-->

28/08/2026

Kebakaran Hutan di Lereng Semeru Belum Padam, 167 Hektare Lahan Terbakar

Kebakaran Hutan di Lereng Semeru Belum Padam, 167 Hektare Lahan Terbakar


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan jalur pendakian Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hingga Jumat (28/8/2026) masih belum sepenuhnya padam. 

Petugas gabungan masih berjibaku memadamkan kobaran api yang muncul di sejumlah blok kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Pantauan di lapangan, asap tebal masih membumbung dari kawasan Blok Ayak-ayak dan Pangonan Cilik di wilayah Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. Sejumlah titik api juga masih terlihat membara akibat kondisi angin yang cukup kencang.

Hembusan angin membuat api berpotensi bergerak dan meluas ke area hutan lainnya. Kondisi medan yang terjal juga menjadi salah satu kendala petugas dalam melakukan pemadaman secara langsung.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Bambang Suriyono, mengatakan saat ini terdapat dua titik kebakaran yang menjadi perhatian utama, yakni Ranu Kembang dan Pangonan Cilik.

"Sementara perhitungan luas area terbakar 167 hektare. Sedangkan di Ledok Bedor, Desa Argosari ada dua titik, untuk luasan belum kami update," ujar Bambang.

Menurut dia, petugas gabungan terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kobaran api. Metode yang digunakan antara lain membuat sekat bakar, melakukan pemadaman manual menggunakan gebyok, serta menyiram menggunakan air di lokasi yang memungkinkan dijangkau.

"Hari ini juga dilakukan water bombing helikopter bantuan dari Pemprov Jatim," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi PTN Wilayah III TNBTS, Agus Kusuma Negara, mengatakan kondisi medan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi petugas. Kawasan yang terbakar berada di lereng dengan kontur cukup terjal sehingga tidak semua titik dapat dijangkau dengan mudah.

"Saat ini seperti yang terlihat asap di wilayah Ayak-ayak. Secara landscape ada dua titik api, di Ayak-ayak dan Pangonan Cilik. Nah, dua itu yang menjadi titik pemadaman saat ini," ujar Agus.

Selain di Ayak-ayak dan Pangonan Cilik, kobaran api juga sempat muncul di Blok Ranu Kembang yang berada di atas kawasan Ranu Kumbolo. Pergerakan api di wilayah tersebut masih terus dipantau oleh tim gabungan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi, mengatakan material yang terbakar meliputi sejumlah vegetasi khas kawasan hutan pegunungan.

"Kerugian material, terbakarnya pohon stigi hutan, cemara gunung, rumput dan ranting serta pohon hutan lainnya," ungkap Yudhi.

Yudhi menambahkan, kebakaran yang terjadi di Blok Jantur dan Ledok Bedor, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, sebelumnya telah berhasil dikendalikan. Luas area yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di tiga titik kawasan TNBTS, yakni Blok Jantur dan Ledok Bedor di Desa Argosari serta Blok Ranu Agung di Desa Ranupani. Untuk Blok Ranu Agung, api dilaporkan telah padam.

Petugas gabungan hingga kini masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik untuk mencegah api kembali membesar. Kondisi angin yang kencang dan medan terjal membuat proses pemadaman membutuhkan kewaspadaan serta penanganan berkelanjutan.

Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved