Lumajang, (Onenewsjatim) – Tradisi unik dilakukan para santri Pondok Pesantren Bahrusyifa di dalam mengisi waktu menunggu berbuka puasa.
Puluhan santri tampak khusyuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an di trotoar sekitar , dalam kegiatan yang dikenal dengan Ngaji On The Road.
Kegiatan ini menjadi pemandangan menyejukkan di tengah aktivitas masyarakat yang sedang ngabuburit. Para santri duduk beralaskan tikar, membaca Al-Qur’an dengan tertib meski berada di ruang publik yang ramai dilalui warga.
Salah satu santri, Alisyah, mengungkapkan bahwa kegiatan Ngaji On The Road telah menjadi rutinitas yang ia ikuti selama lima tahun terakhir setiap bulan suci Ramadan.
“Ngaji On The Road ini sudah berjalan sekitar lima tahun. Perasaannya sangat menyenangkan karena mengaji di tempat keramaian memberi suasana baru. Biasanya kami mengaji di asrama saja,” ujarnya.
Namun demikian, Alisyah mengakui terdapat tantangan tersendiri saat mengaji di ruang publik.
“Kesulitannya pasti ada, karena kita harus lebih fokus dibandingkan di asrama, sebab di sini banyak orang lalu lalang. Tapi justru di situlah latihannya,” tambahnya.
Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tetap kreatif dalam menyiarkan nilai-nilai kebaikan.
“Sebagai generasi muda, kita harus menyiarkan keberkahan dengan cara yang berbeda, tapi tetap sesuai syariat,” pesannya.
Sementara itu, Zian Fernanda, ustadzah Pondok Pesantren Bahrusyifa, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjadikan Al-Qur’an lebih dekat dengan masyarakat luas.
“Ngaji On The Road ini menjadi salah satu wadah Al-Qur’an. Alun-alun bukan hanya fasilitas umum, tetapi juga bisa digunakan untuk kegiatan Islami,” jelasnya.
Menurut Zian, kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum.
“Kami tidak hanya mengaji sendiri, tapi juga mengajak masyarakat Lumajang untuk ikut. Masyarakat bisa menyetorkan hafalan, mengikuti talaqqi, maupun belajar tahsin bersama,” katanya.
Pengasuh Pondok Pesantren Bahrusyifa, Ahmad Fathillah, menambahkan bahwa kegiatan ini telah dilaksanakan secara konsisten sejak awal masa pandemi Covid-19.
“Alhamdulillah, Ngaji On The Road ini sudah istiqamah selama lima tahun. Awalnya terinspirasi dari arahan salah satu pembina yayasan yang saat itu juga Wakil Bupati Lumajang, , untuk menyiarkan Al-Qur’an,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa konsep Ngaji On The Road hadir sebagai alternatif positif kegiatan ngabuburit.
“Daripada hanya jalan-jalan atau menghabiskan waktu, ngabuburit bisa diisi dengan ngaji. Bukan hanya kami yang mengaji, tapi juga mengajak masyarakat sekitar untuk belajar memperbaiki bacaan Al-Qur’an,” jelasnya.
Materi yang diajarkan dalam kegiatan ini, lanjut Ahmad, meliputi tahsin, makharijul huruf, hingga menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Dimanapun kita berada, bukan hanya di masjid, kita tidak perlu malu untuk menyiarkan dan membaca Al-Qur’an,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan Ngaji On The Road yang digelar di jantung kota Lumajang ini dapat membawa kebaikan dan keberkahan bagi masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Lumajang yang ingin ngaji bareng atau belajar ngaji untuk datang bersama-sama ke depan pendopo. Semoga Al-Qur’an membawa keberkahan untuk Kota Lumajang,” pungkasnya.









FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram