-->

29/08/2026

211 Buruh di Lumajang Terkena PHK, Penurunan Permintaan Pasar Jadi Pemicu


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) melanda sejumlah perusahaan sektor industri pengolahan kayu dan tembakau di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang mencatat sedikitnya 211 pekerja terkena PHK sepanjang 2026.

Kepala Disnaker Lumajang, Subchan, mengatakan PHK tersebut terjadi di tiga perusahaan. Rinciannya, PT MJI yang bergerak di bidang pengolahan kayu memberhentikan 198 pekerja.

"Di PT MJI ada 198 pekerja, terdiri dari 48 karyawan tetap dan 150 tenaga outsourcing. Kemudian PT IDS sebanyak 6 orang dan PT Putra Mojo 7 orang," kata Subchan.

Menurutnya, PHK terjadi karena perusahaan mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan. Kondisi tersebut dipengaruhi menurunnya permintaan pasar sehingga berdampak terhadap kemampuan perusahaan dalam menjalankan operasional.

"Sementara yang disampaikan perusahaan, permintaan mereka menurun," ujarnya.

Subchan menjelaskan, proses pemberhentian pekerja tidak dilakukan secara sekaligus. PHK dilakukan secara bertahap karena perusahaan masih memiliki kewajiban yang harus diselesaikan kepada pekerja.

"Bertahap, karena perusahaan harus menyiapkan hak dan kewajibannya. Masih ada kewajiban perusahaan dengan pekerjanya, jadi tidak langsung diselesaikan secara bersamaan," jelasnya.

Disnaker Lumajang, kata Subchan, terus melakukan pemantauan terhadap penyelesaian hak para pekerja yang terdampak PHK. Termasuk memastikan kewajiban perusahaan kepada pekerja tetap dipenuhi sesuai ketentuan ketenagakerjaan.

Namun, khusus pekerja outsourcing di PT MJI, Disnaker masih melakukan pendalaman terkait pihak yang memiliki kewajiban menyelesaikan hak pekerja.

"Sementara pekerja outsourcing urusannya dengan mitra MJI. Ini yang perlu kami luruskan dulu. Apakah memang kewajiban MJI dengan perusahaan outsourcing-nya sudah diselesaikan atau belum, atau perusahaan outsourcing dengan pekerjanya yang belum diselesaikan. Itu yang perlu kami gali," katanya.

Dia menegaskan Disnaker memiliki peran untuk menjembatani persoalan antara pekerja dan perusahaan sekaligus memastikan hak-hak pekerja tidak terabaikan.

"Disnaker bertugas menjembatani dan memastikan seluruh hak-hak karyawan tetap terpenuhi meskipun perusahaan sudah berhenti beroperasi," tegasnya.

Subchan menyebut pemberhentian pekerja di tiga perusahaan tersebut berlangsung secara bertahap. Langkah itu dilakukan menyesuaikan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada para pekerja.

Disnaker juga akan terus mengawal laporan mengenai sisa hak buruh yang belum terselesaikan. Perusahaan diminta segera menuntaskan kewajibannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan.

Terkait status perusahaan yang mengalami penghentian operasional, Subchan menegaskan bahwa penetapan suatu perusahaan dinyatakan pailit atau bangkrut bukan menjadi kewenangan Disnaker.

"Kalau soal pailit atau bangkrut itu ranah pengadilan. Kami di Disnaker fokus memastikan hak-hak pekerja tetap dipenuhi sesuai ketentuan," pungkasnya.

Yosowilangun Tampilkan Sang Nararya Kirana, Karnaval Budaya Lumajang Banjir Tepuk Tangan


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Ribuan warga memadati sepanjang jalur karnaval budaya di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Peserta nomor 4 dari Kecamatan Yosowilangun mencuri perhatian lewat penampilan bertajuk "Sang Nararya Kirana".

Gelaran Lumajang Carnival 2026 itu berlangsung di kawasan Kantor Bupati hingga Alun-Alun Lumajang, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan dibuka oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma.

Pantauan di lokasi, rombongan Kecamatan Yosowilangun tampil dengan busana bernuansa kuning keemasan. Sejumlah dekorasi dan properti berukuran besar turut mengiringi peserta saat bergerak menuju panggung utama.

Penampilan diawali dengan tarian kolosal. Para penari bergerak secara serempak mengikuti iringan musik tradisional yang menghidupkan suasana kisah kejayaan masa lalu di Bumi Lamajang.

Sosok Sang Nararya Kirana kemudian tampil melalui tarian tunggal. Dengan busana yang didominasi warna keemasan, penampilannya menjadi salah satu bagian yang paling menyita perhatian penonton.

Konsep yang dibawakan Yosowilangun mengangkat kisah tentang perjalanan awal peradaban dan pemerintahan di Bumi Lamajang. Nuansa kerajaan diperkuat dengan busana serta properti yang menggambarkan suasana penobatan seorang putra mahkota sebagaimana dikaitkan dengan Prasasti Mula Malurung.

Sorak dan tepuk tangan terdengar dari sisi jalan ketika rombongan memasuki area panggung utama. Sejumlah penonton bahkan terlihat mengabadikan penampilan tersebut menggunakan telepon seluler.

"Benar-benar luar biasa. Kostum dan dekorasinya sangat megah. Tariannya juga bagus sekali. Penampilannya paling mengesankan hari ini," kata Ratna, salah seorang penonton.

Tak hanya menampilkan sosok kerajaan, peserta Yosowilangun juga menghadirkan tarian para prajurit. Gerakan yang lebih dinamis menggambarkan semangat perjuangan dalam perjalanan Sang Nararya Kirana mendirikan pemerintahan di Lumajang.

Perpaduan musik, koreografi, busana, dan properti membuat pertunjukan tersebut menjadi tontonan yang menarik. Unsur tradisi dipadukan dengan kemasan pertunjukan modern tanpa menghilangkan cerita sejarah dan budaya yang diangkat.

Lumajang Carnival 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengenalkan potensi seni serta budaya Lumajang.

Melalui gelaran karnaval budaya ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong agar kekayaan budaya lokal terus dikenalkan kepada masyarakat luas sekaligus menjadi bagian dari promosi pariwisata daerah.

Penampilan Kecamatan Yosowilangun dengan tema "Sang Nararya Kirana" pun menjadi salah satu sajian yang berhasil menghidupkan suasana Lumajang Carnival 2026 di tengah antusiasme ribuan penonton. (Imam) 



Medan Terjal, Tim Gabungan Susuri Bukit 6 Jam Pantau Bekas Karhutlah di Argosari


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Dalam upaya memastikan kondisi wilayah tetap aman pascakebakaran hutan dan lahan (Karhutlah), Babinsa Argosari Koramil 0821-03/Senduro Sertu Edi Kuswanto bersama sejumlah stakeholder melaksanakan pemantauan dan monitoring wilayah pasca Karhutlah di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) Argosari, personel BPBD Kabupaten Lumajang, personel Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), serta para relawan.

Monitoring dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran sekaligus memastikan tidak terdapat titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Berdasarkan pemantauan koordinat satelit, lokasi yang menjadi sasaran monitoring berada di wilayah Ledok Bedor pada titik koordinat -7.977162, 112.980247, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 20 hektare.

Untuk mencapai lokasi, tim harus menempuh jarak sekitar 2,39 kilometer (1,48 mil) dengan kondisi medan berupa perbukitan. Perjalanan menuju lokasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam jam dengan berjalan kaki menyusuri bukit.

Saat dikonfirmasi Sertu Edi Kuswanto menyampaikan bahwa monitoring pasca Karhutlah merupakan langkah penting untuk memastikan situasi di lokasi benar-benar aman, terutama dengan melakukan pengecekan terhadap kemungkinan munculnya titik api baru.

“Monitoring ini kami lakukan bersama stakeholder dan relawan untuk mengetahui kondisi terkini di lokasi bekas kebakaran. Selain memastikan tidak ada titik api baru, kegiatan ini juga sebagai langkah antisipasi agar potensi kebakaran susulan dapat segera diketahui dan ditangani,” ujarnya.

Menurutnya, medan yang cukup sulit dan perjalanan yang membutuhkan waktu panjang tidak menyurutkan semangat tim untuk melakukan pemantauan secara langsung. Sinergi antara Babinsa, BPBD, TNBTS, MPA, mahasiswa, dan relawan menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan hutan dan lahan di wilayah Desa Argosari.

Kegiatan monitoring juga menjadi bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi Karhutlah, mengingat kondisi kawasan perbukitan membutuhkan perhatian dan pemantauan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kondisi wilayah pasca kebakaran dapat terus terpantau dengan baik serta setiap indikasi munculnya titik api baru dapat segera diketahui, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu. (Pendim0821)

Dandim 0821/Lumajang Bersama Forkopimda Cek Rute, Semarakkan Lumajang Carnival 2026


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terlihat dalam pelaksanaan Lumajang Carnival 2026, yang digelar di Jalan Alun-Alun Utara, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Sabtu (29/8/2026).

Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh. Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang menghadiri pembukaan kegiatan yang diikuti 32 peserta dari berbagai instansi dan gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Sebelum pelepasan peserta carnival, Dandim bersama Forkopimda terlebih dahulu melakukan pengecekan rute menggunakan kendaraan taktis. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur sekaligus melihat langsung kondisi di lapangan agar seluruh rangkaian carnival dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Dalam perjalanan mengecek rute, Dandim bersama Forkopimda juga menyempatkan diri menyapa masyarakat yang berada di sepanjang jalur. Interaksi tersebut mendapat sambutan antusias dari warga dan menjadi gambaran kedekatan antara unsur pimpinan daerah dengan masyarakat.

Lumajang Carnival 2026 tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk menampilkan kreativitas, keberagaman, serta potensi daerah dalam bingkai semangat kemerdekaan. Keterlibatan berbagai instansi dan OPD menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam menghadirkan kegiatan yang mampu menyatukan masyarakat.

Dandim 0821/Lumajang menegaskan bahwa momentum HUT RI harus diisi dengan kegiatan positif yang mampu memperkuat persatuan dan kebersamaan.

“Semangat kemerdekaan harus terus kita jaga melalui kebersamaan, kreativitas, dan gotong royong. Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membangun Lumajang,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute semakin menambah kemeriahan Lumajang Carnival 2026. Momentum tersebut sekaligus menjadi cerminan bahwa semangat kemerdekaan terus hidup melalui karya, kebersamaan, dan persatuan masyarakat Lumajang.(Pendim0821)

Ribuan Warga Padati Jalan, Karnaval HUT ke-81 RI Lumajang Tampilkan Tumpak Sewu

Para peserta karnaval menampilkan tarian dan memperkenalkan wisata tumpak sewu

Lumajang, (Onenewsjatim)
- Karnaval dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Lumajang berlangsung meriah, Sabtu (29/8/2026). Sebanyak 32 peserta dari OPD Pemkab Lumajang, kecamatan hingga Perhutani ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Menariknya, peserta karnaval nomor urut 5 yang terdiri dari Dindikbud, Dinas Pariwisata dan Dispora Kabupaten Lumajang memperkenalkan destinasi wisata Tumpak Sewu.

Dalam penampilannya, rombongan mengangkat konsep perjalanan wisatawan mancanegara menuju salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lumajang tersebut.

Para peserta menampilkan seorang wisatawan mancanegara yang menaiki kereta api dan kemudian turun di Stasiun Klakah. Dari Stasiun Klakah, wisatawan tersebut kemudian melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata Tumpak Sewu yang berada di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Kreativitas tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan potensi wisata Lumajang kepada masyarakat melalui rangkaian karnaval.

Karnaval diberangkatkan dari kawasan Alun-Alun Lumajang, tepatnya di depan Kantor Pemkab Lumajang. Peserta kemudian menyusuri sejumlah ruas jalan sebelum finis di perempatan lampu merah Adipura.

Kegiatan tersebut dilepas langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma.

Selain promosi wisata, peserta nomor urut 7 yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup, Diskoperindag, DPMD dan Dinas Perikanan juga menampilkan kreativitas yang mengangkat potensi lingkungan dan hasil bumi.

Dalam rombongan tersebut, tampak seorang peserta wanita menampilkan tarian Paku Bumi. Sementara empat peserta lainnya membawa berbagai hasil bumi, seperti tomat, terong dan sejumlah hasil pertanian lainnya.

Dari pantauan di lapangan, ribuan warga memadati kawasan Alun-Alun Lumajang dan sejumlah ruas jalan yang dilalui peserta karnaval. Warga tampak antusias menyaksikan berbagai atraksi dan kreativitas yang ditampilkan masing-masing rombongan.

Karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, lingkungan serta hasil bumi Kabupaten Lumajang. (Imam) 

28/08/2026

Kapolres Lumajang Ajak Media Perkuat Kolaborasi Jaga Kamtibmas


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Polres Lumajang terus memperkuat kemitraan dan komunikasi dengan media massa sebagai bagian dari upaya membangun keterbukaan informasi publik yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi saat kegiatan "Ngopdulk" (Ngopi Dulu) bersama wartawan Lumajang di salah satu kafe di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).

Riki mengatakan, media memiliki peran penting dalam mengawal situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Lumajang.

Menurut dia, kerja sama antara kepolisian dan media juga menjadi bagian penting dalam membangun serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

"Teman-teman media cukup berperan penting dalam mengawasi dan mengawal, khususnya situasi kamtibmas di Kabupaten Lumajang," kata Riki.

Ia menyebut indeks kepercayaan publik terhadap Polri saat ini berada di atas 70 persen. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kinerja kepolisian yang turut didukung pemberitaan media.

"Alhamdulillah indeks kepercayaan publiknya di atas 70 persen. Dengan kinerja dan pencapaian tugas yang didukung oleh rekan-rekan media, indeks kepercayaan publik dari tahun ke tahun semakin meningkat," ujarnya.

Riki menilai kontribusi media dalam menyampaikan informasi mengenai kinerja kepolisian kepada masyarakat sangat penting.

Dengan pemberitaan yang informatif dan bertanggung jawab, masyarakat dapat mengetahui berbagai upaya Polri dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan di tengah masyarakat.

"Ini merupakan kontribusi yang baik dari teman-teman media sehingga sampai saat ini Polri bisa hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa nyaman, aman dan kondusif," katanya.

Polri Tak Bisa Bekerja Sendiri

Dalam kesempatan tersebut, Riki juga meminta dukungan dan kerja sama wartawan dalam menyampaikan berbagai informasi mengenai kegiatan maupun kinerja kepolisian.

Ia menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Saya bukan Superman, kami tidak bisa bekerja sendiri. Saya selalu meng-endorse teman-teman, khususnya bidang humas, agar ketika ada berita-berita yang perlu diangkat untuk meningkatkan kepercayaan publik, kita berkolaborasi dengan rekan-rekan media," tutur Riki.

Menurut dia, keterbukaan komunikasi antara kepolisian dan media perlu terus dibangun. Wartawan juga dipersilakan menyampaikan informasi maupun melakukan konfirmasi terkait berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepolisian.

"Kami sangat terbuka, welcome. Jika ada hal-hal penting, kita sinergikan dan kolaborasikan berkaitan dengan pemberitaan-pemberitaan tentang kepolisian," ucapnya.

Media Sahabat Polri

Riki menegaskan bahwa hubungan antara Polri dan media merupakan kemitraan yang harus terus dijaga.

Ia bahkan menyebut wartawan dan media sebagai sahabat Polri dalam menjalankan tugas memberikan informasi kepada masyarakat.

"Saya selalu memberikan wejangan kepada teman-teman bahwa wartawan dan media adalah sahabat. Media adalah sahabat Polri sampai kapan pun," katanya.

Riki juga menilai kaderisasi di lingkungan kepolisian dan dunia jurnalistik perlu terus dilakukan agar kedua institusi dapat mengikuti perkembangan zaman, termasuk perubahan pola kejahatan dan dinamika sosial masyarakat.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan informasi turut memengaruhi pola kehidupan masyarakat sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam menjaga kamtibmas.

Karena itu, kepolisian perlu mengetahui berbagai tren yang berkembang di masyarakat agar dapat mengambil langkah pencegahan dan penanganan secara tepat.

"Kejahatan itu bagian dari kehidupan. Ketika ada kejahatan, Polri harus hadir dan harus tahu tren perkembangan saat ini, sehingga kita tahu hal-hal apa yang perlu kita tindak. Di sini rekan-rekan media juga dapat membantu," jelasnya.

Riki berharap sinergi antara Polres Lumajang dan media dapat terus diperkuat sehingga keduanya dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Insyaallah kita bisa bekerja sama dan beriringan untuk sama-sama memberikan kontribusi nyata kepada bangsa dan warga. Saya harapkan dengan kolaborasi dan sinergi ini kita bisa membangun Lumajang menjadi masyarakat yang beragam dan memberikan manfaat serta kehadiran Polri, khususnya Polres Lumajang," pungkasnya.

160 Hektare Terbakar, Karhutla Semeru Melanda 7 Titik di Kawasan TNBTS


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan jalur pendakian Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meluas hingga mencapai tujuh titik.

Hingga Jumat (28/8/2026), kebakaran tercatat terjadi di Blok Ledok Bedor Desa Argosari, Blok Jantur Desa Argosari, Blok Ranu Kembang Desa Ranupani, kawasan Ayak-ayak, Watu Rejeng, Ranu Kumbolo, hingga Puncak Trisula.

Luas kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 160 hektare.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, S.Sos., mengatakan petugas gabungan terus melakukan penanganan di sejumlah titik kebakaran.

"Petugas gabungan terus melakukan penyisiran dan pemantauan terhadap titik-titik api, termasuk di jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo," kata Isnugroho.

Menurut dia, kondisi medan menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Sejumlah lokasi yang terbakar berada di kawasan tebing dengan kemiringan yang sangat terjal sehingga menyulitkan petugas untuk menjangkau titik api secara langsung.

Selain pemadaman dari darat, upaya penanganan juga dilakukan menggunakan metode water bombing dengan bantuan helikopter.

Dua unit helikopter dioperasikan di wilayah TNBTS untuk mendukung proses pemadaman dari udara. Salah satunya Helikopter PK-DAP milik BPBD Provinsi Jawa Timur yang memiliki kapasitas membawa sekitar 1.000 liter air dalam sekali penerbangan.

Water bombing dilakukan di sejumlah lokasi, di antaranya Blok Ayak-ayak, Watu Rejeng, dan Ranupani.

Hingga Jumat pagi, helikopter PK-DAP telah melakukan 12 rit water bombing dengan total sekitar 12.000 liter air yang dijatuhkan ke sejumlah titik kebakaran.

Namun, operasi water bombing dihentikan sekitar pukul 11.00 WIB karena kondisi angin yang cukup kencang dan mengganggu penerbangan helikopter.

"Untuk sementara water bombing dihentikan karena kondisi angin cukup kencang. Helikopter PK-DAP kemudian kembali ke Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh," ujar Isnugroho.

Vegetasi Hutan Terbakar

Isnugroho mengatakan material yang terbakar berupa vegetasi hutan, mulai dari pohon stigi, cemara gunung, ranting, rumput kering maupun basah, hingga pepohonan lainnya.

Petugas gabungan masih melakukan penyisiran dan pemantauan untuk mengetahui perkembangan titik api serta mencegah kebakaran meluas.

Sementara itu, dari pemantauan di lapangan, asap masih terlihat di kawasan Ayak-ayak. Selain itu, terdapat titik api di kawasan Pangonan Cilik yang juga menjadi fokus penanganan.

Kobaran api juga sempat muncul di Blok Ranu Kembang yang berada di atas kawasan Ranu Kumbolo. Pergerakan api di wilayah tersebut masih dipantau oleh tim gabungan.

Isnugroho menegaskan penanganan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan petugas.

"Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan bersama tim di lapangan. Perkembangan titik api akan terus kami pantau agar tidak semakin meluas," katanya.

Hingga Jumat siang, petugas gabungan masih bersiaga di sejumlah lokasi untuk melakukan pemadaman dan pemantauan terhadap perkembangan karhutla di kawasan TNBTS.


© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved