-->

11/06/2026

Tanggapi Kebijakan Bupati, PDIP Minta Pemkab Cari Solusi Lain Selain Pangkas Operasional OPD


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kebijakan Bupati Lumajang Indah Amperawati yang meminta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggunakan kendaraan pribadi untuk aktivitas kedinasan dalam kota mendapat sorotan dari PDI Perjuangan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lumajang, Supratman, menilai langkah penghematan yang ditempuh pemerintah daerah menyusul kenaikan harga BBM non-subsidi tersebut tidak semestinya mengalihkan beban operasional kepada pejabat yang telah mendapatkan fasilitas kedinasan dari negara.

Menurut Supratman, kendaraan dinas beserta biaya operasionalnya merupakan fasilitas yang melekat pada jabatan kepala OPD sebagai penunjang pelaksanaan tugas pelayanan publik.

"Kalau itu sudah menjadi hak kepala OPD dan memang disediakan negara untuk menunjang tugasnya, seharusnya tidak seperti itu. Hak dan kewajiban harus berjalan beriringan," kata Supratman, Kamis (11/6/2026).

Politisi yang juga menjabat Ketua Komisi D DPRD Lumajang tersebut menegaskan bahwa efisiensi anggaran memang diperlukan, namun harus dilakukan melalui kebijakan yang tepat sasaran tanpa mengurangi dukungan terhadap kinerja perangkat daerah.

Ia khawatir kebijakan penggunaan kendaraan pribadi justru tidak memberikan dampak signifikan terhadap penghematan anggaran daerah, sementara di sisi lain berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi pejabat yang menjalankan tugas pemerintahan.

"Kalau tujuannya mengurangi beban anggaran, saya kira pengaruhnya tidak terlalu besar. Yang diperlukan adalah mencari langkah yang lebih efektif dan terukur," ujarnya.

Supratman menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Lumajang lebih fokus melakukan pembatasan perjalanan dinas luar daerah yang tidak bersifat prioritas dibanding mengurangi penggunaan kendaraan dinas untuk aktivitas pelayanan dalam kota.

Menurutnya, perjalanan dinas yang bersifat koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi tetap perlu dilakukan secara selektif berdasarkan urgensi dan manfaatnya bagi daerah.

"Mungkin bisa dilakukan evaluasi terhadap perjalanan luar kota yang kurang mendesak. Kalau memang penting dan berdampak pada kepentingan masyarakat, tentu tetap harus dijalankan," katanya.

Selain efisiensi belanja, Supratman menilai pemerintah daerah perlu memperkuat sisi pendapatan guna menjaga ruang fiskal tetap sehat di tengah meningkatnya biaya operasional akibat kenaikan harga BBM.

Ia mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penambahan objek pajak yang selama ini belum tergarap maksimal.

Salah satu potensi yang disebutnya adalah pembaruan data objek pajak di wilayah pedesaan, terutama lahan yang telah mengalami pemecahan kepemilikan namun belum seluruhnya tercatat sebagai objek pajak baru.

"Kalau PAD bisa dioptimalkan melalui perluasan objek pajak, tentu akan membantu menambah kemampuan fiskal daerah tanpa harus membebani pelayanan pemerintahan," jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengungkapkan bahwa kenaikan harga Pertamax menjadi tantangan baru bagi keuangan daerah yang telah lebih dulu melakukan efisiensi anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen.

Sebagai bagian dari upaya penghematan, kepala OPD diminta menggunakan kendaraan pribadi ketika melaksanakan tugas kedinasan dalam wilayah perkotaan Lumajang. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan pengeluaran operasional pemerintah daerah di tengah meningkatnya harga BBM.




Dampak Kenaikan BBM, Kepala OPD Lumajang Diminta Tak Gunakan Mobil Dinas di Dalam Kota


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Bupati Lumajang Indah Amperawati meminta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menggunakan kendaraan pribadi saat menjalankan tugas dinas dalam wilayah kota.

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah efisiensi menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berdampak pada anggaran operasional pemerintah daerah.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu mengatakan, penggunaan kendaraan pribadi oleh kepala OPD untuk perjalanan dinas dalam kota merupakan bentuk pengorbanan dan komitmen bersama dalam menjaga efektivitas penggunaan anggaran daerah.

"Yang jelas kepala OPD akan banyak berkorban menggunakan kendaraan pribadi untuk keliling dalam kota," kata Bunda Indah di Lumajang, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut diperberat dengan kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax 92 yang naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex masih bertahan pada kisaran Rp24.800 per liter.

Untuk perjalanan dinas ke luar daerah, seperti menghadiri rapat di kementerian maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bunda Indah meminta seluruh kepala OPD lebih selektif dalam menentukan agenda yang harus dihadiri secara langsung.

"Sepanjang itu sangat penting harus dihadiri," ujarnya.

Bunda Indah menjelaskan, Pemkab Lumajang sebenarnya telah menerapkan berbagai langkah penghematan sejak pemerintah pusat memberlakukan kebijakan pemangkasan anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen dari alokasi semula.

Namun, kenaikan harga BBM non-subsidi membuat ruang gerak anggaran semakin terbatas sehingga diperlukan penyesuaian dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan.

"Selama ini juga sudah berhemat, cuma akhirnya banyak kegiatan yang berkurang. Anggaran perjalanan dinas kami sudah mepet, tetapi dengan naiknya Pertamax 92 ini cukup membuat kami agak kesulitan," jelasnya.

Meski demikian, Bunda Indah memastikan pelayanan publik kepada masyarakat tidak akan terganggu. Pemerintah daerah, kata dia, tetap berkomitmen menjaga kualitas pelayanan sekaligus menjalankan roda pemerintahan secara optimal di tengah keterbatasan anggaran.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Lumajang berencana melakukan konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna mencari solusi atas dampak kenaikan harga BBM dan kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan.

"Kami akan lakukan konsultasi ke Mendagri untuk masalah ini, tapi insyaallah pemerintahan tetap berjalan dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik," pungkasnya.

Pemkab Lumajang Salurkan 1.018 Bibit Durian Bawor, Jadi Investasi Ekonomi Jangka Panjang Petani


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyalurkan sebanyak 1.018 bibit durian Kromo Banyumas atau yang lebih dikenal sebagai durian Bawor kepada Gabungan Kelompok Tani dan Desa (Gapoktandes) Bunga Indah, Desa Tegalbangsri, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan melalui sektor pertanian.

Kepala Bidang Hortikultura DKPP Kabupaten Lumajang, Hendra Swandaru, mengatakan bahwa program bantuan bibit durian Bawor tidak hanya bertujuan menambah populasi tanaman produktif, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi masyarakat.

Menurutnya, tanaman durian memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan karena mampu menghasilkan pendapatan berulang ketika memasuki masa produksi, berbeda dengan tanaman musiman yang hasilnya hanya dapat dinikmati dalam periode tertentu.

“Pengembangan tanaman buah-buahan seperti durian merupakan investasi masa depan. Karena itu, bibit yang diberikan harus dijaga dan dirawat dengan baik agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Hendra.

Ia menjelaskan, sektor pertanian saat ini harus dipandang lebih luas, tidak hanya sebagai aktivitas budidaya semata, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan ekonomi keluarga. Dengan pengelolaan yang baik, tanaman produktif dapat menjadi sumber pendapatan yang berkesinambungan bagi petani.

“Jika dirawat dengan benar, tanaman durian dapat menjadi aset ekonomi keluarga yang nilainya terus meningkat dari waktu ke waktu. Ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat desa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tegalbangsri, Nirat, menyampaikan apresiasinya atas perhatian Pemerintah Kabupaten Lumajang terhadap pengembangan sektor pertanian di wilayahnya. 

Menurutnya, bantuan bibit durian Bawor membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan bibit kepada masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.

Selain menghasilkan buah dengan nilai jual tinggi, pengembangan tanaman durian juga dinilai mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Semakin banyak tanaman produktif yang tumbuh dan menghasilkan, semakin besar pula peluang peningkatan kesejahteraan keluarga petani.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menanam pohon sebagai investasi masa depan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi pedesaan yang berkelanjutan.

Puluhan Paket Sabu Disita, Polres Ngawi Tangkap Pengedar di Rumah Kontrakan


Ngawi, (Onenewsjatim) –
Komitmen Polres Ngawi Polda Jatim dalam memberantas peredaran narkotika kembali membuahkan hasil. 

Melalui pengembangan kasus penyalahgunaan narkotika yang diungkap oleh Satresnarkoba, petugas berhasil menangkap seorang pengedar sabu berinisial RS (36) di sebuah rumah kontrakan di wilayah Kota Madiun.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu dengan total berat netto sekitar 39,222 gram yang telah dikemas dalam puluhan paket siap edar. 

Selain itu, turut diamankan timbangan digital, plastik klip, sedotan plastik berbagai warna, telepon seluler, serta satu unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas peredaran narkotika.

Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan seorang penyalahguna sabu oleh Satresnarkoba Polres Ngawi yang dipimpin Kasatresnarkoba AKP Marji Wibowo, S.H., M.H., pada Sabtu (6/6/2026) dini hari lalu.

Dari hasil pemeriksaan dan pendalaman, petugas memperoleh informasi mengenai pemasok sabu yang kemudian mengarah kepada tersangka RS.

Berdasarkan informasi tersebut, petugas bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan tersangka di rumah kontrakannya di wilayah Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Saat dilakukan penggeledahan sesuai prosedur hukum, petugas menemukan puluhan paket sabu beserta perlengkapan yang digunakan untuk mengemas dan mengedarkan narkotika.

Kasatresnarkoba menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan ini merupakan bentuk keseriusan Polres Ngawi dalam memerangi peredaran gelap narkotika.

“Polres Ngawi tidak akan memberikan ruang bagi pelaku peredaran narkoba," tegas AKP Marji, Kamis (11/6/26).

Pihaknya akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya serta menindak tegas setiap pelaku yang terlibat dalam peredaran narkotika demi menjaga generasi muda dari bahaya narkoba.

Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Ngawi untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah disesuaikan dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (*)

46 Balita dan 12 Ibu Hamil Ikuti Layanan Posyandu Gerbangmas Anggrek


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Upaya menciptakan generasi sehat dan berkualitas terus diperkuat melalui sinergi antara aparat kewilayahan dan tenaga kesehatan di tingkat desa. 

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan pendampingan pelayanan kesehatan yang dilakukan Babinsa Jatimulyo Koramil 0821-13/Kunir, Serda Ary Agus Wulandono, di Posyandu Gerbangmas Anggrek Dusun Sumberwongso RT 001 RW 002 Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut dipimpin oleh Bidan Desa Jatimulyo, Rois Emawati, Amd.Keb., dengan sasaran sebanyak 46 balita dan 12 ibu hamil. Berbagai layanan diberikan mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang balita, pengukuran berat dan tinggi badan, pemeriksaan kehamilan, hingga penyuluhan kesehatan bagi para orang tua.

Serda Ary Agus Wulandono mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil dan balita sebagai kelompok yang memerlukan perhatian khusus.

“Posyandu menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Kehadiran kami di sini untuk memberikan dukungan serta mendorong partisipasi masyarakat agar rutin memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia demi mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera,” ujarnya.

Menurutnya, pemantauan kesehatan secara berkala sangat penting sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan, termasuk upaya pencegahan stunting yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

Sementara itu, Bidan Desa Jatimulyo, Rois Emawati, Amd.Keb., menjelaskan bahwa kegiatan posyandu memiliki peran strategis dalam memastikan kondisi kesehatan ibu hamil dan balita tetap terpantau dengan baik.

“Melalui posyandu, kami dapat memantau perkembangan balita serta kondisi kesehatan ibu hamil secara rutin. Selain pemeriksaan kesehatan, kami juga memberikan edukasi terkait gizi seimbang, pola hidup sehat, dan pentingnya pemeriksaan berkala guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” jelasnya.

Antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan keluarga. Kolaborasi antara Babinsa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia yang lebih maju. (Pendim0821)

Perkuat Infrastruktur Lingkungan, Babinsa Kaliboto Lor Pimpin Pembangunan Drainase


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya memperkuat ketahanan lingkungan dan mendukung produktivitas pertanian terus dilakukan melalui pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan. Seperti yang dilakukan Babinsa Kaliboto Lor Koramil 0821-12/Jatiroto, Sertu Syafiudin, yang bersama warga melaksanakan pembangunan drainase di Dusun Krajan 2 RT 003 RW 006 Desa Kaliboto Lor, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat dalam menciptakan sistem tata kelola lingkungan yang lebih baik. Drainase yang dibangun diharapkan mampu memperlancar aliran air, mengurangi potensi genangan saat musim hujan, sekaligus menjaga kondisi lahan pertanian agar tetap produktif.

Di sela kegiatan, Sertu Syafiudin mengatakan bahwa pembangunan drainase bukan hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur lingkungan, tetapi juga menjadi langkah preventif dalam menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat, khususnya para petani.

“Saluran drainase yang baik memiliki peran penting dalam mengendalikan aliran air, sehingga lingkungan menjadi lebih tertata dan lahan pertanian terhindar dari genangan yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam membangun wilayahnya secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar dia.

Semangat gotong royong tampak mewarnai pelaksanaan kegiatan. Warga secara bersama-sama mengerjakan pembangunan drainase dengan harapan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh seluruh masyarakat Dusun Krajan 2.

Kepala Dusun Krajan 2, Moch. Baidhowi, mengatakan bahwa pembangunan drainase merupakan salah satu langkah nyata untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

“Pembangunan drainase ini sangat penting untuk menunjang kualitas lingkungan di wilayah kami. Dengan saluran air yang baik, aliran air dapat berjalan lancar sehingga dapat meminimalkan genangan dan menjaga kebersihan lingkungan. Kami berharap pembangunan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta meningkatkan kesadaran warga untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun. Terima kasih kepada Babinsa dan seluruh warga yang telah bergotong royong demi terciptanya lingkungan yang lebih baik dan lebih tertata,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi yang erat antara TNI dan masyarakat, pembangunan drainase tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan, mendukung sektor pertanian, serta memperkuat budaya gotong royong sebagai fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan. (Pendim0821)

10/06/2026

Polres Lumajang Rotasi Pejabat, Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba Berganti


Lumajang , (Onenewsjatim) –
Polres Lumajang melakukan pergantian sejumlah pejabat utama dan kapolsek jajaran melalui upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin langsung Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, di halaman Mapolres Lumajang, Selasa (9/6/2026).

Pergantian jabatan yang menjadi sorotan dalam mutasi kali ini adalah posisi Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba. 

Jabatan Kasat Reskrim yang sebelumnya diemban AKP Pras Adinata S.Tr.K., S.I.K., resmi diserahterimakan kepada Iptu M. Ari Nuzul Aulia S.Tr.K., S.I.K., M.Si. Sementara itu, jabatan Kasat Narkoba yang sebelumnya dijabat AKP I Gede Putu Wiranata S.H., M.H., kini dipercayakan kepada Iptu Dwi Sugiyanto, S.H.

Selain dua jabatan strategis tersebut, Polres Lumajang juga melakukan rotasi pada sejumlah posisi lainnya sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan pengembangan karier personel.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan, mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang bertujuan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Mutasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier personel sekaligus penyegaran organisasi. Tujuannya agar roda organisasi dapat berjalan lebih efektif, profesional, dan adaptif dalam menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks,” ujar Alex dalam amanatnya.

Menurutnya, pergantian pejabat tidak boleh mengganggu jalannya program kerja yang telah dirintis sebelumnya. Sebaliknya, pejabat baru diharapkan mampu melanjutkan capaian yang sudah ada sekaligus menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kontinuitas program kerja harus tetap terjaga meskipun terjadi pergantian pejabat. Saya berharap pejabat yang baru dapat segera beradaptasi dan melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, sekaligus menghadirkan inovasi demi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Dalam rotasi tersebut, AKP Agus Sugiharto dipercaya menjabat Kasat Samapta menggantikan AKP Sajito. Sebelumnya, Agus menjabat sebagai Kapolsek Jatiroto.

Selanjutnya, AKP Sajito mendapat tugas baru sebagai Kapolsek Ranuyoso menggantikan AKP Imam Soepardi yang dimutasi menjadi Kapolsek Jatiroto.

Pergantian juga terjadi di tingkat kepolisian sektor. Jabatan Kapolsek Randuagung yang sebelumnya diemban Iptu Dirga Pradhira Irianto kini dijabat Iptu Edi Kuswanto. Sementara jabatan Kapolsek Lumajang Kota diserahterimakan kepada Iptu Zainul Abidin.

Alex menegaskan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada institusi maupun masyarakat.

“Kewenangan dalam organisasi bisa didelegasikan, tetapi tanggung jawab tidak dapat dialihkan kepada pihak lain. Karena itu, setiap pejabat harus mampu mempertanggungjawabkan tugas dan kewenangannya kepada institusi, masyarakat, serta kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.

Alex juga mengingatkan seluruh personel Polres Lumajang untuk terus menjaga profesionalisme, integritas, dan loyalitas dalam menjalankan tugas kepolisian.

“Masyarakat mengharapkan kehadiran Polri yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman. Oleh sebab itu, laksanakan tugas secara profesional, proporsional, objektif, dan penuh keikhlasan dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.


© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved