-->

09/08/2026

Sambut HUT ke-81 RI, Babinsa Mlawang dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Semangat gotong royong ditunjukkan Babinsa Mlawang Koramil 0821-05/Klakah, Kopka Ramli, bersama warga Dusun Curah Pakem, Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kegiatan kerja bakti tersebut digelar pada Minggu (9/8/2026), sebagai bagian dari persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Babinsa bersama masyarakat membersihkan lingkungan jalan desa, merapikan area permukiman, serta melakukan pengecatan gapura.

Kegiatan itu tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan menjelang perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

Kopka Ramli mengatakan, kerja bakti merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan.

“Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap lingkungan semakin tumbuh. Selain itu, kegiatan gotong royong juga menjadi sarana mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” kata Ramli.


Perkuat Gotong Royong Warga

Menurut Ramli, semangat gotong royong perlu terus dipertahankan karena menjadi salah satu nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan ketika menyambut momentum hari kemerdekaan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial lainnya.

“Gotong royong merupakan budaya yang harus terus kita jaga. Dengan kebersamaan, berbagai pekerjaan di lingkungan masyarakat dapat diselesaikan dengan lebih ringan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Curah Pakem, Salam, mengapresiasi keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kehadiran Babinsa memberikan motivasi tersendiri bagi warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kekompakan lingkungan.

“Dengan adanya Babinsa yang ikut membantu, warga semakin semangat dalam melaksanakan kegiatan. Kebersamaan seperti ini sangat bermanfaat dalam mempererat hubungan antara masyarakat dengan TNI,” kata Salam.


Kerja bakti tersebut sekaligus menjadi momentum bagi warga untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan lingkungan yang lebih bersih, rapi, dan nyaman.

Kegiatan itu diharapkan dapat terus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (Pendim 0821)

Editor : Redaksi

Komsos Sambil Gotong Royong, Babinsa Wonokerto Bantu Warga Bangun Rumah


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Babinsa Wonokerto Koramil 0821-04/Gucialit Serma Sugianto turut membantu pembangunan rumah milik warga di Dusun Wonoasih, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarakat di wilayah binaannya. 

Serma Sugianto mengatakan, Komsos merupakan salah satu kegiatan rutin Babinsa untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mengetahui kondisi dan berbagai persoalan yang ada di wilayah binaan.

"Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi sarana menjalin komunikasi dengan warga, tetapi juga untuk memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong," kata Sugianto.

Dalam kegiatan tersebut, Sugianto tidak sekadar berkomunikasi dengan warga. Ia juga turun langsung membantu proses pembangunan rumah milik Kusnadi, warga Dusun Wonoasih RT 001/RW 001.

Dengan mengenakan perlengkapan kerja, Sugianto bersama warga bergotong royong mengerjakan sejumlah pekerjaan pembangunan, mulai dari menata material hingga membantu pekerjaan fisik lainnya.

Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan masyarakat merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

"TNI akan selalu hadir membantu masyarakat sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki," ujarnya.

Ia berharap kegiatan gotong royong seperti itu terus dipertahankan karena dapat memperkuat kepedulian dan kebersamaan antarwarga.

Selain membantu menyelesaikan pekerjaan pembangunan rumah, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga diharapkan dapat menciptakan komunikasi yang semakin terbuka antara aparat kewilayahan dan warga.

"Melalui Komsos, kami bisa mengetahui kondisi masyarakat secara langsung. Dengan begitu, jika ada persoalan di wilayah, dapat segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama," kata Sugianto.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran Babinsa dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya dalam menjaga komunikasi dan keamanan wilayah, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan gotong royong.

Dengan terjalinnya hubungan yang baik antara TNI dan masyarakat, diharapkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di wilayah Desa Wonokerto semakin kuat. (Pendim 0821).

Editor : Redaksi


Kebakaran Meluas, TNBTS Tutup Total Wisata Gunung Bromo dari Lima Pintu Masuk


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup total seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Penutupan dilakukan menyusul kebakaran hutan yang semakin meluas di area Kaldera Bromo.

Penutupan berlaku sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyampaikan kebijakan tersebut melalui surat keterangan resmi terkait perkembangan kebakaran hutan di kawasan TNBTS.

"Sehubungan dengan adanya kejadian kebakaran hutan yang semakin meluas di area Kaldera Bromo, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)," demikian isi surat tersebut.

Menurut Rudijanta, penutupan dilakukan untuk mendukung efektivitas proses pemadaman sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat maupun pengunjung kawasan wisata Bromo.

Lima Pintu Masuk Ditutup

Penutupan berlaku untuk seluruh akses masuk wisata Bromo yang selama ini digunakan wisatawan.

Kelima pintu masuk tersebut yakni Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

"Dalam rangka efektivitas upaya pemadaman kebakaran, serta memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung, kunjungan Wisata Bromo dari semua pintu masuk ... ditutup untuk kunjungan wisata," kata Rudijanta.

Dengan kebijakan tersebut, wisatawan untuk sementara tidak diperkenankan melakukan aktivitas kunjungan di kawasan Gunung Bromo melalui seluruh pintu masuk resmi TNBTS.

Penutupan juga dilakukan agar aktivitas wisata tidak mengganggu mobilisasi maupun upaya petugas dalam menangani kebakaran yang terjadi di kawasan Kaldera Bromo.

TNBTS juga memberikan kebijakan bagi wisatawan yang sebelumnya telah membeli tiket masuk secara daring untuk jadwal kunjungan selama masa penutupan.

Wisatawan diberikan kesempatan untuk melakukan penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian dana (refund).

Proses tersebut dilakukan dengan melengkapi formulir yang disampaikan melalui admin aplikasi booking online TNBTS.

"Pengunjung yang sudah melakukan pembelian tiket masuk melalui aplikasi booking online untuk kunjungan selama masa penutupan, akan diberi kesempatan untuk penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian uang (refund)," ujar Rudijanta.

TNBTS mengimbau masyarakat, wisatawan, serta pelaku jasa wisata untuk mematuhi kebijakan penutupan tersebut.

Mereka juga diminta tidak melakukan aktivitas wisata di kawasan TNBTS selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

Selain itu, masyarakat diminta turut menjaga kawasan konservasi tersebut dari ancaman kebakaran, terutama dengan memperhatikan penggunaan api di sekitar kawasan.

TNBTS menegaskan, langkah tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama, sekaligus mendukung upaya petugas dalam memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Gunung Bromo.




Api Karhutla TNBTS Mendekati Lumajang, Jarak ke Permukiman Sekitar 3,3 Kilometer


Lumajang
, (Onenewsjatim) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Kobaran api kini mencapai kawasan sekitar viewpoint B29, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan, titik kebakaran yang berada di sekitar B29 tersebut secara administratif masih masuk wilayah Kabupaten Probolinggo.

"Viewpoint itu masuk wilayah Probolinggo. Yang terbakar itu punggung bukit yang menghadap ke Bromo," kata Isnugroho saat dikonfirmasi, Minggu (9/8/2026).

Menurut dia, untuk masuk ke wilayah Kabupaten Lumajang, api masih harus melewati sejumlah kawasan hutan dan lahan perkebunan atau pertanian milik warga.

Jarak titik api dengan permukiman warga di wilayah Lumajang diperkirakan sekitar 3 kilometer.

"Kalau untuk melangkah ke Kabupaten Lumajang, dia harus melewati curah dan hutan besar. Juga ada perkebunan atau pertanian warga," ujarnya.

Isnugroho memastikan BPBD Lumajang terus memantau perkembangan kebakaran. Hingga saat ini, belum ada rencana evakuasi warga karena api masih berjarak cukup jauh dari permukiman.

"Jarak ke permukiman kurang lebih tiga kilometer, masih tersekat lahan pertanian atau perkebunan," katanya.

Selain itu, setelah melewati kawasan perkebunan, masih terdapat kawasan hutan yang cukup luas sebelum api berpotensi mencapai permukiman.

"Informasi dari tim, kawasan B29 kalau masuk Lumajang masih melewati hutan besar," jelasnya.

Meski demikian, BPBD Lumajang tetap menyiapkan langkah antisipasi. Apabila arah rambatan api berubah dan mulai mendekati permukiman, proses evakuasi warga akan segera dilakukan.

"Tim di lapangan terus melakukan monitoring. Apabila api mengarah ke permukiman, warga akan segera dievakuasi turun gunung," kata Isnugroho.

Api Mengarah ke Savana Pasuruan

Perkembangan terbaru di lapangan menunjukkan kobaran api juga bergerak menuju kawasan padang savana. Pergerakan tersebut dipengaruhi arah angin yang bergeser.

"Karena angin bergeser ke wilayah, ke arah savana. Savana itu mengarah ke Desa Wonorejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, pemantauan tidak hanya dilakukan terhadap kemungkinan api masuk ke Lumajang, tetapi juga terhadap pergerakan api menuju wilayah Kabupaten Pasuruan

Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, BPBD Lumajang telah melakukan koordinasi dengan jajaran terkait, termasuk pemadam kebakaran (Damkar).

Isnugroho mengungkapkan, personel BPBD Lumajang juga telah diarahkan untuk melakukan pemantauan di sekitar wilayah yang berpotensi terdampak.

"Tadi malam personel BPBD Lumajang saya suruh sondeng-sondeng ke Damkar. Suatu waktu kalau ada kejadian, Damkar bisa membantu," katanya.

BPBD Lumajang juga terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, pihak TNBTS, serta masyarakat untuk mencegah api meluas ke wilayah Lumajang.

"Secara khusus kita memang bisa melakukan langkah-langkah. Masih kita berkoordinasi dengan jajaran dan samping, TNI, Polri, TNBTS dan masyarakat," tutur Isnugroho.

Menurut dia, personel akan tetap disiagakan di lapangan hingga kondisi benar-benar aman.

"Kita tetap menurunkan satu regu sampai dengan kondisi betul-betul padam," pungkasnya. (Mam) 

08/08/2026

Karhutla Gunung Bromo Meluas, Api Melompati JLKT dan Mengarah ke Lembah Watangan


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) semakin meluas, Sabtu (8/8/2026).

Kobaran api di Blok Jantur dilaporkan telah melompati Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) dan bergerak menuju kawasan Lembah Watangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan meluasnya kebakaran dipicu hembusan angin yang cukup kencang.

“Barusan api dapat melompati JLKT di arah Blok Jantur dengan kuatnya angin. Diperkirakan tidak lama lagi akan sampai ke Lembah Watangan,” kata Oemar dalam laporan perkembangan penanganan karhutla, Sabtu sore.

Api juga membesar di Argowulan

Selain di Blok Jantur, kebakaran juga terjadi di kawasan Argowulan. Api yang muncul sejak siang hari dilaporkan terus membesar hingga Sabtu sore.

Petugas gabungan masih berupaya melakukan pemadaman di sejumlah titik.

Namun, kondisi medan yang sulit dijangkau serta angin kencang menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Oemar mengatakan, kondisi tersebut membuat pergerakan api sulit diprediksi karena dapat berubah mengikuti arah dan kekuatan angin.

“Angin cukup kuat sehingga pergerakan api cepat,” ujarnya.

Seluruh pintu kunjungan TNBTS ditutup

Meningkatnya risiko kebakaran membuat BPBD Kabupaten Probolinggo mengambil langkah antisipasi dengan menutup seluruh pintu kunjungan menuju kawasan TNBTS.

Penutupan dilakukan mulai Sabtu malam hingga kondisi kebakaran dinilai aman dan operasi pengendalian dapat dilakukan secara optimal.

“Demi keselamatan dan kelancaran pengendalian, malam ini kami menutup semua pintu kunjungan sampai situasi dapat dikendalikan,” kata Oemar.

Dengan kebijakan tersebut, wisatawan untuk sementara tidak diperkenankan melakukan aktivitas kunjungan ke kawasan Gunung Bromo.

Petugas masih berjibaku memadamkan api

Sementara itu, tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah titik kebakaran.

Selain pemadaman, petugas juga melakukan pemantauan terhadap arah pergerakan api untuk mencegah kobaran menjalar ke kawasan lainnya.

Kondisi angin kencang menjadi salah satu faktor utama yang menyulitkan proses pengendalian.

Terlebih, api di Blok Jantur telah melompati JLKT dan berpotensi bergerak menuju Lembah Watangan.

Hingga Sabtu malam, karhutla di kawasan Gunung Bromo masih dalam penanganan petugas gabungan.

Penutupan sementara kawasan wisata dilakukan sebagai langkah keselamatan bagi wisatawan sekaligus memberikan ruang bagi petugas untuk fokus melakukan pengendalian kebakaran.

Tolak Diajak Rujuk, Perempuan di Lumajang Ditusuk Suami di Depan Anak


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Seorang perempuan berinisial PW (25), warga Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya sendiri, Sukriyadi (27).

Ironisnya, aksi kekerasan tersebut terjadi di hadapan anak mereka yang masih berusia 7 tahun.

Peristiwa itu terjadi saat proses perceraian pasangan tersebut masih bergulir di Pengadilan Agama (PA) Lumajang.

Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (5/8/2026), ketika korban dalam perjalanan pulang ke rumah orang tuanya setelah menjemput anaknya dari sekolah.

“Korban menjemput anaknya yang berusia 7 tahun dan bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) menggunakan sepeda listrik. Setelah itu korban bersama anaknya pulang ke rumah orang tuanya di Dusun Bubur, RT 30 RW 008, Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono,” kata Suprapto, Sabtu (8/8/2026).

Dalam perjalanan, korban tiba-tiba dihadang oleh suaminya yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna merah.

Menurut Suprapto, keduanya kemudian terlibat perdebatan di pinggir jalan. Diduga karena emosi, pelaku kemudian menyerang korban menggunakan senjata tajam.

“Terjadi debat dan cekcok di pinggir jalan. Kemudian terlapor emosi dan menusuk perut istrinya menggunakan pisau tepat di depan anak mereka,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, pelaku juga melukai bagian leher kanan korban hingga korban terjatuh dari sepeda listrik yang dikendarainya.

“Lalu terlapor menggorok leher sebelah kanan pelapor hingga pelapor terjatuh dari sepeda motor listrik,” ungkap Suprapto.

Usai melakukan aksinya, pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian dengan mengendarai sepeda motornya ke arah selatan.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Polres Lumajang juga telah mengamankan sejumlah barang bukti terkait kasus tersebut.

“Barang bukti yang telah diamankan di antaranya satu lembar surat visum korban serta sebilah senjata tajam jenis pisau,” kata Suprapto.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga aksi kekerasan tersebut dipicu persoalan rumah tangga. Pelaku diduga mengajak korban untuk kembali rujuk, namun ajakan tersebut ditolak.

“Motifnya karena korban diajak balikan tidak mau. Kabarnya, perceraian mereka sudah disidangkan di pengadilan, cuma belum dibacakan vonis,” pungkasnya.

Bangun Karakter Siswa, Babinsa Kutorenon Berikan Pelatihan PBB di SDN Kutorenon 3


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya membentuk karakter disiplin dan menumbuhkan semangat kebersamaan sejak usia dini terus dilakukan Babinsa Kutorenon Koramil 0821-02/Sukodono. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada siswa SDN Kutorenon 3, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Serma Dhuri Ari Siswanto mengatakan, pelatihan PBB tidak hanya bertujuan mengajarkan teknik baris-berbaris, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi para siswa. 

Melalui latihan yang dilakukan secara rutin dan terarah, siswa diharapkan mampu menerapkan nilai disiplin, tanggung jawab, kekompakan, serta kepatuhan terhadap aturan dalam kehidupan sehari-hari.

"PBB merupakan salah satu sarana untuk melatih kedisiplinan dan kekompakan siswa. Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak dapat belajar menghargai waktu, menaati aturan, bertanggung jawab terhadap tugas, serta mampu bekerja sama dengan teman-temannya," ujar dia.

Menurutnya, usia sekolah dasar merupakan masa yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai positif. Karena itu, Babinsa berupaya hadir memberikan pembinaan yang bersifat edukatif dan menyenangkan sehingga materi yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh para siswa.

Sementara itu, Kepala SDN Kutorenon 3, Dra. Mimin Praptiwahyuningsih, menyambut baik kegiatan pelatihan PBB yang diberikan Babinsa. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif bagi siswa karena mereka mendapatkan pembelajaran langsung mengenai kedisiplinan dan kekompakan.

"Kami sangat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang telah memberikan pelatihan PBB kepada siswa. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dalam mendukung pembentukan karakter anak, terutama dalam hal disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan," ungkapnya.

Ia berharap sinergi antara pihak sekolah dengan Babinsa dapat terus terjalin melalui berbagai kegiatan pembinaan lainnya yang dapat mendukung perkembangan karakter dan wawasan para siswa.

Kegiatan pelatihan PBB tersebut berlangsung dengan penuh semangat. Para siswa mengikuti setiap gerakan yang dicontohkan dengan antusias, sementara Babinsa memberikan koreksi dan arahan agar setiap gerakan dapat dilakukan dengan benar dan seragam.

Melalui kegiatan tersebut, Babinsa Kutorenon turut berperan dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter disiplin, percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu menjaga kekompakan dalam kehidupan bermasyarakat. (Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved