Lumajang ,(Onenewsjatim)– Ribuan warga memadati kawasan wisata Hutan Bambu, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, dalam perayaan tradisi Grebeg Satu Suro yang digelar untuk menyambut 1 Muharram 1447 Hijriah atau Satu Suro dalam penanggalan Jawa, Selasa (16/6/2026).
Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai daerah telah berkumpul di lokasi untuk menyaksikan rangkaian tradisi adat yang telah berlangsung turun-temurun selama puluhan tahun tersebut.
Puncak acara ditandai dengan perebutan puluhan gunungan hasil bumi yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian yang melimpah.
Prosesi diawali dengan arak-arakan kepala lembu yang diusung berkeliling desa. Arak-arakan tersebut diiringi puluhan gunungan berisi berbagai hasil pertanian warga seperti kangkung, kol, wortel, kentang, buah-buahan, dan sayuran lainnya.
Ratusan penari tradisional turut memeriahkan jalannya kirab budaya yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat dan wisatawan.
Setibanya di kawasan wisata Hutan Bambu, kepala lembu terlebih dahulu dibawa menuju punden untuk didoakan oleh tokoh adat dan masyarakat setempat.
Setelah prosesi doa selesai, kepala lembu kemudian dikuburkan sebagai bagian dari tradisi Pendem Sirah Lembu yang menjadi warisan budaya masyarakat Desa Sumbermujur.
Suasana semakin meriah saat panitia mempersilakan warga berebut 27 gunungan hasil bumi yang telah disiapkan. Dalam hitungan menit, seluruh gunungan ludes diserbu masyarakat yang telah menunggu sejak pagi.
Di lapangan, antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Aksi saling dorong hingga lempar-lemparan buah dan sayuran sempat terjadi saat warga berusaha mendapatkan hasil bumi yang diyakini membawa keberkahan.
Salah satu warga, Nur Rahayu, mengaku senang dapat mengikuti tradisi tersebut dan berhasil membawa pulang sebagian hasil bumi dari gunungan.
"Acara ini cukup bagus, tadi waktu rebutan gunungan saya dapat sayuran. Rencananya mau saya masak di rumah," ujarnya.
Hal senada disampaikan Arini, warga lainnya yang datang bersama keluarganya. Ia mengaku rela berdesakan demi mendapatkan hasil bumi yang telah didoakan dalam prosesi adat tersebut.
"Senang, dapat kangkung, kol, wortel, sama kentang. Kan sudah didoain di sini tadi, katanya berkah kalau dimasak di rumah," katanya.
Pantauan di lokasi, banyak warga datang dengan membawa kantong kresek, karung hingga baskom untuk menampung hasil bumi yang berhasil mereka peroleh.
Masyarakat meyakini hasil bumi yang telah diarak dan didoakan tersebut akan membawa keberkahan bagi keluarga apabila dibawa pulang dan dikonsumsi bersama.
Sementara itu, Kepala Desa Sumbermujur, Yayuk Sri Rahayu, mengatakan tradisi Grebeg Satu Suro merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas melimpahnya hasil pertanian serta ketersediaan sumber air yang menjadi penopang kehidupan warga.
"Tradisi ini rutin kami selenggarakan setiap tahun, harapannya agar Desa Sumbermujur menjadi desa yang aman, gemah ripah loh jinawi, debit airnya melimpah, dan tanahnya tetap subur," ujar Yayuk.


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram