-->

16/06/2026

Patroli Malam Babinsa Labruk Lor Perkuat Kamtibmas dan Kedekatan dengan Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Babinsa Labruk Lor Koramil 0821-01/Lumajang, Serka Darsono, melaksanakan kegiatan patroli wilayah sekaligus menyapa warga di Dusun Laban RT 001 RW 004, Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin malam (15/6/2026).

Kegiatan patroli malam tersebut dilakukan sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial yang rutin dilaksanakan oleh aparat kewilayahan guna memastikan kondisi lingkungan masyarakat tetap aman dan nyaman. Selain memantau situasi wilayah, Serka Darsono juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi langsung dengan warga yang masih beraktivitas di malam hari.

Dalam suasana yang penuh keakraban, Serka Darsono menyampaikan pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama. Ia mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sekitar serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.

Menurutnya, patroli malam tidak hanya bertujuan untuk memantau situasi wilayah, tetapi juga menjadi sarana komunikasi sosial yang efektif antara Babinsa dan masyarakat. Dengan adanya komunikasi yang baik, berbagai informasi maupun permasalahan yang berkembang di lingkungan warga dapat diketahui lebih dini sehingga dapat segera dicarikan solusi bersama.

“Melalui patroli dan sapa warga ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat merasa aman serta semakin dekat dengan aparat kewilayahan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa tenang sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar dia.

Warga Dusun Laban menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka mengaku senang dan merasa diperhatikan dengan kehadiran Babinsa yang secara rutin turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi wilayah sekaligus menjalin silaturahmi dengan masyarakat.

Kegiatan patroli malam dan sapa warga tersebut juga menjadi wujud nyata komitmen Koramil 0821-01/Lumajang dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif. Dengan kebersamaan antara aparat dan masyarakat, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat diminimalkan serta semangat gotong royong dalam menjaga wilayah terus terpelihara. (Pendim0821)

Ribuan Warga Berdesakan Rebut Gunungan Berkah pada Grebeg Satu Suro di Hutan Bambu Sumbermujur


Lumajang ,(Onenewsjatim)–
Ribuan warga memadati kawasan wisata Hutan Bambu, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, dalam perayaan tradisi Grebeg Satu Suro yang digelar untuk menyambut 1 Muharram 1447 Hijriah atau Satu Suro dalam penanggalan Jawa, Selasa (16/6/2026).

Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai daerah telah berkumpul di lokasi untuk menyaksikan rangkaian tradisi adat yang telah berlangsung turun-temurun selama puluhan tahun tersebut. 

Puncak acara ditandai dengan perebutan puluhan gunungan hasil bumi yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian yang melimpah.

Prosesi diawali dengan arak-arakan kepala lembu yang diusung berkeliling desa. Arak-arakan tersebut diiringi puluhan gunungan berisi berbagai hasil pertanian warga seperti kangkung, kol, wortel, kentang, buah-buahan, dan sayuran lainnya. 

Ratusan penari tradisional turut memeriahkan jalannya kirab budaya yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat dan wisatawan.

Setibanya di kawasan wisata Hutan Bambu, kepala lembu terlebih dahulu dibawa menuju punden untuk didoakan oleh tokoh adat dan masyarakat setempat. 

Setelah prosesi doa selesai, kepala lembu kemudian dikuburkan sebagai bagian dari tradisi Pendem Sirah Lembu yang menjadi warisan budaya masyarakat Desa Sumbermujur.

Suasana semakin meriah saat panitia mempersilakan warga berebut 27 gunungan hasil bumi yang telah disiapkan. Dalam hitungan menit, seluruh gunungan ludes diserbu masyarakat yang telah menunggu sejak pagi.

Di lapangan, antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Aksi saling dorong hingga lempar-lemparan buah dan sayuran sempat terjadi saat warga berusaha mendapatkan hasil bumi yang diyakini membawa keberkahan.

Salah satu warga, Nur Rahayu, mengaku senang dapat mengikuti tradisi tersebut dan berhasil membawa pulang sebagian hasil bumi dari gunungan.

"Acara ini cukup bagus, tadi waktu rebutan gunungan saya dapat sayuran. Rencananya mau saya masak di rumah," ujarnya.

Hal senada disampaikan Arini, warga lainnya yang datang bersama keluarganya. Ia mengaku rela berdesakan demi mendapatkan hasil bumi yang telah didoakan dalam prosesi adat tersebut.

"Senang, dapat kangkung, kol, wortel, sama kentang. Kan sudah didoain di sini tadi, katanya berkah kalau dimasak di rumah," katanya.

Pantauan di lokasi, banyak warga datang dengan membawa kantong kresek, karung hingga baskom untuk menampung hasil bumi yang berhasil mereka peroleh. 

Masyarakat meyakini hasil bumi yang telah diarak dan didoakan tersebut akan membawa keberkahan bagi keluarga apabila dibawa pulang dan dikonsumsi bersama.

Sementara itu, Kepala Desa Sumbermujur, Yayuk Sri Rahayu, mengatakan tradisi Grebeg Satu Suro merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas melimpahnya hasil pertanian serta ketersediaan sumber air yang menjadi penopang kehidupan warga.

"Tradisi ini rutin kami selenggarakan setiap tahun, harapannya agar Desa Sumbermujur menjadi desa yang aman, gemah ripah loh jinawi, debit airnya melimpah, dan tanahnya tetap subur," ujar Yayuk.

15/06/2026

Meriah! Gunungan 6.000 Tempe Wedok Jadi Rebutan Warga di Malam 1 Muharam


Lumajang (Onenewsjatim)
– Suasana malam peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah di Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, berlangsung meriah, Senin (15/6/2026). 

Ribuan warga memadati jalan desa untuk menyaksikan kirab gunungan tempe wedok, kuliner khas setempat yang menjadi ikon desa tersebut.

Sebanyak 6.000 potong tempe wedok disusun membentuk gunungan menyerupai tugu dan diarak keliling kampung dalam tradisi baru yang digagas warga RW 01 Labruk Kidul sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru Islam.

Kirab dimulai dari kawasan RW 01, melintasi jalan raya desa, sebelum kembali ke titik awal. 

Sepanjang perjalanan, ribuan warga tumpah ruah di tepi jalan untuk menyaksikan arak-arakan sekaligus menunggu prosesi grebeg tempe wedok yang menjadi puncak acara.

Gunungan tempe wedok dilepas langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati. Kehadiran orang nomor satu di Lumajang itu disambut antusias masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Setelah kirab selesai, gunungan tempe wedok langsung menjadi rebutan warga. Dalam hitungan menit, ribuan tempe yang disusun rapi tersebut habis dibagikan kepada masyarakat.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengaku bangga dengan keberadaan sentra perajin tempe wedok yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan Desa Labruk Kidul.

"Di sini memang tempatnya para pengrajin tempe. Tempenya asli dari kedelai dan rasanya sangat enak. Sampai ke mana-mana saya sering membawa tempe wedok ini, termasuk ke Surabaya dan beberapa daerah lainnya," kata Indah.

Menurutnya, tempe wedok memiliki ciri khas yang tidak dimiliki produk tempe lain. Selain ukurannya yang kecil, tempe tersebut dibungkus menggunakan pelepah pisang sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang khas.

"Tempe ini kecil, kemudian dibungkus dengan pelepah pisang. Karena dibungkus dan tertutup itulah masyarakat menyebutnya tempe wedok," ujarnya.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu juga mengapresiasi semangat para perajin yang selama ini mampu mengembangkan usaha secara mandiri tanpa banyak bergantung pada bantuan pemerintah.

Ia berharap tempe wedok dapat terus berkembang menjadi produk unggulan daerah sekaligus menjadi sumber penggerak ekonomi masyarakat.

"Saya ingin tempe ini semakin dikenal sebagai makanan sehat karena kandungan proteinnya tinggi. Bahkan tadi disampaikan bahwa produk ini sudah masuk ke dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini luar biasa. Artinya pertumbuhan ekonomi rakyat bisa didorong melalui program-program yang menyentuh langsung masyarakat," tuturnya.

Lebih lanjut, Pemkab Lumajang berencana menjadikan kirab tempe wedok sebagai agenda tahunan setiap peringatan 1 Muharam.

"Kami ingin ini menjadi event tahunan Kampung Tempe Wedok. Selain melestarikan tradisi, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi produk unggulan dan oleh-oleh khas Lumajang," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Labruk Kidul Agus Irianto mengatakan tradisi kirab tempe wedok lahir dari semangat gotong royong masyarakat dan para pelaku usaha yang selama ini mengembangkan usaha secara turun-temurun.

"Ini murni kerja mandiri warga. Sejak awal usaha tempe wedok berkembang sampai sekarang, para pengrajin tidak pernah mengeluh dan terus berusaha secara mandiri," kata Agus.

Menurutnya, 6.000 tempe wedok yang diarak merupakan hasil produksi bersama dari 18 kelompok masyarakat yang tergabung dalam kelompok pengrajin tempe di Desa Labruk Kidul.

"Tempe yang diarak malam ini berjumlah 6.000 buah. Semuanya dibuat bersama oleh 18 kelompok yang ada di desa," ujarnya.

Agus menjelaskan, salah satu keunikan tempe wedok terletak pada bahan pembungkusnya yang menggunakan pelepah pisang kutuk. Jenis pelepah tersebut dipercaya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas dan cita rasa tempe.


"Tempe wedok harus dibungkus menggunakan pelepah pisang kutuk. Kalau menggunakan jenis lain hasilnya tidak sama. Karena itu kami juga mendorong masyarakat untuk tetap menanam pohon pisang aga

r bahan bakunya tetap tersedia," Pungkasnya 

Gotong Royong Tak Surut, TNI Bersama Warga Percantik Jembatan Perintis Garuda


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kali Asem, Dusun Krajan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. 

Memasuki tahap akhir penyelesaian, Babinsa Karanganom Koramil 0821-17/Pasrujambe, Sertu Bejo Utomo, bersama warga dan para pekerja melanjutkan pengerjaan pengecatan pagar jembatan, Senin (15/6/2026).

Kegiatan pengecatan pagar tersebut merupakan bagian dari tahap finishing yang bertujuan tidak hanya memperindah tampilan jembatan, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap material besi dari pengaruh cuaca dan risiko korosi sehingga usia pakai jembatan menjadi lebih panjang.

Di lokasi pekerjaan, tampak Babinsa bersama warga dan pekerja saling bahu-membahu menyelesaikan setiap bagian pagar dengan penuh ketelitian. Semangat gotong royong yang terjalin menjadi cerminan kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur pedesaan.


Dalam kesempatan itu, Sertu Bejo Utomo mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pembangunan jembatan merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan.


“Kami akan terus mendampingi hingga pembangunan selesai. Jembatan ini diharapkan menjadi sarana penghubung yang aman, nyaman, dan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang mobilitas dan kegiatan perekonomian,” ungkap dia.


Sementara itu di tempat terpisah, Danramil 0821-17/Pasrujambe Kapten Arm Ony Ariyanto, S.H., menerangkan bahwa progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda hingga tanggal 14 Juni 2026 telah mencapai 93,46 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan jembatan kini semakin mendekati tahap penyelesaian dan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.


“Dengan progres yang telah mencapai lebih dari 93 persen, saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian tahap akhir agar jembatan dapat segera difungsikan. Kami berharap keberadaan Jembatan Perintis Garuda nantinya mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.


Pembangunan Jembatan Perintis Garuda sendiri menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar akses transportasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan warga melalui konektivitas yang semakin baik.


Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, penyelesaian Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti bahwa pembangunan yang melibatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat akan menghasilkan manfaat yang berkelanjutan bagi kemajuan desa. (Pendim0821)

Peduli Kesehatan Mata, Kodim 0821 Lumajang Gandeng LMI Gelar Skrining Katarak


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kodim 0821/Lumajang melaksanakan kegiatan Skrining dan sosialisasi katarak yang dilakukan oleh Polkes 05.09.02 Lumajang bekerjasama dengan Lentera Mata Indah (LMI), bertempat di Gedung Kartika Yonif 527/BY Lumajang, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sebanyak 95 warga mengikuti pemeriksaan dan konsultasi kesehatan mata sebagai bagian dari upaya deteksi dini gangguan penglihatan, khususnya penyakit katarak.

Pasi Ter Kodim 0821/Lumajang, Kapten Inf Sri Hariyanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan mata.

“Kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan katarak ini bertujuan membantu masyarakat mengenali gangguan kesehatan mata sejak dini, sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesehatan mata memiliki peran penting dalam menunjang kualitas hidup masyarakat, sehingga edukasi dan pemeriksaan kesehatan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan mata secara rutin agar dapat mencegah risiko gangguan penglihatan yang lebih serius,” tambahnya.

Selain sosialisasi, masyarakat juga mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan mata dan konsultasi langsung dari tenaga medis yang bertugas. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme sebagai bentuk sinergi TNI dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Lumajang. (Pendim 0821).

Kepergok Curi Motor Saat Acara Lamaran, Pemuda di Lumajang Ditangkap Warga


Lumajang , (Onenewsjatim)
– Aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan seorang pemuda di Kabupaten Lumajang berakhir gagal setelah pelaku dipergoki langsung oleh pemilik kendaraan. 

Pelaku berinisial BSA (23), warga Desa Umbul, Kecamatan Kedungjajang, akhirnya diamankan warga dan diserahkan kepada polisi.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Randuagung, Kecamatan Randuagung, Minggu (14/6/2026). Saat itu, suasana kampung tengah ramai karena berlangsung acara lamaran di dekat lokasi kejadian.

BSA diduga mencoba membawa kabur sebuah sepeda motor Honda Spacy yang terparkir di halaman rumah warga. Namun aksinya tidak berjalan mulus lantaran diketahui langsung oleh pemilik kendaraan yang berada di dalam rumah.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan bahwa korban segera berteriak meminta pertolongan ketika melihat motornya dinaiki oleh orang tak dikenal.

“Mengetahui ada pemuda yang menaiki kendaraannya, pemilik langsung berteriak minta tolong. Kebetulan di sebelah rumahnya sedang ada kegiatan lamaran sehingga banyak warga yang mendengar dan segera berdatangan,” kata Ipda Suprapto, Senin (15/6/2026).

Teriakan korban sontak memicu reaksi warga yang sedang menghadiri acara tersebut. Dalam hitungan menit, pelaku berhasil dikejar dan diamankan sebelum sempat melarikan diri.

Rekaman video saat pelaku ditangkap kemudian beredar luas di media sosial. Dalam video itu terlihat BSA berada dalam posisi telungkup dengan kedua tangan terikat tali sambil dikelilingi warga.

Meski situasi sempat ramai, warga tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap pelaku. Keberadaan perangkat desa yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi turut membantu menjaga situasi tetap kondusif.

“Tidak ada aksi amuk massa. Pelaku hanya diamankan oleh warga hingga petugas datang,” ujar Suprapto.

Setelah diamankan, BSA langsung diserahkan kepada aparat kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Saat ini pelaku telah ditahan di Mapolres Lumajang guna menjalani pemeriksaan dan pengembangan kasus.

Sementara itu, barang bukti berupa sepeda motor yang menjadi sasaran pencurian telah diamankandi Polsek Randuagung.



Pencurian Siang Bolong di Lumajang, Pelaku Gondol Emas Batangan 175 Gram dan Perhiasan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Aksi pencurian dengan sasaran perhiasan emas kembali terjadi di Kabupaten Lumajang. Kali ini, seorang pemilik salon bernama Lilik (70), warga Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, menjadi korban pencurian yang mengakibatkan kerugian mencapai sekitar Rp400 juta.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (13/6/2026) pagi di rumah korban yang berada di Jalan Prof. Moh. Yamin, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang. Ironisnya, aksi pencurian berlangsung saat aktivitas masyarakat di sekitar lokasi cukup ramai.

Aksi pelaku sempat terekam kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman tersebut terlihat seorang pria mengenakan topi hitam berjalan kaki menyeberang jalan, kemudian berhenti di sebuah gang sebelum akhirnya masuk ke rumah korban.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Menurutnya, kejadian berlangsung saat korban meninggalkan rumah untuk berbelanja.

"Untuk kejadian pencurian emas ini terjadi pada hari Sabtu (13/6/2026) pagi. Saat itu korban sedang keluar rumah untuk berbelanja sekitar 10 menit," ujar Ipda Suprapto, Minggu (15/6/2026).

Saat kembali ke rumah, korban mendapati sejumlah barang berharganya sudah hilang dari tempat penyimpanan.

"Setelah pulang, korban mengetahui barang-barang miliknya sudah tidak berada di tempat. Barang yang diambil berupa perhiasan emas sekitar 57 gram, emas batangan sekitar 175 gram, serta uang tunai kurang lebih Rp28 juta," jelasnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan jumlah pelaku yang terlibat dalam aksi pencurian tersebut. Dari rekaman CCTV yang telah diperiksa, sementara terlihat satu orang masuk ke dalam rumah korban.

"Untuk jumlah pelaku masih dalam pendalaman. Yang terlihat di CCTV masuk ke dalam rumah ada satu orang," kata Suprapto.

Ia menjelaskan, pelaku diduga memanfaatkan kondisi rumah yang sedang kosong saat korban keluar berbelanja.

"Modusnya, pelaku masuk ke rumah ketika korban tidak berada di dalam rumah," tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian total sekitar Rp400 juta.

Saat ini Satreskrim Polres Lumajang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved