Lumajang, (Onenewsjatim) – Pemerintah terus memperkuat upaya mitigasi bencana di kawasan rawan erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur pengendali aliran material vulkanik di sejumlah titik rawan.
Pembangunan tersebut dilakukan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), berupa tanggul pengaman di kawasan Curah Lengkong serta dua unit check dam di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan keberadaan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana di kawasan sekitar Gunung Semeru.
“Pembangunan tanggul pengaman di Curah Lengkong serta dua unit check dam di Desa Supiturang telah berdiri,” kata Isnugroho, Senin (24/8/2026).
Menurut Isnugroho, langkah pemerintah pusat melalui BBWS tersebut menunjukkan komitmen memperkuat perlindungan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan rawan bencana.
“Pemerintah pusat melalui BBWS bergerak proaktif memperkuat infrastruktur mitigasi bencana di kawasan rawan letusan Gunung Semeru,” ujarnya.
Infrastruktur pengendali aliran tersebut diharapkan dapat membantu menahan dan memperlambat aliran material vulkanik dari kawasan hulu. Keberadaannya juga dinilai penting untuk mengantisipasi potensi lahar hujan, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan Gunung Semeru.
Isnugroho menjelaskan, pembangunan infrastruktur fisik merupakan salah satu bagian dari mitigasi bencana yang harus berjalan beriringan dengan kesiapsiagaan masyarakat dan pemantauan kondisi gunung api.
“Dengan adanya infrastruktur tersebut, aliran material vulkanik diharapkan dapat lebih terkendali sehingga potensi dampaknya terhadap kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat dapat ditekan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan infrastruktur mitigasi tidak hanya ditujukan untuk menghadapi potensi bencana dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari strategi membangun ketangguhan wilayah secara berkelanjutan.
Menurutnya, perlindungan masyarakat di kawasan rawan bencana membutuhkan sinergi antara pembangunan fisik, kesiapsiagaan warga, sistem peringatan dini, serta koordinasi lintas sektor.
“Mitigasi bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi dipersiapkan jauh sebelumnya melalui penguatan infrastruktur, kesiapsiagaan masyarakat, serta koordinasi lintas sektor,” tegas Isnugroho.
Dengan pembangunan tanggul dan check dam tersebut, pemerintah berharap risiko dampak aliran material vulkanik terhadap masyarakat dapat ditekan. Upaya tersebut sekaligus memperkuat kesiapan Kabupaten Lumajang dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Semeru.
“Dengan langkah mitigasi yang terintegrasi ini, Lumajang kini jauh lebih tangguh dalam menghadapi potensi amukan alam,” pungkasnya.


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram