masjid ini menjadi sumber berkah, memberikan manfaat, dan semakin memakmurkan masyarakat di sekitarnya," tuturnya.


Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menuturkan bahwa perjalanan panjang berdirinya Masjid Baitun Najah adalah potret nyata dari kekuatan gotong royong. 


Sebelum berdiri megah seperti saat ini, bangunan tersebut merupakan musala sederhana yang menjadi pusat kegiatan spiritual warga.


"Alhamdulillah, berkat semangat para muzaki, panitia, dan seluruh masyarakat yang bergotong royong, kini musala tersebut berkembang menjadi sebuah masjid yang lebih representatif," kata pria yang akrab disapa Mas Yudha ini.


Wabup menaruh harapan besar agar keberadaan sarana prasarana yang lebih memadai ini bisa merangkul generasi penerus. 


"Mudah-mudahan masjid ini dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi para remaja, dan menjadi penyemangat generasi muda untuk semakin mencintai masjid serta meningkatkan ibadahnya," Pungkasnya

11/07/2026

BPBD Lumajang Petakan Enam Kecamatan Rawan Kekeringan Saat Musim Kemarau 2026


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memetakan enam kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.


Berdasarkan data BPBD Kabupaten Lumajang, enam kecamatan yang masuk kategori rawan kekeringan yakni Kecamatan Gucialit, Padang, Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, dan Senduro. 



Dari wilayah tersebut, terdapat 19 desa yang diperkirakan berpotensi mengalami kesulitan air bersih apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan pihaknya mengedepankan langkah mitigasi sejak dini untuk meminimalkan dampak bencana yang dapat terjadi selama musim kemarau.


"Kami tidak ingin bergerak ketika masyarakat sudah kekurangan air bersih atau saat kebakaran sudah meluas. Karena itu, mitigasi kami lakukan sejak awal agar ketika puncak musim kemarau datang, pemerintah dan masyarakat sudah sama-sama siap," ujar Isnugroho.


Menurutnya, Kecamatan Gucialit menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena dalam beberapa musim kemarau terakhir selalu menjadi daerah dengan kebutuhan distribusi air bersih atau dropping air paling tinggi.


Pembaruan data terus dilakukan agar bantuan yang diberikan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.


Selain Gucialit, Kecamatan Ranuyoso juga menjadi fokus penanganan BPBD. Berdasarkan catatan selama lima musim kemarau terakhir, kedua wilayah tersebut secara rutin mengalami kekurangan air bersih sehingga memerlukan suplai air menggunakan mobil tangki.

"Ada beberapa kecamatan yang selama ini selalu mengalami kekurangan air bersih. Ini kita mitigasi agar kebutuhan air masyarakat tetap tercukupi melalui tangki-tangki air yang kami miliki," katanya.


Tak hanya mengantisipasi kekeringan, BPBD juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran permukiman yang risikonya meningkat saat musim kemarau.



Sebagai bagian dari upaya pencegahan, BPBD melakukan verifikasi terhadap kondisi sumber air di sejumlah desa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan air dari berbagai sumber alternatif seperti Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), sumur bor, maupun mata air yang masih mampu memenuhi kebutuhan warga.



Isnugroho menegaskan keberhasilan penanganan bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat. Ia mengimbau warga segera melaporkan apabila menemukan potensi kekeringan maupun kebakaran kepada pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau langsung ke BPBD.



"Bencana akan lebih cepat tertangani apabila semua pihak bergerak bersama. Warga dapat melapor kepada kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun langsung kepada BPBD. Setelah laporan diterima, kami segera melakukan asesmen untuk menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan," pungkasnya.

07/07/2026

59 Destana Terbentuk di Lumajang, Desa Darungan Jadi Garda Terdepan Mitigasi Bencana


Lumajang, (DOC)– Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. Salah satunya melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.

Program tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana, terutama banjir akibat luapan sungai yang kerap terjadi saat musim penghujan. Selain itu, posisi Desa Darungan yang berjarak sekitar lima kilometer dari garis pantai juga menjadikannya memiliki potensi terdampak bencana tsunami.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Timur, Deni Kiki Melia Tamara, mengatakan pembentukan Destana bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengenali risiko bencana sejak dini dan mengetahui langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi.

"Tujuan dibentuknya Destana adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga mereka memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus mampu berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana di lingkungannya," ujar Deni, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, dalam proses pembentukan Destana, masyarakat juga dibekali berbagai kegiatan pendukung, mulai dari penyusunan jalur evakuasi, penentuan titik kumpul, hingga pendataan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas agar penanganan saat kondisi darurat dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Hingga saat ini, BPBD Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah daerah telah membentuk 59 Desa/Kelurahan Tangguh Bencana di Kabupaten Lumajang. Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan menghadapi ancaman bencana secara mandiri.

Sementara itu, Kepala Desa Darungan, Eko Nur Hadi, menyambut baik penetapan desanya sebagai Destana. Ia menilai program tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan bersama.

Menurut Eko, selama ini warga Desa Darungan sudah cukup akrab dengan ancaman banjir ketika debit sungai meningkat saat musim hujan. Dengan adanya pembinaan dari BPBD, masyarakat diharapkan lebih memahami langkah-langkah penyelamatan diri dan mampu bertindak cepat apabila terjadi kondisi darurat.

"Kami berharap pembentukan Desa Tangguh Bencana ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap mitigasi bencana dan selalu siap menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi," ungkap Eko.

30/06/2026

Desa Purwosono Beri Hadiah Umrah bagi Wajib Pajak, Kepatuhan PBB Tembus 98 Persen


Lumajang (Onenewsjatim) –
Pemerintah Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memiliki cara unik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Warga yang tertib melunasi pajak berkesempatan membawa pulang hadiah utama berupa paket umrah gratis.

Program tersebut merupakan bagian dari inovasi Purwosono Berbagi Bahagia (PBB) yang telah dijalankan sejak 2017.

Melalui program itu, Desa Purwosono berhasil mencatatkan prestasi melunasi target PBB lebih awal selama sembilan tahun berturut-turut.

Kepala Desa Purwosono, Hendrik Dwi Martono, mengatakan inovasi tersebut lahir dari keinginan pemerintah desa membangun budaya sadar pajak dengan pendekatan yang lebih menarik dan melibatkan masyarakat.

"PBB kami plesetkan menjadi Purwosono Berbagi Bahagia. Harapannya, warga tidak hanya tertib membayar pajak, tetapi juga merasakan manfaat dan kebahagiaan melalui berbagai hadiah yang kami siapkan," ujar Hendrik.

Menurutnya, tingkat realisasi pembayaran PBB di Desa Purwosono setiap tahun konsisten berada pada angka 95 hingga 98 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program yang dijalankan pemerintah desa bersama masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi kepada wajib pajak, Pemerintah Desa Purwosono kembali menggelar undian berhadiah yang akan dilaksanakan pada Jumat, 3 Juli 2026. Hadiah utamanya berupa satu paket umrah gratis khusus bagi warga Desa Purwosono yang telah melunasi kewajiban PBB.

Selain hadiah umrah, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik lainnya, seperti kambing, sepeda gunung, kulkas, televisi, hingga kipas angin. Hadiah-hadiah tersebut juga dapat diikuti oleh pemilik objek pajak dari luar Desa Purwosono.

"Hadiah umrah khusus untuk warga Purwosono, sedangkan hadiah lainnya terbuka bagi warga luar yang memiliki objek pajak di Desa Purwosono," jelas Hendrik.

Ia menerangkan, seluruh hadiah tersebut tidak berasal dari pungutan tambahan masyarakat. Pembiayaannya bersumber dari insentif Pemerintah Kabupaten Lumajang yang diberikan kepada desa karena berhasil melunasi PBB lebih awal, ditambah dukungan dari berbagai mitra.

Desa Purwosono tahun ini menerima insentif sekitar Rp59 juta, dengan pembagian 30 persen untuk jasa pungut dan 70 persen untuk mendukung operasional, termasuk penyediaan hadiah.

"Untuk hadiah kami menggunakan support system yang kami miliki dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk biro perjalanan untuk hadiah umrah," katanya.

Hendrik menegaskan, filosofi utama program tersebut adalah mengembalikan manfaat pajak kepada masyarakat sehingga mereka dapat merasakan secara langsung dampak dari kepatuhan membayar pajak.

"Prinsipnya, uang rakyat kami kembalikan lagi kepada masyarakat melalui program yang memberikan manfaat bersama," tegasnya.

Tak hanya meningkatkan kepatuhan pajak, program Purwosono Berbagi Bahagia juga memperkuat semangat gotong royong. 

Warga yang memiliki kemampuan ekonomi ikut membantu membayarkan PBB tetangganya yang mengalami kesulitan agar seluruh masyarakat dapat memenuhi kewajibannya tepat waktu.

Pemerintah desa juga memberdayakan warga sebagai petugas pemungut PBB dari rumah ke rumah. 

Setiap pembayaran yang berhasil dihimpun, petugas memperoleh insentif sebesar Rp3.000, sehingga program tersebut sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat.

"Prinsipnya, uang rakyat kita kembalikan lagi ke warga kami untuk meningkatkan kesejahteraan," pungkas Hendrik.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved