-->

23/05/2026

264 Kasus Jantung Bawaan Anak di Lumajang, Belum Ada Dokter Spesialis


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kebutuhan layanan kesehatan jantung anak di Kabupaten Lumajang masih menjadi pekerjaan rumah besar. 

Hingga kini, seluruh rumah sakit di wilayah tersebut belum memiliki dokter spesialis jantung anak, sehingga banyak pasien harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis.

Kondisi itu diungkapkan Bupati Lumajang saat menghadiri kegiatan bakti sosial layanan jantung anak yang digelar Yayasan Adventure Makelar Surga (AMS), Sabtu (23/5/2026).

Menurut perempuan yang akrab disapa Bunda Indah itu, keterbatasan tenaga dokter spesialis membuat pemerintah daerah harus mencari langkah strategis agar pelayanan kesehatan anak, khususnya penderita kelainan jantung bawaan, bisa lebih mudah diakses masyarakat.

“Mahasiswa-mahasiswa yang sedang menjalani PPDS nanti akan kami upayakan bisa bekerja sama dengan RSUD dr Haryoto Lumajang, terutama untuk spesialis yang saat ini belum kami miliki, khususnya dokter spesialis jantung anak,” ujar Bunda Indah.

Pemkab Lumajang, lanjutnya, kini mulai menjajaki kerja sama dengan Universitas Airlangga sebagai salah satu institusi pendidikan kedokteran yang memiliki program pendidikan dokter spesialis.

Ia menegaskan, apabila kerja sama tersebut telah terealisasi, pemerintah daerah siap melengkapi kebutuhan sarana penunjang pelayanan medis.

“Kalau kerja sama ini sudah clear, alat-alat pendukungnya juga akan kami siapkan dan lengkapi,” katanya.

Selama ini, pasien anak penderita jantung bawaan asal Lumajang banyak menjalani pengobatan di Surabaya hingga Jakarta. Untuk membantu keluarga pasien, Pemkab Lumajang telah menyediakan rumah singgah di Surabaya yang dapat dimanfaatkan warga selama proses pengobatan berlangsung.

“Sekarang sudah cukup banyak masyarakat yang memanfaatkan rumah singgah itu. Bahkan kami juga sedang mencari lokasi rumah singgah di Malang yang dekat dengan RSSA,” jelasnya.

Bunda Indah menilai, penanganan kasus jantung bawaan pada anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga sosial dan rumah sakit.

“Saya pikir pemerintah tidak bisa bekerja sendiri karena jumlahnya cukup banyak. Jadi memang perlu kolaborasi untuk membantu anak-anak yang terindikasi kelainan jantung agar bisa segera mendapat penanganan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan AMS Lumajang mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mendata sedikitnya 264 anak penderita kelainan jantung bawaan di Lumajang. Dari jumlah itu, terdapat 41 kasus baru yang baru teridentifikasi.

“Ada 264 anak yang sudah terdata di kami. Sedangkan kasus baru ada 41 anak. Data itu kami peroleh dari rekomendasi dokter anak, kemudian kami tindak lanjuti dan validasi,” ungkap dr Niken.

Ia menjelaskan, proses validasi dilakukan bersama tim medis dari RS Siti Khodijah Sidoarjo yang aktif melakukan penjangkauan pemeriksaan pasien dari daerah.

Menurutnya, hampir setiap minggu pihaknya harus mendampingi pasien asal Lumajang ke rumah sakit tersebut untuk memastikan kondisi kesehatan anak-anak yang diduga mengalami kelainan jantung bawaan.

“Sekarang RS Siti Khodijah sudah jemput bola, jadi sangat membantu kami. Dalam satu kali keberangkatan biasanya ada tiga pasien dari Lumajang yang menjalani pemeriksaan,” paparnya.

Meski demikian, dr Niken menilai jumlah penderita sebenarnya diperkirakan lebih banyak dari data yang ada saat ini. Sebab, masih ada orang tua pasien yang memilih menolak pengobatan karena takut anaknya menjalani operasi.

“Sebetulnya masih banyak yang belum terdata. Ada orang tua yang takut anaknya dioperasi sehingga memilih tidak melanjutkan pengobatan,” pungkasnya.(Imam)

11/05/2026

Kasus DBD di Lumajang Didominasi Usia Produktif, Satu Orang Meninggal


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang mencatat sebanyak 79 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama Januari hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, satu pasien dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, Marshall mengatakan, kasus DBD tertinggi terjadi pada Januari 2026 dengan total 34 kasus.

“Kasus DBD dari Januari sampai April 2026 total 79 kasus,” ujar Marshall melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, pada Februari jumlah kasus turun menjadi 13 kasus, kemudian kembali turun pada Maret sebanyak sembilan kasus. Namun pada April kasus kembali meningkat menjadi 23 orang.

“Januari 34 kasus, Februari 13 kasus, Maret sembilan kasus dan April 23 kasus,” katanya.

Marshall mengungkapkan, dari 23 kasus yang ditemukan pada April, satu pasien meninggal dunia akibat mengalami syok berat karena DBD.

“Jadi dari 23 kasus bulan April, satu di antaranya meninggal dunia. Benar, kondisinya sampai terjadi syok akibat DBD,” ungkapnya.

Menurutnya, penyakit DBD sulit diprediksi karena dapat berkembang cepat dan menyebabkan kondisi syok yang membahayakan nyawa pasien.

“Tergantung dari kondisi kekebalan pasien dan tingkat virulensi virus DBD-nya,” jelas Marshall.

Kasus DBD di Lumajang menyerang berbagai kelompok usia, mulai balita hingga dewasa. Rinciannya, usia 1-4 tahun satu kasus, usia 5-14 tahun enam kasus, usia 15-44 tahun sebanyak 11 kasus, dan usia di atas 44 tahun lima kasus.

Marshall mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam selama tiga hari atau muncul gejala berat seperti nyeri perut dan muntah.

“Atau belum tiga hari demam tapi disertai tambahan gejala yang berat seperti nyeri perut muntah, segera periksa ke fasyankes tanpa harus menunggu tiga hari,” bebernya.

Ia menambahkan, gejala DBD umumnya berupa demam yang disertai nyeri otot dan sendi, bahkan dapat memicu perdarahan ringan seperti mimisan dan gusi berdarah.

Sementara malaria memiliki pola demam periodik dan biasanya berkaitan dengan riwayat aktivitas di wilayah endemis malaria seperti Papua dan Kalimantan.

“Tergantung jenis malarianya. Dan malaria lebih mudah diketahui apabila pasien ada riwayat pernah berada atau bekerja di daerah endemis malaria,” pungkasnya. (Imam)

06/05/2026

Cegah Gangguan Kesehatan, Santri di Wonokerto Jalani Pemeriksaan Medis


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud kepedulian terhadap kesehatan generasi muda terus ditunjukkan aparat kewilayahan. Babinsa Wonokerto Koramil 0821-04/Gucialit, Serma Sugianto, melaksanakan pendampingan kegiatan pengecekan kesehatan bagi para santri di Pondok Pesantren Darul Muhajirin, Dusun Wonorejo, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Gucialit dan bidan desa setempat sebagai upaya memastikan kondisi kesehatan para santri tetap terjaga. Tercatat sebanyak 109 santri mengikuti pemeriksaan, terdiri dari 52 santri putra dan 57 santri putri.

Dalam pelaksanaannya, para santri menjalani serangkaian pemeriksaan dasar, mulai dari pengecekan kondisi fisik, tekanan darah, hingga konsultasi kesehatan. Pendampingan Babinsa dilakukan guna memastikan kegiatan berjalan tertib, lancar, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para santri.

Dalam kesempatan itu, Serma Sugianto menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program kesehatan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan keagamaan.


“Kami hadir untuk mendampingi dan memastikan kegiatan berjalan dengan baik. Kesehatan santri sangat penting karena mereka merupakan generasi penerus yang harus dijaga sejak dini,” ucap dia.


Pimpinan Pondok Pesantren Darul Muhajirin Wonokerto, Ustadz Samsul Muarif, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, termasuk para santri di lingkungan pesantren. Melalui peran aktif Puskesmas Gucialit yang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, kami merasakan langsung manfaatnya, terutama dalam mendeteksi kondisi kesehatan santri sejak dini.


“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara berkala, sehingga sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan pondok pesantren semakin kuat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Bidan Desa Wonokerto, Iis Erina, A.Md. Keb., bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Gucialit, Agustian Hermono, A.Md.Kep., menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting untuk mencegah serta mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan di lingkungan pondok pesantren.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para santri dapat terus menjaga kesehatan, sehingga proses belajar dan pembinaan di Pondok Pesantren Darul Muhajirin dapat berjalan optimal, serta tercipta lingkungan yang sehat dan produktif. (Pendim0821)

02/05/2026

Posyandu Gerbangmas Melati Dipadati Balita, Babinsa Turut Dampingi Imunisasi


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Babinsa Rowokangkung Koramil 0821-16/Rowokangkung, Sertu Suwardi, dengan melaksanakan pendampingan kegiatan imunisasi balita di Posyandu Gerbangmas Melati, Dusun Krajan Timur RT 003 RW 002, Desa Rowokangkung, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan pelayanan kesehatan dasar bagi balita, sekaligus langkah preventif untuk mencegah penyakit yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak sejak dini.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan imunisasi dipimpin oleh Bidan Desa Rowokangkung, Yeni Andriani, S.ST, dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 balita dari wilayah sekitar.

Sertu Suwardi mengatakan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk dukungan TNI, khususnya Babinsa, dalam membantu kelancaran pelayanan kesehatan masyarakat, serta memperkuat sinergi bersama tenaga kesehatan dan perangkat desa.

“Kegiatan Posyandu seperti ini sangat penting untuk memastikan balita mendapatkan imunisasi lengkap, sehingga dapat tumbuh sehat dan terhindar dari berbagai penyakit,” ujar Sertu Suwardi di sela kegiatan.

Selain membantu pengamanan dan kelancaran jalannya pelayanan, Babinsa juga turut memberikan imbauan kepada para orang tua agar rutin membawa anak-anak mereka mengikuti kegiatan Posyandu, baik imunisasi maupun pemeriksaan kesehatan lainnya.

Sementara itu, Bidan Desa Yeni Andriani, S.ST menyampaikan bahwa kegiatan imunisasi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh balita, sekaligus memastikan cakupan imunisasi di wilayah Desa Rowokangkung tetap optimal.

“Kami mengajak para orang tua untuk terus aktif datang ke Posyandu, karena imunisasi merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah penyakit menular yang berbahaya bagi anak,” jelasnya.

Kegiatan imunisasi berlangsung dengan tertib dan lancar, disambut antusias oleh para ibu yang membawa balitanya. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi motivasi tersendiri, sekaligus menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung program kesehatan pemerintah.

Dengan adanya pendampingan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi dan pemantauan kesehatan balita semakin meningkat, sehingga dapat menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas di masa depan. (Pendim0821)

16/03/2026

Stok Darah O di Lumajang Menipis Jelang Idulfitri, PMI Ajak Warga Segera Donor


Lumajang (Onenewsjatim)
– Persediaan darah golongan O di Kabupaten Lumajang dilaporkan menipis menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Saat ini stok darah O di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lumajang hanya tersisa sekitar 52 kantong, jauh di bawah standar stok aman yang seharusnya mencapai 100 hingga 120 kantong.

Kabag Humas dan Pelayanan PMI Lumajang, Trio Abdul Wahab, mengatakan penurunan stok tersebut dipicu meningkatnya kebutuhan darah dari sejumlah rumah sakit dalam beberapa waktu terakhir.

“Untuk stok saat ini, golongan darah A ada 80 kantong, golongan B 120 kantong, golongan AB 40 kantong, sedangkan golongan darah O tinggal 52 kantong. Padahal standar stok aman untuk golongan darah O minimal sekitar 100 kantong,” ujarnya.

Menurut Trio, PMI Lumajang sebenarnya telah mengantisipasi kebutuhan darah menjelang Lebaran sejak sebelum memasuki bulan Ramadan. Namun lonjakan permintaan dari rumah sakit membuat stok darah O mengalami penurunan cukup signifikan.

“Memang ada peningkatan kebutuhan dari rumah sakit, khususnya untuk golongan darah O. Di sisi lain, kebutuhan darah yang paling banyak memang golongan O, meskipun jumlah pendonornya juga paling banyak,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi mengganggu pelayanan pasien di rumah sakit apabila stok darah tidak segera ditambah.

“Kalau kita tidak terus mengupayakan penambahan stok, tentu akan sangat mengganggu pelayanan. Karena ketika ada pasien yang membutuhkan, darahnya tidak tersedia,” katanya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, PMI Lumajang melakukan berbagai langkah, salah satunya dengan memanfaatkan database pendonor melalui sistem SIM Donor yang dimiliki PMI.

Melalui sistem tersebut, PMI secara otomatis mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada para pendonor yang sudah waktunya kembali mendonorkan darahnya, terutama bagi pendonor dengan golongan darah O.

“Kami memiliki database pendonor di seluruh Lumajang. Dari sistem itu secara otomatis akan mengirimkan informasi melalui WhatsApp bahwa stok darah O dalam kondisi kritis, sehingga kami mengimbau pendonor yang sudah waktunya donor untuk segera melakukan donor darah,” jelas Trio.

Selain itu, PMI Lumajang juga menambah pelayanan dan fasilitas bagi para pendonor selama Ramadan sebagai bentuk apresiasi.

“Untuk edisi Ramadan, kami menambah servis donor serta souvenir bagi pendonor. Biasanya pendonor mendapatkan susu, biskuit, roti, dan air mineral. Pada Ramadan ini ada tambahan sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor,” ujarnya.

PMI juga menyiapkan kegiatan donor darah melalui mobil unit di sejumlah titik keramaian, seperti masjid, kecamatan, maupun lokasi kegiatan masyarakat.

“Kami juga menambah kegiatan mobil unit donor darah di masjid, kecamatan, atau tempat keramaian. Biasanya kegiatan ini dilakukan setelah salat tarawih atau setelah buka puasa,” tambahnya.

PMI Lumajang berharap masyarakat, khususnya yang memiliki golongan darah O, dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah agar kebutuhan darah bagi pasien di rumah sakit tetap terpenuhi selama Ramadan hingga Idulfitri.(Fat)

12/02/2026

Babinsa Tukum Dampingi Kegiatan Posyandu Balita dan Lansia di Dusun Pandanwangi


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Tukum, Koramil 0821-15/Tekung, Serda Haeruddin melaksanakan pendampingan kegiatan Posyandu Manggis bagi balita dan lansia di Dusun Pandanwangi, Desa Tukum, Kabupaten Lumajang, Kamis (12/6/2026).

Kegiatan posyandu tersebut diikuti oleh puluhan balita dan warga lanjut usia yang datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka secara rutin. Petugas kesehatan dibantu para kader posyandu tampak melakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, serta pemberian vitamin dan makanan tambahan bagi peserta.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan balita dan lansia di wilayah binaan.

Serda Haeruddin mengatakan, pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa untuk selalu hadir dan membantu setiap kegiatan masyarakat, termasuk di bidang kesehatan.

“Kegiatan posyandu ini sangat penting untuk memantau tumbuh kembang balita serta kondisi kesehatan para lansia. Kami sebagai Babinsa selalu siap mendukung dan mendampingi agar kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, posyandu juga berperan besar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pola hidup sehat, gizi seimbang, serta pencegahan penyakit sejak dini.

“Melalui posyandu, para orang tua bisa mengetahui perkembangan anaknya, sementara lansia dapat memeriksakan kesehatannya secara rutin. Ini sangat membantu dalam upaya pencegahan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Haeruddin.

Selain melakukan pendampingan, Babinsa juga turut berinteraksi dengan warga, memberikan motivasi kepada para orang tua agar rutin membawa anaknya ke posyandu, serta mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, salah satu kader posyandu setempat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang dinilai selalu aktif mendukung kegiatan di desa.

“Kami merasa terbantu dengan kehadiran Babinsa. Selain membantu kelancaran kegiatan, beliau juga sering memberikan semangat kepada warga untuk aktif datang ke posyandu,” ungkapnya.

Dengan adanya sinergi antara tenaga kesehatan, kader posyandu, aparat desa, dan Babinsa, diharapkan pelayanan kesehatan di tingkat desa dapat berjalan optimal serta mampu menekan angka stunting dan penyakit pada lansia.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat yang berharap kegiatan posyandu terus berjalan rutin sebagai sarana pelayanan kesehatan dasar di lingkungan mereka.

Penulis: Imam 

Editor: Redaksi

26/01/2026

Babinsa Oro Oro Ombo Dampingi Posyandu Harapan Jaya, Perkuat Layanan Kesehatan Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Babinsa Oro Oro Ombo Koramil 0821-14/Pronojiwo, Serda Yayat Sugiat, melakukan pendampingan kegiatan Posyandu Harapan Jaya di Dusun Kampung Renteng RT 002 RW 005, Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (26/1/2026).

Pendampingan dilakukan sebagai wujud komitmen TNI AD dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah binaan. Kehadiran Babinsa juga bertujuan memastikan kegiatan Posyandu berjalan tertib, aman, dan lancar.

Kegiatan Posyandu meliputi pelayanan kesehatan ibu dan anak, penimbangan balita, imunisasi, serta pemberian vitamin guna menunjang tumbuh kembang anak secara optimal. 

Babinsa turut memberikan dukungan moril kepada tenaga kesehatan dan kader Posyandu yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Serda Yayat mengatakan, pendampingan Posyandu merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami siap membantu dan mendampingi kegiatan masyarakat, termasuk Posyandu, agar benar-benar memberikan manfaat bagi warga,” kata Serda Yayat.

Sementara itu, Bidan Desa Oro Oro Ombo, Ari Peristiwana, A.Md.Keb., menjelaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan ibu hamil, balita, dan lansia. 

Pelayanan rutin seperti penimbangan, imunisasi, pemberian vitamin, serta edukasi kesehatan menjadi upaya pencegahan stunting dan deteksi dini gangguan kesehatan.

“Posyandu menjadi sarana penting pemantauan tumbuh kembang anak dan edukasi pola hidup sehat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Oro Oro Ombo, Ny. Suwarno, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung keberlangsungan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di desa.

“Melalui Posyandu, kami terus mendorong kesadaran masyarakat, khususnya para ibu dan lansia, agar rutin memeriksakan kesehatan. Ini sejalan dengan upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” kata Ny. Suwarno.

Melalui pendampingan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu, balita, dan lansia semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung program Indonesia Sehat.(Pendim 0821)


15/01/2026

Perkuat Nilai Kemanusiaan, Babinsa Kunir Kidul Dampingi Kegiatan Donor Darah


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud nyata kepedulian terhadap kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh Babinsa Kunir Kidul Koramil 0821-13/Kunir, Serda Eko Susanto, dengan turut serta mendampingi dan berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang digelar di Balai Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan sosial tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Desa Kunir Kidul, Palang Merah Indonesia (PMI), serta dukungan aktif TNI melalui peran Babinsa di wilayah binaan. Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pagi hari, mencerminkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Babinsa Kunir Kidul, Serda Eko Susanto, menyampaikan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. 

Menurutnya, kegiatan donor darah tidak hanya bernilai kemanusiaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Kami selalu siap mendukung kegiatan positif di wilayah binaan, terlebih yang berkaitan dengan kemanusiaan. Donor darah ini sangat bermanfaat dan semoga dapat membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap dia.

Kepala Desa Kunir Kidul, Drajat Ali Fatoni, menjelaskan partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah tersebut menjadi cerminan kepedulian sosial warga yang terus tumbuh dan terjaga. 

Ia menuturkan bahwa warga dari berbagai kalangan secara sukarela hadir dan mengikuti seluruh tahapan donor darah dengan penuh kesadaran dan semangat kebersamaan.

“Alhamdulillah, partisipasi masyarakat sangat baik. Warga datang dengan kesadaran sendiri untuk mendonorkan darahnya demi membantu sesama. Ini menunjukkan bahwa rasa empati dan kepedulian sosial masyarakat Kunir Kidul semakin kuat,” ujarnya.

Melalui kegiatan donor darah, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Desa Kunir Kidul terus terjaga. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah warga tidak hanya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, tetapi juga menjadi teladan dalam menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan. (Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved