-->

15/06/2026

Pencurian Siang Bolong di Lumajang, Pelaku Gondol Emas Batangan 175 Gram dan Perhiasan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Aksi pencurian dengan sasaran perhiasan emas kembali terjadi di Kabupaten Lumajang. Kali ini, seorang pemilik salon bernama Lilik (70), warga Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, menjadi korban pencurian yang mengakibatkan kerugian mencapai sekitar Rp400 juta.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (13/6/2026) pagi di rumah korban yang berada di Jalan Prof. Moh. Yamin, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang. Ironisnya, aksi pencurian berlangsung saat aktivitas masyarakat di sekitar lokasi cukup ramai.

Aksi pelaku sempat terekam kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman tersebut terlihat seorang pria mengenakan topi hitam berjalan kaki menyeberang jalan, kemudian berhenti di sebuah gang sebelum akhirnya masuk ke rumah korban.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Menurutnya, kejadian berlangsung saat korban meninggalkan rumah untuk berbelanja.

"Untuk kejadian pencurian emas ini terjadi pada hari Sabtu (13/6/2026) pagi. Saat itu korban sedang keluar rumah untuk berbelanja sekitar 10 menit," ujar Ipda Suprapto, Minggu (15/6/2026).

Saat kembali ke rumah, korban mendapati sejumlah barang berharganya sudah hilang dari tempat penyimpanan.

"Setelah pulang, korban mengetahui barang-barang miliknya sudah tidak berada di tempat. Barang yang diambil berupa perhiasan emas sekitar 57 gram, emas batangan sekitar 175 gram, serta uang tunai kurang lebih Rp28 juta," jelasnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan jumlah pelaku yang terlibat dalam aksi pencurian tersebut. Dari rekaman CCTV yang telah diperiksa, sementara terlihat satu orang masuk ke dalam rumah korban.

"Untuk jumlah pelaku masih dalam pendalaman. Yang terlihat di CCTV masuk ke dalam rumah ada satu orang," kata Suprapto.

Ia menjelaskan, pelaku diduga memanfaatkan kondisi rumah yang sedang kosong saat korban keluar berbelanja.

"Modusnya, pelaku masuk ke rumah ketika korban tidak berada di dalam rumah," tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian total sekitar Rp400 juta.

Saat ini Satreskrim Polres Lumajang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Polri Turun ke Sawah, Polsek Candipuro Dorong Swasembada Pangan Lewat Budidaya Jagung


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Jajaran Polsek Candipuro, Polres Lumajang, menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia melalui penguatan sektor ketahanan pangan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pendampingan pengelolaan lahan pertanian jagung di Desa Sumberrejo, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Tanaman jagung yang ditanam di lahan milik Sukandar, warga Dusun Sumberrejo, kini tumbuh subur dan menunjukkan perkembangan yang baik.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam memanfaatkan lahan pertanian secara produktif.

Kapolsek Candipuro AKP Lugito mengatakan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

"Kami berkomitmen mendukung program Asta Cita Presiden RI, khususnya di bidang ketahanan pangan. Pendampingan yang dilakukan anggota di lapangan bertujuan membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus memastikan lahan pertanian dapat dimanfaatkan secara optimal," kata Lugito, Senin (16/6/2026).


Menurutnya, keberhasilan budidaya jagung di Desa Sumberrejo menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat mampu memberikan hasil positif bagi sektor pertanian.

Ia menambahkan, Polsek Candipuro tidak hanya fokus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berupaya hadir dalam berbagai program pemberdayaan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.

"Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, petani semakin termotivasi untuk meningkatkan hasil panennya sehingga dapat mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional," ujarnya.


Sementara itu, Sukandar mengaku terbantu dengan adanya pendampingan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Menurutnya, perhatian dan dukungan yang diberikan menjadi dorongan bagi petani untuk lebih serius mengelola lahan pertanian.

"Kami merasa didampingi dan diperhatikan. Harapannya hasil panen nanti bisa maksimal dan memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat sekitar," ungkap Sukandar.


Program ketahanan pangan yang dijalankan Polsek Candipuro merupakan bagian dari upaya Polres Lumajang dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui sektor pertanian.

Selain memperkuat ketersediaan pangan, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan. (Imam)


14/06/2026

Bupati Lumajang Sidak Toko Miras, Tegaskan Tak Akan Terbitkan Izin Penjualan Alkohol


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Pemerintah Kabupaten Lumajang menunjukkan sikap tegas terhadap peredaran minuman beralkohol. Bupati Lumajang Indah Amperawati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko penjual minuman keras (miras) di Kecamatan Sukodono, Minggu (14/6/2026) malam.

Dalam sidak tersebut, petugas menemukan tiga toko yang menjual berbagai jenis minuman beralkohol dengan kadar yang bervariasi, mulai dari 5 persen hingga mencapai 50 persen. 

Ketiga toko itu diketahui belum mengantongi izin yang sah untuk menjual minuman beralkohol.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang tidak akan memberikan ruang bagi peredaran minuman beralkohol di wilayahnya.

"Saya sudah sampaikan langsung kepada pemilik usaha. Mereka memang belum memiliki izin dan saya tegaskan bahwa saya tidak akan mengizinkan. Tadi mereka menyampaikan akan mengurus perizinan, tetapi saya katakan saya tidak mengizinkan," ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah usai sidak.

Menurutnya, keberadaan toko yang menjual minuman beralkohol berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. 

Karena itu, Pemkab Lumajang akan melakukan penertiban secara menyeluruh terhadap toko-toko serupa yang masih beroperasi.

"Semua toko penjual minuman beralkohol akan kami tutup dan barang-barangnya akan kami sita sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah ini kami akan melakukan pengecekan ke lokasi-lokasi lainnya," katanya.

Langkah penertiban tersebut mendapat dukungan penuh dari jajaran Polres Lumajang. 

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar memastikan seluruh minuman beralkohol yang ditemukan dalam sidak akan diamankan sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut.

"Kami akan melakukan penyitaan terhadap minuman beralkohol yang ditemukan. Bagi pelaku usaha yang tetap beroperasi tanpa izin tentu akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku," tegas Alex.

Ia menjelaskan, sanksi yang dapat diberikan tidak hanya berupa tindakan administratif hingga penutupan tempat usaha, tetapi juga dapat berujung pada proses hukum apabila ditemukan pelanggaran lain.

"Sanksinya bisa mulai dari administrasi sampai penutupan usaha. Kami akan menegakkan peraturan daerah yang mengatur peredaran minuman beralkohol dan melaksanakan penindakan secara bersama-sama dengan pemerintah daerah," ujarnya.

Dalam pemeriksaan di lapangan, polisi juga menemukan indikasi adanya persoalan terkait aspek cukai pada sejumlah produk minuman beralkohol yang dijual. Temuan tersebut saat ini masih didalami oleh aparat kepolisian.

"Dari hasil pengecekan ada beberapa informasi yang mengarah pada dugaan permasalahan terkait cukai dan peredarannya. Itu akan kami lakukan penyelidikan lebih mendalam," tegas Alex (imam)



Hadir untuk Warga, Babinsa Tempursari Dampingi Pembagian Bantuan Pangan kepada 1.008 KPM


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Dalam rangka memastikan pendistribusian bantuan pemerintah berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran, Babinsa Tempursari Koramil 0821-18/Tempursari, Peltu Dwi Hasim, melaksanakan pendampingan dan pengamanan pembagian Bantuan Pangan Alokasi Februari–Maret 2026 di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan TNI melalui aparat kewilayahan dalam membantu kelancaran program pemerintah untuk meringankan beban masyarakat serta menjaga stabilitas ketahanan pangan di tingkat desa.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Desa Tegalrejo tercatat sebanyak 1.008 keluarga penerima manfaat. Untuk alokasi bantuan pangan bulan Februari dan Maret 2026, total beras yang disalurkan mencapai 20.160 kilogram. Selain itu, masyarakat juga menerima tambahan bantuan berupa minyak goreng dengan total sebanyak 4.032 liter.

Di sela kegiatan, Peltu Dwi Hasim mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam proses pendistribusian bantuan bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kami melakukan pendampingan agar proses pembagian bantuan berjalan tertib serta benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Kehadiran Babinsa juga sebagai bentuk pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat sehingga pelaksanaan kegiatan berlangsung aman dan kondusif,” ujar dia.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah desa, petugas penyalur, dan aparat kewilayahan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program bantuan pangan yang digulirkan pemerintah.

Dari hasil pelaksanaan kegiatan, realisasi penyaluran bantuan pangan di Desa Tegalrejo tercatat telah mencapai 100 persen sesuai target yang ditetapkan. Seluruh proses berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya kendala maupun kejadian menonjol di lapangan.

Melalui pendampingan yang dilakukan Babinsa, diharapkan program bantuan pangan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan nasional. (Pendim0821)

Masuki Tahap Finishing, Jembatan Perintis Garuda di Pasrujambe Segera Rampung


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Semangat kebersamaan dan gotong royong terus ditunjukkan oleh personel Koramil 0821-17/Pasrujambe bersama masyarakat dalam proses pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berada di Kali Asem, Dusun Krajan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (14/6/2026).

Pada tahap pengerjaan kali ini, kegiatan difokuskan pada penyetelan akhir seling pagar serta pengecatan pagar jembatan sebagai bagian dari pekerjaan finishing sebelum jembatan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. 

Kegiatan tersebut melibatkan Bati Bakti TNI Koramil 0821-17/Pasrujambe Serma Yunus Ariyanto, Babinsa Karanganom Sertu Bejo Utomo, serta warga setempat yang secara sukarela bergotong royong menyelesaikan pekerjaan.

Serma Yunus Ariyanto mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar akses transportasi dan aktivitas ekonomi warga.

“Pekerjaan hari ini difokuskan pada penyetelan akhir seling pagar agar kokoh dan aman, sekaligus pengecatan pagar untuk memperindah tampilan jembatan serta melindungi material dari pengaruh cuaca. Kami berharap proses penyelesaian dapat berjalan lancar sehingga jembatan segera digunakan oleh masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Sertu Bejo Utomo menuturkan bahwa keterlibatan warga dalam setiap tahapan pembangunan menjadi bukti kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat Desa Karanganom. Menurutnya, kerja sama yang baik antara TNI dan warga menjadi faktor penting dalam percepatan penyelesaian pembangunan jembatan.

“Antusiasme warga sangat luar biasa. Mereka hadir dan bekerja bersama sejak awal pembangunan hingga tahap finishing seperti saat ini. Hal tersebut menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap fasilitas umum yang nantinya akan digunakan bersama,” ungkapnya.

Keberadaan Jembatan Perintis Garuda nantinya diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah di Desa Karanganom, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga saat melintasi kawasan Kali Asem. 

Dengan progres pekerjaan yang telah memasuki tahap akhir, masyarakat berharap jembatan tersebut segera selesai sepenuhnya dan dapat mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.

Melalui semangat gotong royong yang terus terpelihara, pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi simbol kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan infrastruktur yang bermanfaat bagi kemajuan desa serta kesejahteraan warga. (Pendim0821)

Bhabinkamtibmas Kunir Turun ke Sawah, Dampingi Petani Jagung Demi Ketahanan Pangan


Lumajang, (Onenewsjatim) - 
Peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan hingga tingkat desa. Salah satunya melalui kegiatan yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Sukosari, Polsek Kunir, Bripda M. Jurjis yang turun langsung meninjau lahan pertanian jagung milik warga di Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Sabtu (13/6/2026).

Di sela kegiatan sambang desa, Bripda Jurjis menyempatkan diri mengecek kondisi tanaman jagung milik Wijen Utomo yang saat ini menunjukkan pertumbuhan cukup baik dan berpotensi menghasilkan panen optimal.

Selain memantau perkembangan tanaman, Bripda Jurjis juga berdialog dengan petani terkait kondisi lahan, kebutuhan sarana produksi pertanian, hingga berbagai tantangan yang dihadapi selama masa budidaya.

Kapolsek Kunir Iptu Muljoko mengatakan keterlibatan anggota Bhabinkamtibmas dalam sektor pertanian merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

“Bhabinkamtibmas tidak hanya menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir mendukung program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga, termasuk di bidang pertanian,” kata Iptu Muljoko.

Menurutnya, pendampingan kepada petani dilakukan untuk memberikan motivasi sekaligus membangun komunikasi yang baik antara aparat dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan.

Ia menjelaskan, keberhasilan sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. Karena itu, Polsek Kunir terus mendorong personelnya untuk aktif mendampingi petani dan menyerap berbagai aspirasi maupun kendala yang dihadapi di lapangan.

“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap kehadiran anggota di tengah petani dapat memberikan semangat serta membantu memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan hasil pertanian,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bripda Jurjis juga mengajak petani untuk mempersiapkan pola tanam berkelanjutan dengan menanam padi setelah masa panen jagung berakhir.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus mendukung program swasembada pangan yang tengah digalakkan pemerintah.

Sementara itu, Wijen Utomo selaku pemilik lahan mengapresiasi perhatian yang diberikan pihak kepolisian terhadap sektor pertanian di wilayahnya.

“Kami merasa senang karena ada pendampingan dari Bhabinkamtibmas. Kehadiran beliau memberikan motivasi kepada kami untuk terus mengelola lahan dengan baik dan meningkatkan hasil panen,” ungkapnya.

Kegiatan pemantauan lahan pertanian tersebut berlangsung penuh keakraban. Melalui pendekatan humanis dan pendampingan langsung kepada petani, Polsek Kunir berharap produktivitas pertanian masyarakat terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan nasional.(Imam)

13/06/2026

Residivis Curanmor di Jember Ditangkap, Polisi Ungkap Aksi di 18 TKP


Jember, (Onenewsjatim)
– Jajaran Polres Jember Polda Jatim kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas tindak kriminalitas yang meresahkan masyarakat. 

Seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial H (29) warga Sumberbaru Jember diamankan Polisi setelah kembali terlibat aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan di 18 lokasi berbeda di wilayah hukum Polres Jember.

Sementara seorang rekannya saat ini masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dan terus dilakukan pengejaran oleh petugas.

Kapolres Jember AKBP Bobby A Condroputra dalam konferensi pers mengatakan, kasus ini terungkap berdasarkan laporan korban, NN (58), seorang guru warga Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. 

"Korban melaporkan kehilangan sepeda motor Honda Beat warna putih merah yang diparkir di depan rumah keluarganya di Lingkungan Winosari, Kelurahan Mangli pada Minggu dini hari, 31 Mei 2026," kata AKBP Bobby, Jumat (12/6/26).

Saat itu sepeda motor korban diparkir dalam kondisi terkunci setang. Namun ketika hendak digunakan pada pagi harinya, kendaraan tersebut telah raib dari tempat semula.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka H.

Ironisnya, H ditangkap Polisi saat akan melakukan percobaan pencurian kendaraan bermotor di kawasan Jalan Nusa Indah, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. 

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, petugas juga mengungkap bahwa hasil kejahatan tersebut dijual kepada seorang penadah berinisial AG yang kini juga berstatus DPO. 

"Saat dilakukan penggerebekan di rumah AG petugas menemukan salah satu barang bukti berupa sepeda motor Honda Beat seperti yang dilaporkan korban NN," kata AKBP Bobby.

Kapolres Jember menegaskan akan terus memburu para pelaku yang masih buron serta mengembangkan kasus untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan curanmor lainnya yang beroperasi di wilayah Kabupaten Jember.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 477 ayat (1) huruf e, f, dan g Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun. (*)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved