-->

10/08/2026

Bangun Kebersamaan, Babinsa Meninjo dan Warga Kompak Bersihkan Jalan Setapak


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Upaya membangun kebersamaan dan mempererat hubungan dengan masyarakat terus dilakukan Babinsa Meninjo Koramil 0821/06 Ranuyoso Pelda Fathir Rochman. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti bersama warga dalam membersihkan jalan setapak di Dusun Kebonan RT 002 RW 001, Desa Meninjo, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (10/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pelda Fathir Rochman bersama warga bahu membahu membersihkan jalan setapak dari rumput liar, sampah, serta berbagai material yang mengganggu kenyamanan dan akses masyarakat. Kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat dan kekompakan.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut tidak hanya membantu pekerjaan warga, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat komunikasi sosial serta membangun rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Melalui kerja bakti, berbagai unsur masyarakat dapat saling berkoordinasi dan bersama-sama menjaga kondisi lingkungan agar tetap bersih dan nyaman.

Pelda Fathir Rochman menyampaikan bahwa kerja bakti merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menjaga semangat gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Dengan turun langsung bersama warga, kita dapat mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama terhadap lingkungan. Semangat gotong royong seperti ini harus terus dipertahankan karena banyak pekerjaan akan terasa lebih ringan apabila dikerjakan secara bersama-sama,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Kebonan Moh. Hannan menyambut baik keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kerja bakti tersebut. Menurutnya, kehadiran Babinsa memberikan motivasi kepada warga untuk lebih aktif dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

“Kami berterima kasih atas kehadiran dan kepedulian Babinsa yang ikut bekerja bersama warga. Kebersamaan seperti ini membuat masyarakat semakin kompak dan semangat dalam menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Kegiatan kerja bakti tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus memperkuat budaya gotong royong di Desa Meninjo. Selain menciptakan jalan setapak yang lebih bersih dan nyaman dilalui, kebersamaan antara Babinsa dan warga juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam kehidupan sehari-hari. (Pendim0821)

Polres Probolinggo dan Bhayangkari Salurkan Bantuan untuk Relawan Karhutla Bromo


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Polres Probolinggo bersama Bhayangkari Cabang Probolinggo menyalurkan bantuan kepada para relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin (10/8/2026).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap para relawan yang berada di garis depan dalam upaya pemadaman dan penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizky Siregar mengatakan, perjuangan para relawan dalam membantu penanganan karhutla patut mendapatkan apresiasi.

Menurut Asmida, kondisi medan yang sulit serta berbagai tantangan di lapangan membutuhkan semangat, kepedulian, dan kerja sama dari seluruh pihak.

“Kami sangat mengapresiasi perjuangan dan kepedulian para relawan yang dengan sukarela membantu penanganan karhutla,” kata Asmida, Senin (10/8/2026).

Dorong sinergi lintas sektor

Asmida menegaskan, penanganan karhutla di kawasan TNBTS tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara aparat, pengelola kawasan, relawan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru.

“Kami akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder dalam penanganan karhutla dan bersama-sama menjaga kawasan TNBTS untuk mencegah agar kebakaran tidak semakin meluas,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pihak tetap menjaga koordinasi selama proses penanganan karhutla berlangsung.

Selain upaya pemadaman, pencegahan juga menjadi bagian penting untuk mengantisipasi kebakaran kembali terjadi di kawasan konservasi tersebut.

Bantuan tambah semangat relawan

Sementara itu, salah seorang relawan, Jumadi, menyampaikan terima kasih kepada Polres Probolinggo dan Bhayangkari Cabang Probolinggo atas bantuan serta perhatian yang diberikan kepada para relawan.

Menurut Jumadi, dukungan tersebut sangat berarti bagi relawan yang tengah menjalankan tugas membantu penanganan karhutla di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Probolinggo dan Bhayangkari yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada kami para relawan. Bantuan ini sangat berarti dan menambah semangat kami untuk terus membantu proses penanganan karhutla di TNBTS,” ujar Jumadi.

Jumadi berharap kepedulian dan sinergi dari berbagai pihak terus terjalin sampai penanganan karhutla benar-benar selesai.

Ia juga berharap kondisi kawasan TNBTS segera kembali aman sehingga aktivitas masyarakat maupun pengelolaan kawasan dapat berjalan normal.

“Semoga kebakaran segera dapat dipadamkan dan kawasan TNBTS kembali aman. Kami juga berharap sinergi dan kepedulian seperti ini terus terjalin,” pungkasnya. (Imam) 


09/08/2026

Kapolres Lumajang Dampingi Kunjungan Menhut ke Bromo, Bahas Penanganan Karhutla


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H. mendampingi Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jawa Timur Kombes Pol Joni Iskandar, S.I.K. dalam kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke kawasan Bromo, Minggu (9/8/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung di Cafe Aspara, Desa Cemoro Lawang, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Agenda ini menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin, Karo Ops Polda Jatim Kombes Pol Joni Iskandar, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, serta jajaran Ditpamobvit Polda Jatim.

Turut hadir Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., Kapolres Probolinggo, Dandim Probolinggo, serta jajaran pejabat TNBTS.

Dalam pengarahan tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menangani dan mencegah meluasnya karhutla di kawasan konservasi.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, pihaknya siap menindaklanjuti arahan Menteri Kehutanan dengan memperkuat koordinasi bersama TNI, pemerintah daerah, TNBTS dan instansi terkait.

"Kami dari Polres Lumajang siap menindaklanjuti seluruh arahan Menteri Kehutanan. Sinergi lintas sektoral antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pengelola TNBTS menjadi kunci utama dalam mencegah serta menangani ancaman karhutla secara cepat dan terpadu," ujar Riki.


Menurut Riki, kawasan yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Lumajang menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian. Pemantauan terhadap pergerakan api dan kondisi lapangan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran meluas.

"Kami siap mendukung dan memperkuat koordinasi lintas sektoral dalam penanganan karhutla. Keselamatan masyarakat dan perlindungan kawasan konservasi menjadi perhatian utama," katanya.

Riki menambahkan, personel Polres Lumajang bersama stakeholder terkait akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

Jika terjadi perubahan kondisi yang berpotensi mengancam wilayah Kabupaten Lumajang, langkah penanganan akan segera dikoordinasikan dengan unsur terkait.

"Setiap perkembangan di lapangan akan terus kami pantau bersama jajaran TNI, TNBTS, pemerintah daerah serta instansi terkait. Sehingga apabila terjadi perkembangan situasi, langkah penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat," jelasnya.

Tak Hanya Pemadaman

Riki menegaskan penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Upaya pencegahan, mitigasi, pengawasan hingga pemulihan ekosistem juga perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Apalagi, kawasan TNBTS merupakan kawasan konservasi yang memiliki fungsi ekologis penting. Kebakaran yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan dampak terhadap kelestarian lingkungan.

"Penanganan kebakaran hutan tidak hanya selesai pada saat api berhasil dipadamkan. Pengawasan, pencegahan dan pemulihan ekosistem juga harus menjadi bagian dari langkah bersama," tutur Riki.

Polres Lumajang juga akan meningkatkan patroli di sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi kerawanan karhutla. Sosialisasi kepada masyarakat dan wisatawan terkait pencegahan kebakaran turut diperkuat.

Riki mengajak masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk penggunaan api secara sembarangan di sekitar kawasan hutan.

"Pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri. Selain koordinasi ketat antarinstansi, kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan dan segera melapor apabila menemukan titik api," pungkasnya. (Mam) 

Menhut Raja Juli Turun Langsung Tinjau Penanganan Karhutla di Kawasan Bromo


Probolinggo, (DOC) -
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, Minggu (9/8/2026). 

Ia menegaskan akan menindak tegas siapapun yang terbukti membakar hutan.

Raja Juli menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam mencegah meluasnya karhutla di TNBTS. 

Ia meminta seluruh pihak untuk tidak lagi melakukan tindakan ceroboh yang memicu munculnya titik api.

"Jangan ada lagi yang bermain api, ini secara literal yang bermain api, apakah itu puntung rokok atau yang lebih nakal lagi *land clearing*," kata Raja Juli saat meninjau lokasi karhutla TNBTS, Minggu (9/8/2026).

Mengenai penyebab pasti kebakaran, Raja Juli menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memberikan sanksi berat bagi para pelaku penyelewengan.

"Kita serahkan kepada penegak hukum, tapi sekali lagi pada saat ini kami hanya bisa mengimbau kepada masyarakat, agar tadi jangan bermain api. Saya kira pemerintah sudah komit juga, mengatakan bahwa siapapun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan akan mendapatkan hukuman yang setimpal," tegasnya.

Akses Wisata Bromo Ditutup Total

Guna mengoptimalkan proses pemadaman, Menhut menginstruksikan Balai Besar TNBTS untuk menutup total seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Bromo Tengger Semeru hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Tujuannya satu, agar semua bisa fokus memadamkan api sekaligus mengantisipasi terjadinya kebakaran lagi di tempat lain. Yang kedua juga terkait safety, safety first, yang menyangkut nyawa warga negara akibat bencana ini," jelas Raja Juli.

Untuk menjangkau titik api di medan terjal yang sulit diakses jalur darat, pemerintah menyiagakan tiga unit helikopter guna melakukan water bombing. 

Sementara itu, tim darat dikerahkan untuk membuat sekat bakar agar kobaran api tidak makin meluas.

Langkah ini diambil mengingat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum bisa diterapkan dalam 10 hari ke depan. Pihaknya juga telah membentuk struktur komando penanganan terpadu bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah setempat.

"Semua kebutuhan, tantangan bisa dikoordinasikan sehingga pemadaman ini akan bisa lebih baik, sekaligus mengantisipasi karena (potensi kerawanan) masih sampai akhir Oktober," pungkasnya.


Sambut HUT ke-81 RI, Babinsa Mlawang dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Semangat gotong royong ditunjukkan Babinsa Mlawang Koramil 0821-05/Klakah, Kopka Ramli, bersama warga Dusun Curah Pakem, Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kegiatan kerja bakti tersebut digelar pada Minggu (9/8/2026), sebagai bagian dari persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Babinsa bersama masyarakat membersihkan lingkungan jalan desa, merapikan area permukiman, serta melakukan pengecatan gapura.

Kegiatan itu tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan menjelang perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

Kopka Ramli mengatakan, kerja bakti merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan.

“Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap lingkungan semakin tumbuh. Selain itu, kegiatan gotong royong juga menjadi sarana mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” kata Ramli.


Perkuat Gotong Royong Warga

Menurut Ramli, semangat gotong royong perlu terus dipertahankan karena menjadi salah satu nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan ketika menyambut momentum hari kemerdekaan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial lainnya.

“Gotong royong merupakan budaya yang harus terus kita jaga. Dengan kebersamaan, berbagai pekerjaan di lingkungan masyarakat dapat diselesaikan dengan lebih ringan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Curah Pakem, Salam, mengapresiasi keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kehadiran Babinsa memberikan motivasi tersendiri bagi warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kekompakan lingkungan.

“Dengan adanya Babinsa yang ikut membantu, warga semakin semangat dalam melaksanakan kegiatan. Kebersamaan seperti ini sangat bermanfaat dalam mempererat hubungan antara masyarakat dengan TNI,” kata Salam.


Kerja bakti tersebut sekaligus menjadi momentum bagi warga untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan lingkungan yang lebih bersih, rapi, dan nyaman.

Kegiatan itu diharapkan dapat terus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (Pendim 0821)

Editor : Redaksi

Komsos Sambil Gotong Royong, Babinsa Wonokerto Bantu Warga Bangun Rumah


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Babinsa Wonokerto Koramil 0821-04/Gucialit Serma Sugianto turut membantu pembangunan rumah milik warga di Dusun Wonoasih, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarakat di wilayah binaannya. 

Serma Sugianto mengatakan, Komsos merupakan salah satu kegiatan rutin Babinsa untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mengetahui kondisi dan berbagai persoalan yang ada di wilayah binaan.

"Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi sarana menjalin komunikasi dengan warga, tetapi juga untuk memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong," kata Sugianto.

Dalam kegiatan tersebut, Sugianto tidak sekadar berkomunikasi dengan warga. Ia juga turun langsung membantu proses pembangunan rumah milik Kusnadi, warga Dusun Wonoasih RT 001/RW 001.

Dengan mengenakan perlengkapan kerja, Sugianto bersama warga bergotong royong mengerjakan sejumlah pekerjaan pembangunan, mulai dari menata material hingga membantu pekerjaan fisik lainnya.

Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan masyarakat merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

"TNI akan selalu hadir membantu masyarakat sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki," ujarnya.

Ia berharap kegiatan gotong royong seperti itu terus dipertahankan karena dapat memperkuat kepedulian dan kebersamaan antarwarga.

Selain membantu menyelesaikan pekerjaan pembangunan rumah, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga diharapkan dapat menciptakan komunikasi yang semakin terbuka antara aparat kewilayahan dan warga.

"Melalui Komsos, kami bisa mengetahui kondisi masyarakat secara langsung. Dengan begitu, jika ada persoalan di wilayah, dapat segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama," kata Sugianto.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran Babinsa dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya dalam menjaga komunikasi dan keamanan wilayah, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan gotong royong.

Dengan terjalinnya hubungan yang baik antara TNI dan masyarakat, diharapkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di wilayah Desa Wonokerto semakin kuat. (Pendim 0821).

Editor : Redaksi


Kebakaran Meluas, TNBTS Tutup Total Wisata Gunung Bromo dari Lima Pintu Masuk


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup total seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Penutupan dilakukan menyusul kebakaran hutan yang semakin meluas di area Kaldera Bromo.

Penutupan berlaku sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyampaikan kebijakan tersebut melalui surat keterangan resmi terkait perkembangan kebakaran hutan di kawasan TNBTS.

"Sehubungan dengan adanya kejadian kebakaran hutan yang semakin meluas di area Kaldera Bromo, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)," demikian isi surat tersebut.

Menurut Rudijanta, penutupan dilakukan untuk mendukung efektivitas proses pemadaman sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat maupun pengunjung kawasan wisata Bromo.

Lima Pintu Masuk Ditutup

Penutupan berlaku untuk seluruh akses masuk wisata Bromo yang selama ini digunakan wisatawan.

Kelima pintu masuk tersebut yakni Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

"Dalam rangka efektivitas upaya pemadaman kebakaran, serta memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung, kunjungan Wisata Bromo dari semua pintu masuk ... ditutup untuk kunjungan wisata," kata Rudijanta.

Dengan kebijakan tersebut, wisatawan untuk sementara tidak diperkenankan melakukan aktivitas kunjungan di kawasan Gunung Bromo melalui seluruh pintu masuk resmi TNBTS.

Penutupan juga dilakukan agar aktivitas wisata tidak mengganggu mobilisasi maupun upaya petugas dalam menangani kebakaran yang terjadi di kawasan Kaldera Bromo.

TNBTS juga memberikan kebijakan bagi wisatawan yang sebelumnya telah membeli tiket masuk secara daring untuk jadwal kunjungan selama masa penutupan.

Wisatawan diberikan kesempatan untuk melakukan penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian dana (refund).

Proses tersebut dilakukan dengan melengkapi formulir yang disampaikan melalui admin aplikasi booking online TNBTS.

"Pengunjung yang sudah melakukan pembelian tiket masuk melalui aplikasi booking online untuk kunjungan selama masa penutupan, akan diberi kesempatan untuk penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian uang (refund)," ujar Rudijanta.

TNBTS mengimbau masyarakat, wisatawan, serta pelaku jasa wisata untuk mematuhi kebijakan penutupan tersebut.

Mereka juga diminta tidak melakukan aktivitas wisata di kawasan TNBTS selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

Selain itu, masyarakat diminta turut menjaga kawasan konservasi tersebut dari ancaman kebakaran, terutama dengan memperhatikan penggunaan api di sekitar kawasan.

TNBTS menegaskan, langkah tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama, sekaligus mendukung upaya petugas dalam memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Gunung Bromo.




© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved