Lumajang, (Onenewsjatim)– Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi S.H., S.I.K., M.H. memperkuat komunikasi dengan tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan setelah resmi menjabat sebagai Kapolres Lumajang.
Pada Kamis (20/8/2026), Riki melakukan silaturahmi ke tiga tempat, yakni Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lumajang, Pondok Pesantren Miftahul Ulum di Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, serta Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang.
Rangkaian kunjungan tersebut dilakukan untuk membangun komunikasi sekaligus memperkuat sinergitas antara kepolisian dengan ulama, tokoh agama, dan organisasi keagamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Di Kantor PDM Lumajang, Riki disambut Ketua PDM Kabupaten Lumajang dr. Halimi Maksum, M.MRS., bersama jajaran pengurus.
Sementara di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kapolres bertemu langsung dengan pengasuh pesantren K.H. M. Husni Zuhri.
Adapun di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin, Riki bersilaturahmi dengan Ketua PCNU Kabupaten Lumajang Dr. KH. Muhammad Darwis, M.Pd.I., yang akrab disapa Gus Darwis.
Minta Doa Restu dan Dukungan
Riki mengatakan, silaturahmi tersebut merupakan langkah awal untuk memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat setelah dirinya dipercaya memimpin Polres Lumajang.
Menurut dia, keberadaan ulama, tokoh agama, pesantren, dan organisasi keagamaan mempunyai peran penting dalam membantu kepolisian menjaga kondusivitas wilayah.
"Saya sebagai Kapolres Lumajang yang baru tentunya ingin memperkenalkan diri sekaligus memohon doa restu, nasihat, dan dukungan dari para tokoh agama," kata Riki.
Ia menegaskan, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kami tentu sangat membutuhkan dukungan dan peran serta seluruh elemen masyarakat. Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga kamtibmas," ujarnya.
Riki berharap komunikasi dengan para ulama dan organisasi keagamaan tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi dapat dilanjutkan melalui kerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di masyarakat.
"Kami berharap sinergitas ini terus terjalin dengan baik. Dibutuhkan peran seluruh elemen masyarakat, termasuk para ulama, tokoh agama, dan masyarakat," katanya.
Bahas Hoaks dan Intoleransi
Dalam pertemuan dengan PDM, PCNU, dan pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, sejumlah persoalan sosial turut menjadi bahan pembahasan.
Salah satunya mengenai penyebaran informasi palsu atau hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan.
Riki mengatakan, perkembangan teknologi dan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan cepat. Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
"Kita bersama-sama harus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Termasuk bagaimana kita bersama-sama menjaga toleransi dan kerukunan," jelasnya.
Selain hoaks, Riki juga menyoroti pentingnya mencegah berkembangnya paham intoleransi yang dapat mengganggu kerukunan masyarakat.
Menurutnya, tokoh agama memiliki posisi strategis karena pesan-pesan yang disampaikan melalui ulama dan tokoh agama dapat lebih mudah diterima masyarakat.
"Tokoh agama mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi yang baik agar bersama-sama menjaga Lumajang tetap aman dan kondusif," tutur Riki.
Pesantren Dinilai Punya Peran Strategis
Riki juga menilai pondok pesantren memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda.
Selain memberikan pendidikan agama, pesantren dinilai menjadi salah satu tempat untuk menanamkan nilai persatuan, toleransi, dan kecintaan terhadap bangsa.
"Kami berharap para ulama dan pesantren terus menjadi mitra strategis kepolisian. Pesan-pesan kamtibmas yang disampaikan oleh para kiai tentu sangat berarti bagi masyarakat," imbuhnya.
Saat berada di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Riki juga meminta doa restu kepada K.H. M. Husni Zuhri agar dirinya bersama seluruh jajaran Polres Lumajang diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas.
Sebagai Kapolres yang baru, kami mohon doa restu dan dukungan dari para kiai. Semoga kami bersama seluruh jajaran Polres Lumajang diberikan kelancaran dan kekuatan dalam menjalankan amanah menjaga keamanan masyarakat," katanya.
Riki kemudian mengajak para santri dan masyarakat untuk ikut menjaga kondusivitas serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Kami mengajak seluruh masyarakat, termasuk para santri, untuk ikut menjaga kondusivitas. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum tentu benar dan jangan mudah terprovokasi," ucapnya.
PDM, PCNU, dan Pesantren Siap Bersinergi
![]() |
| Kapolres silaturahmi dengan Ketua PDM Kabupaten Lumajang dr. Halimi Maksum |
Ketua PDM Kabupaten Lumajang dr. Halimi Maksum, M.MRS., menyambut baik silaturahmi yang dilakukan Kapolres Lumajang.
Menurut Halimi, komunikasi antara kepolisian dan organisasi masyarakat menjadi langkah penting untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.
"Kami menyambut baik silaturahmi Kapolres Lumajang ke PDM. Ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergitas antara Muhammadiyah dengan Polres Lumajang," ujar Halimi.
Ia menegaskan, Muhammadiyah siap mendukung kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas Kabupaten Lumajang.
"Prinsipnya kami siap bersinergi dan mendukung kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusivitas Kabupaten Lumajang," imbuhnya.
Halimi juga menilai persoalan hoaks dan intoleransi perlu menjadi perhatian bersama agar perbedaan tidak berkembang menjadi sumber konflik.
![]() |
| Kapolres Lumajang silaturahmi K.H. M. Husni Zuhri |
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum K.H. M. Husni Zuhri mengatakan, silaturahmi antara kepolisian dengan ulama merupakan langkah positif untuk mempererat hubungan dalam menjaga keamanan daerah.
"Kami menyambut baik kedatangan Bapak Kapolres Lumajang. Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk mempererat hubungan antara kepolisian dengan pesantren dan para ulama," ujar K.H. M. Husni Zuhri.
Ia menegaskan, pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut menjaga persatuan, kerukunan, dan kedamaian masyarakat.
"Kami dari pesantren tentu mendukung tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Para santri juga kami arahkan untuk ikut menjaga persatuan, kerukunan, dan kedamaian di masyarakat," katanya.
PCNU: Komunikasi Harus Terus Dibangun
![]() |
| Kapolres Lumajang silaturahmi Gus Darwis |
Ketua PCNU Kabupaten Lumajang Dr. KH. Muhammad Darwis, M.Pd.I., atau Gus Darwis, juga menyambut baik kunjungan Kapolres Lumajang.
Menurut Gus Darwis, keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama sehingga komunikasi antara kepolisian, ulama, dan masyarakat perlu terus diperkuat.
"Kami menyambut baik kedatangan Bapak Kapolres Lumajang. Ini merupakan silaturahmi yang sangat baik untuk membangun komunikasi dan sinergitas antara kepolisian dengan ulama serta warga Nahdliyin," ujar Gus Darwis.
Ia memastikan PCNU Kabupaten Lumajang siap mendukung tugas kepolisian dalam menjaga kondusivitas wilayah.
"Kami tentu mendukung tugas-tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Lumajang. Ulama dan masyarakat harus ikut berperan menjaga persatuan serta memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat," katanya.
Gus Darwis berharap komunikasi antara ulama, aparat keamanan, dan masyarakat dapat dilakukan secara berkelanjutan.
"Kami berharap silaturahmi ini tidak berhenti di sini. Komunikasi dan sinergitas harus terus dibangun. Kalau ulama, umara, aparat keamanan, dan masyarakat bisa berjalan bersama, insyaallah Lumajang akan semakin kondusif," pungkasnya. (Imam)





FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram